[SHINee] Prince for Key’va Mouse part 8end


Foreword:

Nah nah…seperti yang udah saya katakan sebelumnya, gue lagi gak ada ide sama sekali, thanks supportnya, tapi kalau ff ini karena basicnya novel jadi ada gambaran aja pada akhirnya..

So, guys… semoga aja kalian bisa terobatis sementara untuk nunggu FF yang lain yang masing saya hutang! kekekek~

Oh, yang punya tumblr, follow dong, ntar aku follback deh…pasti!!

suunsanniiew.tumblr.com

OKe, here it is..

NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM!

JUST LEAVE A COMMENT AND LIKE THIS POST!

by: Sanniiew^^

.

.

(A/N : Ini adalah kejadian antara 2min sekitar 2 hari yang lalu ketika mereka pulang dari kelas renang)

Taemin menggenggam erat tangan Minho , mereka berjalan beriringan, tidak perduli banyak pasang mata yang melihat keanehan diantara mereka, bergandengan tangan layaknya tidak amu dilepaskan, Minho seakan tidak perduli sosok disampignnya sudah kalang kabut menahan malu dari tadi, ia cukup puas hanya bisa menggenggam tangan mungil itu, terasa tepat dan … nyaman.

Di sisi lain, Taemin merasa gugup … ia gugup setengah mati, tangannya yang digenggam Minho mungkin sudah berkeringat, ia tidak melihat jalan, pikirannya kalut .. sampai ia tahu Flaminho itu bukan Minho, maka habis sudah, mungkin ia harus menghabiskan waktunya lagi dan lagi untuk pergi mencari kemana Flaminho aslinya berada dan buruknya…dia harus melepas Minho, bagaimana pun juga, ia tidak bisa mengatakan ia mencintai dua orang sekaligus kan?

Ia terus berjalan dari sekolahnya yang tidak jauh dari rumahnya, tunggu…tunggu..
“Kenapa?”, tanya Minho ketika Taemin tiba-tiba berhenti.

Taemin menatap lurus kedepan dengan shock! Kemudian matanya melihat ke arah Minho dengan panik. Minho mengerutkan alisnya dan mendekat, ia sentuh pipi Taemin dan mengelusnya.
“Hei…wae? kenapa berhenti?”, tanya Minho.

Taemin menunduk wajahnya memerah, dammit pikirnya, kenapa Minho bisa punya wajah setampan itu? ia lihat genggaman tangan mereka dan ia remas tangan Minho yang semakin bingung ada apa?

“Dari mana…kau tahu rumahku disini?”, tanya Taemin.

Minho tersenyum, “Dari mana? aku mengikuti mu.”, kata Minho enteng, cukup malu juga sih, tai yasudahlah…

“Hah? mengikuti ku? k-kenapa?”

“Karena aku penasaran saja denganmu.”

“Benarkah?”, tanya.

“Hmm…kau juga tidak tahu bahwa aku ini Flams?”, tanya Minho, Taemin memiringkan wajahnya.

“Flams?”, Minho mengangguk.

…1…2…3…4…5..6…7…8…9..

“FLAMS???!!!!!”, Teriaknya, Minho menutup sebelah matanya karena teriakan Taemin cukup keras juga.

Minho berdecak, “Aku sudah lama tahu kalau nama ID chat mu itu Mints kok.”, katanya tersenyum , Taemin menganga, ia menutup mulutnya, jadi..jadi selama ini dia juga memperhatikannya? jadi bukan hanya Taemin yang diam-diam memperhatikanya?

Namun itu semua…”Kenapa?”, tanya Minho yang sekarang melihat Taemin berubah lagi moodnya.

“Kalau kau bukan Flaminho gimana? aku kan mencin—hupfh?!”, Minho berdecak dan menutup mulut Taemin, Taemin ingin menangis lagi.

“Aish..aku sudah bilang, jangan katakan itu dulu…nanti kutukanmu tidak akan hilang…”, kata Minho menguap kepalanya, Taemin cemberut, ia mengendus hidungnya menahan ingusnya yang akan keluar. Minho menarik nafas.

“Aku tidak tahu harus berbuat apa? kau tidak perlu ragu kan perasaanku? aku harap kau paham juga kan apa yang aku rasakan padamu?”, tanya Minho mengusap hidungnya, wajahnya memerah, Taemin tersenyum. Ia kemudian memeluk Minho dengan erat.

“Setidaknya , aku bersyukur karena kau disisi ku Hyung..”, balasnya, Minho melihat ke sekitar yang semakin banyak melihatnya namun ia tidak perduli, ia usap kepala Taemin dan menarik tangannya.

“Kajja…”, katanya,

“T-tunggu…!”

“Apa lagi?”,

Taemin mengigit bibirnya, “I-itu…masalahnya…ng…orang tuaku…mereka…sedang pergi keluar negeri, dan akan pulang lusa…aku baru ingat…”, katanya, Taemin menunduk sedih. Minho terkejut, ia menggaruk kepalanya, namun ia lihat Taemin cukup sedih jadi ia berusaha untuk menghiburnya.

“Yasudah, kita tunggu saja…”, kata Minho.

“Menunggu?”, tanya Taemin sedih.

“Ya, menunggu mereka sambil kita jalan-jalan berdua, kau mau? besok kita ke taman bermain, gimana?”, tanya Minho menggandeng tangan Taemin.  Taemin tersenyum dan mengayunkan tangan mereka.

“Ng!! dan aku mau ke seaworld juga … aku mau ke namsan tower juga..aku mau..”

