SECOND LIFE PART 2 / 2MIN-ONKEY


SECOND LIFE  2 of ?

Genre : Romance, Drama family, Little  angst, YAOI

Rate :  BO(?), PG-17

Author : Kei

Cast : Taemin, Onew, Minho, Key

Support cast : Jonghyun, dll

Tags : 2Min, Onkey

Length : Sepanjang-panjangnya punya Minho, hahaha

Hahahaha, cepet kaann ??

Ini aku bawa part 2 nyaaa… mumpung masih masa promo. wkwkwk

Senengnya ada juga yang mau baca FF abal ini. Hihihi

Gomawo buat semua SUUNDERS~~ *big hug

Oke deh,

NO BASHING !

RCL PLEASE…

Enjoy this !

——————

2 minggu kemudian..

Taemin rutin mengikuti latihan intensif yang diberikan Minho. Taemin memang tidak mungkin masuk ke dalam klub, tapi ia sangat antusias berlatih. Minho pun senang mengajarinya karena Taemin mengalami kemajuan yang cukup pesat untuk orang yang tidak pernah memainkan basket sebelumnya bahkan berolahraga.

Tapi, Taemin masih merahasiakannya dari Onew.

Waktu itu ia pernah mengaku ketika ditanya karena Onew melihat memar2 dikaki Taemin dan tangannya yang terkilir.

Flashback…..

“Aku jatuh, hyung.”

“Jatuh ? Dimana ?”

Onew yang ternyata adalah sepupu Taemin, sangat mengkhawatirkan adik sepupunya itu. Terlebih karena sekarang Taemin sendirian. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil beberapa waktu lalu. Oleh karena itu Onew mengajak Taemin pindah ke sekolah itu agar ia bisa menjaganya. Sedangkan keluarga Onew sendiri ? Ah bahkan dia tidak ingat kalau ia memiliki itu.

“Di tangga.”

 Onew tahu Taemin berbohong. Walau ia baru mengenal Taemin, tapi ia sangat yakin bahwa anak itu tidak mengatakan yang sejujurnya. Tapi ia juga mengerti pasti ada alasan mengapa Taemin sampai berbohong.

Onew hanya diam lalu menyuruh Taemin mandi dan setelah itu mengajaknya keklinik.

———

“Kibum ! Kamu tak mendengarkanku ?!”bentak Onew menyerobot masuk kekamar Key.

“Mwo ?”Key yang sedang mengaduk adonan kue dengan pengocok telur, melongo kaget menatap Onew yang berjalan menghampirinya.

“Hey Onew hyung ! Ketuk dulu dong. Key itu nggak sendirian. Dia berbagi kamar denganku, kau lupa ?”ucap Jonghyun yang sedang menonton TV.

Onew menoleh ke arah sumber protes, “Mian….”sesal Onew. “Ya !”tiba-tiba Onew kembali berteriak kepada Key.

“Ada apa yeobo ? Kenapa teriak-teriak ?! Aku tidak tuli.”Key menaruh mangkuk dan pengocok telur yang ia pegang, melepas apron, dan menghampiri Onew.

“Sini !”kini Onew menarik tangan Key dan berjalan keluar.

Jonghyun yang memperhatikan mereka hanya mengangkat bahu begitu pintu ditutup. “Dasar…ckckck.”

Di atap.

“Ya kenapa membawaku kesini ?!”Tanya Key, tangannya masih digenggam Onew.

Onew melepaskannya dengan sedikit kasar, “Aku bilang padamu jangan mengijinkan Taemin bermain tapi kau malah membantunya keluar, dan membohongiku !”semprot Onew.

Key mengerjap-ngerjapkan matanya kaget. “Aku…”

“Awalnya aku percaya. Aku mencoba percaya tapi begitu tadi kulihat kakinya banyak memar, dan tangan kanannya terkilir, aku tahu dia pasti main basket. Dia pasti banyak terjatuh karena sebelumnya laripun dia tidak pernah !”

“HAH ?”Key masih melongo parah.

“Dia adikku ! Jadi kalau aku khawatir itu wajarkan ?”

“Tapi kenapa kau sebegitu khawatirnya ? Biarkan saja dia ingin melakukan apa yang ia suka. Harusnya kau mendukungnya.”

“Tapi dia tidak bisa !”

