[2min/sequel WGM/] Now, We Married! part EPILOG


[2min/transgender/EPILOG] NOW, WE GOT MARRIED…

 yos… ini vienasoma.. saya kembali membawa FF penting yang menjadi hit d SYF… dan FF ini khusus SYF persembahkan sebagai perayaan 3thanniversary 2min. yah padahal ini udah END rencananya. tapi berhubung banyak yang req si anak gue sama sanniew  buatin epilognya buat suunders.. demi apa dia baik banget.😄

Foreword :

Gaaahhhh, annyeeeoooonggg. Akhirnya balik lagi untuk nulis WGM setelah sekian lama ditinggal pergi (?). yap, ini request kalian kan? Dan gue membuatnya jadi kenyataan (?), baik kan gue/abaikan.

First : Thanks to Umma dan Appa (ibu dulu baru ayah, okee), yang yaaaaahhh walaupun banyak sedikit yadong tapi udah bersedia buat sequel nya ff iniii. Awal buat, itu cuma ide asal yang ga tau mau ditulis apaan, tapi ternyata ampe sequel segala, yaampuuunnn.

Second, tentu saja para suunders, yang meskipun saya kesal karena meminta yang engga-engga (NC) sampe beneran dibuat oleh para admin yang yadong itu, tapi gue apreciate banget kalian udah setia ngikutin ff ini sampe sekarang. Woooowww, tengkyuuuu all!!!

Gue ga tau ini bakal kaya apa karena gue ga pernah nulis pake ide dasar, yaah ngalir aja lah suka-suka tangan mau ngetik apaan. Tapi yang jelas…

NO NC…IT’S TOTALLY SMUUUTTTT!!!!!!!!!   

 

JADI BUAT PARA YADONGERS YANG MENGHARAPKAN MACEM-MACEM, MENDINGAN GA USAH BACA KARENA GA BAKAL ADA YANG MACEM-MACEM DISINI…

Sequel WGM yang kalian tungguin berhari-hari ampe rusuh dimana-mana itu udah dibikinin kemaren kan? ENOUGH YAA!!

NC WGM GUE GA BACA!!! GA KUAT CYIIINN. ITU PENGHANCURAN (?) KARAKTER TABY KUUU MESKIPUN KOMEN PADA BILANG NC SMUUT APA LAH ITU, TETEP AJAAAA, MY TABYYYYYYYYY…

 

JADI KALO ADA YANG BEDA ANTARA INI SAMA YANG KEMAREN, YAA MAAF!! KARENA GUE BENER-BENER GA TAU APA YANG DITULIS KEMAREN, OKEY. PLIS BARE WITH ME GUYS…

 

Tapi pasti hasilnya DAEBAK yaa? Iya laaahhhh, master yadong tuh yang bikin :p

So, here it is… Epilog 2min We Got Married. Dan sesuai judulnya, EPILOG!!! SO, IT IS THE LAST!!! MAU KALIAN NGERUSUH KAYA APAAN TAU BUAT MINTA LANJUTIN KEK, GA BAKAL DILANJUT!!!

Hope you likeeeyyyy…

Cue…

By : TaeminhoShouldBeReal

Minho POV…

CKLEK…

Shit, ia masuk ke rumah mewahnya dengan sibuk mengumpat. Kembali melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan kekarnya. Entah sudah berapa ratus kali ia melihat jam tangan itu. Ia benar-benar tidak konsentrasi hari ini.

Flashback…

“Minho, kenapa senyum-senyum seperti orang bodoh begitu? Dubu, magnae mu gila”, ujar Key sinis ketika melihatku tersenyum sejak tadi. Kami ada di dalam van menuju studio SBS. Ya, siapa yang tidak tersenyum mengingat kejadian kemarin (muahaha, sok tau bet gue padahal ga baca). Saat AKHIRNYA Taemin sudah sepenuhnya menjadi milikku, bahkan aku masih belum percaya aku bisa melakukan itu PADANYA. Ekspresi nya, bahkan ketakutannya (sumpah muaaappp ini gue sok tau), ketika melihat itu sungguh aku merasa aku tak dapat melakukannya. Ya, aku tak mau, tak akan pernah mau dan tak akan pernah menyakiti sedikit pun bidadari ku itu. Tuhan sudah menitipkannya padaku, tidak mungkin kan kalau aku berani pada Nya dengan menyakiti bidadari Nya? Tapi entah kenapa, semuanya terjadi begitu saja dan aku sama sekali tidak menyesali itu. Well, aku tau dia masih sangat malu pada ku, tapi aku yakin ini akan menjadi awal yang baik untuk ke depannya. Bahwa setidaknya kami sudah berani melangkah lebih jauh untuk bisa mempertahankan hubungan ini.

Jonghyun hyung yang duduk sendirian di kursi paling depan menengok ke belakang, mengangkat alis berusaha mencerna ekspresi ku. Banyak orang yang bilang, semenjak aku menikah, sebutan ice prince tidak lagi cocok untuk ku, karena aku sudah mulai belajar banyak untuk bisa berekspresi. Kehadiran Taemin di hidup ku benar-benar membawa banyak perubahan, dan sungguh itu sangat kusyukuri.

Onew hyung, Leader SHINee yang ajaib ikut menoleh ke belakang. Kini, ketiga hyung ku kompak menatap ku yang duduk sendirian di kursi belakang. Akjakhtahknfag, kenapa mereka semua?

“waeeeyoooo?”, ekspresi ku kembali mendingin.

“cih, kodok aneh”, Key berbalik menghadap ke depan.

“semalam habis ngapain kau dengan Taemin? Ekspresi bahagia mu aneh?”. Damn!! Aku lupa si Mr. king of Pervert itu selalu cepat menganalisis segala situasi dan keadaan atas hal apapun yang berhubungan dengan ‘triple X’ itu. Jangan sampai ia menganalisis lebih jauh!! Bisa hancur image ku!!

Aku memutar bola mata, “apa sih hyung? Mau tau saja urusan keluaga ku!”. Aha, keluarga!! Aku mulai suka kata itu. Ya, aku mempunyai keluarga kecil yang baru sekarang. Dulu, keluarga yang paling dekat dengan ku adalah semua member SHINee, tapi semenjak kehadiran Taemin, maaf hyung, posisi kalian tergeser!!

“kau suka pada botol? Kenapa mengamati botol dengan ekspresi menjijikan begitu?”, ada lagi statement aneh dari dubu tofu leader yang aneh tapi nyata itu. Aku memang sedang memegang botol air yang berisi teh madu buatan istri tercantik ku itu. Tapi, yaa what thee…aku suka pada botol? Daripada dia, suka pada ayam = =”

Aku tidak menjawab pertanyaan bodoh tadi. Tidak ada gunanya juga. Yang ada aku malah jadi ketularan bodoh!! Mengambil tas ransel ku kemudian mengeluarkan I-Pod, memejamkan mata mencoba melanjutkan membayangkan hal-hal indah yang terjadi kemarin ditemani alunan indah lagu if you’re not the one. Lagu manis yang pernah aku nyanyikan untuknya. Ah, Taemin, kenangan tentang nya tidak akan pernah bosan untuk diingat. Mengeluarkan ponsel I-Phone ku, mengamati foto yang tidak pernah aku ganti sejak mengenalnya. Foto ku berdua dengan Taemin. Sebetulnya aku ingin menelfonnya, tapi aku tau hari saat ini ia sedang sangat sibuk!! Syuting CF solo pertamanya, rekaman untuk sebuah OST film terbaru, belum lagi pemotretan solo nya untuk sebuah brand produk kecantikan wanita. Pernikahan adalah gerbang penutup rezeki untuk para artist? Maaf, tagline itu tidak akan dan tidak pernah berlaku untuk kami!! Memencet-mencet tombol, mengirimkan sms, hanya sebuah pesan singkat yang bahkan aku tau tidak akan dibalas dalam waktu singkat. Aku hanya menunjukkan, kalau aku merindukannya…

POOH KU SAYANG, BOGOSHIPPO, JEONGMAL!!! FIGHTING UNTUK HARI INI!! AKU TAU KAU AKAN HEBAT DALAM MELAKUKAN APAPUN!! JANGAN TERLALU LELAH!!

 

DARI SUAMIMU, ORANG YANG SELALU DAN SAMPAI AKHIR AKAN DISAMPINGMU, MENCINTAIMU, CHOI MINHO…

 

SEND❤ CHOI TAEMIN <3…

 

MESSAGE DELIVERED…

Melihat wallpaper ponsel ku sekali lagi, reflek mengusap wajah sosok cantik yang sampai saat ini aku percaya ia bukan manusia, tersenyum simpul, lalu memasukkan nya kembali ke tas. Entah sejak kapan aku bisa mengirimkan ‘pesan merah muda’ seperti itu. Aku bahkan tidak percaya kalau aku bisa mengetikkan kata-kata seperti itu. Tapi lagi-lagi, kehadiran Taemin mengubah segalanya untuk hidupku, dan aku akan memberikan hidup ku juga untuk membalasnya, aku berjanji Tuhan!!

Key melirikku dari kursi tengah, ia merapatkan tubuhnya pada leader kami, “kurasa magnae kita benar-benar gila”, ia berbisik. Sebetulnya aku mendengar, suara cempreng sepertinya, berbisik seperti apapun tetap tedengar keras. Tapi kali ini, aku benar-benar tidak peduli!!

Selesai perform dan kami sudah berganti baju. Sepanjang lorong dari ruangan kami sampai panggung, begitu banyak orang (bahkan yang tidak ku kenal) menyalami ku dan memberi selamat atas pernikahan kami. Aku hanya tersenyum. Bersyukur!! Taemin, banyak yang mendoakan kita sayang, ujarku dalam hati.

“kids, berkumpul sebentar”, saat kami hendak pulang, Key, Onew dan Jonghyun ke dorm sementara aku tentu saja ke rumah ku, ternyata manager memanggil kami untuk masuk ke dalam ruangan kembali.

Berpandangan heran, kami berjalan masuk kembali ke ruangan. Bukannya jadwal sudah selesai? Masa tiba-tiba ada jadwal tambahan? Mendadak begini? Bukan seperti kebiasaan SM dalam mengatur jadwal artist nya.

Sesampainya di ruangan, manager menyuruh kami untuk duduk, dia mulai menjelaskan,“maaf tapi seperti nya kalian tidak bisa pulang sekarang”.

