FF/ SECOND LIFE PART 3 / 2MIN-ONKEY


SECOND LIFE  3 of ?

Genre : Romance, Drama family, Little  angst, YAOI

Rate :  BO(?), PG-17

Author : Kei

Cast : Taemin, Onew, Minho, Key

Support cast : Jonghyun, dll

Tags : 2Min, Onkey

Length : Sepanjang-panjangnya punya Minho, hahaha

WKWKWK mian yah..mungkin di Part ini gw akan sedikit menghancurkan imej bias kalian (bias gw juga noh) …saking polosnya. ckckck

Sedih sihh yang komen dikit, emang FF saia abal and jelek. T_T

Makasih yang udah mau baca… *big hug

Oyah ALL AUTHOR POV yahh… Siipplah !

NO SR !

NO PLAIARISM !

NO BASHING !

Enjoy this, guys !!

——————-

“Nggak mungkin !!”ucap Minho begitu masuk kekamarnya dan membanting pintu hingga menutup.

“YA ! Ada apa, hah ?! Kau membuatku kaget ! Lihat karena ulahmu, telur yang sedang kupegang jadi jatuh ke lantai dan pecah !”pekik teman sekamarnya yang tidak lain adalah KEY.

Karena Jonghyun pergi ke cina, akhirnya Minho dipindahkan untuk sekamar dengan Key. Kenapa bukan Onew ?? Apa karena untuk mencegah perbuatan yang iya-iya-dong ? Haha bukaaann…(nggak perlu sekamar juga mereka mah bisa *ehem*dimana aja… NINJA GETOH ! haha *dilempar ulekan) Onew hanya terlalu concern pada dongsaengnya sehingga ia memutuskan untuk mengawasi dan membantu Taemin atas ’kekurangan’nya itu.

“Aissh…”desis Minho dan melangkah menuju kamar mandi tapi sebelumnya ia meletakkan tasnya begitu saja disofa. “Aku lupa sekarang aku sekamar dengannya..”gumam Minho.

“Ck, dasar….kenapa cowo-cowo itu suka membanting pintu dan berteriak sih ?!”omel Key sambil membersihkan lantainya yang kotor. “Aahh..terkecuali aku.”cengirnya.

Sementara itu di dalam kamar mandi Minho hanya duduk di toilet tanpa melakukan apa-apa. Cerita Taemin tadi terngiang-ngiang dikepalanya. Kenapa bisa begitu sama dengan yang ia alami ?? Tapi…

“Beda. Pasti berbeda. Pasti yang tadi hanya kebetulan saja…kebetulan sama..”gumam Minho meyakinkan dirinya sendiri sambil mengatur napas dan mengelus dada.

“Ki Bum-ah…”Onew masuk ke kamar tersebut. Sambil tersenyum dan menyembunyikan sebelah tangannya dibelakang punggung.

“Ah, Jinki…Aku sedang memasak.”jawab Key yang sibuk mengaduk adonan kue.

“Kau buat apa ?”Tanya Onew sudah berdiri di belakang Key.

“Aku mau buatkan my baby kue coklat.”tanpa menghiraukan Onew, Key asik memasukkan bahan-bahan dan terus mengaduk.

Onew menggembungkan wajahnya kesal. Ia tak suka tak diperhatikan terlebih ketika mood-nya sedang sangat bagus seperti saat ini.

Tiba-tiba Onew tersenyum nakal, ia memeluk Key dari belakang dan mencium lehernya.

“YA ~!”Key tersentak kaget dan berbalik menatap Onew.

Tapi tiba-tiba saja Onew menempelkan bibirnya ke bibir Key.

“YA ! Andwe~!”pekik Key mendorong tubuh Onew menjauh darinya. “Kau nakal ! Kenapa tiba-tiba…hmmph…”

Lagi-lagi Onew menempelkan bibirnya ke bibir Key dan menyesapnya lebih dalam. Key memberontak sesaat namun akhirnya ia menikmati juga. Cukup lama mereka seperti itu.

“Ada apa ?”Tanya Key akhirnya setelah Onew melepaskannya.

“Hehehe…Happy birthday, yeobo.”ucap Onew mengeluarkan sebuah bucket bunga mawar merah dan menyodorkannya ke Key.

“MWO ?”Key mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya. “Apa hari ini hari ulang tahunku ??”

Onew mengangguk sambil tersenyum. “Masa kau lupa sih…Pabo~”Onew mencubit pipi Key gemas.

“Waahh aku benar-benar lupa ! Makasi yeoboku tersayang….”Key mengambil bunga itu dari tangan Onew.

“Harum~~”ucapnya lagi begitu ia mencium aroma bunga tersebut.

“Hanya itu ? Hanya terima kasih yang kudapat ??”tuntut Onew kecewa berat.

Key menyipitkan matanya, “Kau mau apa, hah ?!”

“Aku mau kamu….”ucap Onew seraya memeluk Key dan mulai menciumi lehernya.

Key meronta, “Andwe ! Andwe ! Jeongmal andwe ya !!!” Onew diam saja bahkan ia mengigit kecil leher Key. “SHIROOO !!!!”teriak Key sambil berusaha melepaskan pelukan Onew yang sangat erat.

“Wae ?”bisik Onew lalu menjilat kuping Key.

Key sedikit bergidik geli, namun sebelum ia benar-benar terbawa permainan Jinki, alam sadarnya buru-buru menyuruhnya bertindak. “PABO YA !!”Key menggeplak kepala Onew. “Kau kenapa, hah ?! Pasti kau habis menonton film yang tidak-tidak !! Kau menyeramkan, Jinki ! Sana cuci mukamu !”perintah Key yang berhasil lepas dari pelukan Onew sambil bertolak pinggang. “Atau kau mau sekalian otakmu kucuci juga ?!”sambil mengacungkan whisk kedepan muka Onew.

Onew menghela napas, “Aku hanya bercanda Ki bum ah… jangan marah ya ? Pliiis…”ucap Onew memelas.

“Dasar. Aku….”kata-kata Key terputus begitu ia melihat sesuatu diseberang ruangan.

Minho.

Ya. Minho menonton adegan mereka tadi secara langsung.

Minho tersenyum sambil melambaikan tangan.

“Minho ?!”pekik Key. “Aigoo~aku lupa kau sudah pulang !”

“…..”Onew diam membatu.

“Hahaha, tenaaang…aku tidak merekamnya kok. Makanya liat situasi dulu kalau mau mesra-mesraan.”ucap Minho berbalik badan dan menyetel TV.

“Aku…aku pulang dulu.”ucap Onew dan berlari keluar.

