[2min] We Got Married,You Know How Sweet You Are?-chap 6


Foreword:

Yo. ini gue sanniew yang neg post, si empunya cerita udah meraung minta di pub tae hee hee…seperti biasa, karena yang komen udh banyak makanya dengan senang hati ini di pub dengan cepat, senang kan? kalau senang tebar duit dong ke authornya, terutama pada admin seperti saya ini, tae hee hee. oke, banyak bacot, here it is

NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM!

JUST LEAVE A COMMENTS!

by: TaeminhoShouldBeReal

.

.

Di ruangan SHINee yang [akhirnya] sepi…

 Saat pintu ditutup, Minho tidak segera berbalik. Ia masih memegang handle pintu. Haaahh, satu orang lagi yang harus ‘didinginkan’. Ottohke?

              Ia menoleh kebelakang, mulai berjalan mendekati Taemin yang sekarang duduk bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya.

 Minho mengatur nafasnya yang mulai tidak teratur. Mendiamkan anak super manja yang sedang ngambek seperti Taemin sama sekali bukan perkara mudah!

 Ia duduk disebelah Taemin yang masih asik dengan ponselnya. Kali ini ia bahkan memasang headset di telinganya. Mood Taemin sedang benar-benar drop kali ini. Memeluk orang lain didepan matanya sendiri, bagaimana jika dibelakang Taemin? Dan apa itu love sign? Dengan siapa lagi dia digosipkan? Pasti yeoja cantik lagi! Ia memainkan ponselnya sebenarnya untuk mencari berita itu. tapi bukan hanya berita yang didapat, plus beserta foto-foto Minho dengan yeoja cantik bernama Suzy. Begitu menemukannya, Taemin langsung mengambil headset dan memasang di telinga nya dengan volume keras! Music siapa tau bisa meredamkan marahnya saat ini!

 “pooh”, Minho memanggilnya.

 “cantiiik”, Taemin tetap diam.

 “sayaaang”, tetap juga membisu.

 Taemin sebenarnya dengar, tapi kemarahannya saat ini menahan semburat merah itu hadir di pipinya seperti biasa jika Minho sudah mengeluarkan jurus gombalnya.

 Minho kembali menghela nafas. Sabar Minhooo! Sabar menghadapi Taemin yang sedang seperti ini! Sudah cukup lama menjadi ‘suami’ Taemin tetap saja jika sang ‘istri’ sedang merajuk, manja, childish, atau ngambek, pasti selalu Minho yang mengalah! Ia sama sekali belum menemukan bagaimana cara menghandle Taemin jika sedang drop mood seperti itu.

 Ia mengambil headset dari telinga Taemin. Ia juga mengambil ponsel yang sedari tadi dipegang Taemin. Sempat melayangkan pandangan protes, namun tidak jadi karena kalah ‘aura’ dengan pandangan tajam sang namja.

 Taemin hanya menolehkan kepalanya ke samping kanan, tidak menghiraukan Minho yang duduk di samping kirinya.

 Hhh, lagi-lagi Minho menghela nafas. Ia kemudian beralih pada kue ulang tahunnya. Kue yang sangat cantik. Rasanya pasti lezat. Bagaimana dia tau aku memang suka cheese cake begini?

Ia melirik kea rah Taemin. Sang yeoja masih saja mengarahkan kepalanya ke lain arah, tanpa memandang Minho.

 Perlahan ia putar wajahnya. Sedikit diberikan penolakan tapi Minho menahannya. Jujur saja, ia tidak tau harus bagaimana dengan Taemin sekarang.

“kau marah padaku?”, tanya Minho pelan ketika wajah mereka sudah berhadapan. DAMMIT Minhoo, tentu saja dia marah kau masih saja bertanya!

 Taemin masih terdiam. Wajahnya ditahan oleh kedua tangan Minho dan pandangan sang namja mengunci pandangannya.

Minho juga ikut terdiam. Pandangannya sulit ditebak.

 “wae?”, Taemin tak tahan untuk bertanya namun dengan nada dingin.

 “anii. Hanya saja kau sangat cantik hari ini dan entah kenapa aku merasa marah”, Minho berujar usil.

 Taemin semakin membulatkan matanya, “waeyoo? Musun soriya? Yang seharusnya marah disini siapa? Apa itu memeluk Key Oppa, tepat didapanku pula! Aku tau kalian satu group, tapi bisakah berbuat biasa saja? Lalu membuat Love Sign dengan siapa itu namanya entahlah. Haiiisshh, kau menyebalkan oppa. Tidak tau apa aku sudah susah-susah buat kue ini sendiri dari pagi? Belum lagi lihat tanganku. Aku menyulam syal untuk mu sampai tidak tidur dan berdarah begini. Kau jahat”, Taemin akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya.

 Ooww, cemburu rupanya!!

