WHITE LIES / 2MIN – ONKEY / 2 0F?



CAST : TAEMIN, KEY, ONEW, MINHO,JONGHYUN

SUPPORT CAST : JAEJOONG, JINO

AUTHOR : KEIMINNIE. feat. YUA WANDIRA

Foreword (keiminnie)

Yahh..sepatah dua patah kata saia ucapkan, makasi sebesar-besarnya buat chingu-deul yang udah bersedia komen di part1 kemaren. YEIY ! Senengnya banyak yang ngerespon. Hehehe padahal ini FF maksa, gaje, abal, aneh sangat dan dalam pembuatannya sangat sangat menguras tenaga, pikiran dan duit. Karena rumah saia dan yua sangaaaatt jauuuhh~ Tapi demi Suunders, saia rela menempuh perjalanan panjang ini. /plaakk #lebe

Walo dalam pembuatan ini author sedikit kecewing gara2 yang komen SECOND LIFE dikit. Haah~ U_U tadinya mau mogok nulis ini, tapi karena udah di terror sana-sini and si yeobo yang cerewet itu *bisik2*, ya udah saia ketik and hasilnya…KENAPA JADI BEGINI ???!! (saia pun nggak ngerti). *ngesot pergi*

Foreword (yua wandira)

Huwaaaa!!!! Akhirnya terbit oii~~ gw diancem mau di cekek *lirik soma* hahahha.. pertama Thanks buat Viena Soma udah mau editin foto FF kita. Yeeeiy!! ^^ apa? Key cantik? So pasti~~ hahahha.😄

Yaah~~ seperti kata kei, agak kecewoong yg komen FF single kita sedikit u__u aku juga berpikir hiatus *plak
ohya,, sekali lagi ini  FF OOC = Out of Character yaaa~ so PLEASE DON’T BASHING US!

gw cuma membiarkan tangan gw ngetik tanpa pikir panjang, hahha.. yah yang tau bahasa kita pasti bisa tau part mana yg jadi bagian kita ^^ hehe.. mian gw belum ahli ga kaya si yeobo *lirik kei*

WARNING

1.ALUR MAJU MUNDUR MAJU LAGI

2. CERITA MURNI PEMIKIRAN ANEH BIN AJAIB KITA

3.KOMEN YANG BANYAK WOI!

4. KOMEN KURANG DARI 60 KITA MOGOK ! xp

 .

.

.

@Black building

PRANG

“B-bos..”

“Siapa yang memerintahkan mereka untuk kesana, hah?!”

“I-itu..me-mereka…”

PLAK

“Kalau bicara yang benar! Steve, bawa dia keruangan ‘itu’ dan ajari cara berbicara yang jelas!”seringai si bos seraya duduk di atas meja kerjanya. Menumpu satu kakinya diatas kaki yang lain. Look like an arrogant one.

“Yes, my lord.”

“B-bos..ampun. Jangan saya..”nyalinya langsung ciut begitu melihat mata pemimpin mafia ini. Punya nyawa berapa dia sampai berani bernego dengan si bos? Salah-salah, kepalanya bisa saja langsung ditebas.

“Cih. Tidak berguna!”

Lalu orang tersebut langsung diseret keluar sesuai perintah sang pemimpin.

“Bos,Bryandatang.”

“Masuk.”

Orang yang bernamaBryantadi masuk dan memberi hormat,

“Wish this time doesn’t make my ears hurt.”

Bryanlangsung menunduk, “I’m sorry for make you disappointed when hear it, my lord.”

WHAT !

BRAK

“Lagi?!”pekiknya sambil menggebrak meja.Bryansedikit mundur dari tempatnya berdiri dan semua yang ada diruangan itu langsung terdiam. Hening…

Jika sang bos sampai murka, habislah mereka semua. Tinggal menunggu waktu sampai tiba siapa yang harus berakhir ditangan sang pemimpin.

Terdengar menggelikan. Bagaimana bisa mereka semua yang rata-rata umurnya jauh diatas Falcon bahkan ada yang sampai 3x lipat umurnya, takut pada bocah ingusan seperti dirinya? Hah. Sungguh memalukan! Aneh dan tidak masuk akal, rite? But this’s a real one. Orang yang kini berdiri dihadapan mereka semua, 46 orang yang ada diruangan itu (belum termasuk yang diluarsana), Falcon, adalah bos mereka.

Flashback…

11 Maret, 5 tahun yang lalu.

Kelam. Gelap. Tanpa masa depan.

Inilah hal terberat bagi dunia permafiaan Seoul. Pemimpin mereka tewas terbunuh ketika terjadi pertempuran dengan mafia La Nostra di Columbia. Hal yang cukup memilukan, terjadi pengkhianatan di dalam kubu mereka sendiri yang harus memakan nyawa sang pemimpin.

Suasana hening dan gelap mencekam yang menggambarkan upacara pemakaman mewah dan sakral, terlebih saat itu langit sangat gelap walau hanya gerimis tapi cukup lebat. Dan yang lebih mencengangkan disana berdiri seorang anak berusia kurang dari 12 tahun. Menatap nisan dengan dingin dan tangannya menggenggam sekuntum mawar hitam.

“Ternyata appa lemah. Mengecewakan!”bisiknya sambil melempar bunga mawar tersebut dan sebuah jeruk dengan gambar wajah yang cemberut kedalam liang lahat sebelum makam itu ditutup tanah sebagai penghormatan terakhir. “Karena appa terlalu bodoh..”

“Kau! Dia itu ayahmu! kenapa bisa berkata seperti itu, Taemin?”sosok namja seumuran dengannya mengguncang pelan bahu Taemin. Namja yang selalu setia berada disampingnya, seperti sekarang ini.

“Diam dan lihat bagaimana aku memimpin.”

“Mwo!!”

.

.

.

“HAHAHA”

Ruangan di Black building milik Unicorn, pemimpin terdahulu kini dipenuhi gelak tawa. Bukan tawa bahagia melainkan sebuah tawa meremehkan yang ditujukan untuk bocah yang saat itu sedang duduk di singgasana sang ayah.

“Teruslah tertawa sampai mati.”ucapnya angkuh.

“HAHAHA Kalian dengar itu? Ada anak kecil ingin bermain-main rupanya!”

“HAHAHA”

DOR

Sebuah peluru tepat menembus kepala orang yang tadi menertawakannya.

Apa ini lelucon?

Tidak!

Darah itu…

Kepala yang bolong karena peluru itu..

Mata yang melotot terkejut..

Semua adalah nyata.

“Who’s next?”seringainya mengelap moncong pistol yang baru saja ia gunakan untuk menghabisi nyawa seorang manusia.

Hening.

Bahkan tanpa mereka sadari, mereka menahan napas dan tidak bergerak dari posisi mereka sedari tadi. SE-INCHI pun.

“Takut? Atau..terpesona?kkkk~”kekeh Taemin dan segera naik keatas meja.

“Aku Falcon. Your-new-greatest-lord-ever-in-the-world.”

Masih hening. Tidak ada yang bereaksi. Masih terkejut dan tidak percaya. Bagaimana bisa dia dengan mudahnya menghabisi nyawa orang seolah itu bukan hal yang berarti. Memang dia kira nyawa itu apa?

Bisa kembali begitu ada pilihan continue and try again?

Dia kira ini sebuah permainan di consolle game?

