[2min] My First Love Story Part 1


Annyeong, aku bawain ff kolaborasi antara aku dan author ‘my lovely ghost’ masih ingat?

ituloh yang Taemin jatuh cinta sama hantu. inget nggak? kalau nggak ya dah. part 1 aku yang buat,

tapi part 2 biar temenku itu aja yang buat. ya dah baca aja. trus coment ya?

NO BASHING, AND NO SILENT READER

title      : My First Love Story

Author : Ria and Chaeyoung

Pairing  : 2MinJoon

Cast     : Taemin as yeoja

              Minho as namja

             Joon MBLAQ as namja

             and other cast.

genre   : Romance, and Angst? jangan peduliin yang Angst

Di tempat yang bisa dibilang mengerikan oleh orang-orang sedang berdiri seorang yeoja cantik di depan sebuah gundukan tanah yang ada di tempat tersebut. Yah, gadis itu sedang berdiri di depan sebuah makam. Di depan gundukan tamah tersebut terdapat sebuah nisan yang bertulisakan RIP LEE JOON. Yeoja itu memandang makam tersebut dengan mata yang berkaca-kaca. seikat bunga Lili putih ada di genggamannya. Yeoja berambut pirang itu berjongkok di sebelah timur makam dan meletakkan bunga yang dibawa olehnya di depan makam tersebut. Menutup mata sambil menyatukan tangannya untuk mendoakan orang yang terbaring di dalam gundukan tanah tersebut,

 

“Annyeong oppa, lama ya? Aku tak mengunjungimu? Bagaimana kabarmu disana? Aku harap kau baik-baik saja,” kata yeoja tersebut pada segunduk tanah yang ada disana. Tanpa ia sadari dari kejauhan sedang berdiri seorang namja berkacamata, berambut panjang. Terlihat cupu memang, tapi coba saja kau lepas kacamata tersebut maka kau akan mengagumi atau bahkan tergila-gila olehnya.

 

“Taemin” gumam namja tampan itu menatap nanar pada yeoja itu. Nama yeoja yang sedang berbicara dengan gundukan tanah itu bernama Lee Taemin.

 

“Oppa, aku tidak tahu apa salahku, tapi teman-temanku masih saja membullyku. Kadang aku berpikir oppa ada di sampingku dan masih melindungiku. Kau tahu? Aku sangat merindukanmu, apa kau ingat ini?” Taemin mengeluarkan seekor kucing kampung, tapi memiliki bulu putih bersih dan mata berwarna hijau dari kotak khusus kucing yang dibawanya tadi.

 

“Oppa ingat? Ini Bunny, kucing yang kita temukan saat pulang sekolah,” ujarnya sambil mengenang masa-masa itu.

 

 

Flashback

Di tepian sungai Han. Ada sejoli yang sedang mengendarai sepeda. Si namja di depan sedang menyetir, sedangkan di belakangnya seorang yeoja cantik memeluk pinggangnya. Dari raut wajah si yeoja tersebut, sepertinya dia habis menangis. Tak lama kemudian mereka berhenti di tepian sungai Han. Namja tampan itu berdiri dan duduk di hadapan si cantik. Menghapus sisa airmata yeoja tersebut dengan ibu jarinya.

 

“Hey, sudahlah jangan menangis lagi. Mereka akan menerima balasan yang setimpal, otte?” kata namja tampan itu. Sang yeoja hanya menatapnya lalu dia tersenyum.

 

“Nah, begitu baru Lee Taemin yang selalu memukulku ketika aku mengambil telur dadar yang ada di bekalnya,” goda namja tamapan itu pada yeoja yang ternyata bernama Lee Taemin.

 

“Joon oppa bisa saja, siapa suruh mengambil telur dadarku itu? Kau kan sudah punya bekal sendiri?” kata Taemin sambil memukul namja tadi yang ternyata bernama Joon atau lengkapnya adalah Lee Joon.

