[ONKEY]-NO TITLE


Title : GA TAHU
Author : Keysha
Cast : onkey
Genre : Romance
Length : drabble gajelas

Hanya seorang namja cantik dengan balutan jas krem, kaos putih serta skin tight jeans coklat yang melekat pada tubuh ramping itu. Sesekali jemarinya bermain di sekitar hidung untuk menaikkan kacamatanya yang merosot dari batang hidung mancung itu. Dahinya mengkerut serius ketika mata kucingnya terlalu serius memperhatikan kertas-kertas di atas meja kerjanya yang penuh tumpukan map warna-warni.
Cklek..

“anneyong key..” sebuah suara merdu seiring dengan menyembulnya sebuah kepala dari balik pintu. Memperlihatkan sebuah wajah tampan dengan segaris senyum menyungging dari bibir tebal itu. Key mengangkat sebentar wajahnya, hanya sekilas memandang onew yang perlahan mendekati mejanya dan duduk tepat di depan key.

“Sibuk eum?” menumpu dagu pada kedua lengannya yang di sandarkan pada permukaan meja kayu berpelitur itu.

“Hmm” cukup sebuah dengungan singkat dari key yang masih asyik memperhatikan kertas-kertas di depannya. Sesekali menggoreskan pulpennya untuk mencoret beberapa hal yang dirasa tidak perlu. Kembali membolak-balik halaman kertasnya dan membaca perbaris kata di sana. Tak mengi=hiraukan namja tampan yang menggigit bibir bawahnya gugup.

“Sudah makan?” tanya onew pelan, memainkan jemari besar itu mengetuk permukaan meja. Tahankah di diamkan seperti ini? Mata sabit yang terus menatap lekat pada wajah cantik itu. Wajah cantik yang selalu menyambutnya ketika pulang kerja. Kenapa sama sekali tidak tersenyum? Bahkan bibir tipis yang senantiasa cerewet itu malah terkunci rapat, terganti dengan diam dan diam.

“Key..” panggil onew, berhenti mengetukkan jemarinya di meja dan memijit dahinya sendiri. Aihh.. bagaimana? Kenapa terlalu sulit untuk meredakan amarah namja cantik ini? Ck, terlalu sensitif kah? Hanya karena onew yang notabenenya sang suami tak bisa untuk menemaninya jalan-jalan, padahal itu adalah satu-satunya hari lengang di tengah jadwal mereka berdua yang begitu padat. Kesempatan yang langka bukan?

“Mianhae.. aku janji akan menggantinya lain hari key.. jebal..jangan marah ne baby?” sedikit ragu untuk menyentuh tangan halus itu dan mengukungnya dalam telapak besarnya.
SRET..
Lihat? Key malah menarik tangannya dan buru-buru membereskan tumpukan kertas  yang berserakan di atas meja. Sama sekali tak bersuara ataupun terseyum pada suaminya sendiri. Hahhh…Hanya seorang wakil direktur cantik dengan sejuta pekerjaan yang membuatnya berlarut dalam tumpukan kertas bau debu yang begitu menjenuhkan.
“Baby..please..i’m so sorry.. mainhae..” sedikit gelisah di duduknya setelah menangkap gerak-gerik key yang hendak pergi dari ruangan ini.

SREK,
Memasukkan beberapa map ke dalam laci meja kemudian mengambil tasnya yang di gantung di dekat meja. Benar kan? Namja cantik ini akan pergi. Onew bangun dari duduknya, menarik tangan itu agar tidak pergi lebih jauh lagi.

“Apa?” tanya key sinis, enggan melihat mata sabit yang menatapnya dengan memelas. Wae?
Onew menghela nafas pelan, menarik tubuh ramping itu untuk di dudukkan di atas meja. Mencekal kedua tangan yang hendak mendorongnya menjauh. Begitu marahkah?

“Lepaskan aku..” desis key, tak sanggup lagi melihat kearah lain karena mata sabit itu sudah menguncinya. Mengunci untuk hanya melihat pada manik mata yang tengah menerobos masuk menyelami sepasang mata kucing itu. Onew tersenyum tipis, melonggarkan sebelah tangan key dan mulai menyisir pada poni blonde yang berantakan itu. Menyisirnya dengan jemari besarnya kemudian menyelipkannya pada sela telinga key. Key hanya mendengus kesal di perlakukan seperti itu. Aihh.. manis bukan? Tapi bukan itu.. ia sedang marah sekarang pada sosok nappeun di depannya. Kesal..kesal.kesal..

