[2min] My First Love Story part 2


hmm, di sekolah gak ngapa-ngpain, bosen deh. mending post ni ff aja.

kali buatannya temenku Chaeyoung yang berkolaborasi denganku. mian ya kalau misalnya agak jelek karena buatnya abis sahur sekalian nunggu imsak. aku cuma disuruh nambahin dikit mayang buat. sudahlah gak pakek lama mending baca aja, abis baca harus comment ya?

NO COMMENTS NO NEXT *apaan?*

title      : My First Love Story

Author : Ria and Chaeyoung

Pairing  : 2MinJoon

Cast     : Taemin as yeoja

              Minho as namja

             Joon MBLAQ as namja

             and other cast.

genre   : Romance, and Angst? jangan peduliin yang Angst


***

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Seperti biasa Taemin makan siang di kantor guru. Ketika ia melewati toilet wanita, tiba-tiba dia merasakan ada yang menabrak tubuhnya dan mendorongnya masuk ke dalm toilet.

Detik dan menit berlalu. Yeoja cantik itu akhirnya tersadar dari pingsannya, tapi dia tidak bisa bergerak. Tangan dan kakinya terikat tali yang besar dan kasar, mulutnya di bungkam dengan kain. Sekujur tubuhnya lusuh dan basah kuyup. Entah siapa yang tega melakukan semua ini padanya. Yeoja cantik itu merintih kesakitan.

Minho yang baru saja keluar dari lab multimedia karena habis latihan untuk olimpade computer berikutnya. Dia merenggangkan tubuhnya yang kaku setelah duduk selama berjam-jam.

“Hoahm, gila, waktu latihan lama sekali sih. Mulai dari habis istirahat sampai bel pulang berbunyi,” gumam Minho. Dia melihat ke sekelilingnya.

“Bahkan sekolah sudah sepi, pulang ah!” Minho melangkah menuju kelasnya.

Ketika ia melewati kelas Taemin. Betapa terkejutnya dia saat melihat tas Taemin masih berada di atas bangkunya. Minho bertanya dalam hati, kenapa Taemin belum pulang juga? Apa terjadi sesuatu? Saat Minho ingin kembali ke kelasnya, ia di kejutkan oleh seseorang berpakaian serba putih berdiri di hadapannya.

“si…siapa kau?” tanya Minho terbata-bata.

“Aku yang kau kunjungi beberapa hari yang lalu, sekarang tepatilah janjimu,” jawab sosok itu.

“Ma..ma…maksudmu?”

Sosok itu tertawa kecil, “Kau ini lucu sekali sih, kau datang memberiku janji bahwa kau akan menjaga dan melindungi Taemin, sekarang aku menagih janjimu itu, selamatkan dia,”

“Jadi kau….” kata Minho kaget ketika ia mulai tahu siapa sosok di depannya. Sosok itu mengangguk dan menjawab

“Ne, aku Lee Joon. Hanya kau yang bisa melihatku, jadi aku meminta bantuanmu boleh?”

“Apa itu?” tanya Minho. Joon mendekatinya dan berbisik sesuatu.

“Bagaimana?” tanya Joon setelah ia membisikkan sesuatu di telinga Minho.

“Ne, aku akan membantu sebisaku, kira-kira apakah kau tahu dimana Taemin?”

“Coba kau cari di toilet wanita.”

“Toilet wanita?”

“Ne, cepatlah dia dalam bahaya. Bye, kapan-kapan kita bertemu lagi,” pamit Joon, lalu menghilang bersama angin.

“Yak, dasar hantu tidak bertanggung jawab,” teriak Minho setelah Joon menghilang.

***

Minho berlari menuju toilet wanita, dengan ragu ia masuk ke dalam. Begitu dia melangkahkan satu kaki tiba-tiba ada yang memergokinya.

“Yak, mau apa kau di depan toilet wanita? Mau ngintip ya? Dasar mata keranjang!” gertak Yuri yang tiba-tiba muncul di samping Minho.

“Eh nenek lampir, bisa nggak sih, nggak ngurusin masalah orang? Urus saja dirimu sendiri!” bentak Minho.

