[2min] epilog of im sick of this


Foreword:

Hai guys, seperti yang udah gue janjiin sebelumnya,gue bakal beri kalian epilognya, kekeek~ kenapa? karena gue gak puas sama akhirnya, tae hehehe…
Well, bagi yang emang udah duga  bakal rate, yess…its RATE everyone!! tae hee hee…
So, untuk FF dearest dan prince for key’va mousenya masih proses(dalam otak gue) hahaha…

Oke, yang udah tauk PW dan udah baca ini jangan coba” curang!!

Karena gue bakal ubah PW khusus FF NC punya gue sendiri kalau sampe gue tauk masih ada SR yang main curang tanpa komen!hargain saya dong akh, satu kata ‘bagus’ atau ‘hot’ masa susah sih cin? te hee hee…
Yang udah sering komen, gomawoooo <33 komen kalian sangat memotivasi gue, dan OH! makasih udah sering buang pulsanya buat baca FF dan komen juga ILYSM <33 SUUNDERS!!

LEAVE A COMMENT!!!

NO BASHING, NO SENSOR , NO SR SR SR SR*pangkat10.000*, NO PLAGIARISM, CUZ ITS ALL HARAM ACT!

.

AKH, I LIKE THIS PIC!!!LMAO

.

by: Pervert_Sanniiew^^

.

.

Well , setelah 1 minggu berlalu setelah kejadian itu, semua berjalan dengan baik, setidaknya Dorm SHINee mereka terlihat lebih tenang dan mempunyai suasana yang nyaman, mereka tetap bekerja sesuai dengan jadwal yang for god sake’s mereka bagaikan pekerja rodi.

Dan Oh, jangan khawatir, karena mereka lebih saling mengharagi dan saling melengkapi satu sama lain… tidak usah khawatir, salah satu Leader terhebat yang ada diSHINee aka Lee Onew, selalu sedia dalam kondisi apapun untuk membawa SHINee lebih baik lagi, dan tidak lupa para saengnya yang Oh-yes-totally-gorgeous juga nurut pada sang empunya grup band mereka.

Tapi tunggu … bagaimana dengan hubungan 2min? …dan Taemin? Hmm…

Minho duduk didepan Taemin yang asik mengemut lollipop , menatap lurus ke layar TV menunggu acara music bank berlangsung.

“Honey, aku dan appamu mau pergi keluar sebentar… 1 jam mungkin…”, teriak Key terburu-buru diikuti bunyi suara rusuh dari Onew yang entah sedang apa didepan pintu keluar.

“…”, Taemin tidak menjawab, dia cuek saja dan memindah chanel TV,

“Pst, umma memanggil mu Minnie…”

“Eh?”

“TAEMINNIEEE~~!!” teriak Key lagi ketika Taemin menyembulkan kepalanya dari balik sofa dan melihat kearah Key didepan lorong , dan Taemin berdecak pelan, dia tahu persis apa yang akan dilakukan kedua ‘orangtua’ gilanya itu, dilihat dari kondisi Key yang bisa dikatakan, ‘hei-your-fucking-lust-face-look-so-perfect’ look.

“Neh, arraso umma…bersenang-senanglah..”, senyum Taemin lebar melambaik tinggi, Key hanya memasang tampang sok polos.

“Yeobooo…”, panggil Onew menarik Key.
“Neh.ahh! JANGAN LUPA KUNCI PINTU, YA FROGGY, DON’T CORRUPT MY SON!!”,teriaknya seraya berjalan keluar dan menutup pintu dengan kencang.

Taemin mengerang dan berbalik, menatap Minho yang asik meneguk cokenya, dan menyengir sejenak dan kembali ke layar TV.

Disisi lain, Minho merasa ada yang aneh dari Taeminnya ‘lagi’, dia tidak ambil pusing awalnya, ketika semuanya kembali seperti semula, semua terasa lengkap , yah…kembali lengkap, semangat hidupnya kembali lagi.

Flashback~

Pagi itu Minho membuka matanya, rasanya berat, dan kepalanya terasa pening, ia merasa berat disisi tubuhnya, ia buka matanya perlahan, dan ia terkejut, nafasnya tercekat, ia tidak percaya, mungkin mimpi … jika ya, ia takut untuk terbangun.

