SECOND LIFE PART 5 / 2MIN-ONKEY


SECOND LIFE  5 of ?

 

Genre : Romance, Drama family, Little  angst, YAOI

 

Rate :  BO(?), PG-13

 

Author : keiminnie

 

Cast : Taemin, Onew, Minho, Key

 

Support cast : Jonghyun, dll

 

Tags : 2Min, Onkey

 

Length : Sepanjang-panjangnya punya Minho, hahaha

 

Annyeong~~

Ada yang nunggu FF ini ?? Cring cring *_*

RCL !
NO BASHING !

Enjoy this, guys !!

————-

 

Apa aku..telah mati ?

Apa ini ?

Putih ?

Aku seperti mengenal ini.

Bau ini…

Taemin mengerjapkan matanya silau. Perlahan ia tersadar, ia berada diruangan serba putih. Cat, tirai, kasur, seprai, selimut, dan ada sebuah selang kecil yang mengalirkan cairan bening dilengan kirinya, selang oksigen dihidungnya dan kabel-kabel didada yang menyambungkan dengan monitor pendeteksi detak jantung dan mesin pemacu jantungnya.

“Lagi-lagi aku jadi manusia kabel…”gumamnya merasa akrab dengan keadaan seperti itu. Ia menoleh ke kanan dan kekiri namun ruangan itu sepi. Hanya ada dirinya seorang yang terbaring ditempat tidur. Lalu ia mengganti posisinya menjadi duduk dan bersandar pada kepala tempat tidur yang dia alas dengan bantal.

Tidak lama pintu dibuka dan seorang perawat paruh baya masuk kedalamnya membawa kereta berisi makanan untuk Taemin, “Selamat pagi.”sapanya.

Taemin melebarkan matanya dan menatap sosok itu dengan lekat, “Ahjumma ?!”

“Haa..dasar kamu. Lagi-lagi masuk sini. Tidak bosan apa ?”ucap perawat itu sambil menaruh makanan ke meja lipat dan menaruhnya dihadapan Taemin.

Taemin tersenyum sambil menggaruk tengkuknya, “Aku kan kangen ahjumma. Hehe”

Perawat itu berdecak pelan, “Aigoo~ tapi Taemin, kali ini kamu benar-benar parah ! Kau tahu itu ?”ucap perawat tadi sambil berkacak pinggang.

“Jinjja ?”yang dijawab Taemin dengan cengiran.

Lalu perawat itu melipat tangannya didepan dada, “Kami sempat kehilanganmu, tahu ?!”

“…..”Taemin terdiam dan menatap ujung kakinya sendiri yang tertutup selimut dengan tatapan muram.

Melihat ekspresi Taemin, perawat tadi jadi merasa tak enak, “Apa yang kau pikirkan sampai kau mendapat tekanan seberat itu ? Dan berapa lama kau tidak meminum obatmu dan malah meminum obat penahan sakit sembarangan, hah ?”

Taemin masih diam. Ia tahu ia salah dan tidak punya kata-kata untuk menjawab pertanyaan si perawat itu. Karena tidak dijawab oleh Taemin, perawat tadi hanya megangkat bahu lalu mengeluarkan memo dari saku seragamnya dan asik mencoret-coretnya dengan pulpen ntah menulis apa. Laporankah ?  Cukup lama Taemin terdiam, bahkan si perawat kini sedang mengecek selang infuse dan beberapa pekerjaan lain dengan monitor dan tabung oksigen yang dipakaikan ke tubuh Taemin.

“Tapi akhirnya aku tetap kembali…ternyata aku bandel juga.”ucapnya sambil tersenyum pahit.

“Apa maksudmu dengan bandel ?”tanya Onew yang tiba-tiba sudah berada disampingnya. Sejak kapan ? Ia tidak sadar akan kehadiran Onew.

“Hyung ?”

“Sepertinya semua Ok. Nah, Taemin ssi, minum obatnya yang teratur, arrachi ? Ya, Jinki ssi. tolong diper…”belum sempat perawat itu melanjutkan kata-katanya Taemin memotongnya,

“Aku yang salah ahjumma. Aku yang nakal karena tidak meminum obatku. Jadi…jangan marahi Onew hyung.”ucapnya menatap dengan pandangan memohon pada perawat itu.

“Harusnya kamu bilang kalau obatmu habis Taemin…”ucap Onew sambil mengelus kepala Taemin.

“Mian…”bisik Taemin tertunduk.

Hari dimana Taemin mengendap-endap keluar dan kepergok Minho, sebenarnya dia ingin ke rumah sakit untuk membeli obat dan mengecek jantungnya, tapi karena dia terlanjur merahasiakan penyakitnya dan tidak ingin membuat orang lain cemas, dia memilih tidak jadi pergi kesana dan malah keluar dengan Minho. Inilah akibatnay, ketika kambuh ia kehabisan obatnya. Karena memang stoknya sudah lama habis dan itu berarti selama ini pula Taemin tidak meminum obat. Jadi wajar kalau sekarang ia harus di opname.

“Cepat dimakan ya makanannya, nanti aku kembali lagi.”ucap si perawat dan mengangguk pada Onew yang dibalas dengan tundukan kepala dari Onew. Lalu perawat itu keluar dari kamar.

“Kau tidak apa-apa ? Kau sering sekali kambuh akhir-akhir ini. Sudah kubilang jangan bermain basket, kan ?”ucap Onew sambil menaruh keranjang buah yang ia bawa.

“Itu karena aku tidak meminum obatku. Bukan karena basket.”jawab Taemin cepat.

Onew memutar bola matanya. Lagi-lagi bersikeras tentang basket, “Kenapa kau tidak bilang ke hyungmu ini, hah ?”

Taemin memainkan jarinya sendiri sambil tertunduk. “Aku…tidak mau ngerepotin hyung terus.”

Alis Onew mengerut, “Aku kan kakakmu ! Aku sama sekali tidak repot. Justru kalau kamu kambuh dan sakit, aku jadi semakin khawatir, Minnie…”

Apa ?

Khawatir ?

