SECOND LIFE/ 2min – Onkey/ PART 4


Author : Kei

Cast : Taemin, Onew, Minho, Key

Support cast : Jonghyun, dll

Tags : 2Min, Onkey

Length : Sepanjang-panjangnya punya Minho, hahaha

foreword

ni yua mau nge post FF kei! dia ga bisa post karena alasan tertentu *gaya* okee suunders jangan lupa RCL yaa!! oh iya FF yang teaser nya kemarin launching masih dalam proses yaaa! hehhe.. banyak juga yang penasaran? ckckck…makanya komen FF ini yang lengkap, karena sejujurnya FF teaser kemarin banyakan kei yang ngetik (u,u) aku ga PD duet sama dia, hahha😄 soo~~ kalian harus komeen yg luengkapp, supaya kei semangat! oke! ^^

foreword

Ini baru gw ketik dengan ngaconya dan abalnya untuk nepatin janji. Mian kalau ancur and gagal total. Ngetik ini bener-bener ngebut… U_U

Disini gw ceritain 2Min karena kemaren pada request 2Min, tapi mian juga kalau maksa yahhh

ide lagi buntu sangat. Jadi kalau aneh…

aahhhh miaaaaaaaaaaaannnn

dan juga gw lagi minder banget buat nulis ff. Jelek. I know kemampuan gw masih amatir dan dibawah rata-rata.

Jadi tolong supportnya yah..

komen kalian itu berharga banget karena juga penyemangat gw banget…

Yah, oke deh mulai aja.

Silahkan baca..

RCL !

NO BASHING !

ENJOY THIS !!

.

.

.

————–

Pagi yang cerah di hari sabtu, Taemin dan Minho seperti biasa janjian untuk latihan basket bersama. Tapi, sampai melewati setengah jam dari waktu janjian, Taemin belum juga muncul.

”Ck,”Minho berdecak kesal. Lalu akhirnya dia memutuskan untuk berlatih sendiri. Orang yang tidak menepati janjinya, tak pantas di tolerir ! Begitu prinsip Minho. Dengan melihat itu saja sebuah karakter orang bisa terbaca kan. Berarti Taemin tidak serius dan disiplin latihan. Huft.

Biasanya dia sering ke hall sendirian untuk bermain dan mengasah kemampuannya. Tapi ntah sejak kapan, bermain sendiri tak lagi menarik untuknya. Baru 5 menit dia mencoba nge-shoot ke ring, tapi beberapa diantara bola yang dia tembakan melenceng semua. Gila ! Kalau saja teman-temannya melihat, hancur sudah reputasinya sebagai kapten basket yang bahkan tak bisa mencetak angka dilapangan sepi seperti ini.

PUK

tiba-tiba sebuah handuk mendarat di kepala Minho,

”Heum ?”Minho mengambilnya dan menoleh,

”Annyeong~”Taemin mendadahkan tangannya sambil tersenyum manis.

”Kau ?”

”Mian hyuung..tadi Onew hyung belum juga berangkat. Aku terpaksa menunggunya sampai ia benar-benar pergi.”jelas Taemin mempoutkan bibirnya imut. Lalu menghampiri Minho dan menyodorkan sekaleng pocari sweat untuknya.

Minho menaikkan alisnya, ”Ahh~ aku lupa tentang Onew hyung.”gumam Minho. Jelas itu alasan kenapa Taemin sampai terlambat. Lalu Minho tersenyum dan dalam hatinya sangat menyesal telah menjadi orang yang tidak sabaran dan merutuk dirinya karena telah mengatakan Taemin tidak serius, ”Mianhae.”

”Eh ? Untuk apa hyung ?”

”Dan gomawo.”ucap Minho mengambil kaleng minuman itu dan membukanya lalu meneguknya dengan riang.

Taemin sedang mencerna maksud Minho barusan. Dia mengerti kenapa Minho berterima kasih tapi kalau minta maaf ? Untuk apa ??

Lalu ia hanya menaikkan bahunya dan segera mengambil bola lain untuk latihan.

”Hari ini kita latihan apa hyung ?”tanya Taemin semangat.

Minho mengelap ujung bibirnya dengan handuk yang tadi diberi Taemin dan berpikir sejenak. ”Hmm..sepertinya sudah semua kuajarkan padamu. Bagaimana kalau kita tanding man to man untuk melihat sejauh mana kemampuanmu ?”

Taemin langsung tersenyum sumringah. Dia bahagia sekali akhirnya dia akan bermain basket yang sesungguhnya.

”Aku mau hyung ! Mau mau ! Hehe”

Minho tersenyum dan mengangguk, tapi tiba-tiba handphonenya bergetar, ada sms.

Setelah membacanya, dia menepuk dahinya pelan, ”Mian aku baru ingat sesuatu.”

”Mworagu ?”

”Aku harus mengambil sepatu yang kupesan ditoko langgananku. Dia tidak bisa mengirimkan karena orang yang bertugas sedang sakit, sedangkan tokonya sedang sangat ramai.”jelasnya.