Tangannya ia ulurkan perlahan, ia bisa lihat tangannya pun gemetar ketakutan, nafasnya berat, detak jantungnya berdegup cepat, dan ..
“Morning baby…”, bisik suara itu, terasa nyata, suara angelic yang sudah ia rindukan , sangat…buat ia hampir gila akhir-akhir hari sebelumnya.

Minho menurunkan tangannya, matanya menatap lekat sosok berambut merah disisinya, rambut merah itu perlahan mengangkat kepalanya dari dada Minho dan menatap mata besarnya dalam-dalam,

mereka menatap dalam diam, perlahan Taemin tersenyum dan meraih pipi Minho dengan tangan kanannya, ia elus perlahan dan bergerak sesuai instingnya, ia dekatkan wajah mereka tanpa melepaskan tatapannya.

“I love you Minho…”,

Yang Minho tahu, bibirnya sudah dicium dengan bibir tipis dan kissable itu dengan lembut, perlahan ia lingkarkan tangannya dipinggang rampingnya, ia merasa nyata, dan merasa nyaman, nyata…ia pejamkan matanya.

Saling melumat dan menghisap, lidah mereka bersatu dan ingin mendominasi, secara mengejutkan, untuk pertama kalinya, Taemin mendominasi, dan ia tidak menyianyiakan kesempatan itu atas Minhonya.

Taemin mengubah posisinya, ia naik keatas Minho, ia remas rambut Minho dengan kedua tangannya, sedangkan Minho menarik pinggang Taemin lebih erat, erangan nafas, dan juga desahan kecapan memenuhi pagi yang tenang, sebelum ciuman mereka harus terlepas dan saling bertatapan, Minho tersenyum dan mengusap bibir mungil itu dengan lembut, si rambut merah memejamkan mata, dan mengecup jari Minho dan menatap mata besar itu lebih dalam.

“You come back..”, bisik Minho membenamkan kepalanya di leher Taemin, Taemin tersenyum dan membelai kepala Minho.

“Ya…kau lupa aku sudah dari semalam ada disini…aku pulang…”, bisik Taemin, Minho mendorong tubuhnya pelan dan mengatupkan kedua tangannya di wajah Taemin.

“Nope … aku hanya takut itu mimpi..aku hanya ingin memastikan bahwa Taeminku sudah mau kembali kesisi ku, terima kasih…”, kata Minho menyentuhkan kening mereka menjadi satu, Taemin berdecak.

“Pabo, bagaimana tidak, kau biarkan aku khawatir melihat pangerang kodok serasa mati suri..”,ledek Taemin mengecup kening Minho, Minho terkekeh dan memeluk Taeminnya, lama sekali, ia hirup dan rasakan bau tubuhnya.

“Neh…I love you Mianhe neh…”

“Aku bosan dengar kata Mian…”, bisik Taemin, Minho menatapnya kecewa , Taemin tahu Minho tidak mengerti, dia tersenyum dan mencium bibir Minho.

“Hei…im kidding, aku rasa cukup intospeksinya baby…and now…I just …”, bisik Taemin ketelinga Minho, wajah Minho memerah untuk pertama kali ,dan dengan cepat ia balikan posisinya berada di atas Taemin. Taemin menyengir usil.

“Serius?”Tanya Minho

“Menurutmu ?”, katanya menarik ujung baju piyama Minho, Minho mengerang ketika tangan Taemin menelusup kebalik abs nya dengan tatapan bernafsu.

“Yes, you want me…”, bisik Minho merebahkan kepalanya, dan menjilat sisi sensitive dileher putih Taemin dan mengigit juga mulai menghisapnya , dan setelah itu erangan dipagi hari terdengar indah, dengan lembut, dan saling melengkapi.

Endflashback~

“Kenapa…?”, Tanya Taemin tanpa melirik kearah Minho yang sadar sedang di perhatikan dari tadi olehnya.

Minho berdecak, “Kenapa seharian ini aku tidak dapat ciuman dari mu? dan oh, no morning kiss too, tought.”, jelas Minho, Taemin melirik Minho dan berdecak, ia bangkit dan duduk di paha Minho.

“What?’, Tanya Minho yang dilihat Taemin dengan lekat.

Taemin mengemut lollipopnya perlahan dengan well gaya seduktifnya nya.
“Hmm..so, you want me do something for you?”, Tanya Taaemin menjilat lollipopnya melingkat di lidahnya, Minho menatapnya dengan tatapan diam, dan menyengir.

“Hm…lick me?”, goda Minho,Taemin terkekeh, ia bangkit dan berdiri didepan Minho.