“Mianhae.. akhir minggu ini kita pergi..otte? jeju? Kau pasti sangat menyukainya? Umm?” menaikkan sebelah alis untuk menyakan tanggapan key terhadap ajakannya yang terdengar menggiurkan.

“Pergi saja sendiri.. aku sibuk!” ucap key sinis dan mendirong dada bidang itu menjauh dari dirinya. Segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang menurutnya jadi seperti neraka karena kedatangan namja itu. Melenggang cepat pada koridor kantor yang sudah sepi. Tentu saja, semua karyawan sebagian besar sudah pulang. Bahkan derap sol sepatu yang berbenturan pada lantai marmer itu terdengar menggema pada langit-langit.

“Baby.. ayolah..” onew, berlari kecil, memanjangkan langkahnya untuk mneyesuaikan pada langkah key yang terbilang cepat karena kesal.

“…” hanya di jawab dengan diam, membiarkan onew terus berjalan di sampingnya dengan wajah memelas. Key berhenti tepat di depan lift, dan menekan tombolnya. Berdiri tegap di sana, mengabaikan pada deretan kata maaf yang menghambur keluar dari bibir tebal itu.

“Key..jangan marah.. ayolah.. pelase.. aku janji, minggu ini kita pasti jalan-jalan, aku akan meluangkan waktu untukmu. Ya?”

Ting

pintu lift terbuka, membuat key tak sabar untuk masuk kedalamnya.

“Aku sibuk. Malam ini kau tidur saja di luar. Pintu rumah aku kunci!” mendorong onew keluar dari lift saat namja itu hendak menyusulnya masuk.

“what?! Tidur di luar?!” pekik onew setelah melangkah mundur dan memandang wajah cantik yang masih pada raut semulanya.

“wae? Kalau begitu tidur saja di kantormu yang sangat menyenangkan itu..” cibir key, menekankan pada kata-kata ‘kantor yang sangat menyenangkan’ sebelum akhirnya pintu lift tertutup. Membawa turun namja cantik itu ke lantai dasar.

“Aish.. jahat sekali..” mengacak rambut hitamnya yang sudah berubah menjadi cokelat, berlari kecil menuju lift yang tak jauh dari sana dan ikut turun menyusul key ke bawah. Pikirannya sudah kacau sekarang, hanay terpaku pada key..key..key..dan key. Ahh! Sangat menyesal tempo hari ia malah lebih memilih berdiam di ruangan presdirnya dan berkutat dengan berbagai macam laporan penting di banding jalan-jalan ke namsan bersama key.
Mengetuk lantai lift dengan sepatu, tak sabar untuk segera menyusul sang anae yang masih menyimpan dendam padanya.

“Key!” gotcha! Menemukan namja cantik itu hendak keluar dari gedung. Sedikit berlari menghindari onew yang juga berlari menyusulnya.

Tep.
Menarik lengan kurus key agar sang anae mau mendengarkannya.

“Yah! Apa yang kau lakukan?!” pekik key sebal. Meronta dari cengkaraman onew pada lengannya. Namja tampan itu diam, masih mengatur nafasnya yang tersengal karena berlari.

“jangan bersikap kekanakan key.. hosh.. kau marah hanya karena aku sibuk. Wae? Harusnya kau mengerti aku..” apakah ini sebuah pembelaan? Atau tuduhan atas ketidak jelasan penyebab amarah key? Tapi bukankah sudah jelas?

“Kekanakan? Kau bilang aku kekanakan?!” key mencibir, masih dengan meronta, menatap tajam pada wajah tampan yang terlihat serius sekarang.

“ya. Aku bilang kau kekanakan..” seolah membenarkan pertanyaan key, menarik tubuh ramping itu agar menghadap kearahnya.

“Aku tidak kekanakan! Kau saja yang terlalu mementingkan pekerjaanmu! Kau lebih memilih tumpukan berkas sialan itu di banding aku! Kau jahat!” ya! Menyentak keras lengannya sampai cengkaraman onew terlepas. Membalikkan badannya dan berjalan menuju pelataran parkir.

“Please key..” menggapai tubuh ramping itu dan memeluknya dari belakang. Key diam, tak ada perlawanan. Apa itu artinya dia sudah menyerah? Onew mengembuskan nafas tepat di tengkuk key, membuat namja cantik itu bergidik karena hangat yang menjalari permukaan kulit.

“Mianhae.. aku yang salah.. aku yang bodoh..mianhae baby..” berbisik, mengelus punggung tangan key dari belakang. Dingin. Malam semakin larut, membuat suhu semakin membeku, menemani dua namja yang tengah berdiri di depan gedung kantor itu.

“Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.. ne?” mulai men jalar kedepan, mengecupi pipi tirus yang bersemu kedinginan itu.
Key hanya diam, tak melakukan apapun, bahkan tak bergerak sedari tadi. Yeah.. entahlah, hanya ingin memberi sedikit kesempatan bagi sang nampyeon untuk menyesali segala perbuatan bodohnya itu.

“Umm..istriku yang cantik, jangan marah lagi. Nanti cantiknya hilang lho.. aku pasti akan meluangkan waktu.. yaksok!” menjulurkan kelingking kanannya di depan wajah key yang masih merenggut tak jelas.

“Yaksok?” tanya key, menggeliatkan pelan tubuhnya yang masih di kungkung oleh tubuh sang nampyeon.

“Ne.. tapi setelah pekerjaanku selesai..hehe”

PLAK..
menepis kasar lengan-lengan yang memeluk dirinya kemudian memicing tajam pada onew.

“KAU! TIDUR DI LUAR SEMINGGU!!! JANGAN HARAP KAU BISA MENGINJAKKAN KAKI DI RUMAH! NAPPEEUUUNNN!!!!” berlari menjauh mengambil mobil sport merah metalik yang terparkir di ujung saa, meninggalkan onew yang merutuki dirinya.

“Haish.. harusnya ku tidak bilang seperti itu.. aigoo..” sudah terlalu lelah untuk mengejar mobil yang keluar dari area gedung perkantoran. Melangkah gontai menuju mobilnya sendiri sambil mengumpat.

“Sepertinya aku akan tidur dihotel saja..” merogoh sakunya untuk mengambil kunci mobil.

“Lho?” meraba-raba lagi kantung celana dan jasnya yang benar-benar kosong.

“Dompetku? Kunci mobil? Ponsel? Aigoo key.. kau mengambil semuanya?! Aishhh..” menyadari kalau dirinya sudah kebobolan sang istri yang memang pintar mengambil barang-barangnya tanpa ketahuan.

“sepertinya minggu ini aku tidur di rumah jonghyun.. hufftt..” sungguh sangat melangkah gonta, menapakkan kakinya satu persatu menjauh dari tempat ini.
Haahh.. setidaknya ia masih beruntung karena jarak rumah jonghyun tak begitu jauh dari tempatnya berdiri sekarang,. Kurang lebih sekitar 4kilometer. O.o

“Key..hiks..” meratapi dirinya sendiri sambil menendang kerikil kecil jalanan.

END

53 thoughts on “[ONKEY]-NO TITLE

  1. ternyata key punya kerjaan sampingan…..hehehe..lol
    oppa…tidur di kos ku aja….jangankan seminggu…selama oppa mau juga bleh asaaaalkan,,,,,,gak ketahuan…wkwkwkwkw

  2. huwaaaaaa terkadang malez baca yg 1shoot krn sk ngegantung, pdhl lg seru”nya
    buat lanjutan’a pleaseeeeee, bgmn nasib mantan suamiku onyuuu?? *pletak

  3. Hahahaha, kasian si Jinki ya ampunnn, Key tega,, meski akhirnya gak tau mereka baikan apa endak,, yakin Key gak bakal betah tidur sendirian seminggu, hohoho,,,
    lucu thor,, sekali-kali hukum si Jinki,

  4. Astogeh apa ini ?? Haha emak kalo lagi marah sesuatu banget deh ,kesian babeh mah udah lari” noh ..hahaha
    Elu juga beh udah tau istri elu begitu eh masih ngomongin kerjaan jadilah tu tidur di luar selama seminggu😀

  5. wahhh… Key ini ganas banget…
    sadiiiis….
    jINKI BENER2 DAPET HUKUMAN TIDUR DI LUAR…
    kekekeke… aku pikir itu cuma gertakan aja..

    tapi yah….
    bodohnya Jinki malah bilang ‘setelah pekerjaanku selesai’
    itu samma aja masuk ke kandang Singa, JINKI… -___-
    PAYAH KAU JINKI…

    jadilah tidur di luar😄

  6. Siyalan! Apa iniiiiiiiiiiii?????? Ngakak yampuuuuuuuuuuunnnnnn 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
    Key pintar mengambil barang tanpa ketahuan?
    Dia pesulap??? Ato mantan jambret/? /ggggggggggg 😂😂

    Ciye tidur diluar ciyee :v syukurin lo ah!
    Salah siapa maen” sama kibum 😂😂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s