[2min] Dearest part 6 of ?


Foreword:

Yo semuanya yow… tae hee hee…huawah, im happy, really! 50 komentar dan 3 like this! huwah gomawo…ILYSM suunders!!~<33

Btw, aduh alamak, pada gatel nggak sih lo liat 2min nggak jadian, tapi konflik masih banyak nih, so sabar” aja deh yah, heheheh…yang kemarin maaf yah banyak wrong typo, pas diending malahan, tapi itulah gue, males banget buat edit aja :p

Oke, here it is..

Leave a comment, no bashing, no SR, no plagiarism!

Waw, Taemin kayak lagi cium pipi Minho! kekekek~ ini gif, jadi harus pake PC biar tauk :p

by: Pervy^Sanniiew

.

.

“Choi Minho…” sosok itu menatap cover berita utama dimajalah dan melihat sosok namja kecil satunya lagi.

“Taemin Taemin… kau pintar juga cari mangsa…”, kata sosok namja tinggi itu tersenyum licik,

“Tunggu aku , aku akan datang dan kita akan bersenang-senang lagi Taeminnie…”katanya terkekeh sinis dan meneguk sojunya.

.

.

“Pagi…”, sapa Taemin ketika Minho turun dari tangga dan telah rapih dengan kemejanya, Minho tersenyum duduk di meja makan, dia menjilat bibirnya sendiri, sepertinya enak…

“Hari ini aku sudah siapkan kimbab, janji makan siang bareng yah?”, kata Taemin duduk dan mulai makan scremble egg nya, Minho tersenyum dan mengulurkan tangannya mengelus kepala Taemin.

“Neh, yaksok…”, balasnya singkat, Taemin hanya terkikik, entah kenapa pagi ini ia senang sekali, dia tidak sabar ingin makan siang dengan Minho.

“Hari ini… mau ke RS lagi?’, tanya Minho tanpa menatap Taemin. Taemin diam sejenak.

“Ng…mungkin…tapi aku agak siang saja, aku mau bereskan rumah dulu, cucian numpuk ,dan banyak debu…”, katanya melihat kesekeliling. Minho ikut mengedarkan pandangannya.

“Apa tidak apa-apa? mau kucarikan pembantu saja?”, kata Minho, Taemin mendongak,

“Hah? lalu aku kerjanya apa? ini tidak sesuai perjanjian Hyung…kalau kau mencari pembantu, tenang saja, aku bisa kok kerjakan semuanya, jangan khawatir…”,

Minho mengunyah makanannya, yah benar,perjanjian … dia sendiri yang memintanya kan? kenapa dia sekarang malah begitu perduli Taemin lelah atau tidak? disisi lain Taemin menelan sedikit kekecewaanya, well…itu kenyataan yang memang harus ia terima kan? setidaknya, itulah perjanjian mereka, mengurus Minhonya.

Kringg kringgg…

Keduanya terperanjat mendengar suara telpon berdering, Minho hendak berdiri namun Taemin menahannya dengan cepat ia mengangkat telponnya.

“Yoboseyo…”, sapanya.

“…”

“Omo, Heechul umma neh…neh…aku dirumah, mworago?”,

Minho menoleh ketika ia dengar nama yeoja tua itu disebut, ia berdiri dan beranjak ke sisi Taemin, Minho melihat Taemin bicara serius ditelpon, ia mengunyah makanannya sambil bersidekap. Ketika telpon di tutup ..

“Mau apa lagi nenek itu?”, Taemin melirik kesal, ia memukul lengan Minho.

“Yah! yang sopan, dia itu umma mu…dia hubungin aku apakah hari ini aku sibuk…?”, katanya lesu, Minho masih tidak mengerti.

“Terus?”

Taemin mendongak dan sejurus kemudian ia menghuyungkan kepalanya, “Umma mau mengajak ku pergi belanja…itu artinya aku tidak bisa ke RS bertemu Yoogeun, dan juga tidak bisa makan siang denganmu kali ini…”, dia menudukan kepalanya lesu dan berjalan kembali kemeja makan , makan dengan malasnya… Minho berdecak dan duduk kembali.

“Yasudah ikuti saja apa maunya, aku tidak masalah…aku bisa makan dikantin kok..”, katanya enteng, Taemin mendongak.

“Ani. aku buatkan kau bekal, kau bisa makan bekal yang kubuatkan untukmu…aku buat sekarang masih keburu kan?”, tanyanya, Minho melihat ke jam tangannya, well, sebenarnya tinggal 30 menit lagi sih , tapi melihat raut mukanya itu…

“Ya cukup kok… lagi pula tidak usah juga tidak apa—“

“Oke, tunggu sebentar, aku cepat kok buatnya!”, potong Taemin, Minho berdecak, bahkan sarapan paginya sendiri saja belum habis dimakan, namun Minho tersenyum, dia beruntung memiliki Taemin, karena dia …dia lebih terurus, bajunya rapih, makannya teratur, tidurnya nyenyak karena jika dirumahnya sendiri ia lelah melihat tingkah laku ortunya yang absurd.

