(JongNo/ 1S) Hati Yang Bicara


Annyeong,

saya author baru disini. sebenarnya sih gak baru-baru amat. aku author yang membuat love song. namaku Isnaeni, tapi bisa dipanggil Ria. Aku post ff JongNo disini. gak papa kan? aku dah pernah post ff ini di fb, tapi aku post lagi. Aku lagi tergila-gila sama lagu.x band di sekolahku ini. kalau bisa aku kasih lagunya ya?sekali lagi salam kenal. mohon bantuan dan commentnya. 

NO BASHING. NO SILENT READER.

tittle : Hati yang bicara

Author : Isnaeni

Genre : terserah pembaca

pair : JongNo

Cast : JongNo

other cast : JongNo, OnKey, 2Min

Aku sakit, benar-benar sakit. Hatiku sakit karenamu. Sungguh aku tak mau melepasmu begitu saja dengan dirinya. Asal kau tahu, aku masih mencintaimu, tapi ketika melihatmu bahagia dengannya. Aku jadi tidak mau egois dan hanya memikirkan kebahagiaanku sendiri. Bukankah cinta tak harus memilikikan? Asalkan orang yang aku cintai selalu bahagia maka aku akan bahagia. Aku harap kau akan selalu bahagia dengannya.

Hari ini adalah hari bahagia untukmu. Namun juga hari dukaku. Kenapa? Karena aku hancur. Kau sudah bukan milikku lagi, tapi aku bahagia kalau kau juga bahagia.

“Cukhuhae Key, Onew,,,semoga kalian langgeng ya?” lucu sekali. Aku bisa tersenyum saat hatiku sedang hancur.

“Ne, gomawo Jjong” sahut mereka menjabat tanganku.

“Cheonmaeyo,,, Nyu jaga Key baik-baik ne? jangan menyakiti hatinya”

“Pasti, aku akan menjaganya” sahut Onew menepuk punggungku.

Yah, orang yang aku cintai adalah Key. Namun, itu dulu sebelum ada dia. Dia yang menghiburku saat aku sedang terpuruk. Dia datang dengan senyum yang  merekah dan berusaha untuk menghiburku yang sedang sedih. Aku memang sudah menjadi namjachingunya, tapi kenapa aku tak bisa mencintainya seperti aku mencintai Key?

“Hyuuuung” panggilnya dari panggung.

“Ada apa, Jino?” sahutku seraya menghampirinya ke atas panggung.

“Ayo hyung menyanyi” manjanya sambil menarik-narik lenganku seperti anak kecil.

“Menyanyi apa Jino-ah”

“Terserah, apa kata hati hyung, keluarkan semuanya dalam lagu, Hyung”

“Mwo? Menuangkan isi hati lewat lagu? Apa bisa?”

“Bisalah, hyung tahu tidak? Setiap aku senang, atau sedih aku selalu menyanyi. Walaupun di kamar mandi hihihi” aku tersenyum mendengar kikikannya. Selalu seperti ini.

Menyanyikan lagu seperti kata hati? Hmmm,,, menarik. Tapi, lagu apa yang cocok ya? Apa aku harus membuatnya sendiri?

“Ah, Jino, aku belum siap untuk menyanyi” kataku.

“Wae hyung?” tanyanya sambil cemberut.

“Mungkin itu dikarenakan….” Kata-kataku tepotong oleh ucapan Jino.

“Selalu deh, kalau mau beralasan… selalu diawali dengan kata ‘mungkin itu dikarenakan’ apa tidak ada kata-kata yang lain selain itu, Hyung?”

“Terus bagaimana? Aku belum tahu lagu apa yang pas untuk kata hatiku, Jinoku yang cantik,,,,hiiiiih, gemes deh” kataku sambil mencubit pipinya gemas.

“Appo hyung” katanya sambil melepas cubitanku dari pipinya.

Tiba-tiba Onew dan Key datang menghampiri kami yang rebut dari tadi. Dan disusul oleh Minho dan Taemin yang sepertinya agak risih dengan keributan yang di perbuat olehku dan Jino. Hihihi, kami memang suka rebut, tapi karena itulah aku jadi menyayangi Jino. Mungkin sekarang dikatakan lebih dari itu karena luka-luka hatiku akan Key berangsur sembuh.

“Ya, kalian berdua jangan ribut di acara pernikahan orang” bentak Key.