Key terbengong melihat Onew yang tiba-tiba saja lari kepintu dan menghilang dibaliknya. Butuh beberapa detik untuk menyadarkannya kembali kedunia nyata. “YA MINHO ! KAU MELIHAT SEJAK KAPAN ?!!”

“Hmm…sejak kau bilang kalau kau lagi memasak. Trus…truuuss…”

Key memegang kedua pipinya yang memerah. Wajahnya terasa panas.

”Dan kau tahu ? Hari ini adalah tanggal 23 Mei. Kau telah ditipu…atau kau sengaja berpura-pura tidak tahu ?? Agar….”

BUG

Tiba-tiba blender mendarat di kepala Minho.

ASTAGA !

——————————–

“Sakit hyung ?”Tanya Taemin yang mengunjungi Minho diklinik sekolahnya. Yap…kepala Minho cedera akibat lemparan blender dari Key.

“Untung kepalaku keras, jadi tidak apa-apa.”ucap Minho.”Hanya pusing sedikit.”

”Untung blenderku nggak kenapa-napa….”ucap Key pelan. Taemin meliriknya sinis.

“Yakin tidak apa-apa ? Siapa tahu cedera di dalam ? Kalau terjadi pendarahan gimana ?”ucap Taemin khawatir.

“Minnie kau tidak usah cemas begitu. Dia bilang tidak apa-apa ya pasti baik-baik saja.”potong Key.

“Umma jahat sekali melempar hyung dengan blender !”tuntut Taemin. “Umma menyeramkan…”

Mendengar kata-kata Taemin barusan, Key sangat terkejut. Ia hanya bisa melongo parah.

“Taemin ah…kali ini yang salah aku kok. Bukan umma-mu..sana minta maaf !”ucap Minho yang melihat Key seakan nyawanya telah terbang dari tubuhnya.

“Jinjja ?? Emang hyung melakukan apa ?”Tanya Taemin imut.

Minho menggaruk tengkuknya pelan, ”Tadi aku sedikit bercanda dengannya tapi ternyata aku keterlaluan.”jawab Minho melirik Key yang masih terbengong-bengong.

Taemin menoleh ke arah Key yang masih belum pulih dari syoknya, “Umma mianhae…jeongmal…”Taemin merangkul Key yang sedari tadi diam. “Hehehe…just kidding, ummaaa…”cengir Taemin mencubit pipi Key pelan.

Sukses membuat Key menoleh padanya, “Minnie pabo !”ucap Key yang tak sengaja memukul dada kiri Taemin.

“Akh !”Taemin langsung mengerang, dan refleks mencengkram dadanya tapi untung tadi hanya pelan. Kalau sampai blender yang terbang, mungkin lain cerita. “Umma memang mengerikan…”gumam Taemin sedikit meringis.

“Minho ya, kurasa aku tidak perlu menjahit mulutmu kan ?”Key mengerling tajam padanya.

“Mulut ?”sambar Taemin. “Kenapa mulut ?”

Minho membelalak namun akhirnya mengerti arti pandangan Key itu. “Ne~ Arassou…..”

“Good boy !”sorak Key meperlihatkan deretan giginya yang rapi.

Tinggallah Taemin yang bertanya-tanya. ”Ummaaa ??” Taemin jadi khawatir akan keselamatan Minho yang satu kamar dengan ummanya itu. ”Jangan-jangan setelah blender, bisa saja kulkas yang terbang gimana ??”pikir Taemin takut.

”Sudahlah Minnie, aku mau kembali ke kamar. Kata dokter dia baik-baik saja. Kau juga sudah boleh kembali, Minho.”ucap Key berjalan ke pintu. ”Masih ingat jalan ke kamar kan ?”tanya Key masih sinis. Dia memang Miss jutek. Ckckck *salaman ama Onew saluuuuttt..

Minnie mengerucutkan bibirnya melihat tingkah si umma yang pergi begitu saja, lalu cepat-cepat membantu Minho yang beranjak bangun dari ranjang.

”Aku baik-baik saja Minnie…gomawo.”ucap Minho sambil tersenyum.

”Eh ?”

”Wae ?”Minho merangkulkan lengannya di bahu Taemin untuk sedikit menopang tubuhnya yang masih sedikit lemah. Jujur saja tadi itu sangat sakit. Dia pikir kepalanya akan pecah atau bocor namun ternyata blender tadi tidak memberikan luka yang berarti, hanya sedikit benjol di jidatnya.

Taemin masih terbengong mencerna perkataan Minho barusan. Ia merasa aneh dipanggil Minnie oleh Minho. Pipinya panas…tapi satu yang ia tahu, ia senang. Ia tidak memungkiri itu ntah kenapa rasanya sangat manis. Berarti kini Minho sudah menganggap hubungan mereka lebih dekat, eoh ?

Berharapkah kau Taemin ? Eum ?

Untuk apa ?? Berharap apa ?

Tapi ternyata setelah itu Minho tak pernah memanggilnya seperti itu lagi. Bahkan setelah dia memanggil Minnie, dia kembali memanggil Taemin dengan Taemin ah atau terkadang Taeminnie tapi tidak pernah dengan panggilan kecilnya.

Atau dia hanya salah dengarkah ?

—————————————

2 hari setelah kejadian mengenaskan itu luka di kepala Minho telah sembuh dan dia sudah bisa beraktivitas kembali. Dia baru saja kembali ke kamar setelah pulang berlatih, tapi..

“YA Jinki ! Hey, pelan-pelan !”teriak Key.

“Hahaha….”terdengar tawa Onew yang sumbang.

“Tanganmu itu kemana, HEY ! YA YYA ! Aissh…Aaakkhh !!!!!”

“Pelankan suaramu….”bisik Onew.

“GELIIIIII !!!!!!!!!!!”

”Sekarang ya Baby ?”

……..

”Aakhh Sakit Jinki…SAKhhmmph…”

”Sshh….aku suka kamu Key….hhh…semuanyaaahhhh….”

”Ji..Jinki..hhh…aa..ahh…aku ju…..aaakhh !!”

”Mwo baby…?? hhmmh….”

”Sa..sarang…hhhhae…nnghh”

”Good…hehe..hhmm…”

”Ffaassteerrhhh..aahhh…yes Jinki…OH OH !! AAAHHH….”

…?? Minho mengangkat alisnya.

“Apa yang mereka lakukan ??! Dasar….”gumam Minho yang hendak masuk ke kamarnya namun terhenti di depan pintu. “Bahkan mereka sampai menguncinya ? Ckckck benar-benar ! Sepertinya mereka lupa kalau aku juga pemilik kamar ini…”akhirnya Minho memutuskan untuk kembali ke hall.

