[2min/sequel WGM] Now, we married! part 2


[2min/sequel WGM] Now, We Got Married, Part 2… Our Married Life…

Foreword :

Akhirnya update!!

Hauuuhhh, entahlah tiba-tiba gue kehilangan feel untuk nulis ff ini, entah mengapa (?).

Sorry yang udah lama nungguin… gue gatau hasilnya bakalan bagus atau engga. gue biasa nulis ngasal dan ga mikir, suka-suka tangan gue aja mau ngetik apaan, jadi ga tau hasilnya bakal kaya apa.

Buat Sani, ga tau yaa neng ini bakalan sama atau engga kaya ide muuu. Yaaah, gue bener-bener nge blank pas nulis ini, jadi gue sendiri ga tau ceritanya bakalan kaya apa, dan maaaafff kalo hasilnya jadi beda.

Buat para suunders juga maaf kalo udah lama nungguin tapi ternyata hasilnya ga seperti yang kalian harapkan. Maaaaffff bangeeeettttt!!!

Makasih udah setia nungguin iniii.

Hope you likeeyyy…

Don’t like, Don’t read, Don’t bash me, okeeiii….

Cue…

(eh, ada yang suka lagu Mr. Simple ga? Enak yah. Hehe. Gue nulis ini sambil ditemenin 5jib nya SuJu. Jadi kayanya hasilnya, yaaahh simple simple ajaa, ALRIGHT ?!)

By : TaeminhoShouldBeReal

Flash back …

Perlahan tangan Minho bukannya turun ke resleting Taemin, namun meraih bahu Taemin dan membalikkan badannya.

“Taemin…”

Bisiknya… Jantung mereka berdebar….

Minho meraih dagu Taemin, mata mereka bertemu….

“Taemin…saranghae”, bisiknya.

[oke, sampe sini itu hasil Sani kemarin di Part 1. Sebenernya masih ada lanjutannya sih nado saranghae, bibir mereka bertemu, tapi sorry Sani, gue ubah yaaa. Ga ga ga kuat/ala 7 icons/preet. Kalian protes? Bodo amat!!! Kan gue yang bikin, jadi suka-suka gue, weee!!]

Ia menunduk. Ottohke? Haruskah? Bisakah?

“na…nado saranghae oppaa”, ucapnya lirih, bahkan sangat lirih sampai ia sendiri tidak tau apa yang ia ucapkan.

Ummaaaaa, aku harus bagaimanaaaa????

“kenapa menjawabnya sambil menunduk?”, Minho mencoba menunduk untuk mensejajarkan wajah mereka

“aniii oppaa”, wajah Taemin semakin memerah. Pikirannya campur aduk!! Di rumah ini mereka cuma berdua, dan status mereka sudah menjadi suami istri. Kewajiban suami istri harus….itu….kan? aigooooo, aku tidak bisaaaa!!!

Chup~

Minho mencium pipi kanan istri cantik nya itu, lalu tersenyum dan berbisik., “aku tau kau juga mencintaiku, pooh. Iya kan?”, Minho menggodanya.

Taemin hanya terdiam. Ia benar-benar clueless malam ini. Pikirannya seakan terbang entah kemana. Bahkan sampai sekarang ia tidak pernah membayangkan ada dalam situasi yang seperti ini. Awalnya, pikiran polos nya hanya berpikir bahwa menikah adalah urusan hati, ikatan antara 2 orang yang berjanji untuk sehidup semati, dalam susah maupun senang, dan ia memang menginginkan untuk membuktikan pada dunia bahwa Minho oppa itu MILIKNYA DAN HANYA PUNYA TAEMIN!! TIDAK ADA YANG LAIN!!! Tapi kalau lebih dari ini, memangnya….harus yaaa?

