WHITE LIES / 2MIN – ONKEY/ 1 OF?


CAST : Onew, Taemin, Key, Minho, Jonghyun.

Genre : dapat berubah sewaktu – waktu sesuai mood author.

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

foreword (yua)

Eaaaa~~ Eaaa~~ akhirnya FF iseng ini terbit dari ufuk timur/plaaak

hhhh~~~ sebenernya~~ ni FF gila kita*lirik kei* heboh sendiri gimana buat nya,memberanikan diri buat teaser.. ckckck.. ga sangka ada yg penasaran, muahahah.. oke

Warning !!!

1. FF duet yang terasa bgt bedanya bahasa kita -__-” jadi bare with us!

2. Alur sesuka kita/plaak

3. Penghancuran karakter *lirik kei*

4. FF aneh bin Gaje bin Abal bin~~~titan/plaak

yaudah ah… suka ga suka komen ya~~ part 1 belom ada apa2nya! muahahah XDD

foreword (kei)

Yaa akhirnya FF ini akan segera terbenam di ufuk barat =3=’ *lah ?

Nggak pede…

Abal…

Guelah si penghancur karakter itu ! Mwahahaha *beberes mau kabur

Jangan bashing saia…. ini murni imajinasi author semata. U_U

END

.

.

.

NO BASHING!

NO PLAGIARISM

ENJOY THIS…!!

CUE~~~

ACTIOOOON~~

@DAEGU

Ffiuuuh~~

Seorang namja cantik meniup poni blonde nya bosan, yah ia bosan sekali dengan hidupnya yang begini – begini saja. Ia sedang duduk di rooftop, tempat favoritnya untuk sekedar menghilangkan penat dan menjadi dirinya yang lain mungkin? Ia tatap gedung – gedung tinggi yang gemerlapan, well saat ini sudah lumayan larutkan. Gemerlap lampu malam yang  sedikit menyilaukan matanya, but ia sangat suka ini. Suka rooftop, rasanya ia seperti bisa menguasai dunia, konyol sekali bukan? Tapi ini lah key, kim kibum berwajah galak tapi mungkin tidak ada yang tau isi hatinya, kesepiannya seperti ada lubang besar dalam hatinya, lubang yang semakin membesar tanpa bisa ia kontrol lagi.

—flashback—

“sirheo!!” teriak key histeris.

“key.. umma mohon, mengalah lah  ya.. hyung mu sedang sakit, tak mungkin kan kita meninggalkannya?eumh?” bujuk ummanya lembut seraya mengusap rambut key.

“iya?! Tapi kenapa?! Kenapa selalu dan selalu jonghyun hyung? Kenapa dia sakit – sakitan terus? Lalu sampai kapan aku terus mengalah? Hah?!” umma dan appa tidak pernah menyayangiku?!”key semakin histeris bahkan kini air mata itu membasahi pipinya.

“key!!kau tidak seharusnya bicara seperti itu?bagaimana kalau hyung dan appa mu dengar eoh?umma benar – benar minta tolong padamu, sekali ini saja dengarkan umma.. ne~ kami semua menyayangimu sayang..”umma key terlihat lelah. Ya ia lelah entah harus bagaimana menghadapi anak bungsu nya ini.

“SEKALI SAJA?hh~ umma yakin ini hanya sekali?sejak kecil aku selalu di nomor dua kan?! Bahkan sekarang hingga umurku 14 tahun keadaan tidak berubah?!”key tetap bersikukuh.

“ne~ baiklah terserah kau saja, umma sudah lelah key.. “umma pergi meninggalkan key sendirian.

Haah~ lucu sekali, begitukah seharusnya sikap seorang umma? Bahkan bukannya seharusnya seorang umma menenangkanku atau sedikit saja memelukku? Umma~ tak tau kah kau tubuhku ini selalu kedinginan? Ani~ bahkan hatiku jauh lebih dingin atau mungkin membeku? Key bertarung dengan batinnya.

—end flashback—

Key menatap cermin di depannya, ia pandang lekat – lekat pantulan sosok namja di depannya, menggunakan eyeliner hitam, baju hitam dengan rompi hitam, sepatu hitam, rambut yang asimetris, mata yang tajam yang siapapun menatapnya mungkin tidak akan tahan. Inilah Kim Kibum. Seseorang yang TERPAKSA melanjutkan tugas ayahnya yang tidak wajar. Seorang pimpinan MAFIA? What the hell ?! ia bahkan mengorbankan segalanya, hidupnya, impiannya untuk appa nya. Well, memang key dikenal galak, tak bisa nurut orang tua, tapi jauh dalam hatinya yang diam – diam sangat kesepian itu ia tetap menyayangi kedua orangtua nya. Ia terpaksa karena apa? Karena hyungnya yaitu Kim Jonghyun tidak mau menjadi penerus appa?! Hey dia anak pertama kan?!!kenapa mesti kibum? Wajahnya terlalu cantik untuk menjadi mafia?! Mau bagaimana lagi, ia akhirnya mengambil tugas ini, ya demi umma nya dan hyungnya kan? Jonghyun memilih untuk mengambil kedokteran, ia tidak suka kekerasan, apalagi dengan perkelahian, pembunuhan, whatever!! Ia benar – benar membenci kekerasan?!