“Bermain basket lebih menyegarkan daripada…..ck, MWO !”Minho menepis jauh-jauh bayangan Onew dan Key yang entah sedang apa berduaan dikamar yang terkunci. “Apa yang kau pikirkan Choi Minho ?!”ujarnya sambil menjitak kepalanya sendiri.

Ketika berjalan disepanjang koridor asrama menuju hall, langkahnya terhenti begitu melihat sesosok bayangan yang tengah mengendap-endap mencurigakan.

“Eh ?? Siapa itu ??”Minho membuntuti. “Apa dia siswa sini ?? Atau…JANGAN-JANGAN MALING !!?”

Minho ikut mengendap dibelakang sosok itu. Setelah hampir dekat dan semakin dekat…

“Taemin ah !”panggil Minho begitu ia tahu siapa sosok yang mencurigakan itu.

“HAH !”Taemin langsung memutar badan. “Hyung..?”pekiknya kaget bukan main.

“Sedang apa kau disini ? Mengendap-endap ??” Minho menghampiri Taemin yang bersandar ditembok.

“Hyung mengagetkanku ! Aku tidak suka…”tutur Taemin sambil mengelus dadanya karena terkejut. “Kalau jantungku copot dari tempatnya bagaimana ?!”omelnya lagi.

“Mian mian…”Minho mengacak rambut Taemin.

Heee ?? Sejak kapan dia berani melakukan hal itu ??

Minho sadar akan perbuatannya, “Eissh…mian…”dia menarik tangannya dari kepala Taemin.

“Yaa…nggak apa-apa.”ucap Taemin sambil membereskan poninya yang menutupi mata.

“Kau mau kemana ?”Tanya Minho. “Kenapa kau mengendap-endap begitu ?”

“Aku ?? Ee…anu…aku mau keluar hyung..”

“Keluar ? Kemana ?”sambar Minho cepat.

Taemin terdiam. Harusnya dia jangan sampai ketahuan siapa pun. Tapi, bahkan sebenarnya ia tak tahu dimana pintu keluar dari asrama sekaligus kampusnya itu.

“Aku mau jajan hyung. Bosan… Oh ya, jangan bilang-bilang Onew hyung yah ? Yah yah yah ??”

“Wae ?”

Taemin menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dia sama sekali tidak menyiapkan alasan apapun untuk apa ia keluar.

“Onew hyung tidak mengijinkanku kemana-mana karena aku ini tidak tahu arah. Dia takut aku hilang mungkin.”jawab Taemin sambil menaikkan bahu dengan muka innocent. Padahal ia sangat tahu mengapa Onew melarangnya. Selain Taemin tidak tahu arah, diluar terlalu bahaya untuk seorang bocah yang tidak tahu apa-apa seperti dirinya. Ini adalah pertama kalinya ia keluar dari rumah selama hampir seumur hidupnya.

“Kakak sepupumu itu protektif sekali sih. Padahal dia sendiri sedang sibuk dan enak-enakan.”ucap Minho.

“Hah ? Memang Onew hyung dimana ?”

“Sedang bersama umma-mu.”singkat Minho. “Hey, mau kuantar ? Aku sedang tak ada kerjaan.”

Raut wajah Taemin berubah cerah. Tapi tiba-tiba ia teringat. Kalau bersama Minho, ia tak akan bisa pergi kesana.

“Kau mau kemana memang ? Mini market ?”

Taemin menggaruk kepalanya lagi, “Kesananya kapan2 saja deh. Sepertinya tidak akan apa-apa kalau tidak membelinya sekarang. Lebih baik jalan-jalan keluar untuk melihat-lihat kota ! Horee !”sorak Taemin dalam hati. “Ok hyung. Temani yahh….”pinta Taemin sambil tersenyum.

Minho mengerjapkan matanya bingung melihat bocah ceria yang berdiri dihadapannya ini, “Kkaja !”ajaknya membalas senyum Taemin.

……………….

“HOAAAAA !!! Itu apa ?”sorak Taemin. “Yang itu apa hyung ?? Hyung kalau yang itu ? Hyung kita kesana yuk !”

Persis seperti anak kecil yang dibawa ke taman bermain begitu excited melihat permainan-permainan yang ada. Namun ironisnya Taemin sudah sangat bersemangat begitu diajak jalan ke kota. Bahkan itu baru sebagian kecil dari Seoul.

“Ya ampun anak ini….”gumam Minho. “Jangan-jangan dia belum pernah ketaman bermain yang sesungguhnya ?!”

“Waa ini untukku ? Jinjja ?”Tanya Taemin begitu ada seorang badut yang memberinya balon dan permen. Sepertinya sebuah produk yang sedang promosi. “Kansamhamnida !”seru Taemin dan membungkuk 90 derajat.

”….”Minho terpana melihatnya. Taemin asik memotret setiap benda yang ia lihat bahkan tong sampah sekalipun karena bentuk-bentuknya yang lucu. “Aigoo~ anak ini….”tapi akhirnya Minho tersenyum melihat tingkahnya. Ia mengejar Taemin dan menggandengnya. “Nanti kau hilang.”ucapnya.

Taemin hanya tersenyum, “Gomawo hyung…”

Mereka berjalan-jalan tak jauh dari asrama, tapi Taemin benar-benar sangat bahagia. Senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya. Setelah lelah, mereka duduk dibangku taman.

“Kau haus ?”Tanya Minho.

“Hhhaahh…iya…”jawab Taemin sambil mengipas wajahnya dengan leher kaosnya. Ia mendongakkan wajahnya kelangit sambil menutup mata merasakan angin yang bertiup semilir. Untung saat itu matahari mau bersekongkol dengannya dan bersembunyi dibalik awan sehingga hari tidak terlalu panas. Karena selama ini ia hanya berada di dalam ruangan, tubuhnya belum terbiasa dengan matahari, bisa-bisa ia pingsan kalau terkena panasnya. “Gomawo hyung…”

Minho tersenyum dan mengacak rambut Taemin. “Aku beli dulu. Tunggu disini ya ?”

“Uhm.”Taemin mengangguk dan Minho pun pergi.

Ditaman itu banyak sekali anak kecil yang  bermain dan berlarian. Fasilitasnya memang cukup bagus. Taemin diam memperhatikan. Dia tersenyum melihat anak-anak itu. Lama-lama pikirannya tenggelam pada masa lalu.

“Kemana aku yang dulu saat aku seumuran mereka ??”gumamnya sedih. Teringat saat ia harus tinggal dirumah sakit. Tak bisa turun dari ranjang dan hidup hanya bergantung pada kabel2 dan selang.

