[2min] We Got Married, A Sweet love, Perfect Life? It’s You!!


Foreword:

Annyeong, balik lagi sama penulis dan cerita abalnya, moga ga bosen yaaa.

Here it is, chapter 4 WGM. Seperti judulnya, gue mencoba ngebuat cerita yang sweet setelah kemaren ngebuat kalian para reader menguras [bak mandi] emosi gara-gara Taby dibully. Gue aja yang bikin ga tega, makanya lama update soalnya tiba-tiba mood gue drop! Yaah, begitulah penulis abal, bikin cerita sesuai mood aja, lanjut yaa lanjuut, engga ya udah. Ahahaha. Tapi honestly gue kecewa karena kok makin dikit yaa yang komen di tiap chapter. Kalo emang kalian ga suka, pliis kritik gue aja. Tapi setidaknya komen gitu, biar gue juga semangat lanjutinnya. Gue benr-bener orangnya moody an parah. Jadi kalo mood gue bener-bener terjun bebas gara-gara ini, gue beneran bakal ngehentiin penulisan WGM!! Sorry guys, tapi jujur gue juga cape nulis dan mikir buat FF ini, jadi hargailah dikit dengan komen yaaa. 1 kata juga gue udah seneng kok. Kritik, yo monggo silahkan aku open minded kok/curcol.

 Udah ah, balik ke WGM nya. Chapter ini kayanya isinya bakalan gimana si kodok buat cari tau apa yang disembunyiin Taby tapi dibumbui (?) adegan-adegan sweet nya. Mudah-mudahan ga muntah yaaa. Gue mencoba ga lebai kok. Tapi kalo jadinya lebai juga yaa maap. Ahahaha.

Terus, seperti yang pernah gue bilang, gue cuma nulis yang bagian gue [mau] bisa aja yaaa. Ga bakal gue tulis detail WGM per episode. Soalnya kan itu script, dan gue males nulis adegan berdasarkan script. Gue tulis adegan-adegan yang ‘pantas’ ditampilkan. Kalo adegan pertama kali mereka ketemu, kan Minho pernah bilang dalam hatinya, apa yang ditulis di script itu ga ‘seindah’ kenyataannya yang mereka ketemu, off the record. Jadi males ah ditulis. Mikir 2x dong gue :p

Oh iya, GOMAWO buat VheKeracunanFF, kayanya ide kamu bakal aku pake. Mudah-mudahan suka yaaa. Yang lain yang udah ngasih ide, JEONGMAL GOMAWO!!! Tapi kayanya yaa ga mungkin gue pake semua. Buanyak banget dongs lagunya. Ehehehe.

 Okeeiii, hope you likeeyyy.

REMEMBER, COMMENTS ARE LOVE AND MOTIVATION! SO LEAVE IT!

NO BASHING, NO SRSRSRSRSRSRSR, NO PLAGIARISM!HARAM ACT REMEMBER?!!

 Cueeee….

.

.

by: TaeminhoShouldBeReal aka Fitri

Di suatu sore yang cerah (?), @ Rooftop SM Building.

 CKLEK, pintu dibuka.

Seorang yeoja cantik yang akhir-akhir ini wajahnya sudah sering muncul di layar kaca dan langsung menjadi pusat perhatian semua orang dengan segala talentanya, masuk dan terdiam. Ini memang salah satu tempat favoritnya, mungkin lebih tepat tempat untuk menenangkan diri dari segala masalah yang langsung ‘menghajarnya’ hanya dalam hitungan hari ia datang ke Seoul.

 Hari ini ia hanya menggunakan tanktop putih dipadu dengan cardigan coklat pemberian Minho oppa waktu itu, celana pendek selutut berwarna coklat yang senada dengan kardigannya, dan sepatu kets kesayangannya yang juga berwarna putih. Rambut pendek nya ia kuncir keatas dengan kunciran Winnie, seperti biasa, menampilkan leher jenjang yang putih mulus. Penampilan yang sangat sederhana untuk seorang rising star dari management artis terbesar dan ‘terkaya’ di Korea. Ia memang habis latihan dengan Unnie-Unnie nya di F(x). Ada lagu baru berjudul Hot Summer yang akan masuk ke album repackaged mereka. Gerakannya cukup banyak dan detail, jadi mereka cukup bekerja keras untuk lagu ini. Belum lagi karena ini adalah first album F(x) yang sudah lama ditunggu-tunggu.

 Jika sedang sendirian seperti sekarang, ia masih suka teringat dengan syal kesayangannya yang dibakar Taeyeon Unnie waktu itu. Sudah hampir 3 minggu berlalu sejak peristiwa itu, namun Taemin tetap belum bisa melupakannya. Sakit hati? Aku masih manusia! Aku juga punya perasaan! Manusia mana yang diperlakukan begitu bisa tidak sakit hati? Tapi karena aku masih menghargai mereka sebagai sunbae yang sudah jauh lebih dulu disini, dan mau tidak mau Taemin juga membenarkan perkataan mereka bahwa ia datang dengan segala keistiimewaannya.