Untuk apa hyung ??

Tubuh Taemin bergetar, Ia ingin menangis mendengar perkataan Onew barusan. “Hyung..Kau yang asli yang mana ? Yang berdiri dihadapanku sekarang atau…yang kemarin kulihat ?”gumam Taemin dalam hati. Ia teringat lagi dengan ucapan Onew ketika diatap yang juga menjadi penyebab kambuhnya penyakit jantungnya itu.

Hyung…

Aku sayang hyung..

Aku bersyukur kalau hyung adalah kakakku. Aku senang kalau ternyata aku tidak sendiri di dunia ini.

Sungguh hyung…aku sayang hyung…sangat sayang…

“Aku memang lemah dari dulu, hyung.”sahutnya pelan sambil mengalihkan pandangan dari tatapan Onew.

“Iya tapi…”tiba-tiba Onew terdiam, dia bahkan tidak tahu seperti apa Taemin dulu ?

Taemin menghela napas panjang dan tertunduk, “Tanpa harus main basketpun,”

Tiba-tiba Onew memotongnya, “Kenapa seolah kau tidak sayang dengan nyawamu ?”tutur Onew yang berdiri di depan jendela sambil memandang jauh keluar sana dengan tatapan kosong.

“Mungkin aku kangen Umma.”sahut Taemin sambil mengangkat bahu. Sontak Onew terkejut mendengarnya. Dan pikirannya yang tadi sempat melayang-layang ntah kemana, sukses kembali dengan selamat.

“MWO ?”

“Aku ingin bertemu umma hyung. Aku…ingin melihat wajahnya. Secara langsung.”

“YA ! Jangan bicara aneh-aneh !”

”Kalau nanti aku bertemu..akan kusampaikan salam hyung pada umma.”ucap Taemin sambil tersenyum.

”TAEMIN !”

“Hyung tahu sejak kapan kalau aku sakit ?”dengan polosnya Taemin bertanya seperti itu. Tapi Onew merasa wajahnya memanas. Dia baru tahu kalau adiknya sakit jantung ketika ia menemukan botol obat-obatan Taemin yang disimpan dilaci mejanya. Dari dulu ia sama sekali tidak tahu, yang ia tahu hanya sebatas mempunyai adik penyakitan yang telah merenggut nyawa ibunya. Ia tidak pernah menyangka kalau adiknya mengidap penyakit jantung sejak lahir. Taemin bertanya demikian tanpa maksud apapun. Tapi Onew merasa Taemin mengejeknya, seolah mengatakan jangan ikut campur kalau tidak tahu apa-apa.

“….”Jinki terdiam.

“Aku pernah dirawat disini selama 3 tahun. Makanya aku kenal dengan ahjumma tadi. Aku juga mengenal hampir semua dokter yang ada disini. Mereka semua sangat baik padaku. Hehe..”Taemin bercerita sambil tersenyum dan menggosok hidungnya pelan dengan punggung tangannya.

“Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa-apa.”ucap Onew membatin. Ia mengepalkan tangannya kencang.

Menyesal, eoh ?

“Hyung. Saat kau membawaku kesini, apa ada yang melihat ?”

“Tidak. Aku langsung menggendong dan membawamu dengan mobilku.”

“Syukurlah. Aku mohon jangan beritahu siapapun. Aku mohon…terutama Key umma, Jonghyun hyung, terlebih…Minho hyung. Mereka belum tahu kan ?”

Onew menggeleng, “Aku hanya bilang kau sakit. Tadinya aku hampir mengatakannya tapi ntah kenapa aku tak jadi mengucapkannya. Memang kenapa Minnie ? Sampai kapan kau mau menutupinya ?”

Taemin terdiam sebentar, “Sampai…Sampai aku menutup mata mungkin.”

“!!!”

…………..

“Jinki aku mau menjenguk Taeminnie..dimana dia dirawat ?”Key merengek dan menarik-narik tangan Onew. Mereka sedang berada di salah satu lorong kampus.

“Hmm…dimana yah ? Aku lupa menaruhnya dimana ??”jawab Onew sambil mengerutkan dahinya.

“Ck, pabo !”Key menggeplak lengan Onew kesal dan menghentakkan kakinya keras menghantam lantai, “Tidak lucu, Jinki !”

“Yeobo jangan marah… Aku telpon dia dulu ya ?”ucap Onew lalu mengambil hp dari saku celananya sambil berjalan agak menjauh, tak lama, “Minnie ah, sedang apa ? Sudah makan ? Obatnya sudah diminum ?”

“Ne hyung, ada apa ?”sahut Taemin dari line seberang.

“Aku tidak mengganggu kan ? Apa kau sedang tidur ?”

“Mm..”Taemin menggeleng walau ia tahu Onew tidak akan melihatnya, “Anii…Wae ?”

“Hmm…Taemin. Ummamu ingin bertemu…”

“Andwe !”pekik Taemin kencang, Onew sampai menjauhkan hp tersebut dari telinganya, “Aku masih pakai kabel hyung..”bisiknya sambil melirik alat pemacu jantungnya yang masih terpasang, “Nanti aku takut umma akan histeris melihatku lalu khawatir lalu…aku jadi merepotkannya.”suaranya semakin mengecil hingga Onew harus berkonsentrasi mendengarnya.

Onew menghela napas,

“Lalu bagaimana aku menjelaskan padanya ? Dia terus merengek ingin bertemu.”

Taemin menggigit bibir bawahnya, “Hiks..Miaan…Terus gimanaaa ??”dia juga sudah hampir menangis disana.

“Ne ne arrassou. Tidak usah nangis Minnie.”ucap Onew lembut.

“Apa ?! Dia nangis ? My baby ! Coba sini berikan padaku !”Key langsung merebut hp itu dari tangan Onew.

“Minnie~”panggil Key, “Kau tidak apa-apa ?”tanya Key jelas sekali kalau ia sedang panik.

“Umma…”

“Ne Minnie ? Kau sakit apa, eum ?”

“A..aku..”

