[2min/sequel WGM] Now, we married! part 3


[2min/sequel WGM] Now We Married part 3

Foreword:

YAH!! Hehehe…akhirnya saya sempet juga nulis ini ditengah krisis kepercayaan diri saya dan juga penelitian saya yang semakin hari semakin tidak jelas itu. LOL

Kenap krisi kepercayaan diri? Karena WGM Sequel saya ini pas dilanjut sama si Fitri anak saya yang kadar smutt nya itu ngalahin gula tebu sama gula jawa, jadi yah gini deh…gak PD, saya Cuma penulis abal yang kalau bikin smutt jatohnya jadi liar, habis dimarahin sama dia penghancuran karakter gara” kebanyakan ciuman di PART 1 LOL

Tapi, kali ini saya yang lanjutin, kenapa?
Ya, karena ini FF gue yang awalnya mau buat, dan Fitri lagi sakit, jadi mohon doanya J
Dan buat yang nunggu OPO sama WGM Onkey sabar aja yah J

Oh, ini ada sebagian Fitri yang tulis, paling ada beberapa edit dari gue, sekitar 2 ribu kata dia yang nulis, tadinya mau gue post aja, tapi karena dia pikir ini kedikitan dan takut kecewain kalian ya gini deh, habis pasti kalian maunya panjang kan karena udah nunggu lama buat FF ini update.

AH. Udah cukup penjelasannya! Nggak bakal ada yang baca juga/PLAK

Oke deh

GUE. BERHARAP BANGET!
ADA YANG NGE-LIKE… AND COMMENT!!!

Boleh protes asal positif!
NGGAK BOLEH BASHING!!!

Disclaimer:
Ide cerita dari Gue dan Fitri.
Taemin punya Minho, Minho juga punya Taemin.
Keduanya punya orangtuanya dan makhluk ciptaan Tuhan!dan ciptaan karakter dari saya!LOLundefined

 .

.

[Previous Part]

Selesai makan, Minho memaksa untuk mencuci piring dan Taemin ke atas untuk membereskan tempat tidur.

Waktunya tiba…

Sebetulnya mereka sama-sama panas dingin. Kini, kedua sejoli itu sudah di kamar dengan pintu tertutup. Taemin duduk di sisi ranjang, dan Minho duduk di sisi ranjang yang berseberangan. Kedua nya sama-sama mengibas-ngibas kan tangan karena entah mengapa ruangan ber AC ini tiba-tiba jadi panas. Dan…

GAAAHHHH~~~

Minho mati-matian menenggelamkan pikiran aneh nya stu per satu. Mereka memang hanya berdua dan sebetulnya bisa saja Minho melakukan sesuatu, toh sekarang mereka sudah sah, tapi… tetap saja!!

“aku tidur yaa pooh?”, akhirnya Minho merebahkan tubuhnya.
Tapi ranjang empuk itu tidak mau mengendurkan ketegangan hati nya. Ia melirik Taemin yang masih duduk. Minho kemudian menyusun bantal guling dan beberapa boneka Taemin di sampingnya sebagai batas.

“pooh…tidurlah ini sudah malam”, Minho bangun dan berjalan memutar, memaksa tubuh anae nya untuk berbaring. Ia merasakan tubuh Taemin menegang ketika Minho membaringkannya. Tapi sungguh, malam ini ia tidak akan melakukan apa-apa kalau bukan Taemin sendiri yang memintanya.

Ketika Taemin sudah berbaring, ia mengecup kening istrinya dan berjalan memutar untuk tidur di sisi sebelahnya yang sudah dibatasi guling dan boneka, kemudian tidur memunggungi Taemin sambil mematikan lampu di meja samping ranjang.

“jumuseyo, Taemin”

KLIK, gelap!!

Kini setan mereka berdua sedang beraksi. Minho sampai merapatkan selimutnya, menjaga agar ia tidak tiba-tiba ‘menerjang’ makhluk mungil di sampingnya. Ia bahkan tidur tanpa bantal, karena bantalnya ia gunakan untuk menutupi telinga dari suara-suara ‘setan’ menyebalkan itu.

Taemin juga ternyata tidur sambil memunggungi Minho. Ia tidur seperti bola, untuk menjaga kalau tiba-tiba Minho kehilangan kendali, setidaknya ia tidak dalam keadaan ‘mengundang’ atau tanpa perlawanan.

Satu malam akhirnya berhasil mereka lewati. Namun masih ada malam-malam lainnya.

.

.

Minho mengerjap melihat cahaya yang masuk melalui jendela. Ah, sudah pagi.

“Pagi Pooh~”, ia melihat ke samping namun ranjang bagian sisi Taemin sudah rapih.

“Pooh?!”, Minho memanggilnya agak keras. Tidak ada jawaban.

Ia melihat jam dinding, 07.15. jam berapa Taemin bangun? Ia melihat ke meja sebelah, sudah ada dua tangkup roti bakar dengan selai strawberry, segelas susu vanilla, dan sebuah notes yang ditempel pada bunga lily putih. Minho mengambil notes nya.

 [annyeong oppa. Kalau kau bangun dan aku tidak ada, berarti aku sudah pergi. Kemarin saat makan malam, aku sudah bilang kalau aku ada pemotretan pagi hari kan? Maaf aku tidak membangunkan mu, habis kau terlihat nyenyak sekali tidurnya, aku tidak tega membangunkan. Aku sudah membuatkan sarapan. Maaf kalau hanya roti bakar, aku benar-benar sedang terburu-buru, nanti siang, aku mencoba membuatkan makan siang untuk mu yaa. Nanti kuantar ke tempat syuting. Baju mu hari ini sudah kusiap kan di rak kamar mandi. Bath tub juga sudah kuisi air hangat, mudah-mudahan belum terlalu dingin ketika kau mandi yaa. Kalau sudah bangun, telfon aku yaaa. Saranghae… Choi Taemin]

 Hhhh, ia kembali tertidur memeluk guling sambil memegang ponsel nya, menekan angka 1 “my lovely sweetheart”.

Terdengar nada tunggu cukup lama, akhirnya…

“yoboseyo, oppaaa, sudah bangun?”

“yeobo, bogoshippooo”, sahut Minho manja.

“aish, oppa, nappeun! Pasti sekarang masih di tempat tidur? Cepat mandi lalu sarapan! Kau ada jadwal jam 8 kan?”

“kau tau jadwal ku?”

“kan kemarin malam kita saling memberitau jadwal hari ini. Oppa pelupaaa”

“aah, nee nee”

“sudah yaa oppa, aku masih ada pemotretan. Cepat bangun nanti kau telat!”

“yeobooo”

“aish, oppaaa jangan memanggilku begitu. Waeee?”

“poppooo”

“andweee~~”

“waee??”

“banyak orang disini”, suara Taemin merendah.

“yasudah aku marah”, Minho berpura-pura ngambek.

“aish, oppaaa. Arrassoo~~”

Hening…

“…”

“…”

“Pooh~~ aku marah nih~~!”

“AH, a-andwee…n-neh…j-jakkamanayo…”

“…”
Minho mengigit bibirnya menahan kekehannya, dibalik sana Taemin mengendap-endap ketempat terpencil dan..

“muach >///<”

PIP..

Sambungan terputus.

Minho tertawa keras. Ia membayangkan anae nya disana pasti sekarang wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Ia jadi bersemangat bangun…

.

.