Tapi memang itu maunya? Lee Soo Man sendiri yang ngotot dan datang langsung padaku meminta untuk meninggalkan karier yang sudah kurintis susah payah dari bawah di Amerika, dan tiba-tiba ia datang dengan segala janji dan keistimewaan yang kudapat. Intinya, BUKAN AKU YANG MINTA!! Sungguh ingin sekali ia meneriakkan kata itu didepan semua orang yang mengatakan bahwa mereka iri padanya. Kalian pikir aku tidak tersiksa disini? Dan masalah menyembunyikannya dari Minho oppa, hhhhhh, ia menarik nafas panjang. Bagaimana aku tega memberitahukan hal ini pada nya? Aku tahu ia orang yang dingin dan emosional.

Kalau sampai kuberitahukan dan dia marah atau mengadukannya pada orang lain, urusan ini akan jadi makin runyam dan panjang. Lagipula, Minho oppa sudah sibuk dengan segala urusannya dengan SHINee dan pekerjaan solo nya sebagai aktor dan MC dimana-mana. Masa aku tega semakin menyusahkannya dengan urusan childish seperti ini? Hhhhh, aku pasrah Tuhan. Terserahlah ini akan berakhir bagaimana. Asal dia disampingku, aku yakin aku bisa bertahan!!

“Oppaa, bogoshippo”, Taemin berkata lirih.

 “bogoshippo, pooh”, tiba-tiba ada seseorang yang menjawabnya.

 Taemin membeku. Ia merasakan ada seseorang di belakang nya yang sedang menyandarkan kepala di pundaknya saat ini sambil menggenggam tangannya.

 Ia melirik. Seketika mulutnya membulat. Minho oppa?

 Namja tampan yang muncul dari sisi yang lain rooftop SM saat ini sedang memejamkan mata nya, menikmati posisi dan harum yeoja imut yang beberapa minggu sejak detik pertemuan mereka sudah mengisi space kosong selama 20 tahun di hati dan pikirannya. Memang posisinya sedikit menunduk karena Taemin beberapa centi lebih pendek dibanding dirinya. Tapi apa ia peduli hal sepele begitu? Itu sama sekali tidak mengurangi kenyamanan Minho saat ini.

 “Minho oppaa, kau bisa tiba-tiba datang?”, tanya Taemin yang masih takjub dengan posisi mereka saat ini. Bagaimana jika ada yang dating? Ottohke?

 “aku daritadi ada disisi lain rooftop ini. Begitu kudengar suara pintu yang terbuka dan kau datang, aku mengamati mu sejak tadi. Sepertinya kita sehati yaa pooh. Kita sama-sama suka tempat ini”, Minho berkata sambil tetap memejamkan matanya. Sebentar Tuhan, biarkan aku menikmati ini sebentaar sajaa.

 Pooh? Sejak pemberian boneka raksasa tempo hari, memang Minho mulai memanggilnya Pooh. Ketika ditanya alasannya, ia hanya menjawab santai “habis aku memanggilmu yeobo, kau marah. Yasudah kupanggil pooh saja”.

 Blush!!! Sungguh wajah Taemin saat itu benar-benar seperti orang yang sedang demam tinggi. Jantungnya berdetak sangat tidak teratur. Entah kenapa setiap godaan namja tampan ini, selalu menimbulkan sensasi yang tidak karuan di hati Taemin. Opppaaaa, nappeeeuuunnn!!!

 “pooh”, Minho memanggil perlahan sambil masih bertahan dalam posisi yang sama.

 “heemm”, Taemin menjawab sama pelannya. Entahlah, hatinya tidak bisa dibohongi. Walau berdetak tidak teratur, sangat tidak teratur bahkan, tapi dirinya juga enggan menolak menyudahi posisi ini. Nyaman? Taemin juga benar-benar tidak mengerti. Segala hal yang dilakukan Minho padanya adalah hal yang paling sulit untuk ditolak. Bukan tidak mau, tapi memang hatinya yang tidak mengizinkan Taemin untuk menolaknya. Perasaan macam apa ini?

“Saranghae”, Minho berkata lirih.

 BLUSH…

 Tuhaaaann, kumohon jangan biarkan detak jantung ini terdengar oleh nya. Mau taruh dimana mukaku? Haiiisshhh, jantuuung, tenanglah sedikiiittt. Jangan bikin aku malu! Taemin memejamkan matanya.

 Minho menegakkan berdirinya. Ia balikkan tubuh Taemin agar mereka berhadapan. Ia ingin melihat semburat merah di pipi ‘istrinya’ saat ini. Ia selalu suka wajah ini, terlalu suka malah. Semburat merah ini, mata bulat ini. Ah, bidadari Mu sungguh sempurna, Tuhan…

 Ia melihat Taemin memejamkan matanya. Wajahnya sudah benar-benar merah sekarang. Minho hanya tersenyum. Ia mengelus lembut pipi kemerahan itu. Sudah beberapa kali Minho mengatakan hal itu semenjak di bukit bintang. Selalu off the record tentu saja karena di WGM mereka bekerja sesuai script, dan PD tidak membolehkan ada perkataan macam-macam di episode-episode awal. Tapi selalu pula Taemin tidak pernah menjawabnya. Ingin tahu? Ia rasa pipi kemerahan ini sudah cukup untuk menjadi jawabannya.

