[onkey] IM YOUR LOVE DOCTOR-chap 10end


Keyshaword:

DUING..DUING..

ABIS DARI PARIS!!!! MUAHAHAHAHAHAHAHA..SETELAH NGACAK2 KAMAR SI MAITS DAN AKHIRNYA MAKSA DIA YANG BIKIN INI FF.. HAHAHAHAHA

ADGAN LAMAR MELAMAR TAPI SAYA YANG BIKIN..MUAHAHAHA

BAIKLAH… MARI BCA/… SAYA MAU KE PARIS LAGI..WHUUUUUZZZ

Title                       : I’M YOUR LOVE DOCTOR

Author                  : Keysha feat. Maitsa’

Cast                       : Onkey

Genre                   : Molla.. wkwkw

Length                  : Sequel

LEAVE A COMMENTS PLEASE… NO BASHING, NO SR !

HAPPY READING!

.

.

“Hyung, aku perlu berbicara denganmu sebentar.” Death glare yang begitu menusuk dari Key membuat Jonghyun hanya ternganga saat Key bangkit dan menarik lengannya untuk segera menjauh dari ketegangan. Key membawa Jonghyun hingga ke pojokan tangga.

“Hyung, apa sih maksudmu? Apa kau tak lihat bagaimana situasi sekarang? Tak sadarkah apa yang baru saja kau lakukan eoh? Aish!” Mengoceh berapi-api di depan Jonghyun yang menatap polos. Sementara seluruh kepala menonton adegan ‘panas’ kakak-adik itu dengan tatapan bingung, terkecuali Onew. Hah, Key tak sadar bahwa suaranya terlalu kencang. Jadi sebenarnya membawa Jonghyun menjauhi massa pun tak ada gunanya.

“Yang kutahu aku mengundang Jinwoon karena aku tak memiliki teman atau saudara yang akrab di sini selain dia. Dan bukankah seharusnya kau senang? Jinwoon itu kan –“

“Apa? Dia temanku, hanya TEMAN, hyung. Tak lebih, ara?!” Sudah sangat teramat kesal, apalagi melihat ekspresi Onew yang tak ubahnya seperti patung duduk. Sulit sekali sih menasihati hyung-nya ini? Dari dulu selalu saja, selalu saja banyak ulah, selalu mencanmpuri urusannya, selalu saja mengatur-ngaturnya, selalu saja..

“Ya! Mengapa kau jadi membentak hyungmu sendiri eoh?! Apa ajaran sesat dari namja pabo yang mengaku pacarmu itu hah?!” Balas Jonghyun tak kalah keras.

“HYUNG!” Key terbelalak dan membekap mulut Jonghyun, namun terlambat. Onew bangkit dan berbalik menatap Jonghyun yang juga kini menatapnya.

“Oh ya! Kalau menurutmu begitu. Aku memang bukan siapa-siapanya Key! Aku bukan namjachingunya! Shit..” Seluruh yang ada di ruangan itu membulatkan matanya takjub. Key semakin merasa tak keruan. Gemetar ia melepaskan bekapannya pada Jonghyun dan beralih hendak mengejar Onew yang mulai menaiki tangga. Namun pergelangan tangannya dicekal oleh Jonghyun.

“Baiklah, sepertinya kedatanganku di sini hanya membawa kekacauan, aku permisi. Key, mianhae, aku memang bukan siapa-siapamu lagi. Jumuseyo..” Datar. Sudah, cukup. Jinwoon tak mampu lagi mendengar pertikaian demi pertikaian yang ditimbulkan hanya dengan keberadaan dirinya. Masih jelas terbayang di memorinya saat Onew dan Key bertengkar karena ia membantu Key mengecat kamar namja cantik itu.

Key bingung, berganti memandang nanar tangga dan pintu keluar, dimana Jinwoon membungkuk dan berbalik untuk segera pergi. Hah, bagaimana? Bagaimana ini? Key tak mau Jinwoon memusuhinya atau menjauhinya. Ia hanya ingin Jinwoon menjadi temannya, tapi ia tak ingin Jinwoon menjadi salah paham seperti ini.

