[Jongkey] Like the rain when it will come


Foreword:

Yo! annyeong! sorry banget jarag update.kekeke~

Hm ini mungkin menjurus ke NC , tapi tenang, kayaknya ini nggak perlu gue PW, kenapa? soalnya gak ada yang kebangetan sih, hehehe…nggak NC 21 juga, males , gak mood bikin NC”an, ini aja masih syukur idenya ngalir,

Dan oh, ini terinspirasi sedikit dari sebuah komik judulnya sih beda…makanya gue lupa, hahaha , puanjaaang amat kan yah? yaudah lah, so, bagi yang nggak suka, jangan baca, gak usah banyak protes, cukup tinggalin aja.

OH, leave a comment, nggak komen dan buat SR pergi jauh-jauh!

This is totally YAOI, if u dont like it, just leave it no bashing!

aaahhh…aku suka pic ini, LOL*nosebleeding*

by: Kimeechaa~<3

Hujan itu terus menerus turun, jatuh dan terus mengguyur tanah yang basah, kiranya masih sangat terasa baunya di hidung, bau segar air yang membasahi tanah yang kering kerontang.

“Uggh…”, hanya erangan itulah yang terdengar dari sebuah mulut mungil , bibir yang berwarna pink itu mendadak menjadi biru karena dingin yang menusuk tubuh, tubuhnya terkapar ditanah, tidak bisa bergerak, tatapan mata kucingnya nanar, tubuhnya terasa kosong dan lelah, terasa sakit disekitar pinggang dan tubuhnya, terlebih sekarang dia tidak bisa berdiri ..sakit…

tap tap tap tap

Langkah pelan dan berat menghampirinya, ia membuka matanya, tapi percuma matanya nanar melihat sosok didepannya, yang ia tahu tubuhnya tidak lagi tersiram air hujan , namun…

BUUGH!

“AAAHH!!” Teriaknya, perutnya terkena hantaman kaki sosok didepannya, membuat matanya terbuka lebar.

“Cih, masih hidup kau?”, katanya , dia bangkit dan terduduk melihat sosok tampan didepannya, wajahnya memancarkan sinar yang dingin, matanya yang tajam bak elang terhalang oleh poninya yang berwarna berbeda dengan rambut nya yang lain, rahang yang tegas, dan juga hidung yang indah terlihat dari bawah, tidak ada ekspresi apapun, hanya tatapan dingin dan acuh darinya.

“A-aku dimana?” tanya nya pada sosok itu, sosok itu hanya menatapnya dingin.

“Kau…tidak tahu ini dimana?”.katanya menautkan alisnya, dia menggeleng ..

“K-kau..siapa?”

“…”

“A-aku…aku dimana? kenapa aku disini?”

“…”

Sosok itu berdecak kencang, dan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan sosok bermata kucing itu terduduk dibawah hujan,

“Y-yah…T-tunggu…AAAH…”

Sosok itu menoleh dan menatapnya tajam, melihat ke arah apa yang sedang tangan mungilnya pegang, kakinya…kakinya berdarah dan sepertinya…

“Appo…t-tunggu…t-tolong aku…”

“…”

“A-aku …dimana?aku …siapa?”, katanya mulai menangis, sosok itu mengerang keras. Perlahan kakinya berbalik dan mendekat.

“Naik…”,katanya berjongkok di depan sosok bermata kucing itu.

“Hah?”

“Naik kepunggungku.”, katanya,

Perlahan tangan kecilnya menjulurkan kebalik pundak kekarnya dan berusaha berdiri sekuat tenaga, sosok didepannya tidak begitu tinggi, namun badannya kekar dan proporsional, bahkan tidak lebih tinggi darinya. Tangan kekarnya meraih kedua paha rampignnya dan perlahan beranjak naik, tangan ramping yang satunya merapatkan pegangannya di pundak kekar sosok didepannya.

“G-gomawoo..”, bisiknya ditelinganya, lagi sosok itu hanya diam dan mereka berjalan , hujan itu terus mengguyur mereka, sosok berambut pirang itu tahu, bahwa keputusannya membawa sosok kurus itu adalah sebuah awal yang salah.

.

.

