[2min] Epilogue-NC: Dearest part Bend


Foreword:

Tae hee hee… keluar lagi tawa ini dari mulut saya, kenapa eh kenapa? karena saya senang banyak yang komen, seperti janji saya sama si bawel Viena dan semua Suunders ku tercinta, aku akan teruskan.

Udah akh, gak penting juga bebacotan di Foreword.

Oke, here it is… tae hee hee…

BIG THANKS FOR ALL SUUNDERS AND SR FOR COMMENT AND LIKE … ILYSM GUYS ❤

NO SR, NO BASHING, NO PLAGIARISM

JUST LEAVE A COMMENT, B’COZ COMMENTS ARE ❤

(Bantu cek dimanapun, jika nggak ada kredit dari gue tentang cerita yang sama dimanapun, berarti itu PENJIPLAKAN!)

by: Pervy^ Sanniiew
Tae hee hee ….

.

.

“Minho hyung…take me…”, katanya,
“Take me … and make me yours…tonight…”, bisiknya,

Minho terkejut, ia hampir menduga salah mendengar, tapi tidak…ia tidak salah…ia tercekat dan bisikan suara Taemin terdengar indah, yeah membuat Minho juga menjadi bergairah. Tidak bisa lagi…jangan salahkan dia…sudah lama ia tidak bisa menahan ini semua… Minho tersenyum dan menaruh kedua tangan Taemin melingkar di lehernya, ia angkat tubuh Taemin layaknya baby koala, seperti tahu apa yang akan terjadi, Taemin dengan malu melingkarkan kakinya di pinggang Minho, membuat darah mereka berdesir ketika antara bagian terkeras mereka bersentuhan.

Minho mencium kening, hidung, pipi, rahang, dagu dan.. bibir Taemin kemudian berbisik
“My pleasure…”, katanya, sebelum bibir mereka bertemu dan perlahan Minho membawa tubuh mereka naik ke lantai atas dengan hati-hati.

.

.

Ciuman mereka terus berlanjut seiring Minho membawa tubuh mereka bersamaan ke dalam kamar..kamar Minho. Namun Minho melepas ciuman mereka untuk melihat ekspresi istrinya itu, Taemin tersenyum dan memeluk Minho, merebahkan kepalanya dengan manja di leher Minho, sang suami dengan sayang memeluknya dan membuka pintu kamar kemudian menutupnya dengan kakinya.

Dengan lembut Minho meletakan Taemin di atas kasur dan berangsut naik ke atas Taemin, Taemin yang wajahnya memerah dan gugup setengah mati tidak berani menatap Minho, ia memalingkan wajahnya dan mengigit bibirnya, Minh berdecak meraih dagu sang istri dan mencium keningnya.
“Dont be afraid baby…i ll be gentle…i promise to you “, katanya lembut dan mencium pipi kiri Taemin, membelai pipi sebelahnya dengan tangannya.
“Aku mungkin sudah hampir gila, berkali-kali aku tahan semua ini demi dirimu… tapi untuk sekarang, jangan pinta aku berhenti yah?”, bisik Minho mencium telinga kiri Taemin, mengulumnya di antara gigi dan bibirnya, membuat Taemin melenguh,mencengkram sisi baju punggung Minho.

“N-neh… mianhe…mianhe telah membuat mu bosan menunggu,”, kata Taemin, Minho menatap nya, ia membelai wajah Taemin.

“Ani..aku hanya ingin melakukan ini jika kau siap.. ini pertama untukku, jadi..aku akan bersabar..”, kata Minho.

“I-ini pertama untukmu?”

