[2min] extra: My lovely ghost (Minho POV)


Foreword:

Mianheee~ buat nurul dan temennya yang udah nunda nge-pub FF ini, ampun deh gue lupa moloo ampuun…*bow*
Oke, silahkan aja langsung dinikmatin!

Word:

Annyeong reader saya terlalu cepat update ya? ini hasil karyaku dengan Dio. aku cepet-cepet post disini karena sebentar lagi saya sibuk. terima kasih yang udah komen ya? dan San eoni yang selama ini membantu saya buat post ff ni. oh ya buat yang request ini di jadiin versi OnKey. aku ucapkan maaf karena authornya kagak mau dan saya juga sangat sibuk di liburan ini. ok deh dari pada berlama-lama mending langsung aja. haram hukumnya kalau tidak RCL. karena komen yang terus membangkitkan semangatku untuk terus berkarya.

 

***

Bonus : My Lovely Ghost (Minho P.O.V)

Author : Riataemints

cast : 2Min and Other

Genre : Romance, and Angst.

***

Aku hanyalah hantu yang bingung kemana aku akan pergi. Setiap orang yang aku temui selalu saja lari saat melihatku. Aku mencoba terbang ke tempat dimana aku tewas terbunuh. Hah, tempat ini sama seperti dulu. Banyak yang berkunjung disini. Aku tersenyum saat melihat ada anak kecil yang berlarian di pantai. Sepertinya Heechul ahjumma sangat sibuk. Aku harap ia bisa sukses. Eline ahjumma juga rajin sekali membersihkan hotel ini. Siapa yang membantunya ya?

 Aku bosan jadi arwah penasaran. Yang aku ajak ngobrol Cuma Heechul dan Eline ahjumma saja. Kemana semuanya ya? Aku berjalan tanpa arah di teras hotel.

 Ckiit!

 Mobil melintas di depanku. Awalnya aku biasa saja melihat siapa yang turun, tapi saat namja cantik itu turun kenapa aku jadi deg-degan. Kenapa aku bisa deg-degan padahal jantungku sudah tak berfungsi lagi. Rasa ingin mengenalnya lebih dekat. Namja berambut merah itu sibuk bermain dengan hyungnya ternyata. Nanti saja aku menemuinya.

Saat ia makan malam aku duduk 2 bangku disebelah tempatnya duduk. Aku menatapnya tajam. Aku rasa tatapnku terlalu tajam hingga ia menoleh ke arahku. Kulihat ia berjalan kemari, tapi langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.

 “ Taemin, mau ikut tidak? ayo!”

 “ Eh. Kemana hyung?”

 “ Udah ikut aja! ayo!”

 Aku tersenyum mendengar siapa nama namja cantik itu. Taemin. Aku akan menjagamu dimanapun kau berada. Aku menghilang dari tempat aku menatapnya tadi.

 Mentari bersinar cerah hari ini. Kembali aku menatap kamar yang di tempati namja cantik itu. Kamar yang sama saat aku sering kemari yaitu kamar yang menghadap langsung ke pantai. Dia sangat manis dan yeppoh saat tidur. Ingin rasanya aku memegang tangannya.

 “Eugh…” namja cantik itu menggeliat berarti ia mau bangun dari tidurnya. Segera aku menembus tembok yang ada di sebelahku. Aku bersyukur karena telah menjadi hantu sekarang. Jadi aku bisa menembus apa saja dan berpindah ke tempat dimana aku mau. Eline melihatku dengan tatapan kaget.

 “MINHO?” katanya. Aku hanya tersenyum ke arahnya dan berkata.

 “Hai, Eline ahjumma bagaimana kabarmu?”

 “Baik, kau kan sudah…” kata-katanya menggantung. Aku tersenyum dan mengangguk.

 “Ne…aku memang sudah mati, tapi arwhku tidak tenang…mungkin itu dikarenakan saya yang belum waktunya untuk meninggalkan semuanya”jelasku. Semua orang memandang Eline dengan tatapan aneh. Aku merasa kasihan padanya karena ia dipandang seperti itu pada Eline.

 “Ahjumma aku janji kalau suatu saat ada yang mencintaiku apa adanya aku bakal terlihat olehnya dalam wujudku yang asli dan akan kembali ke alamku kalau orang itu akan meninggalkanku,” lanjutku. Eline memandangku dengan tatapan apa kau yakin? Itukan mustahil? Benar juga, aku tidak mungkin dicintai dengan keadaanku sekarang, tapi aku sudah janji dan akan menepati janjiku. Saat Eline memalingkan wajahnya aku menghilang dari hadapannya.