Saat ia ke SM Building karena ingin mengambil sesuatu yang tertingal disana, seperti yang sudah diperkirakan, ia langsung dikerumuni begitu banyak orang. Super Junior, hyung nya di SHINee, TVXQ, SNSD, F(x) karena Taemin ternyata belum ke sana dan memberi kabar apapun, para karyawan yang dekat dengan Taemin [ia punya jiwa sosial yang sangat tinggi sehingga tidak hanya dekat dengan para bintang saja, tetapi juga ramah terhadap para karyawan bahkan hingga ke security], para manager, bahkan hingga para trainee baru SM yang Minho pun tak kenal namanya, ikut mengerubunginya.

Sebetulnya kalau bukan mengambil barang penting, ia juga malas ke kantornya ini. Kantor nya berubah menjadi ‘dangerous zone’ untuk Minho dan karena itu juga Taemin belum kesini hari ini. Beruntung memang ia hanya ada jadwal pemotretan solo, bukan bersama Unnie-Unnie nya di F(x). kalau tidak, ia pasti dikerjai dengan diharuskan ke SM Building dulu untuk bertemu. Lagian ia heran, kenapa bisa SM Town kompak berkumpul disini hari ini? Seperti tidak ada kerjaan saja!! = =”

Semuanya tentu saja bertanya yang mengarah pada satu kesimpulan, “bagaimana tadi malam?”, walaupun ditanyakan dengan alur dan cara penyampaian yang berbeda-beda.

Ia hanya memutar mata, pertanyaan yang tidak harus dijawab dan sebetulnya tidak seharusnya di pertanyakan karena itu permasalahan yang sangat sangat privacy. Mau tau saja urusan rumah tangga orang!! Kalau mau tau yaa tinggal menikah saja, tidak uah bertanya aneh-aneh pada orang lain!! Ia sibuk mengeluh.

Minho hanya menjawab dengan senyuman *sekedarnya*, jawaban sekedarnya seperti “doakan kami saja” dan mencoba menerobos kerumunan untuk keluar. Sungguh benar-benar seperti artis dan wartawan, hanya bedanya wartawannya kali ini adalah superstar juga.

“yak! Minho”, teriakan itu sudah ratusan kali terdengar dan ratusan kali juga Minho mengabaikannya. Aish, merusak mood nya saja!!

Ia kendarai ferrari nya dengan satu tangan sementara tangan yang lain mengambil ponsel, menelfon seseorang.

“yoboseyo oppaa~~?”

“pooh~~ kau dimana?”

“Di rumah. Waeyo?”

“aniii. Aku kesana yaa. saranghae”

PIP…

Hhhh, aku butuh Taemin!!!! Ia meluncur cepat menuju kediaman mereka.

.

.

“pooooooohhhh~~”, Minho memanggil cukup keras ketika ia berhasil masuk kedalam rumah dengan semangat.

“apa sih oppaa teriak-teriak?”

Taemin muncul dari arah dapur dengan memakai celemek winnie seperti biasa.

“kau hari ini tidak ke SM Building?”, tanya Minho sambil menghampiri istrinya dan memberi kecupan di kening, dan tangannya melingkar di pinggang Taemin untuk mendekatkan posisi mereka. Hanya dengan melihat Taemin saja mood nya langsung kembali baik!! Ajaib!! Ia memang benar-benar tidak mempunyai kecantikan manusia!!

“aniyo. Takut! Kenapa? Kau kesana?”, Taemin bertanya tertarik melihat wajah suaminya yang kusut seperti ini.

“nee. Aku mengambil ipod ku yang ketinggalan di ruangan SHINee, hauuhh, aku langsung dikerubungi seluruh SM Town, pooh. Bahkan para karyawan, security dan para trainee yang bahkan kau tidak kenal ikut mengerubungi”, entah kenapa Minho malah curhat dengan istrinya. Padahal sebelumnya ia sama sekali bukan tipe orang yang seperti itu!!! Semua permasalahan atau apapun, bahkan cenderung ia simpan sendiri. Ia baru merasakan, ternyata berbagi cerita itu cukup melegakan, yaa?

“pfffttt”, Taemin tertawa tertahan. Ia setidaknya memang sudah membayangkan kalau jadinya pasti akan seperti itu, jadi ia tidak mau kesana!! Setidaknya untuk sementara ini!! Mereka pasti akan bertanya hal-hal aneh yang tidak bisa dan tidak mau Taemin jawab!!

“yasudah, kau mandi dulu lalu makan, aku sedang siapkan makanan. Masih ada jadwal?”

“hehe, sebetulnya masih”

“lho, lalu kenapa pulang?”, Taemin bertanya heran.

“aku kangen istriku. Memang tidak boleh?”

Taemin memerah, ia memukul lengan Minho yang daritadi ‘memenjarakan’ tubuhnya, “nappeun! Sudah sana berangkat lagi! Tunggu sebentar aku siapkan bekal yaa”, Taemin hendak ke dapur, tapi tubuhnya lagi-lagi ditahan oleh Minho dengan dipeluk dari belakang. Ish, kenapa suaminya berubah menjadi manja begini?

“pooohhh, aku tidak mau. Mau di rumah saja!!”, ucap Minho manja.

Taemin berbalik menatap nya, “tidak boleh! Kau harus profesional!! Katamu kita harus membuktikan bahwa perkawinan bulan sesuatu yang akan menjadi penghalang karier kita masing-masing kan? Kau harus buktikan itu, kalau sudah menikah pun itu tidak mengurangi profesionalitas mu, oppaa”, Taemin memberikan pengertian pelan-pelan. Minho melihat istrinya, atau lebih tepat nya semenjak menjadi istrinya sedang berubah pelan-pelan menjadi sosok yang lebih dewasa, meskipun sifat pemalu nya tetap dominan.

Tapi ada sesuatu yang Minho lihat ingin Taemin berusaha tampilkan dan tunjukkan di depan Minho bahwa ia juga bisa menjadi istri yang bisa diandalkan untuk suaminya, bahwa Minho bukan menikah dengan anak kecil yang harus ia urus sepanjang waktu!! Memang mereka sedang sama-sama belajar untuk memberikan sebuah ‘energi’ psitif untuk masing-masing pihak dan mematahkan suatu isu yang sudah menjadi momok di kalangan artis selama bertahun-tahun bahwa pernikahan adalah tanda akhir dari karier mereka.

Makanya banyak para artis Korea yang bertahan untuk tidak menikah hingga usia nya kepala tiga. Pasangan baru ini ingin membuktikan bahwa itu semua tidak benar!! Ketika mereka menikah, justru tawaran semakin banyak!! Karena rezeki tidak mungkin Tuhan tahan untuk seseorang yang berani untuk mengikat sebuah hubungan untuk memeperoleh kejelasan status dan segala nya kan? Jadi, kenapa harus takut?

“baik istriku yang cantik. Aku akan berangkat dan membuktikan sesuatu yang ingin kita sangkal kebenarannya kan? Bawakan bekal yaa? Aku mau mandi dulu. Gerah!!”

Taemin tersenyum, membuat Minho begitu ingin mencium bibir cherry kissable itu. Sabar Minho!!

“perlu aku siapkan air mandi nya?”