 Minho tersenyum jail. Ia mendekatkan wajahnya. Taemin hendak menjauh tapi wajahnya ditahan erat oleh kedua tangan Minho. Wajah Taemin akhirnya memerah. Ia mulai memejamkan mata begitu jarak mereka hanya tinggal beberapa centi. Bahkan nafas Minho sudah terasa olehnya. Minho hanya tersenyum jahil melihat ‘istrinya’ memejamkan mata begitu. Memangnya aku mau ngapain?

Ketika semakin dekat….

 “APPAAAAAAA”, terdengar teriakan nyaring dari seorang bocah berumur 4 tahun yang tiba-tiba masuk sambil digendong Key.

 Melihat mereka dalam jarak yang sangat dekat, membuat Key memberikan tatapan deathglare nya pada Minho.

 Yoogeun yang digendong Key dan melihat pandangan orang yang menggendongnya begitu, seketika menangis.

 [tatapan sinis si emak emang ga ada yang bisa ngalahin!!]

 Melihat Yoogeun menangis Taemin langsung menyingkirkan tangan Minho di wajahnya, bangun, dan menghampiri Yoogeun.

 Begitu melihat Taemin mendekat, tangan Yoogeun seketika menggapa-gapai Taemin. Jujur saja Key sempat heran. Yoogeun bukan anak yang mudah dekat dengan orang baru, apalagi saat baru pertama kali melihatnya. Ia teringat episode pertama Hello Baby mereka ketika Yoogeun sempat mencari sang Umma dan memaksa keluar sampai mereka sempat stress. Tapi sekarang, kok dengan Taemin bisa begini?

 “sini sayaaaang. Cup cup cup, jangan nangis yaaa! Ciluuuukkk, baaaaa”, Taemin langsung bercanda dengan Yoogeun.

 Begitu ada di pelukan Taemin, tangisannya langsung berhenti. Ia melihat Taemin, lalu membelai pipi putihnya, melingkarkan tangannya di leher Taemin dan membenamkan nya, menikmati kehangatan dan wangi tubuh orang baru ini. Taemin memeluknya semakin erat. See, ia benar-benar punya feeling seorang ibu di usia yang masih begitu muda.

 Melihat adegan di depannya, Minho bangun dan segera melepaskan Yoogeun dari pelukan Taemin. Enak saja bocah ini, aku saja belum pernah begitu dengan Taemin! Biar bagaimanapun, Yoogeun kan laki-laki juga!

 Begitu dilepas paksa oleh Minho, Yoogeun kembali menangis keras. Tangannya masih menggapai tangan Taemin.

 “oppaa, kau ini kasar sekali dengan anak kecil?”, Taemin protes dan mencoba mengambil Yoogeun kembali.

 Minho menjauhkan Yoogeun dari tangan Taemin.

 “sudah jangan menangiiss. Sama Minho Appa saja yaaa, Yoogeun-niiii”, Minho mengangkat Yoogeun tinggi-tinggi dan menggoyangkan badan mungilnya di udara. Sejak dulu Yoogeun selalu suka jika Minho memperlakukannya begini.

 Benar saja, tangisannya mereda, dan senyum mulai terkembang di bibir cherry nya.

 “Minho Appaaaaa”, Yoogeun tertawa.

Taemin yang melihatnya, akhir nya berhenti mencoba merebut Yoogeun dari tangan Minho. Ia tersenyum simpul. Minho yang begini ternyata bisa sesayang itu terhadap anak kecil.

 “Yoogeunniii, bogoshippooooo”, ia mulai mencium pipi gembul putih itu. Yoogeun membalasnya dengan mengelus lembut pipi Minho.

 “Yoogeunniii, ini Taemiinn Umma, istri Minho Appa. Cantik kan? Ayo beri salam”, Minho mendekatkan Yoogeun pada Taemin. Begitu dekat dengan Taemin, tangan kecilnya mulai menggapai-gapai lagi, “Ummaaa, Miiiinnn”, panggil Yoogeun imut.

 “ndeee. Annyeong Yoogeunniii, naneun Taemin imnida”, sambut Taemin ramah. Ia kembali menggendong Yoogeun.

 “Umma, yeppooohh”, Yoogeun kembali mengelus pipi Taemin.

 “hei heiii, jangan elus-elus sembarangan wajah orang, yoogeunniii”, Minho menahan tangan kecil Yoogeun.

 PLAK

 “OTAKMU INI DIMANA SII KODOK MASA CEMBURU TERHADAP ANAK KECIL? AIGOOO”, Key tiba-tiba sudah dibelakang Minho dan memukul kepalanya.

 “Hiks, hiks. Appaa, jangan pukul Minho Appaa”, Taemin mulai menangis di pelukan Taemin.

 “YAK HYUNG! DARITADI TIDAK SADAR APA KAU SUDAH MEMBUAT YOOGEUN MENANGIS TERUS?”, Minho berteriak.