“Aku kangen kamu Minnie.. Kau baik-baik saja kan ? Jinki tidak mengijinkanku bertemu denganmu.”curhat si umma sambil mengerling tajam ke arah Jinki.

“Hehe mian umma…”cengir Taemin. “Aku juga kangen umma…”

Key memicingkan matanya menatap Onew kesal, “Tolong beritahu ummamu ini kau sakit apa ?”

Onew mengangkat bahu sambil menggeleng-gelengkan kepala dan mengangkat kedua tangannya disamping kepala persis tersangka yang dibekuk polisi seperti yang ada di film-film.

“Taemin ssi, kau harus istirahat. Aku akan memeriksa jan…”ucap seseorang dari seberang yang berbicara dengan Taemin. Lalu sambungan terputus.

“Halo ? Halo ! Ya!”pekik Key hampir melempar hp Onew karena kesal. Tanpa sadar tentunya.

“Eits,”Onew langsung menangkap tangan Key dan hpnya pun terselematkan. “Kenapa yeobo ?”

 “Sambungannya terputus. Tadi aku mendengar ada suara pria datang dan memarahi Taemin.”jawab Key gelisah.

Onew mengerutkan alisnya, “Mungkin itu dokter ?”

Key terdiam memandang wajah Onew, “…Oiya yah ? Pasti Minnieku disuruh istirahat… Kasian pasti dia bosan.”

Onew menarik napas, “Bel sudah berbunyi dari tadi, kamu masuklah kekelas.”saran Onew sambil menepuk pundak Key. “Taemin pasti baik-baik saja disana.”

Key mengerucutkan bibirnya, “Ne~”

“Nah, sampai bertemu saat makan siang.”Onew mengacak rambut Key sekilas lalu pergi ke kelasnya. Key menatap punggung Onew yang semakin menjauh.

“Sebenarnya Taeminku sakit apa ya ?”batin Key masih mempertanyakan rasa penasarannya.

————–

“Dok..kapan kabel-kabel ini bisa dilepas ?”tanya Taemin menunjuk kabel-kabel yang terpasang didadanya. Kabel dari alat pemacu jantungnya.

“Mungkin besok. Kau lihatlah sendiri…kenapa irama jantungmu lemah begitu, hah ?”

Taemin mengikuti arah pandang dokter itu ke monitor yang mengeluarkan suara yang berirama lalu mengangkat bahunya sambil menatap nanar monitor tersebut. “Aku bosan…jadi mungkin itu penyebabnya ?”

“Kau harus semangat !”ucap dokter tersebut yang tidak lain adalah teman appanya yang bermarga Park. “Kalau kau sendiri tak ada niat untuk kuat dan keluar dari sini, yaa jadinya begitu.”

Taemin menghela napasnya. Dia bosan dengan keadaannya yang seperti ini terus. “Kapan semua ini akan berakhir…”ucap Taemin, pandangannya menerawang keluar jendela.

Dokter itu menatapnya dengan ekspresi…sedih ? Entahlah.

“Kau bisa menjalani operasi, Taemin ssi.”usul Dokter Park.

Taemin menoleh dengan datar, “Percuma, aku tak akan sembuh.”

“Kau bisa ! Asal kau…asal kau yakin kalau kau bisa.”ucap Dokter Park lagi menguatkan argumennya.

Taemin mengangkat ujung bibirnya sedikit membentuk senyuman sinis, “Tidak mungkin. Dokterku yang dulu bilang, aku pasti mati dimeja operasi.”

Dokter Park langsung terdiam. Resikonya memang besar sekali. Hanya ada 2 pilihan, berhasil atau mati.

“Aku terlalu pengecut. Aku tak mau mati. Mungkin aku tidak akan setakut ini jika saja saat ini aku belum bertemu Onew hyung…Key umma…Jjong dan…Minho hyung.”batin Taemin. Ia meremas selimutnya kencang.

3 hari kemudian, kabel-kabel dan juga selang oksigen yang dipakai Taemin sudah bisa dilepas namun ia masih harus dirawat beberapa hari lagi karena kondisinya masih lemah dan tekanan darahnya belum stabil yang dapat memudahkannya jatuh pingsan.

Taemin sedang duduk dipinggir ranjang menatap ke jendela luar, ntah sedang melihat apa. Sudah 10 menit dia tak bergerak dari posisinya itu.

Trrrr trrrr

Hpnya bergetar tanda ada pesan masuk. Taemin menoleh memandang hpnya yang tergeletak diatas bantal enggan untuk mengambilnya. Namun hp itu bergetar lagi.

“Eoh ?”ia mengangkat alisnya dan akhirnya meraih hp tersebut dan membuka pesan yang masuk.

From : Minho hyung

Taemin ah…kau sedang apa ? Boleh aku menelponmu ?

Taemin membulatkan matanya tak percaya. “Minho hyung…mau menelponku ?? Bahkan selama aku dirawat pun ia tak pernah mengirimiku sms…”gumamnya lalu membaca pesan satunya sebelum membalas pesan dari Minho.

From : Minho hyung

Tidak boleh ya ? Atau kau sedang tidur ?

Maaf mengganggu Taemin…selamat beristirahat. Cepat sembuh.

Selama ini aku ingin sekali menjengukmu. Sungguh.

Taemin menggeleng cepat. Dan membalas ketikan pesan untuk Minho.

Di tempat Minho…

“Sepertinya aku mengganggunya…”ucap Minho sambil menghela napas panjang menatap layar hpnya menunggu balasan dari Taemin yang tak kunjung datang. Teman-temannya sedari tadi memandangnya heran.

“Ya Minho ! Ada apa ? Kau menunggu seseorang ?”tanya Jaejin.

Minho langsung menoleh kearah Jaejin dan terkejut karena kelima pasang mata temannya sedang memandangnya bingung.

“Eh ? Ah..anii…”ucap Minho sambil menggeleng dan menutup hpnya namun ia kembali membukanya begitu hp itu bergetar ditangannya.

