[2min/sequel WGM] Now, we married! part 1


Foreword:

Hei…kekeke~ akhirnya setelah bersemedi dan juga ngomong” sama SITA, dan ijin sama empunya cerita terdahulu yang FANSnya banyak itu, saya mau lanjutin FF ini… kekeke~ sequl sih~
Tadinya nulisnya mau berdua sama SITA, tapi dia sibuk*guejugasih* tapi akhirnya gue yang nulis semuanya , kalau nulis NC mungkin dia..
gak gak gak KUAT…gak gak gak KUAT,SITA gak KUAT…sama NC NC NC*ishishish*

So, sebelumnya, mau minta maaf sama Fitun kalau hasilnya jelek , merusak image Taemin, dan bla bla bla… icant handle my hand and my brain to write this FF oke? so bare with me!

>> Oh guys..if you want to know me more and ask anythink, you can follow me on twitter or Formspring:<<

>>@Sanniiew and formspring.me/Sanniiew<<

Oke :))

Big thanks to:

1. FITRI  yang udah bolehin bikin sequel (tadinya mau jadi epilog) *yang jelek ini*

2. SITA, yang udah nyumbangin ide NC nya*kekekeke~

3. VINA yang udah buatin poster ini…lain kali lagi yah? kekekeke~

SO, PLEASE BARE WITH ME, I HOPE YOU LIKE IT.

I NEED LIKE THIS POST AND COMMMENTS

NO BASHING , NO SR, AND PLAGIARISM B’COZ ITS ALL HARAM ACT!

LIKE THIS POST PLEASE…COMMENTS ARE LOVE

by : Pervy^ Sanniiew

.

.

3 monts later [ Celebrity Top News ]

Actor, penyanyi, dan MC muda bernama Choi Minho (21 tahun) dan penyanyi pendatang baru yaitu magnae F(x) band Lee Taemin (18 tahun) , Telah resmi mengumumkan pertunangan mereka.
Konferensi pers berkaitan dengan pertunangan main raper SHINee Choi Minho dan magnae F(x) Lee Taemin ini telah membuat gempar para netizen dan juga para fans diseluruh dunia.
Pasangan yang baru saja menyelesaikan filming realityshow We got Married dengan fans terbanyak yang menamai diri mereka 2min ini, telah digosipkan menjalin hubungan 3 bulan lalu, dan pada akhirnya sampai pada puncak pertunangan yang disebarkan secara public.


“Tolong jelaskan kapan kalian resmi pacaran…?”

“Ya… dan bilang apa saat melamar?”

“Oh..kalian kan masih muda, terutama Taemin shi, benarkah pernikahan itu akan dilaksanakan segera?”

Taemin terus menunduk sambil berjalan, wajahnya memerah, ia hampir menangis karena malu, bukan hanya sekarang,bahkan sedang didalam ruangan konferensi pers pun badannya lemas tak berdaya dan ia tidak bisa berkata apapun, namun tangan besar yang selalu setia menggenggam tangan mungilnya itu tidak akan pernah lepas untuk selalu menjaga nya, seakan ia akan koleps suatu waktu, dan tangan kekar itu telah bertengger manis di pinggul rampingnya membawanya berjalan keluar diiringi banyak bodyguard menuju mobil mereka.

Dengan senyum yang berkarisma Minho tidak menjawab pertanyaan, ia tidak hentinya bilang terima kasih seraya memboyong calon anaenya itu ke mobil dengan lembut, ketika masuk ia tadahkan tangannya kekepala agar tidak terantuk pintu masuk mobil.

“Ahh… susah sekali menghindar dari mereka…”, ucap Minho ketika mobil sudah berjalan, ia melirik ke sebelahnya, pacar tersayangnya itu menunduk dan meremas tangan Minho,

“Gwencana pooh? mianhe neh…?”, katanya menggeser tubuhnya dan mengelus pipi putih itu, Taemin menggigit bibirnya.

“Oppa…kenapa tiba-tiba begini?”, tanyanya mencengkram tangan Minho gemetar, Minho menarik nafas dan mengelus pipi itu lagi kemudian merebahkan kepalanya didada bidangnya, Taemin menjadi semakin salah tingkah, ia mungkin lebih sesak bernafas sekarang, kenapa sih Minho selalu memperlakukan hal ini? lama-lama mungkin jantungny bisa meledak.

“Mianhe Pooh … hanya ini yang bisa kita lakukan kan? kau tidak ingat apa yang terjadi? itu juga salah ku kan?”, tanyanya.

Taemin mengigit bibirnya dan mencengkram tangan Minho

Flashback~

[18 july 2011 Dorm F(x)]

KLIK!

Minho dan Taemin sontak menoleh kesumber suara, dan mereka shock melihat seorang yang tidak dikenal dengan bertopi kemudian berlari membawa kamera SLR nya.
“B-bohong…ketahuan…kepotret…”, kata Minho panik meraih pacarnya kedada bidanganya, Taemin menahan nafasnya karena ia terkejut dipeluk tiba-tiba di luar…di umum, didepan dorm nya.

“A-apa…kenapa oppa~~?’, tanya Taemin menyembulkan kepalanya dan menarik baju depan Minho,

Minho berdecak dan menggaruk tengkuknya, “Well… akhirnya kita ketahuan Pooh , aku sudah merasa ada yang mengikuti kita dari 3 hari lalu dan di hari ini…jadi..yah…” Minho tersenyum melas, Taemin terkejut, matanya membesar, ia panik setengah mati, matanya kemana-mana linglung selinglungnya.

“Hei hei hei, pooh…sst…dont be panick oke?”, kata Minho menangkup wajahnya, mencoba mencari mata coklat yang kecil dan indah itu, Taemin sudah ingin menangis, bibirnya bergetar, Minho menarik nafas, mengelus pipi itu dan mencium keningnya.

