[2min] Dearest part 5 of ?


Foreword:

Hai, tae hee hee… udah pada nggak sabaran pasti nunggu FF ini, pasti udah pada gerah nunggunya gak keluar”, pasti udah pada tahu akhirnya, well, sorry buat Sita aka Rinhyon, aku udah lupa(lagi) sama konsep kamu, tapi yah…beginilah penulis, suka-suka hatinya ya nggak? so, biarkan aku , otak, dan tangan ku ini yang mengurusnya neh? tenang, ide kamu masih aku masukin kok🙂

Hai, yosh semuanya! 44 komen di part 4, HEI , semoga lebih banyak kali ini! ayo SR tunjukkan dirimu, lama-lama semua FF gue protect nih!!LOL

Dan ini akan lebih banyak moment Jongtae kali yah? kekekek~

Oke, leave a comment …

No bashing, NO SRSRSRSRSRSRSR, No plagiarism, its all HARAM act!

by: Sanniew^^

.

.

“Annyeong Yoogeunni~~”, Taemin membuka pintu dan langsung masuk, well, Jonghyun dibelakangnya hanya berdecak, dia hampir tidak bisa membedakan dengan baik, mana yang anak kecil mana yang sudah tua.

“Kamu sapa?”, tanya Yoogeun melirik Taemin sinis dan menarik selimutnya rapat-rapat, Taemin tersenyum, menaruh bekalnya di meja dan berjalan merogoh paper bagnya.

“Taraaa~!! lihat aku bawa apa?!”, tanya Taemin mengeluarkan sekotak besar hadiah dari sana, Yoogeun yang asik melihat gameboynya melirik dan..

“AAAAHH….MEGAZORD….!!!”, teriaknya segera turun dari kasur melompat dan berusaha mengambilnya dari Taemin, tapi dengan sigap ia mengangkatnya ke atas dan tersenyum, Yoogeun meliriknya kesal dan bertolak pinggang.

“Yah, itu punya aku !”, katanya berusaha menarik tangan Taemin, Taemin terkekeh dan menggendong Yoogeun dengan satu tangan*kuatjuga*

“Neh, ini punya mu…jadi, kau sudah janji kan kalau mau nurut apa kata Dokter aneh itu kalau aku bawa robot ini untuk mu?”tanya Taemin terkekeh, Yoogeun memeluk robotnya dan melirik ke arah Jonghyun.

“Yah, kenapa bilang aku aneh–” Jonghyun berhenti bicara ketika Taemin memelototinya, damn it, sejak kapan ia kalah dengan bocah?

“Eh, apa Yoogeuni?”, Taemin terkejut ketika Yoogeun menarik leher Taemin dan menempelkan bibirnya di telinga Taemin, Taemin dibisiki oleh nya, dan ia terkejut dan menatap  Jonghyun dengan curiga.

“J-jinnja?”, tanya Taemin menganga, Yoogeun mengangguk dan melihat ke arah Jonghyun dengan sinis,

“YAH! jangan bisik-bisik! Yoogeun ayo makan, kau harus minum obat..”, Jonghyun mendekat dan berusaha menarik Yoogeun, namun anak itu malah merangkul Taemin dengan erat.

“Shirooooo~~ aku tidak mau sama dinosaurus!”, katanya, Taemin terkekeh.

“Yah!”

“YAH!jangan teriak dengan anak kecil, aish, kau tidak berbakat jadi dokter kau tahu? begini saja tidak mengerti? kau harus pelan-pelan, dan berperasaan, Yoogeunnie~ katakan, apa dia selalu begini padamu?”, tanya Taemin, Yoogeun mengangguk dan memerongkan lidahnya,

“Hei, hei…aish, kenapa kalian, yah cukup, ayo cepatlah makan dan minum obat Yoogeunie.. aku masih ada pasien lain..”

“Yasudah sana dokter dino…”

“Aku bukan dino..”

“Sudah sudah…hei, Hyung, biar aku yang suapi, serahkan saja padaku, kau tinggal siapkan makanan dan obatnya padaku, kau mau makan dengan ku Yoogeun? kita makan di taman sambil main robot, gimana?” tanya Taemin mendudukan Yoogeun di kasur, dia mengangguk dan memainkan robotnya.

“Asal tidak dengan dokter dino, aku mau…dia membosankan, dan tidak lucu…kalau kau manis, aku suka…”kata Yoogeun mencubit lengan Taemin, Taemin hanya terkekeh dan mengelus kepalanya,

“Aish, this kid! yang sopan sama aku!”, kata Jonghyun, Yoogeun hanya memerongkan lagi lidahnya, Jonghyun mengerang dan berbalik.

“Taemin, kemari…”

Taemin berjalan menuju meja makan, “Ini obat yang harus kau berikan padanya, dan–“

“Arrasoo arrasoo…”, kata Taemin terkekeh, Jonghyun mendengus, “Yasudah, kalau ada apa-apa kau bisa panggil suster jaga saja yah? dia agak susah diatur..”,

Taemin menekuk alisnya, “Are you kidding me? lupa yah siapa yang buat dia nurut sekarang? its me ya know?”, Taemin terkekeh meledek, Jonghyun menjitak pelan kepalanya,
“Jinjja, kau ini menyebalkan..”
“Tapi aku cukup meringankan pekerjaanmu.”
“Well, yess…”
Taemin hanya terkekeh, Jonghyun entah sejak kapan senang melihat senyum nya, namun dengan cepat ia buang pikirannya jauh-jauh, tidak..tidak..dia sudah punya orang, andwe, andwe…pikirnya.

Dia melihat ke arah Taemin sekali lagi yang siap membawa Yoogeun keluar kamar dan berjalan menuju kepintu keluar.
“Ingat, jangan lupa obatnya…”, peringati Jonghyun.

“Arraso..bawel.”, ledek nya,
“Ya bawel!”balas Yoogeun ikut-ikutan

“YAH!” Jonghyun hanya teriak ke arah 2 namja kecil didepannya, ck…harinya tambah mengesalkan.

.

.

“Kau yakin dia akan datang?”, tanya Minho melihat jam tangannya dan bertanya kepada Dongho yang melihat ke dalam berkas-berkasnya.

