Leaf To Love


Annyeooong~ rinhyon imnida *bowed*/udahpadatau/nyesek

Maafkan saya karna tidak membawa LI maupun NNSm, senang sekali responya banyak saya senaaaaang/tebar duit/pulunginlagi/plak/ aku anji bawa LI besok ^^

Ff ini gara2 ketemuan sama si fitunn ni, author WGM yang manis ituu😛 ini sumpah hatiku hancur (?)/lebe/ pas dy bilang klo satu couple itu real, For God Sake, gue down hahaha sumpah itu langsung ngerasa bias saya jadi penganggu + ga mood buat tumin, mian T^T

And pas pulang pas lagi kecapean nemu ini di binder, puisinya banyak sih di internet juga, tp ini aku inget banget karna puisi ini aku tulis pas tau kisah cinta ibu bapakku, wkakaka xD ini mangap ceritanya pasaran + aku gabisa bikin peran antagonis maap sumpah maaaap >/<

Perhatian! gaje, abal, jelek, typo dimana-dimana, don’t like don’t read!!

.

.

Leaf To Love

By

Rinhyon

.

.

~ Leaf ~

Aku adalah daun. Ya, daun, daun yang rapuh. Yang dengan mudahnya terbawa angin, yang dengan bodohnya melepaskan diri dari sokongan yang mencintaiku.. pohon.

Dalam kehidupanku, aku sangat berketergantungan dengan pohon, dialah hidupku, dan dialah cintaku. Dia yang memberiku semangat hidup, dia pula yang memberiku sokongan cintanya yang terus membuatku untuk hidup dan semangat menjalani hidupku. Dan apa yang terjadi? Aku merasa.. jenuh.

Perlahan aku mulai merasa jenuh dengan sokongan cinta pohon. Ya, aku tau aku mencintainya, tapi aku memang sedang merasa jenuh dengan sokongan cintanya yang dulu begitu aku banggakan. Yang memberiku kehidupan, yang membuatku merasakan indahnya kehidupan. Namun, sekuat apapun pohon menyokongku dengan cintanya aku tetaplah daun yang rapuh.

Hingga sutu hari datanglah angin yang perlahan masuk kedalam kehidupanku dan mengisi sesuatu di dalam daun, daun seolah tergerak mengikuti angin untuk membawanya pergi dan sedikit melupakan pohon. Desiran angin yang menyejukkan datang bersamaan saat aku merasakan kejenuhan akan cinta pohon padaku. Menggoyahkanku untuk melupakan pohon yang selama ini kucintai.

Hingga akhirnya aku sadar, bahwa selama ini pohonlah yang aku cintai, namun aku juga terbuai oleh desiran angin yang membuatku tidak bisa melepaskannya.

Aku tidak ingin melukai pohon dan angin, hingga akhirnya aku harus tetap memutuskan sesuatu.

~ Tree ~

Akulah pohon. Ya, pohon yang sangat mencintai daun, yang menyokongnya untuk terus hidup dengan cintaku, merasakan indahnya kehidupan. Daunku yang kucintai, yang dengannya aku memberikan seluruh waktuku, cintaku untuknya. Dan aku tidak pernah melewatkan sedikit waktuku untuk tidak mencintainya.

Dan waktunyalah aku sadar, bahwa cintaku bukanlah yang ia inginkan, ia jenuh dengan cintaku, mungkin ia tidak butuh sokonganku sebagai pohon. Ternyata selama ini aku salah.

Suatu hari datanglah angin, angin yang lembut, angin yang ceria, angin yang masuk kedalam kehidupan pohon dan daun. Aku terpesona dengan sifatnya, dan aku bisa merasakan bagaimana lembutnya ia menyapaku, aku yakin pasti daun juga merasakan hal itu. dan aku.. tidak pernah iri dengan daun.

Hingga aku berpikir, apakah aku bisa merelakan daun untuk pergi terbawa angin? Jika itu membuat daun bahagia maka aku akan rela melepaskan daun untuk terbang bersama angin, meskipun aku harus meminta pada angin untuk menjaga daunku dengan cintanya. Melepaskan daun yang selama ini kujaga dengan cintaku.

Namun semuanya buyar, karna kejadian yang mengakhiri semua ini.

~ Wind ~

Akulah angin itu. Ya, angin.. angin yang lembut, ceria dan.. mencintai daun. Akulah yang lebih dulu menghampiri daun dan pohon, aku menghampiri mereka karna melihat daun yang begitu rapuh.

Aku tertarik pada daun saat pertama kali menemuinya, ia kelihatan begitu rapuh dan butuh cinta. Dan aku memberikannya cinta yang kumampu.  Dan aku terus berpikir untuk terus memberinya cinta. Tanpa mengetahui keberadaan pohon yang sudah menyokongnya dari awal dengan cintanya.