Jonghyun sangat bertolak belakang dengan key, jika key adalah orang yang suka berkelahi, berbeda dengan jonghyun, ia adalah sosok yang ramah, lembut dan cinta kedamaian. Sejak kecil ia bertekad menjadi dokter hebat. Ia tidak tahan melihat orang bergelimpangan di depannya bahkan mereka bersimbah darah. Sejak kecil ia mudah sekali jatuh sakit, membuat seluruh perhatian umma appa nya berpusat padanya. Jjong merasa sangat bersalah, maka dari itu ia benar – benar menyesal karena dialah key kurang diperhatikan. Jjong tau itu, ia tau semua yang dirasakan adiknya. Ia juga sakit, sakit karena takdir membuatnya tidak dekat dengan adiknya, sungguh jjong sangat menyayangi key, ia tak bermaksud membuat key dinomor duakan. Apakah key tau, bahkan di hati jjong adiknya ini nomor satu. Diam – diam jjong memperhatikan adiknya ini yang selalu saja marah padanya.

“ini bukan mauku key..sungguh, aku pun tidak ingin sakit seperti ini, aku pun ingin bermain denganmu,berlari di taman yang luas,membuatmu menangis..hh~ setidaknya kau jauh lebih beruntungkan?”lirih jjong menatap adiknya yang sedang menangis dikamarnya.

Sejak saat itu, saat ia melihat key menangis, ia memutuskan untuk menjadi dokter. Apakah orang lemah bisa menjadi dokter?pikirnya. Yah kita tak tau kalau tak dicoba kan? Dengan semangat barunya itu ia berjuang melawan sakitnya hingga akhirnya ia sembuh total. Sekarang ia hidup sangat sehat, tidak makan sembarangan, seperti mi instan apalagi junk food. Ia begitu menghargai kesehatannya.

……………………….

BRAAK

“key! Gwenchana?” jjong kaget melihat adiknya jatuh dari sepeda. Lalu ia menjulurkan tangannya berusaha membangunkan key yang masih kesakitan

“auuw…sakit”ringis key.

“bisa jalan tidak? Ayo naik” jjong berjongkok menawarkan piggy back kepada key. Key hanya terdiam memandangi sosok ini. Ia lihat punggung itu, kemana saja selama ini hyung?kemana saja saat aku butuh punggung itu?key berucap dalam hatinya.

“ya! Apa yang kau liat, ppali~ naiklah, sudah sore ayo pulang, umma mencarimu!”
GREP

Key akhirnya menaiki punggung hyung nya ini. Akhirnya ia merasakan puggung hangat ini setelah sekian lama.

“hyung~”

“eumh?”

“gomawo~”

“untuk?”

“untuk segalanya, gomawo yo~ kau sudah bersabar menghadapiku selama ini, padahal kau tau aku jahat padamu.. hiks..hiks..”key mulai menangis dalam gendongan jjong.

“ne~ uljima~ seharusnya aku yang minta maaf,gara – gara semasa kecil tubuhku begitu lemah, umma dan appa kurang memperhatikanmu, tapi aku selalu memperhatikanmu key. Sekarang dan seterusnya aku akan membayar salahku dan penderitaanmu. Maafkan aku ne?” jjong berkata dengan lembut dan menahan air matanya.

“jinjja? Kau akan menemaniku kan hyung? Kau harus menemaniku dan kita selalu bersama selamanya. Hehe~ “ key tersenyum kemudian dijawab dengan anggukan dari hyungnya.

……………………….

Waktu terus berlalu hingga saatnya jonghyun lulus SMA, ia memutuskan mengambil kuliah kedokteran tentu saja dengan persetujuan umma dan appa nya. Sebenarnya appa mereka adalah pemimpin mafia nomor satu di daegu. Jjong tau itu, lalu suatu saat haruskah ia menggantikan posisi appa nya? Demi apapun jjong sangat tidak suka kekerasan, hey! Ia ingin jadi dokter you know?! Setelah bersitegang dengan appa nya, akhirnya jjong memutuskan untuk pergi dari rumah.

CKLEK

“key~ mau kah kau ikut denganku?”

“eoh? Kemana hyung? Ini kan masih dini hari?”key mengucek matanya dan menatap jjong.

“ke seoul.. ikutlah denganku, kau tidak boleh menjadi mafia key, kau bisa terluka, dan itu melukaiku…”

“eh? Tapi kenapa kita harus pergi hyung?kan kita hanya tinggal bilang kalau kita tidak mau menjadi mafia seperti appa? Otte?” key terlihat bingung dan mengerutkan alisnya.

“hhh~ tidak bisa key, appa membutuhkan penerus, tapi aku tidak mau, begitu juga aku tidak mau kau menjadi penerus appa”jjong mengusap lembut rambut key.

“tapi hyung?aku takut jauh dari umma~ haruskah kita pergi? Tidak ada cara lain?”key bersikukuh.

“ani-ya.. tidak ada cara lain key, ikutlah denganku, aku akan pergi hari minggu nanti, tepat jam 12 malam saat semuanya tertidur, kita pergi dari sini”

“eh?hyung kau serius?apa kau yakin?kau punya uang hyung?kehidupan diseoulkanberat?”Tanya key mengenggam lengan jjong.