Minho dengan seksama memperhatikan Taemin , ia tersenyum sendiri..tidak terasa makannya sudah habis dan ia berdiri untuk menaruhnya di wastafel,

“Andwe andwe… aku yang cuci nanti, kamu baca koran atau apa saja, sebentar lagi kimbabnya jadi…tunggu yah..”, kata Taemin mendorong Minho dengan pundaknya, karena tangannya sibuk dengan sayuran. Minho berdecak, ia mengambil kepalan nasi dan menaruhnya didalam mulut Taemin.

“Byah! khau fhyung…hibs…”, Minho terkekeh menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“Kau saja belum sarapan, masih bisa mikirin makan siang orang lain…”, kata Minho, Taemin mengunyah makanannya sambil tersenyum dan

“Aaaaaa….”, Taemin membuka mulutnya, Minho menatapnya bingung.

“Mwo?”

“Aaaaa …. ayo lagi, aku lapar, tapi tanganku kan lagi buat Kimbab?!”, katanya, Minho berdecak, dia mengambil nasi yang belum selesai dimakan oleh Taemin di  meja, dan menyuapinya, Taemin membuka mulutnya dan mengunyahnya dengan senang, wajahnya memerah, dia senang sekali…

“Apanya yang lucu?”, tanya Minho menjitak pelan kepalanya,

“Ani…”, jawabnya memerongkan lidahnya, Minho berdecak, sementara ia asik menyuapi istirnya itu dan Taemin hampir selesai dengan kimbabnya.

“Sudah sudah…aku kenyang, taruh dicucian saja sisanya…”, kata Taemin mengibaskan tangannya, Minho mengangguk dan mengambilkan air minum untuknya. Taemin meminumnya, TETAP, dengan bantuan Minho, Minho tidak bisa menyembunyikan senyumya, tangannya reflek bergerak sendiri menyeka mulut Taemin, dan kulit nya bersentuhan dengan bibir cherry itu.

Taemin membeku, wajahnya menatap Minho lekat, jantungnya berdebar kencang seakan ada fireworks didalam sana, perutnya terasa ada kupu-kupu yang berterbangan, Minho matanya lurus menatap bibir semanis bunga itu, ia tahan tangannya berada disana,
“M-minho hyung…” lirih Taemin, pandangannya menunduk dan meredup, cukup…berhentilah berdetak jantung bodoh!

“Hmm?” hanya itu yang keluar dari mulut Minho.

“MORNINGGGGG~~~!!!”

Taemin dan Minho terkejut, sontak Minho membalikkan badannya dan Taemin kembali dengan kimbabnya, suara nyaring itu..

“Minnieeee~~~ umma datanggg~~”,teriak suara nyaring itu, siapa lagi kalau bukan

“Umma?”, panggil Minho terkejut,wajahnya langsung masam dan berjalan mengambil bawaan di tangan ummanya.

“Umma….”, sapa Taemin berlari ke arahnya,

“Aigooo~ morninggg Minnie ah~~ bagaimana kabarmu?”, katanya mencium pipi Taemin, entah mengapa Minho menatapnya kesal. Heechul sadar akan tatapan itu. “Kenapa kau? seperti ingin memakan umma saja…?”, tanyanya polos, Minho berdecak.

“Ani.”, hanya itu dan berjalan ke dapur menaruh semua bawaan yang dibawa ummanya.

“Umma, pagi sekali, baru saja telpon…aku pikir nanti siang?”tanya Taemin menyuruhnya duduk di ruang tamu.

“Hmm..aku sudah tidak sabar bertemu denganmu, lagian appa Minho sekalian berangkat kekantor, jadi aku ikut saja…hehehe…Oh , kalian sudah sarapan?”, Taemin tersenyum.

“Sudah…Minho hyung juga mau berangkat sebentar lagi, umma sudah sarapan? “, tanya Taemin. Heechul mengangguk.

“Umma..Taemin… aku mau berangkat.”, kata Minho memakai jasnya. Taemin berdiri dan berlari kedapur.

“Ini bekalnya jangan lupa dimakan…”, kata Taemin, Minho menerimanya sambil tersenyum. “Aku berangkat ya…”, kata Minho mengelus kepala Taemin,

“Tunggu!”, Minho berbalik, Taemin melangkah maju dan memegang dasi Minho. “Dasinya miring..”, katanya , Minho terkejut, dengan perlahan Taemin membetulkan letak dasinya, Minho diam saja, hanya berharap Taemin tidak mendengar bahwa jantungnya juga berdebar.

“Sudah..” kata Taemin pelan. Minho tersenyum .

“Umma aku berangkat, hati-hati dijalan…jangan kalap belanjanya umma…ingat asam uratmu!”, kata Minho. Heechul mendengus.

“Tidak sopan, aku tidak separah itu…”, katanya , Minho berdecak dan beralih ke Taemin.

“Aku berangkat..”, kata nya lagi, Taemin mengangguk.