Slide

Sosok itu membuak pintunya,

DUUK!
“Aaah…”, pria digendongannya merangkulnya lebih erat dan menundukan kepalanya kepundaknya karena terantuk ujung pintu.

Sosok itu hanya meliriknya tajam, membuatnya bergidik selalu di tatap seperti itu, “M-mianhe…”, lirihnya, TAP!

Tubuhnya yang basah dan ramping itu dijatuhkan begitu saja didepan pintu masuk,
“A-ah…T-tuan … j-jadi kau tinggal disini..T-tuan..”

“Jonghyun…Kim jonghyun..”, katanya memotong tanpa melihat ke arah nya.

“J-jonghyun sshi?”, gumamnya disela tubuhnya yang mengigil , kemudian ia mencoba mengangkap sesuatu..”..A-aku…siapa aku?”, tanyanya…

“K-kenapa ..aku tidak tahu apa–”
PLUK!

Sebuah handuk mendarat dikepalanya, “Semua orang bisa tidak tahu apapun tentang dirinya.”katanya kemudian berjongkok didepan sosoknya,”Kau terkilir, tetaplah tenang, hanya lecet sedikit dan sudah kuberi obat..ini bisa menyembuhkan…”, katanya membalut kaki sosok itu. Dia menelan ludah melihat matanya yang menatapnya tajam.

“G-gamsahabnida…J-jonghyun sshi…”, katanya tersenyum, Jonghyun langsung berdiri.

“Aku akan pergi kerja.”

“Eh?”

“Kalau kau lapar ambil apa saja yang ada didapur, kau bisa ganti pakaian basah mu dengan apa saja yang ada dilemari, jika kau sudah bisa berjalan kau bisa pulang kerumah mu atau cepatlah pergi kekantor polisi. Bye.”

BLAM!

Sosok bermata kucing itu hanya terpaku ditempatnya.

.

.

Slide

“Ah, selamat datang…”, sapanya,

Jonghyun terkejut melihat nya masih didalam rumahnya, “Kau..ku masih disini?”, katanya sinis dan melewatinya begitu saja.

“Ng…”

“Terserahlah , aku tidak perduli.”, jelasnya sinis. “Apa kakimu sudah baikan?”, tanyanya

“N-neh…sudah mendingan..”

Jonghyun terpaku di tempatnya, dia melihat sesuatu yang lezat tersaji dimeja kecil dirungan rumahnya yang sederhana itu, ia menoleh ke arah sosok tinggi dibelakangnya.

“Kau yang buat ini?”, tanyanya duduk didepan sajian itu.

“Neh…aku hanya bisa membuat yang simple saja, tapi…”

“Enak.”,

mata kucingnya terbelalak, ia langsung duduk didepan Jonghyun dan menatapnya dengan mata berbinar.
“Jinjja? aku lega…”, katanya tersenyum senang, Jonghyun hanya berdecak dan meneruskan makan, sejak berapa lama dia merasakan enaknya masakan seperti didepannya itu?

“Tapi…”

Jonghyun meliriknya kesal, apa lagi?

“Ng..bahan makanan dan bumbu didapur tinggal sedikit dan sebagian sudah tidak layak pakai jadi–“

“Ck, tuliskan saja apa yang kau butuhkan, besok akan kubelikan semuanya.”, katanya melanjutkan makan.

“Oh,baiklah…”, katanya senang, Jonghyun tidak menggubrisnya, dia hanya diam dan makan dengan tenang sesekali matanya menatap sosok didepannya, entah kenapa, ia benar khawatir..dan…marah.

.

.

Jonghyun menghisap rokoknya yang sudah kesekian batang dan menatap kelangit-langit kamarnya, sunyi …

“Hiks…”

Dia menoleh ke arah sebelahnya, ia bangkit dari tidurnya
“Yah…yah…”

Tubuh disebelahnya bereaksi, namun masih terdengar isakan darinya dengan tubuhnya yang bergetar,

“Oh..Mianhe…aku membangunkanmu..”, katanya tanpa berbalik menghadapnya.

“Kenapa?kau ingat sesuatu?”, tanyanya,

Sosok itu menggeleng, “A-ani…aku hanya bermimpi…” isaknya, “Hanya saja…ini mimpi yang indah…”, katanya pelan. Jonghyun berdecak.