“Mian hyung, Jonghyun hyung sih, aku suruh menyanyi tidak mau….suaranya kan enak?” jelas Jino sambil memukul lenganku pelan.

“Kau sih, mendadak sekali menyuruhku menyanyi Jino” belaku.

“Aku kan ingin mendengar suaramu, Hyung”

“Hey, sudah-sudah jangan diteuskan, kau juga Jjong,,,kau harus lebih dewasa dari Jino” lerai Onew hyung.

Aku menghela nafas dan mulai beranjak pergi darisana. Disana aku hanya menjadi stress saja. Aku terus berlari, tak peduli dengan panggilan Jino padaku. Mianhae Jino, aku tak mau kau menjadi pelampiasanku saat kesal seperti waktu itu.

Flashback

Saat itu aku sedang mabuk-mabukan di suatu bar. Saat dimana hatiku masih sakit dan syok ketika menerima undangan pernikahan dari mantan namjachinguku, Key. Ketika aku sudah mabuk berat, tanpa sadar tanganku menelepon Jino untuk datang kemari.

“Omoo. Hyung, kenapa kau menjadi seperti ini?” katanya saat datang ke bar karena ku telepon tadi.

“Key, kenapa kau meninggalkanku dan malah memilih hiiik nya” racauku tak jelas.

“Hyung kenapa sih?” tanya Jino sambil membopongku yang mulai mabuk.

“Don’t touch me, kau telah mengambil Key-ku”

“Hyung, ngomong apa sih?”

“Cih, masih berpura-pura lagi, KEMBALIKAN NAE KEY!” teriakku sambil memukulnya.

“Jujur aku tak tahu jalan pikiranmu, tapi kumohon sadarlah hyung” mohonnya sambil menarik kerah bajuku.

“Sadar? Harusnya kau yang sadar Onew,,, kau yang mengambil Key dariku”

Plak

Jino menamparku dan membuatku sadar sepenuhnya. Aku kaget melihat bibir Jino yang berdarah dan matanya yang berkaca-kaca. Apa yang baru aku lakukan padanya? Apa aku memukulnya hingga berdarah? Omo.

“Jino-ah,,,,aku…”

“Ne, hyung gwenchana,,, sekarang lebih baik hyung pulang,,, kkaja aku antar, Hyung” katanya mendahuluiku jalan keluar.

Flashback End

Aku terus memacu mobilku menuju danau tempatku biasa merenung. Hanya aku dan Jino yang tahu tempat itu. Sebenarnya itu adalah tempat rahasia Jino, tapi dia menunjukkannya padaku. Katanya setiap dia merenung ia selalu datang kemari. Jujur saja, tempat itu sangat sejuk, jauh dari keramaian dan bisa membuat hatiku damai sejenak.

Aku duduk di pinggir danau tersebut. Ku mainkan air danau itu. Sesekali terkekeh, ketika mengingat aku dan Jino selalu bermain air disini. Kami selalu bermain air hingga baju kami basah kuyup. Kalau diingat-ingat, aku dan Key juga pernah bermain air. Walau waktu kami masih kecil, kami bermain air dengan keran yang ada di kebun hingga pak kebunnya marah. Kenangan yang manis itu berubah jadi lebih manis saat aku bertemu dengan Jino yang merubah dan menghapus

sebagian kenanganku dengan Key dulu.

Byuuur.

Tiba-tiba ada yang menyiramku dengan air. Aku mencari orang tersebut. Ku dapati Jino telah berkack pinggang sambil membawa ember yang sudah kosong di tangannya.

“Ya, apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“Kenapa hyung tiba-tiba pergi? Pengecut” ketusnya, tapi dia menekankan kata ‘pengecut’.

“Terserah aku dong mau kemana? Dan kenapa kau menyiramku?” sahutku.

“Aku menyirammu supaya kepalamu dingin,,, tadi saja ada asap yang keluar dari kepalamu” jawabnya sambil menunjuk kepalaku.

“Kau ini ada-ada saja”

Hening sejenak. Jino meletakkan embernya dan duduk di sampingku. Kami sama-sama hanyut dalam pikiran masing-masing. Jino memejamkan mata. Seperti itulah saat dia merenung. Aku jadi ingat saat pertama kali ia mengajakku kemari.