“Neh, hati-hati…”,

Dengan itu Minho keluar, Heechul berdiri dibelakang Taemin
“Ciee…so sweet akh..”, bisiknya, Taemin yang masih memandangi arah pintu keluar langsung memerah wajahnya, Heechul hanya tertawa senang dan entah masuk kebagian mana didalam rumah Taemin.

.

Heechul menyusuri rumah anaknya itu dengan senyum terkembang, dia punya ide sesuatu, setidaknya inilah yang sudah ia siapkan, perlahan ia naik kelantai 2, ia lirik Taemin yang sibuk didapur dan tidak menghiraukannya. Dia percepat langkahnya dan tepat sekali, tujuan utamanya adalah kamar mereka-kamar Minho- dimana ia pernah memergoki Morning activities couple tersebut.

Ia buka knop pintu secara perlahan, ia cium aroma kamarnya, hmm…anaknya memang suka kebersihan, namun ini berbeda, benar-benar bersih, itu tandanya Taemin merawat egala sudut kebersihan rumah dan juga anaknya dengan baik.

“Wah…kamar yang cozy…”, katanya dan duduk di kasurnya,namun ada yang aneh, ia merasa ada yang janggal, kenapa …tidak ada foto mereka sedikit pun dikamarnya? Akhirnya Heechul berjalan menuju closet Minho, ia buka, semua tertata dengan rapih, semuanya…tapi lagi, kenapa ada yang aneh?

“Kenapa tidak ada baju Taemin?’, tanyanya heran.

Tidak mungkin ini..kenapa bisa begitu? akhirnya dengan rasa heran dia berjalan keluar dengan perlahan dan melihat kesekeliling, namun sebuah mata tertuju pada sebuah ruangan,ketika ia menuju ruangan itu dan membukanya ia terkejut..kamar ini…

Heechul masuk kedalamnya, kamar yang berbeda dengan kamar Minho, tidak…bukan gudang atau kamar tamu, terlalu ramai dan juga rapih, benar dugaannya, ia heran kenapa ada kamar lain, bukankah mereka seharusnya sekamar? Heechul menemukan meja belajar kecil disana, ia lihat figura kecil disana, foto Taemin dan Minho ketika menikah, hanya dikamar ini yang ada fotonya, ia melihat dengan baik, terdapat buku harian, menimbang-nimbang apakah pantas ia membacanya, akhirnya.

“Well, sedikit saja…”, kata Heechul, ia duduk dikasur dan mulai membukanya perlahan. Tidak ada yang penting, sampai ia menemukan sebuah surat,ketika ia baca dengan baik ia terkejut, ia tutup mulutnya…jadi…namun ia menemukan bacaan lain di buku itu, dengan penasaran yang besar ia lihat satu halaman per-halaman, sampai matanya tertuju pada sebuah tulisan yang membuatnya lebih terkejut…

Aku lupa tanggalnya berapa…jadi aku hanya terkejut yang terjadi padaku saat ini…
Aku pergi untuk menghidupi diriku lebih baik… aku pergi ke Seoul…namun aku tidak percaya ini terjadi padaku…
Sampai aku bertemu dengan dia…
Choi Minho
Dia yang menolong ku saat itu, wajahnya tampan sekali, Tuhan…kau ciptakan dari apa dia? ckckck…
Dan..yah..disinilah aku..aku bersedia melakukan apapun untuk membalas kebaikannya, atas permintaanku untuk mendapatkan pekerjaan, tidak menyangka tawaran ini berbeda…dan gila. Kenapa?
Bagaimana tidak gila, aku harus menjadi …ISTRI-nya …tidak-tidak…aku baru bertemu beberapa jam lalu dia melamarku, ya…dia melamarku untuk menjadi ISTRI kontraknya, *sigh* aku berat melakukan ini…tapi, aku tidak punya pilihan…maafkan aku Tuhan.
Tapi aku akan berusaha, so..Lee Taemin, Hwaiting! atau harus kuubah namaku sebentar lagi jadi Choi Taemin >////<

Heechul menutup mulutnya tidak percaya, dengan gemetar lagi dia buka lembaran lain

Kali ini umma Minho hyung datang ke apartemen, aku terkejut…aku takut sekali dia akan curiga padaku, benar..aku tidak suka kebohongan, aku tidak suka dibohongi, maka aku tidak mau berbohong, tapi lihat apa yang ku lakukan, dia umma yang baik, aku jadi iri …iri jika umma ku…ah sudahlah…
Dia bahkan sangat lembut padaku, baru pertama bertemu dia langsung menerimaku dengan baik , dan buruknya…ia menerimaku sebagai tunangan Minho Hyung…aku…Lee Taemin, lagi…berbohong pada orang lain, aku minta maaf Tuhan…maaf Heechul umma T^T tapi … bagaimana pun juga, aku menyukai mu, aku menyayangimu Heechul umma…mianhe…😦

