[2min/1s] Memory Of Love


Foreword:

Annyeong~ sebenernya ini adalah FF hasil lomba saya di 2ms grup buat anniversary 2Min dan juga malegod and Fairy, tapi berhubung ini FF ya pasti di publish juga dong di sini…bagi yang belum baca di Fb grup 2ms baca disini aja dan komenya…kekekek~ soalnya pembaca gue rata” juga anak FB sih yah? walau lupa siapa aja, banyak banget*plakmian

Cerita ini sebenernya noname… gue gak tauk asalnya dari mana?
Pas gue lagi stuck banget gue ngobrol sama sodara gue, nah dia cerita tentang kisah ini…mungkin dia pernah baca di artikel atau apa gitu…
So…cerita ini dasarnya seperti yang diceritain tapi dengan versi 2min dan sedikit imaginasi saya aja…

Dan bagi yang tahu cerita asli ini, gue jamin, lo semua bakal merasa kagum sama yang namanya cinta.

Oke, sekali lagi…Happy annivesary buat 2min…semoga langgeng sampe kakek kakek…amien xD

Terus bagi yang udah baca di FB mohon Likenyam sebenarnya aku postnya di doc’nya grup 2ms sih…kekeke~

CAST:

2MIN

slight KEY & Onkey

Just leave a love comments…

No bashing, NO SR, No plagiarism!

Poster by: Vienasoma

FF by: SanniiewPerv^

.

.

KEY POV~

Aku memutuskan untuk keluar sebentar dari rumah, sungguh, kenapa Appa dan Umma seolah tidak adil padaku, aku mencintainya bukan salah ku, aku menjadi seperti ini juga bukan karena ku, aku keturunan kaya raya juga bukan kemauanku memilih untuk lahir dari rahim Umma dan menjadi keturunan Appa yang kaya raya.

Jung Key, aku pewaris perusahaan Jung dari Appa ku Jung Yunho, dan umma ku Kim Jaejoong.
Apa aku senang punya kepastian akan jadi pewaris perusahaan kaya terkenal se Korea? hell yess, tapi rasanya semuanya jadi terasa tidak bersemangat ketika apa yang kau inginkan di halang oleh orang tua mu sendiri, ketika kebahagianmu sendiri dikekang.

[Appa tidak mau tahu, kau jauhi sekarang juga Putra Lee itu , siapa namanya? Jinki? ya …dia!! jauhi dia, dia itu tidak jelas masa depannya, kau tahu? cari namja lain kalau kau memang ingin menikah!]

[Umma mengerti kau mencintainya, tapi umma tidak bisa melawan Appa mu, kau tahu itu kan Kibum? dan lagi pula kau masih terlalu dini untuk menikah, kau masih 16 tahun…]

“Aaaahhh~!!!”, teriak ku menendang kerikil di tanah, sialan!! aku kesal sekali, apa salahnya aku mencintainya?! dia orang yang baik dan mandiri, walau dia hanya guru seni, tapi aku yakin dia punya masa depan yang cerah!

Aku terus berjalan ke taman, aku tidak hubungi Jinki, aku ingin sendiri dulu, dan aku ingin memikirkan ucapan Appa dan Umma. Kenapa udara dingin sekali? mungkin udara sedang bersahabat dengan perasaanku kali ini?

Pluk
“Eh?”, aku melihat sesuatu mengenai sepatu boot ku, aku membungkuk dan mengambil benda yang terutup sedikit salju.

“Dompet? dompet siapa ini?”, tanya ku sendiri, aku memungutnya dan duduk di bangku taman.

Aku perhatikan baik-baik dompet kulit coklat tua dengan ornamen garis merah dipinggirnya. Aku berniat membukanya, hanya untuk mengetahui siapa pemiliknya dan siapa tahu aku bisa mengantarnya.

“Loh? aish..jinjja? masa cuma segini? tidak ada apapun? omona~…”, gumamku sendirian layaknya orang gila.
Bagaimana aku tidak heran, yang aku temukan hanyalah uang 3000won dan tidak ada kartu pengenal apapun, but…wait…ada sebuah surat didalamnya, sepertinya sudah lama sekali dan sudah disimpan lama sekali didalam dompet, kertasnya sudah kusam dan hampir sobek jika dibuka tidak perlahan.

