[onkey] Love song – part 2


Foreword:

Annyeong chingu

hahaha akhirnya saya bisa melanjutkan ff saya ini. kekeke. Akhirnya saya dapat sedikit ilham untuk mengetiknya. sumpah, aku hampir tidak mendapat inspirasi dari ini, tapi setelah aku melihat komentar kalian aku jadi semangat lagi. sebelumnya aku mengucapkan happy birthday to Taemin. Okelah kalau begitu. monggo di simak ffnya.

 cek it out.

Tittle    : Love Song

Genre  : Romance, Angst

Pairing : OnKey, mungkin ada yang lain

Cast    : Onew, Key,and other.

Author : Isnaeni Nurul F

NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM without CREDIT!

.

.

Aku duduk diam di bangkuku kelas sudah bubar dari 30 menit yang lalu dan aku masih belum bangkit dari posisiku semula, yaitu duduk menghadap bangku yang ditempati oleh Key waktu dia masih sehat. Hah, rasanya sepi sekali kalau disini tidak ada dia. Lama-lama bosan juga menatap tempat itu. Aku beranjak dari tempat duduk lalu keluar kelas. Ketika melewati koridor sekolah. Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang mendekat ke arahku, bila didengar dari langkah kakinya sepertinya orang tersebut sedang tergesa-gesa.

“Hey, tunggu!!!”

Aku berbalik. Dan mendapati Shindong songsaenim berlari ke arahku.

“Mianhae, kamu anak kelas 2A kan?”

“Ne”

“Hah, kebetulan”

“Mwo?”

Ku lihat songsenim mengeluarkan amplop cokelat tebal dari tumpukan buku yang ia bawa dan menyerahkan amplop tersebut padaku. Kuterima amplop tersebut dengan wajah bingung.

“Ini, maksudnya apa ya?” tanyaku

“Mian kalau membuatmu bingung seperti itu, kemarin saya terlambat untuk memberikan ini ke ketua kelas”

“Jadi?”

“Jadi saya meminta tolong padammu untuk memberikan amplop ini pada keluarga ehmmm…..siapa ya namanya

ehmmm…..chakaman” dia memeriksa buku siswa.

“Nugu?”

“Nah, siswa bernama Kim Kibum atau biasa kalian panggil siapa? Saya lupa”

“Mwo? Key?” kagetku

“Benar sekali Key, saya minta tolong ya? Karena ini sangat penting sekali”

“Kalau boleh tahu ini isinya apa ya?”

“Oh, ini isinya uang sumbangan dari para guru untuk membantu biaya rumah sakitnya Key” jelas Shindong songsaenim

“Kalau bisa sih setelah ini kau antarkan ya? Karena saya akan segera menghubungi keluarganya apa uang tersebut sudah diterima atau belum?”

“Lalu, kenapa harus saya pak? Dan kenapa bukan yang lain saja?” tanyaku bertubi-tubi.

“Siapa lagi? Hanya kau yang saya temui, tolong jangan mempersulit saya nak oke?” jawabnya.

“Kenapa tidak besok saja pak? Kan bisa meminta tolong yang lain?”

“Besok saya ada urusan lain, jadi tidak bisa”

“ta-ta-tapi…”

“Kkaja bantulah saya,,,”

Aku menghela nafas. Hah, terpaksa aku akan bertemu dengan Key nanti,

“Baiklah, saya akan ke rumah sakit”

Shindong songsaenim tersenyum senang lalu menepuk bahuku. “Gomawo” katannya kemudian berbalik dan mulai menjauh.

“Ah, kenapa harus aku sih!!!” frustasiku.

Ku langkahkan kaki keluar sekolah. Apa ini takdirku untuk bersama Key ya? Hah, kenapa aku memikirkan hal sebodoh ini sih!!! Ah, Onew babo.

***

Kulangkahkan kakiku menuju kamar inap Key di rumah sakit. Namun, ketika aku mau mengetuk pintu kamar Key, tiba-tiba aku mendengar suaranya dari dalam.

