[2min] We Got Married, Last Memories -chap A of B end


Foreword:

Gue lagi males basa-basi soalnya gue lagi stress dan kalian ga ada yang baca foreword juga jadi percuma gue nulis.

Sorry kalo hasilnya ga sesuai sama apa yang kalian bayangin. GUE LAGI STRES!!

Dan JEONGMAL KAMSAHAMNIDA buat yang udah dukung ff abal ini sejak awal. Love you all!!!!!

OKEY, Last Episode ini sengaja dibagi dua … sorry :p

Hope you likey…

NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM, JUST LEAVE A COMMENTS THAT ALL LOVE FOR ME❤

Note from Sanniiew: Sorry banget yah ini sebenernya udah tamat, tapi sengaja gue potong, karena sang empunya cerita bikin chapnya panjang banget… mau bermain perasaan aja sama kalian, kekeke… dan Oh, mungkin ada beberapa yang aku edit kata-kata, tentu udah ijin dan memang dapet ijin dari sang punya FF.

SO, HERE IT … CUE~~

WGM PART A TO END

by: TaeminhoShouldBeReal aka Fitri aka Fitun

.

.

Sudah seminggu Minho ditinggal sang ‘istri’ bekerja di USA. Memang selama itu pula Taemin tetap menghubunginya. Tapi entahlah, rasanya ada yang berbeda saja ketika tak ada wajah imut yang tidak dapat langsung ia lihat dan sentuh, tidak ada senyum cantik yang membuat hari nya bersemangat, dan tidak ada lagi kelakuan manja yang membuat seorang Choi Minho kecanduan. Kecanduan akan kehadiran seorang Lee Taemin.

“YAK! CHOI MINHO KENAPA GERAKANMU SELALU SALAH?!”

“YAK! MINHO! KAU INI PUNYA MATA TIDAK, KENAPA JALAN MENABRAK-NABRAK BEGITU?!”

“KODOK, MAKANAN MU KENAPA SELALU TIDAK HABIS? KAU MAU MENGATAKAN MAKANAN KU TIDAK ENAK? MAU MATI, HAH?”

“SUDAH MALAM BEGINI KENAPA BELUM TIDUR? KITA ADA JADWAL PAGI BESOK! MAKANYA KALAU PUNYA MATA JANGAN BESAR BEGITU JADI SUSAH NGANTUKNYA!!”

“CHOI MINHO, KAMAR MU DISEBELAH, INI KAMARKU! AISH, OTAKMU KENAPA SEMAKIN BODOH SAJA!!”

“AISH, DUBU! MAGNAE MU MULAI GILA!! IA SENYUM-SENYUM SENDIRI BEGITU!!”

“MINHO, SUTRADARA FILM MU MENGATAKAN KAU SUDAH MULAI TIDAK KONSENTRASI DI LOKASI SYUTING, ADA APA? KENAPA KAU JADI TIDAK PROFESIONAL BEGITU?”

Dialog-dialog diatas adalah kalimat yang sering Minho dengar dari orang-orang sekitar nya semenjak Taemin pergi.

Yah, mulai dari tidak konsentrasi saat latihan bahkan mungkin bisa dibilang ia tidak konsentrasi pada apapun! Jalan menabrak-nabrak, menginjak kaki orang, parkir sembarangan sampai ia harus mengeluarkan uang cukup besar karena Ferrari kesayangannya tergores sewaktu hendak dimasukkan ke garasi. Ia jadi tidak nafsu makan, tidak semangat pergi ke Gym apalagi pergi ke tempat syuting, sering salah kamar bahkan pernah memergoki OnKey saat dalam keadaan naked [shit for that!!].

Namun memang harus ia akui, ada satu hal yang sering ia lakukan hingga di cap gila bahkan sedikit lagi ada seorang psikiater yang diutus sang leader untuk memeriksanya. Ia sering senyum-senyum sendiri! Gila? Sepertinya sejak kehadiran Taemin memang Minho sudah sepenuhnya tidak waras! Ia sangat berubah! Sebelumnya, mungkin Minho termasuk orang paling selfish yang penah ada di muka bumi. Yang ia pedulikan hanya dirinya, karir nya, kemampuan akting nya, kemampuan bernyanyi nya, kemampuan dancing nya, kemampuan rap nya. Dia dia dan dia [lagunya Afghan :p]. Namun semenjak mengenal Taemin, segala hal terkait dirinya langsung tergeser ke peringkat kedua! kepentingan sang ‘istri’ adalah sesuatu hal yang paling ia utamakan, apapun itu!! So chessy, right! But, no one denied that fact!!

Tau apa sebabnya sang charisma bisa senyum-senyum sendiri begitu?

“Minho hyung, sarang”

Masih ingat kalimat ini!

Sarang? Cinta? Kenapa bukan Saranghae?

“Di mulut terucap sarang, namun di hatinya ia mengucap Saranghae Minho”.

BLUSH…

Entah suara gaib darimana yang mengatakan itu, tapi justru itulah yang membuatnya fix dicap gila terutama oleh Key.

Setiap mengingat tiga kata yang diucapkan Taemin waktu itu, ia tidak tahan untuk tidak tersenyum!!

Hei, 20 tahun aku menunggu!! Puluhan kali aku mengatakan aku mencintainya, tapi baru satu kali ia mengucapkan kalimat seperti itu, salahkah aku kalau senang hingga seperti ini? Haaah, Taemiiiiin, cepat pulang sayaaaang…

.

.

@ night….

“yoboseyo, Ummaaa”

Hanya sebuah telfon biasa dari sang Umma yang menanyakan kabar anak bungsu nya yang manja namun keras kepala ini. Tapi, untuk malam ini, ada yang berbeda. Umma nya mempertanyakan sesuatu hal yang membuat Minho hampir meledak karena tidak percaya. Ya, telfon yang membuat suatu perubahan…

Tepatnya, sesuatu akan berubah pada kehidupan seorang Choi ‘charisma’ Minho…

“Minho-ya, kau sedang sibuk saat ini?”, Umma bertanya lembut. Ada sedikit nada gemetar di ujung sana namun sang Umma sudah tidak dapat menahannya lagi. Ia ingin sebuah kepastian dari si bungsu.