“Ya ya ya…kita kemana saja yang kau mau…”

“Jinjja?”

“Neh Minnie ah…”

Taemin tersenyum malu, “Aku suka panggilan itu.”

“Aku akan panggil terus …”

Setidaknya, tunggu lusa, esok dan sekarang, mereka hanya butuh bersama, sebelum kenyataan yang akan membuka semuanya, apakah mereka layak bersama atau tidak.

.

.

(a/n: 2min dan Onjongkey dimalam yang sama / ultah Key)

Minho berdiri didepan rumah yang sangat indah, entahlah, ia merasa bagaikan di tengah lautan, rumah yang bersih dan indah, tentu saja, nuansa biru laut menyelimuti rumah tersebut, tidak salah lagi, mungkin ia benar-benar harus percaya kisah seperti ini.

“Minho hyung!!”, Minho menoleh, ia melihat Taemin berlari dari taman belakang, ia terlihat lucu sekali, menggunakan celana jeans pink, dan hoodie biru dengan kupluk yang ia letakan diatas kepala, yang lucunya di atasnya terdapat gambar kuda laut beserta kupingnya.

“Hai…”, sapa Minho, Taemin tersenyum tepat didepan Minho, ia memeluk Minho.

“Kau siap?”, tanya Taemin, Minho berdecak.

“Kau yang harus siap.”, katanya, Taemin menunduk,

“Aku masih sangat berharap sampai saat ini…”

“Semoga harapanmu benar Minnie…”

“Neh…”, katanya,

Namun ketika Taemin ingin masuk Minho menariknya kepelukannya, ia mencium kening Taemin
“Saranghae…”,

Taemin terkejut, ia menutup mulutnya, “H-hyung…”, air matanya mulai jatuh,

“Kalau aku yang bilang tidak masalah kan? setidaknya, untuk malam ini, biarkan aku mengatakannya, entah apa yang terjadi, tapi aku tidak mau menyesal karena aku tidak katakan ini padamu.”, Minho tersenyum, Taemin tidak bisa menolak, ia memeluk Minho dengan erat, ia hanya bisa berharap ada keajaiban…ia sangat berharap … karena ia sangat ingin menjawab pernyataan Minho, sangat ingin, ia memohon sekali lagi didalam hati, semoga dewa baik padanya , biarkan ia sekali ini saja berhasil menyatakan cintanya, ia tidak mau mati penasaran seperti dulu…

.

.

Jonghyun terus memacu mobilnya jauh dan jauh dari rumah Key, Key disisi lain hanya bisa diam dan tidak mau mengeluarkan kata-kata sedikit pun dari mulutnya. Sesekali ia hanya melirik dari arah jalan ke arah wajah Jonghyun yang tenang. Dan tidak lama mereka berhenti disebuah tempat …

“Ini dimana?”, tanya Key, Jonghyun tidak menjawab, ia hanya melepaskan seatbelt Key dan keluar, sebelum Key ingin membuka pintu, Jonghyun sudah ada disisi pintu dan membukakannya untuk mereka.

Key melihat kesekitar, ia berada di tempat yang bisa dibilang bukitnya seoul, mau apa mereka kesini? Jonghyun menuntun tangannya dan sambil tersenyum, membawanya ketepian bukit dan terlihatlah Seoul dengan lampu berwarna -warni.
“Mau apa kita kesini?”, tanya Key .

Jonghyun menatapnya dan menarik Key untuk berhadapan.
“Aku … sengaja membawa mu kesini, ketempat favoritku … aku ingin sekali dari dulu jika ada orang yang spesial untukku, aku akan bawa ia kesini…”, katanya,

Key menarik nafas, melepaskan tangan Jjong dengan lembut, “Tapi aku tidak mau membahas tentang kita. Karena aku tidak bisa lagi jadi pacarmu, kau tahu itu kan? aku tidak mau kita teruskan hubungan kita.”, kata Key dingin, Jjong tersenyum dan berdiri disebelah Key menatap lurus kedepan.

“Aku tahu itu, selain itu aku kesini ingin bicara soal ultah mu.”, katanya, Key terkejut, ia melihat Jjong dan Jjong hanya tersenyum membalas tatapannya.

“Kau tahu ultahku?”, tanya Key.

“Tentu saja, kau pernah jadi pacarku, walau sebentar, aku tahu tentang itu. Kau mau hadiah apa?”, tanyanya, Key terdiam.

“Tidak ada.”, Key mengernyitkan dahi , what else? apa yang akan diberikan lagi olehnya?

“Aku harus berikan sesuatu padamu sebagai hadiah ultah. Kamu mau apa?”,

“Ya terserah.”

“Terserah aku? apa saja, kau pasti terima?”

Key menarik nafas, “Ya iya … kalau kau yang mau memberikannya, ya tererah kau saja..”

Jjong tersenyum, ia menarik tangan Ke lagi dengan lembut, mendorongnya sedikit dan tangannya yang lain menyentuh pipi Key. Key tidak bisa kemanapun, belakangnya jurang, dan ia terpojok ditembok satu meter tingginya.
“J-jong…a-apa yang mau kau lakukan?”, tanya melihat ke matanya dan kebelakangnya, apa Jjong akan melemparnya? mendorongnya kejurang? oh tidak…

“Izinkan aku melakukannya Key…”, kata Jjong semakin dekat

“T-tapi aku tidak mencintaimu…”, Key memalingkan wajahnya.

“Tapi aku mencintaimu Key, sangat mencintaimu, dan ini aku lakukan hanya untuk menghapus kutukan yang nenek moyang ku perbuat pada keturunanmu dulu.”

