[2min] Dont Joke Around Me /HB Taemin-part 3 A of B


Foreword:

Yoo~ akhirnya saya bisa post ini juga,  pengennya sih pas dia ultah udah jadi, tapi kayaknya belom nih..jadi ya gak apaapalah yah..yang penting kan pas ultahnya, LOL

Oke, ini bener” lagi booming banget tentang LADY TAEMIN lah … TT #HappybirthdayLeeTaemin on Twitter … Fancam LADY TAEMIN, and bla bla bla… so, gue bakal bikin terinspirasi dari ini semua, yeah … booming banget kan tuh, tapi … kita liat, disini ada kejutan sedikit yang akan kuberikan pada kalian …

NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM

REMEMBER COMMENTS ARE LOVE ❤

LIKE THIS POST IF YA LIKEY

by : Pervy^Sanniiew

.

.

“Kami pulanggg~”, seluruh SHINee memasuki dorm dengan tubuh lelah, perjalanan yang tidak seberapa memang, mereka langsung berhamburan ke kamar masing-masing, membiarkan koper mereka berserakan begitu saja di depan dorm.

“Hyung … “, teriak Taemin memanggil Minho.

“Neh …”, teriaknya balik, Taemin langsung menemukannya didapur, sedang menenggak air mineral , Taemin tersenyum dan mendekat ke arahnya, ia peluk tubuh Minho dari depan dan menjilat air yang turun ke jakunnya, Minho terkesiap.

“Yah, apa yang kau lakukan?”, tanya Minho. Taemin berdecak dan menoleh ke arah kulkas.

“Nothing..just teasing you …”, katanya, membungkuk mengambil karton susu strawberry disana. Minho menyengir dan ..
PLAK

“YAH!!”, teriak Taemin dan langsung berbalik, ia menyentuh butt nya yang terasa perih sedikit karena tamparan Minho. Minho menjulurkna lidahnya.
“YAH! WHAT WAS THAT?”, teriak Taemin meringis dan memicingkan matanya.

“Balasan karena kau mengujiku … “, katanya menyilangkan dada.

Taemin meliriknya sinis, “Listen to me Hyung, dont you dare to touch me again!”, balasnya.

“Wae…aku hanya bercanda,aku kan ikuti apa kemauan mu…”, Minho balas merajuk. Taemin berdecak.

“Begini cara mu memperlakukan pacarmu yang sebentar lagi mau milad?”,tanya Taemin. Minho tersenyum, ia maju selangkah dan langsung berada didepan Taemin, tubuh Taemin menempel di kulkas dan matanya menatap Minho lekat. Taemin merasa ingin mendorongnya, namun entahlah, ia suka jika Minho sedang mengekangnya dalam keadaan seperti itu.

“Memangnya… kau mau apa? duh, maaf Minnie… tapi aku belum siapkan kado untukmu..”, katanya memelas. Taemin menatapnya kecewa,

“Jinjjayo?’, tanyanya, Minho hanya mengangguk, “WAEE?! kau tidak perduli lagi padaku?”, tanya Taemin meraih kerah Minho. Minho berdecak dan menempatkan kedua tangannya disamping kanan dan kiri kepala Minho.

“Habis, aku tidak tahu apa yang diinginkan pacarku ini?”, Minho berbisik di telinga kiri Taemin, tangan kirinya membelai wajah kanan Taemin, dan kemudian bibirnya menjilat telinga Taemin.

“Nghhh…”

“Tell me…”

“W-what?”

“What do you want from me for your brithday gift baby?”, bisiknya kali ini mencium leher Taemin, Taemin meraih rambut coklat Minho, tubuhnya melemas, ia memiringkan kepalanya dan memberikan akses pada Minho untuk menemukan titik sensitifnya. Minho menjilat, mengigit , dan kemudian menghisapnya dengan bibirnya yang tebal. Taemin memejamkan matanya dan meremas kepala Minho lebih erat.

“Ohh…M-minho..a-aku…”

“Katakan…”, bisiknya lagi kali ini meraih karton susu ditangan Taemin, tangan kirinya mengangkat kaki kanan Taemin dan mengelus pahanya menuju bagian selangkangannya dengan lembut.
“A-aku …”

“Iya…”, balas Minho kali ini menarik turun sedikit kerah baju Taemin,mencium collarbonenya dan menghisapnya. Taemin tambah gila, ia menggerakan tubuhnya.
“Shit.”, desah Minho ketika member mereka bersentuhan dari balik celana. Taemin tersenyum menang. Ia menghentikan Minho , menangkup wajahnya ditangannya.

“What?”, tanya Minho.

Taemin bertatapan dengannya, ia pandang wajah tampan yang selama 3 tahun ini mengisi harinya, oh tidak mungkin lebih, jika terhitung masa trainee dulu.
“Kau akan kabulkan tidak apa yang aku minta untuk ultahku?”, tanya Taemin. Minho tersenyum, ia menurunkan kaki kanan Taemin dan memeluk pinggangnya, mendekatkan kening mereka bersama, tangan yang satunya mengelus kepala blonde Taemin yang baru.

“Permintaan mu adalah kewajibanku …baby”, katanya mencium bibir Taemin dengan lembut, Taemin tersenyum disela ciumanya , ia meraih tengkuk Minho, dan memiringkan sedikit kepalanya, Minho mengigit bibir bawah Taemin , dengan bersedia Taemin membukanya untuk akses lidah mereka yang akan segara menjadi batle tounge.

Tangan Minho menelusup kebalik kaos Taemin dan meremas pinggulnya.
“Nghh…mmh…i want…nggh…”, desah Taemin.

“What?”

Ia berbisik ditelinga pacarnya dan menatap Minho, mungkin ini ide gila. Tapi hell yeah … dia hanya ingin tahu reaksi Minho. Well… mungkin ini memang ide buruk, ia sangat tahu resikonya, namun–

“OKE.”, Taemin terbelalak. Ia menatap Minho tidak percaya, bahkan Minho tidak membantah..tunggu..tunggu..

“Y-yah..aku bercanda…”, kata Taemin ketika Minho melepasnya dan berjalan keluar dapur. Minho tidak menjawab.

“Minho hyung!”, Taemin menarik lengan Minho melihatnya dengan panik.