Key tahu kalau Onew sudah marah, dia akan sulit dikendalikan jadi lebih baik Key diam mendengarkan.

“Dengar ! Kalau aku sampai mengetahui dia bermain lagi dan kau termasuk sekongkolannya, ntah apa yang akan kulakukan padamu dan juga MINHO !”ucapnya lalu pergi meninggalkan Key begitu saja.

“???”tinggallah Key dengan seribu tanda tanya dikepalanya. “Tidak pernah lari ? Tidak bisa ? Bahkan dia baru pertama pergi ke tempat yang namanya sekolah ? Heeeyy…kehidupan dia dulu seperti apa memang ??”gumam Key.

“YA JINKI !!! KAU MEMBUATKU BINGUNG !!!!!!!”teriak Key.

~~~~~~~~

“Hyung sudah kembali. Darimana ?”Tanya Taemin yang sedang membaca buku pelajarannya.

“Kau tidak jatuh dari tangga kan, Minnie ?”todong Onew dengan mata menyipit. Ia berdiri didepan Taemin dan menatap langsung kematanya.

“Mw..Mwo ?? Aku…”

Ya, disaat itulah Taemin akhirnya mengaku. Dan Onew dengan terang-terangan melarang Taemin bermain basket.

Suatu hari, Onew memergoki Taemin yang baru keluar dari hall sehabis latihan.

Beku. Tubuh Taemin langsung kaku begitu melihat wajah Onew yang berubah galak seolah akan menelannya hidup-hidup.

”YA MINHO ! Jangan pernah bermain basket lagi dengan Taemin!”

Seketika itu juga, Onew langsung menarik Taemin pergi.

”???”Minho terbengong mendengar Onew yang memarahinya. Ia hanya melihat punggung keduanya yang berjalan menjauh. Tapi sebelumnya Taemin sempat menengok kebelakang dan mengisyaratkan sesuatu pada Minho, ”Mian…”ucap Taemin tanpa suara. Minho membaca gerak bibir Taemin yang meninggalkan tanda tanya besar dikepalanya.

Dikamar….

“Tapi aku suka basket hyung…dari dulu aku cuma menonton dari TV atau membacanya dikomik. Aku penasaran dengan benda bulat berwarna merah itu. Aku ingin memainkannya.”ucap Taemin dengan nada memohon.

“Andwe.”singkat Onew mengisyaratkan dengan mata tajamnya.

Flashback end…..

“Ini namanya shoot, perhatikan baik-baik. Sikut dan kemiringan sudut sangat mempengaruhi keakuratan sebuah shoot. Arra ?”

“Ne~”

“Ini lay up.”

“Hoo~”

“ Ini three point.”

“Waahh~~”

“ Shoot biasa mendapat skor 2 point. Walau lay up juga 2 point, tapi lay up termasuk tembakan sulit apalagi kalau ada lawan.”jelas Minho sambil memperaktekkan ucapannya.

“Hoo~”ucap Taemin sambil mengangguk2. “Hyung, aku mau ke toilet sebentar.”

“Jangan lama-lama !”

“Beres.”

Taemin mulai mempelajari shoot dari Minho. Kalau ketahuan Onew, Onew akan marah-marah. Ia tidak suka Taemin bermain basket. Oleh sebab itu kalau Onew sedang keluar, diam-diam Taemin akan menghubungi Minho dan bermain basket bersama. Taemin  bingung kenapa Onew tidak suka ia bermain basket ?

“Hari ini sampai disini saja. Aku yakin Onew hyung sudah pulang.”ucap Minho.

“Hosh…hosh…”Taemin mengangguk tanpa sanggup menjawab.

——————————————

“Taemin kau tidak ke sekolah ?”Onew yang tengah memakai dasi menoleh ketempat tidur Taemin yang masih berpenghuni.

“Taemin ?”

Tidak ada jawaban dari si empunya nama.

“Taemin kau masih tidur ?”Onew meghampiri cemas.

Selimut bergerak sedikit, “Mmm….”suara Taemin menggumam tidak jelas.

“Kau sakit ?”Onew menarik selimut Taemin sedikit, dan menemukan Taemin sedang meringkuk sambil mencengkram dada kirinya.

“H..hyu..”Taemin tak sanggup bicara, dia menekan dadanya semakin kencang dan kesusahan bernapas. ”Aa..ppoohh…”

