[2min/Mpreg/YAOI/3-?] Our Precious One


2min/Mpreg/YAOI/ Our Precious One, Chapter 3

 Foreword :

 Huaaaahhh, gila gue mesti semedi buat ini!!! Beban batin bet daah ngelanjutin ff terlais di SYF. Hhahaaa. Kali ini cerita apa? Gue juga ga tau. Biasa laaah, gue mah ngetik asal ngetik aja kaga ada ide sebelumnya. Seenaknya tangan aja mau ngetik apaan. Yang jelas, disini mulai ada konflik. Males ah rumah tangga adem ayem ajaa. Tapi konflik apa? Siapa yang konflik? Kaya gimana? Mau tau? TAEMIN KEGUGURAN!!!!

 TENGKYUUUU BIAT VIENASOMA!! Gila gue ga kreatif banget yaa minta ide mulu. Hahaha, ketauan males mikir!!

 Okeeeee… hope you likeeeeyyyy

 Cuee….

 By : TaeminhoShouldBeReal….

 

Di sebuah rumah mewah….

 “huufffttt”, Taemin meniup poni di depan dahi putihnya. Entah kenapa pagi ini ia sangat amat merasa bosan sekali!!!! Zzzzzzzz, tidak ada yang bisa dilakukan hari ini. Kuliahnya sedang libur, dan yang terparah Minho harus berangkat pagi-pagi sekali karena harus menemui klien besar. Ia hanya memberikan morning kiss, menyiapkan sarapan sekedarnya, mengelus dan mencium perutnya. Bahkan itu dilakukan saat Taemin masih belum sadar sepenuhnya. What the….. ITU SANGAT MENGESALKAN KAU TAU!!! Entah kenapa, semenjak ia hamil, Taemin mungkin menjadi salah satu anggota dari ikatan istri termanja di dunia. Dan berhubung dia mempunyai suami yang sangat sangaaaat sangaaaaaatt baik, kemanjaannnya serasa diatas angin. Tapi pagi ini?

 Ia mempouted kan bibir nya imut. Di meja makan itu memang ia tak sendirian. Lalu dengan siapa? Tentu saja dengan boneka keroro kesayangannya. Ia dudukkan boneka itu di kursi makan yang biasa diduduki Minho. Bahkan ia menghidangkan roti dan susu di hadapan boneka itu. Jika ada orang yang melihatnya ia pasti sudah di cap gila karena menyiapkan sarapan untuk boneka. Tapi mau bagaimana lagi? Tangannya reflek saja menyiapkan itu semua. Habis ia bosan!! Pagi ini dirasa amat sangat kurang!! Ada yang kurang tapi Taemin tidak tau apa itu!! Dan itu mengesalkan!! Memangnya ada yang lebih penting dari Taemin? Hiikkss, memikirkan itu ia malah jadi ingin menangis. Kenapa Minho jadi tidak perhatian lagi? Sejak dari tadi ponsel nya dimatikan. Dan ketika menelpon ke kantor, sekretaris, Mr Leeteuk, namja 41 Tahun itu [haha, Minho selalu ditertawakan karena punya sekretaris seorang bapak-bapak] mengatakan kalau Minho sedang rapat. Memangnya rapat harus mematikan ponsel apa? Minho berlebihan [lo yang berlebihan Taem!! = =”]. Saking kesal nya ia membanting telfon itu ke lantai sampai pecah tak berbentuk. Biar saja!! Toh pasti Minho mampu mengganti nya. Hanya sebuah telfon!! Taemin tak mau ambil pusing.

 Ia meletakkan kepalanya ke meja makan. Sarapan yang tadi disiapkan Minho belum juga disentuh. Hanya susu hamil seperti biasa dan roti panggang dengan selai strawberry disertai notes kecil yang ditaruh di setangkai bunga mawar putih.

 “sayang, aku pergi dulu yaa. Maaf tidak bisa menemanimu sarapan. Aku benar-benar harus bertemu klien penting pagi ini, dan kalau kerjasama ini berhasil, perusahaan akan mendapatkan untung Milyaran won. Jangan lupa makan sarapannya. Aku tidak mau kau dan aegya kita sakit. Ingat jangan terlalu lelah. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. Selesai rapat, aku akan langsung menghubungimu. Jaga aegya kita yaaa *poppo*.

Aku yang mencintaimu, Minho”.

 Ia membaca kesekian kalinya notes itu dengan wajah ditekuk. Ish, Minho menyebalkan!! Mencintai apa nya? Aku saja ditinggal sendirian pagi-pagi. Yang seperti itu masih dibilang mencintai? Taemin reflek mengelus perutnya. Ia sudah memasuki bulan ke 5 sekarang. Badannya mulai membesar dan perutnya semakin membuncit. Semakin besar kehamilannya, memang mualnya sudah hilang sekarang, tapi justru itu yang menyebabkannya banyak makan hingga berat badannya langsung cepat naik. Nah, hal itu juga yang kadang membuatnya frustasi!! Hei, TAEMIN GENDUT!! KAU BISA BAYANGKAN ITU?! BAGAIMANA KALAU MINHO MENINGGALKAN KU KARENA AKU GENDUT???????? BAGAIMANA JIKA MINHO MEMILIH NAMJA DAN YEOJA CANTIK DAN LANGSING YANG BANYAK MENGEJARNYA DI LUAR SANA!!! SEMENTARA BEGITU PULANG KE RUMAH, YANG DIJUMPAINYA MALAH BADUT YANG DEPAN BELAKANG MAJU SEPERTI TAEMIN!!! [gue ngakak nulisnya].

 Tubuhnya semakin melemas. Hiiikksss, Ummaaa, ottohke?

 Ia melihat makanannya yang tak disentuh. Bahkan susunya pun tidak diminum. Ia mengelus perutnya. Eemmm, sebetulnya lapar, tapi ia kan sedang kesal!! Nanti dulu yaa baby. Umma sedang tidak nafsu makan. Kalau Key tiba-tiba datang atau Umma nya atau siapapun yang tiba-tiba datang dan melihat Taemin begini, pasti histeris. Ini sudah lewat satu setengah jam dari waktu sarapan normal Taemin, tapi sampai sekarang, makanan itu hanya tersusun rapih di meja.

 Ia melirik ke kursi sampingnya, menggoyangkan sedikit benda kecil hijau itu, “hei, kenapa kau ikut-ikutan tidak sarapan juga sepertiku? Aku kan sudah cape-cape menyiapkannya”.

 Tidak ada reaksi [ya iyyalaaaaahhh Taemiiiiiiinnnn]…

 “heiii, aku kan sedang berbicara sama kamu. Kenapa diam saja? Itu tidak sopan tau!”

 Lagi-lagi diam tak bergeming.

 “aish”, Taemin kesal dan mendorong keras boneka itu hingga terjatuh dari kursi ke lantai marmer putih rumahnya.

 “menyebalkan, kenapa semua orang cuek padaku?”

 Ia meremas notes kecil itu dan membuangnya ke lantai, lalu naik ke kamar nya.

 Baru di anak tangga pertama, ia berhenti, berbalik dan mengambil boneka yang tadi ia jatuhkan, lalu kembali naik sambil tetap dengan wajah ditekuk.

 Sesampainya di kamar, ia menghempaskan tubuhnya di tempat tidur empuk nya. Menyalakan tv, mengganti-ganti channel mencari yang ia mood untuk menontonnya. Tidak ada! Ia banting remote tv itu ke lantai dan kembali pecah tak berbentuk! Bagus Taemin, kau sudah menghancurkan dua barang pagi ini. Mengambil ponsel nya memencet sebuah nomor yang sudah dihafalnya di luar kepala, masih tetap tidak aktif.

