[2Min] You’re So Special Chap.6


Anyeong.. do you miss me ?? Adakah yang merindukan Nhaa ??

Hehe.. kayanya Nhaa hiatus terlalu lama nih, adakah yang menunggu lanjutan ff ini ??

Kalo ada ya syukur, klao engga emang udah nasib kali.. *hiks

Huffttt.. apakah menurut para readers ff ini alurnya terlalu lambat ?? Ukh, Nhaa ga percaya diri untuk lanjutin ff ini, rasanya ff ini masih kurang sana-sini.. Haruskan berakhir ditengah-tengah ?? *kayanya engga

Ya udah, buat yang udah kangen ma ff ini langsung aja..

Don’t Like Don’t Read, Don’t Copy, No Bashing and Must Comment..!!!

*

*

Happy Reading

*

Taemin memperhatikan Jinki yang sedang menyelesaikan pekerjaannya, Taemin duduk bersila diatas kursi dihadapan Jinki sambil menyeruput segelas susu coklatnya sebelum tidur.

” Appa ” panggil Taemin pada Jinki.

Jinki tak menyahut, dia terlalu serius mengerjakan pekerjaannya.

” Appa ” panggil Taemin lagi dengan suara yang cukup keras.

” Ne ” hanya itu yang keluar dari mulut Jinki yang sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya.

” Appa ” kali ini Taemin berteriak untuk memanggil Jinki.

Jinki menghela nafasnya berat. ” Waeyo chagi ?? ” sahut Jinki yang kini memperhatikan puteranya itu.

” Menurut appa Kibum ahjushi orang yang seperti apa ? ” tanya Taemin penasaran.
Jinki terdiam, kemudian kembali memperhatikan pekerjannya.

” Dia baik, menarik, ramah dan menyenangkan ” sahut Jinki.

” Lalu apa appa menyukai Kibum ahjushi ? ” tanya Taemin lagi dengan antusias.

” Ne ” Jinki menjawab tanpa mencerna pertanyaan Taemin dengan baik.

Tentu saja jawaban itu membuat Taemin tersenyum senang.

” Eh tunggu.. ” seru Jinki. ” Kau bertanya apa appa menyukai Kibum ? Kenapa mananyakan hal itu baby ? ” tanya Jinki heran.

” Hanya ingin tahu saja appa ” sahut Taemin.

Jinki hanya menaikan sebelah alisnya karena heran dengan sikap aegyanya itu.

” Appa ” panggil Taemin entah untuk yang keberapa kalinya.

” Ne ” Jinki memperhatikan Taemin, dalam benak Jinki aegyanya ini sepertinya sedang merencanakan sesuatu.

” Mengenai pertunangan appa dengan Han Yeol noona, apa appa terpaksa melakukannya untukku ? ” Taemin menatap gelas ditangannya.

Jinki menatap Taemin serius.

” Kenapa menanyakan hal itu ? ” Jinki balik bertanya.

” Aku hanya merasa appa terpaksa menerima pertunangan itu ” Taemin memainkan jarinya digelas yang dipegangnya.

” Jangan hanya karena aku appa memaksakan perasaan appa, aku baik-baik saja meskipun tanpa umma juga ” lanjut Taemin sambil tersenyum pada Jinki.

Jinki sempat terdiam sebelum akhirnya membalas senyuman Taemin.

” Anak appa sepertinya sudah mulai dewasa.. ” goda Jinki.

Taemin cemberut mendengar kata-kata appanya.” Aku ini memang sudah dewasa appa ” ujar Taemin.

” Sebaiknya kau cepat tidur, ini sudah malam.. ” Jinki menghampiri Taemin kemudian mengacak poni aegyanya perlahan.

” Baiklah, appa juga sebaiknya tidur.. ” Taemin bangkit dari duduknya kemudian merapikan poninya yang sedikit acak-acakan.

” Selamat malam appa.. ” Taemin mencium singkat pipi Jinki.

Jinki tersenyum, ” Selamat malam chagi, tidur yang nyenyak ne ?? ”

” Ne appa.. ” Taemin pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Jinki.

