[SHINee] Prince for Key’va mouse part 5 of ?


Foreword:

Lohaaa halooo tae hee hee … gue baca komen siapa gitu yah lupa “tae hee hee” tuh apa? ini gaya ketawa gue terbaru LOL gue ngepens abes sama Taemin dan Heechul appa dan aegya yang mirip ini,lol

Hei, ini part ke 5, dan gak tauk akan berakhir kapan, LOL, masih banyak banget FF ngutang dan ide gue gak ada habisnya, kenapa? karena AKU CINTA KALIAN SUUNDERS KU SAYANG :*
Buat gue, komen dan support kalian berarti banget buat gue, nambah semangat dan ide baru juga tentunya,

Well, ini gue post sambil iseng disela holliday gue di puncak, hahahaha…hebat kan? gue maish sempet post disela liburan gue, habis, gue bawa Notebook nganggur, sambil nikmatin bandung, sambil ngepost, sekali” jadi AGB(anak gauk bandung)*abaikan*

Oke, here it is🙂

Leave a comment, no bashing, just enjoy and read🙂, NO SR of course!KALAU SAMPI ADA SR TERUS DAN ADA SUUNDERS YANG SERING KOMEN GAK KOMEN, BAKAL GINI JADINYA
┒(‘o’┒) LOE, (┌’,’┐) GUE = ┒(⌣˛⌣)┎ END

 

by: Pervy^Sanniew (ganti nama) tae hee hee :p

.

.

.

.

“Terus…kita punya rencana apa Onew? kita udah duduk di taman ini selama 1 jam, dan aku udah habisin pokky sebanyak 2 bungkus dan 3 kaleng coke..”, kata Key kesal mengayunkan ayuananya maju mundur.

Onew menerawang ke langit, seakan minta ilham dari sana, dan benar..dia seperti mendapat pencerahan dari dewa.

“Hei Key, kau percaya orang pinter?”, tanya Onew.

“Orang pinter? dosen? guru? ilmuan? teruss…”

“Ish, bukan itu maksud ku…”,

Key berhenti mengayun dan menatap kearah Onew, Onew menatap Key serius, “Cenayang Key…cenayang itu kan ‘orang pintar’?!”, Key yang mendengar hal itu langsung menganga, are you kidding?

“Onew, nggak ada ide yang lebih baik lagi? jaman sekarang masa percaya begitu, ini udah tahun 200o Onew..”, erang Key kesal mendorong pundak Onew, Onew berdecak.

“Ya aku tahu… tapi setidaknya dicoba dulu siapa tahu berhasil?gimana?”

Key menimbang-nimbang, kalau hanya cara itu yang bisa dengan cepat melepaskannya dari kutukan kenapa tidak?
“Oke lah… kapan kita ke cenayang?”, tanya Key. Onew tersenyum, ia menarik Key berdiri dan berjalan keluar taman menuju mobilnya.

“Kemana?”, tanya Key, Onew berdecak.

“Ya ke cenayang lah, aku tahu tempatnya…”

Key hanya mengerutkan alis, tahu tempatnya? Onew suka main dukun? omona~~

.

.

PLAN B

Mobil Onew memasuki sebuah perkampungan, well… tempatnya memang agak dalam dari sudut jalan besar, dan sesuai ingatan Onew ada petunjuk jalan kecenayang itu disudut jalan, tapi ketika melewatinya menunjukkan 500 meter lagi , nyatanya tidak ada apapun, yang ada hanya tanah kosong yang luas banget.

“Jangan-jangan ini kuburan Key?”, desis Onew.

“MWO?!”, teriak Key panik.

“Habis sepi sekali…”

“Jangan bicara macam-macam deh Onew…”, Key mencubit lengan Onew, Onew mendesis.

“Sorry..”,

Tidak lama mereka berhenti disudut jalan, ada belokan dan memperlihatkan jalan yang cukup dilewati satu mobil, dan disekeliling nya hanya ada pohon bambu dan juga ilalang tinggi. Key dan Onew bertatapan, saling memberikan isyarat mata apakah mereka akan masuk kesana, tanpa berdebat Onew membelokkan mobilnya dan masuk kedalam jalan itu.

Gelap…Key berkali-kali melihat kekanan dan kiri, tidak ada apapun, dammit hari sudah mulai gelap..

“Onew… kau tahu pohon bambu digunakn buat apa saat jaman perang?”

“Buat menandakan kuburan..”, jawabnya, “Jangan ngomong ngasal Key ditemoat asing..”, cecar Onew, Key menutup mulutnya, benar, lebih baik bungkam

Tidak lama mereka berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar bergaya kuno, mereka turun dan merasakan angin bertiup kencang, Key berjalan mendekat ke arah Onew dan menarik lengannya, mereka saling melihat ke sekitar.

“So creepy..”, bisik Key, Onew hanya mengangguk, dna mereka berjalan mendekat ke arah rumah itu, ketika mereka sampai didepan pintu.

“Masuk!”,

Mereka terkejut dan saling menggenggam tangan , Key dan Onew bertatapan.
“Kenapa dia tahu kita datang?”, tanya Onew.