Aku buka surat itu, siapa tahu didalamnya ada sebuah alamat yang bisa mengantarkanku ke si empunya dompet?

[27 Agustus 1958]

“OMO, ini … 53 tahun yang lalu, dan tanggal nya tepat hari ini?!”, aku menutup mulut ku dan mulai membacanya.

[Dear Minho… kau tahu apa yang terburuk dari hari ini? aku tidak bisa lagi bertemu dengan mu Hyung, umma telah melarang ku untuk bertemu denganmu. Aku tidak bisa bertindak apapun sekarang, aku minta maaf Hyung…aku benar-benar mencintaimu meski Appa dan Umma tidak setuju, sungguh… aku mencintaimu…Aku harap, jika kita berjodoh, nanti kita pasti bertemu lagi…maaf Hyung…sungguh…
Love, Lee Taemin.]

“Andwe…ini…tidak mungkin, kenapa seakan aku melihat kisahku sendiri?”,
Surat itu tidak sampai disitu, masih ada beberapa lembar dan sangat indah, yang membuat ku terkejut, surat itu ditujukan dari seorang namja dengan namja lain, mungkin mereka sama seperti ku? bedanya, hubungan ini aku yakin tidak bisa berjalan baik karena jaman dahulu masih terlalu tabu untuk namja jatuh cinta dengan namja lain.

“Aigoo…tapi tetap saja, aku tidak tahu siapa pemilik dompet ini? aish…”, aku benar-benar tidak tahu, kenapa aku menjadi penasaran dan ingin tahu tentang siapa pemilik dompet ini, terutama siapa orang dibalik kisah surat ini?

“Ah aku tahu!”, aku keluarkan ponsel ku dan aku pencet nomer petugas penerangan, aku yakin mereka bisa bantu akan hal ini.

“Yoboseyo?”

[Ya, ada yang bisa kami bantu?]

“Ya, saya Kim Kibum, saya ingin minta tolong hal yang mungkin agak tidak biasa, bisa bantu saya?”

[Akan kamu usahakan, apa yang bisa kami bantu?]

“Begini, saya menemukan sebuah dompet tidak berpengenal, namun yang bisa saya dapat cluenya adalah alamat disebuah surat yang ada di dalam dompet, mungkin kau bisa bantu saya menemukan nomer telpon dari alamat ini…?”, tanya ku was-was dengan menyebutkan alamat yang ada di surat itu,

Aku mendegar bunyi berisik dibalik sana, aish…aku yakin dia keberatan mendapatkan kerjaan tambahan dari ku,

[Yoboseyo…ini saya Park manager nya, maaf Tuan, kami punya nomer telponnya atas alamat yang anda katakan…tapi kami tidak bisa memberikannya pada anda]

“Oh…begitu yah? tapi bisakah kau tolong aku? ng…entahlah, ini mungkin hal yang penting?”, aish! aku sudah gila…kenapa aku urusi urusan orang lain?

[Baiklah…tunggu sebentar, saya akan sambungkan pada sang pemilik alamat itu.]

Aku bernafas lega, akhirnya…tidak beberapa lama aku mendengar suara sambungan disana. Seorang perempuan.

[Yoboseyo?]

“Annyeonghaseyo, maaf menganggu…saya Kim Kibum..ada yang ingin saya tanyakan, apa anda mengenal orang bernama Lee Taemin?”, tanyaku, aku mendengar wanita itu menarik nafas.

[Oh begini nak, kami memang membeli rumah ini dari sebuah keluarga dan mereka memang punya anak bernama Taemin. Tapi itu sudah 30 tahun yang lalu…]

Aku menganga, 30 tahun? yang benar saja?

“Lalu…apa kau tahu dimana keberadaan keluarga mereka sekarang?”

[Yang aku tahu Taemin membawa Ummanya ke Panti Jompo,mungkin kalau kau hubungi panti Jompo itu kau bisa tahu informasinya]

“Oh, kalau begitu, aku minta nomernya kalau boleh?”

