[SHINee and onkey] barbie key-chap 2


CUMA PENGEN BILANG,,,,

 

RCL YANG LENGKAP YAAAA

 

Title : Barbie Key

Author : Keysha Mahaz feat Mafharanisa

Cast : Onkey

Genre : Romance, Comedy (?)

Rating : Untuk semua kalangan umur😄

.

.

“Ya bilang saja kalau aku ini..~” Berhenti sebentar, menyisakan Jinki yang masih mengernyit penuh tanda tanya. Perlahan Kibum mencondongkan tubuh ke arah Jinki.

 

“Nam-ja-chi-ngu-mu.” Berbisik halus di telinga Jinki yang mulai merinding pelan, “Gitu aja kok repot.” Melanjutkan ucapannya meniru gaya almarhum Gus Dur sang mantan presiden pujaannya (?).

 

Jinki membelalak. Otaknya dipaksa berputar sangat cepat dalam waktu hanya beberapa detik ini. Mau menerima Kibum sebagai anggota baru keluarganya? Tapi bagaimana? Lampu saja sudah ngutang, makan sehari-hari pas-pasan, bikin butik juga hasil jual ayam sekandang. Bagaimana mau membiayai anggota baru yang notabene-nya pun tak jelas seperti ini. Tapi.. Ehm.. Tak ada salahnya sih, lagipula dia manekin aneh yang cukup manis. Pikir Jinki yang tiba-tiba jadi senyum-senyum sambil tak lupa mengelus dagu. Setidaknya ia asset yang bagus untuk butik yang tengah dirintis oleh Lee Bro itu.

 

“Hoy! Jawab dong! Gimana sih ah, mikirnya nggak pake lama. Liat nih tangan gue udah sekarat!!!” Berseru galak sambil mengayunkan tangannya yang copot itu di depan kedua bola mata sabit Jinki. Alhasil Jinki tersentak kaget dan buru-buru kembali dari berbagai macam pikiran anehnya.

 

“Iya iya, sabar dikit napa..” Balas Jinki tajam berupa perlawanan, meski dalam hatinya anak-anak ayam tak henti-hentinya berteriak ketakutan,

 

“Baiklah, kau boleh menginap. Dengan syarat…”

 

“Syarat apa?”

 

“Kau harus tetap menjadi manekin sebagai contoh promosi butik baruku. Kemudian jangan sampai ketahuan oleh Jonghyun dan Taemin kalau kau bisa hidup. Arasso?”

 

“Yaaah.. kalau gitu kamu nggak jadi ngaku bahwa aku namjachingumu dong?” Keluh Kibum lemas sambil menunjukkan ekspresi kecewanya dengan menggelosor di lantai dan merengek-rengek ala bocah cilik.

 

“Ooooh jadi kamu ingin jadi namjachinguku begitu? Ah ya.. ya.. aku tahu aku memang keren. Aku tahu aku memang baik hati, rajin menabung, tidak sombong, tidak pelit, dan..~”

 

“Mwo?! Tidak pelit bagaimana? Jelas-jelas lampu kamarmu ini saja hasil hutang-menghutang dengan Mbok Heechul yang tetangga sebelah kan! Jangan kira kau bisa membodohiku.” Tukas Kibum bangkit sambil memehrongkan lidahnya. Jinki merengut kesal.

 

“Yaaa kalau begitu aku tak akan memperbaikimu dan tak akan mengizinkanmu untuk menginap di sini. Hush! Pergi sana!” Kibum membelalak, bahaya! Pikirnya. Ck, bagaimana ini, masa’ dia nggak mau ngizinin? Udah susah payah jadi manusia nih.

 

“Yaaaa! Enak saja. Iya iya. Sekarang cepat jahit tanganku ini! Huh. Oke.. aku menyetujui semua persyaratan yang kau berikan.” Ujar Kibum dengan tidak sukarela. Jinki manggut-manggut sambil nyengir kuda sendirian. Ia segera menyiapkan peralatan jahit.

