[2min/Mpreg/YAOI/2-?] Our Precious One



Foreword…

Yap, this is chapter 2.

Disini bakal nyeritain manja-manja nya Taemin ampe Minho bahkan semua orang kelimpungan sendiri tapi mau marah juga ga mungkin (kaciaann)..

Oke, hope you likeeyyy.

Cue…

[2min/Mpreg/YAOI/2-?] Our Precious One

By :

TaeminhoShouldBeReal

The Spoiled Wifey…

Minho punya julukan baru untuk istrinya ini.

[ini gue ambil julukan masih dari FF Yunjae My Cutie Wifey].

Jujur saaja, ia sudah kelimpungan menghadapi kemanjaan istri nya yang sekarang sudah memasuki kehamilan bulan ke 3.

Taemin punya motto baru saat ia hamil, NOONE CAN TOUCH MY MINHO EXCEPT ME!!!!

Dan yaaah, Minho hanya bisa mengelus dada jika istrinya sudah mengeluarkan segala jurus manja nya itu.

Menolak? Tidak mungkin!

Menuruti? Jujur saja, ia juga lelah dan bingung! Mungkin lebih pada bingung! Kebingungannya yang menyebabkan ia lelah! Aaaarrrghhhh!!! Omongannya sudah semakin melantur.

Ia sudah Tanya ke semua orang dan hanya satu, kuulang, HANYA SATU JAWABAN! “KAU HARUS SABAR MINHO!!” .

OKKKEEEEEHHHHH, MARI BERSABAR CHOI MINHOOOO!!!!!

JIKA BOLEH KUBERI TAHU, INGIN KUCERITAKAN BAGAIMANA KEMANJAAN ISTRIKU SEKARANG, DAN SETELAH MEMBACANYA, LALU SILAHKAN COBA BILANG “KAU HARUS SABAR MINHO” PADAKU. AKU INGIN TAU APA MASIH BISA KALIAN BERKATA BEGITU?

Kuklasifikasikan berdasarkan kelakuannya…

Flashback…

Peristiwa 1… kecurigaan orang hamil menyebabkan terjadinya tindakan yang sangat berlebihan!!!

“hyuuuung, eodigaaa?”, Taemin merajuk di telfon. Saat ini ia sedang duduk di sofa sambil mengemut lollipop strawberry dan memeluk boneka keroro nya. LCD TV 24 Inch yang ada di ruangan itu memang menyala, namun sepertinya penghuni nya sedang tidak minat untuk menonton TV.

“tentu saja di kantor sayang. Kenapa memang nya? Kau butuh sesuatu?”, Minho bertanya cemas. Semenjak Taemin hamil, ia memang berat untuk meninggalkannnya di rumah. Memang sekarang ada pembantu, tetapi tetap saja ia khawatir.

“aniii. Dengan siapa di kantor?”

Pertanyaan ini justru membuat orang di seberang sana mengerenyit heran. Dengan siapa?

“aku tidak mengerti baby?”

Taemin memutar bola matanya.

“di ruangan itu ada siapaaa?”, aiisshh, suaminya kenapa jadi lola begini, pikir Taemin sebal.

“yaa tentu saja aku sendiri. Aku memang selalu sendiri kan disini?”, istrinya kenapa lagiiii sekarang mulai bertanya aneh-aneh.

“sekretarismu?”

“Sandara?”

“aku tidak tanya nama!”, Taemin menjawab dingin.

“yang kumaksud, sekretaris mu masih perempuan?”

“hah?”, Minho mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“mulai detik ini, siapa tadi terserah namanya, pindahkan ia ke divisi lain atau menjadi sekretaris orang lain! Aku sudah bicara pada Appa mu dan dia akan kirimkan sekretaris baru yang tentu saja bagus dan dia seorang ahjussi berusia 41 tahun bernama Mr. Leeteuk (hahaha, sorry Teuk)! Hari ini juga ia akan datang menemuimu hyung, jadi sebaiknya kau mulai memikirkan posisi baru untuk sekretarismu siapa tadi namanya terserah. Okey hyuung. Love you. anyyeong”

PIP…

Peristiwa 2… orang hamil ternyata mempunyai selera humor yang tidak bisa ditebak!

“Minho hyuuunggg, ayo tebak aku ciapaaaa?”, Taemin menirukan suara anak kecil.

Minho hanya tersenyum. Dasar anae nya ini, padahal sebentar lagi jadi Umma, tapi kenapa kelakuannya tetap seperti anak kecil begini?

“ada apa Minnie ku sayaang?”

“aaa-aaah, hyuuung, bisa kan berpura-pura menebak dulu! Tidak asik! *pout*. Baby, Appa mu tidak bisa diajak bercanda. Bikin sebal. Sudahlah, baby, kau bercanda dengan Umma saja yaa”

PIP…

Peristiwa 3… kemanjaan orang hamil ternyata berpotensi besar mencapai taraf diluar batas wajar!!

