SECOND LIFE/2MIN – ONKEY/ 6 of ?


Genre : Romance, Drama family, Little  angst, YAOI

Rate :  BO(?), PG-17, sadistic

Author : Kei

Cast : Taemin, Onew, Minho, Key

Support cast : Jonghyun, dll

Tags : 2Min, Onkey

Length : Sepanjang-panjangnya punya Minho, hahaha

FOREWORD

2Min jadiaaannn uhuuuyy !! >

Eh tapiii, gue lagi demen ama genre sadis, jadiii disini ada psikopat gitu…yah tau lah yang namanya psikopat kaya apa, kan?? hehehe jadi ada sedikit penyiksaan gitu…wkwkwk *evil laugh

BTW, Kelamaan kah ??

Haha mian yaa~ gw juga lagi sibuk ama FF duet ma yeobo gue yang berjudul WHITE LIES.kekekeke~~ WL nya ditunggu yahhh, masih dalam proses *dalem proses mulu prasaan/plak
hahahha.. XDD


siiph,

NO BASHING !

RCL !

Enjoy this, guys !

 .

.

.

our lovely 2min❤

our precious onkey❤

————

Setelah keluar dari rumah sakit, perlahan Taemin sudah kembali seperti semula. Butuh beberapa hari untuk menyesuaikan diri lagi dengan dunia luar. Dunia jauh dari bau rumah sakit seperti sebelum-sebelumnya.

Taemin dengan bandelnya tetep kukuh bermain basket. Karena Onew yang semakin sibuk dengan urusan kampus, menguntungkan Taemin untuk menyusup keluar dan bertemu Minho.

Seperti sekarang, Taemin dan Minho sedang mengelap bola sehabis latihan. Mereka duduk dilantai sambil mengobrol. Semakin hari Taemin semakin dekat dengan Minho begitupun sebaliknya. Mereka jadi sering mengobrol, jalan dan makan bareng.

Minho tidak memungkiri wajah Taemin yang cantik. Senyumnya yang manis.

Suaranya yang membuatnya kecanduan untuk terus mendengarnya.

Pribadi yang riang.

Apa lagi ?

Dia suka semua yang ada pada Taemin.

Jeongmal….

Entah sejak kapan rasa itu timbul begitu saja. Apa sekarang ia sudah cukup pantas, eum ?

Dia ingin sekali memeluk tubuh itu, membenamkannya di dadanya… sungguh. Semakin lama rasa itu terus meluap. Sekarangpun ia tak lagi konsentrasi mendengar ucapan Taemin. Tatapannya terkunci pada bibir ranum Taemin yang mempesona. Sesekali menelan salivanya kembali kekerongkongan. /plaak *kodok pervert =3=

‘Aku tidak tahan…sungguh. Ingin mengecupnya…ingin menyicip manis pada bibir itu..’ pikiran Minho kini berkecamuk.

“Hyung ?”panggil Taemin sadar bahwa dari tadi dia hanya mengoceh sendirian.

“Helloo~”sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Minho.

SNAP !

“Yyaa ??”Minho gelagapan. “Wae ? Waeyo ?”ucapnya mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menghapus bayangan yang kini berputar di pikirannya.

Taemin menggaruk tengkuknya, “Hyung suka sekali bengong deh…aku sedikit..takut.”

‘OMO ! DIA TAKUT PADAMU MINHOOOO !!!’ pekik batin Minho.

“Ahaha anii…aku bukan bengong Minnie…aku hanya sedang berpikir.”elaknya.

Taemin menarik bibirnya kebawah dan sedikit memajukannya, “Kayanya sama aja..”

‘Bagus ! Pasti sekarang dia berpikir aku namja aneh ?’Minho masih perang batin.

SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI !

Tiba-tiba entah setan apa yang merasuki Minho, dia menarik dagu Taemin dan menciumnya.

HAH ! Taemin melotot menerima tindakan Minho itu.

“Hyung !”Taemin menepis tangan Minho dari dagunya dan menjauhkan wajahnya, memegang bibirnya yang tadi dicium Minho. Bahkan namja itu sedikit melumatnya tadi.

Aneh..

Tapi..

Minho malah tersenyum, “Kenapa ? Kamu malu ya, eum ?”

Apa-apaan kau Minho ! Masih bisa tertawa seperti itu, eoh ?

“Kamu malu ?”tanya Minho lagi sambil tersenyum nakal.

Iyaaaaaaa PABO !

“Hyung apa-apaan sih !”omel Taemin akhirnya sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.

“Wae ?”

“Kenapa menciumku !”

Jangan salahkan aku.

Salahkan bibirmu itu kenapa begitu menggemaskan.

Salahkan sifatmu itu kenapa kau begitu lucu, eum ?

“Memangnya tidak boleh ? Itu, namanya poppo~”

“Bukan ! Hyung menghisap bibirku ! Itu namanya kissuuu >< !!! Itu ciuman pertamaku hyuuuung ! Nappeun !”Taemin memukul-mukul lengan Minho.

Maluuuuuu

Rasanya dadanya berdebar tidak karuan.

Kenapa ?

Bukan sakit seperti biasanya, tapi ini berdebar dengan rasa yang berbeda.

“Aduduh”Minho terkekeh sambil berpura-pura kesakitan. Padahal pukulan Taemin tidak berasa sakit sama sekali.

“Hyung nakal ! Hyung kan bukan pacarku ! Jeleeek ! Pervert ! Mesum !”

Taemin masih terus memukul Minho, tapi Minho malah semakin tertawa kencang.

