[2min/sequel WGM] Now, We Married! part 4 of 5


[2min/sequel WGM] Now, We Married! Part 4

Foreword:
Hai, annyeoong~ kekekek~ like my promise to you all mu beloved Suunders!
I bought this FF, im sorry for waited so looong~
HEI, thanks so much guys for all LIKE and Lovely comments, hm…i know, you all really YADONGERS!LMAO

Hahahaha…aku ancam tidak akan ada NC malah komennya bejibun baru satu hari dan yang like juga banyak J

Well, buat anakku, bukan karena authornya, tapi karena si suunders nih kali pada YADONG! LOLOLOLOL~~*ditimpuk*

Oke, mungkin ini nggak bakal hot, karena gue nggak pernah baca 2min NC’an dalam bentuk berbeda(?)

Oke, NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM

NEED YOUR COMMENTS AND LIKE!!!
THATS ALL LOVE FOR ME!

undefined

.

.

by: Pervy^ Sanniiew

Taemin membuka matanya dipagi hari, sinar matahari yang hangat sudah menerpa wajahnya yang mulus dan berseri, menambah kecantikan pada dirinya.

Ie melirik kesebelahnya, tidak ada Minho…sontak ia berdiri dan melihat kesekeliling ruangan,
“Minho oppa?”, panggilnya ,namun tidak ada jawaban sama sekali.

Sontak perasaannya tidak nyaman, ia ingat kejadian semalam, ia ingat apa yang terjadi, sungguh, ia masih merasa tidak enak dan merasa jahat pada Minho.
“O-oppa… hiks”, Taemin menutup wajahnya dan menangis,

“Taemin?”,

SNAP! Taemin membuka matanya dan melihat Minho membuka pintu kamar dan melihat ke arahnya, sontak Minho yang berdiri didepan pintu langsung menuju kekasur, dengan setengah sadar baru bangun tidur ia terkejut telah melihta istrinya itu menangis.
“Pooh, hei…gwencana?”,tanya nya duduk di kasur didepan Taemin.

“O-oppa…”, Taemin mengusap matanya dan menghapus hidungnya yang memerah,
“O-oppa..dari mana…a-aku…m-mianhe…”, Taemin menunduk takut, Minho tidak mengerti apa maksudnya.

“Apa—“

“O-oppa…mianhe…”, Taemin dengan gemetar meraih ujung kaos Minho dan menundukan kepalanya, Minho diam saja, ia berusaha mencerna apa maksud dari istrinya itu.

Namun seperti bisa membaca pikirannya, Minho menarik nafas dan mengelus kepala istrinya dengan sayang, perlahan dan terus mengusapnya dengan lembut.
“Pooh gwencana…aku juga minta maaf…”, jawab Minho lembut.
“Sudah yah…jangan menangis, tidak apa-apa…”, Minho menangkup wajah nya, dan menatap mata Taemin yang sudah memerah , ia berdecak dan mengelapnya dengan tangannya, dan mengusap hidung Taemin yang basah dengan kaosnya sendiri,

“Gwencana Pooh… aku sudah bilang aku minta maaf, kau tidak perlu seperti ini…aku mengerti…”, jelas Minho.

Minho menggenggam tangan Taemin dengan erat, memainkannya dengan lembut sambil menatap Taemin tersenyum.
“Aku tidak akan pernah memaksamu untuk melakukan itu, aku minta maaf membuat mu seperti ini, aku akan tunggu sampai waktu yang tepat, kita sama-sama siap…”, jelas Minho. Taemin menatap tangan mereka sambil terus sesenggukan.
“…bahkan aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika aku membuat mu tidak nyaman dan tersakiti, aku tidak mau kita melakukannya dengan terpaksa …”, Minho seperti berkata dengan sedih, namun ia menutupinya. Bagaimana tidak, ia tidak bisa tidur semalaman, memikirkan bahwa dia telah melakukan kesalahan pada Taemin, tidak seharusnya ia memaksanya.

“T-tapi Oppa…”

“Sssht…”, Minho mengelus pipi Taemin dan menatap dalam kematanya, “Gwencana…percaya padaku, gwencana…”,
Minho tersenyum dan mengangguk padanya, Taemin menatap sejenak wajah Minho dan menarik kaosnya,

“G-gomawo Oppa…”, bisiknya, Minho tersenyum dan mengelus kepalanya, dan perlahan memeluknya,
“A-aku sayang oppa…”, bisik Taemin, Minho sontak berdebar, Taemin tidak pernah katakan itu padanya, Minho wajahnya memerah, ia mengelus kepala Taemin dan memeluknya erat.

“Aku juga sayang padamu…”, Minho berbisik, Taemin mengeratkan pelukannya tersenyum.

Taemin mendengar debaran jantung Minho, ia senang sekali bisa tahu perasaan itu. Namun disisi lain, Minho bersusah payah menahan getaran hatinya dan menguasai dirinya, dammit…terkutuklah setan-setan sekalian yang berbisik untuk melakukan hal lebih pada istrinya.

“Nah…sudah, sekarang aku harus siap-siap, aku ada rehearsal sebentar lagi…” Minho memundurkan tubuh Taemin, ia takut tidak bisa mengendalikan tubuhnya, Taemin tersenyum dan berdiri.

“Aku akan buatkan sarapan untukmu Oppa…mau makan apa?”, tanya nya ketika melihat Minho ingin masuk kedalam kamar mandi.

“Apa saja sayang…”, Minho tersenyum dan mengedip ke arahnya, Taemin berdecak dan memegang pipinya, kenapa saat bangun tidur Minho bisa sangat tampan?

