[2min/sequel WGM/PW tetap] Now, We Married! part 5 end


[2min/sequel WGM] Now , We Married! Part 5 end

Foreword:
Hai annyeong~~ kekekeke pada kesel yah? Pada BT yah? Pada keki yah? Yeah yeah i know…i told you already right, im cliffhanger! Kekekek~

Dan maaf banget atas keterlambatan postnya, terserah deh lo mau pada marah atau apa… gue kecapkean kemarin, alhasil gue sakit , dan yah…baru sekarang gue bisa post J Mianheyo~

Buat ganti PW? Ya nggaklah…im just kidding , im not that evil though…wkwkwk…
So, guys, i cant right smutt , I CANT!
But, ill try!

So, if this fail, im so sorry!!! (_ _)*bow 90o

Oh ya, PERCAYA atau nggak, smutt ini dilakuakn duet maut oleh yeobo saya dan saya ,si Vienasoma, karena setelah dicek banyak NC yang miss sana sini, so…inilah hasilnya.
DAN SEMOGA KALIAN SENANG.

Dan makasih yaah udah pada like dan comment selama ini… aku terharu, serius!!
Aku SHOCK karena aku terakhir ngecek udah ada 109 orang yang komen dan 10 like, waw! Aku nggak pernah dapet respon sebanyak ini sebelumnya, Thank you SOMA!!kekek~

Walau aku berharap masih bisa ngasih yang terbaik dari ini, ehehehe…

Oke deh, sekali lagi maaf kalau NC kali ini tidak sesuai keinginan kalian yah suunders…
Thanks for support, ILYSM ❤
Gamsahabnida… (_ _)*bow 90o

NO BASHING,NO SR, NO SENSOR, NO CHILDREN , NO PLAGIARISM
SEDIA TISU!!!

undefined

By: Pervy^Sanniiew ft Vienasoma

.

.

“Taemin…”, bisik Minho gentle dengan suara bassnya yang lembut diluar biasanya.
Ia raih dagu Taemin, ia usap air matanya, dan ia belai pipinya, ia turunkan belaian tangannya ke rahang Taemin dan bertengger di lehernya, ia usap leher itu dengan lembut.

“Jangan katakan aku untuk berhenti kali ini…karena aku tidak akan lakukan itu…”, bisiknya ketika lihat bibir plum Taemin, buru nafas yang teratur terhembus disetiap inci bibir mereka, ia rasakan tubuh Taemin menegang, namun ia elus tangan kanan Taemin dengan tangan kirinya untuk relax.

“Ya…aku tahu …” bisik Taemin.

Minho tersenyum, memfokuskan tatapannya pada bibir plum itu, Taemin memejamkan matanya, dan membuka sedikit mulutnya, Minho perlahan mencium bibir Taemin,dengan lembut,ia kulum dengan lembut bibir yang terbuka itu …asin…itu yang Minho rasakan, karena air mata Taemin ikut membasahi ciuman lembut itu…

Perlahan ia tegakan tubuhnya, ia raih tangan Taemin kebelakang lehernya, dan ia raih pinggang Taemin memeluk tubuh istrinya itu, hanya kecupan lembut sementara.
Tidak ada kuluman yang berarti, Minho tahu Taemin tidak mengerti akan hal seperti ini, maka dari itu ia sangat perlahan mencium istrinya, ia rasakan tubuh Taemin masih kaku dipelukannya, ia mengelus punggungnya dengan lembut, lama kelamaan ia rasakan tubuh mungilnya relax.

Kemudian mereka melepas ciuman mereka, dan perlahan Taemin membuka matanya, ia lihat sosok Minho lekat sekali dengannya, hanya beberapa centi dari wajahnya, Minho tersenyum penuh arti, ia elus pipi Taemin saat kening mereka tetap menyatu.
“Pooh, aku janji.. aku akan lembut padamu, aku akan menuntunmu, kau tidak usah khawatir…”, bisik Minho mencium pipi Taemin,

Taemin diam sesaat dan menarik baju Minho, “N-neh…a-aku percaya padamu Oppa…”, bisiknya, Minho tersenyum lembut.

Perlahan ia tegakan tubuhnya, kemudian ia angkat istrinya itu dengan bridal style dan ia rebahkan dengan lembut di atas kasur, perlahan ia merebahkan dirinya di samping Taemin, Minho membelai kepala Taemin dan mengelus pipinya,
“Kau tahu berapa lama aku menahan untuk tidak menyentuh mu sedikit pun?” tanya Minho, Taemin menunduk.

“M-maaf, aku hanya…”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan Minnie … aku suami mu, aku tahu sebatas mana istriku ini, aku tidak akan pernah memaksamu jika itu menyakitimu…”, bisik Minho sedikit bangkit dan memenjarakan Taemin, dengan menahan tubuhnya dengan sikunya, ia tatap lekat mata coklat bulat dan indah itu.

Minho tersenyum dan mengelus kepala Taemin, mencium keningnya perlahan dan menatap matanya, “Kau bisa dengar?”, bisik Minho menarikan jarinya di pipi Taemin,

“A-apa?”

“Jantung ku memanggil namamu, dan ia bilang…’hei Choi Taemin, aku mencintaimu, kau sangat cantik…’ itu katanya, “, ledek Minho , Taemin menyembunyikan wajahnya kesamping dengan seburat merah yang timbul.

“O-oppa…j-jangan suka berkata seperti itu…”, Taemin menutup wajahnya, Minho terkekeh geli, perlahan ia raih kedua tangan Taemin dan ia kunci dengan kedua tangannya, tangan mereka saling menggenggam,

“Minnie..tatap aku… itu hal pertama yang harus kita lakukan, aku mau kau tahu, aku tidak akan menyakitimu…”, bisik Minho, Perlahan Taemin menoleh ia nanarkan pandangannya, pertama kedada bidang Minho, kedagu, dan kemudian ke matanya,

Yeah…disitulah, entah apa, Taemin merasakan satu kepastian, tidak ada pancaran nafsu atau hal yang mengerikan, Minho menatapnya dengan lembut, seakan ia menjadi pelindungnya, lembut dan nyaman…susah untuk digambarkan.

Minho tersenyum, ia mencium kening Taemin”Aku…mencintaimu…Taemin…kau adalah…hidupku…i love you…i always have…and i…always will…”, Minho berkata demikian seraya mencium kening Taemin, kemudian turun ke matanya, kemudian ke pipi, ketengah hidungnya, kepucuk hidungnya, dan kemudian berhenti sebentar, menatap lembut Taemin, kemudian beralih ke bibirnya.
“I love you …Taemin…”, bisiknya sebelum dengan lembut ia mencium bibir Taemin, perlahan Taemin memejamkan matanya, menarik nafasnya untuk relax…menerima sentuhan lembut di bibirnya, Minho membawa mulutnya dengan ciuman yang basah namun perlahan , menghisap bagian atas bibir Taemin, sedikit memiringkan kepalanya agar lebih mudah.