Setelah Taemin pergi, Jinki duduk kembali dikursi kerjanya. Dia memperjatikan figura foto di hadapannya.

” Selamat malam Key.. ” gumam Jinki .

“Hah, besok ya ?? ” Jinki menghela nafasnya kemudian menyenderkan tubuhnya kekursi kerjanya sambil memejamkan kedua matanya.

***

” Akan sulit membuat appa jatuh cinta pada Kibum ahjushi.. ” Taemin menghempaskan tubunya disamping Minho yang sedang mengerjakan tugas diperpustakaan.

” Waeyo ?? ” tanya Minho.

” Appa terlalu mencintai umma jadi sulit untuk membuatnya membuka hati untuk orang lain ” sahut Taemin.

” Ya setidaknya kita mencobanya dulu benarkan ??”

” Ne, tapi cara seperti apa yang akan kita gunakan untuk mendekatkan appa dan kibum ahjushi ?? ” tanya Taemin.

” Mendekatkan mereka berdua kemudian ya kau tahu sendiri biarkan mereka jatuh cinta dengan sendirinya.. ” kata Minho dengan santainya.

” Mendekatkan mereka dengan apa ?? melihatnya saja appa dan Kibum ahjushi tak punya persamaan yang sama sekali.. ” Taemin terlihat kesal sendiri.

” Dalam cinta tak perlu harus sama bukan, yang penting itu hati yang memiliki perasaan yang sama karena dengan hati itulah kita menemukan sesuatu yang begitu istimewa dalam diri seseorang yang membuat kita mencintainya.. ” Minho menatap Taemin dengan intens.

” Hmm, lalu bagaimana cara untuk membuat appa dan Kibum ahjushi dekat ?? ” Taemin membalas tatapan Minho.

Minho mengeleminasi jarak antara dirinya dan Taemin, semakin lama wajah Minho semakin mendekati Taemin.

” Ka.. Kau mau apa hyung ?? ” tanya Taemin gugup.

” Hmm.. mau apa ya ?? ” Minho menyeringai kemudian mencium bibir Taemin kilat.

Taemin diam terpaku dia masih sangat terkejut dengan kejadian yang menimpanya barusan. Sedangkan Minho hanya tersenyum melihat sikap Taemin.

1 detik.. Taemin masih diam.

2 detik.. Taemin masih tetep diam.

3 detik..

” Hyung… kau mencuri-curi kesempatan.. ” teriak Taemin.

Minho hanya tertawa melihat ekspresi namjachingunya itu.

” Sekali-kali tak apa-apakan.. lagi pula terakhir kalinya kita berciuman saat kau ulang tahun.. ” sahut Minho cuek.

Taemin mengembungkan kedua pipinya dengan kesal. ” Tapi tak perlu disinikan, hyung tahu ini sekolah.. bagaimana kalo ada yang lihat ?? ”

” Baiklah, aku minta maaf.. tapi kau senang jugakan ?? mau lagi tidak ?? ” goda Minho.

” Hyung.. ” teriak Taemin lagi.

” Oke, kita bahas tentang rencana kita tadi.. cara untuk mendekatkan Kibum ahjushi dan appamu ya ?? ” Minho terlihat berpikir, kemudian dia kembali menyeringai pada Taemin.

” Omo.. jangan bilang.. ‘”seru Taemin.

” Chagi.. kau tahukan.. bagaimana ?? ” tanya Minho.

” Kenapa harus aku hyung ?? tak ada kah rencana yang lain ?? ” Taemin menunjuk dirinya sendiri.

” justru itu karen atak ada yang lain.. ” sahut Minho.

Taemin menghela nafasnya, Minho hari ini benar-benar menyebalkan.

” Baiklah, tapi jika cara ini tak berhasil.. Kita tidak boleh memaksa appa untuk membuka harinya ne hyung ?? ” Taemin kahirnya setuju.

” Ne, tapi setidaknya kita mencobanya dulu.. ” Minho tersenyum simpul pada Taemin.

