My First Love Story Part 4


Doing Doing Doing, *loncat dari bola*

Yeay, aku berhasil ngetik(?). awalnya aku mau post besok ajah, tapi besok aku harus mudik. mending post sekarang ajah. ini cerita muncul secara random diotakku, ya dah asal ketik aja. mian kalo ceritanya Gj. ok monggo disimak *jawa.x keluar*. Yesungdah selamat baca

NO COMMENT NO NEXT

title      : My First Love Story

Author : Ria and Chaeyoung

Pairing  : 2MinJoon

Cast     : Taemin as yeoja

              Minho as namja

             Joon MBLAQ as namja

             and other cast.

genre   : Romance, and Angst? jangan peduliin yang Angst

 

Minho bangun dari tidurnya. Sedikit bingung karena ia tidak melihat Joon yang biasanya berkeliaran di sekitarnya. Mungkin dia melihat Taemin, pikirnya sambil bersiap untuk berangkat ke sekolah. Di kamar mandi Minho terus saja memikirkan kata-kata Joon kemarin.

 

“Aku tidak yakin kalau aku bisa menolongmu,” gumamnya.

Flashback

“Mwo?” Minho terkejut atas apa yang dikatakan oleh Joon.

“Sangat beratkan? Aku tahu kau pasti kaget, tapi aku minta tolong padamu…karena hal itulah aku menjadi tidak tenang,” jelas Joon.

“Tapi, bagaimana aku menjelaskan pada orangtuamu kalau aku tidak mengetahui peristiwa tersebut?”

“Karena itu aku akan mengajakmu melihat peristiwa 2 tahun yang lalu”

“Kenapa harus aku?”

“Karena kaulah orang yang mengerti Taemin, jebal, bantu aku,” mohon Joon sambil berlutut di hadapan Minho.

“Arraseo, aku akan mencobanya walau aku tak yakin,” sahut Minho dengan raut wajah yang tak meyakinkan.

“Gwenchana yang penting kau mau mencobanya…katakan padaku kalau kau sudah siap,” kata Joon lalu menghilang.

Minho mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana tidak frustasi kalau tiba-tiba kau dimintai tolong pada hantu untuk membuktikan kalau Taemin tidak bersalah? Peristiwanya saja tidak apalagi menjelaskan pada keluarganya kalau Taemin tidak bersalah. Eotokhae?

End of Flashback

Minho melangkah gontai menuju kelasnya. Seperti biasa dia tidak menghiraukan teriakan dari yeoja-yeoja genit termasuk Yuri yang tiba-tiba bergelayut manja di lengannya lalu di hempaskan begitu saja olehnya. Pikirannya masih bingung.

 

Bruk

 

Minho menabrak seseorang di tangga dan orang itu adalah Taemin. Segera saja tangan Minho memegang pinggang Taemin karena ia hampir jatuh dari tangga. Mereka saling menatap satu sama lain. Yeppoh, hanya kata-kata itu yang terucap saat ia menatap mata Taemin. Tanpa mereka sadari sepasang mata telah menyaksikannya dan mulai tersenyum licik.

 

“Mian, bisa tidak? Berdirikan aku?” kata Taemin dan membuat Minho sadar akan lamunannya.

 

“Mianhe aku tdak sengaja,” kata Minho gugup sambil memabantu Taemin berdiri seperti semula.

 

“Gwenchana, aku yang tidak melihatmu tadi,”

 

“Aniya, aku yang jalan sambil melamun jadi aku tidak melihatmu dan menabrakmu”

 

“Terserah, oh aku harus pergi karena sudah ditunggu oleh guruku”

 

“Ada olimpiade?”

 

“Bukan, tapi ada LKTI di universitas Chunha”

 

“Oh, Fighting ne? kalau butuh bantuan panggil saja aku, mugkin bisa aku bantu”

 

“Gomawo,” kata Taemin lalu pergi meninggalkan Minho yang masih menetralisir detak jantungnya.

 

“Cheonmaneyo,” ujarnya masih memandang Taemin hingga menghilang di belokan.

 

***

Saat pulang sekolah, tiba-tiba ada yang menyeret Taemin ke gedung olahraga. Siapa lagi kalau yang menyeretnya jika bukan Yuri and the genk? Taemin memberontak, tapi dengan tenaga yang pelan karena ia tak mau menyakiti temannya. Sebenarnya ia bisa menjatuhkan yeoja-yeoja itu dengan mudah. Namun, dia tidak ingin menggunakan jurus bela drinya itu. Taemin dibanting di pojok gedung olahraga itu.