“buka mata mu pooh. Kau tidak mau melihat wajah tampanku?”. Kata Minho sambil tersenyum jahil.

“aiisshh, oppa PD mu berlebihan sekali”, seketika Taemin membuka mata sambil memukul pelan dada bidang Minho. Ia kembali membalikkan badannya, menghadap pemandangan kota Seoul yang terhampar cantik di depannya. Kota sesibuk ini, namun tetap saja udaranya tidak separah ketika ia di New York dulu. Itu yang Taemin suka dari Kota Seoul. Orang-orang sepertinya mulai peduli, bahwa lingkungan juga butuh untuk dilindungi dan diperhatikan.

 Mimho melingkarkan tangannya di pinggang langsing Taemin dari belakang, dan kembali menyandarkan kepalanya di pundak Taemin. Lagi-lagiiii, sejak awal bertemu, Minho oppa selalu frontal terhadapnya. Tapi lagi-lagi juga, Taemin tidak bisa berbuat atau sekedar berkata apapun! Ia hanya bisa membeku. Tidak membalas, tapi tidak pula mencegah Minho berbuat itu padanya. Haaahhh, kau ini kenapa Taeee???

 “Taemin, boleh aku tanya sesuatu?”, Minho mulai bertanya. Sengaja ia bertanya dengan posisi begini. Ia ingin memastikan sesuatu.

 “mwo?”, aaahhh, sungguh lidahnya kelu!!! Sekujur tubuhnya sudah sepenuhnya membeku diperlakukan begini.

 “adakah yang mengganggumu belakangan ini?”.

 Seketika tubuh Taemin menegang. Mendapat reaksi begitu, Minho memejamkan matanya. Jujur detik itu juga ia emosi! Siapa? Kenapa kau menyembunyikannya dari ku, pooh?

 “musun soriya, oppa? Aku tidak mengerti”, Taemin semakin memelankan suaranya. Dammiitt!!! Kenapa ia selalu tidak pernah bisa menyakinkan jika berbohong!!

 “anii, aku hanya iseng bertanya. Kau bahagia?”, Minho kembali bertanya sambil tetap memejamkan matanya. Saat ini, ia sedang mencoba mendiamkan emosinya yang mulai memanas! Otaknya berpikir, meskipun sebetulnya hatinya langsung memberikan nama, namun tetap sebelum ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, ia tidak mau mencurigai siapapun!

Taemin diam. Bahagia dalam hal apa?

 Bersamamu? Aku tidak pernah sebahagia ini!

 “Apa aku membuatmu bahagia? Atau malah sebaliknya?”, Minho merinci pertanyaan yang tidak dijawab Taemin.

 “A-aku, hanya berterimakasih”, Taemin menjawab lirih.

 “dalam hal?”, Minho membuka matanya. Menatap yeoja di pelukannya yang sedang memandang pemandangan di depannya.

 “Kau mau menerimaku yang seperti ini. Childish, mudah menangis, moody, lemah. Aku tidak tau apa yang kuperbuat sampai Tuhan memberiku seorang namja luar biasa bernama Choi Minho. Jadi aku hanya ingin berterimakasih”, jelas Taemin sambil tetap memandang ke depan. Ia tahu saat ini Minho sedang menatapnya intens. Ia tidak pernah bisa balik menatap mata tajam itu. Tidak berani. Ia merasa seluruh rahasianya terbaca jika Taemin memandang langsung mata elang itu.

 Minho hanya tersenyum mendengarkan penjelasan Taemin. Tak taukah kau terimakasihku pada Tuhan beratus-ratus kali lipat dibanding itu karena Ia percaya untuk menitipkan bidadari cantikNya ini padaku, Taemin?

 Minho mengeratkan pelukannya, dan ia mulai melantunkan sesuatu. Sebuah lagu? Dengan posisi memeluk Taemin dan menyandarkan kepalanya seperti saat ini? Didepannya, terhampar warna langit yang berubah orange, karena matahari sudah ingin kembali tidur ke peraduannya. Ya, pemandangan sunset yang sangat indah!

 If you’re not the one, then why does my soul feel glad today?

If you’re not the one, then why does my hand fit yours this way?

If you are not mine, then why does your heart return my call?

If you are not mine, would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings.

But I know you’re here with me now.

We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.

I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.

If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?

Is there anyway that I can stay in your arms?

If I don’t need you, then why am I crying on my bed?

If I don’t need you, then why does your name resound in my head?

If you’re not for me, then why does this distance name my life?

If you’re not for me, then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away.

But I know that this much is true.

We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.

And I wish that you could be the one I die with.

And I praying you’re the one I build my home with.

I hope I love you all my life.

I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.

If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?

Is there anyway that I can stay in your arms?

 Minho membalikkan tubuh Taemin, ia menangkupkan kedua tangannya di wajah mungil yang sudah sepenuhnya memerah saat ini.

 ‘cause I miss you.

Body and soul so strong, that it takes my breathe away.