Taemin menarik nafas, ia masih merasa tidak nyaman, selalu seperti ini, ia sungguh bingung, mau sampai kapan seperti ini? Apa Minho sungguh akan mengerti ketidak siapan dirinya akan melakukan hal itu? Bagaimana jika Minho sudah mulai bosan? Bagiaman jika Minho merasa jenuh dengan pernikahan mereka yang selama ini tidak berjalan semestinya? Ia takut…ia hampir mengeluarkan air matanya lagi, ia usap dan ia gelengkan kepalanya, ia tidak boleh berpikir begitu terhadap Minho, ia lebih jahat jika berpikir begitu,ia yakin Minho akan mengerti…

Taemin menuju ke lamari baju Minho, menyiapkan baju yang cocok untuknya hari ini, sejenak ia melihat sederet celana, jas, kemeja, blazer, dan aksesoris yang cocok untuk Minho, bersyukurlah ia mempunyai selera fashion yang bagus.

Ia siapkan baju  yang casual buat Minho, celana coklat, dan kemeja biru pastel lalu dengan blazer yang sepadan dengan celana Minho, dengan aksen etnik dipundaknya, simple dan tidak terlalu rame.

Ia taruh semuanya di atas kasur dan tersenyum, ia ambil kemeja Minho dan ia cium kemaja itu, aish…sontak wajahnya memerah, kenapa dia…kenapa dia merasa malu?
“Aish…aku seperti fansgirl saja…”, Taemin menepuki pipinya yang memerah dan segera keluar kamar, takut-takut nanti Minho keluar dari kamar dengan handuknya lagi?

.

.

“Oppa…sudah selesai?”, Taemin menoleh melihat Minho turun dari lantai atas,
“Sebentar yah… aku sedang masak telur—“, Taemin berhenti bicara ketika ia melihat Minho mendekat dan…ia mungkin benar-benar beruntung,kenapa ia bisa mempunyai suami setampan Minho?

Minho yang melihat istrinya menundukkan kepalanya jadi merasa aneh dan menghampirinya,
“Pooh? Gwencana? Kau sakit?”, tanya Minho mengelus kepalanya, Taemin menegangkan tubuhnya yang membuat Minho semakin merasa aneh.

“A-ani…a-anioo…”, jelasnya membalikan badannya. Kenapa sih dengannya? Kenapa dia jadi gugup berdekatan dengan Minho?

“Pooh?”bisik Minho di telinganya

“AAH!!”, teriaknya terkejut,
PLAK!

“aww!!!”,

Taemin menoleh, melihat Minho meringis , melihat Minho menutup wajahnya, Taemin terkejut, ia tidak sengaja menampar Minho dengan sumpit ditangannya karena melamun.

“O-oppa…”, Taemin panik dan melihat wajah Minho, terlihat ada sedikit goresan disana,
“Oppa, wajah mu!!”, Taemin dengan segera menarik Minho untuk duduk.

“Gwencana Pooh…”,

Namun tidak didengar tanggapan itu oleh Taemin, ia malah berlari mengambil kotak P3K dengan panik, ia keluarkan semua yang bisa ia gunakan, entah kenapa ia begitu panik saat itu, sampai ia bingung harus keluarkan alkohol, hansaplas, perban, betadine, atau…

Minho merasa bingung melihat tingkah istrinya itu.
“Pooh…hei gwenca—“

“Mianhe…a-aku tidak sengaja…aku melamun tadi…”

“Pooh…”

“Kau terluka…dan itu karena ku…mianhe Oppa…”

“Pooh aku—‘

“Apa…betadine …atau perban…g-gimana …”

“TAEMIN!”,
Taemin berhenti dari kepanikannya ketika Minho meraih pipinya, Minho bingung ada apa dengan istrinya itu? Kenapa dia uring-uringan?
“Hei…aku bilang gwencana kan? Kenapa dengan mu?”, tanya Minho lembut, mengelus pipinya dan menyibakan rambut Taemin dan menyelipkannya di balik telinganya, menatapnya dengan hangat seakan berlaku pada anak kecil.

Taemin sontak tersadar, ia sendiri tidak mengerti?
Taemin memundurkan badannya dan bergetar mengambil hansaplas dan menempelkannya di wajah Minho.
“Mianhe…”, bisiknya, Minho tersenyum dan meraih tangan Taemin, Taemin sempat terkejut dan ingin menarik tangannya namun Minho menahannya, ia tatap istrinya itu dengan matanya, mencari ada yang salah dari sikapnya yang tidak biasa.

“Kau kenapa…?”,tanya Minho perlahan

Taemin diam saja malah menunduk dalam-dalam, entah mengapa jantungnya berdebar dengan cepat, jangan tatap aku seperti itu Oppa…jebal…

“Pooh…”,

Kenapa ia merasa dirinya aneh, kenapa ia menjadi salah tingkah Minho menatapnya seperti itu? Ada apa sebenarnya?ia sendiri tidak mengerti?

“Taeminnnie…?”,

Kalau terus seperti ini dia jadi bingung bagaimana harus menghadapi Minho?

Minho menarik nafas , ia semakin tidak mengerti dengan istrinya ini, apa yang dia pikirkan?
Namun tiba-tiba ia mencium bau gosong, ia melihat ke belakang Taemin, dan melihat bau gosong dari arah kompor.
“Omo, gosong!”, Minho berteriak dan membuat Taemin tersadar, ia melihat Minho sudah berlari ke arah kompor dan mematikannya.

Taemin speechless, ia ingin bersuara namun tidak bisa keluar, Minho berbalik dan berdecak.
Taemin hanya diam dan menghapus matanya, ia bingung sendiri ada apa dengannya?