 Aku muncul kembali, tapi kenapa aku ada di pasar? Aku jalan arah lagi. Entah mengapa setiap orang yang melihatku pasti berdecak kagum sama saat aku masih hidup dulu. Aku berhenti di depan toko dan melihat ke kacanya. Yah, namja tampan berambut cepak yang mengenakan kaos putih dan celan jeans warna hitam. Ini aku? Ternyata aku tampan juga ya? Tidak heran banyak yeoja atau namja cantik mengagumiku.

 Tiba-tiba aku mendengar keributan di sebelah aku langsung kesana dan melihat pencopet yang sedang dipukuli hingga wajahnya lebam. Aku langsung menuju ke aparat ke amanan dan melaporkan atas kejadian itu. Aku kembali ke lokasi kejadian dan menghentikan aksi pukul tersebut.

 “Pak, berikan dompet yang anda curi tadi!”

 “Ini dek, ampun jangan tangkap saya”

 “Lalu mengapa bapak mencuri tadi?”

 “Saya terpaksa,” selalu begitu jawaban dari pencuri. Aku menyerahkan pencuri tersebut ke aparat keamanan disitu dan menghampiri pemilik dompet putih bercorak hitam tersebut. Aku terdiam sejenak saat mengetahui siapa pemilik dompet ini ternyata itu adalah namja cantik yang telah mencuri perhatianku saat ini.

Ku sodorkan dompet itu ke namja cantik itu dan berkata

 “ Ini dompet kamu ?”

“Ne, Gamsahamnida!”

 “ Cheonmaneyo, lain kali hati – hati ya.”

 “ Siap , sekali lagi gomawo .”

 Dia memeluk dompet itu dengan erat seakan tidak mau kehilangan lagi. Apa ia mengingatku saat aku duduk di restoran waktu itu? Aku harap sih iya. Hihihi. Ku lanjutkan perjalananku. Andai saja aku bisa terlihat seperti ini lagi pasti sangat menyenangkan. Sayangnya tempatku bukan disini, tapi ke nirwana sana.

***

Suasan senja yang tenang. Ku putuskan untuk melihat pemandangan di pantai. Aku melihat namja cantik itu sendirian duduk di atas pasir menikmati suasana pantai yang hening. Tidak hentinya mulut namja itu berucap syukur pada tuhan apa yang telah di ciptakannya. Aku berjalan ke sampingnya. Bukan jalan sih tapi terbang. Dan berkata

 “Memang indah menikmati senja . Tapi jangan hanya dinikmati , namun disyukuri,” sepertinya dia terkejut melihatku yag tiba-tiba ada di sebelah kirinya.

 “Mian, Nuguseo?” tanya-nya

 “Ah, Mianhae sudah membuatmu terkejut, Perkenalkan naneun Choi Minho imnida,” jawabku

 “ Oh naneun Lee Taemin, imnida.”

 Sejak saat itu kami mulai berbicara banyak hal. Aku merasa nyaman berada di dekatnya. Hingga suara yang keras melengking menghujam telinga kami berdua,

  Taemin,” panggil umma Taemin

 “ Ne!”

“ Kamu kemana saja dari tadi dicari kok tidak ada ?”

 “ Mian umma, aku tadi habis jalan – jalan sama teman . Memangnya, wae ?”

 “ Ayo sudah siang waktunya makan.”

 Dia pun berpamitan denganku.

 “Taemin, kamu bicara dengan siapa?”

 “Oh tadi itu Minho hyung, kawan baruku”

“eodiega? Disini tidak ada siapa-siapa?”

Saat ia mulai menengok ke belakang aku sudah menghilang dari hadapannya.

Aku menuju ke tempat favoritku lantai atas hotel ini. Aku hanya menikmati pemandangan disini. Ya, disinilah tempat dimana aku tidak bernafas dan membuat orang yang aku sayangi menangis. Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru lantai atas ini. Aku menangkap sesosok namja yang berdiri menikmati pemandangan pantai. Seperti tadi sore ia berdecak kagum dan mengucapkan syukur pada tuhan.

 “Taemin” sapaku. Ia sempat terkejut dan bingung.

