[2Min] Lesioni Al Fegato-Minho Side Part 2 End


Cast : 2Min

Other Cast : Onkey, Jonghyun, Yoogeun

Gendre : Romance, Yaoi, Angst, Sad Story, Mpreg

Rating : terserah yang baca aja dehh..

Length : 2shoot

Disclaimer : FF dan ceritanya punya aku !!! Onew punya Tuhan sama Ortunya *nyadar juga

yang lainnya kalo ada yang ngakuin terserah, yang pasti jangan copy paste tanpa izin !!!

Don’t Read Don’t Like…

No Bashing..!!!

|

|

Anyeong…

adakah yang nunggu lanjutan ff gaje ini ??

baikalah ini dia lanjutannya, jangan pada protes buat endingnya aku juga gak tahu napa bisa gitu..

Oke deh, langsung ajja..

*

*

Happy Reading…

*

*

|

Lesioni Al Fegato

|

Minho Side

|

Part 2 End

***

” Aniyo.. dia putera Taemin.. ” sahut Onew hyung.

DEG.. firasatku benar, Minnie putera Taemin. Aku tercekat, rasanya benar-benar kaget meskipun dari awal aku berpikir jika Minnie memang putera Taemin.

” Putera Taemin ?? Berarti dia putera Minho juga.. ” ujar jonghyun hyung

” Minnie bukan putera Minho.. ” sergah Key hyung.

Aku merasa jatuh saat Key hyung mengatakan hal itu, aku sangat berharap jika Minnie adalah puteraku juga.

” Aku tak mengerti maksudmu Key, sebenarnya ada apa ini ?? ” tanya Jonghyun hyung dengan sedikit kesal.

” Mian aku tak memberi tahumu.. sebenarnya Taemin dan Minho sudah bercerai 4 tahun yang lalu, gara-gara namja babo ini menghianati cinta Taemin.. gara-gara namja bebal ini berselingkuh dan menduakan cinta Taemin.. ” Key hyung langsung menunjukku.

” Jinjja ?? Banarkah itu Minho ?? ” tanya Jonghyun hyung dengan tak percaya padaku.

Aku menunduk tak berani menatap wajah-wajah dihadapanku.

” Ne.. ” ujarku lirih.

” Hah, kenapa kau mengatakan hal ini sejak dulu Key ??” Jonghyun hyung menatap Minnie yang juga sedang memperhatikannya.

” Apa benar kau menghianati Taemin Minho ?? benarkah kau melakukan itu ??” tanya Jonghyhun hyung dengan sengit.

Jonghyun hyung memberikan Minnie pada Key hyung, kemudian menarik kerah bajuku.

” Bukankah dulu aku berpesan kau jangan pernah menyakiti Taemin, aku sudah mengatakannya padamu.. Kenapa kau berani-beraninya berselingku dan menduakan cinta Taemin hah ?? ” ujar Jonghyun hyung dengan keras didepan wajahku.

” Mi.. mianhe.. ” gumamku.

Duagghh… Jonghyun hyung melayangkan pukulannya pada pipi kiriku hingga aku jatuh tersungkur.

” Hyung.. ” seru Onew dan Key hyung.

” Aku sudah mengingatkanmu jangan pernah sekali-kali melukai hati Taemin dan kau melakukannya pada Taemin.. Kau benar-benar babo Minho.. ” Jonghyun hyung melangkan lagi pukulannya padaku.

Aku tak bisa membalaskan karena aku tahu aku yang salah, aku pantas mendapatkan ini semua. Sakit.. rasanya sanagt sakit.. bukan karena pukulan ini melainkan karena aku baru sadar jika aku benar-benar telah terlalu banyak menyakiti Taemin.

” Jjong sudahlah.. cukup..” Onew hyung mencoba melerai Jonghyun hyung.

” Minggir hyung, biarkan aku menghajar namja babo ini hingga mati.. ” sahut Jonghyun hyung.

” Jjong hentikan, kau lihat Minnie katakutan.. ” seru Onew hyung dengan emosi.