“A-ha? Why should I do that to you…after this…”, Taemin mengeluarkan ponselnya dari balik celananya dan memperlihatkan Minho apa yang ada dilayarnya.

Minho mengerutkan alisnya, hanya ada foto biasa, foto dia dan well, suzy…apanya yang salah?

“Hmm..i don’t get it…?”, Minho menatap Taemin bingung, Taemin mengerang kesal dan melempar ponselnya ke sofa besar.

“Sure, aku sudah duga kau tidak sadar akan hal ini! You make me jealous again ya know?”, Tanya Taemin menunjuknya dengan lollipopnya kehidung Minho. Minho tahu, mulai lagi… tapi kali ini ia melihat perbedaannya, Taeminnya tidak cemburu layaknya dulu, dia lebih tenang dan  well, any something…

Minho berdiri dan meraih pinggang Taemin, jarak mereka dekat sekali, Taemin menatapnya polos.

“What?”,

“Hmm… just tell me, you want me neh?’, Tanya Minho.

“No.”, jelasnya, Minho berdecak.

“Yes you are!”,

Taemin mengerang, ia dorong pelan tubuh Minho dan berjalan ke arah kamar.

“Try to get me, Minho…”, ledeknya melirik Minho dengan gayanya di Lucifer MV dan menutup pintu kamarnya, Minho terkekeh, oke…will see Taemin.

.

.

Makan malam itu berjalan dengan biasa, Onew yang sibuk membujuk Key untuk tambahan ayamnya, Key yang sibuk mengurus kekasinya yang terus menerus merengek,dan Dino pabo head yang sibuk dengan segala kelakuannya yang absurd membuat Key berkali-kali melayangkan spatula ajaib dari balik apronnya. Dan… 2 lovey dovey yang sedang saling perang dingin, duduk berhadapan tanpa melihat satu sama lain, sesekali salah satu saling curi pandang dan menyengir sendiri.

“Ya ya yah…aku yang merasa aneh atau kalian berdua yang menjijikan?stop flirting!”, erang Key melihat ke arah Minho dan Taemin.

Taemin berdecak dan melirik ke arah Minho, Minho tersenyum lebar ke arah Key dan,
“Uuh…umma… stop nagging please… I just want take a look my honey Minnie sweety pie~”, good Job Minho, Minho menggunakan aegyonya pada Key, Key hanya menganga  dan membiarkannya kemudian kembali sibuk dengan Onew dan Jonghyun.

Minho melihat Taemin yang menatapnya dengan garpu mengambang di udara, dan mulutnya yang mengunyah perlahan sambil matanya tidak lepas dari wajah Minho menatapnya tidak percaya, Minho menyadarinya, ia mendongak dan menaikkan dagunya sambil bermouth ‘Mwo?’ tanpa suara, Taemin diam saja dan memicingkan matanya, Minho hanya mengangkat bahunya sok innocent, dalam hatinya ia tertawa, kena kau Taemin…ia tahu PERSIS, Taemin tidak suka Minho melakukan aegyo depan siapapun, SIAPAPUN, terlebih itu Key…ummanya!!

Taemin kesal, ia jatuhkan sendoknya, beruntung kali ini… Key yang sibuk dengan pacar pabo dan clumsy itu tidak perduli,dan dino pabo head satu itu sibuk bergumen dengan mereka,Taemin melirik kearah Minho yang asik makan , dia menyengir, see this…im not innocent maknae anymore,you dummy Minho! Taemin dalam hati.

“Ah!”, Minho terkejut, ia melihat kebawahnya, shit!!

“yah! Mworago?”, Tanya Key, Taemin terkekeh dibawah meja, “Oh , mana Minnie? Minnie what ar—“

“Its oke umma, jakkaman…aku sedang membersihkan makanan yang jatuh…”, teriaknya dari bawah meja.

“Hah? Aku bisa bantu—“

“NO! aku bisa sendiri.”, teriak Taemin, ia menarik nafas lega ketika Key duduk lagi dan mendengar ia asik dengan Onew dan Jonghyun lagi. Ia lihat kea rah Minho dari bawah dan dimana tangannya berada.

“Apa—“bisik Minho melihat takut ke arah 3 Hyungnya dan balik ke Taemin dibawah meja yang berada TEPAT di selangkangannya, yang barusan ia perbuat adalah, tangannya meremas member Minho dari balik celananya. Taemin menyengir dan menunjuk satu jarinya didepan mulut untuk diam, Minho menganga, what the…

“AH!”