“Mianhe neh? seharusnya aku dengarkan kata-kata mu saja, lebih baik kita rayakan ultahmu bersama Eonni mu yang lain..”, kata Minho tidak enak, ia sungguh tidak suka melihat bidadarinya sedih dan panik berada didekatnya, itu membuatnya lebih memilih untuk dikubur hidup-hidup juga, bukan salahnya jika ia ingin sekali merayakan ultah pacarnya itu untuk pertama kalinya kan? ketempat yang sama, tempat dimana 3 bulan lalu ia melamar pasangan virtualnya itu.

Taemin menggeleng, ia meraih wajah Minho dan tersenyum, “A-anio…hanya saja, aku..aku takut ini akan berdampak pada karir mu oppa…kau tahukan? aku ini…aku…”,

“Sssht … ” Minho menutup mulut Taemin dengan jarinya, ia tersenyum dan menempelkan keningnya bersamaan,

“Pooh … aku rasa aku benar-benar harus melakukan strategi tepat mantap ku, agar kau yakin bahwa aku tidak main-main dengan perasaanku padamu…aku lakukan ini hanya untukmu, jadi, jangan pernah kau menyalahkan dirimu sendiri, aku akan sedih..kau mau aku sedih?”, katanya menggunakan aegyonya sebaik mungkin.

Taemin terkejut, ia terkekeh, “Opppaa~~ jangan begitu..aku serius…”, Taemin mencubit pipinya, Minho berdecak dan mengelus kepalanya lagi.

“Pooh, biarkan aku lakukan strategi ku ini oke?”, katanya,

“S-strategi? a-apa? tentang tepat mantap? apa itu?”, tanya Taemin.

Minho mengelus pipinya, mungkin ia mencoba untuk kedua kalinya membuat Taemin percaya keseriusannya , kali ini…tidak hanya didepan teman-teman dan keluarga tapi diseluruh dunia.
“Just belive me neh nae pooh?”, kata Minho mengelus pipinya. Taemin hanya menunduk malu dan mengangguk.

“N-neh…oppa…”

“Saranghae Pooh…”

Taemin menunduk malu lagi, pipinya memerah ketika bisikan itu ditelinganya, “N-nado saranghae…’, kata Taemin meremas baju depan Minho.

Endflashback~

.

.

Taemin turun ketika Minho turun dari sisi van yang lain dan membukakan mobilnya untuk Taemin. Taemin turun dengan meraih uluran tangan Minho. Mereka berjalan menuju lantai dorm F(x) , tidak hentinya Minho terkekeh melihat Taemin mengusap hidungnya,
“Kenapa pooh?” tanyanya lembut.

“Tidak tahu…hidungku gatal …”, katanya, Minho berdecak dan menunduk sedikit, ia menangkup wajah Taemin dan mengusap hidungnya dengan tangannya.

“O-oppa…j-jangan akh, kan kotor nanti tangannya…”

“Tidak apa-apa…”, katanya tersenyum, Taemin hanya berpouted dan mengangguk.

TING!

Taemin dan Minho keluar dari lift ketika sampai, namun mereka terkejut setengah mati ketika mereka keluar langsung disambut oleh berbagai baner, pernak-pernik, dan juga tulisan kecil tentang mereka, entahlah..siapa lagi yang melakukan ini, mereka yakin itulah 2min shipper yang memberikan dukungan mereka,

“O-oppa…ige mwoya?”, tanya Taemin mendongak

Minho tersenyum, “Molla pooh ..namun, ” dia melihat ke arah Taemin, “Yang jelas ini dukungan mereka pada hubungan kita.”, katanya,

Drrt drrt drrt

Minho terkejut, ia memeriksa ponselnya,
“Umma ku pooh..jakkaman neh?”,

Taemin mengangguk , tangannya masih bergenggaman dengan Minho namun matanya menatap semua kreasi 2MS itu, ia juga tidak bsia menyembunyikan senyumnya.

“Oh, neh umma…neh neh…iya lusa kan acaranya, iya akan kukatakan…siap..bye umma…nado…oh iya nnati kusampaikan..annyeong!”, katanya,

Taemin melihat kearah Minho, memiringkan kepalanya, “Wae oppa?”,

“Umma menghubungi ku, ada beberapa hal yang akan kami bicarakan soal pernikahan kita sayang…”, kata Minho mengelus pipi Taemi yang memerah, bukan karena udara dingin, tapi karena kenyataan yang baru asja Minho katakan padanya.

“O-oppaa…”, Taemin menunduk.

“Hmm?”

“Apa oppa benar-benar yakin atas keputusan Oppa? kau tidak dengar apa kata wartawan? mereka semua pertanyakan apakah ini tidakkah terburu-buru? oppa masih sangat muda, dan oppa juga masih punya kesempatan utuk mencapai semuanya, ya kan oppa?”, tanya Taemin menunduk dan menahan tangisny, ia pandangin tangan mereka yang bergandengan, salah…iya salah bertanya seperti itu, ia tahu ia salah, karena Minho tidak berkata apapun sekarang.

Dengan takut ia menongakkan kepalany, terekjut ketika Minho menatapnya tersenyum lebar, dengan hangat, senyum yang lembut, senyum malaikatnya hanya untuk Taemin.

“Kalaukau masih terus pertanyakan itu, aku menjadi berpikir, apakah kau tidak percaya padaku?”,

“A-anioo…anio oppa … aku…”

“Apa?”

“Hah?”

“Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya kalau aku benar serius akan kelanjutan hubungan kita?”,

“Itu … “, Taemin menunduk dan menyembunyikan wajahnya, apa lagi? apa kiranya yang bisa Taemin minta dari seorang Choi Minho? tidak ada, bahkan ia merasa bagaikan Putri yang selalu dibuat menjadi nomer satu bagi kehidupannya, “Itu tidak ada lagi yang harus kau lakukan oppa…karena kau telah lakukan semuanya…”, Taemin tersenyum, Minho menarik nafas dan menngelus kepalanya.

“Akan aku lakukan apapun itu kalau bisa buat mu bahagia dan percaya padaku…”, katanya,

“Terima kasih…”,

“Neh neh…kalau begitu kau masuklah, besok kau ada jadwal kan? aku ada syuting bersama hyungku, besok akan aku hubungi dan kita ke rumah ku untuk bertemu umma esoknya lagi, arra?”, tanya Minho, Taemin mengangguk dan dirangkulnya bahunya itu menuju pintu dormnya.

“Nah, masuklah…”

“Oppa pulang saja…”, Taemin mendorong bahu Minho, Minho menangkup tangannya dan membawanya ke wajahnya, mengecup telapak tangannya. Wajah Taemin memerah dan terasa panas serta gugup, entah mengapa darahnya berdesir hebat ketika mulutnya menyentuh kulitnya.

“Neh… good night pooh..”, katanya membuka matanya melihat ke mata coklat Taemin. Mengelus pipinya lembut, dna perlahan menarik tangan Taemin kearahnya, membuat tubuh mereka berdekatan, mata mereka bertatapan satu sama lain, dan entah siapa yang memulainya, itu terjadi lagi, ketika bibir lembut mereka menyatu jadi satu, debaran itu terdengar lagi, tidak ada ciuman yang berbau nafsu, ciuman sayang yang cukup menggambarkan mereka butuh satu sama lain.

“Saranghae…”, Minho menyudahi ciumannya dan mengelus pipi Taemin yang memerah, berharap guratan malu itu dapat hilang, Taemin tersenyum sambil menunduk.

“Nado saranghae Minho oppa…”, ia meremas baju depan Minho, dan membuka pintu dorm, melihat ke arah Minho sekali lagi, seakan tidak mau ia pergi dan ia tidak mau masuk juga,

“Masuklah sayang…”

“Neh..”, Taemin terkekeh , melambaikan tangannya dan menutup pintunya.

Ketika pintu tertutup Minho menarik nafasnnya, ia memundurkan badannya ketembok dan memegang dadanya yang bergetar hebat, ia angkat tangannya ke atas, bergetar…dammit…semoga Taemin tidak pernah tahu kalau semakin lama Minho semakin susah untuk menahan tidak menyentuh yeojacingunya itu. Namun ia tersenyum, tidak akan…tidak akan ia sentuh sedikit pun lebih dari itu Taeminnya, karena ia tahu … cinta bukanlah hal yang selalu harus dipuaskan dengan nafsu, tapi hati…

.

.

“Kau baru pulang?”

Taemin menoleh, ia terkejut menelan ludannya, Krystal…

“N-neh Eonni…kau belum tidur?”, tanyanya takut tidak berani menatap mata Krystal, ia sedikit melihat ke arah lain, ia mohon…siapapun bangunlah, tolong ia keluar dari semua ini, Amber eonni atau Vic umma…ia mohon.

“Bisa kita bicara sebentar?”, tanya Krystal dingin. Taemin mengangguk, ia ikuti langkah Krystal kearah ruang TV, sesekali ia lihat sekeliling, kemana eonni lainnya, ia tidak mau lagi kena labrak oleh eonni nya yang satu ini.

Krystal duduk di sofa panjang, dan Taemin duduk di sofa sebelah yang lebih kecil.
“E-eonni mau bicara apa?”, tanya Taemin takut.

Krystal menarik nafas, menatap Taemin dari atas sampai bawah, Taemin tahu ia diperhatikan yang bisa ia lakukan hanyalah diam seribu bahasa.
“Kau…apa berita itu benar? berita bahwa kau dan Minho oppa akan menikah dan pacaran 3 bulan lalu?”  tanyanya dingin.

Taemin memejamkan matanya, bagaimana ini? memang selama ini ia tidak pernah beritahu eonninya satu ini kalau ia sudah pacaran, hanya Amber eonni dan Vic umma yang tahu, bahkan Luna eonni pun tidak, mereka lebih memilih bertemu sembunyi-sembunyi, dan terkadang hanya bertegur sapa, namun ia sadar, bukan berarti eonni nya tidak menyadari akan hal ini.

“I-itu…”

“Tidak perlu kau jelaskan… aku sudah dengar semuanya dari media cetak dan elektronik, bahkan fans mu saja sudah heboh didepan dorm kita dengan segala banernya itu.”, jelas Kyrstal memotong, “Aku hanya…ingin mengucapkan selamat padamu..”,

Sontak Taemin mengangkat wajahnya, “A-apa?”, ia tidak percaya yang ia dengar? eonni nya mengucapkan selamat? apa tidak salah? ia lihat wajah Krystal tersenyum paksa.

“Yeah..aku bilang selamat atas pertunangan mu…”, jelasnya tersenyum pada Taemin, “Walau kesannya kau telah merebut Minho oppa dari ku …”, tambah nya, membuat Taemin sedikit jadi tidak enak lagi, ia tundukan lagi kepalanya, ia ingat semua yang dilakukan Krystal padanya karena cemburu buta,
“Aku minta maaf Taemin…”, Taemin terkejut, ia mendongak dan melihat tatapan Krystal melembut, ice princess yang hampir sama dengan kakaknya itu tersenyum ramah pada Taemin. Senyum yang tulus, bukan sebuah fanservice yang ia lakukan di atas panggung jika bersama.

