[onkey] eyes and heart-chap 1


ABIS BACA>>LIKE>>KOMEN YANG PANJANGGGGGG

GOMAWO ^^ 

 

Title : EYES AND HEART

Author : Keysha Mahaz

Cast : Onkey-2min

Support cast : Jongno

Length : entah –‘

 

“Gomawo jino..” kibum membungkuk pelan setelah seorang namja cantik mungil menutup pintu lemarinya dengan pelan. Hmm.. kebiasaan jino untuk selalu menyusun rapi lemari pakaian milik kibum, menyusunnya sesuai warna dan jenis baju. Jino tersenyum tipis, mengelus tengkuknya pelan sebelum berucap sesuatu pada kibum.

 

“Ne.. cheonmane hyung.. tak perlu sungkan meminta bantuanku..hehe” membuat kibum tersenyum tipis, mengarahkan tangannya pada jino yang sekarang sedikit kikuk dengan tingkah kibum. Namja cantik itu menyentuh pipi mungil jino, mengelusnya dengan lembut dan hangat. Yeah..selalu bisa menciptakan suasana nyaman untuk orang di sekitarnya.

 

“Kau pasti cantik sekali jino, kau baik dan pintar, pantas saja jong hyung menyukaimu..” kekeh kibum, masih asik mengelus pipi jino yang terasa begitu halus di permukaan telapaknya. Jino tersenyum malu-malu, sedikit menunduk menutupi semburat kemerahan yang membuatnya terlihat imut. Umm..hanya kebiasaan menunduk walaupun Ia tahu kibum tak bisa melihatnya.

 

“Gomawo hyung.. kau juga cantik..beruntung sekali orang yang menjadi kekasihmu..”

 

“Ah? Haha..jeongmalyo?” kibum menarik tangannya, beralih ke atas kepala jino menepuknya dengan lembut kemudian tertawa kecil.

 

“Ne.. hyung jeongmal neomu neomu yeppeodaa..” pekik jino riang, mengambil kedua tangan kibum untuk di genggamnya.

 

“Gomawo.. haha, aku jadi malu..” gurau kibum senang. Hmm..ya! cantik! Cantik sekali dengan balutan kaos soft pink dan skinny jeans putih. Tidak perlu polesan make up atau apapun karena wajahnya memang sudah cantik alami. Kibum akui itu, bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi ia selalu menjadi primadona kampus. Ck, kecelakaan yang membuat segalany berubah satu setengah tahun yang lalu, mengambil nyawa kedua orang tuanya, membuatnya buta dan akhirnya memutuskan berhenti kuliah. Hmm..sulit sekali.

 

“Hyung..” panggil jino pelan, kali ini membawa kibum untuk keluar dari kamarnya. Berjalan menyusuri koridor rumah berlantai satu namun luas ini. Yeah.. jonghyun memilih pindah kerumah satu lantai yang luas dibanding rumah bertingkat sejak adik semata wayangnya itu menjadi ‘cacat’. Takut-takut kibum akan jatuh menuruni tangga atau sebagainya. Bukankah lebih aman kalau hanya satu lantai?

 

“ne?”

 

“Apa hyung sudah memiliki kekasih?”

 

Deg

 

Meringis kecil setelah mendengar pertanyaan yang menurutnya sedikit..bersifat pribadi. Walau sesungguhnya ia sendiri tidak terlalu mempermasalahkan pertanyaan ini, tapi entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di dalam dirinya. Apa ini berkaitan dengan jinki? Molla..

 

“Anio.. haha, aku belum punya. Kenapa kau menyakan hal seperti itu eoh?” jawab kibum sembari tertawa pelan, err..setidaknya mampu untuk menutupi apa yang ada di dalam pikirannya itu. Membiarkan tangan kecil jino menggenggam serta menuntunnya keluar rumah menuju pekarangan. Membuat angin sepoi pagi hari menerpa pori kulitnya yang putih itu. Ah.. mengernyit pelan mendapati sesuatu yang hangat menjalari wajah cantik kibum. Umm.. ‘pasti hari ini cerah sekali’ batinnya, yakin kalau itu sinar matahari pagi yang selalu ia sukai.