Adegan pertama…

“hyuuuunggg, pulaaaaaang. Minnie dan baby nya kangen Appa nya. Tuh tuh, kau tidak dengar hyung, baby kita bicara, Umma aku mau ketemu Appa. Pulaaaaanggg. Aku kesepiaaaaan *menggembungkan pipi*”, Taemin mulai merajuk.

Hhhh, Minho menghela nafas. Sabar Minhoo!!

“sayaang, aku baru satu jam yang lalu sampai kantor masa disuruh pulang? Kerjaanku bagaimana?”, Minho mencoba menjelaskan.

“hiks hiks, baby, Appa mu tidak sayang Umma dan kau, hiks. Minho hyung jahaat”, ia menangis.

“hey hey, Taemin. Uljima sayang, nanti aegya kita ikut sedih kalau Umma nya menangis. Baik-baik aku pulang sekarang yaa?”, Minho mengambil jas dan membawa beberapa dokumen penting. Sepertinya aku memang diharuskan kerja dirumah kalau begini caranya.

Adegan kedua…

Di ruang makan, saat makan malam…

Taemin meletakkan kepalanya di meja. Ia mempouted kan bibirnya, bosan. Satu tangannya memegang perut nya dan tangan lainnya memeluk boneka keroro kesayangannya. Ia memang makin tidak bisa lepas dengan boneka hijau itu. Minho sedang memasak. Yap, jika malam, selelah apapun Minho, ia yang akan memasak untuk makan malam mereka. Jika Minho di rumah, memang pembantu mereka pulang, dan Minho yang gantian mengerjakan semua pekerjaannya. Sedikitpun ia tidak membiarkan Taemin bekerja karena takut kelelahan. Ia juga tidak mau membeli makanan di luar karena takut tidak higienis. Jadi konsekuensinya, mau tidak mau ia harus kurusu kilat memasak dengan Umma nya. Kadang Ummanya memang datang untuk menjenguk mereka dan memasak. Jika ada Umma nya, pekerjaan Minho sebagai chef dadakan, langsung ia alih kuasakan. Selain menjadi pembantu dan chef dadakan, semenjak Taemin hamil, ia juga menjadi supir dadakan. Memang, di rumah, ia membeli satu mobil lagi khusus untuk Taemin dilengkapi satu supir. Tapi jarang sekali anae nya ini diantar dengan supir. Kemana-mana, ia pasti minta diantar oleh ku ata jika kau sedang benar-benar tidak bisa ia kan menelfon Key atau Jinki hyung untuk mengantar. Jadi akhirnya, aku memutuskan untuk memberhentikan supir ini. Daripada dia kugaji tapi tidak pernah kerja kan? Untung nya posisi nya di kantor sebagai CEO perusahaan Appa nya sendiri mengizinkan ia untuk datang sesuka hati karena ia akan datang setelah mengantar Taemin ke kampus, baru setelah itu ke kantor. Kalau Taemin sedang ada kelas siang, terpaksa Minho juga datang siang ke kantor, atau pagi-pagi datang ke kantor lalu siangnya kembali ke rumah untuk mengantar Taemin kuliah.

Minho meletakkan makanannya di meja. Ia mengusap kepala Taemin sayang. Tidak ada reaksi. Akhirnya ia juga meletakkan wajahnya di meja persis seperti Taemin sehingga wajah mereka sejajar.

“cantiiikkk, kalau cemberut begitu nanti cantik nya hilang lho”, Minho menggoda nya.

“biarin”

Tsk. Anae nya ini.

Minho mengelus pipi Taemin.

“kau kenapa? Ada yang membuatmu terganggu? Baby kita nanti ikut sedih lho melihat Umma nya begini”

Taemin diam…

Minho tau istri nya ini memang moody an parah, dan ternyata sifat itu menjadi jauh lebih parah ketika ia hamil sekarang.

“katakan apa yang harus kulakukan untuk mu, sayang?”. Minho memang benar-benar clueless menghadapi sikap anae nya jika sedang seperti ini.

“molla”

Ckck.

Minho bangkit dari duduknya. Ia menarik Taemin untuk berdiri juga. Sedikit memberontak tapi Minho menahannya. Ia kembali duduk di kursi Taemin kemudian mendudukkan Taemin di pangkuannya. Selama Taemin hamil, ia akhirnya membiasakan diri untuk memakai parfum vanilla agar bisa mendekati isrinya. Selamat tinggal bvlgari ku. T_T

Minho memeluk tubuh mungil itu. Ia lingkarkan tangannya di pinggang Taemin yang masih rata karena kehamilannya saat itu baru menginjak bulan kedua.

Ia goyangkan sedikit tubuh Taemin seperti anak kecil. Ia sesap wangi tubuh istrinya yang khas. Ia biarkan seperti itu untuk beberapa waktu sampai Taemin merasa nyaman dengan kehangatannya.

10 menit berlalu, “hyung, Minnie lapar”.

“omoo, kau lapar sayang? Kuambilkan yaa?”, Minho hendak bangun tapi Taemin menahan untuk tetap memangkunya.

“tetap pangku aku dan suapi. Boleh?”. Wajahnya memerah.

“kapan aku pernah menolak permintaan mu sayang”

Minho mulai mengambil makanan di piring, lalu menyendokkannya ke depan mulut Taemin, tapi mulut itu tetap tertutup rapat.