Minho mengangguk, ia memeluk Taemin dan menenggelamkan kepalanya di sela leher Taemin, menyesap harum yang khas darinya.
“Neh..kau pikir aku pernah melakukannya dengan orang lain? aku meragukan sexualitas ku ketika bertemu denganmu, dan aku senang aku melakukannya denganmu..”, gumam Minho. Taemin …dia berdebar kencang, tubuhnya…tubuhnya meminta lebih, dan ia yakin…tidak akan menyesal…karena ia terlalu mencintai Minho, ia percaya pada Minho…

Taemin meraih wajah Minho dan tersenyum, ia belai pipi Minho dan membawanya ke arahnya, “Kalau begitu, tunggu apa lagi? lakukan sekarang… aku milikmu kan?”, tanyanya, Minho tersenyum,

“Neh..kau milikku…saranghae…”, Minho mencium bibir Taemin, mengulum bibir bawahnya dan Taemin di posisi yang lain, perlahan tangan Minho turun ke ujung baju Taemin, menelusupkan tangannya, membuat tubuh sang istri menggelinjang karena menerima sentuhan yang membuat tubuhnya merasakan getaran aneh…nafsu yang tidak bisa di bayangkan.

Tangan Minho menarik perlahan ke atas tubuh Taemin, melepaskan ciuman mereka sementara untuk memudahkan meloloskan baju itu, Minho mungkin ingin sekali melahap habis tubuh mulus didepannya, bagaimana bisa tubuh seorang namja bisa terlihat sangat feminim, mungkin ini yang dikatakan takdir.
“H-hyung..jangan pandang aku begitu…aku malu…”, kata Taemin menutup wajahnya, Minho berdecak, ia membuka tangan nya.

“Tidak…aku hanya kagum..kau begitu cantik…”

Wajah Taemin memerah, “Jangan katakan itu—hmmh…”, Taemin memejamkan matanya ketika Minho mencium leher Taemin yang mulus, sontak tangan Taemin meremas rambut coklat Minho.
“Hmmh…Minho…”, desahnya, tangan Minho bermain di nipple kanan Taemin, memilin, mencubit, dan meminjatnya, membuat tubuh Taemin bergelinjang.
“Nggh…M-minhooo…”,

“Uggh…”, Minho mengerang ketika tidak sengaja dengkul Taemin menggesek member Minho dari balik celananya, Ciuman Minho turun ke collarbone Taemin , menghisapnya dan mengigitnya sehingga bercak keunguan yang indah terlihat, Minho tersenyum puas akan hasil kreasinya. Taemin terus mengerang, merintih, dan memohon lebih. Membuat Minho tambah gila dan membuatnya lebih bergairah.

“Keep yelling my name…”, suruh Minho ketika ia melancarkan butterfly kiss ke dada rata Taemin, berhenti di salah satu nipplenya, ia cium dan ia jilat, kemudian ia kulum, hisap , dan tarik..

“O-oohh…hmm..m-minho…nghmm…”, Taemin membusungkan dadanya, tangannya meremas kepala Minho, tangan Minho yang lain meraba bagian perut Taemin yang rata dan berhenti di ujung celananya, dengan lihai ia turun kan celananya dan tersisa boxer Taemin saja. Ia cium perut Taemin, bermain di pusarnya yang lucu, Taemin benar-benar hampir gila, ia sungguh tersiksa, rasanya…rasanya sakit , sakit dibawah sana sudah begitu tegang , dan ia…dammit, ia menikmatinya, matanya terpejam dan mengigit tangannya sendiri, air liut membasahi bibirnya.
“M-minho..dont tease me…nggh…”, desahnya, Minho berdecak, ia melihat ke arah Taemin. Ketika tangannya ingin menurunkan boxernya, Taemin menahannya.

“Wae baby?”

Taemin mengigit bibirnya, “K-kau…kau belum membuka bajumu, kenapa hanya aku yang harus…”, Taemin tidak meneruskan ucapanya, Minho menyengir, istrinya ini, ternyata bernafsu juga. Ia sedikit bangkit dan membuka kaosnya, melemparnya ke sembarang tempat, ketika itu pula mata Taemin terperangah, abs yang sempurna, tangan yang kekar, tulang pinggul yang ramping, bahu yang tegap…mungkin mulut Taemin sudah bermandikan air liur sekarang.

“Kau suka?”, tanya Minho, Taemin membuang mukanya, Minho meraih tangan Taemin dan meletakkannya didadanya,
“Sentuh saja…kan aku milikmu?”, Taemin memejamkan mata merasakan ujung jari-jarinya menyentuh tubuh yang luar biasa indah itu, perlahan ia buka matanya dan tangannya menaik turunkan didada Minho. Minho tersenyum, membelai rambut Taemin dan menciumnya lagi. Ia turunkan tangannya dan ia masukan kedalam boxer Taemin, merengkuh mamber yang sudah berdiri disana.