Minho hanya tersenyum melihat semburat merah yang sangat ia sukai itu. Aigoo, istri nya kenapa pemalu sekali? Apakah mereka bisa melakukan…..itu? terselip rasa cemas sebetulnya. Tapi jujur saja, jika melakukan itu hanya keinginan dari satu pihak, itu salah kan? Hubungan ini melibatkan 2 orang kan? Dan Minho tidak mau egois! Apalagi egois pada istrinya sendiri, orang yang paling dicintainya dan paling ingin ia bahagiakan saat ini!! Keinginan untuk membuat Taemin senyaman mungkin dengan status barunya membuat Minho mau tidak mau mati-matian menghapus pikiran pervert nya!! Calm down, Minho!! Jangan terburu-buru, kalau tidak ia akan takut dan malah merasa tersakiti. Ia mengerti istrinya ini begitu sensitif, apalagi dalam hubungan seperti ini. Ia harus lebih berhati-hati!! Mereka sudah memutuskan untuk jalan bersama, jadi semua hal juga harus berdasarkan keputusan bersama!!! Ayolah, kau pasti bisa Minho!! Lakukan saja seperti biasa!! Tuhan, please help me!!!!

Minho membalikkan bahu istrinya, mengambil jas pengantin yang sudah ia lempar ke tempat tidur, meyampirkan pada punggung Taemin, baru membuka resleting gaun pengantin itu. Dengan cara seperti itu setidaknya punggung Taemin tidak dengan jelas terekspos dan menggoyahkan imannya. Setidaknya untuk malam ini!!

Sreettt…

Sebetulnya hanya dari bunyi nya saja pikirannya sudah membayangkan yang macam-macam. Tapi setidaknya, apa yang dilihat matanya, tidak memperjelas ‘gambar-gambar’ aneh yang timbul akibat pengiriman sinyal dari telinga langsung ke otak nya.

Cepat membalikkan tubuh Taemin agar menghadap nya, “sudah pooh. Cepatlah ganti baju, kau pasti lelah kan?”, ucap Minho lembut sambil tangannya bekerja melepas tiara dari rambut Taemin, dan rambut itu tergerai indah.

Glek. Minho menelan ludah karena ‘gambar-gambar’ aneh itu muncul lagi. Kali ini, matanya yang bekerja mengirim sinyal ke otak nya. Shit!! Kenapa tubuhku semuanya bekerja sama untuk membuatku gila!!

Sejak tadi, Taemin hanya menunduk, bahkan jarak mereka yang cukup dekat membuat Taemin tidak sanggup menatap nya langsung. Bagaimana aku bisa berbuat lebih?

Kalau disini terus, aku bisa kehilangan kendali, Minho berpikir cepat. Salah ternyata punya istri secantik bidadari tapi sifatnya luar biasa pemalu!! Perpaduan yang menyusahkan!!

“mandi lah. Kalau sudah selesai, panggil aku. Aku diluar yaa”, mau mendinginkan kepala karena mu, lanjutnya dalam hati.

“nee oppa. gomawoo”, Taemin hendak melepaskan jas Minho yang masih tersampir di bahunya.

“jangan!!”, Minho mencegah dengan suara yang tanpa ia sadari, semakin meninggi. Jangan lepas disini kalau tidak kau sendiri yang akan menyesal, Taemin.

“ah?”, matanya membulat mendengar Minho seakan membentaknya. Aku salah apa? [bukan lo yang salah kok Taemin. Ikutin si kodok aja kalo ga mau ‘celaka’ LOL]

Minho melihat perubahan ekspresi Taemin. Jujur, ia juga tidak tau kenapa nada suaranya tiba-tiba jadi meninggi begitu. Ia hanya….hanya merasa tidak kuat kalau ada sesuatu di tubuh Taemin yang terekspos jelas di hadapannya malam ini. Pertahanan hati dan imannya belum kuat untuk menahan apa yang sebetulnya memang menjadi kodrat seorang laki-laki. Jadi, tolong bekerja sama dengan ku Taemin!!

 “maaf, aku…”, Minho bingung bagaimana menjelaskannya. Masa harus jujur? Taemin pasti akan semakin takut kalau tau suaminya ternyata punya pikiran aneh-aneh [heii, padahal itu wajar kan? Dia kan sudah resmi menjadi istriku, kenapa aku malah tidak boleh punya pikiran aneh-aneh?/soalnya yang nulis ga mau dan ga ridho dunia-akherat kalo Taemin diapa-apain ama lo Dok!! Sorry yee, tahan-tahan aja dulu].