“Yah kenapa kau Minho dari tadi?”, Tanya Jognhyun kali ini , Minho berusaha menahan desahannya, Karena tangan Taemin mengelus dan memijat membernya dari luar.

“T-tidak…aah…ini, LIDAH k-ku…kegigit…”, katanya menjulurkan lidahnya, Taemin hanya terkekeh pelan, dan terus bekerja, ia lihat kaki Hyungnya bergetar hebat, dan tangannya berusaha menurunkan tangan Taemin.

“Aduuh…umma… “, teriak Taemin keluar dari meja,

“OMO! Kenapa baby?”, Tanya Key, Taemin meniup tangannya dan melirik kearah Minho dengan fake teary eyes.

“Minho hyung…menginjak tangan ku tadi dibawah …”, kata Taemin berpout.

“HA? A-ani…anioo…”, sergah Minho,

“YAH! WHY YOU DO THAT TO MY HONEY BABY YOU FROGGY FAT MINHO!”, teriak Key bersiap dengan spatulanya, mengambil sisa makanan Minho yang belum selesai,dan menaruhnya di mesin cuci piring.

“YAH key! Aku belum selesai makan!”, teriak Minho.

“DIAM! Minta maaf pada Taemin…”, kata Key menunjuknya. Minho menganga.

“Nope!!”, erangnya.

“Ya Minho ah~ minta maaf lah…”, kata Onew menarik pinggang Key untuk duduk tenang, Taemin diam saja, dan

“Hei froggy…minta maaf…”, suruh Jonghyun, Minho masih diam saja menatap kesal kearah Taemin. Taemin tersenyum simpul.

“Aaa..sudah sudah…tidak apa-apa…tanganku sudah baikan kok… tidak apa-apa Minho hyung…”, kata Taemin lembut mengedipkan mata beberapa kali, dikira polos…Minho mengerang kesal dan berdiri, what the fuck, sejak kapan Taemin seperti itu?.

.

.

Taemin membuka pintu kamar dan menyembulkan kepalanya, melihat sosok sang charisma asik membaca buku di atas kasurnya. Taemin masuk dan duduk di dekatnya, Minho tidak bergerak sedikit pun, atau melihat ke arahnya, Taemin cemberut, still mad…how cute~ pikirnya.

“Mau apa?”, Tanya Minho dingin, Taemin cemberut, dan menundukan kepalanya, kemudian ia menarik nafas lelah.

“Menurutmu … kau menyukaiku yang mana, Taemin yang dulu atau yang sekarang?’, Tanya Taemin, Minho mendengarkan baik-baik, masih tidak menoleh,

“Taemin yang dulu, fragile, sensitive, innocent … dan, entah sejak kapan, aku merasa berubah menjadi seperti ini, mungkin setelah pertengkaran terakhir kita yang lalu, aku tidak mau lagi jadi Taemin yang dulu … tapi, tetap saja, aku tetap nyaman dengan yang sekarang, ini adalah aku…bisa kau lihat ini tetap aku Minho?’, Tanya Taemin, kali ini Minho menutup bukunya, dan menegakkan tubuhnya menatap sosok Taemin dari samping,

“Kau…lebih suka yang mana? Taemin dulu..atau sekarang?”, Taemin menoleh dan tersenyum hambar, Minho terdiam, ia cerna kata-katanya,

Minho berpikir, ia memang sangat amat terkejut dengan perubahan kedewasaan Taemin, ia berpikir itu mungkin karena factor umurnya yang bertambah dan juga pengalaman hidupnya. Namun terkadang ia rindu Taemin yang dulu…

“Ah, sudahlah Minho hyung…aku hanya bercanda, bagaimana pun juga , aku tetap namja favoritmu kan?”, Tanya Taemin dan berdiri, namun dengan sigap pinggangnya ditarik Minho hingga duduk lagi.

“Wha—ahh..”

Tanpa ijin Minho menggigit leher putih Taemin.

“I don’t care , aku tidak bisa pilih mana Taemin yang aku mau, yang aku mau, Lee Taemin pacarku ini harus selalu disisi ku, tidak ada lagi hal seperti dulu, kau sudah janji, aku juga …jadi habis perkara tak usah dibahas.”, bisik Minho mencium leher Taemin terus menerus, Taemin mendesah tertahan dan menarik kepala Minho.