“kenapa? Apa ada tambahan jadwal? Kenapa mendadak?”, aku yang bersuara pertama. Ketiga hyung ku melihatku. Sejak kapan ia bisa bersuara lebih dulu dibanding Key atau Jonghyun?

“wow, pengantin baru kita tidak sabar bertemu istri nya kah?”, manager tersenyum menatap ku. Ia juga pasti surprise atas sikap ku yang tiba-tiba berubah begini.

Blush!! Sial!! Kenapa aku bisa ketularan sikap pemalu Taemin begini?

“aniii, maksudku tidak biasanya ada jadwal mendadak!! SM kan paling tidak bisa menerima jadwal mendadak kan hyuung?”, aku berusaha menjelaskan. Sebenarnya lebih kepada berusaha menyelamatkan wajah ku.

“justru karena acara mendadak ini dibuat oleh founder SM sendiri, jadi kita tidak bisa menolaknya. Lee Soo Man sonsaengnim mengadakan acara tunangan untuk keponakannya, dan semua artist SM diminta hadir sebagai pengisi acara. Tidak hanya kalian, seluruh SM Town juga menghentikan semua kegiatan mereka sore ini”.

“keponakan Lee Soo Man sonsaengnim? Sunny?”, Key bertanya heran.

“keponakannya kan bukan hanya Sunny. Kakak sepupu nya lebih tepatnya. Jadi, kita ke SM Building dulu, berganti pakaian. Aku sudah meminta bagian wardrobe untuk menyiapkan semuanya. Seluruh SM Town juga menuju kesana sekarang untuk berganti baju. Dari sana, baru kita semua berangkat”.

“pertunangan itu diadakan di Korea? Ku kira Lee Soo Man sonsaengnim masih di USA”, Onew hyung membuka suara.

“terlalu repot memboyong SM Town ke USA. Lagipula, banyak yang masih terikat banyak jadwal yang tidak bisa ditinggalkan. Sedangkan permintaan untuk menghadirkan SM Town kesana adalah permintaan dari keponakannya sendiri, jadi yaa mereka akhirnya yang kembali ke Korea. Terutama kau Minho”, aku mengerutkan dahi. Kenapa tiba-tiba aku?

“kudengar kau adalah salah satu artist yang paling ingin ia temui, jadi jangan mengecewakannya, arra? Kajja, waktu kita sempit”, manager meninggalkan ruangan duluan diikuti Onew, Key, Jonghyun dan yang terakhir aku.

Mengeluarkan ponsel ku, tidak ada pesan balasan. Apa ia begitu sibuk hari ini?

Akhirnya menekan tombol hijau untuk menelfonnya. Nada dering yang cukup lama terdengar, namun tidak diangkat juga.

Satu kali…

Dua kali…

Hingga sepuluh kali aku terus mencoba ke nomor yang sama…

Hasil nya pun sama…

“ergh”, membanting ponsel ku kesal.

Lagi-lagi Key yang pertama merespon kelakuan ku.

“kenapa sih Minho? Uring-uringan sekali kau hari ini!! Nanti juga kau bertemu Taemin. Kan seluruh SM Town juga diundang kesana. Ergh, kelakuan mu itu mengganggu mata ku kau tau tidak!!”, ia kembali mengomel seperti biasa.

Aku kembali tidak bergeming. Sudah biasa mendengar Key mengomel seperti itu.

Aku masih cemas!! Entah kenapa hatiku tidak tenang. Mengambil ponsel ku yang lain (karena nomor ponsel pribadi ku hanya untuk Taemin dan orang-orang terdekat ku, remember?), menghubungi seseorang, F(x) Victoria.

Tiga kali nada dering…

“yoboseyo”

“yoboseyo. Vic, ini Minho”

“ah, nee oppa. Waeyo?”

“Taemin ada di dekat mu sekarang? Atau kau tau Taemin sedang dimana sekarang? Kenapa telfon ku dari tadi tidak diangkat? Ia belum pulang dari kegiatan solo nya? Kau sedang menuju SM Building sekarang?”

Key kembali menengok ke belakang, memunculkan ekspresi ‘sejak kapan kau bisa jadi cerewet begitu?’, aku hanya menunduk, menghindari tatapan mata kucing nya yang menyebalkan itu. Selalu saja ia yang paling repot mencampuri urusan orang lain, apalagi urusan mengenai aku dan Taemin. Zzzz, how annoying!!!

“nee, kami sedang menuju SM Building sekarang. Taemin? Ah, ia tidak menghubungi mu ternyata? Ia sudah pulang dari kegiatan solo nya. Sepertinya agak sakit. Mungkin kelelahan dan manager sudah mengizinkannya pulang, tidak mengikuti acara ini”

“HAH?”, reflek aku berteriak. Aku yakin di seberang sana, Victoria juga pasti menjauhkan ponselnya. Ketiga hyung ku menengok. Bahkan sopir kami yang daritadi asyik menyetir sambil mendengarkan headset nya, reflek sedetik ikut menengok ke belakang sebelum menghadap ke depan lagi.

“kau serius?”. Suara ku panik! Taemin sakit? Bahkan tak menghubungi ku? Bagaimana mungkin?

“nee, oppa. Tapi jangan khawatir. Ia hanya sedikit kelelahan mungkin. Istirahat sebentar pasti akan pulih kok”, nadanya terdengar menenangkan ku.

“lalu dimana dia sekarang?”, tak terasa genggaman ku pada ponsel mengencang. Pantas saja hati ku tidak tenang begini sejak tadi. Benar kan terjadi sesuatu pada istriku!!

“manager mengantarnya ke rumah kalian. Manager kami sudah menelfon manager SHINee dan katanya jadwal kalian tidak padat hari ini, jadi ku kira kau akan pulang cepat dan bisa menjaganya. Siapa yang tau ada acara mendadak begini?”, ia juga terdengar lelah dan kesal. Kenapa deh seenaknya mengundang seluruh artist management begini hanya karena ia keponakan Le Soo Man. Memang dikira SM Town menganggur?

Aku tidak berkata apa-apa. Aku juga kesal!! Apalagi dengan ada nya kejadian begini, aku semakin tidak tenang!! Demi Tuhan, Taemin sendirian di rumah dengan keadaan sakiit!!! Argh!! Otakku berputar cepat. Apa yang harus kulakukan?

“oppa, kau masih disana?”, Vic bertanya heran ketika aku malah diam.

“a-ah, nee. Thanks info nya Vic”

PIP…

Sambungan telfon kuputuskan.

“Onew hyung, boleh aku tidak datang ke acara ini?”, aku berusaha meminta izin pada leader SHINee berhubung manager kami berbeda mobil.

“hah? Izin? Waeyo?”

“jangan macam-macam Minho. Kau dengar sendiri tadi perkataan manager. Justru diantara kami, kau yang paling tidak boleh izin di acara ini”, Key selaluuuu saja menyampuri urusan orang lain.

“kau berlebihan! Manager hyung tidak bilang begitu. Ia hanya bilang aku salah satu artist yang ingin ditemuinya. Jadi tidak masalah kan kalau kami bertemu lain kali. Taemin sakit, dan dia sendirian di rumah. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian!!”, aku menjelaskan cepat. Otak ku buntu!! Keadaanku sangat panik saat ini!!

Onew hyung masih berpikir dan belum memberikan jawaban. Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi manager kami di mobil lain. Aku bahkan tidak mendengar pembicaraan mereka apa. Otak ku kacau!! Mencoba berkali-kali menghubungi Taemin namun tetap tak diangkat. Kutelfon rumah, hasilnya nihil!! Apa terjadi sesuatu? Tuhaaannn, kutitipkan bidadari ku sebentar, kumohon jaga dia, hatiku sibuk berdoa.

“Minho, maaf tapi…”

“kenapa?”, aku memotong perkataannya cepat. Aku tidak suka ada kata maaf apalagi disaat seperti ini!! Maaf artinya penolakan!! Dan tidak boleh ada yang menolak kemauan seorang Choi Minho!!

“kehadiranmu benar-benar diharapkan olehnya. Dan di hari bahagianya, terlalu kejam kalau kau menghancurkan itu!! Lee Soo Man sonsaengnim pasti akan kecewa, dan kau tau kan apa akibatnya kalau dia kecewa? Bukan hanya kau yang terkena akibatnya, tapi juga SHINee”, ia menjelaskan perlahan.

Sial!! Siapa sih keponakan manja dan menyebalkan itu!! Mengundang orang seenaknya!! Memaksa orang seenaknya!! Dia pikir hanya dengan status nya sebagai keponakan Lee Soo Man, ia bisa bertindak semaunya?

“kita akan tampil disana, jadi tidak mungkin kalau kau tidak ada. Manager hanya bisa membantu kita untuk memajukan jadwal SHINee sebagai performer pertama. Tadinya justru kita perform terakhir. Setidaknya, bertahan lah sampai selesai perform, setelah itu manager akan meminta izin agar kau diizinkan pulang”

“lalu aku harus bagaimana? Aku tidak bisa meminta F(x) untuk menjaganya. Mereka juga sedang jalan ke SM Building sekarang. TAEMIN SENDIRIAN!!”, nada ku meninggi. Kenapa tidak ada satupun orang yang mengerti keadaanku sih?

“bagaimana dengan orang tua mu? Tidak bisakah meminta mereka menjaga Taemin sebentar sampai kau pulang?”, Jonghyun memberikan usul, menoleh dari kursi depan.

Orang tua ku!!

Menelfon ponsel Umma ku, berdoa sepenuh hati semoga diangkat dan Umma nya sedang tidak sibuk hari ini,

Agak lama, namun akhirnya, “yoboseyo, nak”

“Ummaa”, nadanya melega.

“wae?”

“sibuk kah hari ini? Aku boleh minta tolong?”

“minta tolong apa? Bagaimana kabar Taemin? Ah, Umma merindukan istri cantik mu itu”

Huaahh, thanks God…

“justru itu. Taemin sedang sakit Umma. Mungkin kelelahan, harini jadwalnya padat. Bisakah tolong untuk menjaganya sampai aku pulang? Dia sedang di rumah sendirian sekarang dan aku masih ada jadwal mendadak”, rutukku kesal!!

“omooo, sakit? Baik baik, Umma kesana. Kau tenang saja, Taemin akan baik-baik saja dengan Umma. Kau profesional lah dalam bekerja, arra?”, selalu Umma mampu menopangku disaat-saat seperti ini.