“Ya, dia bilang dia akan datang jam 1 …”

“Tapi ini sudah jam 1.30, kau yakin? coba kau hubungi dia lagi…”, Dongho mengangguk dan mengangkat ponselnya,

“Yobeoseyo …”

“…”

“Iya, ini aku asisten Dokter Choi , apakah hari ini anda jadi datang?”

“…”

“Oh, neh…ah, gwencana…neh, gamsahabnida…neh…”, klik! Dongho melihat ke arah Minho, dan menutup ponselnya,

“Gimana? dia jadi datang?”,

Dongho menunduk dan memainkan ponselnya yang mati, “Mianhe Hyung, dia bilang dibatalkan, aku juga tidak tahu pasti, tapi dia ternyata berangkat sekarang, dan mungkin akan bertemu 1 minggu lagi…”, kata Dongho menunduk meminta maaf, Minho menarik nafas, sial..dia kesal sekali, dimana dia seharusnya makan bersama Taemin,dan sekarang malah…

“Hyung…mianhe…”, ulang Dongho,

“Neh, gwencana…yasudah, kita balik ke RS, masih banyak yang harus kukerjakan…”

“Ah, tapi… apa kita tidak makan dulu Hyung? ah…m-maksud ku, ini sudah dipesan, sayang kalau…”

Minho melihat ke meja makan yang sudah siap hidangan pembuka, ia menarik nafas lagi dengan berat hati ia kembali membenarkan posisi duduknya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan disana keseseorang yang sangat amat pasti dan harus ia hubungi. Setelah selesai ia mengambil sumpit.

“Ayo makan.”, hanya itu yang keluar dari mulut Minho, Dongho didepannya diam-diam tersenyum menang, mianhe dokter Choi…habis aku ingin makan siang dengan mu, katanya dalam hati, ia diam-diam tersenyum, dan melihat ponselnya yang sedari tadi … hubungi Dokter Jung, hell no, dia benar tidak ada janji untuk seminggu ini.

.

.

Taemin melihat ke arah ponselnya yang baru saja bergetar, ia menarik nafas, percuma dong…

Sorry, aku makan siang di luar, lain kali kita makan siang nya🙂

“Taeminnie ummaaa~ …”

Taemin terperangah, “Yah , Yoogeunnie! aku ini Hyung, Taemin Hyung, jangan panggil aku begitu..”, kata Taemin cemberut, Yoogeun hanya terkekeh dan duduk di bangku sebelah Taemin.

“Aku senang kau disini, besok kau datang lagi?”, tanyanya polos, Taemin memeluk pundak nya dan mencium ujung kepalanya,

“Sure Yoogeun … aku akan kesini tiap hari, jangan khawatir, kalau perlu, aku akan bawa semua koleksi robot power ranger ku,” tentu aku akan minta duit lagi pada Minho untuk beli lagi, kekekek~

“JINJJA?!”, katanya memeluk Taemin, Taemin hanya tersenyum dan memeluknya, god~ kenapa kau menciptakan malaikat ini sebatang kara, dan harus seperti ini keadaannya?. Mungkin dia lebih beruntung, walau …sudahlah.

“Taemin.”

Taemin menoleh, melihat Jonghyun sudah berdiri dibelakangnya,
“Oh hai Hyung, sudah selesai?”, tanya Taemin, Jonghyun hanya mengangguk dan duduk disebelah Yoogeun.

“Ish, mau apa lagi dokter dino~~?” , tanyanya, Taemin terkekeh, kedua orang ini tidak pernah akur.

“Hei, aku kan juga mau bersantai, aku capek mengurus mu dan pasien, aku mau menikmati udara taman juga tauk…”

“Huu~ kau lebih baik menggoda para perawat saj–upph!”,

“Yah yah…”, Jonghyun berteriak sambil membungkam mulut Yoogeun, PLAK!

“Aw!”

“YAH! kau mau bunuh Yoogeun, dia tidak bisa nafas kalau kau berbuat seperti itu, awas kau yah, aish!!”, cerca Taemin melotot dan menjauhkan Yoogeun dari Jonghyun.

“Kan…aku sudah bilang Taemin umma…kalau dia itu galak…lihat saja itu wajahnya kayak tyrex!”,

“Yah!”, sebelum Jonghyun dapat menjitaknya , Yoogeun berlari dan meninggalkan mereka berdua.

.

“Kau sudah makan?”, tanya Taemin,

Jonghyun menoleh dan menggeleng, “Aku belum makan, tadi sih makan kue saja…habis aku terkadang lupa makan kalau sudah sibuk.”, katanya, Taemin berdecak.

“Tidak boleh begitu … kau itu dokter, kalau kau sakit, siapa yang mengurus pasien, aku heran, tidak kau tidak Minho, kalian itu seharusnya bisa menjaga kesehatan sendiri, terkadang dokter tidak tahu akan hal itu untuk dirinya sendiri…”

“Huahh…hei hei, kau mau ceramahi aku heh?”

“Anio… aku hanya berkata sebenarnya ..?”, kata Taemin memerongkan lidahnya. Jonghyun berdecak, buat apa kau perduli, memang aku suami mu, katanya dalam hati.

PLUK. Jonghyun terkejut, ia menoleh ke arah Taemin yang tersenyum lebar.
“Apa ini?”, tanyanya pada Taemin melihat kotak bekal makanan di pahanya,

“Apa? itu namanya kotak makan, ada nasi, rumput laut, kimchi, dan ada..”

“I know…tapi apa maksudnya?”

“Ish ish…ya kau makan lah, kau belum makan siang kan? ini untuk mu, dari pada kebuang sama aku, mendingan kau yang makan..”

“Buang?”

Taemin menggaruk kepalanya, “Well, Minho hyung hari ini ada rapat dengan dokter Jung, jadi dia tidak bisa makan siang dengan ku..jadi yah..”, Taemin tidak meneruskan kata-katanya hanya menunjukkan pada makanan diatas paha Jonghyun,

Jonghyun terdiam, Dokter Jung? loh bukannya dia…Jonghyun memperhatikan Taemin mengeluarkan kotak makan satu lagi, dan yang jelas itu untuknya sendiri, ia lihat tangan Taemin diplester dibeberapa jarinya, dia hanya tersenyum, well…setidaknya ia sebaiknya makan , hargai sedikti usahanya, shitt …Minho, kau beruntung, dammit! pikir Jonghyun.