“aku salah, oppa?”, air mukanya bakan hampir menangis. Ia sudah bingung sekali malam ini, tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana, Vic Umma tidak menjawab telfonnya, ditambah Minho sekarang seakan membentaknya. Kenapa kehidupan pernikahan malah jadi membingungkan seperti ini?????

“bukan bukan. Sungguh bukan kau yang salah pooh. Aku…aku hanya…emmmm”, otaknya berputar cepat mencari alasan yang terdengar tidak bodoh dan pervert tentu saja!!

“aku khawatir…yah, aku khawatir…”, thanks God, mulutku tidak berkata macam-macam.

“disini dingin, aku takut kau sakit nanti. Jadi lebih baik lepas nya di kamar mandi saja yaa. Jangan lupa atur suhu airnya, arrasso? Sungguh bukan salahmu pooh, maaf kan aku yaa. Aku hanya tidak mau kau kenapa-kenapa ketika baru sehari bersamaku. Aku bisa dibunuh Vic kalau kau sakit”, Minho mengelus-elus pipi putih istrinya itu, mencoba menghilangkan ekspresi yang tidak ia suka hadir di wajah cantiknya.

“masuklah, setelah itu istirahat”, Minho membimbing istrinya untuk kembali masuk ke kamar mandi, lalu segera menutup pintu nya dan keluar kamar.

“huuuffftttt”, Minho menjatuhkan tubuhnya ke sofa di ruang tengah. Padahal ia tidak ngapa-ngapain kenapa rasanya capek sekali?

Ia nyalakan TV dan memilih channel anak-anak untuk amannya. Bukannya menonton, ia malah bersender dan memejamkan mata. TV ia nyalakan sebetulnya hanya sebagai penahan agar telinganya tidak mengirimkan sinyal aneh-aneh ke otaknya saat ini. Ia sibuk berfikir, apa yang harus dilakukan malam ini? Angel dan demon nya sekarang sedang adu debat di otaknya.

D : suami itu yang punya power dalam kehidupan rumah tangga! Jadi kemauan mu adalah kewajiban yang harus istri turuti dan laksanakan. Kenapa bingung-bingung memikirkan perasaannya!! Ajari dia konsekuensi nya menikah, Minho!! Mau sampai kapan kau menunggunya siap? Seperti tidak mengenal Taemin saja!! Kalau menunggu ia siap, bisa-bisa kau sudah keburu bosan dan mencari wanita lain, malah lebih bahaya kan? Sudah lakukan saja!! Awalnya saja takut, setelah itu pasti akan ketagihan! Percaya padaku!! Semua wanita itu sama!! Sok jual mahal tapi sebenarnya ingin!! Kau hanya perlu memberanikan diri untuk bertindak lebih dulu!! Fighting, Minho!!

Benar juga sih!! Tapi tiba-tiba….

A : jangan Minho!! Kau ini menikah dengan orang, yang punya perasaan!! Bukan barang yang bisa kau mainkan sesuka hatimu!! Kau harus menghargai perasaan Taemin!! Hubungan yang didasari pemaksaan tidak akan berakhir baik!! Kau malah hanya akan membuat penilaian yang rendah di hadapan Taemin!! Kau mencintainya kan? Kau ingin membahagiakannya kan? Lalu coba kau fikir, apakah dengan memaksakan kehendakmu tanpa menghargai atau setidaknya menanyakan pendapatnya, akan membuatnya bahagia? Kau sanggup melihatnya tidak bahagia karena mu? Kau sanggup kalau ternyata Taemin menyesal menikah dengan mu? Karena ternyata ia hanya menikah dengan seorang namja yang egois, yang hanya memikirkan diri dan nafsu nya saja!! Jujur saja, itu rendah, Minho!! Memalukan!! Kehidupan pernikahan bukan hanya masalah hubungan fisik! Ada hal yang jauh lebih penting dari hal semacam itu!! Pernikahan itu urusan hati!! Kalau cuma nafsu yang kau pikirkan, lalu apa bedanya kau dengan binatang? Biarkan pelan-pelan ia mempercayaimu!! Lakukan hal-hal terbaik agar ia dengan sendirinya menyerahkan ‘dirinya’ padamu!! Itu seribu kali lebih baik dibanding jika kau memaksanya ketika ia belum siap dan hanya akan membuatmu terlihat rendah dimatanya. Kalau kau melakukan hal itu ketika ia sendiri yang sudah sepenuhnya percaya padamu dan menyerahkan diri untuk menjadikan sepenuhnya milikmu, hasilnya pasti akan jadi jauh lebih baik dan lebih indah. Jadi jangan memaksanya!! Taemin bukan boneka yang bisa kau mainkan sesuka mu!! Ingat itu!!