“Umma, aku mau pulang”

“Sirheo Key, nanti penyakitmu tambah parah kalau kau di rawat di rumah” jelas umma Key.

“Sama saja, mau dirawat di rumah atau disini toh nanti aku akan mati…buang-buang uang saja”

“KEY!!” bentak appanya.

“Mwo? Operasi? Key tidak mau menghabiskan banyak uang pa? kalau memang sudah waktunya untuk…”

Tok tok tok

Ku ketuk pintu itu sebelum Key berkata yang aneh-aneh dan hatiku merasa sakit mendengar kalimat yang akan di keluarkannya nanti. Umma Key yang membukakan pintu untukku.

“Ada apa ya?” tanya umma Key sambil melihatku dari bawah sampai atas.

“Kau satu sekolah dengan Key?” lanjutnya,

Aku mengangguk.

“Ayo masuk…” kata umma Key mempersilahkanku masuk.

Di dalam Key terus menatapku.

“Ada perlu apa ya?” tanya umma Key.

“Oh, anu,,, saya kesini untuk memberikan ini pada anda” jawabku sambil menyerahkan amplop yang diberikan oleh Shindong songsaenim tadi. Bumonim Key langsung menerima dan membukanya.

“Apa ini nak?” tanya appa Key.

“Saya diutus oleh sekolah untuk memberikan uang untuk Key,,, mungkin ini akan berguna untuk biaya rumah sakit atau hal yang lain” jelasku sambil tersenyum.

Seketika itu wajah Umma, Appa, dan Key berubah menjadi senang. Entah kenapa hatiku juga senang melihat mereka tersenyum dan tidak dalam situasi seperti tadi.

“Syukurlah,,, ada keringanan” kata ayah Key.

“Umma, appa kalau boleh Key minta,,, Key ingin terapi saja karena aku sudah tidak betah disini” pinta Key. Umma Key sudah mulai protes, tapi beliau ditahan oleh appa Key.

“Arasseo, kalau itu mau mu sayang”

“Aku akan baik-baik saja ma”

“Ne, umma tau sayang,,, lusa akan umma urus kepindahanmu”

“Key mau sekarang saja ma,,,aku mau pergi dari sini”

“Tapi kau…”

Tiba-tiba Key memegang perutnya dengan erat. Dia merintih kesakitan. Hatiku sakit melihatnya merintih seperti itu. Ummanya panic sambil membelai kepala Key, sedangkan appanya pergi memanggil dokter.

Denyut jantungku berdetak lebih kencang, aku berdiri di samping ummanya. Memandang Key yang kesakitan dengan penuh kekhawatiran dan pertanyaan…apa yang harus ku lakukan serta Key, kau sakit apa sih sehingga kau kesakitan seperti ini…

Akhirnya dokter datang dan menyuruh kami keluar. Kami semua keluar dari ruangan itu, tapi sebelum aku pergi. Kulihat suster menyuntikan obat bius pada Key sehingga ia tak sadarkan diri sekarang.

Umma Key menangis di bahu suaminya. Dia selalu menyalahkan diri sendiri dan tuhan atas sakitnya Key. Hatiku jadi tambah sakit melihat ini. Tak lama kemudian mereka pamit keluar mungkin untuk menenangkan diri sejenak. Orang tua Key berjalan keluar.

Aku berbalik memandang Key yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit lewat kaca di pintu kamar rawat inapnya. Sekarang aku harus bagaimana Key?

***

Aku mengetuk pintu rumah. Leeteuk hyung yang membuka pintu dengan wajah sangar. Tunggu, ini jam berapa? Kenapa Leeteuk hyung memandangku seperti itu? Ku lihat jam tanganku. Betapa kagetnya aku ini sudah jam 6 malam, pantas saja hyungku memasang wajah nenek sihir. Matilah kau Onew.

“Kemana saja kau jam segini baru pulang?” tanyanya.

“Aku menjenguk Key, hyung”

“Apa tidak bisa besok saja?”