Taemin membulatkan bibirnya sambil mengangguk-angguk paham.

”Bagaimana kalau kita tanding besok ? Sekarang aku harus pergi kesana. Mianhae..”ucap Minho lagi sedikit menyesal.

Sadar dirinya hanya sendiri karena Onew sedang pergi ke incheon dengan Key untuk mengurus sesuatu, Taemin jadi sedikit kecewa. Padahal ini kesempatan bagus untuk berlama-lama bermain.

Melihat ekspresi sendu diwajah cantik itu Minho jadi merasa bersalah. Dia berpikir sesuatu untuk menebusnya agar wajah itu bisa kembali cerah.

Apa harus ?

”Yasudah, hyung pergilah.”ucap Taemin sambil tersenyum. Menghapus ekspresi sedih yang sempat mampir diwajahnya.

Ahh…senyumnya indah sekaliiii~ dia cantik !! Cantik sekali Tuhaannnn….batin Minho sedang bersorak begitu melihat senyum itu. Langsung saja sebuah ide terlintas dibenaknya, ”Mau ikut ?”

”Eh ??”

Minho mengangguk, ”Mau menemaniku ?”tanyanya lagi dengan senyum flaming charisma-nya.

Ikut ? Pergi ? Keluar asrama ??

ASTAGA !

Tak ada hal yang lebih menyenangkan dari ini. Yeeeiiyy~~

”Mau hyuuung ~”soraknya senang bukan main. ”Ayo ! Ayooo~”

Minho tersenyum senang, lalu dia mengembalikan bola ke keranjang penyimpanan, dan keluar dari hall bersama Taemin.

”Tempatnya cukup jauh di pusat kota. Kita naik bis, nggak apa-apa kan ?”

”Iya hyuung, gwaenchana ! Hehe asiiik~ naik bis ! Bis loh hyuuung…bis ! Aku nggak sabar ingin mencoba !”ucapnya berseru senang.

Minho hanya menggeleng kepala sambil tersenyum.

Lagi-lagi bocah yang mengejutkan. Bahkan dia juga baru pertama naik bis, eoh ? Yahh mungkin selama ini dia selalu naik mobil pribadi ? pikir Minho.

Dari asrama menuju halte, harus berjalan kira-kira 10 menit. Selama itu, sadar atau tidak Minho terus menggandeng tangan mungil Taemin. Tak mau sedetikpun melepaskannya.

Wae ?

Molla.

Keduanya pun merasa nyaman. Bahkan dengan riangnya Taemin mengayun-ayunkan gandengan tangan mereka dengan riang.

Tak tahukah kau ? Disini…ada sesuatu yang berdetak hebat. Bergemuruh kuat. Begitu melihat wajahmu.

Senyummu.

Tawamu.

Mendengar suaramu,

selalu membuatku ingin berada didekatmu.

Tak ingin kau pergi jauh,

egoiskah ?

Perasaan apa ini Tuhan ??

”Hyuuung~aku cape.”ucap Taemin begitu menghempaskan bokong sexy-nya di bangku halte.

Minho menahan tawa, ”Baru berjalan sebentar kau sudah cape, eum ? Mau kembali ke asrama saja ?”tanya Minho, ”Biar aku per..”

Taemin langsung buru-buru memotong sambil menggeleng dan menyilangkan tangannya didepan dada membentuk X besar.

”Nope ! Nonono ! Tidak hyung. Ini kesempatan emas, kau tahu ?? Jadi kalau aku sedikit mengeluh, hyung tidak usah dengarkan. Tubuhku memang sedikit manja, aku pun kesal !”

Lagi-lagi.

Jangan seperti itu Taemin..

Bibirmu yang kau poutkan lucu itu sangat menggemaskan, kau tahu ?

Ingin menguji kesabaranku kah Tuhan ?

”Eh hyung ! Bisnya yang itu bukan ?”tanya Taemin begitu melihat bis berwarna hijau dari kejauhan.

SNAP !

Earth call you~ Mr. Charisma.

”Oh ?”Minho menoleh ke arah bis datang. ”Ya. Itu bisnya.”

”Asiiik”Taemin bertepuk tangan.

Minho memegang dadanya.

Ada apa ini ?? Kenapa berdebar, eoh ?

Apa aku sakit jantung ? Daritadi debaran jantungku aneh sekali… U_U

Ckiiitt

Bis berhenti dihadapan mereka.

”Naik hyuuung”Taemin menarik kaos Minho yang lagi-lagi sedang terbengong-bengong.

”Ah oh..ya. Naiklah duluan.”

Lalu Taemin naik, dan dia bingung begitu supir menyuruhnya memasukkan uang untuk ongkos di tempat yang disediakan.

”Eoh ? Berapa ?”Taemin buru-buru mengambil dompetnya dan mencabut salah satu uang  kertas 10000 won.

”Ini…”ucapnya menyodorkan pada si supir.