“aniyo Umma. Wae?”

Hening sejenak. Minho hanya mengerutkan kening. Tumben Umma yang biasanya cerewet bertanya ini itu tiba-tiba diam begini. Ia tidak tau wanita cantik paruh baya di seberang sana sedang berpikir keras mencari kata-kata yang tepat. Benarkah aku membicarakan ini sekarang? Terlalu berlebihan kah apa yang ku pikirkan? Tapi aku mengenal Minho. Aku yang melahirkannya dan aku tau ada yang berbeda dari sikap dan pandangan anakku. Bahkan Minseok, manusia paling cuek sejagad saja akhirnya menyadari adiknya berubah. Jadi, salahkah aku jika meminta penjelasan dan kejelasan darinya?

“Ummaaaa, kau menelfon hanya untuk diam?”, akhirnya ia memulai pembicaraan. Zzzzzz, kenapa si Umma jadi annoying begini sih?

“aish, oke oke. Umma mau bertanya satu hal padamu, boleh?”, ia memulai hati-hati. Ia sangat tau kalau anak bungsu nya ini temperamental. Salah bicara sedikit, ia bisa marah dan ngambeg pada semua orang dan mood nya drop seketika. Di SHINee ia memang terkenal sebagai flaming charisma, seorang ice prince yang tidak bisa berekspresi. Cih, apa nya yang ice prince? Di hadapan keluarganya, ia justru bersikap dan bersifat selayaknya seorang anak bungsu yang manja dan sering ngambeg hanya karena hal yang sepele. Jadi, seluruh keluarga Choi memang sudah terbiasa untuk berhati-hati jika bicara dengan si bungsu, kecuali kakak nya sendiri yang memang tidak pernah peduli pada apapun.

Yang diajak bicara hanya memutar bola matanya, “sejak kapan Umma meminta izin jika berbicara pada ku? Biasanya juga langsung bicara saja. Umma aneh”

“YAK! CHOI MINHO!! AISH, KAU BERANI MENGATAKAN UMMA MU ANEH?”

Reflek, Minho menjauhkan ponsel dari telinganya. Teriak lagi. Aku sudah cukup pengang mendengar teriakan Key setiap hari disini, tolong lah Tuhan jangan semakin mempercepat aku untuk jadi tuli…

“Mianhae Umma. Sebenarnya Umma mau bicara apaaaa?”, ia mulai masuk ke kamar, merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata. Lelah. Hari ini begitu banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan. Ditambah lagi, tidak ada ‘vitamin’ penyemangat nya yang tidak kunjung pulang. Haaaahhh, bogoshippo pooohhhh… hari-hari ku terasa berbeda tanpa mu…

“kau menyukai seseorang?”

Minho langsung membuka matanya, kaget! Hah? Pertanyaan apa itu?

“ma-maksud nya?”, ia terbata.

“aish, jangan pura-pura bodoh, nak. Kau sedang menyukai seseorang? Atauuuu, kalau boleh kuperjelas, kau benar-benar menyukai istri virtual mu?”, sang Umma mulai berbicara hati-hati.

BLUSH…

What? Waiiiittttttttt!!! Bagaimana Umma nya tau? Maksud ku, kenapa Umma nya bisa berpikiran begitu?

“kalau kau heran darimana Umma tau, kau mungkin melupakan satu fakta kecil Mr.Choi Minho. Aku Umma mu, orang yang melahirkan mu. Aku orang yang paling dekat denganmu selama 9 bulan lebih. Jadi, justru aneh kalau aku tidak menyadari bahwa putra bungsu ku mulai berubah sikap karena kehadiran seorang istri yang kelihatannya cantik dan baik”

“BUKAN KELIHATANNYA! TAEMIN MEMANG CANTIK DAN BAIK UMMA!!!”

Oooopppsss…

Wanita di seberang telfon sana hanya bisa tersenyum. Si bungsu sudah mulai dewasa ternyata.

“so, tell me who is she?”

“ah? Ma-maksud nya?”, aish Ummaaaaa, kenapa selalu mempertanyakan pertanyaan yang tidak mampu ku jawab!!!

“jangan belagak bodoh Minho!! Ceritakan pada Umma tentang istri mu itu. Matahari kecil yang mampu mencairkan sebongkah es berbentuk manusia bernama Choi Minho”

Aaaaahhhhhh, Minho mulai menyembunyikan wajahnya di bantal putih kesayangannya. Kalau Key melihatnya seperti ini, aku jamin ia pasti muntah!!

“haengbokhae?”, sang Umma menanyakan pertanyaan yang mengusik hatinya belakangan ini. Apakah sang bidadari cantik itu mampu membuat anaknya bahagia?

“neeeee”, Minho menjawab lirih. Sangat Umma, anakmu ini sangaaaaaatttt bahagia. Neomu neomu neomu haengbokhae!!!

“Umma ikut bahagia kalau kau bahagia, Minho. Sekarang ceritakan tentang Taemin. Kau menyukainya?”, lagi-lagi sang Umma menanyakan pertanyaan yang sama. Jujur saja, ia lega. Walau hanya melihat dari layar kaca, tak dipungkiri ia terpesona dengan kecantikan Taemin dan ia jadi sering melihat perform F(x) hanya untuk melihat istri virtual anaknya itu. Hanya dari wajahnya saja, terpancar kalau Taemin adalah seorang yeoja yang ceria, tulus, sederhana dan baik. Dan sekarang, ia mendengar dari mulut anaknya sendiri kalau si mungil itu mampu membahagiakan anaknya yang terkenal keras kepala dan sulit diatur. Umma mana yang tidak bahagia mengetahui anaknya telah menemukan jodohnya.