“Baiklah aku makan…gomawo Taemin…”, kata Jonghyun tersenyum lebar,

“Neh…”, katanya, namun Jonghyun merasa mata Taemin terus menatapnya,

“Mwo?”

“Dicoba…apa cukup enak dan cocok dengan selera mu?”, tanyanya, Jonghyun terkekeh, ia ambil sumpit dan menyuap nasi dan kimchi kedalam mulutnya, ia kunyah dengan baik, Taemin melihatnya dengan seksama.

“Gimana?”, tanyanya mengunyah perlahan makanan dimulutnya, Jonghyun melirik dan menelan makanannya, ia hadapi tubuhnya ke arah Taemin.

“Mashtaaaa…”, katanya menunjukkan kedua jempolnya. Taemin tersenyum lebar.

“Jinjja…?”katanya terkekeh, Jonghyun mengangguk.

“Besok akan kubuat sayuran yang banyak untuk mu deh…”

“Hah? kau mau buat bento lagi untukku?”

“Ya kalau aku tidak makan dengan Minho hyung.”

“Jahat!”,

“Hhahahaha…”

Dia tidak tahu, saat itu baru saja ada dua pasang mata yang melihatnya lekat, dan salah satunya tersenyum simpul, dan yang lainnya menatapnya dengan dingin.

.

.

Tok tok tok

Minho melihat ke arah pintu kantornya yang diketuk, “Masuk.”, tidak lama kemudian sebuah kepala menyembul, berwarna almond cerah dan ia tahu persis itu siapa.

“Hai Minho hyung…”, sapa Taemin masuk kedalam ruangannya, Minho hanya mengangguk dan meneruskan membaca berkas dimejanya.

“Hmm…kau sudah selesai rapat?”, tanyanya,

“Tidak jadi..”

Taemin terbelalak, “Tidak jadi? apa maksudnya?”,

“Ya tidak jadi, dia mengundur waktu pertemuannya…”

Taemin terbelalak, loh, jadi tadi siang dia makan dengan…”Kenapa?”, tanya Minho menyadari Taemin diam saja,

“Hah?”

“Kenapa bengong?”, tanyanya sekarang menatap Taemin, Taemin menggeleng dan tersenyum.

“Ani…hehehe…oh yah, aku mau mengatakan sesuatu …ehmm…permintaan sih sebenarnya…”

Minho mengerutkan alis , “Katakan…”, Taemin menelan ludahnya, dia memainkan ujung jarinya.

“Begini Hyung… well, bolehkan aku..maksudku, aku setiap hari kesini, untuk menemani Yoogeun, aku sudah buat janji akan terus mengunjunginya…tapi kau tidak usah khawatir, aku akan buatkan kau bento tiap hari, jadi sekalian kan?”tanyanya,

Minho sedikit tidak nyaman, “Yoogeun? bukannya dia juga ada suster jaga, dan setahu ku Jonghyun yang bertugas mengawasi perkembangannya?”, tanyanya, Taemin tersenyum.

“Aku tahu …tapi kalau kau tidak memperbolehkan tidak apa-apa kok…”, katanya menundukkan kepala, karena ia tahu Minho sedang menatapnya tidak suka.

Minho menarik nafas, ia tidak nyaman melihat Taemin seperti memelas, “Boleh …”

“Hah?”

Minho memutar bola matanya dan kembali berkutat dengan kertasnya, “Aku bilang boleh, lakukan saja kalau itu maumu … aku rasa Yoogeun memang butuh orang kekanakan seperti mu…”

Taemin hendak marah, namun ia urungkan karena terlalu senang, “Jinjja Minho hyung?”, tanya memajukan badannya dan menumpu tangannya di meja.

“Jinjja…”, katanya lembut,

“Aish…gomawooo~ kau memang the best deh…aku akan buatkan makan malam enak malam ini, jinjja! aku pulang dulu yah?”, katanya berdiri.

“Taemin.”

“Neh?”, ia tersenyum menatap Minho, Minho ingin membuka mulutnya lagi namun..

“Aku mau makan sup miso..”, katanya menunduk, Taemin tersenyum lebar.

“Oke, aku akan buatkan sup miso paling enak ala Taemin…hehehe…jinjja!”, katanya tersenyum, Minho berdecak.

“Asal jangan ke asinan.”

“Nggak akan kok..”, katanya cemberut.
“Oh Minho Hyung..”

Minho mendongak, “Jangan terlalu lelah, dan cepat pulang yah? hwaiting Minho hyung, sup miso menunggu mu, annyeong!, katanya berjalan menuju pintu keluar.

“Hmm..hati-hati..”, katanya, Taemin hanya tersenyum, dia menyembulan kepalanya dan bermulut ‘hwaiting’ lagi sebelum menutup pintunya dan menghilang dari hadapan Minho.

Minho menatap pintu yang tertutup itu, kenapa susah sekali bersikap didepannya?entahlah,banyak hal yang tidak ia mengerti, sikap dinginnya mungkin hanya sebagai topeng menggambarkan kegugupannya.

.

.

Taemin berdiri ditepian halte bus, ia menarik nafas, jam 4 sore, setidaknya masih ada waktu untuknya pergi ke supermarket dan membuat makan malam , namun ia bingung, apa sebaiknya ia memanggil taxi?aaah…ani ani…bisa-bisa duit bulanan yang diberikan Minho akan habis terpakai.

Tin!

Taemin menoleh dan memicingkan matanya, kaca mobil didepannya turun dan memperlihatkan sosok didalamnya.

“Jonghyun hyung!”, serunya tersenyum,

“Yosh!”, dia menunjukan peace nya pada Taemin.

“Mau kemana?”, tanya Taemin, Jonghyun berdecak.

“Aku mau pulang…kau?”

“Menunggu bis, aku juga mau pulang…hehehe…”,

“Minho?”