***

-Kibum POV-

Hah, menyebalkan.. Kenapa aku seperti ini ??

Terus-terusan memikirkan tuan Lee, Kibum.. dengar, Tuan Lee akan bertunangan kenapa kau malah memikirkannya ??

Lupakan, dia itu hanya rekan bisnismu saja Kibum..

Omo.. aku bisa gila jikaterus seperti ini.. Kenapa semakin menyakinkan diriku semakin terbayang wajah tuan Lee ??

Hello, hello
Nareumdaero yonggil naesseoyo
Hello, hello
Jamshi yaegi hallaeyo

Aku kaget, kenapa disaat seperti ini hanphoneku malah berbunyi.

” Yeoboseo.. ” sahutku mals-malasan.

” Oh Minnie, ada apa ?? ”

” Tidak, baiklah kita bertemu di Cafe Green saja ne ?? ”

” Oke, tunggu aku disana.. ” dan telepon pun terputus.

Taemin mengajakku bertemu ?? sebenarnya ada apa ini ??

Hah, lebih baik aku segera kesana sekarang. Dari pada terus-terusan memikirkan apanya lebih baik menemui anaknya sajakan.

Aku menutup plif hanphoneku kemudian pergi meninggalkan ruangan kerjaku, tidak ada salahnya menemui Taemin, lagi pula aku merindukannya. Padahal aku belum terlalu mengenalnya dengan baik, dan kami pun baru beberapa kali bertemu.

-Kibum POV End-

***

-Taemin Pov-

menunggu Kibum umma, maksudku ahjushi membuatku kesal saja. bayangkan aku sudah duduk disini selama satu setengah jam, dan Kibum ahjushi belum datang juga.

” Huh, lihat saja.. ini gara-gara Minho hyung, dia ynag memintaku mengajak Kibum ahjushi bertemu ” aku menggerutu sendiri sambil melihat-lihat suasana sekitar cafe yang tidak terlalu ramai.

” Hosh.. hosh.. Mianhe aku terlambat.. ” seru seseorang.

Aku berbalik dan mendapati Kibum umma, sial maksudku ahjushi berada disampingku sambil berusaha menormalkan pernafasannya.

” Omo.. ahjushi kenapa anda seperti ini ?? ” seruku tak percaya.

” Tidak apa-apa. aku hanya berlari.. ” sahut Kibum ahjushi.

” Berlari ?? ” aku sedikit bingung.

” Ne, gara-gara tak ada tempat parkir dekat sini aku terpaksa perkir ditempat parkir yang jaraknya 2 blok dari sini.. ” kibum ahjushi menjelaskan maksudnya.

” 2 blok ?? jadi ahjushi berlari kesini ?? ” seruku lagi.

” Ne.. ” Kibum ahjushi menganggukan kepalanya.

” ini gara-gara Minnie ne ?? gara-gara Minnie minta bertemu ahjushi harus repot-repot seperti ini.. ” ujarku dengan sedih.

” Jangan seperti itu, tidak apa-apa kok.. aku sedang bosan dikator beruntung kau mengajakku bertemu jadi kita bisa ngobrol.. ” kata Kibum ahjushi.

Damn, aku tak tahu harus membicarakan apa dengan Kibum ahjushi. lagi pula Minho hyung tak memberi tahuku untuk membicarakan apa dengan Kibum ahjushi.

” sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku ?? ” tanya Kibum ahjushi.

” Oh itu.. Ng.. ” aku berpikir keras, aku tak tahu apa yang harus aku bicarakan.

Kibum ahjushi memperhatikanku sambil tersenyum.

” Umma.. aku ingin membicarakan tentang ummaku pada ahjushi.. ya ummaku.. ” entahlah, saat melihat Kibum ahjushi tersenyum mengingatkanku pada umma. Jadi hanya kat aitulah yang muncul di otakku.

” Ummamu ?? ” tanya Kibum ahjushi tak percaya.

” N-ne.. Ahjushi tahukan jika umma begitu mirip denganmu ?? ”

Kibum ahjushi menganggukan kepalanya. ” Lalu ??” tanyanya.