“Buka mulutmu sayang…”, perintah Minho seraya mengelus ujung bibirnya dengan jempolnya, tanpa membuka matanya…

Seperti menjadi hal yang sudah terbiasa, Taemin membuka mulutnya, kemudian ia merasakan Minho menjilat ujung bibir atasnya kemudian ia menghisap bibir mulus Taemin, genggaman Taemin mengerat di satu sisi tangan nya dengan Minho, yang lainnya menyentuh pundak Minho dengan cengkraman yang kuat seakan takut, Minho tahu istrinya itu panik ketika ia julurkan lidahnya menelusuri inci rongga mulut Taemin, merasakan basahnya dan menjilat seluruh gigi yang tertata rapih.

“O-oh..ppaa..”, desah Taemin, Minho mengerang pelan menahan nafsunya, ia posisikan dirinya sebaik mungkin, ia julurkan lidahnya mencari lidah Taemin, seperti tahu apa maksudnya Taemin membalas ciuman Minho, Minho terkejut, namun ia teruskan ciuman itu, lidah Taemin bertemu dengan Minho, mereka bermain sesaat, membuat Taemin melenguh ketika ia biarkan Minho memenangkan batle tongue itu,

Tangan Minho turun ke sisi tangan Taemin mengelusnya dan kemudian turun ke pinggang rampingnya, mengelitik spot sensitifnya, tubuh Taemin bergelinjang.

Ciuman Minho turun ke rahanganya, menjalar keleher nya yang mulus, Taemin memiringkan kepalanya, tubuhnya terasa panas dan jantungnya berdebar cepat, gugup … tentu saja, Minho merasakan hal yang sama , ia tidak mau terburu-buru,
“I love you…”
Kata itu yang tidak pernah ia lupakan disetiap aksinya, ia jilat leher Taemin , ia cium dengan butterflykiss tanpa menghilangkan jejak merah , hanya menghisap kemudian melepasnya, Taemin memejamkan matanya seraya tangannya dengan natural meremas rambut Minho.

Tangan kanan Minho mengelus tangan kiri Taemin, meraba pundak serta lengan yang terbuka lebar dari dress tidur tipis yang dikenakan Taemin, dress yang membuat Minho sempat gila melihat keindahan tubuh istrinya.

Ia turun ke pundak Taemin, menciumnya atau sekedar menyesapkan hidungnya disana, ia suka bau tubuh istrinya itu, terus ia ciumi pundak Taemin, kembali kelehernya dan kelengannya yang kurus.
“O-oppa…hh…”, desah Taemin,

Minho mendongak, ia tersenyum dan kembali mencium bibir istrinya, “Kau cantik…”, bisik Minho. Taemin mengalungkan tangannya ke leher Minho , sudah biasa, ia mulai terbiasa…

Tangan Minho turun ke bawah, ke ujung dimana dress Taemin berakhir, di atas dengkulnya, ia belai paha istrinya itu dengan tangannya yang besar,membuat Taemin menggelinjang, namun ketika ia merasa tidak ada perlawanan, ia angkat perlahan baju Taemin hingga sampai diperutnya, ia menalan salivanya sendiri menahan gejolak libidonya.

“Kau…kau yakin?’, tanya Minho disela ciumannya, Taemin menyembunyikan wajahnya di leher Minho , mengangguk untuk pertanyaan itu. Minho mencium pucuk kepala Taemin dan menggunakan kedua tangannya menaikan perlahan baju Taemin, Taemin yang malu memejamkan matanya dan memeluk punggung Minho erat ,
“Sssht…gwencana…aku tidak akan menyakitimu…”, bisik Minho ditelinganya dan mencium daun telinga Taemin, sampailah baju itu dibatas dada Taemin, Minho dengan gemetar menaikan tangannya dan membuka bajunya melewati kepala Taemin, kemudian melemparnya kebawah kasur, Taemin di sisi lain, memiringkan tubuhnya, malu akan sosoknya… Minho tersenyum, tidak ia pungkiri ia kagum akan tubuh istrinya.

Ia berlaih ke sisi Taemin, berhadapan dengan sosok Taemin, ia mengecup kening istrinya dan membuka tangan yang menutupi wajah Taemin.
“Tidak usah malu…kau cantik…sungguh…”, wajah Minho memerah ketika mengatakan itu. Taemin menunduk malu, ia menarik kaos Minho.
“B-baju mu…”, bisik Taemin, Minho melihat ke arah mana tangan Taemin, ia berdecak dan ia bangkit kemudian melepas baju atas pijamanya.

Taemin wajahnya memerah, sungguh ini benar-benar diluar perkiraannya, tubuh Minho sungguh atletis, mungkin saat itu ia sudah liat jelas tubuh Minho, namun kali ini berbeda…
“Kau lihat apa?”, tanya Minho menyentuh kening nya dengan kening Taemin, Taemin memejamkan matanya.

“A-ani…”,

Minho berdecak, ia kemudian mencium bibir istrinya lagi, kali ini Taemin membalas ciuman itu dengan natural, tangan Taemin melingkar ke leher Minho, sedangkan Minho sudah memeluk tubuh istrinya dari atas, ia elus punggung tubuh istrinya, mereka merasakan getaran masing-masing, tubuh yang setengah telanjang itu saling bersentuhan, menimbulkan debaran dan elektrik masing-masing.

Pelukan mereka semakin erat seraya ciuman yang terus dilakukan, kecapan manis terdengar memenuhi ruangan, Taemin sendiri seakan lupa akan kerisihannya , karena ia merasa tubuh Minho bagaikan pelindung selimut yang hangat untuk tubuhnya,

“Nggh…hh…”, Taemin mendesah ketika Minho menurunkan ciumannya keleher Taemin dan tangannya bergeliria di punggung mulusnya,ciumannya tak henti senang bertengger di pundaknya, seakan itu tempat favoritnya untuk merasakan tubuh istrinya itu, ia sungguh takjub, bagaimana Taemin bisa membuatnya gila, kepalanya pusing, pusing menahan gejolaknya sendiri.

“Taemin…ikuti perintahku, neh?”, bisik Minho, Taemin hanya mengangguk

“Angkat sedikit tubuh mu …”, Minho memerintah, ketika Taemin mengikutinya, ia gapai klip branya dan dengan sekali lepas. Taemin gemetaran menahan bahu Minho untuk terus melakukannya, Minho terhenti dan menatap nya sambil mengatur nafas mereka,

“M-maaf…t-teruskan s-saja…”, Taemin mengeluarkan air mata, Minho menghapusnya,

“Kau takut hm?”