“Ini hanya permainan. Tidak usah kaku begitu! Payah. Ternyata kalian masih amatir! Hufh.”kembali menghempaskan dirinya ke kursi besar mewah milik sang ayah yang kini menjadi miliknya.

Cukup. Ini tidak main-main. Mereka memang butuh pemimpin tapi, what the hell! Bagaimana bisa bocah sepertinya memimpin kami semua?? MAFIA! Dan ini bukan lelucon untuk anak kecil!

“Son of bitch. Tidak bisa menjawabku? Tidak punya mulut? Atau kalian ingin mulut kalian benar-benar tidak berfungsi, eum?”seringainya penuh kemenangan. Menang. Senang akan atmosfer ketakutan dan kebingungan di sekitarnya.

“JANGAN MAIN-MAIN BOCAH!”

DOR

Sebelum orang tadi menembaknya, Taemin sudah lebih dulu menembak tangan orang itu sehingga pistolnya terlepas dari pegangannya dan jatuh ke lantai.

“See? Kalian amatir! Fufufu~”menggerak-gerakkan kursi itu ke kanan dan ke kiri sambil menaikkan kakinya ke atas meja. “Kalian bisa pergi kalau mau. Masih banyak orang yang ingin bekerja dengan orang jenius sepertiku. Hmm.”tersenyum  sangat manis. Siapa yang kira wajah polos dan manisnya itu menyimpan kekejaman dan berhati dingin?

Kehebatannya dalam menembak sangat akurat dan di usianya yang belum genap 10 tahun saat itu telah mendapat lisensi menembak dan pemegang ban hitam dalam bela diri. Ayahnya sangat bangga padanya dan selalu membawanya serta mengajarkannya hal-hal penting dalam dunia mafia. Tentu tanpa sepengetahuan hyungnya, Onew. Sang ayah memang melihat potensi penerus di dalam diri Taemin sehingga tidak ingin menyia-nyiakan itu. Tinggal menunggu ‘LUCIFER’ yang tertidur di tubuh anaknya untuk bangun. Mengasah dan mempersiapkannya hingga tiba Taemin harus mengambil alih semuanya. Janji darah yang dilakukannya dengan sang ayah, kini di tebusnya.

5 menit.

Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berbicara.

Bimbang?

“Haah~bosan.”ucapnya sambil menguap lebar. Mulai mengupas jeruk yang selalu saja ia bawa di kantung jaketnya kemanapun ia pergi. Jeruk dengan emote lucu tergambar dikulitnya. (o^_^o)99

“Take my loyalty my lord.”tiba-tiba seseorang dari mereka berjalan kedepan dan berlutut di depan Taemin.

Taemin tersenyum, “Nugu?”sambil memasukkan satu per satu jeruk yang tadi dikupasnya ke mulutnya.

“Kim Jaejoong. Akan setia melayanimu, my lord. Nyawaku milikmu.”masih menunduk hormat.

Senyum Taemin makin melebar, matanya pun berkilat senang. Menyuap jeruk terakhir lalu bertepuk tangan singkat, “Kau kujadikan underboss, Jae. Angkat kepalamu dan tunjukkan kesetiaanmu.”

Jaejoong bangkit berdiri, berjalan mengambil sebuah botol Kristal cantik, membukanya dan,

KRES

Menyayat tangannya sendiri dan menaruh darahnya yang mengalir deras ke dalam botol.

Taemin tersenyum puas. “Ada lagi?”

Yang lain berpandangan. Bagaimana bisa seorang jenius dan hebat seperti Jaejoong, mau menuruti bocah seperti Taemin? Bocah yang bahkan belum genap berusia 12 tahun!

Tapi tanpa sadar, dengan sejuta keraguan mereka berjalan maju satu per satu dan berlutut dihadapan Taemin lalu menyayat tangan mereka sendiri dan 46 orang yang ada diruangan itu menyatukan darah mereka dan melakukan sumpah setia kepada Taemin.

“Hahaha great!”soraknya khas anak-anak, “Oh ya, ada yang lupa kukenalkan.”menunjuk seorang bocah yang sedari tadi berdiri disampingnya, “Dia…tangan kananku. Cho Jino.”

Flashback end…

“Who’s the brave ass who’ll gonna be my next toy?!”

“I swear you’ll be like it, my lord. Sebelum mati, Jhones meninggalkan dying message.”

“Tell it.”

“DRAGON.”

“….!!?”

“Yes, my lord. Dragon is here, inSeoul.”

Falcon terdiam sesaat lalu seringai tersungging di bibirnya, “Ini akan menarik. Dragon? Kita mulai bermain. Kkkkk~”

————–

@Kediaman LEE

Tok tok tok

“Minnie~”panggil Onew di depan kamar Taemin.

Tidak ada jawaban.

Onew mengerutkan alis, mencoba beberapa kali lagi namun tetap sama. Tidak ada hasil.

“Dasar sleeping beauty.”bergumam sambil tersenyum geli. Onew bermaksud akan membuka pintu begitu kenop telah berputar dari dalam.

Eoh?? Tumben!!

Onew memundurkan badannya dari depan pintu. Lalu keluarlah sosok berambut merah kusut yang masih memejamkan matanya. Menutup pintu dan segera berjalan ke arah tangga!

“Minnie!”Onew langsung mengangkat sang adik, menyelamatkannya dari ritual pagi berguling di tangga.

ASTAGA~

Jadi setiap hari begini? Dia masih menutup mata begitu ia menuruni tangga? Eissh~ pantas saja! Dasar Taemiinn! Susah sekali bangun!

Onew menaruh Taemin di satu pundaknya, dan segera menuruni tangga. Sesampainya dibawah ia langsung mendudukkan Taemin di kursi ruang makan.

Fiuuuhh~

“BAAANNGGUUUUUNNN!!!!!!!!!”Onew berteriak dikuping Taemin. Mungkin dia sedang melakukan riset cara cepat untuk membuat orang menjadi tuli?

HAH!?

GUBRAK

Taemin yang terkejut langsung terjengkang dari kursinya. “APPOOO~~ Huwaaaa hyung jahaaatt!”

Na’as. Selamat dari tangga tapi justru malah harus terjungkal dari kursi. = =”

“Mi-mian Minnie ah~~ Ha ha ha”tertawa bersalah dan membantu sang adik bangun dan membenarkan kursi seperti semula.

“Appoo~! Bokong sexy-ku sakiiitt!! Hyung pabo! Nappeun!”Taemin mengoceh sambil memukuli hyungnya.

Onew hanya tersenyum pasrah. Memang dia yang salah tadi karena berteriak. Ayam tetangga saja sampai bertelur begitu mendengarnya. =3=

“Mian Minnie~ hyung tidak sengaja.”

“Nooo!! Tidak akan semudah itu mendapat maaf dariku, hyung.”menggoyangkan jari telunjuknya yang imut di depan wajah sang kakak.

Menghembuskan napasnya berat, memutar bola matanya dan berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan. “Mworagu?”

Taemin menaruh kepalanya di meja sambil tangannya masih mengelus bokong yang katanya sexy itu dengan pelan-pelan, berpikir. “Aku mau motooorr!! Hyuuung~”

DRAP DRAP DRAP

Onew berlari kembali kehadapan Taemin, “Musun soriya?!”