Tapi, saat melihat pohon yang begitu mencintai daun pertahananku mulai goyah. Aku merasa tidak sebanding dengan apa yang sudah pohon lakukan untuk daun, ia memberikan segalanya, cintanya, watunya, hidupnya hanya untuk daun, dan cintanya begitu tulus.. tanpa mengetahui bahwa daun sudah jenuh akan cintanya dan ia terus memberikan cinta itu.

Hingga akhirnya mataku terbuka..

>/<

Seorang namja cantik tengah terduduk di pinggir tanah merah yang basah, tanah itu masih basah, menunjukan bahwa gundukan tanah disana baru memiliki penghuni baru.

“minhoo~ kenapa kau harus lakukan ini hah?! Waeyo.. uhuhu WAE?!!!” teriak seorang namja cantik sambil memeluk nisan disana dengan ia erat. Ia berbicara sendiri di depan photo yang menuliskan sebuah nama “CHOI MINHO”

Ia terus tertegun di depan nisan tanpa mempedulikan pandangan orang lain yang melihatnya iba.. ia menangis ditemani hujan yang membasahi tubuhnya dan terus menangis mengeluarkan kekesalannya, apakah ini kesalahannya?

[           “key~ah” suara berat itu mengangetkan Key dari acara memasaknya, ia menolehkan kepalanya kesamping dan mendapati Minho ada disampingnya sambil memeluknya.

“wae. Minho~ah?” tanya Key sewajar mungkin sambil kembali mengaduk masakannya, yah meskipun ia tahu obrolan ini akan mengarah kemana.

“kalau aku pergi, boleh?” key mengerutkan alisnya bingung, kenapa minho bertanya seperti itu?  pergi? kemana? Dengan siapa?

Key menghentikan aktifitasnya, ia berbalik menatap minho, menghela nafasnya dan meraih tangan minho untuk di genggam.

“kau tau itu hakmu kan? aku tidak ada hak untuk melarangmu..            ]

Tangisan Key sedikit mereda ketika satu-persatu para pelayat mulai meninggalkan ia sendirian di depan nisan, namun ia masih sesenggukan menahan tangisnya, walau bagaimanapun juga kondisinya masih labil dari sejak awal ia memutuskan untuk menangis.

Dari kejauhan terlihat seorang namja cantik yang tengah berlari setelah keluar dari mobilnya, ia berhenti tepat dibelakang Key dan memeluk Key dari belakang “umma..”

Key membalikkan badannya dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya “Taemin.. Taemin~ah” sekejap Key langsung menarik taemin kedalam pelukannya, meletakkan kepala taemin di pundak sempitnya.

“minho.. minho taemin~ah..” suara key melemah, ia terus mengusap punggung taemin yang bergetar, ia berusaha kuat, ia yang lebih dewasa sekarang.

Taemin terisak di dalam pelukan key, apa ini salahnya? Seharusnya ia memang tidak pernah muncul disini. Ini pasti salahku..

[           “yeobo~ya say aaa”  ucap Key sambil mengangkat sumpitnya untuk disuapkan kehadapan namja tampan yang ada dihadapannya. Namja tampan itu hanya tersenyum kemudian membuka mulutnya.

“mashitta” ucap Minho, namja tampan disebelahnya sambil mengangkat kedua tangannya dan menunjukan ibu jarinya tanda enak.

“hihi gomawo~” genit Key dengan senyum yang terkembang di bibirnya. Sementara Minho hanya tersenyum hambar menatap Key, apa yang sebenarnya ia pikirkan?

Keheningan diantara mereka terhenti ketika datang seorang namja imut yang menarik perhatian mereka berdua. Ia tersenyum kikuk kemudian membungkukan tubuhnya.

“ng—jwesohamnida, ruangan untuk trainee baru ada dimana yah?” tanya namja cantik itu sambil mengusap tengkuknya kikuk, senyum tak berhenti mengumbar dari wajahnya, membuat 2orang dihadapannya terpesona melihat keceriaan, kepolosan, hingga kelembutannya dalam bertutur kata.

“ah, kau tinggal jalan lurus kesana, nanti gedung dengan tulisan ‘AUDITORIUM” terang Key cepat, namja cantik di depannya tersenyum senang, membuat Key dan Minho terpesona dengan kehadiran namja cantik tadi.

“kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida” namja cantik  tadi membukukkan tubuhnya dihadapan Key dan Minho, dan hanya dijawab anggukan, tepat saat namja cantik itu ingin berbalik tangannya ditahan oleh Minho.

“siapa namamu?” tanya minho dengan suara rendahnya, Key mengangguk mengiyakan, ia tahu pesona namja cantik di depannya ini begitu kuat.

“Lee taemin imnida..”           ]

Key menarik taemin dari pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi taemin “gwaenchana?” ucapnya pelan sambil mengusap pipi taemin yang basah, entah karna air mata atau hujan yang dengan deras membasahi keduanya.

Taemin mengangguk kecil, Key kemudian memaksakan senyumnya dan mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.