 “Aku sering datang kemari tiap aku merasa sedih ataupun senang,” sahutku. Kami kembali mengobrol hingga ia pamit turun untuk tidur.

 Mentari di pulau Jaeju bersinar dengan cerahnya. Aku kembali mendarat di pantai yang selalu ku kagumi ini. Ku lihat Taemin lelah bermain disana.

“Taemin” panggilku. Dia menoleh ke kanan-kiri mencari siapa yang memanggilnya. Saat pandangnya tepat ke arahku. Aku tersenyum sangat manis ke arahnya. Dia terpaku sejenak sepertinya dia mulai terpesona dengan Kharismaku ini.

Tiba-tiba ia berjalan dan memelukku begitu erat. Ku balas pelukannya dan melihat ke arah orang-orang yang ada disana memandang ke arah kami dengan tatapan aneh. Sayup-sayup aku mendengar pembicaraan Onew hyungnya Taemin tentang kami. Sepertinya pacar dari Hyung Taemin bisa melihatku, ku harap ia bisa membantu Taemin supaya ia tidak di anggap gila.

 “Ah, Taemin”

 “Hyung,” panggil kami bersamaan. Kami diam sebentar. Lalu tertawa bersamaan.

“Hahaha kau duluan hyung”

 “Ani… kau duluan”

 “Kau saja”

 “Kau”

 “Kau”

 “Ok, aku duluan yang bicara,” kataku mengalah. Dia tersenyum mendengarnya.

 “apa yang kau bicarakan?”

 “Saranghae Lee Taemin,” kataku dengan tersenyum sangat manis. Dia terkejut memndengar pengakuanku

 “Ah, lupakan saja. Lagi pula kita juga baru bertemukan?” tepisku. Aku merasa tidak enak kalau begini.

 “Mian hyung, aku tak tahu harus menjawab apa?” katanya dengan wajah tertunduk. Aku angkat kepalanya sehingga mata kami saling bertemu.

 “gwenchana, Taemin aku juga tidak memaksa hmm?”

 “Lupakan saja yang penting sekarang kita jalan-jalan otte? Kkaja, aku ajak kau keliling pulau Jaeju!” ajakku lalu menyeretnya.

 Kami bersenang-senang bersama. Bermain air di pantai, dan membangun istana pasir. Seperti tadi orang-orang memandang kea rah kami dengan pandangan aneh seakan-akan tatapan mereka mengatakan ‘apa anak ini gila?’. Seandainya aku jalan-jalan dengan Taemin ke tempat umum aku ingin orang-orang bisa melihatku sebagai Minho dan membuatnya tenang.

 Senja telah datang dan saatnya Taemin kembali ke hotel. Aku mengantarnya kembali ke hotel. Seperti biasa aku menghilang saat ia berbalik ke arahku.

 Hah, muncul lagi di lantai atas hotel ini. Dua hari ini aku selalu muncul di hadapan Taemin. Perasaan ini jadi tambah besar. Aku mohon Taemin menerima cintaku. Pintu menuju lantai atas terbuka dan menampakkan Taemin disana. Aku berjalan ke arahnya. Dia terlonjak karena kaget.

 “Tidak usah kaget, aku sudah ada disini dari tadi Cuma aku tertidur hehehe,” alasanku sambil terkekeh.

 “Kenapa hyung tahu apa yang ku pikirkan?”

“Hmm, molla sepertinya kita memang jodoh. Mungkin,” kataku lirih. Dia menatapku sendu. Apa yang ia pikirkan? Sampai menatapku seperti itu. Tunggu, jadi selama ini semua yang aku katakana sama persis seperti pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak Taemin. Mungkin kami memang jodoh, tapi beda alam.

 Kami sama – sama diam. Hanyut dalam pikiran masing – masing. Hingga suara cempreng umma Taemin memanggilnya dari pintu yang ada di lantai atas. Dia menepuk jidatnya. Ku rasa ia melupakan seseuatu. Sebelum turun Taemin menatapku dan berkata.

“Nado saranghae hyung. Besok aku tunggu kau di pantai ne?”

Aku tersenyum dan beralari memeluknya. Ku putar tubuh Taemin lalu mencium bibirnya dengan lembut. Hmm, manis sekali bibirnya. Aku rasa ini first kiss kami terlihat sekali wajah Taemin terkejut menerima ciumanku. Tiba-tiba

 “Taemin, ayo waktunya sarapan sayang,” panggil umma Taemin.