Taemin menggeleng , “T-tidak…k-kalau kau lembut aku rasa tidak apa-apa…”, Minho berdecak sekali lagi, imut sekali istrinya ini,

“Sudah ku katakan padamu, aku tidak akan menyakitimu…”, Minho mencium pundak istrinya lagi dan bibirnya menarik turun tali bra yang bertengger manis disana,Taemin memejamkan matanya, tangannya mencengkram ujung sprei dan yang satunya menahan kepala Minho.

“I love you…”,
itu yang terdengar disela butterflykissnya, dan Taemin terkejut menarik nafas seakan butuh udara ketika Minho menghisap collarbonenya, Taemin mendesah keras, ia terkejut dengan suaranya sendiri dan menutup mulutnya dengan tangannya, wajahnya memerah.

Minho memundurkan wajahnya dan menarik tangan Taemin kemudian membawanya ke lehernya,”Jangan ditutupi, aku suka suara mu…”, perintah lainnya, Taemin memejamkan mata, tubuhnya bergetar ketika ia rasakan bra nya sudah ditarik oleh Minho.

Minho menatap kedua bongkahan boobs didepannya dengan takjub, tidak besar…namun indah dengan nipple pink yang mencuat berani.
“Hiks…O-oppaa~~ …hiks…”, Minho terkejut, ia melihat Taemin menangis,

“M-minnie…w-wae…please…uljima…uljima…”, Minho meraih wajahnya dan mencuiminya,
“Uljima Minnie…”

“Kenapa…?”

“O-oppa…hiks…a-aku…m-malu…”,

Minho mungkin bisa tertawa, tapi ini tidak, Taemin menutupi boobsnya dengan tangannya, Minho menarik nafas, sabar Minho…
“Gwencana…kau cantik…percaya padaku…”

Minho perlahan melepas tangan Taemin, ia cium Taemin dari kening, turun kemata menghapus air matanya, ke pipi , melewati bibirnya, kemudian butterflykiss di leher dan bahunya, kemudian sampai di ujung boobsnya, ia kecup belahan boobs Taemin ,menghirup bau yang khas disana.
“Nggh…O-oppa…hh…”, Minho tersenyum, ia turunkan tubuhnya dan dengan gemetar ia raih dua gundukan itu ditangannya, terdengar rintihan dari mulut Taemin, ia lirik istrinya yang mengigit tangannya sendiri dan sedikit air liur keluar dari ujung mulutnya, kenapa ia begitu menggoda?

“Kau boleh menjambakku jika tidak suka…”, bisik Minho,
Kemudian selanjutnya membuat mata Taemin terbelalak ke atas, ia rasakan benda yang lunak dan basah menjalar hingga membuat nya merinding hingga ke tengkuknya, lidah panas Minho, menjilat ujung nipple kanan Taemin dan memainkannya layaknya bayi,

“Uuh…hh…o-oppa~~hiks…ngh…hiks…”, Taemin menangis , namun Minho tidak perduli lagi, karena Taemin sendiri tidak mendorongnya atau menyuruhnya berhenti, yang ia terima malah sebaliknya, tubuh Taemin mengejang dan tanpa ia sadari mengangkatnya sendiri ke arah Minho, tangannya mengalung bebas di leher Minho, seraya memainkan rambut coklatnya.

Minho melanjutkannya, ia kulum nipple kanan itu, seraya tangan kirinya bermain di boobsnya yang kiri, mengelus, memencentnya, dan memelintirnya, terus seperti itu, seakan diawang-awang Taemin menggerakan kepalanya kekanan dan kekiri , air matanya terus mengalir…Tuhan, maafkan hambamu ini…hamba hanya melakukan tugas sebagai istri dari namja yang ia cintai ini…kuatkan lah hatinya, agar ia bisa memberikan cintanya pada Minho…

Minho menjilat, mengulum, dan menghisap kuat boobs Taemin hingga sang bidadari itu melenguh.
“Hh…nggh…O-oppa …ak-aku…nggh…”
Minho menurunkan tangannya ke paha Taemin, mengelus nya dan membuka pahanya, dengan lirikan ke arah istrinya ia gerakan tangannya ke gundukan ditengah selangkangan istrinya itu

“T-taemin kau…”, Minho menahan nafasnya, basah…jadi bukan hanya dia saja, ia rasakan istrinya sudah mulai merasa biasa dengan seks pertamanya ini.

“O-oppa~ ..”, Taemin menangis, Minho mendongak dan mencium bibirnya,Taemin membuka matanya dan tersenyum.
“Kau mau kita berhenti?”, tanya Minho, sebenarnya ia tidak mau, tapi kalau Taemin terus menangis, ia sepertinya tidak sanggup.

“T-tidak…lakukan, lakukan saja…”. jelasnya, kemudian mencium Minho, Minho terkejut, namun ia biarkan istrinya itu menciumnya, seraya tangan kanannya menyentuh boobsnya dan tangannya yang kiri meraih ujung celana dalam Taemin, dan dengan tarikan yang lembut ia menurunkannya,

“Nggh …oppa …”, Taemin melepas ciumannya dan menatap Minho dengan mata basah.

“Tenanglah…”, Minho mengelus pipi Taemin

Taemin mengangguk, dan ia meraih Minho kepelukannya, ciuman tercipta lagi diantara mereka, tubuh mereka menegang bersamaan ketika member Minho yang sudah tegang menyentuh gundukan miss V Taemin.
“O—hh…o-oppa…” Minho mencium turun ke leher Taemin seraya tangannya menarik pinggul mereka untuk tetap dekat satu sama lain,

Ciumannya turun ke rahang, leher, dan menghisap di bagian sensitif bahunya meninggalkan bercak merah disana. Kemudian turun melewati boobsnya dan turun ke perut rata Taemin, Taemin mengelinjang menarik kepala Minho dengan kuat, Minho meringis menerima jambakan itu, namun ia tidak perduli…

Taemin menutup rapat kakinya, Minho melihat ke arahnya dan menyentuh kedua belah pahanya, dan menciumnya,
“Gwencana…bukalah perlahan…”

“A-aku m-malu…hiks…”

“Minnie…percaya padaku, aku mencintaimu, aku tidak akan menyakitimu…”, Minho menciumi paha Taemin dan melihat ke arahnya, perlahan dengan menutup matanya, Taemin membukanya, Minho takjub, ia lihat pemandangan yang indah didepannya.

“Cantik…”, bisik Minho.