“TAEMIN AH ! GWANCHANA ??  Dimana obatmu ?!”Onew sangat panik dan langsung membongkar laci meja Taemin mencari obat yang dimaksud. Namun tidak ada. Onew mencari dilemari namun juga tak kunjung menemukan. “YA ! DIMANA ???”teriak Onew frustasi.

“Uuurrgghh….”Taemin menggeram dan meremas kasur. Ia seperti ingin bicara namun tak bisa. Bahkan ia menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.

“TAEMIN AH !! ANDWE !!”Onew menghampiri Taemin. “Bertahanlah ! Aku akan menelpon ambulan ! AH AMBULAN ! Kenapa tak terpikir daritadi !!”Onew memukul kepalanya sendiri dan merogoh kantong celananya mencari hp.

Tiba-tiba Taemin menarik ujung baju Onew dan menggeleng. “An…dwe…hosh…hosh…”napasnya tercekat, wajahnya pucat dan berkeringat.

“Taemin ah, wae ? Kau harus dibawa kerumah sakit !”

“Tas…hy…hyu…ngg….”

“Mwo ? Tas?”…….”AH ! Obatmu ditas ??!”Onew membuka tas sekolah Taemin dan mencari obat yang dimaksud, tapi ternyata tak sesulit yang dikira Onew, “MWO ! SEBANYAK INI ???”

Sedangkan disaat yang sama…

“Taemin dimana ya ? Kok belum datang ??”gumam Key.

“Hey, bayimu mana ? Ini sudah hampir masuk kan ?”Tanya Minho mencoel bahu Key.

“Aku juga mengkhawatirkannya !”

Dan sampai pelajaran dimulaipun Taemin tak kunjung datang.

———————————-

“SAKIT ???”

“Iya yeobo, tadi aku bilang apa ?”ucap Onew mengacak rambut Key.

“Sakit apa ? Aku mau menjenguknya nanti sepulang sekolah.”

“Aku juga.”sambar Minho.

“ANDWE ! Kau tidak boleh, Minho ya ! Gara-gara kamu, dia sakit !”sahut Onew galak.

“Maksudnya ? Kenapa gara-gara aku ?”Minho mengerutkan dahinya bingung.

“Iya, kenapa gara-gara Minho yeobo ?”

#Jonghyun yang 2minggu lalu terbang ke China karena pertukaran pelajar untuk festival musik, tidak mengetahui secuil kejadian apapun yang terjadi disini#

“Aku bilang, jangan pernah bermain basket ! Jangan pernah mengajaknya lagi !”

“Kenapa ?”Tanya Minho menarik lengan Onew kesal. “Dia menyukai basket.”

“TIDAK BOLEH !”Onew menarik lengannya agar terlepas dari genggaman Minho.

“Kau yang jahat ! Tidak memperbolehkannya bermain apa yang ia suka.”seloroh Minho tak kalah nyolot.

“Tapi karena itu dia jadi sakit, kamu ngerti ngga !”

Key hanya terdiam melihat kejadian itu. Ia tidak berani menghentikannya.

“Nanti juga sembuh. Cuma sakit sedikit saja dan kau langsung khawatir seperti ini ! Dia itu bukan bayi dan bebas melakukan apapun yang ia suka. Aku hanya membantunya.”ucap Minho.

“Kau sama sekali tidak membantunya !”bantah Onew dengan suara tinggi.

“Kau tanya saja padanya ! Aku ini membantunya atau menyusahkannya !”Minhopun membalas dengan suara yang tinggi pula.

“Kau itu membantu membunuhnya !”Teriak Onew kesal. Lalu setelah sadar apa yang ia ucapkan, ia berbalik pergi. “Aku terlalu banyak bicara.”gumamnya.

“Orang aneh !”ucap Minho. ”Kurasa kekasihmu itu sudah kurang waras.”

“Aku juga tidak mengerti…..”gumam Key lalu mengejar Onew.

“Dari awal kulihat, dia memang pasti akan menyusahkanku. Itu sebabnya aku tidak suka, isshh…”desah Minho dan berjalan ke kamarnya. Tapi dia juga jadi mengkhawatirkannya. ”Taemin sakit…?? Hmm..mungkin aku memang terlalu keras.”gumamnya sambil berjalan pergi memasukkan tangannya ke saku celana.

———————-

“Minnie kau mau makan apa ? Biar umma masakin.”ucap Key yang duduk disebelah kasur Taemin.

