[2min] Dont Joke Around Me! part 4 A of B


Foreword:

KATA SIAPA GUE TAHAN HIATUS??!!!
TULISAN STICKY MENYATAKAN “SERIUS : HIATUS” ITU BULLSHITT!!
NYATANYA:

“GUE, SANNIEW!! Jiwa penulis gue nggak oernha pudar, tetep aja ditengah stressnya penelitian ini gue sempetin nulis! buat siapa? BUAT LO SEMUA SUUNDERS GUE YANG BAIK DAN SELALU DUKUNG DAN DOAIN GUE COMEBACK/PLAK”

Oke.nggak banyak bacot, gue udah luangin waktu gue buat nulis part 4 ini, gue harap kalian bersedia buang pulsa dan waktu juga buat komen!
Dan kayaknya DJAM bakal habis di part 5 …

WARNED:

1. ANGGAP MEREKA UDAH SELESAI DEBUT JEPANG

2. ALUR DI PERCEPAT

by: Pervy^Sanniiew

.

.

Taemin Pov~

Aku tidak percaya, semua yang aku rasakan sekarang adalah…ya Tuhan, apakah ini mimpi? jika ya,aku mohon jangan pernah kau bawa aku ke alam mimpi, bangunkan aku dan berikan aku kenyataan yang sesungguhnya, karena aku tidak suka mimpi yang bukan kenyataan, aku suka mimpi yang bisa aku gapai jadi nyata.

Seperti sekarang ini, aku membuka mataku, dan aku rasakan hangat dibelakang tubuhku, aku tidak perlu menoleh, aku tidak perlu menebak ini siapa, aku tidak perlu …akh~ aku tahu ini tangan siapa, tangan besar yang kekar melingkar dengan indah di pinggulku. Dia, pria yang telah selama 3 tahun ini menjadi kekasihku…pria yang telah melewati berbagai suka dan duka serta berbagai rintangan dalam hubungan kami…dia Choi Minho.

Aku berbalik perlahan tanpa benar ingin membangunkannya, kemudian aku tatap wajahnya lekat, aku tersenyum … kugapai tangan ku kewajahnya mengais poninya yang menutupi wajahnya yang…hm…he’s like a god!
Hangat…harum…dan nyaman, tubuh kami menyatu, tidak ada sehelai benang pun di antara kami, seperti sudah menjadi satu kesatuan yang pasti antara kami…bagi ku, jika tidak ada Minho maka tidak ada Aku, tidak ada Aku…maka  Minho tidak akan bersamaku.
Aku egois? tentu… setelah semua yang kita hadapi, aku hanya ingin DIA jadi MILIKKU!

Taemin Pov end~

Flashback~

“Kau yakin Hyung?”

“Apanya Minnie?”

“Kau yakin kita akan masuk kedalam? aku belum siap? sungguh…kita pulang dulu yah?”

“Hah?”

“Hyung ayolah… kau tahu kan? masa kau tidak mengerti? saat kau kerumah ku dulu apa kau tidak rasakan yang aku rasakan? kalau Minseok Hyung mungkin aku bisa atasi…dia sudah tahu, tapi in—hpmf”

Chu~

“A-ah!”, Taemin tersengal ketika Minho melepaskan ciuman dari bibirnya.

“Kau masih belum siap dengan apa yang sudah kita lakukan? tentu kau siap sayang, karena kita sudah katakan di public sebelumnya, dan sekarang hanya tinggal Appa dan Umma ku saja.”

“Dan masih ada Appa ku…”, tambah Taemin, Minho tersenyum, ia buka seatbelt Taemin dan mencium bibirnya lagi, mengelus pipi nya dan kemudian beralih ke rambut blonde nya.

“Ya, dan kita hadapi bersama…arraso? kajja..”, Minho membuka pintu mobilnya sebelum Taemin bisa berkata lebih. Taemin hanya menarik nafas dan turun ketika Minho sudah membuka kan pintu untuknya, dan berdirilah mereka di ambang pintu rumah yang cukup minimalis, persis seperti Minho, tidak banyak hal yang bertele-tele, terlihat simple namun cozy.

CKLEK~

“Aku pulang…annyeong…”, teriak Minho membuka pintu rumah dan menggandeng Taemin di belakangnya, Minho melihat ke arah Taemin yang wajahnya gugup setengah mati, rasanya ia ingin berlari saja ketika kakinya sudah menginjak masuk kedalam rumah Minho, tidak lama terdengar suara langkah kaki dan derap langkah dari anak tangga.

“Minho!!”, teriak sebuah suara, sudah bisa ditebak, Minseok, kakaknya, namun bukan ke Minho, ia malah ke arah Taemin, dengan segera Minho menarik Taemin mundur kebelakang punggungnya menjauhkannya dari jangkuan tangan pervertnya[kau juga sama pervertnya Menong]

“Minho ah~…”, sebuah suara lian yang lembut  menyapa kedatangannya.

“Umma…”, Minho tersenyum, ummanya datang dan memeluk anak bontotnya itu, Minho membalasnya dengan melingkarkan tangan kirinya sementara yang lain masih bergenggaman dengan tangan Taemin, Taemin melihat scene didepannya dengan gugup , bersiap beberapa detik lagi keberadaannya disadari.

“Oh!”, seru perempuan paruh baya itu, benar…Taemin tersenyum dan melepas tangan Minho, membungkuk sopan.

“Annyoenghaseyo… Lee Taemin imnida…bangabseubnida…”, dengan senyum yang sebaik mungkin, ia meremas tangannya yang sudah basah dan dingin mengatasi kegugupannya, perempuan itu tersenyum canggung dan melihat lekat ke arah Taemin. Kemudian dengan seribu tanya melihat ke arah Minho meminta penjelasan.

“Dia ini…”, tanya menutup mulutnya, Taemin panik…akankah…

“Neh Umma…dia Taemin, member SHINee…dan dia…pacarku.”, Taemin nafasnya tercekat, Minho pasti sudah gila, ia melihat Minseok kakaknya hanya terkekeh. Ummanya menutup mulutnya dan melihat ke arah Taemin, Taemin hanya diam dan menunduk ketika ummanya maju selangkah dan menatapnya lekat. Oh saat itu juga ia ingin tenggelam di dasar lantai…

“Kau…pacar anakku Minho ?”, tanyanya, Taemin mendongak dan mengangguk,

“N-neh… kami…”

“Kau manis sekali…kenapa bisa kau semanis ini? kau laki-laki kan?”, tanyanya meraih wajah Taemin dengan kedua tanganya dan dengan mata berkilau menatapnya takjub, Taemin mengangguk gugup, umma Minho menatapnya dengan senyum.