“Wae? bukannya itu yang kau mau?”, tanyanya, “Kau memang ingin lihat keseriusanku padamu kan? so … ill take it.”, katanya. Taemin tertawa meledek.

“Dont be joke ass Minho Hyung… im just kidding oke? forget it.”, katanya memukul dada Minho, namun tangannya ditahan oleh Minho. Ia tarik Taemin yang ingin ke kamar dan memeluknya.

“W-what?”

“You dont trust me?”tanyanya menatap Taemin, Taemin menelan ludah.

“I-i do trust you oke? but please… dont do that. im just kidding, oke? please… for us.”, pinta Taemin memelas, ia merasa bersalah,dan merasa bodoh. “For SHINee …”, katanya,

Minho menatapnya serius, kemudian ia tersenyum. “Oke.”, hanya itu dan ia menarik Taemin kedalam kamar. Karena ia juga sudah mengantuk dan besok mereka harus berangkat ke Taiwan untuk concert mereka.

.

.

Mereka tiba dibandara Taoyuan, Taiwan , jadwal mereka tidak banyak, mereka harus cepat sampai dihotel beristirahat sejenak, dan kemudian melakukan rehearsal untuk check sound di stage.

Dengan cepat mereka sudah berada didalam van menuju hotel mereka, Taemin duduk di belakang bersama Minho, Onew dan Key ditengah, sedangkan Jonghyun didepan, sibuk dengan BB nya yang sedari tadi bunyi dari Jino pastinya. Onew dan Key, mereka sudah tenggelam dalam bicaraan intim.

“Pstt..Hyung…”, bisik Taemin merebahkan kepalanya di paha Minho, Minho yang sedari tadi melihat keluar menoleh dan membelai kepala Taemin berulang-ulang.

“Mworago?”,

“Kau tidak akan lakukan itu kan besok?”, tanya Taemin lagi, ia masih mengingat peristiwa yang kemarin ia minta pada Minho. Minho tersenyum dan menunduk, mencium bibir Taemin, melumatnya sedikit dan kembali menatap Taemin.

“Neh baby…”, katanya membelai bibir Taemin, Taemin tersenyum.

“Jangan yah…kumohon…”, katanya.

“Neh ..”, balasnya. Namun matanya terus menatap Taemin, Taemin mengernyitkan dahinya. Ia bingung kenapa ditatap begitu oleh Minho.

“Apa yang kau pikirkan?”, tanya Taemin curiga. Minho berdecak, ia mendongak sebentar, melihat Jonghyun sepertinya sedang tidur. Supirnya tidak perduli, dan yang terpenting Onew dan Key juga sudah terlelap.

“Show on public…”, bisik Minho, Taemin terbelalak ketika ia mencerna apa yang dikatakan Minho. Ia ingin bangun namun dicegah oleh tangan Minho, mendorong tubuhnya kebawah.
“M-minho..jangan gila ka–hmph…”

Taemin tidak bisa berkata lagi, mulutnya sudah dikunci oleh Minho. Bibir tebal itu menjilat bibir kecil itu dulu baru menciumnya lagi, Taemin yang ingins sekali menolak namun tidak bisa, yess he want it too … Taemin meraih tangannya ke atas dan menekan tengkuk Minho supaya ciuman panas mereka di dalam van yang terdapat satu supir yang tentu saja bisa mendengar dengan baik itu dimulai. Matilah mereka juga jika Onkey couple mendengarnya.

Tangan Minho turun dari leher Taemin, kedadanya, dan menuju bawah kaos putihnya yang longgar, bahkan kerahnya saja sudah melar, kaos bertuliskan “NO SALE IS EVER FINAL” , Minho tersenyum dan berbisik.
“Jangan berisik…”,

“Wha–hmpfh..”, Minho sudah menciumnya lagi kali ini, dan tangannya menelusup kebalik bajunya ,meraba perutnya yang rata, Taemin bergelinjang, ia berusaha untuk tidak mendesah menerima sentuhan Minho, dammit, Minho tahu setiap inci sensitifnya, ia tidak tahan lagi. Tangan Minho naik kenipple kiri Taemin, menngelus, mencubitnya, dan menariknya, bibirnya terus mengulum bibir Taemin, lidah Taemin ia hisap diantara bibirnya.

“Nghh…”, Taemin meremas rambut Minho, kakinya yang menjulur ia silangkan, karena bulgenya sudah terlihat, Minho melirik ke arah bulge Taemin , hatinya terlonjak. Ciumannya ia lepaskan. Taemin menatapnya bingung.
“Sepertinya ada yang merasa tertarik..”, ledek Minho melirik Bulge Taemin, Taemin menarik menampar tangan Minho dan menari turun bajunya, ia bangikit duduk.

“Y-you…”

Minho menutup mulut Taemin dengan tangannya. “Berjongkok ..dan blow job… kalau tidak, aku akan lakukan apa yang kau minta kemarin.”, kata Minho, Taemin terbelalak, ia menepis tangan Minho,melotot marah padanya.

“K-kau..ini di van..”, Taemin berdesis dan berbisik. Minho menoleh ke arah Onkey couple didepannya, syukurlah mereka masih tidur.

“Yasudah itu mau mu..”, kata Minho menarik bahunya ke atas dan melihat keluar , Taemin menganga, ia memukul Minho untuk melihat ke arahnya , namun Minho cuek saja, ia mengigit bibirnya dan melihat keluar, ia tidak tahu berapa lama lagi akan sampai dihotel.

“Di hotel saja..”, pintanya,

“Lihat sendiri … apa bisa ini sampai hotel?”, tanya Minho menunjuk bulgenya, Taemin menganga.

“Aku juga…”, balasnya menunjuk punyanya, Minho mengangkat bahu.

“Setidaknya baju mu panjang, aku hanya hoodie pendek loh.”, balasnya tak mau kalah, dan tidak akan pernah mau. Taemin menggaruk kepalanya, jinjjayo CHOI MINHO, bisa-bisanya dia mengejainya dari kemarin.

Disatu sisi, Minho ingin teriak, ia senang sekali, ini balasannya karena ia on top kemarin, kekekek~

“Fine.”, jawab Taemin, Minho tersenyum.