“Jinjja ? Hmm…apa saja deh.”jawab Taemin. Dia masih lemah, tapi sudah tidak apa-apa. Dia meminta pada Onew untuk merahasiakan kejadian tadi pagi. Dan Taemin merasa Onew adalah orang yang bisa dipercaya untuk menjaga rahasia. He’s really beg on him.

“Yaah kok terserah sih….eh iya, kamu sakit apa Minnie ?”Tanya Key sambil mengecek dahi Taemin.

“Dia kelelahan. Gara-gara BASKET.”sahut Onew, sengaja ia tekankan kata ’basket’.  Taemin menengok kepada Onew sebal.

”Bibirmu kenapa ?”tanya Key begitu melihat bibir Taemin yang terluka.

”Kegigit.”jawab Taemin.

”Ha ? Kok bisa ?”tanyanya lagi seraya menyentuh luka dibibir Taemin. ”Sakit ?”

Taemin menggeleng. Key menghembuskan napas lega.

”Ya Yeobo ! Buatkan sup ayam saja yaa~?”pinta Onew sambil mencoel tangan Key.

“Ya kamu genit !”balas Key menggeplak lengan Onew. “Kau mau sup ayam, Minnie ?”

Taemin tersenyum, “Mau umma !”

“Nah, kan…kubantu ya ?”Onew menawarkan diri.

Key tersenyum dan keduanya beranjak ke dapur untuk memasak.

Trrr Trrr

“Hmm ?? SMS ?”gumam Taemin dan segera menjangkau hp-nya yang bergetar.

From : Minho Hyung

Ya, gwaenchana ?

Mungkin kemarin hari terakhir kita latihan. Aku tidak mau disemprot PABO hyung itu lagi.

Aku tidak mengerti kenapa ia mengomel-ngomel tanpa aku tahu alasan sebenarnya.

Sampai kau mau cerita, aku tidak akan mengajarimu lagi.

Cepat sembuh.

“HAH !”pekik Taemin lalu membekap mulutnya. “Onew hyung memarahi Minho hyung ??”batin Taemin.

———————————-

“Kibum ah….”ucap Onew manja sembari menaruh kepalanya di paha Key yang duduk berselonjor dan punggungnya bersandar pada dinding. Mereka sedang diatas atap menyantap makan siang. Berdua. Ya bisa dibilang hanya Key yang membawa kotak bekal, dan sibuk menyuapi namjachingunya yang berubah menjadi manjachingu(?)

“Mwo ?”

“Hahaha ntah kenapa aku sangat suka mendengarmu mengatakan ‘mwo’, ekspresimu itu lucu sekali.”Onew menarik pelan ujung hidung Key.

“Ya andwe !”Key menggeplak tangan Onew pelan. “Sakit tau.”

“Hehe kamu galak. Tapi ngegemesin.”ucap Onew lagi sambil menutup matanya. Baru saja Key akan menggeplaknya, namun terhenti begitu mendengar perkataan Onew selanjutnya, “Seperti umma…”

“…..”Key terdiam dan menarik kembali tangannya yang siap menjitak jidat Onew.

“Aku rindu umma….”gumam Onew lagi dengan mata tertutup.

Mendengar itu Key tersenyum sedih dan mengelus kepala Onew lembut.

“Seandainya dia tak pernah lahir…umma pasti masih hidup.”

“??”

“Seandainya abeoji sadar akan kehadiranku di dunia ini….”tiba-tiba air mata Onew mengalir keluar dari pelupuk matanya yang terpejam. Key terkejut. Sangat terkejut. Melihat kekasihnya menangis…dipangkuannya…

“Saranghae…”bisik Key.

Onew menangis dalam tidurnya.

—————————————-

“Hyung kok memarahi Minho hyung sih ?! Yang minta diajarin itu kan aku !”sembur Taemin begitu Onew kembali ke kamar.

“Aku marah karena kamu berbohong Minnie.”jawab Onew sambil membuka kulkas mencari minuman.

“Percuma kan ? Meminta ijin pun aku tidak akan diperbolehkan bermain oleh hyung ! Ini tidak adil !”

“Tidak adil darimananya ??”

”Kenapa hyung mengatur hidupku !”

”Harusnya kau sadar akan keterbatasanmu !”

“MWO ?”