“Kau ingat , dia ‘orang pinta’?”, tanya Key mengutip kata-kata Onew, Onew hanya mengangguk dan berjalan menuju pintu kayu, mereka menelan ludah, Key mengeratkan tangannya di lengan Onew.

Suasan gelap, berwarna merah dan terang dengan lilin, dikelilingi lampion yang bukan berkesan unik malah menyeramkan, bau dupa sangat menyengat, ada bawang putih bergelantungan, mantra tertulis di kertas ditempel ditembok dan dimana saja.

“Duduk…”, Key terperanjat, ia tidak tahu sudah berada didepan cenayang itu, Onew menariknya dan duduk disammpingnya.

“A-annyeong…”, sapa Onew.

“Ya …”

“Ini…saya dan teman saya mau..”

“Mau minta jimat untuk memikat namja kan?”

Onew dan Key lagi-lagi bertatapan.

“N-neh..”, jawab Onew.

Cenayang itu menatap Key lekat, Key menggenggam tangan Onew erat, Onew mengelusnya pelan menenangkannya.
Kemudian cenayang itu menyipratkan air ke wajah Key, Key memejamkan mata.

“Uuh..Onew..aku sudah mandi ..”, bisiknya, Onew menyuruhnya diam dengan menunjukan jari telunjuk di bibirnya sendiri.
Dan lagi, cenayang itu kali ini menyiramkan bunga ke arahnya.
“Uh..aku juga pakai sabun mandinya..”, bisik Key, kali ini Onew angkat bicara.
“Kau diam saja, ini hanya prosesnya saja..”, katanya, Key hanya mendengus.

“yah!diam kalian!”, Key dan Onew terperanjat, sontak mereka diam dan menunduk.

“Ini…”,
Cenayang itu menyerahkan sebungkus bunga entah apa pada Onew.
“Gunakan ini setiap mau mandi …”, katanya , Onew hanya mengangguk.

“Hanya ini saja? tidak ada syarat apapun?”, tanya Onew.

Cenayang itu mengangguk , “Ya hanya itu, administrasinya bisa kau urus diluar.”,

Onew dan Key mengedipkan matanya, diluar? seingatnya tidak ada siapapun tadi, dengan sigap Key menarik Onew untuk berdiri , ia tidak mau lagi berlama-lama.

“Gamsahabnida..”, kata Key dan menarik Onew.

.

Key diam saja, dia tidak bicara selama perjalanan pulang, Onew mulai menerka apa yang dipikirkan sahabatnya itu, sesekali ia menoleh, namun ia tidak bisa mengajaknya bicara, mungkin lebih baik diam sesaat dulu, karena disisi lain Onew merasa sudah lelah juga.

“Key…Key…”, Onew menyenggol tubuh Key yang tertidur, Key mengerang dan membuka matanya, ia menguap menatap Onew lekat.

“Dimana kita?’, tanyanya, Onew tersenyum.

“Sudah sampai rumah..” menunjuk rumah Key , Key mengangguk, dia membuka seatbeltnya.

“Key tunggu…”,

Key menoleh, Onew menyerahkan bungkusan bunga itu padanya.
“Ini jangan lupa digunakan yah…”, kata Onew,Key dengan berat hati mengambilnya dan menatapnya dengan malas.

“Kenapa?”tanya Onew.

“Sekarang aku mau tanya, apa khasiatnya ? dan apa ini akan berpengaruh buat aku?”, tanya Key, Onew menarik nafas.

“Jonghyun akan suka padamu.”

Key menatap Onew kesal, “Aku tidak akan pernah suka pada Jonghyun, dan aku juga tidak ingin jatuh cinta sedikit pun sama dia!”, Key berteriak dan menatap Onew geram, ia lelah…ia sudah tidak mau lagi, percuma, ia merasa menjadi boneka, berusaha setengah mati untuk membuat orang yang ia benci suka padanya, what a joke!

“Key…tapi ini salah satu cara supaya dia suka padamu.”, kata Onew tenang.

“IYA, tapi tidak dengan cara ini! aku seperti boneka Onew..aku tidak mau dicintai dengan cara ini.”, katanya sedih, ia menagan tangisnya, Onew menarik nafas kesekian kalinya, ia rangkul sahabatnya itu.

“Key…kita tidak punya cara lain. Tugasmu adalah menghapus kutukan keluargamu, bukan untuk mencari pangeranmu sendiri..”, balas Onew, dan itu sangat berefek pada Key, Onew benar..dia selalu saja egois.

“Kenapa ini harus terjadi padaku?”, tanya Key menahan isakannya, Onew tersenyum dan mengelus kepala Key.

“Karena kau orang baik, sangat baik, dan kau orang terpilih Key, ingat itu, kau istimewa..”, kata Onew, Key menoleh, Onew tersenyum mengangguk padanya, senyum itu, sekali lagi, dari dulu hingga saat ini, Key tahu hanya itu yang membuatnya semangat, dan entah kenapa selalu berefek padanya. Sampai saat itu, dia tidak tahu yang ia rasakan.

.

.