Lalu dia menangkap tangan Taemin, dan menatapnya serius.

“Kamu manis sekali, Taemin..Jadi jangan salahkan aku.”

BLUSH

Lagi. Wajahnya terasa panas. Jantungnya berpacu kencang dan hampir meledak.

“Hyuuung…aku namjaaaa ! Dan jangan katakana aku manis ! I’M A MAN !”Taemin melepaskan tangannya yang di genggam Minho dan membuang muka sambil mempoutkan bibirnya. Lalu dia kembali mengelap bola dengan wajah tertunduk menutupi wajahnya yang sudah memerah.

Minho menatap Taemin intens…

Aigoo~

Rasa ini…sudah tidak bisa lagi menunggu ! Ottohke ??

Masa bodo dengan title namja !

Aku tidak peduli !

Aku mencintaimu, Taemin !

Minho memegang dagu Taemin dan mendekatkan wajahnya.

“Hyu..hyung ?”

Minho mengelus pipi putih itu dengan tangan satunya.

“Inilah wajah yang kurindukan…wajah yang kulihat sepuluh tahun yang lalu.”

“???”Taemin membulatkan matanya. “Ma..maksud hyung ?”

Jangan katakan kalau….

Minho melepaskan pegangan tangannya dari dagu Taemin dan malah berganti memegang kedua pipinya, menatap langsung kedalam mata namja cantik dihadapannya. “Wajah yang hanya bisa kulihat dari lapangan basket..”

APA ?

“Wajah yang selalu melihat dan memperhatikanku…dari jendela rumah sakit lantai 4.”

Jinjja !?

Taemin sangat terkejut mendengarnya. Matanya semakin membulat lebar, “Ja..jadi..hyung…”

“Kau adalah cinta pertamaku, Minnie…bahkan sampai sekarang rasa itu tidak berubah, malah semakin besar.”

Wajah Taemin semakin memerah. Dia memberanikan diri menumpuk tangannya diatas tangan Minho yang memegang pipinya, “Benarkah ? Benarkah itu hyung ? Itu…kau ?”

Minho mengangguk sambil tersenyum.

“Akhirnya…aku menemukanmu hyung…”

Mengalir.

Tiba-tiba air mata yang tidak diminta itu mengalir membentuk aliran sungai kecil diwajah Taemin. Taemin memejamkan matanya, merasakan kehangatan dari tangan Minho dipipinya.

“Sstt, uljima…”

Taemin membuka matanya, “Aku juga hyung. Aku cin…”

Minho langsung menempelkan bibirnya di bibir Taemin. Sedikit terkejut namun akhirnya Taemin hanya mengikuti nalurinya yang rindu akan sosok ini. Sosok pria yang selalu dapat menghiburnya walau sebentar. Menemani dirinya yang terkurung sendiri di rumah sakit.

Minho mulai berani melumatnya, menghisap bibir bawah dan atas Taemin bergantian. Memindahkan tangannya ke tengkuk Taemin dan Taemin melingkarkan kedua tangannya di leher Minho, menekannya agar lebih memperdalam ciuman mereka. Taemin terhanyut, dia membuka mulutnya untuk mengambil napasnya yang sesak. Tapi Minho malah mengambil kesempatan itu untuk menerobos masuk ke dalam mulut Taemin. Menyapu seluruh rongga di dalam sana. Menarik daging lunak berwarna merah itu untuk dilumatnya.

“Mmhh..”desah Taemin.

Mendengar itu Minho semakin bernapsu. Terus menyedot dan menghisap bibir yang tak bersalah itu. Bertukar air liur, menggigit kecil bibir dan lidah Taemin, sampai batas Taemin tak bisa lagi menahan napasnya.

Dia memukul punggung Minho memintanya melepaskan tautan itu. Minho tidak rela, tapi begitu melihat wajah didepannya yang sudah kesulitan bernapas, akhirnya ia melepaskan ciumannya itu dengan enggan.

“Hosh hosh…nappeun ! Hhaah…mau membunuhku, eoh ?”ucap Taemin masih mengatur napasnya dan buru-buru mengisi kembali paru-parunya dengan oksigen.

“Hehehe..mian.”Minho mencubit pipi Taemin pelan.

Setelah napasnya teratur, “Hyung tadi tidak mendengar ucapanku sampai akhir…”ucap Taemin mempoutkan bibirnya.

“Karena aku sudah tahu jawabanmu.”jawab Minho. *Pede gile si froggy .__.*

Taemin langsung menundukkan wajahnya yang semakin memerah sambil meremas ujung kaosnya, malu. >

Jangan bertindak menggemaskan seperti itu Taemin !

Tak tahu kah ada seseorang yang mengintaimu dengan mata kelaparan setiap kali kau berlaku demikian ?

Tanpa menunggu lebih lama lagi,

Minho kembali mencium Taemin, menciumnya lebih dalam. Kembali menyapu bibir itu dengan lidahnya, mengemut bibir atas dan bawahnya bergantian seolah itu adalah permen termanis dan terenak yang pernah ia makan. Menyedotnya dengan gemas sampai bibir itu membengkak dan berwarna merah menyala. Memaksa membuka bibir itu dengan lidahnya untuk masuk dan menariknya keluar. Mengulumnya lembut sehingga taemin mengeluarkan desahan-desahannya, menekan kembali lidah taemin ke dalam rongga mulutnya untuk diajak bertarung memperebutkan dominasi walau sudah terlihat jelas siapa yang memenangkannya dengan telak. Merasa napas taemin yang keluar dari hidungnya satu-satu dan pendek, minho melepas ciuman itu namun tidak mau menghentikan aksinya, ciumannya turun ke leher jenjang dan putih sang namja cantik dengan butterflykiss. Naik ke kuping dan kembali ke leher. Menyesap aroma harum taemin dan menjilatnya, “Hyunghhh…hhhh…”wajah Taemin memanas. Ia meremas punggung Minho kencang, dan tidak bisa menahan desahannya dari sentuhan-sentuhan Minho di kulitnya.