 

“Hei kau manusia manekin, duduk di sini.” Jinki menepuk-nepuk kasur di sebelahnya, dan Kibum pun menurut. Jinki sesegera mungkin mengambil posisi duduk yang tepat, kemudian menyidik-nyidik lengan manekin yang akan ia jahit itu. Hmm.. untungnya tak ada darah yang keluar dari tangan buntung itu. Kenapa ya? Padahal kan manekin itu sudah berubah menjadi manusia, tapi kenapa tidak berdarah? Bahkan tulang-tulang dan organ dalamnya pun tak kelihatan. Ck..

Tapi syukurlah, kalau begitu kejadiannya.. iiih.. ogah amit-amit Jinki mau dengan susah payah menjahit lengan sang manekin ajaib.

 

Satu jahitan, dua jahitan, tiga jahitan…

 

“Kau tak merasa sakit?” Tanya Jinki khawatir tanpa mengalihkan tatapannya dari jarum jahitnya.

 

“Ani.. Molla.. mungkin karena kau yang menjahitkan…” Tanpa diduga Kibum memamerkan senyuman menggoda (?) nya. Mata Jinki melebar. Satu detik.. dua detik..

 

“Huahahaahahaha, apa kau mencoba untuk merayuku? Ckck.. Aku tak mempan dengan rayuan manusia manekin sepertimu!” Dan kembali meneruskan jahitannya tanpa menyadari Kibum yang sudah mendengus kesal seperti banteng di el-matador. Muka yang memerah seperti Tuan Crab. Kuping yang memanjang seperti kurcaci, dan hidung yang memancung layaknya pinokio..

Ah.. maafkan author yang terlalu berlebihan..

 

“Naah.. selesai!” Pekik Jinki segirang-girangnya. Kibum memeriksa lengannya yang sudah terpasang sempurna di bahunya kembali. Kemudian berdecak mengagumi kesempurnaan jahitan hasil namja tampan itu, Jinki.

 

“Waaaaaahhhh, gomawoyo Jinkiiii… ~” Melonjak-lonjak girang dan memeluk Jinki erat.

 

CHU~

Mendaratkan kecupan singkat di bibir tebal Jinki yang sekarang malah melongo lebar.

 

“K-kau?” Menunjuk Kibum shock. Kibum mengernyit heran dan mundur selangkah demi selangkah, saling menunjukkan ekspresi yang sangat didramatisir. Begitu pula dengan Jinki.

 

“Wae?” Tanya Kibum polos.

 

“Hey!! KAU BARU PAKAI PAKAIAN DALAM TAHU! CEPAT LENGKAPI PAKAIANMU!!!!!” Kibum memandang tubuhnya sendiri kaget. Menatap tak percaya pada pemandangan nista yang dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. O M O~

 

“Haaah yah, aku lupa bahwa aku ini manekin orisinil dari pabrik. Hihihi~” Meloyor secepat kilat menuju kamar mandi. Sedangkan Jinki tengah bershock ria sambil memegang kedua pipi gembulnya, mulutnya membentuk huruf ‘O’ yang sungguh besar.

 

“OH MY GOD! Yeppeoda..” Gumam Jinki terpesona, dan malah terbayang Kibum yang belum mengenakan baju. Otak yadong tersembunyinya tiba-tiba bekerja cepat.

 

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK!!!!

 

“Aauuuuuuuuuuhhh…!!” Jinki mengaduh kesakitan, saat tamparan bertubi-tubi menghantam pipi mulus yang selama ini ia banggakan. Di hadapannya sudah berdiri Kibum – dengan pakaian lengkap – melotot super garang dan muka yang memerah. Cepat sekali!

 

“Jangan kira aku tak tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Dasar otak mesum!!” Kibum memalingkan wajahnya, tak peduli pada Jinki yang masih meratapi pipi dubunya yang malang. Jinki melotot kaget, Kibum dengan gayanya yang anggun malah menaiki kasur king size itu dan berbaring di atasnya, menggapai selimut bedcover kemudian mencoba untuk memasuki alam mimpinya yang mungkin indah.

 

“YAAAA~ Tak ada yang mengizinkanmu untuk tidur di sana!!” Teriak Jinki histeris dan menarik-narik lengan Kibum agar segera bangkit. Tapi..

 

“Kyaaaa~ apa yang kau~” Tanya Jinki panik pada Kibum yang justru menariknya ke atas ranjang.