Key masuk kedalam ruang seni, ketika ia lihat Jonghyun masuk kedalam sana, kali ini ia ingin membuktikan apa kata cenayang itu, biasanya ia cuek saja, namun kali ini, dia duduk disudut ruangan dan melihat Jonghyun yang sedang memainkan gitar, Key membuka partitur lagu dan memperhatikannya, sengaja tepatnya…dan yang dilihat pun akhirnya sadar, namun apa…Jonghyun hanya melihatnya terus menerus tanpa melakukan gerakan sedikit pun menghampirinya atau menegurnya, atau bahkan senyum,Key yang kesal bangkit dari duduknya dan berjalan keluar, percuma…cara ini bullshitt! PLAN B, gagal!

.

Jino berhenti dan hendak berteriak dengan orang yang baru saja menabraknya, siapa dia? sepertinya dia kenal.

“Siapa dia?”, tanyanya pada Yoseob disebelahnya,

“Nuguya?”

“Itu..yang tadi menabraku, sepertinya tidak asing..”

“I dunno..”, katanya Yoseob cuek, Jino hanya mengangkat bahunya. “Tapi seperti…ah tidak mungkin …”, Jino memutar bola matanya dan menghampiri Jonghyun, duduk disebelahnya , Jonghyun hanya tersenyum simpul dan memainkan gitarnya lagi tidak perduli.

“Hai Hyung…malam ini ikut karaoke kan?”, tanya Jino manja, Jonghyun menggeleng.

“Aku sibuk, ada latihan band.”, balasnya,

“Aku boleh ikut?”,

Jonghyun menatapnya mengerutkan alisnya, “Kau bahkan bukan manager band ku, tidak usah.”tanpa pamit Jonghyun langsung berdiri dan meninggalkan Jino.

Jino menganga, ia merutuk sendiri,
“Buat apa kau selalu mendekatinya, dia itu sedikit sombong, dan banyak yang mengincarnyakan? jadi jangan heran kalau kau ditolak.”

Jino menatap Yoseob kesal, “Aku cinta padanya, kau tahu?!”,

Yoseob berdecak, “Tapi aku rasa Jonghyun hyung lebih mencintai namja yang tadi.”, Jino tambah kesal.

“Tidak ada yang boleh mengambil Jonghyun, you got it?!”, cecar Jino, Yoseob mengangguk dan mengangkat tangannya menyerah.

.

.

“Sepertinya tidak ada kemajuan Onew..”, kata Key mengaduk lasagna-nya yang penuh dengan lelehan mozarela. “Aku sudah mandi dengan buang yang baunya ..iuwh…tapi apa? dia menegur ku saja tidak, percuma sepertinya, cenayang itu bullshitt!”, cerca Key,Onew mengangguk,

“Ya juga…”, hanya itu jawaban Onew.

“Kita berhenti saja ya Onew..”,

“JANGAN, Key. Ulang tahun mu tinggal sebulan lagi, dan kita masih punya banyak waktu untuk pikirkan cara selanjutnya.”, balas Onew.

“Terus apa? aku sudah merubah warna rambut ku, cara pakaianku, dan bahkan ke cenayang, tapi dia tidak perduli juga padaku… Apa aku buka baju saja didepannya?”, tanyanya asal.

“HAH?ANDWE!!”, teriak Onew panik.

Key memutar bola matanya, tentu aja itu tidak akan dia lakukan, itu akan dia lakukan jika amat sangat dan tidak ada cara lain, sampai ia meninggalpun cara itu tidak akan ia lakukan.

Onew melihat Key semakin gloomy, dia langsung memikirkan cara diotaknya.
“Oh, Key…begini..”, Key mendongak, “Menurut teori dalam dongeng, dia itu pangeran dan kau itu namja malang. Memang tidak mungkin dia jatuh cinta hanya karena melihatmu saja, puluhan bahkan ratusan dan ribuan namja dan yeoja mengantri jadi calonnya. Tinggal pilih.”

“Terus…?”

Onew tersenyum, “Biasanya pangeran itu akan menoleh jika namja atau yeojanya itu menjadi pahlawan untuknya. Kita pakai cara klasik.”, Onew bangga menemukan ide ini.

“Apa lagi?”

Onew diam saja, tapi dari ekspresinya ia seperti punya ide. Key tidak bisa membayangkan ide apa itu.

.

.

Taemin duduk diam dikursi dan tangannya sudah dingin, jantungya berdebar tak karuan, sekelilinginya tidak hentinya banya yang berbisik, dia bahkan bisa dengar apa yang mereka katakan, dia punya kelebihan lain selain bicara dengan cupidnya, dia bisa mendengar omongan tentang dirinya dari mulut orang lain, tapi..hanya omongan baik, entah kenapa jika orang berpikir jahat dia malah tidak tahu…kata cupid, itu adalah kelebihannya, karena telinganya tidak tercemar dengan omongan tidak baik dari mulut orang.

“Hei Taemin … sedang apa? kau sudah sembuh?’tanya seorang namja kekar dan dua temannya,

“N-neh…sudah…”, jawabnya hampir berbisik, dammit…dia ingin cepat keluar dari ruangan itu.

“Kau yakin? tapi kau pucat…?”,katanya ingin menyentuh wajah Taemin.

“Hei…jauhkan tanganmu GD..”, sebuah suara bass besar membaut GD menoleh, Taemin sontak wajahnya cerah, Minho..