“jinjja? Kamsahamnida Ummaa, aku akan secepatnya pulang. Tolong kabari aku begitu Taemin bersama Umma yaa. Telfonnya sejak tadi tidak diangkat, makanya aku panik!”

“nee. Kau tenanglah saja. Umma siap-siap dulu, lalu langsung kesana. Oke? Bye Minho”

Ia menutup telfonnya. Setidaknya hatiku sedikit lega karena Taemin dijaga orang yang tepat. Cepat lah sembuh, bidadari ku…

End Flashback…

Jam tangan ku menunjukkan pukul 8.20 malam. Acara gila!! Ia yakin keponakan Lee Soo Man itu seorang queen party dan acara itu pasti akan berlangsung sampai pagi!! Susah payah aku meminta izin untuk keluar. Kalau ia bukan seorang fans ku, aku jamin aku masih tertahan disana sampai pagi.

Umma memang langsung menelfon ku ketika sampai di rumah ini lalu langsung memanggil dokter pribadi kami ke rumah. Seperti kata Vic, ia hanya kelelahan. Ia hanya diminta untuk istirahat dan dokter memberikan nya beberapa vitamin untuk memulihkan dan menjaga staminanya.

Pintu masih menyala dan ada suara di dapur. Aku menuju ke sana.

“Umma?”, aku melihatnya sedang memasak sesuatu di dapur.

“hai dear, kau sudah pulang?”, ia menoleh sebentar dan tersenyum lembut.

“Umma sedang apa malam-malam begini? Taemin bagaimana?”, aku berjalan mendekat ke arahnya.

“Umma tadi berpesan pada manager mu untuk menelfon dan memberitahu Umma kalau kau pulang, jadi Umma bisa masak dulu. Kau sudah makan?”

Sebetulnya sudah, tapi aku tidak tega menolak masakan yang sudah ia buat malam-malam begini.

“belum, emm, sepertinya lezat. Keadaan Taemin bagaimana?”, aku mengulang pertanyaan yang seharian ini mengusik pikiranku.

“tenang saja. Kan Umma sudah bilang pada mu kalau ia hanya kelelahan. Sekarang ia sudah tidur sejak tadi. Mungkin sebentar lagi bangun. Ini Umma buatkan makanan sebetulnya untuk nya. Tapi pas sekali ketika kau pulang, jadi yaa sekalian saja”, ia mengangkat panci dari atas kompor. Makanan hangat yang bau nya saja mengundang selera. Umma ku memang seorang koki yang luar biasa.

“aku keatas, lihat keadaan Taemin dulu yaa Umma”, ketika hendak keatas, tangan ku ditahan.

“Umma juga mau melihatnya, setelah itu Umma pulang yaa. Sudah malam”, ia melihat jam tangan emas mewah nya.

“pulang? Tidak menginap saja disini?”

Ia tersenyum, “Umma tidak mau mengganggu kalian. Lagipula kau tau sendiri Appa manja mu itu tidak bisa tidur kalau tidak ada Umma”

“mau ku antar?”, aku menawarkan diri. Setidaknya, ia sudah lelah sejak siang sampai malam menjaga Taemin, aku harus balas budi.

“tsk. Untuk apa? Umma sudah menghubungi supir di rumah ketika manager mu menelfon untuk memberitahu kau sudah pulang. Paling sebentar lagi datang. Lagian kau harus menjaga Taemin kan? Kajja, kita ke atas”

Ia menggandeng tangan ku menuju lantai atas.

CKLEK…

Di tempat tidur big size kami, sesosok wanita berwajah bidadari sedang tidur dengan wajah angelic nya. Aku perlahan mendekati dan duduk di tepian tempat tidur.

Reflek mengelus pipi nya perlahan. Hal yang sudah sering dan sangat suka kulakukan.

Bahkan walaupun wajahnya agak pucat, wajahnya masih saja secantik itu. Kau benar-benar bukan manusia Taemin.

Disaat tidur pun, ketika kuusap pipi putih itu perlahan, rona merah nya masih muncul. Aku tersenyum. Yaa, satu lagi keajaiban bidadari ini, kapanpun aku mengelus pipi nya, rona merah itu pasti muncul, bahkan disaat ia tertidur seperti sekarang. Manusia biasa tidak mungkin bisa begini kan? Sudah kubilang aku punya istri seorang bidadari!!

“apa ia masih demam?”, Umma ku bertanya berbisik, tidak ingin membangunkan.

Aku memegang keningnya. Tidak ada apa-apa, aku menggeleng.

“hhhh”, Umma menarik nafas lega.

“itu artinya ia sudah baik-baik saja. Kau jangan khawatir yaa?”, Umma menenangkan dengan mengelus pundakku.

“Umma pulang yaa, nak. Jaga Taemin baik-baik. Biar bagaimanapun, Umma ingin segera menimang cucu. Jadi, semangat Minho!!”

Aku tau Umma hanya menggoda kami, tapi reflek aku menunduk malu. Punya cucu bagaimana kalau kami baru melakukan hal itu sekali? Tadinya aku memikirkan untuk mengulang hal yang sama malam ini. Jujur saja, tubuh Taemin adalah tubuh terindah yang pernah kulihat! Baru kali itu aku melihat sepenuhnya tubuh bidadari. Dan itu, LUAR BIASA!!

Tapi karena ada kejadian seperti ini, mana mungkin kan?

Aku merapatkan selimut Taemin dan mengecup keningnya, lama…lembut. Wangi ini…sampai mati pun akan selalu kuingat. Ini wangi bidadari!!

Sekarang Umma yang bergantian mengecup kening Taemin, “jumuseyo sayang. Cepat sembuh lalu hadirkan tawa mungil di rumah ini yaa, Taemin. Umma sudah rindu, nak”, ucap Umma berbisik.

“Ummmaaa”, aku memegang tangannya menjauhkan dari Taemin ku. Apa-apaan Umma nya ini? Disaat seperti ini kenapa malah mengatakan hal aneh begitu?

Ia hanya tersenyum dan keluar kamar diikuti oleh ku. Kami turun kebawah, ternyata sopir pribadi keluarga Choi sudah datang. Aku menyapa nya sebentar. Sudah lama aku tidak diantar olehnya semenjak Appa mengajarkan seorang anak laki-laki harus bisa menyetir mobil sedini mungkin.

“hati-hati Umma. Terima kasih sekali untuk hari ini yaa”, aku menggenggam tangannya.

Ia tersenyum manis. Senyum yang mengingatkan ku dengan senyum Taemin. Mereka berdua adalah dua perempuan terpenting dalam hidupku. Dua perempuan yang sama-sama cantik, bermata teduh, berhati malaikat dan memiliki senyum seindah bidadari. Senyum yang mampu memberikan semangat untuk siapapun yang melihatnya. Aku sepertinya mengerti kenapa Appa sampai saat ini pun masih sangat ketergantungan pada Umma ku ini. Karena alasan ini juga lah, aku memilih seseorang berdasarkan love at the first sight, sama seperti yang dilakukan Appa yang akhirnya mendapatkan seorang bidadari seperti Umma. Mungkin aku juga akan ketergantungan  begini nanti pada Taemin.

“tsk. Kau ini seperti meminta tolong pada orang lain saja. Umma kan Umma mu dan Umma Taemin juga. Jangan pernah segan untuk meminta apapun, arra? Walau kau sudah punya keluarga sendiri, sampai kapanpun kau tetap anak ku dan tidak ada yang bisa mengubah itu”

Aku tersenyum, mengangguk. Umma ku selalu bisa diandalkan dalam keadaan apapun.

Umma ku terdiam sejenak, “kau benar-benar memperlakukan Taemin seperti seorang putri yaa Minho. Sikap yang mengingatkan Umma pada sikap Appa mu. Umma sungguh senang dikelilingi oleh para namja yang sangat luar biasa menghargai perempuan seperti kalian”.

Aku tersenyum, “bagaimana mungkin aku tidak memperlakukan Taemin seperti seorang putri kalau Minho saja terlahir dari rahim seorang ratu”.

“hahaha, sejak kapan sang ice prince anak Umma ini jadi bisa penggombal? Wah, Taemin sungguh membawa kemajuan besar pada mu yaa? Umma terkesan”, wajahnya memerah. Lagi-lagi mengingatkan ku pada rona merah Taemin ketika ia sedang malu. Kenapa mereka begitu mirip?

“sudah ah, kau semakin mirip Appa mu saja, Umma jadi kangen. Umma pulang dulu yaa Minho”

Aku membukakan pintu mobil, “silahkan Umma cantik ku”, ia tersenyum dan semburat merah itu masih hadir di pipi nya.

Di dalam mobil, ia membuka kaca nya, “untuk omongan yang diatas, Umma serius lho Minho. Umma sudah sangat rindu mendengar tawa bayi mungil. Rumah ini terlalu besar untuk hanya ditempati kalian berdua. Jadi, cepatlah tambah satu anggota keluarga lagi. Kau tau sendiri, kakak mu itu masih sibuk dengan bisnis nya. Jangan kan menikah, berniat mencari calon istri saja tidak. Jadi satu-satunya harapan Umma dan Appa yaa cuma kau dan Taemin. Itu akan menjadi kado terindah untuk kami karena dia akan menjadi cucu pertama keluarga Choi dan juga keluarga Lee. Kami semua pasti akan luar biasa bahagia dan berterima kasih Minho”, Umma ku mulai merajuk, lagi-lagi persis Taemin. Mereka berdua pintar sekali dalam hal merayu dan merajuk. Tidak ada yang sanggup menolaknya. Semakin dipikirkan, sifat dan sikap mereka kenapa bisa semakin mirip?

“kami hanya bisa berusaha kan Umma, Umma tau itu. Masalah anak itu purely hak prerogative Tuhan untuk memberikannya kapan. Kalau dibilang ingin, tentu saja aku juga sangat ingin, tapi kalau Tuhan belum memberikan, aku bisa bilang apa?”, Minho berusaha memberikan pengertian pada Umma nya. Ia sangat mengerti keresahan sang Umma. Kehadiran seorang bayi mungil di tengah-tengah keluarga kami pasti sangat dinanti, karena seperti yang Umma nya bilang, ia akan menjadi cucu pertama keluarga Choi dan juga keluarga Lee. Seperti hyung ku, Taesun hyung, kakak Taemin juga belum berniat untuk menikah dalam waktu dekat. Jadi harapan mereka yaa hanya kami. Tapi aku bisa apa kalau persoalannya sudah menyangkut tentang anak? Itu diluar kuasa manusia kan?