“Yeah… but seriously Minho, stop make me jealous to you arrachi?’, Tanya Taemin menjambak sedikit rambut Minho, Minho mengerang kesal.

“Yeah, and stop being naughty!”

“Stop flirting with noona , and no aegyo for EVERYONE, so does KEY!”,

“Ck, stop being pervert!”

“Say to you self”

Minho berdecak dan menarik wajah Taemin, Taemin berdiri dan duduk di paha Minho lagi berhadapan dengan sangat dekat , mereka berciuman dengan panas, Taemin menarik ujung baju Minho, merasakan absnya, Minho mengerang tertahaan ketika lidah mereka sedang bergumul, dengan cekatan baju keduaya sudah terlepas, tubuh atas mereka saling bersentuhan satu sama lain dengan indah, Taemin menjelajahi abs Minho, dada bidang Minho dan lengan kekarnya, Minho tersenyum ia tahu Taemin menyukai pemandangan tubuhnya.

Minho mencium Taemin dengan ganas, lidahnya turun keleher dan segera meberikan bercak merah disana, dan turun ke tulang dada dan juga dadanya, Taemin meremas kepala Minho dan menggerakan pinggulnya,

“Uugh!’, erang Minho ketika bulge mereka bersentuhan dari luar, Minho mengangkat sedikit dan meremas pantat Taemin,

“Uughh! P-pali..”, erang Taemin,

“What?”

Minho ingin bermain sejenak, rasakan pembalasanku, bukan aku yang menginginkanmu, tapi sebaliknya.

Minho melepas celana sekaligus boxer Taemin turun, ia tersenyum melihat membernya sudah berdiri tegang, “Aku lihat siapa yang sepertinya sudah bernafsu disini..”, ledek Minho sambil menurunkan ciumannya di nipplenya, namun tanganya tetap berada dibongkahan pantat Taemin, tangan Taemin masih melingkar dibelakang kepala Minho dan posisi duduk yang sama.

“Mmmh~ shut up…just do it…mmh~’

“Do it what…”

“Don’t make me to say…mmaah~ that…”, desah Taemin ketika selangkangannya dibelai tangan besar Minho, tanpa menyentuh membernya , Taemin mengerang dan menggesekan tubuhnya, Minho mengerang tertahan dan perlahan ia balik posisinya, Taemin duduk dikasur, ia turun perlahan dan menuju member Taemin yang terlihat percum diujungnya.

“Uuugh~ touch me Minho…”, bisik Taemin memejamkan matanya , Minho tersenyum.

“My pleasure baby…’, bisiknya, perlahan ia cium pusar Taemin, dan ia hisap selangkangannya, Taemin memajukan pinggulnya minta segera disentuh oleh Minho, Minho menggenggam membernya dan menjilat ujungnya.

“Uugh mmmh…”

“Your sexy baby…” bisik Minho, Taemin hanya tersenyum dan meremas kepala Minho yang sudah mulai mengocok membernya dengan tangan dan mulutnya perlahan.

“Hah…hah…uugh…baby…f-fasterrr…”, desah Taemin mengerang, mendongakkan kepalanya kebelakang dan meninggikan pinggulnya kea rah Minho.

Minho melepas kulumannya, digantikan dengan tangannya yang terus merangsang naik turun dengan cepat di membernya, dan mulutnya menghisap selangkangan Taemin, bercak merah disana juga terlihat.

“Uggh..god!”, desah Taemin pelan.

Minho mengusap ujungnya perlahan, dan bermain dengan jempolnya, ia rasakan paha Taemin menegang, ia tahu apa yang akan terjadi.

“Uggh..Minho baby…!!”,

“Mmmm…Minnie…?”

“Im gonna—aah…ah..”, Taemin menegang, dengan cepat Minho memasukan membernya kemulutnya, ia hisap habis klimaks Taemin tak tersisa, Taemin merebahkan badannya lega, Minho bangkit menyisakan percum dimulutnya dan mencium Taemin dengan kuluman.

Taemin tidak puas, ia buka celana Minho dibantu oleh si forggy.
“Im gonna…”, Minho belum selesai Taemin sudah berbalik,

Minho menjilat tangannya dan ketika ingin mempersiapkan Taemin, Taemin menepisnya,

“Just move it …”

“Tapi—“

“Come on baby…berapa kali kita melakukan ini, dan yess, I know exactly how it fuck feels!!”, katanya emosi, Minho berdecak, ia pukul pelan pantat Taemin.