Key melepas cekalan Jonghyun dan berlari ke arah pintu. Taemin dan Minho hanya menonton adegan demi adegan yang berlangsung. Tak bisa berkata apa-apa. Taemin bangkit dan bergegas menuju kamarnya, hendak menengok Yoogeun. Takut bocah kecil itu terbangun karena keributan kecil di rumah itu.

Sementara itu, Key terus berlari ke pelataran, ke halaman, hingga keluar pagar. Sudut mata kucingnya menangkap sosok Jinwoon yang menaiki motor sport miliknya dan hendak segera pergi. Tak peduli saat ini hujan deras tengah turun membasahi tubuhnya. Ia terus berusaha sekuat tenaga.

“Hyuuuung! Jinwoon hyuuuuuung! Chamkaman! Aku bisa jelaskan ini semuaa, tunggu aku hyuuung!” Teriak Key sekeras mungkin, berharap Jinwoon menengok dan membiarkannya bicara. Namun Jinwoon terus menggas motornya dan perlahan-lahan melaju menuju keramaian kota, Key masih terus mengejarnya hingga motor itu tak terlihat lagi.

Deg deg deg deg deg deg deg

‘M-mwo? Mwoya ige? Mengapa.. mengapa debaran ini muncul lagi?’

Deg deg deg deg deg deg deg deg deg

“Aargh…” Brug. Key terjatuh di atas trotoar, memegangi dada sebelah kirinya yang terasa sangat sakit saat ini. Gigi-giginya gemeretukkan menahan sakit yang luar biasa. Matanya terpejam, tak kuat.

“Je-bal-ja-jang-an-di-saa-t-se-se-perti.. ini..” Dug. Key sempurna tergolek begitu saja. Tubuh kurusnya semakin tampak jelas dalam balutan pakaian yang basah total diguyur hujan yang deras menerjangnya. Hanya satu kalimat pendek yang terucap sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri.

“Onew hyung.. tolong aku..” Gelap. Lalu semuanya berubah menjadi ruang tanpa cahaya.

-OooO-

Ternyata dari sebuah tempat sepasang mata sabit memperhatikan kejadian-kejadian yang berlangsung di luar sana.

“Huh.. rupanya ia lebih memilih Jinwoon. Pabo! Kau pabo Onew! Mengapa sempat terfikir bahwa Key menyukaimu? Eoh? Namja pabo! Sempat-sempatnya kau mengaku dirimu adalah pacarnya! Aish.. aku menyesal.. hufth!” Berdecak kesal sambil menjauhi jendela kamarnya setelah melihat Key yang bersikeras mengejar Jinwoon.

“Lebih baik aku kembali ke bawah, menyelesaikan makan malamku, dan cepat kembali ke kamar untuk tidur. Mulai besok aku akan kembali bekerja di rumah sakit. Akan kubatalkan kontrak kerja untuk mengurus Key.” Berkata pada dirinya sendiri yang begitu kesal saat ini.

Bug!

“Eh?” Onew memalingkan wajahnya kembali ke arah jendela saat mendengar suara berdebam kecil di luar sana. Mata sipit itu terbelalak melihat apa yang berlangsung di depan matanya.

“Key..” Mendesis pelan sebelum sesaat kemudian berlari keluar kamarnya tergesa.

“Ya! Namja pabo, mau kemana kau?” Sapa Jonghyun sinis di ruang tengah. Tapi Onew seolah tak mendengar kata-kata itu, ia langsung keluar dan berlari di bawah deras hujan yang mengguyurnya. Jonghyun berdecak sebal.

“Huh, namja tak tahu sopan santun seperti itu tak pantas bagi Key.”

“Hyung.. kau salah..” Jonghyun menengok ke arah namja tampan jangkung yang sekarang duduk di sofa di seberangnya.

“Onew hyung.. tak seperti yang kau pikirkan..”

-OooO-

“Key! Aigooo.. Kau kenapa lagi?” Berkata cemas saat menemukan sosok Key yang tergeletak begitu saja di tengah hujan deras. Tak berdaya sama sekali. Onew mengangkat Key dan hendak menggendongnya di punggung, kemudian ia mendengar bibir soft pink itu menggumam kecil.

