[onkey] Love song part 1


Foreword:

Kali ini gue bukan bawa hasil FF gue, ini adalah re-post dari temen gue bernama ISNAENI NURUL

So check this out!!

Annyeong chingu,

Aku kembali dengan membawa ff baru yang mungkin GJ. Kali ini trailernya dulu ya? setelah itu ff.x

Mungkin ada yang pernah baca ni ff dari novelnya Dian Octaviana yang berjudul ‘Senandung Cinta untuk Princess’.

Tenang aja ini tidak aku buat 100% sama dengan aslinya kok. kalau sama bisa-bisa nih tangan keriting ngetiknya karena banyak banget. Ok dari pada belama-lama mari kita simak.

 Cek it out.

 Tittle    : Love Song

Genre  : Romance, Angst

Pairing : OnKey, mungkin ada yang lain

Cast    : Onew, Key,and other.

Author : Isnaeni Nurul

NO BAHSING , NO SR , NO PLAGIARISM WITHOUT CREDIT🙂

.

.

Taemin adalah namja cantik yang Aku sukai sejak pertama kali Aku masuk SMA. Dia hanya siswa biasa maksudku ia tidak  populer yang disukai banyak orang. Hobbynya adalah membaca buku. Setiap istirahat dia selalu saja pergi ke perpustakaan. Tak heran jika orang-orang menyebutnya kutu buku kuper. Tapi itu semua tidak mengubah perasaanku padanya.

 Tidak ada seorang pun yang tahu perasaanku tentangnya dan aku juga tidak mau orang lain tahu perasaanku karena akhir-akhir ini aku merasa ragu apakah benar Taemin adalah orang yang aku cintai? Semua ini dimulai sejak aku bertemu Kibum atau siswa lain biasa memanggilnya Key. Aku tidak tahu menngapa mereka memanggilnya Key padahal dari segi namanya tidak ada kata-kata Key di dalamnya.

 Key adalah namja cantik yang ramah, ceria, periang, dan mempunyai banyak teman. Berbeda jauh dengan Taemin yang suka berteman dengan buku. Yang membuatku heran yaitu teman-teman selalu menjodoh-jodohkanku dengan Key. Atas dasar apa mereka berbuat seperti itu. Mereka senang jika aku dan Key merasa malu saat mereka menggoda kami. Aku tidak mempunyai rasa apapun padanya sejak dulu. Kadang aku berpikir apa Key yang menyukaiku?

Namun, sekarang entah kenapa aku mulai jatuh hati padanya. Aku masih ragu akan perasaanku pada key, tapi aku rasa ini benar adanya. Sejak kejadian itu. Yah sejak kejadian itu aku merasa jatuh hati padanya.

***

Aku memperhatikan Key dari bangkuku. Dia bercanda riang dengan teman-temannya. Hingga ia memegangi perutnya yang kurasa itu sak

“Aigoo. Key gwenchana?” tanya Heechul khawatir.

Key menggeleng, “molla, tiba-tiba perutku sakit sekali, rasanya nyeri sekali”

Aku hanya bisa melihat Key dari bangkuku. Key yang terus merunduk sambil memegangi perutnya dengan sebelah tangan dan tangannya yang lain memegang bangkunya.

 “Coba kau berjalan pelan-pelan” usul Jaejoong. Key mencoba usul Jaejoong. Namun, gagal karena sakitnya. Dia menggeleng tanda kalau ia tidak bisa melakukannya.

 “Terus gimana?” tanya Eunhyuk.

 Key menatap teman-temannya sambil tersenyum “Kalian duluan saja. Aku akan tetap disini sampai ini baik-baik saja”

Semua teman-teman Key menatapnya heran. Sebenarnya aku salut dengan Key walau ia merasa sakit, tapi ia bisa tersenyum seperti itu.

 “Aigoo, kau tidak tahu betapa cemasnya kami dan kau masih bisa tersenyum seperti itu Key?” cemas Jaejoong.

 “Kau bercanda kan Key? Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu?” tanya Heechul.

 “Nan gwenchana chingi,,, percayalah padaku” sahut Key lemas.teman-temannya memandang dengan cemas.

 “Oh ayolah teman-teman mungkin ini hanya sakit perut biasa, mungkin tak lama lagi aku akan sembuh” jelas Key meyakinkan teman-temannya.