“What a pervert oh so innocent magnae you are!”

“Yeah, just do it , or i do by my self!”, sergah Taemin, Minho terkekeh, ia tinggikan posisi Taemin dengan menungging, Taemin menoleh sedikit berusaha melihat proses ‘WAH’ mereka untuk entah kesekian kalinya, setiap melakukan ini dengan Minho, jantungnya selalu berdebar, ini cinta kah? Molla, dia hanya tahu, ia hanya ingin Minho.

“ooh…your so,ngh ..tight..”

“Yeah…you uugh biggh…ngggh…”

Minho memulai menggerakan pinggulnya perlahan dan dalam.

“Oh dammit Minho! Just Faster and harder!”

“Beg for me..”,

Taemin mengerang, Minho mempermainkannya.

“FUCK ME HARD CHOI FUCKING MINHO!!”

Taemin mendesah ketika berteriak seperti itu , Minho tersenyum dan menarik pinggang Taemin lebih erat dan menghujamnya dengan cepat dan dalam. Taemin mendesah , wajahnya memerah, air liurnya keluar dari mulutnya yang terbuka mendesah .

“Uuh…yeah…hit me baby! Quickly! Uugh!!”, Minho mengbulkannya, dengan bergerak lebih cepat, kaki kanan Taemin ia angkat lebih tinggi, dan membuat hujamannya begitu dalam dan mencari titik g-spot Taemin.

“AAHH! YESS!! MINHO! THERE …UUGH…REPEAT IT…UGGH!!”Minho menarik Taemin setengah berdiri di atas kasur, sedangkan dia dibawah, ia hujam Taemin dalam keadaan berdiri,

“Dammit…uggh…f-fuck…its so tight…ngh!ngh!ngh!”, erang Minho mencoba terus menghujam Taemin, Taemin merebahkan kepalanya di pundak Minho, mulutnya terbuka lebar, Minho menahan tubuhnya dengan kuat.

“Oh…oh…Minho…”, desah Taemin.

“Touch your self baby…aaah..i …cant…angh!”

Taemin menyentuh membernya, dengan cepat Minho mengambil posisi duduk, Taemin duduk di atasnya membelakanginya dan bergerak naik turun diatasnya, tangannya sibuk meremas member nya, dan tangan Minho menaik turunkan pinggul Taemin seirama. Ia cium pundka Taemin dan ia hisap disana.

“Aahh…Minho…~~ feels so good inside you…ah..ah..ah…”, desahnya mempercepat gerakan tangannya dimembernya sendiri.

“Ngh…so move fast…”, desah Minho menhisap lehernya.

Taemin terus menaik turunkan tubuhnya dan terus menerjang member Minho dibawahnya, terasa sangat menikmati permainannya.

“Ughh…Minho!! Im uugh gon—Ahhh!!” Minho membantu Taemin mempercepat gerakan tangannya.

“MINHO!!”

“Ummmm!!”,

Taemin klimaks ditangan mereka dan kelantai, sedangkan Minho didalam Taemin, Minho perlahan mengangkat tubuh Taemin ke kasur dan merebahkannya, ia basuh keringatnya dan menyelimuti tubuh mereka.

“Nggh…pinggang ku…”, desah Taemin setelah berhasil menarik nafas, Minho berdecak, ia kecup kening pacarnya itu. Dna menariknya kepelukanya, ia elus kepalanya berulang kali, mata mereka terpejam merasakan kehangatan masing-masing.

“Yeah, aku akan gendong kamu seharian…”

“Good then…”

“Yeah.”

“Saat dipanggung juga?”

“Ya tidak…”

“Tidak tanggung jawab…”

“Its your fault ur so fucken adorable sexy.”

“But you love me so much…”

“Yes, I do love you so damn much…”

“Mee to…saranghae…”

“Yeah…”

“Can we sleep..?”

“Sure…”

“Or do second round?”

“Yess , but don’t blame me if you cant walk ..”

“Tae hee hee…”

.

.

“Minhooo…Taeminnie baby…palli…kita ada wawancara dan photoshoot sebentar lagi…”, teriak Key dari bawah ruangan.

“Nehh~~”, jawab Taemin malas, ia berjalan memegang tembok dan satunya pinggangnya. Ketika ia ingin turun tangga ia gampir tergelincir.

“Ops! I gotcha you!”, Minho bernafas lega, Taemin memukul lengan Minho.