From : Taeminnie

Hyuuung~~ maaf baru bales. Telpon saja~~ ?? Hehe aku kangen. xp

Mata Minho berbinar senang sedangkan kelima temannya semakin bingung dan akhirnya mengangkat bahu dan kembali memakan makanan mereka masing-masing.

Minho bangkit berdiri, “Ya ! Aku mau ketoilet dulu.”ucapnya bergegas meninggalkan kantin dan kelima temannya yang saling pandang.

Minho berjalan kelorong sepi, berdiri didepan jendela dengan kaca besar, lalu memijit tombol nomor Taemin sambil menaruh tangan satunya di depan dada.

“Kenapa aku berdebar ?”gumam Minho menarik napas dan membuangnya dengan sekali hembusan.

2 kali nada sambung terdengar dan, Pip, tersambung.

“Ha..halo ?”sapanya gugup.

“Hyuuung~!”ciri khas Taemin saat memanggilnya. Terdengar sedikit manja dan kekanakan tapi sukses membuat Minho tersenyum lebar.

AKU KANGEN KAMU, MINNIE !!!

“Apa kabar Minnie ?”tanyanya masih dengan senyum terkembang.

“Aku baik hyuung~ hehe. Kau kangen padaku tidak ?”tanya Taemin usil.

Jantung Minho berdegup kencang mendengarnya, “A..aku..yyaa…”singkatnya.

Disana Taemin mengerucutkan bibirnya, “Huu…bohong. Tidak ya ?”

Senyum Minho langsung lenyap begitu merasa Taemin ngambek disana. Salah-salah dia akan membuatnya menangis. Dia tidak mau itu terjadi. Tidak mau membuat Taemin menangis terlebih ia tak ada disampingnya. But, kenapa ia peduli ? Hey, sejak kapan ia menjadi seperti ini ?

Fiuuuhh

Okay

Hati tak bisa di bohongi.

Ia akui. Ia jatuh hati pada Taemin. Jatuh hati pada sifatnya yang unik dan wajahnya yang cantik dan polos. Jatuh hati pada kepolosan dan keceriannya. Jatuh hati pada semua yang ada pada Taemin. Well, walau ia belum tahu semuanya sih…

“Ti..tidak Minnie…”

“Tuh kaaann…”

“Bu..bukan maksudku..aku kangen kamu ! Aku ingin melihat wajahmu. Aku hampir gila tak melihatmu dalam seminggu ini Minnie.”setelah sadar apa yang diucapkannya, ia menutup mulutnya dan mengutuk dirinya, ‘pabo!’ dia terlalu banyak bicara well, maksudnya kelepasan berbicara. 

Tak ada sahutan atau suara disana. “Minnie ?”panggil Minho. GOD ! Taemin pasti menyangka aku gila dan merasa jijik karena…aku menyukainya ? Menyukai seorang namja ??

Oke, Minho akui dia juga syok dan jijik dengan dirinya sendiri begitu ia sadar kalau anak polos iu telah mencuri perhatiannya. Tapiii dia rela menyukai seorang namja hanya jika namja itu adalah Taemin.

Kau sendiri yang menciptakan makhluk secantik dia, Tuhan..

Jadi jangan salahkan jika aku mencintainya.

Taemin terlalu cantik…bahkan tak ada yeoja yang mampu mengalahkan kecantikannya dimataku. Tak ada yeoja atau namja lain yang mampu membuatku berubah dan menggetarkan sesuatu didalam dada ini..

Batin Minho saat itu berusaha menguatkan hatinya bahwa ia benar telah jatuh hati pada Taemin.

“Taeminnie ?”panggilnya lagi hampir putus asa takut dengan pikirannya kalau-kalau itu benar.

Tidak ada jawaban dari Taemin. Minho menghela napas dan tertunduk menatap sepatunya. Lalu ia bersandar di tembok samping jendela sambil memejamkan mata, “Taemin…kau marah ?”

Terdengar gumaman tak jelas disana. “Kau mau aku memutuskan telponnya ?”Tanya Minho frustasi.

“Hyung…”

“AKHIRNYAAA…”sorak batin Minho. “Eum ?”sahut Minho mencoba kembali tenang.

“Hyuuung~ aku senaaaang~ jantungku hampir copot mendengarnya hyung~”ucap Taemin riang.

Minho melongo, lalu tak lama ia tersenyum. Aigoo~ lucu sekali namja ini. Ia membayangkan wajah Taemin. Ia ingin mencubit pipinya kalau sekarang ia ada dihadapannya. “Eiisshh…ku kira kau marah…”ucap Minho lega.

Taemin menggeleng kencang, “Anii..untuk apa aku marah ? Dari kemarin-kemarin aku menunggu smsmu hyung~…”

Minho tertawa, “Aku juga ingin mengirimimu pesan tapi…aku bingung.”ucap Minho jujur.

“Wae~ ?”Tanya Temin.

Minho mengangkat bahu, “Ntahlah. Berulang kali aku mengetik pesan untukmu tapi selalu kembali kuhapus. Aku takut mengganggumu.”

Taemin naik ke kasur dan merebahkan dirinya lelah. Ya…baru begitu saja ia sudah lelah. Jantungnya belakangan ini tak bisa diajak kompromi, “Iisshh..lemah sekali aku.”gumamnya.

“Berkali-kali aku bertanya pada Onew hyung tapi ia tak mau menjawab malah memandangku sebal. Tapi yang kudengar dari Key, sakitmu cukup parah sehingga Onew tak mau ada yang mengganggu istirahatmu. Dan…”

Taemin mengerutkan alisnya mendengar cerita Minho. Onew memang menjaga janjinya. Ia tak memberitahu apapun tentang penyakitnya, syukurlah. “Dan apa hyung ?”

“Apa…apa ini karena kau bermain bas…”

“ANI ! Tidak hyung. Tidak ! Aisshh…Onew hyung berkata macam-macam yah ? Sungguh bukan karena basket. Tapi karena salahku sendiri.”tegas Taemin.

“Oya ?”Minho mengerjapkan matanya, “Memang kau melakukan apa ? Kau sakit apa ?”