Minho mengangkat tangannya ke arah Taemin, namun Taemin memejamkan matanya seakan takut disentuh olehnya, Minho tersenyum dan tiba-tiba mengangkat tubuh istrinya itu keudara, menggedongnya ke atas.
“O-oppa…aa…apa…t-turunkan aku…”, Taemin panik sekali, namun Minho hanya tersenyum dan memeluk istrinya itu.

“Aku tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan Pooh ah~ … aku minta maaf jika membuat mu khawatir akan sikapku, aku sayang padamu, jadi jangan pikirkan hal ini yah? Aku sudah bilang aku mengerti, jadi kumohon, tersenyumlah untukku, itu semangat ku setiap hari, jika kau tidak lakukan itu, aku tidak bersemangat…”, Minho memeluk tubuh mungil Taemin lebih erat. Sekarang berbalik, justru Minho yang mendengar debaran jantung Taemin, Minho tersenyum lebar mendengarnya.

“N-neh Oppa…”, Taemin mengelus perlahan kepala Minho dengan sedikit gemetar.

“Gomawooo…”, Minho tersenyum menatap Taemin, Taemin balas tersenyum, karena itu yang suaminya minta tadi.

“B-bisakah kau turunkan aku?”, tanya Taemin malu, Minho berdecak dan perlahan menurunkan istrinya itu.

“J-jadi kau mau makan apa?”, tanya Taemin segera berjalan memeriksa lemari makan.

Minho berjalan dan duduk di kursi,”Maunya aku makan kamu..”, gumamnya pelan.

“Apa Oppa? Kau bilang apa tadi?’, tanya Taemin,

Minho berdecak, “Hmm..kita makan diluar saja, kau cepatlah mandi, kita berangkat bersama ke SM, aku tunggu disini…palli…”, Minho menarik tangan Taemin dan mendorongnya untuk naik. Taemin masih bingung, namun ia turuti Minho.

“Sebentar yah?”, Taemin tersenyum lebar, Minho terpana, senyumnya indah sekali.

“Neh…”, jelas Minho.
Kalau terus seperti ini, aku takut akan melakukan hal buruk padanya, Tuhan…kuatkan hambamu ini.

.

.

Minho turun dari mobil dan meraih tangan Taemin bersamaan masuk kedalam SM, seluruh orang yang melihat mereka tidak hentinya menyapa atau sekedar menggoda pasangan baru tersebut, Minho tidak hentinya tersenyum dengan guyonan yang di katakan para staff atau artis yang sekedar menyapanya, tidak sedetik pun melepas tangan Taemin, atau sesekali merangkul pinggangnya, pundaknya, seakan mengatakan pada dunia, dont dare to touch her, be’coz she’s mine, and only mine.

“ANNYEOOONGG MINNIEE~~~”,

Thats it! THATS IT! Minho seakan punya radar yang kuat ia menarik Taemin kebelakang tubuhnya yang besar, menyembunyikan dari serangan ganas berikutnya yang akan datang.
“YAH! Kenapa kau menyembunyikannya? Aku hanya ingin menyapa! Dasar kodok pelit!!”, roar suara lengkingan, siapa lagi kalau bukan velas satu grupnya, Kim DIVA Kibum.

“Annyeoong oppa~”, Taemin menyembul dari balik tubuh Minho, Key hendak menghampirinya, namun dengan cepat Minho memundurkan tubuh Taemin lagi, dan kali ini ia merangkul pinggangnya,

“Yah , mau apa kau Hyung?”, sergah Minho, Key berdesis kesal.

“YAH! Aku hanya ingin menyapa, she’s my baby after all…”

“She’s not!”

“YAH!”,

“Wowowow… hold on Key, annyeong Taemin…”, sapa Onew dari arah belakang,dan disusul mr.pervert dibelakangnya.

“Ah, our cute Taemin…annyeonng~”, sapa Jonghyun, Minho meliriknya kesal, “OUR” ??wtf!

“Annyeong Oppadeul~”, Taemin melambaikan tangannya, Mereka hanya saling tersenyum jahil dan terkikik melihat ke imutan Taemin.

“Hei, Minho…jangan terlalu over begitulah, kita hanya mau menyapa kok… “, sergah Jonghyun,

“Tidak tertampak jelas dari wajah mu Hyung, aku tahu ada niat buruk,”

“YAH! Kau tidak sopan!”, teriak Jonghyun.

“Annyeong Oppa… kalian tidak ada jadwal? Minho oppa bilang hari ini kalian ada rehearsal?”, tanya Taemin, Key dan Onew terkekeh.

“Ada kok sayang,nih kita mau kasih tahu kodok jelek kalau dia harus segera ke studio bersama kami, kalau tidak mungkin dia akan segera ditendang karena telat datang hari ini…”, Key menjelaskan dari tersenyum menatap Taemin, namun berubah sinis ke arah Minho.

Taemin yang merasa jadi faktor keterlambatan Minho jadi tidak enak hati.
‘Oppa…mianhe…ini semua salah ku, aku membuatnya menunggu agar kami bisa berangkat bersama…mianhe…”, Taemin membungkuk,membuat keempat namja didepannya gelagapan.

“Ani ani aniooo Taeminnie…”, sergah Key, “Kau tidak salah kok, emang dasar kodok saja yang tidak menghubungi kami karena keterlambatannya,”, Minho hanya berdecak , Taemin melihat kearah Minho tidak enak hati, namun Minho mengelus kepalanya.