 

Mereka bukan saudara, hanya marga mereka yang hampir sama. Mereka berdua masih kelas 1 SMP. Taemin selalu dibully oleh teman-teman, kakak kelas, bahkan adik kelasnya. Entah karena apa mereka selalu membullynya. Seperti yang baru saja terjadi tadi. Dia dikurung di tempat penyimpanan alat-alat olahraga dan di depan pintu ditutup dengan keranjang yang isinya adalah bola basket.

 

Sebelum pulang, seperti biasa Joon selalu mencari Taemin di kelasnya, tapi ia tidak menemukannya. Dia tidak akan pulang sebelum menemukannya. Semua tempat ia jelajahi, dan hasilnya nihil. Entah kenapa Joon memiliki firasat untuk mendatangi gedung olahraga dan menghampiri tempat penyimpanan alat olahraga yang di depannya terdapat sekeranjang bola basket. Awalnya ia berniat untuk bermain basket, tapi niatan itu berubah ketika ia mendengar suara berisik di dalam tempat penyimpanan itu. Dengan sigap ia mulai mencari kunci yang biasa di letakkan para guru di dekat pintu masuk. Kemudia ia membukanya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok yang dicarinya itu di dalam sana dalam keadaan terikat dan mulut yang di tersumpal kain.

 

“Taemin, gwenchana? Siapa yang melakukan ini padamu? Ayo beritahu oppa,” tanyanya bertubi-tubi. Sedangkan yang ditanyainya itu hanya menangis dalam diam. Mungkin ia ketakutan.

 

“Arraseo, jika kau tidak ingin mengatakannya,” kata Joon sambil menggendong Taemin ala bridal style berjalan di parkiran sepeda. Lalu meletakkan Taemin di boncengannya.

 

***

 

Meong meong meong

 

Tiba-tiba suara kucing mengagetkan Taemin dan Joon yang sedang larut dalam pikiran masing-masing. Mereka berdua mencari suara kucing tersebut.

 

“Oppaaa, ada kucing yang tenggelam di dalam sungai” teriak Taemin ketika ia menemukan sosok kucing kecil yang sedang susah payah untuk berenang ke permukaan.

 

Dengan sigap, Joon melepas sepatu dan blazernya. Lalu segera berenang menuju kucing tersebut.

 

Taemin memandang khawatir ke arah Joon. Tak henti-hentinya ia berdoa untuk keselamatan Joon dan kucing itu. Tak lama kemudian Joon berhasil membawa kucing itu ke tepian sungai.

 

“Syukurlah, ia masih hidup,” lega Taemin.

 

“Aku membawa dua handuk dalam tas, tolong ambilkan untukku dan untuk kucing itu!” suruh Joon dan dituruti oleh Taemin.

 

Taemin memberikan satu handuk dan jaket kepada Joon. Dan handuk yang satunya ia letakkan di pahanya. Kemudian ia mengeringkan kucing itu.

 

“Yeppoh,” puji Joon tanpa sadar. Taemin menoleh.

 

“Apa maksudmu, Oppa?” tanya Taemin bingung. Joon salah tingkah.

 

“Eh, maksudku kucingnya yang cantik. Walau hanya kucing kampong, tapi ia memiliki bulu yang putih bersih, mata hijau yang indah. Yeppoh, neomu yeppooh. Kira-kira kita beri nama siapa ya?” cerocos Joon lalu memandang Taemin yang masih sibuk mengeringkan kucing itu.

 

“Terserah oppa saja, aku hanya ingin membawanya pulang dan aku rawat di rumah,” kata Taemin tanpa mengalihkan pandangannya.

 

“Kau ini, masa hanya memanggil kucing ini ‘pus meong’, setidaknya beri ia nama supaya kau lebih mudah memanggilnya,” kata Joon kesal. Taemin menghentikan kegiatannya lalu berpikir.

 

“Hmmm, bagaimana kalau Bunny? Lucukan?” tanya Taemin minta pendapat Joon.

 

“Lucu juga,” sahutnya. Taemin tersenyum senang mendengar pendapat Joon.