“10 menit.” , kata Minho, Taemin memiringkan kepalanya. “10 menit waktu mu, sebelum kita sampai di hotel.” kata Minho lagi, Taemin menganga.

Minho yang tidak sabaran langsung menarik Taemin dan mendekat padanya. Taemin mencium bibir Minho , Minho dengan mudah membuka mulutnya untuk aksesnya, ciuman Taemin turun ke leher Minho, sambil tangannya membuka celana pendek biru dongker Minho. Tubuhnya ia rebahkan sedikit dikursi dan agak menyamping, ia turunkan celana Minho, ia cium abs Minho yang bajunya ia angkat sedikit.

Minho tersenyum, ia gigit bibirnya menahan desahan keluar dari mulutnya, ia belai rambut Taemin yang blonde , Taemin membelai member Minho dengan tangannya sambil menatap Minho , Minho tersenyum dan mengelus kepala Taemin.

Taemin tersenyum, ia turunkan boxer Minho dan ia terkejut karena membernya menampar wajahnya, ia memejamkan mata, Minho berdecak, Taemin menggenggam member itu ditangannya, Minho memejamkan matanya , merebahkan kepalanya kebelakang, ia rasakn kehangatan menjalar melalui tangan Taemin.

Taemin menjulurkan lidahnya, ia jilat ujugnnnya yang terlihat ada percum disana.
“Hhh..”, hanya itu yang keluar dari mulut Minho, ia remas rambut Taemin, namun Taemin tidak lansgung mengulumnya, ia terus menjlat dari ujung ke bawah , ia remas twinball Minho dengan seirama, seiring ia kocok membernya, ia lingkarkan jari tengan dan jempolnya menjadi bentuk cockring, mata Taemin menatap Minho yang merem melek diatas sana. Taemin bangkit sebentar.

“You like it?”, bisik Taemin kemudian mencium leher Minho. Minho hanya mengangguk.

“J-just do it now..”, katanya. Taemin berdecak.

“Impatient huh?”, Minho hanya tersenyum.

Taemin segera turun kebawah, ia kulum ujung member Minho, ia hisap dan ia gerakan gigirnya diujungnya, membuat pinggul Minho keatas dan membuat Taemin tersedak, Taemin melotot kearahnya, namun Minho bergumam sorry. Ia mengeluarkan membernya dari mulutnya, mengocoknya sebentar dan menelannya, berusaha menelannya hingga dasar. Memberikan sensasi pada Minho, membuatnya mengigit telapak tangannya untuk menahan erangannya.

Kepala Taemin naik turun dengan teratur, giginya ia geruskan kemembernya , pinggul Minho bergerak seirama dengannya, membuat fuckface pada Taemin, Taemin berusaha menyesuaikannya dengan mulutnya yang kecil yang membernya yang besar dan panjang.

“Im ..gonna..”, bisik Minho mencim pucuk kepala Taemin, Taemin semakin mempercepat gerakan kepalanya , dan ia merasa perut Minho dan membernya berkedut, ia buka mulutnya dan … Minho memang pintar, ia menahan lenguhannya dengan baik, tangannya hanya meremas kepala Taemin , walau sedikit sakit karena dijambak, namun Taemin biarkan saja dia..setidaknya, Minho puas, ia telan semuanya hingga habis, setelah selesai ia jilat bibirnya ,dan melihat ke arah Minho.

“Kita sampai …”, supir tiba-tiba bicara.

“Tepat.”, jawab Minho menyengir dan mengancingkan celananya. Taemin berdecak, mengelap bibirnya, namun Minho langsung menariknya, mencium bibirnya.

“Thanks.”, bisiknya, Taemin berdecak.

“Your welcome.”, balasnya cemberut, Minho berdecak.

.

“Taemin ..Minho.”, panggil Onew ketika mereka beruda turun.

Taemin dan Minho berpandangan, matilah mereka, Onew memandangnya dengan serius. “Ada bekas susu dibibir mu Taemin, dan Minho ..kalian sekamar yah.”, kata Onew, Taemin dan Minho menarik nafas lega.

“TAEMIN MINHO!”

O-oww…2min berhadapan dengan diva yang telah bertolak pinggang, “DO NOT EVER DO THAT AGAIN!”, katanya, “NOT IN PUBLIC!!!”, teriaknya didepan wajah mereka, syukur Onew langsung menariknya. Taemin membatu, Minho berdecak.

“Kalian beruntung, supir itu memakai headset … tapi entahlah, mungkin dia juga dengar, aku saja yang menyetel volume full masih tahu ada grasak grusuk.”, desak Jonghyun.

Taemin dan Minho bertatapan, “Gara -gara kau..”, kata Taemin ngambek. Dan JEDUG!!

Minho terbelalak , Taemin tersandung dan jatuh, dengan cepat Minho berlari dan membantunya berdiri, namun Taemin menepisnya.
“Lakukan sesukamu lah, aish!!”,desis Taemin, Minho hanya menggaruk kepalanya,

“Oke.”, Taemin tidak tahu apa yang ada di otak Minho itu.

.

.

Taemin masuk kedalam kamar, mereka berbagi kamar dan ia dan Minho harus sekamar, memang begitu lah seharunya, sedangkan Onkey jug sekamar, dan Jonghyun dengan manager, itu karena Onew menolak jika terus bersama manager,itulah enaknya leader, terkadang bisa memnafaatkan jabatan.

“Bagus juga view-nya.”, kata Taemin melihat keluar jendela.

“Hmmm…”, Minho memeluknya dan meletakan dagunya dipundak Taemin, Taemin menepis tangannya dan pergi darinya.

“Yah…marah padaku?”, tanya Minho, Taemin berdecak dan tiduran dikasur.

“Aku itu capek, jangan berisik, aku mau tidur.”, kata Taemin ketus.

“Tidak mandi dulu?”,

“Ani.”

“Yasudah..”, kata Minho dan berjalan kekamar mandi.

Taemin melihat pintu yang sudah tertutup itu, ia menarik nafas, ia pandangin langit-langit, benarkah Minho tidak akan katakan hal itu? jika iya…haissshh~ habislah sudah karir mereka, eottokhe?dia mengacak rambutnya frustasi, kemudian ia terududuk, andwe..andwe ..ia tidak akan bilang, ia sudah janji kan? batinnya.