Dan lagi…

Aku “resmi” menjadi Choi Taemin, ya…RESMI, tidak…ini sebuah kebohongan, bukan lagi kebohongan yang kami ciptakan secara kecil, tapi kebohongan publik, semua media cetak dan elektronik tahu hal ini, kolega bisnis dan nama baik keluarga Choi ditanganku juga sekarang… aku takut, aku takut suatu saat ini akan berdampak buruk bagiku, tidak…ini sudah buruk…
Dan lagi … aku telah membohongi keluarga Choi yang sangat baik padaku, Heechul umma terutama…setiap melihatnya hatiku kalut, berharap suatu hari nanti, jika ia tahu aku seorang pembohong dia akan memaafkan ku… namun aku tidak pungkiri jika hal itu mungkin terjadi pada seorang pembohong…mianhe…

Lagi…

Minho hyung… aku rasa aku menyukaimu …
Heechul umma, kali ini kau datang lagi …kami bercerita semuanya, dia tanya tentang keluarga ku, apa yang harus kukatakan sekarang? kebohongan lain? ya sudah kukatakan tadi …dan semakin buruk, aku tahu, jika kita berbohong dan terbiasa berbohong, maka kebohongan itu akan ditutupi oleh kebohongan lainnya…
Akan kukatakan umma…akan kukatakan…nanti…jadi, biarkan aku menjadi keluarga kalian sementara ini neh? aku hanya ingin merasakan keluarga ..dan sekarang aku rasakan dari kalian, dari Minho hyung..dari mu juga umma…saranghae! :”)

“Ummaa…?”, Heechul terkejut, dengan cepat ia tutup buku diary itu dan berjalan keluar kamar, beruntung, ketika Taemin tiba ia sudah hendak turun tangga.

“Umma? dari…mana?”, tanya Taemin takut .

Heechul diam sesaat dan kemudian tersenyum lebar.
“Ani! hanya melihat isi rumah, tenang…aku tidak masuk ke wilayah pribadi kalian…kamar kalian kan privacy..aku tahu kok..”, ledek nya sambil mencolek dagu Taemin, Taemin hanya tersenyum hambar, ia sesekali melihat ke arah pintu kamarnya, syukurlah ia tidak lupa menutup kamarnya.

“Hei, palli..aku mau kita belanja sekarang saja!”, kata Heechul. Taemin mengangguk.

“Ng..aku..mau mandi dulu..”, kata Taemin dan berjalan kekamar Minho, Heechul melihatnya dengan seksama, namun tersenyum.

“Oke , aku tunggu dibawah yah sayang..jangan lama-lama..”, katanya dan turun kebawah. Taemin tersenyum, setelah dipastikan aman ia segera kekamarnya, mengambil baju buat ganti dan mandi dikamar mandi Minho, berjaga-jaga agar tidak buat curiga kenapa ia malah mandi dikamar lain.

.

“Yoboseyo Mr.Jung…bisa tolong aku?’, tanya Heechul umma ditelpon.

“…”

“Neh…bisa kau carikan informasi tentang Lee Taemin?”

“…”

“Iya,dia istri anakku… tidak, aku hanya ingin tahu saja, dan aku hanya punya klu tentang sebuah tempat, nanti akan ku sms kan alamatnya…jangan sampai siapapun tahu, terutama Minho…arra?”,

“…”

“Neh, good then. Oke, gamsahabnida…”katanya dan menutup telponnya.

Ia menatap surat ditanganya,”Taemin ah~ kenapa?”, tanyanya sedih, kecewa tepatnya, seseorang yang seharusnya ia sangat sayangi dan percaya membohonginya, tidak…membohongi keluarganya juga, keluarga Choi.

.

.

Minho meretangkan tangannya di ke atas, merenggangkan badannya,
“Yo Froggy..”

Siapa lagi yang panggil dia begitu, “Ck, stop calling me like that dubu Hyung..” ledek Minho pada Onew yang masuk keruangan. Onew masuk dan duduk didepannya, ia terkekeh.

“Wae?”, tanya Minho.

“Hei, sudah dengar berita tentang rekomendasi itu?”tanya Onew, Minho mengangguk. “Lalu, kau akan mengambilnya?”

Minho mengangkat bahu,”Entahlah…aku tidak mungkin ambil keputusan sekarang, aku..tidak bisa meninggalkan Taemin kan?” tidak sekarang tepatnya.

“Loh, kenapa? dia bisa kau ajak tinggal disana..”, Minho tersenyum, benar…tapi…

“Iya, tapi hati ku belum mantap untuk menerima rekomendasi itu..”, katanya. “Lalu kau?”,

“Aku? aku sudah memikirkannya, aku akan terima…dan..kubawa Key serta denganku.”, Onew menyengir.

“Mwo?”

“Neh, aku dan dia bertunangan, dan 1 bulan kedepan kami menikah seminggu sebelum aku harus pindah tugas. Jadi, aku bisa sama Key terusss..”, katanya senang, Minho hanya tersenyum senang. Sungguh rencana yang matang.

.

.

“Oke, sekarang…kemana kita?”, tanya Heechul masih bersemangat , Taemin tidak mengerti, bagaimana Minho bisa punya ibu sepertinya , berbeda sekali, apa mengikuti appanya? molla…

“Taemin…hei…Taemin..”