Jodoh? Dia kah?

“namanya Lee Taemin, Umma”

“aku tau dasar bodoh!! Selain itu!!”, aish!! Kenapa aku bisa melahirkan anak bodoh begini sih?

“dia yeoja 18 tahun, sekolah di Chungdam high school”

“and then?”

Argh, masa aku harus cerita hal pribadi?

“apa lagiiiiiiiiii?”, Minho gemas sendiri.

“ceritakan perasaan mu pada Taemin? Kenapa kau bisa bilang kalau kau bahagia dengannya dan ohya, ceritakan mengenai keluarganya”

Haissshhhh, Minho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tuh kan, dasar Umma. Masa kubilang aku bahagia saja itu tidak cukup?

Hhhhh…

Mari mulai jujur Minho. Biar bagaimanapun, dia Umma mu sendiri kan?

“dia bungsu dari 2 bersaudara. Kakaknya, seorang namja bernama Taesun dan dia terbilang sangat dekat dengan kakak nya itu. Dia yeoja asli Korea namun menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Amerika karena Appa nya seorang diplomat. Selama disana, selain sekolah dan jujur kuakui Taemin anak yang sangat cerdas, ia juga menjadi backdancer termuda dari Beyonce. Umma tau dia kan? Karena itu ia sangat lincah menari. Disanalah ia bertemu Lee Soo Man sonsaengnim dan langsung di kontrak eksklusif oleh SM Entertainment dengan dimasukkan dalam girl group F(x)”

Umma nya tetap tekun mendengarkan…

Hhhhh, Minho kembali menarik nafas panjang. Sekarang kah waktunya jujur atas perasaanku sendiri? Pada Umma nya?

“Umma tahu aku bukanlah orang bisa mengungkapkan perasaanku dengan baik, aku bukalah orang yang bisa mengumbar kata manis kan? ..but yeah, saat itu, saat aku bertemu dengannya, seandainya saat itu juga aku mati mungkin aku bahagia umma… love at the first sight, appa dulu bercerita itulah yang ia rasakan pada umma,sekarang aku tahu, kalau rasanya saat itu persis apa yang pernah appa rasakan pada umma… ” Minho berdiam sejenak, dia menarik nafas dan tersenyum,

“Jika umma ingin tahu, aku tidak menyukainya sama sekali, tapi aku mencintainya, karena …yah , aku mencintai semua yang ada pada dirinya, sederhana, baik, dan membuat ku bahagia, bukankah yang sesuatu yang bisa membuat kita bahagia dan menerima apa adanya itu yang disebut cinta, karena cinta tidak pakai syarat, itu kan yang umma katakan padaku?”

Tidak disangka, wanita paruh baya di ujung telfon sana menitikkan air mata selama mendengarkan cerita si bungsu. Perasaan saat pertemuan pertama dengan suami nya seperti berputar ulang di dalam otaknya. Mendengar itu, ia kali ini akhirnya benar-benar yakin dengan pilihan anaknya ini. Terima kasih Tuhan, kau sudah menunjukkan jodoh sebaik itu pada anakku.

“ia mencintai mu?”

Kali ini Minho yang terdiam. Bertepuk sebelah tangan kah? Jangan hancurkan perasaan anakku Tuhan.

“aku sudah berkali-kali menyatakan cinta padanya, tapi ia belum menjawab Umma. Aku bingung”, suara yang tadi terdengar berbunga-bunga, kini melemah.

“hati nurani mu apakah mengatakan kalau Taemin juga mencintai mu, nak?”

Minho memejamkan matanya.

Segala kejadian bersamanya selama ini seperti berputar ulang dengan cepat. Senyuman itu, perlakuan itu, pandangan mata itu, sarang?

“mungkin Umma. Jika belum mendapat jawaban pasti darinya, aku belum berani menjawab pertanyaan itu”

“seorang wanita selalu butuh suatu kepastian, apalagi dari seorang laki-laki, Minho. Mungkin selama ini kau kurang untuk meyakinkannya. Jadi, lakukanlah”, Umma nya tersenyum. Sepertinya sebentar lagi aku akan punya menantu.

“lakukan apa?”, Minho bertanya heran.

“kapan Umma bisa bertemu langsung dengannya?”

Hah?

“dia sedang di Amerika sekarang”

“ketika ia kembali, segera beritahu Umma ya. Umma ingin sekali bertemu dan bicara langsung dengannya. Annyeong Minho”

PIP…

Diputus? Aish, Umma nya ini selalu saja seenaknya.

Melakukan apa? Meyakinkannya? Maksud nya apa?

Ah, sudahlah…

Ia melihat wallpaper ponsel nya.

Wallpper ketika ia bersama pertama bertemu, saat Taemin masih memakai baju sekolahnya, dan memeluk Minho dari belakang. Dai tersenyum, kenapa sebuah senyum bisa secantik itu?

Tersenyum melihat gambar yang terlihat disana. Ia membuka laci meja di sebelah tempat tidurnya. Mengambil sesuatu, kemudian membukanya. Melihat deretan 8 digit angka yang hampir mendekati 9.

“sepertinya sudah cukup. Sebentar lagi, sayang”

.

.

Keesokan hari nya…

“WHAT?”, pagi hari yang damai di dormitory SHINee dipecahkan oleh suara teriakan seseorang. Tapi tunggu, mari lihat ke dalam.

Di dapur, sang diva sedang menyiapkan sarapan untuk semua membernya, rutinitasnya di pagi hari seperti biasa. Dan ia terlihat tenang-tenang saja bahkan justru kaget ada yang mengambil ‘posisi nya’ sebagai orang yang berteriak di pagi hari ==”

Ia matikan kompor dan berjalan ke ruang tamu.

“kodok! Kenapa berteriak pagi-pagi kau ini punya otak tidak?”, ia melepas apronnya begitu melihat magnae nya tertegun melihat sebuah kertas. Kartu lebih tepatnya.