“Aku minta maaf karena kasar padamu, aku tidak semestinya bertindak berlebihan, aku tahu … kau punya sesuatu yang lebih dibandingkan diriku sehingga oppa lebih tertarik padamu…”, jelas Krystal, “Aku hanya iri padamu, iri kenapa itu bukan aku, kenapa aku tidak bisa seperti mu?”, jelasnya, “Tapi semua itu bisa dimengerti … siapa yang akan menolak orang seperti mu? bahkan orang yang rela mengorbankan dirinya meski ia sadar pernah disakiti…”, jelas Krystal. Untuk yang satu ini ia tidak mengerti.

“Sudahlah…pokonya selamat, aku senang kau akan menikah sekali lagi…aah~ aku tambah iri kalau aku diloncati setingkat oleh mu yang akan menikah duluan…”, katanya berdiri dan merenggangkan ototnya.”Kau cepatlah tidur, besok kita ada rehearsal pagi-pagi…jumuseyo.”,

“E-eonnii!!”, teriak Taemin menarik baju Krystal,

“Mworago?”, tanyanya dingin, Taemin takut sekali namun dengan berani ia peluk Krystal dengan erat,

“Gomawo eonni…gomawooo…aku sayang eonni..”, katanya, Krystal terkejut , ia berdecak dan mengusap kepala dongsaengnya itu,

“Neh neh…”, katanya, “Aku berterima kasih juga karena kau membiarkanku yang mendapatkan tawaran foto majalah.”

Taemin ingin berkata lagi namun pintu sudah ditutup, ia tersenyum, ya benar…itu ia lakukan karena ia pernah dengar bahwa ia berkata pada Vic umma bahwa ia ingin sekali foto di majalah itu, dan ketika malah Taemin yang mendapat tawaran itu, ia lebih memilih untuk mundur dan mengajukan tawaran itu untuk eonninya , Krystal.

.

.

Taemin mengelap keringatnya, ia baru saja selesai latihan rutin, berjalan keruang ganti sendirian karena eonninya yang lain sibuk langsung pergi ke tujuan masing-masing, Krystal , Amber , dan Luna pergi shopping, Vic umma jalan dengan Nickhun Oppa, dan ia…ia tidak ada kerjaan lain, ia sebaiknya kembali ke dorm dan bersantai.

“Taemin.”,

Taemin terhenti, ia menelan ludahnya, oh tidak … para geng cantik dari SM lagi dan lagi, mau apa mereka kali ini.
“Ikut kami.”, kata si salah satu pentolannya. Taemin diam saja dan berjalan ke arah yang mereka mau.

“N-neh..eonni…?”, tanyanya takut, ia meremas ujung bajunya, ia menahan nafasnya takut sekali, please…Minho oppa, segeralah datang…dari manapun, datanglah…aku takut, batinnya.

“Kau akan menikah dengan Minho?’, tanya sang ketua.

“A-aku—“

“Kau benar serius ingin menikah dengannya, kau tidak main-main?”, tanya yang lain.

“I-itu…”

“Kau akan bahagiakan dia kan?”, tanya yang lain lagi, ketiga eonninya itu menatapnya intens, Taemin mulutnya kelu, ia mencengkram tangannya.

“Gimana kau bisa menjadi calonnya kalau ditanya begini saja kau tidak bisa jawab ?”

“Neh, aku rasa kau belum cukup bisa mendampinginya jika kau bersikap lemah.”

“Kau itu harus kuat, gimana kalau netizens yang bicara, omongan mereka lebih parah dari kami, kau tahu itu?”,

Taemin semakin terpojok, ia sudah tidak kuat, ia ingin marah, ia ingin menangis, ia ingin berteriak, ia serius..sungguh…

“Sudahlah Yuri … kau yakin anak seperti ini lebih pantas dari mu?”kata Tifanny melihatny.

“Neh eonni…tahu begini lebih baik kau kan yang bersama Minho?”sahut Sooyoung menambahkan.

“Tentu saj—“

“ti-TIDAK!!”, teriak Taemin akhirnya,

Ketiga eonninya berhenti, ia melihat Taemin yang bergetar didepannya,
“J-jangan bicara begitu! T-tentu aku serius dengan Minho oppa…d-dia segalanya bagiku, jangan berkata seolah aku ini anak kecil yang selalu bisa kalian permainkan, terserah kalian berkata apa padaku, berbuat apapun padaku, tapi…tapi…”, Taemin mendongak menatap ketiga eonninya geram “…aku tidak akan PERNAH memberikan nya pada kalian, pada siapapun, karena..aku akan lakukan apapun LEBIH dari kalian, apapun itu..untuk Minho oppa!”, jelasnya menahan mengeluarkan semua uneg-unegnya selama ini, ia tetap gemetaran, karena melihat tatapan tidak enak dari ketiga eonni nya yang terkenal killer itu.

“Sudah selesai?”, tanya Tifanny. Taemin menelan ludah ia mengepalkan tangannya, tidak boleh cengeng..tidak kali ini…

“Ya, sudah!”, balasnya,

Tifanny terkejut, ia melihat ke arah Yuri dan Sooyoung , ketiganya mengangguk dan berjalan mendekat, Taemin memundurkan badannya hingga tidak bisa kemanapun, karena sudah terhalang tembok. Tangan ketiga eonninya menjulur kearahnya, ia memejamkan matanya bersiap menerima perlakuan apapun, ia tidak gentar..namun …

“Aahh…sudah kuduga, Minho benar-benar keterlaluan…”, teriak Sooyoung akhirnya, Taemin membuka matanya, merasakan berat ditubuhnya, ketiga eonninya itu memeluk nya,

“E-eonni?”, tanyanya bingung.

“Hei..maaf kan kami, kami telah kasar padamu, kami menyesal, Minho benar, ia pernah katakan pada kami kalau kau memang benar baik hati dan…kuat, yeah..aku setuju rasanya..”