“Kajja…kau lapar? umma sudah siapkan makan siang…”, katanya menarik tangan Taemin, Taemin melihat ke arah Minho tidak percaya, Minho hanya tersenyum dan mengedipkan matanya, seperti mengatakan ‘see?’ .
“Ah, appa mu sedang keluar sebentar…mungkin sebentar lagi akan pulang.”, kata Ummanya, lagi…Taemin masih merasa gelisah.

^^^

Ketika makan siang sudah selesai, semua keluarga Minho dan termasuk Appanya yang datang terlambat dan terlihat terkejut ketika melihat siapa yang dibawa Minho duduk bersama, keluarga Choi dalam satu ruangan,ruangan keluarga.

“Baiklah…aku kesini seperti permintaan umma sebelumnya…”, Minho melihat ke arah Ummanya yang tersenyum dan ke Appanya yang terdiam, Minho melihat ke arah Taemin dan ia berdiri dan berjalan ke arah Appanya. Taemin tidak tahu sama sekali apa rencana Minho.

“Appa…”, Appa nya melihat ke arah Minho, yang bisa Taemin tahu adalah bahwa Appa nya dan Minho sama, tidak suka banyak bicara.
“Aku tahu appa pasti ingin mengetahui alasanku kenapa aku memilih melalukan hal ini kan? aku mencintai Lee Taemin … kau mungkin akan marah padaku karena aku memalukan mu sebagai orang tua ku, tapi… aku memutuskan untuk tidak akan pernah berhenti berjuang pada tiap hal yang kulakukan. Saat kulakukan sesuatu, akan kulakukan hal itu dengan sepenuh hati, meskipun orang-orang di sekitarku berkata hal itu tidak mungkin, seperti saat ini…aku menemukan kebahagianku, apa yang akan aku tuju, aku ingin jadi penyanyi, namun seiring itu aku bertemu dengannya, dan sekarang ia yang ingin aku perjuangkan…” jelas Minho [kata-kata ini fakta nya MINHO lo sumber : http://supershiningbeauty.wordpress.com] , Taemin tidak percaya, ia takjub, Choi Minho sang silent prince dari SHINee berbicara bergitu banyak…

“Jadi aku mohon…restui hubungan ku dengan Lee Taemin, karena dia adalah tujuan ku kedepannya…”, sambungnya, Taemin menutup mulutnya, ia ingin menangis, tidak bisa dipercaya, keberanian itu…dari mana datangnya?

Appa Minho melihat ke anaknya yang sedang membungkuk, Taemin berdiri dan membungkuk didepan kedua orang tua Minho dan Minseok kakanya.

“Mianhemida… saya Lee Taemin tidak bermaksud untuk membela diri, namun…benar adanya, saya juga sangat mencintai Minho Hyung, aku mungkin tidak bisa memberikan yang terbaik untuknya, tapi aku pastikan…aku berjanji akan buatnya bahagia…maka dari itu, ahjussi , ahjumma dan Minseok Hyung merestui hubungan kami…”, kata Taemin , Minho tersenyum ia meraih tangan kiri Taemin, menggenggam nya dengan lembut.

Appa Minho berdiri dan menatap anaknya lekat, Taemin menahan nafasnya, ia mohon…pada Tuhan, mengertilah…

“Kau…lakukan apa yang menurutmu baik untukmu, selama ini kau cukup menjadi anak yang baik, menjadi pengamat dan mendegar setiap apa yang kami minta padamu, dan kau telah membuat kami bangga dengan apa yang kau capai sekarang…”, appanya menyentuh pundak Minho, “Saat kau memutuskan untuk trainee, saat itulah kami sadar bahwa anak kami lah yang menentukan hidupnya, dan dia pasti tahu yang terbaik untuk hidupnya…”, kemudian ia melihat ke arah Taemin.

Taemin berantisipasi akan kata-kata berikutnya, “Kalau ini dan dia pilihanmu…Appa sebagai orang tua mu hanya bisa mendukungmu, jadi…lakukanlah yang terbaik, layaknya keturunan Choi…”, jelasnya tersenyum, senyum yang tulus, Taemin tahu itu, dan ia tahu dari kehangatan tangan appa Minho yang bertengger dipundaknya, Taemin melihat ke arah Umma dan kakak Minho yang tersenyum.

“Gamsahabnida…”, Taemin berseru dan membungkuk, Minho tersenyum lebar dan membungkuk juga, “Gamsahabnida appa, umma..Hyung..”, jelasnya, kemudian ia melihat ke arah Taemin dan tersenyum lebar,akhirnya satu masalah selesai…

Endflashback~

“Sedari tadi kau melihat ku begitu, apa kau mau lagi?”,

Taemin menarik tangannya, ia terkejut, Minho mengintip dan melihat Taemin yang berdecak.
“Kau sudah bangun?” tanya Taemin menepuk pipi Minho kemudian di tangkap oleh pacarnya itu.

“Neh …morning baby…you oke?”, tanyanya mencium hidung bangir Taemin, Taemin cemberut, ia melepas tangan Minho dan keluar dari spreinya,
“Tidak juga, kau kasar sekali semalam, puas?”, tanya Taemin memungur boxernya dan memakainya, Minho setengah duduk dan berdecak.
“Kau suka cara ku yang kasar kan?”
Taemin menoleh dari balik pundaknya, ia menyengir. “Terkadang…”, balasnya, “Ah, sudah lah Hyung..ayo bangun, masih ada satu yang harus kita temui hari ini…”, Taemin mengambil handuk di ujung ruangan.

“Jinjja? kemana?”

Taemin melihatnya dengan tatapan are-you-kidding? “Kerumah ku…bertemu appa…palli!”, jelasnya dan berlalu ke kamar mandi, namun sebelum pintu terutup, pintu itu dicegah oleh tangan Minho.

“Y-yah! mau apa?”, tanya Taemin berusaha menutupnya, Minho menyengir dan menelusup masuk paksa.
“Seperti tidak tahu saja?”, ledeknya. Taemin berdecak dan memukul dada Minho yang toples.
“Pervert!”,
BLAM

.

.

Taemin mengunyah sendokan serealnya, hanya sereal untuk hari itu, karena Key dan Onew tidak ada, sudah bisa diduga, mereka melakukan hal yang sama seperti mereka, berkunjung kerumah keluarga untuk menjelaskan apa saja yang baru terjadi, dan Jonghyun serta Jino juga. Maka dari itu tinggal dia dan Minho yang tertinggal, sejauh ini Taemin lega tidak ada hambatan…namun, masih saja ia khawatir, appanya…ia takut appanya seorang homophobe (phobia homoseksual).

“Cepat habiskan baby…aku cek mobil dulu … dan…nanti siang kita langsung ke SM yah? katanya manager ingin mengumpulkan kita..”, Minho mencium pipi Taemin yang gembung karena makanan, imut nya, pikirnya, Taemin hanya mengangguk dan memeriksa email di iPadnya. Sudah hampir 2 minggu ia tidak sempat membukanya.