“apa itu?”, ia merebut seenaknya kartu yang dipegang Minho.

Diremas sepertinya karena kartu nya agak lecek. Seperti nya sebuah mission card.

“PERNIKAHAN VIRTUAL CHOI MINHO DAN LEE TAEMIN AKAN SEGERA BERAKHIR KARENA KESIBUKAN KEDUA PIHAK. DIHARAPKAN KEDUA PIHAK MENYIAPKAN HADIAH ISTIMEWA UNTUK MASING-MASING PASANGANNYA”, begitu yang tertulis di kertas putih itu.

Berakhir? Key melirik Minho. Raut wajahnya? Entahlah. Terlihat kesal, benci, tidak rela, marah? Intinya tidak enak diliat :p

Minho segera masuk ke dalam kamar. Hhhh, sepertinya mood nya drop seketika. Pasti seharian ia akan jadi orang yang paling menyebalkan. Ya sudahlah, biarkan saja. Key memakai kembali apronnya dan kembali melanjutkan rutinitasnya nya di dapur.

Di dalam kamar….

Hhhhh, berakhir? Secepat ini kah? Ia tau memang SHINee akan segera comeback dan mereka mulai sibuk dengan album baru. F(x) pun masih sibuk dengan jadwal promosi first album mereka. Karena itulah, intensitas bertemu antara Minho dan Taemin sebelum ia berangkat ke Amerika memang jadi banyak berkurang.

Sedih? Sangat! Tapi ia bisa apa jika hal seperti ini adalah hak prerogatif PD WGM sendiri, dan ditambah lagi, sejak awal mereka memang sudah diberitahu kalau ini tidak akan lama!! Tapi aku belum siap!!!!!! Bahkan Taemin saja belum pulang.

Drrrtt drrrtt drrrttt…

Ponsel nya bergetar…

Ada sebuah sms masuk…

From : My Lovely Wife❤

oppa, aku menerima sebuah mission card di email ku. WGM kita akan segera berakhir? Benarkah? T^T

Tidak bisakah meminta PD untuk melanjutkan ini lebih lama lagi, oppa? Aku sedih…

Padahal hari ini aku ingin menyampaikan sebuah kabar gembira. Aku pulaaaaaanggg!!!!

Tapi kenapa kartu ini datang disaat hatiku sedang bahagia?

PD nim jahaaat…

Oppa, jeongmal bogoshippooo. ƪ(♥ε♥)ʃ

*big hug*

Minho tersenyum membacanya, terutama kalimat terakhir. Menjadi ‘suami’ Taemin beberapa waktu, Minho sudah bisa merasakan perubahannya. Taemin tak lagi malu-malu untuk jujur pada Minho dan ia sudah sangat bersyukur akan hal itu.

Haaaahh, aku mencintai mu Minnie, Minho mulai membenamkan wajahnya pada bantal putih empuk itu, mencoba memperjelas bayangan wanita yang sudah sangat ia rindukan…

.

.

“morning, my sexiest wife in the world”, sebuah tangan besar melingkar di pinggang seorang namja cantik yang masih sibuk memasak.

Sang leader membenamkan wajahnya di cekungan leher sang istri dan menghirup aroma manis itu.

“kau hebat semalam, sayang”, Onew membisikkan kalimat itu di telinga Key.

Blush..

Tangannya menyikut perut Onew untuk melepaskan pelukannya.

Ia mematikan kompor dan berbalik, mencium bibir tebal itu sekilas.

“stop teasing me, dubu. Sebaiknya sekarang kau urusi magnae mu itu”

Sang leader menampilkan pandangan heran.

“Minho? Kenapa memangnya dia?”

“ia dikirimi mission card pagi ini. Pernikahan virtual nya dengan magnae F(x) itu akan segera berakhir dan mereka diminta menyiapkan semacam kejutan untuk masing-masing pihak. Sejak menerima kartu itu, froggy tall itu langsung mengurung diri di kamar. Jadi, daripada seharian ini ia akan menyusahkan kita karena mood nya yang drop seketika, jadi sebaiknya sebagai seorang leader kau harus melakukan sesuatu”, jelas Key panjang lebar.

Hhhh, dasar! Minho sudah cukup menyusahkan semua orang semenjak ditinggal Taemin pergi ke Amerika. Ditambah lagi sekarang perkawinan virtual nya akan segera berakhir. Ia pasti akan tambah menyebalkan.

“baiklah. Aku lihat Minho dulu”, Onew melangkah ke kamar magnae nya itu setelah sebelum nya mencium kening istrinya singkat.

Onew berjalan kekamar Minho, membuka pintu dan menyembulkan kepalanya dibalik pintu.

Ia melihat magnae nya itu sedang menutup wajahnya dengan bantal. Ia tau Minho tidak tidur. Mana ada orang tidur dengan posisi menutup wajah begitu. Memang dia mau bunuh diri?

Ia melangkah ke dalam dan duduk di kursi belajar samping tempat tidur. Di meja belajar nya, ia melihat ada sebuah foto yang dibingkai pigura berwarna baby purple.

Foto Minho yang menggoda Taemin yang sedang cemberut. Onew reflek tersenyum. Di foto itu, wajah Minho terlihat sangat bahagia.

Aniii, semenjak bertemu Taemin, wajah Minho memang selalu bahagia!! Wanita yang hebat.

Ia menoleh kan kepalanya pada sang magnae yang tak kunjung bereaksi. Hhhh, dasar anak manja.

Dengan paksa, Onew melepas bantal itu dan membuangnya ke bawah.

 “YAK! BISA TIDAK KAU JANGAN MENGGANGGUKU HYUNG?!”, Minho seketika duduk. Aish, kenapa semua hyung nya ini suka sekali membuat hidupnya tidak tenang sih?

