[SHINee and onkey] Barbie key-chap 1


OH YEAHH..

KEMBALI LAGI.. muahahahah

Maitsa” ini chap 1.. silahkan bikin yang chap ke2..

buat pity eon, terima kasih atas izinnya..

Sebenernya ini ga ada sangkut pautnya sih sama ff piton, yang pretty boy-2min..

nih link-nya..

http://www.facebook.com/note.php?note_id=484520176988

Tapi aku rasa ini sedikit mirip dengan yang ada di sana,terinspirasi dengan lagu barbie girl yang telah di gubah ulang oleh anis, dan MV Gee-SNSD, haha

Baiklah..

Makasih buat yang mau like aja..

Makasih buat yang mau bacanya aja.. saya doain panuan baru tempe rasa kalian..

Dan terima kasih sebesar-besarnya buat yang RCL lengkap.. saya cinta kalian *poppo*

hehehe

NB: disarankan sambil denger lagu Aqua-barbie girl, Ost.pasta-lucky day, dan BB plat nomor *nyontek dari gey halmonie.. B1A4-OK, mantap deh.. hahaha

Satu lagi..
berhubung lagi ramai plagiatisme di blog ini.. saya ingatkan yah..
kesamaan cerita/karakter merupakan ketidak sengajaan.. okeh? terima kasih ^^

Title : Barbie Key

Author : keysha mahaz feat. Maitsa’ fatharani

Cast : JinKibum

Support cast : 2min, jonghyun, key (?), jino

genre : Romance comedy (?) hahh.. molla.. author ga ada bakat humor +,+

length : 2/3 shoot

“Hyung.. kalau aku menikah bagaimana?” suara merdu yang berhasil membulatkan mata sipit itu. Membuat sang punya menganga tak percaya.

“Mwo?! Yah! Kau! Kim jonghyun.. mau menikah dengan siapa hah?!” memekik cukup keras, bahkan bisa di katakan membentak. Menjadikan cangkir mocca yang sudah ia angkat tadi di hempas begitu saja dengan kasar pada permukaan meja. Menciptakan sebuah kekehan kecil dari namja tampan bernama jonghyun itu. Mengelus tengkuknya gugup sebelum menjawab pertanyaan namja tampan yang lebih tua di depannya. Ck, hanya seorang lee jinki dan kim jonghyun, sepupu yang asik berbincang di senja hari. Menghabiskan waktu untuk melihat matahari tenggelam sembari menyesap mocca panas di balkon apartemen mereka berdua.

“Ada deh.. hehe”

“Uhuk..uhuk.. what?!” masih membelalak walau sekarang tengah sekarat tersedak mocca. Jonghyun tertawa keras, sibuk menepuki punggung lebar jinki dan tersenyum lagi.

“Hmm.. molla, hihihi.. “

“Ya! Kau boleh menikah nanti! Setelah aku mendapat anak!” bentak jinki tajam masih dengan menepuki dirinya sendiri.

“MWO?!”

==================================================================================

“Taemin.. kapan manekin-manekin itu di antar kesini?” Tanya jinki pada seorang namja cantik yang tengah membenahi meja kasir. Ruangan luas itu sudah di tata dengan rapi, di penuhi rak-rak serta gantungan penuh baju berbagai macam jenis dan warna. Hmm… memutuskan untuk membuka sebuah usaha bagi keluarga lee.

“Umm.. tadi pabriknya menelepon, katanya sudah di antar, mungkin sebentar lagi sampai..” menjawab dengan setengah berteriak mengingat jarak mereka berdua yang cukup jauh. Jinki hanya mengangguk, kembali pada kesibukannya yang tengah mengangkat beberapa box ke gudang. Taemin tersenyum tipis, mengelap kaca meja kasir penuh semangat berkobar sembari sesekali bersiul kecil. Yeah.. senang sekali! Amat senang! Cita-citanya mempunyai butik sendiri akhirnya terwujud juga berkat rengekan maut dan buah hasil pemikiran sang kakak bertahun-tahun yang amat keras kepala, lebih memilih membuka restoran bermenu ayam favoritnya (?) di banding sebuah butik yang notabenenya lebih menguntungkan dan meyakinkan -menurut taemin-.

“Anneyong..” sebuah suara bass terdengar dari arah pintu belakang. Menampakkan sesosok namja tinggi bak tiang listrik dengan sepasang mata besar yang berkilat kemilau.