”Eh ? Aku tidak punya kembalian…itu terlalu besar, dik.”ucap si supir.

Cring cring

Minho memasukkan beberapa koin disana, ”Itu ongkos kami berdua, ahjussi.”ucapnya.

Si supir mengangguk dan tersenyum ramah, ”Silahkan duduk, sekarang saya akan melanjutkan perjalanan.”ucapnya.

Minho mengangguk singkat dan menggandeng Taemin untuk mencari tempat duduk, ”Simpan uangmu dan cepat kita duduk. Perjalanan cukup jauh.”

Taemin mengangguk kecil dan mengikuti Minho yang telah memilih spot belakang untuk duduk.

Taemin meminta untuk duduk disebelah jendela agar bisa melihat pemandangan diluar. Wajahnya terus berseri.

”Ini pemandangan yang sangat indah hyung.”ucap Taemin.

Minho mengangguk menatap wajah dihadapannya yang kini sedang tersenyum riang.

”Pemandangan yang sangaaatt indah.”timpal Minho semakin mengencangkan pegangan tangannya di tangan mungil itu.

Kau lebih indah dari segala pemandangan diluar sana Taemin, tak tahu kah kau ??

”Iya hyung”Taemin tersenyum dan kembali memandang keluar. Sesekali dia bertanya dengan semangat dan excited jika melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya menarik.

Berisik.

Sedari tadi para penumpang lain menoleh ke arah mereka bahkan yang duduk di depan sampai memutar badan mereka untuk melihat keributan kecil itu.

Tapi begitu melihat Taemin,

Tidak ada yang bisa menolak senyumnya. Bukannya marah karena terganggu tapi mereka malah ikut menonton dan sesekali tersenyum melihat tingkah bocah itu yang tak hentinya bersorak.

Gemas.

Gemas.

Dia lebih manis dari permen.

Dia lebih cantik dari bunga.

Dia…

Aku selalu kehabisan kata untuk mengungkapkan dirinya. Karena memang tidak ada satupun yang bisa menyamakan pesonanya. Pesona seorang Lee Taemin. *si tetem senyum-senyum najong, wkwkwk*

Perjalanan kira-kira menghabiskan waktu 30 menit. Mereka sudah sampai di DDM dan segera turun.

HUP

Persis seperti anak kecil, Taemin turun sambil meloncat dari tangga terakhir bis dan mendarat dengan kedua kakinya.

Sebelah tangannya di pegang Minho yang berinisiatif untuk membantunya turun tapi dia bahkan meloncat. Ckckck

Melihat kelakuan Taemin barusan, Minho sudah tidak bisa menahan gejolak hatinya. Sedari tadi dia memang ingin

melakukannya.

”Aww ! Hyuuunng appooo~”ucap Taemin mengelus pipinya yang dicubit mendadak oleh Minho.

Minho terkekeh, ia melihat pipi Taemin yang memerah akibat cubitannya. Terlalu kencang kah ?

”Mian, habis kau lucu sekali Minnie.”Minho mengusap pipi yang demi Tuhan kini berubah warna menjadi merah muda.

Maluuuuuuuuuu >////

Lagi, dia tidak salah dengar kan ?

Minnie…

Suara bass yang lembut itu menggema di telinganya.

”Wae ? Ayo masuk. Aku akan mentraktirmu makan. Mian pipimu jadi sakit, yah ? Daritadi merahnya tidak mau hilang”

Taemin memegang kedua pipinya,

”….”dia masih menahan debaran jantungnya.

”Minnie ?”

”Kumohon…perasaan apa ini ? Kenapa jantungku berdebar ? Pliiiss jangan kambuh sekarang ! Ini tidak lucu !”batin Taemin yang sedang bingung.

”Hey, Taemin ah”Minho menggoyangkan tangannya didepan wajah Taemin.

”Oh”Taemin menatap wajah Minho yang tepat berada di depannya, ”Hyung ! Appo tahuuu” Taemin mendorong Minho, dia takut kalau jarak mereka sedekat tadi, Minho akan mendengar debaran jantungnya yang nakal.

Kaget.

Minho benar-benar kaget Taemin mendorongnya, tapi lalu dia tersenyum melihat wajah Taemin yang mengerjap polos, ”Mian. Kkaja !”

”Un.”Taemin buru-buru mengekori Minho yang berjalan duluan.

Di toko sepatu..

”Annyeong hyung.”sapa Minho ketika masuk ke toko tersebut.

”Minho ! Mian. Kau jadi harus datang kesini.”ucap si pemilik toko, Shindong.

”Gwaenchan, mana sepatuku ? Aku mau lihat.”

Shindong mengangguk, ”Ada di dalam, sebentar…”kalimat Shindong terhenti begitu melihat sosok yang muncul di balik punggung Minho.

Sebenarnya daritadi Taemin sudah berdiri disana, tapi badannya yang kecil itu, sukses tertutup sempurna oleh badan Minho.

