[2min] My First Love Story Part 3


Annyeong,

Aku kembali lagi. hahaha, aku heran dengan diriku padahal aku lagi sibuk banget, tapi masih sempet bikin ff. saya lagi galau. jadi Mianhe kalau misal hasilnya agak kurang memuaskan *apaan?*. silahkan baca, jangan lupa comment.x. ok?

NO COMMENT NO NEXT

title      : My First Love Story

Author : Ria and Chaeyoung

Pairing  : 2MinJoon

Cast     : Taemin as yeoja

              Minho as namja

             Joon MBLAQ as namja

             and other cast.

genre   : Romance, and Angst? jangan peduliin yang Angst

Di sebuah kamar yang cukup besar dan identik dengan warna pink, telah berdiri seorang yeoja cantik, tapi sayangnya dia agak cupu dengan rambut di kepang dua dan kaca minus yang lumayan agak menipis karena dia berhasil mengurangi minus itu dengan memakan vitamin A. sepertinya yeoja itu sedang bersiap untuk pergi ke sekolah setelah beberapa hari ia tidak masuk karena demam. Namun, seorang yeoja cantik bermata kucing, dengan rambut yang di kucir dua sehingga memperlihatkan pipinya yang tirus masuk ke dalam yeoja cupu tadi.

 

“Omo, Taemin…kau benar-benar ingin ke sekolah dengan dandanan seperti itu?” kata si yeoja bermata kucing itu.

 

“Wae? Aku selalu seperti ini jika pergi ke sekolah?” sahut yeoja yang ternyata bernama Taemin.

 

“Sini, biar eoni dandani kamu,”

 

“Tidak usah, aku biasa seperti ini kok,” tolaknya.

 

“Gwenchana, sekali-sekali tampillah berbeda.” Yeoja itu mendekati Taemin.

 

“Apa aku harus menggunakan lensa kontak?”

 

“Aniya, kau bisa memakai kacamatamu, aku tahu kau masih ingin menjaga kehormatanmu sebagai wanita dan tidak ingin menarik perhatian namja lain kan?”

 

“Bagaimana Key eoni tahu?”

 

“Pabo, aku ini yeojachingunya oppamu, masa, tidak tahu tentang calon adik iparnya ini? sini, aku sisir rambutmu,”

 

Key menggerai rambut Taemin. Awalnya memang kusut, tapi karena Key sudah ahli dalam merias termasuk fashion dia bisa mengatasinya. Taemin hanya menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dia hanya bisa pasrah tampilannya dirubah oleh Key. Dari raut wajahnya sepertinya ia agak cemas, bagaimana reaksi teman-temannya nanti? Apa ia akan dibully lagi? Melihat calon dongsaengnya itu berwajah gelisah, Key berkata.

 

“Tak usah takut, jalani saja semua dengan senyum,,,bukankah itu kata-kata yang sering diucapkan Joon?”

 

Taemin tersenyum. Benar juga, dulu Joon sering berkata seperti itu saat ia merasa takut akan sesuatu hal. Di sudut ruangan sedang berdiri sesosok namja tampan berbaju putih. Namja itu tersenyum seraya bergumam.

 

“Hadapilah semua dengan senyuman,,,mianhe, aku tidak bersamamu untuk selamanya, Taemin,” lalu sosok itu memnghilang.

 

Key bertepuk tangan atas hasil karyanya yang berhasil merubah Taemin. Bagaimana tidak? Taemin sangat cantik walau dengan kacamata. Rambutnya digerai memanjang se punggung dan dihiasi degan bando yang di atasnya ada pita. Neomu yeppoh.

 

“Key, apa yang kau….” kata-kata Onew terputus ketika ia melihat penampilan Taemin. Dia hanya terpaku di depan pintu. Key hanya tersenyum melihat tingkah namjachingunya itu, sedangkan Taemin hanya menunduk malu.

 

“Wae yeobo? Lihatlah air liurmu hampir keluar tuh!” goda Key. Segera saja Onew mengusap bibirnya.

 

“Kau menggodaku, eoh?” kata Onew ketika mendapati kalau di bibirnya tidak ada air liur. Dengan cepat Key berjalan mendekati kekasihnya itu, lalu mencium bibir tebalnya.

 

Taemin menutup matanya karena tidak sengaja melihat oppanya telah berciuman, tapi kok lama ya? Jam berapa sekarang? Taemin melirik jam digital yang ada di dekat meja riasnya. Mwo? 20 menit lagi sudah bel, eottokhae?

 

“Oppa, kajja berangkat, aku hampir terlambat…” teriaknya. Dua sejoli yang sedang asyik berciuman itu pun segera melepas ciumannya.

 

“Aigoo, cepat antar dongsaengmu…aku juga harus membuka butikku,” kata Key sambil mendorong Onew dan Taemin.

 

“Ne, kami pergi dulu ya, Annyeong” pamit Taemin dan Onew. Key hanya melambaikan tangannya.