 

“Sssssh, jangan berisik. Aku ngantuk dan ingin segera istirahat.” Ujar Kibum sebelum berbalik dan segera tidur. Sementara Jinki menatap punggung sempit itu tak percaya. Ooh.. sepertinya hari ini benar-benar hari sialnya selain hari penagihan hutang. Mau tak mau Jinki hanya bisa memejam-mejamkan matanya sambil terus berdoa agar ia selamat dari segala marabahaya manekin yang katanya istimewa.

.

.

“Yaaa hyung! Kenapa mengantuk terus eoh?!” Gertak Taemin yang memukul meja di hadapan hyungnya itu. Tampak Jinki yang menunduk, bangun, menunduk, bangun, dan terus seperti itu.  Taemin menggeleng-geleng tak mengerti. Wae? Apa jangan-jangan semalam dia mimpi hantu ayam yang sebulan dijualnya untuk membuka butik?

 

“WOY HYUNG! IREONA DONG!” Menepuk keras kepala hyung-nya, Jinki sontak terbangun dan bangkit.

 

“Mwo? Ada pembeli? Taemin, segera sambut di depan pintu masuk! Jonghyun, kau periksa lagi ruangan ini sebelum pembeli perdana kita datang!” Jinki menceracau sambil menunjuk ke arah-arah yang sama sekali kacau. Taemin mendengus.

 

“Pembeli tanganmu copot!! Baru jam 7 hyung! Kita belum buka. Eh.. kau malah asik-asikan menambah jatah tidur. Cepat bantu beres-beres butik!” Titah Taemin ketus kemudian berbalik untuk kembali bergotong royong dengan Jonghyun, setelah member sebuah sarapan pagi pada Jinki. Penoyoran.

 

“Aaaargh.. Gara-gara manekin itu..” Erang Jinki sambil mengacak-acak rambutnya yang memang acak. Melayangkan tatapan sinisnya pada manekin yang sekarang sudah berdiri tegap nan anggun di salah satu baris baju di butik tersebut. Manekin ajaib yang sangat ia kenal, manekin yang sudah menganggu acara tidur nyenyak bersama puluhan anak ayam di selimutnya, manekin yang benar-benar merepotkan! Hingga tanpa sadar Jinki menggertak meja kerjanya keras.

 

BUAGH BUAGH BUAGH

 

“MANEKIIIIIN!” Otomatis Jonghyun dan Taemin mendelik tajam ke arahnya. Jinki buru-buru mencengir kuda dan mendadah-dadahkan tangannya. Haah, aneh-aneh saja takdir hidupnya ini. Ck..

Akhirnya ia memutuskan untuk kembali bekerja, menyiapkan tampilan perdana butiknya agar terlihat menarik.

 

“Eh hyung, kayaknya manekin yang itu bagus deh kalau dijadiin manekin utama, taruh aja di tempat tepat begitu pengunjung masuk.” Tunjuk Taemin ke salah satu manekin yang berjejer rapi. Jinki menaikkan sebelah alisnya.

 

“Maksudmu yang mana? Di sana kan banyak manekinnya.” Melihat Jinki yang justru sibuk dengan pekerjaan mengelap kaca-nya.

 

“Ini niih!” Taemin berjalan ke salah satu manekin, kemudian menunjuk-nunjuk riang. Jinki menoleh, dan..

 

“WHOAAAAA! Kenapa harus yang itu Taem? Kan masih banyaaak!” Seru Jinki yang buru-buru menghampiri Taemin, panic.

 

“Iiiih, aku maunya yang ini! Manekin ini tuh yang paling bagus tau hyuuung~” Rajuk sang dongsaeng manja, disusul Jonghyun yang menghampiri drama antar katak beradik ini.

 

“Ehm ehm.. menurut pemikiran otak saya yang nan cerdas tak terkira dan patut dipercaya serta selalu mengungkapkan fakta sejujur-jujurnya, sebenar-benarnya, manekin yang terbuat dari plastic dan sedikit campuran antah berantah ini~” Ocehan galau itu terhenti saat melihat dua pasang mata yang menatapnya seperti ingin merajam.