Minho mencubit pipi Taemin gemas, “tidak usah istriku yang baik. Terima kasih yaa. Kau teruskan memasak saja. Aku ingin menunjukkan pada orang-orang kalau aku adalah suami paling beruntung di dunia karena mempunyai istri yang selain sangat cantik dan baik, tapi juga pintar masak! hehe”

“ih dasar, yasudah cepat mandi. Nanti aku siapkan baju nya. Masakannya sebentar ;agi selesai kok. Mudah-mudahan kau suka yaa“

Chup~ mengecup pipi putih Taemin ketika ia berbalik lalu langsung berlari ke atas.

Taemin hanya tersenyum. Hhhhh, terima kasih Tuhan, kau memberukan guardian angel se baik Choi Minho.

.

.

Ini adalah malam kedua mereka sebagai suami istri, dan entah kenapa, setiap malam suasana rumah 2min couple selalu saja menjadi awkward dan salah tingkah.

Taemin ada di kamar sedangkan Minho menonton TV di bawah. Mereka sudah selesai makan malam, tapi mereka malah menghabiskan malam secara terpisah seperti itu. Baru ketika benar-benar sudah mengantuk, mereka akan satu kamar. Hanya meminimalisir supaya setan tidak terlalu banyak bekerja di otak mereka. Lelah kau tau, berusaha menyingkirkan ‘gambar-gambar’ dan pikiran-pikiran aneh di kepala mereka.

Di kamar, Taemin merasa ada yang aneh. Perutnya sakit, entah kenapa, dan seperti ada…. Ah, sebaiknya ia ke kamar mandi.

.

.

Haaahhh? Taemin berteriak tertahan sambil menutup mulutnya agar teriakannya tidak terlalu terdengar ke luar. Bisa-bisa Minho langsung menyusul ke atas.

Ottohke?

Bercak merah!!!

Aaaaahhhhh!!! Ia mengambil ponsel nya yang memang selalu ia bawa kemanapun bahkan ke kamar mandi.

Tadinya ia ingin menelfon, tapi…..tidak jadi. Ia takut malah tidak diangkat seperti waktu itu. Akhirnya ia mengirim pesan terlebih dulu.

[Ummaaaa, aku butuh bicara denganmu!!! Tolong!!! Ada hal yang gawat terjadi dan aku tidak tau harus bagaimana!!]

SEND….

MESSAGE DELIVERED…

Benar saja. Selang tidak sampai satu menit, Vic balas menelfon.

“yoboseyo, Ummaaa”, Taemin bicara sambil keluar kamar mandi. Ia ingin mencari sesuatu. Ia buka rak satu per satu, mengacak-acak lemari pakaian.

“kenapa Minnie? Kau kenapa?”

“aku….”, Taemin bingung. Barang yang dicari tidak ada!! Jangan bilang Umma nya lupa menyiapkan itu!! Ia kan tau siklus Taemin. Dan selama ini memang tidak pernah meleset jauh. Apa ia sengaja? Ish!!

“kenapa?”, Vic terdengar khawatir.

“hhhhh”, Taemin menyandar di tembok. Ia tidak berani duduk. Sial!! Bagaimana ini??

“aku haid Ummaaa”, ucap Taemin pelan sambil matanya mengarah ke pntu, takut Minho tiba-tiba masuk

“JINJJA?”, Vic berteriak heboh!! Ottohke? Padahal mereka kan baru hari kedua, masa langsung haid? Minho kasian sekali jatahnya terhenti seminggu!!/emang belom dikasi jatah, Vic.

“dan pembalutnya tidak ada? Ottohke?”

Kali ini Vic yang heran. Kok begitu saja nanya? Yaa kan tinggal beli saja!

“lalu masalahnya dimana?”

“aaaahhhh, bagaimana aku membelinya? Aku…aku tidak berani bilang!!”, Taemin mengacak rambutnya cemas. Ia kembali mencari-cari dan terus berdoa semoga ia melewatkan itu di suatu tempat. Setidaknya ia tidak harus beli keluar!!

“pooh, sedang mencari apa?”, Minho tiba-tiba masuk.

PIP, reflek Taemin memutuskan sambungan.

“aniii oppaaa”, muka nya terlihat sangat…..entahlah. campuran antara takut, malu, dan panik.

“jangan bohong”, Minho mendekat, dan reflek Taemin justru menjauh.

“kenapa kau? Hei hei, kenapa wajahmu seperti mau menangis. Kau kenapa?”, Minho khawatir.

Ottohke!!!!

Di satu sisi, ia butuh pembalut dan obat karena perut nya mulai kram, tapi di satu sisi ia sangat malu mengatakannya. Bagaimana ini!!!!! Matanya memang sudah berkaca-kaca. Aku bingung oppa!!!

“Choi Taemin, aku suami mu kan? Katakan ada apa? Kenapa? Ada yang bisa aku bantu? Apa yang perlu kulakukan?”

Taemin menunduk. Perutnya semakin sakit!! Reflek ia memegang perutnya.

“kau sakit?”, Minho menghampirinya khawatir, menahan Taemin ketika hendak menjauh.

“aku….aku”, wajahnya semakin memerah, bahkan kini dua buah sungai kecil sudah hadir.

“hei hei, pooh jangan membuatku khawatir kumohon!! Ada apa?”, Minho semakin cemas melihat istrinya tiba-tiba menangis!!

“aku…aku haid, oppaa”, OTTOHKEEEE!!!! Taemin merasa ingin tenggelam saat itu juga!!!

Minho terdiam.

Hah?

“haid? Lalu?”

Aish. Kenapa orang satu ini tidak pernah peka!!

“pembalutnya tidak ada!!”, suara Taemin semakin rendah. Ia tetap menunduk.

“lalu?”, Minho masih tidak mengerti.

“B-bisa kau belikan untukku, mau kan oppa..?”, Taemin memohon!!

What the….

“maukan?”, ia kembali memohon dengan puppy eyes nya. Bagaimana aku bisa menolak?

“arrasso. Kau tunggulah dirumah yaa”

Ketika Minho hendak berbalik, Tamein menahan lengannya.

Minho berbalik, “gwaenchana?”, ia bertanya khawatir.

“nee”, ucap Minho lembut sambil tersenyum

“maksudku, gwaenchana kalau aku menitip barang lain. Belikan aku obat untuk haid yaa oppaa. Perutku…kram”

Zzzzzz. Muka Minho sekarang yang memerah. Sungguh ia tidak mengerti kedua barang itu.

“oke”, Minho keluar rumah….

Di bawah, ponsel nya bergetar.

Victoria…

Sebuah message,

[sabar yaa Minho. Sepertinya, kau akan puasa seminggu…. Hehe, SEMANGAT!!]

Minho melihatnya langsung diam mencerna apa yang dimaksud…

kemudian…

“Oh god~~ salah apa aku?”, Minho memukul kepalanya dan kemudian keluar sambil mengelus dadanya pelan, sabar Minho…Tuhan hanya mengujimu..sabar…orang sabar di sayang istri…

.

.

Minho duduk di kursi mobilnya dan melihat ke luar jendela menatap minimarket didepannya, eottokhe?
Minho menggigit bibirnya dan memainkan jarinya di setir mobil, ia menimbang apa yang akan ia lakukan sekarang?
Tuhan…dia tidak tahu harus memulaid dari mana, beli apa? dia benar- benar tidak tahu harus melakukan apa?

