[SHINee] STALKER Chap 1 of ?


Annyeooooong ^^ hari ini aku bawa ff action kkekeke ini bukan buatan aku, ini punyanya nee chanku Aya Haruka. Aku cuman edit2 namanya jadi tokoh Yaoi, dan ini sudah dengan izin penulis aslinya. Hehehe aku suka banget sm fanfic ini makanya aku adapt😄 yah hereee~!

[SHINee] STALKER Chap 1 of ?

Original story by : Aya Haruka

.

.

Malam dingin mencekam dengan hujan yang sangat deras menerpa kulit  Key  yang berlari dengan cepat sambil sesekali menengok ke belakang.  Dengan tubuh basah kuyub karena di guyur hujan, ia terus saja berlari dari pria itu.  Pria itu masih berlari mengejarnya sambil mengacungkan pisau perak tinggi-tinggi untuk menikamnya.  Key makin ketakutan. Ia mempercepat larinya untuk menyelamatkan diri.

“TOLOOOOOONG!  SESEORANG, TOLONG AKUUUUUUUU!” teriakannya yang cukup keras di rasa sia-sia di tengah hujan deras dan petir yang menggelegar setiap dua menit sekali.

Ia terus saja berlari, berharap pria itu akan lelah mengejarnya dan menyerah.  Ketika dirasakannya pria itu tidak mengikutinya lagi, ia berhenti.  Berhenti di atas jembatan Sungai Han *emang ada ya?*.  Air sungai yang terlihat hitam legam di malam yang dingin ini.  Key mencoba menstabilkan nafasnya.  Dirasakannya perut di sebelah kirinya sakit karena habis berlari.

“Akhirnya, ketemu juga.”  Suara berat seorang pria membuat tubuh Key membeku. Ia berbalik, menatap Pria yang daritadi mengejarnya tanpa ampun.  “Ayo bermain denganku, manis!”  katanya dengan suara lembut namun berbahaya.  Key menggeleng ketakutan.  Air mata dan air hujan kini bersatu di wajahnya yang sudah memucat.

“Kumohon, jangan!”  pinta Key.  Tak ada cara lain selain memohon untuk meluluhkan orang yang ingin membunuhnya itu. Pria itu mendekatinya dan mendekatkan pisau perak itu ke wajah pucat Key dan mencekiknya secara perlahan-lahan.  Key berdo’a agar waktu berhenti berputar, namun apa daya?  Tuhan hanya menyaksikannya saja dan memutuskan takdir seseorang.

Orang itu menggores leher Key dengan pisaunya dan menjilat darah yang ada di pisau, Key sama sekali tidak dapat melihat wajah pria itu karena keadaan yang tidak mendukung.  Key menarik nafas dan memutuskan takdirnya sendiri.  Ia menendang perut pria itu dengan kesadaran yang luar biasa pulih.  Ia lalu melompat ke Sungai Han untuk memutuskan takdirnya sendiri. Ya, takdirnya untuk mati.

.

.

Sebuah sinar putih telah membangunkan Key dari tidur panjangnya.  Ia berharap Tuhan mau mengerti keadaannya saat itu.  Ia bertanya-tanya dalam hati apakah ia masih diampuni atas tindakannya?  Ia merasakan sakit dikepalanya yang membuat ia bertanya-tanya.  Apakah setelah mati, kita masih merasakan sakit?  Dan ia pun kini merasakan sakit di seluruh tubuhnya.

“Key, kamu sudah sadar?  Syukurlah.”  Suara seorang namja yang lembut menyambut kesadaran Key.  Key menatapnya dengan bingung. Jaejoong hyung ?  Dokter Seoul Hospital sekaligus temannya itu menatapnya dengan haru.  ‘Apakah Jae hyung  pun sudah meninggal?’ Itulah pikirannya saat ini.

“hyung?  Kenapa kamu ada di sini?” tanyanya.  Jaejoong tercengang.

“Lha?  Aku kan dokter di sini.  Sudah sepantasnya aku bertugas di sini.” Jawabnya.

“Lalu, aku di mana?” tanyanya lagi.

“Kamu kan lagi di rumah sakit Key.”

“Tapi, kenapa aku bisa ada di sini?  Apa yang terjadi?” tanyanya.

“Jadi kamu sama sekali nggak ingat?”  tanya Jaejoong.  Key menggeleng pelan.  Jaejoong menghela nafas. “Kamu di temukan terapung di Sunghai Han oleh warga.  Sebetulnya ada apa?”

Key mencoba mengingat-ngingat kejadian yang membuat dirinya berada di tempat ini.  Ia teringat pria itu.  Ya, pria yang telah melukai dan mencekiknya.  Tanpa sadar Key meraba lehernya yang memar dan tergores pisau perak itu.