 

“Haha.. eoppseoyoo.. hanya memikirkan bagaimana kalau hyung aku jodohkan dengan kakakku.. haha..” kekehan kecil dari jino membuat kibum tersenyum amat lebar. Yeah.. bersyukur setidaknya dalam keadaan seperti ini masih ada orang yang perduli dan mau menyayanginya.

 

“Kakakmu? Maksudnya kyuhyun hyung?”

 

“Nee.. hihi.. tapi kalau hyung tak mau juga tak apa, asal hyung tahu kalau kyu hyung itu sangat tampannnn…” jelas jino bersemangat. Kibum tertawa lagi, meremas tangan jino yang menggenggamnya sebagai bentuk suka cita dan bahagia. Umm.. sedikit kesulitan walau sebenarnya ingin menepuk rambut halus jino dan menarik namja cantik mungil itu kedalam dekapannya.

 

“Apa setampan jinki?” bisik kibum tanpa sadar. Err.. entah apa yang berkelebat di dalam kepalanya, tiba-tiba saja nama itu melintas di otak. Jino menaikkan sebelah alisnya setelah merasa kalau kibum mengucapkan sesuatu.

 

“Eh? Tadi hyung bilang apa?” Tanya jino dengan wajah kebingungan.

 

“Eoh? Tadi? Ani.. bukan apa-apa.. jino, kita duduk saja ne.. kakiku pegal berdiri..” pinta kibum mengalihkan pembicaraan yang mulai sedikit ganjil di antara mereka.

 

“Kaki hyung sakitkah? Ppali, nanti hyung sakit..” ajak jino dengan raut khawatir, mengambil lengan kibum dan menuntunnya untuk segera duduk di bangku taman.

 

“Jino!” sebuah suara terdengar dari arah rumah. Membuat jino dan kibum mengalihkan kepalanya pada sumber suara, kibum tersenyum tipis dan melambaikan tangannya riang walau tak tahu arahnya kemana. Hanya ingin menyapa hyung tercinta saja.

 

“Kibum-ah.. anneyong hasimnika..” sapa jonghyun riang, ikut duduk di sebelah jino setelah sebelumnya mengecup bibir tipi situ sekilas dan menicum kening kibum sayang.

 

“Anneyong hyung..” jawab jino, segera menggelayut manja pada lengan jonghyun sementara kibum tertawa pelan mendengar kemesraan di antara sepasang kekasih itu.

 

“Kibum, kami akan pergi hari ini.. tak apa kan kalau sendiri di rumah?” Tanya jonghyun sembari merangkul jino dengan mesra. Jino terkekeh pelan, menatap kibum yang sedikit mengernyit.

 

“gwaenchana.. kalian pergi saja, aku baik-baik saja kok..” jawab kibum, tersenyum tipis sambil menyisir poninya dengan jemari, merasakan poninya sudah terlalu panjang. Ck, sepertinya harus di potong atau di jepit. Sedikit membuat risih walau ia tak dapat merasakan poninya itu mengganggu penglihatan. Tapi tetap saja mengganggu.

 

“Baiklah kalau begitu kajja baby.. kita pergi, kibum, baik-baik nee.. nanti telepon resto saja kalau lapar..” ucap jonghyun menggandeng tanagn jino untuk bangkit berdiri.

 

“Kibum hyung..kami pergi dulu, anneyong..”

 

Kibum POV

 

“Kibum hyung..kami pergi dulu, anneyong..” suara jino terdengar riang. Hmm.. wajar, jonghyun hyung dan jino jarang sekali berkencan. Bahkan sekarang jonghyun hyung sedang terkikik. Entah apa yang namja itu lakukan, kuharap tak macam-macam karena itu akan memalukan =,=

 

“Huufftt..” aku menghela nafas pelan. Gelap. Gelap. Aigoo.. aku ingin melihat setitik saja sinar, ini terlalu gelap. Aku ingin melihat lagi sinar matahari, ingin melihat jonghyun hyung, ingin melihat warna-warna, ingin melihat…

 

“Kibum!”

 

JInki! Ya! Itu suara jinki..

 

Tap..tap..tap..

Langkahnya terdengar semakin dekat, seiring dengan dadaku yang mulai bergemuruh dan terus bergetar. Errr… bodoh.