 

“Eh ah, oh.. okey okey.. singkatnya menurutku pilihan Taemin benar. Manekin ini memang paling cantik. Hm.. selain itu bentuk tubuhnya bagus, proporsional..” Terang Jonghyun sambil manggut-manggut mengelus dagu, sok mengamati meniru gaya Ivan Gunawan di teve.

 

“Iya hyung! Lagipula manekin ini sangat mirip dengan Key hyung, aku sukaa sekali~” Taemin memeluk manekin itu erat, eraaat sekali. Tanpa dia sadari sesungguhnya Kibum tengah sesak napas dalam kondisi ini. Ini semakin membingungkan. Jinki semakin kacau.

 

“Tapi.. tapi..” Terlambat. Karena sekarang Taemin dan Jonghyun tengah bersuka cita menggotong sang manekin ke dekat pintu utama. Jinki frustasi.

 

“Yaa hyung, sebenarnya kau kenapa sih? Ada apa memangnya dengan manekin itu? Bukankah semua manekin sama saja?” Jonghyun memoncongkan bibir mendekat pada wajah Jinki yang masih berkerut-kerut bingung. Untungnya dengan sigap Jinki mendorong ponyongan mulut Jonghyun dengan telapak tangannya keras. Mengibas-ngibaskan tangannya jijik karena mendapati mulut Jonghyun yang rupanya berlendir. Huwaaa~

 

“Aiish jorok!” Picing Jinki dan berjalan menjauh, menggidikkan bahunya pada Jonghyun yang masih tertawa lebar di tempat.

 

“Salahmu! Kekeke~”

 

Jinki merengut sebal. Aiiiish.. ckck.. ya sudahlah, kedua dongsaengnya yang meminta. Hemmm.. sebenarnya itu juga tidak buruk sih, karena kalau dilihat-lihat manekin Kibum itu adalah manekin yang pualing bagus. Barangkali saja nanti para pengunjung jadi terpikat. Tapi.. bagaimana kalau Kibum minta jatah keuntungan? Itulah yang ada dalam pikiran Jinki. Ck, naluri kikirnya telah melarang habis-habisan tindakan itu. Yah.. tapi apa daya.

 

“Annyeong haseoyo!” Seorang namja jangkung sudah berdiri di ambang pintu sambil tersenyum lebar. Hampir saja Jinki merekahkan senyuman dengan sederet gigi terbaiknya jika tak melihat dengan teliti siapa yang datang.

 

“Hyaaaaaaaa! My sweety lovely honey bunny kerorooooo ^^ !!!” Jerit Taemin histeris. Jonghyun dan Jinki dengan sigap menutup kedua telinga mereka. Ck, kadang mereka berspekulasi bahwa ada sel TOA masjid dalam pita suara dongsaeng mereka. Taemin dengan alaynya menempelkan kedua tangan di pipi dan membentuk mulut menjadi huruf ‘O’. Mencoba memasang wajah seimut mungkin tapi justru membuat kedua hyung-nya serasa ingin memuntahkan sapi betina.

 

“Yee my honey too..” Sambut sang namja jangkung yang tak lain tak bukan adalah Minho, pujaan hati belahan jiwa seorang Taemin. Dan sekarang sepasang kekasih itu sudah berpelukan erat di depan pintu masuk. Ck, hal yang benar-benar membuat kedua hyung-nya iri, sekaligus bernostalgia karena sudah lama tak jumpa dengan kartun teletubbies tersayang.

 

“Hei kau! Mau apa kemari? Kalau ke sini diwajibkan membawa upah tau!” Sindir Jonghyun terang-terangan, namun Minho hanya tersenyum lebar dan melepaskan pelukan yang terlalu erat dengan Taemin tersebut.

 

“Oh iya nih hyung, Minnie.. aku bawa sesuatu, sebenarnya ini buat Minnie sih..” Ujar Minho sembari mengedipkan sebelah matanya pada Taemin yang hanya tersenyum-senyum senang, tak lupa sesekali mengintip kea rah bingkisan besar yang memang sedari tadi sudah ia lihat dibawa oleh Minho kemari.

 

“Aaah~ gomapta hyuuung~” Pekik Taemin manis sambil merebut paksa bingkisan berpita biru tersebut. Ia terburu-buru membukanya. Jinki dan Jonghyun ikut mendekat untuk mengamati.