“Lalu kenapa kau menangis?”, Jonghyun menghirup rokoknya lagi.

“Yah…mungkin…”, dia menghapus air matanya, “Sudahlah…lupakan saja…”,

Jonghyun menatapnya sekilas, entah mengapa tangisan itu menganggu, dan tubuhnya itu.

“Damn!”, geramnya, Dengan cepat ia membalikkan pundak nya yang ramping.

“Nnh? …nmmmhh…” desah nya, karena Jonghyun sudah menciumnya paksa, tangannya sebelah kanan menahan kedua tangan rampingnya diatas kepala sedangkan yang lain masuk kebalik celananya dan merambat kemembernya.

“Unhh…”

“Aah!”, erang Jonghyun, bibirnya berdarah, sosok didepannya mengigit bibirnya, mata kucingnya menatap Jonghyun takut dengan air mata yang mengalir deras.

PLAK!
“Aaah…h-hentikan…hentikan kumohon…”, teriaknya ketika Jonghyun menamparnya kedua kalinya dan memaksanya untuk menciumnya lagi, tangannya digenggam erat sedangkan celananya sudah mulai diturunkan, takut…sosok itu sangat takut, tubuhnya bergetar, namun Jonghyun tidak perduli, ia terus bekerja, mencium leher jenjangnya yang putih dan tangannya meruam kebalik kaosnya, namun…dia terkejut, tanganya berhenti sendiri, ia terkejut dan tidak percaya dengan yang ia liat…luka disekujur tubuh bagian depan kulitnya yang putih dan mulus.

“Shit!!”, teriaknya dan menyingkir dari atasnya,

“Uh..”, sosok itu merapikan pakaiannya dan merangkul pundaknya rapat, tubuhnya masih bergetar ketakutan, namun ia tidak lari, ia tetap duduk menatap Jonghyun heran.

“SHIT!”, erang Jonghyun, dia bangkit dan keluar dari rumahnya, sosok itu hanya diam lagi-lagi menatap pintu yang terbanting keras dan meninggalkannya bingung terdiam didalam rumah.

.

.

Slide

Sosok itu langsung menyambut Jonghyun yang baru kembali dari semalam dan menatapnya diam,

“Kau…masih disini?”,

Sosok itu hanya menatapnya dingin,
“Terserah ka–“

“Ini…”

Jonghyun menoleh, sosok itu memberikan kertas pada Jonghyun, ia mengambilnya “Apa ini?”

“Itu semua daftar yang aku butuhkan, kau bilang aku tinggal menulisnya?”, katanya cuek. Jonghyun mengerang.

.

.

“Kau..kau tidak takut padaku?”,tanya Jonghyun mengikuti sosok itu mendorong kereta belanja disebuah supermarket.

“Kenapa aku harus takut padamu?”

“Karena untuk lebih jelasnya aku bukanlah pria yang baik dan juga ramah, atau kau sengaja melupakan tentang hal itu?”, tanya Jonghyun.

“Hm..rambut pirang mu, dan anting-anting mu, dan tanganmu..entahlah…aku rasa cukup membuatku ingat sesuatu , tapi entahlah…”, katanya. Jonghyun berdecak, dia mendekat dan merebahkan dagunya di pundak rampingnya.

“Termasuk…dengan apa yang aku ingin lakukan semalam?”, bisiknya di telinga membuatnya bergidik geli. “apa kau paham akan hal itu? ingat?”, godanya,

“Eh?”, Jonghyun terkejut karena sosok itu menoleh dan menatapnya sinis.

“TIDAK PERDULI BERAPA KALI AKU MENOLAKNYA, KENAPA KAU TIDAK LAKUKAN ITU SAJA PADAKU DAN MELANJUTKANNYA? KETIKA KAU LIHAT TUBUHKU, KAU BERHENTI DAN MERASA BERSALAH PADAKU???”,

“Wh–“

“KALAU KAU INGIN MELAKUKANNYA PADAKU, KAU BISA…TAPI BAGAIMANAPUN AKU AKAN TETAP MENOLAKNYA!”

“Yah..yah..”, Jonghyun mulai panik karena sosok didepannya berteriak entah apa ia tidak mengerti, dan pengunjung sudah banyak yang melihat ke arah mereka berdua.