SNAP!! Key memberku sesaat dan memalingkan wajahnya pada Jjong yang tinggal beberapa senti,
“K-kau…kau tahu? tanyanya gagap.

“Ya aku tahu, aku pernah dengar ini dari Jino, aku tidak percaya, namun ketika itu aku mendengar kau bicara dengan Onew, dan aku bertanya pada orang tuaku, semuanya terasa nyata. Jadi …”, Jjong mengelus pipi Key lagi. “Bolehkan aku melakukannya, aku tidak akan memaksakan perasaanmu, aku ikhlas jika kau tidak memilihku, aku hanya ingin kau bahagia…”, kata Jjong.

Mulut Key terasa pilu, ia tidak tahu harus senang, sedih, atau bimbang, namun, kenapa tidak? ini lah akhirnya…sebelum semua terlambat dan ia sesali, mungkin ini akan menyakitkan bagi Jjong, namun ia rela melakukan ini…
“Ya …”, kata Key,

JJong tersenyum, ia raih tengkuk Key, ia tatap mata Key dan perlahan wajah mereka mendekat, Key memejamkan matanya merasakan nafas Jjong yang semakin dekat dengannya. Kemudian detik berikutnya, yang ia rasakan adalah bibir itu menciumnya, tidak..tidak…bahkan ia sempat terkejut Jjong sedikit melumat bibirnya ..

Namun kemudian sebuah sinar menerpa Jjong dan Key, Jonghyun memicingkan matanya memundurkan badannya, Key bersinar sangat terang, kulitnya berubah menjadi gelap dan berasap, namun tidak lama ia kembali putih berseri, bahkan lebih berseri dari biasanya, layaknya bidadari yang turun dari langit. Jjong terpana, indah …sosok yang indah…

“Key…”, panggil Jjong.

Key mendongak, dan tersenyum, “Maaf kan aku Jong … maafkan semua kesalahan leluhurku dan kesalahan yang aku perbuat.”, katanya menangis, Jjong tersenyum dan menghapus air matanya.

“Tidak apa..cinta tidak bisa dipaksa Key..”, balasnya.
“Jika Blingjong lihat kau sekarang , pasti ia akan menyesal.”, kata nya.

Key berdecak, “Dan Keyva akan sangat tergila-gila padamu jika ia bertemu kau yang sekarang.”,

Jjong terkekeh dan juga Key, mereka bergandengan tangan, “Tak apa…aku tidak mau paksakan cinta lagi layaknya dulu yang ia lakukan…setidaknya, aku masih bisa jadi temanmu?”, tanyanya tersenyum.

Key mengangguk dan langsung memeluk Jonghyun, Jonghyun terkejut, namun ia membalasnya, pelukan ini…pelukan awal persahabatan mereka.
“Tunggu…ada lagi..” kata Jjong, Key mengerutkan alis ketika Jonghyun lari kemobilnya dan membuka bagasi belakang, mengeluarkan kotak besar dan membawanya ke depan Key.

“A-apa ini?”, tanya Key panik, ia cukup trauma dengan hadiah dibalik kotak layaknya yang diberikan Onew dulu.

Meonggg~~~

Key sontak menjauh, Jjong berdecak,
“J-jangan..aku takut!”, teriak Key, Jonghyun mengeluarkan kucing itu dari kotak dan mendekat, meraih tangan Key, Key memejamkan matanya, tangannya bergetar , namun ketika ia sentuh makhluk berbulu halus dan lembut itu…TIDAK TERJADI apapun!! Ia membuka matanya tidak percaya.

“Kan …berarti semua terbukti … kutukan itu hilang Key, syukurlah…”, kata jjong, Key menganga dan menutup mulutnya,

“Jinjja?”, tanyanya, Jjong mengangguk dan memberikan kucing itu pada Key yang langsung Key peluk.

“Gomawoo … kau sangat baik Jjong…gomawooo…”, katanya menatap Jjong dengan senyum lebar.

“Kau juga…”, katanya menuntun Key kembali ke mobil, karena udaranya sangat dingin.

“Kau … mungkin mau bertemu seseorang setelah ini?”, tanya Jjong, Key bingung.

“Apa?”

“Kau tidak usah pura-pura padaku…katakan padanya , dan semua akan bahagia…” Jjong mengedipkan matanya , Key paham…ia menunduk malu.

“Kau …lebih baik terima Jino…”, balas key.

“Bisa kupertimbangkan…” ledek Jjong, Key hanya berdecak.

.

.

Taemin duduk disofa dan Minho disebelahanya , umma dan appanya duduk didepan Taemin dengan memakan kuaci dna memandang pasangan didepan mereka dengan tenang, Minho sebenarnya ingin berdecak, namun ia menahannya, karena ia merasa keluarga Taemun sungguh unik, kenapa?

1. Ketika Minho datang, mereka sedang main game diruang TV, ketika Minho datang dan Taemin menyuruh mereka berhenti, yang terjadi adalah mereka harus bermain game tersebut sampai tamat, Minho hampir tidak percaya, kenapa umma dan appanya bisa sukses kalau tingkah lakunya seperti itu? Sampai pada akhirnya Taemin mencabut kabelnya dan mereka duduk disofa.

2. Ketika ingin mulai berbicara, ummanya terkejut dan berlari kedapur, kemudian kembali dengan lasagna ditangan , alhasil mereka harus makan terlebih dahulu, dan MINHO harus makan juga.