” Aku ingin minta maaf karen asempat mengira ahjushi sebagai ummaku, hanya saja ahjushi memang benar-benar mirip dengan umma.. ”

” Gwenchana, aku mengerti.. ” Kibum ahjushi tersenyum padaku.

” Jika aku boleh tahu, kenapa ummamu meninggal ?? ”

Damn, sepertinya aku salah mengambil tema pembicaraan.

” Ka-kata appa.. umma meninggal karena sakit setelah tidak lama melahirkan aku, jadi kau tak tahu pasti umma meninggal karena bersi keras melahirkan aku atau karena sakit yang dideritanya.. ” aku menjelaskannya seraya menahan air mataku agar tidak jatuh.

” jadi kau tak pernah benar-benar tahu tentang ummamu ?? ”

” N-ne.. aku hanya tahu umma dari cerita-cerita appa ” sahutku miris.

Kibum ahjushi mendekatiku kemudian memeluku.

‘ Mian, harusny aku tak usah bertanya apa-apa tentang ummamu, jika kau ingin menangis, mennagislah.. ” kata Kibum ahjushi.

Aku merasakan pipiku basah, aku menangis. Aku membalas pelukan Kibum ahjushi kemudian menangis di pelukannya.

-Taemin Pov end-

***

Jinki sedang memainkan terlunjuknya disekitar bibir cangkir minumannya ketika Han Yeol masuk keruang kerjanya.

” Mian sajangnim.. ” tegur Han Yeol.

” Oh, ne ?? ” sahut Jinki.

” Anda melamun ?? ” tanya Hna yeol seraya berjalan mendekati meja Jinki.

” Hah, Jinja ?? ” seru Jinki, dia tertawa. ” Mungkin benar.. ” sahutnya.

” Ada yang anda pikirkan ?? ” tanya Han Yeol lagi.

” Kenapa kau masih bicara formal padaku ?? Bukankah aku sudah katanya tak usah bisara se-formal itu padaku.. ” Jinki mentap Han Yeol haran.

” Ini dikantor sajangnim, aku harus bersikap profesional.. ” Han Yeol meletakan berkas-berkas yang harus Jinki tanda tangani di mejanya.

” Oh iya, sekarang aku ada urusan.. bisa batalkan semua janjiku sore ini ?? ” Jinki berdiri dari kursinya.

” Baiklah, tapi anda mau kemana ?? ” tanya Han Yeol heran.

Jinki tersenyum, ” Menemui orang yang spesial ” sahutnya.

Setelah itu Jinki pergi meninggalkan Han yeol diruang kerjanya.

***

” kau yakin tak mau ku antar Minnie ?? ” tanya Kibum pada taemin.

” Ne, akan dijemput seseorang disini ” sahut Taemin.

” emm, nugu ?? namjachingumu itu ?? ”

Kedua pipi Taemin mulai memerah. ” Ne.. ”

” ya sudah, kau pulang duluan ne ?? ” Kibum tersenyum pada Taemin.

” Hati-hati dijalan ahjushi.. ” sahut Taemin.

Kibum hanya membalas dengan lambaian tangannya. Taemin yang tersenyum memangdang kepergian Kibum mulai merubah mimik wajahnya menjadi ditekuk. setelah itu Teamin langsung menghubungi seseorang lewat hanphonenya.

” Aku tak mau tahu hyung, jemput aku sekarang juga.. ” takan Taemin begitu telepon diangkat, kemudian setelah mengatakan hal itu Taemin langsung memutuskan sambunagan teleponnya.

***

Jinki berdiri tegap di depan sebuah nisan dengan seikat mawar putih ditangannya. Perlahan Jinki membungkukan badannya kemudian menaruh buket bunga itu depan nisan. Jinki tersenyum, mengusap perlahan nama di nisan itu.

” Anyeong Key.. apa kabar ??, Kali ini aku mengunjungimu lagi setelah hampir satu tahun ini aku tak kesini.. Tak rindukah kau padaku atau Taemin ?? ” Jinki tertawa pada dirinya sendiri, merasa bodoh karena bicara sendiri.