And I breath you into my heart and pray for the strength to stand today.

‘cause I love you, whether it’s wrong or right.

And though I can’t be with you tonight.

You know my heart is by your side.

Minho berhenti. Ia melihat bahkan Taemin sudah mulai berkaca-kaca sekarang.

Ia melanjutkan lagu itu dengan nada seperti orang berbicara, menyakinkannya. Ia kunci mata Taemin dengan pandangannya.

I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.

If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?

Is there anyway that I can stay in your arms?

 Terbentuklah 2 sungai kecil di pipi mulus itu.

Ia hapus air mata Taemin dengan kedua ibu jarinya.

 “Terimakasih!! Terimakasih sudah sabar menghadapi laki-laki bodoh, dingin dan egois sepertiku. Terimakasih sudah tahan untuk tetap berada di sisiku dan tidak pergi. Terimakasih sudah memberikan ku rasa bahagia termanis seperti ini. Dan terimakasih karena telah mengizinkan ku untuk menjadi malaikatmu, pooh”

Sungguh Taemin benar-benar tak mampu berkata-kata. Tuhan, pantas kah aku mendapatkannya?

 Minho hanya tersenyum. Ia melepas ikatan rambut Winnie yang dipakai Taemin. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah jepitan rambut berwarna kuning dan miniatur kecil Winnie the Pooh di ujungnya. Kyeoptaa. Ia rapihkan perlahan rambut dan poni di dahi Taemin, dan ia pakaikan jepitan itu di bagian kanan rambutnya. Yeppeodaaa!!

 “kau kebih cantik jika rambutmu tergerai, Taemin”, Minho mengamati dengan mata elangnya.

“Kajja. Kau ini orang baru kan di Korea? Sudah mengunjungi Seoul Tower? Bangunan kebanggan masyarakat Korea sekaligus tower tertinggi di Kore Selatan”, Minho bertanya.

Taemin menggeleng, “yang aku tahu Namsan Tower, oppa”.

 Minho tertawa, ia cubit pipi putih itu perlahan. Taemin hanya mem pouted kan bibirnya.

 “Seoul Tower itu ada di gunung Namsan. Jadi sering disebut juga sebagai Namsan Tower. Seoul dan Namsan Tower itu sama, poooohhhh”, Minho masih tertawa tertahan.

 Lagi-lagi seketika wajah Taemin memerah. Aahh, kenapa ia bodoh sekali!! Bikin malu saja!!

 “Kajja, kita pergi. Hari sudah mulai malam, Seoul Tower justru semakin cantik di waktu malam. Waktu yang tepat untuk kesana”, Minho segera menggenggam tangan Taemin dan menariknya untuk turun.

@ Seoul Tower.

 “woaaahhh”, Taemin tak henti-hentinya berdeck kagum. Dasar, anak kecil! Minho pun tak henti-hentinya tersenyum melihat tingkah Taemin. Ia hanya mengikutinya dari belakang.

 Sudah satu setengah jam Taemin tak henti-hentinya berjalan di kawasan itu. Akhirnya Minho lelah juga.

 Ia tarik tangan Taemin ke bangku terdekat.

 “pooohh, istirahat duluu”, Minho mengeluarkan Tissue dari tas ranselnya, dan mengelap keringat di dahi Taemin. Anak ini terlalu excited.

Ia lalu mengeluarkan sebotol susu pisang. Bahkan Minho sudah menyiapkan semua ini?

 “minum dulu, kau pasti lelah. Aigoo, kau ini kenapa bersemangat sekali. Daritadi kau diliatin tau. Ketauan banget kau orang baru disini”, Minho menusukkan sedotan dan memberikannya pada Taemin.

 Ketika diberikan, ia malah tidak minum. Ia sibuk bercerita dengan semangatnya, “oppaa, jinjjayoo ini indah sekali. Lihat itu oppa, lampu-lampu menaranya. wooaaahhh”, Taemin masih celingukan memandangi lampu menara yang berubah-ubah.

 Minho tersenyum, ia pegang tangan Taemin yang sedang memegang susu pisang dan ia dekatkan pada mulutnya, memaksanya untuk minum, kemudian ia rangkul pundak kurus Taemin dan membalikkan badannya untuk melihat langsung Seoul Tower yang lampunya sedang berganti-ganti, ia menjelaskan, “lampu-lampu itu menampilkan konsep 4 musim. Summer, winter, autumn, dan spring. Bangunan ini sebenarnya adalah sebuah pemancar radio yang dibangun pada tahun 1969, tapi baru dibuka untuk umum pada tahun 1980. tingginya mencapai 777 kaki dan berada di ketinggian 1574 kaki diatas permukaan laut. Pernah menonton film Boys Before Flowers?”, Minho menatap Taemin.

 “emmm. Appa memberikan aku DVD nya supaya aku terbiasa dengan dialog dan aksen Korea”, Taemin balas menatapnya.