Minho heran. “katanya lapar? Kasihan baby nya kalau kau menunda-nunda makan nanti kau dan baby kita sakit, sayang”

“kalau menyuapi ku harus bilang, ‘Minnie cantik, aaaaaa’. Begitu!”

Sungguh, hampir saja Minho tertawa! Kalau sampai ia tertawa, siap-siap malam ini tidur di sofa karena diusir dari kamar. Untung tidak keceplosan.

“Minnie cantik, aaaaaaaa”, Minho mengikuti instruksi Taemin.

Wajahnya memerah sejenak, tapi mulut itu akhir nya terbuka.

Dasar Taemiiiiiinnn.

Adegan ketiga…

Malam hari…

Minho merasa Taemin berguling-guling tidak nyaman malam itu. Ia mengucek matanya dan melihat jam di meja. Pukul 1 pagi.

“Minnie, kenapa? Tidak bisa tidur?”, Minho mengelus pipi istrinya perlahan.

“tidurlah sayang. Aku tidak mau kau sakit karena kurang istirahat. Kasihan aegya kita kalau Umma nya sakit”

“dingin hyuuung”.

Minho mengecek temperatur pada remote AC. Seperti biasa kok. Tumben Taemin kedinginan. Ia langsung mematikan AC. Sebetulnya Minho yang jadi tidak tahan kalau udara nya panas. Tapi sudahlah, yang penting Taemin nyaman. Begitu mematikan AC, ia merasa nafas Taemin mulai tenang. Sepertinya sudah tertidur. Minho pun mencoba kembali tidur.

Selang tidak lama, ia merasakan kasur sebelahnya kembali bergoyang-goyang. Kenapa lagi kali ini?

Minho menoleh. Kesadarannya tinggal 10% saat itu tapi ia bisa melihat titik-titik keringat di dahi anae nya.

“kenapa sayang?”, Minho mencoba bangun.

“panaaas hyuung”, Taemin merajuk.

Tsk.

“AC nya mau kunyalakan lagi? Suhunya ku atur agar tidak sedingin tadi, bagaimana?”, Minho memberikan penawaran.

“aniiiii. Kipasi aku sajaaa sambil nyanyikan lagu”, kembali Taemin mengeluarkan jurus manjanya.

Haish, kalau begini, mana bisa kutolak?

Ia jalan ke meja, mengambil beberapa kertas dan sebuah tissue. Ia usap keringat di dahi istrinya, kemudian mengipasi sambil meninabobokannya. Dan itu ia lakukan sampai pagi, karena begitu kipasannya berhenti, Taemin langung terbangun. Artinya apa? Minho dengan sukses tidak tidur malam itu!!

Peristiwa 4… ya Tuhaaaannn, tolong jaga supaya aku tidak gila sekarang.

Kim Kibum…

“hyuuung, aku di rumah Key Umma sekarang?”, Taemin sedang menyandarkan tubuhnya di sofa santai di rumah mewah milik JongKey. Jika ia sudah ditinggal Minho ke kantor dan tidak ada kuliah hari itu, ia memang selalu berdiam di rumah Key. Setidak nya ada teman ngobrol.

“ohya? Jangan terlalu dekat-dekat dengannya sayang nanti aegya kita ketularan sifat absurd si diva”

“ihihihi, hyuuuung jangan begitu nanti Umma maraaaah. Bisakah saat istirahat makan siang menjemputku disini hyung?”

“sure baby. Kau mau kemana? Atau mau makan siang apa nanti kubelikan”

“aniii, aku hanya ingin Appa pulang, hehe”

PIP

BLUSH…

Taemin menutup mukanya dengan boneka keroro yang selalu ia bawa kemanapun. Aaaahhh, aku maluuuuu.

Key yang keluar dari dapur sambil membawa cemilan hanya bisa heran melihat tingkah ‘anak nya’ itu. Sudah mau jadi Umma, kenapa dia tidak bisa lepas dari boneka keroro jelek itu? Nanti kalau sudah punya anak, nanti yang digendong bukan anaknya tapi malah boneka. Aku jadi khawatir.

“Minnie, kau kenapa sayang?”, Key mengelus kepalanya pelan.

“Ummaaaaaaa”, Taemin langsung memeluk Key di sampingnya.

Dasar anak manja. Kenapa anak kecil begini bisa dititipi anak lagi oleh Tuhan? Minho sepertinya akan mengurusi dua bayi di rumah. Sabar ya kodok.

“waeee?”

“aku kangen Appaaa, ihihi”, Taemin terkikik kecil di pelukan sang Umma.

“Appa mu? Mau kuantar ke rumah? Sekalian aku sudah lama tidak bertemu onchicken kakak mu itu”

“aniiii *pout*, aku baru ke rumah kemarin. Aku kangeeenn, Umma aku maluuuuuu”, Taemin memperdalam pelukannya untuk menyembunyikan wajah semerah tomat sekarang.

“kau ini kalau bicara yang jelas Minnie, Umma tidak mengertiii”, hampir saja Key menjitak kepala anak mungil di pelukannya ini.