“Onew.. hyung..” Onew tertegun, mencoba mencermati kata-kata yang terucap dalam kondisi tak sadarkan diri itu.

“Onew.. hyung..” Lagi, kata-kata itu terdengar lagi. Persis sama. Kali ini tak mungkin salah. Onew menatap lekuk wajah tirus di hadapannya dalam, lalu menggendongnya hingga masuk ke dalam rumah.

-OooO-

Onew menggendong Key hingga masuk ke dalam rumah dengan keadaan yang basah kuyup. Minho dan Jonghyun yang tengah duduk di sofa ruang tengah memandangnya kaget.

“Ya! Onew! Apa yang kau lakukan pada Key eoh?” Jonghyun sudah bangkit dari posisinya, menatap Onew dengan pandangan tak sabar. Minho berusaha mencegah Jonghyun yang sudah ingin melangkah mendekati Onew.

“Dia harus istirahat..” Ucap Onew datar tanpa memandang Jonghyun sedetik pun. Kemudian Onew bergegas menaiki anak tangga dan menghilang dari pandangan Jonghyun dan Minho.

“Hyung.. kubilang, Onew hyung tak seperti terlihat dari luarnya. Tenanglah.. Onew hyung tak akan melukai Key hyung.. Kau tau, ia seorang dokter, jadi lebih baik kita serahkan semua padanya.” Ujar Minho, menenangkan Jonghyun yang tengah tersulut emosinya. Beruntung, Jonghyun menurut dan duduk bersama Minho sambil menonton televisi.

-OooO-

Clak.. clak..

Tetes-tetes air berjatuhan ke atas baskom yang penuh berisi air, akibat Onew yang sedang memeras kain basah. Kain itu hendak ia gunakan untuk mengompres Key. Saat ini ia membaringkan Key di kasur Key sendiri. Tak ingin mencari gara-gara hanya dengan menidurkannya di kasur miliknya.

Onew melipat kain itu rapi, dan meletakkannya di atas dahi Key yang sudah terlebih dahulu dijepit poninya. Kain bersuhu hangat karena sudah dicelupkan ke air hangat. Onew menatap Key dalam, jelas tersirat dalam manik mata sabit itu kekhawatiran yang teramat sangat. Ia sudah memeriksa kondisi denyut jantung Key tadi, dan hasilnya memprihatinkan. Denyut jantungnya terus menerus berdebar kencang, tekanan darahnya juga tinggi. Mungkin terbawa pengaruh emosi saat kejadian tadi. Ditambah guyuran hujan, jadilah ia demam seperti saat ini.

“Key… mianhae.. mianhaeyo..” Menyesali kata-katanya yang sempat terlontar tadi. Ia merutuki dirinya sendiri yang sudah berburuk sangka. Namja tampan itu meraih jemari kurus itu erat, kemudian menyatukannya dengan jemari besarnya. Mencoba berbagi kehangatan dengan namja cantik yang sangat berarti bagi dirinya ini.

Yah, sangat berarti.. Tapi.. molla.. ia masih belum punya kekuatan untuk berkata yang sejujurnya di hadapan namja dengan manik mata tajam ini.

Onew memejamkan matanya, ia menopangkan dagunya di atas tautan jemarinya dengan jemari Key. Hangat. Yah, hangat, rasa hangat yang selalu menjalar di tubuhnya hanya ketika ia berada bersama Key. Bahkan sekarang jantungnya ikut berdetak dua kali, mungkin tiga kali lebih cepat dari biasanya. Bukan.. ia bukannya sakit.. namun…

“Onew hyung… tolong.. jangan marah padaku..” Onew membuka kembali matanya. Ya! Ia mendengar igauan dari Key yang masih belum sadar. Onew tersenyum.

“Ne, aku tak akan pernah marah lagi padamu nae Key..” Sabit itu akhirnya terpejam, masih bertahan dalam posisi duduk menunggui sosok tak berdaya yang terbalut sweater dan selimut tebal itu.

-OooO-

Jonghyun menatap Minho serius, tajam. Kali ini ia tidak main-main. Ini menyangkut nyawa adiknya, Kim Kibum, Key!

