[2min/MPREG/YAOI/5-?] Our Precious One


Foreword :

Haaahhh, gue pusing bikin ini. Bukan ceritanya, tapi waktunya. Dan plis guys, jangan terus menerus tanya kapan ff ini, atau WGM 2min, atau OnKey update yaa. Sungguh gue jadi ngerasa terdesak, padahal gue juga lagi ribet mampus sama kampus. Ini cuma gue tulis pas lagi ada waktu aja dan saat otak dan badan gue mau kerja sama. Gue cuma hobby nulis, dan kalo ada hal mendesak yang lebih penting, gue pasti ngenomor duain ini. Semua orang harus memilih kan? Jadi, biarin gue ‘bernapas’ sejenak yaaa. Gomawooo. ILYSM Suunders…

Okei, ini bakalan aneh, entahlah. Maaf Sani.

NB from vienasoma : Yosss… ini ada beberapa kata dari gue!! hehehe! muup untuk cut yang membuat anda semua kesal!! hahaha! saya hanya ingin memainkan perasaan para readers sedikit! supaya agak tegang! kan gak asik klu tbcx gak tegang! jadi yah… saya ubah kata2nya sedikit!! oye……….. pkkx sedikit saja saya ganti!! silahkan baca!!

next FF WGM………….. woy WGM………….. WGM 2min………………….. komeng banyak WGMx saya cepat PUBLISH!!! WGM 2min!!! wkwkwkwkkwkw

Hope you likey…

By : TaeminhoShoulBeReal

CKLEK, pintu di buka perlahan.

Key melihat anaknya sudah tertidur. Ia melangkah mendekat, mencoba memastikan. Wajahnya seperi malaikat, tenang! Sepertinya ia memang sudah tidur. Tangannya ia letakkan di atas perut yang sudah mulai membesar itu.

Key memasukkan tangan Taemin ke dalam selimut dan menaikkan selimutnya sambil mengecup keningnya perlahan. Ia letakkan tangan nya ke perut Taemin, masih ada pergerakan. Ia mengelus perut itu lembut, “ssstttt, sayang. Ini Key. Kau mengenalku kan? Istirahatlah. Ini sudah malam. Umma mu sudah tidur, jangan bergerak terus nanti ia terbangun. Ia sedang lelah. Tapi aku yakin kau pasti menyemangatinya kan?”, perutnya masih terus menunjukkan pergerakan. Kenapa keponakannya jadi gelisah begini? Key melihat wajah Taemin mulai sedikit kesakitan namun ia tetap tidak terbangun. Key measih mengelus perut Taemin, mencoba menenangkan makhluk mungil itu. Apa mungkin….??

Key bangun dari duduknya dan keluar.  cemas.

Di ruang tengah…

“jadi begitu? Kau tidak bohong padaku kan?”

“untuk apa aku bohong? Aku sudah sangat bahagia dengan Taemin dan aku tidak butuh orang lain, apalagi yeoja centil seperti mereka. Dan sekarang Taemin sedang mengandung anakku, hyung!!”

“bicara tentang anakmu, bisakah kau keatas?”, Key tiba-tiba muncul dan bersandar di pintu sambil menatap lekat Minho. wajahnya kelihatan kawatir.

“Key?”

“kau tidak berhasil menenangkan Taemin?“, Jinki berkata takjub. Tumben!

“bukan Taemin, tapi bayi nya………..” sahutnya

“kenapa dengan aegya kami???????” tanya minho kawatir

“ bayi nya……….. bayi nya terus saja bergerak seperti gelisah. Jadi aku pikir mungkin ia rindu Appa nya”, ia memelankan kalimat terakhir.

“darimana kau bisa berkesimpulan begitu? Bayi bergerak bisa karena apa saja kan?”, Changmin bertanya heran.

“dunno. Aku hanya menebak”

“tapi sepertinya benar hyung. Setiap malam menjelang tidur, memang aku selalu mengobrol dengan aegya kami”

“mengobrol?”, Jinki dan Changmin bertanya bersamaan.

“sudahlah. Kalian laki-laki memang tidak mengerti urusan begitu. Cepat kau ke atas sana, nanti Minnie ku keburu bangun karena anaknya yang bergerak-gerak terus!”