 

Puk

 

“Eh?” aku sedikit terperangah mendapati sesuatu mampir ke atas kepalaku, kuraba pelan dengan jemari merasakan benda apa yang tengah singgah di atasnya. Hangat, lembut. Ini sebuah topi rajut.

 

“Otte? Kau menyukainya?” Tanya jinki tiba-tiba berbisik tepat di telingaku.

 

Blush..

Omona! Jangan sekarang.. aku malu *-*

 

“Umm.. gomawo..” haish.. kuharap ini warna pink, hehe..

 

“Aku merajutnya semalam, ini warna pink., kau pasti menyukainya..” kekeh jinki sambil menepuk kepalaku pelan. Umm..nyaman sekali.

 

“Nee.. apapun, aku pasti suka..” ucapku pelan. Ishh.. apa yang baru kukatakan?! Bodoh..bodoh..

 

“Apapun?” tanya jinki dengan nada menggoda. Errghhhh… bagaimana tampang jinki sekarang? apa dia sedang meledekku?

 

Aku mengangguk malu-malu, membiarkan poniku yang sudah kepanjangan ini jatuh begitu saja menutupi mata. Biar saja, agar wajahku yang menanggung malu ini tak terlihat olehnya.

 

Tep..

 

“jinki?” aku tersontak pelan merasakan beban di pundak kiriku. Wangi mint yang maskulin menguar begitu saja menusuk masuk kedalam lubang hidung. Tangan kekarnya melingkar di lenganku, memeluknya dengan erat seolah ia adalah anak kecil yang tengah merajuk pada ibunya. Ishh..aku tak dapat memungkiri kalau ada sesuatu yang menggelitik di sini. Saat ia menggerakkan kepalanya di bahuku, membuat wangi mint itu semakin tercium. Harum..

 

“Wae?” ya! Sudah pasti akan seperti ini. Jinki selalu bersikap seperti ini kalau akan menceritakan tentang taemin dan minho. Jinki terdengar menghela nafas pelan, kembali menggelengkan kepalanya di bahuku. Mempererat gamitan lengannya kemudian terkekeh.

Aku menaikkan sebelah alis, merasa kalau tawa itu bukan tawa jinki. Tapi sebuah tawa…miris sekali mendengarnya? Ada apa?

 

“Taemin dan minho…”

 

Deg.

apa yang akan ia ceritakan sekarang? apa taemin tidur dengan minho? Atau berciuman lagi? Atau pergi nonton? Atau..

 

“Mereka mesra sekali..”

 

Dan aku hanya bisa berdengung, merasa kalau ada sesuatu yang hendak meledak di dalam sini. Ada apa? Kenapa semua terasa begitu lebih perih dari yang sebelum-sebelumnya.

 

“Taemin tidak pernah semesra itu padaku..” jinki menyambung lagi ceritanya, aku berdengung lagi tanda mendengarkan. Err..walau sebenarnya pikiranku melayang entah kemana.

 

“Dia membatalkan makan malam denganku hanya untuk ke taman bersama minho. Malang sekali ya nasibku..hehe” pabo! Bagaimana bisa namja ini tertawa setelah semua yang di alaminya.

 

“Jinki..” aku bergumam, dapat kurasakan kepalanya di angkat dan sesuatu yang tengah memperhatikanku. Hmm.. dia pasti memandangku lekat? Karena hembusan nafasnya yang hangat itu kentara terasa sekali menyapu pori wajahku. Uhh.. sedekat apa jarak kami sekarang? apa ada yang tahu?

 

“Umm.. apa kau sangat mencintainya?”

 

Angin apa yang membuatku bisa bertanya selancang itu? Lagi-lagi kurasakan tatapannya semakin intens, apa dia marah? Apa dia nanti akan meninggalkanku? Andwae!

 

“Hmm.. entahlah, kibum.. aku.. aku tidak tahu?”

 

“Lalu kenapa di pertahankan?” ups! Sekali lagi lancang! Sepertinya aku harus belajar kapan mengeluarkan pertanyaan yang perlu dan tidak perlu dalam keadaan seperti ini.

 

“…” dia diam? Astaga! Jinki ayo bicara.. jangan membuatku takut seperti ini!