“HYUUNGG!!!” jinki mendelik kesal setelah sebuah pekikan mematikan keluar bagai dari speaker masjid terdengar dari bibir cherry sang adik. Hanya melengos melihat pemandangan yang sepertinya terlalu di dramatisir karena taemin malah berlari ala slow motion menuju si namja tiang listrik itu.

BRUK!

“Aw!” yeah..! sepertinya sebuah pendaratan yang kurang mulus, tidak tepat perhitungan menghentikan gerakan slow motion yang kelewat semangat sampai membuat namja tampan itu tertubruk dan jatuh tersungkur.

“Ah? Hehe..mianhae minho hyung.. aku sedang semangat..hehe..” tertatih bangun dengan posisinya yang jatuh menimpa namja bernama minho itu. Mengeluarkan jurus senyuman manis tak jelas layaknya senyuman yang ia pamerkan bersama temannya, key di me2day beberapa hari lalu. Minho hanya terkekeh saja, menepuk-nepuk rambut coklat taemin dan bangkit sendiri setelah mengabaikan uluran tangan sang adik dari jinki.

“Waaa… hyung mau apa kesini? Pasti kangen ya sama aku??” menoel dagu minho sampai namja tampan itu bergidik ngeri. Ck, tingkat percaya diri yang amat tinggi =,=. Minho memundurkan diri selangkah, berusaha menjauh dari  jangkauan taemin yang memang pada dasarnya doyan megang-megang (?) lawan bicaranya. Entah hobi atau memang dia nge-fans berat sama namja satu ini..  molla!! ^^a

“Errr..sebenarnya aku kesini untuk bantu-bantu.. kudengar dari jonghyun hyung kalau kau dan jinki hyung akan membuka butik, jadi aku kesini untuk menyingsingkan lengan baju dan berbaik hati membantu kalian.. hehe..” berkata dengan binar mata berapi-api  seraya menggulung lengan kaos coklat panjang yang ia kenakan sampai ke siku.

“Wooww.. hyung keren bangeettt…” taemin membulatkan matanya sambil menyatukan kedua tangan dan asik mengangumi ketampanan makhluk di depannya. Hahh,, siapa yang tidak akan terpesona dengan urat-urat yang keluar dari lengan kekar itu. Menampilkan lengan yang aish.. menggoda!  Minho hanya terkekeh pelan. Seperti bahwa dua namja ini mengabaikan jinki yang mendengus malas melihat adegan super abal-abal yang sering ia tonton di sinetron-sinetron dini hari +,+.

“Dasar anak muda jaman sekarang..ckck..” menggelengkan kepalanya ke kanan-kiri sampai poni yang menjuntai itu terbang layaknya iklan shampoo lifebuoy di TV.

Tok..tok..tok..

“Sillyehamnida… apa ini butik lee bro?” seorang namja cantik mungil menyembulkan kepalanya di pintu belakang. Menatap sekeliling sekaligus tiga orang yang sedang berada di dalamnya. Jinki melengos, memutar bola mata senewen ketika isyaratnya menyuruh orang itu masuk tak di gubris oleh taemin yang masih asik terkagu-kagum pada minho hyung-nya. Menyikut pelan perut taemin saat berjalan melintas menghampiri pintu belakang.

“Ah..nee.. apa anda datang untuk mengantar manekin pesanan kami?” Tanya jinki sembari tersenyum lebar, memperlihatkan deretan gigi putih yang baru ia sikat sejam lalu. Namja cantik itu mengangguk dan mengulurkan tangannya untuk berjabat.

“Ne.. naneun cho jino imnida, aku dari perusahaan OKS Big Barbie, datang untuk mengantar pesanan anda..” melangkah masuk ketika jinki mundur dan membuka pintu lebih lebar. Memberikan akses jalan untuk jino dan beberapa pekerja yang siap mengangkut kardus-kardus besar berisi manekin pesanan mereka.

“Umm.. kardusnya bisa di taruh di dekat etalase, nanti aku akan menatanya di sana..” ucap jinki, menyuruh para pekerja itu meletakkan kardusnya di dekat kaca etalase. jino mengeluarkan sesuatu dari dalam tas selempangnya, sebuah buku nota. Menulis beberapa hal yang perlu untuk di sodorkan pada kliennya.