 “aaaaaahhhhh“, Taemin berteriak sambil membenamkan wajahnya di boneka hijau di pelukannya itu. Ia tidak bisa ke rumah Key saat ini karena ia dan Jonghyun sedang sibuk. Jonghyun sedang keluar kota untuk bisnis nya, dan Key juga sedang sibuk mengurus berbagai hal yang juga terkait pekerjaannya. Lalu Taemin sama siapa? Si keroro nya menyebalkan tidak mau diajak bicara coba, daritadi kuajak bicara dia cuma bisa diam bahkan kedip pun tidak [kalo kedip malah serem lah Taem]…

 “haaahhh“ [keabisan nafas ceritanya].

 Ke kamar mandi untuk sekedar membasuh muka untuk menyegarkannya, lalu masuk ke ruang ganti, membuka semua lemari pakaiannya. Huuuh, kenapa kalau di ruangan ini ia selau frustasi. Baju-baju kesayangannya sudah banyak sekali yang tidak muat. Padahal masih bagus-bagus. Dan Taemin belum sempat untuk membeli baju lagi.

 Heiii, Taemin tersenyum. Itu saja! Kenapa ia tidak shopping untuk membeli pakaian. Setiap bulan ia ditransfer uang yang cukup banyak dari Minho untuk segala keperluannya namun tak pernah Tamein pakai karena memang ia tidak suka shopping. Sangat berbeda dibanding Key yang shoppaholic. Belum lagi, kalau memang sedang menemani Key shopping, ia pasti dibelikan. Jadi, ia bingung kalau disuruh shopping, harus beli apa? Taemin mengingat-ingat. Sepertinya uang di ATM nya cukup banyak. Ia mulai bersemangat. Memilih-milih baju, dan akhirnya pilihannya jatuh pada kaus putih longgar dan cardigan warna baby pink dan celana jeans putih khusus untuk orang hamil. Rambut nya mulai panjang, ia kuncir kuda di belakang. Poninya ia biarkan menjuntai emnutupi kening. Hmmm, yeppoh. Orang pasti tidak akan ada yang mengira ia namja! Okeii, berangkat!! Ia hanya membawa boneka keroro nya dan sebuah tas selempang kecil. Isi nya hanya tissue, dompet winnie the pooh dan ponsel? Hmmm, tidak usah! Ia ngambek! Biar saja ia jadi tidak bisa dihubungi. Ia taruh ponsel di meja rias dan menggantinya dengan permen lollipop strawberry. Selesai!

 Akhirnya ia turun!! Sungguh sudah tidak tahan! Kalau terus di rumah ia benar-benar bisa mati bosan!!

 Saat ke luar. Ah! Pabo! Taemin menepuk kening nya pelan. Mobil sih ada, tapi supir? Supir nya kan sudah diberhentikan oleh Minho karena jasanya tidak pernah terpakai. Selama ini Taemin kemana-mana memang selalu diantar Minho, Key, Onew hyung atau keluarganya. Menyetir sendiri? Sepertinya bisa sih. Toh ia selalu memperhatikan orang yang menyetir mobil kalau sedang diantar kemanapun. Sepertinya mudah. Tapi pandangannya beralih ke bawah. Kalau ia sendirian, mungkin ia berani nekat, tapi sekarang ia sedang berdua, dan resiko nya tinggi kalau ia menyetir sendiri hanya dari melihat orang lain menyetir. Menelfon keluarganya? Huh, tidak mau! Nanti mereka lapor sama Minho! Ia kan sedang marah sama suaminya itu!

 Ia kembali ke dalam rumah, ponsel nya dan menelfon taksi. Sambil menunggu taksi nya datang, ia duduk di bangku depan sambil mengemut lollipop strawberry nya dan masih mencoba mengajak bicara si keroro yang masih saja tidak membuahkan hasil = =”

 TIN TIN…

 Taemin melihat ke depan. Taksi nya datang.

 “baby, ayo ikut Umma shopping yaaa”, kata Taemin riang sambil mengelus perut nya.

@ Myeongdong, Salah Satu Pusat Belanja Terbesar di Korea…

 “woaaahhhh”, baru kali ini Taemin pergi ke tempat ini sendirian. Biasanya minimal selalu berdua. Ini salah satu tempat favorit Key kalau sedang belanja dan biasanya memang mengajak Taemin. Karena itu Taemin cukup hafal toko-toko dan blok-blok jalan disini. Tapi itu sebelum Taemin hamil. Setelah hamil, Minho MELARANG KERAS sang diva itu untuk menyengsarakan anae nya memenuhi hasrat belanja yang kadang di luar batas akal sehat! Baru kali itu Taemin melihat Key menuruti perkataan orang lain. Hehe. Biasanya Umma cantik nya itu tidak takut sama siapapun!

 Ia mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalanan yang ramai di Myeongdong. Cukup lama bersahabat dengan Key ia jadi hafal tempat butik-butik dan bagaimana cara memilih barang bagus bahkan mendapatkan harga lebih murah dari yang seharusnya. Tak henti-henti nya Taemin tersenyum ia merasa begitu bebas hari itu. Tidak ada siapapun, tidak ada yang bisa mengganggunya!

 Ia mulai masuk ke berbagai toko pakaian khusus orang hamil dan bayi. Melihat berbagai barang lucu untuk perlengkapan bayi, mulai dari tempat tidur dan perlengkapannya, baju-baju bayi, peralatan makan, mandi, boneka, mainan, dll. Sungguh imut-imut sekali!! Belum lagi di toko ia juga melihat orang-orang hamil seperti dirinya. Hihihi, Taemin sampai terkikik sendiri saat memegang baju-baju bayi yang begitu lembut dan halus. Dan ya ampuun, ternyata baju bayi sekecil ini yaah? Seperti bukan untuk manusia!! Tapi Taemin hanya melihat-lihat saja. Kalau membeli, pertama, tidak ada orang yang membawakan semua belanjaan ini. Apalagi beli tempat tidur bayi, bagaimana membawanya? Dan yang kedua, ia masih belum tau apakah bayi yang ada di kandungannya ini namja atau yeoja. Kalau ia membeli barang-barang berwarna pink, tapi ternyata bayi nya namja, kan jadi aneh? Meskipun Taemin tetap pada pendiriannya. Bayi ini harus namja!! Ia tidak mau kalah cantik kalau ternyata anaknya ini yeoja!! Ia bisa stress sendiri. Bagaimana kalau Minho lebih memperhatikan anaknya dibanding Taemin?

 Tidak terasa sudah 3,5 jam ia berjalan keluar masuk toko sendirian membeli barang-barang yang ia suka. Tangan kanan dan kiri nya sudah penuh dengan kantong belanjaan. Huuh, begini resikonya kalau ia belanja sendirian. Semenjak ia menikah, apalagi saat hamil, Minho dan keluarganya tidak pernah membiarkan Taemin membawa barang apapun! Apalagi sampai seperti ini? Hampir 9 kantong yang ia bawa!

 Ah, matanya tiba-tiba menangkap sebuah bangunan. Kedai eskrim!! Asiiikk. Dengan langkah cepat Taemin menuju kesana.

 “huuft”, Taemin menghempaskan tubuhnya ke kursi empuk bewarna merah cerah dan meletakkan semua belanjaan dan boneka keroro nya di kursi samping. Megelap peluh di dahinya. Hari ini panas. Dan heii, Tamein merasa sedikit pusing. Kenapa yaa? Biasa nya diajak Key belanja 6-7 jam saja ia biasanya baik-baik saja. Ini baru 3,5 jam kenapa sudah pusing?