Minho terdiam. Bahkan setan nya pun diam [gampang nyerah amat ini setan!! Gak profesional!!].

Mempunyai nafsu itu wajar kan? Laki-laki mana yang tidak bernafsu melihat makhluk ciptaan Tuhan seindah Taemin, apalagi ketika ia sduah sepenuhnya menjaid milikmu. Tapi mengendalikan nafus itu ternyata menjadi hal yang jauh lebih penting.

“oppaaa”, Minho sibuk dengan pikirannya sampai tidak menyadari Taemin sudah ada di depannya.

Taemin bingung. Wajah Minho seperti orang bengong. Ia menggerakkan tangannya di depan wajah Minho. Tetap tidak ada reaksi. Taemin mengerenyit. Suaminya ini sedang memikirkan apa?/mikirin urusan lelaki, Taem, LOL.

Ia duduk di sebelah Minho dan menggoyangkan sedikit bahunya, “oppaa”, panggilnya agak keras.

“a-ah, nee?”, Minho terkejut. Ah, memalukan sekali ketauan bengong malam-malam!! Mudah-mudahan Taemin tidak berpikiran macam-macam!!

“oppa? Sedang memikirkan apa?”, Taemin tersenyum manis.

“a-ah? Anii, pooh. Sudah selesai mandi?”, PERTANYAAN BODOH!! Tentu saja sudah!! Kalau belum, dia tidak akan ada disini!! Minho pabo!!

“nee. Gantian yaa, oppa sekarang yang mandi. Air hangat nya sudah kusiapkan. Bajunya juga sudah kusiapkan di tempat tidur. Aku mau siapkan makan malam dulu”, Taemin berkata sambil menampilkan semburat merahnya. Maluuuu!!! Mulai malam ini ia bukan hanya mengurus dirinya sendiri, tapi juga mengurus Minho. Ia akan mengerjakan kewajibannya sebagai istri yang baik [kecuali hal itu oppa, maaf! Tidak sekarang! Aku belum siap!]. ia akan membuat Minho tidak menyesal selama ini memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan sampai berani untuk berjalan sejauh ini.

Minho tersenyum. istrinya terlihat lebih imut dengan piyama berwarna krem dengan bergambar winnie yang sedang memakan madu. Rambutnya yang masih basah mengeluarkan aroma strawberry yang segar.

Akhirnya mulai malam ini, ia akan memakan makanan dari orang yang sangat spesial. Tidak ada lagi makanan aneh-aneh hasil kreasi hyung-hyung nya, tidak ada lagi masa-masa kelaparan karena baru pulang dini hari dan tidak ada makana di rumah, tidak ada lagi berburu kuliner untuk mencari dimana makanan yang enak dan buka sampai malam, Minho terus tersenyum membayangkan hal-hal menyenangkan dalam kehidupannya setelah malam ini.

“oppaa? Waeyo? Kenapa senyum-senyum begitu? Wajahku ada yang lucu?”, Taemin memiringkan kepalanya imut.

Minho mengelus rambut nya lembut, “kau cantik seperti biasa”

Taemin menunduk. Aiihhh, ia bahkan bisa merasakan darah mulai naik ke wajahnya dan muka itu memerah. Kenapa dipuji suami sendiri saja kau masih malu Taemiiiiinn??

“sudah ah oppaaa, nappeun!”, Taemin bangun dari sofa, namun ketika hendak melangkah turun ke dapur, ia langsung dipeluk Minho dari belakang, “gomawo pooh. Aku sangat sangat bahagia memilikmu!!”, bisiknya mesra.