Taemin melepas ciumanku lalu masuk ke dalam. Aku memandang kepergiannya dengan senyuman. Besok kita akan membuat kenangan bersama Taemin. Aku terbang bersama angin dan berbisik ke arahnya.

 “Saranghae Taemin, always remember me. Besok aku tunggu kau.”

***

Aku kembali ke makamku. Disana ada umma yang terisak. Umma, Minho rindu pada umma. Ingin rasanya aku memeluk ummaku. Tuhan aku mohon biarkanlah umma melihatku untuk terakhir kali ini agar ia tidak menangis lagi dan melepas kepergianku dengan ikhlas. Aku harap waktu aku berkencan dengan Taemin aku bisa terlihat oleh orang-orang supaya dia tidak di anggap gila oleh orang itu. Begitulah harapan kecilku. Walau aku yakin ini tidak mungkin terjadi, tapi aku mohon ini permintaan terakhirku. Aku ingi mengucapka selamat tinggal pada orang yang aku sayangi. Aku pergi terlalu cepat sehingga belum sempat mengucapkan kata-kata perpisahan kepada orang yang aku sayangi ini. Aku mohon.

Tak lama kemudian umma menatapku dengan kaget sepertinya doaku didengar olehnya. Aku mohon abulkan harapanku yang lain aku yakin kau tidak tidur dan selalu mendengar apa yang diharapkan oleh hambamu ini.

 “Minho?” kaget umma. Aku tersenyum dan memeluknya. Ia juga memelukku dengan erat. Menangis, umma menangis dalam pelukanku.

 “Umma, maafin Minho ya ma? Maafin juga kalau Minho harus pergi secepat ini tanpa sempat mengucapkan kata perpisahan pada umma”

 “Ne, umma juga minta maaf karena umma tidak bisa jadi umma yang baik untuk Minho,” kami terisak dan saling meminta maaf satu sama lain.

 “Sudah ya ma, waktuku tidak banyak aku harus pergi…selamat tinggal umma… doakan aku ya? Supaya dihindarkan dari siksa dan ditempatkan diantara orang-orang yang baik”

 “Pasti Minho umma doakan. Tunggu umma disana ne?”

 “Ne, umma juga harus tetap hidup ne?” umma mengangguk. Ia terus menatap kepergianku yang mulai lenyap. Selamat tinggal umma, appa, dan semua keluargaku. Saranghae.

 ***

Satu masalah telah selesai. Tinggal masalahku dengan Taemin. Ku langkakhkan kaki menuju pantai. Hari ini aku masih memakai baju putih, tapi bukan kaos melainkan kemeja. Pagi ini begitu cerah. Aku akan memanfaatkan 2 hari ini dengan baik sebelum aku pulang ke nirwana. Sepertinya ia sudah datang. Hmm, yeppoh sangat yeppoh. Tidak ingin aku meninggalkannya. Aku berdiri disampingya seperti biasa ia terkejut melihat kemunculanku yang selalu tiba-tiba. Kami pun berbincang sebentar sebelum kami menjalankan rencana kami.

 Kami pergi ke taman hiburan di pulau Jaeju. Kali ini semua mata memandang ke arah kami. Terima kasih tuhan kau telah mengabulkan doaku. Aku mendengar bisikan dari beberapa yeoja yang lewat. Mereka mangagumiku seperti biasa. Taemin, dia heran dengan tingkah semua orang. Tenang saja Taemin sekarang kau tidak akn di anggap gila oleh orang-orang disekitarmu. Mereka malah iri denganmu karena mendapat pacar setampan diriku.*Minho narsis ah(di tabok Minho dan Dio)*

 “Taemin, kau mau naik roller coaster?” tawarku seraya menunjuk roller coaster di depan kami.

 “Tentu hyung, aku mau. Kajja!” sahut Taemin sambil menyeretku ke roller coaster itu.

 Hoek!

 Taemin memuntahkan seluruh isi perutnya setelah naik roller coaster. Aku menepuk punggunya supaya ia merasa lebih baik

  “Taemin, gwenchana?” tanyaku khawatir.

 “Ne hyung nan gwenchana, Cuma mag ku saja yang kambuh”

 “Perlu aku belikan obat?”

 “Aniya,,, hyung aku sudah membawa obatku kok”

 “Oh, baikalah kalau begitu, akan aku belikan minum otte? Don’t go anywhere!”