Flashback

Author P.O.V

Ketika Jonghyun sedang kacau karena ia baru saja putus dengan Key. Ia berjalan tanpa arah. Entah ia mau kemana, yang penting ia jalan. Saat lelah ia beristirahat di pinggir trotoar. Dalam otaknya selalu berkata ‘wae? Keanapa kau meninggalkanku Key?’.

Tiba-tiba ada seorang namja cantik sedang mondar-mandir tidak jelas di depan Jonghyun. Karena kesal melihat namja cantik itu terus mondar-mandir seperti itu, dia bekata.

“Ya, bisakah kau diam? Aku sedang bad mood sekarang” bentak Jonghyun. Namja cantik itu diam sebentar lalu menatap Jonghyung dengan tatapan mengejek.

“Kau itu sedang bad mood atau patah hati?” ledeknya.

“Mwo? Terserah” pasrah Jonghyun lalu kembali melanjutkan acara melamunnya.

Namja cantik itu melanjutkan mondar-mandir tidak jelas. Tak lama kemudian dia memutuskan untuk duduk di sebelah Jonghyun. Dia memejamkan mata sejenak lalu menarik tangan Jonghyun untuk ikut berlari bersama dengannya.

“Hey, mau kemana?” bingung Jonghyun.

“Aku mau membawamu ke tempat yang cocok untuk merenung” jawab namja cantik itu. Jonghyun hanya bisa pasrah.

Mereka berhenti di sebuah danau yang indah. Di seberang danau tersebut terdapat taman bunga yang indah. Di dekat danau ada beberapa pohon yang indah dan di bawah pohon tersebut terdapat kursi taman. Indah sekali. Jonghyun yang baru pertama kali melihat tempat itu pun langsung terkejut.

“Walaupun aku baru pertama kali bertemu denganmu, tapi aku membawamu ke tempat rahasiaku” jelas namja cantik itu.

“Wae?”

“Hmm?”

“Kenapa kau membawaku ke tempat ini?”

“Karena inilah tempat dimana aku biasa merenung, by the way kita belum berkenalan ya?”

“ah, ne, naneun Kim Jonghyun imnida”

“I am Cho Jino, nice to meet you”

“Nice to meet you too”

Mereka saling mengobrol. Jonghyun menceritakan semua unek-uneknya pada Jino begitu pula sebaliknya. Selain mengobrol mereka juga bermain air danau. Sejenak Jonghyun melupakan masalahnya yang putus dengan Key.

Flashback End

Aku pandangi wajah Jino dari permukaan air. Yeppoh, aku merasa bahagia saat bersmamu. Aku bisa tertawa lepas denganmu. Biarlah, Key jadi milik orang lain. Asalkan kau ada di hatiku. Ku keluarkan selembar kertas dan bulpoin dari saku celanaku. Ku tulis sebuah lagu pada kertas itu. Tanpa ku sadari Jino melihat ke arahku yang sedang menulis.

“Hyung sedang apa?” tanyanya.

“Mau tahuuuu aja”

“Hyuuung” rengeknya.

“Hahaha, nanti kau akan tahu Jino-ah”.

Aku tersenyum melihatnya mempoutkan bibirnya. Lucu sekali saat ekspresinya seperti itu? Aku terus menulis lagu itu, sedangkan Jino masih sibuk memainkan kakinya di air danau sambil bersenandung kecil. Dari nadanya bernyanyi sepertinya ia sedang gembira, tapi terdengar seperti lagu sedih. Seperti laguku.

“Selesai” teriakku dan membuat Jino hampir saja jatuh ke danau.

“Hyung mengagetkanku saja”

“Jino, ikut aku ke pernikahannya Onew hyung dan Key” kataku sambil menyeretnya ke mobil dan menuju ke tempat yang ku maksud tadi.

***

Para tamu undangan termasuk sang mempelai menatap kami heran. Aku terus menyeret Jino ke panggung tempatku bertengkar dengan Jino tadi.

“Hadirin sekalian, aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk orang yang ada di sebelahku ini” kataku menunjuk Jino yang masih menatapku bingung. Aku memainkan gitar yang ku temukan di sekitar panggung dan mulai bernyanyi laguku tadi.

Hatiku bimbang,

Di antara dua hati….