 Sembari tersenyum, ia balikkan pelan wajah Taemin agar menatap kembali pemandangan Seoul Tower yang sedang menampilkan konsep winter dengan cahaya biru yang mendominasi, “adegan saat Gu Jun Pyo kedinginan menunggu Geum Jan Di yang tidak datang-datang dan mereka naik kereta gantung lalu terjebak sampai pagi, itu bertempat disini. Drama My Girl juga sempat mengambil lokasi shooting disini. Dan kau tau, MV S.E.O.U.L Song yang dinyanyikan Super Junior featuring SNSD juga mengambil beberapa adegannya disini. Dan yang kutau, pertemuan pertama pasangan KhunToria, mereka juga kesini”.

 “aaahhh, ndeee. Aku pernah melihat foto Vic Umma dan Khun Oppa. Itu dipajang di kamar Vic Umma dan diberi bingkai Love”, Taemin terkikik malu.

 “oppa, aku mau ke atas”, Taemin mengeluarkan jurus puppy eyes nya. Sejak ia kecil, jurus ini tak pernah gagal untuk melunakkan hati siapapun.

 “Jinnja? Kita akan naik dengan kereta gantung, lalu berjalan kaki sampai menara. Kau siap? Kalau cape di tengah jalan, jangan memintaku untuk menggendongmu yaa”, Minho kembali menggodanya.

 “aiishh, never! Ayo, oppaaaa kajja kita keatas”, Taemin segera bangkit dan menarik tangan Minho. Ia sangat excited hari ini. Sebetulnya Minho lelah. Sedari pagi sampai sore ia ada jadwal bersama SHINee dan syuting dramanya, dan jam 10 nanti juga ia harus ke SUKIRA untuk siaran bersama Key hyung untuk menggantikan Leeteuk dan Yesung hyung yang sedang berada di China sekarang. Tapi melihat malaikatnya dengan wajah bersinar seperti itu, entah kenapa semua rasa lelah Minho langsung hilang! Kau benar-benar ajaib Taemin!

 Sepanjag perjalanan, Taemin tak henti-hentinya menolehkan kepalanya kesana kemari. Sesekali ia juga berjalan melompat kecil seperti kangguru. Kali ini, Taemin yang menggenggam tangan Minho, jadi ia hanya diam saja dibawa kemana pun oleh adik kecil di depannya ini.

 Sesampainya diatas…

 “woaaaahhhh”, mereka tiba di sebuah tempat dimana ada ribuan, anii, bahkan mungkin jutaan gembok terpasang di pagarnya. Taemin sungguh takjub. Ia lihat dan perhatikan satu-satu gembok-gembok yang terdiri dari berbagai bentuk dan warna, namun ada satu kesamaannya. Gembok itu semua bertuliskan kata cinta untuk pasangannya masing-masing.

 “ini adalah tempat favorit para pasangan. Pagar yang mengelilingi tempat ini dijadikan sebagai tempat untuk menggantungkan gembok-gembok yang sebelumnya sudah dituliskan janji-janji terhadap paangan, setelah itu kuncinya dibuang”, Minho kembali menjelaskan.

 Tiba-tiba ia menarik tangan Taemin dan mengajaknya duduk di sebuah meja di dekat situ. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah gantungan kunci?

 Ya, bukan gembok, melainkan gantungan kunci berbentuk balok 3 dimensi yang cukup besar berwarna silver yang di sisi depan dan belakangnya terdapat bintang berwarna putih. Diatas bintang tersebut, di embos kan nama mereka dengan warna gold, Choi Minho, dan di sisi bintang yang lain tertulis nama Lee Taemin. Namun ada yang Taemin tidak tahu. Diatas namanya ada sebuah tulisan yang sudah ia persiapkan. Tidak terlihat memang, karena tulisan itu hanya akan terlihat jika tekena sinar matahari. Minho persiapkan secara khusus, tulisan di atas nama Taemin, ‘The One, My Future Wife!’

[gantungan kunci itu mencerminkan tempat pertama kali mereka ketemu. Ada yang tau? Yap, LIFT! Gantungan itu bentuk lift, balok berwarna silver. Dan bintang? Karena Minho pertama kali menyatakan cintanya di bukit bintang!]

“kita akan berbuat seperti pasangan lain, tapi dengan cara berbeda. Kita tulis janji kita di bintang ini, baru akan kita gantung dengan gembok. Kau mau?”, Minho mengeluarkan spidol dengan warna yang berbeda sesuai dengan warna favorit mereka. Merah untuk Minho, dan Kuning untuk Taemin.

“waahh, oppa kau hebat sudah persiapkan ini semua! Aku mauuuu. Tapi oppa dulu, kau tidak boleh melihat apa yang kutulis”, kata Taemin dengan mata berbinar.

 “aniii, kita sama-sama tidak boleh melihat apa yang kita tulis. Yaksok?”, Minho menunjukkan jari kelingkingnya.

 “ndee, yaksok!”, Taemin menautkan jari nya ke jari Minho.

 Minho menulis :

“To My Sweetest Pooh, Ever! AKU MENCINTAIMU! Entah berapa kali aku harus bilang itu sampai kau menjawabnya. Mungkin sampai kau muak mendengarkan dan mau tidak mau menjawab perasaanku. Hehehe. Tapi hanya dengan begini pun aku sudah sangat bahagia! Tetap disampingku yaa sayang. Aku akan menjagamu! Dan masalah yang kau sembunyikan, aku janji aku akan mencari tahu dan membalasnya!”