 

Plak

 

Yuri menampar wajah Taemin hingga tangannya membekas di pipi putihnya.

 

“Apa yang kau lakukan Kwon Yuri?” bentak Taemin.

 

“Oh, berani membentakku, eoh? Dasar yeoja genit!” Yuri menampar pipinya lagi. Sedangkan Taemin hanya bisa menahan air matanya keluar.

 

“Apa salahku?” tanyanya dengan suara bergetar.

 

“Kau salah telah menggoda Minho oppa, kau sengaja menabraknya kan?”

 

“Ani, aku tidak melihat kalau Minho ada di depanku?”

 

“Bohong!” Yuri menampar pipi Taemin sekali lagi.

 

“Teman-teman, ikat Taemin lalu kurung dia di tempat penyimpanan alat olahraga!” perintah Yuri pada anak buahnya.

 

Ketika Yuri and The genk ingin memasukkan Taemin ke tempat tersebut. Tiba-tiba Minho datang dengan membawa bola basket. Awalnya ia ingin mengembalikan bola itu ke tempatnya. Namun, niat tersebut ia urungkan dan lebih memilih bola itu mendarat di kepala Yuri.

 

“Heh, nenek lampir genit, mau kau apakan Taemin, eoh?” tanya Minho dengan wajah sangar.

 

“A…aakku ha…hanya mau..mengajak Taemin latihan voli,” gagap Yuri.

 

“Oh, latihan Voli,,,boleh nggak kalau Taemin aku pinjem terus gak aku balikin ke nenek lampir kayak kamu?” tanya Minho dengan wajah yang super duper dingin.

 

“Bbbbo..boleh,” Yuri menyerahkan Taemin ke Minho dalam keadaan masih terikat.

 

“Gomawo nenek lampir,” kata Minho sambil keluar dari gedung olahraga bersama Taemin.

 

Saat 2min benar-benar menghilang, Yuri memasang muka kesal pada mereka. Khususnya pada Taemin. Huh, dasar kalau saja tidak ada Minho oppa pasti Taemin sudah aku hajar.

 

***

Esoknya, Onew tidak bisa mengantar Taemin karena ia ada urusan dengan tugas kuliahnya. Akhirnya Taemin diantar oleh Jonghyun yang merupakan kakak dari Key. Sebenarnya Jonghyun malas mengantar Taemin, karena diancam Key bakal menyita semua majalah yadongnya maka ia menuruti perintah adik satu-satunya itu.

 

“Gomawo, Dino oppa,” kata Taemin setelah turun dari motor ninja Jonghyun.

 

“Mwo? Sejak kapan kau memanggilku Dino? Pasti Key yang mengajarimu,” kata Jjong tak terima.

 

“Kalau iya kenapa?” tantang Taemin.

 

“Dasar kau ini, cepat masuk! Aish, kapan kau melepas kacamata minusmu itu?”

 

“Kalau sudah sembuh, aku tidak mau menggunakan kontak lens. Ribet banget” sahut Taemin. Jonghyun tertawa mendengar jawaban Taemin.

 

“Kau ini, ya sudah selamat belajar ne? kalau ada yang mengganggumu keluarka jurus yang sudah kau pelajari,”

 

“Tidak bisa”

 

“Harus bisa,” Jjong dan Taemin bertengakar. Sampai siswa yang kebetulan lewat memandang mereka.

 

“Sudah masuk sana, nanti kau terlambat lagi,” kata Jjong mengakhiri pertengkaran.

 

“Ne, annyeong oppa, titip salam ke Key eoni,”

 

“Ne, Bye” kata Jjong lalu pergi, tapi sebelumnya ia mengacak rambut Taemin terlebih dahulu.

 

Minho yang menyaksikan itu hanya cemberut dan bergumam tidak jelas. Joon yang ada di sebelahnya itu hanya terkekeh melihat ekspresi cemburu Minho. Diberitahu tidak ya? Kalau Jonghyun itu hanya di anggap kakak oleh Taemin? Aku beritahu lewat tulisan saja ah. Atau dengan bisikan. Akhirnya Joon membisiki Minho dan memberitahu kalau Jonghyun tadi hanya calon kakak ipar dari Onew yang notabene kakaknya sendiri. Langsung saja Minho berubah wajah(?) dengan tampang cool lagi.