 “selamat siang nona, ingin pesan apa?”

 Blush… ihiiyy, nona? Apa Taemin benar-benar terlihat seperti perempuan?

 “bbungeo ssamankha, chocoshepon, dan eeemmmm yomotie banana”, pesan Taemin saat melihat menu.

 “baik, ditunggu sebentar”, pelayan itu pun masuk kembali ke dalam.

 Taemin melihat ke sekeliling. Pandangannya langsung muram. Sepertinya di kedai Seoul Ice Cream itu hanya ia yang datang sendirian. Di sekelilingnya, para pasangan muda, suami istri, bahkan keluarga.

 “hufft”, lagi-lagi Taemin meniup poni nya. Pandangannya menunduk melihat boneka keroro yang tidak lepas dari pelukannya.

 “apa Minho hyung mencari ku yaa?”, ia berkata lirih.

 “nona, silahkan ini pesanannya”.

 “waaahh”, mata Taemin berbinar.

 bbungeo ssamankha atau biasa disebut gold fish ice cream karena bentuknya yang unik menyerupai ikan. Bagian luar bbungeo ssamankha terbuat dari adonan bungeoppang atau kue ikan alias Taiyaki (di Jepang) yang diisi dengan kacang azuki atau kacang merah.

 Chocoshepon yang berbentuk seperti chiffon cake cokelat dengan bagian tengah diberi eskrim.

 yomotie banana adalah eskrim dengan rasa pisang kesukaan Taemin.

 “Dan ini”

 Hah? Taemin menatap pelayan namja yang menghidangkan pesanannya. Waffle strawberry?

 “maaf mungkin salah meja, aku tidak pesan”, Taemin berkata ramah.

 “ini hadiah dari saya untuk nona cantik ini. Kenalkan, Jungmo”, sang pelayan mengulurkan tangannya.

 Hah, Taemin malah semakin bingung.

 “a-ah, Taemin. Salam kenal”, ia tersenyum ramah.

 Tampan!

 Ya ya yak! Taemin, jangan macam-macam!! Kalau suami mu tau, orang ini benar-beanr bisa dibunuh!! Taemin sampai merinding membayangkan kalau di sampingnya ada Minho saat ini. Hauuuh, bisa ada perang pertarungan nyawa disini!!

 “senang berkenalan dengan mu cantik. Selamat menikmati”, ia kembali ke dalam.

 Reflek, Taemin tersenyum. Tampan. Baik pula. Ia mencicipi waffle nya sedikit. Hmm, mashitta.

 Ia lahap dengan cepat keempat hidangan eskrim tersebut.

 “hhhh, aku kenyaaang”, Taemin menyenderkan tubuhnya ke sandran kursi. Ia lihat jam di pergelangan tangannya, sudah hampir jam 2 siang. Kalau Minho masih belum menghubungi nya juga, awas saja! Tidak dapat jatah sebulan!! [jatah makan maksudnya!! Jangan pada yadong deh].

 Begitu meninggalkan kedai eskrim diiringi tatapan kecewa Jungmo, begitu keluar, entah kenapa pandangan Taemin seperti berputar. Kepalanya pusing sekali. Dan tiba-tiba semuanya gelap!!!!

 …………………………………..

 Ia merasakan sesuatu yang hangat membelai-belai pipinya. Dan ada suara. Aku kenal suara itu.

 Perlahan Taemin membuka matanya. Pandangannya masih tidak fokus.

 “sayang, sayang ini aku Minho. Kau sudah sadar? Apa yang sakit? Kau kemana saja seharian ini? Kami semua hampir gila begitu tau kau tidak ada di rumah dan tidak membawa ponsel pula. Sayang, Minnie, kau dengar aku? heii”, Minho berkata cemas melihat wajah istrinya yang begitu memucat. Badannya sedikit demam. Ia tidak tau Tamein kenapa. Telfon rumah tidak tersambung [udah ancur Ho dibanting istri lo], ratusan kali menelfon ponsel Taemin juga tidak diangkat, menelfon Key, Jonghyun, Onew hyung, bahkan keluarga Choi dan Lee, tidak ada yang tau. Perasaan Minho tidak enak dan akhirnya ia pulang. Betapa terkejutnya ia saat pulang melihat ada orang asing di rumahnya dan mengatakan Taemin pingsan. Ia seperti mau mati detik itu juga. Pingsan? Kenapa? Bagaimana bisa?

 “Minho, diamlah dulu. Ia masih belum sepenuhnya sadar”

 “Minnie *hiikss* ini Key Umma, nak *hiiks*. Kau kenapa sayang? Umma khawatir”.

 Taemin mulai memfokuskan pandangannya. Ramai. Ini dimana? Kenapa banyak orang yang mengelilinginya? Putih. Dan bau ini? Rumah sakit kah?

 Ia melihat wajah Minho hanya beberapa centi dari wajahnya. Tangannya menggenggam erat tangan Taemin, dan tangan lainnya yang bebas mengelus rambut istrinya itu. Ekspresinya nampak sangat khawatir. Bahkan Taemin bersumpah melihat Minho mulai berkaca-kaca.

 “hy-hyuuung??”, ucap Taemin perlahan.

 “neh sayang. Aku disini. Minniiiieee, ya tuhaaaan, sungguh aku begitu khawatir”, Minho membenamkan wajahnya di tengkuk Taemin. Basah! Minho akhirnya menangis. Ia tau ia salah! Taemin memang luar biasa moody ketika sedang hamil, dan Minho malah meninggalkannya setengah hari, ia pasti bosan dan pergi. Sungguh, Minho tidak pernah merasa perasaan bersalah yang sebesar ini selama hidupnya! Hanya karena klien penting yang menawarkan kerjasama milyaran won, itu menumpulkan hatinya melihat kebutuhan Taemin! Pekerjaannya hampir saja membuatnya kehilangan nafasnya. Ya, Taemin itu udara bagi Minho. Apalagi ia sedang mengandung. Ada 2 orang yang terluka hanya karean keegoisannya. Entah bagaimana Minho harus menebus rasa bersalahnya!! Sepertinya dibunuh pun itu masih belum cukup!!

 Perlahan tangan Taemin bergerak mengelus kepala Minho lembut.

 “sssttt, hyuuung. Uljima. Maaf, Taemin yang salah”

 Minho menggeleng. Bukan!! Sungguh bukan istrinya yang salah!! Seluruhnya ini kesalahan Minho!! Minho yang tidak peka, Minho yang egois, Minho yang bodoh!!

 “sudahlah Minho, Taemin sesak jika kau peluk seperti itu. Ia masih lemah”, sang Appa memaksa anak nya untuk melepaskan pelukan itu.

 Tangan Minho menangkupkan wajah mungil nan cantik itu. Tangan mungil itu menyusuri wajah si tampan dan menghapus air matanya. Minho menahan tangan Taemin di pipinya, memejamkan mata, menikmati keberadaan dan kehangatannya. Haaah, terima kasih Tuhan kau tidak mengambil namja cantik ini.

 Minho membuka matanya, mendekat, menciumi kening, turun kehidung, pipi, kemudian berakhir di bibir cherry manis itu. Mengulumnya lembut, merasakan manis nya yang tak pernah berubah.

 “eheeeemmm”, Key menyadarkan pasangan suami-istri itu. What the…. Kalau begini aku kan jadi kangen Dino ku…

 Minho melepaskan ciumannya, semetara wajah Taemin sudah sepenuhnya memerah sekarang. Minho tersenyum tanpa menjauhkan jarak wajah mereka, “kau sudah baikan cantik?”