Terbawa nafsu, tangan minho masuk kedalam kaos taemin dan mengusap perutnya sambil jarinya bermain-main di pusar taemin lalu tak lama minhopun mengangkat kaos Taemin ke atas bahunya, merebahkan tubuh itu ke lantai, dan ia mulai menjilat lurus dari pusar sampai ketengah dada berkali-kali sambil sesekali menciptakan kissmark disana.

Taemin menggeliat, “Hhh..hhh…hyuuunghh..geli..hhhh”suara dan napas Taemin semakin berat. Dia tidak memungkiri kenikmatan yang diberikan Minho padanya sungguh membuatnya  melayang. Meremas kepala Minho dan sesekali menjambaknya kalau dirasa Minho terlalu kasar.

“Hhhh..aahhh…”

Mendengar itu Minho semakin menggila seolah diberi perintah untuk melakukan lebih dan lebih. Dia memainkan jarinya di nipple kiri Taemin yang sudah mengeras, mengitarinya dan menekan-nekan bagian bundar kecoklatan itu dan menyentil ujung benda mungil yang imut itu. Menjepitnya diantara jari telunjuk dan jempolnya, memelintirnya dan menarik-nariknya gemas. Sedangkan mulutnya sibuk meyusu di nipple kanan Taemin, dan tangan satunya meraba perut rata Taemin dan kembali bermain-main dipusarnya.

GILA !

Taemin terus mendesah hebat dan membusungkan dadanya, menekan kepala Minho agar semakin kencang menghisap nipplenya. Menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri begitu tangan Minho turun dan meremas paha bagian dalam. Membuat sesuatu yang hidup disana, mulai terbangun dari tidurnya. *astaga*

“Hyuungghh..hhh..aahhh…”

Minho kembali mencium bibir Taemin, melumatnya dengan kasar, dan tangannya mulai meraba bagian yang menonjol keras dibawah sana.

GREP

Dapat.

Minho menggenggam member Taemin dan mulai memijitnya dari luar celananya.

“Aa..aahhh…hyungghh..ja..jangann..ngghh..”Taemin meracau tidak jelas berusaha menghalau tangan minho. Tapi Minho terus meremas dan segera menelusupkan tangannya ke dalam celana training Taemin.

Sebelum pikirannya melayang dan terhanyut oleh permainan Minho, sekuat tenaga Taemin menampar kesadarannya, “ANDWE ! HYUNG !”Taemin mendorong dan memukul-mukul punggung Minho yang tengah menindihnya. Kakinya bergerak-gerak berontak.

SNAP !

Minho akhirnya sadar akan perbuatannya. Dia menatap wajah Taemin yang penuh keringat dan napasnya tersengal dibawahnya, “Hwaa !! Mi..mian !”pekiknya buru-buru ia bangkit dari tubuh Taemin dan duduk disebelahnya.

Taemin juga segera bangun dan menurunkan kaosnya yang hampir terlepas dari tubuhnya. Banyak sekali tanda merah menyala yang dibuat Minho di dada dan perutnya. bahkan air liur minho masih terasa di nipplenya yang memerah. Untung bukan di leher, kalau tidak dia akan bingung menjelaskannya kepada Onew yang pasti mengerti apa itu tanpa harus bertanya pada Taemin. *ya eyalah, wong Onew lebih pro ? Hahaha #lirik Key*

Taemin menunduk dalam-dalam menarik ujung kaosnya hingga terlihat melar. Minho merasa sangat bersalah. Bagaimana bisa ia hilang kendali seperti tadi ? Hampir saja ia menyakiti namja yang dicintainya ini. Minho meremas kepalanya, mengakui kebodohannya yang kalah oleh nafsu, “Mian Taemin..aku…aku…”

Taemin mengangkat kepalanya dan menatap Minho sambil tersenyum malu-malu, “Aku belum berpengalaman hyung..dan rasanya aku takut sekali.”tutur Taemin polos, masih memilin-milin ujung bajunya hingga lecek.

Salah tingkah kah ?

Mendengar itu Minho malah tertawa keras, lalu ia mengacak rambut Taemin, “Hahaha justru aneh kalau kau sudah berpengalaman, Taemin..”kekehnya.

“Ehh ??”

“Hahaha dasar polos ! Hampir saja aku melakukan tindakan kriminal pada anak dibawah umur.”

“Aku bukan anak kecil !”

“Tapi kau masih dibawah umur untuk melakukan hal semacam tadi, arra ?”

Taemin membuang mukanya kesal, “Mana aku tahu. Hyung yang menyerangku.”

DEG

Benar Minhooo ! Dasar cabul !

Minho menggaruk-garuk tengkuknya tidak enak pada Taemin. Bagaimana pun, mau dilihat dari sisi manapun tetap memang ini kesalahan Minho. Dia yang terlalu bernafsu melihat namja cantik yang disajikan(?) dihadapanya itu.

“Memangnya 17 tahun itu masih di bawah umur ya ?”tanya Taemin memecah kesunyian.