Dan akhirnya perempuan itu memberikanku sebuah nomer panti jompo, ketika aku tanya, petugas disana mengatakan bahwa Umma Taemin sudah lama meninggal. Aku hampir kesal, namun ketika petugas itu mengatakan bahwa ia masih menyimpan nomer rumah anaknya Taemin wajahku entah mengapa berbinar ceria.

Akhirnya dengan harapan terakhir, aku menghubungi nomer itu, dan tidak lama disambut oleh sebuah suara namja yang lembut, aku tidak jelas mendengarnya, namun sepertinya itu familiar. Ia katakan Lee Taemin itu sudah di panti Jompo, dia sendiri yang minta kesana, aku diberikan alamatnya dan aku berterima kasih padanya.

“Aish…rasanya konyol sekali sih?’, maki ku pada ponsel ku,
“Tapi…suara tadi aku pernah dengar dimana yah?”, ah sudahlah… entah apa yang membuat ku begini, setidaknya aku ada kerjaan sekarang, sepertinya ini mengasyikan.

.

.

Aku menginjakan kaki ku didepan sebuah gedung yang lumayan cukup tua, namun sangat terawat dengan baik, tempatnya bersih dan terdiri dari 10 lantai kurang lebih, tempat yang terlalu besar untuk panti Jompo, mungkin ini kalangan elit, mungkin dia si Lee Taemin itu anak orang kaya?

“Permisi, ada yang bisa saya bantu Tuan ?”, tanya seorang penjaga dan perawat jaga tersenyum padaku, aku membungkuk dan menceritakannya tujuan ku kemari.

Mereka mungkin terkejut, kenapa aku bisa mencarinya dengan segala cerita yang baru saja aku katakan pada mereka.
Aku sendiri juga terkejut kenapa aku begitu tertarik untuk mencari sampai seserius ini, aku sendiri juga punya masalah kan? ah..sudahlah…

Aku dibawa ke lantai 3 digedung itu,
“Biasanya dia masih duduk di ruang santai jam segini, dia susah untuk tidur cepat, dia selalu main piano dulu baru tidur…”, jelas perawat itu padaku, aku hanya mengangguk dan tidak lama kami tiba di ruangan berbentuk ballroom yang besar dan terdengar suara alunan indah dari grandpiano didalamnya. Aku yakin itu dia.

“Itu dia…”, tunjuknya pada seorang namja yang tua dan mungil…sangat mungil dan terlihat rapuh, rambutnya agak panjang dengan ikal dan uban yang berkilau, aku yakin dulu rambutnya sangat indah.

“Taemin sshi, ada yang ingin bertemu denganmu.”, kata perawat itu menyentuhnya, ia mendongak dan dengan gerakan slow motion yang indah menurutku berbalik menatapku, aku mungkin hampir saja iri, kenapa? aku SANGAT yakin dia dulu sangat cantik sat ia muda, bagiamana seorang namja bisa terlihat cantik ketika ia sudah terlihat tua, kulitnya yang putih pucat, dan senyumnya yang indah. Sungguh ciptaan yang buat aku iri, walau Jinki selalu bilang aku namja tercantik baginya.

“Annyeong…aku Lee Taemin.kau siapa?”, sapa nya ramah dan berdiri menghampiri ku, dia bahkan tidak lebih tinggi dari ku. Aku menyambut uluran tangannya dan bersalaman.

“Aku Kim Kibum, panggil aku Key…ada yang perlu aku ceritakan pada anda halboeji”, dia berdecak dan duduk di kursi dekar jendela.

“Jangan panggil aku begitu…aku terlihat tua sekali jadinya, walau sudah tua sih..”, katanya cemberut, aigo! kenapa dia bisa berekspresi begitu? masih terlihat sangat imut.

“Hehe mianhe Taemin shi…”, kataku, dia melirik dan terkekeh.

“Lalu apa yang ingin kau katakan padaku?”, tanya nya, aku teringat pada surat ditangan ku.