3. Sudah selesai, akhirnya mereka mulai berkata.

“Umma.. ada yang ingin aku tanyakan pada kalian…benarkah Flaminho mempunyai tanda sayap dipinggul ?”,

Umma dan appanya saling bertatapan dan mengangguk tersenyum, kemudian appanya berdiri dan LAGI akhirnya mereka memakan kuaci seperti sekarang, entahlah..menurut Minho, mereka malah terlihat sedang meninton mereka dan seakan mereka adalah aktor di bioskop.

“Umma appa… aku serius sekarang, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa…”, kata Taemin mulai merajuk, Minho mengelus punggungnya, dan Taemin menoleh, ia menggenggam tangan Minho, Minho terkejut karena kedua mata orang tuanya melihat ke arah tangan mereka.

“Lalu apa yang kau bingungkan? kenapa kau membawanya kesini?”, tunjuk appanya pada Minho.

Minho membungkukkan badannya sedikit, “Maaf ahjussi ahjumma, nama saya Minho… saya lancang kesini, sebenarnya saya ingin tahu ada apa sebenarnya, dan seperti yang kalian tahu, saya kesini untuk minta restu demi Taemin, namun masalahnya … kami ingin tahu, siapa orang yang harus jadi takdir Taemin, dan jika bukan saya…maka saya akan mencarinya untuk membantu Taemin.”, kata Minho mantab. Taemin mengeratkan genggamannya di tangan Minho.

“Taeminniee..”, panggil Ummanya.

“N-neh…”, sauaranya serak , ia menahan tangisnya.

“Minnie suka dengan Minho?”, tanya ummanya, Taemin terkejut, ia melihat ke arah Minho yang tersenyum, ia mengangguk mantab dengan mata berbinar.

“Minnie sayang sama dia?”, tanya appanya, Taemin merangkul tangan Minho dan bermanja ditangannya, Minho tersenyum malu karena tingkah Taemin.

Umma dan appanya bertatapan dan melihat ke arah Minho.
“Buka bajumu nak!”, perintah ummanya.

“H-hah?!!a-apa?!!”, Minho jadi panik , wait wait…kenapa suruh buka baju? “M-memangnya kenapa? ada apa? kenapa buka baju?”, tanyanya panik.

Umma dan appanya dengan santai melihatnya dan menarik nafas.”Ya melihat tanda lahir mu, bagaimana kami bisa yakin dugaan Taemin itu salah atau tidak.”, kata Appanya. Minho masih bingung, tapi ia mengangguk juga.

Perlahan ia buka bajunya, wajahnya memerah karena malu, terlebih ketika umma Taemin menjatuhkan kuacinya karena melihat tubuh altetis Minho, appanya langsung memicingkan mata pada ummanya, Taemin hanya menangkup wajahnya yang memanas. Kemudian appanya berdiri dan berjalan ke arah Minho, berjongkok dan melihat lebih dekat tanda lahir itu. Kemudian ia menggaruk dagunya, kemudian melihat ke arah istirnya, istirnya mengangguk.

“Minnie sayang…bawa cupid kemari yah?”, kata ummanya.

“C-cupid?kenapa?” Taemin bingung.

“Bawa saja sayang ku…”, katanya lagi, dengan segera Taemin berlari kekamarnya mengambil yang nama ‘cupid’ itu, Minho disisi lain masih bingung, ia duduk kembali ketika kedua orang tua Taemin hanya tersenyum santai dan meneruskan makan kuaci.

Tidak lama Taemin kembali membawa akuarium bulat dan berisi ikan, meletakannya di atas meja dan duduk disamping Minho.
“Itu cupid?”, tanya Minho. Taemin mengangguk “Mau diapakan?”, tanyanya lagi, Taemin hanya mengangkat bahu.

“Nah Minho…kemari.”, kata Ummanya.

Minho bangkit dan berdiri di samping ummanya, ummanya mengambil ikan itu digenggamannya.
“Umma!! apa yang mau kau lakukan pada cupidku?”, tanya Taemin panik.

“Sshht ..tenang saja baby…”, katanya, dan Minho terkejut ketika bibir ikan itu disentuhkan ke tanda lahir Minho, dan POPPSS!!

“VOILAAA~~~!!!”, teriak sebuah suara dari balik asap, Minho yang terkejut jatuh kelantai
“Uhuk uhuk uhuk…akhirnya..uhuk uhuk…”, sosok itu mengibaskan tanganya ke udara mengusir semua asap itu.

“D-dongho?”, panggil Taemin berdiri menatap sosok didepannya, “DONGHO?!!!”, teriak nya dan memeluk Dongho , sosok yang baru saja berubah tadi,
“Kau…kenapa? kau …aku tidak tahu cupid itu kau? kenapa aku tidak bilang?”, tanya Taemin.

“Minahe…apa pentingnya? yang penting, sekarang kau benar-benar akan jadi manusia…”, katanya memeluk Taemin.

“Ehem! Maaf…jadi…”,

Semua melihat ke arah Minho, Minho berdiri keheranan melihat keluarga didepannya ini, Taemin menunduk dan melihat ke arah keluarganya, termasuk Dongho, Dongho yang sadar akan hal itu ia langsung menari kedua orang tua Taemin
“Kajja kajja ahujsi ahjuma…kita pergi keluar, aku lapar, aku baru jadi manusia, aku ingin makan makanan yang layak untuk manusia…”, kata Dongho,

Taemin tersenyum, dan ketika melihat ke arah Dongho, “Hei.katakan saja, kalian legal, aku buktinya, jika aku saja bisa berubah, kenapa kau tidak? annyeong…hwaiting!”, kata Dongho dan keluar dari rumah Taemin.