Oh come on Minho…turun dari mobil katakan kau beli pembalut dan obat apa saja penghilang rasa sakit untuk istrimu..please..please…

BLAM

Minho menggunakn hoodie dan kacamata  turun dari mobil,bukan karena malu atau apa…dia hanya mencegah supaya tidak ada fans yang fanatik tiba-tiba menyerangnya, mau sih…cuma demi istrinya urat malunya rela ia putuskan.

CLING~

Minho masuk kedalam minimarket, hanya ada 3 pelanggan dan 3 pelayan yang di kasir satu dan 2 yang lain sibuk membereskan barang-barang di sekitar.
Minho langsung berjalan ke daerah kapas dan sebagainya, hanya itu yang ia tahu.

Namun ketika ia menemukan apa yang dinamakan pembalut itu, ia berdiri lama disana, ia bingung, mana yang harus ia beli, dan ia sungkan mengambilnya? Minho mengigit bibirnya, ia jangkau tangannya ke sebuah pembalut namun kemudian meletakkannya lagi, dan kemudian ia ingin ambil lagi namun ia urungkan niatnya.

“Aish, yang mana—“

“Permisi?!”

Minho terlonjak ketika seorang pramuniaga menyapanya, pramuniaga itu memohon maaf karena telah membuatnya kaget.
“Oh mian Tuan…”katanya, Minho hanya mengangguk.
“Ada yang bisa saya bantu?”, tanya nya,

Minho tersenyum getir, ia benarkan posisi kacamatanya dan menelan ludahnya.
“Ng…itu..saya ingin membeli…”, Minho menggaruk kepalanya.

“Pembalut?”, tanya nya tenang , Minho menoleh terkejut dan akhirnya mengangguk.

Pelayan itu tersenyum dan melihat ke arah Minho dengan seksama, kemudian akhirnya berdiri sejajar dan memperhatikan segala produk didepannya,
“Hm…apa dia PMS hari pertama?”, tanya pelayan itu menahan senyum. Minho mengusap hidungnya.

“Iya…”

“Kalau begitu yang produk ini nyaman, mau yang wings atau tidak?”,tanyanya, Minho menoleh kaget.

“H-hah? wings? maksudnya?”

Pelayan itu terkekeh, “Ini yang wings anti bocor samping, dan ini yang biasa…jadi..”

“Kalau begitu aku beli dua-dua nya saja…”, Minho langsung mengambil dua produk dengan merk sama dan model yang berbeda dengan wajah memerah ,
“Gamsahabnida..”, Minho langsung kabur ke kasir, namun ia berhenti dan menepuk jidatnya, ia berbalik dan melihat pelayan itu terkekeh padanya.

“Ada yang bisa saya bantu lagi Tuan?”,

Minho menelan ludahnya,”Ng..apa ada obat untuk menghilangkan rasa kram perut? aku tidak tahu apa yang harus aku beli untuknya?” tanya Minho lagi, sungguh Minho ingin mencekik pelayan itu karena dia tidak berhentinya terkekeh.

“Oh, ada disebelah sana Tuan…”, dia mebimbimbing Minho menuju tempat minuman herbal.

“Yang ini saja…ini baik dan tidak ada efek berbahaya…”,

Minho mengangguk dan memboyong 1 lusin untuk Taemin, lebih baik lebih dari pada kurang kan?
“Gamsahabnida…:”, Minho membungkuk lagi, pelayan itu tersenyum.

“Neh sama-sama Tuan…semoga istri ada cepat sembuh, dan pernikahan kalian langgeng ya Tuan Minho?”, Minho menoleh takjub, bagaimana dia bisa tahu? pelayan itu hanya terkekeh dan ia mengeluarkan ponselnya, Minho menangkap sesuatu di gantungan kuncinya.

“Aku aff(x)tion dan Shawol …”, jelasnya menyengir lebar. Minho tersenyum dan mengangguk kemudian segera pergi karena Taemin pasti sudah menunggunya.

.

.

Minho melihat bungkusan di jok penumpang, tidak disangka, ternyata menikah beginilah rasanya, saling membantu dalam segala hal, ia tidak pernah menyangka akan melakukan hal ini semua demi istrinya, menanggung malu tidak masalah, ia bisa melakukan sesuatu saja ia bangga bukan main.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia melihat sebuah pesan dari Taemin.

[Oppa~ dimana? masih lama kah?]

Minho terkejut, ia menyalahkan dirinya karena terlalu lama, ia tidak membalas pesan itu, namun ia segera mengendarai mobilnya dengan cepat, ia panik setengah mati merutuk dirinya sendiri jadi orang lamban.

Setelah ia parkir mobilnya ia segera berlari kedalam rumah dan menuju kamarnya,
“Taemin!”, Minho membuka pintu dan melihat Taemin tiduran di kasur dengan memegang perutnya. Ia duduk disampingnya dan membelai wajahnya.

“Pooh~~ gwencana? mianhe lama sekali…”, Minho mengelus pipi istrinya itu, Taemin bangkit dan tersenyum getir.

“Gwencana…sudah kau belikan?”, tanyanya lemas.

“Neh…ini..aku tidak tahu harus beli yang mana, jadi aku beli semua yang ada…”, Minho menggaruk kepalanya dan menyerahkan bungkusan itu pada Taemin, Taemin tersenyum melihatnya, mungkin bukan produk yang sama, tapi setidaknya, Minho membelikan yang benar.

“Gomawo Oppa…”, Taemin mengelus tangan Minho dan bangkit menuju kamar mandi.

Minho melihatnya dan terbaring di atas kasur…good~~ sekarang apa yang akan kulakukan? aku harus menunggunnya selama seminggu? OMFG~ Bahkan setelah seminggu berlalu ia juga tidak yakin apakah Taemin dan dirinya, Minho segera menamoar pikirannya sendiri, aish! DONT be a selfish person Minho…

CKLEK

Minho bangkit dari kasur ketika pintu kamar mandi terbuka. Ia melihat istrinya berjalan mendekat dan duduk disamping Minho. Minho tersenyum dan merangkul bahu istrinya.
“Gwencana? perutnya masih sakit?”, tanyanya lembut , Taemin hanya mengangguk .

Minho mengeluarkan minuman yang dibelinya dan ia berikan pada Taemin.
“Aku tidak tahu ini yang biasa kami minum atau bukan, tapi ini rekomendasi dari pramuniaga disana karena aku kebingungan…”,

Taemin melirik botol ditangan Minho, dan meraihnya, ia menelan ludahnya, ia tidak suka minum obat herbal cair, dia lebih memilih pil karena sejujurnya dia tidak suka rasanya, tapi apa dia harus perotes dengan Minho, ia tidak bisa seperti itu, sudah mau membelikan segalanya ini saja ia sudah berpikir mempermalukan Minho, karena ia merasa ceroboh tidak bisa mengurus dirinya sendiri malah merepotkan suaminya.

“Hei..kenapa Pooh~? aku salah beli yah?”, tanya Minho khawatir berusaha melihat wajah Taemin, Taemin terkejut dan menggeleng.

“A-anioo, kau beli yang benar kok…”, katanya, namun apalah daya, Minho seakan tahu siapa Taemin luar dalam, Taemin rasanya bagaikan buku yang terbuka didepannya.Minho menarik nafas dan mengambil botol itu dari tangan Taemin, Taemin ingin menggapainya lagi namun Minho menjauhinya.

“O-oppa…??”, Minho berdecak dan menyentil manja jidat istrinya.

