[2min] Dearest part 8 of ?


Foreword:

Kayaknya keahlian nulis FF gue berkurang nih yah? hahaha… habis yang komen semakin sedikit disetiap FF gue, dan udah gak ada yang nge like, atau jadi banyak SR lagi sekarang? i dunno, jadi gak semangat nih😦

Oke deh… hope you likey aja,

Makasih yang udah pada komen dan like di part sebelumnya <33

NO SR, NO BASHING, NO PLAGIARISM

JUST LEAVE A COMMENT, B’COZ COMMENTS ARE❤

(Bantu cek dimanapun, jika nggak ada kredit dari gue tentang cerita yang sama dimanapun, berarti itu PENJIPLAKAN!)

by : Pervy^sanniiew

.

.

Minho turun dari mobil dan segera masuk ke dalam hotel bintang lima, ia langsung menuju resto tempat ia biasa dinner dengan keluarganya, dengan langkah terburu-buru ia masuk kedalam hotel dan melihat kesekelilingnya,
“Minho!”

Minho menoleh, Onew hyung dan juga Key, serta ummanya disana…dan Jonghyun? Minho masih tidak mengerti, ada apa sebenarnya, dan mau apa mereka tiba-tiba berkumpul dan juga terdapat jonghyun disana?

“Annyoeng…”, sapa Minho duduk di kursi dan menatap keempat orang didepannya.
“Ada apa ini? kenapa semuanya ada disini? aku pikir hanya Onew hyung dan Umma… dan Jonghyun? kenapa kau juga disini Hyung?”, tanyanya.

Onew melirik Jonghyun dan Umma Heechul.
“Begini Minho… ada beberapa info yang kami ingin beritahukan padamu..”, kata Heechul pada nya,

“Apa? tentang Taemin?”, tanyanya langsung, mereka semua terdiam, Minho semakin bingung, ia menatap bergantian semuanya  yang memilih menunduk dan menghindar dari tatapannya.
“Yah, ada apa ini? kalau kalian tidak mau bicara dan hanya membuang waktu ku saja, lebih baik aku pulang.”, ancam Minho.

“Tunggu Minho!”, cegah Jonghyun.

Minho terdiam dan menatap Jonghyun, “Dan kau Hyung…kenapa kau bisa disini?”, tanya Minho. “Aku tidak beritahu siapapun Taemin menghilang, kenapa kau dan Onew hyung juga Key ada disini? aku tidak mengerti ini ada apa?”,tanya Minho semakin tidak sabaran, terus diputar pertanyaan itu olehnya,namun tidak ada yang menjawab.

“Well, Minho… kau dengarkan dulu penjelasan kami oke?”, kata Key kali ini.

Minho menyilangkan tangannya, “Spill it out.”, ia menatap kesemuanya.

“Begini … kemarin aku bertemu dengan Taemin di RS.”, Minho membelalakan matanya ke arah Jonghyun, benarkan? pasti ada apa-apanya dengan Jonghyun, kenapa mereka bertemu? tunggu…kemarin ? itukan hari dimana Taemin meninggalkannya?
“Ya… aku bertemu dengannya di RS pagi-pagi sekali, dia berkunjung ke kamar Yoogeun, aku bingung awalnya kenapa ia bawa banyak koper, kemudian aku coba bertanya padanya, dia berkata bahwa ia ingin ke Daejeon-gu atau gwangjing-gu aku lupa , dia bilang ingin berkunjung ke familynya..”, katanya, Minho tercekat.

“Family? tapi keluarganya…dia di..Incheon..”, kata Minho, Jonghyun melihat ke arah Heechul. Minho ikut melihat ke arah Heechul.

“Lalu aku minta nomer ponselnya, aku alasan tetap ingin berhubungan baik dengannya, dia memberikan nomernya padaku..”, kata Jonghyun, Minho benar-benar ingin marah, dia meninggalkannya, tapi memberikan nomer pada Jonghyun? wtf!

“Kau jangan salah sangka dulu, aku melakukan itu karena aku tahu ada yang tidak beres…”, potong Jonghyun yang merasa Minho sudah mulai geram menatapnya, “Kemudian aku antar dia ke stasiun, namun setelah aku ikuti ternyata tidak ada kereta menuju gwangjing-gu atau daejeon-gu pukul itu, adanya Daegu … saat aku masuk kekereta, dan aku cari kemanapun, ia tidak ada… “, kata Jonghyun.

Minho terdiam,mengerutkan alisnya … “Artinya…kau tidak bisa menemukannya? “, Jonghyun mengangguk, “Ponselnya?”, tanya Minho lagi.

“Nomernya salah… dan mungkin juga dibuang.”, katanya, Minho menggertakan giginya, ia meremas tangannya sendiri. Kenapa? kenapa ia harus lari? apakah benar yang di katakan Taesun kau selicik itu Lee Taemin? kau pergi dan meninggalkan ini begitu saja? meninggalkan perasaan ku juga yang tidak selesai kau jawab? batin Minho, ia benar-benar geram, merasa dipermainkan,dan merasa tidak berguna lagi dengan usahanya selama ini.

SREK~
“Aku pulang.”, kata Minho.

“Minho, tunggu nak… kita masih ada cara untuk mencarinya, dan Onew bisa membantu..”, kata Heechul, Minho melihat ke arah Onew yang mengangguk,

“Aku punya kolega di kepolisian, aku bisa bantu cari–“

“Tidak perlu Onew hyung..”, kata Minho tenang, Onew dan semuanya terkejut.

“Apa maksudmu Minho?”, tanya Heechul, Minho melepas genggaman ummanya dengan lembut.

“Aku merasa tidak perlu saja, buat apa kita mencari orang lain yang memang tidak mau bersama kita?”, katanya berbalik , membuat semuanya bingung. “Terlebih yang sudah menipu ku…”, kata Minho

“Apa kau tidak mencintainya?”, teriak Key, Minho yang hendak pergi berhenti ditempatnya. Dia diam saja, mencintainya? sudah pernah ia katakan hal itu pada Taemin, ia sungguh mencintai namja misterius itu, namun apa balasannya? ia membuatnya semakin rumit saja

“Kalau kau tidak mencintainya, sudah dari dulu aku rebut dia darimu Minho..”, tambah Jonghyun, Minho yang hendak melanjutkan langkahnya berhenti lagi dan mengepalkan tangannya.

“Kalau kau memang ingin merebutnya dari ku, kenapa tidak kau sendiri saja yang coba mencarinya?’, tambah Minho dan pergi.