“arrassoo. Umma tau. Tapi kalian bisa berusaha lebih keras kan? Bagaimana dengan honeymoon? Kalian belum honeymoon semenjak menikah kan? Perlu Umma carikan tempat yang indah untuk kalian? Kalau kalian tidak ada waktu, biar Umma yang mengurus semuanya, kalian tinggal terima beres dan berangkat. Istirahatlah sejenak dari segala pekerjaan kalian itu. Kelelahan dan stress itu juga merupakan faktor yang mempengaruhi, Minho”, ia masih bertahan dengan argumennya.

Honeymoon? Ia jadi teringat rencana honeymoon yang sekilas ia bicarakan dengan Taemin. Apa memang sekarang adalah moment nya, Tuhan?

“bagaimana? Umma serius menawarkan bantuan untuk mengurus semuanya”, ia mendesakku memberikan jawaban.

“Minho juga sudah kepikiran rencana itu Umma. Sudah Umma tidak usah repot, Minho bisa mengurus semuanya kok. Minho hanya butuh doa dari Umma. Doakan kami yaa Umma”

“jinjja? Selalu sayang. Umma selalu mendoakan kalian, anak-anak Umma. Pokoknya Umma tunggu kabar baik dari mu dan Taemin. Umma pulang dulu. Titip salam cium untuk Taemin. Bye Minho”, kaca ditutup dan mobil mulai meninggalkan area perumahan mewah itu.

Huuffttt, pembicaraan yang melelahkan…

Aku masuk ke dalam dan mengunci pintu lalu naik ke atas. Begitu pintu kamar ku buka…

“Taemin”, sontak aku berteriak.

“uhuk uhuk, oppa, kenapa mengagetkan ku?”, Minho berlari ke arah Taemin yang ternyata sudah bangun dan duduk di tempat tidur sambil minum air putih yang memang disediakan Umma di meja samping tempat tidur kami.

Ia tersedak karena aku tiba-tiba muncul sambil berteriak ketika ia sedang minum. Habis, aku kaget ia tiba-tiba sudah bangun.

Aku duduk di sampingnya dan menepuk-nepuk pelan punggungnya, “omoo, maaf pooh, aku kaget kau sudah bangun. Aku habis mengantar Umma ke bawah untuk pulang, dan tadi kau masih tidur. Gwaenchana?”, aku bertanya khawatir.

“aku sudah tidur lama, oppa, makanya aku bangun, dan begitu bangun aku haus. Kau tiba-tiba masuk, aku sampai kaget. Neee, aku baik-baik saja kok”, ia mencoba menampilkan senyuman manis nya di hadapanku. Wajahnya masih sedikit pucat, tapi sama sekali tidak mengurangi kecantikan wajahnya.

“kenapa kau tidak menelfon ku kalau kau sakit, pooh? Kau tidak tau bagaimana aku begitu mencemaskanmu hari ini? Kau sakit tapi sendirian di rumah. Aku menelfon mu puluhan kali, tidak juga ada jawaban, aku cemas”, nada ku beurbah serius. Taemin menundukkan kepalanya, ekspresi nya mengatakan bahwa ia merasa bersalah. Sebetulnya aku tidak suka ekpresi begitu hadir di wajah angelic nya, tapi sungguh saat ini aku butuh penjelasan!!

“maaf aku ceroboh oppa. Ponsel ku di silent dan ada di tas. Tadi di studio rekaman, kepalaku pusing sekali, jadi aku sama sekali tidak mengingat tas ku. Itu saja dibawakan oleh manager oppa dan sempat ketinggalan di van kami saat ia mengantarku ke rumah. Katanya kau pulang cepat jadi aku semakin tidak ingat untuk memberitahumu. Tidak lama aku dirumah, Umma datang dan…”

“ia menelfon ku untuk memberitahukan keadaanmu”, aku melanjutkan perkataannya.

“nee”, ia menunduk semakin dalam.

Hhhh, ini bukan saat yang tepat kau memarahinya Minho!! Ia sedang sakit dan apa yang diceritakannya masuk akal. Ia bukan sengaja tidak menghubungimu. Jadi, sudahlah tidak perlu diperpanjang, hati nurani nya menasihati meskipun otaknya masih tetap tidak menerima sepenuhnya alasan itu.

Dalam tundukannya, aku melihat mata Taemin berkaca-kaca, sebentar lagi pasti akan ada tetesan air bening dari dua mata indah itu.

Aku mengangkat kepalanya dengan lembut sebelum kristal kaca itu pecah dan membentuk aliran sungai di pipi mulusnya. Aku tidak pernah suka pemandangan itu!!

Meskipun wajahnya sudah sejajar dengan wajahku, pandangan matanya masih ke bawah.

“pooh”, panggil ku lembut. Selembut yang aku bisa untuk meyakinkannya aku tidak lagi marah.

Matanya masih belum berani menatapku meskipun wajahnya kini memerah. Ia tau aku sedang mengamati tajam wajahnya.

“bidadari ku yang cantik, kenapa tidak menatapku?”, aku memanggilnya dengan pangggilan sayang ku yang kedua.

“ak-aku, aku takut kau marah, oppa”, ia berkata lirih namun masih dapat ku dengar.

Tck. Kenapa ia bisa sepolos ini? Kenapa sampai sejauh ini ia masih berpikir aku bisa memarahinya? Wajah angelic seperti itu ada kah yang mampu memarahinya? Aku tidak yakin!!

“aku memang marah”, aku berusaha menggodanya. Nada suaraku berubah serius, dan sepertinya ia serius mengaggap ku marah padanya.

Ia berusaha menundukkan wajahnya yang aku tahan dalam genggaman ku, “mi-mian oppa, aku tau ak-aku ceroboh, aku…..”

“marah kenapa kau selalu terlihat sempurna di mataku sampai aku tidak bisa memikirkan nama dan wajah lain selain Choi Taemin”, aku memotong ucapannya.

“hah?”, detik itu juga ia akhirnya menatap ku.

“apa?”, aku bertanya polos.

“op-oppa tidak marah padaku?”, ia bertanya takut.

“aku sudah bilang aku marah! Aku marah karena dengan mengenalmu, aku jadi harus menyerahkan hati dan hidupku padamu. Dan kau tau apa artinya itu? Tanpa kau, aku tidak lagi punya hati dan nyawa. Tanpa mu, tubuh ini hanya seonggok daging yang bernama. Jadi, aku ingin mengatakan ini padamu, CHOI MINHO MEMBUTUHKAN CHOI TAEMIN UNTUK MEMBUATNYA TETAP HIDUP!! Karena hati dan nyawa ku, sudah sepenuhnya kutitipkan disini, hatimu”.

BLUSH…

Semburat merah yang sangat kusuka hadir di wajahnya,

“nappeun”, ia memukul dada ku pelan dan kembali menatap ke bawah.

CHU~, aku mengecup bibir plum nya. Hanya mengecup, tidak lebih, karena tubuh Taemin tiba-tiba membeku.

Sungguh sebetulnya aku ingin sekali lebih, tapi Taemin tak memberikan akses untukku berbuat lebih dan aku tidak mau memaksanya. Untuk Taemin, sejak dulu prinsip ku tidak berubah, aku tidak akan mau dan tidak akan pernah untuk memaksanya dalam hal apapun, apalagi untuk hubungan seperti ini!! Kesiapan dari kedua belah pihak adalah hal mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi!! Kesiapan yang tulus muncul dari dalam hati, bukan atas dasar paksaan DARI PIHAK MANAPUN!!!! *lirik admin, suunthor sama suunders yang minta NC an kemaren. Saya masih berduka cita atas penghancuran karakter my taby karena kalian*

Aku melepaskan kecupan itu. Bibir kami hanya saling menempel tapi entah kenapa rasa manis itu tetap saja terasa.

Wajahnya semakin memerah. Ia pasti tidak menyangka aku akan berbuat tiba-tiba begitu. Entahlah, ekspresi nya campur aduk. Malu, takut, dan entah ekspresi apa lagi yang ada disitu.

Aku menjitak kepalanya pelan, “jangan berpikir macam-macam”, aku berdiri sambil tersenyum.

Ia mempoutedkan bibirnya karena aku menjitaknya. Matanya meminta penjelasan, apa maksudnya jangan berpikir macam-macam, aku kan tidak berpikir apa-apa!!

Aku hanya tertawa melihat mata bening itu. Bukan tatapan puppy eyes, hanya sebuah tatapan polos yang bisa mewakilkan apa yang dipikirkannya saat itu.

“apa? Yang tadi? Aku cuma menyampaikan pesan Umma. Umma titip salam cium untukmu”, jawabku polos.

“bohong!”

“dih, kalau tidak percaya tanya langsung saja sama Umma”, aku menyodorkan ponsel ku padanya. Memang benar Umma titip salam cium untuk nya tadi. Aku kan hanay menyampaikan saja.

“tidak mau”, ia kembali menunduk.

Aku tersenyum jahil, lalu…

HUP…

Aku menggendongnya dengan gaya bridal style, lalu membawanya turun.

“op-oppaaaa, demi Tuhan opppaaaa, nappeuuuuunnnn”, ia meronta ingin turun namun tentu saja pelukan ku lebih kuat dari tenaganya, apalagi ia masih sedikit lemas sekarang, jadi rontaannya (?) tidak berarti banyak untukku.

“Umma bilang aku memperlakukan mu seperti seorang putri. Jadi aku harus berlaku begini pada tuan putri”

Aku tersenyum mengingat pembicaraan tadi, ‘bagaimana mungkin aku tidak memperlakukan Taemin seperti seorang putri kalau Minho saja terlahir dari rahim seorang ratu’. Hah, belajar darimana sampai kau bisa menjawab begitu Minhooo????

“putri? Putri apa? Sudah oppaaa, turunkan nanti aku jatuuuuhhh!! Opppaaaaa, ini ditanggaaa, aku bisa jalan sendiriii!!!! Oppaaaaaa”, ia masih saja berteriak dan memukul dada ku tapi aku tidak perduli. Kuajak dia hingga ke ruang makan. Sudah tersedia makanan lengkap yang untungnya masih hangat hasil masakan Umma ku tadi.

Aku mendudukannya di kursi makan. Wajahnya sudah sepenuhnya memerah seperti orang demam. Aku sampai mengecek apa ia benar-benar demam, karena wajahnya memerah sekali.