 “YAK! BERANI MEMBENTAKKU……”

 Taemin menggelengkan kepalanya, dua orang ini benar-benar. Apa maksudnya bertengkar begitu di hadapan anak kecil? Mengajarkan hal yang tidak baik terhadap perkembangan psikologisnya!

 Taemin membawa Yoogeun keluar, sementara dua namja itu masih terus bertengkar.

 “Yoogeunniii, jangan menangis yaa sayang. Dan jangan mencontoh apa yang dilakukan Appa mu tadi Appa mu itu nakal. Jadi Yoogeun tidak boleh menjadi anak nakal, arasso tampan?”, ujar Taemin menghapus air mata Yooegun sambil mulai mengajarkannya pelan-pelan hal-hal yang tidak boleh ia tiru. Di masa golden age seperti Yoogeun, otaknya mampu menyerap segala sesuatu dengan cepat namun pemahamannya belum sempurna. Karena itu, ia harus dicontohkan segala hal yang baik atau banyak-banyak diajari hal yang baik dengan bahasa yang mudah mereka mengerti.

 Yoogeun mengangguk. Sepertinya ia mengerti. Anak yang cerdas! Ia mulai menyandarkan kepalanya di leher Taemin.

 “sudah makan?”, tanya Taemin ramah.

 Yoogeun hanya menggeleng.

 “mau makan bersamaku, euhm?”

 Lagi-lagi ia menggeleng.

 Memang salah satu kebiasaan yang sebetulnya harus bisa diakali oleh semua orang tua adalah bagaimana caranya agar anak-anak terutama yang sedang dalam masa pertumbuhan seperti Yoogeun, mau makan dengan teratur.

 Taemin hanya tersenyum.

 “Yoogeunnii, mau ikut denganku?”

 Yoogeun hanya memiringkan kepalanya, imuuutt.

“kita mau ke taman bermain. Mau ikuuut?”

 “ndeeeee Ummaaaaa”, matanya semakin membulat dan lesung pipi muncul ketika ia tersenyum lebar. Taemin tak tahan untuk mencium pipi gembulnya itu.

 “tapi ada syaratnyaaaa”, Taemin tersenyum usil. Ia sedang menuju ke area parkir menuju mobilnya.

 “syalat? Apa itu syalat?”, Yoogeun bertanya.

“kalau Yoogeuniii mau ke Taman Bermain, kamuuuu harus makaaaann. Aku lapaaaarrr. Lihat, beruangku dari tadi juga sudah berbisik, ‘aku lapar aku lapar’ begituuu. Kalau tidak makan, nanti dia sakit”, kata Taemin sambil menunjuk beruang di cardigannya dan mempouted kan bibirnya.

See, ternyata ada dua anak kecil disini!

 Yoogeun seketika menggeleng, “aku tidak mau makaan”.

 Hhh, Taemin menghela nafas. Ia harus sabar jika menghadapi anak kecil. Ayo putar otak Taemin!!

 “ah, Yoogeun nakal. Kan tadi sudah kubilang tidak boleh nakal, tampan. Aaahh, aku tauuuu. Kau sudah pernah menggambar diatas makanan beluum?”

 Yoogeun kembali menggeleng, tapi raut mukanya menunjukkan ia mulai tertarik.

 “ayo kita menggambar di atas makanan, mau tidak? Pasti seruu!”

 Yoogeun sudah sepenuhnya tertarik sekarang. Menggambar diatas makanan? Biasanya kan kita menggambar diatas kertas?

 Taemin tersenyum senang. Ia mengajak Yoogeun ke mobilnya.

“Ummaa, kemanaa?”, Yoogeun bertanya ketika ia dibawa ke mobil yang asing.

“kita beli bahan-bahannya dulu yaa. Setelah itu, kita langsung menggambaarrrr”, Taemin berkata riang.

 Di mobil, ia membuka tas dan melihat ponsel nya. Ternyata ada 11 panggilan tak terjawab dari Minho. Ponsel nya di silent, jadi Taemin tidak tau jika ada panggilan. Pasti dia khawatir kemana Taemin membawa Yoogeun.

Ia menghubungi kembali nomor Minho.

 “Taemin, eodigaaa?? Yah, dimana Yoogeun?”, Minho langsung mengangkat pada deringan pertama.

 “di sampingku”, Taemin menjawab usil. Ia mengelus-elus rambut Yoogeun yang sedang melihat-lihat komik bergambar. Taemin memang sampai saat ini masih senang membaca komik bergambar.

 “Minnie jangan main-main. Itu anak orang lain, kau dimana sekarang?”, Minho mulai serius.

 “nee neee, aku di mobil ingin mengajak Yoogeun ke supermarket membeli makanan, lalu ke taman bermain! Habis dia tidak mau makan. Aku harus membujuknya agar ia mau makan”

 “supermarket mana?”, Minho bertanya lagi.