 Minho membalikkan bintangnya. “jangan lihat! Sekarang giliranmu”.

Taemin menulis :

“annyeong Minho oppa. Aku masih bingung akan perasaanku. Mian, kau sudah beberapa kali menyatakan cintamu tapi aku tidak juga menjawab. Bagaimana kujawab jika tiap kali disentuh olehmu aku membeku? Aku hanya ingin berterimakasih. Jeongmal gomawoyo oppa atas segalanya! Tetap disampingku yaa oppa. Kuatkan aku! MALAIKATKU, AKU MENYAYANGIMU!”
[biar kebaca sani ganti ini yah :)]

 “done!”, Taemin menegakkan kepalanya. “janjii yaaa tidak lihat?”.

 “janji!! Kita tutupi masing-masing bintang kita”, Minho dan Taemin menutupi tulisan di sisi bintang masing-masing sambil Minho memasang gembok.

 “kodenya?”, Minho bertanya,

 “tanggal ulang tahunku dan ulang tahunmu”, Taemin menjawab sambil tersenyum.

 “tanggal lahirku…”

 “aku tahu”, Minho memotong ucapan Taemin. Ia menyetel kodenya.

 “sudah. Kajja, kita pasang!”, Minho dan Taemin berdiri bersamaan karena mereka menutupi tulisan di bintang masing-masing.

 “sudah. Aku atau kau yang menimpan kuncinya?”

 “aku!”, Taemin mengeluarkan kotak berwarna kuning bergambar Winnie the Pooh dari tasnya.

 “simpan disini, oppa. Ini kotak rahasiaku!”, kata Taemin sambil tersenyum.

 Minho meletakkan kunci itu di kotak kuning, “jangan coba-coba membuka yaa!”.

 “kajja, kuajak ke tempat yang menarik di sini”, Minho menarik tangan Taemin. Next stop!

 Minho membayar untuk berdua. Mereka naik lift, kemudian sampai di balkon observasi.

 Lagi-lagi Taemin terkagum!

 “ini namanya balkon observasi. Disini kita dapat menikmati pemandangan kota Seoul dan tempat-tempat penting dengan menggunakan teleskop digital. Disini ada penjelasan yang lebih jelas tentang sejarah kota Seoul, media art digital, dll. Ada 4 balkon observasi. Kajja, kita ke balkon ke 4. Disana ada restoran berputar, dan berputar sekali selama 48 menit. Ada juga took oleh-oleh dan dua retoran diatasnya. Lalu didekat situ juga ada menara transmisi. Ayo kesana, aku lapar”, Minho kembali menggenggam tangan Taemin.

Sesampainya di restoran…

“ini disebut N-Grill. Sebuah restoran yang unik karena setiap 48/120 menit sekali akan berputar, jadi pengunjung bisa menikmati pemandangan Seoul secara 360 derajat. Kajja, kita duduk”, mereka duduk dan Minho segera memanggil pelayan.

 “kau mau makan apa?”, Minho bertanya.

 “apapun asal desert nya banana split, ehehehe”, Taemin tersenyum.

 Dasar anak ini!

 “Oppa, aku ke belakang dulu yaaa”.

 Minho mengangguk.

 Tapi Taemin bukan bermaksud untuk ke toilet.

 Ia menghampiri salah satu pelayan, ”maaf Unnie, ada pianokah disini?”

 “Ndee, kenapa?”

 “bolehkah kupinjam sebentar. Aku ingin memberikan sesuatu untuk seseorang”, Taemin menjawab malu-malu.

 “pasti untuk pacarmu yaa? Tentu saja, akan kubilang pada pemain band, sebentar yaa”, pelayan itu pun pergi.

 Semenit kemudian,

 “nona, piano nya sudah siap. Mau main sekarang?”, Tanya pelayan ramah.

 Taemin mengangguk. Matanya berbinar, “kamsahamnidaa”, ia segera oergi ke tempat piano berada.

 Ternyata tidak jauh dari tempat Minho duduk. Tapi, namja tampan itu sedang memandang keluar sambil menyeruput teh nya.

 Taemin tersenyum.

 Ia duduk.. Di depan mic ia berkata.

 “selama malam. Maaf mengganggu ketenangan kalian. Aku magnae F(x), Lee Taemin. Hari ini aku ingin memepersembahkan sebuah lagu untuk seseorang”, sontak Minho menoleh dari lamunannya begitu ia mendengar suara yang familiar di telinganya. Ia terperangah! Taemin? Mau apa dia?

 “seseorang yang sangat baik, seseorang yang selalu membuat hari ku bahagia, dan seseorang yang selalu menyediakan tangannya untuk melindungiku. Malaikatku, terimakasih!”

 ia lincah memainkan jarinya diatas tuts hitam putih itu.

 River Flows in You…..

 Musik favoritnya.