“heh kodok belo, aku ini leader. Setiap member adalah tanggung jawab ku dan aku tidak suka melihat wajah jelek mu itu ditekuk kusut begitu. Ini bisa berakibat pada perform SHINee nanti, dan para fans akan ribut kalau mereka melihat kau berwajah seperti itu. Pasti akan muncul omongan aneh-aneh yang membuatmu gerah sendiri. Jadi sebaiknya kau ceritakan padaku ada apa?”.

Minho menatap hyung tertua nya itu. Meskipun Onew lebih sering menunjukkan sikap sangtae dan jujur saja itu mengesalkan, tapi tak bisa dipungkiri jika menyangkut urusan member dan SHINee, ia justru menjadi orang yang paling tenang dan dewasa menghadapi berbagai persoalan dan ‘mendinginkan’ member nya yang semuanya temperamental.

“pernikahan ku akan berakhir hyung”, ia berkata lemah. Duduknya merosot sambil bersandar pada kepala tempat tidur.

Hhh, Onew hanya menghela nafas melihat wajah magnae nya sekarang. Kemana wajah sang flaming charisma yang begitu dielu-elukan?

“kau mencintai nya yaa Minho?”

“tentu saja dia kan istriku”, lagi-lagi ia menjawab seadanya.

“kalau kalian sudah tidak menjadi pasangan suami-istri virtual di WGM kau masih mencintainya?”

“tentu saja karena aku akan menikahinya secara nyata, ooopss”, Minho menutup mulutnya. Matanya semakin membulat. Aish Minho, sejak kapan mulutmu jadi begitu lancar berbicara?

“jinjjayo? Jadi selama ini dugaanku benar?”

Kali ini Minho yang kaget. “maksud mu hyung?”

“semenjak bertemu Taemin, aku melihat kau terlalu bekerja keras bahkan hingga jatuh sakit. Kau juga jadi lebih sering belajar walau tidak datang ke kampus. Aku tau kau memang orang yang workaholic, tapi entahlah, hanya terlihat seperti kau ingin mendapatkan sesuatu. Jadi karena….. ini? You wanna marry with her?”

“a-ah? Aniii, aku hanya asal bicara saja hyung. Aku….”

“sudahlah Minho, kita sudah mengenal selama 6 tahun, jangan berpura-pura di hadapanku karena itu tidak ada gunanya. I really know about you, everything!! Dan kau tidak pernah berwajah sejujur tadi jika berbicara denganku atau kami semua. Btw, aku mendukung kok. Taemin seorang yeoja yang baik. Dan yang paling aku suka darinya, ia mampu melakukan sesuatu yang kami semua tidak mampu melakukannya. Ia mampu menjadikanmu seorang namja yang lebih baik, lebih dewasa, dan yang terpenting, sekarang kau menjadi lebih peka dan bertanggung jawab bukan hanya pada hidup mu tapi juga pada orang-orang sekitarmu. Woow, aku baru sadar Taemin telah merubahmu begitu banyak. Mantra apa yang ia gunakan hingga seekor kodok mulai memakai otaknya setelah sekian lama”, Onew terkekeh pelan.

Ia pikir Minho akan marah Onew berkata seperti itu. Namun ternyata, ia justru semakin merenungi perkataan makhluk sangtae di depannya ini.

“jadi aku harus bagaimana hyung?”

Onew memutar bola matanya. Baru saja dipuji, ia sudah bodoh lagi.

“if you really love someone, let’s go for it, okey froggy”, Onew berdiri sambil mengacak rambut yang kini mulai memanjang lagi.

Saat hendak keluar,

“hyung”

Onew menoleh…

“Taemin akan pulang hari ini”, Minho menatapnya cemas meminta bantuan. Apa yang harus ia lakukan?

Onew lagi-lagi menampilkan gigi kelincinya, “benarkah? Berarti aku semakin cepat mempunyai adik ipar. Sepertinya aku harus meminta Key mulai menyiapkan pesta penyambutan anggota baru”

YA YA YAK!!

Minho segera berlari turun dari tempat tidur dan memblokir pintu yang hendak dibuka Onew.

“YAK! HYUNG! JANGAN MEMBERITAHUKAN BERITA INI PADA ISTRIMU ITU NANTI SEMUANYA AKAN KACAU!!! AKU SAJA BELUM TAU TAEMIN MENCINTAIKU ATAU TIDAK!! JANGAN MACAM-MACAM KAU HYUNG!!, Minho berkata panik. Jika si diva itu tau, pasti akan semakin repot semuanya!!

“benarkah? Kau ini terlalu negative thinking pada hyung-hyung mu ini yaa? Kami akan bekerja sesuai cara kami dan kau silahkan bekerja dengan caramu sendiri. Tidak boleh saling ikut campur, arra? Minggir!”

Onew mendorong tubuh Minho yang memblokir pintu ke samping dan ia keluar…

Aish, Minho mengacak rambutnya sendiri. Ottohke? Apa yang akan mereka perbuat? Kumohon jangan memberikan ide aneh-aneh di pikiran mereka Tuhan.

Drrttt drrrttt, ponsel nya bergetar. Sebuah message…

From : Onchicken ‘sangtae’ hyung

Daripada kau memikirkan apa yang akan kami lakukan, lebih baik sekarang kau gunakan otak mu itu untuk memikirkan kejutan apa yang akan kau berikan pada Taemin hingga membuat ia terkesan dan ‘khilaf’ untuk mengatakan YA saat dilamar seekor kodok. Hwaiting…

Minho menoleh ke arah pintu. Awas saja orang itu kalau berbuat macam-macam di saat begini!!!

Tapi ia ada benarnya juga. Kejutan apa yang akan ia berikan pada Taemin nanti?

.

.

Keesokan paginya . . .

Di depan dorm SHINee sudah berkumpul segenap kru WGM yang akan meliput episode terakhir mereka.

“annyeonghaseyo, Minho-ssi”, PD nim bergerak ke depan dan menyalami tangan namja tampan itu.