“Apa maksudmu berbicara seperti padaku? Kau tak tahu apa-apa bocah.. Key dongsaengku, dan aku lebih mengetahui segalanya dibandingkan dirimu!” Bentaknya kasar, tapi itu tak cukup untuk menyurutkan ketenangan yang terpancar dari bola mata besar milik seorang Choi Minho.

“Jinjja?” Balas Minho singkat, namun begitu kentara nada mengejek di dalamnya. Jonghyun semakin tersulut.

“Apa katamu?! Kurang ajar! Berani kau padaku eoh?” Jonghyun sudah hendak mengangkat sebelah tangannya yang terkepal jika saja seseorang tak menahan lajunya.

“Semua yang dikatakan Minho hyung benar, Jonghyun hyung..” Suara halus itu, namja cantik berambut almond yang tiba-tiba sudah berada di samping Jonghyun. Jonghyun tergelak.

“K-kau? K-kalian?”

“Ne, aku dongsaeng dari orang yang kau tak sukai, Lee Jinki. Atau lebih biasa kupanggil Onew hyung. Dia bukan tipikal orang yang ceroboh, bodoh, keras, atau lain sebagainya seperti yang terlihat dari luar. Onew hyung orang yang sangat bertanggung jawab, dan meskipun mungkin kau sulit percaya, ia begitu sayang pada anggota keluarganya, terlebih seperti kami yang sudah tak lagi memiliki orang tua. Mungkin karena itu juga, ia menjadi terlihat lebih serius dan over protective, atau terlihat menyebalkan..” Minho memandang Taemin kagum, tak menyangka namja semuda dia rupanya memiliki pandangan sejauh itu.

“Ya, apa yang Taemin katakan, itu benar hyung. Onew hyung bahkan pernah menjitakku hanya karena aku merebut permen lolipop dongsaengnya ini. Padahal aku hanya bercanda saat itu. Namun aku mengerti, hal itu ia lakukan karena ia ingin melindungi Taemin.” Tambah Minho.

“Dan kau tahu hyung? Tak mudah bagi orang seperti Onew hyung mengutarakan sebuah perasaan. Tapi.. aku bisa melihatnya. Aku bisa melihat tatapan yang begitu dalam dari Onew hyung saat ia memandang Key hyung. Aku tak tau itu apa, tapi yang kutahu, jika Onew hyung sudah begitu, ia pasti memiliki perasaan tertentu pada orang tersebut. Percayalah.. jika Onew hyung menyukai Key hyung, ia pasti akan mengatakannya. Ia orang yang bertanggung jawab.” Tutur Taemin panjang lebar. Minho mengangguk-angguk di sampingnya.

“A-apa Key juga.. memiliki perasaan yang sama?” Jonghyun bertanya takut-takut. Hm, rasanya.. ia sudah salah selama ini. Dinasehati oleh orang yang lebih muda tak cukup mengenakkan, terlalu sulit untuk mengalah, namun..

“Kalau pengamatanku tak keliru, Key hyung juga menyimpan rasa yang sama…” Jelas Taemin mantap. Jonghyun menatap ragu sekilas pada kedua namja di hadapannya. Namun akhirnya, ia membuang napas berat dan mengangguk.

“Baiklah.. akan kulakukan apa pun, asal itu terbaik untuk Key..”

-OooO-

Ciit ciiit ciiit

Suara kicau burung memecah keheningan pagi. Sinar sang mentari sudah mulai masuk melalui celah-celah ventilasi udara yang cukup besar. Sinar itu tepat jatuh di pelupuk mata kucing yang tengah tertidur pulas.

“Mmh.. sudah pagi eoh?” Ia baru saja hendak menggosok matanya dengan tangan kirinya, namun berhenti ketika ia menyadari bahwa tangannya tertahan oleh sesuatu yang berat. Ia menoleh ke samping.

“Mwo? Onew hyung?” Ucapnya kaget. Onew tengah tertidur pulas di sambil menopangkan dagu di atas tautan jemari mereka. Key terpana sejenak, namun sedetik kemudian tersenyum manis. Tangan kanannya menyibak poni hitam milik namja tampan itu. Aigoo.. Kyeopta..