.

.

Minho diam ditempatnya, ia terpaku melihat tayangan di TV flart didepannya, ia menatap Taemin dan Key yang sedang beraksi diatas panggung, ia hanya bersandar di tembok dan terus menatap sosok Taemin yang sedang menari dan menyanyi dengan Key dilagu My first Kiss, Minho tidak tahu, apa maksudnya itu, yeah fanservice right? but … perlukah kau mengoyang pinggulmu? dammit Taemin! pikir Minho, you make me turn on and want to fuck you till you cant walk ever!

“Minho…stop drolling..”, goda Jonghyun.

Minho meliriknya kesal, “Shut up!”, desisnya.

“Wowowo… sabar yah… kau harus sabar…”, katanya menepuk pundak Minho.

“Menurutmu, kalau Jino yang begitu kau bisa sabar? ucapkan pada dirimu Hyung..kau lebih pervert!”, kata Minho.

Jonghyun berdecak dan meninggalkan Minho.

.

Taemin sedari tadi gelisah , setelah performnya bersama Key , Minho jadi diam, jika melihatnya Minho akan menghindar dan memilih untuk membuang muka, karena sedang repot berganti pakaian dan make up, maka mereka tidak bisa bicara. Taemin hanya bisa melihat Minho dari jauh. Hanya satu yang ia harapkan , jangan sampai Minho katakan yang ia minta saat itu, mohonnya.

.

.

SHINee tiba di bandara Korea , Taemin memandang Minho yang masih mengacuhkanya, bahkan di kamar saat itu juga ia langsung tidur, dan tidak sempat bertanya dipagi hari, karena Minho sudah rapih dan siap kembali ke Korea. Apa sebenarnya yang dipikirkan pacarnya itu, kenapa akhir-akhir ini ia seenaknya, memanggilnya, bersikap mesra, berhubungan sex, dan begini akhirnya…cih, dasar tidak berhati. Bahkan saat di van Minho lebih memilih duduk di depan dibanding disampingnya.

“YAH!”, teriak Taemin didalamvan, semuanya menoleh ke arahnya.

“Taemin? ada apa baby?”, tanya Key.

“YAH MINHO HYUNG. WAE?! DUDUK DENGANKU!”, teriak Taemin,

“Wae… aku mau duduk sendiri dulu..lagian aku mau turun dijalan nanti..ada janji..”, katanya, Taemin menganga,

“Aku ikut!!”, katanya,

“Andwe.. cuma sebentar..”, kata Minho melihat kedepan jalan, Jonghyun, Key , Onew dan Jonghyun hanya diam saja. Taemin semakin heran, ada apa ini dengan para Hyungnya, aish …tidak biasanya Key ummanya bahkan tidak marah pada Minho karena menolak Taemin.

“Aku turun didepan situ.”, kata Minho, Taemin mendongak, ia tidak bertanya lagi, hanya melihat Minho turun dari mobil dan berjalan tanpa menoleh padanya,

“Mau kemana dia Hyung?”, tanya nya pada Jjong.

“Aku tidak tahu..”, balasnya.

“Umma…Minho hyung mau kemana?”, tanyanya, Ummanya itu menengok.

“I dunno sayang…kau jangan cemaskan dia, nanti juga pulang..arra?’, katanya dan balik bermesraan dengan Onew. Ia ingin bertanya lagi, namun anehnya Hyugnya tidak menoleh dan pura-pura sibuk.

.

.

Taemin membalikan badannya berkali-kali diatas kasur, ia menunggu Minho, sudah pukul 10 malam dan Minho tidak juga mengangkat telpon atau membalas smsnya, kemana dia sebenarnya? apa yang ia lakukan? aish …dia terduduk dan menekan tombol dial 2 pada ponselnya, namun tetap nada sibuk ,

“Aishhh~~!!”, erangnya melempar bantal kelantai dan menatap bantal itu kasian.

Ia menarik nafas, ada apa sebenarnya, kenapa Minho tibat-tiba berbuat seperti ini, apa ia tidak serius? apa MInho hanya mempermainkannya?

Taemin turun dari kasur, ia berjalan kedapur , mengambil satu kotak susu strawvberry dan mengambil selimut duduk di bangku ruang TV, ia benamkan dengkulnya hingga kepundak, ia dekap dengkulnya seraya menatap kedepan, kosong…

Ulang tahunnya sebentar lagi, ia hanya ingin Minhonya ada disekitarnya, namun entah ia pergi kemana, ia merasa Minho aneh, apa Minho sudah bosan padanya? semua yang telah mereka lewati, pertengkaran, putus dan kemudian nyambung lagi, apa mungkin…MInho tidak suka dengan sifatnya yang sekarang,mungkin Minho sudah bosan dengan sikap Taemin yang lebih ugal-ugalan dan tidak manja..

“Apa dia bosan padaku?’, tanyanya sendirian, “Bahkan sampai saat ini, aku tidak tahu sampai kapan hubungan ini berkahir, bagaimanapun,Minho harus bersama yeoja, begitu juga aku kan? kami pada akhirnya akan berpisah.”, katanya, dan tidak terasa air matanya jatuh.

Ia sadar betul, pernikahan atau hubungan sesama jenis itu sangat tabu, bahkan didunia ke artisan, itu sangat aneh, dengan mudah karir mereka akan hancur begitu saja. Ia tahu resiko ini , mereka sama-sama tahu, tapi … seiring berjalan nya waktu, cinta tidak bisa dipungkiri kan?

“Minho…” , hanya itu yang keluar dari mulutnya, ia lelah ..ia tertidur disofa, mungkin baginya, malam menyambut ultahnya kali ini paling tidak sempurna.

.

.

Minho membuka pintu dorm, sudah pukul 1 malam, ia menarik nafas lega, akhirnya sampai rumah juga, lelah juga ia rasakan setelah mengurus semuanya, syukurlah semuanya akan bantu.
Namun ketika ia melewati ruang TV , ia menangkap sosok sedang meringkuk disofa, ia tersenyum… sosok berambut blonde sedang terbaring layaknya bola melingkar disana. Perlahan ia hampiri Taemin, ia berdiri didepannya dan menatap sosok itu dengan senyum terkembang, ia menarik nafas dan duduk disana menatapnya lekat.