Heechul menatap nanar anaknya, kenapa egois sekali, jelas tergambar diwajahnya bahwa ia sangat kehilangan Taemin dan benar-benar ingin anak itu kembali padanya, ia tahu persis karena ia yang lahirkan Minho, namun dari manakah sikap  keras kepalanya itu berasal? ia tidak bisa berbuat apapun.

“Lalu bagaimana sekarang?’, tanya Key. Onew memeluk pundaknya mengelusnya lembut.

“Kita bisa cari dia dengan bantuan polisi kan?’, tanya Jonghyun.

“Jangan.”, kata Heechul seketika, ketiganya menatap heran.

“Hah? but wae ahjuma?”, tanya Jonghyun.

Heechul menarik nafas dan melihat ke ketiganya dengan tersenyum, “Aku mungkin sependapat dengan Minho, jika Taemin memang ingin pergi, biarkan saja…”, katanya,

“Hah? tapi–“, sergah Jonghyun bingung, Heechul menatapnya.

“Kau menyukai Taemin?”, tanyanya langsung, Jonghyun menunduk.

“A-aku..tidak tahu ahjumma..aku hanya..yah..aku merasa khawatir padanya… setelah mendengar semuanya darimu, tentang kakanya, keluarganya, aku jadi khawatir, bagaimana kalau kakaknya itu menemukannya?’, tanya Jonghyun.

Heechul menarik nafas, “Taesun ya? aku rasa tidak ..”, katanya,

“Maksud anda?”, tanya Onew.

“Yah.. aku rasa Minho tidak sedingin yang kita lihat barusan, aku yakin dia pasti punya rencana, lebih baik kita biarkan dia yang ambil keputusan, dia yang memulai semua sandiwara ini dengan Taemin, jadi biarkan dia yang akhiri juga …”, kata Heechul.

“Tapi anda lihat sendiri kan kalau Minho tidak mau lagi meneruskan mencari Taemin?”, tanya Key.

Heechul mengangguk ,”I know… tapi aku kenal anakku, feeling ku tidak akan salah, ia hanya emosi saja, kalian teman-temannya harus memberikannya semangat, aku minta tolong ya? tapi jangan paksa dia, biar dia yang putuskan jalan apa yang akan dia ambil..”, kata Heechul.

Jonghyun mengangguk , Onew dan Key bertatapan dan tersenyum.
“Oke, aku pulang duluan yah? terima kasih karena kalian sudah bersedia membantu, tapi aku rasa yang dikatakan Minho benar adanya.”, kata Heechul.

“Neh ahjumma…kami akan selalu ada jika anda atau Minho butuh bantuan.”, Onew tersenyum diikuti anggukkan dari Key.

“Oke, annyeong semuanya, jaga diri kalian neh?’,

“Neh..annyeong Heechul ahjumma..hati-hati dijalan..”, kata Jonghyun, kemudian Heechul pergi diikuti butler setianya.

“So… what should we do now?” tanya Key mempouted kan bibirnya.

“I dunno yeobo… hmm… kau mau apa Jjong?”, tanya Onew.

Jonghyun menarik nafas , ” I need have some drink tonight, wanna join with me?’, tanya Jonghyun.

Key dan Onew bertatapan. “Sure … kajja..”, kata Onew menggandeng Key dan Jonghyun berdiri mengikuti mereka.

“Kau harus mencari Taemin jika kau mau.”, celetuk Key, Jjong mendengus.

“Berisik.”, sergahnya.

“YAH! itu yang dikatakan Minho, realistis saja, kalau kau suka kau rebut dia..”, kata Key lagi,

“YAH! Bukan urusanmu!”, teriak Jjong.

“Haish~ yasudah tidak usah teriak, aku juga dengar!”, kata Key. “Dasar kepala Dino!”

“YAH!”, teriak Jjong.

“Sudah sudah…”, lerai Onew menarik Key menjauh, Jjong hanya terdiam, jika menyukainya? entahlah … dia tidak tahu, ia tidak mau ambil pusing.

.

.

Minho menutup pintu mobil dengan kencang dan masuk kedalam rumah, tanpa peduli melepas sepatunya, ia langsung merebahkan badannya di sofa,
“Kau sudah pulang?’,

Minho bangkit langsung dari sofa, ia melihat kesekitar,
“Taemin?’, panggilnya, ia berdiri dan lari kedapur.
” TAEMIN!”, panggilnya, namun tidak ada siapapun, dia mengecek ke seluruh ruangan bawah, ia tidak mimpi kan? suara itu..benar-benar sangat jelas terdengar olehnya.

“Taemin..?”, panggilnya lagi, ia berdiri ditengah runangan, sepi … ia perlahan duduk di kursi dan menertawakan dirinya sendiri.
“Aku rasa aku sudah gila..”, gumamnya, meremas kepalanya.

“Apa sebenarnya yang kau lakukan padaku Taemin? kenapa kau bisa membuat ku begini? shit.”, geramnya memukul meja, kenapa ia tidak bisa menepis bayangan Taemin darinya, apa ia benar tidak perduli lagi?

drrt drrt drrt

Ketika sibuk dengan fikirannya, ponselnya berbunyi.
“Yoboseyo Mr.park mworago?”, tanya nya,

“…”

“MWO?!!!”, teriaknya, “Kau yakin?”, tanyanya berdiri dari kursi.

“…”

“Lalu … mayatnya?”, tanya Minho.

“…”

“B-baiklah … tolong kau urus semuanya, aku akan kesana besok pagi sekali…gomawo.” PIP

Apa lagi ini? apa dia bercanda, kenapa bisa begini?

.

.

“Hei jjong… kau yakin tidak mau turun?’, tanya Key mengapit tangan Onew untuk kelantai dansa.

“Aahh sudah sana kalian pergi saja…berisik sekali sih…sana sana..”, katanya, Jjong hanya duduk di meja bar dan meneguk cocktailnya. Dammit, dia tidak mungkin minum liquor, dia lupa kalau dia menyupir malam ini, bisa gawat kalau dia minum, dan kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk di jalan dan masuk pemberitaan, maka namanya akan jelek.

Ia berdiri karena kebelet pee , namun ketika berbalik ia menabrak tubuh seseorang, dan yang ditabrak langsung mundur kebelakang.
“Aahhh…”, teriaknya, mengibaskan tangannya dan bajunya.

“Omo! sorry sorry… aku tidak sengaja, maaf …aku ganti minumannya.”, seru Jjong, melihat yang ditabrak terkena tumpahan minuman yang sedang dipegangya.