“aku kangeeenn, appa nae aegyaa”, ia berkata perlahan. Nappeeeunnn!!

Key berpikir sejenak.

“astagaaaa, Choi Taemin. Bilang kalau kau kangen si kodok aja susah amat! aish”, Key menggertakan giginya.

Taemin segera melepaskan pelukannya. Ia menggembungkan pipi.

“Ummaaaa, namanya Minhoo bukan kodok! Masa aku punya anak dengan kodok? Umma mau keponakan mu ini wajahnya mirip kodok?”

Amit-amit amit-amit *ketok-ketok meja*. Si Minho aja udah jelek, apalagi kalau sampai keponakannya tersayangnya ini mirip kodok betulan?

“makanya kau ini jangan membawa boneka kodok terus. Kau ini sebentar lagi jadi Umma, Minnie. Kalau masih bawa boneka terus, nanti malah berebutan dengan anakmu kalau ia sudah lahir”

“tidak mau! Nanti anakku tidak boleh perempuan! Harus laki-laki!”, Taemin berkata yakin.

“wae? Anak itu anugerah Tuhan. Laki-laki atau perempuan itu terserah Tuhan”

“kalau perempuan nanti aku tersaingi, Ummaaaa. Nanti aku kalah cantik! Kalau aku tidak cantik nanti Minho hyung tidak sayang aku lagi. Jadi pokoknya, dia harus laki-laki! Ya kan baby? Kau laki-laki kan sayang?”, Taemin mengelus perutnya.

Key memutar bola matanya. Terserah anak ini sajalah mau nya apa.

“Umma, mau antarkan aku ke kantor Minho hyuung?”, Taemin merajuk.

“hah? Aku? Haish. Kenapa tidak suruh si kod, maksudku Minho untuk menjemputmu disini? Lagipula kenapa harus ke kantor nya? Kau tidak betah disini Minnie?”, Key berkata sedih.

“Ummaaa, bukan begituuu. Nae baby sedang kangen dengan Appa nya. Ummaa, jangan sedih nanti aku ikut sedih. Kalau aku sedih, nanti bayi ku sedih, jadi kita semua sedih”, Taemin ikut memasang ekspresi sedihnya.

[ini ngomong apa si Taemin? ==”]

Key melihat muka anaknya begitu jadi tidak tega! Haish, kenapa semua orang selalu kalah dengan seluruh ekspresi anak ini?

“arassooo. Sebentar aku mau menyiapkan semuanya. Kau nonton TV saja dulu”, Key mengusap kepala nya dan beranjak ke dapur.

Mulailah sang Umma bekerja.

Ia menyeduhkan susu hamil, teh, dan air putih hangat lalu dimasukkan ke 3 termos yang berbeda-beda supaya panas nya terjaga. Sandwich yang terdiri dari berbagai sayuran, telur dan salmon juga tak lupa ia siapkan. Roti bakar dengan selai strawberry dan keju diatas nya, berbagai cemilan sehat, buah-buahan yang ia potong kecil-kecil, serta tak lupa susu strawberry dan pisang, semuanya ia masukkan ke dalam tas. Selama Taemin hamil dan sering sekali ke rumahnya, kulkas Key memang selalu penuh dengan makanan sehat. Ia tidak mau memberikan anak kesayangannya itu makanan yang macam-macam. Semuanya harus higienis. Bahkan ia melabeli satu rak tersendiri dengan label ‘Nae Aegya’. Rak itu berisi semua keperluan Taemin. Susu hamil, cemilan yang sehat, dll, dan tidak ada seorang pun yang boleh membuka rak itu kecuali Key.

“makanan dan minuman sudah. Ah, tissue basah, tissue kering, lollipop strawberry, kipas tangan bergambar winnie the pooh, selimut, bantal kecil, pemijat leher bergambar keroro, apa lagi yaaa?”, Key mengetuk-ngetukkan jari nya di meja marmer hitam di dapur. Sudah 3 tas di hadapannya penuh dengan barang padahal hanya mau mengantar Taemin ke kantor suaminya saja.

“Umma, sudah selesai bel… omooo, Umma semua tas itu?”, Taemin terkejut dan menunjuk semua bawaan yang disiapkan Key dengan kecepatan ‘seorang Umma’.

“itu untukku?”

“untuk kodok! Ya tentu saja aku cape-cape menyiapkan semua ini untukmu”

“memangnya aku mau kemana?” kali ini Taemin yang bingung.

“katanya kau mau ke kantor kod-Minho. Sudah Minnie diam dulu, aku sedang berpikir apa yang kurang!”

Kok ke kantor bawaannya heboh begitu? Ia benar-benar tak habis pikir dengan Umma nya ini. Kenapa setiap hal yang ia lakukan pasti selalu saja hasilnya bakal heboh?

“kajja. Aku pikir tidak ada yang ketinggalan. Sekarang dengarkan aku, tas ini, isinya makanan dan minuman untukmu”, Key menunjuk tas yang paling kecil berwarna pink diantara ketiga tas itu.