Ia mulai membuka browser dan mengklik link yang sudah tersedia , tidak lama ia bisa melihat beberapa pesan yang masuk, ia cek semuanya, mulai dari inbox, tidak ada yang penting, junk juga tidak, dan anehnya ketika ia klik spam, ia lihat dengan baik tempat dimana seharusnya email itu terblokir dan
BRAKKK~

Taemin terkejut setengah mati, ia tersedak serealnya dan terbatuk-batuk , hampir saja ia jatuh dari kursi dan juga menumpahkan sarapannya, ia tidak percaya yang ia lihat, i-itu…
Ia menutup mulutnya, tidak mungkin…ia sudah lama menginginkan hal itu, dan itu adalah mimpinya terbesar, dan..entah harus senang atau tidak, dia merasa bimbang…namun tidak ia pungkiri, ia benar-benar menginginkannya.

“Kenapa baby?”,

Taemin menoleh dengan tampang panik, “H-hah? a-anio…anio…”, katanya menggeleng dan dengan lihai mematikan iPadnya.

Minho memandangnya penuh selidik, “Jinjjayo tidak ada apa-apa..”, rajuk Taemin memeluk Minho, memeluknya, sangat erat, Minho merasa heran dipeluk tiba-tiba.

“Hei…kenapa memelukku kencang sekali sih?”, Minho mengecup pucuk kepala Taemin , Taemin hanya terkekeh.

“Ani! memang tidak boleh? aku malah mau minta cium!”,

Minho terbelalak, ia cubit hidung Taemin ,”Baiklah…”, namun ia kabulkan, ia cium bibir plum manis itu, Taemin hanya berharap, jangan pernah berkahir moment saat itu.

.

.

Sudah kedua kalinya Minho menginjakan kakinya didepan rumah Taemin [baca:Taemin’s home FF] , Taemin keluar dan menarik tangan Minho, Minho merasa ada yang aneh, Taeminnya terlihat lebih berani dan optimis , padahal sebelumnya ia sempat gelisah akan menghadapi appanya sendiri, dan anehnya lagi, ia tidak hentinya melepas tangan Minho untuk dirangkul, meski tangan Minho yang satunya sibuk menyetir. Namun ia tidak perduli, ia juga menyukainya.

“Aku pulang…umma…appa…Taesun Hyung…”, teriak Taemin, Minho berdecak, anak ini suaranya lantang sekali.

“Waaah~~ Minniee ah~~~”, teriak Ummanya dari dalam dapur dan memeluk Taemin,
“Oh, Minho ah! kau datang lagi…”, serunya, Minho membungkuk.

“Neh ahjumma…annyeong haseyo…”, sapa Minho,

“Kalian…”, sebuah suara , dan itulah yang memang harus dihadapi mereka, appa Taemin.

^^^

“Jadi, kau sungguh-sungguh pacaran dengan anakku?”, tanya Appa Taemin, Minho tersenyum

“Neh ahjussi…saya dan Taemin pacaran sejak 3 tahun yang lalu…”, jelas Minho, Appa Taemin terbelalak, Taesun memainkan jarinya, dan Umma Taemin menahan jeritan bahagianya.

“M-mwoo?!!!”, Appa Taemin berdiri. Taemin berdecak.

“Appa~ tenanglah sedikit, kami akan jelaskan…”, sergah Taemin, Appanya yang ingin marah di tahan oleh tangan Umma Taemin dan tatapan aegyo Taemin menjadi tidak jadi marah, Taesun berdecak, appanya memang selalu lemah dengan anae dan aegya nya yang satu itu.

“Jelaskan! apakah kalian sudah pacaran tahun lalu ketika kalian kesini?”, tanyanya, Taemin dan Minho bertatapan, mereka tersenyum. Tentu saja, pikir mereka, bahkan mereka melakukan hal itu dirumahnya.

“Ya kami sudah pacaran 2 tahun saat itu.”, jelas Minho , Appa Taemin menjatuhkan dirinya kesandaran sofa.

“Appa…aku dan Minho Hyung menutupi hal ini karena kami merasa belum tepat saatnya untuk mengatakan pada keluarga dan teman-teman, kami tahu hubungan ini tidak mudah, tapi kami berharap setidaknya Appa mau merestui kami, karena bagaimanapun, kalian adalah keluarga ku, aku mencintai kalian sama seperti sekarang aku mencintai Minho Hyung..”, jelas Taemin,

“Jika Appa sayang padaku dan percaya padaku, inilah aku … aku akan lakukan apapun untuk buktikan padamu bahwa aku lakukan yang terbaik disegala hal dalam hidupku, termasuk memilih siapa yang layak untuk mengisi hatiku …Appa mengertikan?”, tanya Taemin,

Appanya diam saja, menatap Minho sinis.”Apa yang kau lakukan?”, tanya Appanya.

“Maaf?”, tanya Minho tidak mengerti.

“Apa yang kau sudah lakukan padanya hingga sepertinya dia tergila-gila padamu?kau ini…kau hanya enak dipandang, kau tinggi, dna kau artis, kalau kau bukan artis, dan anakku tidak bertemu dengan mu dalam satu band aku rasa dia tidak tergila-gila begini padamu..”, Minho serasa ditiban batu dengan omongan seperti itu, namun ia tidak bisa memungkirinya, mungkin ada benarnya, jika mereka bukan artis..jika mereka bukan dari band yang sama..jika dan hanya jika…

“Jika memang itu kenyataanya mungkin kami bukanlah berjodoh namanya, kami bertemu seperti sekarang pasti karena takdir dan jodoh juga, aku bisa menari itu karena takdir, dengan menari aku ikut audisi dan lulus, kemudian ikut trainee dan bertemu dengannya, kalau aku sekarang bersamanya itu pasti karena jodohkan? jika tidak … maka kami akan berpisah, dan aku tidak akan sesalinya, kenapa? karena aku yakin jika memang Minho hyung jodoh ku mungkin dia akan bersamaku, jika bukan didunia, mungkin diakhirat, atau mungkin dikehidupan selanjutnya , yang sekarang aku bisa bilang…sebaik atau seburuk apapun dia…aku mencintainya, bukan karena dia ada apanya, tapi karena dia apa adanya…”,

Minho…membuka mulutnya, mungkin dagunya sudah jatuh ke lehernya, Umma Taemin tidak percaya babynya berbicara bijak seperti itu, Minseok, ia tersenyum bangga, adiknya sudah besar…dan Appanya menarik nafas.
“Aku sedih kau sudah bisa melawan ucapan appa…kau lebih pintar bicara sekarang…Minnie ah~” raungnya, Taemin berdecak, ia berdiri dan memeluk Appanya.