“Tak bisakah kalian mengoperasinya ?? Semahal apapun pasti kami bayar ! Tolong carikan pendonor untuk anakku.”ucap seorang laki-laki berumur sekitar 35 tahun.

 

“Maaf tuan.. Ini memang berat. Tapi kondisi anak anda memang sangat lemah. Kalaupun kami mengoperasinya, hanya ada 2 pilihan. Dia meninggal dimeja operasi atau meninggal beberapa saat setelah operasi itu berhasil.”jawab sang dokter yang menangani anak dari tuan yang kaya itu.

 

Mendengar itu si tuan kaya tadi mengepalkan tangannya kuat-kuat dan mengatupkan mulutnya rapat2 hingga rahangnya menegang.

 

“Rumah sakit ini buruk sekali !”ucapnya berbalik untuk pergi. “Aku akan memindahkan anakku keluar negeri !”

 

“Tuan…”panggil dokter tadi dan si tuan kaya itu berhenti melangkah, “Kemana pun anda membawanya, itu akan sama saja. Yang menjadi kunci hidupnya adalah anak anda sendiri..”

 

Tes…

Tiba-tiba air mata menetes dipipi Taemin.

“Aku ingat…Begitu mendengar kata-kata dokter itu, perlahan-lahan aku melawan sakitku. Aku mulai bersemangat untuk hidup. Yang menentukan hidupku adalah aku sendiri.”gumam Taemin sambil meremas celana jinsnya.

Semenjak itu, seperti sebuah keajaiban kondisi Taemin membaik dan ia bisa dirawat dirumah. Tapi orangtuanya yang terlalu sayang padanya itu, yang baginya telah merenggut masa-masa kecilnya, selalu bepergian dan meninggalkan Taemin sendiri dengan beberapa pelayan dan dokter. Mereka lega karena kondisi Taemin membaik, mereka siap bepergian untuk berbisnis bahkan sampai keluar negeri. Tapi hal yang paling dibenci Taemin adalah ia sama sekali tidak diperbolehkan keluar rumah bahkan kamarnya sekalipun.

“Ketika aku tidak sadar dan bergelut dengan kematian…kalian sangat mencemaskanku. Mati-matian memohon kepadaku untuk kuat, untuk berusaha, dan kalian memohon pada dokter untuk menolongku. Tapi begitu aku perlahan membaik, kalian malah meninggalkanku….padahal aku bertekad untuk sembuh adalah karena ingin bersama kalian appa…ahjumma…”gumam Taemin sambil menghapus airmatanya.

“WAE ??!”teriak Taemin tiba-tiba. Membuat orang sekitarnya menoleh ke arahnya. Minho yang baru kembalipun bingung melihatnya.

“Taemin ah ! Gwaenchana ?”

Taemin menoleh, “Ah hyung … gwaenchana yo. Hehe… emm…itu untukku ?”Taemin menunjuk strawberry milk yang ada ditangan Minho.

“Ya ini untukmu.”Minho menaruh strawberry milk itu ditangan Taemin, lalu duduk disebelahnya. “Hmm..hey ! Kau menangis ?!”pekik Minho begitu melihat bekas airmata diwajah Taemin.

“Ma..masa ??”Taemin mengusap-usap pipi dan matanya. “Enggak ko ! Untuk apa aku menangis ?! Haha. Kan kata orang, kalau sedang senangpun airmata bisa mengalir, hyung…”ia segera meyesap susu ditangannya, “Waahh enak sekali !!”ucapnya dengan mata membulat dan wajah berseri.

“Jinjja ? Segitu enakkah ?”Tanya Minho lalu meyedot strawberry milk milik Taemin.

“Iya kan ? Iya kan ?”

“Ah biasa saja. Dari dulu juga rasanya begitu…”

Wajah Taemin yang berseri-seri langsung berubah cemberut. Ia menggembungkan pipinya “Hyung nggak punya sense.”

JLEB ! Minho seperti ditiban satu ton pasir dan menguburnya hidup-hidup begitu mendengarnya, “Aigoo~ yaa yaa…enak deh.”sahut Minho sambil mengacak rambut Taemin.

Lalu Taemin tersenyum senang, ”Iya enak…”

Minho menggelengkan kepala melihat tingkah Taemin yang menggemaskan. Padahal biasanya dia tidak seperti ini kepada orang lain. Dia dikenal dengan Minho yang cool dan cuek tapi sekarang…di depan anak ini dia benar-benar berubah.

“Hyung, aku mau naik itu !”ucap Taemin menunjuk sebuah ayunan ditengah taman.

—————————

“Yeoboseo ?”sapa Key. “Jjong hyung ?! Ne~ baik…hyung gimana disana ? Aku sama Minho sekarang. MWO ?! BUKAAAN !! Aku masih sama Jinki dan SELAMANYA hanya Jinki seorang ! Iya, maksudku sekarang aku sekamar sama Minho. Apa ? Bertemu wanita cantik ? Ck dasar….ya ya. Uhn, akan aku sampaikan. Ne~ jaga diri baik-baik. Sampai ketemu, annyeong !”

“Siapa ?”Tanya Onew yang baru bangun. Ia mengucek matanya pelan dan melihat jam waker ditempat tidur Key. Pukul 7 malam.

“Jjong hyung.”

“Hah ? Dia menelpon dari cina ?”

Key memutar bola matanya, “Iya. Kamu pikir dia pergi ke kutub utara ?!”jawab Key judes.

“Aaah..Yeobo. Kalau galak kamu jadi makin imut…jadi pingin lagi…”ucap Onew genit.

“YA ! Aku sudah mandi ! Sana kamu juga mandi !”Key menarik selimut yang menempel ditubuh Onew.

“Aisshhh….”decaknya begitu melihat tubuh Onew yang polos dan melirik ke bagian berharganya.

“YA ! AKU TIDAK PAKAI BAJU !! KEMBALIKAAAAAAN !!”teriak Onew seraya menarik kembali selimutnya yang dipegang Key.

“Sana cepat mandi !”Key mempertahankan selimut yang ia pegang. ”Nggak usah pake malu segala ! Aku sudah melihat semuanya !”

“YA !”

Onew menarik selimutnya dengan kencang sampai Key ikut terjatuh menimpanya.

“Aduh !”pekik Key.

“Nah…kena kamu ! Hehehe…”Onew memeluk Key dan berusaha menciumnya. Namun niatnya itu tak terlaksana karena Key mencubit perutnya.

“SAKIIIT !!!!”