Jonghyun hyung menghentikan pukulannya padaku dan pelan-pelan melihat Minnie yang ketakutan dalam pelukan Key hyung.

” Mianhe.. ” ujar Jonghyun hyung mengalah.

Onew hyung membantuku berdiri, aku menyentuh sudut bibirku yang robek terkena pukulan Jonghyun hyung dan ternyata berdarah.

” Sebaiknya kau pergi Minho, obati lukamu dan jangan pernah lagi menemui kami.. sudah cukup, pulanglah.. ” ujar Onew hyung padaku.

” Hyung.. ” panggilku.

Onew hyung menatapku.

” Setidaknya beri tahu aku, apakah Minnie puteraku ??” tanyaku.

Onew hyung diam, dia menatap Key hyung yang nampak terkejut dengan pertanyaanku.

” Bukan.. Minnie hanya putera Taemin..” sahut Onew hyung.

Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi, rasanya lidahku kelu.

” Jebal hyung.. aku tahu kau berbohong.. katakan siapa appa Minnie ??” desakku.

” Lalu kau mau jika Minnie memang benar anakmu hah ?? Kau tak akan pernah punya hak untuknya.. Bagi Minnie pun appanya sudah mati.. ” ujar Key hyung emosi.

Aku tak tahu.. Mengapa tiba-tiba saja air mataku jatuh dengan begitu saja, rasanya sakit… saat Key hyung mengatakan hal itu. Minnie memang benar-benar puteraku, puteraku dengan Taemin.

” Air matamu tak akan pernah bisa mengubah segalanya Minho.. ” kata Jonghyun hyung.

” Kau tak akan bisa membuat semuanya menjadi seperti semula, kau menyedihkan.. Bahkan kau tak tahu jika Taemin melahirkan puteramu sendiri, kau benar-benar babo Choi Minho ” ejek Jonghyun hyung.

Benar apa kata Jonghyun hyung, aku menyedihkan.. sangat menyedihkan. Aku tertunduk tak dapat berkata apa-apa lagi.

” Hah, sebaiknya kita masuk kedalam, dan kau Minho.. Masuklah, ku obati dulu lukamu..” ajak key hyung yang mulai tenang.

Kami semua mengikuti Key hyung kedalam rumah kemudian kami duduk diruang tamu tanpa berkata apa-apa. Key hyung memberikan Minnie pada Onew hyung sementara dia pergi untuk mengambil obat.

” Mianhe.. aku terbawa emosi tadi.. ” kata Jonghyun hyung padaku.

” Gwenchana hyung, aku memanga pantas mendapatkan hal itu mungkin harusnya lebih.. ” sahutku lirih.

Kembali.. kembali air mataku ini jatuh, entah mengapa aku cengeng sekali sekarang. Setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Taemin membesarkan putera kami sendirian dan aku malah bersenang-senang dengan keluargaku tanpa pernah memikirkan perasaan Taemin. Bunuh saja aku Taemin.. aku memang namja babo yang tak pantas hidup.

” Ahjushi.. ” panggil Minnie padaku.

Aku mendongkakan kepalaku dan menatap Minnie. Minnie menatapku lembut, benar-benar seperti tatapan mata ummanya.

” Jangan menangis.. ” ujarnya padaku.

Aku membelalakan mataku tak percaya, begitu pun Onew dan Jonghyun hyung mereka menatap Minnie tak percaya. Anak yang baik dan lembut seperti ummanya, kenapa kau benar-benar mirip dengan ummamu chagi ??

Aku memaksakan tersenyum padanya, dan dia membalas senyumanku.

” Ahjushi jangan menangis lagi.. Minnie jadi ikut sedih..” kata Minnie lagi padaku.

” Appa.. ” panggil Minnie pada Onew hyung.

Miris.. Rasanya miris sekali mendengar anakmu sendiri memanggil orang lain appa, padahal kau yang sebagai appanya ada dihadapannya.

” Ne chagi ” sahut Onew hyung.

” Umma.. Minnie mau umma…” rajuk Minnie.