“Kau tahu? aku begini karena kau juga Appa, kau Appa terbaik yang pernah aku punya, jadi mengertilah…aku juga mencintaimu..sangat…” , bisik Taemin, Appanya menepuk kepala Taemin.
“Nappeun aegya …”, jelasnya.

Kemudian matanya menatap Minho yang membungkuk didepannya, “Gamsahabnida..”, jelasnya, Taemin menoleh dan tersenyum kemudian memeluk Minho.

“Y-yah!”, teriak Appa Taemin, Taemin menoleh dan berdecak.

“Appa..kau seperti tidak pernah muda saja..”, ledeknya, dan kemudian ia mencium bibir Minho didepan orang tuanya, Appa Minho ingin bertindak namun di tahan oleh Ummanya yang berteriak girang. Minho ingin melepas Taemin karena malu, namun ia heran Taemin dapat kekuatan dari mana , ia biarkan saja apa yang Taemin mau…mungkin anak ini benar-benar sedang mood.

.

.

Mulai pulang dari rumah kedua orang tua mereka , tidak ada lagi yang membuat mereka bahagia lebih dari saat itu, dimana banyak orang yang sudah mendukung mereka, teman dan keluarga, mereka sebelumnya takut dunia terlalu jahat akan cinta mereka, cinta yang sebenarnya murni, tidak perlu banyak persyaratan, tidak perlu banyak invansi dan paksaan, karena saat cinta itu datang mereka tidak pernah butuh semua itu, semua secara natural dan apa adanya…

Taemin meraih tangan kanan Minho kedalam genggamannya, ia elus dengan erat , ia mungkin tidak perduli ke adaan mereka sekarang, Minho sedang menyetir, namun Minho tidak keberatan akan hal itu, ia tahu, Taemin pasti sedang sangat bahagia, sama sepertinya.
“Kenapa…kau benar-benar bahagia heum,baby?”, tanya Minho mengelus kepala Taemin, Taemin mengambil tangan itu dan menciumnya, Minho berdecak, ia heran kenapa pacarnya jadi begini manja…kemana Taeminnya yang cuek dulu? balik lagi kah jadi Taemin yang polos dan adorable?

“Neh…aku sangat bahagia”, katanya dan tersenyum melihat ke jalanan, untuk sekarang ini aku sangat bahagia,dan aku berharap aku tidak akan katakan hal ini padamu…

“Kau lapar tidak? aku mau cemilan…kita mampir kesebuah tempat yah sebelum bertemu manager?”, tanya Minho mengelus pipi Taemin, Taemin menoleh ketika kupingnya menangkap kata cemilan.

“Jinjja?”, tanyanya dengan mata bersinar, Minho berdecak dan mengangguk.

“Kita cari Pojangmacha didekat sini Hyung…aku mau makan Tteokbokki, kimbab, twigim, dan…akh, odeng! kau juga mau kimbab kan? palii ah~~”, rengeknya, Minho berdecak dan mencubit pipi Taemin.

“Yah! kau bisa gendut kalau makan semua itu!”, ledeknya, Taemin mencubit lengan Minho,

“Biarin! aku mau makan disana bersamamu…sekali ini saja..”, katanya, Minho menoleh,
“Kenapa? itu kan kaki lima, dulu waktu kita trainee kau juga pernah makan itu, waktu di Hello baby juga, dan–“

“Hyunggg~~ aku mau kesana bersamamu berdua saja…”, katanya, “Karena aku mau kita makan dipinggir jalan layaknya orang biasa, dan bukan sebagai SHINee..”, Taemin melihat ke arah Minho dengan serius, Minho yang tersenyum jadi bingung, ia mengerutkan alisnya, Taemin dengan cepat mengalihkan pandangannya dan tersenyum gembira ketika melihat pojangmacha tidak jauh didepan mereka.

“Disana!!”, teriaknya, Minho terkekeh melihat tingkah pacarnya itu, ia menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobil.

Taemin ingin segera turun, namun Minho menarik tangannya
“Kenapa~~~~?”, tanya Taemin sudah tidak sabaran. Minho tersenyum, dan menarik bahu Taemin.
“Kau tahu…aku bahagia sekali saat ini…” katanya, “Aaah~~ aku benar-benar bahagia Lee Taemin … aku sangat mencintaimu!”, Minho memeluk Taemin, Taemin terkejut, ia berdecak dan memeluk Minho lebih erat, aku tahu Minho…batinnya, dan aku lebih lebih mencintai mu…

“Aku juga mencintaimu…sangat!”, balasnya, dan ketika Minho ingin mencium Taemin, ia mencegahnya dengan jarinya, yang langsung mendapat tatapan tidak suka dari keroro,
“Hyungg~~ aku sedang lapar, nanti saja eotte?” bujuknya, Minho berdecak ia menyentil jidat Taemin.
“Aku kalah sama semua makanan di luar itu!”, decaknya memundurkan badannya, melepas seatbeltnya dan mengambil dompetnya di tas nya di jok belakang.

“Kajja, aku yang terak—hmpf!”, Minho terkejut setengah mati, kerahnya ditarik oleh Taemin dan diciumnya bibirnya,

“A-ah..w-waw..”, wajah Minho memerah sekali, Taemin terkekeh.
“Y-yah…apa ini?kau mencium ku 2 kali dan kau lakukan duluan?”, tanya nya heran, Taemin terkekeh.

“Terkadang dalam hubungan ini aku ingin mendominasi mu bergantian!”, dan sebelum Minho perotes lagi, ia sudah membuka pintu dan turun, Minho menganga, tidak bisa dipercaya, apa sebenarnya pacarnya itu? polos tidak nakal iya, namun terkadang sangat menggemaskan…ia menarik nafas dan turun, sontak mereka menjadi pusat perhatian terlebih para noona dan yeoja yang melihat mereka, hanya bisa berteriak histeris ketika mereka turun.

Taemin menoleh ke arah Minho, ia turun dengan kajet baby blue nya yang panjang sedengkul dan syal dilehernya, Taemin sendiri dengan jaket bulu putihnya. Taemin berdecak, jelas yeoja disekitar mereka teriak, sang kharismatik SHINee keluar dari mobil dan dammit! ia keren sekali, Minho melihat ke arah Taemin dan merangkul pundaknya berjalan ke tempat jajanan itu. Mereka seakan tidak perduli melihat tatapan orang sekitar mereka, buat apa ditutupi, bagi mereka yang sudah tahu harap bisa tolerir dengan keadaan ini.

2MINNNNNNNNNNNNNN….