Minho menatap Taemin serius lalu mengerutkan keningnya, “17 tahun ? Aku pikir kau masih 12 tahun ! HAHA !”

“Jahat !”Taemin memukul lengan Minho pelan.

Lalu mereka tertawa bersama, tawa yang menggema di hall yang sepi itu.

“Berarti kau menerimaku ?”

Taemin mengerjapkan matanya dan terbengong menatap mata Minho kosong. “Ja..jadi..”

“Iya.”Minho menggenggam tangan mungil si cantik dan, “Saranghae~”bisiknya tepat dikuping Taemin.

Taemin meremas tangan Minho lalu tersenyum dan mengangguk, “Nado hyung, saranghae..”

YEEEIIYY !!

Wajah Minho terlihat lega dan senyum terkembang di bibirnya. Dia sempat menahan napas saat menyatakan cintanya, takut hal yang ia rasakan itu tak terbalaskan. Ia sangat senang, mengacak rambut Taemin dan mencubit pipinya gemas.

“Eh iya hyung ! Apa hyung berpengalaman dengan hal tadi ?”Taemin menyipitkan matanya, menatap Minho tajam. “Aku jadi curiga…”

“ANI ! Aku belum pernah melakukannya sekalipun dengan siapapun. Sungguh ! Aku berani bersumpah.”

“Tapi hyung terlihat pintar sekali ?”

“I..itu hanya naluri, Minnie..namanya naluri lelaki. Hehe”

“Aku juga laki-laki ”

AAARRRGGHHH

Frustasi.

Lihat akibat perbuatan mesummu Minho.

Harus menjelaskan seperti apa ? Membuktikan dirinya masih perjaka ? Dengan cara apa,

eoh ?

“Tatap mataku. Apa aku berbohong ?”

Jaahhh, kuno.

Benar-benar kehabisan akal rupanya.

Taemin lalu menatap lurus kedalam mata besar itu dan, “Kalau begitu aku percaya.”ucapnya sambil tersenyum manis.

Hyaaaahhh~~ polos sekaliiii~~

Mendengar itu Minho tersenyum lega.

Betapa ia cinta namja di hadapannya ini. Taemin sungguh pengertian. Menggemaskan. Dan membuatnya ingin selalu memeluknya dan menjaga senyuman indah itu dari wajahnya.

Mereka berdua kini kembali mengobrol dan sesekali bercanda sebagai pasangan baru.

Bahagia.

Sangat bahagia yang terpancar dari wajah keduanya.

Tapiii, seperti tak hentinya menguji hubungan mereka,

Tuhan merencanakan sesuatu.

Tanpa mereka tahu, ada bahaya mengancam. Ada seseorang yang menyaksikan kejadian itu…

dan merekamnya !

————-

“Iya hyung, aku langsung kembali ke asrama. Aku sudah tidak ada kegiatan.”Taemin sedang menjawab telpon dari Minho yang kini berstatus ke kasihnya sejak kemarin.

“Ne~annyeong~”

PIP, sambungan terputus.

“Hey nona.”

Taemin di jegat oleh 3 orang pemuda ketika akan kembali ke asrama seusai mata kuliah terakhirnya. Mereka adalah senior Taemin. Saat itu lorong sangat sepi karena kebanyakan dari siswa banyak yang mengikuti ekskul atau sedang make up class.

Taemin diam saja memandang mereka datar.

“Huh, sombong sekali.”

“Ka-kalian mau apa?”Taemin sedikit gugup karena mereka semakin memperkecil jarak dan seolah ingin memenjarakan Taemin dengan mengepungnya.

“Mau apa ? Kami mau bersenang-senang, kkkk~”

“Kalau begitu silahkan saja.”sahut Taemin dan melanjutkan berjalan namun tangannya di tarik.

“Kami mau bersenang-senang denganmu.”ucap salah seorang dari mereka sambil memegang pipi Taemin.

“Mwo ?! Maksudnya ? Kenapa harus denganku ?”ia menepis tangan itu dari pipinya dengan kasar. Merasa terusik dengan tingkah orang-orang dihadapannya ini.

“Haha kau masih berpura-pura polos, huh ? Tidak usah sok suci, murahan !”

“Hah ?”Taemin mengerjap bingung.

“Ikut dengan kami ! Kami ingin bersenang-senang denganmu seperti Minho kemarin.”

Ia merasakan firasat buruk akan terjadi, “Ma..maksudnya ?”

“Ikut dengan kami !”laki-laki itu menarik tangan taemin kasar.

“Shireo !”menepis tangan asing itu dengan kencang sampai pergelangan tangannya terasa sedikit sakit.

“Heey, berusaha melawan, eoh ?”

Taemin berbalik pergi namun 2 orang yang lain mencegahnya. Ia terpojok dan jelas ia ketakutan. Jalan terakhir yang akan diambilnya adalah berteriak, berharap akan ada yang mendengar dan menolongnya.

Namun seperti dapat membaca pikiran taemin, “Kalau kau berani berteriak dan tidak ikut kami dengan tenang, aku tidak jamin apa jadinya ketika semua orang menonton video mesum kalian di hall basket, eum ?”

Mata taemin membelalak kaget mendengar ucapannya barusan.

“Seorang mvp, ace dari tim basket melakukan perbuatan kotor. Apa yang akan terjadi dengannya ? Dikeluarkan dari kampus, dan parahnya masa depannya terancam gelap.”