Minho menurunkan bibirnya dan mencium selangkangan Taemin,
“O-oppa!! A-apa yang kau—“
Taemin menahan kepala Minho, Minho tersenyum meraih tangan Taemin dan mengecupnya,
“Aku akan membuat mu jadi istriku sepenuhnya, itu yang akan kulakukan sayang…”, jelasnya,

“Aaah…nhh…nggh…O-oppa…oppa…nngh…”, desah Taemin ketika ia rasakan lidah Minho menjulur ke mrsV nya , Minho menciumnya dan kemudian menjilatnya, ia rasakan asin dari percum yang mengalir di gundukan indah itu, ia raih pinggul Taemin dan ia julurkan lidahnya, ia hisap klitoris mrsV nya itu, ia hanya menggunakan nalurinya saja,

Taemin berusaha menahan desahan yang dihasilkan bibirnya yang tengah merekah merah. Sementara lidah minho sibuk dengan klitoris taemin yang dihisap dan dikulumnya,tangan minho yang bebas, mencari – cari gundukan di dada taemin. Meremasnya pelan, memijatnya perlahan. Ujung telunjuknya menggesek nipple taemin yang mengeras dan dengan bantuan ibu jarinya dia mulai memelintirnya.

Taemin dibuat gila olehnya, entah sejak kapan ia menikmatinya, mungkin ia sudah gila, rasa takut itu hilang seketika… ia remas ujung kepala Minho, sedangkan tangannya yang lain meremas ujung kasur, kepalanya ia dongakan ke atas , merasakan sensasi yang sangat baru ia terima.

“A-AAAHH…~~!!” tubuh taemin tersontak. Dan dimulai dari mana, rasa takut yang sedari tadi menghantuinya kini menghilang. Bersembunyi di suatu sudut dalam hatinya. Sekarang. Saat ini dia hanya merasakan perasaan aneh yang membawanya melayang, apa ini? Surga dunia?

 Minho merasa bibirnya penuh dengan percum taemin. Tanganya yang menahan paha istirnya kini tengah menghapus cairan disudut bibirnya. Basah? Sudah sangat basah.

Minho menaikan kembali tubuhnya. Sehingga sekarang wajahnya dan wajahnya istrinya berhadapan. Dengan lembut minho menghapus peluh keringat yang berhasil bertengger  dikening istrinya. Tersenyum. Dia bahagia.

Menatap kedua bola mata taemin yang memejam, bibirnya terbuka dengan indah, hembusan nafas yang berpacu menambah rasa aneh didada minho.

“Pooh.. gwecana?” Tanya minho “bisakah kita mulai sekarang?” lanjutnya ketika taemin membukan matanya.. “Tenang saja.. aku berjanji semuanya akan baik – baik saja!” janji minho meyakinkan

Hanya sebuah anggukan kecil dari istrinya yang malu – malu yang dia terima

Minho menegakkan tubuhnya dan perlahan tanpa ketergesaan melepas celana pijamanya.,Sekarang mereka tengah berhadapan. Saling mengagumi pahatan tubuh masing – masing yang tercetak dengan sempurna, taemin menutup wajahnya, malu. Selama hidupnya. Baru kali ini melihat tubuh polos seorang namja. Malu. Itu sangat memalukan. Terlebih sosok yang ia lihat sekarang adalah sosok seorang Choi Minho, sosok yang selama ini banyak yeoja yang mengaguminya, tidak hanya wajah namun fisik perawakan athletisnya itulah yang membuat semua yeoja bisa membuat aliran danau saliva di tubuh mereka.

Dan…yang membuat ia sangat tidak nyaman dan merasa malu adalah, sosok itu sekarang suaminya…

“Tolong jangan menutupi wajahmu pooh.. kau tahu.. aku tidak suka jika tidak melihat wajahmu..” tubuh minho kembali menindih taemin. Tanganya berusaha melepas tangan taemin dari wajah yang ingin dia sembunyikan

“M-mianhe… oppa.. a-aku malu..?” minho menahan senyumnya. Sudah sampe seperti ini malu? Gemas. Minho sangat gemas.

Tangan minho bermain di bibir taemin, membelainya dan menatapnya lekat, bibir plum yang sering ia kecup itu sangat indah dan memabukan
“untuk apa malu dengan milikmu sendiri pooh… aku adalah dirimu.. dan kau adalah diriku… sekarang ini.. aku akan membuat diri kita menyatu, dan tidak akan terpisahkan.” Ucap minho kembali menciumi bibir taemin.

Minho memajukan tubuhnya hingga tubuh mereka saling bergesekan. Tangan minho menari – nari dan menuruni leher. Pundak. Dan terakhir meremas dada taemin pelan. Tidak ada lagi penolakan yang berarti, hanya desahan tertahan yang tercipta, dan Minho menyukainya, suka caranya mendesah dan mendesis memanggilnya ‘oppa’.

“Unggh…hhh…nnh..”
lenguhan yang membuat minho gila. Selama ini berusaha menahan diri karna cintanya. Karena sayangnya kepada taemin. Sekarang bolehkah dia bertindak egois?

 Minho menurunkan tubuhnya, dan kembali mengulum nipple taemin.

“A-AAHH…HH…nhh…ah..”
taemin menjambak rambut minho kasar. Tidak menolak. Tidak berontak. Menikmati. Akhirnnya, inikah yang dia takutkan selama ini? Yang selalu menghantuinya.? Sekarang bisakah ini menjadi suatu alasan ketakutan? Jika ketakutan itu bahkan memberikan sebuah kenikmatan bagi tubuhnya, ia merasa aneh…aneh pada dirinya…apa sebenarnya yang telah Minho lakukan sehingga ia tidak bisa menolaknya sedikit pun?

Cinta…mungkin itulah jawabannya, cintanya pada Minho lah yang membuatnya seperti itu, ia ingin buktikan pada Minho…sungguh…ia rela hanya dan harus Minho yang menyentuhnya, ia rasa tidak akan ada yang bisa membuatnya seperti diawang-awang selain Minho.

Bahkan hanya dengan kuluman yang tidak kasar, dan kecapan yang lembut, serta belaian yang ia terima disetiap inci tubuhnya, itu membuatnya gila…ingin lebih, ingin Minho …dan hanya dia…

“O-oppa… ugh…. A-Aku.. . nghh…t-tidak tahan!” taemin mengerang pelan.

Tidak tahan? Apa yang tidak tahan? Molla! Taemin sendiri tidak mengerti. Yang jelas sesuatu di bagian bawah tubuhnya ingin dimasuki, ingin merasakan sesuatu, lagi…perasaan aneh apa lagi itu? Dibawah sana merasakan kedutan yang entah dari mana itu berasal…

Minho tersenyum menang. Puas dengan dirinya sendiri. Tidak ada yang salah jika kita bisa menuntunya dengan benar dan sabar… tidak perlu kasar , hanya cukup tunjukan padanya, apa itu cinta… ini lah cintanya, cinta yang ia tunjukan oleh Taemin…

Minho turunkan perlahan tangannya, menuju paha Taemin, meraba pelan selangkangannya tanpa menyentuh gundukan itu, kemudian setelah ia yakin, perlahan ia meraba bagian tengah selangakangan taemin, dan merasakan jika istrinya sudah sangat basah. Dan tidak dipungkiri jika dirinya sudah dari tadi merasa hard.