“yang ini”, ia menunjuk tas di tengah berukuran middle yang juga berwarna pink.

“isinya semua cemilan, susu dan permen lollipop mu itu”.

“dan yang paling besar”, ia menunjuk tas di pinggir meja yang paling besar dan lagi-lagi berwarna pink.

“isinya, selimut, kipas tangan, bantal kecil, pemijat leher, tissue basah dan kering. Kau mengerti?”

Taemin mengangguk takjub!

“kajja”, Key mengangkat ketiga tas itu dengan kedua tangannya.

“Umma mau aku bantu?”

“aniii, kau jalan saja ke mobil. Tas ini berat aku tidak mau dimarahi kod-aish Minho kalau kau sampai kelelahan”, Key mulai berjalan ke luar.

“gwaenchana Umma?”, Taemin khawatir. Tas itu memang terlihat berat. Apapun yang disiapkan seorang Key pasti selalu total!

“sudahlah Minnie, kajja”.

Key menjalankan mobil nya.

“Umma, kita lewat jalan memutar saja yaa. Aku ingin beli eskrim di dekat taman”, ia menggelayut lengan Key manja.

“mwo? Memutar? Itu jadi 2x lebih jauh Minnie. Kita beli eskrim di supermarket dekat kantor saja yaa”

Taemin menggeleng. Ia mengeluarkan jurus teary puppy eyes nya yang sudah terkenal manjur (?).

Aisshh, Key menolehkan pandangannya tidak sanggup menatap mata itu. Belum ada satu orang pun yang Key kenal bisa menolak kemauannya jika ia sudah mengeluarkan tatapan ingin dikasihani seperti itu.

“arassooo”, Key berkata setengah hati. Bagaimana tidak? Dari rumahnya ke kantor kodok belo itu hanya butuh waktu 15-20 menit. Tapi kalau pakai jalan memutar, ia jadi merasa tua di jalan karena waktu tempuhnya jadi 1 jam. Siapa yang tidak malas kalau alasannya hanya untuk eskrim yang menurut Key tidak ada bedanya dengan gerai-gerai eskrim di mana-mana.

Ketika tinggal 5 menit sampai di gerai eskrim, tiba-tiba…

“UMMAAAAA, BONEKA KERORO KU KETINGGALAAAAANNNN!!!”, Taemin menjerit histeris.

Key sontak mengehentikan mobil nya.

Jangan bilang…

“pulaaaaaangg”, Taemin hampir menangis.

Key menjatuhkan kepalanya di stir kemudi.

Dosa apaaa aku padaMu Tuhaaaann? Tadi hanya demi eskrim, sekarang demi boneka jelek itu! Aku bersumpah akan beli boneka serupa lalu aku tusuk-tusuk, robek-robek dan cabik-cabik dengan pisau!!

Akhirnya, hampir 3 jam Key menghabiskan waktunya di jalan hanya untuk mengantar Taemin ke kantor suaminya.

Setelah pulang demi boneka terkutuk itu, Taemin tetap meminta ke kantor Minho dengan jalan memutar karena tadi ia belum sempat beli eskrim, dan saat sampai di gerai eksrim itu, CLOSED!!!!

SHIT!! Key memukul stir kemudi!! Sungguh ia belum pernah merasa perasaan ingin membakar suatu tempat seperti saat itu!!

Dan ujung-ujungnya, Taemin membeli eskrim di supermarket dekat kantor Minho yang sudah sedari awal disarankan Key.

Sedari tadi Key hanya diam sambil menggertakan giginya. Haiishh, rasanya ingin makan orang!! Pokoknya Jong tidak boleh tidur di kamar malam ini kalau tidak aku gigit!!

Untung saja Taemin tidur. Kalu tidak Key harus menjelaskan tampangnya yang dilipat 7 begitu!! Masalah baru lagi kalau Taemin ikut sedih karena dia.

Sesampainya di ruangan CEO…

“Hyuuungiiieeeeee, baaaaaaaa”, Taemin bercanda ketika masuk ke ruangan itu diikuti Key yang membawa 3 tas dengan muka ditekuk 7.

Minho mendongak dari pekerjaannya mengamati financial statement perusahaannya untuk bulan ini.

“Taemin?”, Minho bangun dari duduk nya. Ia terkejut, keanpa anae nya bisa disini?

“annyeeeeonngg”, seru Taemin ceria sambil melambaikan tangannya yang sedang memegang boneka nya itu sampai si hijau keroro nya juga ikut bergoyang-goyang di depan Minho.

Ia tersenyum. Melihat anae nya ceria begini entah kenapa membuat semua kemumetan nya menganalisis angka-angka sedari tadi seketika hilang. Wajahnya semakin cantik saja kalau ia tersenyum begitu. Haah, Tuhn, jangan ambil senyum itu dari wajah istriku.

“annyeong sayang”, Minho memeluk Taemin erat dan memutar nya perlahan.

Ia meraih dagu Taemin dan mencium bibir cherry itu, kemudian berlutut sambil mengelus perut anae nya lembut.