“M-minho hyung…”,

Minho tersenyum dan menarik lengan Taemin berdiri,”Maaf lama, ada yang harus aku urus di club.”, kata Minho, Taemin hanya mengangguk, Minho meminggirkan GD dan juga namja lain yang mengerubungi Taemin sejak tadi.

“Kua tidak apa-apa?”, tanya Minho menyuruh Taemin duduk di bangku taman , Taemin mengangguk.

“Kau sudah sehat?”, tanya Minho khawatir, Taemin tersenyum,Minho balas tersenyum.

“Gomawo Minho hyung,tapi kau tidak usah mengawasi ku kemanapun, aku tidak apa-apa…walau itu sering terjadi..”, kata Taemin terkekeh, ya benar, terkadang tubuhnya sering drop sendiri, mungkin efek …dia menarik nafas, berapa lama lagi dia harus mencari Flaminho?

“Kenapa? kau tidak enak badan lagi?”, Minho yang melihat Taemin menarik nafas menjadi panik. Taemin menggeleng, “Taemin, kalau kau tidak enak badan kau bisa katakan padaku, aku sudah janji akan menjagamu kan?’, katanya serius, Taemin berdebar, duh…dia tidak boleh punya rasa dengan orang lain, dia tidak ada waktu , waktunya hanya untuk mencari flaminhonya..

“Taemin…”, panggil Minho.

“Hmm?”

“Wajah mu saat pingsan kemarin sangat aneh…bibir mu biru dan berkeringat , tapi dokter tidak mengatakan ada pemyakit apapun? kau yakin tidak apa-apa? dan …katamu itu sering terjadi.”, tanya MInho,Taemin berdecak.

“Yah… dari dulu memang fisik ku lemah, aku sering pingsan jika kurang air..dan aku tidak tahu efeknya begitu.”, katanya, karena aku akan berubah jadi ikan jika tidak minum air banyak , hanya air yang menolongku tetap hidup dan tidak merasa kering.batinnya, itulah kenyataannya, dan tentu itu aneh… itulah nasibnya.nasibnya akan terus menjadi ikan jika ia tidak segera menemukan Flaminho dan menyatakan cintanya, lagi… sama seperti dulu, ketika Flaminho meninggalkan kahyangan dan tidak akan kembali.

“Taemin…hei Taemin…”

“Ah neh?”,

“Kau dayderaming..”,

“Oh..hehehe…mianhe Hyung…”

“Oh…besok olahraganya berenang kan? kau ikut?”,

Taemin terbelalak , “JINJJA?!”, Teriaknya, Minho menutup kupingnya,

“M-mianhe ..,mianhe…”, Taemin terduduk malu, uuh…dia malu sekali, dia setiap mendengar kata berenang dia senang sekali. Dan point pentingnya adalah, saatnya dia mencari tahu apakah Flaminhonya ada disalah satu teman kelas olahraganya.

“Kenapa kau sepertinya senang sekali?”tanya Minho berdecak. Taemin terkekeh, dia tersenyum lebar pada Minho.

“Aku suka berenang Minho hyung…”, katanya tersenyum tambah lebar.Minho tidak bisa menahan senyumnya, ia rangkul pundak Taemin gemas.

“Kau lucu sekali..”, bisiknya, dan wajah Taemin memerah, diam diam dia senang…peduli amat dia harus berpikir siapa Flaminho, dia berharap dan hanya berharap, andai itu Minho hyung…mungkin akan lebih mudah. Kenapa takdirnya sulit sekali Tuhan?

.

.

PLAN C

Key turun dari bis dan berjalan menyusuri trotoar, dia cemberut, karena tiba-tiba Onew pergi tanpa pamit dan membiarkannya pulang sendiri, tapi tidak masalah, toh tidak selamanya ia harus bergantung pada Onew.

Seperti biasa ia harus lewat gang sempit didekatnya, ia mendengar ada suara keributan, dia cuek saja, karena ia pikir itu pasti bukan Onew, kalau Onew dia pasti sudah meraung-raung digebukin oleh preman itu. Namun sekilas ia menoleh, melihat siapa yang kena sasaran.

“JONGHYUN!!”, Teriaknya panik, dia langsung menerjang berandalan itu semua, dan seperti dulu menhajar mereka demi Onew mereka lari terbirit-birit.

“Kau…tidak apa-apa?”, tanya Key, Jonghyun diam saja, dia malah memperhatikan Key.

“Kau bisa berdiri, kita obati dulu lukamu dirumah ku yah? rumahku dekat dari sini…mau?”, tanyanya lagi, lagi-lagi tidak dijawab, Key jadi salah tingkah ditatap lekat begitu, namun ia bersikap wajar.

“Ayo..kau tidak bisa disini terus, lukamu bisa infeksi..”, akhirnya Jonghyun mengangguk dan berusah berdiri.

“Kau naik mobilmu, ikuti aku ..”, kata Key menyuruh Jonghyun masuk kedalam mobilnya.

“Kenapa tidak ikut saja?”

“Tidak usah..”, hanya itu jawaban Key, dan ia mulai berjalan dengan Jonghyun dalam mobilnya.

.