 Lalu ketika selesai, ia mulai bernyanyi…

 chagaun gaseumi eoneusae jogeumssik
noga naeryeonna bwa niga deureowasseo
geurigo nado mollae nae gaseumeul chaewosseo

 eonjenbuteoinga jibe doraomyeon
neoreul tteoolligo inneun nae moseubeul
bomyeonseo nae mam soge niga inneun geol arasseo

 Maybe you’re the one
Maybe eojjeomyeon
eojjeomyeon niga
naega gidarin banjjogingeonji

Maybe it is true
eonjena neomu
gakkai isseoseo mollasseonnabwa
Baby I’m in love with you

cheoeumen mollasseo naega neol ireoke
tteoollige doel jul saranghage doel jul
ni mamdo jebal ireon nae maeumgwa gatgireul

Maybe you’re the one
Maybe eojjeomyeon
eojjeomyeon niga
naega gidarin banjjogingeonji

Maybe it is true
eonjena neomu
gakkai isseoseo mollasseonnabwa
Baby I’m in love with you

neomu neutjin anhatgil
ijeya kkaedareun nae mam badajugil
neutge aratjiman ijeya aratjiman
i maeumeun jeoldae heundeulliji anha

Maybe you’re the one
Maybe eojjeomyeon (Maybe)
eojjeomyeon niga (niga)
naega gidarin banjjogingeonji

Maybe it is true
eonjena neomu (eonjena neomu)
gakkai isseoseo mollasseonnabwa

Baby I’m in love with you
Baby I’m in love with you
Baby I’m in love with you
Baby I’m in love with you
Baby I’m in love with you
You Know..

[ini translate nya]

 My cold heart….suddenly a little bit
seems melted when you come to me
And then secretly ..you filled my heart

 From one day, at the way back home
While thinking of you, that my appearance
when I saw, I realize you’re already in my heart

Maybe you’re the one
Maybe, perhaps
Perhaps, you
I’m waiting.. it would be half

Maybe it is true
Always, very
Closed each other, So I didn’t know
Baby I’m in love with you

At first I didn’t know…I’d be like that
I’d be thinking of you, I’d be loving you
Your heart too, please…be same with my heart like this

Maybe you’re the one
Maybe, perhaps
Perhaps, you
I’m waiting.. it would be half

Maybe it is true
Always, very
Closed each other, So I didn’t know
Baby I’m in love with you

I have gotten too late
Right now, accept my heart that realize
I knew it’s too late, I knew it’s now but
This heart ..will be never swayed

Maybe you’re the one
Maybe, perhaps
Perhaps, you
I’m waiting.. it would be half

Maybe it is true
Always, very
Closed each other, So I didn’t know
Baby I’m in love with you

Baby, I’m in love with you
Baby, I’m in love with you
Baby, I’m in love with you
Baby, I’m in love with you

You Know ..

[Song : Maybe, Sunye Wonder Girls, Ost Dream High]

Permainannya disambut tepukan riuh dari pengunjung restoran. bahkan ada yang memberikannya standing applause.

Taemin tersenyum, mukanya seketika memerah.

 Jujur, ia tidak berani menatap wajah Minho.

Aissshhh, jinjjayo Taemiiin, apa yang kau lakukan?

Ia bangun, membungkuk ke arah penonton, dan turun dari panggung.

 Dengan wajah tertunduk dan lampu yang masih menyororoti hingga ia turun dari panggung.

 Ia duduk kembali. Sungguh ia tidak punya muka untuk menatap wajah Minho saat ini.

 “gomawoo”, Minho berkata lirih.

 Taemin hanay mengangguk. Wajahnya masih menunduk!

 “kajja, kita pulang. Ini sudah malam”, Minho meletakkan beberapa lembar uang di meja.

 Ia genggam erat tangan Taemin. Dingin! Pasti ia nervous! Kau tidak tau betapa bahagianya aku, Taemin! Terimakasih!

 Di Mobil….

Mereka terdiam. Minho menyetir dengan satu tangan dan tangan satunya masih tidak melepaskan genggaman itu.

Mereka sama-sama tidak tau harus bicara apa. Minho bingung, lebih-lebih Taemin!

 Sesampainya di depan apartemen dorm F(x), mereka masih terdiam, namun tak sedetikpun genggaman itu lepas.

 “oppa…”

 “Pooh…”

 Mereka berbicara bersamaan.

 Keduanya tersenyum, lalu kembali menunduk.

 “kau duluan…”

 “oppa duluan…”

 Lagi-lagi bersamaan!

 Minho memiringkan badannya menatap Taemin langsung.

 Ia mengangkat wajah Taemin pelan memaksanya untuk menatapnya.

 Ia meletakkan jari telunjuknya di bibir Taemin, lalu mulai berbicara.

 “gomawo! Jeongmal gomawo atas pertunjukkan tadi! Sangat indah, aku terkesan! Terimakasih untuk menahan segala rasa malu demi ku. Entah bagaimana aku harus membalasnya. Aku hanya ingin berkata, Baby, I’m in love with you”, Minho mendekatkan wajahnya dan menciuuuuuum KENING Taemin [pasti pada pervert!].

 ia membuka seatbelt Taemin, lalu turun dan membukakan pintu mobil untuk Taemin turun.