“Kau basah…” bisik Minho ditelinganya sebelum mengulumnya lagi.

“Nggh…”, hanya itu jawaban Taemin, dengan mudah Minho turunkan boxernya dan Taemin full naked.

“Kau cantik…”, kata-kata itu membuat Taemin malu setengah mati, perlahan Minho turun sejajarkan kepalanya di selangkangan Taemin, ia melihat ke arah Taemin yang mengintip dari atas sana.
“J-jangan di lihat terus…”

Minho berdecak , ia mencium paha dalam Taemin, “Lalu kau mau aku berbuat apa?”, tanyanya mengujinya, Taemin menutup wajahnya, Minho terus mengurut member Taemin.

“a-AAH…AH..h-hyung..ahh… tolong aku…”, katanya, memajukan pinggulnya,

“Katakan aku harus apa?”,

“J-jangan buat aku katakan itu H-hyungghhh…nggh…”,

“Katakan saja…”

“Nggh…k-kulum…nggh..kulum!!”, teriak Taemin, Minho berdecak, ia menjulurkan lidahnya dan menjilat ujung kepala membernya yang terdapat percum disana, Taemin teriak , ia remas kepala Minho hingga Minho merasa kesakitan, tapi ia tidak perduli.
“H-hyungg…hyungg…”

“Panggil aku minho…”, kata Minho dan mengulum lebih kuat dan memaju mundurkan kepalanya, menggerkan giginya membuat Taemin menggila.
“M-minho…a-aku…merasa anehh…nggh…”

“Hmmmmhh…”, dengung Minho, ia rasakan perut Taemin menegang, ia sedot lebih kuat.

“MINHOOO!! A-akuuuhh~~ nghh..aaahh~~”,
Taemin mengeluarkan cairan percumnya di mulut Minho, Minho kulum habis tanpa sisa, ia lihat tubuh istrinya bergetar hebat, merasakan orgasme-nya.

Minho bangkit dan mencium bibir Taemin, terasa aneh dimulut Taemin, asin dan pekat…
“Itu cairan cinta mu yah? enak..”, ledek Minho, Taemin memukul lengan Minho dan menyembunyikan wajahnya didada Minho,

“H-hyung…”,

“Hmmm?”, Minho mencium leher Taemin.

“A-aku..juga..mau…itu…”

“Apa?”, Minho menatap Taemin, ia melihat ke arah celana Minho, Minho mengerti, ia menarik Taemin berdiri dari kasur dan Minho menurunkan celananya, Taemin terkejut, ukurannya bahkan jauh berbeda…ia jadi takut apa itu akan muat? ia menelan ludah.
“Mworago?”, tanya Minho membelai wajah Taemin. Taemin menggeleng.

“A-anio…”,

Minho duduk di tepi ranjang, “Berjongkoklah…dan lakukan sesuai pengetahuanmu..”, katanya menarik Taemin mendekat, Taemin mengangguk dan mencium bibir Minho, ia turun ke lehernya, jakunnya, collarbonenya, absnya, dan…

“Nghh…”, Taemin mendongak ketika ia mendengar Minho mengerang saat tangan Taemin memegang membernya,
“S-suck it …”, kata Minho, Taemin hanya melakukan apa yang baru ia tahu saat Minho melakukan untuknya. Ia jilat ujung member Minho, dan mengulumnya dengan mulut kecilnya, Minho memejamkan matanya, dan bergumam tidak jelas, dammit, bibir Taemin membuatnya gila, bibir kecilnya mengulum habis. Minho meraih rambut Taemin dan memajukan pinggulnya, membuat Taemin terkejut dan mengeluarkan air mata karena sesak ketika member Minho menyentuh tenggorokannya.

“Hikss…nghh…”,

Minho membuka matanya, ia tidak sadar telah melakukan hal yang salah,
‘Taemin!!”, ia angkat Taemin dan ia pangku, ia elap mulut Taemin.