“halo baby, annyeong. Kangen Appa tidak? Sedang apa disana? Bagaimana kabarmu hari ini? Hayoo, nakal dengan Umma tidak?”, Minho mencium perut yang masih rata itu.

Ia berdiri.

“hei, bagaimana hari ini? Masih mual?”, Minho mengelus pipi Taemin perlahan.

Taemin tersenyum.

“auw”, Minho menjauhkan wajahnya, ia menoleh. Ada bungkusan putih yang Taemin tempelkan ke pipinya.

“dingin Minnie. Kau ini. Itu eskrim?”

“emmm. Aku belikan untuk mu di supermarket dekat kantor tadi”

“eeeheeeemmm”, Key memberikan isyarat. Hellloooo, ada aku lhoooo!!!! Aku yang jadi korban langsung sifat Taemin hari ini!

Minho melihat ke sofa. Key sedang terduduk mengamati dengan wajah kusut begitu. Kenapa lagi si diva ini?

“hai Key. Kau yang mengantar Minnie kesinui? Gomawoo yaa”

Jujur saja, ketika melihat mereka, Key jadi berpikir, ia yang tidak di samping Minnie setiap waktu saja rasanya se kesal ini, apalagi si kodok? Minnie pasti jauh lebih manaj ke suaminya dibanding ke orang lain walau notabene Key sudah dianggap Umma oleh Taemin.

Akhirnya ia berjalan mendekati sejoli itu.

Begitu di samping Minho, ia menghela nafas sejenak lalu menepuk-nepuk pundak Minho.

“banyak-banyak sabar ya, Mr. Choi. Minnie aku pulang dulu, annyeong”, ia mencium kening anaknya lalu ngeloyor keluar.

Minho dan Taemin hanya berpandangan heran. Sabar kenapa?

Lee Jinki dan Kim Jonghyun…

Pukul 02.33 KST…

Minho berguling ke samping memeluk sosok mungil disampingnya, tapi kok…

Ia meraba-raba…

Kaki?

“Taemin?”, Minho sontak bangun.

“wae hyung?”, ia melihat Taemin sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur nya.

“hei, baby. Kenapa? Tidak bisa tidur lagi?”

Akhir-akhir ini, terutama sejak ia hamil, Taemin memang jadi susah tidur nyenyak. Ada saja yang membuatnya merasa tidak nyaman, dan ujung-ujungnya, Minho yang kelimpungan untuk membuat anae manjanya ini supaya bisa tidur. Kali ini apa lagi?

“aniii. Entah kenapa aku ingin sesuatu”

DEG…

Ya Tuhaaaan, kumohon jangan permintaan aneh…

“apa, Minnie?”, Minho berkata takut.

“aku ingin Onew hyung dan Jonghyun hyung, emmmm”, Taemin menggigit bibirnya.

Minho curiga. Sepertinya Tuhan juga sedang tidur sehingga doanya tak didengar.

“aku ingin Onew hyung dan Jonghyun hyung masak”

HAH?

Minho mengedip-ngedipkan matanya. Sebentar-sebentar, maksudnya?

“aku tidak mengerti”

“aish kau ini kenapa bikin kesal hyung. Sudah jeals kan, aku ingin Onew hyung dan Jonghyun hyung masak, SEKARANG!”, Taemin mengulangi permintaan anehnya.

“SEKARANG? DEMI TUHAN INI BARU JAM SETENGAH 3 PAGI, TAEMIN!! MASA IYA AKU KE RUMAHMU DAN KE RUMAH KEY HANYA UNTUK MEMBANGUNKAN MEREKA BERDUA LALU KAU SURUH MASAK. AKU BISA DIBUNUH!”, Minho mulai histeris. Memang bukan ia korbannya kali ini, tapi tetap saja kan pasti ia yang akan membangunkan si dino head dan kakak ipar nya itu?

“hyung *hiks* kenapa mema- *sobs*  memarahiku? *hiks*. Baby, Appa jahat *hiks* sama Umma”, Taemin mulai mengeluarkan tanda-tanda akan menangis.

Aarrghhhh, Minho menunduk sambil mengacak-acak rambutnya.

“baik, baiiiik akan kulakukan. Akan kupanggilkan Jonghyun dan Jinki hyung kesini yaa”, Minho melembutkan nadanya sambil menhapus air mata Taemin di pipinya.

Ia keluar kamar dan turun, lalu duduk di sofa ruang tengah.

Mati lah aku! Apa yang harus kulakukan Tuhan?

…..

Haruskah?

…..

Tapi janji jangan sampai terjadi lho! Awas saja!!

……

[kesannya si kodok lagi berkomunikasi dengan Tuhan, a.k.a pikirannya sendiri. LOL]

Minho mengambil ponsel nya.

“huft, berdoalah semoga ajal mu bukan malam ini Minho”, ia berkata lirih.

Terdengar deringan yang cukup lama.

Lalu…

“YOBOSEYO KEEEYY, INI AKU MINHO!! KEY, TAEMIN…. TAEMIN… BISAKAH KAU SEGERA KESINI BERSAMA JONGHYUN. ADA… ADA HAL GAWAT, BISAKAH KEY!! BERSAMA JONGHYUN YAA! TAEMIN MEMANGGIL NAMA KALIAN BERDUA, TOLONG KEY AKU MOHON!”