 

***

Seorang namja tampan berjalan dengan cueknya. Padahal semua mata telah melihat ke arahnya. Nama namja itu adalah Choi Minho. Kenapa  semua mata memerhatikannya? Itu karena namja itu telah berubah, tapi itupun dengan cara yang cukup unik.

Flashback

Beberapa hari yang lalu ketika bangun tidur Minho dikejutkan oleh sesosok hantu yang selama ini berkeliaran di dekatnya. Bagaimana tidak kaget kalau hantu itu tiba-tiba melayang di atasmu dengan senyum yang polos?

“Annyeong, Minho, wah kau tampan sekali tanpa menggunakan kacamata?” kata hantu itu.

“Kau? Turun sekarang juga! Jangan melayang-layang seperti itu, hantu jelek!” bentak Minho.

“Kurasa kau itu minus kan? Kenapa kau bisa melihatku dengan jelas tanpa kacamata?” tanya hantu itu masih melayang di atas Minho.

“Sebenarnya minusku sudah sembuh dari 3 hari yang lalu, tapi aku tidak mau melepas kacamataku karena aku tidak ingin dikejar-kejar oleh banyak yeoja,”

“Ge-er sekali kamu! Apa karena my princess sehingga kau seperti ini?”

“Maybe, wait, princess? Maksudmu Taemin?”

“Ne, siapa lagi? Cepat kau bersiap-siap pergi ke sekolah sana!” perintah hantu itu sambil beranjak turun dari posisinya.

“Kau hantu berani memerintahku eoh?” kata Minho tak terima telah diperintah oleh hantu itu. Sedangkan si hantu hanya menyengir kuda.

***

Pagi ini Minho tidak masuk ke dalam kelas karena ia hendak mengikuti olimpiade komputer. Sambil menunggu guru yang akan mengantarnya, ia membaca pemograman komputer. Sesekali ia memposisikan kacamatanya yang merosot.

“Dari pada ribet, mending lepas saja kacamata itu!” tiba-tiba suara Joon terdengar.

Minho menoleh, dan mendapati Joon telah duduk di sebelahnya.

“Terserah aku dong, nanti saja aku lepas ketika mengerjakan soal!” sahut Minho. Mereka tidak berbincang seperti biasa melainkan menggunakan batin, tapi itu khusus Minho. Tidak mungkin sekali ia berbicara sendiri seperti orang gila.

Benar saja, ketika olimpiade berlangsung. Minho melepas kacamatanya. Dia mengerjakan soal dengan lihai walaupun ada beberapa soal yang sempat membuat otaknya berputar dua kali lipat, tapi bisa atasi. Minho berhasil menyelesaikan soal dengan cepat. Namun, tidak dia kumpulkan langsung, dia lebih memilih untuk mengoreksi kerjaannya.

Bel tanda kalau mengerjakan soal telah selesai pun berbunyi. Segera saja ia mengumpulkan soalnya tersebut. Seperti biasa, Minho dan guru pembimbingnya itu menunggu hasil tes seleksi. Setelah hasil tes seleksi keluar segera saja mengerjakan soal semi final. Dan 3 hari setelah itu baru saja final.

Disela-sela 3 hari menuju fianal. Minho benar-benar dihajar oleh buku-buku komputer. Bukannya merasa terbebani ia malah senang karena ini adalah bidang kesukaannya selain olahraga.   Minho pernah bangun terlambat karena tidur terlalu malam. Karena terburu-buru ia lupa untuk menyisir rambut dan mengenakan kacamata seperti biasanya. Sedangkan Joon yang melihatnya itu hanya terkekeh melihat tingkah Minho.

Minho berlari dengan kecepatan penuh menuju kelasnya. Dia tidak memperdulikan tatapan kagum oleh teman-temannya yang ada dibenaknya sekarang hanyalah cepat-cepat ingin masuk kelas. Berhenti di depan kelas Taemin sebentar, lalu melanjutkan langkahnya menuju kelasnya sendiri. Hari ini Taemin tidak masuk sekolah lagi.

“Omo, apa benar ini Choi Minho?” heboh Donghae ketika mendapati Minho yang duduk di sebelahnya.

“Berubah? Aku biasa saja kok!” sahut Minho sambil membenarkan kacamatanya, tapi gerakannya terhenti karena ia tidak mendapati kacamata di matanya.

“Hahaha, benarkan kau berubah. Lihat saja sendiri,” ujar Donghae seraya menyodorkan cermin ke arahnya.

Minho mengamati wajahnya di dalam cermin. Awalnya ia biasa saja, tapi ia kembali melihat cermin karena dirinya berubah. Sedangkan Donghae hanya tertawa.

Di apartement, Minho tidak menemukan kacamatanya lagi, tapi ia menemukan sebuah kacamata di depan komputer. Ketika hendak mengambil kacamata tersebut, tiba-tiba benda itu melayang.

“Kau hanya boleh mengenakan kacamata saat kau di depan komputer saja,” kata Joon yang tadi membuat kacamta itu melayang.

“Yak, kembalikan!” kata Minho seraya tangannya  menggapai kacamatanya.