 Taemin hanya mengangguk, tidak sanggup berkata-kata. Aigoooo, sungguh ia malu sekali Minho menciumnya di hadapan banyak orang seperti ini!!

 Minho mengelus pipi Taemin yang masih memerah, “kau kemana saja seharian, emm?”

 Taemin mengalihkan pandangannya. Merasa bersalah. Ia tau ia egois! Tapi kenapa Minho tidak peka juga? Jadi ini bukan hanya salahnya kan?

 “aku menemukannya pingsan dengan banyak kantong belanjaan Mr.Choi”

 Sebuah suara yan juga Taemin kenal. Hah? Jungmo? Kenapa ada disini?

 “benarkah? Kau shopping tanpa mengajakku Minnie? aigooo”, Key mulai mengomel.

 “dia Jungmo. Dia orang yang mengantarkanmu ke rumah”. Minho menegakkan badannya dan menghampiri namja tampan itu, mengulurkan tangannya.

 “aku tidak tau bagaimana aku harus berterimakasih. Kau bahkan sampai rela mengantar Taemin ke rumah dan meninggalkan pekerjaanmu. Kalau kau merasa itu mengurangi penghasilanmu, kau bilang saja berapa angka kerugiannya. Aku akan ganti 10x lipat”

 “tidak usah terima kasih Tuan Choi. Aku hanya heran begitu melihat Taemin membawa banyak barang sendirian dengan keadaan hamil dan wajah yang sudah memucat. Ternyata begitu keluar kedai eskrim ku, aku melihatnya linglung dan tiba-tiba pingsan. Aku langsung keluar dan mendapat alamat rumah ini dari tanda pengenalnya, jadi aku antar karena keluarganya pasti khawatir”.

 Minho tersenyum, “kami semua memang sangat khawatir. Dia orang yang paling berharga dalam hidupku. Entahlah kalau aku sampai kehilangannya. Mungkin aku lebih memilih mati dibandingkan hidup jika tanpanya”, ucap Minho sambil menoleh ke Taemin yang sedang mengobrol dengan Key.

 “kau beruntung mempunyai istri secantik Taemin, Mr.Choi. Kalau begitu aku pulang dulu. Masih ada pekerjaan”

 “sekali lagi terima kasih. Supirku akan mengantarmu. Ah, dan…”

 Minho merogoh ke dalam saku jas nya. Mengeluarkan lembaran cek, menandatanganinya.

 “isi berapapun yang kau mau. Sekali lagi terima kasih”

 Jungmo menggeleng dan menahan tangan Minho yang memegang cek itu, “ini berlebihan Tuan Choi”.

 Minho berkeras menyerahkan lembaran cek kosong itu ke tangan Jungmo. “keselamatan Taemin tidak terukur dengan uang bagiku, dan kau sudah menyelamatkannya. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk membalasnya. Tolong terimalah”.

 Ragu-ragu menatap lembaran itu,

 “terima kasih. Boleh aku pamit dengan Taemin?”

 Minho tersenyum dan meminggirkan tubuhnya, mempersilahkan.

 “hei Taemin. Cepat sembuh yaa. Aku pulang dulu”

 “neeh. Aku tidak tau bagaimana caranya berterimakasih padamu. Kau baik sekali. Terima kasih Jungmo”, Taemin mengulurkan tangannya dan disambut tangan kekar Jungmo.

 “semuanya, selamat sore”, ia pun pergi…

 “namja yang baik”, Key berkata lirih menatap kepergiannya.

 “memang”, Taemin menjawab pelan. Tampan pula. Taemin tersenyum.

 …………………………………………………………………..

 3 hari kemudian….

 Ini sudah hari ketiga semenjak Taemin keluar dari rumah sakit. Ia memang diperbolehkan pulang malam itu juga. Dokter mengatakan ia hanya kelelahan dan tubuhnya melemah. Ia baru ingat kalau ia tidak sarapan sebelum pergi, tapi itu ia simpan rapat-rapat sampai sekarang. Ia bisa kena masalah besar kalau sampai bilang!!

 Sudah tiga hari ini Minho tidak berangkat ke kantor. Posisinya sebagai CEO di perusahaan milik Appa nya menguntungkan ia untuk mengatur jadwal sesukanya. Ia benar-benar tidak mau meninggalkan Taemin lagi. Tepatnya, ia tidak mau ambil resiko!!

 “hei sayang”, Minho mencium kening dan bibir Taemin. Morning kiss yang biasa ia berikan. Semenjak Taemin hamil, memang ia membiasakan untuk bangun lebih pagi dari istrinya itu. Untuk menyiapkan sarapan dan air hangat untuk mandi anae nya.

 “emmm. Annyeong hyung”, Taemin bangun sambil mengucek matanya imut.

 “halo baby, tidurmu nyenyak semalam? Kau sehat di dalam sana kan? Appa mencintaimu nae aegya. Jangan menyusahkan Umma mu yaa sayang”, ucap Minho di depan perut Taemin yang sudah semakin membesar sambil mengelusnya.

 “Appa sayang padamu nak”, Minho mencium perut itu dan berbaring sebentar disana. Entah mengapa, setiap anak ini mendengar suara Minho semenjak bulan ke empat, ia pasti bereaksi. Dan itu adalah hal terindah yang pernah Minho lihat, melihat perut Taemin bergerak dari dalam. Ia seperti merasakan bahwa anak ini berkomunikasi dengannya, dan anak ini sudah tau kalau suara yang menyapanya adalah suara sang Appa.

 Dan heii, benar kan. Saat Minho berbaring sejenak disitu, ada gerakan kecil di dalam. Minho selalu tersenyum dan melihat ke arah Taemin yang juga tersenyum. Ia pasti merasakan kalau anak di dalam perut nya ini bergerak. Taemin mengelus rambut Minho yang berbaring di perutnya.

 “apa baby? Kau ingin bicara apa pada Appa, eumm? Mau minta sesuatu?”, Minho bangun dan menatap Taemin.

 “sayang, apa yang mau aegya kita minta? Aku tidak mengerti. Lihat, ia tidak henti bergerak”

 “hei hei sayaang, jangan bergerak terus, kasihan Umma mu nak”, Minho mengelus perut istrinya berusaha menenangkan si jabang bayi yang sedikit lebih aktif pagi ini.

 Taemin hanya diam. Sedikit sakit memang.

 Taemin mengelus perutnya.

 “sayang, ini Umma nak. Sssttt, tenang yaaa. Kau pasti lelah yaa di dalam sana? Sabar yaa sayang. 4 bulan lagi kau akan berjumpa dengan kami”

 Sssshhh, Taemin meringis. Minho langsung khawatir melihat istri nya. Ia…ia tidak tau apa yang arus dilakukan? Bahkan Minho tidak tau seperti apa rasanya?

 “sayang, kau baik-baik saja? Heiii, anak pintaarr, ayolaah kau mau apa sayang? Kasihan Umma mu nak, dia kesakitan. Anak baik tidak boleh menyakiti Umma nya, kan?”

 “hyung”

 Minho mendongak cepat, mengelus pipi Taemin, “kenapa sayang? Kau sakit? Kita ke dokter yah?”

 Taemin menggeleng.

 “aku punya satu permintaan. Entahlah”, Taemin melihat ke arah perutnya yang masih dielus Minho.

 “permintaan apa? Baby kita ingin meminta sesuatu? Katakan lah? Apapun pasti kuturuti!!”, ucap Minho yakin.