 “Kau yakin jika kami tinggal?” tanya Jaejoong. Key mengangguk.

 “Serius?”

 “Dua rius malah”

 “Hah, baiklah kalau begitu kami duluan ya Key?” pamit Heechul.

 Key mengangguk “Ne”

 Teman-teman Key meninggalkannya disusul oleh yeoja-yeoja yang sedari tadi bergosip tidak jelas. Dan tinggallah kami berdua di dalam kelas. Key menatapku sejenak lalu ia meraih pinggiran meja untuk mencoba berdiri. Namun, ia jatuh. Entah ada apa denganku tiba-tiba secara reflek tanganku meraih pinggannya untuk menopang tubuh Key agar ia tidak terjatuh.

 Key kaget melihat kejadian itu “mian” katanya lirih.

 “Sorry, Gwenchana?” tanyaku.

 Key menggeleng tanda ia masih kesakitan. Aku dudukkan Key di bangkunya lalu aku melangkah pergi keluar kelas. Ku tatap Key yang juga sedang menatapku. Tanpa kusadari tanganku berkeringat dan jantungku berdebar sangat kencang.

Ada apa ini? Apa yang terjadi padaku? Tak ingin Key melihat perasaanku yang kacau. Segera aku keluar kelas, tapi…

 Bruuuk

 Aku menabrak Taemin yang sedang membawa bertumpuk-tumpuk buku di tangannya. Reflek aku langsung membantunya memunguti buku-buku tersebut.

 “Gwenchana aku bisa sendiri kok”

 “Aku yang menabrakmu jadi aku akan membantumu, Taemin” ujarku sambil terus memunguti buku Taemin.

 “Gomawo, biar aku saja yang membawanya” katanya sambil berusaha merebut tumpukan buku dari tanganku.

 “Tidak apa-apa biar aku yang membantumu membawa buku-buku ini” ujarku terus menjauhkan tumpukan buku tersebut dari jangkauan Taemin.

 “Baiklah kalau kau memaksa,,,aku mau membawa buku-buku itu ke perputakaan apa kau keberatan?” tanyanya dengan nada sedikit meremehkan.

 “Ya, jangan meremehkanku,,,perpustakaan? Kkaja kita kesana” ajakku.

Ku langkahkan kakiku menuju perpustakaan. Sedikit tersenyum melihat Taemin mengikutiku dari belakang dengan wajah bingung. Jelaslah dia bingung. Mana mungkin namja tampan yang selalu dikagumi oleh yeoja maupun namja cantik ini menolongnya membawakan tumpukan buku yang lumayan tebal ke perpustakaan. *author: abang Onew naris. Onew : Siapa suruh nulis kayak gitu, tapi bener juga kalau aku tampan dan dikagumi banyak orang. Author: (mukul Onew pakai buku tebel Taemin)*. Ok back to story.

 “Jadi buku ini mau di letakkan di rak mana?” tanyaku.

 “Di rak nomer 7, tepatnya di tempat buku ensiklopedia” jawab Taemin.

 Langsung saja ku letakkan buku-buku tadi ke tempatnya. Dan merapikan bagian yang agak berantakan karena ulahku yang menaruh buku sembarangan. Tak lama kemudian Heechul menghampiriku.

 “Nyu, tumben kau ada di perpustakaan?” ejeknya.

 “Hey, kau mengejek atau menyapaku sih? Tak sopan sekali” kesalku. Tiba-tiba Hechul merebut buku yang ada di tanganku lalu menyerahkannya pada Taemin setelah itu menarikku keluar perputakaan. Ani, dia tidak menarikku melainkan menyeretku keluar.

 “Apa-apan ini?” marahku.

 “Key,,, Onew,,, Key,,, dia,,,,ah, kau harus menolongnya”

 “Dia siapaku memangnya dan kenapa haru aku? Dan bukan yang lain?” Heechul menepuk punggungku.

 “Aigooo,,,Onew, kau ini kejam sekali sih padanya?”

 “Terserah, memang Key kenapa hingga kau panik seperti ini?”

 “Key pingsan di kelas, Nyu” Mataku langsung terbuka lebar seperti mata kodok.

 “Mwo?” kagetku.