“Eottokhe… umma pasti Tanya, dan uugh…its hurt so much…”rengek Taemin, Minho merasa bersalah, ia berjongkok di depan Taemin.

“Naik.”perintahnya, Taemin tersenyum.

“Nggak akh… sudah bopong aku saja…neh?”, Taemin membelai rambut Minho dan menariknya berdiri. Minho tersenyum.

“Neh…becareful..”, katanya merangkul pinggangnya dan turun perlahan.

“YAH! WHAT THE HELL ARE YO—YAH, WAEEE?!!”, teriak Key ketika melihat Minho membopong Taemin.
“BABY OMO! YAH WAEEE…?”panic Key, Minho berdecak, Taemin hanya tertawa, tanpa ia harus tahu Key sudah menatap Minho dengan tatapan membunuh.

“YAH CHOI FUCKING FROGGY DUMMY MINHO, GET OFF OF MY BOO, DON’T TOUCH HIM ANYMORE, NO MORE SEX AGAIN!!!!!”, teriaknya memukul lengan Minho dengan spatulnya,

“Yah Onew hyungggg …istrimu gilaaa…”

“YAHHH CHOI MINHO!!”

“U-umma…stop it, I cant walk without Minho hyung…”, mohon Taemin,

Onew menarik Key menjauh dan Minho berhasil membawa Taemin masuk ke van,

“Yah … aku rasa pindah dorm bersama Jino lebih baik, aku tidak tahan mendengar suara gaib tiap malam dari kamar kalian masing-masing, oh my Jino…help me…”, erangnya yang duduk didepan bermain dengan BB nya.

“Kau iri.”, ledek Taemin.

“Ya, kau cemburu!”ledek Minho dan duduk dijok belakang dengan Taemin.

Onew dan Key masuk, dengan Key yang sudah diam seribu bahasa diganti dengan wajah memerah seperti kepiting rebus, dilihat dari apa yang berbekas di lehernya, masih segar, ketiga membernya tahu persis apa yang Onew lalukan untuk mendiamkan istrinya itu.

Well, semua mungkin berakhir bahagia, who knows this is can be reality that we want or no? but, we are shawol gonna forever life in the


SHINee World

P/S

yeah..tae hee hee…akhirnya di publish juga siang ini, well, modem gue sembuh pagi ini, ini sebenernya udah selesai gue typo tadi malem, tapi karena modem lagi bego banget sekarang deh…

Oke, gimana? kurang Hot? bikin sendiri, please deh jangan pada pervert banget, cukup gue aja yang pervert,LOL

LEAVE A COMMENT NEH? COMMENTS ARE MY HAPPINESS !!

Pervert Sanniiew^^

Advertisements

117 thoughts on “[2min] epilog of im sick of this

  1. Hahahha…..
    Mereka ini lucu banget….
    Coba jjong oppa sama jino tinggal satu dorm pasti dia g akan iri lagi….
    Hehehehhe

    Dasar head dino

  2. Taemin jd beda n jail bgt…. kekeeee mpe ngga bs jalan 🙂
    Key msh aja ribut klu 2min “doing something”, pdhl kan ngga selalu minho yg mulai… malah taemin yg minta hihihiiii uri maknae doesn’t innocent anymore…

  3. wahhhh dorm shinee udah rame lagi tohhhhhh……. daebak crtanya sweett… kalo g salah ada sequelnya y….. pngen baca jdnya….xixixi WGM nya blm aq baca cixixi maaff

  4. uhhhh evil magnae tae hee hee #jiplak gaya author.
    ck, nae bumonim ini yun trus aj beraksi panas. gk malam gk siang pagi2 jg, dasar pervert. gmn anakx gk ikut2an cb. kesian jjong ahjussi kau sndrian kyk kambing congek gk ad pasangn.gkgkgk

    JOHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

  5. Wah,,,,so ‘hot’………… Dn ini mnyenangkan,,,,, kebahagian SHINEE kmbali dn hbngn mrka dh kmbali,,,,cman Taeby yg innoncent dont back,,,heheheeeee
    over all i like it!!

  6. Wah hottt banget, ini taeminnya makin dewasa makin prevet yah kasian jjong yg sendirian didrom ha…ha… Onkey makin rapet ajah kayaknya

  7. Dua duanya jd Pervert banget….
    Semoga 2min n onkey real…
    Aq lbh suka taemin di cium minho dr pda di sentuh naeun.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s