Kenapa ia tidak bisa melepaskan tatapannya sedikit pun pada bocah ini? kenapa setiap gerak geriknya selalu memperngaruhinya, seakan ada magnert yang kuat menariknya sehingga ia tidak bisa sedikit saja pergi dari hadapannya, melepaskan tatapannya dari sang namja yang imut ini.

Namun disatu sisi hatinya, ia rindu sekali …rindu pada Taeminnya yang dulu.

Taemin yang selalu bermanja dengannya, merengek padanya tentang ini itu, Taemin yang cengek, Taemin yang selalu membuatnya merasa bersemanagat jika pulang dari jadwalnya yang sibuk … bukan..bukannya dia tidak suka lagi. Namun hanya ada secercah kerinduan yang ia pendam, ia sangat mengerti, Taeminnya sekarang bukanlah Taemin 3 tahun lalu yang masih polos, mungkin dia patut disalahkan juga , karena dialah Taemin jadi sering keras kepala , sedikit egois, dan Taeminnya yang berani melakukan fanservice yang cukup membuat para namja dan noona berteriak kegirangan saat SWC kemarin contohnya.

Namun ia tahu … kekasihnya itu tetap penyayang, ia yakin, dibalik perubahan yang ia hadapi sekarang, dibalik sana…didalam sana masih ada Taemin yang dulu, mungkin ia tertidur…layaknya sekarang… sekarang ia melihat Taeminnya yang ia rindukan … sosoknya yang tertidur adalah Taemin sebenarnya, yang lemah …imut … dan sangat cantik.

Minho tersenyum, ia menyeka rambut blondenya yang menutupi keningnya, ia tersenyum lebih lebar..mengingat apa yang akan ia lakukan untuk Taemin nanti… mungkin Taemin akan marah, karir mereka akan hancur, keluarga akan menentang, namun ia tidak perduli… ia sudah tidak tahan lagi, dunia harus tahu …seluruh Seoul harus tahu … dan kau harus tahu, Taemin.

Akan kubuktikan bahwa aku…Choi Minho … akan lakukan apa yang kau inginkan, untuk pertama dan terkahir kalinya.

Minho memandang kertas coklat ditangannya, surat yang ia tulis untuk Managernya, dan akan ia serahkan esok untuk diberikan pada Lee So Man setelah semuanya selesai. Tunggu saja…

“Mmmhh…” Taemin bergerak, merentangkan tangannya,dan mengusap matanya, entah kenapa ia merasakan ada yang sedang memperhatikannya.

“Hai baby…”Minho membelai rambut Taemin, Taemin terkesiap.

“Minho?!”, sontaknya langsung terduduk menatap Minho yang tersenyum.

“Kenapa tidur disini? nanti sakit loh..”, katanya berdiri dan duduk disamping Taemin, Taemin menatapnya lekat, Minho menjadi heran. “Wae?”, tanyanya.

“K-kau …kau dari mana? kenapa larut sekali?”, desis Taemin menarik lengan Minho.

“Kan aku bilang aku ada urusan…”

“Tapi kau bilang sebentar kan? ini sudah larut…kenapa tidak menjawab telpon atau sms padaku?”, desisnya menarik lengan Minho lebih erat, Minho mengerutkan alisnya , ia ingin bicara namun Taemin menyela lagi. “A-aku pikir kau akan pergi lagi, kau marah pasti denganku kan? aku salah yah? katakan kalau aku ada salah, aku minta maaf … tapi jangan cuek padaku …aku minta maaf…’, kata Taemin mulai panik mengusap matanya, tidak…ia tidak boleh menangis, Taemin yang cengeng sudah pergi jauh, toh Minho sudah kembali kan?

Minho menarik nafas, ia meraih Taemin kepelukannya, membenamkannya kedada bidangnya, “Kenapa..kau cemas? aku tidak marah padamu…sungguh ..sudah jangan menangis yah?”,

“A-aku tidak menangis! siapa yang menangis?”, selanya ingin mendorong Minho.

“Sudahlah … jangan pura-pura, aku minta maaf karena mengabaikanmu…hanya saja…ada beberapa hal yang menganggu pikiranku…”

Taemin tersentak, ia mendorong tubuh Minho,mencoba menatap mata Minho mencari kebenaran. “A-apa? kau memikirkan apa? katakan padaku? ceritakan saja..”, katanya,

Minho menggeleng dan menarik nafas, “Tidak sekarang sayang … akan kukatakan padamu nanti..sekarang aku lelah ..”, katanya, Taemin menatap Minho curiga.

“Kau berbohong..kau pasti menyembunyikan sesuatu padaku..”, kata Taemin menatapnya singit. Minho berdecak, ia menarik nafas.

“Sini..”

“A-aah..apa yang ka–“

Taemin terdiam,Minho menariknya kepangkuannya dan memeluknya dengan erat, ia benamkan kepala Minho keleher Taemin. Menyesap wangi tubuhnya.
“Minho hyung…?”, tanya Taemin mengusap punggungnya.

“Aku…hanya kangen padaku..”, katanya, Taemin mengerutkan alis. Ia berdecak dan memukul pelan punggungnya.

“Hei..im here oke? kau aneh sekali sih..”,katanya.

Minho melepas pelukannya dan tersenyum menahan pinggul Taemin, “Kenapa memangnya? aku tidak menyentuh mu sama sekali kan? itu yang aku rindukan…”, bisiknya mendekat ke arah Taemin, menatap bibirnya, mata Taemin sendu, namun bibirnya menyengir.

“Wae..kau menginginkanku malam ini?”, tanyanya.

“Bolehkah? siapa suruh kau hanya pakai kaos ini… lagi?”, tanya Minho membelai kepala Taemin dan membelai telinganya, Taemin tahu, itu cara Minho memberi tanda bahwa ia menginginkan Taemin.

Taemin semakin mendekat, membuka mulutnya sedikit, nafas dari mulut mereka saling bertukar.
“So…what do you waiting for Minho?”, bisik Taemin, seraya mengambil tangan kiri Minho dan meletakkannya di paha kanannya, karena ia tidak memakai celana , cukup underware dan baju putih sedengkul. “Take me … take me on my birthday night,baby…” bisiknya seraya memejamkan matanya, Minho tersenyum.