PIP…

Hauuuhhhh, jikaa si diva tau ia hanya dibohongi aku mungkin benar-benar akan dibunuh!!

Sudahlah Tuhan aku pasrah…

Ia kembali menekan nomor.

Kembali nada dering yang cukup lama…

“YOBOSEYO JINKI HYUNG. BISAKAH KAU SEGERA KESINI. TAEMIN… TAEMIN, HYUUNG, ADA HAL GAWAT YANG TERJADI! AKU MOHON SEGERA SEKARANG JUGA TOLONG AKU HYUNG”

PIP…

Hhhhhh, ia menghela nafas panjang dan menyenderkan badannya di sofa. Apa perlu aku tulis surat wasiat sekarang yaa?

Ia melangkah gontai ke atas.

“Taemin”, ia melihat istrinya sedang memeluk bonekanya, matanya terpejam.

MATI AKU!!

Maaf aku harus membangunkanmu Minnie, aku sudah bertindak sejauh ini.

“Minnie, bangun sayang”, Minho menepuk lengan Taemin perlahan.

“emmmm. Wae hyuung? Aku baru saja tiduuurr”, ia mengucek matanya imut.

“Jonghyun dan Jinki hyung sudah ada dalam perjalanan kesini”

Jangan bilang kalau ia lupa, Tuhan!

“JINJJA?”, Taemin segera duduk.

“tapi untuk apa mereka kesini malam-malam?”, ia bertanya bingung.

Tuh kan!!!!

“tadi kau minta mereka masak kan?”, Minho mencoba mati-matian untuk tetap lembut. Sabar Mr. Choi!! Tiba-tiba ia teringat kata-kata Key waktu itu. Sepertinya ia akhirnya jadi korban kemanjaan istrinya ini.

“ah, benar! Aku ingat sekarang. Hehehehe. Jinjja hyung mereka mau kesini malam-malam? Wuah, baik sekali!! Aku segera ke dapur untukmenyiapkan bahan-bahannya hyung”, Taemin segera turun dan bergegas turun. Lagi-lagi dengan masih memelk bonekanya.

30 menit kemudian…

3 mobil mewah datang bersamaan ke rumah Minho.

3 mobil?

Jangan bilang….

Ia segera membuka jendela dan keluar menuju balkon di kamar nya untuk melihat lebih jelas.

Mobil pertama….

Jinki hyung, dan OMFG SELURUH KELUARGA LEE!!!!

Mobil kedua…

Key dan Jonghyun keluar dengan histeris [Key nya yang histeris sementara Jonghyun histeris nenangin istrinya yang histeris].

Mobil ketiga…

Gooosshhhhh, SELURUH KELUARGA CHOI!!!!

DEMI TUHAN SIAPA ORANG KURANG AJAR YANG MEMEBERITAHU KABAR BEGINI KE ORANG TUA KU?!

Hampir saja Minho menghubungi pengacara keluarga untuk benar-benar membuat surat wasiat. Umurnya pasti tidak akan lama lagi!

Mereka semua masuk.

Teriakan Key bahkan sampai terdengar oleh Minho di balkon lantai 2.

Ia tidak berani membuka pintu. Biar Taemin saja yang membuka aku tidak mau tanggung jawab, anak kalian yang permintaannya aneh-aneh, jagan salahkan aku.

Minho melihat adegan yang terjadi di bawah dari atas tangga.

Intinya, SEMUANYA KAGET!!

Mereka sudah histeris khawatir ternyata yang dikhawatirkan maah baik-baik saja dan heran kenapa mereka khawatir!

Lalu satu hal yang kompak mereka semua teriakkan…

“CHOI MINHOOOOOOOOOOOOOOO”

Akhirnya tersangka utama turun tapi segera memeluk istrinya dari belakang, mencari perlindungan. Mereka harus melewati Taemin untuk membunuhku dan amannya, mereka tidak mungkin bisa menyakiti Taemin. Hahaha.

Minho memberikan puppy eyes nya.

Ish, menjijikan! Tidak ada pantas-pantas nya! Itu yang ada dipikiran semua orang.

Shit! Kenapa cuma Taemin yang bisa berhasil dengan jurus ini?

“maaf maaaf. Tanyakan Taemin kenapa aku terpaksa membangunkan Jonghyun dan Jinki hyung”

“kau membangunkanku, bukan Jonghyun”, Key mendesis.

“karena aku tau Jonghyun pasti tidak akan mengangkat ponsel nya. Ia kalau tidur kan seperti orang mati”, Minho berkata pelan untuk kalimat terakhir. Takut istrinya makin meledak lagi.

“sudah jangan memarahi Minho hyung teruusss”, Taemin mulai terisak.

Ya ya yak!

One two three!!

And binggo!! Everything changed!! Taemin, kau memang paling luar biasa!!

“Minnie, jangan menangis sayang. Tidak tidak, kami tidak akan memarahi Minho lagi. Cup cup cup, uljima sayang”, Mrs.Choi, Umma nya Minho maju dan menghapus air mata Taemin.