“Di lehermu ada luka goresan dan memar, siapa yang melakukan itu padamu?” tanya Jaejoong cemas.  Key masih terdiam sambil menatap kosong ke depan.

“boo?” seorang dokter lagi membuka pintu dan menhampiri Jaejoong.  “Annyeonghasseo, Key-ssi.” Sapanya.

Key hanya tersenyum.  Ia tidak sanggup untuk membalas salam pria itu.  “Yun, ada apa?”

“Sekarang sudah siang.” Jawab Yunho sambil menunjukkan jam tangannya.  Jaejoong mengangguk mengerti.

“Key, kau beristirahatlah, jika ada sesuatu jangan segan-segan untuk memanggilku.” Katanya.  “Dan oh ya, aku lupa.  Petugas dari kepolisian ingin berbicara denganmu.  Kau beristirahatlah dahulu.”

“Terima kasih.”  Jawabnya.  Dan kedua dokter itu pun pergi meninggalkan Key yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

.

.

Seorang pria berjalan dengan cepat menuju sebuah ruangan pengasingan yang sangat khusus di rumah sakit itu.  Ia balas mengangguk pada beberapa perawat yang sudah dikenalnya selama lima tahun ini.  Ia seperti biasa menuju sebuah ruangan yang sudah tidak asing lagi untuknya.

Ia membuka pintu dan melihat  seorang dokter  yang  duduk di sebuah kursi sambil menatap seorang namja yang sedang asyik menggambar dengan crayon merah, rambutnya yang panjang menutupi wajah pucatnya.  Dokter itu mengalihkan pandangannya pada pria itu, lalu tersenyum. “Ah, Detektif Lee, apa kabarmu?”  katanya sambil bercanda.

“YA, kau ini…. Menyindirku saja.”  Dokter itu tertawa keras, sedangkan namja yang sedang asyik menggambar itu sama sekali tidak terganggu dengan tawa kerasnya.  Dokter itu mengalihkan pandangannya pada namja itu, begitu pun pria yang baru datang itu.  “Bagaimana?” tanya pria itu mengedikkan kepala pada namja itu.

“Dia baik-baik saja, setahun ini dia sudah tidak mengamuk lagi.  Kau tenang saja Jinki-ah.” Katanya sambil tersenyum.  Pria bernama Jinki itu mengangguk, lalu menatap namja itu.  “Jino, sudah selesai? Coba kulihat gambarmu.” Katanya lembut mencoba menarik kertas yang digambari namja itu.  Namun namja  yang bernama Jino itu masih menggores crayon merahnya dengan asal.

“Jino, berikan kertas itu pada Dokter Hangeng!” perintah Jinki.  Namun Jino  makin mempertegas goresan crayon pada gambarnya.  Hangeng menyuruh Jinki untuk diam.

“Jino, ayo kami ingin melihat gambarmu.” Kata Hangeng lembut.  Jino bangkit dari duduknya memukul meja dengan tangannya dan menyingkirkan semua kertas yang ada di atas meja dengan bersih.  Ia mendorong Jinki dengan keras dan berlari ke luar.  Hangeng dan Jinki yang baru sadar dengan apa yang terjadi berlari mengejarnya.

Jino terus berlari untuk menghindari kedua pria itu.  Ia beberapa kali menabrak para perawat yang hilir mudik tanpa merasa bersalah.  Dibelakangnya Hangeng dan Jinki berteriak-teriak.  Ya, berteriak untuk memerintahkan mereka menangkap Jino.  Pasien rumah sakit jiwa yang sebentar lagi akan bebas.  Pikir namja itu senang.

Jino pun tidak sengaja menabrak perawat yang selalu merawatnya itu.  Heechul yang baru datang kaget melihat Jino berlari menabraknya tanpa meminta maaf.  “Jino?  CHO JINO?” panggil Heechul.

“CHULLIEE, TANGKAP DIA……” teriak Hangeng dan Jinki kompak.  Heechul bergegas menyingsingkan lengan bajunya dan berlari mengejar Jino.

“Duh, larinya cepat juga.” Katanya masih menatap punggung Jino yang kini menuju pagar tinggi di taman rumah sakit.  “Baiklah, jika ini maumu.”  Heechul terus saja berlari, hingga ketika ia melihat Junsu_perawat rumah sakit  yang kebetulan berada di taman memainkan bola di kakinya.  “JUNSU, BERIKAN BOLA ITU PADAKU!”  teriaknya.  Junsu pun dengan cepat mengoper bola pada Heechul, dan bak pemain Sepak Bola  profesional Heechul menerima bola dan menendang bola itu tepat mengenai punggung Jino hingga namja itu jatuh terjerembab.  YES!

