[2min/Mpreg/YAOI/1-?] Our Precious One


Foreword :

Naaahhh, Fitri balik lagiiiii. Ini cerita 2min Mpreg lanjutan dari You’re My Precious karya Sani sama Keyshaa itu lhoo, tau kan? Waktu ending, kan dengan cantik nya si Sani bikin ceritanya ngegantung, Taby mual-mual di pernikahannya JongKey. Dia juga ga bikin epilog soalnya lagi cibuukk waktu itu. Jadi gue yang baik hati ini mau melanjutkan (oke abaikan). Kembali lagi dengan cerita cemut cemut feluff gimanaaaa gitu. Ahahahaa.

Dan kalo masih ada yang nanya, Mpreg itu apa? Male Pregnant! Di dunia per YAOI an (apalah bahasa gue), berhubung boys x boys, jadi disini dibuat kalo cowo juga bisa hamil. Makanya kalo baca jangan mikir (?). udah nikmatin aja apa yang dibaca. Namanya juga fanfiction, jadi everything can be happen.

Dan ini TERINSPIRASI dari ff YunJae, Mu Cutie Wifey. BUKAN NGEJIPLAK YAAA!! TERINSPIRASI!! Gue suka manja nya JaeBoo di ff itu. tapi kalo tetep ada yang bilang jiplak, plagiat, mirip, apalah, yoweis suka-suka kamyu laah aku ga perduli. Ahahaha. Selama gue bener mah kenapa harus perduli?

Ocee deeehhh.

Hope you likeeeyyyy.

Cue…

[2min/Mpreg/YAOI/1-?] Our Precious One

By : TaeminhoShouldBeReal

@ Toilet in Ballroom Hotel, JongKey Wedding…

“huek.. uhuk-uhuk hueeekk. Ah, damn! hueek”, Taemin muntah di toilet sambil sesekali mengumpat. Ah, dia paling benci muntah, jinjjaa!! [sama kaya gue!!].

“baby, kenapa?”, Minho segera menyusul Taemin ke toilet. Ia mengurut tengkuk Taemin sambil memegang pinggangnya.

“aniii *hueek* hyuung, ke-*hueeek* keluar sa- *hueeek* saja”, Taemin terus muntah sambil tangannya mendorong Minho. Air matanya kini sudah mengalir. Ia bukan menangis karena sakit, tapi justru karena ia muntah ia jadi menangis. Minho yang melihatnya jadi semakin khawatir.

“Minnie, omoo, uljima, baby. Kau sakit sayang? Kita pulang yaa! Aku bawa ke dokter”, Minho mengeratkan pelukannya di pinggang Taemin yang masih menunduk.

Ia mulai berhenti muntah. Minho membantunya untuk membasuh mulut dan berkumur dengan air. Ia terduduk di dudukan toilet.

“hyuuuuungg”, Taemin mendongakkan kepalanya menatap Minho yang berdiri dengan tatapan puppy and teary eyes nya.

Minho mencium kening nya dan berlutut mensejajarkan posisi mereka. Ia menangkupkan kedua tangannya di wajah Taemin.

“aku kenapaa?”, Taemin mulai merajuk.

“aku juga tidak tau sayang. Kita ke dokter ya?”, Minho berkata lembut. Ia tau Taemin tidak suka dokter, rumah sakit, apalagi harus opname disana seperti waktu ia keracunan makanan dulu.

“tidak mauuuu”, Taemin menggelengkan kepalanya. Ia mempoutedkan bibirnya imut. Minho yang melihatnya tidak tahan, ia mencium sekilas bibir cherry itu.

Blush..

Kembali semburat merah hadir di wajah yang sekarang sedang pucat ini.

“aihh, kenapa istriku bisa seimut iniiiii?”, Minho mencubit pelan pipi itu.

“nappeun! Hyuung, Minnie mau pulaaang”, Taemin menggembungkan pipi nya.

Hup..

Minho menggendong Taemin dengan gaya bridal style.

“hyuuuung”, Taemin yang mendapat ‘serangan tiba-tiba’ begitu tidak bisa lagi menyembunyikan wajah malunyaaa. Ia sampai tidak bisa berkata-kata, wajahnya sudah semerah tomat saat ini. Minho membawanya kembali ke dalam ballroom. Taemin hanya mampu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami. Ia tidak mau melihat orang-orang yang pasti sedang melihat mereka. Suasana ballroom tiba-tiba hening begitu mereka masuk.

“YAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”, tiba-tiba ada teriakan histeris dari ujung ruangan.

Sang pengantin wanita meninggalkan ‘singgasananya’ dan berlari ke arah Minho yang menggendong Taemin.

Key masih belum percaya penglihatannya saat ini. Omo omooo, si kodok sudah berani se frontal itu dengan anakku. Cepat sekali progress nya akhir-akhir ini.

“yeobooo, ya ya yak!”, Jonghyun hanya bisa terpana melihat kelakuan istri barunya itu. Pengantin kok kelakuannya masih saja begitu? Tiba-tiba berteriak histeris sampai semua orang yang tadinya melihat Minho seketika langsung melihatnya, lalu sekarang berlari pula?

Sementara yang dipanggil? Hah, apa perduliku diliatin semua orang seperti sekarang! He’s diva of course!!

“omo omooo, Minnie kenapaaa? Pingsan?”, ia cemas melihat Taemin yang menyembunyikan wajahnya di dada Minho.

Taemin hanya menggelengkan kepalanya, namun tetap tidak menunjukkan wajahnya. Ia hanya ingin memberikan isyarat kalau ia baik-baik saja. Ia tidak mau mencemaskan sang Umma hari ini.

Minho yang melihatnya hanya tertawa. Ia mencium pucuk kepala Taemin, langsung di depan Key. Omoo, ini kemajuan besar! berarti Taemin benar hamil!!! Key langsung mengambil kesimpulan.

“aniii. Ia hanya malu. Kami mau minta izin pulang, Key. Taemin sedang tidak sehat!”, Minho mencoba menjelaskan. Ia sebetulnya agak kaget juga melihat si diva ini tetap berkelakuan absurd begitu bahkan di hari pernikahannya.

“dia itu hamil!! Cepat periksakan ke dokter. Kalian sudah melakukan…”

“Ummmaaaaaaaa”, Taemin berteriak tertahan di dada Minho. Aiiisshhh, sungguh ia benar-benar tidak punya nyali untuk menunjukkan mukanya sekarang!

“waeee? Sudah kan Minho?”, kali ini ia bertanya pada sang suami.

“aish, musun soriya? Kenapa kau mau tau urusan rumah tangga orang?”, Minho menatapnya sinis.

“YAK! DIA ITU ANAKKU! WAJAR KALAU KALIAN HARUS LAPOR!”, Key memulai ritual teriakan nyaringnya.

Orang-orang yang disekitar mereka seketika tertawa. Key hanya menatap bingung sekitarnya. Waee? Memang aku bicara lucu?

“yeoboooo, sudahlaah”, Jonghyun tiba-tiba datang bersama Onew dan Shina. Ia merangkul pinggang mungil Key.

“jangan mencampuri urusan pribadi seperti itu, Key”, Onew mengingatkan.

“wae? Dia anakku!”, sang diva tetap bersikeras.

“aish, dia bukan anak mu! Sudah berapa kali kubilang kau ini jangan mengaku-ngaku! Sudah, semuanya, aku pulang yaa”, Minho segera mengakhiri pembicaraan. Ia merasa  jasnya ditarik kuat oleh makhluk mungil di genggamannya. Ia pasti ingin segera pulang, apalagi sekarang dikerumuni orang seperti ini.

“kalian mau ke dokter?”, Shina bertanya.

Minho hanya menggeleng, “Taemin tidak suka rumah sakit! Kami pulang dulu, annyeong”.

“jaga adikku baik-baik Minho”.

Ia tersenyum, “selalu!”, ucapnya yakin.
@ Minho’s Car..

Ia mendudukkan Taemin di kursi penumpang.

Kursi nya dimundurkan sedikit ke belakang agar Taemin bisa tidur.

Wajahnya sudah semerah tomat sampai Minho mengira ia demam.

Ketika ia memegang dahinya, Minho justru mendapat pukulan telak di lengannya.

“aku tidak sakit, aku maluuuu hyuung”, Taemin menutup wajah dengan tangannya.

Melihat itu, Minho tertawa terbahak. Dasar anae nya ini…

Begitu hendak menjalankan mobil, ponsel nya bergetar, sebuah sms dari nomor tak dikenal. Isinya sebuah nomor dan sedikit pesan.