Taemin nyengir lebar dan mengangguk, “Belikan aku motor atau aku tidak akan memaafkan hyung selamanya, otte?”menggerakkan alisnya naik turun persis sang kakak kalau menggodanya.

Merasa menang, eoh ?

Dasar anak keciiiil, “Aniya. Biar saja. Bisa apa kau tanpaku, eum ?” Percaya diri sekali..

Taemin melipat tangannya di depan dada mempoutkan bibirnya, “Aku bisa beli sendiri!”

JDER

Onew terperanjat. Ini yang dia takutkan. Kenekatan sang adik.

Tuhaaann, bagaimana caranya meyakinkan anak keras kepala ini?? Aku bukannya tidak mau membelikannya sepeda motor, bahkan kapal pesiar atau pesawat boeing-pun bisa kubelikan! tapi Tuhan… kau yang paling tahu bagaimana adikku ini! Dia sungguh sangat ceroboh sekali banget tingkat kronis stadium akhir! Errgh, memikirkannya saja sukses membuatku frustasi! Dan kutekankan! Ini bukan karena aku tidak punya uang, arra?! Tapi ini murni demi KESELAMATANNYA!

Hosh hosh hosh, Onew lelah berargumen dengan batinnya sendiri. U_U

“Haahh, Minnie tidak sayang hyung, eoh ?”berjongkok memunggungi Taemin dan berkata dengan nada selirih mungkin sambil memainkan ujung jarinya di lantai.

WTH!

Taemin menatap punggung sang kakak dengan bingung sambil memiringkan kepalanya, “Kenapa dia? Apa yang dia lakukan? Merajuk? Ngambek? Euww..tidak pantas!”pikir Taemin geli.

Lalu Taemin menghampiri Onew dan naik ke punggungnya, “Kalau begitu hyung harus berjanji mengantarku seumur hidupmu?”

Onew menoleh menatap wajah sang adik dihadapannya, dan tersenyum sambil mencubit pelan hidung mancung Taemin. “My pleasure, sleeping beauty. ^^”

YEIY! Menang dengan semudah itu?? Haha. Yaah Onew tahu adiknya ini sangat manis dan pemaaf. *lo belom tau aja,nyu =3=*

“YA! HYUUUNG! Don’t ever call me that more! Setidaknya ubah jadi sleeping handsome! Aku namjaaaa huwaaa!”jeritnya terkejut begitu Onew berdiri dan tubuhnya yang menemplok di punggung Onew, ikut terangkat.

“Yang tampan itu aku. Kau itu cantik whatever you saying about your face. Just beauty. FOREVER.”

“NOOO!!”

“YEESSSS!!”

.

.

.

@School…

“Bye, hyung~”Taemin keluar dari mobil dan berjalan masuk ke gerbang sekolahnya.

Sebelum memutar mobilnya Onew teringat sesuatu dan ia segera keluar mobil menghampiri Taemin, “Ahh~ Minnie, mianhae aku lupa mengatakannya padamu tadi.”

Taemin menatap mata Onew bingung, “Hm? Mworagu?”

“Nanti hyung akan pulang terlambat dari biasanya, gwaenchana? Tenang saja, akan aku bawakan daging dan kita buat yakiniku, eum?”memainkan alisnya naik turun sambil memamerkan gigi kelincinya.

Haaa~ demi apa kenapa hyungku ini tampan sekali! >3<

Membalas senyum Onew, “Tentu. Selamat bekerja hyung~ jangan terlalu lelah.”

“Hahaha~ siap bos!”mengacak rambut dongsaengnya gemas. “Aku sudah membeli banyaaak jeruk untukmu dan sudah kuberi wajah-wajah yang cute sepertimu, hehe”

“Oh, itu harus hyung.”jawab Taemin cepat, “But, wait! Apa?? CUTE! Aku TAMPAN hyuung! Isshh~..” menghentakkan kakinya kesal sambil mempoutkan bibirnya.

“Hahaha, you are always be my beautiful dongsaeng ever.”

Mengambil langkah seribu setelah mengecup singkat pipi sang adik dan kembali masuk ke mobil lalu tancap gas. ckckck Kakak yang mengkorup adiknya sendiri. Gezz *author iri*

“Hyuung!”

“YA ! Setidaknya jangan melakukan hal mesum di depan sekolah bisa, eoh ?”sahut seorang namja yang baru datang dengan motor besarnya.

Taemin memutar bola matanya kesal begitu melihat orang yang ‘menyapa’nya itu. Sedikit kagum dengan motor merah yang dikendarainya tapi moodnya langsung jelek begitu melihat siapa sang pengendaranya, Choi Minho. “Tidak usah ikut campur urusan orang, bisa?”meninggalkan sosok yang tengah terbengong melihat kejutekannya itu dan segera bergegas masuk.

“Wow. What a nice manner!”dan Minho pun melewati Taemin dengan sebelumnya sengaja memainkan gasnya di samping Taemin dan sebelum namja cantik itu mengomel,Minholangsung melesat pergi.

“Dasar polusi!”umpatnya melayangkan kepalan tangannya ke punggungMinhoyang sudah jauh di depannya.

PUK

“Annyeong~ Taemin.”

Seseorang menepuk pundaknya, “Oh? Jino. Berhenti tersenyum seperti orang bodoh begitu di depanku.”ucapnya dingin. Mood Taemin langsung anjlok karenaMinhotadi.

“Kau ini Lee Taeminkan?”goda Jino mengedipkan sebelah matanya dan berlari mendahului Taemin. Waspada kalau-kalau bos-nya itu membawa handgun atau samurai dan menebasnya.

“YA!”

Eissh~ mempunyai 2 kepribadian sungguh menyusahkan asal kalian tahu itu! Harus menjadi diri kalian yang lain untuk menutupi identitas. Ckckck

Memijat pelipisnya yang sedikit pusing. “Haah..pasti si kodok butut itu yang telah membuatku sakit mata sampai kepalaku pusing begini!”gerutunya kesal.

.

.

.

GEDUBRAK

“Taemin!”

“Kyaaa!”

“Waaa!”

Darah sukses mengalir dari dahinya yang terluka bahkan kini dia tidak sadarkan diri. Astaga Taemin..bisakah sifat clumsy-mu itu tidak kau bawa-bawa ke sekolah?? Atau karena ini sebagai ucapan perkenalan pada tangga sekolahnya yang bahkan bisa membuatnya pingsan seperti ini?

“Taemin ah! Taemin ah!”Jino menepuk pipi Taemin pelan namun tidak ada respon.

“Ada apa? Coba minggir! Aku mau lihat!”tiba-tiba sebuah suara berat menghampiri kerumunan itu dan mencoba masuk kedalamnya, “Jam..ehm, Taemin? Kenapa dia?”ikut berjongkok khawatir melihat sosok di dekapan Jino.

“Dia terjatuh dari tangga.”jawab Jino panik.

“MWO?!”

Minholangsung mengambil Taemin dan segera menggendongnya. “Kalian bodoh, hah! Dia bukan bahan tontonan! Minggir!”Minho berjalan ke ruang kesehatan dan di ikuti Jino.

………

“Kepalanya baik-baik saja, tidak ada hal yang serius selain luka memar di dahinya. Aku sudah menutupnya dengan perban dan memberi aid spray untuk mengurangi sakitnya. Oh, tapi bahu kanannya terkilir, dan juga dia memang sedikit demam.”jelas dokter Song, dokter jaga di klinik sekolah ini.