Minho menatap pintu itu dengan bingung, ada apa sih sebenarnya, apa yang ia lakukan disini sebenarnya? lalu sekarang harus apa?legal katanya? aish…
“Jadi … apa sih maksudnya? aku jadi tambah bingung.”, kata Minho kesal dan duduk di sofa memakai bajunya lagi. Taemin yang ditanya begitu jadi takut, ia menatap Minho ragu,

“A-ah..Taemin…bukannya aku mau marah…tapi…aduh…sini sini…”, Minho menarik tangan Taemin dan membuat Taemin duduk dipangkuannya.

“H-hyung…”,

Minho tersenyum dan memeluk pinggang Taemin, “Ada yang mau kau katakan?”, tanyanya berbisik, Taemin tersenyum malu.

“A-aku malu…”, kata Taemin memejamkan matanya, Minho menarik nafas, ia menangkup wajah Taemin dan menyentuh hidung mereka bersamaan, merasakan nafas mereka berhembusan satu sama lain.

Kemudian Taemin membuka matanya, “Saranghae…”, kata Taemin pelan, ia memejamkan matanya dan memeluk Minho, “SARANGHAE…SARANGHAE MINHO HYUNG…”, teriaknya,

“K-kenapa ini?”, tanya Taemin bingung, t-tidak terjadi apapun?

“T-tunggu dulu…kenapa tidak ada perubahan?!!”, teriaknya histeris, Minho ikutan panik .

“SShht..tenang tenang…jangan menangis, mungkin kau harus lakukan itu dengan melihat ke arah ku?”, tanya Minho, Taemin menangguk.

Ia menarik nafas dan menyentuh wajah Minho, “Minho hyung…saranghae…jeongmal saranghae…”, kata Taemin lagi, Minho menunggu, namun…

“T-tidak bisa…”, Taemin gemetar dan menunduk, badanya bergetar. Minho menariknya kedalam pelukannya, tidak bisa…percuma, apa yang salah?
“Tidak bisa…aku akan mati..sungguh akan mati…”, kata Taemin menangis dipelukan Minho, Minho memeluknya dan terus mengelus punggunya dengan sayang.

“Kau tidak akan mati—“

Drrt drrt drrt

Taemin terkejut, ponselnya berbunyi ..ketika ia lihat ID nya diponsel nya

“Umma..” jawab Taemin lirih. Kemudian mengangkatnya, ia tidak sempat bicara, namun wajahnya berubah, Minho pensaran apa yang dikatakan umma Taemin, ketika HPnya mati Taemin terpaku.

“Hei…Taemin…”, Minho mengoyangkan tubuh Taemin.

“Hyung…kau tidak akan percaya…”, kata Taemin bengong.

“Mw—“

“HYUNG AKU TERNYATA MEMANG MANUSIAAAA~~~~~”, teriak Taemin dan mendorong Minho hingga telentang di atas sofa, ia berpelukan dengan Minho sampai Minho sulit bernafas.

“M-maksudnya?”, tanya Minho menatap Taemin, Taemin tersenyum.

“Minnie ah~ umma tadi mau bilang , kalau kau itu manusia, yang akan mati itu ya kakak sepupu mu ini Dongho, kau sih hanya ditugaskan untuk menghapus kutukan keluarga kita, karena cintamu tulus dari dulu, jadi dewa tidak tega mengutuk sosok mu sama dengan yang lain, karena kau tidak ada yang mengasuh jika kau menjadi manusia sendiri, maka appa dan umma juga berwujud manusia untuk menemanimu…jadi, kau katakan padanya dari dulu juga tidak merubah apapun, Dongho hanya berbohong, agar kau tidak salah bawa orang, dan dia tidak mencium orang sembarangan.”,

PIP

Wajah Minho ketika mendengar itu dari Taemin adalah WTF?!!!
“Jadi, apa maksudnya sepupu mu yang idiot itu menyuruh mu seenak hatinya?”, tanya Minho kesal , Taemin mengangkat bahu.

“Jadi kau tidak akan mati? dan tidak akan jadi ikan selamanya?”, Taemin mengangguk.

“Jadi kau benar manusia?”, Taemin mengangguk .

“Jadi kita—-“

Tanpa bisa bertanya lagi Taemin langsung mencium bibir Minho, dan ia bernafas dengan lega ketika Taemin melepas ciuman dadakanya itu,
“W-waw…kau berani menciumku?”, tanya Minho, Taemin menundukkan kepalanya malu.

“Habis..kau berisik..”, kata Taemin,

“Ya yah…bilang saja kau minta dicium…”, ledek Minho mencubit hidungnya, Taemin cemberut,

“Habis kau cium Dongho…”, katanya, Minho berdecak,”Mm…Minho hyung..jadi apa kita pacaran?”, tanya Taemin memainkan baju Minho, Minho berdecak.

“Memangnya kau mau jadi pacarku?”, tanya Minho, Taemin mengangguk malu.

“Neh Hyung…”,

Minho tersenyum dan mengangkat dagu Taemin , bertatapan satu sama lain dan mendekatkan wajah mereka,
“Kalau begitu…kau adalah pacarku.”, kata Minho merengkuh tengkuk Taemin dan mencium bibirnya, ia kulum bibir Taemin dengan lembut dan mesra, Taemin tersenyum, ia eratkan pelukanya ke leher Minho ,

“Aaah…”, desah Taemin ketika Minho mencium lehernya, Minho terkejut,

“K-kau…”,

“H-hyung…kekamar saja…”

“MWO?!!” Minho terkejut.