Aku yang memperhatikan Minie merasa ada yang menarik wajahku, ternyata tanpa aku sadari Key hyung sudah duduk disampingku sambil membawa handuk basah dan beberapa obat.

” Lihat kemari ” ujar Key hyung seraya menempelkan handuk basah di pipiku yang lebab.

Aku meringgis menahan sakit, rahangku benar-benar sakit pukulan jonghyun hyung benar-benar sangat kencang.

” Setelah ini pulanglah, aku tak mau Taemin melihatmu disini” kata Key hyung yang masih dengan hati-hati mengobati luka diwajahku.

Aku diam, Taemin.. aku orang paling bodoh didunia jika masih menampakan wajahku dihadapannnya setelah semua ini. Aku mengalihkan tatapanku pada Minnie yang masih merajuk pada Onew hyung.

” Bolehkah aku memeluk Minnie ?? ” tanyaku tiba-tiba yang sontak saja membuat Onew, Key dan Jonghyun hyung menatapku bersamaan.

Tak ada yang menjawab, Onew dan Key hyung malah saling pandang dan Jonghyun hyung justru malah menatap Minnie.

” Aniyo.. kau tak boleh menyentuhnya sedikit pun” sahut sebuah suara.

Sontak saja semuanya melihat kesumber suara, dan betapa terkejutnya kau begitu melihat soosk itu.

” Umma.. ” seru Minnie yang langsung menghambur kepelukan ummanya.

Taemin, sosok itu adalah Taemin yang langsung membalas pelukan Minnie kemudian menggendongnya.

” Mau apa kau kemari ?? ” tanyanya sarkatis.

Aku tak bergeming, masih setia menatap sosok itu dengan lekat. Benar-benar masih sama seperti dulu, sosok yang sudah kulukai luar dan dalam, sosok yang benar-benar rapuh tapi selalu berusaha tegar, dan sosok seorang umma dari puteraku, putera kandungku.

” Aku bertanya padamu hyung, mau apa kau kemari ?? ” tanya Taemin lagi.

” Taemin.. a.. aku.. ” sahutku terbata.

” Pergilah.. ” sergah Teamin.

” Mwo ?? ” seruku.

” Aku bilang pergilah, aku tak mau melihatmu lagi.. ” ujar Teamin dengan suara yang sedikit bergetar. Tersirat ketakutan disana, entah karena apa tapi aku melihat Taemin sangat ketakutan.

taemin melangkahkan kakinya menjauhi aku yang mulai berjalan mendekatinya.

” Kubilang pergi.. aku tak mau melihatmu.. ” seru Teamin.

” Taemin.. kita.. perlu bicara.. ” ujarku.

” Tak ada yang perlu dibicarakan, pergilah jebal.. ” sahut Taemin.

” Aku perlu tahu dari mulutmu sendiri, apa benar Minnie anakku ??” balasku.

Taemin terdiam, dia semakin mengeratkan pelukannya pada Minnie.

” Aniyo.. Minnie bukan anakmu, dia bukan anakmu..” sahut Taemin dengan terburu-buru.

” Kau tak bisa bohong Taemin, aku sudah tahu semuanya. Minnie puteraku benarkan ??” desakku.

” Minnie puteraku, kau tak berhak atas Minnie karena Minnie puteraku.. ” Taemin langsung naik kelantai atas seraya membawa Minnie.

” Taemin tunggu.. ” pangilku.

Saat aku hendak menyusul Taemin, ada yang menahan tubuhku.

” Sudahlah Minho hentikan ” tegur Onew hyung yang menhanku.

” tapi hyung aku hanya ingin.. ” sahutku terpotong.

” Sebaiknya kau pergi, jebal Minho.. ” ujar Onew hyung.

” Aku perlu tahu semuanya hyung.. aku ini appa dari Minnie aku berhak tahu tentang anakku sendiri ”

” Kau memang appa Minnie.. tapi kau tak bisa seperti ini, aku mohon Minho pulanglah.. Jangan lagi ganggu Taemin, tak cukupkah luka yang kau torehkan untuknya ?? ” tanya Onew hyung.