Jinki dan Changmin berpandangan. Padahal Key kan juga laki-laki!! Dan ia juga belum pernah mengandung. Dasar anak sok tau!! = =a

Di kamar Taemin….

Minho masuk perlahan diikuti Key dibelakangnya. Tangan Taemin yang tadi dimasukkan Key ke dalam selimut kini terletak diatas perutnya lagi.

Minho menoleh ke belakang menatap Key. Yang ditatap hanya memberikan isyarat dengan wajahnya untuk mendekati Taemin.

Minho berlutut di tepi tempat tidur Taemin, tepat di hadapan perut nya.

Satu tangannya menggenggam hangat tangan mungil itu, dan tangan satunya ia letakkan di atas perut Taemin. Memang pergerakan anaknya cukup keras. Ia melihat ke wajah Taemin, mulai menampakkan titik-titik keringat. Mungkin ia menahan sakit. Minho menghapus nya perlahan, turun mengelus pipi putih itu, sebetulnya tidak tahan untuk mencium bibir cherry itu, tapi sekarang, tugasnya adalah menenangkan aegya mungilnya ini.

Ia mendekatkan wajahnya perlahan ke perut Taemin sambil tidak berhenti mengelusnya.

“halo sayang, ini Appa”, Minho berkata lirih, tidak mau membangunkan sang Umma. Ia merasakan pergerakannya semakin pelan. Minho tersenyum.

“heii, kau rindu pada Appa yaa? Appa juga sangat merindukanmu sayang”, Minho melihat wajah istrinya semakin tenang.

“heii, Umma mu sudah tidur. Kenapa kau belum tidur? Menunggu Appa kah?”, kini pergerakan di dalam sudah sepenuhnya tenang.

“tidur yang nyenyak yaa sayang. Jangan nakal dengan Umma. Kau harus menggantikan Appa sebentar untuk menjaganya karena Appa tidak bisa membantu Umma mu saat ini. Kau masih ingat pesan Appa kan? Appa mencintaimu nak”, Minho mencium perut istrinya, pelan, lembut, hangat.

Minho berdiri, mengecup kening Taemin perlahan, turun ke hidung, lalu bibir cherry itu. Berbisik, “aku mencintaimu, Umma. Tolong, percayalah padaku”.

Ia menyelipkan benda yang daritadi ia bawa. Boneka keroro kesayangan Taemin. Ini yang selalu menemani Taemin dalam tidurnya. Menyelipkan di pelukannya, membetulkan letak selimut pooh itu, mengecup keningnya sekali lagi, “tidur yang nyenyak, sayang. saranghae”.

Berdiri, kemudian berjalan keluar. Key membukakan pintu, “aku akan disini menjaga Taemin sampai besok. Terima kasih karena sudah menenangkan keponakanku”.

Minho mengangguk, “kutitip istri dan anakku Key”.

Ia mengangguk perlahan. Ketika Minho sudah keluar dua langkah dari kamar, Key memanggil, “Minho”, ia menoleh.

“aku percaya kau tidak selingkuh. Taemin hanya….terlalu mencintaimu. Jadi maklumi saja kalau ia jadi cepat salah paham. Dan kuharap kau juga bisa lebih menjaga sikapmu. Ia sedang hamil, jadi jangan membuatnya stress. Itu berpengaruh langsung pada aegya kalian”

Minho menatap Key lekat, “terima kasih karena sudah mempercayaiku, toling beri pengertian pada Taemin yaa Key. Aku berharap besar padamu”

Key tersenyum meremehkan, “memang aku yang paling mengerti Taemin. Jadi kau tenang saja”

Minho tersenyum. Ia tidak bisa menyangkal itu. Biar bagaimanapun, Key adalah ‘Umma’ untuk Taemin. Dan kedudukan seorang ‘Umma’ selalu lebih tinggi dari siapapun kan?

Keesokan pagi….

Taemin mulai terbangun, mengerjapkan mata sebentar. Ah, ini dimana?

Ia bangun dan melihat Key sedang membaca sebuah novel di sampingnya.

“Umma?”, Taemin memanggilnya perlahan sambil melihat sekitar. Aah, ini kamar di rumahnya kan? Mengucek matanya imut.