Taemin berdecak , “Hyung, jangan anggap aku anak kecil, aku tahu kok..jadi bersiaplah..”, katanya polos dan menarik Minho.

Minho ternganga dan berjalan dibelakang Taemin, dammit! ternyata Taemin tidak seinnocent yang ia lihat, mereka masuk kedalam kamar Taemin, dan menit berikutnya hanya terdengar desahan dan erangan satu sama lain.

.

.

Jino berjalan mondar-mandir didalam rumahnya, ia melihat kesekitar, seperti biasa, tidak ada siapapun dirumahnya, dan sungguh itu merupakan pemandangan yang sangat biasa yang ia rasakan setiap harinya, dan begitulah hari-harinya …tidak akan ada orang tua yang bisa makan bersamanya, tidak ada orang tua yang akan memeluknya jika ia sedih, tidak akan ada yang mendengarkan nya jika ia butuh teman bicara, tidak Yoseob yang hanya datang dan pergi dan memanfaatkan nya hanya sebagai teman yang butuh domplengan popularitas sebagai temannya, dan Taemin yang benar sudah jauh darinya karena salah dirinya yang selalu jahat pada Taemin dan tidak pernah ada untuknya, mungkin ini hukuman untuknya, ia terlalu egois, manja,dan mengesalkan, maka tidak ada orang yang sayang padanya, dan satu persatu meninggalkannya.

Akhirnya, ia berjalan ke luar, menikmati udara malam, mengambil jaketnya dan memakai sepatu bootnya. Berjalan kelaur gerbang, dna berjalan ke taman dekat rumah, tidak perlu jauh…asal ia butuh udara segar.

Ia duduk di ayunan memandang ke langit, mungkin dia harus berubah … agar orang lebih care padanya. Dia juga harus berubah, setidaknya berhenti memandang dirinya lah yang terbaik dan orang lain tidak, mungkin yeah dia populer…but…dia merasa kesepian, untuk apa?

Jino berdiri, mungkin sebaiknya ia pulang saja … malam sudah larut, dan ia tidak tahu harus kemana, ia bosan ke club, ia bosan jakan dengan mobilnya, dan ia bosan untuk …bersenang-senang…

“Jino…”,

Jino mendongak, ia tidak tahu ada orang yang sedang memperhatikannya dari jauh didepannya. Ia terkejut, ia tidak percaya penglihatannya,
“J-jonghyun hyung??” tanyanya tidak percaya,

“Jino…”, panggilnya lagi, benar…Jino tidak bermimpi…OMO! dia lupa tidak berpakaian rapih, aish…malu…Jino merampatkan jaketnya ke arah wajahnya dan berjalan ke arah Jonghyun yang berdiri di depan mobilnya.

“H-hai…”, sapanya pelan, Jonghyun tersenyum.

“Kau…dari mana? kenapa jalan kaki?”, tanya Jonghyun, Jino terkekeh.

“Just take a walk …hmm..kenapa kau dirumahku?”, tanya Jino bingung, Jonghyun tersenyum.

“Ani… aku hanya ingin kesini, kau mau masuk yah? yasudah aku pulang saj—“

“JANGAN!”, teriak Jino,Jonghyun terkejut, ia berdecak dan mendekat.

“JANGAN MENDEKAT!”,teriak Jino lagi.

“Wae? kau kenapa menyembunyikan wajah mu begitu?”, tanyanya bingung.

“A-ani…ini hanya…ng..dingin…yah dingin…”, katanya memundurkan badannya, but…too bad, ia tergelincir entah apa, dan HAP! Jonghyun tepat menangkapnya, jarak wajah mereka beberapa senti lagi, wajah Jino memerah,

“Gwencana?”, tanya Jjong pelan, Jino berdeham dan berdiri.

“N-neh…”, katanya gugup, sialan…entah sejak kapan dia gugup begini?biasanya dia yang selalu mendekati Jonghyun terus, apa karena ia tidak percaya diri dengan penampilannya sekarang? molla…

“Kau yakin tidak apa-apa? kau sakit ya? kenapa wajah mu memerah seperti itu?”, tanya Jonghyun.

“A-anioo…”, kata Jonghyun.

“Ng…lalu kau sedang apa didepan rumahku?”, tanyanya,

“Aku? menunggu mu…”

“Untuk?”

“Kencan tengah malam berjalan kaki, aku rasa iu jadi trend jaman sekarang.”

“K-kencan?”, tanya Jino.

“Neh…tidak mau? yasudah aku pulang…”

“ANIO!”, teriak Jino, Jonghyun berdecak dan akhirnya ia menarik tangan Jino.

“Aku rasa kau lebih baik berdandan seperti ini, kau terlihat imut.”

“N-neh…”, katanya , Jonghyun hanya berdecak, dan untuk pertama kalinya mereka kencan, dan Jino senang karena setidaknya, untuk malam itu saja, hanya malam itu saja untuk pertama kalinya malamnya tidak kesepian, dan Jonghyun mengajaknya kencan.

.

.

Mungkin hanya Onew yang merasa malamnya kelabu, yeah…jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan dia masih murung saja, memandangi tikus ditangannya, entah ia beli itu untuk apa? ia mungkin sudah gila, ia malam-malam beli tikus itu berharap jika jam 12 malam tepat nanti akan berubah, but for real…IS NOT!

Ia menarik nafasnya, melihat langit yang gelap sekelam hatinya, ia menerawang apa kiranya yang dilakukan Key dengan Jonghyun, ia tersenyum miris, kasian sekali nasibnya…kenapa harus seperti ini kisah cintanya? ya…cintanya.. ia mencintai Key, dan ia baru saja ingin mengakuinya itu.