“Kau ini…kau tidak mau minum ini kan? maaf ya Pooh…aku tidak tahu harus beli apa? sudah jangan minum ini, aku akan pergi beli yang lain–“

“ANDWE!!”, teriak Taemin menarik tangan Minho mencegahnya berdiri, Minho tersenyum dan mengelus kepala istrinya.

“Kenapa? aku cepat kok kali ini, kalau aku tidak beli nanti perut mu semakin sakit…aku tidak mau melihat mu kesakitan…”, Minho tulus mengatakan itu, ia tidak tahu memang rasanya, tapi sungguh, ia tidak tahan jika harus melihat istrinya menahannya sendiri.

Di sisi lain, Taemin berpikir, bukan…bukan itu masalahnya, dia hanya ingin Minho diam saja dirumah, ia tidak enak harus menyuruhnya keluar malam-malam hanya untuk hal seperti ini..
“Oppa…tidak usah…aku memang tidak biasa minum itu, tapi itu lebih baik dari pada tidak ada sama sekali…”, kata Taemin. Minho sempat ragu, namun melihat mata istrinya ia jadi tidak menolak.

“Kau yakin?”, tanyanya, Taemin mengangguk, ia meraih botol itu dan bersiap meminum, namun Minho cepat tanggap karena ekspresi istrinya merasa enggan.

“Sudah tidak usah!”, Minho nekat merebutnya, Taemin menunduk.

“Aku..aku tidak suka baunya…maaf Oppa…”, Taemin mengusap matanya ingin menangis, Minho menarik nafas, istriku ini benar-benar imut luar biasa, kalau tidak mau ya tidak usah dipaksakan.

“Sudah sudah…jangan menangis, gwencana…aku pikirkan cara lain… akan kuhubungi umma ku..”

“T-tunggu…aku tahu satu cara…”, Taemin mencegah Minho mengeluarkan ponselnya, Minho melihatnya intens.

“Aku biasa dibuatkan bantal air hangat oleh umma Vic ..dan perutku diusap begini…”, Taemin memeragakannya dengan wajah memerah. Minho mengerti, akhirnya ia berdiri dan mengelus kepala istrinya.’

“Arraso…jakkaman!”, Minho segera keluar dari kamar, dan menuju dapur.

Ia celingukan melihat apa yang harus ia lakukan, Minho membuka semua lemari makan, apa…dia harus menggunakan apa? pispot/ masa pispot karet? tapi hanya itu yang bisa digunakan…sudahlah.
Minho menuangkan air panas dan mencampurnya dengan air dingin, ia kira cukup hangat dengan cepat ia kembali kekamar.

“Berbaringlah Pooh~”, Taemin berbaring di atas kasur telentang dan Minho duduk disisinya.

Minho memberikan bantal air itu pada Taemin.
“Gomawo Oppa…”, Minho hanya tersenyum dan mengelus rambut Taemin, ia perhatikan Taemin meletakkannya di perutnya.

“Oppa…”,

Hmm…setelah lama hening mereka saling menatap. Taemin meraih tangan Minho yang berada di rambutnya, ia genggam tangan kekar itu, beruntungnya ia mendapat suami pengertian.
“Mianhe Oppa harus merepotkanmu…pasti memalukan membantu ku membelikan itu semua tadi…”,

Minho berdecak, “Tidak kok…itu kan memang seharusnya yang aku lakukan… aku tidak keberatan sama sekali, lagi pula kita sudah menikah, sesuai janji kita sakit senang itu ditanggung bersama …ya kan Pooh?”, Minho mengelus pipi istrinya, Taemin balas tersenyum dan menggenggam tangan Minho di pipinya.

“Gomawo ya Oppa…” ia tersenyum, sungguh…Minho mungkin setiap melihat senyum itu jantungnya bertahan untuk tidak meledak setiap saat, bagaimana bisa senyum saja membuatnya terus berdebar hingga sekarang? apa sebenarnya yang telah dilakukan Taemin padanya sehingga dia bisa sangat tergila-gila dengan sosok didepannya ini?

“O-oppa…”,

“Huh? n-neh?”

Taemin menurunkan pandangan matanya, kenapa sih Minho melihatnya begitu? dia kan jadi malu..
“Kenapa melihat ku begitu? aku kan jadi malu…”,

Minho terkekeh, “Habis mau bagiamana? kau cantik sekali, aku tidak bosan melihatnya. “, ledek Minho, Taemin langsung memerah mukanya.

“Oppa! nappeun!”, Taemin menepis tangan Minho , Minho malah tertawa melihat tingkah Taemin.

“Masih sakit?’, tanya Minho akhirnya, Taemin hanya mengangguk. Ia berpikir apa lagi yang harus dilakukan?

“K-kalau umma ku dulu sering mengelus seperti ini…”, Taemin memeragakan lagi gerakan tangannya memutar dibagian perutnya. Minho terkejut, OMO~~ eottokhe? Ya Tuhan…cobaan apa lagi ini? aku menyentuhnya? maksudku dibagian perut, tapi kan itu…AAHH~~

“N-neh…aku bantu …” Minho perlahan meraih bantalan air itu dan mengelus perut Taemin dengan tangannya yang gemetar.

Taemin disisi lain memerah sekali mukanya, Minho menatap tangannya sendiri yang sedang bekerja, tidak mau menatap Taemin, ia hanay fokus pada tangannya yang bekerja, jangan sampai meleset.
“D-dulu…aku ingat, saat pertama kali aku PMS perut ku sakit sekali, aku dulu hampir pingsan disekolah karena panik dan malu, saat pulang perut ku sakit setengah mati, ditambah aku sedih karena tidak bisa ikut kelas tari..”, Taemin mulai bercerita, Minho tersenyum mendengarnya.

“Kemudian aku hubungi umma sambil menangis, tidak lama umma datang, dia panik melihat ku memeluk tubuh ku sendiri meringis. Saat itu juga sudah malam saat umma pulang kerja, jadi aku tidak tahu harus berbuat apa…akhirnya jalan nya adalah ini, Umma mengelus perut ku hingga aku tertidur sambil menyanyikan sebuah lagu…”, Taemin terkekeh menceritakan itu semua. Ia jadi kangen ummanya…

Minho melihat ke arah istrinya.
“Mungkin aku bisa nyanyikan lagu untukmu?”, tanya Minho, Taemin terkejut, wajahnya memerah.

“J-jinjja?”

Minho menatap istrinya sayang dan mengangguk.

Kemudian Minho mulai bersenandung lagu yang biasa ia nyanyikan dulu bersama Taemin.

 If you’re not the one, then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one, then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
If you are not mine, would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings.
But I know you’re here with me now.
We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.
I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.
If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?

Is there anyway that I can stay in your arms?
If I don’t need you, then why am I crying on my bed?
If I don’t need you, then why does your name resound in my head?
If you’re not for me, then why does this distance name my life?
If you’re not for me, then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away.
But I know that this much is true.
We’ll make it through and I hope you are the one I share my life with.
And I wish that you could be the one I die with.
And I praying you’re the one I build my home with.

I hope I love you all my life.
I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.
If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?
‘cause I miss you.
Body and soul so strong, that it takes my breathe away.
And I breath you into my heart and pray for the strength to stand today.
cause I love you, whether it’s wrong or right.

And though I can’t be with you tonight.
You know my heart is by your side.