Kata-kata itu berhasil membuat taemin panik, “Bagaimana ini ? Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan minho hyung.”batin taemin.

“Aku memberikanmu 2 pilihan. Aku ini baik, kan ?”

“Tidak ! kau jahat mengancamku !”bantah taemin.

“Aku tidak mengancam. Cuma memberimu pilihan, ikut dengan kami atau video kalian tersebar ? kkkk~”terkekeh senang begitu melihat wajah taemin yang memucat.

“Gawat… minho hyung, apa yang harus aku lakukan ? Aku harus merebut kaset itu dari mereka !”batin taemin. “Apa kalian berjanji kalau aku ikut kalian maka kalian akan memberikan kaset itu padaku ?”

“Ya.”

Akhirnya mau tidak mau taemin ikut pergi bersama 3 lelaki itu.

Sementara itu…

“Minho tangkap !”

BUG

“Aduh !”

Bola basket yang di oper temannya tepat mendarat di wajahnya dan sukses mengembalikan pikirannya yang tadi entah sedang melayang-layang kemana.

PRIIIT ! (suara peluit menandakan permainan dihentikan)

“Ya ! Kau tidak apa-apa ?! Siapa suruh kau bengong begitu, hah ?! Jujur saja dari tadi permainanmu buruk, minho !”ucap temannya yang tadi mengoper bola padanya.

“Aku..aku mau istirahat sebentar. Pelatih, aku keluar. Siapa saja tolong gantikan aku.”dan ia berjalan kepinggir lapangan dan duduk di bangku sambil menutup wajahnya dengan handuk basah. “Kenapa aku tidak bisa konsentrasi ?!”batinnya.

Ditempat taemin…

“Dimana ini ? kenapa kita kesini?”tanya taemin begitu mereka memasuki sebuah ruangan kosong.

“Ini kelas yang tidak terpakai”

“La-lalu?”taemin bertanya gugup. Sungguh ia sangat takut. Apa yang akan mereka lakukan padaku ? Bersenang-senang seperti apa ? Aku tidak mengerti. Semoga bukan sesuatu yang buruk !

“Buka bajumu!”

“Hah ?”taemin menganga tak percaya. Baru saja ia berdoa agar tidak terjadi hal buruk tapi sekarang…apa ? Dia disuruh membuka baju ? HELL NO ! WTF !

Lalu pintu kelas itu pun di kunci.

“Ma-mau apa ..”taemin memundurkan tubuhnya perlahan dan sialnya punggungnya membentur tembok.

“Cepat kalian ikat tangannya di atas kepala!”

“Hah ? kenapa ? tidak mau ! jangan !”taemin menggeleng keras dan menggenggam lengannya yang lain yang ia silangkan di depan dada.

“Kalau kau tidak mau melaukannya sendiri, baiklah ! Buka bajunya !”

“Jangan ! Aku mohon jangan !”

Tangan taemin diikat, dan kemejanya dibuka paksa hingga kancingnya terlepas dan sobek.

“Apa yang kalian….”kata-kata taemin terhenti begitu melihat salah satu dari mereka membawa pisau. Taemin mundur perlahan dan lagi-lagi tubuhnya telah merapat ke tembok.

“Pegang dia ! tekan dia ke lantai !”perintah yang bawa pisau.

“JANGAN !”

SREK SREK

Baju taemin di buka paksa dan kini dia telah bertelanjang dada.

“Wahh badanmu bagus sekali…”ucapnya lagi.

Wajah taemin memerah malu dan badannya bergetar begitu mendengarnya. Bulu kuduknya pun berdiri.

“Apa yang akan kau lakukan padaku ?! Aku merasa tidak punya urusan dengan kalian !”taemin memberontak berusaha melepaskan diri.

“Hey ! pegang yang benar, berengsek ! kau pegang kakinya ! Aku tidak tahan..karena aku haus darah…sluurp”ucapnya sambil menjilat pisaunya lalu menjilat pipi taemin.

Taemin langsung memalingkan wajahnya sambil memejamkan matanya kencang.

Takut.

Takut !

Hyuuung~

“Kenapa ? kemarin kau menikmatinya..sayang..”membelai pipi taemin lalu beralih ke bibirnya, mengusapnya pelan dengan ibu jarinya.

Taemin sangat takut, saking takutnya ia menangis tanpa suara. Memanggil minho dan onew hyung dalam hatinya.

“Bwahahaha lihat dia menangis ! Aku jadi semakin ingin menyerangnya !”lalu dia mulai mencium bibir taemin namun dengan sekuat tenaga taemin menolaknya, dan ciuman itu pun beralih ke leher.

“Jangaaan !”taemin menggelinjang berusaha melepaskan orang itu atas perbuatannya pada tubuh taemin.

“Berisik !”tidak menggubris teriakan taemin, orang itu malah mencium tegak lurus dari leher ke tengah dada berulang-ulang sambil meraba-raba tubuh taemin. “Kau tahu…aku benci sekali dengan tubuh yang indah…”bisiknya. “Aku juga benci lukisan yang Minho buat di tubuhmu ini..harusnya ini milikku ! Aku akan menghapusnya dan membuat yang baru !”

“Hhh..jangaaan…!”

Tapi laki-laki itu malah semakin ganas menghisap leher dan dada taemin. Memberikan kissmark merah menyala dibeberapa bagian badannya itu.

“Minho adalah milikku.”bisiknya sambil menyeringai.

“sshh..a-apa yang akan kau…aaaakkh hhrrg..hwaaaa ! Haaaahh uuugghh”

“HAHAHAHA !”tawa puas menggelegar diruangan itu.