 “sudahlah oppa, jangan menyusul ke supermarket. Kau tunggu aku di SM Building saja yaaa, annyeoong”

 KLIK

 “aiiisshhhh! Bagaimana aku bisa meninggalkan dua anak kecil jalan-jalan sendirian?”, Minho mengacak rambutnya gemas. Bagaimana kalau terjadi sesuatu?

Minho segera mengambil kunci mobil dan pergi menuju SM building. Ia hanya bisa percaya pada kata-kata Taemin. Tapi begitu hendak keluar, matanya menangkap visual kue yang belum disentuh. Ah, kue secantik itu masa tidak dimakan? Ia ambil, masukkan kedalam kardus kue yang ditinggalkan Taemin, membawanya, lalu segera pergi.

1,5 jam kemudian @ SM Building…

 Minho masih menunggu di lobi. Daritadi dia sampai diliatin oleh  receptionist. Hadiiihh, kalau bukan karena Taemin, mana mau aku menunggu lama beginiii. Ponsel Taemin tidak bisa dihubungi. Sungguh Minho sangat tidak tenang sekarang!

 Akhirnya ia melihat seorang yeoja yang menggandeng tangan anak kecil sedang menuju pintu masuk SM building. Minho berlari.

 “YAK! KENAPA LAMA SEKALI? DARIMANA SAJA KALIAN?!”, Minho membentak.

 Taemin dan Yoogeun sama-sama tercekat. Baru kali ini mereka dibentak oleh Minho. Yoogeun perlahan sembunyi di belakang Taemin. Ia mulai terisak. Bahkan Taemin pun mulai berkaca-kaca. Selama beberapa bulan kenal bahkan menjadi ‘istri’ seorang Choi Minho, baru kali ini ia dibuat menangis karena dibentak oleh nya. Biasanya, selama ini Minho selalu memebuatnya menangis karena bahagia, karena hal-hal manis yang ia lakukan pada Taemin. Tapi sekarang?

 Dua sungai kecil akhirnya mengalir juga di pipi mulus itu. Minho tercekat. Ya Tuhan, aku membentaknya?

 “Ta-Taemin, maaf aku….”, tangannya hendak menghapus air mata Taemin namun segera ditepis oleh nya.

 Ia mundur. Pandangannya terluka! Ia masih tidak percaya Minho membentaknya.

 Jika tidak ada Yoogeun ia pasti sudah berlari pulang sekarang juga.

 Tapi ada anak kecil itu yang sekarang sedang berdiri di belakangnya sambil terisak. Pasti dia takut. Oppa, kau keterlaluan!!

 Taemin berlutut, ia menghapus air mata Yoogeun dan segera menggendongnya. Yoogeun langsung membenamkan kepalanya di leher Taemin.

Taemin hendak keluar dari SM building. Baru satu langkah tangannya sudah ditahan oleh Minho.

 “maaf, aku bodoh! Maaf Minnie, aku mohon aku tidak sengaja, aku, aku sungguh mencemaskan kalian. Sungguh, aku mohon aku minta maaf. Yoogeunnie, maafkan Appa yaaa”, Minho memelas. Ia mengeratkan pegangannya pada lengan Taemin. Ia sangat takut! Jangan Tuhan, kumohon jangan biarkan bidadari ini pergi! Aku bodoh, aku salah, aku pantas dihukum, tapi tolong jangan dengan mengambil bidadari Mu. Minho tak hentinya berdo’a.

 “kita bicara setelah aku menenangkan Yoogeun, oppa. Dan tolong lepaskan tanganmu, kau menyakitiku!”, ucap Taemin dengan suara bergetar.

Minho menggeleng kuat! “kumohon jangan pergi, kumohon maafkan aku. Jangan pergi! Hukum aku, pukul aku, tapi jangan pergi, Taemin! Aku mohon!”

 TES, bahkan air mata sang ice prince tidak tahan untuk tidak jatuh. Minho menunduk. Tangannya masih memegang lengan Taemin erat. Ketakutannya jauh melebihi apapun saat ini! 20 tahun Tuhan, 20 tahun aku menunggunya, tolong jangan biarkan ia pergi secepat ini! Aku belum membahagiakannya!

 Taemin tercekat. Minho nya menangis?

 Hatinya luluh.

 Ia menghapus air mata sang ‘suami’.

 Minho mengangkat kepalanya. Ia menahan tangan Taemin di pipinya.

 “Maaf! Sungguh aku mohon maaf!”, itu perkataan paling lirih yang pernah diucapkan Minho padanya.

 Taemin mengangguk.

 Minho maju, ia menghapus air mata Taemin dan memeluk keduanya, erat. Sungguh seperti sebuah pemandangan keluarga kecil yang sempurna, bahagia! Minho mengelus kepala Yoogeun yang masih membenamkan kepalanya di leher Taemin. Ia memang belum pernah membentak keduanya. Pasti mereka kaget, tapi sungguh Minho memang sangat cemas tadi. Taemin masih manja dan childish seperti anak-anak dan ia membawa Yoogeun yang juga manja seperti dia. Kalau terjadi apa-apa, entahlah, Minho tidak bisa membayangkan!