“Walau aku kalah saing, padahal mengingat typenya itu noona, aku lebih cocok kan? tapi yeah … aku rasa Minho mungkin lebih suka melihat sosok yang bisa selalu ia sayangi dibanding ia memilih untuk selalu dimanja..”, kata Yuri.

“K-kalian…”

“Kami senang kau bersamanya, kami hanya mengetesmu apakah kau benar serius?” jelas Sooyoung.

“Dan…ternyata benar kau serius…” jelas Yuri, “Aku yakin kau bisa bahagiakan dia, ya kan?”, jelasnya lagi, Taemin mengangguk dan tersenyum.

“Yeah…aku janji eonni…”

drrt drrtt drttt.

“Oh, mianhe…aku ada telpon…”, kata Taemin , ia tahu itu siapa…

“Neh..bye Taemin…”

Taemin melambai dan berjalan keluar dari sana, ia berlari ketempat lebih sepi dan mengangkat telponnya.

“Yoboseyo opppaa~~”

[Kau dimana sayang?]

“Aku di SM …wae? oppa dimana??”

[Waee..kau rindu padaku?]

Bluss~~ wajah Taemin sontak memerah, apakah nada bicaranya terlalu semangat?

[Hei, kenapa kau diam? kau tidak kangen padaku?]

“A-anio..anio…”

[Anio? yah Pooh ah~ kenapa begitu, aku sedih nih…]

“Oppa… sudah akh, kau dimana? kenapa tidak dijawab pertanyaanku?”

[Oh, mian … aku sedang…oh…kau bisa keluar dari SM dan berjalan keluar sekarang ke jalan besar dan berdiri di Bigscreen tepi jalan?]

“Hah? tapi…”

[Cepatlaahhh~~~]

“N-neh neh…”

Taemin dengan tergesa-gesa berlari keluar, menabrak beberapa orang dan akhirnya dengan nafas tersengal ia berhasil keluar dari SM dan berjalan dengan tertatih menuju bigscreen di ujung jalan. Ia menatap bigscreen itu, tidak ada apapun?

“Oppa..mana…” tuuut~~~

Taemin semakin bingung, entah apa yang ia lakukan sekarang, untuk apa dia berlari dan sekarang dia berdiri tidak jelas di—

Taemin terkejut ketika banyak wanita yang berteriak, ia melihat ke arah semua orang melihat, ya..disana…disana..di biscreen itu,ia menutup mulutnya, dan berdecak, mau apa dia…

[Ehm, well… annyeong semuanya, saya Choi Minho, maaf menganggu siaran umum ini…saya hanya ingin mengatakan beberapa hal disini dan tidak banyak. Baiklah…

Hei Lee Taemin! Aku berbicara disini untuk buktikan padamu bahwa aku serius, mungkin aku belum bisa memberikan janji apapun padamu, walau umur kita muda, bukan berarti kita bisa jalani kehidupan kita bersama ya kan? untuk itu…]

Taemin menutup mulutnya, dan ia merasa orang disekelilingnya mulai melihat ke arahnya, siapa yang tidak tahu Lee Taemin? ia menunduk malu…

[Untuk itu Lee Taemin… berbaliklah…]

Taemin terkejut, melihat kaget ke arah bigscreen, ia tahu ini gila…ia mengenal background Minho berdiri, dan ia mulai jelas ketika para yeoja melihat ke arahnya dan berteriak kegirangan, bukan…pasti bukan dia yang dilihat… tapi…

[Berbaliklah…Lee Taemin..]

Dengan takut dia berbalik…dan benar..Minho…Choi Minho, berdiri memegang balon ditangannya, banya balon …

[Halo…]

katanya terus berbicara di depan kamera dan banyak orang yang melihatnya.

“O-oppa…”, ia lemas, mungkin ia sudah lelah menahan tangisnya.

Minho tersenyum, dan mendekat ke arahnya, menarik tangan kanan Taemin, memberikan balon itu padanya, tunggu..tunggu..ada yang aneh…

[Menikalah denganku…Lee Taemin, bukan hanya saat itu, tapi cincin kali ini, cincin lamaran ku padamu…]

Teriakn semua orang bergema, balon berterbangan, tidak satu balon lain yang terikat manis dilingkaran cincin yang sekarang dikenakan Taemin, Taemin menangis, ia menutup mulutnya terharu ..Tuhan, jangan biarkan aku terlalu bahagia jika suatu saat kau akan berikan yang terburuk bagi hamba, namun…untuk kali ini, hamba mohon, tundalah segala keburukan dimasa depan, karena hamba…Lee Taemin…

“Ya…aku terima oppa…aku akan menikah denganmu…”

Minho tersenyum lebar, ia mengelus pucuk kepala Taemin, semua orang bersorai menonton lamaran terindah yang pernah mereka lihat, gratis…ketika semua orang meneriaki kiss kiss kiss…Minho melakukannya, didepan semua orang, tidak, mungkin dunia, ia yakin, berita ini akan menyebar, perduli akan omongan orang? tidak, karena Lee Taemin secara tidak langsung, adalah miliknya.

.

.

[Celebrity Top News]

Pernikahan Choi Minho (20 tahun) dan Lee Taemin (18 tahun) telah resmi diselenggarakan, pernikahan yang bergaya Korea ini dilaksanakan cukup meriah, dihadiri oleh artis papan atas Korea, mulai dari penyanyi, pemain film, MC, dll.
Pasangan ini telah resmi mengikrarkan janji mereka dengan tertutup, hanya para undangan dan juga kerabat yang menyaksikannya.

