[Onkey] Love Song – part 4 of ?


Tittle    : Love Song

Author : Isnaeni

Genre  : Romance, Angst

Pairing : OnKey, mungkin ada yang lain

Cast    : Onew, Key,and other.

aku dan Leeteuk hyung memasuki ruamh pengobatan Chungdam. Saat aku tidak memerhatikan jalan tiba-tiba Leeteuk hyung berhenti di depan, sedangkan aku menabrak punggungnya dengan keras.

“Wae?” tanyaku.

“Onew, aku akan lama disini, gwenchana?”

“Ne, tapi aku pinjam mobil ya? Jebal…” mohonku dengan memasang wajah melas.

“Mwo? Kau belum cukup umur, Onew. Punya SIM saja belum. Bagaimana kalau nanti kamu menabrak tiang”

“Ayolah hyung, gak jauh kok aku makainya Cuma taman dekat sini saja kok”

“Buat apa sih?”

“Udah deh, pokoknya aku pinjem mobilnya ya? Please” Leeteuk hyung menghela nafas lalu memberikan kuncinya padaku.

“Arra, tapi ingat, jangan sampai rusak Arrachi?”

“Arraseo hyung mmmuach” ku cium pipinya lalu beranjak pergi menuju kamar Key. Ku dengar teriakan Leetuk hyung yang tidak terima akan perbuatanku tadi.

Saat menuju kamar Key. Tiba-tiba ada seorang suster datang menghampiriku dan memberitahu bahwa Key sedang terapi berjalan. Sepertinya keseimbangannya mulai tidak stabil. Semoga saja dia cepat sembuh.

Aku menatap Key dari kaca jendela tempat terapinya itu. Sesekali aku merasa khawatir karena kadang dia jatuh. Seandainya aku bisa menggantikan posisinya seperti itu, aku akan bahagia.

Kalau dipikir-pikir sebulan ini aku sudah pindah ke lain hati. Sudah tidak ada Taemin lagi dihatku dan sekarang telah terisi oleh Key. Berawal dari godaan teman-teman, peduli, lalu yang terakhir cinta dan melupakan Taemin begitu saja.

“Bagus Key, kau banyak kemajuan” kata dokter. Key tersenyum lalu memandangku yang ada di luar. Aku tersenyum simpul padanya.

“Annyeong Key” sapaku.

“Annyeong, sedang apa kau disini? Apa hyungmu ada urusan lagi?”

“Ne, tapi tidak juga sih”

“Kau ini, ya atau tidak?”

“Sudah, ganti topik saja….aku mau mengajakmu keluar dari tempat ini, bolehkan dok?” tanyaku pada dokter.

“Kalau tidak salah, kau itu” kata dokter sambil megingat-ingat sesuatu.

“Aku adiknya Leeteuk hyung pemilik butik yang bekerja sama dengan tempat pengobatan ini” jawabku.

“Arraseo, kau ingin membawa Key kemana?”

“Aku ingin membawanya ke tempat yang segar dan indah” kataku besemangat.

“Kau semangat sekali,,, baiklah kau boleh membawanya keluar, tapi jangan lama-lama ya? Dia harus banyak istirahat”

“Kamsahamnida, uisa(dokter)” kataku sambil menjabat tangan dokter.

Key menatapku bingung. Lalu ia menatap baju yang ia kenakan yaitu baju pasien.

“Wae?” tanyaku.

“Apa tidak apa-apa kau keluar denganku seperti ini? Apa kau tidak malu?”

“Gwenchana, inilah Key, memang kenapa? kkaja” sahutku sambil menuntunnya menuju mobil.

“Kita mau kemana?” tanyanya ketika kami di dalam mobil.

“Lihat saja nanti” jawabku sambil menyalakan mesin mobil.

Dalam perjalanan Key terus bertanya ‘kita mau kemana?’ dan selalu ku jawab ‘ada saja’. Tunggulah Key, aku akan menyatakan perasaanku yang sesengguhnya padamu. Akhirnya Key tidak bertanya lagi, ketika ku perlambat laju mobil di dekat taman kota.