“ffuuh~~ aku juga belum tau key, aku punya tabungan kok, sepertinya cukup dan akukanbisa mencari pekerjaan part time nantinya, ya sudah besok aku tunggu di taman biasa, pastikan tidak ada yang mengikutimu ne?!”jjong memeluk key,mengusap kepalanya lalu keluar dari kamar adiknya ini.

Key terdiam dengan sejuta tanda Tanya di pikirannya.”kenapa hyung tidak mau jadi penerus appa?lalu bagaimana nasib ku kalau aku tidak mau ikut dengan hyung?ah~ semua ini membuatku gila?!”rutuk key mengacak rambutnya.

…………………………………..

Tiba saatnya key memutuskan akan pergi, ya hari ini adalah hari minggu, dan nanti malam ia harus pergi dengan hyungnya, lebih tepatnya kabur. Awalnya ia tidak mau, tapi setelah dipikir – pikir ia juga tidak mau menjadi penerus appanya, “mafia?oh gezz aku kurang berminat!”. Key memiliki mimpi nya sendiri, ia ingin kuliah di bidang music. Ya ia suka bermain alat music, ia diam – diam bermain piano dari kecil walaupun tidak ada yang tau, ia bermain di toko alat music tak jauh dari rumahnya, awalnya ia melihat seseorang bermain piano,seorang anak kecil.

—flashback—

Key side

Siang itu aku sangat bosan.. hh~~ tidak ada teman, tidak ada hyung, tidak apa – apa! Ckck.. aku jalan menyusuri gang, melihat keadaan sekitar sambil menendang kerikil kecil yang aku temui. Tiba – tiba aku mendengar alunan, alunan music yang indah. Hhh~~ entah kenapa hatiku sangat senang mendengarnya, rasanya hati ini hangat. Aku melangkahkan kaki ku begitu saja sekedar ingin melihat permainan siapa itu. Lalu aku melihat sosok imut menekankan jari – jari imutnya memainkan nada yang sangat indah. Ah! Ternyata bukan hanya piano, tapi ada yang memainkan  biola tepat disamping anak imut yang memainkan piano itu. Aku terpana, mata ku tak bisa lepas memandang mereka. Dipikir – pikir sepertinya wajah mereka agak mirip, mungkin mereka kakak beradik. Seandainya saja aku dan jonghyun hyung seperti itu. Aku terus menatap mereka yang asik memainkan lagu indah yang aku tidak tahu judulnya, untungnya mereka memejamkan mata mereka, sehingga mereka tidak melihatku di luar jendela yang sedang memperhatikan permainan mereka. Lagu ini memang terdengar merdu dan entah kenapa aku merasa ini sangat…. Sedih. Tanpa kusadari aku meneteskan air mataku, ah! Bahkan air mataku tidak mau berhenti! Sial! Aku harus pergi sebelum mereka melihatku. Aku menyadarkan diriku yang masih terlena dengan permainan indah mereka, memerintahkan kaki ku untuk beranjak dari tempat ini.

Setelah hari itu keesokan harinya aku datang lagi ke toko tersebut namun aku tidak lagi menemukan dua sosok yang memainkan nada – nada indah kemarin. Ah, kupikir mungkin memang sekarang mereka sedang tidak datang. Keesokannya aku mencoba datang lagi namun tetap saja aku tidak menemukan mereka. Hampir satu minggu aku ke toko ini namun hasilnya tetap sama. NIHIL! Lalu suatu hari aku memberanikan diri memasuki toko itu lalu bertemu sosok ajuhssi pemilik toko ini.

“selamat data-

“anyyeong haseyo ajuhssi~ aku ingin bertanya apakah dua anak yang biasa bermain alat music di sini tidak pernah datang lagi?”Tanya key tak sabaran, bahkan ajuhssi ini belum menyelesaikan kata – katanya tadi.

“maksudmu? Ooh~ anak itu, mereka hanya pengunjung biasa dik~ sepertinya mereka hanya ingin bermain saja di sini, tadinya mereka mau membeli piano ini”jawab ajuhssi seraya mengusap piano tua berwarna coklat.

“lalu?kenapa tidak jadi ajuhssi?”key memiringkan kepalanya imut.

“ne~ adiknya yang merengek meminta dibelikan, tapi orangtua mereka mengatakan lebih baik beli di seoul saja, ck~ padahal siapa juga yang mau menjual piano ini, ini hartaku, aku tidak akan menjualnya.”jelas paman pemilik toko masih mengusap piano nya.

Setelah hari itu, hari dimana aku mendengarkan alunan indah itu, aku menjadi tertarik dengan music. Setiap hari aku mendatangi toko tua itu, akhirnya ajuhssi tau identitas ku sebagai anak dari mafia daegu dan membiarkan ku main setiap hari. Bahkan ajuhssi itu mengajarkanku memainkan piano, waah~ aku senang sekali. Aku bertanya lagu apa yang dimainkan dua anak itu waktu itu. Ternyata judul lagunya “river flow in you”, benar – benar nada yang indah. Aku sangat menyukainya, sejak saat itu aku menyukai nya, menyukai music, menyukai piano dan biola. Entahlah aku jatuh cinta pada music mereka.

.

.