“annyeong sayang”, Key mengecup kening Taemin, sebuah morning kiss untuk menggantikan Minho.

“ah, keroro-naa”, ia tersenyum senang dan memeluk boneka hijau itu. Pasti Umma yang mengantarnya kesini. Key memang paling luar biasa. Ia bahkan ingat Taemin tidak bisa berpisah dengan boneka nya ini.

Key hanya memandang tingkah anak kecil nya itu. Pasti ia mengira aku yang membawanya. Sudahlah biarkan saja.

“annyeong sayang, tidur mu nyenyak semalam? Waah, kau tenang sekali semalaman padahal Appa mu tidak ada. Hmmm, berarti kau mulai tidak ketergantungan dengan Appa mu kan sayang? Anak pintar!! Kau memang yang paling mengerti Umma”, Taemin mengelus perutnya senang. See, Minho hyung, tanpamu aku juga bisa menenangkan anakku!!

Key hanya melihatnya tanpa berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum kecil. Kau tidak tau saja Taemin

“kajja, mandi sana. Sudah aku siapkan air hangat. Umma kebawah dulu yaa. Habis mandi, langsung turun untuk sarapan”, Key menutup novel nya dan keluar kamar.

Saat di tangga…

Drrttt drrtttt, ponsel Key bergetar.

“yoboseyo Key. Kau sudah menyuruh Minnie untuk pulang?”

Tsk. Dasar kodok bodoh! Dikira gampang memaksa anak kecil seperti Taemin untuk melakukan sesuatu yang belum mau dilakukannya?

“belum. Ia baru bangun. Sabarlah. Mungkin malam baru aku antar ia ke rumah. Hari ini, biarkan ia bersama keluarganya dulu”, Key berkata dingin.

“mwo? Malam?”, terdengar nada protes dari seberang sana.

“kenapa? Kalau kau keberatan, bujuk saja sendiri”, nada Key meremehkan.

“aish, baiklah terserah kau saja. Tapi yang jelas, hari ini ia sudah harus pulang yaa, Key”

PIP…

Tanpa menjawab Key mematikan sambungan telfon nya. Dasar kodok cerewet!! Aku tidak suka diperintah!!

Satu hari itu, Key mengajak Taemin berbelanja bulanan dan untuk kebutuhan Taemin di rumah Key. Kapan lagi ia bisa mengajak Taemin jalan-jalan? Biasanya selalu dilarang keras oleh kodok belo itu. Tapi mumpung ia dan Taemin kali ini satu kubu, jadi yaa apa salahnya. Toh, Key juga diwanti-wanti Jinki untuk tidak berlebihan!! Ia pun juga mengurangi 3 jam dari waktu belanja normalnya!!!

Sesampainya di rumah, hari sudah sore.

Mereka bertiga, Taemin, Key dan Jinki sedang bersantai di gazebo taman mereka sambil minum teh. Taemin sedang merendam kakinya dengan air hangat sambil memeluk boneka keroro nya seperti biasa, mengurangi rasa pegal akibat jalan-jalan tadi. Berat badannya semakin naik saja dan ia mulai frustasi lagi melihat bentuk tubuh nya kini. Apalagi jika disandingkan dengan Key, hauuuhhh, persisi angka 10 !!! ia masih frustasi akibat kejadian kemarin malam., ditambah pagi ini ia melihat timbangan, beratnya naik 2 KG dari 2 hari yang lalu!! Jadi 1 hari 1 KG?? aigoooo!!!! Ikut Key jalan-jalan juga sebetulnya ingin mengurangi berat badannya. Tapi begitu ditimbang ulang, berat badan tidak berkurang, malah capek dan lelah yang didapat!! Menyebalkan!! Ia bingung apa sih yang menyebabkan berat badannya begitu cepat naik? Padahal dulu ia termasuk orang yang paling susah gemuk!! Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

Sementara di sebelahnya, Jinki menoleh pada Key yang menyeruput teh nya sambil berpikir bagaimana caranya membujuk anak ini pulang,

“Taemin”, panggil Key pelan.

Tidak ada reaksi. Taemin kini masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Jinki dan Key berpandangan.

“Taemin”, kali ini Jinki yang memanggil dengan lebih keras.

“a-ah? Nee, hyung”

“sedang memikirkan sesuatu?”