Raut wajah Key sangat senang. Ku parkir mobilku dekat taman. Key langsung berjalan pelan menuju ayunan yang ada di bawah pohon. Aku menyusulnya dari belakang. Aku menyembunyikan tangan kananku di balik punggung.

“Key…” panggilku.

Aku merendahkan tubuhku bertumpu pada lutut dan jari-jari kaki.

“Aku punya sesuatu untukmu…”

“Mwo?” tanya Key.

Tangan kanan yang ku sembunyikan di belakang punggung, ku gerakkan ke depan. Kini Key melihat bunga mawar pink di hadapannya.

“Ini untukmu…” ucapku, membuat raut wajah Key berubah. Dia menatapku tidak percaya.

Key meraih bunga itu perlahan dan ragu-ragu.

“Apa kau tahu arti warana merah muda atau pink?” Key menatapku bingung.

“Bukankah warna pink tercipta dari penggabungan warna merah dengan putih?” Ia mengangguk.

“Menurutku warna pink itu anggun, tapi dia mempunyai suatu keberanian di dalamnya dan suci karena warna putih…maka dari itu banyak yeoja atau namja yang menyukai warna tersebut. Termasuk dirimu” jelasku.

Tatapan Key tertuju pada bunga mawar di tangannya.

“Aku membawa bunga ini…karena aku punya perasaan akanmu”

Key langsung menatapku. Sepertinya ia terkejut akan pernyataanku. Tatapannya seolah berkata ‘mwo?’. Aku mengangguk.

“Tapi ini tidak mungkin!”

“Ini nyata Key, aku punya perasaan lebih untukmu” jelasku.

“Tidak, kau pasti hanya kasihan padaku”

“Aniya, aku tulus padamu,,, percayalah”

“Andwae”

“Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya padaku?”

“Cukup, Jinki! Antar aku ke tampat perawatan”

Aku bangkit. “Wae?”

Key menatapku. “Ku mohon antar aku kembali”

“Arraseo, aku mengantarmu kembali”

Aku benar-benar kacau. Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya bahwa perasaanku ini tulus?

***

Keesokannya, aku tidak menemui Key. Berkali-kali Leeteuk hyung terus membujukku agar aku pergi, tapi aku jawab dengan gelengan kepala. Hari ini aku malas melakukan sesuatu.

Aku memutuskan untuk duduk di pinggir jalan. Ini kebiasaanku saat aku sedang galau. Menatap orang berlalu lalang dihadapanku. Tiba-tiba Heechul duduk di sampingku.

“Onew, kenapa dengan wajahmu itu?” tanyanya.

“Bukan urusanmu” sahutku. Dia menghela nafas. Bukannya pergi, dia tetap duduk di sam,pingku. Akhirnya ku putuskan untuk bertanya padanya.

“Heechul, menurutmu,,,apa Key menyukaiku?”.

“Mwo? Suka?”

“Ne, bagaimana menurutmu?” pandangan Heechul berubah ke depan dari raut wajahnya. Sepertinya dia agak kecewa.

“Emm, Key belum pernah bercerita soal perasaannya padaku, yang aku tahu, dia sering menatapmu diam-diam,,, tak lama sih, Cuma beberapa detik saja, entah dia suka padamu atau tidak” jelasnya.

“Jjinja? Apa lagi?” tanyaku penasaran.

“Key pernah bilang padaku kalau kau sudah mempunyai namja cantik yang kau sukai, jadi tidak mungkin kalau kau menyukainya,” lanjut Heechul.

Otakku langsung bekerja. Apa karena dia tahu kalau aku dulu menyukai Taemin? Jadi karena itu dia berbicara seperti itu kemarin.

“Oh ya,,, kenapa tanya seperti itu? Apa kau menykainya?” tanya Heechul.

“Itu urusan pribadi, jangan ungkit itu lagi”elakku berharap Heechul tidak menyaiku lagi.

“Dasar Tofu, by the way ada yang ingin ku ceritakan padamu tentang alas an kenapa Key ingin tetap hidup,” ceritanya.

“Alasan? Alas an apa?” heranku.

“Key tidak menyebutkannya dengan jelas. Dia hanya bilang, demi impianku yang belum aku capai” jawab Heechul.

“Memangnya, apa impian Key?” reaksiku.