“Ah, beraninya kau! Oh, aku tahu kenapa kau kesini, pasti kamu sedang mencari pasangan cupumu itu kan? Auh, kalian benar-benar serasi! Seharusnya kau mencari pasangan yang jauh lebih baik darimu agar bisa memperbaiki keturunan! Aku misalnya”

Minho menatap Yuri dengan pandangan jijik.

“Hah? Nenek lampir sepertimu? Diberi saja aku tidak mau? Awas saja, kalau kau berani mengganggu Taemin…akan ku buat perhitungan denganmu” ancamnya.

“Kau mengancamku? Hahaha, Kwon Yuri tidak pernah takut dengan ancaman siapapun! Terlebih ancaman dari manusia buruk sepertimu! Sudahlah,,, tidak ada gunanya berbicara dengan makhluk sepertimu!” ledek Yuri sambil meninggalkan Minho.

Ingin rasanya ia memasukkan Yuri ke lubang Toilet sekarang juga. Namun, hal itu ia urungkan karena dia harus mencari Taemin disana. Akhirnya tanpa pikir panjang namja itu langsung memasuki toilet itu.

Ada 5 pintu tertutup di dalam. Apa Taemin ada di salah satu pintu itu? Terdengar suara rintihan dan seseorang yang memanggil-manggil Joon. Rasa was-was namja itu semakin memuncak, dia terus memanggil Taemin seraya membuka satu persatu pintu disana. Akhirnya di pintu paling ujung ia menemukan sesosok tubuh yang tergeletak tak berdaya disana.

“Taemin” pekik Minho sambil menopang kepala Taemin dan mencoba melepas ikatan serta kain yang membungkam mulutnya.

“Joon oppa, akhirnya kau datang,” kata Taemin lalu dia jatuh pingsan.

***

Minho membawa Taemin pulang ke rumahnya. Sedikit berat karena selain ia harus menggendong Taemin ia juga harus membawa mereka. Minho menekan bel yang ada di sebelah pagar rumah Taemin.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya gerbang di buka oleh pelayan. Pelayan tersebut kaget karena nona mudanya itu pingsan. Segera ia membantu Minho membawa Taemin masuk ke dalam.

Di dalam ada Key, pacar dari Onew yang kebetulan sedang bermain disana.

“Omo, Taemin? Gwenchana? Apa yang terjadi padanya?” tanya Key ketika ia melihat Taemin pingsan digendongan Minho.

“Nanti saya jelaskan, sekarang saya harus membawa Taemin ke kamarnya,” sahut Minho.

“Kalau begitu ikut aku,” kata Key lalu menggiring Minho ke kamar Taemin.

Kamar Taemin berada di sebelah kamar Onew. Jadi, di jalan mereka bertemu dengan Onew disana. Dia bingung ketika mendapati adiknya tak sadarkan diri dan basah kuyup digendongan namja berkacamata.

Minho membaringkan Taemin di atas ranjang berukuran king size. Key menyelimuti tubuh Taemin dan berjalan ke lemari yeoja itu untuk mencari baju ganti untuknya. Onew menyuruh Minho untuk keluar dari kamar Taemin.

Mereka berjalan menuju ruang tamu yang bisa dibilang sangat luas itu. Minho duduk berhadapan dengan Onew yang masih menatapnya tajam. Tiba-tiba ia mendengar bisikan.

“selamat mendapat pertanyaan yang diajukan oleh kakak Taemin.” Minho hanya menghela nafas bersiap untuk di introgasi.

“Jadi, ada apa dengan dongsaengku?” tanya Onew.

“Aku menemukannya terikat di dalam toilet, entah siapa yang melakukannya, sepertinya ia sudah berada disana cukup lama,” jelasnya. Mata Onew melebar.

“Mwo? Kau menemukannya terikat di toilet? Apa dia dibully lagi?”

Minho mengangguk. Onew menghela nafas. Apa salah Taemin hingga ia seperti ini? sejak kecil Taemin seperti ini. terasa aura penyesalan di sekitar Onew. Minho yang penasaran akhirnya betanya pada kakak Taemin itu.