Taemin memejamkan matanya kencang, dia tidak ingin menutupi apapun dari Minho kecuali tentang penyakitnya ini. “Mian…”hanya itu yang terucap dari bibirnya.

“Mworagu ? Ya Minnie ah ?”

Taemin menggeleng, “Hyung berkunjunglah kemari. Aku dirawat dirumah sakit Chundeong.”bersyukur dia tidak dirawat dirumah sakit khusus penyakit jantung.

Setelah beberapa lama mereka berbincang, akhirnya hubungan harus terputus karena Minho harus kembali ke kelas dan Taemin juga harus beristirahat.

”Aku pasti kesana.”janji Minho.

“Beritahu aku kalau mau datang. Annyeong hyung~”

“Ne, annyeong…”

Taemin menghela napas dan memikirkan bagaimana ia mencabut papan pasien yang ada di tempat tidurnya. Jelas disana tertera apa penyakit yang dideritanya. Dan semua akan terbongkar dalam sekejap, ”Apa aku harus meminta tolong Onew hyung ??”

———–

“MINNIIEE~”teriak Key begitu ia memasuki kamar rawat Taemin.

Taemin menoleh dan tersenyum lebar begitu melihat siapa yang datang. Key ummanya.

“Ummaaa~”sahut Taemin sambil merentangkan tangannya minta dipeluk. Key buru-buru menaruh buket bunga yang dia bawa dan memeluk erat anak dadakannya itu.

Onew menggosok hidungnya sambil tersenyum melihat pemandangan didepannya. Sungguh manis. Berjalan mendekat dan sekilas melirik pada papan di tempat tidur Taemin yang menyatakan penyakit Taemin yang telah ia palsukan. ‘Tyfus’, begitu yang tertera disana. Untung dokter Park mau bekerja sama dan membantu scenario mereka dalam memalsukan penyakit dongsaengnya itu. Sedikit menghela nafas berat karena merasa telah membohongi kekasihnya. “Mian Key…suatu saat semua pasti terbongkar.”gumam Onew sambil menaruh keranjang buah dimeja samping tempat tidur Taemin. “Demi apapun aku tak pernah mau membohongimu…”

“Kapan kau keluar, eum ?”tanya Key sambil membelai kepala Taemin sayang.

Onew duduk dikursi sebelah ranjang Taemin sambil meneguk minuman kaleng yang sempat ia beli di mesin penjual diruang tunggu.

“Secepatnya.”jawab Onew melirik Taemin penuh arti.

Taemin mengangguk sambil tersenyum, “Mungkin lusa umma..”jawab Taemin riang.

Key manggut-manggut lalu beranjak mengambil pir dan mencucinya di wastafel kamar mandi, “Akan aku kupaskan untukmu, Minnie.”ucapnya sambil tersenyum.

“Aku juga mau, chagii~”sahut Onew memanyunkan bibirnya manja. Yang dibalas senyuman manis dari Key yang menghilang dibalik pintu kamar mandi.

“Hyung, gomawo.”ucap Taemin sambil meremas tangan Onew.

Onew tersenyum dan mencubit hidung dongsaengnya itu.

“Appo !”Taemin buru-buru menepis dan mengelus hidungnya.

tok tok tok

“Heuum ??”Onew dan Taemin menoleh kearah pintu yang diketuk.

“Masuk.”jawab Taemin.

Pintu terbuka sedikit dan mucul sebuah tangan yang memegang boneka teddy bear berukuran besar berwarna putih gading dengan kaus biru dan topi serta syal yang senada. Kyeopta~

Taemin berbinar menatap boneka itu. “Nugu ?”

Onew ikut mengerutkan alisnya, bermaksud beranjak dari kursinya ketika sosok itu muncul di bibir pintu yang terbuka lebar.

“Kejutan !”ucap orang tersebut. Onew melongo begitu juga dengan Taemin.

“Nugu ? EH ! OMO !”pekik Key yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat sosok itu.

“HYUNG !”pekik Taemin dan Key bersamaan.

“Jonghyun ??”ucap Onew.

“HAHAHA ! Kalian merindukanku ? Eum ?”ucap Jonghyun sambil menutup pintu dan berjalan ke arah Taemin.

“Kapan kau pulang ?”tanya Onew meninju pelan lengan Jonghyun.

“Kemarin sore. Hehe.”jawabnya sambil membalas pukulan Onew pelan. “Taeminnie, ini untukmu. Itu kubeli di china town khusus untukmu.”ucapnya sambil menyodorkan boneka teddy bear tadi kepada Taemin.

“Hyung ! Bogoshippo !! Gomawo ne~”Taemin segera menyambar boneka tersebut dan memeluknya erat. Jonghyun mengelus kepala Taemin sambil sedikit mengacak rambutnya.

“Aku tidak dapat oleh-oleh, eoh ?”sungut Key menghampiri mereka bertiga. Sedari tadi dia hanya diam mematung didepan pintu kamar mandi begitu melihat Jonghyun datang.

Jonghyun terkekeh menatap Key yang memicingkan mata kucingnya, “Ada kok, tenang…hehe”jawabnya sambil merogoh kantung celananya, mengeluarkan kotak biru beludru.

“HAH !”pekik Onew yang tiba-tiba merasa dadanya bergemuruh melihat benda itu. Cincinkah ? Buat apa ?

Key menatap bingung begitu Jonghyun menyodorkan benda itu ketangannya. “Bukalah~”

“YA !”Onew langsung menyambar kotak itu dari tangan Key. “Apa ini, Dino ?!”

Key mengerjapkan mata melihat Onew yang bertingkah demikian. Taemin juga hanya diam menyaksikan kejadian didepan matanya.

“Buka saja…”ucap Jonghyun santai dan duduk dipinggir ranjang Taemin.

Onew menatap sinis pada Jonghyun, Key mengalungkan tangannya dilengan kekar Onew menatap penasaran kotak merah itu, “Buka yeobo.”pinta Key.

Perlahan Onew membukanya. Mereka berdua terperangah begitu melihat isinya ternyata dua buah kalung berbentuk kunci dan gembok.