“ini.. dari minho kita.” Ucap key pelan sambil mengelus pelipis taemin pelan, taemin mengangguk. Perlahan ia membuka amplop yang berisi sebuah surat.

Untuk Kim Key Bum dan Lee Taemin yang kucintai.

 

Aku tahu, kalian membaca satu-persatu kata di dalam suratku ini. aku rasa ini keputusanku yang benar. Aku tidak ingin menyakiti kalian berdua, karna posisi kalian berdua di hatiku sama. Baik Key, maupun Taemin.

Key..

Terimakasih untuk cintamu selama ini untukku, dirimu tidak pernah lelah untuk mencintaiku, meskipun kau tahu aku sempat jenuh dengan cintamu, dan mulai tertarik dengan namja cantik lain,kau tidak marah,  kau masih dengan tulus memberikan cintamu untukku, kau mencintainya seperti kau mencintaiku. bahkan kau menyuruhku untuk membahagiakannya untuk kebahagiaanku. aku masih mencintaimu, aku percaya. Dan cintamu yang tulus, yang membuatku tidak bisa melepaskanmu… Key-ku.

Taemin..

Cintaku yang takkan pernah bisa kulepas. Kau hadir tepat disaat aku membutuhkan cinta yang baru. Cinta yang mampu menghilangkan jenuhku dari cinta seseorang yang sudah lama menghiasi hariku. Kau ini sangat polos.. atau kelewat baik yah? hehe saat kau tahu ada seseorang dibelakang sana yang lebih dulu mencintaiku dan sangat mencintaiku dan akupun mencintainya, kau merasa menjadi sebuah penganggu dan rela melpaskanku meskipun aku tahu kau sudah mencintaiku sepenuh hatimu. Dan ketika kau mengenalnya kaupun mencintainya sama seperti kau mencintaiku.membuatku semakin sulit untuk melepaskanmu, Taemin-ku.

 

Inilah aku, Choi Minho yang mencintai kalian berdua, yang tak ingin menyakiti perasaan kita semua. Maafkan aku jika keputusanku membuat kalian berat. Tapi aku rasa ini keputusan yang plaing tepat untuk kita. Hingga saat ini aku masih mencintai kalian berdua, hingga detik ini, hingga kalian membaca surat ini sampai bosan. Dan aku percaya cinta kalian.

Terimakasih, Kim key Bum yang sudah memberiku cinta selama hidupmu.

&

Lee Taemin, terimakasih karna telah menyelamatkanku dengan cintamu yang tulus.

With love,

Choi Minho

 

 

Taemin menangis meremas surat itu di genggamannya, Key yang melihat Taemin goyah segera memeluknya sambil mengusap punggungnya pelan. Kini mereka berdua menangis dibawah hujan yang mengalir membasahi tubuh keduanya. Dengan perasaan berkecamuk mereka menatapi nisan dengan sebuah photo disana.

The End

Choi Minho, akulah si daun ‘yang rapuh’

Kim Key Bum, akulah si pohon yang ‘kuat’

Lee Taemin, akulah si angin yang ‘lembut’

Dan pada akhirnya, ketika daun merasa berat untuk memilih angin dan pohon, ia akan jatuh ketanah. Tanah dimana ia bisa dijangkau oleh kedua elemen yang ia beratkan, tanah yang menjadi pijakan pohon, dan tanah yang diewati angin.

 

INI JELEK BANGET MAAP SAYA CUMAN NGELUARIN EMOSI INI ERR—a

Hehe mangapkan sayaaa~ aku tau ni ff nyesek banget, makanya maaf klo banyak typo krn jujuraja ga aku edit + baca ulang karna gatega (?) haha😄

Yasudahlah, see yaa~~ NNMS InsyaAllah besok ^^ maaf aku gajadi posting LI masi kependekan untuk di post, ditambah kesehatanku nurun ini kebanyakan maen xD huehehe

Gomawoo~~~ :*

52 thoughts on “Leaf To Love

  1. Eonii…maaf yah, aq malah lbh penasaran sama pembahasan sblm epepnya..hehee..
    Yg begini loh kalimatnya :
    “ini sumpah hatiku hancur (?)/lebe/ pas dy bilang klo satu couple itu real, For God Sake, gue down hahaha sumpah itu langsung ngerasa bias saya jadi penganggu + ga mood buat tumin”…
    Aq jd nerka2 sndiri nih makna dr kalimat ituh…pnasaran, takut ikutan sedih jg, siapa tau bias qta sama eonii…

  2. aaaaaa 2minkey?! arra… uhhh again abang Ming laku keras!!!!! dbeli 2 ukee cantik. ah apa abang Ming mati bunuh diri?!

  3. Kereeen,, ^^
    Eonni aku suka banget kata-kata na dalem banget,,
    Minho namja yg amat beruntung, bsa dptin 2 namja cantik,,
    Msi ga rela klo minho harus pergi,, TT

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s