 “Ne, maka dari itu,,, cepat”

 Kami segera menuju kelas. Key, tak sadarkan diri di atas lantai dengan memegangi perutnya. Segera ku hampiri Key. Ku pandangi wajah cantik itu sejenak lalu menggendongnya ala bridal style ke UKS. Heechul mengikutiku dari belakang. Selama perjalanan, banyak yang menatapku. Ada yang berwajah kesal, kecewa, patah hati, dan ada juga yang berwajah senang melihatku menggendong Key.

 Sampailah kami di UKS. Ku baringkan Key di atas kasur UKS. Dokter sekolah kami segera memeriksa keadaan Key. Ku tatap namja cantik itu dari kaca UKS.

 “Onew, aku tinggal sebentar ya? Aku mau memberitahu yang lain terlebih dahulu” pamit Heechul lalu pergi meninggalkanku.

 Ku tatap sebentar kepergiannya. Lalu aku memandang ke arah Key yang masih tidak sadarkan diri. Sebenarnya apa yang terjadi padamu Key? Mana kau yang selalu ceria dan selalu membuat orang lain tersenyum itu? Namun, sekarang kau terbaring lemah dan rapuh seperti ini. Mana kau yang selalu sehat dan tidak pernah sakit itu?

Sekarang kau, AAARGH!

 ***

Keesokannya, Key datang ke sekolah dengan wajah ceria seolah-olah kejadian kemarin tidak pernah terjadi pada dirinya. Namun, aku merasa belum yakin kalau ia masih biasa-biasa saja. Jika ku lihat dengan seksama ia masih menunjukkan gerakan orang yang masih sakit. Terlihat saat ia berjalan yang tidak bisa seperti biasanya. Memang ia jalan lebih cepat daripada seekor siput, tapi tetap saja itu bukan gerakan yang sering ditunjukkan pada orang sehat kan?

Karena rasa penasaranku yang begitu besar, kuputuskan untuk mencari tahu tentang kondisinya tersebut.

Aku duduk persis di belakangnya yang tengah duduk di depan kelas. Kami di pisahkan dengan dinding kelas. Aku dengarkan dengan seksama percakapan Key dengan teman-temannya itu sambil berpura-pura membaca buku.

 “Kau tidak apa-apa Key?” terdengar suara Jaejoong dari luar.

“Ne, aku sudah baikan sekarang”

 “Apa kau yakin tidak apa-apa? Apa yang dikatan dokter kemarin? Apa kau tidak mau periksa ke rumah sakit saja?” tanya Heechul bertubi-tubi.

 “Kau ini, seperti ummanya Key saja” ejek Eunhyuk. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku menyetujui perkataan Heechul.

 “Aku, sudah baikan teman-teman, kalian tidak usah…” aku tidak bisa mendengar perkataan Key lagi karena Jesica membentakku tadi. Sit, kenapa ada dia sih. Terpaksa aku menengok ke arahnya.

 “Ada apa?” tanyaku ketus.

 “Aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau duduk di bangkuku?” kata Jesica kasar.

 “Oh, jadi ini bangkumu? Mian ya?”

 Lalu Yuri membisikkan sesuatu ke telinga Jesica. Entah mereka berbisik tentang apa. Namun, setelah itu jesica menatapku dengan tatapan menggoda dan tersenyum nakal padaku.

 “Wah wah wah, ternyata Onew sudah mulai menyukai Key ya?” godanya. Wajahku memerah. Bukan karena malu melainkan karena marah.

 “Hey, jangan asal ya kau?”

 “Lha, kenapa kau duduk di bangkuku yang notabenenya tepat di belakang Key berada sekarang,,, kalau tidak untuk menguping pembicaraan Key apa lagi?” kata Jesica memojokkanku. Aku menelan ludah.

 “Tidak” sahutku.

 “Halah, tak usah mengelak lagi kau sudah ketahuan Onew”

 Segera aku menunjukkan buku yang aku baca tadi di depan wajah mereka.

 “Aku hanya mencari tempat yang nyaman untuk membaca buku kok” alasanku.

 “Jinjja? Kenapa kau tidak membaca di tempatmu saja dan kenapa kau malah duduk di bangku Jesica?” Sindir Yuri.

 Jesica tersenyum menang. “Sudahlah,,,akui saja kalau kau memang menyukai Key…kau tahu? Alasanmu itu benar-benar basi”

 “Cukup” bentakku.