Minho menatap wajah taemin. Membelainya …dan mengecup keningnya, kemudian berbisik ditelinganya…

“ini akan sangat sakit. Tapi bersabarlah…?”
minho perlahan dengan kedua tanganya mengambil kaki taemin dan menaruhnya di pundaknya. Mengalungkannya di lehernya.

Tangannya kembali bermain – main di klitoris istrinya sehingga membuat taemin kembali tersontak. Meremas selimut dan kepalanya tidak bisa diam menahan kenimatakan yang dia rasakan…

Minho memegang membernya. Dengan  tangan kiri sedangkan tanganya yang lain menahan berat tubuhnya. Ujung kepala membernya di gosokan disepanjang bibir Mrs V taemin. Petting adalah awal yang bagus untuk memulai,

Ia tatap istrinya yang memejamkan matanya, kedua tangannya meremas ujung bantalnya,
“Aku mulai sayang…’, bisik Minho.

Tubuh taemin menegang saat dia merasa sesuatu yang keras mulai memasukinya

            “A-AAHH..S-SAKIITT…O-OPPAAAA…SAKIITT…” taemin meraung dan berteriak… mendorong tubuh minho menjauh sekuat tenaganya. Airmata kembali merembes dari sudut matanya

“S-s-sakiiit o-oppaaa…. Hiks hiks…sakiit…?”
rintihnya menggelengkan kepala dan tersedak salivanya sendiri karena menangis,ia tersengal dan memejamkan matanya kuat-kuat, tubuhnya bergetar menahan rasa sakit yang sementara tadi.

Minho terlonjak dan menarik tubuhnya , menatap sosok fragile didepannya.

Minho membelai wajah Taemin.. “M-mian… pooh… mian… kita berhenti saja ne?! a-aku tidak ingin membuatmu kesakitan?” minho mengapus air mata yang merembes dikedua pipi taemin. Pemandangan yang miris baginya, ia tidak akan tega jika terus begini…sungguh…

“A..ani… t-teruskan oppa…. ?” taemin menggeleng dan mencoba mengatur nafasnya.

“Tapi.. bukannya sakit?gwecanca… aku bisa menunggu pooh!”
Taemin masih menggeleng

“A-ani… teruskan oppa… aku merasakan ada yang kurang… ada yang tidak selesai.. apa oppa tidak merasakan hal yang sama?”
terbalik? Sekarang taemin yang meminta?

“Benarkah? Mau ini diteruskan??”  kembali minho bertanya.
Walau sebenarnya kalau boleh jujur dia sudah tidak bisa menahan dirinya. Suhu tubuhnya sudah memanas, dan libidonya dalam dirinya sudah meningkat dengan pesat.

Taemin mengangguk malu.
“Cakar aku jika kau mau…aku tidak apa…”Minho mengalungkan tangan Taemin kelehernya, dan mengecup singkat bibirnya.

Minho kembali memegang ujung membernya. Dan mengarahkan kepalanya pada Mr V taemin. Ia menarik nafasnya, dengan pelan namun bertenaga.

Sebuah lubang yang tidak pernah dimasuki. Harus dirintis dari awal. Sulit. Sungguh susah. Harus bagaimana membuat jalan akan bisa masuk tanpa menyakiti istrinya? Tidak ada!

Minho memajukan tubuhnya saat membernya sudah masuk beberapa centi. Tidak full hanya seperempat, dan itu sudah membuat taemin meringis,

“U-unnhhggh….?”

Minho memberhentikan kegiatannya. Sejenak ia teliti wajah istrinya yang masih meringis, namun ia tahu istrinya itu menahannya, terlihat dari air mata yang mengalir di pipinya, namun ia tidak bisa dan tidak akan berhenti rupanya.

Berusaha perlahan menyesuaikan kesiapan taemin akan dirinya. Dan ketika tubuh itu kembali tenang Minho kembali memajukan membernya kedalam lubang taemin.

“AKH…. S-SAAAKIT…. UUGNHH…*hiks*” taemin kembali mendorong tubuh Minho bahkan seperti yang Minho perintah, ia cengkram tubuh Minho, namun kali ini Minho tidak melepaskan membernya yang sudah berhasil masuk sebagian. Akan sangat lelah jika harus memulai dari awal kembali.

“G-gwecana pooh.. tinggal sedikit lagi… tahan sayang!” minho mencium bibir taemin dengan ganas. Lupakan tentang kelembutan sekarang. Nafsu sudah mencapai di ubun – ubun. Bukan karena Minho tidak bisa menahan diri. Bukan karean cintanya yang ternoda nafsu. Bukankah karena kita mencintanya kita jadi tidak ingin menyentuhnya.

Taemin tidak menolak. Dan dia menerima. Bibir mereka berdempet dengan lekat. Tangan minho kembali meraih nipple taemin. Menggesek ujung telunjuknya yang sengaja dia basahi dengan air liurnya sendiri sehingga bisa memberikan sensasi dingin di sana,

Bibirnya yang bercumbu. Tangan yang sibuk dengan boobs taemin. Minho kembali memulai kegiatanya. Tangan yang bebas yang tidak menyentuh apapun dia arahkan kepada membernya, memposisikan membernya dengan pasti. Pelan minho memajukanya. Berniat membuat kedalaman  yang lebih. Saat taemin berusaha mendorongnya. Saat itu minho akan semakin mencium taemin dengan liar. Dan tanganya memelintir nipple taemin dengan ganas.

Lenguhan yang tertutup mulut dan bekapan Minho seakan hal terkahir yang bisa Taemin lakukan, untuk mendorong pun ia rasakan sudah tidak punya tenaga lagi.

Kesakitan yang dirasakan taemin di bagian bawah mrs Vnya teralihkan dengan kenikmatan yang di rasakan dibibir dan bagian dadanya. Hingga saat minho menancapkan membernya hingga menembus selaput darahnya.

“AAAAAAAHHH..ngh..” taemin berteriak tertahan. Ia remas bahu Minho dengan kuat, nafasnya tersengal, begitu juga Minho.

Sakit. Sumpah demi apapun itu sakit. Seakan ada yang merobek dirimu dari dalam. Seakan ada luka yang tersayat didalam. Sakit. Seakan tubuhnya terbagi menjadi beberapa bagian yang tidak bisa diperbaiki. Susah menggambarkannya.