I don’t wanna run away, but I can’t take it, I don’t understand.
If I not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

Taemin ingat saat itu, saat dulu ia bersama Minho ketika hatinya gundah karena kecaman dari berbagai orang yang tidak hubungannya dengan Minho, bully yang ia terima dari para noona, dan saat Minho datang membawa segala kesederhanannya membuat nyaman hati Taemin, memberikan cintanya yang tulus pada Taemin.

Perlahan Taemin tertidur dengan pulas, dengan senyum di wajahnya, Minho menyadari bahwa istirnya itu sudah tidur, elusan di perut sang istri terhenti dan berpindah ke pipinya, membelainya dengan lembut.

“Aku bersyukur bertemu dengan mu Taemin… aku harap jantung ini selamanya akan berdetak untukmu, aku sangat mencintaimu…”, bisik Minho, maaf Taemin…hanya kali ini…

Perlahan Minho membungkuk, menatap wajah istrinya kemudian melirik ke bibirnya yang plum, dan mengecupnya pelan.
Ia angkat wajahnya dan menatap sosok angelic didepannya itu dengan seksama, ia usap pipinya sekali lagi dan menyelimutinya. Tidak apa …menunggu berapa lama pun ia harus mengerti kenyamanan istrinya, semoga bisa…semoga…[kekekekek/plak]

.

.

Hari – hari selanjutnya merupakan cobaan bagi Minho, berulang kali ia harus rela keluar rumah sebentar untuk menghilangkan pikiran pervertnya, memang benar yah kata orang kalau perempuan sedang dalam PMS itu terlihat lebih cantik? mungkin Minho tidak percaya dengan omongan ngawur seperti itu sebelumnya, tapi entah nafsunya yang terlalu besar mengalahkan logikanya maka ia jadi berpikir begitu? aigooo~

“Yah, waee~~ spacing out like that?”, senggol Jjonghyun saat mereka selesai rehearsal, Minho mendongak dari iPadnya yang hanya jadi sanggahan liurnya saja.

“Hah? anio Hyung…hanya sedang memikirkan beberapa hal saja.”, jelas Minho membenarkan posisi duduknya.

“Haaa~~ jangan bilang kau belum dapet jatah dari istrimu yah?”, ledek Jonghyun, Minho menoleh dan wajahnya memerah.

“YAH! itu tidak benar!!”, teriak Minho.

“Oh, jadi sudah yah? gimana rasanya? katakan padaku…katakan…aku pensaran…”, Jonghyun mulai menggila, ia mulai menarik tangan Minho paksa, Onew dan Key yang baru saja menghampiri jadi keheranan,

“Wae?”, tanya Key duduk didepan mereka, Jonghyun terkekeh.

“Si Kodok sudah mendapat jatah dari Taemin…”

“MWOOO?!!!”, teriak Key,

“YAH!!! ANIO!!!”, teriak Minho menutup mulut Jonghyun.

“YAH KODOK, katakan padaku apa kau sudah ?”

“BELUM!!!”, teriaknya reflek.

Key dan Onew menganga, Jonghyun lebih lebar lagi…mereka bertiga menatap Minho, dan Minho menelan ludah nya, ia merebahkan tubuhnya di sofa dan menggaruk kepalanya.
“Jangan menatap ku seperti itu, tidak ada yang perlu kalian tahu dari ku.”, jelas Minho.

“Ng…jadi kau dan Taemin belum…”, Onew memulai.

“Kau…kau tidak menyentuh baby ku kan?”, tanya Key.

“Kau belum perawanin dia Minho?”

“YAH!!!!”, PLAK.
“AWWW!!!”, Jonghyun telak menerima ttakbam dari Onew dan keplakan dari Key, lengkap dengan date glare dari Minho.

“Minho…itu benar?”, tanya Onew.

Minho berdeham menghilangkan gugupnya, dia membereskan tasnya dan bersiap pergi.
“Bukan urusan kalian, aku mau pulang, sebentar lagi Taemin tiba dirumah, aku tidak mau dia sendirian…annyeong!”

“YAH MINHO!!!”, namun sebelum ketiga Hyungnya itu banyak memberikan pertanyaan yang tidak masuk akal dia berhasil keluar dari sana. Minho menggaruk kepalanya , dammit…mau sampai kapan pembicaraan akan hal itu ditanyakan, ini masalah pribadi bukan sebuah konsumsi publik yang murah meriah dipasaran.

Drrt drrt drrt

[ Oppa~ aku akan telat pulangnya, kau tidak usah jemput aku, aku di antar oleh manager naik van kami, becareful :)]

Minho menarik nafas, ia setidaknya benar-benar harus sabar menunggu.

.

.

Seminggu sudah berlalu, entah bagiamana Minho bisa mengatasi nafsunya itu, well…sebenarnya itu hal mudah, karena ia dan Taemin jiak bertemu pasti bisa mengatasinya dengan baik, mereka sering mengobrol bersama, makan semeja bersama, dan terkadang membereskan rumah secara bersamaan, seperti yang mereka lakukan saat ini… Ketika Minho akhirnya dapat jatah libur 2 hari dan Taemin 3 hari. Karena entah apa yang akan mereka lakukan, Taemin berinisiatif untuk membereskan rumah agar terlihat lebih nyaman dan bersih, sebenarnya sudah ada pelayan, namun Minho sengaja memulangkan mereka, well…karena sejujurnya ia ingin punya waktu privacy sebentar saja dengan Taemin, jadwal yang padat terkadang membuat mereka susah untuk bersama, meski Minho dan Taemin suka menyempatkan makan siang bersama dengan bekal yang dibuatkan Taemin, dan makan malam bersama.

“Nah..sudah, sekarang kita mau mulai dari mana?”, tanya Minho selesai mengikat selampe dikepala Taemin agar terhindar dari debu, Minho melihat kesekeliling rumah sambil menggunakan sarung tangannya.

“Hmmm…kita bersihkan debu dulu, kemudian menyapu, mengepel, bersihkan halaman, dan mencuci baju!”, jelas Taemin menoleh ke arah Minho, Minho berdecak dan mencubit hidung Taemin gemas.

“Oke princess…kajja kajja…”, Minho menarik tangan Taemin dan menuntunnya membersihkan debu. Taemin terkekeh dan mengikuti Minho.

Mereka memulai membersihkan debu di seluruh ruangan, berkali-kali mereka bersin, dan Minho tidak hentinya tertawa ketika meliat istrinya seperti itu, wajahnya terlihat imut , dan terkadang debu masuk kedalam mata Taemin yang dilakukan Minho adalah meniupnya , kemudian mereka tertawa.

“Seperti di film fullhouse!”, seru Minho, Taemin menoleh.

“Eh?”

“Iya…di film fullhouse, Youngjay dan istrinya mengelap kaca seperti kita, bedanya kita suami istri sungguhan.”, Minho terkekeh , Taemin tersenyum malu, ia bisa merasakan dentuman tawa Minho dipunggungnya, tangan mereka mengelap kaca namun punggung mereka saling berlawanan.

“Oppa…”, panggil Taemin.

“Neh sayang?”

Wajah Taemin memerah jika Minho selalu menjawabnya dengan panggilan itu.
“A-ani…”, Taemin menunduk, ia tidak jadi mengatakan sesuatu, ia takut, takut untuk membahas hal ini, karena ia sendiri takut untuk memulainya, bukan karena ia tidak sayang Minho, tapi sungguh, rasa takutnya itu mengalahkan keinginannya.