“KALAU KAU TERUS BERKATA JUDES PADAKU DAN SEKARANG BERKATA KALAU KAU JAHAT ITU TIDAK AKAN PENGARUH PADAKU!”, katanya, dan ia selesai bicara, nafasnya tersengal, Jonghyun menarik nafas…terserah…terserah apa kata mulutnya…dia tidak mengerti juga ada apa sebenarnya?

.

.

“Dari kemarin…ada yang ingin aku katakan…”, katanya berjalan dibelakang Jonghyun dengan langkah terseok karena kakinya yang masih sakit dan bawaan belanjaan beratnya.

“Apa?masih ada yang lain lagi?”, tanya Jonghyun kesal.

“Kau menyelamatkan ku…dan aku berterima kasih akan hal itu, kau orang yang baik.” katanya, Jonghyun berhenti dan menoleh.

“PABO! screw you! let me take this!”, katanya merebut belanjaan dari tangan ramping itu.

“Cepat jalannya!”, teriak Jonghyun, sosok itu cemberut dan menyeret kakinya lebih cepat, nappeun namja!makinya.

.

.

“Yah…hey…yo…kau dimana?”, teriak Jonghyun.

“Dammit! dia bahkan tidak punya nama, aku jadi bingung memanggilnya?”gumam Jonghyun sendiri.

“Hei ..kau memanggilku?”

“Hmm…Junsu…jirou …uuh…dubu…ngg…”,

“Hei..apa yang kau lakukan?”

Jonghyun menoleh kesal, “Ini namamu, aku mencoba mencarikan mu sebuah nama, tidak mungkin aku memanggilmu dengan ‘YAH’ ‘Hei’ ‘Yo’ , sementara kau disini kau harus punya nama untukmu sendiri.”

Sosok itu mendekat dan duduk didepan Jonghyun.

“Kalau begitu berikan aku nama ,Jonghyun shi..”

“Aku tidak ahli dalam hal itu..”

“Tapi aku tidak bisa memberikan nama untuk diriku sendiri…” bujuknya, “Berikan aku nama ,Jonghyun sshi..”

Jonghyun melirik kesal, “Gumiho…bagaimana dengan itu?”

“…”

“…”

“Kau pikir aku terlihat seperti rubah?”tunjuknya sendiri kehidungnya.

“Kalau kau tidak mau ya sudah!!”, erang Jonghyun.

“Oh nope, im oke dengan gumiho..”, kata sosok itu meralat. “Lagi pula kenapa Gumiho? apa kau pernah pelihara rubah?”

“Aku tidak pernah punya peliharaan, nama itu hanya untukmu…” kata Jonghyun berdecak, namun kemudian ia melihat ke arah meja. “Oh, ganti saja, jadi Key…itu lebih baik, mudah diingat!”,

“Mwo? kenapa selera mu aneh, tadi seperti rubah , dan sekarang benda yang kecil…kunci? ppfh.”

“YASUDAH KALAU TIDAK MAU!”

“Anio…begitu saja marah…”

“Dan berhenti memanggilku dengan kata ‘sshi’ , cukup Jonghyun saja,”

“Wae?”

“Tidak enak didengar.”

“Tapi itu sopan..”

“…”

“Jonghyun.”

“Hmm?”

“Hey..hey Jonghyun.”

“WHAT?”

“Panggil nama ku juga…”

“Aish, kau memaggil ku hanya untuk itu?”

“Iya..aku juga ingin dipanggil, ayolah…pretty please… aku sudah lama ingin punya nama,, ayolah ayolah…” katanya terus membujuk dan menarik lengan baju Jonghyun.

“SHUT UP KEY!”

“WOOF!”, serunya senang dengan wajah berbinar, Jonghyun terkejut dengan senyum manisnya, jantugnya berdegup cepat.dammit!makinya.

.

.

“Sebagian dari pertunjukkan adalah pertunjukan lumba-lumba..

“Kenapa? kau mau pergi kesana?”, tanya Jonghyun sambil memakan nasinya ketika melihat Key menatap layar TV dengan kagum menyaksikan berita disana.