“Ini..silahkan di tanda tangani.. oh ya, karena pabrik kami baru saja berulang tahun dan anda adalah pembeli ke seribu kami, kami menghadiahkan sebuah manekin istimewa yang hanya dibuat satu khusus untuk anda..” menunjuk pada sebuah kardus besar berpita pink yang baru saja di angkut masuk. Jinki terkekeh dan menggeleng pelan setelah menandatangani tanda serah terima.

“Ah.. apa tidak apa-apa menerimanya?” Tanya jinki ragu, menatap lekat kardus berpita itu. Entahlah.. seperti terhipnotis dan ingin sekali cepat-cepat melihat wujud manekin itu.

“Ne.. itu sebagai hadian dari kami.. ah,, semuanya sudah selesai, saya harap anda puas dengan barang yang di berikan.. saya permisi dulu.” Membungkuk hormat, menjabat lagi tangan jinki.

“Ne.. semoga pabrik anda sukses selalu..”

“Gomapta..” tersenyum kecil dan berbalik kemudian menghilang masuk kedalam sebuah van yang terparkir di seberang jalan. Jinki menghela nafas pelan, menutup pintu dan mendekati kardus-kardus berisi manekin itu.

“Taemin..minho! bantu aku membereskan semua ini!” teriak jinki memerintah, menyadarkan sepasang namja yang tengah mojok di sudut ruangan. Taemin tertawa kecil dan segera berlari di ikuti minho di belakangnya.

BRUK!

“Ya! Taeminiiee.. kau.. aish..” jinki mengumpat cukup keras mendapati taemin yang lagi-lagi tak isa mengendalikan kecepatan gerak kakinya hingga menubruk ‘manekin istimewa’ yang masih di dalam kardus tersebut.

“Ah.. mianhae hyung..” polos taemin, mengusap jidatnya yang kemerahan sukses mencium lantai.

“Ck, kau ini ceroboh sekali..” omel jinki lagi, menyeret kardus berpita itu agar bisa ia buka dan lihat apakah masih baik-baik saja setelah di tabrak oleh taemin yang notabenenya pasti akan sangat fatal. Membuka ikatan pita pink yang membungkusnya dan menurunkan belah-belah sisi kardus besar itu. Menampakkan sebuah patung manekin seorang namja cantik berambut hitam legam diselingi highlight warna-warni pada poninya, tubuh rampingnya kaku di balut sebuah kaso warna pelangi dan sebuah skinny biru. Masih selamat sentosa.

“Huftt.. masih selamat.. taemin, pokoknya kau tidak boleh seperti itu lagi, bagaimana kalau nanti ada yang…..”

PLUK

omelannya terhenti setelah sebuah kejadian paling hebat yang mereka saksikan terjadi. Tangan kiri manekin itu terjun bebas ke lantai. Menyisakan anggota tubuh lainnya yang masih terpasang dengan benar.

“rusak..” sambung minho dengan mata membesar melihat manekin bertangan buntung itu.

“Aish.. tuh kan! Ya! Taeminiiie.. kau ini.. hah..” kesal jinki melayangkan sebuah jitakan kecil pada sang dongsaeng.

“Huh.. begitu saja marah, lagipula itu kan hanya hadiah..” bela taemin sembari mempoutkan bibir cerinya beberapa centi kedepan. Hahh.. tak tahukah kalau hyung-nya itu cinta hal-hal berbau gratis?? Ckckck

“diam saja kau banana boy.. sudah.. pokoknya kalian bereskan yang lain, aku akan menelepon pabriknya..” seru jinki mendorong dua namja itu kea rah kardus-kardus bergelimpangan di dekat aca etalase. minho dan taemin hanya saling bertatap seolah mereka tengah bertelepati. Kedua tangan sibuk mengeluarkan manekin-manekin itu dari kardusnya, menata dengan benar dan mempertimbangkan tata letak. Mengabaikan jinki yang tengah menatap melas pada potongan tangan kiri si ‘manekin istimewa gratisan’. Mengeluarkan gadget putih tipis dari saku celana dan mencoba meminta garansi atas kejadian tak terduga ini.

“MWO?! TIDAK ADA GARANSI?! “ berteriak cukup keras saat mendengar kabar-kabar bahwa manekin itu tidak ada garansinya. Menutup telepon dengan kecewa, menyeret manekin itu keluar dari area butik dan menaruhnya begitu saja di tepi jalanan yang sepi. Toh siapa juga yang peduli? Itu hanya sebuah gang kecil kumuh yang jarang di lewati orang.

“Mianhae manekin istimewa yang gratisan. Kau tidak di terima disini..” ucap jinki memelas sembari menutup pintu, meninggalkan manekin itu.