”YA ! MINHO KAU SUDAH PUNYA PACAR ??”pekik Shindong menunjuk Taemin dengan heboh.

”Hah ?”Minho dan Taemin kaget mendengarnya.

”Bu..bukan hyung. Dia ini temanku.”jawab Minho memegang pundak Taemin dan mendorongnya kedepan. ”Kenalkan dia Shindong hyung.”

Taemin lalu tersenyum, ”Annyeong hyung~, Taemin imnida.”ucapnya sambil membungkuk hormat.

”Aigoo~ manis sekaliiii”Shindong langsung keluar dari balik counternya untuk menyalami Taemin.

”Ya yak !”Minho langsung menyembunyikan Taemin di belakangnya, ”Tidak boleh.”

”Wae~??”Shindong memelas.

”Kenapa hyung ? Tidak apa-apa, kan ?”Taemin segera menghampiri Shindong dan bersalaman.

”Tanganmu haluuusss~”Shindong mengusap-usap tangan Taemin dengan tangan yang satunya.

”YAK !”Minho segera melepas sesi jabat tangan tersebut secara paksa, ”Cepat ambilkan sepatuku hyung.”

Shindong mau protes tapi Minho melotot padanya dengan pandangan jangan-coba-coba-look. Plus tatapan mata besar yang menyeramkan membuat Shindong yang berbadan besar pun tak berani menatapnya lama-lama. Froggy eyes memang nomor 1.

GLEK

”O..ok.”ucap Shindong kembali kebalik counter dan masuk kedalam.

”Wow ! Ini bagus sekali…”ucap Taemin begitu melihat salah satu sepatu basket yang dipajang.

Minho menghampiri Taemin dan memperhatikan sepatu nike yang dipegang Taemin. Sepatu itu memang benar bagus, berwarna putih-kuning yang sangat manis bila dipakai Taemin.

”Itu bagus. Kau mau ?”tanya Minho.

Taemin langsung mengangguk tanpa berpikir dua kali. Harga sepatu itu 3,5 juta won. Harga yang cukup fantastis.

Shindong kembali sambil membawa kotak sepatu berisi pesanan Minho. ”Ini.”

”Ahh~ hyung sekalian aku juga mau membeli sepatu yang itu.”ucap Minho menunjuk sepatu yang di pegang Taemin.

”Wuah, kau tau saja sepatu bagus yah. Itu limited edition. Hanya tinggal satu. Tapi itu kekecilan untukmu, Minho.”

”Bukan untukku, tapi untuknya.”jawab Minho.

Shindong langsung nyengir, ”Dia pacarmu ?”

”Aniii. Sudahlah hyung, jadi berapa semua ?”

”7,5 juta.”

”Oke..chakkaman.”

Taemin menghampiri Minho yang sedang mengeluarkan dompetnya, ”Hyung~ yang mau beli itu kan aku.”protes Taemin, ”Shindong hyung, aku mau bayar.”Taemin pun segera mengambil dompetnya namun langsung dicegah Minho.

”Biar aku saja. Anggap hadiah dariku.”ucap Minho.

Taemin mengerutkan alisnya, ”Hadiah ? Untuk apa ? Ulang tahunku masih lama hyung.”

Shindong terkekeh mendengar pernyataan Taemin, ”Taemin ah, memberikan hadiah bukan saja disaat kita berulang tahun. Tapi bisa kapan saja dan dengan makna yang berbeda pula.”

Minho menaikkan satu alisnya.

Taemin seperti berpikir sejenak, ”Lalu hyung kenapa mau memberiku ?”tanya Taemin pada Minho.

Kaget.

Minho selalu saja terkejut dengan pernyataan atau pertanyaan Taemin yang diluar dugaan.

”Hmm..itu..tidak ada. Aku hanya mau memberikanmu. Hyung, cepat dibungkus.”

Awalnya Minho kira Taemin akan menolak, tapi ternyata Taemin hanya menaikkan bahu dan diam.

”Kansamhamnida.”ucap Shindong.

”Annyeong hyuung.”Taemin mendadahkan tangannya seraya keluar dari toko.

Minho dan Shindong hanya saling tersenyum.

Setelah membeli. mereka segera masuk ke restoran untuk makan siang. Perut mereka sudah mengamuk minta di isi. Karena sebelum ke toko sepatu, mereka sempat melihat-lihat Mall tersebut walau tidak berbelanja, hanya menikmati suasana ramai di sekitar.

”Mau pesan apa ?”sapa seorang pelayan yang mendatangi meja mereka.

”Kau mau makan apa ?”tanya Minho.

Taemin sibuk melihat-lihat menu dengan serius. ”Aku bingung…hyung mau apa ?”

Minho juga nampak berpikir sejenak, ”Ah..aku mau Sirloin steak.”

Mata Taemin berbinar, ”Sepertinya enak…”

”Kau juga mau ?”

Tapi wajah Taemin berubah murung. Dia tidak diperbolehkan memakan daging karena kolesterolnya yang tinggi.