“Rasakan !”Key bangkit berdiri dan membetulkan bajunya yang berantakan. “Lama2 kamu menjadi sangat buas !”ucap Key bergegas ke dapur.

Onew bengong sambil mengelus perutnya yang tadi dicubit Key. “Dia marah ??”

Flashback…

“Hey lihat, manis sekali…”

 

“Tunggu, dia itu yeoja atau namja ?”

 

“Manis sekali….”

 

“Tapi dadanya rata, bos !”

 

“Aigoo~ jadi dia ini namja ?? Hahaha…aku menginginkannya ! Cepat bawa dia ke mobil !”

 

“Baik.”

 

“Sini nona manis…ikut kami !”

 

“……”Ki Bum diam saja sambil mundur selangkah demi selangkah. Lalu ia berbalik pergi namun ternyata dibelakangnya juga ada kawanan dari orang-orang tersebut.

 

“Mau kemana gadis kecil ??”

 

“Aku bukan gadis ! Aku ini laki-laki !”sanggah Ki Bum lantang.

 

“Haha justru itu kau lebih menggoda.”

 

“MWO ?”pekik Ki Bum. “Kalian mau apa ? Biarkan aku pergi !”

 

“Eits, tidak bisa…Bos menginginkanmu.”

 

Mereka berjalan semakin mendekat. Ki Bum semakin terpojok.

 

“YA ! Kalian lama sekali ?!”panggil si bos yang sudah duduk didalam mobil.

 

“Dia tidak mau bos.”

 

“Biarkan aku pergi !”ucap Ki Bum dan ia berusaha lari dari sana.

 

“YA KEJAR DIA !”

 

Ki Bum terus berlari dan ia melemparkan tas yang ia bawa ke arah kawanan yang mengejarnya berharap menghambat kejaran orang-orang itu.

 

Hari itu sudah pukul 1 malam. Ki Bum baru saja pulang dari sekolah karena ia dikunci oleh teman-temannya yang iseng dikamar mandi sekolah.

 

“Siaall…pergi kalian aku mohon..pergi…pergi…”gumam Ki Bum dalam hatinya dan terus berlari. Namun tiba-tiba ia terhenti. Di depannya telah berdiri 2 orang dari kawanan yang megejarnya.

 

“Dasar bandel ! Tidak mau mendengar perintah kami !”

 

PLAK

 

Tiba-tiba salah satu dari mereka menampar Ki Bum.

 

“Uugh…”rintihnya sambil memegang pipinya yang perih.

 

“Tidak usah sok jual mahal anak kecil ! Kau pasti anak bayaran kan ? Mana ada siswa SMP baru pulang selarut ini !?”

 

BUG

 

Ki Bum ditendang hingga terjatuh ke tanah. Lalu salah satu dari mereka menjambak rambutnya.

 

“A..aku..bukan anak nakal !”teriak Ki Bum.

 

“Hahaha cepat tekan dia ke tanah ! Pegang tangannya ! Bos sudah tak menginginkannya, biar kita saja ?”

 

“Lepaskan !! Hmmphh…”mulut Ki Bum disumpel dengan kain agar jeritannya tak terdengar.

 

“Sobek saja bajunya !”

 

SREK SREK

 

Baju Ki Bum telah disobek-sobek dan dibuang. Hanya tersisa beberapa sobekan yang masih menempel ditubuhnya.

 

“Wahh…putih sekali…”

 

“Mulusnya….”

 

Mereka meraba-raba tubuh Ki Bum. Ki Bum sekuat tenaga berusaha melepaskan diri tapi semakin ia berusaha maka tekanan yang diberikan pun semakin besar dan kuat. Aspal yang dingin menjalari punggungnya yang tak berbaju. Saat itu sedang musim dingin.

 

“Sekarang buka celananya !”

 

“Jaebal…jangan…jangan…aku ini namja !”teriak batin Ki Bum. Ia menangis sampai terisak. Benar-benar takut !

 

“Bwanngaawnn !!!”pekik Ki Bum dari balik sumpalan kain dimulutnya.

 

Tapi tawa mereka semakin kencang. Lalu sebuah tangan berhasil membuka ikat pinggang Ki Bum.

 

“Wanwee….”isak Ki Bum. Ia meronta dan berhasil menendang wajah salah satu penjahat itu.

 

“Aughh…bocah sialan ! Cepat telanjangi dia dan pukul dia sampai mati !”

 

“HAHAHA~”

 

BUG BUG

 

Ki Bum meringkuk dan menutup wajahnya menghalangi tendangan-tendangan dengan tangannya yang telah bebas.

 

“Tarik celananya ! Sobek sajalah !”

 

BUG BUG BUG

 

SREK SREK

 

Orang-orang itu menarik celana panjangnya dan mulai meraba-raba, meremas, mencium wajah dan tubuh Ki Bum dan Ki Bum hanya bisa menangis pasrah.

 

“HENTIKAN !!!!”teriak seseorang dari ujung jalan tersebut. Lalu semua menjadi gelap dimata Ki Bum.

 

………………..

 

“Sudah sadar ?”Tanya seorang namja sambil tersenyum kepada Ki Bum.

 

Ki bum yang masih mengerjapkan mata karena silau, langsung bangkit dari tempat tidurnya begitu ia sadar kalau ia tidak berada dikamarnya. “Dimana ini ?”

 

“Maaf aku membawamu kerumah sakit. Tadi kau sudah diperiksa dokter dan katanya 2 buah tulang rusukmu patah. Dan juga tangan kananmu.”

 

Ki Bum memandangi kondisinya sendiri yang memprihatinkan. Banyak memar dibadannya dan rasanya sakit sekali. “Kansamhamnida…”tuturnya kemudian. Dia memperhatikan namja di depannya itu.

 

“Aku Jinki. Lee Jinki.”tiba-tiba namja itu menyodorkan tangannya.

 

“A…Aku…Kim Ki Bum.”jawab Ki Bum menyambutnya dengan ragu. Saat menyentuh tangan Jinki,  tiba-tiba Ki Bum langsung membelalak. Ia teringat semua kejadian malam itu. Mengerikan…

Dia gemetar dan memeluk tubuhya sendiri.

 

“Gwaenchana ?”tanya Jinki seraya memegang pundak Ki Bum.

 

“ANDWE !”Ki Bum menepisnya dengan kencang.Tubuhnya semakin gemetar hebat.

 

“…….”Jinki terdiam melihat namja di depannya itu. Jinki mengerti bahwa Ki Bum sangat syok dengan kejadian yang menimpanya kemarin. Bagaimana bisa dia hampir dilecehkan oleh 7 orang laki-laki dewasa di sebuah gang sempit padahal jelas sekali kalau ia adalah seorang namja.