“Ah,neh? mian umma…kita..sebaiknya…bisa makan dulu? perutku lapar umma…”, kata Taemin malu-malu, Heechul membelalakan mata,

“AIGOOOO~~ Mianheee~ kau lapar yah babyy~~~ aigo aigo…ini juga sudah lewat makan siang yah? kajja kajja, kita cari tempat makan…aigooo~”, katanya merangkul Taemin dan membawanya ke lantai mall yang tersedia aneka deretan restoran, sedangkan Taemin hanya tersenyum sambil sibuk membawa belanjaan ditangannya yang notabene belanjaan sang umma.

.

.

“Minho hyung…”, Dongho datang kemeja kantin dimana Minho sedang duduk dan melihat Minho yang sedang siap mengeluarkan bekalnya,

“Oh, Dongho, ada apa?” tanya Minho menunda makannya,

“Mian…apa aku menganggu makan siang mu?”

“Ani..ada apa?”

Dongho meletakan kotak makan besar didepan Minho, Minho melihatnya bingung dan melihat ke arah nya “Ini..apa?”, Dongho tersenyum dan memainkan jarinya, “Itu bekal makan siang buatan ku …semua sudah kebagian, dan itu milikmu Hyung…”, katanya, Minho terkejut, benarkah?

“Oh, gomawo…tapi aku sudah bawa bekal makan ku sendiri…”, katanya menunjukkan kotak makan berukuran sedang yang ia bawa dari rumah, Dongho terkejut,

“O-oh…sudah ya? apa Taemin yang membuat?”, Minho hanya mengangguk dan tersenyum menatap makan siangnya.

“Aigo…bawa apa kau banyak sekali?”, sebuah suara datang menghampiri mereka, Jonghyun dan Onew dibelakangnya.

“Oh, hai Jonghyun hyung,Onew Hyung…ini bukan punya ku semua, ini pemberian Dongho.”, ia menunjuk kekotak makan punya Dongho, Jonghyun mengangguk dan dia serta Onew duduk didepan Minho berhadapan.

“Coba dibuka…aih Dongho shi.. kenapa aku tidak dibuatkan bekal makan siang juga?’, tanya Jonghyun, Dongho hanya tersenyum.

“Kalau kau mau nanti akan kubuatkan untukmu Hyung..”, jawabnya, Minho diam saja dan mulai membuka bekalnya.

“OMO! Minho..apa itu?”, tanya Onew dengan mata berbinar, sedari tadi dia sudah tidak tahan melihat santapan didepan mereka, walau ia sendiri juga bawa bekal yang dibuatkan oleh Key.

“Oh, ini kimbab…Taemin yang buat..”, jawab Minho tersenyum, Jonghyun mengamatinya.

“Ah , kalian beruntung sekali, kau dibuatkan Taemin, Onew hyung oleh Key? aku?nasib ya nasib…”, kata Jonghyun lesu, Dongho hanya tersenyum hambar, sedangkan kedua temannya tertawa.

“Makanya cepat mencari jodoh dan menikah, ya kan Minho?’, tanya Onew, Minho hanya terkekeh.

“Damn it~!”, kata Jonghyun,

“Kau makan saja bekal dari Dongho, tidak apa-apa kan Dongho?’, tanya Minho, Dongho menatapnya tidak rela, namun ia hanya mengangguk pasrah, Jonghyun berdiri dan menggenggam tangan Dongho.

“Oh, gomaptaaaa~~”, seru Jonghyun sambil menjabat tangannya, Dongho hanya mengangguk.

“Kalian mau coba?”, tanya Minho membagi makananya, Onew yang sedari tadi ngiler melihatnya jadi ingin, Jonghyun juga mengambilnya. Minho perhatikan wajah kedua temannya. “Oh, Dongho, kau juga boleh coba…”,

“N-neh gomawo..”, Dongho mengambil satu kimbab dan memasukannya kedalam mulut.

“WAH! enaaakkk~~~enakkk~~”, teriak Onew victory. Minho tersenyum puas.

“Darn! enak sekali, Taemin pintar masak yah? sebelumnya aku juga pernah makan masakannya, dan rasanya enak!”, kata Jonghyun, Minho langsung menatapnya, Jonghyun yang sadar akan perkataannya bersikap pura-pura tidak tahu.

“Kau..pernah memakan hasil masakannya?”tanya Onew terkejut, Minho hanya diam menunduk, ya jelas, ia tahu persis…saat itu, saat Minho melihat Jonghyun dan Taemin makan bekal makan siang yang seharusnya jadi miliknya di taman RS.

“Ng..well, ya …karena saat itu Minho tidak bisa makan siang dengannya, jadi diberikan padaku..”, kata Jonghyun menggaruk kepalanya, Onew mengangguk,

“Ah, Tapi serius…enak kok,besok-besok suruh Taemin buatkan bekal yang banyak, jadi kita bisa berbagi, akan kukatakan juga pada Key.”, kata Onew mencairkan suasana, Minho tersenyum dan melanjutkan makan.

“Ng … maaf aku permisi dulu…”, kata Dongho menjauh dari mereka, ketiganya hanya mengangguk setuju.