 Lalu lari keluar kelas menuju markas namja-namja tampan. Saat aku keluar kelas, Key menatapku sebentar kemudian membuang mukanya. Hah, aku malu sekali. Tidak biasanya seperti aku mengikuti Taemin aku tidak pernah ketahuan, tapi kenapa kerika aku menguping pembicaraan Key, jadi ketahuan ya? Aaargh, masa bodoh.

 Ku langkahkan kakiku menuju tempat parkir kendaraan para siswa. Disana terdapat bangku panjang dengan lukisan-lukisan hasil karya siswa sekolahku. Nah, tempat itulah yang aku sebut markas namja-namja tampan. Aku duduk dekat Donghae dan Yoochun. Aku duduk dengan ekspresi kesal. Aku tidak mau muncul lagi di hadapan Key. Aku malu dan kesal padanya. Eotokhae?

 “Key aneh ya?” kata Yoochun. “Dia tak pernah pingsan sebelumnya, dan yang paling membuatku heran adalah kenapa kemarin kau yang menggendonnya ke UKS, Nyu?”

 Donghae menatapku dan berkata “Apa yang merubahmu, Bro?”

 “Kalian kenapa sih? Bisa tidak, kalian tidak membahas namja cantik itu lagi?” kesalku.

 Mereka terkejut melihat ekspresiku yang tidak seperti biasanya.

 “Wae? Kau tak seperti biasanya” komentar Donghae.

 “Aku kesal pada namja cantik yang biasa kalian bicarakan itu” jelasku sambil beranjak pergi dari sana..

 “Eodiga?” tanya Yoochun.

 “Ke tempat yang tidak pernah di datangi oleh namja cantik itu” jawabku ketus sambil melangkah meninggalkan Donghae dan Yoochun yang menatapku heran.

 Sejujurnya aku tidak ingin pergi ke perpustakaan, tapi aku dengar kalu Key tidak pernah kesini. Jadi ya sudahlah aku kesini saja. Aku hanya berputar-putar tidak jelas di perpustakaan, melihat buku-buku yang ada di rak. Hingga seseorang mengagetkanku dari belakang.

 “Onew hyung sedang apa kau disini?” tanya orang yang ternyata Taemin.

 “Oh, aku sedang mencari buku yang mau aku baca, tapi aku bingung” alasanku.

 “Bagaimana kalau kau membaca ini?” usul Taemin seraya menyodorkanku sebuah novel. Aku ambil novel tersebut dari tangannya.

 “Boleh juga, ini bercerita tentang apa?”

 “Nanti hyung akan tahu sendiri,,,bagus kok,,,aku meminjamnya selama seminggu, tapi dalam 5 hari aku sudah selesai membacanya sebanyak 3 kali, jadi masih ada waktu 2 hari sebelum aku kembalikan”

 “Kalu begitu aku pinjam ya? 2 hari lagi aku berikan ini padamu…gomawo Taemin” kataku lalu aku keluar dari perpustakaan.

 ***

Keesokan harinya kuputuskan untuk tidak berangkat ke sekolah. Leeteuk hyung sudah membujukku, tapi aku tetap pada pendirianku untuk tidak sekolah. Namun, apa yang aku lakukan di rumah ya? Tidur…nggak ngantuk, belajar…malas. Lagipula aku bukan anak yang rajin. Beres-beres rumah…malas juga, nonton TV…nggak minat. Ah, baca novel yang aku pinjam dari Taemin kemarin saja.

 Aku membaca dengan seksama, ceritanya bagus sekali. Bercerita tentang dua saudara kembar yang tumbuh bersama, tapi salah di antara mereka menderita sakit keras. Kembar yang satunya tidak pernah menyerah untuk terus menyemangati saudara untuk sembuh. Namun naas, kembaran yang sakit itu tidak bisa bertahan dan meninggalkan mereka semua.

 Hah, kenapa aku menangis setelah membacanya ya? Apa aku terlalu menghayatinya ya? By the way, novel itu seperti mengingatkanku pada Key. Bagaimana keadaannya sekarang ya? Ah, daripada aku tidak tenang lebih baik aku melihatnya sendiri saja. Segera kuraih jaket dan dompetku. Lalu pergi ke jalan raya dekat rumahku dan memberhentikan taksi.