Flashback~

“MWOOO?!!!”, teriak Victoria padanya,

“ssshhhttttt?!!!”, Taemin dengan cepat menutup mulut ummanya itu, takut membernya yang lain mendengarnya.
“Ummma~~ aku sudah bilang jangan berteriak, nanti yang lain dengar?!!”, Taemin cemas melihat kesekitar takut yang lain masuk kedalam ruang ganti dan mendengar curcol mereka.

“Taemin, kau tidak bercanda kan?”, tanya Vic.

Taemin menggeleng, “Eottokhe Umma…sungguh..a-aku takut…sungguh…”, Taemin ingin menangis. Vic menarik nafasnya dan memeluknya.

“Ssht…uljima…tenang saja, kau jangan berpikir macam-macam…”, jelasnya.

“Tapi aku harus bagaimana? ditambah aku sedang haid sekarang, lalu setelah ini? aku tidak tahu apakah bisa…?”, jelas Taemin.

“Ng…bagaimana yah? sebenarnya tidak ada yang perlu kau takutkan dari semua ini, karena semua berjalan secara alamiah, tidak perlu belajar atau apapun, tapi kalau kau memang belum siap, kau katakan padanya…aku yakin Minho orang yang bijak dan pengertian, jika dia sayang padamu, dia akan bersabar…”, jelas Vic.

“T-tapi…jika ia tidak mau mengerti? k-kau taukan ? aku ini istrinya sekarang … kalau aku menolak, namanya aku membangkang, padahal tugas istri adalah nurut dengan suami…”,

Vic menghela nafasnya, “Aduh…aku sendiri tidak tahu harus menjelaskan apa padamu , aku kan belum menikah..?”, tanyanya, Taemin menunduk lesu, ia mengusap hidungnya yang ingin menangis.
“Shht…sudah sudah…kau tanya saja dengan umma mu, eotte?”, tanya Vic, Taemin mendongak dan mengangguk, akhirnya ia ambil ponselnya dan ia tekan nomer yang sudah ia hapal.

Ia ceritakan semuanya pada Ummanya tentang kekhawatirannya selama ini.

“Oh…yaampun anak umma…begini yah sayang, benar apa kata teman mu itu, ada benarnya kau ceritakan dan berbagi tentang perasaanmu lebih dahulu pada Minho, jika ia sayang padamu ia akan mengerti dan tidak memaksamu, tapi sayang, percaya sama umma..semua akan baik-baik saja, mungkin sekarang kau takut karena waktunya yang tidak tepat, tapi umma hanya berpesan, jadilah anak yang bijak, jangan sampai kau membuat Minho merasa tidak berguna sebagai suami mu, terkadang pria terlihat tegar, namun sebenarnya ia sangat ingin disayang dan dimengerti juga, mungkin cara mereka berkespresi tidak sama dengan kita, jadi … lakukan sesuai insting mu, jangan sampai kalian bertengkar masalah ini, karena jika salah pengertian saja apa lagi ini urusan ranjang, maka rumah tangga jadi taruhannya, jadi bijaklah ya nak?”

Endflasback~

” …ooh…Pooh…Pooh?!!”, Minho menyenggol istrinya yang bengong dari tadi.

“A-ah y-ya?”, tanya Taemin kaget,

“Kau kenapa? kok bengong? apa yang mau kau katakan tadi hm?” tanya Minho menangkup wajah Taemin.

Taemin menunduk dan menggeleng, “A-ani…hanya…ng…”, Taemin mencoba mencari alasan,ia memutar otaknya,

“Pooh?”, Minho mencoba melihat mata Taemi lagi, Taemin menanarkan pandangannya,

“Mmm..a-aku mau bilang…s-saranghae O-oppa…”, jawabanya asal.

Minho mengerutkan alisnya, ia tahu bukan itu yang dikatakannya, namun apa daya, dia tidak mau paksa lagi, ia tahu Taemin pasti ingin katakan sesuatu, namun bukan saatnya, Minho menyingkirkan pikirannya itu dan tersenyum.
Ia usap kepala Taemin dan menyelipkan rambutnya dibalik telinga Taemin, menatap mata dan wajahnya yang indah, Minho tersenyum.
“Nado saranghae…nado nado nado saranghae…aku katakan itu berkali-kali padamu kan?”, jelas Minho.

Minho meraih tangan Taemin digenggamannya, mereka saling bertatapan, seperti ada elektrik menyambar di antara mereka, Minho mengelus pipi kiri Taemin dan melirik ke bibirnya yang plum.
Perlahan ia menghapus jarak diantara mereka, Taemin menanarkan pandangannya, ia memejamkan matanya panik.
Minho yang melihat itu jadi berdecak kecil, dan kemudian yang terjadi adalah..

CHU~

Taemin membuka matanya, Minho hanya terkekeh.
“O-oppa…” Taemin menunduk malu.’

“Kau manis sekali…”, ledek Minho menurunkan tangannya dan mengelitikki Taemin hingga Taemin lemas. Seharian itu mereka habiskan bersama, diselingi canda dan pelukan sayang, dan kecupan singkat dari Minho di pipi , kening, atau hidung Taemin, tidak di bibirnya, karena Minho tahu, ia tidak mau terlalu frontal, kalau tidak tamengnya akan lepas dan ia hilang kendali, dan itu tidak mau ia lakukan.

.

.

“Oppa…aku sudah selesai mandi…kau tidak mau gantian? aku sudah siapkan air hangat—nya—”
Taemin melihat Minho yang terbaring di atas sofa dengan TV menyala sambil memejamkan matanya, Taemin berdecak, ia mematikan TV dan membungkuk didepan Minho.

Taemin melihat wajah suaminya yang demi apapun sangat tampan, entah mengaapa ia merasa lebih berdebar sosok Minho semenjak debutnya di Jepang, bukan ia tidak suka sosoknya yang dulu, hanya saja, sosok ini…benar-benar luar biasa…

“Oppa…kok tidur disini..ayo bangun bersihkan badanmu dulu…”, Taemin menggoyangkan lengan Minho perlahan. Namun tidak ada gerakan. Taemin cemberut. Ia menggunakan dua tangannya kali ini.

“Oppa~~~ banguunn~~~ jangan tidur disinii~~”, rengeknya. Namun tidak ada gerakan.

“Opppaaaa~~~”

“….”

Taemin memajukan bibirnya dan berdiri.”Terserah Oppa saja lah!!”, ngambeknya.

“Pooh tunggu!”, Minho menarik tangan Taemin, namun…

“Eh?”

“Kyaaaaaa…….”, BRUK

“……………………………………………………”

“T-taemin…”,

“Sakiiitttt~~~”, rengek Taemin, namun ketika Taemin membuka matanya ia terkejut, Minho jatuh di atasnya dan berhasil menahan kepala Taemin agar tidak terbentur lantai akibat tersandung karpet tadi. Minho menahan nafasnya, jarak wajah mereka sangat dekat, ia bisa dengan jelas mencium bau tubuh Taemin dari sabunnya, wajah yang segar , dan rambut basah yang terurai indah.

“O-oppa…”,

Minho mengigit bibirnya menahan nafsunya, oh god please, he cant handle that anylonger.
Minho menahan tubuhnya dengan sikunya, dan tangannya yang lain membelai wajah Taemin, ia lirik bibir plum Taemin, perlahan jarak itu ia hapus…dan bibir mereka bersentuhan dengan sangat indah.