 “Yes, sir!”

 Aku beranjak dari tempat duduk untuk membelikannya air putih untuk minum obat.

Saat aku kembali ada 3 namja yang mengeroyok Taemin. Taemin hebat sekali bisa  beladiri. Namun, dia kesusahan saat melawan 3 namja tersebut. Aku melihatada satpam di dekat tempatku berdiri segera saja aku membawanya dan menyuruhnya menangkap 3 namja yang telah mengganggu Taemin tadi.

  “Gwenchana?” tanyaku dengan nada khawatir.

 “Ne, hyung gwenchana”

 Ku sodorkan sebotol air putih yang aku beli tadi ke arahnya.

 “Minumlah, kau perlu ini kan?”

 “Ne, gomawo” Taemin menerima air putih dariku. Dia mengambil obat mag lalu  meminum sedikit air dan setelah itu ia masukkan obat itu dalam mulut. Sepertinya ia bergidik saat obat itu masuk ke kerongkongannya. Memang begitu rasa obat mag. Dingin.

 “Kau tadi hebat” pujiku.

 “Hebat? Maksud hyung?”

 “Hebat saja, kau bisa melawan namja-namja yang menggodamu tadi. Kau belajar bela diri dimana?”

 “Ouh, aku ikut Taekwondo di sekolah, hyung. Walaupun belum pernah ikut pertandingan, tapi yah lumayanlah.” Jelasnya. Aku hanya mengangguk paham. Jadi ia ikut Taekwondo? Pantas saja ia bisa melawan namja yang mengganggunya tadi.

 “Kajja kita bersenang-senang” Taemin menarik tanganku dan mengajakku berlari.

Kami bersenang-senang hari ini. Makan gulali bersama, membeli gelang yang sama dan ada tulisan nama kami berdua di gelang tersebut. Makan siang di restoran taman ria, mencoba semua wahana kecuali, komedi putar dan bianglala. Aku dan Taemin naik bianglala. Saat sampai di atas, ku lihat Taemin menghela nafas dan mencoba memberitahuku sesuatu.

 “Hmm, Hyung… besok aku harus pulang ke Seoul” katanya dengan kepala menunduk.

 “Mwo? Kau akan pulang? Ku mohon tinggallah disini,” mohonku sambil memegang tangannya.

 “Sirheo hyung, aku harus pulang ini sudah menjadi keputusan orangtuaku… hiks mi…mian…mian…hae hyung” katanya sambil terisak. Aku tidak tega melihatnya menangis. Ku tarik Taemin masuk ke dalam pelukanku. Dia hanya menangis di dada bidangku. Tak peduli kalau bajuku akan basah yang penting Taemin merasa lega.

 “sudah baikan?”

 “Ne, Mianhae hyung”

 “Gwenchana, Taemin..”

 “Eum?”

 “Lupakan,”

 Aku ingin memberitahumu kalau kita berbeda alam dan tak mungkin bersatu. Tak lama kemudian bianglala turun ke bawah. Kami turun dari bianglala. Saat melintas di depan Komedi putar Taemin berhenti. Aku yang jalan di depannya pun berhenti dan berjalan ke arahnya.

 “Wae, Taemin?” tanyaku. Dia  hanya menunjuk komedi putar dengan pipi yang mengembung. Hahaha lucu sekali ekspresinya itu. Seperti anak kecil. Mwo? Dia ingin naik komedi putar? Aku paling benci naik komedi putar seperti anak kecil.

 “Aish, jangan naik itu, please banget!” tolakku.

 “Wae hyung? Aku kan ingin sekali naik itu. Aaahh, jangan-jangan kau malu ya? Ha? Ha?” godanya sambil terus menyenggol lenganku.

 “Tidak, siapa yang malu?”

 “Mengelak lagi, ayo hyung, naik itu!” rengeknya dan mulai mengeluarka puppy eyes kepadaku. Ku mohon jangan tatapan itu aku tidak tahan.

 “Ne, kajja kita naik itu” kataku mengalah. Hah, aku kalah dengan tatapan puppy eyesnya.

Setelah naik komedi putar kami kembali ke hotel. Sebelum pergi ku cium kening Taemin. Besok, pertemuan kita yang terakhir ya? Sebelum aku kembali ke nirwana. Ya, aku sudah berjanji pada tuhan. Sebelum menghilang aku mngucapkan saranghae padanya.