Minho tersenyum dan membungkukkan badannya.

“annyeong haseyo, hyung”

“kau sudah siap? Sudah membaca script apa yang harus kau tampilkan dan katakan dengan Taemin nanti?”

“neee, hyung”

“good then. Aku menyesal pernikahanmu berakhir secepat ini Minho. Tapi jujur saja aku tidak bisa lagi mengatur jadwal kalian berdua yang begitu padat. Jadi, meskipun respon penggemar positif, terpaksa aku harus menghentikan ini. Jadi, demi permintaan maaf pada penggemar mu, kau harus menampilkan yang terbaik. Kau mengerti kan?

Minho hanya mengangguk.

“Kajja, kita mulai. 30 menit lagi istrimu kembali ke Seoul”

Sejak detik itu, segala gerak-gerik Minho direkam oleh kamera. Kembali menjalankan kehidupan ‘palsu’ yang dirancang oleh script buatan manusia. Tapi untuk kali ini, kesempatan terakhir bagi Minho untuk menjalankan peran sesuai script yang dibuat oleh hati dan Tuhannya.

Minho masuk mobil kemudian menuju suatu tempat. 25 menit berlalu dan Minho sudah sampai di Incheon International Airport. Suasana yang sangat ramai seperti biasa, karena Incheon adalah bandara ‘welcoming gate’ untuk turis-turis dari seluruh dunia untuk masuk ke Korea Selatan. Banyak orang-orang berkulit putih, hitam, bermata biru maupun coklat yang lalu-lalang disini.

“oppppaaaaaa, Minho opppaaaaaa”, terdengar suara yang sangat Minho rindukan sedang memanggil namanya. Seperti ada chemistry, di tengah lalu lalang ratusan orang, Minho bergerak menuju suara yang ia rindukan itu, dan akhirnya…

Ia berlari.

Sempat menabrak beberapa orang namun ia tidak perduli dan hanya mengatakan ‘mian’ sekedarnya. Ia lupa orang-orang yang ditabrak itu kemungkinan besar tidak tau apa itu ‘mian’? nama makanan?

Kru WGM yang sedari tadi meliputnya juga kalang kabut mengejar ‘jerapah’ lari itu. Episode satu mereka sudah kehilangan Minho, masa di episode terakhir kehilangan anak ini lagi? Mereka mengejar sekuat tenaga di belakangnya. Lagi-lagi Minho bertindak seenaknya. Tidak ada acara lari seperti film bollywood begini di script yang ia buat, PD nim sudah mulai terengah-engah. Ahjussi berkepala 4 mengejar lari anak muda berumur 20 an tentu merupakan tandingan yang sangat tidak seimbang bukan?

Minho memeluk, atau lebih tepatnya menabrak Taemin yang hari ini mengenakan long dress pendek diatas lutut berwarna baby pink, bandana di rambut pendeknya yang tergerai yang juga berwarna baby pink, sepatu berwarna senada serta stocking putih tinggi selutut. Sangat manis!! Seperti strawberry!! Lama tidak bertemu, Taemin terlihat semakin cantik dan menggemaskan di mata Minho. Ia peluk tubuh mungil itu erat-erat, tidak peduli orang-orang yang mengerumuni 2 artis yang memang menjadi perbincangan banyak orang semenjak hubungan mereka yang begitu manis ditampilkan di acara WGM. Taemin yang hampir jatuh ke belakang karena ‘ditabrak’ Minho pun hanya bisa pasrah dipeluk sangat erat oleh namja kekar dan tampan ini. Kehangatan ini, aahhh, aku merindukanmu oppaaa. Mukanya sudah mulai memerah karena adegan ini LIVE dihadirkan Minho di bandara Incheon yang notabene salah satu tempat paling ramai di Seoul.

1 menit…

2 menit…

3 menit….

Pelukan itu tak kunjung dilepaskan.

Ia bahkan tidak pernah melihat kru WGM meliput mereka dengan wajah seantusias dan seceria itu. Tidak ada adegan seperti ini juga di script. Sebetulnya ada, tapi yang tertulis, saat Minho bertemu Taemin, Minho hanya mengacak rambutnya, mengobrol sekilas, lalu menggandeng tangan Taemin keluar bandara. Tapi yang ditampilkan ternyata lebih jauh dan lebih indah dibanding yang tertulis di script. Good job, Minho!!!

“oppaaaa, kita dikerumuni banyak orang”, Taemin berkata lirih. Ia bahkan tidak berani membalas pelukan Minho karena rasa malunya yang teramat sangat. Tangannya tergantung sempurna di sisi tubuhnya. Ia tidak berani bahkan hanya memegang punggung Minho untuk sekedar mengelus menenangkannya. Sementara tubuh mungilnya sudah sepenuhnya ‘dikuasai’ dalam dekapan hangat Minho.

Tunggu, bahunya seperti terasa basah. Dan Minho mulai bergetar. Ya Tuhan, ia menangis?

“oppaaa, waeyo?”, Taemin berkata lebih lirih. Kali ini, ia memberanikan tangannya untuk mengelus punggung Minho berusaha menenangkannya. Kamera semakin intens meliput dan senyum dari PD nim semakin lebar saja. Penonton ‘dadakan’ mereka juga sekarang mulai mengeluarkan suara-suara dan bandara semakin riuh saja.

“oppaa, gwaenchana?”, Taemin bertanya lagi. Sungguh Tuhan ia khawatir, kenapa Minho nya? Apa ia sedang sakit?

Taemin merasakan Minho membenamkan wajahnya semakin dalam ke bahu mungil Taemin dan pelukannya semakin erat. Jujur saja, Taemin mulai merasa sesak. Tapi kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Minho memeluknya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“jeongmal bosgoshippo poooh”, suara Minho terdengar terpendam di bahunya.

Ya Tuhan, hanya karena rindu kah ia sampai menangis?