“My pleasure baby…’, Minho mengelus paha mulus seputih susu itu dan menarik tengkuk Taemin, membuka mulutnya dan langsung mencium bibirnya, memposisikan bibir mereka masing-masing sangat lembut dan mesra, menghisap masing-masing bagian bibir mereka dengan adil.

Taemin menarik tangannya kerambut Minho, meremasnya sampai rambutnya berantakan,lidah Minho menyapu langit-langit bibir Taemin, Taemin membuka mulutnya lebih lebar, ia biarkan Minho memuaskannya, ia jelajahi bibir Taemin, lidah , gigi, dan seluruhnya, Taemin menjulurkan lidahnya kemulut Minho yang langsung dihisapnya dengan kuat.

“Ngghh…mmhh….hmmmh…’, desah Taemin ia menggerakan pinggulnya karena tangan Minho yang sedikit kasar mengelus pahanya dan beralih kebongkahan pantatnya, meremasnya dengan lembut. Tubuh Taemin serasa melayang, ia menginginkan sentuhan yang lebih, ia angkat pinggulnya dan sengaja menggesekan membernya dari balik underware yang sudah pasti basah.

Tangan Minho menjalar kedepan membernya, ia tersenyum dan berdecak.
“Kau basah…”, bisiknya ketika melepas ciuman dan menjilat air liur yang menetes dijakun Taemin. Taemin hanya berdengung saja dan membiarkan Minho menjilat lehernya ,
“Kau suka…?”, tanya Minho mengelus member Taemin dari balik celananya.

“I-iyaah…”, desahnya, Minho tersenyum, ia memasukan tangannya kedalam underwarenya dan langsung menangkap membernya.
“Oohhh…”, desah Taemin, kepalanya jadi sedikit pusing, karena sentuhan tangan Minho, dan jilatan Minho disetiap inci lehernya,entah berapa banyak hickey yang telah Minho buat disana.

“M-minho..pleaseee…”, rengeknya, Minho berdecak, pembalasan..

“Please what?”, tanya Minho menghentikan semuanya, mendapat erangan dari Taemin.

Taemin menatapnya kesal, “Please what baby? say it louder!”, perintahnya tersenyum. “Permintaan mu adalah kewajibanku, kau ingatkan?”, tanya Minho. “But..say it louder.” kata Minho terus meraba member Taemin, Taemin menggigit bibir bawahnya. Dammit, dia tidak suka dipermainkan…

“Say it…”

“Ungghh…i-i WANT YOUR COCK INSIDE ME…ngghh…”, desah Taemin ketika Minho mengencangkan elusannya ketika ia berkata seperti itu. Minho tertawa, ia berusaha tidak sekeras mungkin, ia peluk Taemin dan tersenyum.

“But you ride on me…kajja..”, katanya membuat kaki Taemin melingkar dipinggangnya dan menggendongnya ke kamar, sambil bibir mereka berciuman lagi, Taemin menggerakan pinggulnya, membuat Minho mengerang,

“Dammit…stop struggling!”, erang Minho, Taemin berdecak dan mencium leher Minho berkali-kali ,menghisapnya dan memberikan hickey juga, Minho berusaha untuk terus berjalan kekamar dengan Taemin dipelukanya.

Setelah sampai, ia tutup pintunya dan mendorong Taemin ke tembok dengan kasar, ia sanggah kakinya diselangkangan Taemin dan ia sejajarkan posisi mereka.
“Wanna try something?”, bisik Minho menjilat telinga Taemin.

“Whatever..just do it …”, desah Taemin. Minho mencium bibir Taemin lagi, Taemin menarik ujung baju Minho, Minho bertahan dengan posisinya, namun Taemin tetap susah.

“Ah, lepaskan dulu lah…aku susah membukanya!”, erang Taemin kesal, Minho terkekeh, ia turunkan Taemin. Minho membuka sweeternya dan kaosnya kelantai, dan diikutin seluruh celana dan boxernya.

“Wait!”, cegah Minho melihat Taemin ingin membuka bajunya.
“Jangan dibuka ..let me do it for you babe..”, katanya, Taemin hanya tersenyum dan melihat tubuh namjanya didepannya, dia mungkin sudah ngiler kemana-mana, ia julurkan tangannya ke dada Minho dan turun ke absnya yang sempurnah, turun ke pusarnya yang dibawahnya tedapat bulu-bulu halus, ia tersenyum beruntung sekali dia..

“Having fun huh?”, tanyanya..Taemin tersenyum dan menggenggam member Minho. Minho mengerang dan mendekat.
“Blow job?”, tanya Taemin,

“No…my turn now..”, katanya melepas tangan Taemin, Taemin mengangkat bahunya,

“Uptoyou..”,

Minho mendorong tangan Taemin ketembok , ia pegang dengan satu tangan, dan tangan yang lain mengelus paha kirinya yang sudah melingkar di pinggul Minho untuk menariknya mendekat,
“Kau tahu … saat kau menggoyangkan pinggulmu di antara backdancer itu dan shawol … dan didepan Key walau ia ummamu…aku cemburu …bisakah kau juga lakukan itu didepanku?”, tanyanya menjilat telinga Taemin seraya mengelus selangkangannya dan menarik turun underawarenya.

Taemin tersenyum, ia turunkan kakinya dan berbalik, ia tumpukan tangannya ke tembok dan menungging.
“Babe … shake it..”, katanya menggoyang dan tidak sengaja menyentuh member Minho, bukan hanya Minho, tapi Taemin juga menjadi lebih tegang,Minho menangkap pahanya dan menamparnya.

“Ouch!”, erang Taemin kesal.

“Sorry … your so damn hot babe..”,

“Yeah, and my ass is better than krystal!”, sindirnya, Minho berdecak,

“Oh, really … aku penasaran…”, ledek Minho seakan ia pernah melakukannya dengan Krystal

Taemin membuka bajunya sembarang, “Tidak sabar menerimanya..”, katanya menarik Minho dan menciumnya dengan bernafsu, Minho meraih pantat Taemin, meremasnya membuat Taemin melenguh. Ia turunkan badannya dan berhadapan dengan member Taemin, ia angkat satu kaki Taemin kepundaknya, ia sesapkan kepalanya keselangkangannya , ia cium dan ia hisap, tangan Taemin meremas kepalanya, kepalanya meyentuh tembok dan bergerak kekanan kiri, merasa sangat melayang..