 Ia mencium pipi gembul itu sambil berulang-ulang mengatakan maafkan Appa. Taemin mengelus-elus punggungnya mencoba menenangkan.

 Yoogeun akhirnya tenang. Taemin membawanya ke dapur SM Building. Mereka bertiga membuat sandwich sendiri dengan berbagai bentuk, berbagai isi, dan berbagai ukuran!

 Yoogeun sibuk dengan sandwich nya. Menyusun roti, keju, dan berbagai sayuran.

 Selagi ia asik bermain [mengacak-acak lebih tepatnya], Taemin ditarik Minho ke sofa di sudut dapur.

 Mereka duduk di sofa. Tangan Minho menggenggam erat tangan Taemin. Lagi-lagi ia berkata lirih untuk minta maaf.

 Taemin mengeratkan genggamannya. “gwenchana oppa, sudahlah”, ia tersenyum manis.

 Minho menidurkan kepalanya di bahu Taemin, “kumohon jangan tinggalkan aku! Jangan membuatku takut setengah mati seperti tadi! Sungguh aku pikir kau akan meninggalkanku”.

 “aku memang akan meninggalkanmu tadi”, ujar Taemin pelan.

Minho segera bangun, menatapnya. Pandangannya memohon. Ia menggeleng kuat.

“jangan ucapkan itu aku mohon!!”

“Appaaa, Ummaaa”, Yoogeun menoleh kebelakang dan melihat mereka berdua meninggalkannya.

“nee sayang. Wae?”, Taemin tersenyum ramah dan menghampirinya.

“kapan ke taman belmain?”, tanya Yoogeun.

Taemin melihat jam tangannya.

 Sudah jam 16.55. Terlalu sore sepertinya jika mengajak anak sekecil ini ke taman bermain sekarang.

 Ia menoleh ke belakang menatap Minho, meminta bantuan.

Minho mengerti. Ia segera bangkit dan menggendong Yoogeun tinggi seperti biasa.

 “heiii, Appa dan Umma mau boboo. Kami lelah, jadi besok saja yaa sayaang”, ucap Minho enteng dan langsung mendapat pukulan di lengannya dari Taemin.

 “Yoogeun ga diajak bobo?”, tanya Yoogeun polos.

 “yak yak!”, Taemin mulai khawatir.

 “sayaang, besok saja yaaa. Taman bermainnya sudah tutup sekarang”, Taemin mengambil Yoogeun dari tangan Minho. Ia menggembungkan pipinya, berpura-pura kecewa.

 “besok kita makan eskrim. Yoogeun mau eskrim?”

 “eskliiim”, Yoogeun berseru senang.

 Minho mengambil ponsel nya dan berjalan menjauh.

 “aku sudah memberitahu orang tuanya kita disini. Segera dijemput”, ujar Minho ketika mendekat ke sepasang ‘ibu anak’ itu. Taemin mengangguk.

 Tak lama kemudian ada seorang ibu yang masih muda dan cantik yang datang.

 “Ummmaaaa”, tangannya mulai menggapai-gapai si wanita cantik.

 Taemin segera memberikan Yoogeun pada Umma nya.

 “kamsahamnida Minho ssi, Taemin ssi, maaf merepotkan”, ujar sang Umma sambil menggendong Yoogeun.

 “ah, anii ahjummaa. Aku senang. Yoogeun anak yang menyenangkan dan pintar. ehehehe”, Taemin membelai-belai rambut Yoogeun.

 “kami pergi dulu, annyeong. Dan oh ya, kalian berdua sangat cocok. Kuharap hubungan kalian tidak sekedar di layar kaca”, Umma Yoogeun menggoda.

 Minho hanya tersenyum. Aku berjanji akan menjadikannya istriku yang sesunguhnya, ucap Minho dalam hati.

“Minho Appaa, Min Umma, babaiiii”

 Taemin dan Minho melambai sambil tersenyum dan mereka pergi.

 Minho memeluk pinggang Taemin dan membimbingnya ke sofa. Mereka sama-sama terdiam. Entahlah, tiba-tiba mereka masih menikmati peran barusan. Appa dan Umma. Taemin menunduk, mukanya memerah.

 Minho menoleh.

 “Taemin Ummaa, gomawoo”, Taemin menoleh.

 “mwo? Aiisshh oppa jangan memanggilku begituuu. Nappeeuuunn, cepat makan kuenya enak tidak”, Taemin segera mengalihkan pembicaraan.

 Minho mengacak rambut Taemin sambil tertawa. Ah, dasar anak kecil.

 Ia memotong besar cheese cake nya. Begitu hendak dimakan…

 “Minho ssi, Taemin ssi”, mereka menoleh.

 “heii, sudah buat lagu belum? Harus jadi hari ini yaa”, PD WGM datang menghampiri.

 Mereka sontak berdiri, lalu berpandangan. Ottohke?