.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, kurang 1 jam lagi untuk ku pergi. Sebelum aku pergi meninggalkan sejuta kenangan di sini aku berputar mengelilingi isi rumahku, sekedar menyimpan memori mungkin?

Aku menyusuri ruang tamu, ruang makan, kolam renang, lalu aku ke kamar umma appa ku. Saat itu jantungku tercekat, aku kaget, apa aku tidak salah dengar?

“uhuk..uhukk, mianhae yeobo~ aku sakit begini jadi merepotkanmu”ujar seorang namja paruh baya sambil terbatuk – batuk menahan sakit.

“ne~jangan banyak bergerak sayang, ayo berbaringlah”

“yeobo~ kau tau kan umurku tidak lama lagi? Jonghyun tidak mau meneruskan ku, lalu bagaimana?aku tidak mungkin menyuruh key kan? Dia masih sekolah, lagipula dia tidak cocok jadi pemimpin mafia, dia terlalu rapuh”

“kau ini bicara apa?! Kau pasti sembuh yeobo~! Jangan berbicara yang aneh – aneh, cepatlah sembuh dan menjadi suamiku yang kuat dan melindungi kami”

“uhuk,,uhuk.. aku ingin, sangat ingin, tapi sepertinya waktu ku akan segera habis.. kalau tidak ada yang meneruskan kepemimpinan ku, kau tau kan yang bisa terjadi? Aku takut musuh – musuh kita dulu membalas dendam dan menyakiti kalian” namja berumur ini menundukkan kepalanya.

“aniya! Sudah kubilang jangan bicara yang aneh – aneh! Sudahlah mari kita tidur sudah larut”yeoja itu menarik selimut dan tertidur.

Saat mendengar ini, bagaimana perasaanmu? Haruskah aku pergi? Sejahat itukah aku meninggalkan dua orang yang membesarkanku? Tapi aku tidak bisa tanpa hyung, lalu haruskah aku memberitahu hyung perihal sakit appa, lalu sekejap MENGHANCURKAN MIMPINYA?       Aku tau jjong hyung ingin sekali menjadi dokter hebat. Haruskah aku menghancurkannya? Lalu kalau tidak, apa aku yang harus mengubur hidup – hidup mimpiku sebagai pemusik? Aah~~ kenapa masalah tak berhenti menantang hidupku Tuhan?!!

Aku kembali ke kamar, berpikir keras. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak pergi, pergi bukan jawaban yang tepat bukan? Bukan saatnya aku memikirkan  keegoisanku, aku juga tidak ingin membuat jjong hyung terluka dengan merusak mimpi – mimpi nya. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap di sini menjaga umma dan appa. Appa bilang aku rapuh?haah~~ appa mungkin tidak tau aku ini jago taekwondo,judo dan sebagainya. Appa saja tidak tau aktifitas ku disekolah. Ya sudahlah, aku juga tidak mau terus menerus dianggap anak yang lemah. Biarlah mimpiku ku kubur dalam – dalam. Music tetap berada di sini, dihatiku yang paling dalam.

–end flashback–

Author side.

Key terus saja menatap pantulan dirinya, apakah ini dirinya yang asli? Ia juga tidak tau, yang ia tau inilah yang terbaik, terbaik untuk dirinya, Jjong hyung dan umma appa nya. Sekarang key sudah lulus SMA dan ia resmi menjadi penerus appa nya. Seminggu yang lalu appa nya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya, umma terus saja menangis. Parahnya jjong yang sudah kabur cukup lama juga tidak tau dengan kabar ini. Key memutuskan untuk merahasiakannya dan akan memberitahunya nanti dengan mulutnya sendiri.

Tibalah saat key memperkenalkan diri secara formal dengan seluruh petinggi mafia di Daegu dan mendeklarasikan kepemimpinannya.

“Selamat siang tuan – tuan, saya Kim Kibum putra bungsu dari Kim Minjung yang tidak lain adalah pimpinan sebelumnya. Saya mengumpulkan anda sekalian untuk mendeklarasikan diri saya sebagai penerus appa” key menatap hadirin dengan tatapan yang tegas dan penuh keyakinan.

Keributan pun terjadi.

“pssst, dia kan masih kecil, apa dia bisa?”

“aku tidak yakin dia mampu memipin kita, bocah ingusan!”

“ah bisakah ini terjadi? Bahkan dia masih dibawah umur 20 tahun kan?!

Masih banyak lagi perkataan – perkataan meremehkan key. Key bukannya tidak mempersiapkan ini, ia tau keadaannya akan seperti ini. Maka dari itu ia sudah memikirkan matang – matang apa yang akan dia lakukan untuk meyakinkan para petinggi.

BRAK. Key memukul meja, membuat keadaan kembali tenang dan mereka kembali menatap key. Namun masih dalam tatapan meremehkan.

“Tenang! Semuanya kuharap tenang! Aku tau ini akan terjadi, kalian akan keberatan dan sama sekali tidak mempercayaiku! Tapi aku berdiri di sini, bukan tanpa persiapan. Aku mempunyai rencana dan jika rencana ku gagal kalian boleh meminta kepalaku!” key melipat tangannya di dada.

Setelah mendengarkan penjelasan key mengenai rencananya, akhirnya mereka setuju, dan memberikan key waktu tiga bulan. Jika rencana ini gagal tentu saja nyawanya menjadi taruhannya.