Aku terdiam, Onew hyung benar aku akan kembali melukai Taemin. Hah, aku benar-benar bodoh sanagt bodoh. Dulu aku yang melepaskan Taemin dan menghianatinya, kini aku yang kembali menghinggapi hidup Taemin.

” Taemin selalu ketakutan jika kau akan mengambil Minnie darinya, Taemin selalu dibayangi oleh ketakutan itu selama 4 tahun ini.. Jadi aku mohon Minho jangan lagi ganggu hidup Taemin, dia sudah bahagia dengan adanya Minnie disisinya.. Lupakan Taemin dan kembalilah kepada keluargamu.. ” ujar Onew hyung seraya menatap kelantai atas.

” Tapi hyung.. aku juga ingin membesarkan Minnie seperti Yoogeun, Minnie juga puteraku hyung.. aku ingin sekali.. ” aku tak dapat meneruskan kata-kataku.

” Mungkin memang benar Minnie puteramu, tapi Minnie punya kami semua.. dia tak perlu lagi sosok ayah sepertimu dan dia tak perlu lagi tahu siapa ayahnya.. Kau punya keluarga barumu sendiri dan Taemin pun punya keluarganya sendiri jadi tak perlu lagi kau mencapuri urusan Taemin.. ” kali ini Key hyung yang bicara.

” Pergilah.. Aku bisa membesarkan Minnie sendiri, tak perlu merasa bersalah.. Karena ini memang salahku aku yang tak jujur padamu jika aku mengandung Minnie dan melahirkannya, jadi jangan merasa kau yang bersalah.. Sejak awal akulah yang egois karena ingin kau bahagia, hingga aku rela melepaskanmu pada yeoja itu.. ” kata Taemin yang ada ditangga atas.

” Ya, Minnie anakmu.. anak kandungmu hyung, tapi kau punya keluarga yang juga membutuhkanmu. Minnie cukup hanya punya aku saja sebagai umma sekaligus appanya.. Minnie tak perlu tahu siapa appanya lagi pula aku mengatakan pada Minnie jika appanya sudah meninggal ” lanjut Taemin.

Sakit.. rasanya ada yang menghujam hatiku dengan begitu keras hingga rasanya untuk bernafas pun sulit. Taemin mengatakan hal itu seolah hal yang mudah, dia tak mengerti hatiku sangat sakit. Aku disini dihadapan anaku sendiri tapi taemin mengatakan jika aku sudah meninggal.

Apakah kesalahan yang kau lakukan sebegitu beratnya Minho ?? Hingga Taemin melakukan semua ini padamu..

Taemin turun menghampiriku, Minnie masih digendongnya dan Minnie menatapku dengan bingung.

” Pertama dan terakhir kalinya, kau bisa menggendong Minnie.. hanya kali ini saja.. ” Taemin mengalihkan gendongan Minnie padaku.

Aku cukup terkejut karena Taemin membiarkanku menyentuh Minnie, menyentuh anaku sendiri.

” Setelah ini anggaplah kau tak tahu semua ini, anggaplah kalau Minnie bukan anakmu.. Lupakan aku dan Minnie, lupakan kami semua dan jangan lagi menampakan wajahmu dihadapan kami.. ” aku terkejut dengan kata-kata Taemin.

” Mana mungkin aku bisa melakukan itu, aku tak mungkin melupakan anakku sendiri.. Kenapa kau tega sekali ?? ” seruku tak percaya.

” Apa kau mau melakukan hal yang sama pada anaemu  seperti padaku Minho ?? menduakan dan menghianati cintanya padamu seperti yang kau lakukan padaku ?? ” tanya Taemin dengan penuh emosi.

” Jangan lagi menyakiti seseorang hyung.. cukup aku saja, cukup aku..  jangan ada yang lain lagi… ” ucapan Taemin mulai melembut.

Aku tak dapat berkata apa-apa kata-kata Taemin benar, dia seolah menamparku secara langsung dengan kata-katanya. Aku memeluk Minnie yang ada dalam gendonganku dengan erat.