“Andwae ! Jebal…aaaaaaaaa !”taemin menjerit sekuat tenaga. “Haaahh.. hhh.. hentikaaahhnn aakkh!”

“sluurp sluurp”laki-laki tadi yang membawa pisau, menyayat-nyayat tubuh taemin dan menjilati luka-luka tersebut dengan lahap bahkan menghisap darah dari luka itu agar lebih banyak keluar.

Di tempat Minho…

“Aku…perasaanku tidak enak…”gumamnya.

“Ya! Minho ! sampai kapan kau mau istirahat ? kalau kau tidak enak badan, sana pergi ke klinik tapi aku akan mencoret namamu dari daftar peserta camp!”ucap pelatih tegas.

“Semoga ini bukan pertanda buruk.”batinnya lalu Minho menepuk pipinya dan bangkit dari kursi, “Berani mengeluarkanku dari daftar, kubakar lapangan ini.”sahutnya.

Mendengar itu pelatihnya pun tersenyum. Berarti minho telah kembali.

15 menit kemudian…

“Sakiiiitt…aaakkhh!!”taemin menggeliat kesakitan. Kalau saja kaki dan tangannya tidak dipegangi, mungkin dia sudah meringkuk dan berguling-guling di lantai. ”Aku mohon…hah..hah..sshh…hentikaaaann hwaaaa!”

Ini sungguh sebuah penyiksaan yang kejam.

“Hahaha aku suka suara teriakanmu ! Hahahaha ! Menjeritlah ! Menangislah ! HUAHAHAHA”

“Aaaakkkkhh!”tubuh taemin kini sudah penuh keringat. Lukanya pun banyak dan perih sekali terlebih terkena jilatan air liur dan juga keringat.

“Tidak aka nada yang mendengaaarr !! Ini akibat karena kau mengambil minho-ku !! Awalnya aku pikir minho itu bukan gay karena menolakku, tapi…dia justru malah berpacaran dengan orang jelek sepertimu !”

PLAK

Menampar pipi taemin dengan sangat kencang.

“Aku MIR ! Aku adalah namja tercantik di kampus ini dan tidak ada yang pernah dan boleh menolakku !”

PLAK

“Uugh..”darah segar mengalir di sudut bibir taemin.

“AAAKKKHHH !!!”dan Mir kembali menyayat tubuh malang itu.

“Hey sudah hentikan ! Nanti dia bisa mati kalau kau terus menyayatnya begitu! Lihat dia sudah terlalu banyak mengeluarkan darah ! Kau sudah terlalu banyak melukainya !”salah satu anak buah Mir bergidik ngeri melihat tubuh taemin yang berdarah-darah dan memucat.

“Benar ! hentikan ! kita pergi saja ! Sudah cukup, Mir. Kau sudah melukainya, kan ?!”

“Apa kalian bilang ? Berhenti ? Hahahaha ! Aku bahkan baru memulai !”

“Sepertinya kau sudah kehilangan akal sehatmu! kau benar-benar gila!”

“Kali ini perbuatanmu keterlaluan, Mir !”

“hosh hosh…hhaah..hah..uuggh..”taemin mengerang kesakitan karena banyak luka sayatan dibadannya.

“Aku sedang menikmatinya..”seringai Mir.

“Kalau begitu aku angkat tangan !”

“Kami pergi !”

Lalu keduanya berjalan kepintu dan membuka kunci. Otomatis kini taemin bebas. Tapi karena tenaganya sudah habis diapun tidak bisa berbuat banyak.

“Dia pasti gila.”bisik salah satu pengikut Mir tadi.

“Hey, panggil bantuan. Aku akan berjaga disini. Siapa tahu dia akan berbuat lebih menyeramkan kalau kita tinggal.”

“Baik aku akan segera kembali.”lalu yang satunya berlari pergi.

“HAHAHAHA”tawa itu kembali menggema hebat di ruangan sempit itu.

“Hosh..hosh..ja-jangaaaann…”suara taemin melemah. Dia sudah lelah berteriak dan kesakitan. Mencoba mendorong tubuh lelaki itu pun sudah tidak sanggup. Laki-laki itu sama sekali bergeming menerima pukulannya. Lalu ia berusaha mencium taemin lagi tapi taemin masih kukuh untuk menolak dan memalingkan wajahnya serta mengatupkan mulutnya rapat.

“Sampai kapan kau mau menutupnya, eum ? Bagaimana kalau…”salah satu luka taemin ditekan dengan jari.

“Hwaaaaa hhmmph..”akhirnya pertahan taemin roboh dan laki-laki itu berhasil mencium taemin telak. Menjilat bibirnya melumat dan berusaha menerobos masuk ke dalam rongga mulut taemin.

Taemin menangis sambil terus memanggil minho di hatinya. Lagi-lagi tubuh taemin di raba-raba dan di gerayangi. Laki-laki itu berhasil membuka ikat pinggang taemin. Tapi sebelum ia melancarkan aksinya, seseorang menarik bajunya dan,

BUG

Sebuah pukulan mendarat di wajahnya. Laki-laki berengsek itu terpental ke samping, dan yang menonjoknya itu mencengkram kerah bajunya dan berkali-kali meninjukan tinjunya ke wajah laki-laki tadi hingga bibir dan hidungnya berdarah. wajahnyapun babak belur, tapi laki-laki yang memukulnya itu masi terus meninjunya tanpa ampun.