“Dia masih ada jadwal dan sibuk… “, balasnya tersenyum.

“Butuh tumpangan? dari pada kau jamuran tunggu disini, dan kau pasti akan berdiri, sekarang sudah mulai jam pulang kantorkan?”,

Taemin menimbang sejenak, tidak ada ruginya toh? toh dia juga sedang buru-buru, ” Baiklah…tapi aku numpang sampai supermarket yah? ada yang harus aku beli..”, katanya, Jonghyun mengangguk dan membuka pintu dari dalam.

“Gomawo…”

“Ck, sok formal…”

“Ish, kan aku hanya bersikap sopan…”

“Nggak pantes!”

“Yah!”

Jonghyun hanya tertawa dan melajukan mobilnya.

“Kenapa Yeobo?”tanya seorang namja bermata kucing pada sosok namja disampignya,

“Ani…aku barusan seperti melihat Taemin?”

“Siapa Taemin?”, tanyanya sinis, namja berpipi chubby itu hanya tersenyum dan mencubit pipi pacarnya yang sedang cemburu itu.

“Aish, dia itu Taemin, istri Minho yang aku ceritakan padamu kemarin Key…”

Key hanya ber’O’ ria, “Terus kenapa kalau itu Taemin? apa hubungannya sama kamu,Onew?”, katanya bermanja, Onew menyentil idungnya,

“Tidak ada, tapi yang aku lihat dia bersama Jonghyun, jadi aneh saja…kenapa dia tidak pulang dengan Minho?”,

“Omo! dia selingkuh?!”, histerisnya, Onew tertawa dan mencubit pipi Key.

“Anio…sudahlah, itu bukan urusan kita Yeobo…urursan ku adalah mengantarmu pulang sekarang…”, katanya menarik Key

“Makan dulu…”

“Iya…”

“Suapin…”

“Iya…”

.

.

“Permisi Minho Hyung…”

Minho mendongak ketika ia bersiap memakai jasnya dan berjalan keluar mengecek beberapa pasien lagi,

“Oh, Dongho…ada apa?”

“Hyung mau cek pasien lagi? aku bawakan kopi dan cemilan…”

“Oh, taruh saja di sini..”, kata Minho menunjuk mejanya dan merapihkan jasnya, Dongho tersenyum manis dan meletakannya dimeja.

“Ng…Hyung…”

Minho menatapnya,”Apa?”,

“Boleh…aku tanya sesuatu?”, tanya Dongho.

“Neh..tentang…?”

Dongho diam sejenak, Minho menarik nafas, dammit, dia sudah tidak sabar…kenapa dengan anak didepannya ini?
“Ada apa? aku harus segera cek pasien …”

“Ah, mianhe…ng..itu, apa kau dan Taemin benar sudah menikah?”

Minho mengerutkan alis, bocah ini bodoh atau apa?dia merasa berita di media cetak atau elektronik sudah jelas tertulis dan tersebar beritanya, kenapa dia tanya lagi, “Kenapa kau tanya begitu? tentu saja… kau lihat beritanya kan? sudah yah, aku mau cek pasien..”,

“M-minho Hyung…”

BUKK!

“Aaah..!”, Minho teriak karena terkejut,badannya yang terdorong oleh tangan Dongho yang ingin menggapainya malah terkena ujung meja dan kopi yang diatas sana tersenggol tangannya tumpah semua kebajunya dan terasa sangat panas.

“Aah, M-miahe…mianhe Minho hyung…mianhe…”, kata Dongho ingin membersihkanya, namun Minho menepis lembut tangannya dan memundukan badannya.

“Ck, yasudah gwencana…”, katanya sedikit kesal, ia tanggalkan jasnya,masih ada noda di kemejanya,

“H-hyung…biar aku yang cuci, kau juga lepas saja kemejanya…aku yang akan cuci…mianhe Hyung…”, katanya, Minho menarik nafas, ia ambil kemeja cadangan dari lemari nya dan masuk kedalam kamar mandi, kemudian tidak lama ia keluar dan menyerahkan bajunya pada Dongho, memakai jas kerja dokter yang lain.

“Hyung…mianhe…”, Dongho berkata lagi, Minho menoleh dan tersenyum simpul.

“Neh, tapi lain kali … aku minta tidak ungkit urusan pribadi dikantor, bukan apa-apa, tapi selain itu privacy sifatnya, dan itu sedikit mengganggu, aku keluar dulu, kau bereskan tumpahan kopi itu yah, maaf merepotkanmu..”, kata Minho keluar,

Dongho berdiri terpaku …’mengganggu?’ itu kata yang membuatnya merasa tesindir, ia remas kemeja Minho ditangannya, ia bereskan seluruh air yang berantakan dimeja, ia lihat sekilas majalah, dan disitu ada gambar Minho dan Taemin, ia remas majalah itu dengan kencang.

“Lihat saja nanti kau Lee Taemin … “, katanya, dia tidak pernah merasa sekesal itu terhadap orang lain, tapi ini, Taemin, ia merasa telah diganggu akan kesenangan hidupnya, ia merebut apa yang seharusnya jadi miliknya,
“Aku akan buat kau menyesal berurusan dengan ku…”, katanya menginjak majalah itu dengan nafas tersengal karena emosi.

.

.

“Nah, sudah sampai… ini rumah ku …”, kata Taemin tersenyum melepas seatbelt.

Jonghyun memandang dari kaca jendela mobilnya, ia tersenyum, rumah yang bagus, Minho beruntung, bagaimana bisa ia bisa tinggal ditempat se nyaman dan tenang begini, ditambah, bersama dengan ‘istirnya’ yang kekanakan begini?

“Hyung, kau mau masuk? aku akan buatkan teh dan cemilan sedikit untukmu…”, kata Taemin, Jonghyun tersenyum.

“Apa tidak apa-apa? suami mu pasti bakal marah kalau tahu aku kesini?”,

Taemin berdecak, Minho tidak pernah buat aturan semacam itu, so, why not?
“Tidak apa-apa…Minho hyung senang malah, ayo masuk Hyung…”,suruh Taemin dan ia keluar , melambaikan tangannya semangat ke arah Jonghyun.