“Mmh.. ah, Key, kau sudah bangun? Eh.. kau sedang apa?” Key terperanjat kaget karena Onew terbangun tiba-tiba. Blush.. pipi tirusnya merona kemerahan akibat terpergok tengah melakukan sesuatu yang menurutnya memalukan.

“Ah.. mm.. gwaencahana..” Ujar Onew sambil tersenyum menenangkan, menjadikan Key semakin malu untuk menatap ke dalam bola mata sabit indah itu.

“Mian.. aku..”

“Sudah kubilang tidak apa-apa,” Gerakan tangan Onew mengarah pada pipi tirus Key, mengusapnya perlahan, menimbulkan rona kemerahan yang semakin menjadi di wajah cantik itu, “Kau sakit tadi malam.. mianhaeyo Key..”

Key membulatkan mata saat wajah tampan di depannya menunduk lemah. Kenapa? Tak biasanya..

“Mianhae.. untuk apa, hyung?”

“Yah.. gara-gara kecerobohanku tadi malam, kau jadi seperti ini.. Tapi sekarang kau merasa agak baikan kan?” Onew kembali mengangkat kepalanya.

“Ne, aku sudah baikan. Aku baik-baik saja, karena..” Key melirik sepintas pada mata teduh Onew, kemudian tersenyum.

“Karena apa?”

“Karena ada kau di sampingku sekarang..”

-OooO-

“Hyumphgng affa Keymph hyunmpgh sudhah sadar?” Tanya Taemin sambil mengunyah pada Onew yang tengah mengambilkan sepiring nasi untuk dibawa ke kamar atas. Raut mukanya menandakan bahwa ia sedang bingung, ya.. bingung melihat hyungnya yang tersenyum-senyum sendiri. Kenapa? Apa Key sudah sembuh? Atau ada hal lain?

“Ne, dia sudah baikan, namun harus tetap istirahat dan jaga pola makannya.” Jawab Onew, lagi-lagi sambil tersenyum, “oh ya, Minho sudah pulang?”

“Mm.. ani, dia belum pulang..”

“Lalu?”

“Dia masih tidur di.. kamarku, hehe..” Ungkap Taemin malu-malu. Onew membulatkan matanya setelah mendengar penuturan dongsaengnya itu.

“Mwo? Jadi kau biarkan dia menginap di kamarmu? Mengapa tidak dengan Jonghyun?” Tanya Onew marah. Tentu saja, ia takut hal-hal buruk akan menimpa Taemin jika memang benar begitu faktanya.

“T-tenang hyung, Minho tidur di sofa kamar dan aku tidur bersama Yoogeun di kasurku, seperti biasa. Kau tak perlu berprasangka buruk..”

“Jinjja?” Menatap Taemin penuh selidik.

“Jeongmal, I swear!” Taemin membentuk huruf ‘V’ dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Akhirnya Onew mengangguk percaya dan berbalik ke arah tangga. Taemin mengelus dada, hampir saja hal yang paling menakutkan terjadi, ‘badai api sang Lee Jinki’. Hufth..

-OooO-

Cklek.

“Key, ini aku bawakan sarapan untukmu.” Onew meletakkan nampan berisi piring dan gelas itu di atas bufet samping tempat tidur yang digunakan Key untuk berbaring. Key yang tengah asyik mengutak-atik ponselnya berhenti sejenak. Senyum terkembang di bibir tipis itu.

“Gomawo, hyung..” Sejengkal lagi Key akan mendapatkan piringnya, namun tangan besar Onew sudah terlebih dahulu mendapatkannya dan duduk di samping kasur king size itu.

“Berdoalah, kemudian aku akan menyuapimu. Cepat..” Perintah Onew tegas.

“Lho? Kenapa hyung? Aku kan bisa sarapan sendiri.” Tolak Key. Onew mendengus.

“Tidak bisa. Aku yang membuatmu sakit maka aku yang harus bertanggung jawab. Ok?”