“Chukaeee ~~~”

Riuh para fans , dan juga teman-teman yang hadir tidak hentinya menyoraki selamat bagi mereka, Minho tidak hentinya merangkul pinggang istirnya itu, ya benar istirnya,tidak ada lagi hal yang paling indah baginya…hal ini lah yang paling dan patut ia syukuri, ia melihat kesamping, melihat istrinya yang layaknya bidadari itu tersenyum didepan semua orang, didepan kamera..Tuhan, betapa kau sungguh baik telah mempertemukan dia dengan bidadari ciptaanmu, mungkin bidadari mu yang hilang ini, dan entah kebaikan apa yang telah ia perbuat dimasa lalu, sehingga ia bisa mendapatkan jodoh yang sempurna?

“Minho…cepat, mobilnya sudah siap…”, teriak Onew sebagai pengiring mereka, Minho tersenyum dan menarik pinggang Taemin lagi sebelum melambai kesemuanya, ia halangi kepala Taemin untuk tidak terantuk pintu, hal yang sama yang dulu ia lakukan.

“Oppa…’

Hmm,
dengungan itu ia ciptakan dna menatap istrinya,

“L-lepaskan..kita kan sudah didalam mobil?”, katanya merasakan tangan Minho yang masih melingkar di pinggulnya. Minho berdecak dan melepasnya, meraih tangan kiri Taemin dan menggenggamnya, Taemin tersenyum melihat tingkah suaminya…OMO! benar, suami…bukan lagi namjaciungunya, sontak wajahnya memerah, ia memalingkan wajahnya, mengibaskan tangannya kewajahnya, berharap guratan itu tidak terlihat oleh…

“Baby?”,

Dammit, Taemin memejamkan matanya, terlambat…
T-tunggu!

“B-bab…a-apa tadi?”, tanya Taemin terkejut, Minho menggaruk tengkuknya dan berdecak.

“Baby…kenapa? kau tidak suka aku panggil begitu?”, tanyanya, Taemin menggigit bibirnya, suka…ia sangat suka..hanya saja…

“S-suka kok…”, bisiknya, namun terdengar oleh Minho.

“Hei…kenapa? kau sakit baby?”, Minho meraih dagu Taemin dan berhadapan dengannya, Taemin menghidari tatapan Minho , hanya berani melihat dada Minho dan bergeleng pelan.

“Ani…hanya lelah…pesta itu tadi meriah sekali…”, katanya, duh…sekarang ia malah merasa sakit perut, kenapa…mungkin ia terlalu banyak makan dan kelelahan…atau apa?

Minho menarik nafas, ia usap kepala Taemin dan ia rebahkan kepalanya ke pundak kanannya , Taemin sedikit tegang, namun akhirnya ia mencoba relax, entahlah…pundak Minho yang kekar begitu nyaman.
“Tidurlah..kau pasti capek sekali yah?” Minho mengelu pipi Taemin dengan tangannya, Taemin tersenyum, ia remas perutnya, mungkin ia hanya kebanyakan makan…

“Neh…oppa…” jawabnya,

Kemudian diam sesaat , Minho menopang kepalanya lembut di kepala Taemin,
“Oppa…”

“Neh baby…’

“A-aku bahagia…”

DEG!

Minho terbelalak, sungguh? sungguh bahagia? jantungnya berdebar, ia tidak percaya …ia lebih bahagia mendengarnya.

“Oppa…”

“…”

“Oppa?”

“…”

“Oppa!”, Taemin mendongak , DUGH!

“Aww!!”, Minho meringis karena dagunya terantuk kepala Taemin

“Ah, Oppa!!”, Taemin panik, ia raih wajah Minho yang meringis kesakitan,
“Oppa..oppa…mianhe…mainhe…oppa gwencana?”, ia menangis sekarang, entah kenapa air mata nya mudah sekali keluar jika didepan Minho.

Minho yang melihat istirnya panik langsung meriah wajahnya,
“Shht shhht..baby hey…gwencana sayang… gwencana…cup cup…”, katanya mengusap mata Taemin yang memerah, Taemin sesenggukan dan menghapus matanya,

“M-maaf…”, lirihnya,

Minho menarik nafas, ia kecup kening Taemin dengan lembut, ia kecup kedua matanya, pipinya yang sekarang memerah, dan bibirnya.
“O-oppa?”

“Kau tahu, aku tidak bisa berkata apapun ketika kau katakan kau bahagia, aku merasa …aku…kau lihat, aku sungguh tidak tahu aku bisa berkata apa…aku lebih bahagia mendengarmu bahagia bersamaku…terima kasih…”, lirih Minho merebahkan kepalanya dipundak Taemin.

Taemin tersenyum, ia mengelus kepala Minho,
“Kau berlebihan, aku yang seharusnya berterima kasih…karena kau namja terbaik yang pernah datang dalam hidupku…”

“Kau yeoja tercantik di hari pernikahan diseluruh dunia..”

“Kau namja gombal…”

“Aku namja yang mencintai mu…”

Taemin wajahnya memerah, ia menarik lengan Minho dan merebahkan kepalanya takut-takut dipundak Minho.
“Dan aku yeoja yang mencintaimu juga…”, lirihnya, Minho? selalu dengar, bisikan bidadari nya itu selalu terdengar bagaimanapun juga. Ia tersenyum, ia lingkarkan tangannya kepundak istrinya, bahagia.

.

.

“Kajja…”, Minho menarik tangan Taemin dengan lembut dan berdiri keluar dari mobilnya.

“O-oppa? kita langsung kesini?”, tanya Taemin melihat ke arah rumah didepannya, rumah yang Minho berikan padanya, rumah yang atas namanya itu.

Minho tersenyum merangkul pinggang istrinya, “Neh sayang…wae?”,

“T-tidak ke rumah mu…aku pikir kita tinggal di rumah mu dulu?”, tanya Taemin bingung, Minho mengerutkan alisnya,

“Tidak sayang…umma ku bilang kita langsung tinggal disini saja, semua perlengkapan dan baju mu sudah ada disini semuanya…”, katanya dan menarik tangan Taemin lagi, Taemin disisi lain menelan ludahnya, itu berarti…tidak tidak..itu berarti, MEREKA HARUS TINGGAL SEKAMAR? DAN …SENDIRIAN DI RUMAH INI?!!