Aku berikan surat itu padanya menanyakan apa ia tahu tentang surat itu, ia terkejut ketika menerimanya, ia menarik nafas dan aku melihat wajahnya mengerut ingin menangis.
“Ini adalah surat terakhir yang aku berikan pada Minho hyung, dan terakhir kalinya juga aku berhubungan dengannya sebelum aku harus ke Amerika.”, jelasnya menerawang jauh.

“Aku…aku sangat mencintainya, dia itu sangat baik, gagah, dan penyayang, dia sangat menyayangiku, dan dia…juga sangat tampan.”, dia tersenyum, aku ikut tersenyum.
“Dia itu punya mata yang besar, jika ia melihatku, aku merasakan tersihir, entah apa…yang jelas mata itu membuat ku tidak bisa pergi dari hadapannya, mata itu mengunci ku…mengunci hatiku untuk terus mengingatnya …”, tambahnya.

“Tapi.. aku tidak bisa bersamanya, orang tua kami tidak setuju hubungan sejenis dan itu dianggap aib, terlebih umur ku saat itu masih 17 tahun… dan aku dianggap masih sangat muda untuk mengena cinta.”, ia tertawa getir, namun mulai ada sungai kecil merembes di pipinya yang halus.

“Halboeji…”, panggil ku, dia menoleh dan menghapus air matanya, dia tersenyum manis.

“Kalau kau mengenalnya atau bertemu dengannya…”, dia terdiam dan mengigit bibirnya, dia memainkan surat itu, “…katakan bahwa aku masih mencintainya…”,katanya tersenyum manis.
“Dan aku tidak pernah menikah dengan siapapun sampai saat ini, aku tidak bisa jiak itu bukan dia, tidak bisa jika itu bukan Choi Minho, namja yang sangat aku cintai selama ini…”, bisiknya lirih dan mengusap matanya yang basah.

Aku tersenyum , aku kemudian bangkit dan memeluknya.
“Sabarlah Taemin shi…aku yakin, jika kalian berjodoh, maka kalian akan bertemu…”, kata ku, dia terkekeh,

“Ah, kau ini…aku ini sudah tua, sudah lama aku menantinya, jadi aku yang lebih tau!”, ia memukul kepala ku pelan, aku terkekeh dan melanjutkan bicara kami sejenak. Ia cerita bahwa ia dulu penari teater, dan ia juga bisa bermain piano, bahkan ia memainkannya untuk ku , lagu jaman sekarang, river flows in you, ia tahu melodi itu, luar biasa.

Karena sudah larut dan sudah pukul 10 malam, aku pamit dari tempatnya, berjanji sesekali akan mampir lagi untuk mengunjunginya, aku berikan nomer ponsel ku dan rumah ku, agar suatu saat jika ia ingin menghubungi ku lebih mudah.

.

.

Kemudian aku turun dari lantai gedung itu setelah melambaikan tangan ku padanya, tidak heran jika benar ia mungkin dicintai oleh pemilik surat itu, ia sangat cantik, mungkin yeoja saja bisa iri padanya . Tapi aku merasa berkaca padanya, sungguh kasihan kisahnya.

“Nak , apa ada yang bisa ia bantu tadi?”, tanya penjaga padaku ketika melihatku turun dari gedung. Aku menggeleng.

“Percuma, tidak ada info apapun, biarlah aku simpan dulu dompet ini, aku hanya mendapat nama belakangnya, dan aku juga sudah lelah menghabiskan waktu ku seharian ini…”, aku meniup poniku dan cemberut. Bahkan aku belum bertemu Jinki seharian.

“Oh, jakkaman nak…”, aku terkejut penjaga itu menarik tangan ku dan memperhatikan dompet itu,

“Kenapa?” tanya ku heran.

“Jakkaman…aku tahu dompet ini, aku tahu…ini dompet milik Tuan Choi, aku yakin, dia sering kehilangan dompet ini, aku hapal sekali, bahkan aku sering menemukanya di sini samapai 3 kali, ini milik Tuan Choi.”, jelasnya, aku gemetar,

“S-siapa…siapa Tuan Choi itu?”, tanya ku gemetaran, dia menatap ku polos.