” Aku masih mencintaimu Taemin.. ” ujarku pelan.

Taemin diam, dia hanya memperhatikan aku yang memeluk Minnie. Onew hyung kembali duduk dikursinya dan Key hyung pun duduk disebelahnya, mereka Jonghyun hyung hanya memperhatikan aku dan Taemin.

” Jangan lagi katakan cinta jika kau menghianatinya hyung, dan jika benar kau masih mencintaiku.. Lupakan aku dan Minnie untuk selamanya.. ” sahut Taemin dingin.

Aku semakin mengeratkan pelukanku pada Minnie, anakku yang mungkin tak akan aku bisa peluk lagi. Aku akan mengikuti kata-kata Taemin dengan melupakannya dan Minnie, meskipun itu tak akan bisa melakukannya.

Setelah memeluk Minnie aku memperhatikan wajahnya, benar-benar mirip dengan Taemin mungkin hanya warna matanya saja yang mirip denganku.

” Minnie.. jadilah anak yang baik untuk ummamu ne ?? jaga ummamu untuk ahjushi, jangan buat ummamu menangis.. dan berbahagilah.. ” kataku pada Minnie.

Minnie hanya menatapku heran kemudian menganggukan kepalanya. aku mengacak rambutnya gemas kemudian mencium keningnya dengan perlahan.

Maafkan appamu ini Minnie. appa tak akan melupakanmu, appa janji, appa akan selalu mengikuti setiap perkembanganmu meskipun ummamu meminta appa melupakanmu.

Aku mengembalikan Minnie pada ummanya, Taemin memperhatikanku aku dapat melihat binar matanya yang masih memancarkan cinta untukku. aku sanagt menyesal kenapa dulu melepaskannya..

” Aku akan pulang, berjanjilah padaku kau akan selalu mengabariku tentang keadaan Minnie.. Bagaimana pun juga aku ini appanya meskipun kau tak mau mengakuinya… ” ujarku pada Taemin.

” aku tak janji.. ” sahut Taemin.

” Minnie.. ahjushi pulang dulu ne ?? sampai nanti.. ” pamitku pada Minnie.

” Hyung.. aku pulang.. ” kini kau berpamitan pada Onew, Key dan Jonghyun Hyung.

” Aku sungguh-sungguh saat mengatakan aku masih mencintaimu, aku tahu aku bodoh karena tega melepaskanmu dan aku sangat menyesalinya.. ” kataku pada Taemin.

Taemin tak berkata apa-apa lagi, dia hanya menundukan kepalanya.

” aku pergi semuanya.. ” pamitku lagi.

Minnie memperhatikanku dan aku hanya tersenyum padanya.

” Nado saranghae hyung.. ” Ujar Taemin begitu aku sudah ada di depan pintu.

Aku memandang Taemin tak percaya, dia mengatakannya Tuhan.. benarkah dia mengatakannya ??

*

*

*

*

End

*

*

*

Hah… apa-apaan ini ?? Aku gak suka endingnya ??

Kenapa bisa kaya gini ??!!! Aku kecewa… banget.. banget..

gak tahu mo ngomong apa, aku juga bingung ma akhirnya..

apakah happy ending ?? Sad Ending ?? gak Tahuuu…

Udah ah, Nhaa terima kritikan, saran, Flame ato apa pun itu gara-gara cerita gagal ini..

Di tunggu Komennya..!!!

74 thoughts on “[2Min] Lesioni Al Fegato-Minho Side Part 2 End

  1. Ngapah ngatung bgni ceritanya Thor? Aq rada lemot nih, ssh mengambil kesimpulan wktu baca sesuatu. Dibuat sequelnya gituh😀 #ngarep

  2. hikshiks kasihan Minnie,😥
    Minho tega bgt, tp sbenernya juga dia masih cinta sama si taem. apa mereka akan kmbali bersatu?

  3. Aaaiiiihhhh iiinnniii ngeganttuuuuuungg author-nim~~~~ :’3 :’3 :’3 :’3

    Aku nggk bisa nyimpulin apkh ini happy end atu sad end :’3

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s