“Tapi hyung, nanti kau repot..” Cegah Key saat Onew sudah mengambil satu sendok nasi beserta lauk pauknya dan hendak memasukkannya ke dalam mulut Key. Onew memicingkan matanya.

“Aku tak pernah merasa kerepotan karenamu, cepat makan pabo! Nanti kau sakit lagi.” Ujar Onew untuk yang terakhir kalinya. Kali ini Key tak boleh lagi membantah ataupun menolak apa pun yang ingin ia lakukan.

“Haah.. dokter menyebalkan, baiklah..”

“Haha, biar saja..” Onew mengangkat sendoknya, dan Key bersiap membuka mulutnya, lalu melahap sendok demi sendok nasi yang masuk ke dalam mulutnya. Lezat. Entah kenapa rasa makanan ini jadi terasa begitu lezat. Padahal hanya sepiring nasi, seonggok ceplok telur dan beberapa sayuran di sisinya.

“Nah, begitu.. aku tak ingin kau terjatuh di jalanan seperti itu lagi.” Menyendokkan nasi sambil berpura-pura cemberut, Onew menggembungkan pipinya. Key langsung teransang tertawa ketika melihatnya.

“Haha hmmph..”

‘Hahaha Onew hyung.. kurasa.. aku benar-benar menyukaimu sekarang..’

-OooO-

“Ya, Taemin! Apa Onew atau Key sudah bangun?” Tanya Jonghyun sambil mengucek matanya yang masih kemerahan. Taemin mengalihkan pandangannya sejenak dari acara televisi yang sedang ditontonnya bersama sang dongsaeng, Yoogeun.

“Sudah, beberapa menit yang lalu Onew hyung baru saja membawakan sepiring nasi ke lantai atas. Sepertinya itu untuk Key hyung..”

“Ooh, begitu..” Balas Jonghyun singkat, ia menaiki tangga dan ingin memastikan keadaan Key sekarang. Taemin tidak mencegahnya, karena setelah acara tadi malam, setidaknya Jonghyun akan mengubah sikapnya menjadi lebih ramah.

Sesampainya di lantai dua, Jonghyun menerka-nerka mana kamar yang sekarang ditempati oleh Key. Namun saat itu pula ia mendengar suara obrolan dan tawa dari sebuah kamar dimana ia berada di depannya. Jonghyun membuka pintu dengan sangat hati-hati, tak ingin mengagetkan kedua namja yang berada di kamar itu.

Cklek. Tercipta suara bukaan pintu yang amat kecil, sehingga kedua namja di dalam mungkin tidak menyadarinya.

Sesaat Jonghyun terpana memandangi pemandangan di dalam. Key terlihat sangat bahagia bersama Onew yang tengah menyuapinya. Mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut namja cantik itu. Jonghyun menatap dari balik pintu, tak ingin merusak suasana. Hmm.. mungkin.. Taemin dan Minho ada benarnya.

“Yang penting Key sudah sembuh, dan ia bahagia sekarang..” gumam Jonghyun pelan, kemudian menutup kembali pintunya dan meninggalkan lantai dua. Sebenarnya hatinya sedikit kecewa lantaran Key yang lebih bahagia saat bersama Onew dibandingkan bersama dirinya. Namun, mengingat mata dongsaengnya yang begitu berbinar ketika bersama Onew, ia merasa itu lebih baik.

“Ya! Taemin, aku lapar dan ingin makaan~” Seru Jonghyun dengan suara yang jelas dibuat-buat. Taemin mendelik.

“Ambil sarapanmu sendiri sana!” Jonghyun memandang aneh lalu menjulurkan lidahnya. Taemin hanya bergidik pelan.

-OooO-

Beberapa hari kemudian..

“Hyung, sebenarnya kita ini mau kemana sih?” Tanya Key bingung pada Onew yang masih menyetir dengan kecepatan tinggi, seperti sedang terburu-buru ingin ke suatu tempat.

“Sudah, jangan cerewet!” Balas Onew singkat. Key mengerucutkan bibirnya hingga benar-benar mengerucut. Onew tertawa melihatnya, tentu saja dari sudut matanya.