 

Saat istirahat Minho melangkahkan kaki ke taman belakang sekolah tempat biasa ia tidur dan memperhatika yeoja cantik yang menari-nari dengan lincahnya. Namun, kali ini ia mendapati Taemin duduk sambil memandang sebuah foto. Terlebih lagi sambil menangis dalam diam. Hati Minho terasa sakit saat melihatnya meneteskan airmata.

 

“Joon oppa, kenapa kau harus pergi? Aku tidak bisa hidup tanpamu. Tak ada yang menghiburku saat aku sedih, tak ada yang bertengkar denganku lagi, dan tak ada yang menyemangatiku ketika aku jatuh. Seandainya peristiwa itu tak terjadi padamu, seandainya aku tak meminta hal itu padamu. Pasti kau akan tetap berada disisiku dan mulai mengerjaiku lagi, hiks” gumam Taemin yang terdengar jelas di telinga Minho.

 

Bisa dilihat olehnya, Joon mendekati Taemin dan duduk di sebelahnya. Tangan Joon berusaha memeluk Taemin, namun gagal karena ia sendiri hantu. Akhirnya Minho mengangguk supaya Joon merasukinya untuk menenangkan Taemin. Segera saja Joon merasuki tubuh Minho.

 

Grep

 

Joon memeluk Taemin dengan tubuh Minho. Taemin terkejut tiba-tiba Minho memeluknya dari belakang. Terlebih cara memeluk Minho sama persis ketika Joon memeluknya dulu yaitu selalu saja memeluk lalu menggoyangkan tubuh Taemin ke kanan dan ke kiri.

 

“Minho oppa?” tanya Taemin.

 

“Hmm?”

 

“Kenapa kau memelukku?”

 

“Aku hanyaingin memelukmu dan menghilangkan rasa sedihmu itu. Hey, bukankah kau pernah berjanji pada seseorang kalau kau tidak akan menangis lagi?” Taemin terkejut atas apa yang dikatakan oleh Minho. Kata-katanya persis ketika ia bersama dengan Joon.

 

“Bagaimana kau tahu aku telah berjanji pada seseorang kalau tidak menangis lagi?” tanya Taemin.

 

“Aku tahu dari seseorang, sudah jangan menangis,,,kau tidak salah Taemin, nanti orang yang kau bicarakan itu tidak tenang,” kata Minho sambil menghapus airmata Taemin.

 

“Sekarang tunjukkan padaku senyumanmu,” lanjutnya. Lalu Taemin tersenyum kecil.

 

“Apaan itu, senyum pelit sekali, padahal tersenyum tidak mengeluarkan biaya?” goda Minho. Taemin memukulnya.

 

“Ish, kenapa kau bicara seperti itu Joon oppa,,,” kata –kata Taemin terhenti ketika ia sadarkalau yang ada dihadapanya itu bukan Joon melainkan Minho.

 

“Mianhe Minho aku memukulmu, kata-katamu sama persis dengan orang yang dekat denganku dulu,” jelasnya. Minho memandang Taemin dengan pandangan sendu lalu ia tersenyum.

 

“Gwenchana, maukah kau berteman denganku?” ujar Minho seraya berjongkok di hadapan Taemin lalu menyodorkan jari kelingkingnya. Taemin mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Minho sambil mengangguk.

 

Kriiiing

 

Bel tanda istirahat berbunyi. Lalu Taemin beranjak dari tempay duduk dan berlari menuju kelasnya. Namun, senyum telah menghiasi wajahnya. Joon keluar dari tubuh Minho. Lalu memberitahu apa yang dia lakukan bersama Taemin tadi dan membuat Minho tersenyum senang.

 

Saat bel pulang berbunyi Minho menunggu Taemin di depan kelasnya. Namun naas, yang keluar bukan Taemin melainkan si nenek sihir yang keluar lebi dahulu dari kelas sebelah. Taemin kelas XI-1, Minho kelas XI-2, Yuri kelas XI-3. Kelas XI 1 dan 2 itu kelas IPA sedangkan kelas XI 3 dan 4 adalah kelas IPS dalam kelas khusus.  Back to story.

 

“Oppa,” panggil Yuri seraya berlari ke arah Minho. Sungguh beruntung Minho karena Taemin keluar dari kelas dan langsung diseret olehnya keluar dari cengkraman si nenek lampir Yuri. Sedangkan si nenek lampir hanya memandang kesal ke pasangan 2min.