Sesampainya dirumah Key masuk mengambil anduk basah dan baskom berisi air hangat, ia menggampiri Jonghyun yang duduk di bangku depan rumahnya. Kali ini ia benar-benar gugup, tidak tahu harus berbuat apa, jika ada Onew, mungkin dia sangat tahu apa yang sebaiknya dilakukan, mengingat Onew selalu dibalik semua gerak-geriknya selama ini, namun sekarang, ia harus mengatasi tatapan Jonghyun sendiri dari tadi dan mengatasi nervous nya.

“Tidak usah melihat seperti itu, rumah ku memang jelek.”celetuk Key dingin berusaha membuka pembicaraan.

“Tidak.”, balas Jonghyun.

“Pasti kau kaget aku tinggal disini, murid sekolah elit tinggal disini..”, celetuk Key, sengaja ia ingin tahu seberapa sombongkah Jonghyun.

“Tidak, aku bukan sensus penduduk Korea yang harus peduli semua orang harus tinggal dimana dan kondisi seperti apa.”, katanya cuek, Key berdecak.

“Ternyata kau bisa melucu juga, aku pikir kau hanya bisa mengejek dan tidak bicara dengan orang yang ‘populer’,”, sindir Key.

“Hah?”,

“Ani lupakan…aku hanya berpikir kau dan geng mu itu terkadang terlalu kapitalis, hanya bicara pada orang yang menurut kalian populer, padahal masih banyak teman lain yang juga menyenangkan.”, kata Key lancar, mumpung ada salah satu biang nya, dia berbicara.

“Maaf..”, kata Jonghyun, Key tersenyum.

“Tidak perlu minta maaf, aku mengerti, itu bukan sebuah kemauan kan kalian bersikap begitu, mungkin itu sebuah kenyamanan yang kalian ciptakan, tapi kalau kalian lebih royal ke yang lain, mungkin akan lebih menyenangkan, tidak ada perbedaan dimeja kantin, dan lebih berbaur. terlihat lebih menyenangkan dan juga terlihat bahagia.”, kata Key tersenyum.

Jonghyun semakin lekat memperhatikannya, Key tahu akan hal itu, dengan gugup dia peras handuk dari baskom dan ketika ingin membasuh wajah Jonghyun dia terpaku, mata Jonghyun menatap mata kucingnya, dia gugup setengah mati, entah kenapa ia baru sadar, Jonghyun benar mempunyai karisma yang lumayan waw..dan tepat saat itu juga Key jadi gugup dan tidak tahu harus berbuat apa.

Melihat Key hanya diam, Jonghyun mengambil handuknya membersihkan wajahnya sendiri, Key langsung menjauhkan tubuhnya.

“Gomawo atas bantuannya..”, kata Jonghyun.

“Itu bukan apa-apa..”, jawabnya.

“Itu berarti buat ku, Oh kau punya kaca? aku tidak tahu dimana..”, katanya menunjuk lukanya , Key mengerti, dengan cepat ia memgambil handuk itu lagi dan membersihkan lukanya, Key tidak menatap wajah Jonghyun, dia tahu bahwa Jonghyun sedang menatapnya sambil tersenyum simpul. Debaran jantungnya semakin tidak karuan.

“Aku ambil obat antiseptik dulu.”, Key berdiri dan langsung masuk kedalam rumah lagi, ia pegang dadanya, kenapa dia hanya ditatap dengan mata itu dia berdebar?apakah dari dekat?

“Siapa Key?”

“Omo!umma~!”, desis Key kaget.

“Siapa tamunya?”

“Jonghyun.”

“MWO hmph?!”

“Umma..berisik, dia baru saja dipukulin preman,dan aku menemukannya, jadi aku mau berikan obat dan habis itu dia pulang, umma jangan macam-macam, dan tetap disini, jangan keluar.”, kata Key. Ummanya hanya tersenyum girang dan menunjukkan jempolnya.

.

“Ini obat lukanya, mau kamu pakai sendiri atau..”

“Kalau tidak keberatan kau bisa bantu aku kan?”,

Key mendesah, kuatkan dia ya Tuhan..dia harus menahan nafasnya mengoleskan obat diwajah tampan Jonghyun.

“Aku Jonghyun.”, kata Jonghyun mengulurkan tangannya, Key menyambutnya.

“Aku Kim keybum,Key panggilan ku disekolah kalau kau bertemu panggil aku Key saja.”,

“Pasti aku panggil.”, katanya, Key hanya tersenyum sekilas.

“Obat ini boleh untuk kamu, sayang sekali kalau wajah tampan kamu luka begini tidak diobati.”

“Tampan?”

Key terkejut, lidahnya kepeleset memuji Jonghyun, “Ngg…maksudku, aku tidak perduli wajahmu tampan atau jelek, asal sifatmu baik, maka itu akan mencerminkanmu, bukan hanya dari tampang atau dari apapun untuk menilai orang lain.”, kata Key.

Jonghyun semakin kagum, dia entah kenapa tidak bisa berhenti tersenyum dan berusaha melihat ke arah mata Key. Pertemuan singkat itu tanpa Key sadari membauhkan kemajuan yang baik untuknya.

.