 

“Jinki?” panggilku pelan, uhh.. memastikan setidaknya dia tidak marah padaku.

 

“Ne?”

 

“Kenapa tidak jawab? Kau marah ya?”

 

“Ani.. gwaenchana.. hanya bingung.. hehe..” dia terkekeh lagi. Kali ini sepertinya kendali diriku sudah tak tertahankan. Kucoba untuk menyentuh wajahnya dengan perkiraan dari patokan hembusan nafasnya.

Tep

Gotcha! Pipinya terasa sedikit…mengurus?

 

“JInki…”

 

“ne kibum?” ya ampun! Kenapa suaranya merdu sekali? Aku jadi heran.. bagaimana bisa kekasihnya itu melepas jinki? Namja ini terlalu baik untuk di selingkuhi..

 

“Kau mengurus.. apa kau makan dengan baik?” aku bertanya pelan, mengeja kata demi kata yang keluar. Aku tak mau lancang lagi untuk yang kesekian kali.

 

“Menurutmu?”

 

“kenapa malah bertanya balik?” aku mengernyit bingung, mengusap pipinya yang terasa benar-benar berbeda dengan sebulan lalu.

 

“Kau,, pasti makan tidak teratur..” tebakku. Dia tersenyum, pipinya melebar sambil tangannya yang satu mengambil tanganku untuk ia genggam seperti biasa. Nyaman..dan hangat. Jauh berbeda dengan angin yang sekarang justru malah terasa semakin kencang.

 

“Gwaenchana.. aku tidak apa.. hanya sedikit frustasi dengan tugas kuliah.. hehe” dia tertawa lagi. Aku yakin ia bohong. Jinki tak pernah bisa menyembunyikan kebohongan dari suaranya. Kalau aku bisa melihat, mungkin matanya akan memancarkan kebohongan besar kalau sebenarnya ia frustasi memikirkan taemin.

 

“Kau bohong..” ck, biar saja. Sesekali aku ingin membuatnya terpojok dengan ucapanku.

 

“…”

 

Lama.. diam lama sekali?

 

“Kenapa tidak jawab..?”

 

“Ani.. kau selalu tahu apa yang kupikirkan, wae?” eoh? Haruskah aku bilang kalau perasaanku terlalu peka padanya?

 

“Itu.. karena suaramu selalu bergetar ketika bohong…” aku mencoba mencari kalimat yang pas. Dan itulah yang kuucapkan, dan sebuah kejujuran tentunya. Jinki adalah seorang yang selalu bicara dengan tegas namun hangat. Suaranya akan bergetar kalau dia berbohong, ragu atau gugup.

 

“Begitukah?” Tanya jinki. Hmm.. aku hanya mengangguk kecil mengiyakan pertanyaannya.

 

“Hmm.. kau selalu mengerti diriku. Kalau saja dulu aku bertemu denganmu lebih dulu mugkin aku tidak akan seperti ini..” pelan. Apa sih yang sedang ia bicarakan?

 

“Maksudmu?”

 

“Ya..kalau saja dulu aku bertemu lebih awal denganmu di banding taemin, mungkin aku sudah jatuh cinta padamu sekarang…”

 

BLUSH

 

“Ji..jinki~” aku tergagap, entah apa yang harus kukatakan? Apa aku harus diam saja? Maksudnya.. ayolah! Apa boleh aku sedikit berharap?

 

“Tapi sayang sekali aku sudah dengan taemin. Dan aku sudah sangat mencintainya.. err.. sulit melepasnya..” jinki meringis kecil, membuatku menjadi semakin miris. Uh, jinki! Ingin kuteriakkan ‘Lupakan saja taemin dan lihat aku!’. Tapi aku tahu kalau itu tidak mungkin, namja tampan ini sudah tergila-gila padanya. Jadi.. sia-sia saja kan kalau aku bilang seperti itu?

 

“Jinki..”

 

“Ne?”

 

“Saranghae..” O.o

 

MULUT BODOH! APA YANG BARU KUUCAPKAN?!

==================================================================================

 

Author POV

 

“Minho hyung..” panggil taemin pelan, mengerjapkan matanya polos dengan tangan yang memegangi gulali besar. Uh.. imut sekali, cantik dengan balutan kaos kuning pudar dan blue jeans. Poni panjangnya di jepit ke atas, membuat lekuk-lekuk wajah mungil nan cantik itu jelas terlihat. Cantik..