Heechul bersorak dalam hati lalu berlari menuju namja itu.  Ia membalikkan tubuh namja itu dan menindihnya.  “Cho Jino, sudah berapa kali kau kabur?” tanya Heechul dengan senyum manis mengejeknya.

“13?” jawab Jino dengan tatapan mata kosong.

“14.” Jawab Heechul.  “Dalam setahun kau sudah 14 kali percobaan kabur dan 14 kali kutangkap.”  Katanya.  Hangeng dan Jinki menghampiri mereka dengan beberapa perawat lain.  Hangeng menggeleng tidak percaya, ini sudah ke-14 kalinya Heechul berhasil menangkap gadis itu.  Heechul menyingkir dan membiarkan Hangeng menyuntikkan obat penenang pada Jino.

“Terima kasih Chulie.” Ucap Hangeng.  Heechul hanya tersenyum lalu pergi untuk mengembalikan bola pada Junsu.

“Ternyata, Junsu selalu membawa bola ada untungnya juga.”  Gumam Hankyung sambil mendorong kursi roda yang di duduki Jino yang sudah lemah.  Jinki mengangguk dan mengikuti mereka, namun ponselnya yang berdering nyaring menghentikan langkahnya.

“Yoboseo~”

“hyung!” sapa seorang namja.

“Ah, Taemin?  Ada apa?”

“Bisakah aku meminta bantuan hyung?” tanyanya.

“Bantuan apa?”

“Tentang kasus itu.  Aku diminta Kepala Polisi Shin untuk menyelidikinya.” katanya menggantung.

“Baiklah.  Aku tidak janji, tapi berikan data-datanya padaku. Oke?”

“Arasseo.  Annyeong hyung!”

“De annyeong.” Balasnya.  Jinki meremas ponselnya, ia lalu menekan tuts ponselnya untuk menelepon seseorang menunggu telepon terhubung.  Di nada ketiga orang itu mengangkap ponselnya.

“Ya, Hyung?”

“Kau, lindungi dia. Oke?”

.

.

Taemin yang baru saja akan pergi untuk mengintrogasi seseorang tiba-tiba di panggil untuk menghadap Kepala Polisi  Shin.  Ia membuka pintu ruangan itu.  Didapatinya pria tambun itu duduk di balik mejanya sedang berbicara dengan seorang pria berjas hitam.

“Ah, Taemin.  Duduklah.” Perintahnya.  Taemin duduk di sebelah pria itu dan yang ternyata adalah Minho.  Mata Taemin terbelalak, namun ia kembali fokus ke topik pembicaraan yang di angkat Kepala Polisi Shin yang bernama Lengkap Shin Dong Hee, yang biasa di panggil Shindong oleh teman akrabnya.

“Baiklah, kalian akan bekerja sama dalam kasus ini.  Jadi kau tidak akan bekerja sendiri Taemin.” Kata Shindong tersenyum ramah.

“Apa?”  Taemin mencoba mencerna kata-kata Shindong.

“Minho partner kerjamu sekarang.” Katanya singkat.  Taemin menatap Shindong tidak percaya.

“Tapi, bukankah partnerku adalah Lee Hyukjae?” [partner ngedance inimah LOL XD]

“Maaf, Hyukjae saat ini sudah aku pindahkan ke bagian lain, jadi kau bekerja samalah dengan Minho.”

“Arasseo.” Jawab Taemin dengan enggan.  Ia dan Minho keluar dari ruangan Shindong.  Taemin menghela nafas berat.  Ia melirik pria disebelahnya ini dengan agak sebal.  Ia sering sekali di gosipkan pacaran dengan pria ini karena kebiasaan mereka yang tidak sengaja bertengkar kecil untuk sesuatu yang spele.

Taemin memasukkan tangannya ke dalam saku jaket berwarna krem-nya yang panjang hampir selutut itu.  Minho yang berjalan disebelahnya sama sekali tidak berkata apa-apa..  Ia hanya berjalan dengan jas hitam dan dasi cokelat yang di longgarkan.  Mereka tengah berjalan menuju Rumah Sakit yang tak jauh dari kantor mereka.  ‘Tidak menunjukkan seperti seorang Polisi.’ Begitulah kesan Taemin pertama kali melihatnya.

Minho baru saja menyelipkan sebatang rokok di mulutnya dan menyalakan pemantiknya.  Tangan Taemin dengan cepat menyambar pemantik dan membuang rokok milik Minho lalu menginjaknya dengan ganas.

“Ya!  Itu rokok terakhirku.”  Minho nyaris berteriak padanya.

“Kau ini, kita ini akan bekerja, tidak seharusnya kau merokok di saat-saat seperti ini.” Balas Taemin.

“AISH! Kau ini….  Sudahlah!”  ia berjalan mendahului Taemin, padahal ia ingin sekali memaki-maki namja cantik itu, namun tidak jadi.  Taemin mengikutinya dari belakang dengan cepat mencoba menjejeri langkahnya.  Mereka kembali terdiam.