 

“Eh, sepertinya ini~” Belum selesai Jinki berpendapat, dugaannya sudah terbukti dengan tepat. Ketiga mereka langsung menjerit histeris, sementara Minho tersenyum penuh kemenangan.

 

“WHOAAAAA BANGKOOOONG!” Teriak mereka serempak, belum sempat mereka menjauhkan diri dari sang bangkong raksasa yang entah Minho dapat dari mana. Ck, mungkin hasil pesugihan dengan raja bangkong. Tiba-tiba bangkong hijau berlendir itu sudah melompat ke wajah Jonghyun.

 

“Wuaaaaa! Sialan kau keroro!” Umpatnya susah payah karena wajahnya yang kini tertutup oleh bangkong raksasa. Taemin dengan sigap mengambil stik kasti yang ada di pojokan dan mengacung-acungkannya pada bangkong kurang ajar itu.

 

“Tenang, tenang hyung, aku akan memukulnya, hiaaaaaaattttt!!” BLUTAK BLETAK BLETOK!

 

Haaaa… Taemin ternganga saat mendapati bahwa yang ia pukul adalah wajah Jonghyun, dan sekarang namja itu terkapar naas di lantai begitu saja dengan wajah biru lebam. Kemanakah si bangkong tadi?

 

Ah! Rupanya, sekarang bangkong itu sudah melompat jauh dan bertengger manis di atas pundak menekin cantik, tak lain adalah manekin Kibum. Jinki melotot. Omona… bagaimana ini? Apalagi sekarang Taemin dengan ganasnya menghampiri manekin itu dan sudah bersiap untuk melayangkan pukulan telak.  Jinki baru saja membuka mulut untuk melarang..

 

“AAAH~ JANGAAAANNN!” Tapi terlambat.. Bunyi pukulan bertubi-tubi kembali terdengar, dan.. ups..

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”

 

Puk.. glundung glundung..

 

Sebuah kepala dengan wajah seperti dicekik menggelinding di lantai butik, membuat Jinki benar-benar bergidik ngeri. Taemin menutup mulutnya. Semua mata melotot begitu saja, begitu pula dengan Jonghyun yang sekarang sudah sadar. Ia cepat-cepat bangkit, karena kepala itu sudah berada tepat di sebelah tubuhnya. KEPALA MANEKIN KIBUM!!!!!!!!!

 

“Ups.. hehehe… mianhae..” Ujar Taemin polos sambil menggaruk kepala, sementara Jinki sudah berlutut lemas. “ Tapi.. tadi.. siapa yang teriak?” Tiba-tiba Taemin juga ikut merinding disko. Jonghyun sudah gemetar.

 

“Dan lihat.. ekspresi manekin ini sudah berubah! Tadi ia tersenyum, kenapa setelah jatuh jadi seperti orang dicekik?” Tambah Jonghyun sembari menunjuk kepala naas tadi.

 

“Hei kalian!!! Jangan kabur!!!” Cegah Jinki yang masih ngos-ngosan akibat dari pertunjukan perusakan manekin yang kedua kalinya. Eeeerrrrgh, padahal hari ini kan rencananya butik sudah mau dibuka. Hmmmph!! TAEMIN!

 

Namun seperti biasa, Jinki terlambat lagi. Taemin dan Jonghyun sudah melesat kabur ke lantai dua. Meninggalkan Jinki yang tengah teramat sangat bimbang bin galau saat ini. Eottohke? Masa’ nanti malam manekin ini mau datang sambil menenteng-nenteng kepala ala hantu jeruk purut? Muaaaaaaaa!! Menagih untuk menjahit? Oh no! Sekarang siapa yang mau? Hiiiii…

 

“Mana lagi si keroro itu? Aiiish, sudah kabur saja dia. Dasar pembawa masalah!!!” Umpat Jinki. Sejenak matanya terpaku pada kepala manekin yang tergeletak begitu saja di lantai marmer itu. Sebersit rasa kasihan membuat Jinki mendekati dan ingin meraih kepala itu.