Mereka menoleh kebelakang mereka ketika nama itu terdengar, mereka melihat 4 yeoja berteriak dari balik jalan, Taemin tidak percaya, di jalanan seperti ini masih saja ada fans mereka yang lebih lagi, mereka sempat sempatnya menunjukan sebuah gambar pada mereka.
“Itu kita?”, tanya Taemin, Minho memicingkan mata kemudian tersenyum.
“Yeah, aku rasa…”, Minho menjawab sekanannya dan membalikkan tubuh Taemin untuk memilih sajian didepan mereka, Taemin menjilat bibirnya dengan pandangan lapar, Minho melihatnya hanya tersenyum.

“Kau mau beli semuanya?” tanya Minho, Taemin mengigit bibirnya.
“Aku rasa…”, katanya tanpa melihat Minho, ia hanya mengangguk-angguk dan terus melihat ke arah hidangan didepannya, Minho menggeleng geli.
Dan benar dugaan Minho, pacarnya ini kelaparan, ia habiskan odeng sebanyak 10 tusuk, kemudian ia habiskan semangkuk Tteokbokki di tempat itu juga, Minho hanya serius dan serius dengan kimbabnya dan memakan beberapa twigim. Udara dingin membuat tubuh mereka hangat, bukan hanya karena didekat tempat jajanan yang penuh kompor itu, tapi karena mereka bersanding satu sama lain.
[Odeng itu ikan yang kayak usus yang pernah di makan Gu jun Pyo bertusuk” di BBF]

Taemin merasa ponselnya bergetar, ia baca pesan dari managernya itu, wajahnya berubah sementara.
“Wae? nuguya?”, tanya Minho merasa ada perubahan dari air muka Taemin. Taemin dengan cepat menyembunyikan ponselnya dan menarik tangan Minho.
“Anio! hanya manager Hyung, ia sms aku untuk menyuruh kita cepat kesana, yang lain juga sedang dalam perjalanan, kajja kajja…”, tarik Taemin. Dengan anggukan Minho mengeluarkan uang membayar makanan mereka semua dan pergi dari situ.

.

.

Taemin tahu hal ini…sangat tahu ini akan ia hadapi, dan ini yang ia tidak mau…benar awal yang ia katakan…ia suka kenyataan, tapi terkadang Tuhan selalu punya rencana lain dengan yang namanya kenyataan dan kenyataan terkadang terlihat sangat tidak menyenangkan. Tidak seperti saat…

Kenyataan ketika 13 jam yang lalu ia terbangun mendapatkan Minho disampingnya, semua terasa perfect dan nyaman.
Kenyataan ketika 11 jam yang lalu mereka pergi bersama untuk bertemu keluarga mereka masing-masing menjelaskan hubungan mereka, dan mendapatkan persetujuan dari masing-masing keluarga.
Kenyataan ketika 4 jam yang lalu ia bersama memakan cemilan di Pojamangcha (kaki lima)

Namun saat ini…

Semenjak 2 jam tadi semua terasa kenyataan bermain dengan mereka lagi dan lagi…namun kali ini, mereka harus mengerti…
“M-mianhe…”, kata pertama yang dikeluarkan oleh Taemin setelah lama mereka duduk di taman dekat dorm mereka dari 30 menit yang lalu, selepas mereka pulang dari SM bertemu manager mereka, ketika semua kenyataan yang sedari 13 jam lalu Taemin pendam…

Minho hanya diam, ia menunduk memainkan tangannya sendirian, Taemin melihat kesebelahnya, ia mengigit bibirnya.
“S-seperti yang aku katakan, aku tidak pernah tahu ini akan terjadi… aku hanya…aku…berusaha mencoba mendapatkan kesempatan ini sebelumnya, dan …sekarang lah saat itu tiba…”, lirih Taemin, galau…ia remas tangannya dengan erat, entahlah…apa yang bisa ia katakan…ini yang ia inginkan…sungguh, ia tidak berbohong, ia benar ingin pergi…walau rasanya berat.

“Kau pasti bercanda…”, itu jawaban Minho, Taemin menoleh, Minho menoleh menatapnya dengan lekat, ia kunci mata coklat Taemin itu dengan matanya yang besar, Taeminlah yang pertama kali menurunkan pandangannya.
“Aku tidak bercanda…” jawabanya lirih…ia raih tangan kanan Minho , “A-aku… aku akan pergi…”, jawabnya, kali ini sunggu membuat nya merasa akan menyesali kata-katanya.

Diam…tidak ada kata yang terucap, ketika ia berusaha untuk mencoba mencerna semua keadaan,keadaan dimana ia harus memilih, memilih berdasarkan kata hatinya, itulah jawabannya.
“Mianhe…mianhe…”, katanya mengeratkan tangannya di genggaman tangan mereka, Minho tidak bergeming.

“1 Tahun … itu bukan waktu yang sebentar…kau sudah pikirkan itu kan?”, tanya Minho, Taemin diam, ia bangkit dan berjongkok didepan Minho, berharap ia bisa melihat wajah Minho yang tertunduk.
“Aku sudah pikirkan ini …aku sudah…sungguh, aku tidak pernah tahu aku akan pergi…tapi mengertilah…aku minta maaf…aku tidak katakan padamu…aku…aku…”, Taemin tidak tahu harus berbuat apa, untuk sekarang, ia benar takut…ia menangis, hal yang sudah lama ia lupa, menangis didepan Minho, dan terlihat seperti anak manja…namun ia tidak bisa…ini tentang mereka, tentang hubungan mereka, tentang Minho…dan tentang dia…

Minho melihat pacarnya menangis, ia pejamkan mata nya, menangis…sang kharismatik Minho menangis, ia tidak tahu dari mana air mata itu berasal…namun ketika didepannya itu, pacarnya berlutut untuk meminta ijinnya, ketika semua berita itu saja baru ia dengar…ia ingin sekali mencegah, ia ingin ini tidak akan pernah terjadi , ia sungguh tidak mau…1 tahun…bahkan baginya sekarang 1 menit saja ia tidak sanggup, lemah kah? biarkan saja…ia hanya butuh mataharinya itu…

[ Kids, ini berita baik… Lee Taemin, magnae kalian, akan dikirim ke Amerika karena ia terpilih masuk pelatihan dance bersama The Quest Crew [Tim dance favorit gue nih!/plak] selama 1 tahun. Maka dari itu, kalian kami kumpulkan disini untuk mendukungnya, aku tahu ini berat karena member kalian untuk sementara menjadi berempat, tapi kalian tahu kan? seleksi ini sangat sulit dan ini sangat berguna bagi kemajuannya, jadi..aku harap kalian bisa memberikan support padanya. ]

“Pergilah…”, jelas Minho…Taemin mendongak, ia mungkin plinplan, tapi ia sangat berharap Minho menahannya,
“H-hyung–“

“Pergilah Taemin…”, jelas Minho menatap Taemin , Taemin berdiri dan menarik baju Minho, Minho diam saja.
“Kenapa…kenapa? kau tidak mencegah ku?”teriak Taemin ,

Minho diam saja…AKU INGIN MENCEGAHMU!!
“Kau ingin aku pergi? “, isak Taemin, “Aku ingin…tapi aku ingin kau …aku ingin terus bersamamu Hyung…pergilah bersamaku , kumohon…”, bujuknya menarik baju Minho, Minho menahan tangan Taemin, ia menggeleng.