Jino masih memperlihatkan wajah cemasnya sambil menatap Taemin yang kini tertidur, “Benar dia tidak apa-apa, dok? Tadi dia memang mengeluh sedikit pusing sebelum dia terpleset dan terjatuh. Huks..huks.. seandainya aku bisa menangkap lengannya agar dia tidak terjatuh dan menghantam lantai..”serius. Jino menangis saat itu.

Minhoterdiam melihat sosok yang kini tengah tidur dengan damai itu. “Dia benar-benar ceroboh, eoh?”pikirnya mengingat kejadian saat Taemin menabrak tembok dan menumbuk dagunya waktu pertemuan pertama mereka di sekolah ini.

“Huks..huks..”isakan Jino masih terdengar sesekali.

Cho Jino adalah sahabat Taemin sejak kecil. Kemana-mana Taemin selalu bersamanya, dan satu-satunya orang yang tahu identitas Taemin sebagai Falcon di kehidupan sehari-harinya. Sangat mengenal dan menyayangi Taemin seperti saudaranya sendiri, sekaligus sebagai sandaran Taemin ketika mendapat masalah di kelompoknya walau selama 12 tahun ini Taemin tidak pernah mengeluhkan apapun padanya. Tapi meski begitu, Jino sudah merasa cukup berguna untuk sahabatnya ini. Hanya kadang Jino pun ingin mengetahui isi hati Taemin atau apa yang dipikirkannya. Misterious but kind person. Itulah Taemin bagi Jino.

“Hey, tidak usah cengeng begitu. Dokter bilang dia tidak apa-apa.”Minhomelipat tangannya di dada dan duduk dikursi sebelah tempat tidur Taemin. Walau sebenarnyaMinhojuga merasa cemas. Sangat cemas. “Aku akan menjaganya disini, jadi kau tidak usah kawatirkan teman kecilmu ini.”

Jino menghapus air matanya dengan ujung blazernya dan mengangguk. “Gomawo sunbae. Aku akan kembali ke kelas dan mengatakan pada songsaenim kalau Taemin istirahat diruang kesehatan.”Jino segera berbalik untuk membuka pintu tapi kemudian dia teringat sesuatu, “Lalu sunbae bagaimana?”

Minhomenatap Jino sambil mengerutkan alisnya tampak berpikir, “Vic songsaenim tidak akan keberatan kalau aku membolos pelajarannya sesekali.”jawabnya enteng. Tinggal di beri foto Nickhun si artisThailanditu maka semua masalah beres, pikirnya.

“Ooh..”Jino mengangguk mengerti, “Aku titip Taemin ya sunbae. Bilang padanya aku akan menjemputnya sepulang sekolah nanti kalau dia sudah sadar. Annyeong haseyo~”

Minhohanya membalas dengan mengangguk dan Jino pun keluar.

BLAM

Sunyi.

Minho menatap intens kewajah malaikat milik Taemin. Wajah damainya saat tidur sangat manis, seperti bayi. Minho terkekeh geli mengingat kejadian pertama kali mereka bertemu lagi setelah hampir 8 tahun tidak bertemu, dan dia melupakanku?

“Hey jamur, kau tidak mengingatku??”

Tanpa Minho sadar, Taemin mengerutkan dahinya sedikit meringis.

Kelolo~

Kelolo ayo kejar akuuu~

Kelolo nakal!

SNAP!

Taemin membuka matanya lebar. Melihat kesekitar dan meringis memegang kepalanya yang sangat sangat sakit. Sadar ini bukan di kamarnya, dia pun langsung terlonjak bangun, duduk dikasur.

“Kau?”Taemin membelalakkan matanya melihat Minho yang tengah menatapnya.

Minhotersenyum, “Pagi, sleeping beauty.”

HAH!

Please, jangan lagi mengatakan kata-kata beauty di depan wajahku, bodoh!! Aku muak pada orang-orang yang mengatakan aku cantik! Kalau saja ini bukan disekolah, mungkin aku sudah mencincangnya.

Calm down~ tahan dirimu, ‘Falcon’..

“Kau! A-apa yang kau lakukan?!”Taemin langsung menarik selimut sampai ke lehernya untuk menutupi tubuhnya. Dia terkejut karena dia tidak memakai blazer sekolahnya dan kancing kemeja putihnya terbuka 4 buah.

Minho menyeringai ingin menjahilinya sedikit, “Memperkosamu tentu saja.”mantabnya.

WTF!

“VjjblkcnwLkncdlkvnd!!!”Taemin memukul Minho dengan bantal tapi aksinya terhenti karena demi apa bahunya sakit sekali. “Aw! Appoo~”pekiknya meremas bahunya yang ternyata di perban.

 “YA! Gwaencahana?”

“Don’t ever to touch me with your dirty hand!”

MWO?!

“Aku akan melaporkanmu karena telah melakukan tindakan kriminal dan melanggar pasal eummph…”Minhomembungkam mulut Taemin dengan tangannya.

“Berisik sekali! Aku tidak melakukan apa-apa! Aku yang membawamu kesini waktu kau jatuh dari tangga! Huh, mana nabsu aku dengan body krempeng sepertimu.”cibirnya.

PLAK

Taemin menepis tangan Minho kasar, “Siapa yang krempeng, hah?! Dasar kodok!”

Kodok?

Apa kau mengingatku, cantik…

“Hahaha kau memang manis taemin..kau tahu?”kekehnya.

Mata taemin membulat bingung, enak saja bilang aku manis! Kalau saat ini kutodongkan pistolku kemulutmu, apa kau masih bisa bilang aku manis??

“Ck, kalau saja bahuku tidak sakit, kau sudah kulempar keluar jendela!”ancamnya penuh kekesalan.

Minho bertepuk tangan, “Menarik. Kau sungguh lucu~”mencubit hidung taemin gemas.

“YA! Isshh~sesukamulah.”Taemin kembali berbaring dan memunggungi Minho. Untung yang terkilir bahu sebelah kanan, pikirnya.

“Tadi temanmu bilang dia akan menjemputmu disini.”

Taemin diam saja. Masa bodo. Tidak dengar…tidak dengar…

“Ooiii~kau dengar tidak? ck, ternyata efek jatuh dari tangga membuatmu tuli juga, eoh?”

Kesaaalll!!! AARRGGHH!! Kenapa dia menyebalkan sekali, hah! Dia pasti sebenarnya adalah seorang yeoja cerewet dan mungkin Tuhan sedang bersin saat meniupkan roh-nya sehingga salah masuk ketubuh namja kekar pervert sepertinya!

 “Sudah bodoh, ceroboh, tu…”

GREP

CUP

Taemin bangkit dan menarik kerah bajuMinholalu…menciumnya. Membungkamnya dengan bibir plumnya.

Dan memang sukses.

Minhoterdiam sambil membelalakkan matanya terkejut.

.

.

.

Key side..

Lagu ini…

Indah…

Mian..

Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan.

Hey, tampan… senyum itu kenapa menyihirku?