“Ah ani..tidak usah…ck..lain kali kalau jalan pakai mata—“

Sosok itu terdiam ketika mendongak, Jjong ikut terdiam dan menunjukkan tangannya ke wajah namja cantik didepannya itu.
“JINO?!”

“JONGHYUN HYUNG?!!”,

Teriak mereka bersamaan, Jonghyun terkejut melihat sosok didepannya, ia melihatnya dari atas sampai bawah.
“Ini… kau? Cho Jino kan?’, tanya Jonghyun. Jino terkekeh, ia menutup mulutnya yang tertawa dengan punggung tangannya.

“Neh.. ini aku Hyung, masa lupa sih? jahat sekali… aku saja masih ingat walau rambut mu sudah berubah warna begini..”, katanya, Jonghyun berdecak.

“Sedang apa kau disini?”, tanyanya, Jino duduk dikursi sebelah Jjong, Jjong kembali duduk dan tiba-tiba lupa ingin ke toilet.

“Aku? aku main .. hehe .. aku kerja parttime disini …”, katanya, Jjong terbelalak.

“Kerja? kerja apa?”, tanyanya.

“DJ.”, jawabnya, Jjong terbelalak lagi.

“DJ? kau…benar melakukannya?”, tanyanya, Jino mengangguk.

“Aku sudah bilang kan padamu, aku akan jadi DJ suatu saat, dan inilah aku… lalu kau? apa kau sudah jadi dokter terkenal dan hebat?’, tanya Jino, Jjong berdecak.

“Hm, jadi dokter sudah, tapi terkenal… sedang dalam proses..”, katanya, Jino hanya terkekeh, Jjong menatapnya lekat, ia diam-diam tersenyum, tidak berubah sama sekali, dari terakhir kali mereka berpisah sampai sekarang tawa itu tetap sama, hanya wajahnya dan perawakannya yang berubah dewasa.

“Kenapa? ada yang aneh dengan wajahku? kenapa kau memandangi ku seperti itu?’, tanya Jino yang merasa di tatap lekat oleh Jjong.

Jonghyun berdecak, “Ani, aku hanya merasa kau…tidak berubah, tawa mu itu, masih sama ketika terkahir kali kita bertemu, aku tidak akan lupa..”, katanya, Jino hanya tersenyum.

“Yah… kau juga, aku masih hapal suaramu …rasanya baru kemarin aku bertemu, tapi rasanya sudah lama sekali … “, kata Jino. “..sejak kita pisah..”, bisiknya, Jino berpikir bahwa JJong tidak dengar tapi ia dengar dengan jelas.

Jjong terdiam dan juga Jino. “Ng..kau mau minum? aku ganti yang tadi, biar ku traktir.”, kata Jjong.

Jino menoleh dan menggeleng, “Ani ani… tidak usah terimakasih, aku..ng..aku mau pergi, sudah ada janji…annyeong..senang bertemu lagi denganmu.”, kata Jino.

Jjong kelabakan, “EH? sudah mau pergi? b-baiklah..”, katanya gugup, Jino hanya mengangguk dan berjalan menjauh, namun entah apa yang menggerakannya, ia berjalan dan mengejar Jino.

“Jino!”, panggil Jjong, Jino berbalik dan menatanya bingung.

“Ya?”,

Jjong mengatur nafasnya dan menatap Jino dengan lekat. “Ap-apa..kau sibuk? maksudku… hm.. bisa kita bertemu lagi, well yeah kalau kau luang tentunya, dan kalau ka–” Jjong terkejut ketika bibir Jino menyentuh bibirnya. Kemudian ia menatap Jino dengan bingung, Jino menyembunyikan wajah memerahnya.

“Kau bisa hubungi aku kapan saja Hyung … seperti dulu … aku akan menunggumu..”, kata Jino menngeluarkan bolpoin dari sakunya dan menulis nomernya ditelapak tangan Jonghyun.
“See ya… i’ll be wait..”,

Jonghyun terpaku menatap Jino pergi, ia tidak percaya dengan yang ia alami, ia terkekeh sendiri dan kegirangan layaknya fangirl.
“Kenapa kau dino?’, tanya Key yang bingung melihat Jjong kembali ke tempat mereka dengan senyum terkembang.

“Kau tidak akan percaya.. aku baru bertemu dengannya lagi…”

“Nugu nugu?”, tanya Onew.

“Jino … my ex boyfriend, geez~ i was broke up with him when… yeah, diluar negeri, dan aku kembali bertemu lagi, aku tidak sangka dia mengingatku, dan bahkan kami berciuman..”, kata Jjong happy.

Onew dan Key menatapnya aneh, ‘Wae?”, tanya Jjong.

“Kau… itu… gampangan!”, kata Key,

“YAH!”, teriak Jjong, “Aku tidak ada pilihan lain, he’s my first love …’, kata Jjong.

Onew dan Key bertatapan lagi dan tambah tertawa. “HAHAHAHA… you so childish… your 1st love ?oh come on… dont be such a kiddo.”, ledek Key, Jjong hanya memutar bola matanya.

“Setidaknya aku tidak seperti Onew yang phedophile , mengarang hasil checkup hanya untuk berdekatan dengan kau.”, celetuk Jjong, “Ups, keceplosan..”, kata Jjong melirik Onew.

Key terdiam dan menatap Onew yang salah tingkah, “Tunggu.. jadi … YAH! Jadi aku tidak sakit radang usus?!”, teriak key. Onew hanya tertawa.

“Bukan.. kau hanya keram perut saja..”, jawabnya enteng.

“AISH ONEWWW!!PANTAS AKU TIDAK PERNAH MERASA SAKIT APAPUN SETELAH DIRAWAT KEMARIN!!!”,

.

.

“Sorry menuggu lama … kau tidak apa-apakan?”, tanya Jino melihat ke arah namja yang duduk di bangku penumpang mobilnya, namja itu tersenyum.

“Hm..gwencana.. kau sudah selesai?”, tanyanya,

“Neh sudah… oh ya, kau bisa kerja mulai lusa disana.. kau tidak usah khawatir, semua sudah kuurus, nah, sekarang … kau lapar tidak, aku traktir deh?”, tanya Jino.

Namja itu tersenyum, “Yah..begitulah, uang ku sudah menipis karen untuk sewa losmen.”, katanya, “Gomawo yah Jino ah~”, katanya,

“Aish.. aku ini kan temanmu, aku bersyukur bisa bertemu denganmu , dunia ini sempit yah? lagi pula kenapa kau tidak mau tinggal dengan ku saja? orang tua angkat ku pasti senang jika ada tambahan dikeluarga kami..”, katanya menyalakan mesin mobil.