Jonghyun melihat dengan cermat sudut rumah nya, ia perhatikan satu persatu ruangan didalamnya, kenapa tidak ada foto pernikahan mereka?

“Hyung, mau minum apa?”teriak Taemin dari dapur,

“Apa saja…”, katanya, dan duduk di sofa besar diruang tamu, sesekali matanya melihat keluar jendela besar yang langsung memperlihatkan suasana alam luar, beruntung Minho tinggal diperbukitan.

“Ini…silahkan..”,

Taemin duduk menyerahkan segelas orange jus dan cookies.

“Hyung…”

“Neh?”

“Itu … menurutmu, apa aku mengganggu jika aku selalu ke RS setiap hari? aku sudah ijin dengan Minho untuk terus bersama Yoogeun, jadi, apa aku boleh selalu datang kesana?”

“Hmm…aku rasa tidak apa-apa, ada bagusnya , pekerjaan ku berkurang karena mu, kekeke~”

“Jinjjayo..kau ini dokter pemalas …”

“Yah, lihat siapa yang bicara, kau sendiri yang mau yah…”

“Neh arraso…”

Dan mereka tidak tahu harus bicara apa lagi, “Hyung, soal Yooegun, apa dia akan sembuh? tidak selamanya dia akan di RS kan? dia kan juga butuh sekolah..”, tanya Taemin menatap tangannya, Jonghyun menarik nafas.

“Ya…aku juga berpikir begitu, tapi aku khawatir dia yang tidak mau pergi kemanapun, pernah ada sepasang suami istri ingin mengadopsinya, kami tidak keberatan, tapi … Yoogeun tidak mau, dia ngamuk dan kami tidak punya pilihan lain..” katanya, Taemin menatap lekat tangannya, jika hanya jika…kalau ia punya cukup uang, mungkin dia akan memilih untuk mengasuh Yoogeun, tapi, rasanya itu tidak mungkin, ia tahu persis rasanya tidak diinginkan dan merasa sendiri.

“Kalau dia mau, apa kau akan membiarkannya pergi?”, tanyanya pada Jonghyun, Jonghyun menatap Taemin dan tersenyum miris.

“Well, jujur, aku tidak rela. Tapi…”, Taemin melihat Jonghyun lekat, “Kalau orang tua asuh nya itu kau, mungkin aku akan sangat rela…”, katanya tersenyum, entah apa Taemin wajahnya memerah, ia malu..

“Kenapa?”, tanyanya malu-malu.

Jonghyun terkekeh, “Karena sifatmu itu yang kekanakan dan keibuan …aku rasa kau bisa merawatnya..”,  Taemin berdecak,

“Kau bisa saja Hyung…”, katanya memukul lengan Jonghyun.

Nyiiitttt….*bunyiapanih?abaikan!*

“OMO! airnya matang!”,

“Hah?”

Taemin lari ke dapur ,Jonghyun menarik nafas, ia iseng ikut ke dapur,ia lihat Taemin lari tergesa-gesa…

“AAH!!”,

Taemin berteriak, sontak Jonghyun berlari dan menghampiri Taemin

“OMO! yah, hati-hati…” Jonghyun menarik tangan Taemin dan mematikan kompor, ia tarik tangan kecilnya ke telinganya sendiri.

“H-hyung…”

Taemin terkejut, walau itu cara yang biasa dilakukan jika tangan kita kena panas , tapi cara Jonghyun menurutnya sedikit berlebihan.

“Oh, mianhe…” Jonghyun langsung melepas tangannya dan wajah Taemin memerah, ia menelan ludahnya.

“Ng…aku pamit pulang yah?”

“Oh, t-tapi tidak ikut makan malam saja?”

“Hah? bercanda yah? aku jamin aku bakal jadi nyamuk dong..?” decak Jonghyun,

“Nyamuk?”, Taemin bingung akan kata-katanya, Jonghyun tertawa, ia tepuk kepala Taemin.

“Maksudku pengganggu kalian berdua, kau dan Minho…”, katanya tetap terkekeh, Taemin berdecak.

“Nggak juga…”

“Yasudah, aku mau pulang…”

Taemin mengangguk dan berjalan keluar bersama Jonghyun.

“Hyung, besok aku akan datang lagi bertemu dengan Yoogeun, jadi sabar-sabar sampai aku datang arraso?” ledek Taemin, Jonghyun berdecak dan menepuk kepalanya kesal.

“Hei bocah, jangan sok ngajarin!”,

“Appo~…”

Tin!

Jonghyun dan Taemin melihat ke arah suara, Minho datang dengan mobilnya,
“Oh, Minho hyung datang…”seru Taemin sumringah.

Jonghyun tersenyum dan menunggu sampai Minho mengehentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil.

“Oh, Jonghyun?”, Minho menatap Jonghyun datar dan tersenyum seadanya.

“Hai Minho…” Jonghyun tau Minho pasti bingung kenapa dia ada bersama Taeminnya.

“Minho Hyung…sudah pulang? aku belum masak…”, kata Taemin menghampirinya, Minho tersenyum dan untuk pertama kalinya meraih pinggang Taemin kepelukannya, entah setan apa yang masuk kedalamnya, Minho hanya perlu melakukan ini

“Hmm..kenapa kau bisa disini Hyung?”, tanya nya pada Jonghyun sambil mengeratkan rangkulannya di pinggang Taemin, Taemin membeku, ia tidak bisa bergerak banyak, wajahnya memerah karena malu dan panik.

“Oh, tadi aku bertemu dengannya di RS ketika mau pulang, dan aku tawari tumpagan mengantarnya pulang…ya kan Taemin?”, tanyanya ke arah Taemin, Taemin mengangguk setuju, Minho hanya diam dan tersenyum.

“Oh, begitu…mau mampir masuk dulu Hyung?”, tanya Minho ramah, Jonghyun tersenyum dan menggeleng.

“Tidak usah, aku sudah dari tadi kok, ini mau pulang…aku pamit yah? sampai besok Minho…Taemin…”, kata Jonghyun membuka pintu mobil.

“Terima kasih sudah mengantar ku Hyung…”, kata Taemin.
“Ya terima kasih Hyung…”, balas Minho,
Jonghyun hanya mengangguk dan memacu mobilnya.