Joon menjauhkan kacamata tersebut dari jangkauan Minho. Mereka bertengkar cukup lama dan akhirnya pertarungan di menangkan oleh Joon karena ia menghilang sambil membawa kacamata milik Minho.

Sejak saat itu, Minho sering melepas kacamatanya dan mencoba untuk berganti modelrambut. Sebenarnya untuk berganti model rambut itu bukan keinginannya melainkan keinginan Joon yang merasuki tubuh Minho.

Semua yang mengejeknya tak lagi mengejek. Bahkan si nenek lampit Yuri pun mengejar-ngejarnya. Namun, naas si nenek lampir berkali-kali ditolak oleh Minho dengan alasan

“Aku tidak tertarik dengan nenek lampir berhati busuk sepertimu.” Hahaha, poor Yuri.

End of Flashback

 

Ingin tahu perubahannya Minho?

Minho revolution

Bagaimana? Cakep kan? Mian, siapa pun yang punya foto ini autor minta karena author gak bisa edit foto sendiri dan foto ini asal comot ajah dari mbah google. Ok back to story.

 

Minho dengan cueknya melangkah menuju gedung sekolah. Namun, langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara mobil berhenti di depan gerbang. Dia melihat ke arah mobil itu. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati yeoja cantik berambut panjang dengan kacamata minus turun dari mobil tersebut. Tidak hanya Minho melainkan siswa-siswi yang berada di halaman.

 

“Cantikkan? Dia itu Taemin,” kata Joon yang tiba-tiba muncul.

 

“Taemin? Kau tidak bercandakan?” tanya Minho tak percaya.

 

“Aniya, aku sungguh-sungguh kok. Dia itu Taemin, itulah my princess yang asli,” jawab Joon lalu menghilang lagi.

 

“Dasar hantu seenaknya sendiri datang dan pergi,” gumam Minho pelan.

 

Beruntung saat itu Yuri tidak masuk sekolah, jadi Taemin tidak dalam masalah.

 

***

Hanya awalnya saja mereka mengagumi Taemin, tapi dengan perubahannya itu. Banyak namja yang mengaguminya. Jadi para yeoja yang bisa dibilang anak buah Yuri termasuk Yurinya sendiri pun berencana untuk mencelakakan Taemin. Hey, ini sekolah. Dan sekolah untuk belajar dan bukan untuk ajang model.

 

Saat istirahat, tiba-tiba Taemin ditarik paksa oleh Yuri and friends ke gudang tempat penyimpanan alat-alat kebersihan.

Tidak hanya dikurung disana, Taemin juga di pukuli hingga bibirnya berdarah lalu diikat dan kacamatanya di patahkan.

 

“Itu akibatnya telah membuat kami marah!” bentak Yuri

 

“Apa salahku?” tanya Taemin.

 

“Kau punya banyak kesalahan, sudahlah, kita tinggal saja dia di dalam sana!” sahut Jessica salah satu teman Yuri. Mereka mengunci gudang tersebut lalu meninggalkan Taemin begitu saja.

 

Setelah Yuri and the genk menjauh, Minho muncul dari tempat persembunyiannya. Sebenarnya ia tahu apa yang diperbuat oleh Yuri and the genk itu, tapi ia lebih memilih untuk membiarkan apa yang ingin dilakukan oleh mereka.

 

Segera ia dobrak pintu gudang tersebut. Berhasil, pintu itu terbuka. Dia mendapati Taemin pingsan, mulutnya berdarah, tangannya diikat, kacamatanya retak. Dengan sigap ia membawa yeoja itu ke UKS untuk diobati lalu ia menelepon Onew supaya Taemin bisa dibawa pulang.

 

Joon yang menyaksikan tindakan Minho hanya bisa tersenyum. Sudah saatnya aku meminta bantuan yang lebih berat dari ini.

 

Di kamar Minho seperti biasa Joon selalu berkeliaran di sekitarnya. Namun, ketika Minho menatapnya, Joon ikut menatap tajam Minho. Minho yang bingung pun bertanya pada Joon.

 

“Wae?” tanya Minho.

 

“Bisakah aku meminta bantuanmu, tapi ini agak berat?” sahut Joon.

 

“Mwo?”

 

“Itu,,,anu,,,duh,,,kau bisa tidak?”

 

“Tergantung apa itu, sudahlah jangan berbelit-belit, apa itu?” tanya Minho tidak sabar.

 

Joon menghela nafas(?), lalu menatap Minho lagi.. “itu, kau harus….”

 

TBC

 

hahaha, gimana? pendek atau panjang? yang penting comment. mianhe fotonya aku gak tahu di tarok di mana? pkoknyadi situ

43 thoughts on “[2min] My First Love Story Part 3

  1. Asiiikkkkk teaminnya berubah….
    Pasti jadi lbih cantik lagi….
    Hehehe…..

    Joon oppa mau minta bantuan apa yah….
    Huhuhu… Jadi penasaran….
    Lanjut ah….
    Hehehe

  2. sebenernya apa mw joon…
    apa itu ttg taemin…
    uhh yuri bener2 nyebelin
    sukurin tuh yeoja d tolak sama minho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s