Key berlari ke arah rumah Onew ketika Jonghyun pergi dari rumahnya, tidak ada siapapun, kata pengurus rumahnya dia keluar dan tidak membawa mobilnya , pakaiannya juga santai, Key tahu kemana Onew pergi, dengan cepat ia berlari ke taman. Dan benar, Onew sedang duduk di ayunan tempat biasa mereka.

“Onew!”, panggilnya, Onew menoleh dan melihat Key datang dengan nafas tersengal, Key duduk didepan Onew seenaknya, tidak perduli bajunya akan kotor.

“Tebak siapa yang baru dari rumah ku, kau pasti tidak akan percaya!”, kata Key semangat.

“Jonghyun.”, balasanya. Key menganga.

“Loh kok kau…oh, jangan-jangan kau yang menyuruh preman itu..”, Onew mengangguk.

“Omo Onew, kenapa tidak bilang, tadi aku menghajar mereka dengan serius…”, kata Key panik, Onew hanya tersenyum miris.

“Sudah aku bayar lebih mereka..jadi gimana kabarnya kau dengan pangeran dino itu? berhasil? dia sombongkah? atau bisa bicara akhirnya?”, tanya Onew.

“Ya, dia bisa…kita bicara banyak, dan dia juga lucu Onew..aku rasa dia tidak seburuk yang kita selama ini duga..”

“Terus?”

“Kami bertukar nomer ponsel.”

“Bagus, berarti rencana kita berhasil.Dai tertarik padamu sekarang.”, jawab Onew yakin.

Key juga tersenyum yakin, namun ia sadar sesuatu, ia tatap Onew lekat. “Onew..kenapa kau mau melakukan semua ini?”

Onew menatap Key sekilas , ia berdiri “Kau sahabatku Key…” jawabnya pelan.

“Jadi karena itu kau membantu ku?”

“Kalau kau bahagia, aku akan bahagia, bukannya itu gunanya sahabat, selalu ada ketika senang dan sedih?”, tanya Onew.

“Tapi kau berteman dengan tikus Onew, tikus yang jorok dan bau..”

“Menurutku kau wangi, seharum bunga ..”, jawabnya tersenyum simpul. Dan mengulurkan tangannya menyuruh Key berdiri.

“Sahabat?”, tanya Key kecewa. Onew hanya mengangguk,dan mereka berjalan menuju rumah masing-masing.

Dijalan Key berpikir, ia cerna perkataan Onew barusan, menjelaskan status mereka selama ini, sahabat…dia kenapa merasa kecewa menerima kenyataan itu? apa yang sebenarnya terjadi? dan kenapa juga saat Jonghyun menatap matanya lekat? apa itu cinta? ia tidak tahu pasti yang mana itu cinta? sampai saat itu pun, Key tidak tahu apa yang ia rasakan.

.

.

“Jino…lihat..”, kata Yoseob menunjuk dengan dagunya di arah gerbang.

Key dan Jonghyun keluar dari dalam mobil yang sama, kali ini pagi hari Key berubah, tiba-tiba Jonghyun sudah didepan gerbang nya berbicara dengan ummanya dan appanya meminta ijin berangkat bersama dengan nya, Key yang tahu akan hal ini akan terjadi hanya mengikuti alurnya saja, termasuk dia siap dijadikan bahan gosip satu sekolah, termasuk Jino.

“Annyeong Jonghyun hyung…”, sapa Jino ketika Jonghyun dan Key lewat, Key diam saja dan tidak menoleh terus berjalan cepat, Jonghyun hanya tersenyum dan dengan segera menjajarkan langkahnya dengan Key.

“Benar kan dia suka pada namja itu?”, tanya Yoseob. Jino mendesis.

“Aku akan cari tahu siapa dia, Jonghyun hyung hanya milikku!”, desisinya, Yoseob hanya menarik nafas.

.

.

Bukan hanya Jino yang merasa terganggu dengan kedekatan tiba-tiba Key dan Jonghyun si kapitalis itu. Onew sedang duduk di teras Key menunggu temannya pulang sekolah, karena ia janjian akan bertemu dirumah karena Onew pulang duluan. Ia lihat sekeliling rumah Key, bersih, tidak seperti dulu..tapi entahlah, sekarang malah membuantnya tidak nyaman. Dan itulah yang ia ingin katakan pada Key, bahwa dia merasa tidak suka melihat kedekatan mereka, ia ingin jujur pada dirinya sendiri dan kepada Key.

“Kau sudah makan Onew?”, tanya ummanya Key.

“Neh sudah ahjumma..”, katanya

Ummanya duduk di bangku sebelah Onew,

“Onew, terimakasih yang sudah mau membantu Key selama ini..”

“Neh ahjumma, Key juga sering membantu ku…”,

“Ya, aku senang sekali, tadi pagi dia menjemputnya untuk kesekolah, semoga perkembangannya lancar,gomawo Onew..”,

Onew hanya tersenyum miris.