“Mianhe..mianhe..aku tidak akan ulangi lagi…mianhe…”, Minho merasa tidak enak ia janji akan lembut, Taemin terisak, menggeleng. Minho menjadi tidak mau melihat seperti ini, ini yang ia takutkan, takut ia kasar pada Taemin, ia terlalu sulit menahan gejolak nafsunya. Minho angkat tubuh Taemin dan ia rebahkan di kasur, ia peluk tubuhnya dari belakang.

“Mianhe…mianhe…”, kata Minho mencium tengkuk Taemin, sudahlah…berhenti saja… kata Minho dalam hati.
“Sudah..sekarang kita tidur saja, aku akan bawakan pijama mu kesini…”, katanya ingin beranjak diri, namun Taemin menarik tangannya.

“A-apa? “,tanya Taemin, “M-minho hyung…a-aku tidak apa-apa sungguh…’, kata Taemin panik, Minho tersenyum.

“Nan gwencana… tunggu sebentar yah?”,

Sebelum bisa berdiri Taemin telah menarik tangan Minho dan melempar tubuhnya ke atas Minho.
“T-Taemin?”,

“K-kajjima!!! kajjimaaa~~!! jangan pergi lagi…a-aku mohon, jangan pergi kali ini…”, Taemin merebahkan kepalanya di leher Minho, menangis, menangis dengan seluruh hatinya, Minho bingung setengah mati.

“A-apa–“

“Kumohon…jangan pergi…jangan tinggalkan aku seperti malam itu, aku menolakmu jadi kau pergi…aku takut, takut kau tidak lagi menginginkanku…aku tidak apa-apa…sungguh…kumohon,jangan pergi…”, kata Taemin melihat ke mata Minho meraih tangan Minho dan menangis
“Kumohon Minho hyung…ambilah aku, jadikan aku milikmu, aku akan lakukan apapun, jangan pergi dariku…jangan pergi dan jalan dengan yang lain…aku—aku…”, Taemin menunduk dan menangis sejadinya, Minho miris melihat istrinya, jadi ini…jadi ini kesalah pahaman mereka?

Minho tersenyum dan membelai wajah istrinya, ‘Mianhe…aku tidak akan lakukan itu lagi..jangan menangis, itu membuat ku sesak…jangan menangis…”

“Minho hyung…kumohon…”, Taemin terus menangis, Minho membalikkan posisi mereka, ia menarik kaki Taemin dengan lembut,
“Pegang kakimu…”, kata Minho. Taemin bingung.

“Aku tidak akan pergi..percayalah padaku…aku akan lembut padamu kali ini…angkat kakimu…”, katanya lagi, Taemin mengangguk dan menekuk dengkulnya, dan menahan dengan tangannya*persis kayakdigambar*

Minho mengambil lube di laci mejanya dan mengoleskan ke jarinya, ia merebahkan badannya mencium bibir Taemin,
“Hold on…”, katanya, Perlahan ia masukan satu jari,
“Nggghhhh!!!!”, Taemin mengerang disela ciuman mereka, tubuhnya bergetar, Minho mengelus pinggul Taemin dengan tangannya yang bebas.
“Relax…relax…”, Minho berbisik dan mencium bibir Taemin lagi. Taemin berusaha merelaxkan badannya , kemudian Minho memasukan satu jarinya lagi, jarinya serasa di sedot kedalam hole Taemin.

“Nggh..s-sakit…”, desis Taemin, Minho tahu ia bisa saja berhenti, namun tidak bisa…ia sungguh tidak bisa, ia hanya memohon agar Taemin bersabar.

Perlahan ia gerakan jarinya maju mundur, Taemin mengerang dan meremas bahu Minho, matanya terpejam rapat,
“Saranghae…”, bisik Minho, Taemin membuka matanya, dan tersenyum lirih.

“N-nado..saranghae…’, katanya. Minho tersenyum,

“AAAHH! M-minhoo!!”, Teriak Taemin, Minho tahu ia berhasil menemukan prostatnya, setelah merasa Taemin terbiasa ia tarik keluar jarinya, mendapatkan lenguhan kecewa dari Taemin.