Ckiiit, Onew mengerem mobil audinya mendadak saat sudah memasuki kawasan dengan tanah berlapiskan rumput jepang yang tertata begitu rapi. Melepas sit belt yang mengikat tubuhnya kemudian keluar dan segera membukakan pintu untuk key. Membukakan sabuk pengaman namja cantik itu kemudian menggendongnya ala brial style. Tak lupa mengambil karangan bunga lili putih yang ia beli tadi di jalan.

“ya! Aku bisa jalan! Kenapa harus di gendong segala? Turunkan aku!” menggoyang kakinya untuk memaksa sang dokter menurunkan dirinya ke tanah.

“diam saja.. kau ini sedang sakit..” kecam onew seraya melayangkan tatapan sinis pada key. Namja cantik itu langsung mengunci bibirnya. Membiarkan onew membawanya ke sebuah area yang begitu sepi di hampari rumput hijau terawat dan sesekali terlihat batang-batang pohon yang daunnya sudah gugur mengering.

“Pemakaman?” tanya key pada onew. Namja tampan itu tak menghiraukan tanya key, malah tetap konsisten manapaki undakan-undakan anak tangga yang membawanya ke sebuah batu nisan bertuliskan  ‘Lee Hyukjae..” dengan beberapa karangan bunga yang sudah mengering di depannya.

Tep

Onew menurunkan tubuh ramping itu untuk memijak pada tanah. Key menatap onew bingung, menatap mata sabit yang perlahan sendu dan mulai berkaca-kaca.

“Hyung..kau menangis?” tanya key seraya melongokkan kepalanya. Jemarinya menarik dagu namja tampan itu agar bisa melihat dengan jelas wajah tampan yang di penuhi rasa sedih.

“Ini kuburan umma..”ucap onew lirih, mata sabitnya mengarah pada batu nisan itu. Berjalan mendekat dan meletakkan secara perlahan bunga yang ia bawa di sana. Lili putih yang masih segar.

“oh..mianhae..” berbisik lirih pada onew yang sekarang mengelus permukaan kasar batu nisa itu, kasar di makan cuaca, membuat beberapa bagiannya telah pupus terkikis angin.

Onew hanya diam, masih sibuk memandangi nama yang terukir di sana. Ia bangkit dan berdiri tepat di depan kuburannya, mulai membungkuk memberi hormat dan doa pada sang umma tercinta di ikuti key di belakangnya.

“Umma.. aku sudah punya pilihan..Ini..” ujar onew datar, menggamit lengan kurus key agar bisa ia rangkul bahu sempitnya.

“Eh?” key terperanjat kaget saat badannya di tarik paksa kedalam rengkuhan lengan kekar onew.

“Dia pengantinku..” ucap onew lagi seolah berbicara pada sesosok transparan di depannya.

“Mwo?! Pengantin?! Hyung..!” pekik key kaget. Onew menoleh, tersenyum tipis pada wajah cantik yang trelihat begitu shock dengan kata-katanya barusan.

“Nee.. pengantinku..”

Chu~

“Hmmmphh..” membelalakkan mata saat bibir tebal itu langsung menyambar padanya. Berusaha berontak, tapi entah setan apa yang merasuki dirinya, malah hanya diam membiarkan manis itu menjalar ke seluruh rongga mulut.

“Will you marry me?” O.o

-OooO-

“Waa!Onew hyung, key hyung.. chukaeyo!” minho menjabat tangan besar onew mantap. Tersenyum manis pada sepasang pengantin yang wajahnya begitu sumringah hari ini.

“Key hyung!!!” sebuah suara imut yang datang dari kejauhan, mengalihkan  sepasang mata kucing itu agar menatap pada sosok namja gembul cilik yang tengah berlari-lari kecil ke arahnya, tampak di belakangnya jonghyun yang kewalahan mengurusi yoogeun yang tergolong hiperaktif akhir-akhir ini.

Hup

Naik ke gendongan key dan mengecup hidung mancnung itu sekilas.

“Key hyung lagi jadi apa? Cantik sekaliiii..” pekik yoogeun dengan mata bulatnya yang befrbinar senang. Key terkekeh, mencubit gemas pipi gembul itu.