“Mian, kalau boleh tahu. Mulai kapan Taemin dibully?” tanya Minho hati-hati. Onew menatapnya.

“Saya hanya penasaran, karena setiap hari teman-teman di sekolah selalu saja mengganggu Taemin,” jelas Minho. Onew mengangguk mengerti. Entah kenapa ia merasa kalau sifat Minho mirip dengan Joon ketika pertama kali ia meminta bantuannya untuk menjaga Taemin.

“Ia, dibully sejak ia masih kecil. Entah karena apa, padahal Taemin sendiri anak yang baik,” jelas Onew.

Minho mengangguk mengerti, apa salah Taemin sampai-sampai ia harus di perlakukan seperti boneka oleh temannya? Pertanyaan it uterus muncul dibenaknya. Ketika ia hendak menanyakan hal itu pada Onew. Ia melihat Onew sedang khawatir dan rasa menyesal karena tidak dapat melindungi dongsaengnya itu dengan baik. Akhirnya ia urungkan niat tersebut dan lebih memilih untuk undur diri.

“Mian, saya mau pulang dulu, err” pamit Minho

“Onew, sekali lagi terima kasih atas bantuanmu,” sahut Onew sambil mengantar Minho ke pintu depan.

Setelah Minho pergi. Ia melangkah masuk ke rumahnya dan menuju ke kamar dongsaengnya itu.

Disana ia mendapati Key yang sedang mengompres Taemin. Onew memandang Taemin yang sedang terbaring lemah.

“Salahku,” gumamnya pelan, tapi masih bisa didengar oleh Key.

“Yeobo, sudahlah, ini bukan salahmu,” kata Key menenangkan Onew yang matanya mulai berkaca-kaca.

“Ini salahku, Key, kenapa aku harus meninggalkan Taemin?” ujar Onew sambil memukuli dadanya.

“Aniya, ini bukan salahmmu. Taemin pasti baik-baik saja,” hibur Key lalu memeluk kekasihnya itu.

“Seharusnya aku menjaga Taemin setelah kepergian Joon,” Onew terus saja menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan Key hanya bisa memeluknya dan menghentikan pukulan Onew.

***

Flashback

Setiap hari Onew selalu bersama Taemin. Onew dan Taemin mereka adik-kakak yang bisa dibilang kompak. Saat itu Taemin masih TK dan Onew sudah SD kelas 4. Walaupun berbeda sekolah, tapi mereka masih satu komplek. Onew selalu saja menjaga Taemin, setiap kali dongsaengnya itu menangis ia selalu saja menghiburnya.

Saat ulang tahun Taemin, ia di kurung teman-temannya di kamar mandi. Yang bisa dilakukan oleh Taemin hanya teriak memanggil-manggil nama oppanya. Tak lama kemudian ia ditemukan oleh guru yang hendak mengajar di kelas yang kebetulan dekat dengan kamar mandi tempatnya dikurung.

Onew dan sepupu Taemin merencanakan untuk membuat pesta kejutan untuk dongsangnya itu. Taemin yang menangis karena ia masih takut di kamar mandi tadi, berubah jadi tawa karena saudaranya membuat pesta kejutan untuknya. Kejutan itu dilakukan ketika Taemin pulang sekolah. Dia menangis dipelukan Onew. Karena Taemin kelelahan menangis akhirnya Onew membawanya pulang dengan menggendongnya di belakang punggung.

Waktu pun berlalu begitu cepat. Saatnya Onew masuk ke tingkat yang lebih tinggi. Dia khawatir tidak ada yang menjaga yeodongsaengnya itu. Akhirnya ia meminta bantuan Joon yang diam-diam telah membantunya menyelamatkan Taemin. Onew menemui Joon tanpa sepengetahuan siapapun.

“Kau Lee Joon?” tanya Onew. Joon hanya mengangguk.

“Aku minta bantuanmu, tolong jaga adikku dengan baik, kau menyukainyakan?”

“Maksud hyung?” tanya Joon bingung atas pertanyaan Onew.