 

“Awas kau, Lee Taemin!” teriaknya.

 

Minho mengantar pulang Taemin dengan selamat. Onew kakak Taemin hanya memandangnya bingung. Kenapa Taemin di antar pulang oleh namja itu lagi? Biarlah yang penting ia sudah tidak terpuruk dengan Joon lagi.

 

“Jagiya, kau merasa kalau Taemin mulai tersenyum lagi?” tanya Onew sambil merangkul Key yang baru saja datang dari dapur.

 

“Ne, dia kelihatan lebih cerah dari kemarin, orang yang bernama Minho itu ternyata tampan juga ya?” sahut Key. Onew yang mendengar kata-kata kekasihnya itu memandangnya kesal.

 

“Apa aku tidak tampan?” tanya Onew melas.

 

“Kau tidak hanya tampan yeobo, tapi kau juga imut. Ish, jadi gemes deh!” jawab Key seraya mencubit pipi chubby Onew.

 

Taemin yang memandang tingkah OnKey dari tadi hanya tersenyum melihat pasangan aneh tersebut. Seolah mengingatkan pertengkaran-pertengkarannya dulu dengan Joon yang sering menggodanya.

 

Flashback

Pertengkaran 1:

Ketika makan siang, Joon selalu saja menggoda Taemin. Seperti sekarang ini. taemin membawa bento dengan dadar gulung disana dan berbagai macam ikan di katak bekal milik yeoja tersebut. Dengan jahilnya, Joon mengambil salah satu lauk yang ada di kotak bekal Taemin lalu memakannya. Taemin yang melihat itu memukuli Joon. Sedangkan sang tersangka hanya tertawa ketika ia dipukuli. Dan pertengkaran itu berakhir dengan mereka yang saling menyuapi satu sama lain. So sweet.

 Pertengkaran 2 :

Saat Taemin dan Joon memandika Bunny di halaman.bermula ketika Joon menyemprotkan air kepada Taemin hingga ia basah kuyup. Taemin yang tak terima membalas perbuatan Joon. Akhirnya mereka sibuk bermain air dan berhenti ketika keduanya tidak sengaja menyiram appa Taemin yang keluar dari mobil.

End of flashback

Itulah pertengkaran-pertangkaran yang tercipta di antara mereka berdua. Taemin tertawa sendiri begitu mengingat hal itu. Setelah tertawa dia selau menangis karena orang itu sudah tak ada di sampingnya lagi. Tiba-tiaba wajah Minho muncul dalam pikirannya. Kenapa ia selalu mengingat Minho? Ada apa ini? apa ia jatuh cinta? Molla.

***

Minho mondar-mandir kayak setrika di kamarnya. Joon yang memperhatikannya dari tadi mulai kesal. Apa yang dipikirkan oleh Minho sehingga ia mondar-mandir tak jelas seperti itu?

 

“Yak, bisa diam tidak? Kau membuatku pusing saja!” bentak Joon.

 

Minho berhenti sejenak, menatap Joon sebentar lalu melanjutkan acara monda-mandirnya tadi. Joon kesal karena kata-katany tidak dihiraukan oleh Minho. Ketika ia ingin memukul Minho, tiba-tiba Minho menatap ke arahnya.

 

“Aku siap!” kata Minho dengan wajah serius.

 

“Siap untuk?” tanya Joon bingung.

 

“Siap membantumu, aku akan meyakinkan orangtuamu kalau Taemin tak bersalah atas peristiwa itu, tapi…” Minho menggantungkan kata-katanya.

 

“Tapi?”

 

“Kau harus menceritakan padaku masa lalumu dengan Taemin dan kenapa ia bisa disalahkan orangtuamu?”

 

“Arraseo, aku tidak akan cerita melainkan aku akan membawamu melihat masa laluku, bersiaplah!” tegas Joon.

 

“Aku siap!” sahut Minho.

 

Joon memegang tangan Minho. Dan tiba-tiba

 

Wush

 

TBC

 Wah penyakit TBC muncul tuh. bagaimana? gj dan banyak yang salah ngetik ya? hehehe mian, karena aku males edit lagi. inget jangan lupa comment dan jangan nge-bashing aku ya?


46 thoughts on “My First Love Story Part 4

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s