Ketika mobil itu sudah agak jauh Minho melepas rangkulan dipinggangnya dan masuk kedalam rumah , Taemin menoleh, ia menatap Minho bingung, dengan cepat ia berlari masuk dan menghampirinya.

“Hyung…”

“Mwo?”

“Kau pulang cepat? aku belum masak, aku sudah beli bahan untuk sup miso, kau mandi lah dan istirahat dulu, nanti kalau sudah matang aku bangunkan kau…”, kata Taemin tersenyum sambil menuju dapur.

Minho diam saja dan memperhatikan Taemin sejenak, ia berjalan menghampiri counter dapur mengambil gelas dan menuang air mengaknya sampai habis.

“Kau…akrab dengan Jonghyun yah?”

Taemin menoleh, ia terkekeh, “Ya tidak juga sih, karena aku baru beberapa kali bertemu, lagi pula dia itu dokternya Yoogeun kan? jadi aku kenal…hehehe…”, ceritanya sambil sibuk mengeluarkan semua bahan makanan. Minho menggigit bibirnya, entah…dia kesal mendengarnya.

“Lain kali jangan sembarangan bawa orang kerumah tanpa seijin ku …”, kata Minho berbalik, Taemin terkejut, Omo! Minho marah.

“Hyung…Minho Hyung…”, kejarnya, Miho berbabik ketika ingin naik tangga.

“Mwo?”

“A-aku minta maaf, aku tidak minta ijin padamu…aku tahu ini rumah mu, aku hanya menawarkan saja untuk rasa terima kasih ku…mian…”, jelasnya dengan memelas dan wajah takut, ia sungguh takut Minho salah paham? salah paham? kenapa ia khawatir Minho salah paham?. Minho menarik nafas, ia mengacak rambut Taemin.

“Neh, gwencana, bukan aku berpikir negatif, aku hanya takut ada yang macam-macam denganmu..”,jawabnya hampir berbisik, namun Taemin cukup dengar, dia tersipu malu, dan tersenyum  kembali kedapur, ia akan buat makanan enak kali ini!

.

.

Taemin melihat ke arah jam didapur, jam 7 malam, mungkin sudah waktunya membangunkan Minho, sup nya juga sudah mau matang. Ia elap tangannya, masih dengan apron di badannya ia naik ke lantai atas menuju kamar Minho.

Tok tok tok

“Minho hyung…bangun…makan malamnya sudah siap..”, katanya, tidak ada jawaban sama sekali, ia menarik nafas, perlahan ia genggam knop pintu, mengetuknya sekali lagi sebagai tanda ijin masuk, dan menyembulkan kepalanya.

Memicingkan matanya ia lihat Minho terbaring di atas kasur dengan tenang membelakanginya, perlahan ia menuju sisi kasurnya dan ketika hendak menepuk punggungnya.

“Minho—“

TING TONG!

Taemin menoleh, ia mengernyitkan alis, siapa yang datang? dengan cepat ia urungkan sejenak niatnya dan keluar kamar Minho untuk melihat tamu yang datang.

TING TONG!

“Ya jakkamanayo…”, teriaknya sendiri, ia berlari sedikit turun tangga dan menuju Pintu.

“Annyeong haseyo…”, sapa sosok didepanya, Taemin terkejut,

“Dongho shi?”

Dongho tersenyum dan membungkuk sopan hal yang sama dilakukan Taemin kemudian.
“Neh…silahkan masuk…” seru Taemin, Dongho hanya mengangguk.

Dongho masuk kedalam dan duduk disofa yang diperintahkan Taemin, dengan sigap Taemin kembali kedapur dan kembali dengan segelas orange jus.

“Silahkan…maaf aku sedang masak..”, kata Taemin tersenyum dan duduk didepan Dongho

“Neh, tidak apa-apa, aku minta maaf karena datang tiba-tiba dan mengganggu mu..”, balas Dongho tersenyum, Taemin hanya terkekeh.

“Oh, ada perlu apa? bertemu Minho hyung?” tanya Taemin membuka obrolan. “Dia sedang tidur, biar aku bangunkan dulu bagaimana?”, balasnya lagi,

“Oh hajima …Taemin shi..”, kata Dogho, Taemin hendak berdiri duduk lagi, “Aku hanya ingin mengembalikan ini kok padanya…”, Dongho menyerahkan paper bag pada Taemin, Taemin membukanya, baju dan juga jas kerjanya?kenapa ada di..

“Maaf baru bisa memberikan sekarang, aku lupa terus,sudah lama menginap di kamar ku tapi lupa dibawa setelah aku cuci..”, kata Dongho, what?
“Tadi aku lupa berikan keburu Minho hyung sudah pulang…”, katanya lagi, Taemin hanya mengangguk dan tersenyum.

“Oh..begitu yah..terima kasih Dongho shi…”

Dongho hanya tersenyum, “Yasudah aku mau pulang yah? “katanya berdiri.

“Oh, aku sudah masak makan malam, tidak makan dulu…?”Taemin menawarkan, Dongho menggeleng.

“Ani ..aku langsung pulang saja, kan rumah ku dekat dari sini, kau ingat? terima kasih atas minumnya ..”,

“Aku yang berterima kasih karena sudah capek-capek mengantarkan ini…”

“Anio, Minho hyung sering meminta ku mengantarkan apapun kerumahnya yang dulu…”,

Deg! entah kenapa Taemin merasa ada rasa terganggu, dia hanya tersenyum simpul dan berjalan sampai pintu keluar.

“Taemin…”, panggil sebuah suara, Taemin dan Dongho menoleh , Minho dengan rambut berantakan baru saja bangun dan turun dari lantai atas,

“Minho hyung…”, panggil Taemin, Minho menoleh, ia terkejut, dengan sigap ia memasang tampang cool, dan berjalan menuju Dongho yang masih tersenyum ramah didepan mereka.

“Dongho? sedang apa kau?”

“Annyeong Hyung, aku mengembalikan baju mu, sudah kucuci, maaf yah lama…”, katanya, Minho mengerutkan alis, sudah dicuci? cepat!