“Onew…”,

Onew mengernyitkan dahinya, ia terkejut, ia mengangkat tikusnya, menatapanya lekat
“Onew…”

“OMO!! KEY?!! K-KAU…ini kau? kenapa? kau tidak berhasil?”

“Onew??”

“OMO! KEY MIANHE…MIANHE…KEY…”, panik ia memeluk tikus itu erat, tangannya gemetar dan tangisnya hampir meledak sebelum.

“ONEW!!!”, PLAK

“AWW!!!”, Onew mengelus kepalanya yang terasa sakit, ia mendongak dan melihat Key didepanya menatapnya kesal.

“K-key?!!”, teriaknya terkejut memegang bahunya berdiri,

Key berdecak. “AISH! lepaskan, sakit tahu, iya ini aku…Key.!”, katanya kesal, Onew terperangah, ia lepas tangannya dan ia lihat Key duduk didepannya.

“Kau…tadi kerumahku?”, tanya Key.

“Iya…”, jawab Onew masih bingung.

“Ada apa? kata umma kau mau berbicara sesuatu padaku?”, tanya nya,

Onew menelan ludah dan melihat ke arah lain, “A–itu…tidak apa-apa…”, katanya, dan duduk disamping Key.

“Kutukan itu…”, Key memulai. Onew melihat ke arahnya,

“Bagaimana?”, tanyanya, Key terdiam ia menarik nafasnya, berperan seakan ia bersedih, Onew merasa panik, ia menggenggam tangan Key.

“Kau..lalu apa yang kau lakukan ketika bersama Jonghyun tadi? tidak terjadi apapun?”, tanyanya. Key berusaha menyembunyikan senyumnya.

“Yeah, like always, aku hanya jalan-jalan … dan begitulah…”, katanya,

Onew terdiam, “Lalu…bagiamana?”,

“Ya tidak bagiamana pun …”katanya, “Aku dan dia tetap menjadi teman dan kami bahkan mungkin bersahabat layaknya kita dulu..”, kata Key berbisik dan menggenggam tangan Onew.

“Sahabat?”,

“Ya…”

“Sekarang?”

“Aku tidak tahu… aku punya sebuah kutukan yanga harus–“

“AKU TIDAK PERLU KUTUKAN ITU!!”, bentak Onew, Key mengernyitkan dahinya.

“Iya tapi …”

“Tidak ada tapi, aku tidak perduli aku tikus atau apapun Key..aku tidak peduli kutukan sialan itu, ijinkan aku setidaknya bersamamu…” katanya,

Key menarik nafas, ia merangkul tangan Onew dan merebahkan kepalanya dipundaknya, “Aku juga, aku tidak perduli kutukan itu, meski aku akan mati, tapi aku yakin dewa baik padaku…karena aku ini orang baik kan? ya kan Onew? dan … bagi ku, aku tidak perduli pangeran lain…karena…”, Key mendongak dan melihat ke arah mata Onew, jarak wajah mereka berdekatan, “Karena pangeran ku itu adalah kau Onew..”, bisiknya, Onew tersenyum, ia raih wajah Key dan mengelusnya, ia cium kening Key.

“Aku sayang kamu Key…”

“Aku juga Onew…”, katanya memeluk Onew.

Onew memeluk nya, menyesapkan kepalanya dibahu dan leher Key, menghirup wanginya, walau Key dekil, tapi dari dulu, bau ini selalu sama, entahlah …manis dan nyaman..
“Aku tidak perduli aku tikus atau apapun, aku rasa takdir itu pasti ada, kalau kau memang untukku, aku akan temukan kau dimana saja kan Key?” tanyanya.

Key terkekeh, “Neh…bahkan kalau aku bunga, mungkin kau kumbang.”, ledek Key. Onew berdecak, ia lepas pelukannya dan mencubit hidung Key.

“Kok seperti lagu sih?”, Key memerongkan lidahnya.

“Biarin….”,

Namun tiba-tiba seekor kucing mendekat entah dari mana, bukan Key yang berteriak namun kali ini Onew yang terkesiap,
“Key awas kucing! pergi Key!”, kata Onew mendorong tubuhnya kebelakang, Key berdecak dan dengan cepat ia mengambil kucing itu, membuat Onew menahan nafasnya, namun…

“KEY?!”,

“Hehehe…nothing happen dubu…”, ledek Key, Onew ternganga.

“YAH! you lied!!!”, kata Onew kesal dan meraih Key kepelukannya, mereka tertawa, tertawa bahagia.

Dan kemudian Onew menatapnya, “Kemana Jonghyun?”,

“Mencari pangerannya sendiri.”kata Key, Onew berdecak.

Onew meraih pinggang Key dan mengelus pipinya yang mulus, “Saranghae Key …”, bisiknya, Key melepas kucing itu dan memeluk leher Onew.

“Lama sekali rasanya untuk mengatakan ini…i Love you too Onew ah~~”, kata Key tersenyum, dan Onew meraih tengkuk Key, untuk kedua kalinya Key menerima ciuman nya dimalam ulangtahunnya, ciuman yang lembut dan manis.

“Kau juga lakukan ini dengan Jonghyun?”, tanyanya, Key mengigit bibirnya, Onew menarik nafas, ia peluk tubuh Key lagi dan ia tangkup wajahnya.

“Aku yang akan menang, aku akan cium kau beribu kali.”

“Pervert!”

“But you like me.”, Key memukul dada Onew.