Xxxxxxxxxxxxxxx

Itu nomor ponsel temanku, seorang dokter kandungan paling hebat di RS Seoul. Namanya Dr. Krystal. Hubungi saja dia nanti ia yang akan datang ke rumahmu.

Semoga kau menerima kabar bahagia itu. Hehehe.

Fighting.

Shina.

Minho hanya tersenyum membaca pesan singkat itu. Ia menoleh ke samping, anae nya sudah tidur. Taemin memang orang yang mudah tidur apalagi kalau posisi dan hatinya sedang nyaman. Ia mengambil selimut hijau bergambar kodok dari kursi belakang dan menyelimuti tubuh mungil Taemin. Reflek, entah kenapa tapi Minho tiba-tiba mengelus perut Taemin yang saat ini masih datar. Berharapkah? Ia juga manusia biasa! Kehadiran seorang bayi mungil tentu adalah hadiah paling berharga yang diberikan Tuhan untuk mereka. Keluarga kecil mereka pasti terasa makin sempurna.

“sudahkah kau didalam sini, sayang?”, Minho berkata lembut seakan berbicara pada makhluk kecil di dalam sana. Sebetulnya bukan kepada dia, tapi kepada Dia, Tuhan yang Minho harapkan sedang mendengar doanya saat ini.

Minho menjalankan mobilnya meninggalkan hotel itu.

Keesokan pagi…

Minho memicingkan matanya karena sinar yang perlahan menerobos kamarnya. Ia meraba sebelahnya, kosong.

“Taemiinn?”, Minho reflek memanggil nama itu.

Ia bangun, diam sebentar mengumpulkan nyawa, lalu mulai turun.

Mengecek kamar mandi, kosong.

Ia turun ke lantai bawah.

“Taemiiiiin?”, Minho mengeraskan panggilannya.

“di ruang makan hyuuung”, ada jawaban.

Memasuki ruang makan, ia melihat Taemin sedang menyusun piring dan menghidangkan sarapan mereka.

Minho melingkarkan tangannya di pinggang mungil istrinya yang sedang sibuk menyusun segala nya di meja makan. Backhug in the morning. Ia mencium tengkuk sang anae dan menciptakan kissmark disana.

Tiba-tiba…

“hueeekkk”, Taemin melepas paksa pelukan Minho di pinggangnya dan berlari ke wastafel terdekat.

Lagi-lagi ia mual-mual. Minho menyusul ke wastafel, mengurut tengkuk Taemin seperti semalam sambil mengelap dahi anae nya yang mulai berkeringat.

“kau benar tidak mau ke rumah sakit, sayang? Au takut kau kenapa-kenapa”, Minho berkata cemas.

Taemin hanya menggeleng sambil terus saja muntah. Ia mulai menangis. Kalau seperti ini terus, lama-lama ia juga tidak tahan!

Ketika berhenti, Taemin membasuh mulutnya dan berkumur. Tak sedetikpun tatapan Mino beralih dari istinya ini. Mukanya pucat. Ketika hendak mendekat untuk memeriksa keadaanya, Taemin mendorong tubuh Minho pelan.

“hyuung, kau belum mandi yaa?”, Taemin berkata lemas.

“memang nya kenapa?”

“bauuuuu”, Taemin menatap Mino kesal.

“mwo?”, Minho mengendus-endus (?) pakaiannya. Masih harum bvlgari kok! Setiap ia tidur, memang Minho punya kebiasaan untuk memakai parfum favoritnya itu (gayyyaa si kodok). Apanya yang bau?

“badan ku bau?”, Minho bertanya heran.

Taemin menggeleng.

“parfum nya yang bauuu, aku tidak tahan!”.

Yang ini membuatnya semakin heran. Kok bau parfum bisa bikin mual? Sekelas bvlgari pula.

“aku sudah dari dulu memakai ini kau tidak pernah komplain, kenapa sekarang bilang parfumnya bau, sayang?”

“tidak tau, hyuuuung!!! Pokoknya mulai saat ini buang saja parfum nya, pakai punyaku”, Taemin mengeluarkan keputusannya.

“mwo? Parfummu wangi vanilla, Minnie. Masa aku pakai parfum wangi vanilla. Apa kata bawahan ku di kantor nanti? Itu feminim sekali. Aku ganti parfum saja yaa, tapi bukan punyamuu”, Minho memelas.