“Gwencana…masih ada waktu 1 jam kok, mereka saja yang berlebihan..”, jelas Minho, Taemin tersenyum dan melihat ke ketiga Oppanya didepan.

“Onew oppa, maafkan Minho oppa yah? Aku janji lain kali membuatnya ontime..”, Onew mengangguk sambil tersenyum.

“Key oppa…jangan panggil Minho opap kodok…ng..maaf, tapi aku tidak suka …maaf…”, jelas Taemi malu, Key terkejut, ia melihat Minho menyengir ke arahnya, ‘HA! Gotcha kau diva!’, Key memutar bola matanya.

“Neh,mianhe Taeminnie…”

“Nah, Taemin, bagaimana malam pertamamu?”,

Semua mata sontak menuju ke arah sumber orang yang bertanya tidak tahu tempat, dan tidak disaat yang tepat.
“YAH KIM JONGHYUN!!!”, ketiganya berteriak, Taemin hanya menunduk dan menarik baju Minho karena malu.

“Sudahlah, kau merusak suasana…hal itu tidak perlu ditanyakan Jjong, yah , Minho, antar Taemin ke grupnya, kita juga akan segera pergi, palli…”, perintah Onew, Minho mengangguk sebelum melirik kesal ke arah Jjong, Jonghyun hanya mengangkat bahunya acuh.

.

.

“Nah, aku akan pergi sampai malam, mungkin jam 7 aku sudah dirumah, jadi kau tidak apa kan bersama para eonni mu? Kalau kau takut dirumah sendirian ketika aku belum pulang, lebih baik kau di dorm mu dulu, nanti aku jemput saat ku pulang, eotte?” tanya Minho ketika ia sampai di dalam lift.

“Neh, gwencana…aku akan didorm saja bersama para eonni yah? Aku sudah lama tidak kesana, aku merindukan tempat itu…”,jelas Taemin,

Minho mengangguk dan memeluk pundak istrinya,
“Oke…”,

TING!

“Nah, kajja…”

“Eh, tidak usah…”

“Hah?”

“Sudah , Oppa langsung turun saja, aku sendirian saja, Hyung mu sudah menunggu kan?”

“Tidak apa—“

“Oppa…”, Taemin memasang aegyonya, Minho berdecak, ia menahan pintu lift dan menarik istrinya kepelukannya sejenak kemudian mencium keningnya.

“Oke,hati-hati…saranghae…” Minho tersenyum, Taemin mengelus pelan tangan Minho dan tersenyum.

“Nado…hwaiting Oppa…”, katanya keluar dari lift dan berdiri sejenak didepan nya, Minho melambaikan tangannya dan Taemin membalasnya, setelah pintu tertutup ia tersenyum tambah lebar, aah~ perasaan apa ini? Kenapa begitu bahagia? Inikah rasanya cinta? Taemin menggelengkan kepalanya, apa sih yang dia pikirkan?

“Hmm…mesranya..”,

“Ah,e-eonni…mengagetkan ku saja…”, Taemin memegang dadanya sendiri yang berdebar karena terkejut,

Krystal tersenyum sedikit dan berjalan mendekat, “Ah, andai aku juga cepat punya suami…”, katanya menghampiri Taemin, Taemin menunduk malu,
“Bagaimana…?”

“Hah?”

“Bagaimana…bagaimana rasanya sudah menikah?”,

Taemin wajahnya memerah, “A-apa…tidak ada yang harus dijelaskan…”,

Krystal mengerutkan alisnya, “Aish…masa sih? Kau malu yah? Pasti malam pertama mu hebat sekali jadi kau sampai memerah begini wajahnya…”, ia menyentil pipi Taemin pelan, Taemin memegang pipinya dan terus menunduk.

“A-anio…”,

Krystal terkekeh, “Begitu saja malu, seperti belum melakukannya, hahaha…”, ia menyenggol bahu Taemin dengan bahunya, namun ia berubah ekspresinya ketika melihat Taemin tidak bereaksi. Ia menangkap ada yang berbeda…

“Hei Taemin…mau aku kasih tahu sebuah rahasia?”,
Taemin sempat bingung,namun Krystal sudah lebih dahulu membisikan sesuatu padanya, Taemin hendak bertanya dan protes, namun ketika ia mendengar penjelasan itu ia terdiam.

“Hehe..hwaiting!”, serunya,dan berlalu masuk kedalam ruangan,

Taemin berdiri ditempatnya lama, ia menatap nanar kearah eonni nya pergi, apa iya…begitukah yang akan terjadi?

.

.

Taemin sedikit tidak fokus pada gerakannya dan juga kegiatannya, berkali-kali Vic umma bertanya padanya, namun ia selalu menjawab bahwa ia baik-baik saja.

Ia menggenggam ponsel pinknya dan melihat isi kontaknya, ia ragu untuk sms atau telpon Minho, ia ingin bertanya tentang apa yang ia kerjakan saat ini, namun ia berpikir itu pasti sangat menganggunya, jadi ia urungkan niatnya, ia tidak boleh mengganggu pekerjaan nya kan? Itu sudah komitmen mereka, tapi…hanya sms tidak apa kan?

“Kenapa…?”, tanya Vic tiba-tiba yang melihat ‘anaknya’ itu sedari tadi uring-uringan melihat ke arah ponselnya.

Taemin menoleh dan menunduk, “A-ani…”

Vic menarik nafas dan mengelus kepalanya, “Kau tahu kan aku bisa dipercaya, katakan saja ada apa? Kau mau hubungi suami kan?”, tanyanya, Taemin menunduk, kemudian mengangguk pelan.