.

Ketika pintu rumah terbuka, lebih buruk lagi, Taemin benar-benar panik, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, benar tidak ada siapapun , hanya mereka berdua…benar-benar hanya mereka.

“Baby?”,

Taemin mendongak.

“Mau..maksudku…kita lihat kamarnya?”, tanya Minho.

Taemin menahan nafasnya, ia tidak menjawab hanya berjalan mengikuti Minho kekamar atas.

Ketika pintu kamar dibuka, Taemin melepaskan tangannya dari genggaman Minho memindahnya kemulutnya, ia tidak percaya apa yang ia lihat, seperti mimpi…tidak,sungguh indah,rumah yang mereka milikki ini sungguh indah…bahkan dulu sewaktu ia lihat depannya ia sudah jatuh cinta, tapi ini, benar…ia mungkin menitikan air mata akan hal ini.

“Kau suka?” bisik Minho meraih tangannya berjalan ketitian jalan setapak menuju kasur di ujung ruangan, Taemin tidak berkata apapun, ia eratkan tangannya digenggaman Minho.

“Indah…sangat indah…” ia berlari dan duduk di kasur, melihat kesekeliling ruangan

“Aku khawatir kau tidak suka…kalau kau tidak suka aku akan ganti warn–“

“Oppa…”,

Minho melihat ke arah Taemin “Apa yang kau suka…aku suka…”, katanya tersenyum dan menitikan air mata, Minho menarik nafas dan berjalan mendekat dan merangkul istrinya itu,

“Kalau kau berpikir begitu, aku senang…”, katanya mencium kening Taemin.

Kemudian mata mereka bertatapan, dan entah mengapa ada rasa canggung diantara mereka. Kemudian dengan canggung Minho melepaskan tangannya dari pundak Taemin dan melihat ke arah lain, berdeham untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“Aigo…kenapa udaranya panas? aku nyalakan AC centralnya dulu…”, kata Minho berdiri dan keluar kamar, Taemin menutup wajahnya, tangannya yang lain memegang jantungnya, aigoo..eottokhee….>////<*gue jadi ikutan tegang*

Minho mengambil nafas, ia buka jaketnya dan ia sampirkan dipundaknya, aish…seharusnya ia tidak dengarkan kata umma, appa, hyungnya, dan terlebih para Hyungnya di SHINee yang pervert itu…bagaimana ini? kalau ia tiba-tiba lepas kendali, dan…dan…haih haish…haish…Minho, kau tidak boleh berpikir begitu…

tunggu, tapi kan dia sudah jadi istrimu, jadi tidak ada salahnya kan?

aaahhhhhhhh…andwe andwe andwee….haish

“OPPA..OPPA…OPPA…gwencana…Oppa?”, Taemin terkejut ketika melihat Minho memukul kepalanya sendiri berkali-kali.

Minho terkejut, ia berhenti dan melihat ke arah istrinya yang panik. Minho menelan ludah dan mengangguk.
“N-neh…hehehe…”,

Taemin berdecak dan memegang kening Minho, mengecek apa ada yang terluka.
“Oppa..kenapa memukul kepala sendiri, appo tidak?”, tanya Taemin berjinjit. Minho menundukkan kepalanya, namun…dammit!Minho melihat…

Ia meraih bahu Taemin dan
“O-oppa?”, Taemin terkejut ketika Minho memundurkan bahu Taemin,

“A-anio…hanya pusing sedikit…”, katanya, berbohong…padahal ia baru saja melihat bagian pundak depan Taemin,dan demi tuhan, baru melihat itu saja, ia sudah panik dan ..ia takut hilang kendali..

“Oppa sakit? kajja kajja…tiduran dikamar saja..”, katanya menarik tangan Minho.

“T-tapi aku…”

“Kajja…”

Buk

Minho sudah duduk di atas kasur.
“Aku ambilkan air dulu…setidaknya ada air kan disini?”, tanya Taemin, sebelum Minho perotes, ia keluar.

Minho merebahkan tubuhnya, ia ambil bantal dan ia gigit bantal itu, dammit Minho…calm down,kuasai dirimu…

.

Taemin menutup wajahnya, aish…kenapa? apa itu tadi? kenapa ia bisa berpikir bahwa..bahwa…aish…kenapa bibir itu terlihat , Taemin menggeleng, ia pegang perutnya, terasa sakit, anio…bukan geli, mungkin ia butuh air putih juga…

Drrt drrt drtt

Taemin melihat ke tas kecil digenggamannya. Ia keluarkan ponselnya. Pesan dari Vic umma.

[Nah, tenangkan dirimu Taeby … kalau kau panik kau akan bingung bagaimana berlaku padanya, lakukan saja apa yang biasa kau lakukan dengannya , layaknya pacaran, oke? FIGHTING!!❤ YOUR EONNI<3]

“F-fighting? buat apa…?”, tanyanya bingung. Ia mengangkat bahunya dan mengambil 2 gelas mengisinya dengan air dan kembali ke kamar.

.

“Minho oppa?”, ia sembulkan kepalanya,

Minho sontak berdiri dan tersenyum.

“Ini…”

“Gomawoo..aku tidak apa-apa kok…”, katanya.

“Jinjja?”

Minho mengangguk dan menarik Taemin duduk di kasur.

“Ng…setelah ini…kau ..mau mandi atau aku duluan?”, tanya Minho. Taemin menunduk memainkan jarinya.