Oh Tuhan apa yang kulakukan seminggu ini, sudah satu minggu! Bahkan aku belum berhasil mencari jejak si brengsek itu! Shit! Ternyata tak semudah yang dibayangkan. Lalu sekarang? Aku masih terpana melihat dia… dia yang begitu mempesona. Memainkan nada – nada indah memanjakan setiap telinga yang mendengarnya, dan hey! Ia begitu tampan, memejamkan matanya ketika memainkan biola itu. Menikmati permainannya sendiri mungkin? Ditambah jas putih nya, jelas sekali ia dokter di sini. Dikelilingi anak – anak yang bersorak ria setelah ia mengayuhkan tangan nya menggesek biola itu perlahan  mengelurkan nada – nada indah. Anak – anak manis itu berhamburan memohon untuk dipeluk olehnya. Sejenak aku berharap aku adalah anak kecil itu, haah~ konyol sekali. Melihatnya mengingatkan ku pada sosok masa laluku..

Senyumnya…

Lembut….

Hangat…

Tampan .. bolehkan aku mengenalmu?

–flashback–

Setelah perjanjian itu key bersumpah ia tidak akan kembali sebelum membalaskan dendam nya. Keesokan paginya ia bergegas menuju seoul. Demi penyamarannya ia terpaksa tidak menggunakan jet pribadinya, well kim kibum anak pemimpim mafia kaya raya naik kereta?! What the hell! Sejujurnya ini sangat menyiksa key, ia biasa dalam kesunyian, ketenangan, lalu sekarang? What the hell this fuck place! Ia harus berdesakan di kereta, haah~ padahal key memesan kereta Vip, namun tetap saja baginya ini ramai! Heloo~~ key tidak suka kebisingan! Ia suka kesunyian lebih tepatnya terbiasa dengan kesunyian! Rasanya ia ingin sekali berteriak sekencang mungkin! Sebenarnya tempat ini menyiksa nya, ia tidak suka ruang sempit dengan banyak orang! Nafas nya menjadi sesak, jantungnya berdetak sangat cepat membuat dada nya sakit akibat dentuman bodoh jantungnya.

Jezzz..jezzz

Kereta berjalan perlahan lalu melaju cepat membawa key ke tempat tujuannya.. SEOUL. Kim  kibum pimpinan mafia Daegu memulai perjalanannya menuju takdirnya.

Codename       : Dragon

Umur              : 19 tahun

Sesampainya di seoul key melangkahkan kaki nya cepat, ia tidak tahan dengan keramaian kota seoul! Kepalanya sedikit berputar! Oh GOD! Sangat tidak lucu kan kalau mafia pingsan karena hal sekonyol ini? Ia menahan dirinya, mencoba bertahan sampai ia mendapatkan apartemen yang pas untuk tempatnya tinggal sementara. Namanya juga KEY, ia tidak bisa dengan apartemen kotor dan murahan! Ia sibuk minta dicarikan apartemen yang paling mahal, baginya uang tidak pernah berbohong. Ckckck

Key sebenarnya memiliki sebuah penyakit, penyakit yang tidak diketahui siapapun, tidak bahkan umma appa nya. Ia menderita Agoraphobia dan sedikit Claustrophobia, ya perpaduan dua phobia aneh ini merasuki hidupnya. Ia akan merasa pusing jika berada di ruangan sempit ditambah banyak orang.

Jika orang yang ada di sekitarnya semakin lama semakin bertambah, maka ia akan berusaha kabur dan menghindar. Untuk itulah mereka yang menderita agoraphobia lebih suka menyendiri. Lalu Claustrophobia sendiri cenderung akan mulai gugup, berkeringat, kehabisan nafas saat berada di ruang yang sempit. Ketakutan yang dialami biasanya cukup parah dan membutuhkan perhatian yang khusus. Mereka tak bisa berada di ruang sempit seperti lift, toilet di pesawat atau kereta api, dan tempat sempit lain. Namun karena tuntutan sekarang memaksanya menahan phobia nya ini, perlahan phobia nya berkurang. Ya, ia harus menahannya, ia juga sudah mencoba konsultasi ke dokter. Sepertinya itu cukup membantu, walau kadang key masih suka histeris jika berada di ruangan sempit yang ramai.

 

Jezzz..Jezz.. Jezz..Jezzz.                                                                                                                     

Kereta berlari semakin cepat. Key mulai keringat dingin, napasnya memburu, ia melihat sekeliling berputar – putar. Ia merogoh tas hitamnya dan mencari – cari sesuatu.

Ah ! shit! Kemana pil ku! Aarrrrrrrrrrrghhhhh… tanpa sadar aku berteriak, membuat sekelilingku melihat kearah ku dengan tatapan aneh. Hey! Kalian pikir aku gila? Berhentilah memandangku seperti itu! Rasanya aku ingin menembaki mereka satu – satu! Tak lama datang seorang wanita mendekatiku dan menanyakan keadaanku, wanita itu memakai seragam warna biru muda dengan pita melilit di leher jenjangnya dan memakai rok mini, entahlah! Sepertinya dia pelayan kereta sempit ini. I don’t care apalah sebutannya! Aku hanya menatap nya tajam – don’t ever try disturb me even touch me- look. Sepertinya death glare ku sukses besar, ia pergi dengan dahi berkerut. Oh come on kemana obat penenangku! Aku bisa saja menembakan handgun ku pada orang – orang sialan yang menatapku seperti itu! Keringatku tak hentinya mengalir, jantungku berdesir hebat. Aku benar – benar membenci ini. GOOD! Akhirnya aku menemukan pil ku tanpa berpikir lagi aku menenggak nya dengan air putih yang telah tersedia. Tak lama kemudian aku merasakan kantuk hingga akhirnya aku terlelap.

Sesampainya di stasiun seoul, key bergegas dan menelpon anak buahnya menanyakan dimana apartemen yang ia pesan. Ia tidak memesan sendiri, untuk apa jadi boss kalau tidak untuk menyuruh bawahan kan? Setelah ia mendapatkan info, ia bergegas ke apartemennya. Betapa shock nya ia ketika ia tau ia mendapatkan kamar di lantai 4?! Kau tau artinya??artinya ia harus menaiki lift? For god sake key tidak bisa naik lift, dengan berat hati ia menaiki tangga sambil menggerutu akan kebodohan anak buahnya. “Sial! Akan kucincang dia! Sudah kubilang aku minta kamar lantai satu!” Sepertinya rentetan kesialan tidak berhenti menyapa key hari itu.

Akhirnya key berhasil merebahkan dirinya di kasur empuk apartemennya, ia beranjak membuka gorden dan memandang pemandangan kota seoul, yah well ini dari lantai empat kan? Tidak terlihat apa – apa. Ia mendengus kesal dan menjatuhkan bokong nya ke sofa empuk berwarna gading. Ia melihat sekeliling ruangan, kasur ukuran big size, tivi LCD ukuran big, ruangan begitu luas. Yah not bad pikirnya, setidaknya ini lebih baik dari kereta sialan itu.

Key merasa lapar, lalu ia memutuskan keluar mengambil sweaternya. Ini adalah musim semi, musim yang indah bukan? Key sebenarnya memiliki jiwa yang rapuh dan lembut, jauh dalam hati kecilnya ia tidak tahan, ia menderita menjalani ini semua. Tapi mau bagaimana lagi? Life is just about choice right? Inilah pilihannya, ia tanggung resikonya.