“aish, oppaaa. Aku tidak demam!!”, ia menepis tanganku dari dahinya.

“jangan memperlakukan ku begitu lagiii!! Arra?”, ia menunjuk ku serius.

“memangnya aku memperlakukan mu bagaimana?”, entah kenapa malam ini aku ingin sekali mengajaknya bercanda. Seharian mood ku sudah drop karena acara mendadak dan annoying dari queen party itu. Belum lagi kecemasan ku yang entah sebesar apa mengetahui Taemin sakit tanpa ada aku disisinya, bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Tapi saat ini, detik ini, ketika melihatnya kembali menjadi Taemin ku yang biasa, aku benar-benar lega dan mood ku kembali seperti semula.

“tidak tau!”, ia menggembungkan pipinya imut.

Aku mengambilkan makanan kesukaannya. Umma memang tau apa makanan kesukaan Taemin dan tentu saja ia tau apa makanan kesukaanku, dan makan malam kali ini memang makanan kesukaan ku dan Taemin.

Aku sudah mengisi piringnya namun aku tahan di tanganku. Ia mengerutkan dahi heran. Tangannya yang hendak meminta piring yang sudah aku isi, tergantung di udara.

“sini piringnya oppa”

“aku akan menyuapi mu malam ini”

HAH????

Wajah Taemin semakin lucu saja di mataku dengan ekspresi seperti itu.

“oppa, kau sedang kenapa sih, hari ini kenapa aneh sekali? Aku sudah tidak sakit. Lagipula sejak awal aku memang tidak sakit kan? Aku hanya kelelahan. Aku masih bisa mengerjakan semuanya sendiri”, ia bertanya dengan nada heran. Pasti ia berpikir suaminya aneh hari ini.

“kau masih tidak terbiasa dengan perlakuan ku dalam memanjakanmu? Kau tidak suka kalau aku memanjakanmu? Salahkah seorang suami melakukan hal-hal manis pada istrinya sendiri?”, nada ku lagi-lagi serius, namun sungguh aku hanya menggodanya.

Ia menunduk, tangan nya yang menggantung di udara untuk meminta piringnya, ia lipat di meja. Pasti ia berpikir aku marah lagi.

“anii. Bukan begitu maksudku. Hanya…hanya saja ini terasa…”, ucapannya menggantung.

“terasa berbeda”, ia mengangkat wajahnya dan menatapku.

“berbeda? Apanya? Sejak dulu, bahkan sejak pertama kita bertemu di acara We Got Married hingga saat ini, aku tidak pernah tidak bersikap memanjakan mu, iya kan?”, aku meletakkan piring Taemin di hadapanku. Hahaha, aku benar-benar hampir tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi serius Taemin. Anak imut ini mudah sekali dibohongi!! Tunggu, anak imut? Anak?

Aku menunduk, namun kali ini serius. Jujur, aku hanya manusia biasa. Aku merindukan sosok itu. Sosok yang akan menyempurnakan rumah tangga kami. Bukan, bukan artinya rumah tangga ku saat ini belum sempurna. Kehadiran Taemin sungguh menyempurnakan ku, menyempurnakan hidup ku, menyempurnakan segalanya. Tapi…ya, Taemin benar. Ada yang terasa berbeda. Sempurna..tapi berbeda.

Seperti bintang di langit. Selama ada banyak bintang berkilauan dan bulan terlihat dengan jelas tanpa ada awan yang menutupinya, maka siapapun orang yang melihatnya akan merasa bahwa pemandangan malam itu sempurna. Bahkan si langit sendiri, merasakan bahwa ia terlihat sempurna. Namun tidak dengan bintangnya.

Hanya bintang itu sendiri yang paling tau jika ada satu bintang yang belum muncul malam itu. Hanya bintang itu pula yang paling tau bahwa tanpa si bintang kecil yang belum muncul itu, maka tidak akan terbentuk suatu rasi bintang secara sempurna. Ya, hanya bintang itu sendiri yang tau, karena banyak orang tidak menyadarinya, bahkan langit tempat mereka menopang pun tidak menyadarinya, bahwa di balik segala kesempurnaan kilauan dari bintang yang lain, bintang itu sendiri merasa ia kurang sempurna. Ada yang hilang. Atau mungkin lebih tepatnya, bintang kecil itu selalu ada, di tempatnya, tidak bergerak. Namun masih tertutupi oleh entah apa, entah kenapa, sehingga bintang itu BELUM terlihat oleh yang lain.

Taemin menyadari perubahan ekspresi ku.

“oppaa, gwaenchana?”, ia memegang bahuku lembut.

“ah? Waeyo pooh?”, ia menatapku dengan mata sendu.

“oppa kenapa? Apa ada permasalahan dengan pekerjaan mu?”, tanpa kusadari, bahkan tanpa ia sadari, ia menggenggam tangan ku. Erat. Memberikan suatu kekuatan entah apa namanya. Hanya dengan genggaman yang bahkan sama-sama tak kami sadari, aku merasa lebih kuat.

“ceritalah. Kita sudah berjanji pada Tuhan untuk menjalankan segala sesuatunya berdua, kan? Jadi Taemin mohon, apapun yang oppa rasakan, biarkan Taemin juga merasakannya. Mungkin aku tidak bisa banyak membantu, tapi setidaknya, kita bisa mencari jalan keluarnya sama-sama. Dua pikiran lebih baik daripada satu kan?”, ia semakin mengeratkan genggamannya pada ku.

Aku tersenyum melihat ketulusannya. Ketulusan yang tidak pernah terasa dipaksakan apalagi berpura-pura.

Akhirnya aku sadar tangan ku menghangat. Kulirik, sedikit kaget jujur saja karena ini kali pertama Taemin menggenggam tanganku. Sepertinya ia tidak sadar, dan aku tidak ingin membuatnya sadar. Aku ingin lama menikmati kehangatan ini.

“kau janji akan mendengarkan ceritaku?”

Taemin mengangguk yakin…

“saat ini, aku sedang sangaaaattt merindukan seseorang”

“hah?”, Taemin mengerutkan dahinya.

“siapa?”

“aku tidak tau siapa namanya. Yang aku tau, posisinya di hatiku setara dengan mu”

Kulihat Taemin memundurkan duduknya. Matanya…aku sedang mencari kata yang tepat untuk mendeskripsikan itu. Penasaran? Atau bahkan cemburu? Atau justru terluka?

“begitukah? Kenapa oppa?”, ia bertanya semakin pelan.

“apanya yang kenapa pooh?”, aku bertanya selembut mungkin.

“kenapa ada orang lain yang setara dengan ku di hati oppa, padahal dihatiku tid-”, ia tersedak karena menahan tangis.

Ia menunduk… dan akhirnya pertahanan itu hancur juga. Bidadari ku mengeluarkan air matanya.

Aku bagun dari tempat duduk ku, mendekatinya, namun ketika memeluknya, tangannya menghalangi ku untuk maju lebih dekat.

“kalau memang aku bukan berarti apa-apa di hati oppa…”, ia tidak melanjutkan ucapannya. Kepalanya semakin tertunduk.

Tsk. Aku menggenggam tangannya yang menahanku, kuangkat sekuat tenaga agar ia berdiri, kemudian ku peluk erat walau ia mati-matian melepaskan diri. Ketika kupeluk, tangisannya semakin jelas terdengar. Aku membiarkan dulu seperti itu, tanpa berkata apapun. Kata Umma, jika seorang wanita menangis, ia hanya perlu ditenangkan. Jangan berkata apapun karena wanita yang menangis artinya ia ingin mengucapkan sesuatu tapi tak tau caranya bagaimana, makanya ia menangis. Kalau dua pihak sama-sama keras kepala untuk saling menjelaskan, persoalannya tidak akan pernah selesai.

“oppa nappeun, oppa jahat! Oppaa..apa artinya semua omongan oppa padaku selama ini”, ia masih terisak di pelukan ku meskipun kini ia tak lagi memberontak, justru memegangi kemeja ku erat-erat seakan tidak ingin melepas nya pergi.

Hampir setengah jam ia menangis di pelukan ku. Kemeja biru dongker yang kupakai sudah basah oleh air matanya.. kini ia tak lagi menangis, mungkin sudah lelah. Ia hanya terisak sambil lagi-lagi mengatakan kata yang sama. Oppa jahat!! Aku hanya membiarkannya tanpa berkata apapun. Sosok rapuh ini hanya kupeluk erat, mengusap-usap punggungnya berusaha menenangkannya.

Aku mendudukannya perlahan. Menuangkan air putih untuk ia minum. Tadinya ia menolak untuk minum, namun aku berkeras memegang gelas itu di depan mulutnya. 10 menit, ia tetap tidak membuka mulutnya. Tck, keras kepala. Aku baru mengenal sifat satu ini dari Taemin. Ya, hari ini kami sama-sama belajar. Aku mengajarkannya pelajaran yang lebih jauh dari yang bisa ia dapatkan dimanapun.

Aku mengelus pipi nya. Bahkan semburat merah itu masih bisa muncul walau ia sedang marah padaku. Mata dan hidungnya nya memerah. Entah kenapa ia justru terlihat semakin cantik dimataku. Biasanya, Taemin yang hadir di depanku adalah Taemin yang pemalu. Kini, aku belajar mengenal Taemin yang lain, tak kalah cantik, namun berbeda.

Gelas itu masih kupegang di depan mulutnya dan mulutnya masih tetap menutup. Akhirnya, kuletakkan gelas itu di meja, kudekatkan wajahku dengan wajahnya. Bibir kami hampir bersentuhan, hanya tinggal sedikiiiiittt lagi, namun aku menahannya. Mataku menjelajahi wajahnya. Aku juga tidak mengerti kenapa aku tidak memajukan wajahku malah menahannya seperti itu. Yang lebih mmbuatku kaget, bahkan Taemin tidak menahanku ketika hendak maju tadi. Tangannya bahkan masih menggenggam erat kemejaku, tidak sedetikpun melepasnya.

Aku hanya menunggu, apa yang akan terjadi. Saat ini, wangi nafasnya bahkan benar-benar membiusku. Kalau aku tidak terbiasa untuk mengendalikan nafsuku di dekatnya, aku yakin saat ini aku sudah memaksanya untuk ke kamar. Tapi tidak. Tidak untukku!! Tidak kepada Taemin ku!!