Tes..

Tak sadarkan kalau ada sesuatu yang keluar dari sudut mata manekin istimewa gratisan??

.

.

“Kurasa manekin tadi mirip dengan key hyung” taemin bergumam dalam hati.

==================================================================================

“Jinki hyung sudah pulang?” jonghyun tersenyum lebar, menatap kakak beradik lee itu masuk kedalam apartemen dengan wajah lelah.

“Ne.. kau kemana saja? Kenapa tidak membantu kami?” Tanya jinki seraya menghempaskan diri di atas sofa ruang TV, sementara taemin langsung ambruk di atas karpet dengan mata terpejam. Hah.. kasian sekali.

“Aku? Uhm..mianhae.. aku kencan.. hihi, tapi kan sudah kusuruh minho menggantikanku.. yak kan?” jonghyun mengambil dua gelas kosong, mengisinya dengan jus jeruk dingin kemudian menyajikan dua gelas itu di atas meja. Taemin langsung bangun mendadak, menyambar gelas dan meneguk isinya hingga tandas tak bersisa.

“Aahh..massissttaaaa!!! Ckck.. btw, gomapta jong hyung, kau baik sekali mau mempertemukanku dengan minho hyung..” namja cantik itu berseri, menguncir poni yang panjang menjuntai. Hahh..risihkah? membuatnya tampak imut dan menggemaskan.

“Huuftt.. ne, ne, aku memang baik.. sudah sudah… kalian pasti lelah, sana tidur..” suruh jonghyun, menepuki paha besar jinki hingga membuat namja itu sontak terbangun dan mengerdip polod kemudian menguap begitu lebar. Aigoo!! Kyeopta!

hanya menyaksikan lee bro itu pergi ke kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan sejenak tubuh yang telah penat seharian.

==================================================================================

BRUKK..

Jinki menghempaskan diri di atas kasur, menarik selimut bermotif anak ayam dan menyelimuti tubuhnya sampai ke kepala. Ck, tak memperdulikan kalau ia masih memakai baju lengkap dengan sepatunya. Haish.. sudah terlalu lelahkah?

Zzzz…

Bahkan suara dengkuran itu langsung terdengar seketika, begitu keras menggaung di kamar berwarna hijau ini. Sunyi. Hanya tiupan angin dari luar yang membuat tirai tipis putih kamarnya beterbangan, membuat sedikit pusaran angin ribut di sana.

Ctak..Ctak..

Sreekk.. whuuusss

Bunyi bunyian yang membuat suasana mulai menjadi tegang. Kertas-kertas di atas meja beterbangan dan jatuh ke lantai, lampu kamar yang baru di ganti kemarin menjadi nyala-mati tak jelas apa rusak atau memang harus di ganti lagi karena kebiasaan sang namja pelit yang seringnya minta gratisan dan kasbon di toko?..

Slap..

Mati.

akhirnya lampu hasil ngutang di warung itu mati juga. Mungkin yang jualan dendam kesumat sama namja ini, tapi apalah daya ketika si jinki hanya memelas padahal notabene dia orang berada.. ckckckc,, pelit sekali. Menjadikan si penjual akhirnya mau tak mau ngasih juga lampu bekasan yang udah di poles kayak beli baru di pabrik =,=

“Lee jinki..” sebuah suara parau nan mengerikan terdengar samar-samar di kamar itu. Hanya sinar rembulan yang jadi terlihat lebih terang menyusup ke ruangan gelap ini. Menyorot sebuah sosok mengerikan di sudut kamar.

“lee jinki..” suara itu memanggil lagi, kali ini sosoknya malah maju selangkah menampilkan sebuah manekin bertangan buntung. Berjalan terseok dengan baju kaso yang sudah lusuh karena terkena cipratan lumpur di mana-mana. Sebelah tangannya menenteng tangan kirinya yang copot akibat di terjang makhluk bernama taemin.

Ya! Manekin istimewa gratisan itu HIDUP!

“lee jinki..” merasa panggilannya yang sebelumnya itu tak di gubris ia sedikit geram, maju mendekati jinki yang masih asyik mendengkur di dalam selimut anak ayamnya.

“YA! LEE JINKII!!!” pekik sosok itu.

“Eunghhh..” jinki mengerang pelan, mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut kemudian mengerdip ngantuk.

“Eh? Mati lampu ya?”