“Dia itu tinggal disini di lantai 8 gedung ini, aku yakin itu miliknya, milik Tuan Choi Minho, dia mungkin menjatuhkannya ketika jalan-jala diluar siang ini.”, katanya, dammit!! kenapa aku tidak bisa tebak dari tadi apa maksud penjaga ini.

Aku berterima kasih , dengan jantung berdebar aku berlari dan naik lift kelantai 8 , aku jelaskan pada perawat apa maksudnya mencarinya, aku hanya berharap dia belum tidur. Kemudian perawat itu mengajak ku kekamarnya, namun sial, dia tidak ada…

“Mungkin dia di ballroom lantai ini, dia suka disana untuk baca buku sebelum tidur.”, katanya, dengan cepat kami kesana. Satu-satunya ruangan yang masih menyala disana,dan aku lihat seorang kakek yang bertubuh tinggi namun masih gagah duduk di sudut ruangan dengan kacamatanya sambil membaca buku.

“Maaf mengganggu anda Tuan…saya ingin bertanya, apa anda kehilangan dompet anda?’, sapaku ketika ia menatapku, dia memeriksan kantongnya dan terkejut.

“Oh, benar hilang…!”, balasnya.

Aku tersenyum dan duduk didepannya, “Benar ini dompet mu Tuan? aku menemukannya dijalan..”, kata ku, dia tersenyum lebar, sungguh, benar kata Taemin, dia sangat tampan, kenapa pasangan ini bisa sangat sempurna?

“Ya ini dompetku, wah terima kasih yah nak,aku harus balas budi, katakan saja kau mau apa?”, tanyanya, aku tersenyum lebar.

“Aku tidak perlu hadiah Tuan, Tapi…aku akan menceritakan sesuatu pada kalian setelah aku membaca surat yang ada didalam dompet mu itu.” jelasku, senyumnya langsung menghilang.

“Kau…membaca surat ini?’, tanya nya dingin, aku sempat takut melihat matanya yang besar itu,apa nya yang membuat Taemin merasa hatinya terkunci?/plak

“Aku rasa bukan hanya membaca saja, tapi aku rasanya tahu dimana Taemin berada..”, wajahnya langsung memucat.

“B-benarkah? dimana dia? apa dia baik-baik saja? apa dia masih sehat? apa dia masih cantik seperti dulu ? katakan padaku, katakan!”, ia mengguncang bahuku, yaampun, tenaga dari mana dia sebenarnya, aku menenangkannya dan tersenyum.

“Dia…dia hidupku, sungguh, setidaknya aku ingin bertemu dengannya, katakan padaku ia dimana, aku akan kesana, atau setidaknya berikan nomer yang bisa aku hubungi…”, dia menarik rambutnya,

“Aku masih mencintainya, aku tidak pernah menikah selama ini karena aku yakin tidak ada yang bisa menggantikan dirinya dihatiku… bahkan saat surat itu kuterima , saat aku yakin hatiku akan terhenti jika ia pergi dariku, aku masih mencintainya…”, jelasnya menghapus air matanya, aku tersenyum dan menarik tangannya.

“Tenang saja, dia masih sangat cantik sama seperti dulu saat kau mengenalnya.”, kataku,
“Dan kau akan segera bertemu dengannya…”, aku berdiri dan menarik tangannya, “Ayo, ikut aku…”, kataku menariknya.

.

.

Lalu kami menuruni tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana Taemin masih duduk sendiri menonton TV. Perawat mendekatinya perlahan.

“Taemin,” kata perawat itu lembut.

Taemin perlahan menoleh dan tersenyum padanya, sebelum perawat itu  menunjuk ke arah Minho yang sedang berdiri di sampingku di pintu masuk.

“Apakah anda tahu pria ini?” Taemin membetulkan kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun.

Seakan ia ,mulai bisa mengingatnya dengan jelas, seakan memorynya berputar layaknya film yang sedang di Replay, ia berdiri dari duduknya dengan bantuan perawat dan berjalan ke arah kami berdiri, matanya tidak lepas memandang sosok Minho disebelahku, Minho disisi lain, aku tahu ia gugup dan sangat senang, perlahan Minho berjalan mendekat, menyambut tangan Taemin yang telah terulur seakan minta untuk disambut, ia takut didepannya tidak nyata, saat tangan mereka bersatu, aku melihat dengan jelas mata Taemin yang berkaca-kaca, matanya menatap kedalam mata Minho, mencari kebenaran apakah didepannya sosok yang benar?