 “benarkah? Tapi aku takut hyung marah”, Tamin kembali menunduk.

 Minho mengangkat wajah cantik itu, menatapnya lekat.

 “aku tidak mungkin marah padamu”, ia berkata tegas.

 “kau harus membayar kesalahanmu karena meninggalkanku waktu itu. Sampai aku masuk rumah sakit. Otte?”

 Membayar?

 “maksudnya?”

 …………………………………………………………………………………..

 Aish!! Shit!! Damn!! Mimpi apa Minho semalam? INI MEMALUKAN!!!!

 Ia sedang berada di sebuah super market cukup besar di Seoul untuk menemani Taemin belanja mingguan. Heii, itu biasa kan? TAPI BUKAN ITU!! LIHAT APA YANG DIPAKAINYA SEKARANG!!

 Choi Minho, seorang CEO salah satu perusahaan besar di Seoul, pengusaha muda cerdas, berbakat dan berkharisma yang disegani siapapun hanya dengan memandangnya, SAAT INI BERTRANSFORMASI MENJADI YEOJA!! KUULANGI, Y.E.O.J.A!!! PEREMPUAN, WANITA, APALAH SEBUTANNYA!!!

 Memang mereka berdua namja. Tapi kalau Taemin tidak perlu diapa-apakan ia memang sudah terlihat seperti yeoja!! Tapi Minho????????

 Ia memakai kemeja wanita baby blue dengan celana bahan putih. Rambutnya ia kuncir ke atas [kaya Taemin waktu dance genie sama Key itu lho, yang dikuncir lucu ke atas].

 Shit!! Bahkan abs nya tercetak di kemeja itu! Namanya kemeja wanita, pasti ukurannya tidak sebesar kemeja pria kan?

 Bahkan ia memakai lipgloss rasa strawberry! Iyuuuhh, apanya rasa strawberry? Bibir Taemin saja rasanya lebih manis dari lipgloss ini [MINHO PERVERT!!!]

 Di sampingnya, daritadi Taemin setengah mati menahan tawa melihat suaminya yang hanya bisa menunduk sepanjang jalan sambil menggenggam tangannya erat. Entahlah Taemin sendiri bingung, ia tiba-tiba kepikiran ide begini.

 Merema memang tampak serasi dari pakaian. Taemin juga memakai kaus putih dan jaket hoody baby blue dengan celana putih. Rambutnya bahkan menyamakan Minho dengan dikuncir ke atas. Jika dari belakang, pasti mereka dikira kembar. Tapi begitu dari depan…………………………….

 Hampir semua orang yang berpapasan dengan pasangan ajaib ini, menahan tawa. Bahkan ada seorang anak kecil yang jelas-jelas menertawakn Minho di depannya. Aish, dididik apa dia oleh orang tuanya? Minho mengumpat! Jika dia buana nak kecil, sudah kutonjok sampai mati!! Bahkan bukan hanya ditertawakan, ada anak kecil peempuan berusia sekitar 2 tahun, melihat Minho dan seketika menangis. Sungguh Minho lebih memilih mati daripada dipermalukan begini!! Ia merasa sudah tidak punya muka lagi!!!

 Taemin terus menyemangati dengan menggenggam tangan Minho erat meskipun ia ingin meledak karena menahan tawa daritadi.

 Tiba-tiba….

 “omoooo”, Minho segera menarik Taemin menjauh dari tempat itu.

 “ya yak! Waeyoo hyuuung? Aku mau ambil susu di sebelah sana”

 “sssttt, itu ada teman kantorku. Bisa mati aku Minnie”, wajah Minho memelas.

 Taemin mengikuti arah pandang suaminya. Ada beberapa namja yang memang terlihat seperti eksekutif muda.

 Taemin melihat suaminya yang sudah memucat. Karier nya bisa hancur kalau begini.

 Ia melepas jaket hoodie nya.

 “hei heii, mau apa? Disini dingin!”, Minho menahan tangan Taemin.

 “sudahlah hyung”, ia memberikan jaket hoodie itu pada Minho. Untung saja jaket nya agak besar, jadi badan kekar Minho masih muat.

 “kajja”, Taemin menarik tangan Minho.

 “aniiiii”, Minho menggeleng keras. Wajahnya sudah hampir menangis. Taemin tidak tahan menahan tawanya. Sepertinya ia memang sudah keterlaluan kali ini.

 “tenanglah hyuuung. Percaya pada Minnie”, Taemin memakaikan hoodie pada kepala Minho dan mengeratkan pegangannya.

 Mereka berjalan, semakin dekat ke arah teman kantor Minho. Haaaah, posisinya sebagai CEO bisa hancur dalam sekejap kalau begini. Taemin merasakan pegangan tangan Minho semakin erat.

 “annyeong haseyo, Nyonya Choi?”, salah satu dari mereka menyapa ramah dan mengulurkan tangannya. Teman-teman kantor Minho memang mengenalnya, apalagi bagi orang yang masuk ke ruangan kerja Minho, akrena disitu ia memasang foto-foto besar dan kecil dirinya dan Taemin. Dan tentu saja bagi para lelaki ini, tidak sulit mengingat wajah cantik Taemin.

 “annyeong haseyo. Neee”, Taemin tersenyum dan menyambut uluran tangan itu.

 Mereka mulai curiga dengan orang yang bersama nya yang sedari tadi menunduk. Sepertinya kenal.

 “dengan siapa Taemin-ssi?”

 “ah, dengan saudara kembar Minho. Ia baru pulang dari Amerika. Karena itu tidak bisa berbahasa Korea”, Taemin menjawab tenang sambil tersenyum manis seperti biasa.

 “jinjja? Saudara kembar? Minho punya saudara kembar?”, mereka berpandangan terkejut.

 “neee. Kalian tidak tau yaa? Mungkin Minho lupa cerita. Adiknya ini memang sejak kecil sudah di Amerika. Aku saja baru diceritakan belum lama ini. hehehe”

 Mereka semakin mendekat, Minho mengeratkan pegangannya sampai tangan Taemin sakit.

 “kami pergi dulu yaa. Masih ada beberapa urusan. Senang bertemu kalian. Annyeong haseyo”

 Taemin segera mengajak Minho menuju kasir terjauh dari mereka untuk membayar belanjaannya.

 Sumpah demi apapun Minho merasa jantungnya hampir berhenti saat itu juga. Jantungnya berdetak sangat cepat sampai rasanya sakit. Tangan dan dahinya berkeringat. Untungnya super market saat itu tidak terlalu penuh sehingga proses membayar mereka cepat, dan kali ini Minho yang menyeret Taemin untuk pergi ke mobil mereka.

Di dalam mobil…..

 “HAAAAAAAAAHHHHHHH”, Minho benar-benar berteriak di dalam mobil sampai Taemin disampingnya harus menutup telinga. Ia melihat Minho takut. Tak terasa air matanya menetes begitu saja. Ia takut! Apa Minho marah? Pabo! Tentu saja ia marah Taemiiiin!!

 Minho menyembunyikan wajahnya di lengan yang ditumpukan pada kemudi. Ia berusaha menormalkan detak jantungnya yang hampir meledak aking kerasnya berdetak!

 Hiks…

 Uupss, Taemin menutup mulutnya. Tak sengaja isakan itu terdengar keluar.

 Minho menoleh cepat. Ia melihat istrinya menangis dan menutup mulutnya menahan isakannya terdengar ke luar. Ya Tuhan, Taemin pasti takut melihat ia berteriak barusan.

 Minho merengkuh kepala Taemin, merebahkan di dada bidangnya sambil mencium rambutnya berkali-kali.