 Taksi berhenti di sebelah rumah Key, tapi saat aku akan turun. Tiba-tiba seorang namja tampan yang kira-kira berusia 20 tahunan keluar dari rumah Key dan yang paling membuatku kaget adalah saat namja tersebut menamparnya. Key berusaha mengejar namja tersebut sambil menangis. Karena tak sanggup lagi lari, dia terjatuh di depan gerbang rumahnya. Yeoja paruh baya menghampiri dan memeluknya. Tapi, hey, inikan belum waktunya sekolah bubar kan? Lalu kenapa Key ada di rumahnya? Segera saja aku menelepon Donghae.

 “Yeoboseyo, Onew,,,kau kemana saja dan kenapa kau tidak masuk sekolah hari ini?” tanyanya bertubi-tubi.

 “Oke, sudah tanyanya, sekarang giliranku, apa Key tadi masuk ?”

 “Ciyee, ada apa dengan Mr Tofu ini? Apa kau mulai menyukai…”

 “Sudah jawab saja pertanyaanku” kesalku.

 “Ne, arasseo, tadi dia masuk kelas, tapi ummanya datang menjemput pada pelaran ketuiga, katanya sih ada urusan keluarga, Waeyo?”

 “Gwenchana, thanks infonya” aku langsung memutus sambungan telepon. Aku tahu hal itu membuat Donghae bingung. Masa bodoh dengannya, lagi pula aku sedang malas mengobrol dengannya.

 Aku memandang tempat dimana Key terjatuh tadi. Key sudah tidak ada di tempat dan pintu rumahnya sudah tertutup rapat. Aku tahu sekarang keluarga Key sedang ada masalah. Entah itu masalah apa.

Ku suruh supir taksi mengarahkan taksinya kembali ke rumahku. Jika dibandingkan dengan keluargaku, keluarganya lebih lengkap dari keluargaku, tapi kalau masalah aku tidak tahu.

 ***

“Keluarga Key itu seperti apa sih? Kau tahu tidak, Jae?” tanyaku pada Jaejoong di kantin.

 “Setahuku sih keluarga lengkap, ada umma, appa, dan seorang hyung, tapi hyungnya itu nakal, biasalah namja yang tampan” jelasnya.

 “Ya, apa maksud perkataanmu tadi? Kau telah menjelekkan martabat namja tampan” marah Yoochun.

 Jaejoong menggeleng “mungkin tidak semuanya”

 “Hanya itu yang kau tahu?” tanyaku.

 “Aku dengar ayahnya baru saja di pecat dan ibunya membuka took kecil di kota dengan beberapa pegawai”

 “Tunggu, kenapa kita membahas tentang Key? Jangan-jangan…” goda Donghae.

 “Lupakan” kataku beranjak pergi menuju perpustakaan sekalian mengembalikan buku ini ke Taemin.

Setelah dari perpustakaan aku berjalan keluar sekolah, tapi di koridor aku melihat Key duduk di depan kelas. Pandangannya kosong dan lurus ke depan. Dengan sedikit keberanian. Aku menghampirinya.

 “Kemarin kemana?” tanyaku memulai pembicaraan.

 Key menatapku “m…mak,,,maksudmu?”

 “Namja yang menamparmu itu hyungmu kan?”

 “Dari mana kau tahu?” tanyanya dengan nada marah.

 “Kau tidak uasah ikut campur!” aku kaget mendengar perkataannya.

 “Wae? Memangnya tidak boleh, apeduli dennganmu?” balasku.

 “Kamu tak usah memperdulikan apalagi mengasihaniku, arra?” tegasnya. Lalu ia pergi meninggalkanku yang hanya diam tanpa kata.

 ***

Esoknya Key tidak masuk sekolah dengan alas an yang jelas. Banyak yang menanyakan kemana perginya Ket dan aku hanya bersiakap tenang. Ya, sejak kejadian itu aku sudah memutuskan untuk tidak peduli lagi dengannya.

 Hari-hari berikutnya Key tidak masuk lagi. Kami berbondong-bondong ingin menjenguk Key di rumah sakit. Kami? Ya, aku dipaksa ikut oleh mereka. Karena aku tidak sanggup melawan banyak anak dengan berat hati aku ikut.

Recananya kami akan masuk ke kamar rawat inap Key secara bergantian, tapi pihak rumah sakit hanya mengizinkan sepuluh anak untuk masuk dan sialnya aku salah satu di antara mereka.