“tidak mau! Harus punyaku! Tapi yaa itu terserah hyung saja, dan konsekuensi nya kau tidak boleh ada di dekatku kalau bertahan memakai parfum mu itu!!”, Taemin berbalik dan mulai duduk di kursi makan mendahului Minho.

“hhhhh, vanilla. Sepertinya aku memang tidak punya pilihan”, Minho menghela nafas.

Ketika duduk di kursi makan, heemm, scramble egg. Sepertinya enak. Ia melihat Taemin di hadapannya sudah memasukkan suapan pertama. Posisi mereka memang berhadapan jika makan.

“hueeekk”, Minho sontak melihat ke depan.

Taemin lagi-lagi berlari ke wastafel sambil menutupi mulutnya.

“sayang, kita ke dokter yaa? Aku tidak tenang kalau kau begini terus, aku khawatir Minnie”, Minho menyusulnya.

“jangan *uhu~uk* dekat-dekat *hueekk* hyuung. Kau bau *hueek*”. Minho berhenti di jarak satu meter dari Taemin. Haah, nasib ku malang sekali!

Taemin berhenti muntah. Ia menumpukan tangannya pada watafel. Pandanganya buram dan kepalanya pusing sekali.

“sepertinya telur nya busuk, hyuung. Jangan kau makan yaa”, Taemin berkata lemah.

“telur nya busuk? Bagaimana bisa? Sepertinya memang kau yang sedang sakit Minnie, bukan makanannya yang….. Taemin!!”

Minho berlari menangkap tubuh lemas yang tiba-tiba pingsan itu sebelum jatuh ke lantai.

Ia mengangkat Taemin dengan bridal style dan menidurkannya di sofa. Badannya demam. Ottohke?

Minho berlari ke dapur menyiapkan baskom yang diisi air dan es batu. Ia ambil handuk kecil yang lembut dan segera berlari kembali ke sofa.

Ia kompres dengan air es, handuk kecil itu diletakkan di dahi Taemin kemudian ia berlari menuju kamar tamu untuk mengambil selimut dan kotak P3K. Ia ke dapur untuk menyeduh teh hangat yang dimasukkan ke termos kecil supaya panas nya tetap terjaga.

Ia berlari ke kamarnya mengambil ponsel, kemudian berlari turun kembali. Sungguh ia panik saat itu. Siapa yang harus di telponnya? Otaknya buntu!

“ah”, Minho teringat sesuatu. Ia menghubungi sebuah nomor, Dr. Krystal.

30 Menit kemudian…

“bagaimana dok?”, tanya Minho khawatir. Ia tidak melepaskan tangan Taemin sedetikpun. Demamnya sudah agak turun dan Taemin memang sempat sadar tadi, namun sekarang sedang tertidur. Ia pindahkan Taemin ke kamar mereka, diselimuti dan tak lupa boneka keroro di pelukannya.

“saya hanya mengucapkan selamat. Kalian mendapatkan hadiah terindah dari Tuhan. Kasus langka memang, namun bukan tidak pernah terjadi”, Dokter Krystal menjelaskan lembut.

Ia tidak mau berspekulasi, apalagi berharap hal yang tidak-tidak.

“maksudnya?”, Minho sedikit menahan nafas. Benarkah doaku Kau kabulkan secepat ini Tuhan?

“istri anda sedang mengandung 2 minggu. Selamat Tuan Choi”, ia tersenyum manis melihat wajah tidak percaya namja tampan di depannya.

“dokter tidak bercanda kan?”, Minho tidak berkedip.

“kode etik kedokteran melarang kami untuk bercanda terkait kondisi pasien, Tuan”, ia kembali menjelaskan.

Minho melihat wajah malaikat yang sedang tertidur di sampingnya. Ia mengelus kepalanya lembut dan mencium keningnya.

“Taemin, kita kedatangan anggota keluarga baru, sayang. Terima kasih. Jeongmal gomawo, Minnie ku”, bisik Minho di telinga Taemin.

Krystal yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa tersenyum. Sebuah keluarga kecil yang sempurna. Tidak bisa dipungkiri kalau ada rasa iri terselip dihatinya. Di kondisinya yang sudah mapan dengan karir cemerlang, ia belum juga mendapatkan pendamping hidup. Taemin sungguh beruntung.