Umma Key melihat ada yang lain dari Onew, “Onew..sebenarnya ahjumma lebih senang kau dengan Key yang bersama, tapi aku mengerti keadaannya kan? mereka harus bersama dan ditakdirkan seperti itu. Cuma itu satu-satunya cara untuk menghapus kutukan itu.”,

“Neh Ahjumma..”, kata Onew terpaksa mengatakannya, percuma, ia langsung luluh melihat senyum kegembiraan umma Key, dia hampir saja egois, egois pada dirinya sendiri, dan juga Key dan seluruh keluarga Keyva. Dan ia tahu, seberat apapun itu , yang terpenting sampai saat ini adalah dia perduli akan perubahan Key.

.

Seperti malam itu, Onew hanya memperhatikan Key berkutat berkali-kali tidak nyaman dengan yang ia pakai, ia mengetahui bahwa mereka akan makan malam dengan Jonghyun itu berdua, dan Onew merasa jengah karena melihat Key harus bersolek demi si kapitalis itu.

“Kau ikut saja ya Onew..”, pinta Key terus merapikan rambutnya.

“Mana mungkin aku ikut orang kencan?’, tawanya yang dipaksakan, Key menoleh.

“Tapi kan cuma makan di tempat biasa, tidak direstoran mewah kok, jadi seperti restoran biasa saja, nanti kau kuperkenalkan sebagai temanku, pasti tidak apa-apa..”, kata Key, Onew menggeleng lagi. Key mengangkat bahunya, ia tidak lagi perotes dan membujuknya, sekarang lebih sibuk mematut dirinya dicermin.

Key membuka lagi mantel bulunya , memperlihatkan bajunya yang potongan pundak rendah memperlihatkan bahunya yang mulus, Onew melengos, ia tidak percaya Key akan begitu mempesona.

“Aku sudah tampan kan? am i hot? heheheh..”, ledeknya, Onew berdecak.

“Sudah..nanti..kau lepas mantelnya?”,

“Iya , diruangan tidak mungkin pakai mantel bulu kan?”, Key berdiri tersenyum didepan Onew berkacak pinggang. Onew mendongak dan menatapnya lekat.

Ia pandangi lekat tubuh Key, tangan nya, pinggangnya, dan tentu saja makan malam yang romantis, seorang Jonghyun mungkin akan persiapkan yang terbaik , si kapitalis itu beruntung! makinya, dengan cepat ia menggelengkan kepalanya,

“Omo , Onew mworago?”tanya Key bingung.

“Ah ani…aku mengantuk, aku pulang saja, semoga sukses..”katanya segera ambil langkah seribu.

Key hanya bisa menatapnya heran, “Mengantuk? ini baru jam 7 malam?”, tanyanya bingung.

.

.

Key dan Jonghyun duduk di taman dekat rumah Key, mereka habis makan besar dan rasanya perut mereka penuh sekali, tenyata banyak hal yang tidak Key tahu, bahwa sebenarnya Jonghyun menyenangkan.

“Tidak ada yang marah kau pergi denganku?”

“Ada.”

“Siapa?”

“Appa.”

“Kenapa?”

“Ya karena kalau kau mengantarku lewat tengah malam dia akan ngamuk, dia masih overportect padaku, padahal aku namja.”

“Itu bagus, namanya dia sayang padamu..”

“Yeah..”

Kemudian mereka diam, saling memandang kelangit.”Hei Key, percaya ramalan bintang?”, tanya Jonghyun, Key berdecak.

“Aku tidak tahu kau suka hal begitu?”

“Memang kau tahu aku?”

“Aku hanya tahu kau sikapitalis dengan sekelompok orang populer disekolah .”

“Tapi aku tidak pernah melihatmu?”

“Kau melihat tapi tidak benar-benar melihat Jjong..kau tidak memperhatikan. Dan kau lebih sibuk dengan para naja dan Yeoja yang ada disekitarmu.”

“Mereka cuma teman Key, kau memperhatikanku?” katanya tersenyum ingin tahu.

“Kau terlihat Jjong, bukan berarti aku memperhatikan.”, ralat Key dengan cepat.

“Lalu, menurutmu apa ramalan bintang itu bisa dipercaya?”, sambung Jonghyun membuka obrolan tadi.

“Tergantung, mungki selalu kesoal cinta..terkadang didongeng pun banyak, seorang pangeran datang menemui putri malang dan mereka dipertemukan karena takdir, hanya dengan kiss mereka bisa bersama, kenyataan tidak ada seperti itu.”, jelas Key, Jonghyn terkekeh.

“Kenyataan tidak lebih baik kan?”

“Tidak juga.”

“Lalu … ?”

“Kau bisa jadi pangeran untuk seseorang yang kau sukai , tidak harus menerobos hutan belantara, naik kuda putih, berperang dengan pasukan musuh, atau membebaskan dari kutukan nenek sihir, raksasa, naga, atau lainnya …”,

“Dengan cara?”

Key tersenyum. “Kau telpon dia, tanyakan apa yang ia lakukan saat itu. tanyakan kabarnya, berikan kejutan manis, dengarkan ceritanya, dan mencintainya. Itu hal yang cukup untuk jadi pangerannya.”, kata Key mantap, Jonghyun tersenyum lebar, ia tidak tahu sisi ini.

“Dimana letak takdir cintamu menurutmu?”, tanya menatap langit sambil berdecak.

“Mungkin …dihatimu Jjong?”, jawabnya lirih.