“B-biar aku mandi dulu saja,nanti habis itu aku siapkan air untukmu..”, kata Taemin.

Minho mengangguk “Baiklah…”, jawabnya berhasil mengatasi gugupnya. “Kamar mandinya itu…disana ada handuk bersih dan alat mandi lengkap, lemari mu disini…”, kata Minho berdiri dan menunjuk ke arah closet baju.

Taemin mengangguk, ia buka lemari itu dan benar, semua bajunya sudah disana…namun.
“O-oppa..ini…?”, tanya Taemin menunjuk kesebuah baju, ketika Minho mengalihkan pandannya ia terkejut.

“Hah? i-itu…”

Taemin terdiam, ia tutup lemari itu dengan cepat, ia menelan ludahnya, wajahnya panik dan memerah, Minho mengumpat dalam hati, ini pasti ulah ummanya, kenapa membereskan lingerie jadi satu dengan baju ganti?kenapa tidak dengan baju tidur?

“B-baju tidurku dimana?”, tanya Taemin.

“Oh? ah..disini… jadi satu dengan milikku.”, kata Minho menunjuk lemari yang baru ia buka.

“Bisa ambilkan? aku mau yang warna biru itu… aku tidak sampai, gaun ini susah sekali..”, decak Taemin , Minho melihat istirnya benar masih pakai baju pengantin, ia ambil baju itu dan Taemin langsung menuju kamar mandi.

.

Taemin terududuk dilantai, ia nyalakan keran air dan ia keluarkan ponselnya, ia menelpon seseroang.

“Angkat…kumohon angkatlah…”, desisnya. Namun tidak ada jawaban, kenapa Vic ummanya tidak mengangkat ponselnya, tidak biasanya, karena ia tahu jika ia telpon adalah prioritas utama yang akan diangkat.

“Tidak mungkin aku hubungi umma di luar negeri kan? “, desisinya lagi.

Ia menggelengkan kepalanya, sebenarnya apa yang akan ia tanyakan? bagaimana agar tidak gugup bersama Minho untuk pertama kali?sungguh, ia butuh saran untuk masukan apa yang akan ia bicarakan…ia tidak mau menjadi canggung, ia ingin bicara dengan Minho dari tadi, tapi ia merasa Minho menghindarinya, ia menutup wajahnya, apa ia salah? sehingga tadi saja Minho mendorong bahunya menjauh darinya, pasti ada kata-kata Taemin yang salah *bukanituTaemin/plak*

Akhirnya ia putuskan lebih baik mulai mandi saja, ia perlahan lepas sanggulan dikepalanya, dan…tunggu..gimana ini?GIMANA CARA MELEPAS GAUNNYA?!!!PABO PABO PABO…kenapa ia tidak ganti baju dulu? kenapa ia tidak melepasnya diruang rias sebelum pulang, sekarang ia tidak bisa menurunkan kancing punggungnya sendirian.

Ia berusaha, namun yang ada tangannya pegal, dengan putus asa ia turunkan paksa, namun yang ada bagian dadanya yang terikat sanggahan kemben terasa sakit.
Ia sudah mengeluarkan air mata karena frustasi, tidak ada cara lain…tapi…

“M-minho oppa…”panggilnya.

“Neh…”, teriak Minho yang mendengar panggilang Taemin.

“B-bisa kemari sebentar?”, tanya Taemin.

Tidak ada jawaban, namun tidak lama Minho terlihat menghampirnya.
“Neh baby?” Minho memiringkan kepalanya melihat pintu kamar mandi terutup, perlahan Taemin keluar masih lengkap dengan bajunya.

“Kenapa sayang?”, tanya Minho lembut. Taemin mengigit bibirnya, ia berjalan mendekat, ia menunduk sedalam-dalamnya.

“A-aku..aku..tidak bisa lepas kancingnya…”, kata Taemin malu.

Nafas Minh tercekat, dan jantungnya berdebar. Disisi lain, Taemin merasa malu memintanya, karena ia tahu, hal yang memalukan adalah tidak bisa membuka baju sendiri, terlebih itu gaun yang biasa wanita pakai*bukaniniyangdimaksudMinho/plak*

“L-lalu?”
PABO PABO, BUAT APA KAU TANYAKAN INI MINHO?!!

“M-mianhe..b-bisa tolong aku?”, Taemin berbalik.

Minho menarik nafas, ia lihat tengkuk Taemin, tengkuk yang mulus itu, seputih salju, ia ulurkan tangannya, berusaha menahan nafasnya dengan teratur.
Nafasnya hampir putus ketika ujung jarinya mengenai tengkuk Taemin, wajah Taemin disisi lain memerah, entahlah,tangan Minho terasa hangat.

Perlahan tangan Minho bukannya turun kesleting baju Taemin, namun meraih bahu Taemin dan membalikkan badannya.
“Taemin…”
Bisiknya …jantung mereka berdebar…Minho meraih dagu Taemin,mata mereka bertemu..

“Taemin…saranghae…”, bisiknya,

Taemin tersenyum, “Nado…saranghae…”, bibir mereka bertemu…dan…

CUT~~~!!!

Hahahahaha…sudah akh, capek…kekekek~ NC gak yah berikutnya? will see…ini bakal ada 3 atau 4 part, im not that easy to give you something smutyyy~~ kekekek~ so be patient. and 2 morrow insyaallah ill bring Dearest for you all guys!

Im sorry Fitri ini failed abis…aku sujud sujud deh sama kamu, aku gak bisa bikin Taemin yang terlalu pemalu/plak

So, MORE TO COMES,  COMMENTS ARE LOVE!!

163 thoughts on “[2min/sequel WGM] Now, we married! part 1

  1. Yah… Ada yg malu” taeminnya pokos banget yah lebih memilih pakek baju tidur ciye 2min malem pertama malu”

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s