“aniii”, Taemin menunduk.

Kedua orang itu menghela nafas. Lagi-lagi bohong.

Key bangun dan duduk di sebelah Taemin. Memegang wajah mungilnya, memaksa memandang mata kucing itu.

“ada apa?”

Melihat Key begitu dekat, Taemin malah jadi semakin iri. Kenapa ia bisa punya badan yang begitu bagus?

Ia mempouted kan bibirnya.

“aniyooo, Umma. Aku hanya masih berfikir soal kejadian kemarin malam”, ia kembali menunduk sedih.

Hhhhh, Key menarik nafas. Bagaimana lagi meyakinkan anaknya ini kalau si kodok itu hanya mencintai Taemin seorang?

“kenapa kau masih saja mengingat hal menyebalkan begitu sih Minnie?”

Taemin mengangkat bahu, “entah. Tiba-tiba terlintas begitu saja”, ia kembali bersandar dan memejamkan matanya.

Pikirannya mulai aneh semenjak kemarin malam.

“kau percaya bahwa suamimu selingkuh?”, kali ini Jinki yang bersuara.

“aku hanya mengambil kesimpulan berdasarkan yang kulihat”

“tau kah kau kalau mata kadang tidak melihat hal yang sebenarnya?”

Taemin menegakkan duduknya, “aku tidak mengerti, hyung”

“mata manusia terkadang hanya melihat hal yang terjadi diluar padahal itu bukan kejadian sebenarnya. Gunakan mata hati dan nurani mu Taemin. Apa kau merasa suami mu berselingkuh? Mata hati sebenarnya jauh lebih bijak dalam memandang berbagai hal, dan ia tidak pernah berbohong. Hanya manusia terkadang terlalu gengsi dan egois untuk mendengarkan pendapatnya, melihat pada kenyataan. Kau hanya bertahan atas sesuatu yang kau ingin yakini!! Tapi apa? Yang terjadi seperti sekarang kan? Kalian malah bertengkar. Kau sudah salah paham. Aku memang tidak melihat kejadiannya, tapi aku percaya pada Minho kalau ia benar-benar tulus mencintaimu. Aku, orang luar saja percaya, Taemin. Key juga aku yakin percaya pada suamimu. Karena apa? Karena kami dapat melihat ketulusan dari seorang Choi Minho dalam memperlakukanmu. Kenapa kau malah yang tidak mempercayai nya? Ia pasti sedih dan bingung semalam. Kejadian kemarin kau pikir ia yang merencanakannya? Para yeoja itu datang begitu saja kan? Jangan mempertahankan keegoisanmu hanya untuk memenangkan pendapatmu, Taemin. Saat ini kau bukan seorang diri, kau punya dia”, Jinki menunjuk perut Taemin.

“anakmu butuh Appa nya. Jangan hanya karena kesalah pahaman kecil seperti ini membuat makhluk kecil mu itu kehilangan sosok Appa nya. Itu terlalu kejam untuk nya, sayang”, Key mengelus kepala Taemin.

Taemin menunduk, air matanya jatuh. Ia memang tau kalau ia salah, ia bodoh, dan ia egois. Tapi mereka tidak mengerti apa yang jauh dirasakan Taemin selain rasa bersalah. Taemin malu menemui Minho!! Sangat!! Ia malu tingkah childish nya, ia malu akan bentuk badannya yang sudah tidak seperti dulu, dan yang baru ia sadari, ia malu karena ia NAMJA!!! NAMJA YANG HAMIL DAN ITU ANEH!!!

“ssstttt, uljima Minnie”, Key meletakkan kepala Taemin di bahunya.

“kuantar kau pulang, maukah?”

Taemin tidak menjawab. Key menatap Jinki, dan Ia memberikan isyarat mengembalikan Minnie ke rumahnya, tempat yang memang untuknya.

Ia memeluk tubuh Taemin dan menuntunnya ke mobil.

Disaat yang sama…

Kriiing…

“yoboseyo? Istriku sudah pulang?”

“belum tuan muda”

Shit!!

“gomawo”

Minho membanting ponsel nya ke jok sebelah.

“mana janji mu Key? Katanya mau mengembalikan Taemin sebelum malam?”