“A-anio…bukan–“

“Kita pergi besok..”, Key terkejut dengan kata-kata Jonghyun, namun ia tersenyum lebar dan terus menerus menatap Jonghyun dengan senang dan mata berbinar, Jonghyun hanya bisa berdecak.

.

.

“Yayyy~~~”, seru Key ketika mereka tiba di Seaworld. Jonghyun hanya bisa berdecak dan terus menggelengkan kepalanya, serasa membawa anak kecil berwisata.

“Awesome! awesome! kau lihat tadi itu sangat luar biasa pertunjukkannya.”, kata Key terus saja meneriaki kegembiraannya, Jonghyun berdecak.

“Ya, kau bahkan lebih antusias dibanding anak kecil disebelahmu, norak!”

“Kau sendiri, yang kau lakukan hanya bisa ‘errghh…’ atau ‘ck’ , apa itu? tidak menyenangkan!”

“Diam kau Key berisik sekali, aku baru pertama kali pergi ketempat begini…”

Key hanya tertawa, namun matanya menangkap sesuatu.

“Apa? mau beli es krim?”, tanya Jonghyun melihat ke arah mata Key.

“Hmm..”

“Ini duitnya, kau beli sana.”, Jonghyun menyerahkan duit pada Key.

“Kau mau rasa apa?”

“Aku tidak usah..”

“Kalau begitu kita makan sama-sama…”

Jonghyun terbelalak , “Andwe andwe.. aku rasa coklat saja dan kau beli rasa sesukamu saja…”

“Arraso…tunggu sebentar yah, jangan kemana-mana Jjongie…”,

“Wha–pfh, Jjongie katanya?”, Jonghyun berdecak dan tersenyum simpul melihat sosok Key yang berlari ke tukang es krim.

“Jonghyun? kau Jonghyun kan?”

Jonghyun menoleh .”Wah benar kau Jonghyun! mengejutkan bertemu denganmu ditempat ini? “, kata sosok itu.

Jonghyun menatapnya sinis, tangannya mengepal kesal, “Yah yah…kenapa dengan mu? apa kau sudah melupakan partner mu ini Kim Jonghyun?”, godanya,

“Choi Minho…”, desisnya,

“Jonggie…maaf sudah malam menung–“

“Whoa Jonghyun Hyung, aku pikir kau menyukai yeoja? “ledeknya menarik sosok kecil disebelahnya. “Dan…selera mu cukup bagus juga, meski…’

“Ayo kita pulang Key!”, kata Jonghyun menarik Key pergi menjauh dari namja Choi Minho itu.

“Hei aku cuma bercanda Jonghyun hyung…”, teriaknya, namun Jonghyun terus berjalan dan Key tampak bingung yang ditarik oleh Jonghyun. “Hyung, senang bertemu dengan mu lagi, mari kita berteman.”, kata namja itu menakankan kata ‘teman’ pada Jonghyun.

.

.

Ssshhhaa…

Hujan itu turun lagi, sama seperti waktu itu.
“Jadi…pria tadi…apa hubungannya denganmu?”, tanya Key.

“Tidak ada hubungannya denganmu, kau tidak perlu tahu..”

“Tapi aku punya firasat buruk Jong…”

“Shut up Key!”katanya langsung berjalan ditengah hujan,

“Jonghyun!”, teriak Key mensejajarkan jalannya.

“Pada akhirnya hujan akan turun juga seperti ini..”

“Hah, Jonghyun…”panggil Key menarik lengannya, Jonghyun terdiam dan menarik Key dalam pelukannya.

“Pabo..kau basah kuyup …”, bisik Jonghyun, Key mengeratkan pelukan ditubuh Jonghyun, ia tidak tahu ada apa, hanya ini yang bisa ia lakukan.

“Jonghyun…tenanglah, aku ada disini…”

” Kau…suatu hari nanti kau juga pasti akan pergi, layaknya hujan yang datang tiba-tiba dan berhenti seketika juga..” Key melepas pelukannya dan menatap Jonghyun bingung, tatapan Jonghyun yang sedih.