 

“Nah, kucing kecil, sekarang namamu adalah Bunny. Kau suka?” tanya Taemin sambil mengangkat kucing tersebut.

 

“Meong,” ngeong si kucing tanda setuju dengan nama yang diberikan oleh Taemin. Sedangkan Joon dan Taemin hanya tersenyum senang.

 

Mereka pulang membawa Bunny ke rumah Taemin. Awalnya orangtua Taemin tidak setuju kalau ia memelihara kucing, tapi Onew kakak Taemin membelanya. Akhirnya mereaka mengizinkan Taemin memelihara Bunny.

 

 

 

 

END

 

 

 

 

*bukan ff-nya, tapi flashbacknya*

 

“Oppa, sekarang Bunny sudah besar dan ia sudah lebih cantik dari saat kita pertama kali bertemu waktu itu,” kata Taemin sambil mengelus bunny

 

“Meong” respon Bunny ketika ia merasakan air mata Taemin yang mulai menetes di atas bulu halusnya itu.

 

“Oppa, saranghae. Dan Mianhaeyo, karena aku, kau jadi pergi meninggalkan kami semua. Jeongmal mianhae oppa. Aku janji akan merawat Bunny dan berusaha untuk kuat. Oppa tahu? Mulai aku masuk SMA, aku belajar bela diri, tapi aku janji pada diriku sendiri untuk tidak menggunakannya pada teman-temanku, Oppa. Jangan marah ya? Aku tidak ingin membalas mereka yang telah menyakitiku. Biar nanti mereka mendapat balasan dari Tuhan atas perbuatan mereka,”

 

Taemin mulai berdiri dan berdoa lagi.

 

“Oppa, aku pergi dulu ne? lain kali aku akan datang lagi kesini, Annyeong” pamit Taemin lalu melangkah pergi meninggalkan area pemakaman sambil membawa Bunny yang telah ia masukkan lagi ke kandangnya.

Setelah Taemin pergi, namja yang sejak tadi memerhatikan Taemin mulai keluar dari tempat persembunyian. Ia meletakkan bunga yang ia bawa di sebelah bunga Taemin tadi lalu berdoa.

 

“Annyeong, Joon. Kenalkan, namaku Choi Minho, namja yang diam-diam menyukai Taeminmu, apa kau marah kalau aku mencintai Taemin?” tanya namja berkacamata yang ternyata bernama Minho pada gundukan tanah tersebut.

 

“Aku tidak ingin merebut Taemin darimu, tapi tolong izinkan aku mengisi kekosongan hati Taemin setelah kepergianmu dan tolong bantu aku untuk melindunginnya dari siswa-siswa yang ada di sekolahnya,” lanjut Minho.

 

Tiba-tiba angin berhembus ke arahnya dan membuat rambut panjangnya itu di terpa angin.

 

“Apa kau mengizinkanku dan mau menolongku?” tanya Minho lagi.

 

Lalu ia melihat bunga yang ia bawa tadi telah berhambur memenuhi gundukan tanah tersebut. Begitu juga dengan bunga lili yang dibawa Taemin tadi. Jadi bunga Minho dan Taemin telah menyatu.

 

“Apa ini tandanya kau memenuhi permintaanku? Kalau iya,aku tidak akan mengecewakanmu dan Gomawo,” kata Minho senang. Lalu ia membungkuk 90 derajat.

 

Sebelum pergi, ia berdoa lagi.

 

“Semoga kau tenang disana, dan gomawo, aku akan kembali lagi lain waktu, Joon, Annyeong” pamitnya. Lalu ia melangkah pergi meninggalkan area pemakaman itu.

 

Tanpa ia sadari sesosok namja tampan berpakaian serba putih telah memerhatikannya.

 

“Tolong, jaga Taeminku,” katanya lalu menghilang bersama hembusan angin.

 

***

Seperti biasanya, Taemin berangkat pagi-pagi sekali agar ia selamat dari serangan yang diberikan oleh teman-temannya. Setelah meletekkan barang-barangnya di loker. Ia melangkah ke taman belakang di sekolah. Itu adalah tempat favoritnya. Ia mengambil i-pod berwarna baby blue dari kantongnya. Tak lama kemudian ia menari mengikuti irama yang dikeluarkan oleh i-pod melalui airphone yang ia kenakan.