 

Minho tersenyum tipis. Tampan.. seperti biasa.

 

“ne sayang?” merangkul bahu sempit itu. Tak memperdulikan tatapan-tatapan dari pengunjung taman bermain. Tak malukah pada gerombolan anak kecil yang sekarang terkikik melewati mereka?

 

“Gomawo..” ucap taemin, mencubit gulalinya dan mengarahkan kedalam mulut. Mengemutnya hingga terasa lumer dan mengecapnya pelan.

 

“Untuk apa?”  minho menaikkan sebelah alisnya bingung. Menatap taemin lekat-lekat. Cantik! Tapi apa tak merasa bersalah merebut si cantik yang seharusnya belum menjadi miliknya?

 

“Untuk ada disampingku..jinki hyung jarang sekali menyempatkan waktu. Dia terlalu sibuk dengan kuliahnya, menjemputku pulang saja mungkin hanya seminggu dua kali..” mengerucutkan bibir tipis itu imut. Menatap lurus pada karosel yang tengah di penuhi anak-anak. Ramai, dengan langit senja kemerahan yang begitu menawan. Jelas sangat indah untuk jadi background penutup hari ini.

 

“Aw!” taemin memekik saat mendapati hidung mancungnya malah di jepit dan di tarik  oleh minho.

 

“Itu kan karena kampus jinki hyung jauh sayang.. jelas saja bukan?” minho mencoba tersenyum walau di hatinya sedikit aneh saat taemin membicarakan kekasih asli-nya itu.

 

“Tapi kan..~”

 

“Sshhtt.. sekarang kan sudah ada aku. Untuk apa mengharapkan jinki hyung lagi?” ck, apa ini sebuah bentuk dari keegoisan?

Taemin mengangkat wajahnya, mengecup sekilas bibir tebal itu sebelum tersenyum miris.

 

“Aku sedikit merasa bersalah dengan jinki hyung..”

 

O.o

 

“wae?” apa namja tampan ini bodoh? Kenapa masih bertanya ‘kenapa’? enggan berpaling dari dua manic mata yang sedikit redup menatapnya. Kecewa kah?

 

“yaa..aku selingkuh di belakangnya.. dia tahu, tapi tetap bersikap seperti tidak terjadi apapun.. aku jadi~”

 

“Bisa jangan bicarakan jinki hyung saat kita sedang berdua?”

 

Sukses membuat bibir tipis itu terkunci rapat. Berganti dengan hening seolah hanyaa  suara ramai dan derai tawa anak kecil saja yang menjadi backsound ketegangan ini.

 

“Putus saja..” sambung minho selang beberapa menit. Sontak membuat mata poolos itu membulat kaget.

 

“Eoh?” sudah berkali hal ini di bicarakan? Tapi kenapa reaksinya masih sama? Apa namja cantik ini tak kasihan pada jinki atau minho yang mungkin sama-sama tertekan dengan kondisi masing-masing.

 

“Putus saja..” ucap minho lagi, kali ini dengan intonasi yang di buat sedemikian rupa. Lebih keras dan lebih jelas.

 

“Tapi..”

 

“Kau lebih menyayangiku atau jinki hyung?” menatap taemin tajam. Hmm.. tak tahukah kalau sekarang namja cantiknya merasa tersudut dengan tatapan itu?

 

“Kau..” akhirnya berbicara setelah lama terdiam, menundukkan kepalanya, memainkan gumpalan gula kapas yang masih setengah.

 

“Kalau begitu putus saja..”

 

==================================================================================

 

“Kibum-ah!” seruan jonghyun terdengar sedari tadi diringi ketukan pintu kamar yang sengaja di kunci oleh kibum. Ingin sendiri. Yeah.. setidaknya menenangkan pikiran setelah kemarin mulut terkutuknya itu mengtakan hal-hal yang begitu lancang. Bahkan jinki langsung pamit dan pergi. Tak menemui ketika semalam kibum keluar tengah malam. Malah membiarkan namja cantik itu sendirian di pekarangan belakang.