 “sssstttt, sayaaang, maaf yaah. Aku bukan marah padamu sungguh. Aku hanya menenangkan diriku sendiri”

 Taemin masih terus terisak.

 “hei heiiii, uljima sayang”, Minho mengangkat kepala Taemin untuk melihatnya. Pandangannya takut! Ia menghapus air mata di pipi mulus itu, menciumi wajahnya berkali-kali, kening, mata, hidung, pipi, bibir.

 “sssshhhh”, Taemin reflek memegang perutnya. Wajahnya kesakitan.

 Minho tercekat. Ia lupa, mereka bukan hanya berdua di mobil itu. Tapi bertiga! Ada makhluk kecil lemah dan tak terlihat di dalam sana. Makhluk yang Minho cintai sama besarnya dengan Taemin.

 Minho menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan perut Taemin.

 Mengelus perutnya lembut. Minho memang merasakan ada gerakan di dalam sana. Sepertinya aegya nya gelisah. Ibu dan anak, apalagi ketika masih di dalam kandungan pasti mempunyai ikatan batin yang erat. Anak ini pasti merasakan kalau Umma nya sedang gelisah atau takut.

 Ia kembali bangun, mendekatkan wajahnya pada wajah mungil yang masih terlihat takut itu. Minho melembutkan pandangannya. Mengelus pipi Taemin pelan.

 Ia membimbing tangan Taemin. Tangan mungil itu agak sedikit bergetar. Ia taruh tangan kiri itu ke depan dadanya, dan tangan kanan Taemin menyentuh pipi Minho.

 “kau percaya kan kalau aku tidak akan pernah bisa marah padamu sayang? Kumohon maafkan aku! Jangan takut. Jangan gelisah. Aegya kita bisa merasakan apa yang dirasakan Umma nya. Tega kah kau membiarkan anak sekecil ini sudah merasakan kegelisahan Umma nya?”

 “ka-kau tidak marah hyung? Minnie minta maaf”, Taemin menunduk.

 “tentu saja aku marah”, Taemin menunduk semakin dalam. Air matanya keluar lagi. Kenapa ia jadi mudah sekali menangis?

 Minho mengangkat dagu Taemin, menciumnya pelan, lembut “marah pada diriku sendiri karena dengan bodohnya membuatmu dan aegya kita takut”, bisik Minho pelan.

 Taemin tersenyum. Minho memang suami paling lembut di dunia, semanja apapun Taemin padanya. Ia beruntung memiliki suami sebaik ini.

 Minho menunduk lagi, “baby, mau maafkan Appa kan? Kau tau kalau Appa menyayangimu dan Umma cantikmu lebih dari apapun kan?”, perut Taemin kini mulai tenang. Ada gerakan kecil didalam sana tapi setelah itu diam. Minho tersenyum. Anak ini seperti meng iya kan kata-katanya. Pasti ia akan tumbuh menjadi anak yang pintar!!

  “anak pintar! Tidur yang nyenyak didalam kehangatan Umma mu yaa sayang. Sebentar lagi kita bertemu. Appa mencintaimu”, ia cium perut itu. Cukup lama. Untuk memberikan keyakinan pada makhluk kecil didalam sana, bahwa ia ada memang untuk dicintai!!

Beberapa hari kemudian………………

 Drrrttt drrrtt…

 Ponsel Taemin bergetar.

 “sayang kau dimana?”

 “aku, dikampus hyung? Wae?”

 “aku jemput yah. Sudah selesai kuliah nya?”

 Taemin yang tadinya berencana ingin minta dijemput Onew hyung, jadi mengurungkan niat.

 “tidak merepotkan kah hyung?”

 “masa menjemput istriku sendiri merepotkan? Kau tunggu didalam saja yaa. Jangan diluar. Udaranya cukup panas. Nanti kau sakit. Kalau aku sudah sampai, aku hubungi lagi. Otte?”

 Minho memang suami yang paling perhatian. Banyak teman-teman kuliah nya yang cemburu pada Taemin. Mereka pulang kuliah, masih dengan teman, pacar, atau bahkan sendirian. Sedangkan Taemin? Dengan pangeran tampan seperti Minho. Damn lucky right?

 “neeh. Aku tunggu di dalam. Hati-hati menyetirnya hyung”

 “sure baby. Bagaimana aegya kita? Baik-baik saja?”

 Taemin tersenyum sambil mengelus perutnya.

 “neee. Ia mulai agak sedikit lebih aktif belakangan ini. Mungkin perutku sudah terlalu sempit. hehe”

 “omooo. Lalu bagaimana? Kita ke dokter?”, Minho bertanya cemas.

 “ahaha, untuk apa hyung? Dokter juga tidak bisa merubah ukuran perutku kan? Hehe. Sudah tidak apa-apa. Ini resiko ku hyung”

 “maaf aku tidak bisa membantu banyak Minnie. Kau pasti lelah dan sakit yaa?”

 “aniii. Demi aegya kita, aku akan tahan semua nya. Dan kau selalu ada disampingku juga hyung. Itu yang membuatku bertahan. Kalian berdua”

 “gomawo sayang. Bisa kau dekatkan ponsel ini ke aegya kita. Aku ingin bicara”

 “neeh, jakkaman hyung”

 2 detik….

 “halo baby, ini Appa. Kau kenal suaraku kan? Hayooo, kata Umma mu kau jadi lebih aktif yaa? Kau sudah tidak sabar keluar yaa sayang? Appa dan Umma juga tidak sabar melihatmu. Kau pasti tampan seperti Appa atau cantik seperti Umma kan sayang? 1 hal yang pasti, kau pasti jadi anak yang punya banyak cinta kasih, karena Appa, Umma dan banyak orang begitu mencintaimu semenjak kau didalam sana. Appa boleh minta satu hal sayang? Jangan nakal dengan Umma yaaa. Appa yang tidak tega melihatnya kesakitan. Appa tau kau tidak bermaksud begitu karena kau anak baik, tapi bisakah bergerak lebih pelan sedikit? Appa tidak bisa membantu Umma mu, nak. Ia yang berjuang sendiri. Jadi, Appa mohon, kau yang bantu Umma mu ya sayang. Gantikan Appa sebentar. Bisakah?”

 “hyung, kau bicara apa? Aegya kita bergerak-gerak terus semenjak mendengar suaramu”

 Minho tersenyum. Aku yakin ia pasti mengerti! Anakku anak yang pintar, baik dan hebat!!

 “aniii. Aku hanya memintanya untuk menjagamu menggantikanku sebentar”

 Taemin tersenyum. Ada-ada saja.

 “terima kasih telah menjaga aegya kita dan berjuang sejauh ini Minnie”

 “nee hyung”

 GREP…

 “love you”, Minho tiba-tiba berbisik dan memeluknya dari belakang. Heiii, ini di kampus, banyak orang yang melihat.

 BLUSH….

 Pipi Taemin segera memerah. Jadi daritadi?

 “daritadi sebetul nya aku sudah disini, hehe. Bogoshippo sayang”

 “aish hyuung, lepaaass, nappeeeunnn”, Taemin memukul pelan lengan Minho.

 “kajja, kita teruskan di mobil”, bisik Minho di telinga Taemin.

 “ya ya yak! Pervert!!”, Taemin semakin malu.

 “ahahaha, memangnya teruskan apa? Kau yang pervert Umma!! Aku mau memberitau sesuatu. Kajja ke mobil. Teman-temanmu itu ganas. Kau mau suami mu yang tampan ini digoda mereka?”