 “boleh kuantar sampai dorm mu? Aku ingin bicara pada Vic dan Amber sebentar. Bolehkah?”, Taemin mengangguk.

Di dorm F(x)…

TING TONG….

 Keluarlah [nenek lampir] Krystal membukakan pintu. Lagi-lagi Minho melihat tatapan membunuh walau cuma sedetik dari mata Krystal. Tapi sedetik kemudian tatapan itu tergantikan senyuman ramah seperti biasa. Cih, apa dugaanku benar?

 “annyeong Taemin sudah pulang? Annyeong Minho oppa, malam-malam begini mengantar Taemin yaa? Aigooo, so lucky you are, magnae!”, sapa Krystal ramah.

 Minho hanya tersenyum sekedarnya.

Ia melihat Taemin hanya menunduk. Takut kah?

 “masuklah pooh. Ini sudah malam. Selamat tidur. Sekali lagi terimakasih!”, Minho mendorong tubuh Taemin yang membeku di hadapan Krystal.

 Setelah Taemin masuk.

“Krystal, Vic dan Amber ada?”, Minho bertanya dingin.

 “hanya Amber Unnie, oppa. Vic Umma belum pulang. Waeyo?”, Krystal bertanya [sok] imut.

 “anii. Bisa panggilkan Amber kalau begitu? Aku ada perlu”, lagi-lagi jawaban dingin yang dilontarkan Minho.

 “ndee, sebentar oppa. Mau masuk?”

 Minho hanya menggeleng.

 Krystal kedalam memanggil Amber.

 Beberapa detik kemudian….

 “what’s up oppa? Ada perlu denganku? Pinjam uang?”, Amber menggodanya!

 “aisshhh. Musun soriya? Sejak kapan aku kekurangan uang?”, Minho mendorong Amber keluar lalu ia menutup pintu. Amber melihat heran, kenapa deh si Minho ini?

 “aku ingin meminta, anii bahkan memohon bantuanmu”, Minho berkata sungguh-sungguh.

 Amber semakin bingung.

 “bisakah jauhkan Taemin dari Krystal jika aku tidak ada di sampingnya?”, perkataan ini lebih membuat bingung lagi.

 “waeyoo? Memang Krystal kenapa? Dia baik terhadap Taemin?”, Amber bertanya heran.

 “aku juga tidak tau. Belum tau lebih tepatnya, jadi aku belum bisa menjawab perkataanmu sekarang. Maukah? Aku mohon! Tapi jangan sampai Krystal tahu! Aku mohon Amber, kali ini saja. Maukah? Kumohooon. jebaaalll”, Minho memelas.

 Aiiisshh, sejak kapan si ice prince bisa memohon seperti ini? Tapi ia tidak tega juga!

 “arassoo. Semampuku yaa!”, Amber akhirnya luluh.

 “jinnjaa? Woaah, entah bagaimana aku harus berterimakasih!! Kamsahamnida!! Jeongmal kamsahamnida!! Tepati janjimu! Aku pulang nee, annyeong. Sekali lagi, gomawooo dino girl!!”, Minho segera pulang dari dorm F(x). Setidaknya hatinya sedikit tenang sekarang.

Tinggal meminta bantuan sang magnae satu lagi.

 Keesokan harinya….

 Pada waktu yang sama di dorm F(x) dan SHINee…

 “what? Mission card apa ini? Membuat lagu? Ottohke?”…

sebuah kartu yang berhasil membuat kegemparan di pagi hari….

TBC….

 

UDAAAAHHHHH, GUE BUAT CUMA DALAM WAKTU BEBERAPA JAM!! HANJIIR, IDE GUE LAGI NGALIR BANGEEETTT!!!!

MINHO OPPAAAA, AKU PADAMU LAAAH!!! GILA, GUE BANGET BANGET AMA KODOK!!! DOK, MAKASIH LO AMA GUE!!!

 KOMEN GA LEBIH DARI 35 GA AKAN GUE LANJUTIN!!!!  

RCL OKEYYYY….

 PART SELANJUTNYA BARU LAGU PASANGAN DAN ADA YOOGEUN JUGA LHOOO!!!!

 MAKANYA KOMEN!!!

 GUE GA MAEN-MAEN!!! KOMEN GA LEBIH DARI 35 GA BAKAL GUE LANJUTIN!!!!

 

THA_THA BABAIIII….

Edit by: Sanniiew^^

108 thoughts on “[2min] We Got Married, A Sweet love, Perfect Life? It’s You!!

  1. taemin mencoba kuat, tanpa harus ngebebani minho, bener” wanita yg hebat🙂
    taemin sweet banget main piano buat minho, walaupu masih malu”😀
    akhirnya minho bertindak juga buat ngrjauhin taemin sama si nenek lampir keris itu

  2. minomino cerdik!!!! ada amber n vic yg bs jagain taem di dorm f (x)
    mission card?! omooooo lanjut next part!!!

  3. Aaa sukak dipart ini 2minya switt banget lukanya taemin ydah agak tetobati lah, semoga dengan amber yg jaga raemin tuh nenek sihir ga macem”

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s