Dongho memejamkan matanya, tangannya mengepal kesal, berakhir kah? benar sudah berakhir sampai sini? percuma…dia tidak akan pernah bisa mendapatkan Minhonya.

.

.

“Ng…Taeminnie…”,

“Neh umma?” Taemin mendongak dari menyantap desertnya.

“Bagaimana kalau kapan-kapan kita berkunjung ke rumah keluarga kalian? aku belum pernah bertemu sebelumnya kan? sewaktu pernikahan , kau juga tidak mengundangnya, mereka pasti senang kalau kita semua kesana..”, katanya, Taemin menelan ludahnya, sontak tangannya berkeringat. Eottokhe?

“Ng…M-mungkin nanti aku akan tanya pada Minho hyung terlebih dahulu Umma…”

“Oh, tentu..tentu…” katanya tersenyum riang,

Taemin mendongak dan menatap takut ummanya, hatinya resah, ia tahu ia salah besar telah melakukan kebohongan besar.
“U-umma…sebenarnya–“

Rind ding dong ring ding dong.

“Oh jakkaman baby…”, kata Ummanya, dan mengangkat telponnya, kemudian menjauh sebentar dari Taemin, Taemin menatap ummanya lekat, haruskah ia bicara sekarang? mungkin semua ini harus ia akhiri sebelum semuanya terlambat. Tidak lama kemudian ummanya kembali ke meja makan dan tersenyum padanya.

“Nah , sudah… kau mau katakan apa tadi , sayang?”, tanyanya, Taemin mengigit bibirnya.

“U-umma…a-aku…minta maaf…”, katanya memulai, “A-aku…aku…”

“Taemin…”,

“N-neh?”

“Umma senang sekali kau jadi menantu umma, umma sebenarnya ingin punya anak perempuan , tapi kau cukup manis untuk kuanggap sebagai perempuan, jadi … maaf kan umma kalau umma kurang baik padamu yah?”

“A-ani umma…umma baik sekali aku..aku jadi…” Taemin kehabisan kata-kata, dia tidak tahu harus bagaimana, semuanya terasa buram dimatanya, Tuhan…jika kau berhak mengatur hidup seseorang , maka aturlah hidupku untuk keluar dari ini semua, aku sungguh ingin terus berada dalam keluarga ini, mohon Taemin…

“U-umma?”,

“Sssht…sudah …jangan menangis, kau ini suka sekali menangis sih? uh, semoga kau tidak sering dibuat menangis sama si kodok itu yah?’, kata Ummanya yang tiba-tiba memeluknya, Taemin hanya bisa menangis di pundaknya, maaf kan aku umma…

.

.

Minho melihat ke jam tanganya, sudah jam 8 malam, kelihatannya Taemin belum juga pulang dari belanja, ckckck…ummanya itu kalau sudah belanja dan jalan-jalan akan lupa ingatan! Ia turun dari mobilnya dan menuju depan pintu rumahnya yang megah.

“Permisi…apa kau Choi Minho?”, tanya sebuah suara di belakangnya, Minho menoleh, sesosok pria bertubuh tinggi berdiri disana, dengan kemaja dan celana panjang , memasukan tangannya kekantong celananya dengan acuh.

“Ya…saya Choi Minho…”, katanya tersenyum ramah, Pria itu maju dan mengulurkan tangannya.

“Oh, beruntung sekali … aku Lee _______________”

Minho membelalakan matanya mendengar siapa yang ada didepannya, dan dengan sopan kemudian ia menyuruhnya masuk kedalam rumahnya.

.

Taemin membuka seat beltnya, dan menatap Heechul umma yang tersenyun, meski ia juga tersenyum namun ia tidak bisa menyembunyikan keresahannya.

“Umma..yakin tidak mau mampir?” tanya Taemin, Heechul hanya menggeleng.

“Ani … aku langsung pulang saja, umma lelah sekali sayang…lagi pula…sepertinya Minho sudah pulang, kau sebaiknya urus suami mu..layani dia..”, katanya berbisik dikalimat terakhir dan tersenyum jahil, Taemin hanya menunduk menahan malu.

“Umma…”, rengeknya, Heechul tertawa.

“Kajja kajja…kau turun sana, umma sudah mau menancap gas nih..”, katanya, Taemin mengangguk. Namun ketika ia ingin membuka pintu ia menoleh lagi, dan dengan cepat ia memeluk Heechul dengan erat, Heechul terkejut, ia peluk Taemin dengan satu tangannya, mengelus punggung mungilnya dan tersenyum penuh arti, ia menarik nafas memundurkan tubuhnya dan menatap Taemin lekat.

“S-saranghae Umma…saranghae..”, kata Taemin, Heechul mengelus kepalanya lembut.

“Neh…nado Minnie…jumuseyo baby…”, katanya mencium kening Taemin, Taemin tersenyum dan melepas pelukanya.

Ia turun dari mobil dan melambai terakhir kalinya setelah bilang ia harus hati-hati. Heechul mengangguk dan memacu mobilnya. Kemudian ia tekan dial dan memasang headset ditelinganya.