“nee oppaaa, aku juga merindukanmu”, Taemin membalas dengan sama lirihnya.

Beberapa detik kemudian, Minho melepas pelukannya. Tidak tersisa air mata di bola mata besar itu. Hanya matanya agak sedikit memerah, namun jika diperhatikan dengan seksama. Jika orang hanya melihatnya sekilas, mereka pasti tidak tau Minho baru saja menangis di pelukan Taemin.

Minho memegang wajah mungil Taemin dengan tangan kekarnya. Berusaha meyakinkan kalau ini tidak mimpi, bahwa Taeminnya benar-benar sudah pulang.

Taemin memberikan senyum termanis pada malaikat pelindungnya itu. Ia rapihkan rambut Minho yang mulai memanjang namun sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.

Menangkap tangan mungil di rambutnya itu, kemudian ia letakkan pada pipi nya sambil memejamkan mata. Rasanya hangat. Sangat hangat!!

“oppa bisakah kita keluar dari sini? Aku malu sungguh”, keadaan di sekeliling mereka makin ramai dan riuh saja, sementara wajah Taemin semakin memerah seiring banyak nya orang yang menonton ‘pertunjukkan live’ mereka.

Minho membuka matanya, mengelus lembut pipi Taemin sehingga wajah itu semakin memerah saja dan ia menunduk. Minho tersenyum, ah, betapa aku merindukan semburat merah ini di wajah ini, Tuhan.

“mianhae pooh, aku hanya begitu merindukanmu. Kajja, kita pergi”, tidak dengan menggenggam tangan Taemin tapi dengan merangkul pinggang mungil itu dan mendekatkan jarak mereka. Taemin? Lagi-lagi ia pasrah saja di perlakukan Minho begitu. Ia juga tidak bisa memungkiri perasaannya sendiri, she like it!! Everything that Minho did to her!! Ia hanya berjalan menembus kerumunan dengan menunduk tapi senyum tak juga lekas pergi dari wajah cantik nya. Ia bahagia!! Sangat!!

Seperti para kru WGM yang meliputnya, mereka tak pernah sebahagia ini selama meliput 2min couple bahkan semua couple yang pernah tampil di WGM dari session 1 sampai 3. Minho sungguh berimprovisasi sangat bagus!!! Mereka terkesan!!

Di mobil…

Tak sedetikpun Minho melepaskan tangan mungil itu dari genggamannya. Sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara apapun. Hanya senyum yang terus hadir di wajah tampan Minho dan wajah cantik Taemin sudah mencerminkan dengan jelas perasaan mereka dibanding jika diungkapkan dengan kata-kata.

Sesampainya di suatu rumah yang bisa terbilang cukup mewah…

 Membukakan seatbelt Taemin dan mengelus pipi itu singkat, tersenyum kemudian turun dan berjalan memutar membukakan pintu untuk sang istri.

“ini rumah siapa, oppa?”

Minho menggenggam dan menuntun tangan Taemin ke dalam.

“rumahku. Kau akan kuperkenalkan dengan keluargaku, pooh”.

FYI, ini sebetulnya ada di script. Tapi pembicaraan di dalamnya, siapa yang tau apa yang akan Umma ku katakan meskipun script nya sudah dikirim oleh PD nim langsung pada Umma ku :p

“aku pulaaang, Umma, Appaaa, Minseok hyuuuung”

“hey yooo, annyeong Taeminniieeeee”

“YA YA YA, JANGAN MACAM-MACAM PERVERT!!!”, Minho menyembunyikan Taemin di belakangnya.

Taemin mengintip dari belakang punggung Minho. Seorang namja yang terhitung masih tampan, walau tentu saja masih lebih tampan Minho ku [ciee kodok gue baik banget yak bilang lo tampan? Kepala gue pasti abis kejedot nih].  Umur nya pasti tak berbeda jauh dengan Minho. Dan gaya nya, gaya nya jauh lebih informal dan terkesan ‘anak muda’ dibanding Minho yang selalu memakai pakaian pilihan menurut stylist nya sehingga cenderung ‘kaku’.

“hyung, ini Taemin. Taemin, ini Minseok hyung”, Minho menepis tangan hyung nya.

“tidak ada acara salaman”, Minho membulatkan matanya. Dasar pervert, tidak bisa melihat yeoja cantik!! [sama kaya lo, dok!]

“omo omoo, annyeong haseyooo. Minho-ssi, YAK, kenapa tidak bilang kalian sudah datang?”

Seorang wanita paruh baya yang masih cantik datang dari dalam rumah diikuti seorang namja yang juga tampan di usianya yang pasti sudah tidak muda.

Sang wanita itu segera menarik Taemin dari belakang Minho dan memeluknya ramah.

“annyeong, waaahh, kau cantik sekali. Di TV pun kau sudah terlihat sangat cantik ternyata aslinya justru jauh lebih cantik lagi. Pantas saja Minho seperti orang gila ketika ditinggal kau ke Amerika”

“Ummaaa”, Minho memperingatkan. Apa itu? Kalimat terakhir tidak ada di script meskipun kenyataannya memang seperti itu. Tapi bukan berarti harus buka kartu dihadapan publik kan?

“annyeong Taemin-ssi. Aku Appa nya Minho dan Minseok. Senang kau kesini. Benar kata istriku, kau sangat cantik. Minho harus banyak bersyukur karena mendapatkanmu”.

“kamsahamnida…..”, Taemin menoleh ke Minho seolah memberikan pandangan aku-harus-memanggil-apa?

Umma Minho yang melihat pandangan itu hanya tersenyum.

“panggil aku eommoni. Anggap lah aku ibumu. Boleh kan Taemin?”,

Taemin tersenyum manis. Wanita cantik ini sungguh memang sebaik ibunya sendiri. Minho dibesarkan di keluarga yang hangat, sungguh beruntung. Taemin langsung merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka.