 

“Kibum.. ayo makan!” seru jonghyun lagi..

Kibum menghela nafas panjang. Suaranya serak, terlalu banyak menangis hari ini. Yakin pasti kedua mata kucing itu sembab. Kakinya gemetaran saat turun menapak lantai. Berjalan merambat dinding menuju pintu. Bukan tidak tahu arah karena semua gelap.. hanya merasa terlalu goyah untuk berjalan seperti biasa. Apa jinki terlalu menekan pikirannya? Bahkan namja tampan itu tak menemuinya semalam. Marahkah?

 

Cklek..

 

“Kibum?”

 

“Ne hyung?” menunduk, tak ingin wjah sembab itu di lihat. Tapi tak dapat di pungkiri, ia bisa merasakan tatapan tajam jonghyun yang mengarah padanya. Namja tampan itu melengos, menyentuh bahu kibum yang sedikit gemetar.

 

“Jinki tak menemuimu semalam?”

 

“Eh?” menghentikan sebentar raouh yang tadi menggelayutinya. Darimana sang kakak tahu? Bukankah jonghyun tak tahu kalau kibum selalu keluar tengah malam untuk bertemu jinki?

 

“I know kibum.. kau selalu bertemu jinki tiap tengah malam. Memang kau pikir aku tak tahu apa?”

 

“Itu..errr..” sulit menjelaskan, seperti bibirnya kelu untuk berucap. Tak tahu harus memulai penjelasan dari mana.

 

“Aku selalu memperhatikanmu tiap malam saeng. Kau ini, ckck.. sudah, sekarang ceritakan kenapa jinki tak menemui semalam? Apa kalian bertengkar?” menggamit lengan kurus itu seraya menuntunnya pelan untuk duduk di kursi panjang dekat kamar.

 

“Tidak hyung.. kami tidak bertengkar, semua baik-baik saja.. hehe” menampilkan senyuman lebar dari bibir tipi situ. Ck, sulit untuk tahu ekspresi apa yang ia lakukan, ia tak bisa melihatnya. Ia hanya dapat merasakan, mengandalkan semua yang ia punya kecuali mata. Menunduk setelah mendengar helaan nafas panjang dari jonghyun.

 

“Gwaenchana.. ceritakan saja..”

 

“Ani… kami baik-baik saja hyung.. umm, aku mau ke super market, ayo temani aku..” mengalihkan pembicaraan. Meraba-raba sedikit sampai akhirnya menemukan tangan jonghyun untuk ia gandeng. Menciptakan seraut wajah bingung dari jonghyun tentang adik dan tetangganya itu.

 

JOnghyun berjalan menggandeng kibum keluar rumah, masih dalam diam. Mungkin bingung? Membantu kibum mengenakan sepatu kets pink-nya serta menalikan tali sepatunya agar tak lepas dan membuat kibum tersandung. Hmm.. sangat sayang, amat sayang dengan adiknya. Karena hanya kibum yang ia punya sekarang.

 

“Kajja.. ayo berangkat..” seru jonghyun senang setelah menutup pintu rumah dan menguncinya. Kibum tersenyum tipis, membiarkan lagi-lagi tangannya di genggam hangat oleh sang kakak. Membawanya keluar siap untuk belanja.

 

“kibum?”

 

“Eh?” suara jinki! Pelan sekali ketika memanggil nama kibum. Tapi namja cantik ini tahu, bahkan sekarang menghentikan jalannya hingga jonghyun terdiam.

 

“Hai jinki..” sapa jonghyun ragu, melambai pelan pada namja tampan yang sedikit terpaku beberapa meter di depan kakak-beradik itu.

 

“Oh? Hai jong.. err.. mau kemana?” mungkin berbasa-basi, enggan melihat kibum yang menunduk.

 

“Menemani kibum.. kau sendiri?”

 

“Uh.. aku akan pergi kuliah. Kalau begitu aku duluan jong, sudah hampir terkambat.. anneyong..”

 

Ck, pergi setelah sebelumnya tersenyum tipis. Menyisakan kibum yang tersenyum miris mendengar percakap singkat yang canggung itu. Eerr.. tak tahu bagaimana dengan besok? Lusa? Atau hari-hari setelah ini? Masihkan bisa seperti dulu lagi?