“Ini…??”ucap Key terperangah.

“Bagus !!”Taemin bertepuk tangan melihat benda itu dengan mata berbinar.

“Itu aku temukan di toko barang antik di china. Konon katanya itu kalung yang mempunyai kekuatan sihir yang bisa menyatukan cinta sepasang kekasih.”jelas Jjong panjang lebar.

“Jjong…”gumam Key tersentuh.

“Ayo dipakai !!”sorak Taemin.

“Kenapa ini untuk kami ? Kenapa tak kau simpan untuk namja atau yeojachingumu nanti ?”tanya Onew merasa tidak enak.

“Hahaha…itu hadiah dariku untuk kalian. Sudah terima saja ! Mengenai pacarku, nanti aku akan memberikan yang lain toh aku belum punya.”ucapnya enteng. “Dari pada mubazir tak dipakai…”

Key dan Onew saling bertatapan dan akhirnya tersenyum  sambil mengangkat bahu. “Makasih Dino…”ucap Key memeluk namja itu.

“EHEM !”Onew sengaja berdehem. Walau ia tahu Jjong dan Key bahkan dengannya adalah sahabat, tapi tetap saja rasa cemburu itu ada. Pacar mana yang rela melihat pasangannya dipeluk orang lain ??

“Ahahaha ada yang jelous, Key.”kekeh Jjong. Key melepaskan pelukannya dan berbalik menatap Onew yang sedang melihatnya dengan tatapan dingin.

“Aish, si yeobo ini…” CUP, Key mengecup pipi Onew dan tersenyum manis.

Onew tersenyum sedikit lalu memonyongkan bibirnya, “Kok nggak disini ??”tanyanya menunjuk bibirnya yang maju.

BLUSH

Key menepuk bahu Onew dan bersembunyi dibalik lengan Onew menutupi wajahnya.

“Hyung genit.”komentar Taemin melirik ke mata Onew.

“Sudahlah kaliaaan~ tidak malu apa mesra-mesraan didepan anak kecil ?”potong Jjong. Namun  perkataannya itu malah memunculkan masalah baru.

Taemin memukul bahu Jjong dengan boneka yang dipegangnya, “Aku bukan anak kecil !  Hyung jahat~~”sambil terus memukul-mukul bahu Jjong. Dan Jjong malah terkekeh.

“Kebetulan aku sedang pegal Minnie~ ayo bahu satunya juga kau pukul…”ucap Jjong memejamkan matanya menikmati pukulan-pukulan Taemin yang sangat ringan.

“Iisshh si hyung malah keenakan. Huh.”Taemin malah berhenti dan menatap Onkey couple. “Hyung, ayo dipakaaaaiii~ kalungnya….”

“OH !”mulut Onew membulat. Ia baru teringat setelah tadi kepending beberapa saat. Lalu Onew memasangkan bandul kunci pada Key, sesuai namanya yang berarti bisa membuka pintu apapun terlebih pintu hati Onew, dan bandul gembok yang kini menghiasi lehernya. Gembok yang hanya bisa dibuka dengan kunci Key.

“Aku ingin melihat kalian menikah, bisakah ?”tanya Taemin tiba-tiba. Tapi pertanyaannya lebih terdengar seperti sebuah permohonan.

Sontak membuat mata Key melebar dan Onew yang salah tingkah. “Mi..Minnie…”

“Hahaha…”hanya kekehan dari mulut Jonghyun.

“Kenapa ? Aku salah ya ?”ucap Taemin polos. Onew merangkul pundak Key sambil tertawa. Wajah Key sudah merah padam karena ulah kepolosan yang terlontar dari bibir Taemin. “Ka..kami…”gugupnya.

“Sudah-sudah, aku pasti akan menikahinya setelah lulus nanti.”janji Onew yang justru makin membuat Key mati gaya dan kehilangan kata-kata.

Benarkah ??

“Ya Key ! Tak bisa bicara, eoh ? Seperti bukan kau saja. Ternyata Key manusia biasa.”ucap Jjong asal.

“YA! Eiisshh…”desis Key melayangkan tinjunya ke udara bersiap memukul Jjong namun tidak jadi.

“Yah…balik lagi ke sifat aslinya. Padahal tadi aku sempat berpikir bahwa kau bisa manis juga. Hahaha !”ledek Jjong sambil memeletkan lidahnya.

“YA ! Eisshh jinjja. Demi apa kau tambah menyebalkan Dino !”pekik Key kesal.

“Demi si dubu ?”balas Jjong masi dengan cengiran jailnya. Dan segera mengambil langkah seribu begitu melihat Key yang akan menghadiahinya almighty hand power(?)

“Jjong !”Key mengejar Jjong yang berlari menghindar dari layangan tangan Key.

“YA !”Onew berteriak menengahi tapi keduanya masih sibuk berlarian. “Eiisshh…” desisnya frustasi.

“Sudah-sudah hyungdeul…hihi kalian kaya anak kecil.”

Keduanya sontak berhenti dan menatap Taemin.

“Mwo ?”

“What ?!”
“Bisa-bisanya aku dibilang seperti anak kecil oleh anak kecil ?? Eissshh…”
“Hahaha…”Dan akhirnya mereka semua tertawa.

Sekitar 2 jam mereka disana dan jam besuk sudah habis. Lagipula Key ada kuliah sebentar lagi dan Onew juga ada rapat dengan dewan kampus. Jonghyun juga harus membereskan barang-barangnya yang masih dititip dirumah pamannya.

“Aku harus mengurus kepindahanku kembali ke asrama.”ucap Jjong.

“Oke, kami juga harus kembali ke kampus, Minnie.”Key memeluk Taemin erat.

“Istirahat dan minum obatnya, arra ? Jangan nakal. Besok aku akan datang lagi.”tegas Onew.

Taemin mengangguk sambil tersenyum. Agak tidak merelakan kepergian hyung-hyungnya tapi dia tidak boleh cengeng. Sebentar lagi dia akan keluar dari sini dan kembali menjalani aktifitasnya. Aaahhh rasanya rindu sekali dengan kampusnya.