“Tidak bisa…itu impian mu…bukan milkku…kau yang harus mencapainya sendiri dengan tangan mu…bukan dengan tangan ku juga…”, jelas Minho.
“Kau baru saja mengatakan pada appa mu kau akan lakukan apapun untuk buktikan padanya bahwa kau lakukan yang terbaik disegala hal dalam hidupmu , kan?”, tanya Minho mengcopy dengan baik kalimat Taemin,
“Dan ini lah salah satunya…kau harus lakukan ini…”, jelas Minho.

Taemin terperangah, benar…ia baru saja katakan itu…tapi…
“M-minho…tapi aku…”

“Taemin…kau harus…kau…mengertilah…”
Minho melepas tangan Taemin dan bersender di bangku taman, menghindari tatapan Taemin yang memelas, ia hapus air matanya, ia tidak mau terus egois memonopoli Taemin, ini kebaikan, sungguh kebaikannya.

“Kau benar ingin aku pergi?” tanya Taemin, Minho mengangguk.

Taemin berdiri dan menatap Minho, “Kau tidak akan mencegah ku?”

“Tidak…”, jawab Minho pelan.

“Kau sekali pun tidak perduli bahwa aku sebenarnya tidak ingin walau aku harus?”,

“….”
“Aku perduli…”

“Lalu kenapa kau bersikeras membiarkan aku pergi?”

“….”

“Kenapa tidak mencegah ku?”
“katakan bahwa kau tidak bisa hidup tanpaku…”
“Katakan apa saja untuk mencegah ku pergi!!”
“Katakan bahwa kau perduli padaku!!”

“Tae—‘

“KATAKAN KALAU KAU MENCINTAIKU DAN TIDAK MAU AKU PERGI DARIMU!!”

“Itu—” Minho berdiri dan menatap Taemin, “Itu tidak bisa…karena aku tahu kau menginginkannya, dan itu demi kebaikanmu…itulah kenapa aku tidak mencegah mu…karena aku perduli…”

Taemin geram, benar-benar Minho nya ini, dia tidak mengerti, dancing? menarilah yang membuatnya bertemu MINHO!
“kau…”, Taemin menatapnya sinis ia menggeleng dan memundurkan badannya. “Kau benar-benar…KAU BENAR TIDAK PERDULI PADAKU!!!KAU TIDAK MENGERTI!!!”, teriaknya dan berbalik kemudian berlari,

“TAEMIN!!!”, teriak Minho. Ia ingin mengejarnya, namun ia berhenti…berhenti karena ia tahu…ini saat nya, bukan…bukan untuk melepasnya, hanya melepasnya untuk sementara…dan berharap ia akan kembali…
“Taemin…aku perduli…sungguh…”

[ Dan besok adalah keberangkatannya, memang mendadak, namun Taemin sudah menerima email itu dari minggu kemarin kan? aku pikir ia sudah katakan pada kalian?]

Minho mendongakan kepalanya, ia melihat tidak ada bintang di langit, mendung seperti wajahnya,
“1 tahun…aku bisa hidup selama itu…bahkan aku bisa hidup selama 15 tahun sampai akhirnya aku bertemu dengan mu kan? Lee Taemin…?” gumam Minho.

.

.

Minho masuk kedalam dorm, langsung disambut oleh Onew yang sedang menggendong Key untuk dibawa kekamarnya,
“Kau sudah pulang? kemana Taemin?”, tanya Onew melihat Minho sendirian, Minho yang lesu memandangnya bingung.

“Ia belum sampai?”, tanyanya heran, Onew mengerutkan alisnya, ia pending jawabannya dan ia masuk kedalam kamarnya meletakan Key di atas kasur, ia usap wajah Key yang sembab karena menangis seharin setelah mengetahui Taemin babynya akan pergi. Setelah menyelimutinya ia keluar dari kamar dan menemukan Minho duduk di sofa dengan tatapan kosong.

Ia ambilkan segelas air dingin untuk Minho.
“Kalian…bertengkar atau…” Onew memulai

Minho menoleh dengan tatapan lesu. “Entahlah…aku dan dia…beradu argumen…dan ..dia pergi begitu saja…”,

“Kau tidak mengejarnya?”

“Aku?” …. “Tidak, entahlah…aku rasa aku harus membuat nya mengerti…”

“…”

“Dia…dia katakan aku tidak perduli padanya, bagaimana dia bisa katakan itu padaku ? aku sungguh perduli padanya, ia ingin aku mencegahnya walau ia tahu dirinya sendiri sangat ingin pergi…dan kau tahu aku tidak akan pernah lakukan itu, melakukan tindakan melarangnya…karena …itu mimpinya…”

Onew menarik nafas, ia tahu rasanya, bahkan ia hanya sebagai leader mereka ia tahu rasanya itu, kenapa?
“Dia…hanya bimbang atas perasaannya, kau jangan seperti ini, carilah dia…dia pasti ingin kau mengejarnya, ya kan?”, bujuk Onew, Minho menarik nafas, ia membenamkan wajahnya di tangannya, Onew menarik nafas.
“Baiklah, terserah padamu…aku mau tidur menemani Key…”, Onew menepuk pundaknya, namun sebelum berbalik ia menoleh lagi.
“Minho…besok ia berangkat, lebih baik selesaikan masalah kalian dengan pikiran dingin neh?”

.

.

Minho melihat jam didinding, masih sama dengan 2 jam yang lalu , ia telah berbaring di sofa di ruang Tv dan Taemin masih juga belum pulang,
“Benarkah dia tidak akan pulang?”, tanyanya melihat jam dinding sudah pukul 11 malam, Minho meraih ponselnya, ia mendial nomer Hp Taemin, namun tidak diangkat, ia uang berkali-kali masih sama saja, ia mengerang dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.
“DAMMIT!”, cecarnya.
Minho berpikir, kenapa Taemin bisa berpikir seperti itu? kenapa ia berbicara seakan Minho tidak merasakan apapun, ia lebih merasakan bahwa ia takut kehilangan Taemin, ia takut Taeminnya tidak akan kembali, ia takut dilupakan…namun ia tidak bisa egois, egois terus mempertahankan Taemin terus disisinya, kehidupan itu berlanjut, kehidupan tidak akan pernah sama, karena kehidupan terus berputar layaknya bumi yang terus melakukan rotasi bahkan evolusi, dan dalam hal itu pasti ada perubahan, Minho takut ia tidak terbiasa dengan perubahan, ia takut kalau ia menolak perubahan maka yang ada di dalam hidup nya , hidup Taemin, hidup mereka tidak ada kemajuan…demi kebaikan.