 Taemin mencubit perut Minho, “JANGAN MACAM-MACAM!!”

 Minho tertawa semakin keras sambil menarik tangan Taemin ke mobil.

Di mobil…..

 Minho menyerahkan undangan pada Taemin.

 “apa ini?”

 “buka saja”

 Taemin membukanya, membaca…“undangan reuni?”

 “lalu kenapa?“. ini kan reuni Minho kenapa dikasih tau ke Taemin?

 “kau kan istriku. Yaa tentu saja kau harus datang denganku, sayang”

 Hah?

 Tidak salah?

 “kenapa mukamu seperti itu? Kau ada acara tanggal segitu?”, Minho mengelus pipi istrinya yang tiba-tiba tidak bersemangat.

 “aniii hyuung”, Taemin melempar pandangan ke luar. Ada satu hal yang mengganggu pikirannya sebetulnya. Perut nya tiba-tiba bergerak. Taemin memegangnya, kau tau Umma gelisah yaa sayang.

 Minho terus menggenggam tangan anae nya. Kenapa dengannya? Tapi Minho tidak mau memaksa kalau Taemin belum siap untuk cerita.

Hari H Reuni……..

 Minho pulang ke rumah lebih cepat. Sesampainya di rumah…

 Ia melihat Taemin masih malas-malasan menonton TV sambil memeluk bonekanya.

 “sayang”, Minho mencium kening Taemin.

 “kenapa belum siap-siap?”, Minho bertanya heran.

 “siap-siap apa hyung?”, Taemin berbohong, dan GAGAL!! Taemin seperti buku yang terbuka dihadapan Minho. Tidak sulit mengetahui dia jujur/tidak.

 Hhhh, Minho menghela nafas panjang. Ada apa dengan Taemin nya ini?

 “hari ini kan acara reuni ku sayang. Kau lupa?”

 Taemin berpura-pura kaget, “ah? Reuni? Aku lupa hyuung, miaan. Aku tidak usah ikut saja yah. Hehe. Aku lelah”, Taemin mengeluarkan aegyo nya.

 Minho mencoba menarik wajah Taemin dari pandangannya ke TV untuk menatap nya. Ia harus diberikan penjelasan atas sikap anae nya ini. Tenang Minho! Jangan membuatnya takut! Jangan mengulangi kesalahan yang sama 2x!!

 “bisakah kau jujur padaku kenapa kau bersikap begini? Jangan pura-pura bertanya bersikap bagaimana. Kau selalu menghindar kalau kuajak bicara tentang reuni ini. Kenapa? Mantan pacarmu apakah teman sekolahku?”, Minho curiga.

 Taemin justru kaget. Kenapa ia bisa berpikiran begitu?

 “aniiiii hyung. Musun soriya?”

 Minho menjelajahi mata bening itu. Kali ini ia jujur.

 “lalu kenapa?”

 Taemin menggembungkan pipinya. Ia melepas kedua tangan Minho yang menahan wajahnya. Kembali menghadap depan dengan menunduk. Badannya merosot di sofa.

 “aku gendut”, Taemin berbisik sangat lirih bahkan Minho pun tak mendengar.

 “mwo? Bicaramu kenapa pelan sekali sayang”, Minho turun dari sofa dan berlutut di lantai mensejajarkan dengan wajah Taemin yang menunduk.

 Hhhhhhhhh, Taemin menghela nafas panjang. Ia mendongak, menangkupkan kedua tangannya di wajah tampan Minho. Tak henti-hentinya kagum mengapa ada makhluk setampan ini diciptakan Tuhan dan menjadi miliknya pula!

 “lihat aku!! Apa yang hyung fikirkan pertama kali?”

 “cantik”, Minho menjawab cepat.

 Taemin menaikkan alisnya tidak percaya.

 “waeeee? Memang kau cantik!! Orang yang bisa bilang Lee Taemin tidak cantik cuma orang buta atau bodoh yang tidak mengerti keindahan!”

 Hhhhh, lagi-lagi menghela nafas…

 “aku ini gendut hyuuuuuuungggg”, akhirnya kata-kata itu keluar juga.

 Minho terdiam. Otaknya mencoba menganalisa data yang dikatakan Taemin, dan…….

 “ahahahahahahahahaaa”, Minho tertawa keras. Astaga Taemiiiiiiiiiiiinnnnnnn, Minho gemas sekali dengan anae nya ini.

 Taemin tersinggung. Ia bersungut-sungut dan naik ke atas, ke kamar nya. Mukanya seperti ditekuk. Aish, hyung jahat! Baby, Appa mu itu jahat kau tau tidak? Jangan pecaya semua omongan gombal nya padamu yaa.

 Tak berapa lama, Minho masuk melihat istrinya dengan muka ditekuk, ia tersenyum semakin lebar.

 Huh, Taemin duduk membelakangi nya.

 “iiiihhh, Umma ngambek sama Appaaa”, Minho menggodanya.

 Ketika hendak disentuh, “don’t touch me hyung!”, Taemin marah.

 Minho semakin menikmati permainan ini.

 “Appa tidak mau menyentuh Umma. Appa mau ngobrol dengan baby ku. Masa tidak boleh? Ia kan anakku juga. Memisahkan anak dari Appa nya itu melanggar hukum!”

 “biarin!”

 Minho berlutut di depan Taemin, perutnya ia tutupi dengan boneka keroro nya.

 “kalau kulihat-lihat, kau ini memang gendut yaa Taemin. Coba kuingat, sehari kau bisa makan…..5x? bahkan itu belum termasuk makanan kecil kan?”, Minho mencoba berkata dengan muka polos.

 “waeeeeeeee????? hiiikkkssss”, Taemin menatap Minho dengan wajah yang sudah basah dengan air mata. Apa kubilang!! Minho hyung pasti akan meninggalkanku!! Hiikkss, baby, sebentar lagi kita akan ditinggal Appa…

 “waeeee? Kenapa menangis? Itu kan kenyataan”, Minho berkata enteng sambil mengusap air mata itu. Sungguh ia suka menggoda anae nya ini.

 Plak, Taemin menampik tangan Minho yang mencoba menyentuhnya.

 Minho hanya tersenyum. Dasar anak manja!!

 “aku bingung Taemin, padahal kau gendut tapi kenapa aku susah sekali meninggalkanmu yaa? Padahal disekelilingku banyak sekali yeoja cantik yang langsing, tinggi, proporsional”

 “stop it!!”, Taemin menutup telinganya.

 Minho jahat!!

 “hei”, Minho menjauhkan tangan Taemin dari telinganya. Anae nya berontak, tapi Minho menahannya.

 “kalau kau gendut lalu kenapa? Dengarkan aku!”, Minho menahan berontakan Taemin.

 “aku mencintai Lee Taemin, titik!! Simple kan? Sebetulnya aku mau tanya, kau gendut itu masalah untukku atau untukmu?”

 “aku takut kau meninggalkanku!”

 “sudah sejauh ini kau masih takut aku meninggalkanmu hanya karena kau gendut Taemin? Sebenernya kau anggap apa perasaanku? Aku menikahimu mu hanya sebatas fisik? Dan ketika fisik itu berubah lalu kau kucampakkan lalu cari yang baru? Serendah itukah kau menilai perasaanku? Jujur, aku kecewa Taemin”

 Sebetulnya Minho setengah mati menahan tawa. Ia hanya ingin menggoda anae nya ini. Anak manja perlu diberi pembelajaran sedikit!

 Mendengar perkataan itu, Taemin langsung melihat mata Minho yang dipenuhi pandangan kekecewaan. Mati kau Taemin!! Apa yang sudah kau lakukan?