Haaahh, kenapa ia harus membuatku terus malu seperti iniiii? Taemin tidak berkata apa-apa. Minho hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang masih seperti itu. Seperti menikah dengan anak kecil yang manja, pikirnya.

Chup~ “saranghae yeobo”, Minho mengecup pipi Taemin cepat dan langsung berjalan masuk ke kamar.

“yak!! oppaaa”, Taemin berteriak tertahan, tapi tidak dipedulikan karena pintu itu sudah keburu tertutup.

Reflek ia memegang pipi nya. Wajahnya…jangan ditanya, pasti sudah seperti kepiting rebus sekarang. Tapi pipi itu, terasa hangat. Darahnya berdesiri ketika bibir lembut itu menyentuh permukaan pipi nya.

Haaahh, puk puk. Taemin menepuk pipinya pelan. Sudah Taemin, sudah!! Jangan berimajinasi macam-macam!! Ia segera turun ke bawah.

Sesampainya di dapur, ia memakai apron winnie dan mulai memasak. Membuka kulkas, baha makanan tersedia lengkap disitu. Ibunya Minho dan ibunya yang menyiapkan semua ini. Ia terdiam sejenak, apa yang harus dimasak pertama kali untuk suaminya? Ihihi, Taemin tersenyum sendiri. Setiap kali kata ‘suami’ dihadirkan otaknya, entah kenapa ia merasa sangat malu.

Akhirnya ia memutuskan untuk naik kembali ke atas dan menanyakan Minho ia ingin makan apa malam ini. Ia teringat pesan Umma nya saat mereka masih menyiapkan segala sesuatu terkait pernikahannya, “ketika kalian sudah menikah, jangan ada keputusan yang dibuat sepihak, se simpel apapun itu, kalian harus putuskan berdua karena rumah tangga itu menyangkut dua orang yang berbeda. Dua kepala, dua pikiran, dua sifat, dua sikap dan dua kemauan yang berbeda, jadi kalian harus menghormati hak masing-masing. Kesepakatan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga hubungan kalian tetap sehat”. Jadi, sekarang adalah waktu nya untuk melaksanakan titah sang Umma untuk pertama kalinya.

CKLEK, ia membuka pintu kamar. Terdengar suara air dari kamar mandi. Dengan jantung berdegup kencang, ia mendekati pintu kamar mandi. Ketika hendak mendekat dan mengetuk nya, tiba-tiba….

CKLEK, pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Minho yang topless dan hanya berbalut handuk di bagian bawah tubuhnya. Rambutnya masih meneteskan air. Abs nya terlihat jelas. Aroma manly menguar kuat. Badan yang belum sepenuhnya kering semakin menambah keindahan makhluk di depan Taemin saat ini*fitri gigit bantal*.

Keduanya sama-sama terdiam.

Lalu…

“YAAAAAAAAAA”, keduanya sama-sama berteriak. Taemin berbalik sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan, sementara Minho kembali masuk ke kamar mandi.

“oppaaa, kenapa keluar tanpa memakai bajuuuuu?”, ucap nya sambil tetap menutup wajahnya padahal ia tau Minho kembali masuk ke kamar mandi dan tidak ada di belakang nya sekarang. Tapi tetap saja!! Taemin merasakan mukanya sudah sangat memerah. Otaknya bekerja, kembali berulang-ulang menampilkan pemandangan yang sedetik lalu ia lihat, bahkan tanpa disadari, ia nikmati. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, mencoba mengusir berbagai gambar aneh yang digambarkan otak nya dengan senang hati. Stop Taemin, stop!!!

Minho sendiri di kamar mandi berusaha mengatur nafas nya yang tidak beraturan. Entah kenapa, jadi ia yang malu!! Baru kali ini ia dilihat dalam keadaan seperti itu oleh seorang wanita, walaupun notabene itu adalah istrinya sendiri. Tapi tetap saja kan, Taemin itu seorang yeoja juga!!! Pandangan Taemin tadi semakin membuat jantung Minho bekerja tidak normal!! Kenapa ia harus memandangi ku dengan tatapan begitu sih? Kan jadi aku yang susah!! Pabo Minho!! Kenapa kamar tidak kau kunci tadi!!! Kenapa tidak mendengar pintu kamar dibuka seseorang!! Kenapa tidak mendengar seseorang mendekati kamar mandi!!! Errrgghhh, ia mengacak rambut basah nya frustasi!!!