“Kau itu sakit ! Kau juga tidak boleh capek, tidak boleh stress, tidak boleh beraktivitas yang berat-berat ! Basket itu terlalu keras untuk jantungmu !”

Taemin terdiam sesaat. Lalu,

“Tapi selama aku bermain, aku baik-baik saja. Aku tidak pernah kumat atau merasa sakit. Yang tahu kondisiku ya aku sendiri bukan hyung !!!”

“Kau pikir aku tidak tahu ?! Sebelum bermain basket, kau makan obat penahan rasa sakit kan ?! Memang kau pikir aku tidak tahu kamu sering kambuh di kamar mandi ketika habis latihan, hah ?! Belum cukup kejadian waktu kau kambuh parah ??! Apa kau ingin mati ?!!!”

“Kalau aku mati, itu bukan urusan hyung !”

PLAK

Sebuah tamparan mendarat diwajah Taemin.

“Jangan sia-siakan nyawa ummamu !”ucap Onew sangat marah. Walau ia menyesal telah dengan mudahnya melayangkan tangannya ke pipi mulus itu.

Taemin memegang pipinya yang terasa perih. Air matanya hampir keluar namun ia tahan.

“Kalau bisa memilih, aku juga lebih memilih umma yang hidup hyung….”ucap Taemin dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca.

Onew tersentak kaget, merasa kata-katanya tadi telah keterlaluan.

“Mianhae Minnie….bukan maksudku…”

“Aku tahu dari ahjumma (umma tiri Taemin), bahwa aku tidak diinginkan appa. Katanya, dulu aku sempat mau digugurkan. Umma meminum pil dan alkohol bahkan merokok ketika hamil diriku begitu tahu appa selingkuh. Tapi didetik akhir umma lebih memilih aku yang lahir kedunia ini dibanding ia harus melanjutkan hidupnya yang telah disakiti appa.” tutur Taemin tertunduk.

Onew melongok parah.

”Makanya…kondisiku tidak sehat…”ucap Taemin dengan suara tercekat.

Onew baru tahu tentang itu. Apa yang dipikirkan ibu tirinya itu sewaktu menceritakannya pada Taemin ??

Onew sibuk berpikir, ”Benarkah umma ingin menggugurkan Taemin ?”gumamnya.

Tapi mungkin saja Taemin mengarang cerita. Ia tidak tahu apapun. Dia menyesal tidak mengetahui masalah keluarganya ini. Dan mungkin saja ibu tirinya itu juga membohongi Taemin, kan ??

Lalu keduanya terdiam. Suasana hening untuk beberapa saat hingga suara detik jam pun dapat terdengar menggema dikamar mereka.

Onew menghela napas perlahan, ia memutuskan akan mencari tahu kebenaran dari perkataan Taemin tadi dengan mengalihkan pembicaraan,“Kau masih lebih beruntung daripada aku, Minnie.”

Taemin menoleh dan menatap Onew datar,“Walau aku mempunyai penyakit jantung ?”

“Aku tidak tahu rasanya, aku memang tidak tahu seperti apa menderitanya. Tapi kau lebih beruntung asal kau tahu itu.”ucap Onew masih tertunduk memandang ujung kakinya sendiri.

Taemin merasa tersinggung mendengar kata-kata Onew barusan. Selama ini ia tak pernah diijinkan keluar rumah. Semua yang ia mau memang tersedia dihadapannya tapi bukan itu yang ia inginkan. Ia ingin seperti anak lain yang bermain ditaman, pergi makan diluar, pergi sekolah…bukan seperti dirinya yang selalu menghabiskan waktu ditempat tidur. Rumahnya memang besar, bahkan sangat besar. Tapi selama 15 tahun, ia tak pernah diperbolehkan keluar rumah bahkan dari kamarnya sendiri.

“Hyung baru bisa mengatakan itu karena hyung tidak merasakan apa yang aku alami ! Berapa kali aku hampir bersentuhan dengan kematian ! Harusnya aku mati saja dari awal. Harusnya aku tak pernah lahir. Harusnya appa tidak selingkuh dan mengkhianati umma !!”teriak Taemin sambil mengepalkan tangannya kencang.