“Ngghh…aah…ohh..Minho…dont tease me..”, erangnya. Minho tersenyum. Ia pijat member Taemin dan ia cium pucuknya, ia jilat dari ujung ke bawah melingkar, dan kembali ke ujungnya dan mengulumnya, menelannya hingga habis, ia lakukan hal yang sama yang ia terima saat di Taiwan di dalam van.

“Ooh..Minho…hhhmm…”, desah Taemin memijat nipplenya dan tangannya yang lain meremas kepala Minho, kakinya sungguh tidak kuat menopang tubuhnya, kalau tidak ditahan Minho, mungkin ia sudah lunglai.

“M-minho…im cumm…nghh..”, desahnya, Minho membuka mulutnya, menjulurkan lidahnya, dan menerima percum Taemin,

“Mastttaaa..’, katanya bangkit dan mencium Taemin. Taemin merasa sensasi aneh, ia remas pinggul Minho, Minho mengerti, ia angkat tubuh Taemin digendongannya.

“Wha–are youd-d0ing?”, tanya Taemin disela desahannya,

“Fuck you? apa lagi?”, tanyanya,

“No lube? no condom?’, tanya Taemin.

“Only this time..yess is not.”, balas Minho. “So,bare with it oke babe?”, tanyanya, Taemin mengangguk.

“Yeah…come on..”, katanya, Minho mengangguk

Ia kocok membernya sebentar, “Bite me if you want…”, katanya menyodorkan bahunya, “Ini akan sakit karena no lube babe..oke? ill be gentle, so hold on..”, Minho merebahkan bahunya didekat kepala Taemin,ia cium bibir Taemin. Taemin menarik nafas dengan memeluk tubuh Minho dengan erat.

Minho menarik nafas, ia posisinkan tubuhnya sebaik mungkin, Taemin mengigit bibir bawahnya ketika ujungnya menyentuh holenya, ia eratkan pelukannya, “A-aahh..Minho…Minho..”, erangnya dan ia menggigit pundak Minho, Minho mengerang memejamkan matanya menahan rasa sakit, mencium leher Taemin sambil berusaha mendorong pinggulnya.

“O-ohh…i-its..H-hurt… its hurt…”, Taemin gemetar, Minho mendiamkannya dengan menciumnya. Taemin mengeluarkan air mata, ia menangis karena bahagia dan sakit, namun ia berusaha merelaxkan tubuhnya, agar memudahkan kerja Minho.

“AAAHH…”, erangnya ketika member Minho masuk semua, nafas mereka naik turun.

“Mianhe..’, desis Minho bertahan di posisi berdiri mereka, bertahan tidak akan bergerak sebelum diperintah.

“G-gwencana…aaah…m-move…”, kata Taemin, Minho mengangguk. Ia lingkarkan tangannya di pinggul Taemin, dan Taemin dilehernya.

“Aaah…ahh…nggh..ohh..Minho…you…nggh..b-bighh..”,desahnya seiring tubuhnya yang naik turun. Minho tersenyum, ia cium bibir Taemin lagi dan menurunkan temponya mencari angle yang pas.

“AHH!! T-THERE…AGAIN MINHO!!”, katanya, Minho mengangguk dan menyerang titik yang sama, Nafas mereka tersengal, ia bawa n ia Taemin kekasur, karena ia sudah pegal, Taemin dengan nurut menarik sendiri kakinya dan ia sanggah dengan tangannya, Minho menggerakan pinggulnya lebih intens. Desahan terdengar di kamar itu bagaikan musik yang indah bagi telinga mereka.

“M-minho…im gonna…cuum…”, Minho meraih member Taemin.
“Together…nghh..”, erang Minho.

Dan tidak lama mereka berpelukan dan sampai pada klimaks masing-masing, sambil meneriaki nama pasangannya. Minho jatuh diatas Taemin dan mencium pucuk kepalanya. Dengan sisa tenaga ia bangkit dan terbaring di sampingnya, memejamkan matanya seraya mengatur nafasnya,
“Mianhe…”, kata Taemin menyentuh pundak kiri Minho. Minho membuka matanya mengelus rambut Taemin.

“Gwencana..”, katanya. “Now sleep baby …”, katanya.

“Ng!”, balas Taemin. Ia lupa bahwa Minho belum ucapkan happy birthday, namun Minho yang masih terjag mencium kening pacarnya itu, dan berbisik.

“Happy birthday babe..”,

Taemin entah mimpi atau nyata , ia tersenyum…mendengar ucapan itu. Ia merasa hangat, Minho disampingnya, ia tidak butuh apapun..hanya Minho.

END

.

.

No…

.

.

Taemin membuka matanya, ia mengerjapkan bola matanya yang indah sekali dan dua kali sehingga mendapatkan visualisasi yang jelas, ia lihat keluar jendela, sudah pagikah? ia lihat disampingnya, Minho sudah tidak ada…kemana dia? apa jogging? ia bangkit dari kasurnya, kenapa ia merasa dormnya sepi sekali? ia ambil bajunya sembarang dengan cepat ia pakai di badannya.

“Hyung…”, teriaknya di tengah koridor, sepi sekali? memangnya kemana semuanya? ini masih jam 1o kan? mungkin dia yang terlalu banyak tidur? Ia berjalan keseluruh ruangan namun tidak ada, sampai ia menemukan note di meja makan.

[Baby … kami sudah duluan berangkat ke Studio untuk tiping Starking , so hurry up neh? we start on 1 pm, LOVE YOU<3]

“No happy brithday?”, tanyanya, Taemin berdecak dan menuju kamarnya, mandi dan memilih baju yang tepat untuk dipakai. Setelah siap ia hanya mengambil sandwich dan susu strawbery di kulkas dan langsung keluar dorm.

Ketika ia turun, ia bertemu dengan housekipping, dan anehnya mereka memberikan bunga mawar satu tangkai pada Taemin.

“Y-yah buat apa?”, tanyanya,

“Terima saja Taemin shii..”

“Oh, gomawo..”, jawabnya bingung, dia pegang bunga itu dan turun ke bawah dengan lift.