“Emm… menemukan ahjumma” ujarmya ragu sambil sedikit menunduk.

“Maksudmu?”

“Key sangat menyayangi ahjummanya, tapi beliau tidak ada”

Aku menatap Heechul. “Hilang?”

Heechul hana mengangkat bahu. “Sudah sore aku ada janji dengan ummaku” pamitnya lalu pergi begitu saja dan meninggalkanku dalam keadaan bingung.

***

Hari ini aku memberanikan diriku menjenguk Key. Ketika aku menuju kamar inapnya, aku bertemu dengan appa Key.

“Kau tahu kemarin Key sakit perut?” aku kaget mendengar kata-kata dari appanya key.

“Mwo? Sakit perut?” Appa Key mengangguk.

“Ne, dia mengeluh sakit di perutnya,” aku menggeleng.

“Saya kemarin tidak kemari, jadi saya tidak tahu”

Kami melanjutkan perjalanan menuju kamar Key yang baru sepertinya. Kami berhenti di depan ruangan. Tiba-tiba dokter yang melatih kemampuan otot Key.

“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya appa Key.

“Saya belum tahu pasti apa yang membuat perut anak anda nyeri,,, ada kemungkinan-kemungkinan tertentu pada anak anda, tapi sejauh ini sepertinya belum ada pengaruh drastis padanya,” ungkap dokter.

“Syukurlah kalau begitu,” lega appa Key.

“Kalau begitu saya permisi dulu…” pamit dokter itu sambil melangkah pergi.

Aku dan appa Key masuk ke dalam kamar Key.

“Annyeong, Jagiy~” sapanya sambil berdiri di samping ranjang Key.

“Annyeong appa” Key tersenyum kecil pada appanya.

“Apa perutmu masih sakit?” Key menggeleng.

“Aniya, aku sudah baikan”

“Bagus kalau begitu,,, kau lapar tidak? Kalau lapar biar appa carikan makanan untukmu”

Key tersenyum kecil dan berkata “Ne, rasanya aku ingin makan banyak banyak”

“Hahaha,,,, baikalah kalau begitu biar appa carikan makanan yang banyak untuk namja cantik appa ini”

“Appa” kata Key sambil mempoutkan bibirnya lucu.

“Kau ini, Onew, ahjussi titip Key dulu Ya?”

Aku mengangguk. “Silahkan tuan Kim”

Appa Key berlalu. Tinggallah aku dan Key di kamar. Aku menatap Key yang tengah berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya.

“Mianhae, Key” aku melangkah mendekat ke ranjangnya.

“Tidak perlu minta maaf,,,,harusnya kau tidak perlu ikut hyungmu kemari walaupun hyungmu itu bekerja sama dengan tempat ini,” katanya yang sukses membuatku sedikit terguncang.

“Kau tidak mau aku datang? Jujur saja Key aku datang atas kemauanku sendiri,,,, buktinya sekarang Leeteuk hyung tidak bersamaku kan?” Key membelakangiku.

“Untuk apa kau kemari?” katanya tanpa merubah posisi.

“Aku hanya ingin tahu apa jawabanmu tentang hatiku,” jawabku yang membuat Key tidak bisa berkata lagi.

“Apa hanya karena itu? Jawabannya sama,,, kau menyukaiku hanya karena kasihan kan?” cerocosnya.

“Bukan Key, aku tulus mencintaimu,,,, saranghae Key”

“Tapi,,,”

“Tapi apa Key? Percayalah Key, kalau perasaanku tulus tanpa ada rasa kasihan padamu” kataku meyakinkannya.

“Jinki, Cukup! Kalau kau datang hanya untuk membicarakan ini,,, lebih baik kau pulang saja” kata Key sambil memegang

perutnya.

Aku menatapnya khawatir dan berusaha untuk menolongnya, tapi ditepis begitu saja oleh Key.

“Pergi!” teriaknya sambil terus memegangi perutnya yang ku yakini membuatnya tambah sakit.

“Kau kenapa Key?” ujarku khawatir.

“Pergilah! Aku mohon,”

“Baik, kalau itu maumu,,, aku akan berusaha untuk membuatmu percaya akan cintaku padamu, Annyeong,” kataku beranjak pergi dari kamar Key.