Onew tak pernah tahu kalau Taemin mempunyai sakit jantung sampai sebelum ia tanpa sengaja menemukan botol obat dilaci meja Taemin dan pernah memergoki Taemin yang kambuh di kamar mandi dan sedang meminum obatnya, namun dia hanya diam mengawasi.”Apa kau tidak ingat kalau kau mempunyai seorang kakak ?”ucap Onew tiba-tiba.

Mata Teamin membesar. “Mw..Mwo ? Kakak ?? Kakak…maksud hyung…kandung ?”

“Hahaha jelas kau tidak tahu. Sejak dulu kita sudah dipisahkan.”

Taemin mengerutkan alisnya berusaha mencerna perkataan Onew barusan, ”Kita ?”

Onew menarik napas dan membuangnya perlahan, ”Meskipun dulu abeoji tidak menginginkanmu, tapi begitu kau lahir ia sangat menyayangimu. Melakukan apa saja agar kau sembuh. Menjagamu. Memberimu fasilitas yang serba ada. Dan dia…membuangku ketempat ini. Dia lebih memilihmu dibanding aku yang sehat ini. Ketika ulang tahunmu dirayakan, aku sangat iri sebagai anak kecil aku juga ingin disayang. Apa bagusnya kamu yang penyakitan dan hidup dengan kabel-kabel terpasang di dada ?? Aku sehat. Aku sempurna sebagai manusia secara umum. Tapi apa yang salah denganku ??”ucap Onew sadar akan keegoisannya.

“Tidak mungkin…”Taemin menggeleng sambil menutup mulutnya.

“Aku Lee Jinki, kakakmu….”ucap Onew. “Kakakmu yang terbuang.”tegasnya dengan senyum pahit.

“BOHONG ! Hyung adalah kakak sepupuku. Hyung yang bilang begitu !”

“Aku bingung pada awalnya ntah harus bercerita darimana. Makanya aku mengarang kalau aku kakak sepupumu. Bahkan aku sudah memutuskan untuk tidak pernah memberitahumu tentang identitasku. Tapi….”

“HYUNG JAHAT !”Taemin memukul lengan Onew sehingga Onew terdorong sedikit kebelakang. “Kenapa dulu hyung tidak pernah datang menjengukku ?? Kenapa hyung tidak bermain denganku dan menghiburku ?!”Taemin masih memukul-mukul Onew. Airmata yang sedari tadi ditahannya, kini tumpah membasahi pipinya. “Aku terus menunggu seseorang yang datang kekamarku tapi tidak pernah ada selain pelayan dan dokter ! Aku kesepian…bagaimana bisa kalau aku mempunyai seorang kakak dan aku tidak tahu….”Taemin teduduk dilantai dengan sebelah tangannya mencengkram kaki celana Onew dan satunya menutup mulutnya dengan punggung tangannya menahan isakannya yang keluar dari sela tangisnya.

Onew diam saja. Dia juga hampir menangis. Dia sangat benci dengan Taemin. Karena ummanya tercinta lebih memilih mati untuk Taemin. Sedari dulu, ia tanamkan rasa itu dihatinya. Bahkan diam-diam berdoa agar Taemin mati saja. Tapi, begitu ia melihat Taemin yang kini sendirian karena appa dan ibu tiri mereka meninggal dunia, begitu menatap wajah polosnya…kebenciannya selama 15 tahun, sirna begitu saja. Yang ia rasakan juga sama. Menyesal kenapa dulu ia meninggalkan adik satu-satunya itu. Kenapa ia menyia-nyiakan waktu selama 15 tahun itu. Mengapa ia…tak pernah mencoba untuk mengenal Taemin, adik kandungnya.

Andai waktu bisa diputar ulang…..

“Mianhae Taeminnie….”Onew memeluk Taemin untuk pertama kalinya. Ini kah rasanya menjadi seorang kakak ? Dia pun membelai lembut kepala Taemin. Tangis Taemin pun pecah dan ia membalas pelukan Onew erat. Cukup lama Taemin menangis dipelukan Onew dan Onewpun beberapa kali mengusap airmatanya sendiri dengan tangannya.

”Sudah Minnie…nanti matamu kering.”ucap Onew melepas pelukan mereka dan menyapu air mata Taemin dengan ibu jarinya.