Selama beberapa hari Ki Bum hanya diam. Dia masih dirawat dirumah sakit. Tak ada yang menjenguknya selain Jinki yang ia acuhkan begitu saja setiap kali ia datang.

Ki Bum bergeming hanya terdiam terpaku.

 

Sebelumnya, Ki Bum tinggal bersama paman dan bibinya serta sepupunya yang juga jahat padanya. Sebenarnya ia anak orang kaya, namun ketika kedua orang tuanya bercerai, ia dibawa oleh ibunya dan tinggal dengan bahagia. Namun suatu hari adik ibunya datang meminta bantuan karena dikejar debt collector. Dengan ramah dan tangan terbuka, sang ibu menyambut kedatangan keluarga adiknya dirumah mereka yang besar. Tapi ternyata ada rencana busuk dari pamannya itu dan pelan-pelan menusuk ibunya dari belakang bahkan mencelakainya hingga meninggal. Warisan jatuh ketangan Kibum satu-satunya tapi merekapun memperebutkan itu dan berusaha mencelakainya juga. Mungkin kejadian semalam adalah ulah mereka.Oleh sebab itu dengan kejadian ini keluarganya membuangnya begitu saja dengan menganggap bahwa Ki Bum telah menjadi gila.

 

Onew muncul dipintu. Karena kalau ada yang mendekat, Ki Bum akan menjadi histeris dan berteriak-teriak. Oleh karena itu, Onew hanya berbicara dari depan pintu lalu pergi.

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang. Cepat sembuh ya… Aku akan datang lagi besok.”

 

“……”

 

Keesokan harinya…

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang. Cepat sembuh ya… Aku akan datang lagi besok. Jangan lupa makan ya…”

 

“…..”

 

Esoknya…

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang. Cepat sembuh ya… Aku akan datang lagi besok. Aku adalah temanmu.”

 

Ki Bum menoleh namun hanya diam membisu.

 

Hari berikutnya….

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang. Cepat sembuh ya… Aku akan datang lagi besok. Dari temanmu. Hwaiting !”

 

Hari-hari selanjutnyapun masih sama.

 

Tapi suatu hari,

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang….”belum sempat Jinki menyelesaikan kalimatnya, tiba2 air mata Ki Bum jatuh terurai dipipinya.”Kibum ah…??”ucap Jinki pelan.

 

Hari-hari berlalu dan Jinki selalu datang menjenguknya.

 

“Ki Bum ah.. ini aku, Jinki lagi yang datang. Cepat sembuh ya… Aku akan datang lagi besok. Aku ingin melihat senyummu.”

 

Begitu Jinki akan keluar ruangan tersebut, tiba-tiba Ki Bum bersuara.

 

“Paaabo.”ucapnya pelan. Ia menangis.

 

“He ? Ki BUM AH !! KAU BERBICARA ! KAU BICARA !!”pekik Jinki sambil melompat-lompat senang.

 

“Gomawo…Gomawo Jinki sshi.”isak Kibum sambil meremas kencang selimutnya.

 

Tiba-tiba Jinki memeluk Ki Bum. “Aku senang kau bicara Ki Bum ah….”

 

…………………

 

Perlahan Ki Bum semakin membaik. Ia sudah mau bicara. Jinki sangat senang sekali. Dan tak bosan ia datang berkunjung ke rumah sakit. Sampai akhirnya Ki Bum diperbolehkan pulang.

Semua biaya rumah sakit, ternyata Jinki yang membayar. Ia adalah anak orang kaya. Bahkan pemilik dari sekolah, kampus dan asrama TM yang terkenal.

 

”Ki Bum ah…rumahmu dimana ?”

 

”…..”Ki bum tertunduk menatap piring makanannya. ”Tidak tahu.”ia mengangkat bahu.

 

”Hey ! Apa kamu mengalami amnesia ??”

 

Ki Bum menggeleng. Tanpa sadar akhirnya Ki Bum bercerita tentang kejadian yang menimpanya sejak pamannya hadir dalam hidupnya

 

”Aku mengerti.”

 

Ki bum menatap Jinki dengan pandangan ’mengerti apa ?’.

 

”Hey, kamu masih sekolah kan ?”

 

Ki bum mengangguk. ”Aku kelas 3 SMP.”

Senyum Jinki mengembang dibibirnya. ”Ayo ikut denganku !”

 

……………………………

 

“Kamu…kenapa begitu baik padaku ?”Tanya Ki Bum suatu saat ketika mereka bertemu di kantin sekolah dan mereka makan bersama..

 

“Kenapa ya ? Hmm…aku hanya teringat dengan adikku.”

 

“Memang adikmu dimana ?”

 

“Sudah meninggal.”

 

Flashback end………………

 

“Key…kamu marah ?”Tanya Onew setelah ia selesai mandi dan mengeringkan kepalanya dengan handuk.

Key diam saja sambil terus konsentrasi memotong sayuran ditangannya.

Onew mengerutkan alisnya lalu menghampiri Key. “Key ?”bisiknya. “KEY !”pekiknya lalu menyentak tubuh Key hingga menghadapnya. “Kenapa kau menangis ?”tanya Onew bingung. Dia akan menyapu airmata Key dengan tangannya namun Key menolak dengan memundurkan kepalanya.

“Mwo ? Kibummie… waeyo ?”Tanya Onew lagi memegang pipi Key dengan kedua tangannya masing-masing dipipi Key.

Key sesegukan, “Aku takut…”gumamnya namun dapat terdengar Onew karena jarak mereka sangat dekat.

“Wae ?”kini Onew mengelus wajah Key dengan lembut.

“Aku takut mimpiku berakhir, Jinki…. Aku takut kau akan meninggalkanku.”isaknya.

Mata Onew melebar lalu ia menarik key kepelukannya. “Apa yang kau katakan ? Aku tak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh ketangan orang lain !”

Sesekali suara isak Key terdengar, “Aku..merasa kau terlalu baik untukku.”

Mendengar itu hati Onew berdebar kencang, ia semakin erat memeluk Key. “Tidak Key. Aku lah yang selalu merasa kau yang terlalu baik untukku….”

Key menggeleng dan membalas memeluk Onew erat. “Saranghae Jinki…saranghae…” teriaknya dalam hati.

Namun seperti dapat mendengar suara hati Key, “Na do saranghae Kibummie…”bisik Onew lembut dikuping Key.

Key langsung melepaskan pelukannya dan mendorong Onew menjauh.

“Wae ??”Tanya Onew kaget dengan Key yang mendorongnya.