“Yaampun, yasudah hubungi dia, kau merindukannya yah?’, tanya nya, Taemin terkejut, ia malu sekali ketahuan yang sebenarnya, Vic yang merasa tebakannya benar berdecak dan mengelus kepala Taemin.

“Aigoo~ kalau kau kangen itu wajar kan? Kau ini sekali-sekali bersikaplah terbuka, tunjukan pada Minho bahwa kau mencintainya sama seperti ia mencintaimu, hilangkan sedikit rasa malu mu itu, kalau kau bsia sedikit saja tunjukan itu padanya, pasti ia juga sangat senang, aku yakin itu…”, jelas Vic, Taemin menatapnya,

“Jinjja?”,

“Tentu saja…”, Vic meraih tangan Taemin dan mengambil ponselnya, “Nah, sekarang lakukan, kau hubungi dia…arra?”,
Kemudian ia pergi untuk memberikan ruang untuk magnaenya itu.

Taemin menatap layar ponselnya, ia menarik nafas, dan mulai mengetik sms disana.
To : Minho Oppa❤

Oppa…sedang apa? Jangan terlalu lelah yah… saranghae …

Dengan gemetar ia menekan tombol SEND dan pesan itu tertulis Delivered , ia menutup wajahnya, aish..

.

Namun sudah 3 jam berlalu ketika ia mengirim pesan itu, tidak ada balasan apapun darinya, tidak juga telpon. Ia semakin bingung, dan cemas… ia pegang ponselnya kemana-mana, namun tetap saja.

“Taemin!”,

Taemin menoleh dan melihat Vic melambai dari dalam van
“Cepat…kita semua sudah mau pulang, ayo palli…”
Dengan langkah terburu-buru ia berlari ke arah van dimana para membernya yang lain sudah berada didalam, ia sempat melirik ke arah Krystal yang sibuk memainkan iPodnya, kemudian ia duduk dan melihat keluar, tidak…tidak…ia yakin itu pasti hanya karangan Krystal saja.

“Oh, kami baru saja mau kembali ke dorm, wae Oppa?”, tanya Vic.

“Oh arrasoo…aku tanya yang lain dulu…”,

“Hey girls..”, semuanya mengalihkan pandangannya ke arah Vic.

“Kenapa?”, tanya Luna

“Suju sunbaenim mengadakan pesta kecil di Club Venue…kita datang?”, tanyanya melihat kesetiap member

“Boleh juga…”, celetuk Luna.

“Aku ikut saja…”, jawab Sulli.

“Oke..”, jawab Krystal.

Dan Taemin tidak menjawab.”Kau ikut tidak baby?’, tanya Vic, Taemin menoleh dan tidak tahu apa yang dikatakan oleh Ummanya itu

“H-hah? Kemana?”,

“Kita mau ke Venue diundang oleh Suju sunbaenim acara kecil-kecilan dari mereka, kau ikut?”, tanyanya, Taemin berpikir sejenak, ia sedang tidak mood untuk ke pesta,

“Mungkin ada Minho disana…”, tambah Vic, Taemin berpikir.

“Tapi ia belum balas pesanku, jadi aku tidak tahu dia dimana sekarang…antar aku kerumah saja ya Umma…”, jawab Taemin lemas. Vic tidak membatahnya, dia hanya mengangguk saja, disisi lain, Taemin terus mencoba mengetik pesan lagi namun ia urungkan niatnya, lebih baik pulang dan tunggu dirumah, entah kenapa dia juga tidak enak perasaannya.

.

.

“Baby, kau yakin mau sendirian?” tanya Vic.

“Neh Umma…tenang saja, aku akan menunggu Oppa dirumah, kau bersenang-senanglah ,sampaikan salam ku pada para Oppadeul neh?”

Vic mengangguk dan melambai, diikuti yang lain, Krystal hanya tersenyum dan mengepalkan tangannya tanda semangat, entah malas atau apa, Taemin hanya tersenyum.

Setelah mobil van mereka menjauh, dengan cepat ia berjalan kedalam rumah, benar dugaanya, Minho belum juga pulang, ia menarik nafas dan berjalan kedapur mengambil minum kemudian duduk di ruang tamu.

Ia edarkan pandangannya berkeliling, rumah ini sungguh sangat besar, ia tidak percaya bahwa rumah ini atas namanya, Minho mungkin berlebihan menunjukkan rasa cintanya pada Taemin. Ia jadi ingat yang dikatakan Vic umma saat siang di gedung SM selepas mereka latihan.

Kau ini sekali-sekali bersikaplah terbuka, tunjukan pada Minho bahwa kau mencintainya sama seperti ia mencintaimu, hilangkan sedikit rasa malu mu itu, kalau kau bsia sedikit saja tunjukan itu padanya, pasti ia juga sangat senang, aku yakin itu…

Menunjukkan rasa cintanya?
Sekali lagi kali ini Taemin berpikir, apa yang sudah ia lakukan pada Minho? Apa yang ia sudah berikan pada Minho untuk membuktikan bahwa ia juga mencintai suaminya itu…

Tidak ada…

Bahkan…ia melihat ke sofa yang ia duduki saat itu, ditempat itu, kemarin…kemarin ia melalukan penolakan pada Minho, sungguh benar-benar ia merasa menyesal lagi, ia naikan kakinya ke atas, ia benamkan wajahnya diantara dengkulnya…

“Hiks…O-oppa….”,

Ia menangis, menyesal…kenapa dia begitu lemah, pemalu dan sungguh diluar batas, kenapa Minho selalu sabar menghadapi anak manja sepertinya?