“Ssht…ini akan lebih sakit, jadi..please bare with it…bite me if you want.”, katanya merebahkan bahunya, Taemin menggeleng, ia mencium bibir Minho.

“J-just slow down…gwencana…”, kata nya, Minho mengangguk, ia memposisikan tubuhnya dengan baik, tangan kanannya memegang pinggul Taemin dan kirinya menuntun membernya , ia mencium bibir Taemin untuk menghilangkan rasa sakitnya, dan perlahan maju.

“A-aaahnnnhhh….”, teriak Taemin.

“M-minhooo…minho…its…ooh..hurt…”, isaknya, Minho tahu, ia sangat tahu, jika ia bisa memilih, ia tidak akan pernah tega, ia berusaha sekuat tenaga menahan gerakannya agar tidak terlalu cepat agar Taemin bisa sesuaikan dulu ukurannya. Ciuman mereka semakin panas.

“AAAHHH!!’, teriak Taemin, member Minho masuk semuanya, nafas mereka terengah, Minho tidak bergerak sampai dapat sinyal dari Taemin.

“M-move…”, Taemin memeluk bahu Minho, Minho mengangguk. Perlahan ia menghujam dengan tempo yang pelan,

“F-faster…faster…anghh…”, Minho mempercepat hujamanya, ia mencium bibir Taemin, kasur berderit, dan pendingin ruangan tidak lagi terasa dingin, hanya panas tubuh mereka yang menyelimuti mereka, dan erangan yang indah bagaikan musik bagi mereka.

“M-minhooo…a-aku…aku ingin…nngh…”

Minho meraih member Taemin ,mengocoknya dengan irama yang sama dengan setiap hujamannya.
“MINHOOO!!!”,
“Nggh…TAEMIN!!!”,

Mereka berteriak dan mengeluarkan bersamaan percum mereka. Minho menahan berat tubuhnya di atas Taemin, agar tidak meniban istrinya, Taemin membuka matanya dan memeluk Minho. ia balikan tubuh Minho dengan member masih didalam holenya,
“T-terima kasih…” ,kata Taemin disela nafasnya, Minho tersenyum dan membuka matanya, ia angkat sedikit pantat Taemin yang mendapat erangan ngilu dan merebahkan Taemin, memeluknya dari belakang.

“Neh…sama-sama…saranghae…”

“Nado…saranghae..”wajah Taemin memerah ketika tengkuknya dicium,

“Happy birthday Choi Taemin.”

“Neh…gomawo…CHoi Minho…”

Taemin merapatkan tubuhnya ke arah Minho yang disambut pekukan erat, dan mereka menghabiskan malam pertama yang indah, sekaligus malam ulangtahun terindah bagi Taemin, suami yang romantis, lembut, dan baik. Betapa ia bersyukur.

.

.

Sepertinya Taemin merasa berada di surga, nyaman dan hangat…ia membuka matanya, mengerjapkan matanya beberapa kali, ia rasakan sesuatu melingkar di pinggangnya, tangan ini, perlahan ia berbalik, wajahnya memerah, masih segar di ingatannya, semalam…dia dan Minho..sosok didepannya sekarang…

Ia angkat tangannya, dengan mengambang ia sentuh bulu mata Minho, kemudian turun ke hidungnya,dan…
Kraukk~ jarinya digigit Minho

“Aaah!!”, teriak Taemin , Minho membuka matanya dan tertawa.

“H-hyunggg~~~”, Taemin menutup wajahnya, Minho berdecak dan merapatkan pelukannya.

“Morning baby…”, Minho mencium keningnya, Taemin tersenyum.

“Neh…pagi…”,

“Sakitkah?”, tanya Minho mengelus pinggul Taemin, Taemin menunduk dan mengangguk
“Aku merasa lemas sekali…dan ngilu…”, katanya, Minho tersenyum.

“Mianhe neh?”. katanya, “Hari ini aku ijin kantor, aku akan menemanimu seharian…gimana?”,

Taemin tersenyum, “Jinjja?”

“Jinja..”, Minho mencubit hidung Taemin.