Taemin mencoba tersenyum dan mengelap airmatanya sendiri. Onew bangkit berdiri, ”Aku lapar.”ucap Onew sambil berjalan ke arah dapur, sedangkan Taemin masih terduduk dilantai.

”Kita pesan makanan saja bagaimana ?”usul Onew begitu ia melihat isi kulkasnya yang hampir kosong.

”…..”Taemin tak menjawab.

“Hyung…aku tidak tahu…sungguh…aku…”gumam Taemin sambil meremas dada kirinya. DEG DEG DEG

Nyeri ! Sungguh jantungnya kini terasa sangat nyeri.

”Minnie ?”panggil Onew bingung dan melongokkan kepala menatap Taemin yang duduk dilantai. ”Minnie !”

Melihat itu Onew langsung panik.

“YA ! Sakit ? Gwaenchana ? YA !”Onew mengguncang pelan tubuh Taemin yang sedang kesusahan. Sepertinya cerita Onew tadi merupakan pukulan berat untuknya.

“Tunggu. Aku akan mengambilkan obatmu !”

——————————

“Minho hyung, mianhae.”Taemin membungkuk 90 derajat didepan Minho. Jelas Minho terkejut. Mata besarnya semakin besar begitu ia membulatkannya.

“Wae ?”Tanya Minho.

“Tolong ajari aku bermain basket lagi.”ucap Taemin seraya duduk disebelah Minho.

Mereka sedang duduk dibangku hall yang sepi karena hari ini hari minggu. Kebanyakan penghuni asrama pergi berlibur atau pulang kerumah saat weekend. Jadi saat ini sekolah sepi dari biasanya.

”Aku ingin bertanya dua pertanyaan sebelumnya.”jawab Minho serius.

”Hm ? Apa ?”

”Kenapa Onew hyung melarangmu bermain ?”sahut Minho to the point.

Taemin hampir tersedak ludahnya sendiri, ”A..itu…”Taemin memiringkan kepalanya bingung. ”Aku juga tidak tahu.”ucapnya pelan.

Minho menyelidik Taemin seksama, ”Kalau begitu aku tak bisa megajarimu.”

”YA ! Eh…”Taemin menutup mulutnya dengan tangan lalu ia membukanya lagi dan menggembungkan pipinya, ”Dia cuma tidak ingin aku lelah…padahal aku tidak apa-apa. Yah mungkin dia takut aku jatuh sakit.”jawab Taemin sambil nyengir. Minho mengerutkan alisnya lalu mengangguk-angguk.

“Pertanyaan kedua. Sebenarnya apa yang membuatmu tertarik sekali dengan basket, hah ?”Tanya Minho penasaran.

Taemin terdiam sejenak, lalu ia berdiri dan mengambil sebuah bola yang berada tak jauh darinya.

“Karena aku sangat terkesan padanya….”jawab Taemin sambil menembakkan bola tersebut ke keranjang, namun tidak masuk bahkan bola itu tidak sampai ke papan ring.

“Nya ?”ujar Minho. “Nya siapa ?”

“Aku tak tahu….”ucap Taemin kembali duduk disebelah Minho.

“Ck, isshh….”Minho berdecak kesal.

“Waktu aku kecil saat dirawat, aku melihat ada anak kecil yang bermain basket di samping rumah sakit. Kulihat dia begitu asik bermain. Dia keren sekali. Sepertinya ia 2 atau 3 tahun lebih tua dariku. Diam-diam aku senang memperhatikannya….setiap sore ia pasti bermain disana.”tutur Taemin. ”Dan aku benar-benar terhibur melihat permainannya itu.”

“Yeoja ?”Tanya Minho.

Wajah Taemin berseri kemerahan, “Ani..dia namja yang sangat keren.”

“HEE !! Kamu jatuh cinta dengannya ??”pekik Minho hampir terlonjak dari kursinya.

“Wae hyung ?? Aku cuma kagum dengannya. Aku penasaran kenapa ia bisa begitu jago bermain basket padahal dia masih kecil saat itu.”

“Memang umurnya berapa ?”

“Hmm waktu itu aku berumur 7 tahun…yah mungkin kira-kira dia berumur 9 atau 10 tahun, hyung. Tapi saat itu tubuhnya sudah tinggi menjulang dari anak seusianya. Aku melihat dari seragam sekolahnya, dia masih SD, hyung.”