“ma-maaf Minnie, baju nya kan kau letakkan di tempat tidur!”, Minho tidak tau harus menjawab apa. Selama ini tinggal bersama hyung-hyung nya di SHINee yang sama-sama laki-laki membuatnya biasa untuk keluar kamar mandi dengan keadaan begitu. Hei, itu wajar kan bagi laki-laki?

“kenapa tidak dibawa ke dalam? Kan di dalam kamar mandi ada rak untuk menaruh pakaian!”

Minho menoleh. Memang ada rak pakaian yang tertutup kaca, untuk menjaga baju bersih nya tidak terkena air, tapi kan yaaa, dia sudah begitu selama bertaun-taun dan tidak ada yang protes!! Jadi tentu saja ia tidak kepikiran!!

“ma-maaaf Minnie, aku yang salah”, eerrrghhh, Minho sejujurnya benci mengalah. Tapi kalau dengan Taemin, entah kenapa semua keberaniannya hilang!!

“lain kali aku pakai baju di dalam. Lagipula, kau kenapa kembali ke kamar? Tidak jadi memasak nya?”

“aku hanya menanyakan oppa mau makan apa?”

Deg. Minho terdiam. Kau tidak pantas menyalahkannya!! Dan harusnya kau malu!! Taemin yang kau selalu perlakukan dan anggap seperti anak kecil saja sangat sangat menghargai pendapatmu, jadi kau juga harus mulai belajar untuk mengahargai pendapatnya. Stop bertindak egois!! Dalam hal APAPUN!!

“apapun yang kau masak kan, pasti aku makan!!”

“tidak ada permintaan khusus?”

AKU MAU KAU!!

Sayang itu hanya diucapkan oleh otaknya tanpa tersuarakan keluar.

“tidak pooh. Apapun kalau itu hasil masakan mu pasti ku makan”

“okee. Janagn keluar sebelum oppa mendengar pintu tertutup yaa!! Lain kali kunci pintu nya!!”

“siaaappp”

“aku mulai berjalan ke pintu. JANGAN KELUAR!!”

“neee”, haiisshhh, istrinya ini seperti aku monster saja!!

“oppaaa sebentar lagi sampai pintuuu”

“iya pooh, aku tidak akan keluar”, sabar Minhooo!!!

“oppaaa, pintu nya sudah aku buka. Jangan keluar sebelum mendengar suara pintu tertutup yaa!!”

“iyaaaaaaaaaaaaaa”

BLAM…

Ia tunggu sedetik sebelum keluar. Minho melongokan kepala nya terlebih dahulu di pintu kamar mandi. Melihat sekeliling, Taemin sudah keluar.

Hhhhh, ia segera berlari ke arah pintu dan menguncinya. Menyandar ke pintu, menarik nafa panjang, menormalkan jantungnya. Huuuffttt, kau harus mulai belajar merubah banyak hal Minho!!

Ia melihat ke arah aksur. Ada piyama berwarna biru laut polos, tapi yang ia bingung, PIYAMA PANJANG!!!

Sejak kapan ia punya pakaian tidur yang panjang? Biasanya kan ia hanya memakai kaus dan celana pendek!!

Hhhhh, pasti kerjaan Taemin. Ia jelas takut pada mu Minho kalau malam-malam kau macam-macam. Ia baru ingat Taemin juga memakai piyama panjang, atas dan bawahannya.

= =”

Setelah berpakaian, ia mencoba menghandle pikiran aneh-aneh nya sebelum keluar. Jangan sampai kehilangan kendali, Minho. Ia melihat ponsel nya. Ada tiga pesan.