“Aku tidak mau merepotkan orang lain …”, kata nya, Jino berdecak , ia menepuk pundak temannya itu.

“Kau tidak pernah menyusahkan, kau orang baik ..dan kita berteman sejak dipanti asuhankan? aku turut prihatin dengan kondisi keluarga dan dirimu.. aku harap kau bisa hidup lebih baik dari sekarang, jangan sungkan minta bantuanku, neh?’, tanya Jino tersenyum.

“Neh..gomawo.. kau baik sekali, aku benar -benar bersyukur bertemu dengan mu lagi Jino ah~”,

“Neh neh… nado … nah kau mau makan apa?”, tanya Jino.

“Hmmm…”

“SOP KAMBING!!”, teriak mereka bersamaan dan tertawa.

“Kau tidak pernah berubah Taemin…’, seru Jino, namja itu hanya terkekeh dan melihat keluar jendela mobil. Ia menarik nafasnya, semoga ia bisa memulainya dengan baik dari sekarang.

.

.

Minho berdiri didepan sebuah rumah yang sangat amat sederhana, berbeda dengan rumahnya selama ini, rumah itu terlihat bahkan akan rapuh sekitar 1-2 tahun , bahkan jika ada badai ia tidak yakin apa itu akan bertahan. Rumah itu hanya beberapa petak dan terbuat dari kayu dan sekitarnya hanya terdapat tumpukan entah bekas apa.

“Permisi Tuan…anda cari siapa?’, tanya sebuah suara dibelakangnya, Minho menoleh karena terkejut, seorang wanita berumur 4o an berdiri dibelakangnya, bajunya lusuh, tangannya berbalut sarung tangan, dan ia membawa keranjang besar yang ia taruh di tanah. Wanita itu masih menatap Minho dengan bingung.

“Apa benar anda nyonya Lee?”, tanyanya, “Nyonya…Lee Minah?”, tanya Minho lagi, wanita itu terkejut dan hanya mengangguk bingung, Minho tersenyum, dan menjulurkan tangannya.

“Perkenalkan , saya Choi Minho … saya dari Seoul , dan ingin bertemu dengan keluarga anda..”, katanya,

Wanita itu tampak masih bingung, “Siapa kau?’, sebuah suara bass dan dingin menyapa Minho, wajah pria yang sekitar berumur 60an berdiri didepannya, tatapan matanya tajam, dan fisiknya besar, jika diperhatikan memang mirip dengan Taesun.. ya Taesun…

“Siapa kau?’, tanya nya lagi ketus, ketika pria itu ingin mendekat wanita itu menahannya, membisikan sesuatu dan kemudian pria itu terdiam “Kau dari Seoul? kau Choi Minho?”, tanyanya, Minho tersenyum dan mengangguk,

“Annyeong haseyo ahjussi … saya Minho … saya kesini..”

“Masuklah, itu juga kalau kau mau masuk kedalam gubuk kami..”, kata nya dan masuk begitu saja kedalam rumah, wanita itu diam saja ditempatnya dan tersenyum getir pada Minho.

“Ayo nak..silahkan..”, kata wanita itu, Minho mengangguk dan tersenyum.

Ketika Minho masuk kedalam rumahnya, ia mencium bau yang kurang sedap, entah apa? mungkin sedikit apek dan pengap,ia melihat kesekeliling, rumah yang benar sederhana, bahkan tidak ada sofa atau apapun, hanya ruangan yang hanya terdapat meja yang biasa digunakan makan, dan jadi satu dengan dapur, kemudian ada tangga kecil disudut ruangan menuju ke lantai atas, dan ruangan lain yang dibatasi dengan pintu geser, dan entah apa…kemudian barang-barang yang tidak tahu tergantung dimana-mana.

“Silahkan minum nak..”, kata Wanita itu ketika Minho sudah duduk di sisi meja. Minho tersenyum.

“Gamsahabnida ahjumma …”, katanya membungkuk.

“Apa yang membawa mu kesini?’, tanya sebuah suara dari atas dan turun kemudian duduk di depan Minho, istirnya itu duduk disebelahanya menatap Minho lagi.

“Aku… datang kesini ingin memberikan kabar bahwa–“

“Bahwa kau menikah dengan anak kami Lee Taemin kan? kau sadar tidak? kau itu siapa? kau itu dokter terkenal, kenapa dokter sepintar kau bisa menikahi seorang namja? namja! kau bisa mendapatkan wanita manapun yang cantik , kaya, dan juga dapat mengurusmu dengan baik, kenapa harus namja? kau ini sudah gila atau kelainan?”, tanya Tuan Lee. Minho terdiam,

“Sudahlah..”, cegah suaminya.

“Kami ini orang miskin, tidak punya apapun, kau mau menghina kami dengan kau datang kesini? sekarang kau sudah tahu kan asalnya anak kami dari mana, kau pasti ingin meninggalkanyakan, cepat kembali kan saja dia pada kami, kau bisa cari yang lain kan?”, bantahnya lagi.

“Lagian apa untungnya kau punya istri..suami..atau apalah kau sebut hubungan kalian seperti dia itu, dia itu bodoh, bahkan sekolahnya saja tidak lulus, dia itu sama seperti kakaknya Taesun, tukang tipu, pembuat onar, dan tidak pernah bisa membantu orang tua, kalau kau sudah selesai bermain-main dengannya kembalikan pada kami.”

Minho hanya diam mendengarkan, ia melirik ke arah wanita itu, ia sekarang berdiri dan kedapur, ia dapat melihat wanita itu menangis.
“Kau tahu, kau hanya dimanfaatkan saja olehnya, dia itu bajingan, sama seperti kakanya, aku saja hampir gila kenapa aku bisa mengasuhnya? kalau tahu begini, aku tidak akan pernah bawa anak itu kerumahku!”, bentaknya, Minho menarik nafas.

Ia melihat pria itu sudah mulai lelah marah-marah, ia melirik ke wanita itu, dia masih menangis dalam diam didapur.
“Kau…lebih baik kau pulang… kembali ke tempat seharusnya kau berada..”, kata pria itu.

Minho menarik nafas dan mengeluarkan map coklat ke atas meja.

“Apa ini?”, tanyanya sinis.

“Ini adalah berkas tentang Lee Taemin, aku Choi Minho, memang menikahinya, aku melakukan pernikahan ini karena aku yang ingin dia berpura-pura jadi pedamping hidupku agar aku tidak dijodohkan, aku terkejut dengan semua ini, namun aku kesini bukan untuk menghina keluargamu atau dia..bukan untuk mengembalikkanya padamu juga ..”, katanya

“Lalu, apa mau mu?”,

“Aku… aku hanya ingin memberitahukan mu beberapa hal ahjussi..”, katanya tenang.