 “hari ini hyung? Kenapa mendadak?”, Minho berkata cemas. Bikin lagu dalam waktu sehari?

 “apa nya yang mendadak? Mission card itu sudah kuberikan minggu lalu. Kalian belum buat? Aku tidak mau tau pokoknya harus jadi hari ini! Titik!”, ia segera pergi meninggalkan new couple nya yang berpandangan khawatir.

 “OPPPAAAAA, OTTOHKEEEE?”, Taemin berteriak.

 Minho pun buntu! Lagu apa yang sehari jadiiii? Aiisshhh, kenapa mereka menunda-nunda membuat lagu itu! Lagian, apalah ini acara bikin susah saja! Ia terus mengomel dalam hati.

 “OPPAAAA AYO BERFIKIIIRRRR”, Taemin mulai menggoyangkan lengan Minho. Pandangannya memohon. Pikirannya kacau! Ayolah malaikatkuuuu berbuat sesuatu…

 Minho paling tidak tega melihat Taemin yang seperti itu. Pikir Minho, pikiiirrr!!!

 Ia akhirnya menagmbil ponsel nya.

 “annyeonghaseyo hyuung. Ini Minho. Bisa tolong bantu kami……”

 Mereka menuju studio SM di lantai 12. inilah tempat seluruh komposer handal SM bekerja dan seluruh artis SM rekaman. Intinya, ruangan ini sebetulnya nyawa SM Entertainment.

 “hyuuung, maaf mengganggumu”, Minho bersalaman dengan sorang namja paruh baya. Ia salah satu komposer paling diunggulkan di SM terutama untuk boygroupnya. Sudah banyak lagu-lagu hits Super Junior dan SHINee yang berhasil ia buat dari otak geniusnya.

 “Minho ssi, ah Taemin yaa? Annyeong, kita belum pernah berjumpa, kan? Kenalkan, aku Kenzie, salah satu komposer di SM entertainment”, sang namja menjulurkan tangannya ramah.

 “annyeonghaseyo oppa, naneun magnae F(x), Lee Taemin imnida”

 “istri mu kan? Cantik sekali”, ujar Kenzie pada Minho. Ia hanya tersenyum. Hari ini, sudah berapa orang yang memuji ‘istrinya’ ini cantik. Aku memang tak pernah salah pilih!

 “apa yang bisa kubantu? Ah silahkan duduk”.

 Mereka bertiga duduk di sofa merah di ruangan itu.

 “hyung, kami disuruh emmbuat lagu pasangan oleh WGM dan harus hari ini selesai. Bantu kami hyuuung”, Minho memelas.

 “what? Satu hari selesai? Kau tau membuat lagu bukan pekerjaan mudah!”, Kenzie mulai menunjukkan tanda-tanda akan menolak.

 “oppaa, kami mohooon”, sekarang giliran Taemin mengeluarkan puppy eyes nya.

 Kenzie hanya menhela nafas.

Kenapa kalau wanita ini yang meminta jadi susah ditolak?

“arassoo. Tapi kalian yang membuat liriknya! Kalau aku hanya membuat musiknya, mungkin bisa jadi hari ini”, Kenzie mengeluarkan pernyataan finalnya.

Taemin dan Minho berpandangan. Lirik apa?

Kenzie memberikan 2 kertas dan 2 pulpen pada mereka.

 “kuncinya, tulis lirik berdasarkan apa yang sudah kalian lewati selama ini. Tulis berdasarkan perasaan kalian masing-masing, sehingga lagu itu akan terasa jujur”

 Mereka mengamati kertas kosong di hadapannya, sama-sama berpikir. Pikiran mereka flashback!

 Taemin side:

Saat pertama bertemu, pertemuan bodoh karena insiden salah orang! Mereka yang sama-sama membeku ketika pertama kali memandang satu sama lain.

Permainan grand piano dari seorang Minho.

 Kejadian di Namsan Tower.

 Insiden-insiden kecil yang selalu saja terjadi yang menyebabkan Taemin ngambek, cemburu, tertawa, bahkan menangis seperti tadi.

 Minho yang selalu menjadi malaikat pelindungnya selama ini.

 Joke-joke ringan, manis, bahkan kadang garing yang dibuat Minho kalau Taemin sedang ngambek.

 Segala perlakuan romantisnya yang selalu membuat pipi ini menampilkan semburat merahnya.

 Kelakuannya yang kadang-kadang jadi absurd tapi emmbuat hariku jadi, errr, maniisss. Semanis es krim.

 Tuhan, aku bahagia!!

Minho side:

 Lee Taemin…

 Segala hal yang sudah dilewati bersama, mungkin adalah kejadian terindah yang pernah Minho alami selama 20 tahun hidupnya!

 Pertemuan yang luar biasa konyol. Ia masih belum bisa membayangkan wajah bododnya ketika pertama kali melihat wanita secantik Taemin.

 Detak jantungnya yang selalu tidak normal ketika ada di sampingnya.