“Nah…sekarang…”, Minho bangkit dan menggendong Taemin.

“Ya ya yah…mau turunkan aku?”

“Waeee…kau pasti susah jalan, jadi seharian ini akan kugendong kemanapun.”, kata Minho, “Pertama kita mandi…’, katanya, dengan itu Minho membawa Taemin ke kamar mandi, setelah selesai Minho membantu Taemin ganti baju, dan menggendongnya lagi ke bawah, ia dudukan di kursi makan sambil Minho menyiapkan sarapan.

“Yakin tidak mau aku bantu? aku bisa kok..sungguh…”, kata Taemin .

“Tenang saja, aku ini juga pintar masak, khusus di ultah istriku, aku akan layani kau dengan service memuaskan..” ia berkedip, Taemin berdecak.

“Hanya jika aku ultah?”,

Minho berbalik dan mengahampiri Taemin, “Ani, apa yang aku minta pun akan aku lakukan kok..tenang saja…”, katanya dan mencium hidung Taemin,

Kring…kringg…

“Biar aku saja…”, kata Taemin berdiri perlahan, sedikit meringis tapi tidak apa.

“Yoboseyo?”

“…”

“OH, YOOGEUN AH~~~”, teriaknya senang, ia melihat ke arah Minho , Minho tersenyum . “Neh neh..umaa loudspeaker neh? jakkaman.”, kata Taemin, ia tekan hold dan ia tutup telponnya, kemudian lampu loudspeaker menyala.

[Ummmaaa~~ appaaaa~~~ gwencana?!! aku dan halmoni baik-baik saja, kami jalan kesana kemari, umma appa bogoshipoooyooo~~]

“Neh neh Yoogeun ah~~ umma dan appa juga merindukanmu.. kau sehat saja kan? makan yang banyak?”, tanya Taemin, Minho datang dan memeluk pinggang Taemin dari belakang, Taemin tersenyum.

[Neh umma…tenang saja, aku makan banyak, serasa ada pengemis diperutku, begitu kata halmoni karena aku makan banyak]

“Hahaha…kau jangan begitu, nanti gendut Yoogeun ah~~ kau sehat kan? jantungmu baik-baik saja?”, tanya Minho.

[Neh appa…aku sehat, jantungku berkata bahwa ia juga senang, umma sama appa sedang apa? apa kalian sudah akur?]

Taemin dan Minho bertatapan, “Akur? maksudnya?”, tanya Taemin.

[….]

“Yoogeun ah~~”, panggil Minho.

[Umma appa … aku sedih kalian sepertinya tidak akur, kata halmoni, aku harus keluar sebentar agar kalian bicara…jadi aku ikut halmoni…umma appa jangan bertengkar, aku sedih melihatnya…]

Taemin dan Minho bertatapan, anak itu..sungguh pintar
“Yah Yoogeun ah~umma dan appa tidak bertengkar, kami hanya perlu bicara…”, kata Taemin,

[Jinjjayo?]

“Jinjja sayang… dan ada suatu hal yang perlu dilakukan oleh kami berdua yang kau tidak perlu tahu…”, ledek Minho mencubit pipi Taemin , Taemin memukul lengan Minho.

[Apa itu? appa curang , beritahu aku …]

“Eeh..andwe andwe…sudah Yoogeun ah~~ kapan kau pulang? umma kangeeen~~”, rengek Taemin,

[Aku akan kembali besok umma…umma dan appa jangan khawatir, aku akan bawakan oleh-oleh untuk kalian yang banyaaaak~sekali.]

Taemin terkekeh, Minho merebahkan dagunya di pundak Taemin.
“Neh…kalau begitu, jangan nakal, dengarkan kata halmoni yah? “, kata Taemin.

[Neh umma…sudah yah? aku mau jalan-jalan sama halmoni lagi…oh umma!!! aku lupa…SAENGIL CHUKKA HAMNIDA UMAA SARANGHAEEEE…]

Taemin tersenyum ia sedikit mengeluarkan air mata.”Neh, gomawo Yoogeun ah~ nado saranghae…”

[Neh, annyeong umma..appa…bye bye..]