“Dadah Minnie~”ucap Key lagi seraya menghilang dibalik pintu yang disusul Jjong dan Onew.

“Istirahat ne~ ?”ucap Onew sesaat sebelum menutup pintu.

Taemin mengangguk dan kemudian mengambil HPnya dan mengirim pesan singkat kepada seseorang.

——–

PLETAK

“Eoh ?”Taemin mengerjapkan mata melihat ada sebuah batu masuk kekamarnya melalui jendela yang terbuka sehingga batu kecil itu jatuh dilantai dan menghasilkan bunyi.

Trrrrrr trrrrr

From : Minho hyung

Cepat kejendela !

Taemin mengerjapkan matanya lalu turun dari kasurnya menuju jendela yang hanya ada satu diruangannya. Mengedarkan pandangan dan menemukan sosok yang melambai kearahnya.

Taemin memicingkan matanya sedikit, “Hyung !”panggil Taemin balas melambaikan tangannya. Kamarnya berada di lantai 7 dan cukup  jauh dengan Minho yang berdiri dibawah sana.

Trrrrrrtrrrrr

Kali ini bukan sms melainkan telpon.

Taemin menatap layar HPnya lalu menatap Minho.

Minho mengisyaratkan sesuatu menyuruhnya mengangkat telpon itu.

Dengan ragu Taemin memijit tombol hijau pada HPnya, “Yeoboseyo ?”

“Minnie, kau sehat ? Kapan kau keluar ?”todong Minho to the point.

“Aa..aku sehat.”jawab Taemin gugup lalu memiringkan kepalanya, “Hmm mungkin lusa ?”

“Chakkamanyo. Jangan diputus.”Minho tampak mengetik sesuatu di hpnya. Lalu,

“Ya taeminnie~ aku ingin melihat wajahmu. Bisakah kau kirim fotomu sekarang ?”

“HA ! Andwee~ aku jelek hyung!”

Apa-apaan Minho ? Datang-datang malah minta foto ?
“Tidak apa-apa. Ppali~!”

Taemin menggeleng keras, “Tidak mau.”

“Ayolah Taemin…”rajuk Minho. “Wajahmu terlalu jauh dari sini. Aku ingin melihat wajahmu.”

“Tapi wajahku benar-benar berantakan hyung.”

“Gwenchana. Jebal~”suara berat Minho memohon.

HA ! Minho memohon padanya ! WOW !

Taemin ragu sesaat lalu melihat kearah  Minho, “Matamu sudah besar begitu masih tidak bisa melihatku, eoh ?”goda Taemin.

“Aiisshh…mataku memang besar tapi jarak pandang manusia itu terbatas, Minnie. Ppali~ aku harus kembali latihan.”

“Oh, aku pikir kodok atau alien ternyata manusia, eoh ?”Taemin mengerucutkan bibirnya sambil menimbang-nimbang perkataan Minho barusan. Minho hanya terkikik pelan mendengar gerutuan Taemin.

‘Lucuuuu~~’batin Minho gemas. Padahal kalau dia dikatain kodok karena matanya yang besar itu, atau alien karena ukuran kepalanya yang sedikit kecil dibanding manusia pada umumnya(?), biasanya dia akan marah tapi kali ini justru terdengar manis. Ia benar-benar hilang akal bila orang yang dihadapinya adalah sosok yang didepannya kini. Lee Taemin.

“Mau gaya seperti apa ?” BODOH ! Untuk apa bertanya. Jelas gaya biasa saja kan ? Eisshh Taemin !

“Hmm…bergaya seksi dengan menurunkan bajumu sedikit agar aku bisa melihat bahu putihmu ?”ucap Minho pura-pura serius.

BLUSH !

“YA ! Hyung pervert !”teriak Taemin kesal melayangkan tangannya ke arah Minho dibawah sana. Wajahnya sudah merah kuning hijau.

“Hahahaa lagi kau pake bertanya mau gaya seperti apa ? Aku sih maunya gaya seperti itu…tapiii tak usah bergayalah. Cukup wajahmu yang tersenyum saja. Itu sangat manis, Taemin.”

BLUSH

Lagi-lagi.

Lagi-lagi kata-kata Minho sukses membuat wajah Taemin merona merah dan jantungnya berdegup kencang mendengar perkataan Minho.

Deg deg deg

Memegang dadanya merasakan jantungnya yang berpacu terlalu semangat.

“Hahh hah…iiisshhh…stop !”umpat Taemin pada dirinya sendiri.

“Ya ! Minnie~”panggil Minho membuyarkan pikiran Taemin yang sedang berbunga-bunga.

“Ne..nee~ ??”

“Ppali~”

Taemin mengangkat bahu dan, CKLIK

SEND

“Sudah. Mian hasilnya jelek hyung. Aku memang tidak bagus kalau difoto. Jangankan difoto, aslinyapun sama sekali tidak bagus !” *jah..si tetem pake ngerendah..Lo cantik tauuu >3<*

Minho menutup mulutnya dengan punggung tangannya menahan tawa, “Kau manis Taemin. Gomawo fotonya ! Get well soon yah ! Aku harus kembali.”ucap Minho melambaikan tangannya sambil mengedipkan sebelah matanya walau tak terlihat jelas.

“Nee~ hwaiting hyung !”balas Taemin menatap punggung Minho yang berlari menjauh dan hilang dari pandangannya.

Kembali meremas dadanya yang berdebar kencang, “Fiuuhh~”menghela napas dan kembali ke ranjangnya memikirkan apa yang baru saja terjadi. Minho datang, menelpon dan meminta fotonya ?? Demi apa dia tidak bermimpi kan ??

“Tuhan…ini terlalu indah…”ucap Taemin sambil tersenyum senang dan membenamkan wajahnya dibalik selimut.

Malu, eoh ?

Tuhan…

Kau pasti mendengarku.

Aku bahagia tuhan…sungguh…

Tapi Tuhan,

tolong jangan permainkan perasaanku.

Aku ingin ini tidak cepat berakhir.