Bagaimana jika Minho lelah akan sikapnya? Baru kali ini, sungguh…baru kali itu ia merasa dirinya takut akan kehilangan Minho, dulu, ia selalu merasa dinomer satukan oleh Minho, jika ia butuhkan Minho, maka disitulah ia…tapi, baru terjadi pertama kali ini saja, ketika Minho jauh dijangkauannya ia merasa kesepian…

Drrt drrt drrt…

Taemin melihat ke ponselnya, ia melihat nama VIC umma❤ terpampang disana, dengan cepat ia hapus air matanya dan menempelkan ponselnya ditelinganya.
‘Yoboseyo?”, tanyanya serak, dammit, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebohongannya.

[Loh, baby? Kau kenapa? Sakit?]

“Ah, anio…hanya lelah saja,makanya serak…wae umma?”

[Oh, yaampun,kami baru sampai diparkiran, kami melihat mobil Minho, berarti dia disini, mungkin dia tidak dengar ada telpon atau pesan dari mu , kau tahu disini bising sekali kan?jadi, biar aku suruh Minho pulang yah?]

“Ah, andwe..andwe…biarkan saja Umma…jangan di suruh pulang, aku akan kesana dengan taxi menyusulnya…’

[Hah? Jinjja?tapi ini sudah mau malam…aku suruh Manager menjemput mu lagi, eotte?]

“Jangan…aku bisa telpon taxi kok, kasian Oppa disuruh balik lagi…”

[Tapi Taem—]

“Sudah yah Umma, aku kesana pokoknya, annyeong!”

PIP

Dengan cepat Taemin memanggil taxi dan berlari ke lantai atas, mengganti pakainnya dan mengambil mantel bulu nya, kemudian tidak lama taxi tiba didepan rumahnya.

“Club Venue cepat yah!”, serunya ketika masuk kedalam mobil, entah apa…ia merasa ada yang mengganjal, ia benar-benar ingin bertemu dengan Minho.

.

.

Ketika sampai, ia langsung turun dari taxi dan menerobos masuk menuju pintu VIP, bodyguard sudah tahu siapa dia dengan menunjukan kartu pengenal club, well…ia tidak suka clubing, tapi kartu itu selalu dimiliki untuk keperluan jika salah satu dari anggota SM mengadakan pesta ultah atau apapun untuk memudahkan akses masuk.

Ia edarkan pandangannya, dan sekejap ia tahu dimana para Oppa dan Eonninya berkumpul, namun sebelum ia berhasil mengghampiri mereka semua ia berhenti di tracknya.

Taemin mencengkram mantelnya dan melihat pemandangan didepannya, matanya panas, baru kali ini ia merasa cemburu dan merasa dicampakan…campakan? mungkin itu perasaan dia yang tiba-tiba saja.

Dengan cepat ia pergi dari situ dan menerobos keluar.
Bruk!

“Ah, mianhe— oh, Taemin, kau…HEI!”

Taemin tidak tahu siapa yang ia tabrak itu, ia hanya bergumam kata maaf dan pergi begitu saja, karena ia tidak mau orang itu melihatnya menangis.

Dengan cepat ia memberhentikan taxi yang lewat dan masuk kedalam taxi, menangis menutup wajahnya.
Benar tidak bisa dipercaya, janjinya mana? Kenapa Oppa begitu jahat padaku? Aku ini siapa? Aku ini istrinya kan?lalu kenapa dia berbuat begitu dibelakangku ketika aku tidak ada?seharusnya ia katakan dulu padaku kalau ia pulang terlambat, ada apa dengan Minho nya? Kemana Minho sang malaikat pujaannya itu?

Lebih baik kau lakukan hal yang bisa membuktikan padanya kalau kau memang siap melakukan itu…kau tidak mau kan kalau dia diambil orang karena menunggu lama? Mianhe Taemin…aku hanya kasih saran…

Terulang dengan jelas kata-kata Krystal itu akhirnya di telinga Taemin, kau tidak mau kan kalau dia diambil orang karena menunggu lama?, Taemin menutup kupingnya , ia menggeleng, tidak…tidak mungkin, Minho nya bukan orang seperti itu, ia percaya bukan seperti itu Minhonya…ia yakin ia pasti bisa mempertahankan Minho

“Maaf Nona, anda mau kemana?”, tanya sang supir.

Taemin menghapus air matanya, “A-aku…”, Taemin melihat keluar, sekaranga atau tidak sama sekali…ia cengkram ujung bajunya, ia akan buktikan, bahwa ia benar mencintai Minho, ia yakin ia bisa tunjukan itu saat ini, ini saatnya…

.

.

Beberapa menit yang lalu @Venue

“MINHO!!!”, teriak sebuah suara,

“Oh, Eunhyuk Hyung…wae?”, tanya Minho mengalihkan pandangannya pada Onew dan Key yang sedang membuat lelucon.

“Aku…aku liat Taemin kesini tadi!”

“HAH?dimana?”, Minho terkejut dan langsung melihat kesekitar.

“Dia sudah pergi…dan…sepertinya…dia menangis…”

“MWOOO?!!!’, teriaknya, Eunhyuk sempat mundur, karena ia sebenarnya terkadang takut melihat tatapan mata Minho yang melebar itu,
“KAU APAKAN ISTRIKU?!!”, Minho meraih kerah Hyungnya, sepertinya ia lupa bahwa ia Hyungnya.

“M-minho…*uhuk8 l-lepaskan d-dulu…*uhuk*…”

“YAH , MINHO!!’, sergah Onew, Minho tetap menatap Eunhyuk dengan sinis,

“Kau…*uhuk* KAU TIDAK SOPAN! AKU INI HYUNGMU TAUK! Aish…aku tidak tahu dia kenapa…jangan tanya aku, aku juga menabraknya, lalu ia pergi begitu saja…mana aku tahu dia ada apa?”, jelas Eunhyuk.