“Oh neh…gomawo Dongho…kau mau pulang?’,

“Neh…aku pulang dulu yah?”

“Kau tidak ikut makan malam dulu?”, tanya Minho basa-basi, Dongho hanya menggeleng, ia tersenyum simpul.

“Ani Hyung, aku buru-buru pulang saja, masih ada tugas kuliah ku dari RS yang harus kukerjakan…”katanya ramah, Taemin diam saja, dan menatap ke Dongho kosong.

“Oh neh arra…”, jawab Minho.

“Oke, aku pulang dulu, annyeong Taemin sshi, Minho hyung…”

“Ya ..annyeong..”, jawab Minho dan Taemin bersamaan. Setelah pintu ditutup Taemin berjalan kedapur dan menaruh papaer bagnya begitu saja di kursi makan yang lain.

“Makan malam sudah siap, tunggu sebentar.”, katanya,

Minho menatapnya heran, kenapa dia ketus sekali?

“Sampai segitunya, aku juga bisa cuci baju mu …aku sudah bilang serahkan semuanya padaku, kalau begitu jadi merepotkan orang lain ..”jelas Taemin, Minho duduk di kursi makan dan menatapnya heran.

“Apa? soal baju? itu karena dia yang minta…dia yang menumpahkan kopinya ke jas ku..”

“Ya bawa pulang saja,aku bisa mencucinyakan…”

Minho menarik nafas, ia bantu Taemin membereskan makanan yang ia letakan di depannya.

“Tapi kau pasti sudah capek seharian beresin rumah, masak, mencuci, ditambah sekarang kau mengasuh Yoogeun, lagi pula, dia yang mau ini…”, kata Minho, Taemin diam saja, ia berbalik ke arah kompor.

“Aku sudah dibawar untuk berpura-pura jadi istrimu dan mengurusmu, jadi itu sudah kewajibanku!”, katanya dingin, Minho merasa ada yang aneh dari Taemin.

“Hei, Taemin…kau ini kenapa? kan aku berniat baik padamu..”,Minho berdiri.

Taemin berdecak , “Aku tahu, kau baik padaku karena aku istrimu sekarang kan? yah…tepatnya yang mengurusmu..”katanya dingin, ia sendiri tidak tahu kenapa dia berkata begitu pada Minho, apa sebenarnya yang membuatnya marah?

“Hei hei…kau kenapa sih? aku–“

“Sudahlah Minho hyung, ayo makan …keburu supnya panas..” potongnya menuang sup dimangkuk.

“Hei aku sedang bicara, lihat ke arah ku, kenapa kau marah?”Minho hendak menyentuh pundak Taemin,

“Tidak–aahh!”, Taemin berteriak, ia tidak sengaja menyengol lengan Minho yang hendak menyentuhnya namun centong supnya meleset dan air sup tumpah ke tangannya begitu juga mangkuk berisi sup panas tumpah ke kakinya.

“TAEMIN!”

“Adduuhhh…panasss…”, katanya mengibas-ibaskan tangannya, air matanya jatuh, entah sakit, entah kesal, ia tidak mengerti, ia kesal karena fakta yang akhir-akhir ini sedikit menganggunya antara Minho dan Dongho,

“Coba lihat…” Minho menarik lengan Taemin, Taemin menepisnya, dan ia menangis dalam diam, Minho menarik nafas, ia paksa Taemin duduk di kursi dan ia mengambil kotak p3k,

“Sini…”perintah Minho ingin melihat tangan Taemin. Namun Taemin menolaknya,

“Sini Taemin…” ucapnya pelan.

“Tidak apa-apa…aku akan tuangkan sup bar–“

“SINI!”, perintahnya, Taemin terkejut,dia menahan nafasnya dan menunduk. air matanya tetap mengalir, tangan nya memerah.

“Harus segera di beri salep, kalau tidak bisa melepuh…”balas Minho,

“A-aku tidak mau melepuh…”

“Aku bisa obati kok..”

“Sakit Minho hyung …”, isaknya, Minho menarik nafas, ia mendongak, dan menatap Taemin, kenapa cengeng sekali?

“Kenapa nangisnya sampai begini? ini akan sembuh, jangan khawatir, tahan sedikit…”, Minho berkata lembut, Taemin menghapus air matanya dengan pundaknya. Minho dengan perlahan mengolesnya salep ke tangannya ,sesekali Taemin meringis, namun Minho sambil meniupnya dengan lembut.

“Lain kali hati-hati…kau duduk disini, aku yang akan ambil supnya..”, katanya berdiri, Taemin menatap punggung Minho lekat, ia merasa tidak enak sempat berdebat dengannya, ia bangkit dan berjalan menarik baju belakang Minho.

“Taem–“

“Mianhe…jeongmal mianhe Minho hyung…aku tadi berdebat denganmu…aku berlebihan hanya karena Dongho datang membawa baju mu, aku…maksudku…”, Taemin menangis lagi, Minho menarik nafas dan berbalik,

“sshht…uljima… kenapa sih kau ini? aku tidak marah juga padamu…lain kali aku akan bawa semua pakaian kotor ku, maaf …”, katanya mengusap air mata Taemin di pipinya. Taemin hanya terkekeh disela isakannya.

“Neh…”, hanya itu, Minho tersenyum dan mendorong tubuh Taemin untuk duduk lagi.

.

Minho menatap Taemin yang sedang memulai makan, sesekali ia meringis karena kedua tangannya susah memegang sendok dan sumpit karena sakit, ia menghentikan makannya dan beranjak dari kursinya , menarik sumpit dari tangan Taemin.

“Eh?Minho hyung ak–hap!”

Minho menyumpal mulut Taemin dengan nasi dan sayuran, Taemin terkejut.

“Mifo fhung..kenafa…?”,Minho berdecak dan menyentil dahi Taemin.

“Sudah kunyah dan makan yang benar, kau tidak akan bisa makan dengan tangan begitu kan?”.tanya Minho , Taemin terkejut, namun ia senang..Minho sangat perhatian, ia buka lagi mulutnya dan melahap sesuap nasi lagi yang disorongkan Minho. Ia tersenyum dan mengunyahnya dengan baik, sesekali Minho menyuap nasi dari mangkuk Taemin juga karena ia masih belum selesai makan juga, mereka makan sambil sesekali tersenyum.