“Maunya sih begitu, tapi aku disuruh sekolah, hyung”

“Bisa tidak? Lain kali telepon dulu sebelum kau menjenguk temanmu itu?”

“Mian hyung” aku membungkuk 90 derajat. Leeteuk hyung tertawa penuh arti dan memandangku dengan tatapan

menggoda. Hiii, aku takut kalau dia seperti ini. Pasti ada apa-apanya.

“Jangan-jangan kau menyukainya…kalau tidak salah dia namja cantik yang digosipkan bersamamu itu ya?” tuh benarkan, kalau dia akan menggodaku. Tunggu, apa katanya tadi? Aku menyukai Key?

“Mwo? Enggak Hyung,,,aku nggak suka pada Key kok” elakku menatap Leeteuk hyung.

“Aku tidak pernah melihatmu seperti ini sebelummnya Nyu”

“Hyung yang jarang melihatku” tangkisku.

“Aniya, hyung tidak salah”

“terserah” kesalku beranjak menuju kamar.

“Hah, Jinki Onew, bagaimana ada yang menyukaimu…kalau kau seperti ini?” sindirnya.

“Hyung menyindirku?”

“Hyung tidak menyindirmu hanya member tahu kalau kau menyukai namja itu…kakak yakin dia pasti cantik hanya saja dia penyakitan, semua itu mungkin terjadi padamu”

“Kalau aku bisa menjaga perasaanku, itu tak akan terjadi”

“Kau yakin?”

Aku diam, benar juga apa kata Leeteuk hyung. Sebenarnya aku juga ragu apa yang aku ucapkan tadi. Tadi saja aku merasa ada yang berbeda pada diriku ini. Bagaimana ini?

“Wae? Kenapa kau diam? Benarkan?”

“Sudah ah hyung, jangan membahasnya lagi” kesalku lalu masuk kedalam kamar.

Aku hanya berbaring dan melihat langit-langit kamarku. Pikranku melayang tentang perasaan, hatiku, dan juga tentang Key… hingga aku terlelap dalam mimpiku.

Aku heran pada diriku sendiri, di sekolah teman-teman sudah mulai melupakan Key, tapi kenapa aku malah kepikiran dia terus ya? Apa karena aku sering dititipi barang ke Key waktu itu ya? Padahal aku sudah mulai melupakannya, tapi kenapa aku tak bisa melupakannya. Aku berjalan menuju gerbang sekolah. Namun, Jaejoong memanggilku. Dia berlari dari koridor kelas menuju ke arahku. Dari gelagatnya aku yakin dia sedang buru-buru.

“Ada apa?” tanyaku.

“Onew, bisa tidak kau membantuku?” pintanya.

“Mwo?”

“Temani aku untuk memberikan ini pada Key” jelasnya sambil menunjukkan map berwarna merah muda padaku.

Aigoooo, kenapa nasibku seperti ini sih? Apa tiada hari tanpa Key? Tolong mengertilah teman.

“Map apa itu?”

“Ini isinya kumpulan soal dan surat-surat dari sekolah, Yunho yang menyuruhku untuk memberikan ini padanya”

“Nah, kenapa kau tidak mengantarnya bersama Yunho?”

“Dia sibuk, aku tak mau mengganggunya”

“Ayo, aku antar kau”

“Jinja? Yeay” senangnya.

Kami pergi menuju rumah sakit. Ketika sampai ternyata kamar Key sudah kosong. Kata suster yang berjaga kalau Key sudah pindah dari situ. Aku dan Jaejoong hanya pasrah. Tiba-tiba aku ingat apa yang dikatakan Key waktu itu. Aku memberitahukan pada Jaejoong kalau aku tahu dimana Key berada. Dan sialnya, aku disuruh mengantarkan map tersebut pada Key.

Di pintu keuar aku bertemu dengan Heechul yang ingin menjenguk Key. Ku beritahukan padanya kalau Key sudah keluar dari rumah sakit ini. Dia seperti kecewa akan apa yang aku ucapkan tadi padanya.