Minho diam tak bergerak. Menuggu taemin siap. Mengatur nafasnya, ia rasakan pijatan di membernya hasil penetrasinya, sesak…itu yang ia rasakan, ia tahan tubuhnya untuk melakukan gerakan sekecil apapun untuk tidak membuatnya sakit lebih dari itu…

“A-aku akan pelan – pelan.” Sahutnya.

Minho menggerakan pinggulnya pelan. Maju dan mundur.

Taemin melingkarkan tanganya keleher minho. Dan menunduk. Keram. Dalam rahimnya seperti ada sesuatu yang mengganjal. Air matanya mengalir, dan mulutnya berdesis tertahan.Cengkraman di leher Minho menguat seiring hujaman yang ia terima…

“M-masih sakitkah pooh??? Boleh aku menambah ritmenya?” minho mengusap peluh keringat di kening istrinya. Taemin hanya menangguk. Mulutnya tidak berfungi, seluruh organ dalam tubunya terfokus pada sesuatu yang memasuki tubuhnya,

Rasa sakit itu terasa aneh jika Minho melakukan dalam ritme sebelumnya…namun semua itu sekatang terasa…Geli.. dan akh… mulai terasa nikmat…

Minho melajukan ritemnya. Mulai menghentakan tubuhnya kuat. Sehingga ranjang mereka berderit tak karuan. Desahan dan lenguhan yang tercipta dari mulutnya memenuhi kamar bagai sebuah lagu indah penuh cinta.

“Ssshh…AAHH…nggh…” racau minho merasakan kehangatan dari lubang taemin. Membernya yang berada didalam tubuh taemin, yang bergesek dengan dinding rahim taemin. Merespon otaknya, member radar dalam dirinya tentang suatu kenikmatan

Minho membuka lebar kaki taemin dan tanganya menahan berpusat pada pinggang istrinya. Dan kembali dia mulai melakukan hujamannya…

“A-aahh…o-oppaaa~~…nnh…” Suara desahan yang menawan, suara yang membuat minho berkali – kali lipat puas.

Taemin meremas ujung bantalnya. Dan meracau dengan hebat.

Saat dia mendongak kakinya sudah disilangkan oleh minho dengan sedikit ditekuk. Dan…

“AAHH….”, racaunya ketika member minho menyontaknya kembali. Tubunya berguncang naik dan turun seirama dengan gerakan minho diatasnya.

Semakin lama semakin cepat. Minho menggigiti bibir bawahnya. Ia lihat wajah Taemin yang meringis dan basah dengan air mata, ia bungkukkan badannya dan ia cium bibirnya seraya hujaman berlanjut, kemudian ia rebahkan kepalanya di kening Taemin, nafas beradu dengan seirama.
Dan desahan berkali – kali keluar dari mulutnya… nafas yang tersengal…

Hingga sampai sesuatu yang panas ingin keluar dari tubuhnya. Saat kenikmatan itu mencapai puncaknya. Dan sebuah cairaan kental menyemprot lubang taemin. Hangat, dan sedikit melegakan…

Cairan putih dan pekat bercampur dengan darah yang merembes keluar dari bibir Mrs V Taemin.

Minho menjatuhkan tubuhnya menindih istrinya. Nafas mereka saling memburu. dan tentu saja peluh keringat mendominasi mereka. Gemetar, itulah yang ia rasakan ketika ia merasakan tubuh istrinya…

Diantara tarikan nafas ada seuntai senyuman yang singgah di bibir sepasang suami istri itu. Kebahagiaan yang hanya bisa dirasakan ketika cinta itu di satukan tidak hanya dengan hati namun juga raga. Dan itu yang kini mereka rasakan. Sekarang hati dan raga mereka telah menjadi satu. Dan kini apa lagi yang bisa membuat mereka lebih dari bahagia?

“Saranghae Choi Taemin…”,  lantun minho penuh kasih membenamkan kepalanya pada pundak taemin, menciumnya dengan butterflykiss.

“N-nado saranghe oppa…” jawabnya disela nafasnya .

Minho menarik nafas dan perlahan menarik membernya keluar, menerima desisan dari Taemin, namun semua baik-baik saja, ia rebahkan tubuhnya disamping Taemin. Menarik selimut hingga keleher Taemin dan memeluk tubuhnya dengan erat, Taemin yang sudah tidak bertenaga hanya pasrah menerima perlindungan yang berlebih dari suaminya.

“Jumuseyoo…nice sleep my love…” Minho melancarkan kecupan di pucuk kepala Taemin, Taemin merapatkan tubuhnya, hilang sudah rasa malu dengan tubuh yang sekarang polos menjadi satu. Tidak mampu berucap, hanya pelukan yang ia lakukan, matanya berat, dan seulas senyum ia tunjukan…kemudian perlahan Minho menutup matanya, ketika bidadarinya itu sudah terlelap tidur…

.

.

Matahari bersinar mengintip dari celah udara yang membuat ruangan terlihat lebih hangat dan bersinar dengan indah, menyinari bilik ruangan dengan siluet yang terbaring bersama dengan indah, mungkin pagi pun bersahabat ketika melihat kedua siluet tersebut tidur dengan tenang, senyum diwajah mereka, dan peluh yang tidak lagi terlihat.

Perlahan ketika mendengar decitan burung bernyanyi seakan menjadi alunan alam yang indah, namja berambut coklat dengan mata yang besar dan senyumnya yang berkarisma perlahan membuka matanya, merasakan udara pagi yang berhembus lemban memenuhi kamar.

Ia kerjapkan matanya berkali-kali untuk terbiasa dengan sinar yang menerpa matanya, kemudian setelah itu ia menarik nafas, merasakan sesuatu yang berat menimpa tangannya , ia melihat ke sisi kirinya …

Ia kerjapkan matanya lagi , mencoba merekam dengan matanya dan menyalurkannya ke otaknya yang setengah sadar, sosok yeoja tertidur pulas, nafas yang teratur layaknya seorang peri yang tidur diperaduannya.

Wajah yang putih berseri layaknya bidadari, bulu mata yang lentik seindah bunga, bahkan mungkin lebih indah. Dan garis wajah yang cantik, tidak bisa digambarkan dengan jelas oleh sosok namja yang sekarang dalam diam memandanginya, tidak bosan, enggan untuk sekedar berkedip saja.

Minho, ia tersenyum, menatap sosok istrinya yang tertidur nyaman dipelukannya, tangannya yang kecil bertengger indah di dada bidangnya, ia dekatkan wajahnya sejajar dengan bidadari tertidur itu, indah…dan cantik, Tuhan pasti sangat baik padanya , mungkinkah dulu ia berbuat kebaikan didunia, sehingga ia sekarang bisa diberikan makhluk ciptaannya yang indah hanya untuknya?