“Kamu tidak pernah memanggilnya atau berkenalan dengannya ?”

Taemin menggeleng. “Tapi sempat waktu itu dia menoleh kearah jendela kamarku. Kurasa ia sadar bahwa aku sering memperhatikannya.”

“Lalu ?”

Taemin menggembungkan wajahnya berusaha mengingat sambil mengerutkan dahinya. “Dia hanya menatapku. Mata kami bertemu. Cukup lama kami bertatapan hingga akhirnya ia berbalik dan berlari pergi begitu saja.”

Minho terdiam dengan wajah serius.

“Lalu hyung, hyuuung..”Taemin menarik-narik lengan Minho meminta perhatian.

“Hmm ?”Minho akhirnya menoleh.

“Huaaaaa aku tidak pernah bertemu dengannya lagi…..!!”ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya. ”Padahal aku ingin bermain bersama….walau nggak mungkin sih…tapi setidaknya aku ingin tahu namanya.”

Minho memperhatikan Taemin yang sedang frustasi itu. Dia menatap Taemin lekat. Ia seperti mengingat wajah itu. Wajah yang sudah lama tak ia lihat.

“Tae..Taemin. Apa dulu rambutmu kau biarkan tumbuh panjang begitu saja ?”Tanya Minho tanpa sadar. Ntah apa yang ada dipikirannya saat itu.

“Eh ?? Hmm…iya hyung. Aku paling tidak suka memotong rambut. Waktu kecil, rambutku selalu panjang bahkan sampai melewati bahuku. Wae ?? Sekarangpun juga kan ? Masih terlalu panjang untuk seorang namja bla bla bla….”Teamin masih saja asyik mengoceh ntah apa.

“…………”Minho tertegun mendengarnya.

”Hyung ??”Taemin menarik ujung lengan kaos Minho begitu Minho tidak menjawab pertanyaanya bahkan tampaknya kesadaran Minho tak lagi bersama raganya.

”Hyung ?… Hyung !… HYUUUUNGGG !!! OMO !! MINHO HYUNG KESAMBET SETAAAANNN !!!!”

—————————–

DOR !

 Hahaha lagi2 saya bawa pistol wat TBC ^_^

okeee~ hope u like this, guys…

Sorry for wrong typo karena emang nggak gw edit  lagi. XP

See you~

51 thoughts on “SECOND LIFE PART 2 / 2MIN-ONKEY

  1. OMO….!!!
    Lee Taemin adik kndung Lee Jinki……?!?!? Pntes aj Onew kwatir bgt ma Taemin….

    Wach, jgn” ank yG dLiat Taemin wkt tU Minho…..!?!?!?!

    Wuiiiiiiichhh, seru seru…….

  2. Huaaa TT_TT taemin sakitt?? Jinjja?? Huaaaa
    Minho kesambet setan wkwkwk
    Next part cuussssss (~‾⌣‾)~

  3. huaaaa keren!!
    aku suka taeminnyaaaah x3
    taemin polos bgt x3 tp sayang dia punya penyakit parah ._. GWS tetem xD

  4. huweeeeeeeeeeee….. my baby sakit jantunggggggg😦😦

    eum….thor…. menurut aq mh alurnya kecepetan buat onew ama tae….. jdi kurang greget gtu……. mian ya thor ^_^v

    emang di korea ada orang kesuruan yah???????

  5. Ternyata yah minho sma taemin kyanya jodohh…
    udah pernah saling kenal antar mata sejak kecil

  6. uuhhh trnyta…
    menarik:) sdkt demi sdkt misteryx mulai trkuak. ahhh itu pasti minho-ya kn?! klian mmng brjodoh 2min:)

  7. mwo?! taemin adik kandung jinki?
    omegot(?)
    namja masih kecil badanya menjulang tinggi, hmmm pasti itu si Minho kan?
    oke next chapp!!!

  8. WAHAHAHAHA CIE TAEMIN FLASHBACK MASA KECIL. xD
    Pasti minho orang yg dimaksud.
    Jinki ngomelin kibum, galak bgt. gue kira si jinki bakalan ngapa2in kibum xD

  9. RUMIT
    Lee Brother ini terlalu oh-so-mistery!!! ck, smg rahasia kalian ini tdk berakhir dng kematian ya?! semoga.
    LIKE IT

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s