“Ada nasi..”, kata Minho mengambil disisi bibir Taemin dan memasukkannnya kedalam mulutnya, Taemin bersemu merah, Minho tahu akan hal itu, dan dia suka bertindak usil pada Taemin.

.

“Hyung, yakin mau cuci piring? aku saja…”, Taemin berdiri disamping Minho yang berdiri diwastafel mencuci semua bekas makan mereka, Minho hanya tersenyum.

“Diam kau, aku juga bisa kalau cuci piring saja, luka mu itu sebaiknya jangan kena air dulu..”, katanya, Taemin cemberut.

“Padahal kau kan capek Hyung…mainhe…” kata Taemin duduk di bangku bar dapur dan menopang dagunya, Minho hanya berdecak.

“Nah selesai..”, kata Minho mengelap tangannya, Taemin tersenyum dan berjalan mengikuti Minho yang menghempaskan badannya ke sofa.

Taemin punya ide lain, ia berdiri dibelakang Minho

“A-Taemin?a-apa –“

“Hyung..diam …aku cuma mau memberikan massage padamu, pasti badanmu pegal kan? hehehe …”, katanya memijat tangan Taemin, Minho perlahan relax dan tersenyum, Taemin ikut senang karena Minho menerima afeksi yang ia berikan.

“Ng..Taemin..”

“Neh?”

“Aku…maksudku, jangan dengarkan apa kata-kata perawat diRS tentang ku apapun itu, kalau ada sesuatu kau bisa tanya padaku, mereka terkadang tidak tahu sepenuhnya apa yang mereka bicarakan..kau mengerti kan maksudku?’, tanya Minho, ya Taemin sangat mengerti, sama seperti Jonghyun dulu bilang, suster disana seperti acara gosip berjalan.

“Neh Hyung…”,

“Ya..aku hanya tidak mau ada omongan tidak baik saja, maksudku…ng..”

“Ya aku tahu Hyung, aku juga tidak terlalu menggubris omonagn mereka, aku tahu kau orang baik , karena aku tahu saja kau seperti apa…”, kata Taemin tersenyum, Minho menarik nafas, perlahan ia menarik lengan Taemin dan menuntunnya duduk disampingnya, Taemin menatapnya heran , Minho tersenyum dan merebahkan kepalanya di paha Taemin.

“Gomawo…aku ngantuk, biarkan begini sebentar..”katanya, tubuh Taemin kaku, ia menalan ludahnya ,. menatap Minho langsung dari atas , dan wah, sangat indah..benar tampan.

“Neh…”, jawabnya, Minho tersenyum,

“Kau hangat …terima kasih supnya, enak sekali…”

“Jinjja?”, tanya Taemin malu, Minho mendongak dan tersenyum.

“Jinjja…besok bisa buatkan kimbab saja?”, tanya Minho, Taemin tersenyum menunduk ke arahnya,

“Neh…bisa kok!”, balasnya tersenyum.

“Gomawo..” balasnya lagi, dan memalingkan wajahnya,

“Neh…”, Taemin memberanikan diri mengelus rambutnya, yang ia tahu perlahan ia dengar nafas Minho teratur, ia lihat sekilas dan tidak bisa tidak tersenyum, wajahnya tertidur lebih sempurna.

“Jumuseyo Minho hyung..”, bisiknya dan membelai rambutnya, perlahan ia juga mengantuk, ia rebahkan kepalanya di sofa.

Tidak lama setelah itu Minho membuka matanya, ia tersenyum, perlahan ia bangkit dari paha Taemin dan menatap sosok disampingnya yang tertidur, wajahnya yang angelic yang mulutnya terbuka sedikit, dengan cepat ia tangkap kepalanya yang ingin jatuh ke sofa , ia angkat sedikit bersama badannya dengan bridal style dan ia bawa kekamarnya.

Ia rebahkan perlahan dan menyelimutinya, “Jumuseyo Taeminnie…”, bisiknya dan ia kecup keningnya, jantungnya berdebar, sepertinya ia tidak akan menyesal hanya karena berpura-pura didepan semua orang untuk menikah dengan sosok didepannya, ia belai wajahnya, berharap sosok ini akan selamanya dengannya.

.

.

“Choi Minho…” sosok itu menatap cover berita utama dimajalah dan melihat sosok namja kecil satunya lagi.

“Taemin Taemin… aku pintar juga cari mangsa…”, kata sosok namja tinggi itu tersenyum licik,

“Tunggu aku , aku akan datang dan kita akan bersenang-senang lagi Taeminnie…”katanya terkekeh sinis dan meneguk sojunya.

CUT~

Tae hee hee hee hee…yes, im back, semuanya senang?!

ujian sudah berakhir, dan mungkin project FF yang itu akan dimulai! dan Yess , pilihannya jatuh di Teaser 3, teaser yang lain gimana? auk dah, ngantri aja yah? tae hee hee

Yees, aku buat dongho dan Jjong jadi pihak ketiga dan keempat, kekekekek~

OMO, siapa yang ada diakhir ini?bersenang-senang ngapain? main congklak?

HEI, RCL! AWAS KALAU CUMA NUMPANG BACA DOANG!!!

see ya!

165 thoughts on “[2min] Dearest part 5 of ?

  1. taemin cemburu???
    yeaaaahh tapi kok ming knpa ngga peka bangat tae cemburu..
    itu yg terakhir siapa?? kayaknya bkan dongho, tp siapa?

  2. huwaaaa taemin juga cemburu yah ama dongho, keterlaluan sekali sih bohongnya si dongho.
    dan oh ini apa? ada lagi masalah, dan ini dari pihak taemin, oh no….

  3. Ciye taeminho udah mulai cemburu”an ih sidingho apaan deh bidikin taemin drop ajah , itu siapa kok keliatanya punyak rencana buruk

  4. Di bagian terakhir itu siapa? please jangan jadiin Jonghyun sebagai orang ketiga selain Dongho.. semoga author menghadirkan jodoh Jonghyun di chap selanjutnya hhihihih

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s