“cih~ permainan yang seru bukan, sejak awal hidupku memang seperti mainan. Dibuang, disayang,dibuang lagi. Ck~ aku tidak peduli, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja.Seoultunggu aku!” key bermonolog dengan dirinya menatap kosong deburan ombak.

Key tidak sadar, permainannya ini benar – benar akan mempermainkan hidupnya. Di saat itu ia harus memilih antara cinta masa lalu atau hidupnya. Maka PERMAINAN PUN DIMULAI.

………………………………….

@SEOUL

GUBRAK GABRUK

BRUK BRUK BRAK

“SSAAAKKIIIITTT !!!”

Onew yang saat itu sedang menyiapkan sarapan di dapur, buru-buru berlari ke arah sumber suara ribut tersebut.

“Ya ! Minnie lagi-lagi kau…”

Onew menggelengkan kepala begitu melihat adik tercintanya terduduk di depan anak tangga terbawah sambil mengelus bokongnya yang terkena hantam lantai dengan ganasnya. (=3=)”

“Huks..appo..”gerutunya sebal masih mengelus bokongnya yang sakit.

“Tidak bisakah kau sehari saja tidak jatuh dari tangga, eoh ?”Onew berdecak dan langsung kembali ke dapur tanpa membantu adiknya berdiri.

Taemin mempoutkan bibirnya. Masih terduduk karena demi apa bokongnya benar-benar sakit sekali. Bagaimana tidak ? Dia jatuh tepat dari tangga pertama lantai 2 kamarnya. Beruntung dia masih hidup karena memang rutinitas tiap paginya adalah jatuh, mungkin tubuhnya sudah kebal ? Mungkin juga karena Onew telah memasang karpet untuk membungkus ubin marmer di tangga itu jadi kalau Taemin jatuh, lukanya tidak terlalu fatal. Hobi jatuhnya ini dikarenakan memang ia sulit sekali bangun pagi dan dia sangat ceroboh, sehingga ketika dengan kesadaran 5 % dia berjalan keluar kamar dan hasilnnya yaa..berguling ditangga. =v=’ Satu lagi, Taemin ini sangat pelupa bahkan sedikit buta arah. (buset kaga ada keren-kerennya, taem ?? ckckck)

Namja genap berumur 17 tahun sebulan yang lalu ini baru akan masuk ke sekolah menengah atas elit di Seoul. Wajah cantik, rambut merah menyala dipotong rapi, dan kulit yang sangat putih mulus bagaikan manekin. Terlihat sangat fragile dan imut. Sifatnya terhadap hyung-nya pun sangat manja dan dia memang sudah terbiasa dimanja. Oh, dan namja cantik ini sangat men-CINTAI jeruk. Setiap hari asupannya harus ada JERUK. Sampai-sampai julukannya dulu adalah si anak jeruk. Tapi siapa sangka dibalik itu semua ada sosok lain yang tersembunyi….

“Hyung hari ini masak apa ? Hoaammhh…”menguap lebar sambil menggaruk-garuk kepalanya. Rambutnya kusut dan sedikit berdiri tak beraturan, matanya masih terpejam lalu ia menyenderkan kepalanya diatas tangannya yang dilipat diatas meja. Kembali meneruskan tidur, eoh ?

“Liat sendiri dan… YA !”

“Ssstt hyung berisik…”racau Taemin menutup kedua telinganya dan masih menyandarkan kepalanya di meja.

“Aigoo~ Minniiiee ! Sampai kapan kau terus begini, hah ? Kamu itu sudah kelas 1 SMA ! Masa bangun pagi aja susah. Ck,”Onew mengguncangkan pundak sang adik lalu menegakkan kepalanya, dan berusaha membuka mata Taemin dengan paksa. “Buka matamu dan cepat sarapan.”

“Hoaaammhh…”Taemin menguap lebar tepat didepan wajah Onew.

“YA ! BAUUU !! Sana cuci muka dan sikat gigi !”

 “Hihihi, habis hyung bawel !”Teamin langsung lari ke kamar mandi sebelum dapat jitakan selamat pagi dari Onew.

Bagaimana bisa Taemin tidak terbangun setelah ia berguling indah di atas tangga ? Matanya sudah cukup terbuka lebar menerima sambutan itu.

“Aigoo~ dia memang masih anak-anak.”cengir Onew seraya melepas apron dan duduk di kursi menunggu Taemin sambil membaca Koran pagi.

Lee Jinki, namja tampan berambut coklat maple ini sedang menjalani pelatihan sebagai dokter (Co Ass). Umurnya baru 21 tahun tetapi ia sangat berbakat dan berprestasi di kampusnya. Sangat sayang dan menyukai anak kecil, mungkin itu sebabnya ia sangat memanjakan Taemin dan ingin meraih mimpinya menjadi dokter anak.

Sosok yang sangat ramah dan pengertian. Modal utama untuk menjadi seorang dokter anak, kan ? Bawaannya tenang, dan bisa dibilang pecinta musik. Oleh sebab itu, tidak heran dirumahnya terdapat beberapa alat musik seperti piano, biola dan gitar. Onew sendiri sangat menyukai biola. Menurutnya, biola itu mengekspresikan sebuah perasaan dengan jujur. Terkadang Lee brother ini suka bermain bersama, Taemin piano dan Onew biola.