Rasa kecewa membekali perjalananku pulang, tapi disisi lain aku merasa senang karena kondisi Key yang mulai membaik walau saat aku pulang tadi sepertinya agak kambuh. Aku harap besok Key akan berubah pikiran.

***

Esok harinya diadakan lomba antar kelas yang selalu di adakan setiap beberapa bulan sekali. Namun, kini ada yang kurang. Mungkin tidak adanya Key yang selalu memenangkan lomba ini. Biasanya ia dan Jaejoong berpasangan untuk mewakili kelas kami, tapi sekarang tidak ada lagi. Aku yang suka makan jadi seperti yeoja yang sedang diet ketat.

“Ada apa dengan monster makan kita?” kata Eunhyuk menepuk bahuku dari belakang.

“Molla, rasanya perutku sudah penuh,” Eunhyuk tertawa.

“Mwo? Lee Jinki yang selalu bersaing makanan dengan Shindong songsaengnim ini tidak lapar dan merasa perutnya

sudah penuh?” kata Donghae yang datang entah darimana.

“Ada masalah apa? Apa ada yang kurang?” tanya Yunho, namja yang bijaksana.

“Kurang apa hyung? Kurang ajar apa kurang waras?” goda Eunhyuk lalu tertawa. Dasar, sepasang kekasih yang aneh Donghae dan Eunhyuk.

“Ne hyung ada yang kurang….” Sahutku. Dan membuat Donghae dan Eunhyuk menghentikan tawanya. Yunho menatapku berbeda. Dan beberapa orang yang lewat di depan kami berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya.

“Kurang? Nugu?” tanya Donghae.

“Ada seseorang…” kataku lemas sambil menatap teman-temanku.

Semuanya kaget. “Jjinja? Nugu?” tanya Yunho dan Donghae bersamaan.

Eunhuk mengangguk “Ne, nugu?”

Aku heran kepada mereka semua. Apa mereka benar-benar melupakan Key? Biasanya mereka yang paling peka saat aku mengatakan tentang hal yang menyangkut pasanganku. Tapi sekarang? Mereka sudah tidak peka lagi.

Sudahlah, percuma meyakinkan mereka lagi. Lagi pula sekarang Key berada di tempat yang berisi pasien-pasien yang sama dengan dirinya. Dia terkurung di tempat tersebut.

***

Sorenya saat aku pulang sekolah. Tiba-tiba mendapat siraman seember air dari Leeteuk hyung di pintu masuk. Katanya biar cepat memandikanku dan mengajakku ke rumah pengobatan tempatnya bekerja sama. Jujur aku agak malas ikut dengannya kesana, tapi Leeteuk hyung mengancamku kalau tidak ada uang jajan dan harus tidur di luar akhirnya aku ikut denannya kesana.

“Bagaimana hubunganmu dengan Key?” tanya Leeteuk hyung dengan semangat. Aku menggeleng.

“Tidak ada kemajuan, malah yang ada kemunduran”

“Kemunduran bagaimana? Bukannya kau sudah menyatakan perasaanmu?” aku mengangguk lemas.

“Terus,,, apa jawabannya?”

“Belum tahu hyung…”

“Kok bisa sih? Kau ini terlalu payah”

“Payah bagaimana? Aku sudah memakai cara seperti romeo dan Juliet seperti itu kok” kataku tak terima kalau di bilang

payah oleh hyungku.

“Kau memakai versi yang mana? Pasti versi saat perang dunia dua?” aku mendengus.

“Aku sudah memakai versi terbarunya hyung,” ujarku marah.

“Kau pasti memasang wajah plin-plan seperti biasanya…”

“Mwo?”

“Seharusnya kau berdiskusi semalaman dulu denganku sebelum kau menyatakan perasaanmu pada Key”

“Kenapa harus berdiskusi denganmu? Semalaman lagi? Apa tidak ada usul lain?”

“Makanya kamu harus meyakinkan Key dengan mantab dan penuh kesungguhan! Jangan pernah sekalipun untuk menyerah.”

“Jangan menyerah?” gumamku pelan.

“Kau harus bisa lebih meyakinkan Key, kau kan namja! Pasti bisa!” semangat Leeteuk hyung sambil terus menyetir.