“tapi aku hanya ingin mengingatkan satu hal Tuan. Jaga kondisi istri anda dengan sangat hati-hati. Seperti yang saya katakan, ini hal yang tidak biasa, karena itu penjagaannya pun harus extra. Apalagi ini anak pertama anda dan kehamilannya masih sangat muda. Resikonya sangat besar. Jangan sampai ia terlalu lelah. Jaga kondisi dan kenyamanan baik fisik maupun mentalnya. Stress juga adalah salah satu faktor terbesar ibu hamil yang kehilangan sang calon bayi”, Krystal menjelaskan detail pada calon Appa baru ini.

“ia masih kuliah. Apa boleh tetap melanjutkan aktifitasnya atau harus berhenti total?”

“tidak masalah. Selama ia bisa mengukur kekuatan dirinya dan tidak melewati itu. Diam terus di rumah kadang kala justru malah menyebabkan stress semakin cepat datang”, ia tertawa kecil.

“ada lagi yang ingin ditanyakan?”

“masalah mual nya?”

“itu hal biasa, jangan khawatir. Paling hanya terjadi di awal-awal kehamilan saja. Bulan-bulan berikutnya, sangat jarang masih ada yang mual seperti itu. Beberapa susu hamil saat ini juga sudah mengandung bahan untuk meminimalisir rasa mual. Nanti saya berikan rekomendasi susu hamil apa yang cocok dan aman”, Minho menghela nafas lega.

“ahya, kalau boleh saya usul, sebaiknya anda menyewa pembantu. Jangan biarkan istri anda sendirian apalagi ketika anda sibuk di kantor. Selain bisa memperingan pekerjaannya, ia juga punya orang yang siap di sampingnya jika terjadi sesuatu”

Minho menyetujui. Dari dulu ia memang bermaksud untuk menyewa pembantu, namun Taemin selalu menolak dengan alasan untuk mengurus Minho saja ia masih sanggup. Tapi jika keadaannya begini, bukan hanya Minho yang perlu ia urus tapi juga calon bayi kecil kami. Jadi kehadiran pembantu sepertinya hal mutlak yang harus ada dan tidak boleh ditunda.

“baiklah, saya pulang dulu. Saya tidak akan memberikan obat untuk Taemin karena untuk kehamilannya yang masih sangat muda, riskan untuk janin menerima bahan-bahan kimia. Lagipula, ia hanya kelelahan. Jadi, banyak-banyak istirahat saja. Sekali lagi, selamaaat!! Kalau ada apa-apa, segera hubungi saya”

Minho mengantar Krystal ke depan.

“jeongmal kamsahamnida dok. Maaf merepotkan”, Minho memberikan cek berisi sejumlah uang pada nya.

“itu sudah menjadi tugas saya. Mulai saat ini, keselamatan istri anda sudah menjadi tanggung jawab saya. Saya pergi dulu, annyeong”.

Minho tersenyum dan tetap diluar sampai mobil itu meninggalkan rumahnya.

Ia menoleh ke belakang.

“sebentar lagi rumah ini akan diisi tawa bayi, sayang”, Minho tersenyum sambil masuk ke dalam rumah, ke kamarnya, menemui sang malaikat yang paling ia sayang.

Keesokan pagi, pukul 06.53 KST…

“YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, MINNNIIIIIIIIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE”

Minho yang sedang membuat sarapan di dapur sontak kaget mendengar ‘bom meledak’ pagi-pagi begini di rumahnya.

Aish, Minho menepuk dahinya. Bagaimana aku bisa sebodoh ini memberitahukan hal semacam ini pada si diva cempreng itu. Ia melirik jam, aigoo ini bahkan belum jam 7 pagi, tiba-tiba ada orang ‘sopan’ yang masuk tanpa permisi dan berteriak membangunkan satu komplek. Aku yakin Jong pasti dalam keadaan tidak sadar waktu melamar nya.

Minho segera keluar, menemui sumber keributan.

Begitu sampai ruang tamu, ia hanya melihat Jonghyun yang baru masuk. Mana orang ‘sopan’ itu? kenapa tidak ada? Minho melihat sekitar.

“kalau kau mencari istriku aku yakin dia sekarang sudah ada di kamarmu. Ia bahkan turun dari mobil begitu sampai di depan pintu gerbang mu lalu langsung berlari masuk”, Jonghyun berkata pasrah.

”MWO? AISH, MINNIE BELUM BANGUUUN”, Minho segera berlari ke atas. Awas saja si diva itu kalau Minnie ku kenapa-kenapa.