Kedua namja Lee ini tinggal dirumah yang terlalu besar untuk hanya didiami berdua. Ayah mereka seorang pemimpin mafia di Seoul. Onew sangat tidak menyukai kekerasan, inti kata dia ini cinta damai. Oleh karena itu, dia nekat membawa Taemin pergi dari rumah dan menjalani kehidupan sebagai orang biasa. Walau awalnya sang Ayah sangat murka dan mengiginkan Onew untuk jadi penerusnya, tapi Onew berani menentang dan mangatakan kepada Ayahnya dengan lantang bahwa dia juga mempunyai MIMPI.

Susah payah Onew menjauhkan Taemin dari dunia gelap tersebut, tapi seperti pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya…Taemin memiliki jalannya sendiri yang bertolak belakang dengan sang kakak.

———

“Hyung, pikirkan lagi pemintaanku, nee~?”Taemin sedang merajuk hyungnya dengan puppy eyesnya. Buru-buru Onew memakai kaca mata hitam untuk menghindari tatapan mematikan tersebut dan memalingkan pandangannya ke lain arah.

“Hyung bilang tidak, tetap tidak !”

“Hyuuuung~”

“Minnie, dengar hyung ! Bagaimana bisa hyung membelikanmu sepeda motor kalau berjalan dengan kakimu saja kau sering jatuh ?!”

“Ta..tapi aku janji akan hati-hati, hyuuung”

“ANIYA ! ANDWAE ! Sekarang cepat kau turun dan masuk ke sekolahmu. Sebentar lagi bel berbunyi.”

Taemin menggembukan pipinya kesal, “Hyung peliiitt~”

BRUK

Taemin turun dan membanting pintu mobil dengan kasar. Dia berjalan masuk kesekolah sambil menghentak-hentakkan kakinya keras.

“Haahh..kaca mata yang sangat berguna.”ucap Onew lega, segera saja ia bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

.

.

.

Onew side…

“Hahaha…adikmu benar-benar lucu, dubu ! Setiap pagi jatuh dari tangga dan kini ia ngambek gara-gara tidak dibelikan motor olehmu ? Hahaha…”

PUK

Onew melempar gumpalan kertas bekas pada Jonghyun, namja yang kini sedang berbicara dengannya, “Diam, Dino. Aku sedang bingung bagaimana nanti menghadapinya dirumah. Dia pasti akan terus merengek. Haahh…aku memang salah karena selama ini terlalu memanjakannya.”

Pusing. Kepalaku benar-benar pusing.

Bagaimana kalau dia nekat membeli sendiri ?

Taemin…please mengerti hyungmu ini sekaliii saja. *3*

“Yasudah kalau bingung, belikan saja ?”

“YA ! KAU TAHU ! Tembok diam saja bisa ditabraknya apa lagi kalau dia membawa motor, huh ?! Bunuh aku kalau aku sampai mengijinkannya.”

Jonghyun langsung mengangkat tangan menyerah, “Well sebenarnya aku sangat penasaran dengan adikmu. Dia benar-benar menggemaskan. Hehe…”

“NO ! Aku tidak sudi punya ipar pervert sepertimu !”

“ENAK SAJA ! Siapa yang pervert ?!”

“Kau.”

“Aku hanya..hanya rindu pada adikku. Huh, dasar dubu pabo !” Jonghyun lantas pergi meninggalkan ruangan tersebut kesal.

Bagus jinki. Pagi ini kau sudah membuat dua orang terdekatmu marah.

NICE DAY !

Sebaiknya aku pergi ke taman sebentar, eoh ?

Ide bagus.

Taemin side…

“Onew hyung pabo ! Setidaknya dia kan bisa mengantarkanku sampai kelas ! Bukan malah menyuruhku turun dan masuk sendirian. Ini terlalu besaaaarrr ! Dimana iniiiiii ?”

Taemin mondar-mandir didepan sebuah papan pengumuman. Dia ini buta arah. Ditekankan. Buta-arah ! Bahkan dulu ia sering lupa dimana letak kamar mandi atau bahkan kamarnya sendiri. Hingga Onew harus membuatkan memo-memo kecil yang ditempel sebagai penunjuk arah. DAN ITU DI DALAM RUMAHNYA SENDIRI ! *ga kebayang rumahnya segeda apa dah ?*

“Aaahh~ sekolah ini besar sekali sih ? Kelasku dimanaaa ?!”teriak Taemin frustasi karena ia tidak juga menemukan kelasnya. Lalu yang membuatnya bingung adalah mengapa keadaan sekolah barunya ini sepi sekali ? Dia tidak salahkan ? Ini hari senin kan ?

Menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil membuka ponsel untuk melihat tanggal dan  hari apa sekarang.

“Senin, kok. Tapi kenapa sepi begini sih ! AAaarrggh”Taemin menutup hpnya kasar dan menendang sebuah krikil saking kesalnya.

PUK

“YAK !”

“Eoh ??”

“Heh ! Berisik sekali kau~ memang kau kelas berapa ?! Dari tadi teriak-teriak nggak jelas, menendangku pake krikil pula. Bosan hidup, hah ?”