Ketika ia melewati loby, security memberikannya bunga, kemudian tukang sampah, kemudian supirnya. Ia merasa ada yang aneh…wah , dia tentu senang, apa ini maksudnya? siapa yang merencanakan bunga ini? ia tersenyum dan tidak perduli, ia sungguh senang banyak yang perhatian.

Ketika sampai di SBS TV ia turun dan menyapa orang yang tiba-tiba banyak memberikannya bunga, ia tidak hentinya membungkuk memberikan terima kasihnya, sungguh bahagia..dan sampai ia di lantai yang dituju, bunga ditangannya mencapai hampir 100 buah mungkin. Sudah banyak sekali dia tidak bisa membuangnya, karena itu tidak mungkin kan? tidak sopan.

“Saengil chuka hamnidaaaa….”, teriak seluruh kru, artis, dan …

“Saengil chuka uri magnaee…”, teriak Hyungnya yang berdiri di balik para Kru, Key memegang sebuah kue tart indah, dengan lilin menunjukkan umur 19 tahun (umur korea) , Jonghyun memegang terompet, Onew memegang terompet yang bisa ada kertasnya, dan Minho, berdiri memegang bunga mawar.

“Gomawoooo….”, Taemin menutup mulutnya dengan tangannya, ia hampir menitikan air mata. Ia pandangin semua orang dan Hyungnya.
“Kalian yang merencanakannya?”, tanyanya, mereka mengangguk

“Make a wish palli..”, kata Key, Taemin memejamkan matanya.

[Tuhan, terima kasih telah panjangkan umurku, terima kasih telah lancarkan segala urusan hidupku didunia, berikan aku kemudahan untuk menjadi yang lebih baik untuk diriku, keluarga, SHINee, dan juga para fans. Jadikan aku anak yang selalu bersyukur, dan…berikan aku waktu untuk terus bersama orang yang aku cintai, Minho…aku mohon kabulkan lah doa hambamu, amien]

Taemin tersenyum dan melihat ke arah Minho, Minho tersenyum, kemudian ia tiup lilin itu disambut riuh tepuk tangan yang meriah.

“Selamat baby…i love you..”, bisik Key mencubit pipi Taemin.

“Selamat Tae…”, Jonghyun memeluk nya.

“Selamat my little magnae…”, Onew menepuk puggungnya ketika ia berpelukan.

Taemin melihat ke arah Minho, “Chukae …”, katanya Minho menyerahkan bunganya dan memeluknya “Saranghae..”, kata nya berbisik, dan sangat pelan. Taemin tersenyum, ia tepuk punggung Minho.

“Nado.”, bisiknya.

“NAH, SEKARANG …KITA TAKE!!”, teriak PD nim.

Dengan cepat semuanya kembali ke posisi masing-masing, dengan cepat Taemin memasang clip on nya dan duduk didekat Minho.

.

“Nah , Taemin shhi…ada yang ingin kau sampaikan dihari ulang tahunmu?’, tanya Kang hodong padanya.

“Neh..terima kasih atas doa dan surprisenya, tentunya para Hyungku di SHINee, keluargaku, dan para Shawol yang mencintai dan mendukung ku, aku akan lakukan yang terbaik untuk kalian…gamsahabnida..”, ia membungkuk.

“Aaaahhhhhhhh…tepuk tangan.”, kata Hodong shi

“Lalu…kapan punya pacar?’, tanya nya lagi, Taemin hanya terkekeh dan melihat ke arah para Hyungnya.

“Dia sudah punya…”, Taemin menoleh kaget ke arah Minho. Key, Jonghyun dan Onew ikut terkejut.

Taemin menatap Minho serius, jangan bilang…” Dia sudah punya? nuguya?!!”, hebohnya Hodong dimulai.

Minho menatap Taemin sekilas, dan tersenyum, Taemin hendak lari namun tiba-tiba, tengkuknya ditarik oleh Minho, dan di CIUMnya Taemin, mata Taemin melebar dengan hebat, suara riuh panggung dan para fans terdengar, para artis yang ada terkejut, dan Hodong terpaku di tempatnya. Leetuk menutup mulutnya.

Key yang ingin teriak tiba-tiba ditarik oleh Onew dan dengan mengejtukan seluruh studio, sekarang mereka menyaksikan dua couple SHINee berciuman, Jonghyun hanya bisa berdecak dan mengirim pesan pada Jino.

“I AM HIS BOYFRIEND!”, kata Minho menggenggam tangan Taemin keudara.

Dan riuh penonton membahana , meneriaki…2MIN!!!

TBC~~

Yeah…for my Taeminnie…

Im sorry…this is my late brithday FF for you babe…

Tetaplah jadi Taemin yang manis, ceria, semangat, dan selalu jadi matahari SHINee..karena kami, akan selalu mencintai matahari SHINee yaitu kau babe ❤

RCL LENGKAP! DAN INI BELUM SELESAI!!

SEE YA 🙂

Advertisements

93 thoughts on “[2min] Dont Joke Around Me /HB Taemin-part 3 A of B

  1. Minho GILA tapi minho pemberani mau mengakui kalau dia pacarnya taemin~~
    Kaget eonn, trnyata yg disiapin minho ini? HUAAA
    2MIN~~~~

  2. buset dahh si Minho , nekad bgt , berharap ini nyata, woah si Taemin pasti seneng banget tuh dapet suprise dari semua orang wkwk, NICE ff ^^

  3. O…. omo jinja?!@.@
    Glukkk nekad abizZzZ…. Huft… hah. Sumpah ini fiksi tp saiah tegang beneran ngebanyangin 2Min sm OnKey GO PUBLIC?! Oh my….. sumpah demi apa saiah speechless. Shock sngt, klo ini benar2 trjd bs2 saiah mimisan bila nonton live. Uwahhhh DAEBAK^-^

  4. Eh? Gewlaaaaaaa
    Ini mah kalo beneran kejadian bisa gila akunyaaaaaaaaaaaaaaaaa ABEHYDHBDGYJ&#;^#_€×¥%*₩!&_’/:$?!*NSBGTXGW
    Mampus 2min onkey cipokan mampuuuuusssssss…
    Semaput gue kalo ngelive busetdah O.O

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s