 Di dalam, aku melihat wajah Key pucat sekali, sungguh ini bukan Key yang aku kenal selama ini. Senyumannya pun terlihat sangat dipaksakan dan terlihat lemah, tapi aku tetap pada pendirianku untuk tidak peduli dengannya. Namun, itu tidak bertahan lama karena peristiwa itu.

 Ketika dokter menyuruh kami keluar kamar Key dan mempersilahkan bumonimnya Key masuk. Teman-teman berangsur

pergi dan aku msih bertahan pada posisiku yaitu dekat jendela kaca tempat Key dirawat. Entah apa yang dikatakan oleh dokter itu yang pasti aku mendengar teriakan Key yang mengatakan “Aku tidak mau mati..”

 Sejak itu rasa peduliku kembalimuncul. Entah kenapa rasanya hatiku sakit saat melihat Key berteriak seperti itu, apalagia saat airmatanya tumpah. Ingin rasanya aku memeluk dan menghapus airmatanya itu dan mengatakan ‘semua akan baik-baik saja’. Aku heran kenapa teriakan, wajahya yang menangis masih terbayang jelas sampai aku berada di rumah. Aku ingin memngembalikan senyumnya lagi, ingin melihat keceriaannya lagi, ingin melihat Key seperti dulu sebelum ia seperti ini.

 Tapi, hey, kenapa aku merasa sangat peduli pada Key? Dan bahkan ada apa denganku ini? Kenapa aku ingin sekali Key kembali seperti dulu lagi? Dan kenapa aku takut jika Key akan meninggalkanku? Padahal kami tidak terlalu dekat hanya sering saja dijodoh-jodohkan oleh teman-teman. Berulang kali aku mencoba menepis perasaanku ini, tapi kenapa tidak bisa dan malah semakin besar dan menghantui pikiranku. Oh, tuhan apa yang terjadi dengan hambamu ini?

TBC

Oke, yang udah baca nggak boleh gretongan, tolong kesediaannya di RCL.

Udh di R to the C to the L

SO RCL LENGKAP!!

KALAU NGGAK, MUNGKIN NGGAK DITERUSIN NIH FF NYA!!

see ya❤

34 thoughts on “[onkey] Love song part 1

  1. onewww kamu harus suka sama key.. *maksa (yg punya perasaan siapa juga?)
    tapi key sakit apa itu??miris banget pas baca bagian key yang “aku tidak mau mati.” huhuuuuhuhuu sedih banget…
    san sembuhin key yaa biar onkey bersatu.
    taemin kamu sama minho aja yaa..

  2. AH ONEW SOK JUAL MAHAL,,,,BILANG WEH ATUH SUKA KEY!!! LOL…

    AH KASIAN SI KEY SAKIT APA ???? JNGAN BKIN KEY METONG DONG,,,ANGST KAN ???

  3. *numpang baca*
    Huwaaaa..key sakit apa itu??
    Kok bilang ga mau mati..?
    Parah ya sakit’y??
    Iiiih onew,,suka ya ama key..xP
    Lanjut baca ah..
    *capcus bc part 2*

  4. kira2 key sakit apa y??????……. ginjal kah?……..atau…….

    hhhhaaaiiiii onew…..kau itu menyukainya……

    Lanjut chingu…..

  5. Awal baca q kira tu bang menong eh gtw.a si nyu . . . . .
    Habis.a yg di omongin si tem si, kan lngsung inget sama minho
    Wah konci sakit apa!
    T.T next!

  6. key sakit apa? Bkalan mati? Andwe.!
    Nyu bgamana ini? Udah kamu itu suka sama key, taemin di biarin aja . Ntar jg ada kodok yang nangkep taemin
    #ditonjokminho#

  7. Ketauan deh abang dubu nyunyuu onew suka nguping pembicaraan orang
    Hohohoho
    Jadi terlalu kepo kn ama key?
    Trus falling in love beneran deh
    #sukurin#
    Tp nyunyu koq tega ninggalin key dkls buat bantuin tetem? #gx ikhlas, jiwa OKS membara#

    Key sakit apa???
    Kasian bgt, dy gx prnh mw tmen”a khawatir, pdhal dy ud bner” sakit..
    Kasian..
    Jgn ampe key mati, jebal
    Huhuhuhuhu
    T_T

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s