 Semburat merah yang selalu hadir ketika Minho mulai menggodanya.

 Semua hal konyol yang Minho lakukan ketika sang yeoja sedang menunjukkan sifat childish, manja, ataupun ngambek nya.

 Wanita baik dan keibuan, namun disaat yang sama tetap seperti anak kecil.

 Satu-satunya wanita yang bahkan tidak bisa membuatku marah!

 Senyum nya yang selalu membuatku bersemangat.

 Kata-katanya yang selalu membuat hariku berbeda.

 Aku mencintainya!!

 Tuhan, aku sangat bahagia!!

 Mereka mulai menulis….

Ice Cream

By: Minho SHINee and Taemin F(x)

 Minho Part :

 yeojaramyeon jeonbu da ireoneun geolkka

haru yeoldubeondo gibuni bakkwilkka

al geot gatdagado

eoryeopda eoryeopda neottaeme meori apa

Are all girls like this?

Do their moods change twelve times a day?

I might know, but it’s hard, it’s hard.

My head hurts because of you

 

Taemin Part :

 namjadeureun jeongmal da moreuneun geolkka

mal hanmadiga jungyohangeol

waemolla naemaeumeul

babo sarangdo motaebwasseo

Do guys know anything?

That every word is important?

Why don’t you know, my heart.

Fool. Didn’t even love

Together:

 nagateun saram eodi eobseulkkeol

 There probably isn’t anyone like me

Minho Part :

 neoneun tukhamyeon aicheoreom

mame andeureo jibegallae
geureol ttaemajeo nan

useumina

hwado motnae na eojjeoda ireolkka

You are like a child. ‘I don’t like it’, ‘I wanna go home’

Every time that happens, I can’t help but laugh.

I can’t even get mad.

What can I do?

Taemin Part :

 geugeon oppaga jal aljanha

naega gakkeum jom meotdaero gulginhaedo

ttak hansaramman

johahae nan

neon naekkeoya neon naekkeoya

geureonmaeum ppuningeoya

Oppa, you know that well.

I am a bit selfish sometimes

But I love only one person.

You are mine. You are mine.

That’s my only thought

Minho Part :

 hwaga nangeotgata oneuldo aesseotda

geumbang pullideoni baesisi utneunda

himi deuldagado

nongneunda nongneunda

neottaeme maennal noga

I think she is mad, so I tried harder.

She soon felt better, and smiles.

I melt even though it was tiring. I melt.

Because of you I melt

Taemin Part :

 aesseuneungeot gata oneureun bwajunda

geureon moseup deouk gwiyeoungeol

gomawo neo ttaemune oneul harudo dalkomhaesseo

 

Because you seem to be trying hard, I’ll go easier on you.

You are cuter that way

Thank you.

Because of you, my day was sweet.

                                                                       

Together :

 nagateun saram eodi eobseulkkeol

There probably isn’t anyone like me

     Minho Part :

 neoneun tukhamyeon aicheoreom

mame andeureo jibegallae
geureol ttaemajeo nan

useumina

hwado motnae na eojjeoda ireolkka

You are like a child. ‘I don’t like it’, ‘I wanna go home’

Every time that happens, I can’t help but laugh.

I can’t even get mad.

What can I do?

Taemin Part :

 geugeon oppaga jal aljanha

naega gakkeum jom meotdaero gulginhaedo

ttak hansaramman

johahae nan

neon naekkeoya neon naekkeoya

geureonmaeum ppuningeoya

Oppa, you know that well.

I am a bit selfish sometimes

But I love only one person.

You are mine. You are mine.

That’s my only thought

Together :

 nuga mworaedo (naesaramingeol)

eonjekkajina (uri duriman)
neorang narangman

saranghalkkeoya

No matter what others say (You are my person)

Forever (Us two)
Together,  Only you and I will love

Minho Part :

 Ice cream gateun ni mare noga

almyeonseodo tto maebeon soga

seupgwan doebeorilkka

geokjeongdoedo

oneuldo tto utgomara eotteokhae

I melt to your words like ice cream.

Even though I know, I am always tricked

I’m worried this might become a habit.

I smile again today.

What do I do?

Taemin Part :

 urin geuraeseo duringeoya

nado neoege wanjeonhi ppajyeobeoringeol

mwol eotteokhae

mwol eotteokhae

neon naekkeoya neon naekkeoya

geu mamimyeon doeneungeoya

That’s why we are togehter. I am also into you

What do you mean, what can you do?

You are mine, you are mine.

That thought is all that matters

Together :

 duriraseo joheungeoya

 

It’s good because it’s the two of us

(Song Title : Ice Cream, By : Joo and Leeteuk Super Junior)

Bahkan foto mereka berdua…

 

 Mereka berdua tersenyum. Lagu ini selesai hanya memerlukan waktu beberapa jam!!!

 Ini sungguh rangkuman dari apa yang mereka lewati dan rasakan selama beberapa bulan mereka bersama.