Minho segera mengeluarkan mobil nya dari area kantor dan langsung menuju rumah keluarga Lee. Kalau aku tidak bisa mengandalkan orang lain, maka aku sendiri yang akan berbuat!!!

Begitu sampai, tanpa memasukkan mobil, Minho turun dan segera masuk.

“Jinki hyuuung? Keeeeyyy!! Taemiiinnn”, suaranya sedikit berteriak.

“kau ini ada apa siih teriak-teriak di rumah orang”, Jinki muncul dari taman belakang.

“hyung, katanya kau mau mengantar Taemin pulang. Kau sudah janji padaku kan? Sekarang mana buktinya? Taemin belum pulang!!”

Tsk. Dasar namja emosian!!

“Taemin sudah pulang. Ia tidak ada disini”

“jangan bohong hyung. Taemin belum ada di rumah!!”

“jangan menguji kesopanan ku padamu Choi Minho!! Ia baru saja diantar Key pulang”, Jinki menjawab dengan nada yang sangat dingin.

Minho terdiam. Kalau baru saja diantar pulang, berarti saat ini menelfon, memang Taemin belum ada di rumah. Ia menunduk, “mianhaeyo hyung. Aku hanya…..”, Minho tercekat.

“aku tau kau cemas dan rindu pada nya dan aegya kalian. Tapi jaga emosi mu. Biar bagaimanapun aku ini kakak iparmu, dan kau sudah seharusnya menghormatiku. Aku tidak akan dan tidak bisa menolak Taemin disini. Karena ini juga rumahnya. Tapi aku sudah berusaha sebisaku untuk membujuknya pulang, jadi tolong hargai itu! kau tau membujuk Taemin sama sekali bukan perkara mudah!!”, Jinki berkata semakin dingin.

Minho tidak menjawab apapun karena kali ini, memang ia yang salah!

“cepat pulang, perbaiki sifatmu. Aku tidak mau melihat adikku seperti semalam, arrasso! Sekali lagi ia mengeluh karena kelakuanmu, aku tidak segan-segan membawanya pergi ke tempat yang kau tidak tau! Jadi JAGA ADIKKU BAIK-BAIK!!”, Jinki sangat menekankan 3 kata terakhir.

Minho mengangkat kepalanya, “aku berjanji hyung. Percaya padaku!”, Minho meyakinkannya.

“tidak usah repot-repot karena aku memang sudah mempercayaimu. Yang aku dan Taemin butuhkan sekarang adalah, pembuktian!! Jangan cuma bicara! Aku tidak suka namja yang hanya bisa omong kosong apalagi itu menyangkut adikku!! Dia memang terlihat lemah dan rapuh, TAPI AKU TIDAK!! Jadi kalau kau menyakitinya, kau tidak akan berurusan dengannya, tapi DENGANKU!! Arrasso?”

Jinki meninggalkan Minho di ruang tengah dan naik ke atas.

Minho sekarang tau bahwa ia belum menjadi suami yang terbaik untuk Taemin.

Di rumah Minho dan Taemin….

“aku pulang yaa Minnie. Minta maaf pada suami mu, arrasso?”, Taemin mengangguk lemah.

“sudah jangan sedih, jaga kandunganmu baik-baik. istirahatlah”, Key melihat jam tangannya.

“sepertinya Minho sebentar lagi pulang. Sambut ia dengan wajah ceria, oke? Dadah sayang!! Aku pulang yaa baby”, ucapnya sambil mengelus perut Taemin.

“gomawo Umma”

Ia hanya mengedipkan mata sambil tersenyum dan keluar.

Hhhh, Taemin menutup pintunya dan menuju ke kamar mereka.

Beberapa saat kemudian, Minho sampai di rumah.

Ia berlari masuk dan melihat ke kamar.

Minho melihat Taemin sedang duduk di tepian tempat tidur, dan memandang ke lantai.

Ia perlahan masuk, dan duduk di sebelah Taemin.

Taemin sebetulnya tau suaminya datang. Tapi entahlah, ia tidak tau harus berkata dan berbuat apa.

Mereka sama-sama terdiam dan malah memandang lantai.

Hhhh, kenapa suasananya jadi awkward begini?

“aku merindukanmu”

“aku minta maaf”, mereka bicara bersamaan.