“Lalu?”, tanya Minho.

“Hmm…mungkin yah…ini hanya mungkin, tadi dia sempat melihatmu ketika kau sedang menari dan berchat ria dengan Yuri…mungkin dia…”

“Minho, Taemin belum kesini? Tadi aku menghubunginya kalau kau disini, ia menunggu mu dirumah tadi, karena kau dihubungi tidak bisa…”, jelas Vic tiba-tiba datang.

Minho terkejut, ia menampar pikirannya sendiri, Pabo! Ia tadi dipaksa ikut lalu sudah masuk saja kedalam club dan hp tertinggal di mobil, dan baru saja ia mengambil ponselnya, namun dua-duanya mati, dan baru saja ingin meminjam ponsel Key sebelum Eunhyuk datang.

“SHITT!!!”, teriak Minho dan langsung pergi keluar.

.

.

Minho menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, dammit…dammit,dammit!! Bagaimana bisa ia membuat bidadari satu-satunya menangis, sialan! Ia namja sialan, ia suami tidak berguna, ia sepertinya sudah lupa akan janjinya, ia lupa janjinya pada Taemin, sungguh…ia ingin mati saja jika melihat istrinya itu menangis.

Kenapa ia masih saja bersikap begini, jelas sudah ia sudah menikah,dan ia sendiri yang janji akan menjemput Taemin jika ada waktu, namun karena paksaan Hyungnya ia lupa kewajibannya sebagai suami.

Minho mengusap matanya, sungguh ia menyesal…tidak terasa ia menangis, ia menyesal…sungguh menyesal, yang ia ingin lakukan saat itu adalah, pulang, dan bersujud didepan istrinya tercinta meminta maaf … ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika itu ia tidak lakukan…

.

.

“Taemin!”, panggilnya. Ketika ia baru masuk dan tidak melihat siapapun, namun lampu ruang TV menyala, tanda bahwa Taemin sudah pulang, dengan cepat ia naik ke lantai atas dan berlari kekamarnya.

“TAEMIN!”, teriaknya ketika membuka pintu dan tidak ada siapapun, gelap…

“Taemin!!”, teriaknya memeriksa kamar mandi, namun ketika ia berbalik.

CLICK

Minho menyipitkan matanya sedikit dan ia terkejut melihat Taemin berdiri didepannya, dan…ia terkejut dengan apa yang ia lihat.

“T-taemin…? apa yang—“

“Oppa…”, Taemin menunduk, dan berjalan mendekat, namun kali ini Minho yang mundur…bukan, pasti dia berhalusinasi, masa ia ini Taemin istrinya ? kenapa…kenapa ia terlihat sangat cantik sekali?

“Oppa…kau sudah pulang?”, tanyanya ketika sudah sampai didepan Minho, ia menatap Minho dengan mata teduhnya,namun ada yang lain disana, dan Minho tahu ini tidak beres.

“Taemin…”

“Oppa…lebih baik kau bersihkan badanmu, aku sudah siapkan air hangat…dan pakaian bersih juga sudah aku siapkan di lemari didalam kamar mandi…”, katanya melepas blazer Minho  perlahan, matanya tidak menatap Minho, namun menatap pundak Minho dan tersenyum simpul.

“Taemin…kau…kau baik-baik saja?”, dammit! Pertanyaan apa itu? Sepertinya ia sudah mulai tidak beres berpikir, ia benar-benar tidak tahu ada apa dengan Taemin, ia merasa gugup, sangat gugup, karena malam itu Taemin sekarang berdiri didepannya dengan pijama tipis, dan …well.membuat libido Minho naik…apa dia mencoba untuk menggodannya? Untuk apa?

“Kenapa bertanya begitu, kau aneh sekali…tentu saja Oppa…sudah sana mandi, kau bau sekali…selesai mandi akan kusiapkan teh madu untukmu…”, jelas Taemin mengelus dada bidang Minho kemudian melepasnya, namun Minho dengan cepat menarik tangan Taemin dan menggenggamnya, ia balikkan tubuhnya, namun Taemin hanya menunduk…

“Apa Oppa …?”.tanya Taemin

Minho menatap lekat istrinya, ia diam kemudian mengelus kepala istrinya…
“Anio…baiklah, makasih yah sayang…”, jelasnya, dan mengecup kening Taemin.

“Neh…”

.

.

CKLEK
“Oppa?”

Minho mendongak dari bukunya , ia duduk diatas kasur ketika selesai mandi dan melihat Taemin masuk dengan membawa nampan berisi teh untuk mereka.

Minho duduk di kasur dan Taemin meletakan nampan itu dimeja kecil lalu duduk di samping Minho,
“Minumlah Oppa…itu aku berikan sedikit madu untuk menambah stamina…”, jelasnya, Minho hanya tersenyum dan meminumnya, matanya terus menatap wajah Taemin yang menggambarkan sedikit rasa gugup, ada apa sebenarnya.

“Ng…Pooh, apa kau tadi keVenue?”, tanya Minho, Taemin mendongak dan mengangguk.

Minho menaruh cangkirnya dan berlutut dihadapan Taemin, Taemin terkejut ketika tangannya digenggam oleh Minho.
“O-oppa …?”