Key keluar mencari makan, ini sudah cukup sore, perutnya sudah berontak meminta diisi, cacing nya sudah demo besar – besaran tampaknya. Sebenarnya bisa saja key memesan makan di apartemen nya ini, di lobby ada restaurant tapi ia juga ingin berjalan – jalan menikmati musim semi di seoul. Tidak lupa ia membawa eagle gun di balik bajunya dan sebilah pisau untuk cadangan dibalik celana hitamnya yang disisipkan di sepatu bootnya. Sebenarnya ia tidak ingin, lagipula kan ia jago beladiri, yah tapi demi keamanan dirinya tidak ada salahnya ia bawa.

Drap..

Draaap..

1 langkah

2 langkah

Key menoleh kebelakang, tidak ada siapapun.

Drap..

Sekali lagi ia mendengar suara langkah yang mengikutinya, lalu ia mempercepat langkah kakinya untuk bersembunyi dan menangkap preman tengik yang beraninya membuntutinya.

GREP

“mau apa kau mengikutiku brengsek?”key menarik orang tadi memojokkanya di tembok gang sempit dan mencekiknya tanpa ampun dengan mata yang ..err.. menakutkan.

“aku.. aku.. ohok..”namja berpenampilan berantakan ini tersedak karena tangan key masih mencekiknya kuat.

“aku tanya mau apa kau hah??!!”key menaikkan nada nya, napasnya memburu menahan phobia nya pada ruang sempit, well gang ini sempit kan? Dengan cara ini ia bisa membunuh musuhnya, menutupi ketakutannya ia bisa membunuh siapa saja. Aneh bukan? Ini seperti kutukan gila yang diberikan Tuhan padanya.

“aku tau! Kau adalah dragon kan?! Ya kau dragon! Mafia Daegu itu!! Kau akan mati! Ditangan bos kami!” namja itu mengoceh tidak karuan.

“ohya? Kau yakin bisa memberitahu bos sialanmu itu hah? Sepertinya kau harus menyampaikannya dalam wujud hantu!” key menahan napasnya, nafasnya memburu bahkan detak jantungnya tidak kalah cepat dari namja yang ia cekik ini.

JLEB

Key menusukkan pisau tajamnya tepat di jantung namja tadi. Ia terpaksa, jika tidak ia bisa mati. Bagaimana bisa penyamarannya ketauan hah?

“mian~” key berkata lirih sesaat sebelum pisau itu menghujam jantung namja tadi.

Sekejap namja itu kehilangan nyawanya.

“pergilah kau dengan tenang~” key lagi – lagi berkata lirih lalu menutup mata namja yang sudah ia bunuh ini.Dadanya semakin sesak, ia menatap tangannya yang penuh darah. Ia sungguh tidak ingin, tapi ini harus dilakukannya. Jika sampai mafia seoul tau keberadaannya sama saja ia mengantarkan nyawa ke kandang macan!

Dengan langkah gontai ia berjalan, ia melepas sweater nya yang dipenuhi darah, membuangnya ke tong sampah asal. Lalu ia berlari kencang, menahan air matanya. Ia mencari dan mencari. Akhirnya ia menemukan gedung tinggi! Ia mencari – cari tangga dan menaikinya, ia mencari tempat persembunyiannya. Rooftop! Yah ini adalah tempat terbaiknya setelah ia melenyapkan nyawa manusia!

“AAAAAAAARRGGGGHHHHH!!!” key berteriak melepaskan emosi nya, jiwa nya seperti tertarik keluar, sakit di dadanya, seperti ada yang meremas kuat jantungnya.

“ah,, appo~ appo~ hyung.. umma.. appa.. mianhae~ aku cengeng sekali, aku sungguh berusaha sekuat tenaga, aku berhasilkah? Aku membunuh manusia. Manusia! Ah~ benarkah aku ini rapuh seperti kata appa? Huaaaaaa~~~~~~~” key menangis sekuat tenaga mengeluarkan segalanya.

 Sejujurnya ini pertama kalinya ia membunuh lawannya dengan jarak sedekat tadi. Didepan matanya, dengan tangan putihnya ia membunuh, menusuk pisau tadi dengan tangannya sendiri. Darah segar itu masih jelas di ingatan key. Sebelumnya ia biasa membunuh dengan bowgun atau snipper. Tapi kali ini? Jarak yang sangat dekat, entahlah ia mendapat keberanian dari mana tadi.

Key terus menangis malam itu, sepertinya ini sudah menjadi kebiasaannya. Setiap ia membunuh satu nyawa, ia akan terus menangis. Tentu saja tidak ada yang tau perilaku aneh mafia Daegu ini. Ia sukses besar menyembunyikan dirinya yang lain. Dirinya yang sebenarnya.

—end flashback—      

Key terus memandang namja tampan itu memainkan biolanya. Pertama kalinya ia jatuh cinta. Mungkin love at first sight? Atau jatuh cinta dengan music indahnya? Entahlah.

Key sebenarnya ke rumah sakit ini untuk melihat keadaan hyungnya, Kim Jonghyun yang ternyata sedang menjadi co ass di rumah sakit ini. Entahlah seperti nya ia sempat melupakan tujuan awalnya. Ia terlanjur terpana dengan sosok itu. Tanpa sadar sudah seminggu ini ia berada di seoul. Sesekali ia menelpon tangan kanannya menanyakan perkembangan usaha mereka, well mafia Daegu terkenal dengan penyelundupan senjata, bahkan ke seluruh dunia. Key harus mengecek bagaimana perkembangan bisnis mereka. Key tidak boleh ketinggalan satupun informasi terbaru di dunia persenjataan. Ia juga harus memiliki seluruh jenis senjata. Walaupun jujur saja snipper masih jadi favoritnya.

Tak lama kemudian ia melihat sosok itu, sosok yang ia rindukan, punggung hangat itu.

Ya.. itu adalah hyungnya, tampak jonghyun sedang menghampiri namja tampan yang memainkan biola tadi. Ia mengerutkan alis, apakah hyungnya ini kenal dengan namja itu? Haruskah ia menghampiri hyungnya sekarang juga? Tapi.. ada dia? Key berpikir terlalu lama, hingga ia lihat dua namja tadi akhirnya masuk ke rumah sakit.

“huuuf~~ aku terlambat~ yasudahlah, aku akan mencari waktu yang tepat hyung~ jeongmal bogoshippo~ tidak kah kau merindukanku sedikit saja hyung? Kenapa kau tidak pernah sekalipun mencariku eoh? Tahukah kau betapa menderitanya aku menahan ini semua sendiri?”key meremas dadanya kuat, matanya buram karena air mata yang sudah ingin tumpah. Lalu ia cepat – cepat mengusap air matanya dengan kasar. Tak lama kemudian..

Sreet…

Anak kecil menggunakan piyama rumah sakit yang kepalanya diperban menarik baju key.

“eh?”key kaget melihat anak ini. Bukankah anak ini yang tadi memeluk namja tampan tadi?

“oppa~~ gwenchana? Kenapa menangis? Uljima~ apa oppa cedang cakit?” anak kecil itu bicara dengan nada yang sangat imut dan tentu saja ia tidak bisa mengucapkan huruf ‘s’ dengan benar. Ohya perlu ditekankan, key sangat menyukai anak kecil, hanya dihadapan anak kecil lah dia mengeluarkan sebagian dirinya yang sebenarnya. Perlahan ia berjongkok menatap anak kecil tadi lekat dan lembut.

“ne~~ oppa tidak sakit kok, ini bukan air mata karena menangis sayang, tadi sepertinya oppa kelilipan. Hehe” key terkekeh dan mengusap lembut rambut anak kecil tadi.