Onchiken hyung => Minhoooo, bagaimana rasanya berumah tangga? Jangan dingin-dingin pada istri mu. Kasihan Taemin. Arrasso? Fighting!! Cepat beri aku keponakan yaa!! Kya kya kya

Diva Key hyung => KODOK!! KALAU SAMPAI KAU KASAR APALAGI MENYAKITI ANAKKU, KUBUNUH KAU!! KUJADIKAN KODOK GORENG UNTUK SARAPAN!!

Pervert Jjong hyung => keroro, bagaimana? Enakkah? Sempit tidak? Berapa ronde?……

Ia segera menutup pesan itu dan tidak membaca lanjutannya!! SHIT!! Kenapa aku harus membuka pesan dari si king of pervert itu sih? Harusnya kau sudah bisa mengira isi pesannya apa!! Awas kau hyung!!

Ia segera turun ke bawah.

Begitu sampai, harum makanan langsung tercium. Istri nya memang pintar masak!! Cheesse cake yang ia buat waktu ulang tahun Minho saja, rasanya enak. Dan dari harum masakannya, sepertinya memang benar-benar enak.

“Taemin“, Minho memanggil nya begitu masuk ke dapur. Ia sedang mengaduk-aduk sesuatu. Sepertinya soup.

“nee oppa“, Taemin menjawab tanpa menoleh. Wajahnya memerah. Ia masih teringat peristiwa tadi.

“masak apa? Wangi sekali”, Minho bertanya sambil memeluk Taemin dari belakang.

“kimchi soup, dan beberapa makanan sederhana. Maaf oppa, habis aku takut kau menunggu terlalu lama, jadi aku masak yang cepat dibuat. Lain kali aku pasti masak yang….”, Minho tidak mendengarkan. Ia malah mengecup tengkuk Taemin pelan. Wangi sekali. Padahal ia sedang memasak, tapi wangi strawberry ini tetap saja tercium.

Taemin membeku. Lidahnya kelu seketika. Ottohke? Apa….apa Minho oppa sudah tidak tahan? Apa yang harus kulakukan? Apa aku kabur saja?

“oppaaa.bi-bisakah kau duduk saja. Aku…aku maluuuu”, Taemin berkata lirih sambil terus menunduk. Air matanya bahkan hampir keluar. Ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa, Tuhan, sungguh!!!!

Minho mengamati wajah istrinya. Wajah seperti hendak menangis.

Deg… Minho tau kalau ia salah. Ia segera melepas pelukannya, dan membalikkan tubuh istrinya. Taemin menunduk.

“hei hei, Taemin lihat aku”, Minho mengangkat pelan wajah istrinya. Matanya memang sudah berkaca-kaca.

“aku tau kalau kau takut, aku minta maaf, tapi sungguh aku tidak ada maksud apa-apa. Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau atau tidak siap!! Tidak akan pernah!! Kenyamanan dan kebahagiaanmu adalah prioritas utama ku!! Kau tau itu kan? Itu tidak berubah sejak dulu, sampai sekarang bahkan selamanya. Jadi aku mohon, katakan padaku kalau tindakanku ada yang membuatmu tidak nyaman. Kita sama-sama baru menikah, kita sama-sama belum tau apa-apa, jadi ayo belajar bersama. Aku banyak belajar darimu dan kau pun belajar dari ku. Kita sudah berjanji, bukan pada manusia, tapi langsung pada Tuhan untuk selalu bersama dalam keadaan apapun, jadi kita harus saling membantu untuk mewujudkan itu. Untuk menepis semua anggapan orang bahwa pernikahan dini antara dua orang artis yang sama-sama sibuk pasti akan bermasalah. Kita harus buktikan bahwa hal itu SALAH!! Kita akan bahagia dan kita memang harus bahagia dengan keadaan kita saat ini dan apapun yang terjadi kedepannya!! Jadi aku mohon, jika hal-hal yang kuperbuat itu membuatmu tidak bahagia, katakan padaku, arrasso? Jangan menangis, kumohon!! Aku yang sedih, pooh”, Minho sungguh-sungguh mengatakan itu pada Taemin. Ia kunci matanya agar istri baru nya itu bisa melihat keseriusannya, melihat kalau ucapannya bukan sekedar omongan gombal saja.

Taemin tersenyum melihat keseriusan suaminya itu.