Aku masih mencintainya,,,,

Tapi dia bukan milikku…

Luka lama kan terobati

Saat kau ada disini

Bercerita seperti dulu kala

Kan bahagia,,,,,

Kan bahagia,,,,

 

Sungguh matiku cinta,,,,

Cinta yang abadi,,, untukmu,,,

Maafkanlah diriku,,,

Telah kecewakanmu

Karena hatiiii yang bicara…

 

Maafkanlah aku,

Telah buat kecewamu

Tapi hati yang bicara,,,,

Semua kan bahagia,,,,

 

Luka lama kan terobati

Saat kau ada disini

Bercerita seperti dulu kala

Kan bahagia,,,,,

Kan bahagia,,,,

 

Sungguh matiku cinta,,,,

Cinta yang abadi,,, untukmu,,,

Maafkanlah diriku,,,

Telah kecewakanmu

Karena hati,,,,,

 

Oooh,

Sungguh matiku cinta,,,,

Cinta yang abadi,,, untukmu,,,

Maafkanlah diriku,,,

Telah kecewakanmu

Karena hati yang bicara

Al catras

Hati yang bicara

Ku akhiri lagu yang aku nyanyikan dan disambut dengan tepuk tangan oleh penonton, sedangkan Jino menangis di sebelahku.

“Inilah kata hatiku Jino,,, gomawo karena kau telah mengobati lukaku” kataku. Jino memelukku erat dan terisak di bahuku.

“Jino-ah, saranghae,,, mianhae kalau selama ini aku selalu menyakitimu” lanjutku.

“Nado saranghae, hyung” sahutnya. Aku membalas pelukannya dengan erat seakan tak mau melepasnya lagi.

“Wah, hyung jangan lupa pajak jadiannya ya?” teriak Minho dari bangku penonton.

Ku lepas pelukanku pada Jino dan membalas perkataan Minho dari microphone.

“Tenang saja Minho, dan kau jangan lupa jaga Taemin dari Joon yang mengincarnya”

“Dasar kau” decak Minho kalah beradu mulut denganku.

Semua orang tertawa. Aku kembali menatap Jino lekat-lekat. Kemudian ku raih pinggangnya dan ku dekatkan tubuhnya sehingga perut kami saling menempel. Ku cium bibirnya yang sangat menggoda di muka umum. Aku tersenyum melihat wajahnya yang memerah karena malu.

“Wow, Jjong, kau sangat hebat!” teriak Onew hyung dan Minho bersamaan.

Siapa peduli? Yang penting aku tak akan memberikan Jino pada siapapun. Karena hatiku yang berbicara seperti itu. Selamat tinggal Key, ku harap kau bahagia bersama Onew dan Jino, jangan coba-coba kau pergi dariku. Aku akan menjagamu, melindungimu, dan menjadikanmu hanya untukku. Egois? Bodoh amat.

END

Mianhae, kalau misalnya ada wrong typo.x maklum saya kan baru aja belajar. comment please.

Ba

33 thoughts on “(JongNo/ 1S) Hati Yang Bicara

  1. omoooo ini soo sweet bangettt……
    arrrghh akir nya sie jjong sadar jg kalo jodoh nya tuu cuma jinoo….
    gag bole n gag pantesma yg laen ….. arraaa…..
    kekkekeekek
    inin manis.,,,,,,

  2. so sweet. Key gajadi, jino pun jadi hahaha.. Jino, makasih banget udah ngegantiin key di hati jonghyun. Mwahaha

  3. haaaaaaaaaaaaaahhh udah lama gak baca jongno … aiiiiihh so sweet euuyy😀
    jjong nulis lagu singkat banget ya? hahah😀
    ayo banyakin jongno dong, suka sama nih couple ^^

  4. Hhhooo ..
    jonghyun oppa ..
    udah aku sangat setuju kau bersama jino ..
    hhhee, kau pasti bahagia bersamanya ..
    hhhee
    ( sok tau )🙂

  5. aigoo so sweet banget >//////<
    si Jino kok bisa sabar gitu yah deket2 si Jjong? -____- mati satu tumbuh seribu~ tuh kan gak dapet Key dapet Jino u,u
    woy!!! Jong!! main cium2 anak orang di nikahan orang lain pula! dasar gak tau malu banget sih -____-
    naiseuuuu~

  6. wehehe si babang jjong kaga galau lagi dah xD
    jino ga kalah cantik ko jjong xD biarkan saja key umma dengan si dubu kece itu.. wkwkwk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s