 “aniii hyung. Buka itu. Sungguh bukan itu maksudku. Maaaf hyuuung”, Taemin cepat-cepat menangkupkan wajah tampan yang sedih itu.

 Minho menunduk, lalu tiba-tiba…..

 “aku bercanda Ummaaaaaa”, goda Minho sambil mengelitiki pinggang Taemin.

 “ya yah hyuuuungggg nappeuuuuun”, Minho menggendong Taemin dengan bridal style dan memutar-mutarnya seperti anak kecil.

 Dijatuhkan pelan di tempat tidur mereka, Minho menindih tubuh Taemin. Tangannya menahan berat tubuhnya agar tidak menyakiti aegya mereka.

 Wajahnya hanya beberapa centi dari wajah Taemin. Hangat nafas mereka bersatu. Mata indah itu saling memandang, meyakinkan, menanamkan kejujuran akan perasaan masing-masing, bahwa cinta mereka tidak lagi dibatasi sekedar hal remeh temeh seperti fisik, status, umur, atau apapun. Choi Minho mencintai Lee Taemin karena ia adalah Lee Taemin dan Lee Taemin mencintai Choi Minho karena ia adalah Choi Minho. Titik!! Se simple itu!! Love doesn’t need a reason, right?

 “kau takut Choi Minho akan meninggalkan Lee Taemin? Lalu kau bisa beritau aku bagaimana caranya manusia hidup tanpa udara? Bagaimana caranya siang ada tanpa matahari? Atau bagaimana caranya malam ada tanpa bintang dan bulan yang menemaninya? Aku bukan mencintaimu! Tapi aku seperti manusia yang butuh udara, siang yang butuh matahari, dan malam yang butuh teman bintang dan bulan. Choi Minho membutuhkan Lee Taemin untuk membuatnya tetap hidup. Jadi bagaimana aku bisa meninggalkanmu?”

 [yaaaa, jiwa puitis gue keluaarrr, ahahaha, geli nulisnya <- abaikan]

 Wajah mereka menyatu, dalam kehangatan masing-masing….

 Kini, keyakinan itu semakin kuat. Bahwa ini bukan cinta, tapi kebutuhan!!

@ Ballroom Seoul Hotel…

 Taemin tampil cantik dengan kemeja cantik baby purple dengan celana berwarna putih, dan Minho yang memakai kemeja putih dengan rompi hitam dan celana hitam. Yang terpenting adalah, wajah mereka menampilkan kebahagiaan yang tiada tara. Bahwa mereka bahagia bisa melengkapi kekurangan yang lain. Yaa, mereka beruntung karena mereka sempurna dengan kehadiran pasangannya!

 “heiii Minhooo, demi Tuhan kenapa kau semakin tampan saja?”, sekumpulan yeoja [gatel] langsung mengerubungi Minho yang masuk merangkul pinggang Taemin.

 Begitu melihatnya, Taemin langsung tidak suka. Mau apa mereka? Tapi sebagai istri yang baik, ia tetap menampilkan wajah ramahnya.

 “heiii, terima kasih. Kenalkan ini istriku?”

 Mereka berpandangan. Bukan masalah status Taemin sebagai namja, tapi perutnya yang membesar itu? Hamil? Bisa kah?

 “di-dia namja kan?”

 DEG…

 Tubuh Taemin mulai menegang, perut nya sakit. Aegya nya seperti berontak. Sabar baby, Taemin berusaha menenangkan anaknya.

 “ya? Kenapa? Cantik kan?”, Minho masih menjawab enteng.

 “namja bisa hamil? Dia ada kelainan?”, salah satu orang, yang sepertinya ketua geng itu berkata frontal.

 Taemin menunduk. Air matanya hampir jatuh, dan perutnya semakin memberontak. Reflek Taemin memegang perutnya. Tenang, baby, kumohon tenanglah.

 “hei Minhooo”, seru seorang yeoja yang baru datang dan tiba-tiba

 Chuuu~

 Ia mencium bibir tebal itu cepat. Taemin dan Minho sama-sama terkesiap.

 Hah?

 CUKUP!!!

 Taemin melepaskan diri dari rangkulan Minho dan berlari. Sejak awal memang ia punya firasat buruk tentang reuni ini!! Benar kan!!

 “Taemin”, Minho berlari berusaha mengejarnya. Saat keluar, Minho tertahan dengan rangkaian troli makanan yang masuk untuk mengantarkan makanan dan miuman untuk para tamu.

 SHIT!!

 Taemin sudah tak terlihat. Minho menerobos kerumunan dan dari lobi ia melihat Taemin sudah naik ke atas taksi dan pergi!!!

 TE BE CEEEEEEE….

 Kemana Taemin pergi? Ayo ikut bersama Dora dan Boots memanggil PETA!!!! Ahahahahaaha. Udah ah, capek!! Seharian bikin ini mumpung lagi free, jarang-jarang [sok sibuk ceritanya gue :p]

RCL yaaaaa….

Gue batesin!! KOMEN GA LEBIH DARI 38 GA DI LANJUT!!! BODO AMAT!!!!

Tha_tha Babaiiiii…

116 thoughts on “[2min/Mpreg/YAOI/3-?] Our Precious One

  1. Huh, kenapa taemnya di aja ke pesta….

    Jadikan kayak gt….
    Taemya kan lagi hamil, jadu sensian karna moodnya g bagus….
    Huhuhuhu

    Minho ayo kejar taemin….

    Chayooooo…..

  2. dasar yeoja centil sibuk ngurusin keluarga orang
    sonooo kelaut aja biar dimakan hiu skalian lu..
    sabar ne baby….cup cup cup

  3. Ihh, tu yeoja genit banget sih!!
    2min… hwaiting!! Jangan pikirkan yeoja2 genit itu…~kkk
    Next part…

  4. ikhhh dr pd kya g2 mebdung g usah ikutttt mana lbiasaan buruk tetem muncul…. kbiasaan yng ngabur tanpa mau dnger pnjelasan c kodok….

  5. aish para medusa ini tak jg sikap mau dsembur sm lahar gunung merapi, hah?! itu bibir mau nyosor aj ky bebek, ck. LACUR

  6. itu kenapa temen2 minho nyebelin semua
    udh ngomongx gag enak,lgsung nyosor lge -.-
    ayo minho cepet kejar taemin😄

  7. Uuggghhh kenapa aku malah nemu chap 3, lagi-lagi aku salah baca -_-

    Tapi ini…. SO DAMN PERFECT😄

    aku jadi rindu 2MIN Moment😥
    akhir-akhir ini 2MIN Moment ga lagi bertebaran huhuhuhu T,T

    OK aku cari chap 2 dulu

  8. minh sweet amat..
    anaknya pasti ngga sabar pengen keluar.
    pengen ketemu langsung ma bumonimnya..
    uhh tae demi apa kamu beruntung bangat punya suami kaya gitu…
    tapi yg terakhir knp jadi kayak gini?, siapa sih tu cewe main nyosor aja

  9. Tuuhkan minho taemin cemburu kaburkan jadinya,,eluu sih terlalu tampan jadinya banyak yeoja yang kegatelan ama luu #plak lagian siapa sih yang datang-datang langsung nyosor gitu,,gak liat apa minho udah punya istri ? Kalau gw ada disitu gw bakalan gapalak, gw tendang, diinjek-injek, trus gw lempar ke laut tuh orang yang berani nyium looh minho (ngomong apaan siih) baby taem yang sabar yaah,,tenang aja minho hanya mencintaimu kok,,

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s