Ia memukul tanganku yang masih melingkar di pinggang Taemin dan gantian sekarang Umma ku yang merangkul pinggangnya.

“lalu katakan kau mau apa, emm?”, sekarang Appa Taemin yang bertanya.

“aku mau Jinki hyung dan Jonghyun masak disini, Appa”

HENING…

“Kan! Heran kan! Jangan salahkan aku kalau aku pakai cara aneh untuk memenuhinya! Permintaannya saja aneh!” Minho sibuk dengan pikirannya.

“aku tidak mengerti yeobo”, Jonghyun menoleh pada Key.

“menurutmu aku mengerti?”, Key sendiri bahkan bingung.

“maksudnya Minnie?”, Jinki bertanya.

Haish, kenapa semua orang jadi bodoh sih?

Ia melepas rangkulan sang ibu mertua perlahan sambil tersenyum, berjalan maju dan menarik tangan Jonghyun serta Jinki lalu menuntunnya ke dapur.

Kami semua mengikuti. Disana sudah tersedia banyak bahan makanan dan 2 apron bergambar pooh dan hello kitty.

Ia memasangkan apron pooh pada Jinki hyung dan apron hello kitty pada Jonghyun.

“nah, sekarang kalian siap memasak. Harus makanan pedas!!. Kajja, mulai!!”

Semuanya masih terdiam.

“kenapa diaaaam? Hyuuung ayo cepat masaaakkk nanti Minnie nangis niih”, ia merajuk.

Double J itu berpandangan. Masak? Mereka masak? Masak apa?

Sementara di pikiran Jinki, kenapa tidak ada ayam? Aku tidak bisa membuat appaun tanpa ayam!!!

“huaaaaaaaaaa”, Taemin menangis keras dan itu menyadarkan semua orang.

“yak! Yeobo, cepat masak!!!”

“Jinki kenapa bengong begitu cepat masak adikmu menangis itu!”

“yak! Kalian berdua, cepat masaaaakkkk!!!!!”

30 menit berlalu dengan segala kekacauannya melihat 2 namja yang tidak pernah masuk dapur tiba-tiba dipaksa masak, akhirnya jadi juga.

[jangan tanya makanannya apaan, gue ga kebayang soalnya].

Ketika masih di wajan dan tinggal disajikan di pirin, Taemin maju, ia menambahkan banyaaaaakkkkkk bubuk cabe lalu mengaduk nya.

“aku minta makanan pedas”, katanya sambil tersenyum.

Minho segera maju.

“yak! Minnie, itu pedasnya berlebihan sayang kasihan aegya kita”, Minho menahan tangan Taemin yang masih memegang bubuk cabe.

“memang aku bilang aku yang akan makan? Ini untuk kalian semua!!”, ia tersenyum manis.

WHAT??

Dan pagi itu, kuulangi, PAGI, karena jam baru menunjukkan pukul 4 pagi, ditutup dengan tawa yang SAAAAANGAT RIANG dari Taemin yang melihat ekspresi kami semua, kuulangi sekali lagi, KAMI SEMUA, TERMASUK KELUARGA LEE, KELUARGA CHOI, DAN KELUARGA KIM, menahan rasa pedas bin absurd yang kami rasakan!! Sudah makanannya tidak jelas bentuknya apa, rasanya lebih-lebih jauh dari kata jelas apalagi enak, dan kami semua harus memakannya demi permintaan si mungil yang sedang hamil ini. Sungguh, itu adalah malam paling unforgettable dalam hidup mereka.

Kalian sudah membaca nya? Lalu coba katakan “kau harus sabar Minho”!!

[yang bilang begitu ditimpuk kodok!!!]

Sebenarnya masih banyak kemanjaan Taemin yang lain namun itu terungkap di part selanjutnya, saat kandungan Taemin sudah semakin besar.

Ada konflik? Atau kandungannya ternyata bermasalah? Atau bahkan keguguran? We’ll see. Tergantung mood penulisnya. Kalo mood nya lagi devil, yaa dibikin angst. Hahahaha.

RCL yaaa.

Tha_tha babaiiii…    


143 thoughts on “[2min/Mpreg/YAOI/2-?] Our Precious One

  1. hahaha… key tau rasa dipart ini
    biasanya dia yg ngebully ming, dsni dia yg dibully ma ming junior..
    yah meskipin bullynya ngga langsung sih,
    karena lewat eommanya:D:D
    tae ganas bangat ngidamnya,,
    kira2 itu bakalan buat ming kapok ngebuat tae hamil ngga ya??? #mikirkeras

  2. Hahahaha,,beneran ini sungguh-sungguh kocak,,gak henti-hentinya gwe ketawa,,dan cuma bisa bilang “kamu harus sabar minho”,,emang bener-bener tuuh si tetem kelakuannya,,hanya bisa geleng kepala,,

  3. Ini taeminnya kerasukan atau gimana eteng banget kalok ngucapin keinginan, yah buat minho selain kata sabar… Lapangkan lah hatimu choi minho hanya untuk beberapa bulan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s