“KEY!”

DUAR…

“CHUKKAAEEEEEEEEE”

Kertas-kertas kecil berjatuhan dari benda yang Key bawa dan ‘diledakkan’ tepat saat Minho masuk. Tuhaaan, ga orang nya, ga kelakuannya, semuanya sama-sama selalu bikin heboh.

Ia melihat istrinya berdiri di samping Key. Matanya berkaca-kaca. Omooo, Minho memberikan death glare pada sang diva sambil menarik Taemin ke pelukannya.

“sayang, kau kenapa? Mual lagi? Tidur mu terganggu?”, untuk 2 kata terakhir ia mengatakannya dengan melirik Key.

“hyuung, benarkah ak-aku *sobs* hamil?”

“TENTU SAJAAAAAAAAAA, AIGOOOOOOO KAN AKU SUDAH BILANG MINNIEEEEE. AKU SUDAH YAKIN KAU PASTI HAMIL. FIRASATKU ITU….. hmmppphhh”, Minho melepaskan pelukannya lalu membekap mulut Key dengan tangannya dan mendorong si cantik itu keluar. Trouble maker sekali orang satu ini bikin kesal saja! Untung suami nya masih di bawah. Kalau tidak, bisa terjadi pertumpahan darah dan perang saudara ini jika Jonghyun tau istri cerewet nya aku bekap.

“YA YAK! FROGGY!!! YEOBOOOOOO, TEMANMU MELAKUKAN KEKERASAN. YAK! BUKAAAAAAA!!!”

[mari kita tidak usah perdulikan segala teriakan Key demi kesehatan telinga anda. Focus pada pasangan di dalam kamar].

Cklek. Minho mengunci pintu begitu Key sudah *dipaksa* keluar kamar.

Ia menarik tangan Taemin untuk menjauh dari pintu dan duduk di tepi ranjang mereka.

Tangan kekar itu perlahan menyusuri wajah cantik di depannya. Ia raih tengkuk Taemin dan mendekatkan wajah mereka. Wet kiss. Taemin menangis.

“aku hamil?”, ucap Taemin perlahan di sela ciuman mereka.

Minho menyudahi ciuman itu. bukan ciuman penuh nafsu. Hanya sebuah ungkapan bahagia dan terima kasih. Jeongmal.

Mengusap air mata Taemin perlahan,Minho turun, berlutut di hadapan Taemin yang terduduk di hadapannya. Ia genggam dan bimbing tangan mungil itu untuk menyentuh perut nya yang masih rata.

“annyeong baby. Kenalkan, aku Choi Minho, Appa mu sayang. Dan ini, tangan lembut ini, kau bisa merasakannya kan? Ini tangan orang yang paling aku cintai selain kau, Choi Taemin, dia Umma mu. Umma yang sangaaaat cantik. Kau baik-baik saja di dalam sana kan sayang? Hangat? Pasti hangat kan, karena Umma mu adalah orang yang paling penuh kehangatan yang pernah Appa kenal. Jangan nakal di dalam sana yaa sayang. Tidur yang nyenyak sampai tiba waktumu untuk keluar melihat dunia, melihat kami, orang tuamu. Jangan nakal sama Umma. Jangan membuat Umma mu mual-mual terus, Appa tidak tega melihatnya. Kau pasti juga tidak tega kan sayang? Appa dan Umma sangat menunggu untuk melihat mu. Jika kau perempuan, kau pasti sangat cantik seperti Umma mu. Dan jika kau laki-laki, heii, kau harus tampan sepertiku yaa *gigles*, dan yang paling penting, bantu Appa untuk selalu menjaga Umma cantik mu ini. Arrasso? Kami mencintai mu sayang”, Minho mencium perut Taemin di hadapannya.

“hyuuung”, Taemin speechless. Tuhan, apa yang kulakukan sampai Kau memberikan anugerah sebesar ini padaku?

“aku hanya ingin memperkenalkan kita pada nya sedini mungkin. Jadi ia merasa nyaman karena tau ia ada di tengah orang-orang yang mencintainya. Mungkin dengan begitu, bisa membantumu juga supaya lebih nyaman. Ia anak yang baik, aku yakin kalau ia sudah mengenal kita, setidak nya untuk saat ini, ia tidak akan menyusahkan mu. Aku tidak tau aku bisa membantu mu apa, Minnie”, Minho berkata menyesal sambil tetap berlutut di hadapannya.