Aku menghampirinya yang sedang duduk di anak tangga nomor dua. Aku menanyakan semua tentang Key. Key suka warna pink. Dan dia merupakan anak yang broken home. Orang tuanya bercerai waktu ia berusia 9 tahun dan kini ia tinggal dengan ibu tiri yang sangat baik, tapi hyungnya yang galak sejak ia kecelakaan dan sampai sekarang tidak diketahui apa penyebabnya.

“Kenapa kau tahu banyak tentang Key?”

“Molla, ah sudah saatnya aku pulang. Annyeong Onew ” pamitnya.

Dia kenapa sih, apa ia tidak suka dengan pertanyaanku. Memangnya kata-kataku ada yang salah? Ah, masa bodoh yang penting besok aku harus berkeliling Seoul untuk mencari tempat terapi dimana Key dirawat. Fighting!

***

“eodiega?” tanya Leeteuk hyung sambil menatapku yang sedang memakai mantel.

“Aku mencari Key, hyung”

“Cari?”

“Ne, dia tidak ada di rumah sakit”

“Key, namja cantik yang kau suka ya?”

“sudah berapa kali aku bilang kalau Key bukan pacarku” kesalku. Kenapa sih dari kemarin hyung selalu saja menggodaku?

“By the way, apa dia kabur?”

Aku menghela nafas lalu berkata “Bukan, dia tidak kabur, maksudku dia pindah pengobatan menjadi pengobatan terapi jadi dia tidak di rumah sakit lagi” jelasku.

“Wae?”

“Aku mau menyerahkan titipan dari sekolah hyung, bukan dari sekolah sih, tapi dari ketua OSIS untuk Key” sahutku menunjukkan map yang diberikan Jaejoong padaku kemarin.

“Ouh, semoga berhasil”

“Ne, yung juga, semoga butiknya ramai”

“Amin”

“Oke, aku pergi dulu ya hyung, annyeong” pamitku setelah memakai sepatu san berjalan keluar rumah.

Aku berjalan keluar dan mencegat taksi yang melintas di depan rumahku dan masuk ke dalamnya. Dan mulai mencari tempat terapi di Seoul. Hah, aku hampir gila karena ini. Semua tempat terapi sudah aku datangi, tapi tidak ada pasien yang bernama Kim Kibum. Ada sih yang bernama Kim Kibum, tapi itu bukan Key yang aku cari. Dimana kau Key?

TBC

gimana? Gj kan? pendek lagi, seperti ff yang sebelumnya . mohon di bantu dengan RCL ya? tolong bangkitkan semangatku untuk melanjutkan ff ini ya?

happy reading and don’t forget to leave a comment.

gomawo

28 thoughts on “[onkey] Love song – part 2

  1. knapa ga d telfon aja ya,, bukannya heechul tmen deketnya, pasti punya,, kasian kan onew haru keliling seoul..

  2. mengapa onew tdk k rmh key saja, siapa tau ada yg bisa memberi petunjuk

    sebenarnya key sakit apa ya?….. kangker kah?……

    lanjut chingu…..

  3. onew masih ngelak d bilang dia suka key. mm
    Onew klo kmu gk suka sma key, peduli apa kamu ampe nyari key k sana kmri? Krna dokumen dr osis?
    Itu bukan alasan yg kuat nyu.
    Key sakit apa?????????????????

  4. Ckck..Onew msh blm mw ngaku ttg prasaannya pd Key..ntar klw smuanya sdh trlmbt bru deh nyesel…

  5. onew sbenernya suka sama si key gak sih? ohya, si Key sakit apa?
    aduuh penasaran bgt nih, oke author lanjut and semangat! Hwaiting!!!🙂

  6. Aigoo~
    Onew masih ajj menepis perasaan’a ke Key..
    Tp takdir menuntun Onew buat ad alasan ktemu key
    #jiah#

    Sbner’a Key sakit apa?
    Huuwaaa..
    T_T
    Sembuh dong Key..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s