 

Minho yang datang sebelum Taemin juga berada di taman itu, tapi ia memilih untuk tidur dari pada duduk menunggu bel. Minho dan Taemin anak yang terkenal dengan kecupuannya. Selain cupu mereka juga kutu buku, lebih tepatnya hanya Taemin saja yang menjadi kutu buku. Minho? Dia hanya memegang buku khusus komputer saja. Mereka berdua memiliki prestasi yang sangat baik. Minho sering memenangkan olimpiade komputer baik dalam negeri maupun luar negeri, sedangkan Taemin memenangkan lomba Karya Tulis Ilmiah, dan olimpiade Biologi. Itu hanya prestasi mereka dalam sekolah saja. Belum prestasi yang telah mereka ukir di luar sekolah. Tidak akan author sebutin semuanya karena author-nya capek ngetik *abaikan*.

 

 

Taemin terus saja menari sesuai nada yang dikeluarkan oleh i-podnya, tapi tiba-tiba.

 

 

Bruuk.

 

Taemin jatuh, hmm di atas Minho. Ia tersandung kaki Minho dan terjatuh di atasnya. Minho yang merasakan beban berat telah menimpanya, akhirnya ia membuka mata dengan lebar. Karena ia kaget, wajah Taemin berada sangat dekat dengannya.

 

“Hmm, Mianhe aku tidak melihatmu tadi,” kata Taemin sambil bangkit dari posisinya tadi.

 

“Gwenchana,” sahut Minho yang mulai menatralisir jantungnya yang berdegup kencang.

 

Minho melepas kacamata minusnya untuk membersihkannya dan mulai mengucek mata kantuknya. Sifat Minho tadi telah membuat Taemin menahan nafas. Neomu kyeopta. Seandainya saja ia melepas kacamata itu pasti akan sangat tampan. Bukan berarti Taemin tidak memakai kacamata. Kalau saja ia juga melepas kacamata itu juga pasti semua teman-temannya tidak akan menjahilinya lagi. Mau bagaimana lagi, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melepas kacamata di sekolah dan tidak akan menjaga kehormatannya sebagai wanita.

 

Kriiiing

 

Bel berbunyi tanda pelajaran akan dimulai.

 

“Oppa, aku duluan ne? mianhae, tadi aku tidak sengaja,” kata Taemin. Minho hanya mengangguk sambil terus membersihkan lensa kacamatanya itu. Lalu berjalan menuju kelasnya.

 

***

Keesokan harinya Taemin agak terlambat datang ke sekolah karena Onew terlambat bangun. Entah apa yang di lakukan oleh kakaknya itu semalam hingga ia terlambat bangun. Seperti biasanya ia mendengar bisikan-bisikan tidak enak dari teman-temannya, tapi ini berbeda. Mereka memandang rendah Taemin.

 

“Hey, lihat! Akhirnya cupu couple bersatu juga, tidak kusangka ternyata mereka pacaran,” kata-kata itulah yang didengar oleh teman-temannya tersebut. Apa maksud mereka semua?

 

Tanpa sengaja ia melihat ke arah madding sekolah.

berita terhangat hari ini, cinta si cupu

Choi Minho dari kelas XI-2 dan Lee Taemin dari kelas XI-1 kepergok sedang pacaran di taman belakang sekolah. Taemin di atas badan Minho yang tengah terbaring. Entah mereka sedang apa, yang patut dicurigai adalah apakah mereka pacaran? Wow, kalau iya, berarti cinta sesama cupu.hahaha, semoga kalian langgeng ya?

NB : Taemin, kau sungguh agresif.

 

“Ckckck, berita tak bermutu saja ditanggapi dengan lebay,” komentar Minho yang tiba-tiba berdiri di samping Taemin.