Tanpa niat membangunkan nya, Minho menelusuri garis pipinya dan wajahnya dengan tangan dan jari-jari yang mengambang diudara, takut takut akan membuatnya terusik. Bahkan ia menahan nafasnya jika terjadi gerakan yang seakan membuat sosok didepannya bergerak dari tidurnya.

“hmm…”, gumamnya,

Dengan cepat Minho menarik tangannya dan terbaring ditempatnya semula, ia memejamkan matanya sedikit, hanya untuk berpura-pura agar sosok itu tidak mengetahui bahwa ia telah di mata-matai oleh nya. Namun sosok itu hanya bergerak sedikit dan mengeratkan pelukannya lagi didadanya. Minho melingkarkan tangannya lebih erat, tidak mau melepasnya…

Sungguh, ia sudah tidak tahan ingin membangunkan bidadarinya itu, ia ingin menatap matanya yang indah, namun ia tidak mau egois. Perlahan ia cium pucuk kepala nya dan ia pandang wajahnya. Sosok itu bergerak sedikit.

“Taeminnie…”, bisiknya di telinganya, “Bangun sayang…”,  ia kecup keningnya, perlahan kedua bola mata indah itu membuka dengan anggun.

Terlihat ia tidak bisa menyesuaikan pandangannya , namun perlahan ketika sudah melihat dnegan jelas, sontak wajahnya memerah dan ia menutup wajahnya.
“O-oppa~~”, rengeknya.

Minho berdecak, ia belai rambut Taemin yang berantakan dan lembab”Morning yeobo…”, bisik Minho untuk pertama kalinya, Taemin membuka tangannya sedikit dan melihat Minho takjub.
“Aku akan panggil kau begitu mulai saat ini…” ledeknya,

Taemin berteriak pelan dan memukul lengan Minho , “Nappeun…”, pekiknya.

Tangan mungil itu ia tangkap dan ia kecup punggunya, kemudian ia tatap mata bulat itu dan ia kecup bibirnya
“Saranghae…”, jelasnya.

Taemin menunduk dan menggengam tangan Minho,
“Nado…nado…y-yeobo…”

Minho terkekeh dan memeluk istrinya bahagia,
“O-oppa…~~!!”, pekik Taemin, Minho melihat Taemin bingung.

“Wae?”

“K-kau…kita belum pakai baju…”, pekiknya, Minho melihat ke arah tubuhnya dan mengernyitkan dahi.

“Lalu?”

“Oppaaa….”, Taemin mendorong tubuh Minho menjauh, Minho hanya membalasnya dengan sentilan di hidungnya.

“Sudah sejauh ini kau masih saja malu Yeobo? Jinjjayo…”, ledek Minho. Taemin hanya menutup matanya karena malu, namun ketika itu pula Minho mencium pipinya dan berbisik.

“Aku tidak semangat berangkat untuk shcedule ku, aku mau dirumah, bagaimana menurutmu?”, tanya Minho mengelus kepala Taemin.

“Hah? Oppa…kau bercanda, kau harus latihan, kau harus pergi ke Singapur kan untuk concert mu…jangan malas…”, Taemin menggoyangkan tangannya, Minho berdecak dan membenamkan kepalanya di bahu Taemin.

“Tidak mauuu~~…aku mau dirumah saja, sekali ini bolos juga mereka akan mengerti, aku ini lelah sekali…”,

“Oppaa tap—“

“Kau tidak mau menghabiskan waktu senggang denganku? Kita jarang libur Yeobo…sekali ini saja aku rasa tidak ada yang perotes…”, Minho menatap Taemin dengan manja, Taemin berdecak, siapa yang seperti anak kecil sekarang?

“Baiklah…”, Taemin tersenyum. Minho tersenyum lebar dan memeluk Taemin.

“Kalau begitu kita tidur lagi!!’, serunya sambil menarik Taemin.

Taemin wajahnya memerah, “O-oppa…”, pekiknya.

“Yah.waee~?”,

“A-aku mau mandi…lagi pula, aku lapar sekali…semalam, aku tidak makan…”, jelas Taemin memegang perutnya, Minho terbelalak.

“Mwo?!”,

Taemin bergidik, “H-habisnya…aku niatnya mau makan denganmu,tapi …”, Taemin menunduk.

Minho menarik nafas dan bangkit duduk, “Kajja…” ia menarik tangan Taemin.

“K-kemana?”, Taemin menarik selimutnya hingga dagunya, Minho berdecak dan menarik seluruh selimut menjadi satu menyelimuti Taemin dan mengangkatnya bridal style..

“Huwaaa~ o-oppaaa…turunkan…ah…turunkan…kyaa..”, Taemin memukul dada Minho.

Minho terkekeh dan mengecup bibir Taemin singkat, “Sshh…tidak usah malu, kita sudah sama-sama tahu, jadi tidak ada yang musti ditutupi, aku akan bersihkan badanmu, tenang, aku tidak akan lakukan apapun padamu.”, jelas Minho.

Taemin speechless, dia tidak tahu harus beragumen apa dengan si Mr.Competitive satu ini, ia hanya pasrah menggantungkan tangannya di sisi bahu Minho seraya dibawa kekamar mandi.

“Aww!!”, desis Taemin, ketika Minho mendudukannya di closet, Minho terkejut, ia menghampiri istrinya dengan berlutut didepannya dengan panik.

“Wae Yeobo…? wae?”,

Taemin memegang ujung perutnya dan mendesis, “S-sakiit…”, ringisnya, Minho melihat ke arah mana yang dimaksud,wajahnya sontak memerah dan mengelus perut itu dari balik selimut yang masih menutupi tubuh Taemin.

“Mianhe…mianhe yah Yeobo, aku tidak tahu…”, jelas Minho, Taemin melihat wajah panik Minho dan tersenyum getir, ia angkat tangannya dan ia tepuk kepalanya pelan.

“Neh…gwencana…y-yeobo…’, Taemin masih kaku memanggil Minho dengan sebutan itu, Minho berdecak dan terus mengelusnya,

“Pasti sakit sekali yah? “, tanya Minho.

Taemin berpikir sejenak, “Sedikit kram saja…”, jelasnya, Minho mengangguk dan mengecup perut itu,

“Sakit..sakit pergilah, datang lagi lain hari…”, jelasnya, Taemin mengerutkan alisnya, Minho mendongak dan terkekeh dari nyanyian randomnya itu.

“Pfh,apa sih…”, Taemin wajahnya memerah dan tertawa, Minho berdebar ketika melihat senyum itu, dan chu~ dengan cepat ia mencium bibir plum itu dan bangkit menuju bathup untuk mengisi bak mandi dengan air.