Onew berdecak dan membawa Key kepelukannya lagi, menshare ciuman yang sangat lembut, hisapan diantara bibir mereka, dan lidah yang menari indah, bulan memperhatikan mereka dan suara jangkrik menjadi melodi yang indah untuk mereka.

Namun ciuman itu harus berakhir karena mereka butuh udara, “Mmm…butler Park mungkin sudah tidur…’, kata Onew berbisik, Key menunduk, ia menarik baju Onew.

“Yeah…”

“Can i?”, tanya Onew dengan suara rendah, Key hanya memeluknya menyembunyikan wajahnya yang memerah di leher Onew, Onew dengan kekuatannya menggendong Key ala baby koala dan berciuman lagi. Mungkin malam itu juga, menjadi yang pertama bagi sang Key untuk menemukan pangerannya, pamgeran yang tidak pernah butuh syarat apapun baginya, cintanya mungkin lebih kuat dibanding kutukan yang selama ini menjadi topeng bagi sebuah kata…yaitu CINTA.

END!!!

Yeaahh~ finally, akhirnya selesai juga, kenapa?KECEWA GAK ADA NC? gue males bikin NC, boseeen~~

Oh, mungkin baru update lagi hari senin yah?

WGM EPILOG NC! kekekek sabar aja!

Thanks for support , comments, and like.

ILYSM suunders <33

Byebye 🙂

Advertisements

58 thoughts on “[SHINee] Prince for Key’va Mouse part 8end

  1. aku baru baca di part ini jd rada ga ngerti
    tapi aku suka tamat.a
    semua.a punya pasangan.
    dan yg paling penting happy ending.

  2. Kyaaaaaaaa,,,,,
    akhirny smua hepi ending….
    So sweeeet….
    Epep ini kan emang bukan wt ensi to jdi meski gk smpe ensi gk ap2..
    Gini ajh jg udh keren kq..
    Udah bikin ak melted karna tingkah laku manis mereka..

    Omona authooooor,,,
    super daebak dc….
    *joget2 bareng keytae*

  3. lagi iseng nih malem2 gak ada kerjaan , baca ff ini dari awal deh sampe terakhir langsung sekali baca haha *malah curhat-_-*

    ceritanya keren! itu 2min belom apa2 udah ke kamar aja-____-

  4. KebiasaanQ pasti baca akhirnya duLu ..
    Kekeke ~
    Maaf ya agak2 menyimpang gitu komennya , harusnya dr part 1 tp ini maLah dr part akhir .
    aQ suka cerita yg hepi end .
    Kekeke ~
    Kayaknya bagus nih ceritanya , baca duLu yaaa ..
    Cue !

  5. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    akhir’nya…..
    onew am key,,
    agak kasian am jjong,,,tp dy dh nemuin si jino…
    n taemin brbahagia dngn minho….
    wlaupun trnyata si tetem d bohongin am si dongho… kkk
    happy ending…kereeeeeeeeeeeeeeeen bngt…daebak…..
    10 jempol bwt author’ny n ff nie,,,,#jempol q ad 2,,sisa’ny minjem k shinee…//kkk ^^

  6. Yeah happy ending… Ini apa onkey sm 2min br jg pcaran lngsg ke kmar aja hahahahahaha masih pada dibawah umur juga akakak. Tuh liat jongno… Cm jalan2 doang kok… Yg lainnya ckck *geleng2 kpla* ya sudahlah have fun hahahaha… Like this 😄

  7. akhirnyaaaaaaaaa…
    kyaaaaaa OnKey……..>////<
    suka suka suka, saiah bersyukur jjong hajussi terima kasih banyak atas pengertianx neh?!^^ semoga kau bisa mendaptkan kbahagianmu engan jino. dan oh my… ternyata Taeby bukan ikan tp knp bisa dia pingsan layakx ikan bila kkurangan air?! ini masih menimbulkan tanda tanya. tp tak apalah yg penting happy end.gkgkgkgk

  8. sesuai harapan! semua berakhir dengan lancar!
    OnKey!
    JjongNo!
    and 2MIN!
    aaaaahhhhhh…. aku bahagia *gayaindrabekti
    thanks author…endingnya bener” sesuai harapan!

  9. Kyaaa!!! Sneng bgt akhir’a dapet pw buat baca part ini >///<
    Author-nim ditunggu FF selanjut'a, hwaitting!!! Jgn prnah bosan bikik ff, karna saya gx bakal pernah bosan baca ff #plak#
    Mian comment'a kepanjangan,,
    Kamsahamnida *bow* m(_ _)m

  10. Lho? Koq comment’ku kepotong yaa??
    (_ _”)
    Y udh di “paste” disini deh:
    ….
    Galau tiap buka SYF trus baca judul ini FF coz penasaran key bakal gmn
    Habis d part7 mengindikasikan #sok cendikiawan-plak*abaikan*# key gx bakal nyium jjong dan kemungkinan buruk yg saia tangkap key bakal milih mati d dpan onew #sad ending#
    Tp skrg lega coz trnyata key ud bebas dari kutukan dan kembali ke onew #banzai!#
    Trus yg kena kutukan satu lagi bukan taemin, tp dongwoon??! (-_-“) aku nelangsa se-nelangsa minho dh..
    Yg sabar ya bang kodok..
    #plak-digaplok flamers#

  11. akhirnya bahagia juga semua pasangan.. 2min jongno trus onkey!! yeay onkey bersatu.. 😀

    setelah perjuangan panjang akhirnya si onew bisa jadian ama key nya..
    happy end 😀

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s