CKLEK~

Minho tidak sadar pintu dorm terbuka, ia sibuk dengan pikirannya sendiri, sampai seorang namja bertubuh tinggi dan kurus berdiri disampingnya, ia bahkan tetap tidak bergeming.
Sosok itu menatap sendu kewajah Minho… ia tahu ia telah berkata keterlaluan, ia telah menjudge Minho atas dasar yang salah, ia egois…

Kemudian tanpa perduli menyadarkan Minho keberadaannya, ia berlalu dengan sangat perlahan, masuk kedalam kamar mereka.
Minho seperti merasakan sesuatu, ia menoleh ke sisinya, ia berdiri dan berjalan dengan cepat ke depan dorm, ia terkejut melihat sepatu yang tidak asing baginya bertengger manis didepannya, sejak kapan? dengan cepat ia naik kelantai atas menuju kamarnya , ketika pintu itu terbuka , nafasnya tercekat, ia melihat sosok kekasihnya yang sangat ia cintai itu telah terbaring di atas kasur.

“Taemin…”, bisiknya, perlahan ia naik ke atas kasur, memeluk tubuh ramping itu dari belakang, membenamkan wajahya ketengkuknya , mencium perlahan terus menerus, ia tidak perduli jika itu membuatnya bangun, padahal sosok yang lebih muda tahu akan hal itu, ia menahan tangisnya ketika ia rasakan Minho terisak memeluknya, tidak ada kata yang keluar, tidak perlu sebuah kata, tidak perlu semua itu untuk membutuhkan bahwa mereka saling mencintai dan perduli…

“K-kajjimaa…”, bisik Minho, Taemin menutup mulutnya, ia tidak tahan lagi. Minho mengeratka pelukan nya dari belakang, Taemin terisak walau ia masih memejamkan mata, enggan berbalik, enggan untuk berbalik.
“A-aku mencintaimu…k-kajjima…”, isak Minho,

Taemin menarik tangan Minho dan membalikan tubuhnya sendiri dan berhadapan dengan Minho. Ia benamkan wajahnya ke dada bidang Minho.
“A-aku tahu…aku tahu…”, jelas Taemin. Minho menangkup wajahnya, menghapus air mata nya dari pipinya yang memerah, ia kecup kening Taemin, dan ia kecup matanya, ia lancarkan butterfly kiss disetiap inci wajahnya , dan berakhir dibibirnya, dengan lembut dan tanpa paksaan Taemin membuka mulutnya perlahan, membiarkan lidah itu bermain dan mendominasinya, hangat…dan perfect.

“Saranghae…”, bisik Minho disela ciuman mereka, bibir mereka tetap menyatu, mata mereka menatap satu sama lain. Taemin bangkit ke atas tubuh Minho dan memeluknya erat seraya melanjutkan ciuman mereka
“Nado saranghae…”
Dan setelah itu mereka sadar telah melepaskan baju satu persatu, desahan dan erangan yang lembut terdengar dari kamar itu, malam yang mungkin terkahir bagi mereka.

.

.

Taemin bangun pagi sekali perlahan ia bangkit tanpa membangunkan sosok Minho yang tertidur pulas disampingnya, kemudian ia bangkit menuju kamar mandi, menggosok gigi dan mandi dengan cepat, kemudian mengganti pakaian yang simple , ia menuju closetnya mengepack semua barang yang akan dibawa, mungkin tidak usah terlalu banyak untuk awalnya, karena ia tahu akan dikirimkan kemudian.

Masih ada waktu 4 jam lagi sebelum waktunya ia harus pergi kebandara.
Ia buka laci meja belajarnya, ia ambil album foto yang ada disana, berisi foto-foto kenangan shinee dan Minho bersamanya, ia masukan kedalam tasnya.
Setelah selesai, ia bangkit dan menuju kasur Minho, menatap sosok itu dengan seksama , air matanya mengalir lagi,walau akhirnya ia akan pergi juga…ia setidaknya tahu bahwa Minho masih perduli, sebelumnya memang hanya keegoisannya semata.

Ia ambil tasnya perlahan, melihat sekali lagi ke arah Minho dan tersenyum.
“Annyeong Minho hyung…saranghaae…”

.

.

Minho terbangun , ia bermimpi didatangi oleh malaikat yang sangat indah…tersenyum padanya, ia membuka matanya dengan takjub, namun yang lain adalah…ia tidak bisa merasakan kehangatan di sampingnya, sontak ia bangun dan memandang kesekitar.
‘TAEMIN?!”, teriaknya, tidak ada, dia periksa kekamar mandi pun tak ada. Dengan segera ia turun kelantai bawah yang langsung disambut oleh Onew, Jonghyun, dan Key yang sedang menangis.

“MANA TAEMIN?!!”, teriak Minho, semua menoleh, Key meminggirkan badannya dan Minho melihat sajian sarapan di meja makan,ia berjalan dan melihat note yang ditulis Taemin.

[Hyunggiee~ morning, mungkin kalian heran kenapa aku masak? tenang saja, ini ramen yang enak, aku tidak menambahkannya dengan madu atau susu ku, kekekek~ semoga kalian suka yah?!
Maaf aku tidak pamitan, aku akan pergi untuk kembali, jadi…jaga diri kalian, lakukan yang terbaik untuk SHINee, karena aku akan lakukan yang terbaik untuk diriku, hwaiting!! LOVE- TAEMINNIE]

Minho meremas kertas itu dan berlari ke atas mengambil jaket dan kunci mobilnya.
“Minho!!”, teriak Onew ketika ia sudah turun kebawah.

Minho menoleh dengan tatapan tidak sabaran,
“Kejar dia! dia diterminal F dan pesawatnya take off pukul 8.”, seru Jonghyun. Ia mengangguk dan meninggalkan para Hyungnya. Onew menenangkan Key yang terisak. Jonghyun hanya menarik nafas dan menatap Key kasian.

“Dia akan kembali pada kita…tenang saja…”, jawab Jonghyun.

“Ya Key…rumah dia disini, dan keluarga dia juga disini…”, jelas Onew, namun Key hanya terus menangis, ia bukannya tidak suka, ia hanya terlalu khawatir.

.

.

Minho memarkirkan mobilnya dengan asal, ia lemparkan kuncinya ke satpam, bahkan ia tidak perduli mobilnya itu akan di bawa kabur atau ditilang. Dengan langkah berlari ia menuju terminal F yang Jonghyun katakan, matanya tidak berhenti mencari seorang namja tinggi paling bersinar dengan rambut blondenya, ia sadar ia jadi pusat perhatian disekelilingnya, karena ia terlihat kebingungan, beberapa dari mereka sadar bahwa itu adalah Minho, namun ia tidak perduli.