” 17 tahun ini aku bertahan tanpamu.. rasanya hampa, sangat hampa.. Tapi rasa itu terobati dengan adanya Taemin disisiku, dengan adanya Taemin aku merasa kau masih ada disini Aku ingin mengucapkan gomawo Key, berkatmu aku memiliki semangat kehidupan baru setelah kau pergi.. aku memiliki oksigen baru untuk mengisi paru-paruku setelah oksigenku habis karena kepergianmu.. Gomawo Key.. Gomawo untuk Taemin dan semuanya.. ” mata Jinki mulai berkaca-kaca.

” Aku ingin bertanya padamu, apa kau mengirimkan penggantimu untukku Key ??, kau itu keterlaluan sekali kenapa harus benar-benar mirip denganmu ??, Hah tapi setidaknya mengobati kerinduanku padamu meskipun dia orang yang benar-benar berbeda darimu.. ” Jinki kini menatap langit diatas kepalanya.

” Aku merasakan perasaan yang sama seperti saat aku jatuh cinta padamu  jika aku bertemu orang itu Key, benarkah jika aku mencintainya ??, bantu aku Key.. bantu aku untuk membuka hatiku lagi.. bantu aku untuk memilih keputusan yang benar, apakah keputusanku benar dengan betunangan dengan Han Yeol ?? Apa aku salah jika menuruti keinginan umma untuk memberikan Taemin seorang sosok umma ?? ”

” Setidaknya bantu aku dengan tetap disini, dan menjadi kenangan terindah untukku.. ” Jinki menepuk-nepuk dadanya pelan.

***

Minho dan Taemin berjalan beriringan di sepanjang trotoar, tak ada yang bicara. Taemin entah mengapa setelah Minho menjemputnya moodnya berubah jelek. Minho tak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya diam menunggu mood namjchingunya itu kembali baik.

Taemin yang berjalan didepan Minho tiba-tiba menghentika langkahnya begitu ada didepan sebuah Flowers Shop.

” Ada apa ?? ” tanya Minho heran.

Taemin tak menjawab, dan langsung menarik Minho -tepatnya menyeret- masuk kedalam toko itu.

” Anyeonghaseo.. ” sapa pemilik toko ketika Teamin dan Minho masuk.

” Anyeong.. ” sahut Taemin sambil tersenyum.

” Ada yang bisa saya bantu ?? ” tanya pemilik toko itu.

” Emm, aku mau sebuket bunga mawar putih.. ”  Taemin melirik Minho sekilas kemudian melihat-lihat bunga potong ditoko itu.

” Baiklah, silahkan tunggu.. ”

Minho yang heran mengapa Taemin mengajaknya masuk ketoko bunga dan juga memesan sebuket bunga mawar putih hanya diam setelah mencoba bertanya namun Taemin malah mempelototinya.

Tidak berapa lama pemilik toko kembali dengan sebuket bunga mawar putih yang di hias dengna sangat cantik.

” Ini silahkan.. ” pemilik toko itu memberikan buket bunga itu pada Taemin.

” Gomawo.. ” sahut Taemin.

Taemin kemudian berbalik dan menatap Minho aneh.

” Kenapa diam saja hyung ?? cepat bayar bunga ini.. ” ujara Taemin.

” Mwo ? aku yang bayar ?? ” seru Minho tak percaya.

” Kau tak mau ?? ” sahut Taemin.

” Baiklah, aku yang bayar.. ” ucap Minho pasrah.

” Oke, aku tunggu diluar ne ?? ” Taemin tersenyum kemudian pergi meninggalkan Minho.

” Dia mengerikan.. ” gumam Minho seraya membayar bunga Taemin.

” Gomawo.. ” ucap pemilik toko.

Minho hanya mengangguk kemudian segera pergi menyusul Taemin yang sudah menunggu diluar.

***

Ternyata Taemin dan Minho pun pergi ke pemakaman untuk merayakan 17 tahun kematian Key. Minho semakin diam begitu tahu Taemin mengajaknya kemakam ummanya.