“Bye…”

PIP

Taemin tersenyum, ia melihat ke arah Minho dan mempoutedkan bibirnya,
“Hyungg…lapar…”, manjanya, Minho berdecak, ia memapah Taemin dan duduk di kursi,

“Kajja…kita makan di taman belakang saja neh?”,

Taemin mengangguk, seharian itu, mereka makan di teras , bercanda dan bermanja-manja seharian, makan es krim bersama, menonton dvd, dan sesekali menshare ciuman manis, dan berakhir melakukan sex lagi.

.

.

Taemin memfakum seluruh ruangan, ia melirik jam didinding,sebentar lagi jam 3, ia harus cepat , menjemput Yoogeun dan bertemu Minho, mereka sudah janji akan makan malam di luar, dengan cepat ia bereskan ruangan terakhir itu, ruagan kerja Minho, namun ketika ia ingin merapihkan meja map di atas meja jatuh semua.

“Haishhh~~ menambah kerjaan saj—“

Taemin terpaku ketika melihat berkas-berkas di lantai, ini…

.

.

“Umma…kenapa tidak jadi makan diluar? aku kan mau makan kimchi di restoran yang baru itu umma…”, rengek Yoogeun bersungut di atas sofa, Taemin tersenyum dan meneruskan memotong sayuran.

“Maaf..habis umma sayang sudah belanja banyak..”, katanya berbohong.

“Ya sudah…appa pulang jam berapa ?”

“Mungkin sebentar lagi..”, katanya tanpa tersenyum dan menekan genggamannya pada pisaunya.

.

.

Entah hanya perasaan Minho saja atau bagaimana? ketika ia pulang merasa hawa Taemin berbeda, dan sama seperti sedang makan malam itu, tidak ada pembicaraan yang menyenangkan, untung ada Yoogeun, i a cukup membuat suasana tidak kaku.

“Yoogeun sudah tidur, mau kubantu sayang?”, tanya Minho memeluk pinggang Taemin dari belakang, Taemin menarik nafas, ia berbalik dan menatap lekat Minho.

“Ada apa?”, tanya Minho.

“Aku perlu bicara dan tanyakan sesuatu padamu.”, kata Taemin dan menutun Minho duduk di sofa, ia ambil map di dalam bufet.

“Ini…ini yang kau bilang aku tahu semua tentang aku Hyung? aku dari mana? siapa keluarga ku? dan…aku ini siapa?”, Taemin menunduk lesu. Minho menarik nafas.

“Ya…aku tahu semuanya…” kata Minho.

“Kau…kau tidak keberatan atas fakta-fakta ini? aku pergi saat itu karena aku tidak mau menyusahkanmu, hidupku sudah susah dan aku tidak amu menyusahkan orang lain…jadi ak—“

Minho menutup mulut Taemin, “Berapa kali aku bilang? aku tidak perduli, aku hanya ingin kita memulainya dari awal, aku tidak mau kau pergi lagi dariku, jadi jangan pernah lakukan itu, karena aku tidak akan meninggalkanmu..”, katanya, Taemin menangis, ia memeluk Minho.

“Gomawo…gomawo karena mau menerimaku…”, katanya, Minho mengelus rambutnya.

“Tapi…”

“…”,

“Aku ingin katakan satu hal, dan ini, berita buruk..”,

“A-apa?”

Minho terdiam..”Hyungmu…Taesun…dia…telah meninggal, ia terlibat perkelahian antar geng dan..tewas terbunuh di lorong jalanan…aku sudah menguburnya, dan beritahukan kedua orang tuamu…dan juga beritahu perihal pernikahan kita…”

Taemin terpaku, “A-apa? hyung..dia…?”, Taemin menangis, ia menutup mulutnya,

“Shhht…gwencana…gwencana…dia sudah tenang disana…jangan kau sesalkan…”kata Minho. Taemin diam saja.

“U-umma dan appa ku?”, tanya Taemin, Minho tersenyum, ia belai wajah Taemin.