Taemin menyentuh wajah Minho dengan kedua tangannya yang gemetar, air mata sudah mengalir di pipinya, dan senyum lebar, jika kau melihatnya, mungkin sungguh aneh melihat seseorang secara bersamaan bisa tersenyum sekaligus menangis.

“Minhoo..”  berkata pelan, hampir-hampir berbisik,Minho disisi lain, ia memejamkan matanya  meraskan kehangatan yang ia rasakan , seakan ia tahu itu siapa ia tersenyum dan membelai wajah Taemin dengan lembut.

“Taemin…, ini aku, Mnho. Apakah kau masih ingat padaku?” Taemin gemetar,

“M-Minho!! Aku tak percaya. Minho! Kau! Minhoku!” Taemin menarik baju depan Minho dan meraih nya kedalam pelukannya, Kemudian entah kekuatan dari mana, Minho memeluk Taemin bahkan tubuh mungilnya itu terangkat ke atas.

“Lihatlah,” kataku.
“Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia berkehendak, maka jadilah.” bisikku pada diriku.

Aku keluar perlahan melihat reunian sederhana itu, sebelum aku melihat mereka berciuman, sungguh manis dan membuat hatiku terharu. Aku menutup pintu ballroom dan berbalik.

“Key?”, aku terdiam, ketika melihat sosok didepanku.

“J-jinki? apa yang kau lakukan disini?”, tanya ku.

“Aku? aku kan memang sering kesini untuk menghibur mereka semua , dan menjenguk kakek ku…”, katanya menghampiri ku, aku terbengong, omona~ aku lupa …bodoh!

“Kakek? nugu?”

“Dia didalam sana…kau tadi kenapa dari sana juga?”, tanya nya, aku jadi bingung.

“T-tunggu…jangan katakan kakek mu itu…”

“Lee Taemin? dia adik kakek ku, jadi dia kakek ku juga…kenapa memangnya?”, tanyanya polos, OMFG!! JINKI PABOO!!!

Aku tertawa dan menggeleng ya Tuhan,”Apa kau menerima telpon tadi siang yang bertanya dimana Lee Taemin?”, tanyaku, dia mengangguk, aku berdecak dan memeluknya.

“Jinki pabo! itu aku Hyung!!! aku yang mencari kakekmu! pantas aku kenal suara mu!”

“Hah?”, dia hanya bingung, aku tidak perduli, aku langsung memeluknya dan menciumnya,
“Aku tidak perduli, aku akan perjuangkan cinta kita Hyung, aku tidak mau berakhir layaknya kakekmu itu!”, kataku, Jinki masih bingung, tapi dia tersenyum bodoh dan mengusap kepalaku, pabo…tapi aku mencintainya.

.

.

Sekitar tiga minggu kemudian, aku mendapat telepon dari Jinki.

“Hei baby, guess what?”

“What?”,

“Kau bisa hadir pada hari Minggu ini? mereka, Minho dan Taemin akan mengadakan pesat pernikahan, taruhan padaku, kau tidak mau melewatkannya…”

“OMO!! Jinjja yo?!! ya ya ya…aku mau, tentu saja kan ? aku yang berperan dalam hubungan cinta merek”, kataku bangga. Aku dengar Jinki tertawa karena ku, aish …namja satu ini!

“Ya ya ya Kibummie~ kau benar… aku jemput besok kau dirumah.”,

“Mwo? tapi ada umma dan appa ku…”

“Kau yang katakan padaku akan memperjuangkan cinta kita kan? jadi kita mulai besok, arraso? oke sudah yah, aku harus bantu mereka.”,

“Neh…saranghae Jinki ah~”

“Nado kibummie,nado saranghae…”

Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah. Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Taemin mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik. Sedangkan Minho mengenakan jas hitam dan berdiri tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka. Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.

Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang pengantin berusia 72 dan 70 tahun bertingkah seperti anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta yang tak pernah padam selama 53 tahun

END~

Huwahhh~~ begitulah ceritanya, maaf pendek dan banyak moment Onkeynya, well…

Hope you like it…Leave a comment!

14 thoughts on “[2min/1s] Memory Of Love

  1. Omaygad!! Ini apaaaaaa sanniiiiiiii?? Ini apaaaaaaa?? Huaaaa!! The power of love!! Bener” bikin terharu ini cerita!! Kaga tau dh aq mesti komen apa lg tp ini bener” daebak!!

    Ga bisa ngebayangin 2min diusia 70an tp feelnya kerasa.. Ya ampun, pdhl 2min itu satu gedung tp mrk bisa ga ketemu.. Thanks to key yg udah nemuin dompetnya minho..

    Aq udah curiga klo jinki pasti ada hubungan ama taemin, trnyata taemin kakekna jinki.. Jaema, yunpa…, restuin itu onkey ya.. Nice story.. ƪ(♥ε♥)ʃ

  2. Bener bener bikin terharu…!!
    Walaupun ga bisa bayangin 2min 70tahunan tp tetep aja cerita ini daebak! Menyentuh hati sekali thor. Semoga key sama jinki bisa bersatu~

  3. Hiksu hiksu,, terharu tp bahagia .
    klo jodoh emang ga kemana,, walopun 53 tahun berlalu mereka tetap mempertahankan cintanya.

  4. Omo ~
    Akhirny kedua aki-aki-ganteng-&-manis(????) Itu bahagia selamaaaaanya ~
    Aigoooo ~
    Cinta mrk tulus bgt ><
    Daebak!
    Ayo OnKey! Prjuangkn cinta kalian ~😄

  5. hahahaha kebayang muka seimut,ganteng taemin udah tua..alias kakek-kakek..kirain taemin masih muda ternyata toh..*agak kecewa juga sih:/ * aku terharu 2min cinta kalian abadi😦 onkey kalian mudah-mudahan kaya 2min *bukan sama-sama tuanya tapi cintanya*hahaha🙂

  6. crita.na bner2 mnyentuh hati…
    2min slma 53thn msi jga kstian cnta mrka…bner2 sbuah ksah yg mngharukan…
    chingu, daebak ff.na….keren…😀

  7. ak-aku t-tidak .. tidaaaaaaaaak/gila mode on
    gabisa ngomong apa2….nyesek bahagia !!!!
    apalagi pas ketauan klo yg nerima tlpn key itu jinki…ahampir sm kasusnya(?) ama 2min yg slg gatau tggl 1gedung…..hiks…bagus banget ..

  8. cinta 2min bener-bener ini
    yaampun mengharukan sekali
    ga kebayang ini 2min udah jadi kakek-kakek keriput/plak
    ayo onkey perjuangkan juga cinta kalian seperti 2min

  9. hwaaaa ….. mukanya 2min umur 70an gmn ya?
    sukaaa … ceritanya simple tapi ngena, good job thor !!!

  10. prok….prok….prok….prok….prok…..
    Daebak chingu….. kisahnya dapet banget…….ngena ke hati, bikin yg baca ikut terharu……. ga ngebosenin walau sudah di baca berulang kali.

    Di tunggu kisah2 indah yg lainnya ya

    ~Gomawo~

  11. Huuuuaaaa~ Aku ngebayangin 2Min udah tua kayak gitu~ >,,<
    Yunppa, Jaemma, OnKey di restuin ya~ Kalian gak mau kan liat kisah cinta OnKey kaya 2Min? *senggol YunJae
    Aaaah~ Nice banget deh~ Akhirnya 2Min menikah~ :')

  12. ngebayangin minnie n minho jdi tua??
    hwaduh,,gk bisa….
    cuma bisa bayangin minnie dg wajah imutny tp dg warna rambut putih,,kalo minho cuma matany yg besar n belo tu makin belo lg karna keriput dsudut matany yg bikin kelopakny gk kuat nahan mata belonya…
    kekekekeke,,,,
    lucu bnget bayangin mereka jdi tua….

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s