“cantik”, reflek aku bergumam. Kami masih bertahan dengan posisi seperti itu. Kami saling menatap, tapi tak ada yang bergerak. Hanya nafas hangat masing-masing yang terasa di kulit. Mungkin jika orang yang melihat kami dalam posisi seperti ini, pasti tidak mengerti apa yang sedang kami lakukan. Bahkan kami saja tidak tau kenapa kami melakukan ini. Taemin terus menggenggam erat kemejaku, dan aku masih menggenggam tangannya.

“aku mencintaimu”, kembali aku berbisik di depan bibir nya. Aku tau ia menjelajahi mataku, mencari kepastian.

“selamanya”, genggaman tangannya di kemejaku semakin erat.

“tapi tidak hanya kau”, ia mendadak mundur namun kali ini aku tahan kepalanya agar tetap di posisi yang sama.

Matanya terlihat tidak fokus, bahkan perisai kristal itu mulai terbentuk sedikit demi sedikit.

“karena aku akan memberikan cinta yang sama pada anak kita kelak”

CHUP~, lagi-lagi aku mengecup bibirnya singkat.

Menghapus air matanya dan tertawa.

“aku baru tau Taemin nya Minho yang pemalu dan cantik ini ternyata pencemburu juga”, aku menggodanya.

“masa kau tidak bisa menebak kalau sosok yang sangaaat kurindukan, namun aku tidak tau namanya, sosok yang posisinya setara dengan mu dihatiku, adalah anak kita kelak! Aku merindukan tangis bayi di rumah ini”, untuk kalimat terakhir, suaraku kembali serius dan kali ini aku memang benar-benar sedang serius. Aku merindukannya.

“jeongmal?”, ia masih tidak yakin.

“memang kau pikir siapa?”

“ak-aku berpikir ada…ada yeoja lain yang appa suka”

Aku tersentak…

Taemin juga tersentak…

Ia menutup mulutnya…

Appa?

“sudahkah?”, aku bertanya takut. Dada ku mau meledak rasanya.

Ia menggeleng keras, “aniii. Aku rasa…belum. Tidak mungkin kan?”

Ia menjilat bibirnya, gugup. Kata Vic Umma, ketika kita baru melakukan ‘itu’ sekali, tidak mungkin bisa kan?

“kenapa kau memanggilku…appa?”

Ia lagi-lagi menggeleng, “aku….aku tidak tau, sungguh. Aku…aku mau mengucapkan oppa, tapi kenapa yang kuucapkan jadi appa. Sungguh aku tidak tau”, aku mencari kebenaran di matanya. Sepertinya ia jujur. Ia benar-benar tidak sengaja mengucapkan itu. Mungkin hanya terbawa suasana. Atau ia juga merindukan ‘bintang’ itu sama sepertiku?

Kami sama-sama terdiam.

Appa…Appa…Appa, kata itu terus ternginag di kepalaku.

“sekarang kah Taemin?”

Ia menelan ludah, “ap-apanya?”, ia bertanya gugup.

“memulai program untuk mewujudkan panggilan Appa dan Umma menjadi kenyataan”

Mata Taemin melebar.

“ma-maksudnya oppa?”

“besok kita menemui President Kim (CEO SM Ent.)”, ucapku yakin.

“untuk apa?”

“meminta jadwal free untuk kita berdua”

“ta-tapi kenapa buka ke manager kita masing-masing?”

“terlalu lama. Manager pasti meminta izin juga dari nya. Jadi kenapa kita tidak langsung menemuinya saja? Maukah? Besok pagi!!”

Reflek Taemin mengelus perut nya yang masih datar dan bergumam, “anak ini…cucu pertama keluarga Lee”

“juga cucu pertama keluarga Choi”, aku melengkapi kalimatnya.

Author POV…

Keesokan pagi…

Kami berdua datang ke SM Building. Sepanjang perjalanan semenjak turun dari mobil sampai menuju kantor President Kim, kami terus menemukan mata-mata iri yang melihat kemesraan kami. Padahal menurutku biasa saja. Kami hanya saling berpegangan tangan. Tadinya aku ingin merangkul pinggang Taemin, tapi ia menampilkan ekspresi terlalu malu sampai aku tidak tega dan hanya menggenggam tangannya. Ini adalah pertama kali semenjak menikah, kami memasuki SM Building berdua dengan bergandengan seperti ini, jadi ini pengalaman pertama yang menyenangkan bagiku namun sangat membuat malu untuk Taemin. Membalas beberapa sapaan hangat dari para karyawan meskipun sapaan hangat itu tidak sampai di matanya. Mata mereka tetap saja mata-mata iri. Orang mana yang tidak iri melihat namja setampan Choi Minho jalan menggandeng seorang yeoja secantik Lee Taemin? Seorang berwajah malaikat menggandeng seorang berwajah bidadari, kurang sempurna kah? Malegod and Fairy!!

Sesampainya di depan kantor President Kim…

Hhhh, keduanya menarik nafas dan berpandangan, mencoba menguatkan satu sama lain.

Minho mengetuk pintu. Tangannya yang lain, erat menggenggam tangan Taemin.

“silahkan masuk”, seorang namja bersuara dingin menyahut dari dalam.

Minho mengangguk ke arah Taemin, lalu embuka handle pintu. Ini pertama kalinya mereka berurusan langsung dengan CEO SM yang menggantikan Lee Soo Man.

Namja tampan [beneran lho ini CEO SM ganteeeeng boooo, tajir mampus pula], duduk di balik meja kayu dingin yang terkesan mewah.

“Choi Minho, Lee Taemin?”

“Choi Taemin”, Minho membetulkannya. Taemin semakin mengeratkan pegangannya pada Minho mengetahui kedatangan mereka tidak disambut ramah.

Ia terdiam sejenak.

“ada apa member SHINee dan F(x) kesini? Kemana manager kalian sampai harus menghadapku langsung?”

Ternyata benar kata orang-orang bahwa CEO SM satu ini berhati dingin.

“kami ingin meminta sesuatu”, Minho masih berkata mantap. Aura dingin yang tidak pernah ia keluarkan jika bersama Taemin, kini menguar kuat. Sebuah ‘perisai’ yang bukan ia keluarkan untuk melindunginya, tapi justru melindungi yeoja mungil disampingnya ini.

“meminta sesuatu?”, nadanya meremehkan. Ia kembali melanjutkan menandantangani beberapa berkas seolah tidak perduli dua superstar di depannya.

Taemin sudah hampir menangis diperlakukan begitu. Ia paling tidak suka diabaikan, diremehkan, apalagi diperlakukan tidak sopan!! Minho melirik istri di sampingnya. Ia mengusap pipi Taemin, berusaha menenangkannya. Taemin melihat Minho yang sedari tadi berwajah dingin, namun ketika menatapnya, ia tersenyum. Ia berbicara tanpa suara ‘percaya padaku’, dan detik itu juga, ia semakin mengeratkan genggaman tangannya, menunduk. Ia yakin Minho mampu menghandle semuanya!!

Hampir sepuluh menit mereka didiamkan begitu oleh CEO SM. Pantas saja seluruh manager SM Town segan bertemu orang ini. Kalau tidak ada kepentingan mendesak, sebisa mungkin mereka tidak ingin menemuinya.

Taemin menatap Minho, mulutnya berucap tanpa suara, ‘kita pulang saja’. Namun Minho menggeleng, lagi-lagi berkata ‘percaya padaku’ sambil tersenyum menenangkan istrinya. Minho orang yang menyukai tantangan, dan ini sebuah tantangan baru untuknya. Menghadapi orang nomor satu sekaligus orang paling dingin di SM Entertainment, memperjuangkan hak nya!!

Akhirnya President Kim mendongak, menghentikan aktifitasnya, menatap sepasang manusia yang sejak tadi dihiraukannya.

“kalian mau apa? Waktuku tidak banyak, jadi langsung saja ke intinya”

“kami ingin meminta waktu libur selama seminggu. Kami, aku dan Taemin, berdua”, Minho menekankan kata terakhir.

Ia tersenyum, meletakkan pena nya, “kalian tau SM sangat ketat masalah jadwal? Aku yakin kalau kalian kesini hanya untuk meminta itu, kalian sudah tau apa jawabannya”.

Jawaban yang cukup membuat panas telinga memang, tapi Minho mencoba bersabar. Taemin hanya menunduk, sungguh ia ingin sekali menangis. Ia merasa menjadi istri yang useless, ia tidak tau harus berbuat apa menghadapi orang seperti ini. Seumur hidupnya, ia tidak pernah bertemu orang dengan tipe seperti ini. Semua orang di dekatnya selalu bersikap hangat karena Taemin adalah matahari. Namun dengan orang ini, entahlah matahari itu sedang berganti menjadi bulan atau justru es nya yang terlalu tebal sehingga tak mampu dilelehkan.

“kami hanya ingin menghabiskan waktu berdua. Tahun ini, kami belum mendapat jatah liburan dan kami ingin meminta hak kami sekarang”, Minho masih berkata mantap.

President Kim cukup terkesan dengan keberanian namja tampan di depannya. Melirik Taemin yang sedari tadi menunduk. Apa yang dilakukannya hanya untuk melindungi wanita ini?

Ia mengangkat telfon, “suruh manager SHINee dan F(x) untuk ke ruangan ku sekarang”.

Ia kemudian menatap Minho, “kita tunggu manager kalian”, ia kembali meneruskan pekerjaannya.

Sekitar 5 menit menunggu, dua namja yang sudah sangat Minho dan Taemin kenal masuk dengan muka takut. Siapa yang tidak takut jika mendadak di panggil bos besar SM tanpa diberi alasan.

Cukup kaget melihat Minho dan Taemin disana, tapi menatap wajah dingin dibalik meja itu, mereka menunduk.

“anak asuh kalian tiba-tiba datang meminta hak liburan mereka selama satu minggu. Coba jelaskan mengenai jadwal SHINee dan F(x), khususnya jadwal dua orang di depan ku ini”

Kedua manager itu berpandangan, takut! Apa yang menyebabkan Minho dan Taemin berani ‘menyerahkan nyawa’ begitu?

“SHINee sedang sibuk SWC tapi…”

“kau dengar Minho? Kau berani meminta liburan disaat kau sedang ditengah jadwal concert? Kau mau meremehkan karier mu sendiri yang sudah susah payah kau perjuangkan?”, President Kim memotong kalimat manager SHINee.

Minho menelan ludah. Kali ini memang ia tidak punya jawaban kuat.