“Yoboseyo Mr. Jung, kau yakin itu tempatnya? dan benar dimana ia pernah berada? kau sudah cek semuanya?” tanya Heechul ,

“…”

“Good, aku butuh laporannya besok dirumah ku…gomapta Mr jung..”

Pip. Heechul memandang jalanan dengan serius, setidaknya, dia tahu harus bagaimana…

.

.

Taemin menarik nafas dan menenteng tas belanjaan ditangannya, ia memasang senyum terbaiknya, ia senang karena baru saja ia membelikan baju untuk Minhonya berdasarkan pilihannya tadi. Ia putar knop pintu dan berteriak dengan riang.

“Minho hyung…aku pulangg~~”, teriaknya, namun matanya tertuju pada sebuah sepatu, ada tamukah?

“Minho hyung?”, ia membuka mantelnya dan ia sampirkan digantungan dekat pintu, dan berjalan masuk karena ia dengar suara orang bicara di ruang tamu, benar ada tamu…

Taemin sampai disana, benar…ada seorang namja duduk membelakanginya, tapi…tunggu…dia seperti tahu jaket itu…

“Minho hyung…”, panggil Taemin lirih, Minho yang sedari tadi serius bicara seketika itu pula mendongak.

“Oh, Taemin , kau sudah pulang…?”, katanya berdiri dan menghampiri Taemin, Taemin tersenyum namun matanya terus memandang sosok yang masih membelakanginya.

“H-hyung..dia—“bisiknya pelan, namun sosok itu kemudian berdiri dan berbalik, saat itu juga nafas Taemin tertahan dikerongkongannya.

“T-taesun H-hyung…”, katanya lirih. Namja itu tersenyum dan merentangkan tangannya.

“Aigooo Minnie ah~ aku kangen sekali… jahatnya kau pergi dan tidak mengabari ku…”, katanya berlari dan memeluk Taemin, Minho mundur sejenak memberikan akses untuk reuni keluarga kecil tersebut, meski didalam hatinya ia merasa ada yang ganjal, namun entahlah…ia terus menatap Taemin yang lebih terlihat shock dari pada bahagia..

Taemin disisi lain tubuhnya kaku, ia tidak bisa berkata apapun, tangannya berkeringat, mulutnya kelu, matanya kosong.
“Taemin … kau pintar, aku tahu kau pintar mencari mangsa…”, bisik namja itu, sontak Taemin lebih kaku lagi, sebelum ia bisa berkata apapun namja itu melepas pelukanya dan memandang Taemin dengan sayang dan gembira, what a drama king!

“M-minho H-hyung…d-dia…Taesun hyung…dan dia adalah—“

“Aku tahu..”, Minho merangkul Taemin dan menatap Taesun . “Dia kakakmu kan? dia sudah cerita dari tadi padaku…”, katanya, Taemin tidak beraksi apapun, dia hanya bisa menatap Taesun yang masih berpura-pura baik, bagaimana…bagaimana bisa ia menemukan Taemin?kenapa dia bisa kesini? kenapa setelah 2 tahun pergi menghilang , apa yang diinginkannya? memikirkannya saja membuat Taemin sesak.

“Ah, aku sudah bertemu adikku, kalau begitu aku mau pulang…”, kata nya,

“Loh, tidak makan malam dulu? Taemin bisa siapkan makan malam, ya kan Taemin?”, tanya Minho tetap merangkul pundaknya, entah kenapa? ia merasa Taeminnya aneh, dan ia perlu melakukan itu. Taemin mengangguk, namun Taesun menyengir dalam diam.

“Ah, tidak usah Minho shi… aku madih ada urusan…”, jawabnya sambil menatap adiknya yang menunduk dalam-dalam,

“Ah…baiklah…”, kata Minho,

“Ng…Taemin, aku minta nomer ponsel mu..biar aku bisa hubungi mu lagi…”, katanya, Minho melihat ke arah Taemin ragu,ketika ia ingin membuka mulut…

“Nomer ku saja…kau bisa menghubungi ku…”, kata Minho menyela dan memberikan kartu namanya, ada namanya dan juga telpon rumahnya. Taesun tersenyum, cukup , ini sudah cukup, tidak dikasih pun cukup…karena ia sudah tahu apa saja kegiatan keluarga adik “kesayangannya” ini…

“Gomawo Minho sshi…kalau begitu aku ijin pulang dulu…”, katanya, Minho mengangguk, Taesun tersenyum dan mengelus kepala adiknya.

“Annyeong Taeminnie..urus suami mu dengan baik ya? dan hiduplah dengan baik, aku akan berkunjung lagi nanti, jaga dirimu…”, katanya, Taemin diam saja, ia harus menjawabnya kalau tidak..

“I-iya…”, jawab Taemin cepat, Taesun tersenyum dan mereka mengantar Taesun kepintu depan,ketika ia sudah agak jauh Taemin masih menatapnya lekat, giginya gemertak dan tangannya mengepal, Minho disampingnya yang merasa ada perubahan di istirnya hanya diam saja.