“Merak hidup denga baik, aku dirikan usaha makanan untuk mereka, jadi…kalau kau siap…aku akan bawa kau pulang untuk menyapa mereka…gimana?”,

Taemin speechless…dia …Minho…orang macam apa dia? semua kekurangan dan hal pahit Taemin ia tahu semua, namun ia masih mencintainya,
“Gomawo…gomawooo…selalu berada di sisi ku…aku tidak akan meninggalkanmu Hyung..tidak akan…”

“Neh…”, Minho memeluk erat Taemin,

“Saranghae Minho hyung…”

Minho tersenyum, ia lepas pelukannya, ia belai wajah Taemin, pertama kalinya ia dengar kata itu dari Taemin, “Neh…nado saranghae…”, dan mereka berciuman.

END~~~

Aaaahhh~~~ i hate this,this is TOTALLY FAILED IN THE END OF THE STORY! SUCK!!! RRAWRRRR~~~

IM SO TIRED…JUST PLEASE COMMENTS!!

see ya bye bye 🙂

Advertisements

160 thoughts on “[2min] Epilogue-NC: Dearest part Bend

  1. senenernya rada ga puas sama NCnya soalnya terlalu bentar *readeryadong
    tapi terbayar lah sama picnya yg diatas. tapi secara keseluruhan sih yg penting 2minnya bahagia aja.
    2MIN 만세!!!!!
    차 차차 차차
    차 차차 차차
    사라잇내 태민호!!! *ala 지석진 ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  2. AHHHHH
    FF APA INI? KENAPAAAAA?
    PENGEN PUNYA SUAMI KAYA AA MINHO DEH{}
    SEQUEL LAGI DONGGG /? /DITABOK AUTHOR/

    BAGIAN NC NYA………..
    NGGATAU NGGA MAU KOMENTAR APA APA.
    WKWKWK
    FIGHTING

  3. Keren <3<3

    Minho…….yang namanya seme mau gimana juga tetep mesum ye- *tunjuk" kalimat terakhir pas Minho seharian bareng Taemin* /?

    …..Ngomong apa gue- thudah, lanjutkan kemesuman Minho terhadap Taemin!!! /ditabok

  4. Aduuuhh gambarnya ……
    Yoogeun pengertian bgt, “aku perlu keluar dulu agar umma appa bisa bicara” … bicara apa yoogeun yg ada umma mu “dimangsa” sm kodok pervert kekekeeee

    Tp seneng… happy ending… minho terima taemin apa adanya….

  5. Haduh pervert minho -.- adegan nya hot bgt bkin than napas mulu >.< 2min jjang, akhirny berakhir happy ending n happy ever after kkk keep writing ya thor i lke ur ff much

  6. Ya ampoooonnn kalo jd taemin ya,tau gt minho org nya buaek kaya gt dr dlu w dh kasih ya semuanya ,,, terakhirnya aga kurang greget sih tp gpp so far seru crtanya

  7. huuuuuuuuuuuuuhhhhhhh tetemmmm asekkk asekkk,,,,,
    mantepppp haduhhh minnie selingkuhhh aw aku mauuuuuu kamu taeminie #plakkkk

  8. uhhhhh saiah terharu….T.T abang Ming kau berhati emas, baikx dirimu mau menerima kekurangan Taeby dan begitu mencintaix. ahhh Taeby kau beruntung jadi tetaplah berada disisi abang Ming apapun yg terjadi karena dia begitu mencintaimu. okehhhhh 2MIN JJANG!!!!!!!!!!!!

  9. Kyaaaaaaaaaaaa! keren gilaaaaaa ♡ suka banget u________u aku suka pake banget hiks. Akhirnya jadi suami istri seutuhnya ;_; Akhirnya mereka beneran slg jujur sm perasaannya masing2 akhirnya akhirnya .Trus akhirnya taemin juga tau cerita sebenarnya …. Dan ya ampun pengen dong suami seperfect minho 😦 langka banget ;_; Ga ada duanya. Mau dwh dimadu sama mintaem /plak. Ah onni ini daebak! u.u

  10. Aah… Akhirnya ini bener” happyend 2min yg makin mesra yogeun yg makin sehat dan dapet pic diatas yg makin bikin greget gomawo thor…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s