“Pertama, Taemin …dia…pergi dariku..”, kemudian Minho mulai bercerita, wajah pria itu mendengarkannya dengan terkejut.

“Dia tidak pernah berkata buruk tentang kalian, dia bangga pada kalian … maka dari itu aku mulai mencintainya, aku melihat setiap sisi berbeda darinya, sisi yang penyayang, periang, dan perhatian, aku selalu berpikir, seperti apakah keluarganya yang mendidiknya sehingga ia bisa mempunyai sifat yang membuat ku jatuh cinta itu..”,

“Maaf Ahjussi, aku tidak bermaksud menyindir tindakan anda padaku, aku tahu anda hanya kecewa dengan anak-anak anda, tidak ada orang tua yang benci pada anaknya sendiri hingga tidak mau mengakuinya kan?”, tanya Minho , pria itu hanya menunduk.

“Mereka…mereka itu membuat beban ku tambah berat saja, mereka tidak mengerti aku banting tulang untuk besarkan mereka, tapi mereka tidak tahu bahwa aku melakukan ini hanya demi kebaikan mereka.”, ujar pria itu.

Minho tersenyum, “Aku yakin mereka tahu ahjussi … hanya saja, mungkin tindakan andalah yang membuat mereka berpikir anda tidak adil dalam memperlakukan mereka. Maaf jika anda berpikir aku menggurui anda, tapi itu kenyataannya.”, kata Minho.

“Dan…ada lagi…yang memang membawa ku kesini … dan aku turut berduak karena ini..”, kata Minho pelan.

Keluarga Lee langsung menatap Minho heran, mereka terkejut, berduka..jangan katakan?
“J-jangan anda bilang anak kami…”,

Minho menarik nafas, ia keluarkan map yang lain, “Maaf Tuan.. kami tidak tahu ini akan terjadi, aku mendapatkan infonya dari anak buahku …”, kata Minho.

“A-apa?’, tanya nya.

“Anak anda…Taesun …dia..ditemukan meninggal di gang sempit di perkotaan Seoul karena perkelahian antar geng, dan…kami menemukan mayatnya di sungai han kemarin lusa.”, kata Minho getir, “Dan..kami menemukan ini semua di kamarnya, losmen dimana dia sering tinggal selama ini…’, kata Minho.

Ia tidak suka menyampaikan kabar orang meninggal, itu sangat menyakitkan, itu juga hal yang paling buruk selama ia menjadi dokter jika ia harus mengatakan bahwa ia gagal menyelamatkan seseorang dalam operasi.

.

.

“Tuan…sekarang kita mau kemana?”, tanya supirnya, Minho melihat ke arah luar jendela mobilnya,

“Aku mau ke RS… aku ingin bertemu Yoogeun, tapi sebelumnya antarkan aku ketoko mainan dulu dan ice cream boot.”, kata Minho.

Minho masih ingat ekspresi sedih dari keluarga Lee barusan, apa jadinya jika Taemin juga tahu kabar ini, semua urusan jenazah dan pemakaman ia urus. Ia ingat lagi kata-kata yang dikatakan umma Taemin tadi.

“Aku mohon nak…jaga anak ku Taemin baik-baik, kami tidak akan meminta apapun padamu, aku hanya ingin dia bahagia, aku mohon bahagiakan dia nak..”,

Minho menarik nafasnya, ia pejamkan matanya kuat-kuat. bagaimana ia bisa menjaganya? jika ia pergi meninggalkannya?

.

.

“Jino ah~ kau tidak mau? kau yakin? biar aku yang teraktir kali ini…”, kata namja manis disebelahnya.

“Anio..kajja Taeminn ah~ aku sudah ada janji…”, kata Jino menarik tangan Taemin keluar,

“Jakkaman…pangeranmu itu juga tidak akan pergi kok darimu, kan dia yang mengejarmu… kau yakin tidak mau? aku belikan banana split deh..”, kata Taemin menunjuk menu dicounter es krim itu, Jino menggeleng dan menarik tangan Taemin lagi, Taemin terkekeh sambil menerima es krim ditangannya dan membayarnya,

“Palli ah~ Jjongie ku akan menunggu..”kata Jino.

“Pfh, namanya jelek sekali, jjongie? tidak ada nama lain? hahaha..”, ledek Taemin.

“Aish, cerewet…cepat…”, kata Jino berlari kemobilnya, Taemin terkekeh keluar dari boot es krim,

.

“Tunggu sebentar  … aku tidak akan lama..”, perintah Minho pada butlernya dan keluar dari dalam mobilnya.

“Taemin ah~ awas eskrimnya ceceran di jok!”,

Minho menoleh mendengar teriakan itu, Taemin? nama itu, namun ia tidak tahu siapa yang menyebut nama itu, dan tidak tahu apa kupingnya yang salah. Karena ia mendengarnya lalu saja seiring mobil yang melewainya. Ia mengangkat bahunya dan berjalan masuk kedalam es krim boot.

.

.

“Annyeong Yoogeuniie… lihat apa yang aku bawa untukmu..”, kata Minho memberikan bungkusan paper bag pada Yoogeun.

“Waaah~ gomawoo… kau juga bawa eskrim untukku appa?’, tanya Yoogeun, Minho tersenyum dan menggendongnya, ia mencium pipi Yoogeun.

“Neh…asal kau jadi anak baik terus, mau minum obat dan istirahat serta makan teratur , apa yang kau mau, aku akan belikan untukmu.”, katanya, Yoogeun tersenyum dan memeluk Minho.

“Gomawo… lalu kapan kau akan membawa Taeminnie umma kesini? aku rindu padanya, apa dia masih sibuk?”, tanya Yoogeun polos, Minho hanya tersenyum.

“Neh, nanti akan ketemu kalau urusan nya sudah selesai, tapi sekarang..kau main dengan ku dulu..”, kata Minho mengelitik pinggang Yoogeun.

.

“Mau sampai kapan kau bohong padanya?”, tanya Jonghyun ketika Minho keluar dari kamar Yoogeun.

“Entahlah…nanti pasti kuberitahu..”, katanya.

“Kau benar mau menyerah menemukannya…?”, tanyanya lagi.

“Aku pergi dulu..’, hanya itu yang dijawab Minho.