Jonghyun terkejut, dengan cepat ia menoleh ke arah Key dan menatapnya lekat.

.

.

Onew duduk di terasnya dan memandang ke halamannya dengan kesekian kalinya menarik nafas, bosan…

“Tuan, sudah malam..tidak masuk?”,tanya butler setianya.

“Nanti saja Tuan park..”,

“Tuan kenapa? kangen dengan Appa dan umma Tuan?”,

Onew berdecak, “Aku sudah lupa bagaimana rasanya kangen dengan mereka saking mereka sibuk dengan pekerjaannya.”, katanya,

“Lalu? Tuan bisa cerita semuanya padaku, oh, Tuan juga tidak main kerumah Key?”

“Ani.”

“Kenapa? bertengkar?”

“Ani.”

“Ditolak?”

“ANI! AISH, kau ini, sudah lah , aku tidak pernah naksir dengannya mana mungkin aku ditolak!”, bentaknya dan masuk kedalam rumah, Butelrnya hanya menarik nafas, begitu saja marah, jelas itu benar adanya.

.

.

“Model rambut mu kurang keren …”, kata Jonghyun.

“Masa?”,

“Iya..sini..”, Jonghyun mengelurkan tangannya dan mengacak rambut Key,

“YAH! aaah…aku sudah men-dry-nya lama …kenapa kau rusakk.aisshh…”, erang Key, Jonghyun hanya tertawa, Key mencibir.

“Sini!”

“Aaah…yah Key yah!”

“Ahahahahaha…lihat, rambut mu seperti dinosaurus!”

“YAH! sini kau!”

Akhirnya mereka saling perang mengacak rambut , sampai pada..

“Aah..”

“YAH Key!”,

Key terpeleset dari dudukan ayunan dengan cepat Jonghyun menangkapnya dan mereka terekejut, wajah mereka berdekatan. Key menelan ludahnya, mata mereka saling menatap. tinggal beberapa centi lagi bibir mereka bersentuhan dan semua akan berakhir.

“Key…”, bisiknya sambil mengelus pipi Key, Key diam saja, dia panik, melihat Key tidak bergerak , Jonghyun seperti mendapatkan sinyal oke darinya , namun ketika ia ingin menciumnya Key mendorong tubuhnya perlahan, ia maish belum siap..tidak sekarang, ditoalk seperti itu Jonghyun hanya bisa berdeham mencairkan suasana,dan mereka berjalan ke mobil Jonghyun, karena hari juga sudah malam.

.

“Terima kasih makan malamnya..”, kata Key tersenyum.

“Neh, kapan-kapan mungkin kuta bisa having fun lagi..”, kata Jonghyun menarih tangan Key dan mengelusnya, Key tersenyum miris menatap tangannya.

“Kapan-kapan?”tanya nya menyindir.

“Besok?”

“Mungkin, aku minta ijin appa dan umma…”, kata Key.

“Aku yang akan minta ijin..”

“Terserah kau saja..sudah yah, gomawo Jjong …”, namun tangan Key tidak dilepaskan, Key menunduk melihat tangannya, perlahan ia tarik , namun Jonghyun hanya tersenyum padanya. Dan Key turun dari mobilnya. Dan setelah melambai Jonghyun melacu mobilnya. Key pandangi mobilnya dari jauh, ia menarik nafas, seharusnya malam ini bisa selesai dengan baik, namun…entahlah dia harus senang atau kecewa?

CUT~

Tae hee hee hee hee… gimana? kurang puas? masih panjang partnya, mungkin sampai 10 hahaahaha

Sorry theres many wrong typo!

2minnya dikit aja yah? ini kan fokus onkeyjjong🙂

OKE, KALIAN, RCL KALAU NGGAK

┒(‘o’┒) LOE, (┌’,’┐) GUE = ┒(⌣˛⌣)┎ END

SEE YA🙂

69 thoughts on “[SHINee] Prince for Key’va mouse part 5 of ?

  1. Kasian onew T.T
    Itu pasti key ga mau dicium soalnya cintanya ama onew khan??iya khan? *sotoy
    Aaaahhh….semoga takdir menjodohkan onkey biar mereka bisa bersama (ˇʃƪˇ), dan jonghyunnya buat aq *plak *yanginingarep (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)
    Aaaah…lanjut aja,penasaran…

  2. uuuuhhh keymma udh berubah jd rupawan dan menawan y?! aaaa kesain onew appaT.T bgmn crx agar takdir itu jd OnKey?!

  3. Pingback: Intimate Baby « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  4. Wow aku paling suka adengan waktu key bersama jjong..palagi pas jjong mau mencium key sayang key tolak..apakah key bakal jatuh cinta sm jjong? Makin seru onie bikin penasaran

  5. bener bener tersiksa jd si onew..
    nyaksiin gimana orang yg dia suka lagi kencan ama orang lain.. sabar nyu sabar..

    waduh padahal dikit lagi tuh jonghyun nyium key trus kutukannya ilang.. tp key malah blm siap..

  6. kemajuan yang Sangat pesat tapi… aaa… jinhun kecewa mah… onew jinhun… huhuuu ma jinhun aja beh… key kaya.a gak bisa lgi… beh nyu cemburu, marah kesal to. next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s