 

TBC

20 thoughts on “[onkey] eyes and heart-chap 1

  1. aish kibum disini rapuh banget
    sedih banget jadi dia ;(
    udah taem, putus aja sama jinki
    si kodok juga udah nyuruh putus
    biarkan jinki dan kibum bersatu
    ayo part 2nya

  2. bagaimana kah kisah selanjutnya ..!???/plak*ala veni rose ..
    Hahahaha ..
    Baru Liad taemin menduakan minho ama jinki ..
    Tapi tetep akk berpihak ama si kodok dong ..
    Kalo si dubu ama si umma jja deh iia ..
    Lebih cucok gitcyu ..

    Lanjot thor ..
    Penasaran ..

  3. waaa
    taemin jahat
    key kasian bnget
    ayo author ak tnggu lanjutnyaayo author ak tnggu lanjutnya

  4. Si jinki kok langsung ninggalin key sih pas key nyatain cinta,,,
    taemin, taemin, kenapa kau tidak sama minho ja dri dulu….

  5. iih taemin jahat juga ya selingkuh dibelakang onew kasian onew ada diantara 2min..ha..ha..aduh key kasian juga kamu harus memendam perasaan kamu ke jinki..😦

  6. annyeong…
    aigo… kenapa sedih sekali. baik jinki, kibum, juga 2min. masing-masing harus rela mengorbankan perasaannya demi menjaga perasaan oranglain. aku sedih…..
    gomawo cingu ff-nya, ditunggu lanjutannya.

  7. Aiiiiish…..
    Almighty key brubah jdi key yg rapuh..
    Taby,,putus ajh…
    Klo km lebih syang m minho,,putuskan sja jinki..
    Apa kau tak kasian m jinki yg harus tsiksa krna liat kau bduaan m minho?
    Kasian jinki,,taby..
    Kasian key jg,,taby..
    Mereka sama2 tsiksa..
    Kau jg tsiksa krna harus mnyakiti smuany?
    Come on taby,,,,

    unnie,,jangan lama2 next partny y..
    Gk sbar tunggu yg brikutny..

  8. Key kasian sha😥
    ya allah nyunyu jahat bgt sih ToT
    tegaa tegaa tegaa😦

  9. author sukses bkin aq ngerasain prasaan key.sdih nd gelisah.
    Taemin km puts aj dripda nyakitn jinki..km kan lbh syang minho.2min forever.
    Author onkey mw dibikin gmana lg niwh?sdih diawal boleh tp ending’y happy ya..
    *-*

  10. Taemmmmm!!! Ayo dong jgn jd plin plan gtu!!! Klo suka Minho putusin aja Onew!!!
    Kasian Onew sakit gara-gara liat kamu ama Minho!!!
    Ishhh… Agak sebel ama Taem disini!!! Kesannya egois!!!
    Key kykny lemah bgt yah??? Kasian!!! Onew kmu ama Key aja!!!
    Ga liat apa dia itu buth kamu!!! Ayo jadian sm Key!!! *ditampar gr2 maksa2*
    Lanjooooooootttt!!!

  11. key kog perannya menyedihkan bgt cee…*kayakdramaajhpakeacarabagiperan*

    nyunyu ngak sadarkah kalau key suka ma dia…

    pa perlu nie aku yang ngomong ma nyunyu key…..?????

    lanjut….

  12. oh yeah ,, taemin kejam bgt disini tapi luaran.ny(?) polos .. ckckck .. kasian bgt semua tokoh dsini .. tapi psti rme bgt *kan ada 2min gtuuu* ..

  13. kibum bilang cinta, jinki shock kyknya…
    Kpn jinki putus ma taem, ditunggu bgt tuh kata putus…
    Minho mau2nya jd selingkuhan…
    Kibum blm pernah liat jinki ya? Dy buta ga dari kecil. Emang bru ya tetanggaannya?

    onkey jngn diem2an dong…ntar si key direbut evilkyu, bru jinki sadar klw dy suka key…

  14. hooaaaa lanjuttt !!
    Kasian kibum .. Kasian jinki
    taemm tega amat sama jinki . Untung sama minho . Kalo gak habislah kau😛
    LANJUTT !!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s