“Jangan sampai kau menyesal, aku tidak mau kau menjadi seperti ku, masih bagus aku dipertemukan lagi dengan Jino, kalau kau tidak bagaiamana? aku hanya khawatir, kau terlihat buruk semenjak tidak diurus olehnya.”, kata Jjong tertawa dan berlalu.

Minho melihat pantulan dirinya di cermin, “Apa iya?”, tanyanya.
Ia melihat rambutnya yang gondrong, lingkaran mata yang agak hitam karena harus lembur tiap malam dan tidak cukup makan serta istirahat, bahkan bajunya saja sedikit kusut karena ia harus menstrikanya sendirian, ia terlalu malas membawanya ke laudry. Dan jasnya, jas kerjanya ada yang sobek , hasilnya ia menjaitnya sendiri dan hasilnya tidak becus. Ia mengusap kepalanya.
“Punya istri memang lebih baik …”, gumamnya.

.

.

>2 months later<

“Yoboseyo Umma…neh, aku sedang di sekolah Yoogeun, neh..menjemputnya, apa? sekarang? baiklah baiklah…oke annyeongg~”, kata Minho kemudian menutup telponnya.

“APPPAAAAA~~!!”, teriak sebuah suara nyaring, Minho menoleh, ia membuka kacamata hitamnya dan melihat seorang anak dengan rambut jamur lari menghampirinya, rambutnya bergoyang dengan sangat imut kemana-mana. Minho membuka tangannya dan langsung menyambutnya dipelukannya.

“Aigoooo~ Yoogeunnie… bogoshippo…”, kata Minho mencium bibir anaknya itu, yeah..anaknya, setelah melalui beberapa proses, maka Minho berhasil membuat Yoogeun jadi anaknya, ia mengurus semua surat pengangkatan anak dan segala halnya, sampai ia menjadi ayah atas anak itu.

“Appa…aku mau eskrim,please…”, bujuk Yooegun, Minho tersenyum dan menurunkannya di jok penumpang, memasangkan sabuk pengaman dan mengusap kepalanya.

“Oke jagoan… kita ke toko eskrim, kau makanlah yang banyak, setelah itu kita pergi ke rumah Heechul halmeoni arra?’, tanyanya, Yooegun cemberut.
“Kenapa kita harus kesana appa?’, tanya Yoogeun.

“Oh kau harus jagoan .. dia merindukanmu? kau tidak merindukannya?”, tanya Minho , Yoogeun cemberut,

“Tidak kalau kau disuruh berpakaian seperti anak perempuan appa…”, rengeknya.

“WHAT?”,teriak Minho kaget. Yoogeun mengangguk, Minho berdecak.

“Aish, Umma…si nenek tua itu benar-benar, sudah tenang saja, nanti appa yang katakan pada Halmoeni untuk berhenti memperlakukan itu, tapi sekarang, kita lets go to the ice cream boot!”, Minho menyalakan mesinya dengan semangat.

“Appa… you weird!”, celetuk Yoogeun, Minho terkejut, ia terkekeh dan menggaruk kepalanya.

“Oh..ahaha… sorry~~”

.

.

Minho turun dari mobil dan menggandeng tangan Yoogeun saat mereka keluar bersamaan, Yoogeun tidak hentinya menggumam, banana ice cream untuk dimakan, Minho hanya tersenyum dan membuka pintu toko.
“Annyeong haseyoo~”, sapa pelayan dengan ramah, Minho mengangguk dan membawa Yoogeun duduk di pojok ruangan dekat jendela, ia menunggu pelayan menghampiri mereka dan memesan secangkir banana split with chocolate and rusberry.

“Makan yang banyak yah? appa mau ketoilet sebentar, kau jangan kemana-mana ..”, kata Minho, Yoogeun mengangguk dan menyuap eskrim nya dengan sendokan penuh. Kakinya bergoyang maju mundur sambil tangannya menyuap dan kepalanya bergoyag kesenangan, ia sesekali lihat ke trotoar yang penuh dengan orang berjalan.

Namun tiba-tiba ia jatuhkan sendoknya dan ia menempel dikaca, ia belalakan matanya lebar-lebar menatap sosok yang ia kenal di luar sana.

“U-umma…Taeminnie umma?”, ia berdiri, ia menatap sosok namja dengan jas biru dongker, berambut blonde pendek, dan menyanggah tas ransel coklat di pundaknya.
“Umma!”, teriaknya dari dalam, namun tentu sosok itu tidak dengar ,karena sosok itu berada diseberang jalan sambil memainkan handphonenya.
“Umma…”, teriaknya lagi sambil mengetuk-ngetuk jendela, karena merasa tidak berguna, ia keluar dari sana, dan menuju pintu keluar, ia lupa pesan Minho, ia hanya ingin bertemu dengan namja yang selama ini ia sayang, walau hanya sebentar, namun itu berkesan untuknya.

“Ummmaaaaa~~”, teriaknya , semua orang melihat ke arahnya, merasa bingung siapa yang dipanggil.

“Ummmaaa~ini Yoogeun…ummaaa…”, teriaknya lagi menangis.
“Umma—lepaskann..lepaskan…aku mau ke Umma…”, berontak Yoogeun ketika seorang pelayan menahannya.

“Jangan dik, nanti kamu tertabrak mobil…mana ummamu? kau bersama appa mu kan? ayo masuk..bahaya disini…”, cegahnya, Yoogeun tidak mau, di terus berusaha menendang dan berontak, air matanya mengalir, namun ia terkejut ketika sebuah bis berhenti didepan sosok yang ia anggap ‘umma’nya itu.

“Taeminnie ummmmaaaaaaaa~~~”, teriaknya menangis.

“YOOGEUN!!”, Minho datang dan meraih Yoogeun kepelukannya. Yoogeun memeluk appanya dengan erat dan menunjuk bis yang membawa pergi sosok itu.

“A-appa ..i-i-itu umma appa…aku l-l-liat ummaaa…umma pergi ke sana…dengan…b–bis itu appa…kejar…”, Yoogeun terisak dan memeluk Minho, Minho menatap bis itu nanar dan menepuk punggung Yoogeun dengan tenang.

“Sssht… umma mu sedang pergi…mana mungkin dia ada disini…ya kan? sudah sudah…”, kata Minho pelan, ia tidak bisa lagi berbohong pada Yoogeun, dia sudah besar dan tahu kenapa Taemin pergi dan tidak juga kembali hampir 3 bulan lamanya. Yoogeun terus menangis, Minho disatu sisi merasa galau, apa yang harus ia lakukan?

.

.