Taemin mengerjapkan mata. Sejak kapan ada makhluk itu disitu ??

“Ka..kau bicara denganku ?”Taemin menunjuk hidungnya sendiri dengan telunjuknya.

“Kau pikir disini ada siapa lagi, eoh ? aku tidak punya hobi ngomong sama udara sepertimu dan apa kau idiot ? Hari ini ada upacara penerimaan murid baru di Hall. Hooamh…mengganggu saja”laki-laki itu menutup wajahnya dengan topi dan berbalik memunggungi Taemin.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

“HAH !”

Aku lupa, aku murid baru eoh ??

“Ya ! Ya ya ya yak !”Taemin menarik-narik kemeja laki-laki tadi yang kini malah asik tidur dibangku taman belakang sekolah.

Namja itu langsung membuka topinya dan duduk dengan muka kesal, “Aku punya nama ! Dan….”

Waktu terhenti begitu keduanya memandang ke dalam mata masing-masing.

“Jamur..?”namja dihadapan Taemin itu terbelalak kaget.

“M-mwo ?”

SNAP !

“YA ! Apa lihat-lihat ?! Sana syuh~ syuh~”Minho mendorong bahu Taemin agar menjauh dan melambaikan tangannya dengan gaya mengusir.

Taemin langsung berkomat-kamit tidak jelas. Baru pertama kali ada manusia menyebalkan seperti ini ! HAH!

“YA ! CHOI MINHO ! Atas dasar apa kau mengusirku ?!”

Namja yang dipanggil Minho benar-benar terkejut begitu namanya disebut.

@ Taman rumah sakit…

Onew side…

Suara musik dari gesekan biola mengalun indah disana.

Para pasien yang sedang jalan-jalan pagi atau anak-anak yang bermain disana, langsung berkumpul disekitar Onew untuk mendengar permainan dokter muda itu.

Alunan musik irish bergaya skotlandia yang dimainkannya sungguh menambah cerahnya pagi musim semi itu. Membawa keceriaan bagi yang mendengar. Bahkan beberapa anak menari berpasangan sambil bergandeng tangan.

Kebiasaan Onew ini sudah mendapat izin dari rumah sakit, karena toh permainannya sama sekali tidak mengganggu malah memberi hiburan kepada para pasien yang jenuh karena harus di rawat inap. Bahkan para perawat atau dokter yang kebetulan lewat selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan permainan biola Onew. Pelepas penat atas pekerjaan dan berganti senyuman cerah untuk menngawali kegiatan mereka yang padat.

PLOK PLOK PLOK

Riuh tepuk tangan terdengar begitu Onew selesai memainkan biolanya.

“Gomawo..”Onew membungkuk sambil tersenyum kepada semuanya.

“Lagi ! Ayo main lagi dokter oppa~”pinta seorang anak perempuan manis sambil  menarik-narik jas kerja Onew. Aahh, dia lupa melepasnya tadi. Ck, kebiasaan Taemin menular padanya kah ?

Onew berjongkok, “Mau lagu apa, eum ?”tersenyum sambil memamerkan gigi kelincinya.

Tampan !

“Aku mau lagu..hmm..little star, bisa ?”

“Hahaha tentu, cantik..”mengusap kepala anak tersebut pelan dan segera memainkan biolanya didepan anak itu tetap dalam posisi jongkok namun berat badannya ditumpu dengan satu kaki yang menyentuh tanah. *bingung ngejelasinnya =3=*

Tak lama lagu tadi selesai,

“Waaahh oppa sangat pintar !”anak tadi segera memeluk Onew diikuti anak-anak yang lain. Berebut ingin dipeluk dan dimainkan lagu.

Onew mengangkat salah satu dari mereka yang paling kecil untuk digendongnya. “Sekarang dokter ada pekerjaan, besok lagi yah ? Hehe”menggosokkan hidungnya dengan hidung anak kecil tadi dan menurunkannya ketanah.

“Sebelumnya, aku ingin memainkan sebuah lagu ciptaanku untuk seseorang disana.”

Onew menggesek biolanya dan sebuah lagu pun mengalun indah.

Your name.

Untuk engkau yang misterius.

Boleh kutahu namamu ?

.

.

.

Someone side……..

DEG

Lagu ini…

Indah…

Mian..

Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan.