“Key hyung lagi jadi pengantinnya onew hyung..hehe”

“Pengantin itu apa?” tanya yoogeun polos.

“Pengantin itu..~”

“AYO SEMUANYA..FOTO-FOTO..” tak meneruskan perkataannya yang di putus oleh teriakan nyaring jinwoon di bawah panggung. Menintruksikan jonghyun, dan 2min untuk berdiri di samping-samping sepasang pengantin baru itu.

CKRIK..

END

Sanniiew word:

Oke, ini gue yang pub kekekek~ kayaknya adek kita yang satu itu masih asik liburan, karena saya admin yang rajin*mujidirisendiridanABAIKAN*
Begini lah jadinya, gue yang pub, but…im lazy ass admin, so i dont have any time for check n re-check the typo*yeah im so cocky right?* kekekekek~

Hei you, RCL, if you dont

┒(‘o’┒) YOU, (┌’,’┐) ME = ┒(⌣˛⌣)┎ END

Advertisements

60 thoughts on “[onkey] IM YOUR LOVE DOCTOR-chap 10end

  1. wuaaa..akhirnya tamat and berakhir bahagia ^_^

    cukkae onkey atas pernikahannya..

    buat author always daebak.. thanks untuk cerita yg manis ini..

  2. neomu joahe ini FF nya udah berkali2 aku baca… entah kenapa suka gorgi ngebayangin Onew jadi DOkter pribadi Key…. bener2 keren…. hah~

    aaaa~~~ seneng bgt… pada akhirnya Onew sadar kalo yg Key suka ya cuma Onew bukannya Jinwoon…. huh… dasar Dokter babo tapi ganteng ~.~
    Onkey sarapan bareng di kamar.. eee…cieee….. *ngintipin Onkey sama jjong*
    dan Jonghyun aku rasa udah ngerestuin Onkey….
    ayolah Jjong… cari pacar… biar ga protektif gitu sama Key…..
    heheehehhehehehe… you can choose me, Jjong…. :*

    Yoogeuniie.. kau inii bener2 cute ne….
    nanya, pengaantin itu apa?
    astagaaa… tapi kalo aq yg ditanya begitu, rada ribet juga sih ngejelasin ke anak kecil…
    kekekeekekekekekeke…

    onkeyyy… :3

  3. key jadi pengantinx onew (^o^
    eh tp apa penyakitna key dah sembuh yah (o_o)??????
    ah yg penting bahagia deh d(^_^)/

  4. #UHUK jadian jugaa kaaaaan
    HAPPY ENDING ICIKIWIR~~~~~~ 😀
    pas deg deg an si onew marah jinwoon ikutan marah juga
    tapi tapi tiap key ngejar jinwoon pasti jantungnya kumat hahaha 😛

  5. kyaa~ onew gentle banget 😀
    ga pake pacaran, tp langsung nikah..wkwk 😄
    good ending (^_^)6

  6. waaa onkey ny nikah .. hahah seneng senneng ,,,
    suka banget deh .. hiihi
    ahirnya jjong ny luluh juga yah, udh jjong sm jinwoon aja /plakkk/
    kirain key ny tu mau diajak ketempat romantis, ehh gtaunya pemakaman .. hhahhaa
    udah kehabisan kta2 .. seharian baca 10chap skaligus .. hihi
    keren pokonyaa!! daebakkk

  7. ahh… ending na maniz.. OKM na byk yg manizz.. ska bgt wkt d suapin itu… ma yg d lamar… hehehe

    jjong tnag aja.. key ttp menyayangimu.. ga usa jelez ya.. hehe

  8. oeeheeii..co cwit
    jjong itu,, curiga mulu sm onyu sih? heran deh… protective sm adek nih bro?
    nice,, mau dong jadi adiknya… kekekekeeke

  9. Yeeyyy happy ending 😀 akhirnya OnKey bersatu juga dan ngga cemburu-cemburuan lagi…
    Chukkae ~~

  10. kyaaaa.

    suka bgt sm ending’a

    OnKey bersatu..
    hahaha
    2min nyusul dong.
    hehehe jjong nunggu yogeun ya.
    hahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s