“eommoni, aku ada sesuatu untuk kalian tapi tertinggal di mobil. Bolehkah kuambil?”, Taemin bodoh! Sebetulnya ia tidak bawa apa-apa karean ia tidak dikirimi script apapun sehingga ia tidak tau Minho akan membawanya kesini. Ia hanya membawa kue buatan sang Umma yang sangat Taemin suka [tiramisu dan cheese cake] dan guitar pesanan Amber Unnie, tapiii, ah biarlah, buat mereka saja.

“jinjja? Wah merepotkan. Kalau begitu Minho saja yang mengambil, kau masuklah ke dalam yaa. Umma sudah memasak banyak makanan lezat spesial untuk menantu cantik ku”

Blush…

Ummaaaaa, aku maluuuuuuu.

Ia menoleh pada Minho, “ada kue dan guitar di dalam sana oppa, tolong ambilkan yaa”.

Minho mengangguk dan keluar.

Ketika mereka duduk di meja makan, sungguh Taemin seperti berada di tengah keluarganya sendiri. Appa dan Umma Minho sangat memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Terlebih lagi, kata Appa nya Minho [yang memintaku memanggilnya abeoji], mengatakan kalau sang Umma sangat menginginkan mempunyai anak perempuan yang cantik, lembut dan baik seperti Taemin. Taemin sudah benar-benar dianggap bagian dari keluarga Choi. Ia sempat diminta eommoni untuk membuat kue [untung saja hasil nya enak] dan dipuji oleh semua orang. Sebagai imbalannya, eommoni justru mengajarkan cara memasak makanan kesukaan Minho.

“jika kelak kau menjadi istri nya dan memasak sebaik aku untuk makanan kesukaannya, aku jamin Minho tidak akan pernah meninggalkanmu”, sang Umma menggodanya.

Hari sudah semakin malam…

Eommoni mengajak Taemin untuk duduk di ruang tamu menikmati baked apple puding yang Taemin buat, sementara ketiga namja itu, diberikan titah dari ‘sang ratu’ untuk mencuci piring di dapur.

“Taemin”, Umma memanggilnya sambil mengelus rambutnya sayang.

“nee eommoni”

“terimakasih yaa”

Taemin heran.

“untuk?”

“membahagiakan anakku”

Blush…

“aniii, eommoni. Aku justru lebih sering menyusahkan Minho oppa dibanding membahagiakannya”

“tapi kenyataannya, ia bahagia denganmu. Aniii, bahkan sangat bahagia”

Pembicaraan mulai terjadi diluar script…

“apa kau mencintai anakku?” tanya Umma Minho, Taemin menoleh, bibirnya kelu, wajahnya memerah, dan tangannya berkeringat, apa…apa yang harus ia katakan? apa yang harus ia sampaikan, didepan banyak kamera…?

“A-aku …itu…”, Taemin menunduk … bagaimana ini?

TBC~~

Hiyaaaaa~~ kekekekek

“A-aku …itu…  itu… ITU TULANG AYAM ONEW HYUNG!!!” nunjuk kelantai LOL

Hehehehe…sorry yah fitun saya seenaknya dengan FF kamu, tapi ini gak semua saya edit kok.. kekekek

Ayo di Like dan komenya, janji ASAP di post kok last part bagian B nya. Kekekeke

OH, VOTE DONG :

Ini rencana gue dan Rinhyon. Lebih baik ada :

1. Epilog and wedding

2. Epilog, wedding, and NC

So vote this, if you want me and rinhyon make one of this option, maybe i’ll make it for you all🙂
-sanniiew-

134 thoughts on “[2min] We Got Married, Last Memories -chap A of B end

  1. Minho kalo ngomong polos or pabbo sih??? ~kkk
    Tapi nae tetep suka kok menong :p
    Next chap…

  2. ciee tetem udh dianggep bagian keluarga choi…
    untung keluarga choi ramah” jdi bisa nerima tetem dgn mudah. ahhh 2min mkin bnyak aja yg dukung.. ayo di realin..😀

  3. Ampun, manìs banget ff ini! Uwwaa taem mau jawab apa? Penasaran bgt q! Moga aja 2minnya nikah beneran!

  4. Ampun, manis banget ff ini! Uwwaa taem mau jawab apa? Penasaran bgt q! Moga aja 2minnya nikah beneran!

  5. Taemin emang dasyat, baru pertama kali ketenu keluarganya minho langsung setuju xD
    Umma minho blak2an bangettt…tp aku suka xD
    Penasaran sama jawabannya taeminnn >3<

  6. Dubu… kau juga hebat semalam sayang :* #salah fokus.

    ehm.. eomma udah ngasih kode nih.
    si Dubu juga peka bgt lagi sama perasaan Minho. leader Daebak!!

    huwaa minho nangis. jinjja… segitu rindunya mpe Otaknya Korslet gitu😀

    pernikahan virtual boleh berakhir. tapi yg Real tetap berlanjut😉
    sipp dah

  7. bhahaha minho nampak bodoh. taemin emang perfect bgd ya? aku ampe iri lho. cieee yg mau dinikahi(?) secara nyata kkkk

  8. minho jadi orang babo semenjak ditinggal taemin ke USA~😀
    pantes kalo key mikir minho jadi gila, orang suka senyum” sendiri gitu #plak
    minho malu banget tuh digodain sama umma nya😀
    astaga si kodok ngambek gara” WGM dia sama taeminnie mau berakhir😦
    minho nangis? dunia mau kiamat yah?#plak
    segitu rindunya sama taemin sampe nangis gitu
    taemin memang calon menantu idaman😀

  9. bilang aja aku sih yes… wkwkwkwkkwk
    TBC nya menganggu banget ahahhahaha….ga sabar mo dgr jawaban taemin. .

  10. Minho kek kehilangan arah tanpa taemin, ciye ini ceritanya taemin udah jadi ny. Choi udah tem jawab jujur ajah pertanyaan ibunya minho…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s