“ternyata doaku selama ini tidak salah yaa, oppa”

Minho menegerenyit heran. “doa apa pooh?”

“setiap malam aku diajari suatu doa oleh Umma. Kau mau mendengarkan?”

Minho mengangguk.

Taemin menangkupkan tangannya di wajah tampan Minho, lalu pelan namun jelas, ia berkata, “Lord, I pray for a man that will be a part of my life. A man that really loves YOU more than everything. A man that have a wise heart, not only smart brain. A man that not only loves me but also respect me. A man that not only adores me but can warn me when I’m wrong. A man that can be my best friend in everytime. I don’t ask a perfect man but I ask for an imperfect man, so I can make him perfect in YOUR eyes. A man that needs my prayer and support for his life, need my smile to cover his sadness, need my love so he feels being loved, need me to make his life beautiful and make me to be a woman that can make him proud…

[aku suka banget nget nget sama kata-kata ini]

Mata Minho berkaca-kaca. Heii, seorang ice prince….berkaca-kaca? Doa itu lebih indah dibanding semua lagu romantis yang pernah ia maupun Taemin nyanyikan untuk satu sama lain.

“kau merasa….aku adalah pria yang seperti itu?”, Minho berkata pelan.

“I don’t know. I just feels that my heart make a right decision”, Taemin berkata sambil tersenyum.

Minho memeluk Taemin erat. Ia mengucap syukur berkali-kali pada Tuhan karena mendapatkan wanita yang mampu membuat hidup nya sempurna dengan cara yang hanya Taemin seorang yang mampu melakukan nya.

“oppaaa, sudahlaaah. Masakan ku bisa-bisa tidak jadi, hehehe”, Taemin mengelus punggung Minho perlahan untuk menenangkannya.

Minho melepaskan pelukannya, memandang wajah cantik itu, kemudian mengecup kening nya, lama, lebut, hangat.

“saranghae Choi Taemin”

Lagi-lagi, tanpa menjawab ia membalikkan badannya dan kembali melanjutkan masakan. Na do Choi Minho, tapi itu hanya hatinya yang menjawab, semntara mulutnya tetap diam.

Minho hanya tersenyum, mengusap pelan rambut istrinya dan duduk di meja makan.

5 mneit kemudian, makanan siap. Hanya makanan-makanan sederhana, namun itulah makanan pertama mereka dengan status suami-istri.

Keduanya berpandangan. Matanya berbinar, terpancar jelas kebahagiaan di kedua wajah itu, dan mereka menghabiskan makanan dengan mengobrol mengenai apa saja, tentang pribadi masing-masing, pekerjaan Minho dan Taemin, dan sesekali tertawa sambil saling menggenggam. Rumah mewah yang Minho hadiahkan khusus untuk Taemin menjadi saksi perjalanan cinta mereka dengan sebuah ikatan suci yang dengan segala konsekuensi nya, berani mereka ambil. Karena Minho punya Taemin untuk menguatkannya, dan Taemin punya Minho untuk melindunginya.

Selesai makan, Minho memaksa untuk mencuci piring dan Taemin ke atas untuk membereskan tempat tidur.

Waktunya tiba…

Sebetulnya mereka sama-sama panas dingin. Kini, kedua sejoli itu sudah di kamar dengan pintu tertutup. Taemin duduk di sisi ranjang, dan Minho duduk di sisi ranjang yang berseberangan. Kedua nya sama-sama mengibas-ngibas kan tangan karena entah mengapa ruangan ber AC ini tiba-tiba jadi panas.dan……

TeBeCe…

Ending nya gaje yaaa. Au’ah, capeeee. Ehehehe.

Semoga suka yaaa…

RCL pliiissss…

Tha_tha Babaiii…

127 thoughts on “[2min/sequel WGM] Now, we married! part 2

  1. minho jgn lepas kendali taemin blm siap tuh hahaha. tersiksa deh minho pke piyama panjang gitu hahaha. btw ehh kata2 nya bagus bgt thorr

  2. hayoloooohhh berdua dikamar… saran ni yaaa buat si polos litemin jangan nampilin expresi unyu deh kalo ga mo diterkam buahahahhahaa…

    neeexxxtttt!!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s