“Nanti kau akan ingat semuanya…kau akan ingat siapa dirimu, hal baik dan buruk yang menimpamu…semuanya, kau akan melupakanku…”, Jonghyun meraih pipi Key “Dan kemudian … kau akan lupa telah menghabiskan waktu mu bersamaku Key…dan lupa akan nama ‘Key’ yang kuberikan untukmu..”kata Jonghyun tersenyum miris.

“Itu…ITU TIDAK BENAR! AKU TIDAK AKAN SEPERTI ITU! AKU TIDAK AKAN MELUPAKANMU JONG…AKU INGIN TERUS BERSAMAMU..AKU INGIN KAU MENJADI MILIKKU…AKU—hmpfhh?!!”

tanpa bisa berkata lagi Jonghyun menariknya kedalam ciuman panasnya, ia rengkuh tubuh rampignnya, Key menarik tengkuk Jonghyun dan tangan Jonghyun meraba seluruh tubuh Key , tubuh basah mereka serasa menyatu, seakan tidak perduli lagi air hujan yang basahi tubuh mereka, bisikan orang yang lewat, hanya ada ciuman yang panas penuh nafsu dan juga adu lidah yang saling terdengar bunyi kecapan mesra, air liur yang bertukar seiring air hujan yang masuk kedalam mulut mereka, sampai akhirnya harus berhenti karena mereka butuh oksigen.

“Kali ini kau tidak akan pergi lagi Jong?”tanya Key memeluknya erat membenamkan wajahnya dileher Jonghyun dengan nafas masih tersengal.

“Aku tidak perduli, meski kau bilang aku untuk berhenti , aku tidak akan berhenti..”, kata Jonghyun

“Its oke..”, balas Key. “Saranghae Jonghyun…”

“Nado…saranghae…”

.

.

“Saat itu..saat dimana ketika pertama kali kau datang menolongku …aku tidak tahu apapun, namun aku tahu kau seperti orang yang aku kenal..”, kata Key yang merebahkan kepalanya di dada bidang Jonghyun, Jonghyun diam saja, tangan yang satunya memegang puntung rokok dan yang satunya merangkul tubuh telanjang Key merapat ke tubuhnya.

“Dunia disekitarku tampak kabur…namun ketika itu kau, entah kenapa aku jelas melihatnya, aku seakan mendapatkan clue bahwa ‘akhirnya aku mendapatkannya…’ aku tidak tahu kenapa? mungkin jauh di dasar hatiku aku tahu ini akan terjadi …”, kata Key mengeratkan pelukannya , Jonghyun mematikan rokoknya dan membalikkan posisinya, berada di atas tubuh Key yang ramping dan putih.

“Pabo..”bisiknya.

“Ya—nnhmmh…ngh…”, desah Key, Jonghyun sudah mencium bibirnya lagi dengan paksa, mendarat ke lehernya dan seluruh tubuh Key, pada akhirnya ia melalukan lagi, tubuh mereka menjadi satu dan Jonghyun terus bergerak didalam tubuh Key, desahan dan erangan terdengar merdu, air mata Key mengalir tanda bahagia, tangan mereka saling menggenggam, dan ciuman mesra tercipta dengan tanda merah disekujur tubuhnya.

“Aaah…Jonghyun…nngh…”

.

.

“Hai Jonghyun hyung!”, Jonghyun men0leh ke asal suara,

“Minho, bagaimana kau tahu aku disini?”

“Hyung, aku kenal kau dengan baik, tidak sulit mencari info tentangmu.. kita jalan-jalan?”tawar Minho membuka pintu mobilnya. Jonghyun dengan tenang masuk kedalamnya.

“Kau ingat…dulu kita sering jalan bersama seperti ini kan Hyung?”, tanya Minho, Jonghyun hanya diam saja.

“Kim kibum, aku hanya ingat dia anak dari Kim corporation, 3 tahun lalu, kau dan aku pergi kesana untuk menagih utang pada mereka, tapi sayang sekali, kita malah berakhir dengan menghabiskan seluruh keluarganya, dan anak itu…maish hidup sekarang, buruknya dia bersamamu , hehehe… aku rasa dia pasti punya dendam yang masih tersimpan didalam hatinya, entah apa yang membuatnya tidak mengenalmu Hyung…”,

Flashback~

Ssshhhaaa…hujan saat itu… Hujan itu terus menerus turun, jatuh dan terus mengguyur tanah yang basah, kiranya masih sangat terasa baunya di hidung, bau segar air yang membasahi tanah yang kering kerontang.