Aku berada di depan jendela kamarnya.

 “Good night jagiya” gumamnya, tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku terbang bersama angin dan membuka lebar jendela kamarnya. Aku terbang bersama angin menuju ke arahnya dan berkata.

 “Night, baby, have a nice dream. And tomorrow morning, I will wait you on the beach,” Taemin tersenyum mendengar ucapanku lalu terlelap masuk ke alam mimpi.

  Mentari menghiasi langit pulau Jaeju dengan cerahnya. Kembali aku menyusuri tepi pantai. Aku melihat Taemin juga menyusuri pantai ini. Aku menghampirinya dan kami berbincang. Dia mengatakan kalau jam 10 ia harus pulang. Seperti kemarin aku memintanya untuk tidak pulang, tapi dia memberiku sedikit pengertian padaku. Dengan berat aku memperbolehkannya pulang walu hati ini sungguh tak rela. Setelah puas jalan-jalan kami kembali ke hotel untuk memenuhi panggilan sarapan. Aku menemani Taemin makan pagi di balkon luar hotel. Dan semua orang lembali memandangnya dengan tatapan aneh. Tapi tak  dihiraukan oleh Taemin.

Setelah sarapan ia melanjutkan pembicraan kami yang sempat tertunda tadi. orang-orang menatapnya seperti itu lagi seakan-akan aku orang aneh, orang asing, orang dari planet lain yang jauh dari bumi. Aku sakit saat melihat Taemin di tatap seperti itu oleh orang-orang sekitar.

 “Hyung, menurutmu mereka itu kenapa ya?” tanyanya padaku

 “Memang ada apa dengan mereka?” jawabku pura-pura acuh

 “Mereka memandangku dengan tatapan aneh. Seperti melihat orang gila”

 Aku tersenyum dan berkata

 “Gomawo, Taemin kau telah menunjukkan arti cinta padaku…tapi percaya padaku kau akan selalu di hatiku sampai kapan pun walaupun kita berbeda alam”

“Maksudmu hyung?” tanyanya bingung dan sedikit panik. Sudah waktunya aku kembali ke alamku Taemin. Selamat tinggal. Aku  hanya tersenyum dan beranjak ke tepi balkon. Taemin mulai panik dan ingin menyusulku.

“Hyung, apa maksudmu?”

 Aku  tersenyum dan bersiap untuk lompat dari pinggir balkon. Ku rasakan angin berhembus ke arahku dan ku ihat ada yang menjemputku.

 “Hyung,,, jebal… jawab pertanyaanku, hyung” teriaknya sarkatis. Taemin, ku mohon jangan seperti itu kau membuatku tidak tenang untuk meningglkanmu seperti ini.

 “Saranghae Lee Taemin sampai jumpa di alam sana” kataku sebelum melompat ke bawah.

 Selamat tinggal Taemin, tetaplah hidup demi aku. Aku janji suatu hari nanti aku akan kembali ke sisimu, tapi bukan sebagai Choi Minho melainkan dengan sosok lain. Itu kalau kita berjodoh. Kalau tidak, aku harap kau menemukan orang yang lebih baik dariku.

*The End*

bagaimana? gagal ya? maaf aku ngetiknya buru-buru karena modemku mau habis. maaf juga kalau ada kata-kata yang tidak persis EYD.  jangan lupa RCL ne? thanks buat semua. aku tunggu commentnya. karena comment kalianlah aku jadi bisa semangat terus nulis. mohon edit ulang ne? Thanks Dio dah mau curhat sama aku. cepet pulang sana ntar aku takut lagi.

edit by: pervy^sanniiew
Sorry theres still any wrong typo :0

29 thoughts on “[2min] extra: My lovely ghost (Minho POV)

  1. sediihh… kok minhonya udah jadi ghost sih.. kasian taemin😥
    tapi akhirnya ada juga minho yang lain(?) *kim minho kkk😀

  2. authorr… ini end apa msh ada terusannya?/ epilog gitu author… penasaran sama minho yg rambut keriting… apa hubungannya sama minho hantu? knpa mirip…
    mianhe bnyak tanya

  3. Omo,,jadi kim minho itu reinkarnasi dari choi minho ya thor???
    Jadi endingnya gmn ni thor?? Gantung -_-‘
    Tapi aku sukaaaaaa…
    Ff nya daebak!!!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s