” Pantas saja Taemin bersikap seperti itu ternyata gara-gara ini.. ” ujar Minho dalam hati.

” Anyeong umma.. ” seru Taemin begitu tiba didepan nisan Key.

Taemin segera meletakan buket bunga yang dibelinya tadi -tepatnya dibelikan Minho- didepan nisan Key, bersebelahan dengan buket bunga ynag Jinki taruh tadi.

” Sepertinya appa baru dari sini.. ” akata Taemin.

” Jinki ahjushi ?? ” tanya Minho.

” Ne, appa mungkin baru saja dari sini ” sahut Taemin.

” Umma.. aku merindukanmu.. Apa umma rindu padaku ??, Aku baik-baik saja umma, umma tak perlu khawatir karena ada appa, Minho hyung, halmeoni dan harabeoji yang selalu menjagaku. Oh, iya umma gomawo untuk kalung ini.. aku sangat menyukainya dan aku berjanji akan menjaganya denga baik.. ” Taemin tersenyum sambil menggenggam erat kalung pemberian Key yang selalu dipakainya.

” Umma.. aku kesini dengan Minho hyung, umma tahukan.. keroro yang selal aku ceritakan ?? ”

” Mwo ? Kau memanggilku seperti itu ?? ” seru Minho tak percaya.

Taemin hanya tertawa, kemudian mengucapkan maaf tanpa suara.

” Kini Minho hyung jadi namjachinguku umma, dan kau tahu aegyamu ini sangat mencintai keroro itu.. sangat-sangat mencintainya.. ”

Minho tercengang, tak mengangka jika Taemin akan mengatakan hal seperti itu didepan nisan ummanya. Tak lama kemudian Minho tersenyum.

” Anyeong.. aku Choi Minho namjachingu anakmu umma Taemin, kau bisa percayakan Taemin padaku karena kau berjanji akan menjaganya semampuku dan akan selalu mencintainya sampai kapan pun.. apa kau bisa mempercayaiku ?? ” Minho ikut bicara sambil terus memandang Taemin.

Taemin terlihat malu, wajahnya mulai memerah dan Taemin menundukan kepalanya dalam-dalam.

” Ini sudah sangat sore hyung.. sebaiknya kita pulang saja.. ” kata Taemin.

” Baiklah, ayo kita pulang.. ” sahut Taemin.

” Mian umma.. aku harus segera pulang, aku tak mau appa khawatir. Huh, appa terllau over protektif padaku umma, dia menganggap aku ini masih kecil.. harusnya umma katakan pada appa jika aegya-nya ini sudah dewasa.. ”

Minho tersenyum mendengar kata-kata Teamin, nmaun lama-kelamaan senyuman Minho memudar dan berganti jadi tatapan sendu.

” Apa aku sanggup meninggalkanmu nanti ?? ” bathin Minho.

” Saranghae umma.. sampai nanti.. ” pamit Taemin sebelum menarik Minho pergi.

” Kajja hyung.. ”

Minho hanya mengikuti Taemin yang berjalan didepannya sambil menggenggam tangannya.

***

” Kau yakin tak mau masuk dulu ?? ” tanya Taemin begitu mereka sampai didepan pitu rumah Taemin.

” Ani, ini sudah hampir malam.. aku tak mau umma menceramahiku karena pulang malam.. ” sahut Minho.

” Huh, Hee ahjushi ?? Baiklah, hati-hati dijalan hyung.. ” Taemin akhirnya menyerah meminta mInho mampir kerumahnya.

” Baiklah, sampai jumpa.. ” pamit Minho seraya berjalan mundur sambil tetap menatap Taemin.

” Sampai jumpa.. ” sahut Taemin seraya melambaikan tangannya.

” Saranghae Choi Taemin.. ” teriak Minho setelah berjalan agak jauh.

” Margaku bukan Choi hyung.. Tapi nado saranghae.. ” Taemin balik berteriak.

Minho tersenyum kemudian melambaikan tangannya pada Taemin, setelah itu Minho berlari meninggalkan rumah Taemin.