“Siapa nama Korban?” tanya Minho tiba-tiba.

“Kwon Yuri, meninggal dengan luka cekikan dilehernya dan luka gores di…”

“Bukan yang itu.” sela Minho.  Taemin menatapnya dengan pandangan bertanya.  “Sekarang, yang sedang akan kita kunjungi.”

“Oh, Key Kim atau Kim Kibum.  Dia ditemukan terapung di sungai Han.” Jawabnya.

“Apakah ini kasus bunuh diri konyol karena stress di tinggal sang pacar?” tanya Minho sinis.

“Bukan, menurut keterangan sahabat korban, korban sama sekali tidak memiliki hubungan khusus dengan siapa pun.  Jika menurutmu ada hubungannya dengan stress, aku rasa ada.” Jawabnya lugas. Minho balas menatapnya bertanya.  “Dia stress karena mendapat teror dari orang yang tak di kenal.” Jawabnya.

Mereka pun terdiam.  Mereka tidak menyadari bahwa beberapa  meter dari mereka, seseorang sedang memfokuskan kameranya pada Taemin dan memotretnya secara diam-diam.  Ia menyeringai menatap hasil jepretan kamera digitalnya dan mulai mengikuti mereka lagi.

To be continue….

 .

.

Udaaaah segini dulu 8D ada yang mau lanjutanya? Untuk ini aku janji cepet karna udah sampe tamat😄

Sudahlah se yaaaaa😀

gomawo ^^

Edited by : Rinhyon

34 thoughts on “[SHINee] STALKER Chap 1 of ?

  1. itu siapa yang moto taem diem-diem? terus siapa yang neror key? jangan-jangan jjong?/plak
    taem kamu emang udah jodoh harus sama si kodok
    ayo next partnyadiem? terus siapa yang neror key? jangan-jangan jjong?/plak
    taem kamu emang udah jodoh harus sama si kodok
    ayo next partnya

  2. Wah…
    Lanjut eonni,,, aku ska bgt sma ff ini… Apalagi other castnya HanChul, Yunjae and 2min…

    Next chap nya jangan lama-lama ya..!?!

    Hwaiting

  3. huh… PENASARAN….
    sapa yg neror key y?
    Knp jga key dtror?
    Jino a kog stres?
    Hehe
    bayangin muka bg jinki jd detektif , tampan nian kayak a…
    2min benci jd cinta..

  4. itu 2min kenapa judes”an gitu????
    onkey belon ketemu ye?
    hebat bgt keyem kagag koid abis nyebur k sungai. .

  5. jjong, kaukah itu ? kau kah pelakunya ?
    *mentang2 ni org blm nongol

    entah knp ak curiga ama yunho, jino, jjong, jinki #alah soktau

    ini menarik ! lanjuuttttjjong, kaukah itu ? kau kah pelakunya ?
    *mentang2 ni org blm nongol

    entah knp ak curiga ama yunho, jino, jjong, jinki #alah soktau

    ini menarik ! lanjuutttt

  6. hiiiiy,,,sapa c yg jdi stalkerny c keyma n taby??
    jangan2 jjong y??
    coz dsini yg belom ada namany cuma jjong tok..

    tz dsni pairny 2min,,onkey y??
    tz jjong??m jino??
    jino kan gila…
    aaaargghhh,,penasaran tgkat tinggi unn,,
    cepet publish y next part y unn,,

    btw dsni ada yunjae n hanchul couple,,
    like it,,
    yeeeeiy,,,,
    \(^_^)/

  7. wah.2min nya gk saling demen,msh gk bisa ditebak nih.tp mungkin jjong,dia mungkin berperan jadi ahjusi ganjen mata keranjang trhdp namja cantik.heheeranjang trhdp namja cantik.hehe

  8. Pingback: [SHINee + Jino] STALKER Chap 3 « suunSHINee YAOI Fanfics

  9. Pingback: [SHINee + Jino] STALKER Chap 3 « suunSHINee YAOI Fanfics

  10. ituuuu siapaa yg beranii2 neror emakey??? *asahhh samuraiiii*
    2min mshh kaya kucing dan anjing ajahhhh………..
    onkey blom ketemuaannnn ihhh…….*apadechhh*

  11. siapa,siapa yg neror key.. Penasaran trus sekarang dia ngincer taemin gitu,,
    eh si jino kok stress ya, haechull hebat euy..

  12. Untuk sAat ini saya hanya bisa mngatakan lanjut..
    Soalnya jlan ceritanya agak rumit untuk dkomen…
    Tapi saya bisa merasakan kalau ceritanya bakalan seruuu…
    Jadi….
    Lanjuuuuuttttkkkaaaannn…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s