Hey, tampan…

~~~~~~~~~~~~~~

“Kau tahu dari mana namaku ?!”

Taemin mengernyitkan dahinya. “Kau pikir aku buta ? Namamu tertulis di papan itu, pabo !”menunjuk dada Minho yang jelas ada papan namanya disana. Choi Minho, tertulis dengan jelas.

Minho mengikuti arah telunjuk Taemin, “Oo..yah. Haha”menggaruk tengkuknya salah tingkah. Sempat terpikir tadi kalau-kalau Taemin mengenalnya.

“Memang hallnya dimana ? Aku telat nih..duuh..”Taemin melihat jam tangannya gelisah.

Minho tersenyum lebar, “Kau murid baru ? Pantas aku nggak pernah lihat.”seringainya.

“Kalau iya kenapa ? Kau mau membully-ku ? Cih, nggak akan mempan. Tidak jadi minta bantuanmu ! Huh !”Taemin melangkahkan kakinya panjang-panjang ingin cepat pergi dari hadapan namja aneh itu.

“Jamur…”Minho tersenyum sendiri.

BUAGH

Minho langsung menoleh ke sumber suara.

“…” Dia kenapa ?? pikir Minho yang kaget melihat Taemin berjongkok di depan lorong.

“Sakiiiittt”mengusap jidatnya yang sukses mencium tembok lorong sekolahnya karena tadi dia jalan sambil menunduk karena sedang mengumpat tidak jelas. “Huks..hyuuung~”kebiasaan Taemin pasti selalu memanggil hyungnya, Onew.

Taemin masih berjongkok, ternyata hidungnya juga berdarah. Ck, ceroboh sekali kau Taemiiinn.

“Nih.”Minho menyodorkan sapu tangannya.

“Nggak butuh !”Taemin langsung berdiri tapi, lagi. Kepalanya kepentok dagu Minho yang sedang menunduk di atasnya.

“Sakiiitt !!”teriak mereka barengan.

“Kau !”

“Kau !”

“APA ?!”galak Taemin. “Aku bilang nggak butuh ! Nggak usah sok baik deh.”Taemin buru-buru ngeloyor pergi ntah kemana. Yang penting dia tidak dekat-dekat dengan namja aneh itu. Udah matanya belo, pake melotot lagi. Huh ! Yang salah kan dia ! Ngapain pake nunduk segala.

Taemin sibuk mengelap hidungnya dengan sapu tangan yang dia bawa dan mengelus kepalanya yang tadi menumbuk dagu lancip Minho.

“Huks..siaaaalll !”teriaknya ditengah lorong yang sepi.

“HAHAHA !”Minho sibuk tertawa sambil memegang perutnya. Dia benar-benar lucu ! Jamur…

———-

17.45 KST

“PABO !”

“Ma-maaf bos…”

PLAK

“Maafkan kami, bos…”

BUG

“Ampun bos…ampun…”

Namja yang dipanggil bos ini tak pernah segan untuk menghajar anak buahnya yang tidak becus dalam bekerja. Jaket kulit hitam, rantai yang menjuntai di celana jinsnya yang sobek-sobek, kaos hitam tanpa lengan, dan sepatu kulit dengan tumit mata pisau. Rambut merah Mohawk, dengan tatapan sadis, tak ragu menghabisi nyawa lawannya bagaikan membunuh seekor nyamuk.

Tanpa ekspresi dan nurani ?

Bagaimana bisa ?

Padahal seharusnya, diumurnya sekarang dia sedang bermanja dengan keluarga yang hangat atau pergi berkencan. Bermain bilyard atau karaoke dengan teman-teman sekolah. Tapi mengapa namja ini justru berada di tempat ini ? Sebuah ruangan besar, dengan meja kerja mewah, 2 buah lemari persenjataan, sofa-sofa merah yang demi apapun itu terlihat sangat mahal, dan sebuah lemari penyimpanan minuman alkohol.

Lee Taemin, 17 tahun.

Code name : Falcon.

Ketua mafia Seoul yang sangat di takuti. Jangan melihat dari ukuran tubuhnya yang kecil bahkan terbilang kurus, wajah yang oval mulus, tapi berdarah dingin.

Dan satu yang harus diingat.

Jangan pernah meragukan kemampuannya terlebih meremehkannya.

Karena hanya ada satu jawaban jika kalian melakukannya.

MENYESAL.

.

.

.

.

.

TETOOOOOOOOOOOT~~!!

HUAHAHAHHA~~GAJE ? GA NGERTI? MAU DILANJUUT? GA USAH KALI YAA~~ *kabur*

yah~~ kalo mau dilanjut FF tergaje n terdahsyat ini dikomen lah yaa~ jangan pelit2 olahraga jari. ckckckck

154 thoughts on “WHITE LIES / 2MIN – ONKEY/ 1 OF?

  1. Whoaahhh!!
    Key & taemin bos mafia??
    Apa kata dunia?!
    #plak#

    Jd penasaran kelanjutannya
    #loncat chapt.2#

  2. Key sama taemin ketua mafia???
    keren…..
    ya ampun dua2nya cantik lagi.. yg ngeliat pasti ga percaya.. apa lagi taemin kaya orang bodoh gitu -..-

  3. Key ama taemin mafia!!! Kaga salah ye thor/? Dua”nya melambai/? /plak/… Jjong doctor? (jong aku overdose ini/? Haha) ….. Okee capcuus ke next partnye dulu .. Paipai:*/?

  4. woah keren, gak nyangka KeyTae jadi mafia padahal tubuh sama wajah sama sekali gak mendukung ya >< hehehe. Sementara para hyung (read : OnJong) yg tubuh sama wajahnya lebih mendukung malah jadi dokter😀
    next ke part 2~ hihiw:D

  5. jadi ini bercerita tentang keluarga mafia. jinki dan jonghyun sama2 dari keluarga mafia tapi tdk ingin jd mafia.
    taemin cerobah amat sih jadi orang. apa minho kenal taemin tapi kenapa taemin kok gak ingat minho?
    siapa yang melihat pertunjukan jinki dan mengatakan tampan.
    what taemin jadi bos mafia!
    ngak nyangka dibalik sifat ceroboh dan buta arah bisa jadi bos mafia yang tegas dan kejam. kok bisa

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s