” kau menyebalkan hyung.. ” Taemin menundukan wajahnya yang memerah.

***

Pagi-pagi sekali Jinki sudah sibuk menyiapkan sarapan untuknya dan Taemin, Ahjuma yang biasa bertugas mengurus rumah tidak tinggal bersama Jinki dan Taemin, jadi Jinki sudah terbiasa menyiapkan sarapan dan makan malam untuknya dan Taemin.

” Jam 6.20, kenapa Minnie belum turun ?? ” kata Jinki heran.

” Minnie.. ” panggil Jinki.

Tak ada sahutan sama sekali, akhirnya Jinki menunda acara memasaknya untuk membangunkan Taemin.

” Taemin.. ” panggil Jinki lagi begitu tiba didepan pintu kamar anaknya itu.

Tak ada sahutan. ” Apa dia masih tidur ?? ”

Akhirnya Jinki membuka pintu kamar Taemin dan melihat aegnyanya itu masih bergelung dengan selimut ditempat tidurnya.

” Minnie.. ayo bangun chagi, kau harus sekolah.. ”

” A-appa.. ” sahut Taemin lemah.

” Minnie, kau kenapa ?? ” Jinki mendekati Taemin kemudian melihat kondisinya.

Jinki menempelkan telapak tangannya kekening Taemin dan Jinki sangat terkejut begitu mendapati suhu badan Taemin yang sangat panas.

” Kau sakit Minnie ?? ” seru Jinki.

-TBc-

Hayo.. Chap ini lebih panjangkan ? Iya kan ?? *maksa

Bagaimana, apakah ini memuaskan ??

Nhaa lagi bad mood pas bikin ini, jadi ya terima jadinya aja.. Yang pasti Nhaa ga terima protes..!!!

Oke.. buat yang udah setia nunggu ff ini komen ya ???

Mian kalo banyak Typo Nhaa males baca+ngedit lagi…

54 thoughts on “[2Min] You’re So Special Chap.6

  1. UNNIE ! UNNIE ! Please jangan angst endinganyaaaah..😦 ,di tunggu lanjutan ff nyah ! FIGHTING UNNIE !! >o<b

  2. yeeiy,,akhirnya ada juga next partnya…
    part 1-5 udah ak baca lam bnget…
    ^_^

    hah??minho mau kemana??
    kq kayae minho mau ninggalin minnie….
    kasian minnie kan,,,apa minho gk kasian minnie??
    tp sebelumny minho harus bantu minnie wat nyatuin appa n ummany…
    harus berhasil…
    ayo minnie,,,,
    fighting…..

  3. waaa akhirny dlanjutiiiin,,,,
    it taemin knpa?
    wa minho npa mw ninggalin taemin??
    eh jinki hrus ma kibum,,,,kkk~#lari k part 7

  4. wuaaa.. makin jelas juga ney keax menong bakal ninggalin tetem hiks..

    tapi kok belum tamat thor,, tetep dilanjut ya thor..

    semangat author.. hwaithing…

  5. Entah kenapa kalau taemin cerita tentang ummanya bikin aku nangis, emosi ceritanya kerasa banget hikz..hikz..
    Semoga ki bum ma jinki yang married🙂

  6. Puassss..hehehe tapi masi binggung emang Keroro mau kemana!!!
    Awas aja kalau ninggalin Taeminie…ayooo Thor…buat Onkey saling mencintai..kekekke

  7. taemin ny skit ya? kesiannn
    pdhal prsaam kmren ny dy gpp deh, baik2 aja sma si keroro
    hahaha jinki nya jtuh cinta ya sma kibum? howrayyy ..
    kibum ny juga jatuh cinta sma jinki ..
    ini mslah ny tu cuman satu … ummanya jinki nih ah yg ga sbran banget pngen anaknya cptan nikah .. aishhh
    minhonya sbnrnya knp sh?? dy skit yah? pnyakit nya smoga bukan yg mematikan dehh

  8. masihh penasraaaan si kodok mau kemanaa ?? udah janjiii loh depan umma tetem ..

    tetem,, kenaapaa ???

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s