 

“Ah.. kasihan juga, lagipula aku tak mau dihantui malam-malam. Lebih baik sekarang kujahit.. Haah Kibum, sudah nasibmu sebagai manekin. Jadi.. bersabarlah..” Ucap Jinki seakan berbincang sendiri pada manekin itu. Kemudian ia berdiri dan membalikkan papan pada etalase took, dari OPEN menjadi CLOSE. Entahlah, mungkin itu akan menimbulkan kerugian, dan ia akan sulit membayar hutang. Namun.. yah, ia sungguh tak tega melihat manekin istimewanya harus memiliki tubuh yang terpisah dari kepalanya.

 

Tertatih-tatih tanpa ada yang membantu Jinki mengangkat tubuh manekin itu ke lantai dua, ke kamarnya. Tanpa ia sadari, kepala manekin telah berubah ekspresi. Dari seperti tercekik menjadi sedikit tersenyum haru.

.

.

“Haaaah.. akhirnya selesai lagi. Tak sia-sia umma mengajariku keterampilan menjahit.” Ujar Jinki senang, melihat hasil jahitannya yang sudah seperti sedia kala lagi. Peluh bercucuran, terang saja. 4 jam dia menjagit kepala yang sempat buntung itu! Dan tepat setelah itu. POP! Keluar asap lumayan tebal sampai membuat Jinki sedikit terbatuk.

 

“Kyaaaaaaa~ Jinkiiiiii~ Gomawo lagiiiii,kau menyelamatkan hidupku, huks,,” Aiish, ternyata Kibum telah berubah menjadi manusia kembali. Dan sekarang ia tengah memuas-muaskan diri untuk memeluk sang penyelamat, Jinki the HERO! *apaan sih* =,=

 

“Yaaa! A.. aku uhuk.. se..sak.. uhuk..” Teriak Jinki terbata dan terbatuk. Kibum melepaskan pelukannya dan tersenyum malu-malu.

 

“Hehehe,, mianhae.. Aku hanya terlalu senang. Untunglah orang bodoh dan pelit sepertimu masih bisa memiliki rasa prihatin dan kasihan..” Seketika Jinki jadi menggerutu kesal.

 

“Hah, yasudah kalau kau anggap aku orang bodoh. Cepat keluar sana! Atau kutelpon pabrik yang mengirimmu agar segera menjemputmu! Kau hanya akan membuat susah di sini tau!” Cerocos Jinki ketus. Ia memalingkan wajahnya dan hendak beranjak pergi. Ia benar-benar berniat akan memulangkan segera manekin yang malah membuat hidupnya semakin tak keruan ini.

 

“Hiks.. hiks..” Namun Jinki menghentikan langkahnya, sadar ada suara terisak di belakangnya. Eh.. apakah??

 

“Yaaa! Kenapa menangis eoh?! Kan lebih baik kalau kau pulang saja..” Terburu-buru namja tampan itu menhampiri Kibum yang sudah sesenggukan menahan tangis supaya tak jadi lebih keras terdengar. Jinki mengerutkan alis khawatir, ck.. ada-ada saja. Kenapa pabrik tak menyadari kalau manekinnya bukan manekin biasa? Huh..

 

Kibum tak segera menghentikan tangisnya. Membuat Jinki menjadi sangat panic dan bingung untuk melakukan apa. Akhirnya yang bisa ia lakukan hanya mengelus rambut legam Kibum sambil ber-cup cup ria.

 

“Cup cup.. uljimma.. sudah, jangan nangis gitu dong. Iya deh, aku nggak akan nelepon pabrik buat jemput kamu. Sudah ya?” Rajuk Jinki yang sudah kehilangan kata-kata lebih banyak untuk menenangkan. Dan dengan amat sangat terpaksa juga efek dari rasa tak tega, ia mengizinkan manekin Kibum untuk menginap kembali di rumahnya.

 

“Jinjja?” Kibum menatap Jinki dengan mata yang sembab, masih terlihat berkaca-kaca, “ Aku ingin tinggal denganmu, aku ingin bersama-sama denganmu..” Tambahnya parau. Jinki mengangguk-angguk sambil terus terpaksa tersenyum. Membuat Kibum jadi tersenyum senang.

 

Srooooot. Menyedot ingus yang keluar akibat menangis terlalu lama barusan. Jinki menelan ludah. Huek..