”Kenapa ? Kau mau ?”

Taemin menghela napasnya berat. Mau bagaimana lagi, resiko. Penyakit ini memang sangat kejam. Huh.

”Hmm…aku mau cream soup dan nasi goreng kimchi, boleh ?”

Minho tersenyum dan mengangguk mengiyakan. ”Minumnya ?”

”Disini apa yang terkenal ?”tanya Taemin pada si pelayan.

”Disini ada parfait sundae labu, fruit cocktail, blue ocean dan glow in the dark.”jawab si pelayan.

”Waahh~aku bingung hyung~”

”Ya sudah kami pesan semua.”jawab Minho enteng.

”Mwo ?”

Si pelayan mencatat pesanan di notenya, ”Tunggu sebentar, silahkan menunggu.” dan pelayan tersebut pergi.

”Hyung itu tadi tidak kebanyakan ??”

”Hahaha tidak apa-apa. Kau harus habiskan yah ?”

Taemin mepoutkan bibirnya, ”Berdua. Aku mana sanggup menghabiskan segitu banyaknya hyung.”

……

Tapi ternyata Taemin yang badannya kecil ini, makannya ganas sekali. Tadi dia bilang tidak sanggup menghabiskan malah sekarang dia minta tambah es krim waffle untuk dessert. Aigoo~ perut yang hebat.

”Habis makan kita ke toko buku yah. Ada yang ingin kubeli.”