“A..apa ?”dia menutup mulutnya dengan punggung tangannya. “Apa yang…kau katakan barusan ?”

Onew mengerutkan alisnya.

“Tolong katakan sekali lagi…Please….”Kibum menatapnya dengan mata memohon.

Onew meraih tangan Key, “Saranghae Kibumku sayang….”ucapnya menaruh tangan Key yang digenggamnya kepipinya.

Key langsung menangis sejadi-jadinya.

“Mw…mwo ?? Ya Key !!”pekik Onew.

“Pertama….”ucap Key ditengah tangisnya.

“Ha ??”

“Ini pertama kalinya…kau bilang ‘saranghae’ padaku…aku bahagia Jinki. !”Key meyerobot ke pelukan Onew dan memeluknya senang.

Rasanya hati Onew sakit mendengarnya, benarkah ia tak pernah mengucapkan kata itu ??

“Aku selalu menunggunya ! Selalu… aku khawatir karena kau tak pernah mengucapkan itu…”

“Mian Kibum…kukira tanpa harus kuucapkan…kau akan mengerti.”

Key mengangguk, “Dengan segala perlakuanmu padaku, demi tuhan aku percaya kau sayang padaku tapi….”ia terdiam.

“Aku mengerti. Sekarang aku akan selalu mengatakannya padamu.”ucap Onew sambil mengelus rambut Key lembut.

Key menggeleng dan melepas pelukannya lalu menatap Onew lurus kematanya yang sipit, “Tak perlu. Kalau kau mengatakan itu terus, feelnya akan terasa berbeda. Kau jadi terdengar gombal Jinki.”Key terkekeh dan memukul lengan Onew pelan.

Melihat itu Onew tersenyum, “Saranghae my honey….”Onew mencium bibir Key.

“Na do Jinki…Saranghae…”Key membalas ciuman Onew. Terus melumat bibir itu hingga menimbulkan kecapan-kecapan diruangan tersebut.

Dan mereka berciuman cukup lama dan mesra hingga,

“EHEM !”

“Umma ~~”

Keduanya menoleh ketika ada dua sosok yang berdiri ditengah ruangan. Mereka spontan melepas ciuman mereka dan mulai salah tingkah.

“Annyeong !”sapa Taemin sambil melambaikan tangan imut.

“Aa…aku akan memasak. Kau pergilah Jinki karena kau akan menggangguku ! Selamat datang kalian berdua…”ucap Key tersenyum menatap kedua sosok yang tengah mesam-mesem lalu berbalik badan dan kembali memotong sayurannya yang tadi terhenti.

Jinki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir bego, “Yo…kalian. Hahaha…”ucapnya berjalan kearah dua pemuda yang masuk kekamar itu. Dia adalah Taemin dan Minho.

“Hahaha wajahmu merah hyung !”Taemin terkekeh menggoda Onew.

“AUW !”jerit Key dari dapur. Mendengar ucapan Taemin membuatnya gugup dan tanpa sengaja pisau yang ia pakai mengiris jarinya sedikit.

“Ya ! Gwaenchana ??”Onew berlari menghampiri.

“Umma ?!”Taemin ikut dibelakang Onew.

Minho mengangkat bahu dan berjalan kekotak obat untuk mengambilkan plester. sepertinya ia dapat menebak yang terjadi pada Key barusan.

“Aku tidak apa-apa, sungguh…”ucap Key ketika jarinya yang terluka berada didalam mulut Onew. Onew sedang menghisap darah yang keluar dari ujung jarinya itu.

“Umma kenapa bisa terpotong begituuu ??”ucap Taemin khawatir.

“A..aku..hanya…”Key tergagap.

“Jorok ! Pakai ini.”ucap Minho mengulurkan plester, kapas dan alkohol pada Onew.

“Thanks, Minho. Tapi rasanya memang manis sekali…”ucap Onew menatap Key sambil tersenyum.

Tubuh Key kaku. Tak biasanya ia akan mati gaya seperti ini. “Apa tadi Taemin dan Minho melihatnya ??” Batin Key.

Lalu Onew membersihkan luka itu dengan alkohol dan membalutnya dengan plester.

“Aku bantu umma masak.”ucap Taemin mengambil pisau dan wortel tapi tiba-tiba Onew mencegahnya.

“Tunggu ! Kau duduk saja disana !”pekik Onew.

“Wa…wae ??”Tanya Taemin mengerjapkan matanya terkejut karena Onew menggenggam tangannya untuk mencegahnya.

“Wae Jinki ? Biar saja dia belajar.”ucap Key memegang tangan Onew yang mencengkram tangan Taemin. Taemin sedikit meringis.

“Dengar Key, bisa-bisa dia memotong jarinya sendiri lebih parah dari yang kau lakukan tadi.”jawab Onew melepaskan cengkramannya pada Taemin.

“Ta..tapi…”tuntut Taemin menggembungkan wajahnya kesal.

“Coba aku lihat kearah mana kau akan mengupas wortel itu.”perintah Onew.

Lalu dengan bingung Taemin mencoba mengupasnya namun, “YA !”pekik Key menarik wortel yang dipegang Taemin.

“Lihatkan ?”ucap Onew.

“Wa…waeee~??”Tanya Taemin semakin bingung.

Minho menahan tawanya.

“Kau tidak tahu cara mengupasnya ?”ucap Minho sambil nyengir.

“Me…memangnya ?? Bukannya tadi aku berhasil mengupasnya ?”sahut Taemin masih tidak mengerti dimana letak lucunya. Kenapa Minho tertawa ?

“Minnie sayang~ sebaiknya dengar kata hyungmu, kau duduk saja sambil menungguku masak oke ?”ucap Key sambil mengambil pisau yang masih dipegang Taemin.

“Ayo !”ajak Minho menariknya keluar dari suasana itu.

“Ta…tapi kan… tapi tapi…”akhirnya Taemin nyerah dan mengikuti Minho ke sofa ruang nonton begitu melihat Onew mengerling kepadanya.

Onew dan Key menghela napas panjang dan saling berpandangan lalu tersenyum, “Anakmu tuh..”ledek Onew.

Key mencubit lengan Onew, “Kalau dia anakku, berarti kau Appa-nya kan ??”

Onew menggaruk-garuk kepalanya, ”Tapi aku tidak merasa pernah membuatnya ?”

Key memukul bahu Onew, ”Yeobo~”

”Hahahaha”

Dan mereka tertawa bersama.

“Memang kenapa sih hyung ? Apa ada yang salah ?”Tanya Taemin polos sambil melirik kedua pasangan yang masih didapur.