Setelah terisi dan suhunya cukup, ia bopong Taemin masuk kedalam bathup, hanya obrolan ringan dan candaan yang mereka buat masing-masing, dan berakhir saling menggosok punggung atau bergantian mengeramasi rambut masing-masing.
“Pejamkan matamu…”, suruh Minho. Taemin memejamkan matanya menunggu siraman air dikepalanya, namun tidak juga kunjung datang,namun yang kemudian ia rasakan adalah kecupan dibibirnya, dengan kuluman singkat, ia membuka matanya terkejut.
“Saranghae Yeobo…gomawo…”, Minho tersenyum.

Taemin wajahnya memerah menyentuh dada Minho, merasakan ada debaran disana.
“Saranghae yeobo…chonmaneyo…”,

.

“Yeobo…” panggil Minho.

“Hmm?”, Taemin mendengun, ia miringkan kepalanya sedikit, karena yang sedang mereka lakukan saat ini adalah duduk di depan balkon dan Minho memegang hairdryer untuk mengeringkan rambut Taemin.

“Aku berpikir untuk bulan madu…kau mau kemana?”, tanya Minho.

Taemin menegakkan kepalanya dan berbalik.
“J-jinjja…?”,

Minho tersenyum dan membalikkan tubuh Taemin lagi, kemudian memeluknya dari belakang. Merebahkan kepalanya di pundaknya, menciumnya kilat dan menarik nafasnya.
“Kita tidak pernah kemanapun kan? Kau mau kemana? Selepas aku konser aku akan membawamu sesukamu…”, jelas Minho.

Taemin berpikir sejenak, “Molla oppa…aku berpikir kemana saja kalau itu menurutmu bagus aku akan ikut…”,

Minho berdecak, “Tapi aku mau kau yang putuskan mau kemana…?”, Minho memajukan bibirnya.

Taemin menggenggam tangan Minho dan merebahkan kepalanya di pundak nya, “Aku ini istrimu kan Oppa,jadi kemanapun suami ku pergi, aku akan mengikutinya ,itu keputusanku…”, jelas Taemin kemudian melihat ke arah Minho.

Minho menatap kedua bola mata itu, dan tersenyum.
“Ahh~ kau sudah mulai pandai bicara…Minnie ku sudah tidak malu-malu lagi…”, ledek Minho mengelitiki Taemin.

“O-oppaa~~ aah…hahaha…b-berhenti…hahaha…ampuun…”

“Tidak, aku mau dicium baru ampun bagimu…”

“Hah? Andwee…”, pekik Taemin.Minho cemberut dan mengelitiknya lagi lebih dahsyat, kali ini Taemin hampir menangis dan menarik baju Minho.

“Ampuuun…”

Terus seperti itu,seharian dihabiskan untuk sekedar bicara berbagai hal, melakukan semua hal bersama, atau saling mencuri kiss, well…Minho yang sering lakukan itu.

Hanya satu sampai saat ini ketika Taemin membuka matanya dari tidurnya, dan doa itu akan selalu di jadikan bagian hidupnya…
Lord, I pray for a man that will be a part of my life. A man that really loves YOU more than everything. A man that have a wise heart, not only smart brain. A man that not only loves me but also respect me. A man that not only adores me but can warn me when I’m wrong. A man that can be my best friend in everytime. I don’t ask a perfect man but I ask for an imperfect man, so I can make him perfect in YOUR eyes. A man that needs my prayer and support for his life, need my smile to cover his sadness, need my love so he feels being loved, need me to make his life beautiful and make me to be a woman that can make him proud…

“Saranghae Choi Taemin…”

“Saranghae Choi Minho…”

END~!!

*sniff*sniff*sniff
Finally…ini selesai di ujung penantian yang sudah berujung.

Gue sanniw, selaku biang yadong dibalik ke yadongan saya… mau minta maaf karena lancang dan sebagainya…

Mau ngucapin terima kasih buat:

1. Fitri Ratnaningtyas yang udah bolehin author yadong ini meneruskan ide gilanya, dan bersabar dengan segala penghancuran karakter yang besar-besaran.

2. Buat seluruh Suunders yang udah buang pulsa buat Komen dan Likenya,Yang penuh cinta dengan segala komen yang bikin semangat, dan kesabarannya dalam menunggu saya menyelesaikannya.

3. Vienasoma yang didetik terakhir membantu ke yadongan dan stucknya ide saya.

4. Para cast yang bersedia saya hancurkan karakternya

5.  BUAT YANG KOMEN DAN LIKE DI PART INI!!! I LOVE YOU WOY!!!

Oke see ya…bye bye…annyeong…jaa maataa…sayonara…

Advertisements

180 thoughts on “[2min/sequel WGM/PW tetap] Now, We Married! part 5 end

  1. Akhirnyaaa..
    Minho dapet jatahh..
    😀
    kasian dia nunggunya lama. Minho gentle banget ama taemin. :’)
    so sweetttt. NCnya HOT.
    😀
    kerennn

  2. uwoooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhh
    akhirnya….
    ini comment kalau g muncul juga nyerah deh kapan-kapan lagi aja…
    johaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa neomu johaaaaaaaaaaaaaaaaa

  3. Hahhhhhh
    Ikut lemes setelah mereka nc-an/?
    Nggatau demi tapi dapet bangetttttt
    Sangatsangatsangattttt suka
    Nggatau mesti komentar apa lg ka sannnnn.
    Kak san memang hebattttt!/?

    Pokonya suka banget sama minho yang gentle, tae yang malu malu anjing;p
    Full of nc muahahaha

  4. Aduh aku bingung, yang part 5 th yang mana kenapa part 5 jadi epiloge, @_@
    Tapi ya sudlah….
    Aku tetap suka endingnya…..
    Aku menanti little choi lahir…
    Hehehehe

  5. kekekeke
    nggak nyangka bisa dapet pw cepet banget
    😄
    daaan akhirnya ngebaca part ini yaitu part ending dari sequel we got marriednya tumin
    well, i didnt think if the whole of this fanfiction will be contened by lovey dovey, affection which is showed by each other nor just Minho but Taemin also. kekeke, and then in the last part they making love with romantic thouch ouuu

    they always make us jeolus with the love between two of them. 😄

    hahaha, and the most important part is finaly Taemin put her trust to Minho and Minho finaly got it tooo
    Nice ff, 🙂

  6. Horeeei!! Chukae ne 2min,, aisssshhh pas baca dari awal,, knapa jadi ikutan malu, hahahaha
    endingnya bulan madu dong,, biar dpet baby baru, hohoho
    selesai dehhh, eh liat epilog,, hehe thanks ya thor PWnya, kekeke~

  7. taemin pemalu bgt hahahha tapi ujung ujung nya mau juga nyerahin itu/? nya sumpah ya kata kata mimho sweet banget. nc smutt ughhh… kerennn

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s