“oh.. jinjja? Makanya oppa pakai kacamata cupaya tidak kelilipan lagi, kata onew oppa kita harus menjaga kecehatan kita dengan baik, apalagi cekalang banyak angin, angin caja bisa membuatmu cakit”anak itu susah payah menjelaskan masih menatap key dengan mata bulatnya.

“onew oppa?”key mengerutkan alisnya bingung. Well siapa itu onew-oppa huh?

“iyaa~ onew oppa. Dokter tampan ku yang cangat baiik, tadi dia memainkan lagu indah dengan biolanya. Apa oppa tidak tau eoh?” lagi anak kecil itu membulatkan matanya imut.

“oh..” key hanya membulatkan mulutnya.

“sulli~~ ayo masuk! Sedang apa kau disana?”terdengar suara wanita peruh baya yang sepertinya ibu dari anak kecil ini.

“ne~~ umma aku akan cegela kecana, oppa jangan menangis lagi ya, kata onew oppa menangis itu tidak baik untuk kecehatan. Arracceo? Aku macuk dulu ya.. anyyeong oppa~~” anak kecil yang bernama sulli itu pergi dan melambaikan tangannya.

Onew ..?

oh jadi nama mu onew kah?

Bahkan anak kecil saja sangat mencintaimu.

Seperti apa kau ini onew ?

………….

Jonghyun side     

Jonghyun termenung di ruangannya. Ia kembali mengingat adik kecilnya. Yah, mood nya jadi menurun gara – gara si jinki sialan yang membuatnya teringat dengan adiknya lagi?! Jelas saja ia merindukan adiknya ini. Jika sedang seperti ini ia akan pergi ke pantai untuk menenangkan pikirannya. Ia pun melepas jas dokternya, tanpa peduli waktu nya untuk berjaga di UGD, ia pergi. Ia tidak tahan lagi, ia harus meluapkan perasaan nya di sana, di pantai.

Tampak seorang namja tampan dan bertubuh yang lumayan kekar memakai kemeja hitam dengan celana bahan hitam memakai kacamata hitam *ngelayat jong?/plak. Perlahan ia membuka kacamata hitamnya menyelipkannya di antara kemeja hitamnya. Ia menatap deburan ombak di depannya, bukan tatapan kagum keindahan laut di depannya, tapi lebih kepada tatapan kecewa?kesepian? entahlah. Yang jelas itu bukanlah ekspresi yang mencerminkan kebahagian.

“key, kenapa?kenapa kau tidak mau ikut denganku? Bukankah kita selalu berjanji untuk bersama, eoh?

Tapi sekarang apa? Aku di sini sendirian. Ck~ aku rasa aku mulai merindukan keberisikan mu key~ aku harap kau baik – baik saja. Jaga dirimu dan aku yakin kita pasti bertemu lagi suatu saat.”

Sosok tampan ini bicara, lebih tepatnya bicara dengan dirinya sendiri dan tentu saja tidak ada yang bisa mendengar jeritan hatinya ini. Cukup lama ia berdiri di tepi pantai ini, ia merasa setiap deburan ombak yang menepis pasir membuat perasaannya sedikit lebih tenang. Sungguh entah kenapa ia merasa sangat merindukan key. Mungkinkah ia merasa kontak batin? Ia tidak pernah merasa serindu ini sebelumnya, ia merasa key berada di dekatnya.

Setelah ia melepaskan perasaannya yang sedang kacau, ia kembali ke rumah sakit.

”jjong..? dari mana saja kau huh?”namja berpipi chuby menegor jjong saat memasuki ruangan UGD.

”eh? Mian, tadi aku ada perlu sebentar”

”hah? Sebentar? 2jam22menit apakah itu sebentar? Kau tau kau bisa membunuh nyawa orang yang membutuhkan bantuanmu jjong!”onew agak gerah dengan kebiasaan jelek temannya ini.

”mian~ aku hanya sedang merindukan adikku saja” jawab jjong singkat tanpa sedikitpun menatap onew.

”hhh~ mianhe~ sepertinya aku benar – benar merusak mood mu! Baiklah, kali ini kau kulepaskan, untung saja pasien tidak terlalu banyak saat kau pergi, jadi aku bisa menghandle nya tadi, tapi tolong lain kali jangan pergi begitu saja, bagaimana jika aku juga sedang tidak ada tadi huh?”onew menepuk bahu jjong.

”ne~ mianhae~ aku janji tidak melakukannya lagi”jjong menatap onew tegas. Sepertinya moodnya sudah membaik.

………………..

Hari ini key memulai lagi penyelidikannya mencari falcon. Ya itulah codename nya, mafiaseoulyang melegenda katanya?

”Cih~ pengecut, bahkan aku harus susah payah mencarinya” gerutu key.

Key mulai dengan mencari informasi dengan menelpon kenalannya sesama mafia di sini, well tentu saja key harus membayar mereka untuk menutup mulut busuk mereka. Money always working right?

Ia hanya tau codename nya adalah falcon? Burung ?konyol sekali,pikirnya.

Sialnya ia hanya mendapatkan codename nya saja, tanpa ciri – ciri fisiknya. Mereka belum berani mengungkapkan sosok yang sepertinya ditakuti itu.

Haaah~ key merasa lelah sekali, seharian ia berjalan, well tidak dalam arti berjalan sebenarnya, tentu saja ia berpergian dengan mobil sport merah metaliknya, ferrari merah keluaran terbaru. Wow! Demi Tuhan yeoja mana yang mampu berkedip melihatnya hah? Dengan rambut yang sekarang sudah ia blonde kan, berjaga menutupi identitas nya.

Namun key merasa bosan dan lapar. Ia berjalan meninggalkan mobilnya di pinggir jalan dan berjalan gontai. Lalu ..

Pluup..

”OMG! What was that?! ”Key berteriak tidak karuan dengan bahasa inggris nya yang lumayan fasih.

SHIT!!

Key kembali menemukan kesialannya, ia menginjal kotoran binatang. What?!! Key seorang pencinta kebersihan menginjak poop anjing?

”huwaaaa..!! apa ini??! Anjing sialan! Buang air kok sembarangan!”

Semua orang menatapnya heran dan terkekeh begitu tersadar key ternyata menginjak kotoran anjing.

OKE! Cukup sudah kesialan ini! Jelas Daegu jauh lebih baik! Setidaknya disana anjing pun buang air di toilet?! *==a

SHIT! SEPATU MAHAL KU!!! HUAAAA!!!

Key murka. Why? Tentu saja karena sepatu mahal luar biasa nan gorgeus ini harus menginjak.. kotoran? Haaah~~ bunuh dia kalau dia mau menggunakan nya. Akhirnya key membuang sebelah sepatunya ke tong sampah. Demi apa pun ia kesal sekali!

”aish~~ jinjja! Poop sialan, anjing  sialan, seoul sialaaaaaan!!!aaaaaaaaaa~~~~” key teriak – teriak layak anak kecil ngambek, hey sepertinya key yang asli keluar looh? Ckckck. Ia berjalan lagi memutuskan kembali ke kuda merahnya *ferrari cuuy ==a* masih menggerutu disertai kekehan orang sekitar melihat tingkahnya. Tidak cocok sekali dengan fisikmu yang tampan eh cantik key!*ah gw juga bingung ==”

Key terus berteriak seperti orang kesetanan, ia tidak sadar kepribadian asli nya mulai keluar hanya gara – gara poop anjing tadi. Bibirnya sudah maju beberapa centi sepertinya =3=

Namun ia tidak sadar ada seseorang disanayang diam – diam memperhatikan tingkah anehnya, berteriak – teriak aneh ditengah keramaian orang??ckckck..