Aku berpaling ke arah jendela mobil. Saat itu jiwaku terasa baru saja diguyur air. Gara-gara perkataan Leeteuk hyung dengan nada mengejek tadi, membuat niatku lebih meyakinkan \key semakin mantab. Seakan rasa itu berkobar-kobar besar dalam hatiku.

***

Kulihat, Key ada dalam ruang perawatan bersama umma appanya dan dokter yang belum aku lihat sebelumnya. Aku mengetuk pintu.

Beberapa detik kemudian, pintu terbuka. Appa Key mempersilahkanku masuk. Di dalam, umma Key tersenyum padaku.

“Onew, mau menjenguk Key ya?” katanya sambil menyingkir dari Key.

Aku mendekat ke arah Key yang sedang berbaring di ranjangnya. “Annyeong Key…” sapaku.

“Kenapa kau kemari?” reaksinya tanpa menatapku.

“A…aku hanya…emmm…hanya ingin” gagapku.

“Wae? Kenapa kau selalu menanyakan hal yang sama?” kata Key.

“Wae? Kau belum bisa menjawabnya?”

“Aku capek, Nyu,,, menedngarnya darimu” katanya sambil bersusah payah untuk bangun.

“Key,,, jangan” cegahku lalu segera ditepis oleh Key.

“Key…” larang ummanya lalu di hentikan oleh dokter.

“Biarkan dulu nyonya Kim, ini bisa melatih kemampuan otot-ototnya yang kaku selama ini” jelas dokter.

Key berhasil bengun dan hal yang paling mengejutka adalah ia bangun dari ranjang dan mencabut infus yang terpasang di lengannya. Tubuhnya oleng dan segera aku tangkap. Kulihat orang tua Key ingin membantunya, tapi mereka berhenti karena telah melihatku sudah menolong Key. Dia mendorangku pelan dan pergi meninggalkan kami. Aku segera menyusulnya, tapi sebelum aku keluar orang tua Key berpesan untuk menjaga Key dan ku balas dengan anggukan.

Ku kejar Key. Kami berhenti di taman tempat pengobatan itu. “Kenapa kau nekat sekali?” tanyaku.

Aku mendekat ke arahnya. Dan kupegang bahu sempitnya lalu ku balikkan dirinya menatapku.

“Kenapa kau mengikutiku?” tanya Key dengan mata berkaca-kaca.

“Apa ini belum jelas? Karena aku mencintaimu Key. Bukan karena paksaan ataupun kasihan, tapi ini tulus Key,,,apa yang

harus aku lakukan untuk membuatmu percaya padaku?” tanyaku. Key menangis.

“Aku tidak bisa” lirihnya.

“Aku tidak ingin menyusahkan orang lain,,, biarkan aku merasakan ini sendiri dulu Onew,,, kenapa kau sampai sebegininya padaku?” lanjutnya.

Aku berlutut di hadapannya.

“Ku mohon Key, aku melakukan ini dengan sungguh-sungguh,,, aku tidak sedang mengumbar janji atau menggombal atau apa Key,,, aku tulus melakukannya” ngemisku.

“Berdirilah Onew! Kau lihat dua awan mendung yang ada disana?” tanyanya menunjuk dua awan mendung di atas kami.

“Jika di antara awan-awan itu terdapat sedikit cahaya,,, aku akan menjawab iya” lanjutnya.

Aku menatap kedua awan mendung itu dengan penuh harap. Ku mohon tampakkanlah cahayamu. Jebal.

Hana

Dul

Sit

Senyuman mulai menghiasi wajahku. Aku melihat ada cahaya yang nampak. “Key, ada cahaya…” aku menunjuk kea rah cahaya itu, bersamaan saat rintik-rintik air mulai jatuh ke bumi. Aku tersenyum.

Bruukk

“Berarti kamu…” dalam sekejap sosok namja cantik lepas dari bayangan. Ketika aku menoleh kembali, Key terdiam. Ia tergeletak lemas tak sadarkan diri di permukaan rumput basah. Kelopak mataku melebar.

“Key?” aku langsung merandah di samping Key. Ku angkat kepala Key ke pangkuanku.