“Taemin ! Kau tidak ap…”onew yang baru datang sangat terkejut melihat semua kejadian di depan matanya. Taemin meringkuk dan mendesah kesakitan. “Taemin! Taemin ! Apa yang terjadi ?”onew langsung melepas cardigan yang dipakainya dan membalut tubuh taemin yang penuh luka. “Ya ! Jelaskan ap… hey minho?!”

“Dia yang telah melakukannya !”minho masih meninju bahkan orang itu sudah tak sadarkan diri.

“Minho cukup ! Nanti kau bisa membunuhnya !”cegah onew dan menjauhkan minho.

“Dia telah melakukan itu pada taemin! Kau tidak marah ?!”

“Nanti saja kita laporkan pada polisi. Sekarang aku akan membawa taemin ke rumah sakit.”onew segera mengangkat taemin dan menggendongnya ala bridal style karena memang hanya itu satu-satunya cara untuk menggendongnya. Tubuh bagian depan taemin penuh dengan luka sehingga kalau di gendong di punggung, itu tidak mungkin karena akan menyakitinya.

“Hyung..”ucap taemin lemah.

“Aku yang membawanya.”minho meminta taemin dari onew untuk di gendongnya.

“Ka-kaset..hyungghh..”taemin berusaha memberi tahu walau sulit dan membuatnya sakit. Tapi memang itu rencana awalnya, kan ? Mengambil kaset dari lelaki brengsek bernama Mir itu.

“Mwo?”onew memindahkan taemin ke minho lalu memungut handicam yang ada di atas meja dan tanpa ba-bi-bu langsung membantingnya ke sudut ruangan hingga hancur tak berbentuk. Memungut kasetnya dan membawanya.

“Kenapa tidak di hancurkan ?”protes minho.

“Bagaimana kalau ini bukan kasetnya ?”

“Jadi kau mau mneontonnya, hyung ?!”minho terlonjak. Ia sangat malu.

“Benar itu kasetnya…”tutur salah satu dari teman lelaki yang berbuat jahat tadi.

“Kalau begitu akan kuhancurkan.”ucap onew dan segera menginjak kaset itu hingga menjadi berkeping-keping.

“Gomawo hyung.”minho menatap kaset itu nanar.

“uughh..hhh..hhh…”badan taemin memanas. Sepertinya ia mulai demam.

“Badannya panas sekali !”pekik minho merasakan kulit punggung taemin yang bersentuhan langsung dengan tangannya.

Taemin terus menngerang dan mendesah kesakitan. Karena demi apapun luka-luka itu benar-benar, menyakitkan terlebih itu harus ia rasakan di tubuh rapuhnya.

“Taemin mian..aku tidak segera datang padahal sedari tadi aku measakan ada yang tidak beres…andai aku tahu…andai aku menyadarinya lebih cepat bahwa terjadi sesuatu padamu. Hal yang benar-benar membahayakanmu…”

“hhh..gwen-chan-na…haah..hah uugghh”

“Pasti sakit sekali, kan ? Seharusnya kau tidak perlu mengalami ini..”minho menempelkan pipinya ke pipi taemin dan merengkuhnya kepelukannya erat.

“Kalian berdua juga akan di bawa kekantor polisi memberi kesaksian ! Dan semoga kalian tidak harus di tahan karena bagaimanapun kalian tetap salah dan termasuk sekongkolnya. Dan Minho, bawa taemin ke rumah sakit !”perintah onew tegas.

“Hah..hah..tidak mau. Aku tidak mau ke rumah sakit, aakkhh uughh..”

“Lukamu parah taemin, jangan bandel.”bisik Minho lembut.

“Shireo hyung! Shireo ! Huwaaawaawaa !”taemin bersikeras bahkan menangis.

“Hey!”minho panik dan bingung harus berbuat apa.

Taemin terus menangis bahkan dengan suara keras. “Aku takuuuutt !”jeritnya.

Mendengar itu onew menjai iba dan mengalah, “Minho bawa dia ke kamar saja. Aku akan menelpon dokter.”

Taemin terisak. “sakiiit…”

Minho mengecup kening taemin bahkan dia meneteskan air matanya, “Mian…”

.

.

Jumlah seluruh luka di badannya ada 22 buah dan 7 di antaranya harus dijahit karena robek cukup dalam. Ada yang karena ditusuk, ada juga yang karena disayat berulang-ulang di tempat yang sama.

“Huks..my baby…huks..”key menangis dan onew langsung merangkul pundaknya untuk menenangkannya.

“Dia pasti ketakutan dan kesakitan sekali, yeobo…harus berhadapan dengan psikopat mengerikan…”key membenamkan kepalanya di dada onew masih sesegukan.

“Kalau saja minho tidak datang tepat waktu, mungkin…”onew menggantungkan kata-katanya tidak ingin mengucapkan kemungkinan terburuk yang ada di pikirannya itu, lebih memilih untu mengusap punggung key dan menenangkan tapi sebenarnya di anatara semua yang di sana, dirinya sendirilah yang harus di tenangkan. Dia marah sekali atas perlakuan yang di terima taemin barusan. Atas dasar apa ? Bahkan dia merasa bodoh telah menerima seorang psikopat kuliah di kampus itu. Seharusnya lain kali akan diadakan tes kejiwaan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Mir itu memang mempunyai temperamental yang tinggi dan sering melampiaskannya dengan menyakiti orang lain dan juga hobinya yang suka meminum darah dari luka orang-orang yang ia sakiti.

Sudah bisa di pastikan bahwa dia mempunyai gangguan jiwa, kan ?