Key hilang nafsu makan, padahal perutnya sungguh minta diisi. Haaah~ entahlah mood nya yang hancur berantakan mengalahkan teriakan cacing – cacing diperutnya.

Sebenarnya ia menderita magh akut, ia tidak bisa makan terlambat. Ia merasa kepalanya berputar, ia melihat sekeliling orang – orang sepertinya mendekat dan melihatnya dengan tatapan aneh. Lalu..

BUGH..

Key tidak sadarkan diri.

Drap..drap..

Terdengar langkah kaki mendekat, key masih mendengar suara, berisik sekali. Sampai ia merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Hangat…lalu key benar – benar tidak mendengar apa pun lagi.

………………..

Onew side      

Onew menatap sosok cantik ini tertidur di kasurnya. Neomu yeppo~

”Dia benar – benar cantik dan lucu.. ckck.. ” onew menatap lekat wajah cantik ini, seolah ia pernah melihat sosok ini sebelumnya, tapi dimana? Ia berusaha keras mengingatnya.

Eeuunngh~~ namja cantik ini mengeluarkan suaranya dan perlahan membuka matanya.

”kau sudah baikan eumh?” onew mendekat dan memeriksa keadaan key.

”eh?aku dimana?” key mengerjapkan matanya, bertanya bingung tapi ia belum menatap namja yang menyelamatkan nya ini.

”kau.. di rumahku…..” jawab onew pelan sambil melepaskan kacamata putihnya yang bertengger di hidung bangirnya. Ia baru saja membaca buku biografi sambil menunggu namja cantik -yang entah kenapa ia bawa kerumahnya ini- sadarkan diri dari pingsannya.

Tampan!

Key yang baru sadarkan diri melihat tangan kanannya sudah ada infus yang dengan indahnya menusuk tangan putihnya! Demi apapun key takut jarum yang menusuk nya. Arrrghhh  >__<

Lalu key tersadar dan melihat sosok yang menolongnya tadi dan….

BINGGO!

Mata kucing key seperti terkunci, lidahnya kelu, ia tak mampu bicara even one word!

Dalam hati key histeris ”wh-what?di-dia?bagaimana bisa? Oh My God sedekat ini ternyata jauh lebih tampan, pipi chubby putihnya, hidung bangir nya, bibirnya yang sexy. Omo! What i think?! Aku pasti sudah gila. Oh please jangan tatap aku seperti itu~ ini membuatku sulit bernafas. Dan oh shit! Kenapa mulutku tidak mau mengeluarkan suara? ”

Dalam hati onew ”oh ternyata dia, yang selalu melihatku diam – diam, sekarang aku ingat! Cantik sekali dia, dia kan namja tapi kenapa secantik ini?mata kucing itu, bibir tipis merona, pipi dengan garis tulang yang perfect! Ckck..aku rasa Tuhan salah meletakan arwah di tubuhnya ini, dia terlalu cantik jika disebut namja. Eh? What i think? Kepalaku sepertinya habis terbentur hebat”

Hening……….

Belum ada yang memecah keheningan, mereka sibuk dengan pikiran masing – masing, saling mengagumi diam – diam. Lalu ..

BRAK

SSAAKIIIIT~~ hyuuuuuuuuung!!

SNAP!

Onew mulai tersadar saat mendengar teriakan ’rutin’ adiknya itu.

Key masih tidak mengeluarkan sepatah katapun.

CKLEK

”Hyuuung!! Sedang apa sih? Kenapa tidak membantuku hah?!” taemin memasuki kamar hyungnya sambil mengelus bokong sexy (?) yang entah berapa juta kali harus merasakan kecupan mesra tangga rumah mereka.

Taemin belum tersadar ada orang lain di kasur hyungnya.

Hyuu~ OMO!! 0____o

Pertemuan pertama Falcon dengan Dragon??????

LALU

.

.

.

.

.

.

DOOOOOOOR~~!!!

TUBERCULOSSIS AGAIN! HAHAHAHA

EAAAAA..EAAAAA~~

OKEH! KOMEN NYA AYO MBA BU DEK NEK KOMEENT NYA YAA..

YANG PANJANG WOIII!! * nodong golok*

hehehe….

yang komen & yang nungguin ff duet kita ILYSM !!

134 thoughts on “WHITE LIES / 2MIN – ONKEY / 2 0F?

  1. Para uke jadi mafia.

    Cuma minho disini yang karakternya masih misterius.

    Kepribadian key-tae berbanding terbalik, key yg berusaha menjadi sosok kejam padahal aslinya rapuh, tae yng berlaku rapuh padahal aslinya sadis bahkan lebih berpotensi menjadi mafia.

    Tae dr usia 12 tahun sdh jadi mafia.
    Sedang key diusianya yg ke-19, Masih baru.

    Kira-kira siapa yang lebih unggul. Logikanya sie tae, tapi key sang almighty juga tak boleh diremehkan.

  2. Kerennnnnn,,,,haishhhhh taemin ngerusak moment onkey*tonjok taemin*
    omo……dragon ketemu falcon,,,,,,PERANG yeeeee*ditonjok taemin*penasarannnnnn

  3. Gyaaaa seru bangettttt
    Key sama tae sama sama punya kepribadian ganda ya==a
    Cuma bedanya key diluar galak aslinya manja tae malah kebalikan nya
    Jamur? Jadi minho itu siapaaa?

    Key ada dirumah onew?
    Pertemuan dragon&falcon!!!! Pasti sama sama nggatau deh-u-a

  4. akhirny bertemu,,dag dig dug gimna reaksikeduany
    apa tetem ma key saling tau identitas lawan ne…lanjuttttt

  5. Omo??!!
    Taemin jd “lucifer”, wajah manis tp berdarah dingin
    Haruskah keytae saling bunuh disini??
    #loncat chapt 3#

  6. Ya ampun beneran ga percaya keytae ketua mafia..
    kelakuan mereka ituloh.. bikin gemessssssss
    nah loh mereka ketemu…

  7. thor, epepnya kga gaje kok– keren sumveh~ owe penasaran weh’
    oiya thor, blh minta pw buat yang part 6 gak? blh ya? gua udah kebelet ni >.<

  8. Astaga si taemin.’Maen tembak-tembak aja seenak jidatnya._. dikira nyawa orang apaan kali ya. Haha.
    KeyTae pada punya kepribadian ganda. Depan hyungya berlaga imut, tapi dibelakang hyungnya.. Behhh…o_O
    omg gak nyangka ternyata Dragon-Falcon saling cari satu sama laen. Gimana jadinya kalo taemin tau dragon si key dan begitu sebaliknya. Mana mereka ada di satu rumah gitu lagi. Takdir bisa pas gitu xD
    next part 3~~

  9. ternyata sifat taemin yang polos hanya kedok taemin didepan hyungnya. dan dia juga sudah memimpin mafia bahkan menembak orang sejak umur belum genap 12 tahun.
    dan kenapa key mencari falcon apa dia musuhan.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s