Taemin menoleh ke arah Minho. Kenapa kata-kata yang di ucapkannya sama dengan Joon yang selalu menghiburnya jika ia terlibat masalah ini. Minho menatap Taemin yang ada di sampingnya.

 

“Sudahlah, biarkan saja, tak usah sedih. Beberapa hari lagi mereka pasti lupa tentang ini,” hibur Minho sambil menepuk bahu Taemin pelan.

 

“Wah wah wah, Lihatlah, si cupu sedang jatuh cinta nih? Berarti benar dong kalian pacaran,” kata Yuri yang mengagetkan 2Min.

 

“Hey, nenek lampir. Diam kau! Sekali lagi kau bicara seperti itu. Aku masukkan kau ke dalam ring basket,” ancam Minho.

 

“Wow, amazing, Choi Minho mau memasukkanku ke ring basket? Memang bisa?” kata Yuri meremehkan.

 

Belum sempat Minho membalas kata-katanya. Ia ditahan oleh Taemin.

 

“Oppa, sudah jangan ditanggapi kata-katanya. Semakin kau memberinya komentar maka semakin tidak karuan dia berbicara,” cegah Taemin menarik baju Minho.

 

“Ne, kau benar Taemin, kkaja kita ke kelas bersama,” ajak Minho.

 

“Kelas kita kan berbeda?” tolak Taemin.

 

“tapikan satu jalur?” sahut Minho sambil menyeret Taemin menghindari teman-temannya.

 

Yuri yang sejak tadi di diamkan pun berteriak.

 

“Yak, KALIAN BERDUA AWAS SAJA NANTI, TERLEBIH KAU TAEMIN, lihat saja nanti” teriaknya. Dan di kalimat terakhir ia mulai tersenyum licik.

 

 

TBC

53 thoughts on “[2min] My First Love Story Part 1

  1. Author sukses menipuku, kirain end beneran, ternyata flashbacknya yang end =,= Cupu couple eoh? Lucu deh kayaknya, ahaha, lanjut next part deh^^

  2. apa ? rambut minho panjang ? gondrong maksudnya ? *plaak
    mirip pas waktu RDD kali yah .. hahaha

    eit si kutil yuri nyempil tuh , haiiish …
    jauh2 deh gak usah ada cast yuri sekalian :p
    gkgkgk

  3. buahahahahaha…..
    masukin aja tuh min kering biar mauss….sekalian
    arg gerah liat tuh yeouja ganjen gak ada kerjaan
    balik gih ke asalmu…
    gak cocok di sini
    (komen gak jelas)
    *PLAK

  4. Joon dlu adl kekasih taemin, tp rasax g enak bgt kl dy jd pcarx.. Knp joon bs mninggl? Ap pnyebabx?

    Sama2 pinter, sama2 cupu, tp diblik smw itu mreka jg sma2 amazing.. Tampan dn cantik ><
    bersatulah 2min

  5. uwoooooh ahahaha yey Minnie anakku jadi cewek…
    Dae to the Bak…
    dan uih kata sapah orang berkaca mata itu cupu eoh?
    wah wah…

    Minho jaga anak umma si Minnie arra!
    jangan buat Minnie menangis um, umma serahkan anakku padamu

  6. Wkkk seru nih, udh mulai jarang baca ff yg schoollife kayak gini, untung joon nya ngizinin taemin di jaga minho, itu yuri kerjaannya ganggu org aja, sirik ya ?
    Next

  7. Wah aku suka ff ini seru banget….
    Hehehehe
    Aku baru baca lagi ff nih jadi seneng banget…
    Author aku mash blh bacakan…
    Hehehe
    Aku pasti komen lagi….
    Gomapta….
    :>

  8. Ga bisa bayangin tampang cupu 2min..pake kacamata tebel dan sll dibully *hiksseu*

    Akh!authornya bikin sebel iishh…apa banget si itu nenek lampir, kodok buduk, badak bunting, kecoa gepeng!!!
    Yaaa!!!!! *histeris*
    *maaf,gw emg benci banget sm nenek lapir kwon yuri*

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s