“Key!! Bangun. Aku tahu jawabanmu…” aku mendongak dan melihat cahay itu menghilang tergantikan oleh kabut dan rintikan hujan yang membasahi kami. Aku kembali menatap Key.

“Kamu harus kuat!! Kamu tidak boleh pergi dariku, tidak boleh”

Aku menatap langit yang sedang menumpahkan air matanya. Seolah-olah turut meeresapi kepedihanku.

“Aku akan ada di sampingmu Key, aku janji…”suaraku menggema.

Kini rasa senangku terkubur dan tergantikan rasa cemas.

TBC~~

MORE TO COMES… JUST LEAVE A COMMENT~~

20 thoughts on “[Onkey] Love Song – part 4 of ?

  1. maksud dari ‘ bruuk ‘ itu si key jatoh gitu ???
    Oalah key tinggal bilang ‘ iya ‘ jja rempong amad sih idup loo .. Gag loo Liad tu bang Unyu udah stres begono ..
    Hahahaha ..
    Lanzuuuutt

  2. eneg deh sm temen2 key..
    masa tmen sndri lupa..
    itu halah itu..key sbnrny ada rasa jg sm jinki..
    iya kn key ? /toel2 key
    key:huh?me?mang km sapa?
    me:bundirlah digituin/plak
    tdk bsakah teuki melakukan sesuatu?
    dan..dan..kemanakah gerangan si 2min? /2min:lg pesiar d laut mediteran /apaseeh

  3. ya ampun…
    key u sakit pa sih??dr part 1 ampe yg ini aq g tau sakit u..
    key aneh tinggal ngomong ‘iya’ kok susah
    author lanjutkan tp jgn lama2..

  4. cuma bilang suka susahnyoooo…
    ckckckckckkkk. tapi kenapa pas ada cahaya malah Brukk ya amplop.
    key kau harus sembuh. Tuh si onew kan nemenin kau..

  5. Aduh key koq ga prcya2 sih sm onew,dia tuh udh bnr2 tulus,jgn menyiksa dri sndri dong…..
    jgn buat angst dong endingx,buat ttap happy ending….

  6. oh MG….. jangan buat key meninggalkan onew tuk selamanya chingu……
    buat happy ending ya…….!!!!!!……..

    ku harap key percaya sepenuhnya pada perasaan onew…..

    chingu…. persatukanlah mwereka

    Di tunggu dengan segera kelanjutannya ya…… ~ Gomawo ~

  7. T.T
    Sedih….
    Onew semangat! Key pasti nerima perasaan mu kok..
    Key cpt sembuh ya, ya thor ya../plakk
    Cerita’a mkin seru, kapan key sembuh??
    Taemin kmn? Gak keliatan??
    Dilanjut thor..^^

  8. .endingnya hrus happy y thor..
    pkoknya key jangan sampai mati..hrus happy ending pkoknya..
    .
    lanjuuut thorrr..

  9. daebak chingu!!! Lanjutin ya thor (kalo bisa and sempet, semoga!) keynya kapan sembuhnya sih? Keren abis ceritanya😀 sukses ya buat penelitiannya *sok tau* #plak (abaikan) sekali lagi HWAITHING!!!😀

  10. bagus banget!!!!!!!!!!!!!!! lanjutin cerita’a……………….
    cerita’a ff ini selalu q tunggu2………..
    author keren!!!!!!!!!!!!!

  11. aduhhhhhh
    kok pake acara jatuh sih key….
    sebenarnya key sakit apa??????
    :-(:-(:-(:-(:-(:-(:-(:-(:-(

  12. -_-”
    Nyatain cinta pake versi “Romeo & Juliet” terbaru ato versi perang dunia?
    Pertanyaan Leeteuk yg bikin sweatdrop aku baca’a
    Ckckckckckck..

    Duh Key, koq pake acara pingsan segala,,
    Kondisi’a skit’a parah ya?
    Skit’a Key blom spesifik nih jenis’a skit apa..
    Huhuuhhuuu
    Pokok’a Key harus sembuh!!!
    #nodong author pake golok#
    Key, percaya nyunyu dong, dy ud sampe segitunya nungguin jawaban darimu..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s