“Taemin…”, teriaknya , namun percuma, ia lihat di papan keberangkatan. Hampir…ia terus berlari sampai batas pemeriksaan tiket.

“Biarkan aku masuk!!”

“Tidak bisa Tuan…anda harus menunjukan tiket anda.”

“TIKET APA?! ORANG YANG AKU CARI ADA DIDALAM, DAN AKU HARUS CEGAH IA SEKARANG JUGA!! MINGGIR!!!”

“Maaf Tuan , tidak bisa…”

“MINGGIR KATAKU!!! KAU MENGHABISKAN WAKTU KU SAJA KAU DENGAR TID—“

Minho berhenti ketika sebuah pengumuman terlintas dtelinganya, pesawat yang akan Taemin tumpangi sudah take off. Ia lepaskan cengkraman di kerah petugas itu, dengan gontai ia berjalan ke arah kaca pembatas , ia tempelkan tangannya disana, gemetar…

“Taemin…”, bisiknya, tubuhnya merosot, kau jahat sekali…nappeun namja…kau janji dulu tidak akan tinggalkan aku…

“Taemin…”, panggilnya lagi, ia tersedak air matanya.
“TAEMIN!!!”,teriaknya kencang.

“Minho hyung…”,

Tubuh Minho membeku ditempat, ia berbalik dengan cepat dan melihat Taemin berdiri disana dengan wajah memerah menahan tangis, Taemin menghampirinya dan membantunya berdiri.
“Gwencana?”, tanyanya, Minho menatapnya kesal dan memeluknya.

“PABOOO!! NAPPEUN, KAU PABO!!!”, teriaknya memeluknya dengan erat. Taemin tersedak, sesak sekali…
“H-hyung…s-sesak…”, ia memukul pelan punggung Minho,

“K-kau…kau…tidak akan pergi kan?”

Taemin terdiam, “Kau sudah tahu aku tidak akan berubah pikiran kan Hyung?”, tanyanya,

Minho melepas pelukannya, dan menangkup wajah Taemin,
“Ini yang selalu ingin aku katakan sedari dulu, aku Taemin, selalu dan selalu ingin berusaha menjadi yang terbaik dan pantas untuk diakui, aku ingin saat itu aku melihatku, namun ketika sekarang kita bersama, aku merasa masih belum cukup untuk mendampingimu…aku akan jadi Taemin yang hebat, aku ingin kau bangga padaku…maka dari itu…biarkanlah aku pergi dan buktikan padamu…”

Minho menggeleng, ‘Kau tidak perlu lakukan itu, kau sudah yang terbaik…kau–“

“Hyung..kau tidak mengerti juga? aku bukan semata hanya untukmu, aku tidak sepicik itu, aku juga ingin menjadi seperti mu,Saat kulakukan sesuatu, akan kulakukan hal itu dengan sepenuh hati, meskipun orang-orang di sekitarku berkata hal itu tidak mungkin… tapi asal kau mendukungku, aku yakin bisa Hyung…”,

“Maka berdirilah dengan tegap, katakan kau akan mendukungku, aku egois karena meminta mu menahanku walau aku ingin, tapi kumohon…lepas aku dengan bangga, dan aku akan kembali padamu..”

Minho mencerna semuanya, ia mengelus pipi Taemin.
“Kau benar-benar keterlaluan, selalu lakukan seenakmu…kau acuhkan ku, kembali padaku, kita bersama, dan sekarang kau akan pergi lagi…kau jahat…”, katanya, Taemin diam saja.
“Tapi…kembalilah Lee Taemin kumohon…saat itu tiba, kembalilah kau padaku…dan jadilah milikku selamanya.”, kata Minho menangkup wajahnya dan mengecup keningnya.

Taemin merasa puas…ia melihat kemata Minho, melingkarkan tangannya di lehernya,
“Saranghae Choi Minho…”

“Nado Saranghae Lee Taemin…”

Dan disaksikan beribu pasang mata, kamera tersembunyi, menangkap semua adegan didepan mereka dengan baik. Ketika bibir mereka menyatu seakan tidak ada lagi keraguan , hanya kepercayaan dan saling mendukung, cinta yang terpancar dan manis terlihat dari sosok mereka.

.

.

Minho menarik nafasnya , melihat ke langit dimana sebuah pesawat meluncur dengan indah.
“Kembalilah…kembali padaku , saat itu tiba..aku akan jadikan mu milikku…kau sudah janji…kembalilah…Lee Taemin…saranghae…”

END~~?

Yeaaah~~~ 2min LDR… hehehehe…

wah udah mau end nih episode” DJAM…

Mianhe kalau banyak wrong typo, berharap banyak yang Like dan komen, aku buat disela penelitian loh, hargai aku dong*sebar Key ke aku.

Bagi yang suka sama blog ini, like blog ini melalui akun FB kamu yah…dan kunjungin juga grup kita tinggal di search aja.
suunSHINee reader

nb: Buat yang mau akses page collection FF kita mianhe kalau maish banyak part yang belum di update. Soalnya masih belum sempet, jadi ASAP deh yah…mianhe.

MORE TO COMES…COMMENTS ARE LOVE

SEE YA

99 thoughts on “[2min] Dont Joke Around Me! part 4 A of B

  1. annyeong

    thor,, ceritanya bagus,,
    kenapa belum ada next story nya….?
    di tunggu ….^^
    gomawo,,,
    ,
    annyeong

  2. waaa 2min LDR~
    moga2 pas balik bisa sama2 lagi jd 2min couple :3 by the way, lanjutannya saya nantikan~

  3. oh my oh my oh my… ini- sumpah kerennnn!!!
    dramatis banget mah entu scene dbandara, ebuju… brs nonton Kdrama. DAEBAK

  4. GOKIL!!! sumpah ini-” KERENNNNN. ih benar2 suka sm scene terakhirx dramatis ala2 KDrama.hhe~
    jd pengen ini dFilmkn.gkgk

  5. Ah key naluri keibuannya~~
    Sampe terisak nangis anak bontonnya mau perga 1 tahun….. Sabar ya….

    Wah…. Ff nya bagus…. Tentang 2min….
    Hebat deh… # angkat jempol…

  6. Spechlesss u________u keren banget u____u kepalaku pusing nangis sekaligus ketawa duuuh ;_; sweet banget. taeminnya kapan balik? udah direstui malah pisah😦 Duh baby

  7. Meweeeeeekkk ㅠㅠ
    Butuh sequel banget ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    Pengen ngerti perjuangan mereka selama ldr, sampe si taemin balik korea :’)
    Part 4B juseyoooo~~~ ^^

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s