Entah apa yang membuat Taemin tidak bergerak, ia sempat kaku menahan serangan dari Minho, ciuman di bibirnya membuatnya kaku, namun perlahan ia relax menerima perlakuan lembut Minho, seakan naluri, ia menarik lengan baju Minho, bukan malah mendorongnya.

Minho sendiri berdebar sangat hebat, mungkinkah…mungkinkah malam ini akan terjadi? ia tidak mau buru-buru, ia harus perlahan karena ia tidak mau yang pertama bagi Taemin dan dirinya sangat menakutkan …

Perlahan Minho memiringkan kepalanya, mengulum bibir itu, Taemin memejamkan mataya kuat, Minho mengelus pipi Taemin berulang-ulang dengan lembut, Minho berinisiatif menjilat bibir bawah Taemin, meminta bidadarinya itu memperbolehkannya melakukan lebih jauh, dan ia hampir saja terlonjak girang karena Taemin perlahan membuka bibirnya.

Dengan takut Minho memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Taemin, tidak ada perlawaanan dari Taemin, dengan mudah ia menjilat rongga mulut Taemin dengan gerakan lembut, Taemin disisi lain tangannya gemetar menarik kaos lengan Minho.

“Ngghh…”,

DAMMIT!!! Minho benar-benar gila mendengar itu pertama kalinya. Suara itu, suara desahan pertama dari mulut Taemin, Minho menggunakan nalurinya selama Taemin tidak menolaknya, ia lepas ciuman mereka, dan ia menatap mata Taemin, Taemin memalingkan wajahnya yang memerah, Minho menarik dagunya.

“Bolehkah?”, tanya Minho, Taemin tidak menjawab , ia hanya menunduk, namun Minho berinisiatif lain, ia kecup lagi bibir itu, dan Taemin kali ini membalasnya.

Minho menurunkan tangannya di ujung baju pijama Taemin, ketika tangannya menelusup masuk dan ciumannya turun keleher putih mulus itu…

“O-oppa!!”, teriak Taemin berusaha mendorong Minho, namun Minho tidak bergeming dan terus turun mencium collarbonenya.

“O-oppa…Oppa..s-stop..Oppa!!”
Minho sontak langsung mundur.

“O-oppa…m-mianhe…t-tunggu…a-aku..aku…hiks..hiks…”, Taemin menahan tubuh Minho dengan tangan gemetar.

Minho seperti mendapat kan tamparan keras saat itu, ia benar-benar rasanya ingin menyayat tubuhnya sendiri, ia…GAGAL, GAGAL dalam melakukan istrinya dengan lembut, dan PARAHnya…sekarang ia menangis, menangis karena ia membuatnya TAKUT, takut karena perbuatannya. Sungguh…Minho ingin rasanya mati saja…

“M-mianhe…o-oppa…hiks…hiks…m-mianhe…mianhe…”, Taemi meracau terus seperti itu.

Minho diam saja, ia kemudian mengangkat Taemin dan mendudukannya di sofa. Ia ambil selimut didekat sofa dan menyelimuti tubuh istrinya.
“O-oppa…?”, Taemin menatap Minho, namun Minho tersenyum lembut, sangat lembut dan mengelus kepalanya.

“Sshht…uljima…gwencana…Maafkan aku Pooh…”, Minho berlutut dan menyentuh tangan istrinya.
“Please…jangan menangis, aku yang salah…maaf  kan aku yah…”, bisik Minho.

Taemin ingin berbicara namun mereka diam…mereka kalut, sungguh tidak tahu apa yang harus dikatakan, disisi lain Minho tidak mau egois, sungguh ia menyesali kejadian ini, namun mau bagaimana lagi, kenyamanan istrinya lah yang utama…

“O-oppa..mianh—“

“Sssht…gwencana…”, Minho menyentuh bibir Taemin dengan satu jarinya, kemudian ia bangkit dan mengelus rambut Taemin.

“Aku mau mandi dulu…kau tidurlah duluan neh? jumuseyo Pooh…”,

Taemin ingin berkata lagi, namun mulutnya terbuka dan terkunci lagi, dan melihat Minho pergi begitu saja masuk kedalam kamarnya untuk mandi.

Taemin meremas tangannya dengan kuat, ia menangis, dan ia terbaring membentuk bola disofa.
“Pabo…Taemin pabo…nappeun yeoja….Taemin nappeun…teganya pada Minho oppa…Oppa maafkan Taemin…”, isaknya. Sungguh ia malu telah jahat pada Minho, jahatnya ia…

.

.

Minho keluar dari kamar mandi, dan tidak melihat Taemin di atas kasur, dimana dia? jangan-jangan…dengan cepat ia berlari ke ruang TV dan benar…istrinya itu terbaring melingkar seperti bola…

Perlahan ia berjongkok dan melihat di sudut mata istrinya itu masih ada air mata, ia menarik nafas.
Semua ini kenapa begitu berat? apa yang harus ia lakukan untuk menebus kesalahannya?

Perlahan Minho mengangkat tubuh Taemin dengan bridal style dan membawanya ke kamar  mereka , meletakannya dengan perlahan dan menyelimutinya,ia pandangi wajah itu.
“Mianhe…Pooh…”, bisiknya,

Didalam kamar mandi ia sudah menenangkan pikirannya, sungguh…ia tidak habis pikir hampir saja ia kelewatan.
Kemudian ia rapatkan selimut Taemin, dan berdiri, ia lebih baik malam ini tidur dulu di sofa…bukan karena apa…takut ada hal yang tidak diingkan, ia takut setan makin mengusai dirinya dan ia akan hilang kendali akan istrinya, dan itu tidak mau terjadi…

Minho melihat ke arah istrinya sebelum menutup pintunya, dan tersenyum getir.
“Mianhe Pooh…saranghae…jumuseyo…”

BLAM

TBC~~

Aduuh…maaf yah hasilnya jelek..maaf  Fitri membuat mu kecewa saya yang lanjutin malah begini hasilnya, ingat kan , tangan saya itu bagaikan jin tak tampak, jadi niatnya apa jadinya apa…sorry yah…

NAH NAH NAH…IM CLIFFHANGER!!!
KEKEKEKEK~

YAYAYAYAYA I KNOW… ITS REALLY ANNOYING!! WHERES NC PART?

NC PART IS…LAST PART SOON…

SO…IF YOU WANT NC…

LIKE THIS POST AND COMMENTS…

KURANG DARI 60 KOMEN, NO NC!!!!

NB: Last part soon… dan NC kalian yang nentuin!

SORRY MANY WRONG TYPO… SEE YA🙂

169 thoughts on “[2min/sequel WGM] Now, we married! part 3

  1. Kyyaaaaaa!!! Ini keren sekaliiiii >< kasihan minho sih sebenernya, tapi gapapa, cinta butuh perjuangan bung (?)
    Taemin tidur kaya bola? Itu gimana bentuknya tuh

  2. Adegan (?) taemin poppo minho ditlp itu buat aku …. (?!?!) #telenludah hehehe..
    Waaahhh sumprit malu juga waktu berimajinasi taemin yg malu gegara dia haid #gimananantikaloakunikah?? #blusshhhh
    Next part #lambai2lengerie

  3. Kok sakit yah pas liat taemin nolak minho, tapi kasian taemin jugak kalok dia dipsksa, banyak” sabar ajah lah buat minho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s