Taemin mengangguk senang sambil memakan wafflenya. Bahkan Minho tidak diijinkan untuk mencoba karena saking enaknya. Ckckck

~~~~~~~

”Huaaahhh~~ hari ini aku senang sekali hyung…gomawo.”ucap Taemin ketika mereka dalam perjalanan pulang.

”Aku yang harusnya berterima kasih. Karena kalau pergi sendirian tidak akan semenyenangkan tadi jalan bersamamu.”Minho berkata sambil memandang mata Taemin. Lurus kedalam mata coklat itu.

”….”Taemin membalas menatap mata besar dihadapannya.

Minho lalu kembali menatap jalan di depan tapi tetap menggandeng Taemin. Sedangkan Taemin hanya tertunduk.

Demi apa dia sangat bahagia hari ini.

”Hiks..”

Minho buru-buru menoleh begitu mendengar suara isakan disebelahnya, ia angkat dagu tersebut dan terkejut begitu tahu Taemin sedang menangis.

”Taemin ah…wae yo ??”

”Hiks..hyung…”

”Mworagu ?”

Minho menghentikan langkahnya dan membalikkan bahu Taemin agar menghadapnya. Ia sapu air mata yang kini mengalir dipipi mulus itu dengan ibu jarinya. ”Uljima ne…kenapa menangis, eum ?”

”Aku bahagia hyung.”

DEG

”Ini pertama kalinya aku merasa seperti manusia normal…”ucap Taemin lagi.

DEG

Mwo ?? Apa maksudnya ?

Manusia normal ?

Hey…bahkan dia itu manusia yang sangat sempurna di mata Minho. Dimana letak ketidak normalannya ?

”Gomawo hyung…jeongmal gomawo.”Taemin meremas tangan Minho dan menatap lurus ke mata besar itu.

Bahagia.

Jelas terpancar tanpa kebohongan dari matanya.

Minho tersenyum dan mengencangkan gandengan tangan mereka, ”Kkaja. Kita pulang..”

———–

Malamnya, setelah kembali dari incheon Onew tidak langsung kembali ke kamar. Ia sedang menatap langit di atas atap asrama yang sepi sendirian. Ia tiduran disana dengan melipat tangan dibawah kepala sebagai bantal.

“Umma, apa kabar ? Apa umma kangen padaku ?”gumam Onew sambil tersenyum, “…Karena aku kangen umma…Umma sedang apa disana ? Apa umma sudah makan ? Jaga diri umma agar umma tidak sakit, karena aku tidak ada disana untuk menemani umma…”

Angin berhembus diwajahnya. Ia memperhatikan awan yang bergerak dilangit. Sore itu mendung dan dapat dipastikan hujan akan turun. Angin yang bertiup pun semakin dingin.

“Umma, aku kedinginan…Peluk aku umma…”gumamnya seraya memejamkan mata dan meringkuk memeluk dirinya sendiri yang mengigil.

“Hangat…Apa umma datang ?”pikir Onew. Namun otaknya berkata bahwa itu tidak mungkin. Ia segera membuka mata dan ternyata ia mendapati sosok Key yang telah duduk disebelahnya. Key menyelimuti tubuh Onew dengan jaket yang ia bawa.

“Key…”bisik Onew.

“Ahjumma, aku yang akan memeluk Jinki saat ia merindukan anda… Aku janji tidak akan membiarkannya menangis sendirian.”ucap Key seraya menoleh ke sosok yang tengah menatapnya tak percaya.

“Ya Jinki. Aku janji.”

TES

Tanpa diminta, tanpa dapat dicegah, air mata onew yang hangat jatuh kepipinya. Ia bangkit dan tangannya yang satu menopang berat tubuhnya sendiri dan yang satunya mengelus pipi Key lembut.

“Apa yang kau lakukan disini Key ?”Onew bergerak perlahan mendekat ke Key dan memeluknya.

“Aku hanya mendengar belahan jiwaku yang sedang menangis.”Key menyandarkan kepalanya dipundak Onew dan balas memeluknya erat.

“Umma pasti mengirimkanmu untukku…”bisik Jinki dikuping Key.

“Aku ada untukmu Jinki…”Key mencium pipi Onew, “Nah ayo turun. Sudah mulai gerimis.”ajak Key.

“Gomawo nae Key…”gumam Onew dalam hatinya.

Ia bahagia meski tidak ada umma didalam hidupnya, tapi ia memiliki sosok KEY. Seseorang yang benar-benar mencintainya dan sangat ia cintai. Sangat.

DUAR !

Petir menyambar dengan ganasnya. Seperti berperang dari awan yang satu dengan awan yang lain.

Ada sesosok makhluk yang meringkuk gemetar dibalik selimutnya.

“Hiks…hiks…”isaknya.

“Aku pulang ! Eh ?”ucap Onew bingung begitu mendapati kamarnya gelap. Lalu ia menyalakan saklar, “Taemin ?”panggilnya. Dan matanya langsung menangkap sosok dibalik selimut. “YA ! Kau kambuh ?!”pekik Onew segera berlari menghampiri Taemin dan membuka selimutnya.

“Hyuuungg…”Taemin langsung memeluk Onew. “Takuuuut aku takut ! Takuuut !”isaknya mempererat pelukannya.

Onew mengelus punggungnya, “Ya…aku disini…”ucap Onew pelan sambil terus mengusap2 punggung adiknya itu. Ia merasakan tubuh Taemin gemetar.

“Kau takut petir Taeminnie ?”Tanya Onew lembut.

Taemin menggeleng, lalu mengangguk. “Aku takut sendirian…aku takut petir…aku takut gelap…aku…huaaaaaaa !!”jerit Taemin begitu suara petir kembali menggelegar.

“Ssshhtt, tenang sekarang ada aku..kau istirahatlah.”

Taemin menggeleng dan kembali terisak.

“Kita hangatkan badan yuk. Bagaimana kalau kita minum coklat panas ?”ucap Onew menawarkan. Lalu ia memasangkan earphone ke telinga Taemin dan menyetelkan music di ipodnya.

“Hyung…”ucap Taemin melepaskan pelukannya.

“Aku buatkan coklat panas yah…”