“Hahaha…”Minho yang sedang menyalakan PSnya langsung tertawa.

Taemin baru pertama kali melihat Minho tertawa. Biasanya dia hanya melihat wajah ngantuk atau wajah datar Minho di kelas. Hari ini dia sudah melihat kebaikan-kebaikan Minho yang membuatnya senang. Tadi senyum bahkan sekarang tawa, diam-diam Taemin menyimpan ekspresi Minho itu dibenaknya.

“Jangan tertawa saja ayo jelaskan…”Taemin masih menuntut penjelasan. “Hyuung..”

Minho memegangi perut sambil mengatur napas, “Begini ya Taemin….tadi itu kau mengupasnya terbalik ! Kalau kau mengupas dengan cara seperti itu, kau juga akan mengupas kulit tanganmu tahu.”

Taemin melebarkan matanya, “Ma..masa ??”

Minho menghampiri dan mengacak rambut Taemin, lalu menyodorkan stick PS player 2 pada Taemin, “Kita main.”

Taemin menerima dengan senang hati bahkan matanya sampai berbinar-binar membuat Minho tersenyum.

5  menit kemudian,

“Hyaaa ini gimanaaa ??? Ini pencet yang mana hyuuuungg ?”ucap Taemin sambil menarik-narik tangan Minho.

“Ck,”Minho berdecak. “Ini tuh begini…kalau ada tanda seperti itu pencet yang ini…”

Taemin mengangguk namun selang 10 detik kemudian,

“Waaaa !! Bagaimana ini bagaimanaaa ?!”

Minho rasanya ingin menjedotkan kepalanya sendiri ketembok saking kesalnya dan pusing mendengar teriakan Taemin yang nyaring. “Ck, kau itu lahir dijaman apa sih ?!”

Airmata Taemin menggenang, “A..aku nggak ngertiiii….huaaaaaa….”

Benar saja Taemin menangis.

Minho memukul kepalanya sendiri, “Salah telah mengajaknya bermain. Aigoo~ tahu gitu aku main sendiri saja.”gumam Minho. “Dasar kuper.”desisnya.

“Huaaaaaaaaaa…”mendengar itu Taemin semakin berteriak.

“YA MINHOOOOO !!”Key muncul dengan membawa spatula namun Onew memeluk pinggangnnya, mencegahnya agar tidak memukul Minho, “KAU BUAT MY BABY NANGIS, HAH ! BOSAN HIDUP YA ??”

Minho terperanjat kaku, lalu melirik Taemin yang tengah mengelap air matanya dengan kedua tangannya. “Aku mengganggu saja, hyung main sendiri saja.”Taemin beranjak berdiri lalu merebahkan dirinya ke kasur Key. Minho menatapnya bersalah lalu memandang Key yang sedang terbakar api amarah. “CEPAT MINTA MAAF !!”

“Basah !”pekik Taemin sambil meraba seprai Key, begitu ia akan mencium cairan ditangannya tentu karena refleks ingin tahu itu apa,

“YA !”Key meloncat buru-buru lari kearah Taemin. Menarik anak itu ke kamar mandi dan mencuci tangannya.

“JINKI ! BUKA SEPRAINYA !”perintah Key.

Onew sigap mematuhi perintah Key dan Minho hanya menggelengkan kepalanya sambil memijit pelan keningnya yang berdenyut.

Yah, malam itu sangat heboh dikamar Key dan Minho. Tapi semuanya bahagia. Banyak kejadian manis mengisi hari mereka….

——————-

 

DOR !

Mau dilanjut nggak ??

next lagi ontae lagi kayanya…drama2 gimana gitu!~~hihihi

Kalo nggak, ya udah saia stop aja.

Gomawo. U_U

57 thoughts on “FF/ SECOND LIFE PART 3 / 2MIN-ONKEY

  1. seru2 aja…tp knp latar belakang mereka diceritakan satu2? sbnrnya fokusnya siapa yaa? mianhe….saya agk bingung sm pikiran saya sndiri rupanya…
    lanjuuuuuuuuuuuuut part 4

  2. ahhaha ya allah aku ngakak terus bacanya .. apalgi yg pas onkey .. hahhaha
    mreka mah payah ni,, kepergok mulu ah ..
    yallah itu sprei ny basah? astajimm x_x demi apa ini perut sakit gegara ketawa terus .. hhahaha bego bego bego ..
    waww key nya punya masa lalu kelam ternyata .. kasian ..
    onew ny baik banget yah ,, hahha dia lcu masa nengokin tiap hari smbil ngulang kata2 yg sma ,, kkekke

  3. ahahahahhaha,, aigooooooo,, masa si tetem gatau cara ngupas,, hahhahaha,, dan ga bisa maen game,, jadi seumur hidup ngapain aja dia di kamar? kasian banget dirimu nak….. mjnho yang sabar ya ngadepin tetem….

  4. OMO!! onkey lucu banget sih jadi gemes ihh
    ternyata onew the dark knight nya key.hehehe
    aku mau kisah 2min yang lebih banyak dongggg.hehe

  5. aishhh taemin kasian ga bisa dan ga tau apa2 tapi itu yg membuatnya semakin imut dan membuat minho jadi tertarik. terlalu polossssssssss!!!!
    ya!! key onew jangan pacaran terus!! :))

  6. Ini siminho suka gak sih -_-a
    Aaaaaa ngakak pas si onkey yaampun key smpe luka gitu._.
    Baguss thorRrr (Y)
    Next part cuuusssss (~‾⌣‾)~

  7. hahahaha makin kesini makin seru ceritanya!! sifat mereka smua lucu2, apalagi si taem, masa iya polos bgt gitu -____- wkwkwk

  8. WHUT???JINKI PERVERT IS BACK!!
    WAHAHAHAHA GANGGU KEY LAGI BIKIN KUE😄
    KETAHUAN MINHO!WKWKWKWK KE GEP!!!
    MINHO DILEMPAR BLENDER?!NGAKAK😄
    KEY KENA TIPU JINKI😄 ADA APA2NYA TUH JINKI MAKANYA MOOD NYA BAIK BGT
    KEY FLASHBACK KE MASA LALU NYA?OMFG TEGA SEKALI PAMANNYA-_-
    JINKI SELALU DATENG KE RUMAH SAKIT JENGUK KEY WALAUPUN NGGA DI GUBRIS KEY?!!!!!AHHHH MANIS BGTTTT
    JINKI BARU BILANG SARANGHAE BUAT YG PERTAMA?AIGOOO PABBO!
    KKKKK I LOVE JINKIBUM!2MIN FOREVER!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s