GUBRAKKK

“Lho? Kamu? Nugu?” jinki terperangah setelah mendengar bunyi gedebuk, buru-buru duduk di tepian kasur dan melihat sosok manekin itu tergeletak di atas lantai dengan raut mengadih kesakitan.

“Aigoo.. kau! Makenin istimewa gratisan!” jinki memekik, menutup mulutnya yang menganga dengan punggung tangan. Manekin itu segera bangun dan menepuki bajunya yang kotor.

“Lee jinki..” ia mendesis lagi, merubah suasana yang tadi sejenak berubah cerah malah langsung suram seperti boneka ini akan menelan hidup-hidup sang namja bernama lee jinki.

Jinki memundurkan duduknya, menghindari tangan buntung yang di julurkan boneka itu ke arahnya.

“Siapa kau? Pergi! Pergi!” usir jinki ketakutan, matanya terpejam rapat-rapat, tak ingin melihat ketika boneka namja cantik itu semakin emdenkat dengan menyeringai. Mengulurkan tangan-tangannya untuk menggapai jinki.

Puk

“Heee?” jinki ternganga saat sebuah tangan menjitak pelan kepalanya. Menatap boneka itu dengan bingung.

“Paboya namja.. tega sekali kau meninggalkanku di luar sendirian.. hguks.. lihat! Bajuku jadi kotor seperti ini! Nappeun! Kau tidak tanggung jawab lagi… gara-gara siapa tanganku jadi buntung sebelah?” omel boneka itu membuat jinki tak berkedip melihat kejadian yang tak di duga ini. Boneka itu melengos, memutar bola matanya senewen dan kembali memandang jinki.

“dasar bodoh.. cepat. Satukan kembali tanganku!” melempar sebelah tangannya pada jinki yang kontan langsung menjerit ketakutan! Haihh.. bagaimana tidak ketakutan kalau tangan itu seperti hasil potongan mutilasi pembunuh berdarah dingin.

“Ya! Kenapa harus?” tantang jinki menatap ngeri pada potongan tangan itu.

“Ck, ya harus! Kau ini majikanku.. my owner!” decak boneka itu.

“Aku tidak tahu kalau kau bisa hidup..” seru jinki cuek, membenahi rambutnya yang acak-acakan.

“Tentu saja! Aku kan istimewa..” berucap bangga, menepuki dadanya dan menerawang kedepan sembari tersenyum lebar. Ck, boneka yang aneh.

“aish… ya sudah.. sini, ku rekatkan. Mau di tempel pake apa?” Tanya jinki melengos, mengambil potongan tangan itu dan menarik boneka yang masih asik membanggakan dirinya sendiri.

“Jangan tarik-tarik dong.. biasa aja kenapa? Ga usah berlebihan deh.. aku tahu kok kamu ngefans sama aku.. tapi kan ga usah pake tarik-tarik segala..” omel boneka itu.

“Idihhh.. siapa juga yang ngefans sama kamu. Ckckc, dasar manekin kepedean..udah, sekarang mau di rekat pake apa?” Tanya jinki lagi, menatap sinis kearah boneka yang menurutnya cerewet itu.

“Ck, jahit bisa?” Tanya key lagi, kali ini merbah nada suaranya lebih ramah dan tersenyum manis. Yeppeo! Jinki mengangguk, beranjak bangkit dari duduknya dan meraih sesuatu dari dalam laci meja kamar. Alat-alat jahit.

“Oh ya.. ngomong-ngomong, aku kibum. Sekarang kau majikanku..” ucap boneka itu. Jinki hanya mengangguk tak jelas, berusaha mencari jarum dan benang di tengah kegelapan seperti ini.

“Bodoh.. bagaimana bisa menjahit gelap-gelapan?” pekik kibum, bangun dan menyalakan saklar lampu beberapa kali. Membuat lampu hasil ngutang tadi kembali menyala.

“Ohhh.. aku kira tadi mati lampu..” polos sekali =,=

“Kau memang bodoh..” desisi key, lebih bergumam pada dirinya sendiri, membiarkan jinki mengambil benang dan jarum kemudian bersiap menyatukan potongan tangan itu dengan badannya.

“Hmm.. tidak boleh sakit ya.. oh, dan satu lagi.., aku tinggal denganmu yah?” pinta kibum menatap jinki dengan memohon.

“MWO?! Tinggal denganku? Lalu? Lalu? Bagaimana aku menjelaskan pada taemin dan jonghyun?!” panic jinki, menjatuhkan benang dan jarum yang sudah siap di tangannya. Kibum berdecak, memainkan jemari lentiknya di atas paha kurusnya sendiri.