Taemin mengelap air matanya dengan ujung lengan kaosnya dan kemudian mengangguk sambil tersenyum.

Onew menutup tirai dengan tirai ganda agar kilatan petir tak meyeruak masuk kedalam. Taemin memperhatikan setiap yang dilakukan Onew di depan matanya. Karena ide dari Onew memasangkan telinganya dengan ipod, kini Taemin tak lagi mendengar suara gemuruh petir yang kejam.

“Hyung…gumawo.”ucap Taemin sambil menatap punggung Onew yang sedang menghadap kompor dan memasak coklat panas untuk mereka berdua.

Ditengah suara petir yang menggelegar hebat, Onew tetap bisa mendengar ucapan Taemin barusan. Ia hanya tersenyum pahit.

Ia baru tahu kalau Asrama dan perguruan TM pemberian ayahnya ini adalah singkatan dari nama adiknya, TAE MIN. Hatinya sakit mengetahui hal tersebut. Kenapa ia merasa semua tak adil. Apa gunanya ia hidup ? Kenapa ia dilahirkan ? Kenapa rivalnya harus orang yang tak sebanding dengannya…

”Kalau saja kami sama-sama sehat atau sama-sama sakit, apa Abeoji tetap membuangku ?”ucap Onew dengan mata perih karena air mata.

Beberapa kali Onew pun pernah putus asa dan mencoba mengakhiri hidupnya. Namun berkali-kali pula ia tertolong. “Wae ? Bahkan mati pun aku tak diperbolehkan. Apa skenario hidupku memang harus seperti ini?”gumamnya sambil terus mengaduk coklat dipanci yang ia masak.

Dan tanpa sadar ternyata Taemin tertidur ketika menunggu Onew. Ia melipat tangannya diatas meja makan sambil tersenyum.

Ketika coklat panasnya telah siap, Onew melihat Taemin yang tertidur dengan tenangnya. Wajahnya sangat polos dan damai.

”Hey, kenapa harus kau Taemin…kenapa harus begini takdir kita, eoh ? Sakit…ternyata luka ini belum sembuh Taemin..belum sembuh dan bahkan semakin berdarah. Mengetahui kenyataan yang begitu pahit. Kalau kau jadi aku…apa yang akan kau lakukan ? Sanggupkah kau bertahan ? Apa yang harus kulakukan tuhan…apa dosaku sampai kau memberikanku takdir seperti ini ? Kenapa…”

Onew duduk dihadapan Taemin dan menangis.

Dia menangis malam itu.

Di malam yang dingin,

dan hujan.

Langit seperti mengerti isi hatinya, dan turut menangis akan perihnya sebuah hati anak manusia yang terluka dan dipermainkan takdir keluarganya.

Tuhan tidak akan memberikan cobaan

lebih dari yang dapat manusia tanggung

Tapi…sanggupkah ?

Aku manusia yang mempunyai keterbatasan, Tuhan…

Kau tahu itu.

Kau lebih mengerti hamba-Mu ini, kan ?

Rencana apa yang sedang kau buat ??

Aku sama sekali tidak mengerti.

Keesokan harinya…

PRANG

“Hyung ?”Taemin mencari sumber suara ketika ia selesai mandi.

Onew sedang berdiri terpaku menatap gelas yang pecah dilantai.

“Hyung ! Kau tidak apa-apa ?”Taemin langsung menguber Onew dengan khawatir. “Hati-hati nanti terin…auuw !”jeritnya lagi langsung memasukkan jarinya yang berdarah terkena pecahan gelas kaca itu kedalam mulutnya sendiri.

Onew berkedip, beberapa saat yang lalu tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Dan gelas yang ia pegang pun terlepas dari pegangannya.

“A..aku…”Onew sendiri bingung apa yang terjadi barusan. Dia hanya merasa tubuhnya kaku dan gelas itu pun terjatuh.

“Aku akan ambil sapu, hyung !”Taemin berlari panik ke arah dapur, lalu dia menepuk jidatnya sendiri, “Hyung…sapunya dimana…ya ?”tanyanya lagi dengan polos.

Onew masih terdiam lalu tak lama semua kembali normal. Tubuhnya sudah bisa digerakkan kembali. Ia pun menghela napas lega. “Biar aku saja yang membersihkan.”ucap Onew berjalan mengambil sapu. Taemin mengikuti Onew sambil menghisap jarinya yang berdarah. “Kau bersiaplah.”ucap Onew lagi, “Bersihkan lukamu dan gunakan plester.”

Taemin menggembungkan pipinya, “Ne~”

“Aku…kenapa ?”batin Onew.

…………….

Setelah itu Onew pergi karena harus mengurusi kepentingan kampus. Sepertinya ada rapat yang sangat penting. Jadi tadi dia buru-buru pergi bahkan tanpa sarapan.

”Asiiik”sorak Taemin. Dengan begini dia bisa bermain basket dengan Minho yang telah janji akan bertanding man to man kemarin.

Dia pun dengan penuh semangat berjalan ke hall. Tapi…

Trrrr trrrr

Taemin mengangkat alisnya,

Minho hyung ?

From : Minho hyung

Miaaaann.

Jeongmal mianhae.

Aku tidak bisa menepati janjiku.

Hari ini klub pergi untuk pertandingan persahabatan dengan kampus lain.

Mian, tapi aku janji. Pertemuan selanjutnya kita akan bertanding.

Mian 1000x

 

Taemin menghela napasnya. Langkahnya yang semula riang, langsung berubah gontai. Kesaaaall. Tapi…oke dia tidak boleh egois.

Ini bukan kemauan Minho hyung, tapi karena kepentingan kampus, Taemin.

Jangan manja ! Arrachi ?? gumamnya.

Lalu ia segera mengetik sms balasan,

Gwaenchana hyung~

Harus menang yah, Hwaiting ! v^_^v

 

SEND

”Hyaahh…aku kemana yaa ??”

Di atap…..