“Aku menemukanmu…”

Jonghyun berhenti berjalan, menatap sosok namja cantik berdidi didepannya dengan basah kuyup.

“Aku menemukanmu…”, katanya geram menatap Jonghyun dengan amarah. “Ini salahmu, SALAHMU KARENA KAU MEMBUAT APPA DNA UMMAKU MENINGGAL!!”, teriaknya, Jonghyun memundurkan langkahnya karena anak itu mengeluarkan pisau. “AKU KAN MEMBUNUHMU!”

Namja itu berlari ke arah Jonghyun dengan pisau yang siap menghunus perutnya, namun dengan sigap Jonghyun menghindar dan menarik lengannya dna melumpuhkannya dengan pukulan.

“Aargh..waah..”, teriaknya, namun tidak berhenti sampai disitu, Jonghyun terus berusaha menghidar dari tendangan dan erangan berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya. Namun…

“Aaaah…”BRUK!

Semuanya berhenti,sunyi…namja itu jatuh ke bawah, jatuh dari tangga penyebrangan.

Endflashback~

“Aku tidak percaya dia adalah namja yang sama yang jalan denganmu di seaworld.”, kata Minho lagi, “Namun yang paling membuat aku terkejut adalah…kau Hyung.”

Jonghyun diam saja, tangannya masuk kedalam kantongnya sendiri, mengeluarkan barang yang selalu ia bawa setiap harinya.
“Apakah kau berniat memang berubah jadi orang baik Hyung? apakah namja cantik itu telah merubah pikiranmu? atau kau yang ingin keluar dari dunia kejahatanmu?”

Minho berdecak, ia hentikan mobilnya di pinggiran jalan ujung Seoul, ia keluarkan pemantik rokok, ia isap dalam-dalam dan melihat keluar. “Hmm…bahkan dia tidak mengenalku ketika ia melihatku, apa dia lupa ingatan? tapi memang lebih baik dia melupakannya…”, kata Minho terkekeh.

“Atau…aku dapat membuatnya ingat tentang luka yang ia dapat dari hasil kreasi tanganmu sendiri?”, tanya Minho.

“Apa kau butuh uang?’, tanya Jonghyun dingin.

“Hhahahaha…kita seharunya menjadi teman, aku akan rugi dari mu…”

“Jadi ..kalau begitu untuk permulaan aku akan deposit sebesar 30.000.000 ..”

Minho tertawa lagi, “Bukankah itu terlalu murah hah? untuk melindungi harta mu yang paling berharga saat ini ,benarkan?”

JLEB!

Dan biarkan hanya hujan yang menghapus semuanya.

.

.

“Jonghyun…kau baik-baik saja? kenapa basah kuyup? ” Key lari dari dalam membawa handuk ketika dengar pintu terbuka dan memperlihatkan Jonghyun yang basah kuyup. “Hujannya tiba-tiba sekali Jjongie…”
“Oh yaampun tubuh kamu jadi basah semua…ayo mandi nanti kau bisa sak–uh..”

Key terpotong ucapannya , ia terkejut karena Jonghyun memeluknya dengan erat.
“Jonggie..gwencana?”bisiknya, namun Jonghyun hanya membenamkan kepalanya di pundak Key.

“Suatu hari aku akan mengatakannya padamu Key…saat hujan turun …”, kata Jonghyun melepas pelukan Key, namun Key masih bingung.

“Tapi itu dulu…mulai dari sekarang, baik itu hujan atau tidak, aku tidak akan pernah melepaskanmu…kau …punya perasaan yang sama denganku kan Key?”, Jonghyun meraih pinggang Key dan membelai pipinya, ia cium rahangnya dan ia bisikan kata ditelinganya.

“Saranghae Key.. jangan pernah meninggalkanku…aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menghalangi jalan kita…”, kata Jonghyun mencium leher Key.

“Nado…nado saranghae…’, bisik Key. Dan mereka saling menshare ciuman panas.

Dan juga…ketika waktunya kau datang mengingat semuanya, pada saat itu Key…aku akan melepasmu, tapi tidak sekarang …

.