Minho memandang Taemin, tapi Taemin tak mampu membalas tatapan itu.

“seharus nya aku yang minta maaf karena tidak mendengarkanmu. Kalau kita tidak datang ke reuni itu, kejadian waktu itu tidak akan ada”.

“dan hubungan kita akan baik-baik saja”, Minho melanjutkan sambil meraih tangan Taemin, menggenggamnya erat.

Taemin melepaskannya, “kau mau makan malam apa hyung?”, ia berdiri dan bersiap keluar untuk membuat makan malam.

Hhhh, Minho menghela nafas panjang.

“apapun yang kau buat pasti istimewa untukku”

“sebentar hyung, aku buatkan makan malam”

Minho hanya mengamati punggung Taemin yang lama-lama menjauh. Kau kenapa sayang? Masih marah kah padaku? Ia berniat menelfon Key, tapi pasti ia yang akan kena semprot. Sudahlah, kuhadapi sendiri saja!

Di dapur mereka tidak berkata apa-apa. Taemin memasak dalam diam, dan Minho pun tidak tau harus berkata apa menghadapi dinginnya Taemin. Ia selama ini mengenal Taemin sebagai orang yang hangat, manja dan menggemaskan, tapi jika begini? Bagaimana menghadapinya?

“Taemin?”

“nee hyung?”

“saranghae”

Taemin terdiam.

 Minho melangkah mendekati Taemin, membalikkan paksa tubuh mungil yang begitu dirindukannya. Ia menangkup wajah Taemin, memaksanya untuk menatap mata elang Minho.

“saranghae sayang”

Pandangan Taemin terkunci. Pandangan itu masuk, serasa mengaduk-aduk perasaannya, mencari sesuatu. Jawaban!!

“kau tidak lagi mencintaiku?”

“aniyoo”, Taemin menjawab lirih.

“lalu kenapa?”

“apanya?”

“kenapa kau bersikap seakan mengacuhkan ku? Kau masih marah karena yeoja itu? mau kuantar kerumahnya agar kalau perlu ia berlutut meminta maaf padamu?”, suara Minho mulai meninggi. Ia tidak suka Taemin yang mengacuhkannya.

Ssshhhh, tangan Taemin tiba-tiba memegang perutnya, sakit!

Tapi Minho seolah tidak melihat itu….

Andai Minho hyung tau. Aku malu bersanding dengan mu hyung!! Ingin kuteriakkan kata-kata itu.

Aegya nya semakin bereaksi.

Minho masih terus menatap nya intens!!

“kau tau kalau aku mencintamu dan hanya kamu kan Taemin?”

AKU TAU HYUNG!!

“sudah sejauh ini, kumohon jangan buat aku untuk memulai dari pertama untuk meyakinkanmu Taemin, kumohoooonnn!!!”, Minho memeluk tubuh mungil itu erat.

Namun tiba-tiba….

“Taemiiiiiinnnn”

TeBeCe……..

Yaaak, bunuh aja gue, gue tau ini jelek!! Tau ah, gue lagi pusing. Sani, maaf OPO nya jadi begini. Viena (Appaa), maaf ga sesuai keinginan. Aku ga tau, cuma asal nulis dan hasilnya malah begini. Eerrrggghhh.

RCL yaa *engga juga gpp deh*

Tha_tha Babaiii…

Viena (Appaa), maaf ga sesuai keinginan. jawab ; hah???????? manax yang gak sesuai?? ckckc ini udah DAEBAK banget! sumpah!! appa doyaaaaannnnnn *joget india*

122 thoughts on “[2min/MPREG/YAOI/5-?] Our Precious One

  1. Huuh akhirnya taemin balik lagi kerumah,,tapi kenapa tae masih harus malu bersanding sama minho,,oh ayolah tae minho mencintaimu bukan karna kamu cantik,,tapi emang luu cantik siih,,minho mencintaimu tulus dari lubuk hatinya #ciieeellah

  2. Ini taeminya udah mau pulang kerumah tapi kenapa kok kayaknya masih ngambek gitu sama siming, apa taemin masih malu tau masih ragu?? Tapi ini taeminnya kenapa lagi?? Pingsan kah?? Kasian kandungannya

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s