“SWC berikutnya di Singapore dan itu masih 2 minggu lagi. Aku hanya meminta liburan selama seminggu”.

“kau terlalu sombong menganggap persiapan konser bisa kau lakukan dalam waktu hanya seminggu. SWC bukan konser kecil! Meskipun tidak sebesar Super Show, tapi tetap saja kau tidak bia meremehkan hal itu!!”

“tiga hari. Hanya tiga hari kalau begitu, aku mohon”, Taemin menoleh. Baru kali ini ia mendengar Minho memohon pada orang lain. Oppa, sudahlah!!

President Kim hanya menggeleng.

“tapi…”

“CUKUP!!”, akhirnya Taemin bersuara.

“Oppa, cukup kumohon. Tidak apa-apa”

Taemin menghadapkan wajahnya pada President Kim, untuk pertama kalinya setelah ia sedari tadi hanya menunduk.

“kami mohon maaf karena telah mengganggu waktu anda. Kami akan tetap berlaku profesional. Suami ku”, ia agak bergetar mengucapkan kata itu.

“akan tetap menjalani tanggung jawanbnya, dan aku akan menjalani tanggung jawab ku. Jadi kumohon, jangan membuat ini menjadikan anda berlaku tidak adil ke depannya pada kami berdua”

President Kim hanya menatap lekat Taemin dengan mata dinginnya.

“baik. Akan kulupakan kejadian ini dari memory otakku. Kau tidak usah khawatir, aku cenderung cepat melupakan hal yang tidak penting”

Hhh, ia menarik nafas.

“aku hanya berpesan, SM sudah sangat toleran mengizinkan kalian menikah. Jadi buktikan pada kami kalau dengan kalian menikah, itu tidak mengurangi profesionalitas kalian dalam bekerja, atau kalian tau apa akibatnya!! Sekarang silahkan keluar, aku masih banyak pekerjaan!!”

“kami mengerti. Terima kasih”, Taemin membungkuk dan menyeret tangan Minho untuk keluar.

“POOH!! APA MAKSUDMU BERKATA BEGITU!!”

“TAEMIN, MINHO, KAMI MINTA PENJELASAN!!”, manager mereka membentak.

“oppa, kami akan menjelaskan tapi nanti. Sekarang bisakah kalian tinggalkan aku berdua dengan Minho oppa sebentar”

Tidak ada jawaban…

“kumohon”

Kedua manager itu akhirnya pergi, “kalian harus punya penjelasan bagus atas peristiwa ini!!”

“Taemin, sekarang jelaskan pada ku apa maksudmu?”, Minho berkata dengan nada dingin.

“apa maksudku? Seharusnya aku yang bertanya apa maksud kita berani meminta hal semacam itu padahal jelas kita sudah tau apa jawabannya!!”

“kenapa aku pesimis sebelum mencoba?”

“aku bukan pesimis!! Aku realistis oppa. Kita tau bagaimana SM dalam menagatur jadwal artist nya. Liburan adalah hal mewah bagi SM Town. Kita tidak mungkin mendapatkannya semudah itu”

“ergh, lalu bagaimana!!!”

Taemin menangkupkan tangannya pada wajah Minho…

“bukan masalah dimana pun kita atau sedang apa kita, aku, Choi Taemin sungguh sangat mencintai suamiku, Choi Minho, bukan karena siapa dia, bukan karena apa yang mampu diberikannya, bukan karena apa yang mampu dilakukannya. Aku, Choi Taemin, sangat mencintai suamiku, Choi Minho, hanya karena satu alasan, karena Choi Minho adalah laki-laki paling baik dan lembut yang pernah aku temui sepanjang hidupku. Hanya itu!! Jadi tetaplah seperti itu, maka kau tidak perlu melakukan apapun, tidak perlu memberikan apapun. Ketika kau sudah memberikan hati dan hidupmu pada ku, tanpa kau sadari bahwa detik itu, aku sedang melakukan hal yang sama!! Choi Taemin tanpa Choi Minho, sama seperti siang tanpa matahari, malam tanpa bintang dan bulan yang menemaninya, manusia tanpa udara yang bisa dihirupnya. Jadi, aku ingin mengatakan ini padamu, CHOI TAEMIN MEMBUTUHKAN CHOI MINHO UNTUK MEMBUATNYA TETAP HIDUP!! Karena hati dan nyawa ku, sudah sepenuhnya kutitipkan disini, di hatimu”, satu tangan ku kuturunkan dan kuletakkan di dada bidangnya, hatinya. Kuulangi ucapan yang pernah Minho ucapkan pada ku.

END…

 

ENGGA DEEENGGG… LOL

Taemin POV…

Suatu hari…

Aku terbangun dengan keadaan yang sewajarnya seperti sebuah pasangan suami istri baru. Ya, semenjak kejadian itu, kejadian hubungan pertama kami [aku tidka menyebutnya malam pertama karena hal itu tidak dilakukan pada malam pertama kami menjadi suami istri], kami akhirnya berhasil melakukan hal itu beberapa kali. Masih tetap dengan rasa yang sama. Rasa malu, rasa sakit, dan rasa bahagia. Aku sudah sepenuhnya menjadi istri seseorang berhati dan berwajah malaikat, Choi Minho.

Ketika kulihat di sampingku, aku ingin menikmati pemandangan yang setiap hari selalu saja terlihat luar biasa bagiku. Saat Minho tidur, disaat wajah malaikatnya bercampur dengan wajah angelic dimataku. Kadang bercampur peluh karena apa yang kami lakukan, wangi maskulin yang menguar kuat dari tubuhnya, membuat sosok sempurna Minho semakin luar biasa di mataku.

Namun pagi ini…

Kosong…

Bantal dan gulingnya telah tersusun rapi. Aku mulai panik? Dia dimana? Setiap hari kami selalu saling bertukar jadwal, memberitahu jadwal masing-masing dan aku sangat ingat Minho tidak mengatakan ia ada jadwal pagi. Ia hanya mengatakan ada keperluan di SM Building terkait SWC nya di Singapore seminggu lagi.

Aku menatap meja di samping tempat tidur kami, kosong!! Kalau ada perubahan jadwal atau apapun, Minho tidak mungkin pergi tanpa meninggalkan pesan!!

Aku memakai lingerie [ceileehhh Taem udah bisa pake lingerie] baby blue kemudian segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lantai kamar mandi kering tapi alat-alat mandi Minho bergeser dari posisi semalam [ebuset ampe diingetin posisinya]. Berarti Minho sudah bangun dan mandi sejak beberapa jam yang lalu. Mau kemana dia berangkat pagi-pagi sekali.

Aku segera mandi dan ketika hendak masuk ke ruang ganti pakaianku…

HAH?

Taburan kelopak bunga lily putih dan lilin berbentuk kelopak bunga membentuk sebuah jalan dan di ujung nya, tergantung baju yang tidak akan pernah aku lupa. Kaos lengan panjang ketat berwarna putih dengan cardigan coklat bergambar beruang dan celana panjang bahan ketat dengan warna senada, bandana berwarna krem dan sepatu yang juga berwarna krem. Baju pertama yang Minho belikan untukku saat mengajakku ke bukit bintang. Ya, tempat pertama dan pertama kalinya Minho menyatakan perasaan padaku.

Aku memakai baju itu. Agak kaget karena baju itu memiliki wangi perfume maskulin khas Minho. Semua ini jelas ia yang siapkan.

Ketika menoleh ke meja rias, ada sebuah handycam dan kaset nya tergeletak dengan sebuah kertas, tulisan tangan Minho, ‘tonton lah kaset ini’.

Aku memasukkannya ke dalam handycam…

“annyeong Choi Taemin, aku Lee Jinki, Leader SHINee. Sejujurnya aku tidak tau apa yang Minho rencanakan, ia tiba-tiba menelfonku menanyakan dimana, lalu datang dan meminta ku untuk merekam ini. Emm, aku tidak tau ingin bilang apa karena aku tidak terlalu mengenal mu apalagi hubungan kalian karena Minho sangat tertutup dan kami juga menghargai privasi para member. Tapi aku mengenal Minho. Walaupun ia terlihat sangat dingin, namun sejujurnya ia adalah orang yang paling semangat dalam mengerjakan apapun, ia tidak pernah menunjukkan muka lelah dihadapan kami meskipun aku tau sejujurnya ia sangat lelah. Ia member yang paling tidak menyusahkan, bisa mengurus dirinya sendiri dan tidak banyak bicara. Tapi satu hal yang pasti, ia sangat baik, baik dengan cara nya sendiri yang mungkin tidak semua orang mengerti. Dan kini, pengetahuan ku tentang nya bertambah satu. Ia adalah orang yang sangat mencintaimu. Wow, aku bahkan sampai saat ini sulit percaya orang sedingin itu bisa berubah dahsyat hanya karena mu. Kau luar biasa. Ohya, ia hanya berpesan, datanglah ke tempat kalian pertama bertemu. Aku juga tidak tau dimana, jadi aku tidak bisa memberitahumu, kekeke. Fighting!! Ikuti saja permainan anak itu, Okee. Jangan lupa bawa handycam nya. Bye Nyonya Choi”

Apa ini? Sebuah permainan kah?

Aku tersenyum dan segera keluar. Kuhubungi ponsel nya, tapi tidak aktif!!

Apa yang ia rencanakan?

Ketika keluar, sebuah taksi sudah menunggu ku. Aku sebetulnya bisa menyetir mobil, tapi ia tidak pernah mau mengizinkanku menyupir sendirian.

Aku naik ke taksi itu.

“kita mau kemana nona?”

Aku terdiam sejenak.

Tempat pertama kami bertemu.

“SM Building”, ucapku mantap.

Jalanan kota Seoul tidak biasanya selancar ini. Denganw aktu singkat aku sudah sampai di ‘markas besar’ SM Town.

“emmm”, aku bingung mengenai tukang taksi nya.

Tapi tiba-tiba ia berkata, “aku akan tetap disini sampai semua pekerjaan nona selesai. Kuantarkan ke semua tempat yang nona perintahkan”

“a-ah? oke”, aku tersenyum dan segera masuk ke dalam. SM Building hari ini tidak berbeda. Tetap ramai seperti biasanya dan tidak ada yang aneh. Tapi tidak mungkin salah tempat kan?

Tempat pertama bertemu…

Apa enunjukkan sesuatu yang lebih spesifik lagi?