“Umma sudah tidurkan dia di kamar… kau mau pulang atau kembali kekantor? menginaplah disini …”, tanya Heechul, Minho menarik nafas dan merebahkan kepalanya di sofa. Heechul yang melihat perubahan sikap anaknya jadi curiga. Ia duduk disamping Minho dan mengelus kepala anaknya.

“Mworago? ada masalah dikantor?”, tanyanya, Minho menggeleng.

“Lalu?’, tanya nya lagi,

Minho menegakan tubuhnya, ia mengigit bibirnya. “Umma… Yoogeun tadi saat kita makan es krim dia mengatakan bahwa ia melihat Taemin diseberang jalan dan ia berusaha untuk mengejarnya.”, kata Minho. Heechul terkejut.

“Kau yakin?”,

“Aku juga tidak tahu Umma, saat itu aku dikamar mandi, ketika ku kembali, dia sudah diluar dan berteriak nama Taemin.”, Minho memijat keningnya. “Apa yang harus kukatakan pada Yoogeun? dan… apa yang harus kuperbuat Umma?”, tanya Minho membenamkan wajahnya di tangannya.

Heechul menarik nafas, “Minho ah~ … umma ingin tanya sekali ini saja…apa..kau masih mencintai Taemin? setidaknya masih memikirkannya?”, tanya Heechul.

Minho terdiam, ia bertanya pada dirinya sendiri, akhirnya ia mengangguk
“Neh Umma … jeongmal saranghae …”, katanya, Heechul tersenyum.

“Go get him son…”, katanya, Minho berdecak dan menerawang.

“How umma? dia yang pergi dari ku, dia yang tidak membiarkanku masuk kedalam kehidupannya umma… jika aku mencari, aku harus cari kemana?”, tanya Minho. Heechul tersenyum.

“Apa kau sudah berupaya keras?”,

“…”

“Kalau kau belum berupaya sangat keras dan kau benar-benar belum merasa lelah, jangan hentikan Minho ah~ , setidaknya, jangan katakan bahwa kau benar-benar mencintainya, jika selama 3 bulan ini kau bahkan tidak lakukan usaha apapun untuk mencarinya, ya kan?”, tanyanya lagi.

Kali ini Minho menelan pahitnya kenyataan itu, benar apa kata ummanya, ia tidak pernah benar-benar berada dalam posisi untuk lebih berusaha dan terus mengejar Taemin jika ia menginginkannya kembali ..Minho tersenyum, ia bangkit dan memeluk Heechul.

“Gomawo Umma.. your the best mom ever!”, Minho tersenyum, Heechul menepuk-nepuk punggung Minho. Ia menarik nafas, kenapa sulit sekali meyakinkan anaknya ini, benar keras kepala, selama 3 bulan, baru hari ini sadari perasaannya? wth…

.

.

Drrt drrrt drrrt drrrt

Minho mengerang dan membuka matanya, ia melihat ke layar ponsel yang berkedip di meja kerjanya, ia menguap dan mengusap mata kantuknya, lagi-lagi dia ketiduran di ruang kerjanya, ia lihat jam dinding, pukul 10 malam..siapa yang telpon?

“Yoboseyo…”, sapa Minho malas.

“YAH KODOK! PALLI AAAH~~~ KAMI SUDAH MENUNGGU MU SELAMA 1 JAM, GARA-GAR KAU KAMI TIDAK MULAI PESTANYA!!!”, teriak sebuah suara nyaring dari balik sana, ia mengerang, siapa lagi kalau bukan si Key yang mungkin waktu hamil ibunya ngidam menelan sirine kereta.

“YAH! IM NOT DEAF! DONT YELLED AT ME!”, teriak Minho lagi,

Key hanya berdecak dan mengerang, “Kau ikut tidak? kami sudah diclub biasa, kami diruang VIP, kau kesini sekarang, Jino dna Jonghyun juga sudah datang…palli …”, katanya, Minho berusaha mencerna kata-kata Key, club? sekarang?

“Kenapa kau harus kesana?”, tanya Minho, Key mengerang lagi.

“Ya haruslah, aku dan Onew Hyung kan mau menikah dan pindah setelah ini, makanya, ini adalah pesta perpisahan…sudah cpeat, kamu tunggu!

“Yah Key—” PIPPPP~

Minho menatap telponnya dengan heran, aish that diva… heran, kenapa Onew mau menikah dengannya? ia tidak bisa bayangkan bagaimana rumah tangganya jika dikuasi oleh orang sepertinya?

.

.

“Yo…Minho ah~~ kau sudah datang…”, seru Jonghyun, Minho hanya tersenyum hambar dan duduk di sofa terdekat, ia perhatikan Onew dan Key sedang bernyanyi, aish…berisik sekali dua orang itu.

“Oh, kau belum ku perkenalkan secara resmi ya? perkenalkan ini Jino, dia pacarku…”, kata Jjong, Minho tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Hai, Choi Minho …senang berkenalan denganmu..”

“Choi Minho?”, ulang Jino, Minho mengangguk heran melihat eskpresi Jino yang terkejut, “Oh maaf, namamu familiar…aku Cho Jino..”

“Baby…of course dia familiar, dia kan dokter terkenal itu…”, kata Jjong meledek, Minho berdecak, Jino hanya terkekeh.

“Hai Minho…mana Yoogeun?’, tanya Onew. Minho berdecak.

“Aku tidak mungkin membawanya kesini dan menghadiri pasangan aneh seperti kalian.”, ledek Minho. Onew hanya mengangkat bahunya.

“Kemana Yoogeun?”, tanya Jjong.

“Dia di rumah Umma ku …”

Jjong mengangguk, “Siapa Yoogeun?’, tanya Jino, Jjong menoleh, “Pacarnya…”

“Anakku!”, koreksi Minho.

Jino menatap bingung kedua nya, “Anaknya sayang…’, kata Jjong akhirnya, Jino hanya mengangguk.

“Lalu kenapa kau tidak membawa istrimu Minho hyung?”, tanya Jino, Minho terdiam dan menoleh sambil tersenyum.

“Aku belum punya istri …maksudku.ya begitulah…Yoogeun anak angkat ku, dia itu dulu pasien pacarmu si Dino ini…”, katanya, Jino melihat ke arah Jjong.

“Neh, dia yatim piatu dan tidak punya sanak famili, jadi Minho yang mengangkatnya jadi anak..”,

Jino melihat Minho takjub, “Waw, you such a nice man..”, pujinya.