.

Ditemukan mayat pria berusia 24 tahun mati diduga karena bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau ditangannya, ditemukan tidak bernyawa didalam mobilnya , dan diduga mayat tersebut bernama Choi Minho . Polisi masih terus menyelidiki sebab ia bunuh diri..

END!!

DAMMIT!! YEAH, is really creepy neh?

aku buat Jonghyun jadi mengerikan nggak sih? well …over protect banget dan yess! guys, Minho mati!

Well, im not good for check my typo, im to lazy for do that, so bare wtih me guys, hope u’ll like it!

SORRY ONCE AGAIN THERES MANY WRONG TYPO!!

RCL PLEASE!!

SEE YAA🙂

38 thoughts on “[Jongkey] Like the rain when it will come

  1. Wew…
    Kereeeeennnnn!!!
    Daebak…

    Semoga key tetap begitu dan g inget apa2…
    Endingnya manteb, sukaaaaaaaa…

    Authornya keren nih…hoho

  2. Ga tau gimana ato apa… Ni FF paling daebak bgt!!!! Tanpa ada NC yang berlebih… Cerita yg kayak gini paling aku sukaaaa…. Ga bosen baca berulang ulaaaaang….. >.<

  3. daebaklah FF ni tp syg knp minhp’a meninggal dah huweeee karunya euy ka si minho cm nongol bentaran doang hahaha
    ksian jg iyaa key’a ga inget pa2 tp lbh gt supaya lancara ma jjong’a hahaha

  4. Sih jjong jd pembunuh ya disini…keren banget sihhhhh…
    Tapi knpa minhonya harus mati.?? Sih jjong kan pasti yg ngebunuh biar dy gak nebongkar tuh rahasia.???
    Semoga aja jjong n key selalu bahagia deh..mudah2an sih key gak ingat masa lalunya..hehehhehe ^^
    Daebak.!!! Daebak.!!!

  5. Penasaran bc jongkey.
    Bingung bgt bc awalx.
    Ini dialog sp n sp, tp akhrx ngerti jg.
    Tryt key itu hlg ingatan toh, n parahx jong yg udah ngabisin kluargax.

    Hahaha, pdhl aku kira endingx Jjong mati dibunuh Key.
    *crtx Key udh ingat n bye..bye Jjong*
    Kkk~

    Crtx kerreenn.

  6. Jjong yg bunuh keluarga Key?
    euh, kasihanny Key.., tp Key kok bisa nggak inget tiba-tiba? ato sebenerny nggak tiba-tiba to? hadueh, aku emang telmi sih..,

  7. huaaahhhhh…….seruuuu
    aigoo…..bener” ga nyangka yg buat key kayak gitu jjong sendiri,, tapu akhirnya jatuh cinta deh sama key,, aigooo

    minong mati??? pasti dibunuh sama jjong tuh,, ahhh…..udah tergila” sama key,,

  8. key cinta sma pembunuh keluarganya sendiri..udh gtu jjong bumuh minho jga lagi…serem bnr..

    py jjong punya cinta yg tulus buat key..berdoa aja mudah2an key lupa ingatan selmanya…

  9. Umm itu minho ny dbunuh sma jjong tah thor?
    Hhihi pas awal sdkit ga ngrti sma critanya, tp pas udah aga ahir bru ngrti, #hhaha lemot
    Ini aga gntung thor, key ny bklan pulih dr amnesia ny ga? Trus jjong ny gmn dong?
    Lnjut dong thor ..

  10. Uwooo….. saya nge-skip bagian nc. hihihihi
    waah~ keren!! suka… suka…*tepuk tangan gaje*
    gak nyangka yah, sekedar begitu hilang ingatan. tpi, no what-what… toh akhirnya JongKey bersatu juga~ uyeee…… hihihi

  11. awal2-nya bener deh ga ngerti maksud jalan ceritanya kek gimana.. Mana si jjong galak banget lagi,, kan kesian key yg amnesia u_u tp untungnya happy end,, meskipun harus berakhir dengan kematian minho u_u

  12. Deabakkk !!!! gak maen2 jjong !!minho ampek d gorok 😖😖😖😖
    rada sadizzzzzzzz..!!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s