 

Sementara itu.. tanpa mereka berdua sadari, dua pasang mata telah mengintip dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka. Seorang dengan rambut jabrik, dan seorang dengan rambut hitam lurus seperti jamur. Terlihat mereka yang saling berpandangan untuk meyakinkan, kemudian mengangguk-angguk dan.. BRAK!!!

 

“Hyung!!!!!!! Siapa itu?!!! Berani-beraninya bawa namja cantik ke dalam kamar!!!!” Pekik Taemin kencang.

 

Jinki menoleh kaget, benar-benar terkejut. Karena kedua dongsaengnya sudah berdiri berkacak pinggang dan melayangkan tatapan membunuh serta curiga terhadapnya.

 

“A,, ah.. jangan.. b-berpikiran yang aneh-aneh d-dulu. D-dia bukan..” belum selesai ia bicara, sang dongsaeng sudah terlebih dahulu mencegatnya.

 

“Aaaah! Bilang saja kau sebenarnya punya simpanan kan? Wah, jangan-jangan kalian sudah nikah siri’ ya hyung?!” Timpal namja jabrik yang menuding ke arah Jinki dan Kibum bergantian. Kibum hanya melotot, tak bisa dan tak ingin berbicara apa pun.

 

PLAKKK!

 

“Auuuuuuuuuwh, sakit hyung..” ringis namja jabrik yaitu Jonghyun sambil mengelus pipinya yang kemerahan karena digaplok sang hyung.

 

“Nikah siri nikah siri. Kebanyakan nonton infotainment!” Gertak Jinki ketus. Meskipun dalam hati ia bingung menjelaskan tentang asal-usul manekin jadi-jadian yang bisa berubah wujud ini.

 

“Eh.. bukannya.. itu… Key hyung?” Tunjuk Taemin pada Kibum yang hanya bisa menganga.

 

“MWO?!”

TBC

 

 

32 thoughts on “[SHINee and onkey] barbie key-chap 2

  1. Gilaaa gaya bahasa’y two thumbs up dech..wkwk..

    Blom sempet baca yg chap 1 langsung ke chap 2..

    Ff kolaborasi y, terinspirasi dari mv snsd kah..wkwk..

    Q pertama liat key langsung ngerasa kalo dia mirip boneka sich sebener’y apalagi pas zaman2’y juliet, jd gampang ngebayangin’y..
    Lajuuut..

  2. Malem2 gini ngakak sndiri, bwahaha awal2 si ONKEY bhasany gaul geetoooh pake lu-gue. haha

    Si keroro, pake bwa bangkong sgala! Huweee
    Brdoa aja deh, next chap Nasib OnKey gak parah kayak chap 1 & 2. kekeke~ /bugggh *ditinjuauthor

  3. lanjutannya dong😀 haha itu taemin sama jjong jjong main dobrak pintu orang aja…kan mereka belum tau key itu siapa..haha

  4. Omo ! Kodok bangkong? Aishh si minho malah bawa saudaranya sendiri !
    Ahahaha sumpah aku senyum2 sendiri ngebaca ff ini.. Haduh.. Unnie ! Cepet lanjutin yah !di tunggu ff selanjutnyah >o<

  5. Kasian juga sih key sebelumnya tangannya copot eh sekarang malah kepalanya yg copot….
    Itu key yg dimaksud tetem disini emangnya siapa ya.????
    Lucu deh aku bacanya nih sambil senyum2..gaya bahasanya kocak banget deh
    Daebak deh..d^^b

  6. Hahahahahahahahaha……:D

    Kocak and lucu abiesssss!!!!!!!!!
    Pokoqnya keren,cuma………

    Kasihan kibum,udah tangannya putus,habis gitu kepalanya……

    Jadi penasaran dech,

    G mana ya lanjutannya?????

    Unnieee……..

    Lanjjjuuuuuutttttt…………….. Ya…..
    Pokoqnya aqw dukung tErus.jagan sampai gugh lanjut,nanti aqw bsa mati penasaran lho!!!#lebay

  7. aku makin penasaran ini ceritanya..

    tetem kok tau ma key ya,,tapi jong ma jinki gak tau ma key..

    lanjut2 thor hihi..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s