“Lupakan, Sebentar lagi aku lulus, aku khawatir terjadi apa-apa dengan dongsaengku yang selalu dibully oleh teman-temannya itu, tolong bantu aku, jadilah temannya, aku tahu selama ini kau yang menolong adikku itu” pinta Onew.

Joon menghela nafas lalu menjawab. “Arraseo, aku akan berada disisi Taemin,”

Onew tersenyum senang.

“Gomawo, tolong jaga dia baik-baik ne?”

“Pasti,” yakin Joon.

Sejak saat itu Joon selalu disisi Taemin. Mereka sangat bahagia. Namun, kebahagiaan itu hilang sejak insiden itu terjadi. Insiden yang merenggut nyawa Lee Joon. Orang yang sangat dicintai Taemin begitu juga sebaliknya.

END of flashback.

     Onew menelusuri wajah Taemin yang sedang tertidur lelap. Dia sempat sadar, tapi dia tidur lagi setelah minum obat demam. Key memutuskan untuk menginap di rumah kekasihnya itu. Dia terus ikut memandang wajah Taemin. Akhirnya sebuah ide terlintas di benaknya.

“Yeobo, bagaiman kalau kita mendandani Taemin?” usulnya. Onew yang sejak tadi membelai wajah Taemin menghentikan aktfitasnya lalu memandang kekasihnya tersebut.

“Aku sih terserah, tapi Taemin, aku tidak tahu, dia sudah berjanji untuk tidak merubah penampilannya demi menjaga kehormatannya,” respon Onew. Key menghela nafas, benar juga. Taemin termasuk anak yang tidak melanggar janji. Ia kesulitan untuk mengajaknya ke salon atau shopping ke mall.

“Aku akan membuat dongsaengmu lebih cantik, tapi tetap tidak melepas kaca matanya itu,” kata Key sambil tersenyum seakan menerawang bagaimana cantiknya Taemin nanti.

“Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu,” sahut Onew sambil menepuk bahu Key.

“Dia pasti akan menjadi yeoja yang cantik sepertimu,” sambungnya lalu mengecup bibir Key dan kening Taemin.

***

Sementara itu di sebuah apartment yang mewah seorang namja tampan berkacamata minus duduk di depan meja belajar dengan sebuah buku yang banyak angka bahasa pemograman komputer. Sebentar lagi ia harus mengikuti olimpiade komputer yang diadakan oleh salah satu universitas ternama di Korea. Setelah merasa lelah belajar bahasa pemograman dan mengerjakan PR ia memutuskan untuk tidur. Tiba-tiba

“AAARGH!” teriaknya. Dia terkejut mendapati sesosok namja tampan berpakaian serba putih yang kini tiduran di kasurnya.

“Good job, kau menepati janjimu, tapi aku menagih janjimu yang kedua,” kata sosok itu.

“Bagaimana kau bisa kemari?” tanya Minho tak menghiraukan kata-kata sosok tadi.

“Hello, aku ini hantu, aku bisa kemana saja yang aku mau,” jawab sosok yang ternyata adalah hantu Lee Joon.

“Ouh, kau kan sudah meninggal, kenapa kau disini?”

“Ada yang mengganjal dan membuatku tidak tenang,”

“Apa itu?”

“Kau tak perlu tahu, sudah kau tidur saja. Bersiaplah!” perintah Joon sambil menyingkir dari ranjang Minho.

“Bersiap, untuk?” tanya Minho.

“Lupakan, cepat tidur, besok terlambat lho!” kata Joon.

Minho merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama kemudian dia terlelap. Joon yang menatapnya sambil tersenyum penuh arti.

“Bersiaplah, hidupmu akan berubah dan kau harus kuat!” gumamnya sambil tetap tersenyum penuh arti.

 

TBC

Bagaimana? Gj kah? anehkah? ayolah commentnya. marahkah sama nenek lampir *read : Yuri*?  seperti motto di atas no comment no next.

46 thoughts on “[2min] My First Love Story part 2

  1. lee joon mencurigakan….ada apasihh -.- truss aneh bgt taem d bully mulu padahal baik..masa cuman karena cupu.trus apa hubungan kacamata ama kehormatan??aq ga pake kcamata jg bisa jaga kehormatan…ga ngerti

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s