“Mianhe…mianhe Pooh…aku tidak tahu kau menghubungi ku, itu salah ku aku tidak segera menghubungi tadi…aku terlarut, sungguh…aku tidak tahu apa yang kau lihat tadi disana, sehingga kau pergi begitu saja…aku minta maaf membuat mu salah paham…semua salah ku Pooh…kumohon, maafkan aku…aku minta maaf…”, Minho menangkupkan wajahnya ditangan Taemin.

Taemin diam saja, ia melihat Minho secara seksama…”Kenapa…?”, Minho mendongak.

“Kenapa oppa…kenapa kau begitu? Kenapa kau lupa janjimu? “, tanya Taemin akhirnya menangis, Minho tercekat nafasnya.
“Aku …aku takut kau tinggalkan aku Oppa…aku takut tidak terbiasa jika kau tidak bersama ku, aku …aku takut kau bosan denganku, aku..aku takut kau pergi untuk yang lain…semua salah ku…aku yang salah, aku tidak bisa tunjukan padamu aku juga mencintaimu…”, jelas Taemin terisak.

Minho terkejut, ia meraih wajah Taemin dan menangkupnya, “Taemin…Taemin, bukan begitu, kenapa kau berpikir begitu? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kau tahu itu kan? Sungguh, aku minta maaf, aku akan lakukan apapun, tapi please Taemin,berhentilah menangis…kau sudah banyak menunjukan cintamu dengan caramu Taemin…aku menerima banyak cinta yang sama dari mu…jadi jangan pernah kau pikir begitu, please Taemin…please…”

Minho memeluk tubuh Taemin yang bergetar karena menangis, ia elus punggunya dan ia sesap bau harum tubuh istrinya itu.
“Oppa…hiks…Oppa jahat…hiks…”

“Maaf Pooh…maaf…maafkan aku…hiks…”,

Minho mengeratkan pelukannya, apa…apa yang bisa ia perbuat?apa?
“Maaf Taemin…”, bisik Minho, Taemin meraih punggung baju Minho dengan tangan bergetar.

Chu~

Tubuh Minho kaku dan bergetar, apa itu tadi…”T-taem—“

Minho terkejut, sekarang Taemin mencium leher Minho, dengan tanganya bergetar Taemin meraih ujung depan kaos Minho

“A-aku…aku siap…aku siap O-oppa…”, bisiknya menunduk melihat kecengkraman tangannya di dada Minho.

Minho seperti disengat aliran listrik yang kuat, shitt!jangan berkata begitu Taemin please…
“A-aku siap Oppa…aku siap menjadikan diriku milikmu seutuhnya…aku siap…”

Dammit! Dan jangan tatap aku seperti itu Taemin…
“T-taemin…” Minho menyentuh bahu Taemin, Taemin menatapnya dengan mata basah, dengan gemetar ia bawa tangan kanan Minho dan ia letakan di hatinya.
“Ambil semua Minho…jadikan aku istrimu seutuhnya…”

Thats it! THATS IT!
Minho tidak bisa lagi menahannya, tidak untuk kali ini, bahkan ia mungkin akan dibenci oleh Taemin jika ia tidak berhenti, meski Taemin teriak, atau ia menangis minta untuk berhenti…sudah cukup…ia rasa cukup kesabarannya selama ini…dan jangan kau uji lagi kesabaran itu Taemin..

“Taemin…”, bisik Minho gentle dengan suara bassnya yang lembut diluar biasanya.
Ia raih dagu Taemin, ia usap air matanya, dan ia belai pipinya, ia turunkan belaian tangannya ke rahang Taemin dan bertengge di lehernya, ia usap leher itu dengan lembut.

“Jangan katakan aku untuk berhenti kali ini…karena aku tidak akan lakukan itu…”, bisiknya ketika lihat bibir plum Taemin, buru nafas yang teratur terhembus disetiap inci bibir mereka, ia rasakan tubuh Taemin menegang, namun ia elus tangan kanan Taemin dengan tangan kirinya untuk relax.

“Ya…aku tahu …” bisik Taemin.

Minho tersenyum, memfokuskan tatapannya pada bibir plum itu, Taemin memejamkan matanya, dan membuka sedikit mulutnya, Minho perlahan mencium bibir Taemin,dengan lembut, dan ia kulum dengan lembut bibir yang terbuka itu …asin…itu yang Minho rasakan, karena air mata Taemin ikut membasahi ciuman lembut itu…

Perlahan ia tegakan tubuhnya, ia raih tangan Taemin kebelakang lehernya, dan ia raih pinggang Taemin memeluk tubuh istrinya itu, hanya kecupan lembut sementara…dan…

TBC~~

Oke….hahahaha…im cliffhanger! TENANG AJA!! NC nya, pagi ini!kekekek        ~ ini teasernya dikit lah, maaf yah saya booong…habis mau buat konflik nya dulu…kekekek~

Komeng dulu…baru nikmatin NC nya, kalau nggak, ya gak dapet Pwnya, karena Pwnya bakal gue rubah loh yang khusus ini…kekekek~

IM EVIL AND IM CLIFFHANGER

IM SUCH A LAZY ASS AUTHOR TOO FOR CHECK THE SPEELING, SO BARE WITH IT.

COMMENTS ARE LOVE! AND LIKE!

230 thoughts on “[2min/sequel WGM] Now, We Married! part 4 of 5

  1. ohhh jadi taemin ada rasa bersalah ya. “aku maunya makan kamu” hahaha lucuuu….. ITU APA MEREKA MAU ITU’AN eh malah tbc huahhh>< taemin nya agresif lagi huahh

  2. taemin kaya ikan aja dipancing dulu ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    kalo ga liat mino deket yeoja minomino ga bakal dapat jatah buahahhahaha…dari kemarin2 ke kaya gitu hohoho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s