 Bahkan Kenzie pun tidak percaya. Ini lagu paling cepat yang pernah ia buat.

 Liriknya begitu jujur dan manis.

 Inspirasi nya membuat musik mengalir begitu saja.

 Sekarang, mereka sudah upload lagu itu ke Youtube, dan tinggal tunggu respon esok hari.

 Seakrang waktu sudah menunjukkan pukul 21.34 KST.

 “oppaa, aku pulang nee”.

 Mereka berdua sekarang sedang berjalan ke area parkir, menuju mobil Taemin.

 “besok aku harus ke Amerika. Ada duet dengan BoA Unnie terkait acara amal disana. Permintaan langsung dari Soo Man Sonsaengnim, jadi aku tak bisa menolak. Untuk konser mu besok, HWAITING. Dan sekali lagi, saengil chukahamnida!!”

 Minho hanya diam. Sepanjang perjalanan ke tempat parkir memang Minho hanya diam! Tapi tangannya tak henti menggenggam tangan Taemin erat, seolah tak rela melepaskan. Ini memang adalah perpisahan pertama mereka semenjak menjadi ‘suami-istri’. Dibanding Taemin, Minho jauh lebih tidak rela. Ia tidak rela melepas Taemin yang childish dan manja ini jauh darinya. Bagaimana kalau ia butuh sesuatu?

“oppaaa, kenapa diam sajaaa?”, Taemin merajuk.

Aahh, sikap ini! Aku pasti rindu sekali.

 Minho hanya menggeleng menenangkan. Ia masih genggam erat tangan Taemin, dan tangan satunya mengelus pipi lembut itu.

 “hati-hati pooh. Jangan pergi sendirian, makan yang teratur, jangan terlalu lelah, jangan tidur terlalu malam, jangan…”

 “opppaaaaaa”, Taemin memotong ucapannya.

 “I know. Tenang laah”, Taemin tersenyum manis. Senyuman paling manis yang pernah ia tunjukkan pada Minho.

 Tidak taukah kau aku semakin berat melepasmu jika kau tersenyum seperti itu, Minnie?

 Minho membukakan pintu mobil.

 Ia masih menggenggam tangan Taemin lewat jendela yang terbuka.

 Sebetulnya keduanya masih belum rela untuk melepas genggaman tangan itu.

 “Taemin kita harus pergi. Ini sudah malam. Daritadi Vic menelponku terus”, manager F(x) memberitahu Taemin.

 Ia mengangguk lalu menatap Minho. Genggaman itu masih erat.

 “oppaa, lepaskan yaa”, Taemin meminta, anii bahkan memohon. Jujur ia tidak rela jika disuruh untuk melepaskan duluan.

 “janji untuk sering menghubungiku?”, Taemin mengangguk.

 Minho akhirnya melepaskan tangannya.

 Ia mengelus pipi Taemin, “cepat pulang sayang”

 Taemin tersenyum. Tak lupa semburat merah kembali hadir di pipinya. Ia melambaikan tangan lalu menutup jendela.

 Tapi baru beberapa meter mobil berjalan, tiba-tiba berhenti, Taemin turun.

 Ia memberikan kado, sebuah syal yang ia sulam sendiri.

 “saengil chukahamnida malaikatku”, Taemin tersenyum lalu berjalan kembali ke mobil.

 Beberapa langkah, ia berbalik

 “Minho oppa, Sarang”, ia berhenti, lalu kembali berjalan.

 “saranghae”, ucapnya lirih.

 TBC

Gaaaaaahhhhhh, udah udah capeeeeeeeeeee.

RCL Yaaaa…

 Tha_tha babaiiii.

 Seperti biasa, komen kurang dari 35

 GAK DILANJUT!!!!!!!

126 thoughts on “[2min] We Got Married,You Know How Sweet You Are?-chap 6

  1. aigooooo si minho kodok ini sama anak kecil aja cemburu? bener” over banget:/
    tapi taemin walaupun masih kaya anak kecil tapi jiwa ke ibuan nya keliatan banget yah, cocok tuh punya anak hahaha…..😀
    minho ini lebay banget deh, sampe bentak” gitu, padahal taemin kan cuma pergi ke supermarket sama yoogunie hadeeeehh #getokminho
    minho gak rela banget tuh biarin taemin pergi ke amrik hehehe, biar tau rasa ditinggal taemin #smirk

  2. naaaahhhh si taem udah blg saranghaeeee… nikah nikah nikah… egh taem masih sekolah ya? ㅋㅋㅋㅋㅋ

  3. Aaa sweett banget yogeun langsung sukak ama taemin, ini kemapa taemin selalu ga jawab kalok minho udang ngungkapin rasa sayangnya ada yang salah kah??

  4. Ih minho nah masak sama yogeun ajah cemburu itu abakmu ming bukan sainganmu, dan akhirnya taemin nerima cintanya minho jugak..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s