“Ya bilang saja kalau aku ini…~”

TBC

Otte?? Entahlah.. gaje memang. Saya ga bisa bikin komedi T.T *nangis di pojokan*

Ok deh.. RCL lengkap! Yang ga RCL PANUAN!!!

36 thoughts on “[SHINee and onkey] Barbie key-chap 1

  1. hahaha,malah taemin yg suka jatuh,biasa.ykan onew..
    Wahwahwah,ternyata slain suka ayam trnyata onew jga suka ma yg gratisan,xixixi🙂
    Di tg6gu Lanjutan.y thor🙂

  2. Onew hobi gratisaaann~~!!!😆 Masa sampe lampu aja ngutang di warung??? Ngakakk~~!!!
    Tapi serem bgt tuh pas part si Key dateng ke kamar Onew malem2 sambil bawa2 tangannya yang buntung!!! Sooo creepy~~!!! Untung si Onew kgk pingsan!!!😀
    Lanjuuutt~~~~~😉

  3. Key jdi manekin yg tba2 bsa hidup,huwaaaa jdi gemes bcax….
    si onew ga tkut jga brhdpan dgn key,mlh d ajakin ngobrol….ckckck

  4. blg saja klo aku ini … Hantu. Dih msh gk ngerti knp bisa idup itu yh? Si onew jg kyknya santai” aja itu yah? Gk takut”nya acan sm tuh manekin… LOL… Ayo dong cpt dilanjut…

  5. hahaha *ktawangakak
    ituu si onyu ampun dah , peliiit bgt , lampu ajaa pake ngutang sgala aiih haha
    daebak thor d^^b
    penasaraaaan lanjutannya haha😄 *terbangkechap2

  6. Bwahahaha,,, funny ff thor. Trnyata Onew oppa pnikmat barang gratisan juga yah /pllak
    Eh,, buseeettt tdi mndadak jntungan bntar pas lampu hasil ngutangnya nyala trus mati sndiri (?). LOL! Hiii kirain ada ghost beneran, trnyata si emaKEY yg jd bneka buntung, mnta prtanggung jawaban hahaha *dipeluKEY

    Baru tau taemin doyang megang2. HahaEh,, buseeettt tdi mndadak jntungan bntar pas lampu hasil ngutangnya nyala trus mati sndiri (?). LOL! Hiii kirain ada ghost beneran, trnyata si emaKEY yg jd bneka buntung, mnta prtanggung jawaban hahaha *dipeluKEY

    Baru tau taemin doyang megang2. Haha

  7. hahaha jahat banget si nyu,masa key dibilang manekin gratisan…tapi key serem banget pas dia nyari jinki buat merbaikin tangannya

  8. Wahhhh lucu deh kata2nya…apalgi pas bagian key ngomong “Jangan tarik-tarik dong.. biasa aja kenapa? Ga usah berlebihan deh.. aku tahu kok kamu ngefans sama aku..” Narsis banget nih sih key…
    Aduh sih onew kaya tapi koq pelitnya minta ampun tuh =,=a
    Serem deh sih key pas datang malem2 sambil bawa tangan sebelahnya yg buntung…agak horor ngebayanginnya…
    Pokoknya bagus deh nih ff
    Lanjutkan.!!! ^^v

  9. Wuaaaa………..

    Bagus bgt ceritanya.jadi penasaran sama lanjutannya dech.

    Aqw baca sampai. Ketawa,ternyata itu onew orang yang suka ngutang ya…..
    Hehehehehehehe…..

    Yaw dah,pokoqnya aqw sukaaaa >,<

  10. bagus kok authorrrr.. aku suka banget..

    lucu2 gimana gitu hihi..

    bisa2nya manekin hidup.. mau juga dong manekin tetem hehe..

  11. daebakk!!!! sayangnya kalimatnya masih amburadul,mian gak bermaksud mencela,tp moga2 kedepannya bisa lebih baik lagi😀

  12. Ini koq cast’a ada “kibum” sama “key”??
    Jd mereka org yg beda?

    Onew doyan gratisan?
    Wkwkwkwk

    aura” serem gara” lampu idup mati tu knp thor?
    Koq hbis itu lampu’a bisa dinyalain sprti biasa lg?
    Wkwkwkwk
    Ditunggu next chapt’a
    ^^

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s