Taemin tersenyum. Senyum paling manis yang pernah ia tunjukkan, karena senyuman ini, ditujukan untuk 2 orang, suami dan calon aegya nya.

Ia mengusap pipi di wajah tampan itu, “bayi kita adalah bayi paling beruntung sedunia karena mempunyai Appa yang luar biasa seperti mu hyung”

“dan bayi kita memang bayi paling beruntung di dunia karena wajah yang akan pertama kali ia lihat di dunia ini, adalah wajah malaikat milik Umma nya”, Minho meneruskan.

Ia melepaskan tangan Taemin di wajahnya.

Ia genggam kedua tangan itu erat-erat.

“kutitipkan bayi kita sebentar pada mu ya sayang. Kumohon, satu kali ini saja, jaga dia dan jaga dirimu! Kalian berdua adalah hidup ku! Jadi, mulai detik ini, kutitipkan hidupku pada mu, Choi Taemin”

TBC…

Aish, apa yang udah gue tulis coba bayangkan sodara-sodara (lebe)…

Tau ah! Kalo kalian ngerasa failed, miaaaannn!!

Terutama buat sang empunya cerita, Sani dan Keysha, komen yok komeen…

Yang lain juga yaaaaa..

Maaf kalo ga bagus. Gue lagi sakit pas nulis ini. Radang nya kambuh efeknya menjalar kemana-mana. Jadi ngetik juga lagi pusing-pusing ini.

Part selanjutnya, isinya aalah semua kemanjaan Taemins ama Minho.

Udah gue kirim. Rayu-rayu aja adminnya biar dikeluarin.

RCL yaaa..

Buat SR, gomawoo udah baca (pasrah)

Tha_tha babai…


139 thoughts on “[2min/Mpreg/YAOI/1-?] Our Precious One

  1. Woaaaaa ..
    Kenapa ini ff nge fell bgt?!!!!!!
    *lebe
    Emang telat sih taunya ini ff ..
    Tapi setidaknya sudah baca😀
    Ahh ..
    Ini keren🙂

  2. cukkae nae baby minnieee.
    gak nyangka kodok kutup hebat jg
    bisa bikin baby hamil…kkkkkk

  3. wHhhh tetem ko tiba2 hamillll kapan buatnya 0.0.

    aishhhh kata2c ming maissss bikin gw diabets ini…xixixi kapan jongkey nyusul??? trus jinki critanya normal y g gay??

  4. kyaaaaa tetem hamil minho kpan buatnya ko g udang2c…..

    kata2 minho manis bngt c….. jd iri ama tetem mau c aq jg d manisin… ^_^

  5. eug eug eug *gigir jari* oh my… karakter abang Ming dsni adlh sosok suami idaman. kyaaaa suka suka suka>///<
    manis:-D

  6. 1 hal yg ada dipikiranku : ‘andai semua jd kenyataan’
    Awalnya udah keren giniii, entah deh kelanjutannya gimana, psti lebih indah..lebih berasa nyatanyaa😀
    Gomawo thoor udah bikin awal cerita seindah ini

  7. ahh taemin hamil
    demi apa key berisik bgt -.-‘
    yaampun kelakuanx..
    kenapa taem betah pux umma kyk gt… XP

  8. Wow,,,,,ini menariiiiiiiikkkkkkkkk…..minnie hamil,,,,yakin dech ming pasti bakalan repot ma ngidamnya minnie!! Heheheheheheheheeeeee

  9. ehm…..
    minho na romantis bngt …………….
    si key berisik bngt kan kshan jjong ma y lain na

    tp ttp key the best umma

  10. key… ya ampun
    untung aja minho bisa sabar kalau ngga mungkin dia udah bawa tae ketempat yang jauh dari kebisingannya key😀
    tae hamil chukaeeee🙂

  11. Waah aku baru tau ada blok ini,,dan ternyata ffnya keren,,dan aku reader baru disini,,seneng ada ff 2min baru,,maksudnya bukan baru dibuat,,tapi baru aku baca,,hehehe,,salam kenal,,

  12. Aaa… Manisnya 2min, minho bener” kegangu banget sama sikey tapi sikey ga ngerasa banget deh ha…ha… Ah kahirnya 2min hamil

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s