SM Building…lantai 5!!!

Ia segera masuk ke lift dan menuju lantai 5. begitu keluar…

“woaaahhh”, pemandangan yang sama seperti di ruang rias nya, tapi kali ini dengan bunga yang berbeda, Gardenia…

Ia melihat ke belakang, lift tidak ada yang berhenti di lantai itu. Aneh!!

Ia menyusuri jalan bunga itu, dan ketika di ujung, lagi-lagi ada sebuah kaset. Ia amsukkan ke dalam handycam nya…

“Minnie annyeong, aku Kibum, Umma mu, kekekekeke. Sungguh ya aku benar-benar tidak tau rencana kodok magnae ku apa. Aku hanya disuruh menceritakan tentang dirinya. Errr, apa yang harus kuceritakan? Dia tinggi, bermata besar, kata orang tampan tapi menurutku tidak, dan dia orang paling keras kepala dan dingin yang pernah ku kenal. Tapi semenjak bertemu dengan mu, aku merasa kalau ia sangat berubah. Cenderung lebih ekspresif dan sedikit mulai bisa bicara dengan bahasa manusia. Tapi satu hal yang aku yakini, ia mempunyai rasa cinta padamu jauh lebih besar dari yang bisa kau bayangkan. Coba saja kau suruh ia menjatuhkan diri dari rooftop SM, aku yakin ia langsung melakukannya, kekeke. Pesan yang harus kusampaikan padamu, pergi ke tempat pertama kali ia menyanyikan sebuah lagu untuku. Aku tidak tau dimana, ia hanya berpesan begitu. Dan satu hal terakhir, kalau kau punya anak kelak, jangan pernah didik anakmu menjadi seperti Appa nya, okeiii!!! It’s disaster!! annyyeeeooong”

Aku tersenyum, kemudian menemukan sebuah kertas.

Gardenia… bunga yang melambangkan secret love. Ya, disinilah aku pertama kali mencintaimu…diam-diam

Tempat pertama kali Minho menyanyikan lagu untukku..

Aku tersenyum dan kembali memencet tombol lift. Kuambil satu bunga gardenia cantik itu. Masuk lift, menuju lantai 30…

Begitu pintu lift terbuka, aku disambut dengan layar big screen yang langsung memutar sebuah video, performance Minho dalam balutan jas hitam sambil bermain grand piano. Lagu yang sudah sangat familiar untukku…

Oh her eyes, her eyes

Make the stars look like they’re not shining

Her hair, her hair

Falls perfectly without her trying

She’s so beautiful

And I tell her everyday

 

Yeah I know, I know

When I compliment her

She won’t believe me

And its so, its so

Sad to think she don’t see what I see

But every time she asks me

Do I look okay?

I say…

 

When I see you face

There’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing

Just the way you are

 

And when you smile

The whole world stops and stares for a while

Cause girl you’re amazing

Just the way you are

Kemudian ia berhenti, tersenyum. Senyum paling indah yang pernah diperlihatkan Minho padaku, dengan balutan jas hitam nya.

“hai, aku Choi Minho. Aku hanya ingin menceritakan sebuah kisah tentang seorang bidadari yang dikirim Tuhan untuk menemani seorang pria biasa. Gadis itu sangat cantik. Tentu saja karena ia bidadari kan? Aku tidak tau apa maksud Tuhan untuk menitipkan bidadari itu pada seorang pria biasa. Pertama kali bertemu, kejadian sangat konyol. Saat si pria salah mengenali pasangannya sendiri. Namun Tuhan berkata lain, kejadian konyol itulah yang mempertemukan pria dengan bidadari nya. Bidadari yang selama 20 tahun ia nantikan. Berbagai kejadian dialami si pria dengan bidadarinya. konyol, sedih karena sang bidadari di bully oleh orang-orang yang iri padanya, begitu banyak kejadian manis, saat sang pria ulang tahun dan kami harus menjaga seorang anak kecil, kejadian di bukit bintang, saat pertama kali sang pria menyatakan cinta nya namun malah dibalas dengan tangisan dan selalu begitu, kejadian di namsan tower saat mereka pertama kali menuliskan janji mereka di sebuah gembok berbentuk lift dan itu pertama kali nya sang pria menuliskan janjinya pada Tuhan kalau ia akan berusaha membuat bidadari ini menjadi istrinya kelak, saat di restoran berputar dan itulah saat dimana sang bidadari pertama kali nya membuat dada si pria hampir meledak karena nyanyiannya, ‘baby, I’m in love with you’. Yah, si pria hanya menganggap nya itu sebuah jawaban secara tidak langsung, hehe. Hingga suatu saat, bidadari itu harus pergi sebentar meninggalkan sang pria. Disaat itu lah, Tuhan memberikan waktu berpikir untuk memulai segalanya, dari awal!! Ya, saat mereka memutuskan untuk menjalani semuanya berdua, mengambil resiko yang jelas mereka mengerti, namun mereka saling menguatkan satu sama lain. Sang pria selalu ingat kata-katanya, siang butuh matahari, malam butuh bintang, dan manusia butuh udara. Seperti itu lah dasar hubungan mereka. Kebutuhan!! Bukan sekedar cinta!! Mereka membutuhkan pasangan untuk membuatnya tetap hidup!! Hanya itu!! Dan untuk bidadari cantik, ia bernama Lee Taemin. Tapi itu dulu., karena sekarang, namanya sudah berubah menjadi Choi Taemin, istri ku”.

Tiba-tiba Minho keluar dari dalam studio, mengenakan pakaian yang persis sama dengan apa yang ia kenakan di video tadi.

Melewatiku, mencium kening ku dan mengusap air mata yang entah sejak kapan mengalir.

Ia kemudian berjalan menuju grand piano, kembali menyanyikan sebuah lagu, LIVE!! HANYA UNTUK KU!!

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

 

When I open my eyes to your voice in the morning

I can’t help but keep smiling all day

When we’re together I want to hold you forever and never let go of you baby

Don’t want to go chasing after this love

This can dissappear anytime

When I am in doubt I will remember your smile forever

I will love you, girl

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart.

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

You’re my girl

 

If there is anything I could say to show my love

I would say them to you right away

Even if I’ve been around this world

There’d be nothing to show how much I really adore you, girl

I’m afraid this can turn into memories but

I’ll try not to think of it

Cause a lifetime is not enough to be loving you

Forever, I will love you

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl

 

Oh, Dear God…

 

Don’t let this relationship fade away

Without her, I couldn’t even go on

Because I love her so

Because I cherish her

I’ll never let go of this love

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

 

You are the only one I want, you’re the only one I love

Then keep promise you this from the bottom of my heart

On the good days and bad days and the times you need someone to lean on

I’ll always be there for you

 

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

You’re my girl, my love, my girl

 

You’re my girl, oh my love…

[Kevin (Xing), My Girl (English Version)]

Kalian ingi tau kenapa sang pria melakukan hal-hal seperti itu?

Karena saat itu adalah, tepat satu bulan semenjak perkawinan mereka…

Dan dua minggu kemudian…

Di sebuah press conference selepas SWC Singapore…

“kepada siapa ucapan terima kasih anda, Choi Minho?”

“bidadariku, Lee Taemin, dan bintang kecil ku yang sudah Tuhan titip kan pada kami”

Semua kamera mengarah padanya…

“kenapa tidak ada abs perform dari Choi Minho saat lagu OMG?”, itu pertanyaan yang mendominasi press conference kali itu.

Ya, Minho tidak seperti di SWC lalu, ia tidak membuka kancing jas nya ketika perform OMG sampai akhir, dan jawabannya sungguh membuat headline dimana-mana…

“karena mulai saat ini…tubuhku…hanya untuk istriku”, ucapnya sambil tersenyum.

END…

Buahahahahaha, gaje bet.

Kalo ini pendek, berarti dipotong noh sama adminnya, gue nulis udah selesai 33 page…

END yaaa..

Tengkyu All…

113 thoughts on “[2min/sequel WGM/] Now, We Married! part EPILOG

  1. Cieeee….
    2min bentar lagi bakalan punya little choi….
    Wah,,, pasti bahagia banget….
    Kekeke

    Selamat….

  2. Wah seru banget daebak buat author,,
    Arrh minhonya so sweet banget memperlakukan taemin selembut mungkin jadi pengen kaya taemin hehehe ^^

  3. Sequel yg ada dede bayi nya boleh gk kkkk
    Akhirnya happy ending tapi dede bayi nya minho yg ku harap choi yongeun blm nongel weh kkk, but ur ff jjang thor, i like it🙂

  4. huaaaaa
    daebak

    akhirnya udah bisa gituan di part sebelumnya eeeeeh jadi makin lengket deg berduuuaaa

    paling suka momen si Minho pas sama Shinee, dan yang paling tau apa yg dipikirin Minho yaaa si pervert Jjongieee wkwkwkwk

  5. huhuhu aku blm baca yg diprotect. langsung loncat kesini. yayayya aku tau minho mulai saat itu hanya taemin yg bisa liat lita tuh bs. gw ga dikasih liat? pelit lah lu minongg… minho senyum2 kya kesambet hahhha

  6. Huwaaah akhirnyaa…. Baby 2min udah di titipin ma Tuhan, hehehe….syukurlahh,,
    hei Minho! Seberapa besar kau menutupi abs mu,, saya tetep udah pernah ngintip, hihihi
    oh iya,, sempet kaget tadi pas baca eh tiba2 end gitu aja,, aahh author ini bkin spot jantung, euyy
    tpi saluttt,, kereeen ff nya

  7. kata” terakhirnya ngena banget..
    jadi sekarang yg bisa liat abs.a minho cuma taemin😀
    aigo~ minho romantis banget… tiap chap di ff nie bikin quw iri ajha.. taemin bener” beruntung!!

  8. Aaah, mania seperti biasaa.. ceonya kejem bngt, minta libur 3 hari aja ga dikasih TAT
    Kata kata terakhirnya author ssi! >< asgfjfkl
    Btw aku nyari parT B nya kok ga ketemu ya :<

  9. cieee udah melakukan itu yaaaaa…….. minho jdi kya orang gila senyum senyum hahaha….HUH JAHATNYA PRESIDENT KIM kasian taeminnya minho juga deng….pas taemin sakit sumpah minho kamu meman pria idaman ughhhh….

  10. Ciye 2min udah punyak litlle choi… Enak banget jadi taemin punyak suami yg se sabar minho dan sesempurna minho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s