“Abeoji jahaaaat !!”teriak Onew pada langit. Ia mencengkram kuat-kuat pagar atap asrama hingga  kuku-kukunya memutih. “Abeoji dengar itu ?! Aku benci Abeoji !! Sampai  kapanpun aku tidak akan memaafkan Abeoji bahkan jika Abeoji berlutut atau mencium kakiku ! TIDAK AKAN PERNAH !!!”dia berteriak sekuat tenaga, “Ya..itu memang tidak akan pernah terjadi.”gumamnya.

Ternyata Onew ke atap. dia tidak pergi terburu-buru karena ada rapat. Tapi dia ingin meluapkan isi hatinya yang benar-benar akan meledak.

Kekecewaannya.

Sakit hatinya.

Setiap Onew melihat Taemin, sebenarnya ia kesal. Sebenarnya ia benci. Tapi ia juga sayang. Ia tahu Taemin tidak bersalah. Taemin tidak tahu dan tidak meminta untuk lahir kedunia ini. Onew juga tidak tega melihat kondisi Taemin yang lemah dan penyakitan. Tapi Taemin jugalah yang merebut perhatian Abeojinya dan kebahagiaan masa kecilnya.

“Kenapa Taemin harus lahir ?! Kenapa Umma harus meninggal ? Ya, gara-gara dia umma meninggal ! Gara-gara dia Abeoji membuangku ! Gara-gara dia hidupku hancur padahal aku baru berumur 4 tahun saat itu dan sangat membutuhkan Abeoji ! Tapi gara-gara kau Taemin…Gara-gara kau ada…karena kau lahir….semua berubah…kebahagiaan hidupku kau ambil semua…SEMUA…Taemin….”Onew berlutut dan tertunduk didepan pagar tersebut dengan tangannya yang masih mencengkram pagar dengan kencang.

DEG!

Taemin yang tanpa sengaja mendengar perkataan Onew itu, benar-benar terkejut. Ternyata Onew masih menyimpan dendam padanya. Ternyata Onew masih belum bisa memaafkan dan menerima kehadirannya seutuhnya. Jadi selama ini…kehadirannya adalah sebuah kesalahan. Kehadirannya tak pernah diharapkan bahkan oleh umma yang telah melahirkannya.

DEG DEG DEG DEG

Taemin meremas dadanya kencang. Tubuhnya gemetar, ia terduduk lemas ditangga tempatnya berdiri dan menyaksikan sebuah kenyataan. Dadanya sangat sesak dan airmatanya langsung tumpah dari matanya yang sayu, “Mian…Mianhae hyung…Jeongmal mianhae…”ucap Taemin dengan bibir bergetar. Ia  berjalan menuruni tangga dengan mencengkram dadanya yang seolah akan meledak.Ia terus mengucapkan kata-kata itu sambil terus berjalan. Kepalanya terasa berat. Kata-kata Onew tadi terus terngiang dikepalanya.

“Umma…kenapa kau melahirkanku ?? Kenapa kau membuatku menjadi penjahat sejak saat aku bernapas di dunia ini…Kenapa aku bisa tega membuat hidup Onew hyung menderita bahkan hampir seumur hidupnya..”kini Taemin dengan pikirannya yang kacau bertanya-tanya dalam hatinya.

“Hyung…sungguh aku tidak tahu…Sungguh seandainya aku bisa memilih, aku akan memilih umma yang hidup bukan aku. Sungguh. Aku tidak bisa hidup dengan membuat orang lain bahkan dia itu hyungku sendiri menderita seperti ini. Bukankah umma yang jahat padaku ? Kenapa umma memilihku untuk menanggung semuanya ? Kenapa umma melarikan diri dan melimpahkan semua ini padaku ? Harusnya yang mati adalah aku bukan umma. Harusnya Onew hyung bisa bermanja-manja pada umma, mendapat kasih sayang umma…Dan juga seandainya appa tak melanggar sumpah setianya pada umma…aku..a..khh..hhh..kkhh….”tiba2 penyakit jantung Taemin kambuh.

Jantungnya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Dia bertopang pada tembok dan dengan susah payah merogoh saku celananya mencari obatnya karena ia pasti selalu membawanya. Benar saja, tak lama ia menemukan botol obatnya dan segera membuka untuk meminumnya. Tapi begitu botol dibuka,ternyata obatnya habis. Tak ada satu pilpun yang tersisa. “Ini pasti hukuman untukku…”pikir Taemin getir.

Kali ini jantungnya kambuh cukup parah. Rasa nyeri yang ia rasakan sangat menyiksa dan menyakitkan sampai-sampai botol yang ia pegang terjatuh dan pecah. “Akkhh..hhssh…hosh hosh…ugghh…”ia meremas dadanya semakin kencang.

Seandainya ada pisau, mungkin dia akan menusukkannya agar rasa sakit itu hilang. Nyeri sekali. Wajahnya kini

benar-benar pucat dan bibirnya membiru. “Hhh hhh…uugh..hh..”

BRUK

Akhirnya ketahanannya menahan rasa sakit itu pun mencapai batasnya. Ia pun terjatuh tak sadarkan diri.

————-

DOR !

Otte ??? Hyaaahhh jelek yah pasti jelek..huhu

next part aku bingung kapan mau ngepos.

hmmmmm….

bye-bye

68 thoughts on “SECOND LIFE/ 2min – Onkey/ PART 4

  1. huhuuuuuuu~~~~~
    authornya jahat,ikhhhhhh ……koq bikin OnTae menderita bgtuuuuuu???????? T____________T

    heyyyyyy bang dubu kenapa???????
    jangan bilang dia sakit juga!!!!!

  2. sumpah demi apapun aku suka bgt sama epep inih x3
    feelnya dapet bgt! aku berasa ada di kejadian itu!! aaaaa keren daebak daebak daebak!!!!

  3. dsni spa yg slh?! ontae kdr pndrtaanx setara. tp…. ttp aj gk tega sm jinki appa n’ dsi2 lain taeby jg bgtu.huks~
    keren

  4. HYAAAA FULL 2MIN!!
    Momen nya bagus bgt di sini 2minnya.
    makin sayang 2min {}
    onew tiba2 kok gitu…gpp lah nyu gue ngerti kok perasaan lo. huahahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s