Tidak mau ini hanya mimpi.

Bahkan ini lebih indah dari semua mimpi yang pernah hadir dalam tidurku.

Tuhan,

Aku ingin hidup.

————

Dua hari kemudian, Taemin sudah boleh keluar rumah sakit. Key sibuk memasukkan barang-barang Taemin kedalam tas yang ia bawa, sambil diganggu Onew sesekali yang mencuri peluk atau cium dipipi mulusnya. Taemin hanya terkikik geli karena setelah Onew melancarkan aksinya(?), Key akan menggeplak atau sekedar ngomel-ngomel panjang lebar tapi Onew masih betah bergelayut di punggung Key.

“Berat, yeobo~!”Key menggerak-gerakkan bahunya agar Onew pergi tapi Onew tetep saja bergelayut manja.

“Harum~~”Onew menghirup aroma rambut dan tengkuk Key, membuat Key bergidik geli.

CKLEK

Pintu terbuka sontak semua menoleh ke arah tersebut.

“Minho ?”

“YA !”

Taemin mengerjap kaget, “Hyuung !”

Minho mengedarkan pandang keseluruh ruangan dan menatap Taemin yang sedang duduk dipinggir jendela. “Annyeong~”sapanya sambil tersenyum dan berjalan ke arah Taemin sambil sebelah tangannya disembunyikan kebelakang punggung. Menyembunyikan sesuatu, eoh ?

Onew dan Key memperhatikan Minho yang seolah tak menggubris kehadiran mereka dan malah terus berjalan mendekat pada Taemin. Onew melotot, “YA ! YA !”saat akan menghampiri, Key menarik tangan Onew menghentikan dan megisyaratkan untuk diam.

“Hyung ?”Taemin turun dari dudukannya dan menghampiri Minho. “Kau datang !”sambil tersenyum manis.

“Mian Minnie, aku baru datang.”ucapnya dan menyerahkan sekuntum bunga matahari untuk Taemin.

“OH ?”Taemin membulatkan matanya terkejut.

“Bunga matahari cantik untuk Minnie yang cantik.”ucap Minho.

“Gombal !”celetuk Onew mendengus kesal. Key langsung mencubit perutnya agar diam.

“Uhuhu…sakiitt yeobo~….”ringis Onew.

 Eisshh si onkey ini… =v=’

“Gomawo hyung..”sahut Taemin yang sempat tertunda tadi. Lalu mengambil bunga tersebut dan mencium harumnya. “Wangii…”

Minho tersenyum senang melihat Taemin, lalu pandangannya beralih kepasangan Onkey.

“Apa lihat-lihat ?”galak Onew. Minho langsung mencibirkan bibirnya dan membuang tatapannya ke arah lain.

“Demi apa dubu kau benar-benar berubah menjadi bayi !”geram Key kesal melihat tingkah Onew yang berubah manja begini. Tidak pantas ! Setidaknya cukup didepan Key saja. *jahh…* Sepertinya Onew terkena sindrom hyung-yang-cemburu-dengan-pacar-sang-adik. Ckckck

“Baiklah…bawa tas Minnie ke mobil. Kuberi waktu 5 menit.”ucap Onew yang pastinya ditujukan untuk Minho walau mata mereka tak saling berpandangan. Onew segera beranjak keluar menarik Key, “Kalau didepanmu bolehkan, eum ??”seringai Onew dan segera menutup pintu. Ckckck

Tinggal mereka berdua dikamar kini. Lalu ?

Hening.

Aigoo~ kemana Minho yang semangat tadi ??

Taemin terdiam memandang Minho yang juga diam. Mau menghabiskan 5 menit dengan diam ? Ck, lebih baik mati saja sana kodok !

“Ngg…hyung ?”tegur Taemin pelan.

Minho tersentak dan menatap Taemin, “Ungh, yaa…kau sudah sembuh, eum ? Ayo aku bawakan tasmu.”Minho beranjak ke kasur untuk mengambil tas berisi pakaian Taemin.

Taemin mengerucutkan bibirnya, hanya itu ?

Hey !

Memang apa yang kau harapkan, Taemin ??

“Haahh…”Taemin menghela napasnya dan malah duduk di pinggir tempat tidur.

“Loh ? Kkaja..”ajak Minho.

“Sebentar hyung…aku capeee…”rengek Taemin.

Minho membulatkan matanya, ‘Cape ? Memang dia melakukan apa ?’ pikirnya.

“Hyung duluan saja ? Aku menyusul sebentar lagi.”ucap Taemin. Sepertinya terlalu lama istirahat malah membuat tubuhnya semakin lemah. ‘Aigoo~ ayo Taemin ! Jangan jadi manja !’ gumamnya menyemangati diri.

Tapi tiba-tiba Minho berjongkok di depannya dan memampangkan punggungnya, “Naik.”perintahnya.

“Hah ?”

“Ayo cepat naik. Kalau kau lelah, kau boleh tidur dipunggungku. Kkaja. Nanti hyungmu mengomel.”

Taemin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Malu…jeongmal yo~~

Menggeleng pelan, “Aku jalan saja. Kkaja hyung.”Taemin melompat turun.

“Naik atau tidak ada lagi basket.”ancam Minho.

Hening beberapa detik, dan akhirnya Taemin menghela napas dan naik kepunggung Minho. “Jahaat~!”pekiknya melingkarkan tangannya memeluk leher Minho.

Tanpa Taemin tahu, Minho tengah tersenyum lebar didepan sana. Ckckck…

————

DOR !

 

Gimanaaa ?

Makin gaje ?

Makin aneh ?

Makin ga seru ?

Mengecewakan ?

Hiks…mian…otak saya menumpul. Ide nggak dateng-dateng.

Dan jadilah abal begini,

T_T

Oyah sedikit bocoran. Hehehe

Next part 2Min jadiaaaann, yeiiiyy~~ !! XDD

 Gomawo buat suunders yang udah baca and komen !

LOVE U ALL *big hug

62 thoughts on “SECOND LIFE PART 5 / 2MIN-ONKEY

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s