.

.

Taemin duduk di meja makan, lampu semua sudah mati, ia tidak bisa tidur..kenapa? kenapa rasanya sekarang tambah berat? ia diliputi rasa takut yang luar biasa?

Kenapa Taesun kembali, tahu dari mana dia? pasti, pasti karena pemberitaan media, itu pasti…bagaimana ? apa yang harus ia lakukan?semuanya tidak bisa ia bayangkan jika itu terjadi lagi.

Flashback~

“A-AMPUN HYUNG…STOP…AMPUUUNN~~”, terus pukulan dan tendangan menerkamnya, tubuhnya sudah lemas dan tidak bertenaga.

“APA? STOP KATAMU, DASAR SONS OF BITCH! AKU SUDAH KATAKAN PADAMU!! KAU HARUS KERJA YANG BAGUS, TOLOL!SEKARANG APA HASILNYA, KAU TIDAK DAPAT SEPESER PUN, PABO!!”, teriaknya terus menendang dan memukulnya, Taemin tidak sanggup membuka matanya, darah segar keluar dari hidung dan mulutnya.

“A-ampun…H-hyung…a-aku tidak bisa…”, kata Taemin terus menangis. Dan tidak bisa mengentikan pukulan di tubuhnya, sampai akhirnya orang itu lelah dan berhenti sendiri melihat jijik tubuh Taemin yang terkapar.

“Cih, kau…awas kalau kau besok tidak bisa kerja dengan baik, kau akan terima lebih dari ini…!!dan umma..akan menerima hal yang sama dengan yang kau terima!!”, teriaknya meraih kerah Taemin, Taemin menggeleng sekuat tenanga.

“J-jangan…jangan umma… jangan dia…Taesun Hyung…”, katanya menatap Taesun lekat, Taesun tertawa dan melemparnya lagi sehingga kepalanya terbentur tembok gang sempit itu.

“NAH! JIKA KAU TIDAK MAU UMMA TUA ITU TERLUKA KAU HARUS BERI AKU UANG, KALAU PERLU KAU JUAL TUBUH MU ITU, KAU MENGERTI??!!”, teriaknya dan BUUG! sekali lagi, tubuhnya lemas, tendangan di perutnya, membuatnya tidak kuat lagi menahan ras sakit..

“J-jangan…jangan…”, hanya itu yang bisa ia katakan sebelum kesadarannya lumpuh.

Endflashback~

Tangan Taemin bergetar memegang mugnya,ia membenamkan kepalanya dimeja, ia menangis..takut, ia sangat takut, jika semuanya tercium, maka selesai sudah,ia akan kehilangan semuanya, umma dan appa yang sejak awal bukan miliknya, kemudian sekarang apakah Minho hyung dan juga Heechul umma?tidak…andwe…

“Jangan…”, lirihnya , tubuhnya bergetar karena tangis.

“Uljima…”

Tubuh Taemin kaku, tangan kekar melingkar di pundaknya serta hembusan nafas ditengkuknya, Miinho Hyung…
“Uljima Taemin…”, katanya lagi, Taemin bangkit, dan melihat Minho menatapnya bingung. Taemin tidak kuat lagi, tidak…dia tidak mau sendirian lagi…ia takut…takut…

“M-minho hyung~~~”, dia memeluk Minho hingga Minho hampir terjungkal kebelakang.

“Taemin…”, Minho membelai kepalanya, Taemin terus menangis dan ia bisa merasakan baju depannya basah.

“J-jangan…jangan tinggalkan aku…”, bisik Taemin, Minho tidak mengerti, namun ia memeluk tubuh kecil yang bergetar itu dengan lembut. Taemin mendongak dan menarik baju Minho.

“M-minho…kumohon…j-jangan tinggalkan aku…kumohon…kumohon… aku tidak mau lagi sendiri…”, katanya, dengan itu Minho memeluknya lagi dengan erat, ia cium pucuk kepala Taemin sayang, ia tidak tahu ada apa? tapi ia mencium sesuatu yang buruk, ia usap punggungnya sayang dan mencium pucuk kepalanya berkali-kali.

“Tidak akan…aku akan terus denganmu, jangan takut…aku disini…”, kata Minho… Taemin terus menangis, dna memeluk Minho dengan kuat.

” …jangan menangis…aku akan disini…”, katanya mengusap pipi Taemin dari air matanya, Taemin menatapnya sayu dan terisak, “…uljima, karena…”, Taemin terkejut, “…aku mencintaimu…”, sebelum bibir itu menyentuh bibir Taemin dengan lembut, Taemin hanya bisa terpaku.

TBC~

Yeah…CONFESSION!!FINALLY!

But, hey … its not over! but Dongho its over, gue males perpanjang Dongho mulu! Tapi bagaimana dengan Jonghyun? will see lah…

But, Hey, apa yang ditemukan Heechul umma? dan mau apa si Taesun itu?

will see guys…kekekekek~

RCL oke… see ya bye bye🙂

187 thoughts on “[2min] Dearest part 6 of ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s