“Am i not?” tanya Jjong cemberut , Jino berdecak dan memeluk lehernya, “Yes of course babe…”, kemudian mereka berciuman, Minho mengerang, ketika ia putar kepalanya, Onkey couple itu melakukan hal yang sama. Minho berdiri.

“Kau mau kemana?”,tanya Onew melepas ciumannya ketika melihat Minho hendak kepintu keluar.

“Cari angin, setidaknya aku tidak jadi nyamuk disini menonton adegan mesum.”, ia menyengir sinis dan kelaur dari sana.

“Haisssh…Jinjja yoo~ kenapa hanya aku saja? sial sekali…”, gumam Minho menyalakan rokoknya, bahkan ia sekarang merokok, entah sejak kapan..ia lupa.

“Yah! kau tidak bisa begitu … jadwal ku juga padat, pokoknya aku tidak mau tukar shift!”, teriak seorang pelayan didepannya, Minho bersandar ditembok dan tidak perduli.

“Ayolah Taemin …”

Minho terbelalak, ia menjatuhkan puntung rokok yang baru ia bakar dan dengan takut-takut ia menolehkan kepalanya, ia menelan ludah, entah pendengarannya yang salah atau apa? ia berdiri terpaku melihat sosok yang jauh didepannya, sosok berambut blonde sedikit ikal dengan pakaian pelayan, ia berjalan mendekat , nafanya tercekat … sosok itu bagaikan flashbacknya, dan sosok itu bergerak seakan slowmotion didepannya,

Sosok itu berjalan kesetiap ujung meja club namun tidak menoleh kebelekang, Minho hany berusaha melihatnya dari lighting yang remang-remang, hanya dari lampu disko dan beberapa dari lampu sorot. Namun ia berusaha meyakinkan penglihatannya itu supaya yakin tentang sosok didepannya.

Sosok itu melambai pada yang lain dan kemudian berjalan ke luar pintu darurat, Minho perlahan mengikutinya, entah feeling atau rasa penasarannya yang besar ia berjalan perlahan seiring sosok itu keluar, ia tidak sadar telah menabrak banyak orang dari tadi. Ia terus berjalan dilorong yang membawa sosok itu menjauh didepannya, sesekali sosok itu akan berhenti untuk menyapa orang sekitar, dan hal yang sama akan dilakukan Minho jika ia berhenti.

Semakin dekat, mungkin jarak mereka hanya beberapa meter, sampai sosok itu masuk kedalam sebuah ruangan, dan menutupnya. Minho berdiri lama didepan locker room itu, ia tidak yakin apa harus masuk atau tidak.
“Oke aku duluan ya Taemin…aw..”

“M-maaf…’, Minho membungkuk karena tiba-tiba ada orang yang keluar dari dalam sana dan menabraknya.

“N-neh…kau cari siapa?”, tanya nya, Minho menggeleng.

“Oh ani…aku hanya sengaja tidak lewat.”, katanya, orang itu hanya menjawab dan pergi, namun ketika pintu itu akan tertutup Minho membukanya perlahan. Dengan jantung berdegup cepat ia tatap sosok yang jaraknya pun tinggal satu meter dengannya. Sosok itu sedang membuka baju kemejanya dan menyisakan kaos putih tipisnya.

BLAM
“Oh..kau balik lag–“

.

.

.

.

.

.

.

“M-minho …”, sosok itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

TBC~
SORRY IF THERES MANY WRONG TYPO, I HOPE YOU UNDERSTAND WHT IM GOING TO WRITE!

Yeah… 1 left last chapter … hmm… who wants epilog? comments what do you wnt oke!

Maaf yang memotongnya begitu saja, buat SITA …NC mu akan ada kok, so…be patient, aku ingin bermain -main sedikit dulu..kekekek~

Oke, comments wht do ya think!

Hope you likey guys

ILYSM

COMMENTS ARE LOVE AND LIKE THIS IF YA LIKEY!

See ya annyeong❤

182 thoughts on “[2min] Dearest part 8 of ?

  1. 2min ketemu lg ??? Huaaaa minho skrng badboy suka ngrokok gegra gk ada taem -.- wah ayo cpt bwa taem blik kepelukan mu ho, jadikan keluarga kecil bahagia bersama yeongun jg😀

  2. twomin ketemu lagi ><
    emin kembali ke minho lagi trus jd keluarga bahagia dh brsama yoogeunnie~

  3. author nulis ini pasti lg semangat bangt dahhhh….. coz ada kata2yng kurang tpat ” tidak ada kereta
    menuju gwangjing-gu atau
    daejeon-gu pukul itu” teus ada yng kbalik ” hanya sengaja tidak
    lewat.” g papa c namanya ge manusia…. cuman biar reader g bingung akn lbh baik d koreksi seblm post… +.+

  4. why?! apa yg mmbwtmu menghidar, eum?! mrs tdk pantas utk dcintai?! oh come on Tae, kau tdk tw sburuk ap abang Ming tnpmu

  5. Wew… Jongno couple and onkey couple!!! daebak. I like it.
    Minhooooooo.. Kau benar2 laki2 idaman eoh.. Akhirnya ketemu !! Yeeeyyyyy

  6. Taemin kenapa harus pergi disaat minho udah mulau serius?
    Minho jadi ga keurus kan tuh?
    Yoogeun jadi anak minho? Huaa nyesek pas yoogeun ketemu taemiinn
    Kenapa minho ngerokok? Stres mikirin taemin eoh?
    Taemin ketemu minhooo? Huuaaaa senengnya

  7. Minho jangan menyerah dong untuk cari Taemin.
    Kasihan Taemin.
    Ternyata Minho angkat Yoogeun jadi anak ya.
    Itu Taemin ya yg kerja duclub?
    Taemin temannya Jino kan?

  8. Yeaaaaah akhirnya ketemuuuuuu
    Minho sama jjong emang senasib ya? Sama2 ktemu orang yg dicintai di club! Ckckck
    Ah next part pake pw nih, aku minta pwnya yaaaa *brb sms*

  9. yeeeaaayy akhirnya ketemu…
    duh 2min dari awal udah bkin gemes…
    tae sih lebih milih menghindar dri minho,,,
    yeogun bakalan punya umma lagi sekarang…

  10. Ternyata taemin bnyak pngaruh ye buat minho ckck :3

    finally, 2min bertemu lgi😀 kira2 reaksi mereka kek gmana ya? Minho nnti bkal dingin lgi atau enggak ya stelah ditinggal taemin. Next!

  11. Thorrr….ff nya bagusss :3 btw telattt buuaanggeettttssss yaaahhh :p
    Thor..minta pass nya part 9 dumss :3

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s