“Sampai dia melakukan hal lebih dari ini, aku pasti akan membunuhnya dan mengulitinya hidup-hidup !”geram minho mengepalkan tangannya kencang.

Key memegang kepalanya yang mendadak pusing. Ia teringat dengan masa lalunya yang hampir serupa dengan yang dialami taemin tadi. Onew merasakan tubuh key yang bergetar, ia menyuruh key untuk duduk dan mengusap kepala key lembut,

“Tenanglah..”bisik onew lembut.

“Dia akan mengalami demam tinggi selama 2 atau 3 hari. Luka-luka kecil mungkin seminggu juga akan sembuh sedangkan luka yang dijahit butuh waktu 2 sampai 3 minggu untuk kering dan sembuh. Pastikan dia untuk beristirahat karena…ngg, jinki bisakah kita bicara sebentar ? Empat mata ?”ucap dokter yang mengobati taemin.

“Ya.”onew mengangguk dan melirik sekilas ke arah minho yang sedang menggenggam tangan taemin erat di samping tempat tidurnya lalu melihat key yang menunduk dan menopang kepalanya dengan dua tangan.

Lalu onew dan dokter tersebut keluar kamar dan berjalan agak menjauh dari pintu.

“Ada apa ?”

Dokter tadi terdiam dan tampak menimbang-nimbang sesuatu dengan pemikirannya sendiri, “Hmm, jinki ssi..apa temanmu itu…”

“Dia adikku.”sela onew.

“Adikmu?!”

Onew mengangguk mantab, “Apa ada sesuatu yang serius ?”

“Apa…apa dia mempunyai penyakit…”

“Ya. dia punya penyakit jantung sejak lahir.”

Dokter tersebut mengangguk seperti tidak terkejut dengan jawaban onew barusan, “Aku bukan Tuhan, aku juga tidak mau menakuti. Tapi…tampaknya umur jantungnya tidak akan lama lagi.”

“!!!”tiba-tiba onew merasa badannya kaku. Tangan dan kakinya tidak bisa di gerakkan. “Ha ?! Kenapa ini ?”batin onew panik. Keringat dingin mulai keluar di keningnya.

“Jinki ? Kau tidak apa-apa ? Kau pucat sekali. Apa mau kuperiksa juga ?”

“Tidak !”jawab onew cepat. “Tidak perlu.Aku baik-baik saja..”tangan dan kakinya sudah bisa di gerakkan. Sepertinya tadi hanya syok sesaat, “Aku tidak apa-apa. Terima kasih.”lalu onew kembali masuk ke dalam kamar.

Dokter tadi memandang onew nanar, “Semoga aku salah…”dan dokter itupun pergi.

Di kamar…

“Minho ya ! Makanya jangan berbuat macam-macam di tempat umum ! Lihat kau sudah membuat taemin celaka karena perbuatan cerobohmu !”

“Mian…”sesal minho. Ia masih menggenggam tangan taemin erat, “Mian chagii~”bisiknya dikuping taemin dan mencium pipinya lembut. Mata taemin masih terpejam karena dokter tadi menyuntikkannya obat penenang, karena dengan suhu badannya yang tinggi dan perih dari lukanya, taemin sama sekali tidak bisa tidur dan terus meraung kesakitan.

“Jinki, apa kata dokter ? Bagaimana my baby ?”key terlihat sangat cemas. Masih tersisa air mata di ujung mata kucingnya.

Onew mengusap mata key pelan, “Gwenchana..”

3 orang yang melakukan kejahatan tadi di bawa polisi. Tapi si pelaku utama luka parah dan harus mendapat perawatan karena luka yang di dapatnya. Sedangkan yang 2 orang lainnya hanya di introgasi dan membayar uang jaminan juga ganti rugi pada taemin.

2 hari kemudian….

Luka ini sangat sakit. Aku tidak pernah merasakan ini seumur hidupku. Baru pertama kali ada yang melakukan hal ini dan rasanya…seperti berada dalam mimpi buruk. Perih. Tapi aku bisa menahan perih ini demi seseorang yang memiliki masa depan yang luas membentang.

Aku ingin dia meraih mimpinya.

Walau sakitpun, aku rela asal terbayar dengan kebahagiaanmu.

“Aduduh sakiiit…”ringis taemin sambil memeluk tubuhnya sendiri saat akan bangun dari kasurnya.

“YA! Kau mau apa ?!”pekik onew dan segera menghampiri taemin.

“Aku bosan hanya tidur..”ucap taemin sambil mengerucutkan bibirnya.

“Bandel !”onew menjitak taemin pelan, “Kau itu masih sakit dan demammu belum turun. Lihat ! Badanmu panas sekali !”

“Tapi hyuung~ kasurku jadi ikutan panas…aku gerah kalau terus berbaring.”jawab taemin memelas.

“Ck, aku akan menyalakan AC dan kau harus kembali tidur !”

Taemin berdecak, “Pelit.”berbisik pelan memanyunkan bibirnya lalu kembali merebahkan tubuhnya perlahan.

“Aku mendengarnya taemiiinn…”ucap Onew gemas.

Taemin menoleh, “Hehe habis hyung cerewet ! Bwee…”

Onew membulatkan matanya melihat taemin mehrong padanya tapi karena wajah itu begitu menggemaskan, onew hanya bisa menahan tertawa, “Hahh, kau mau makan apa ?”

“Minho hyung akan datang membawakan krim sup asparagus, jadi hyung tidak perlu memasak untukku. Hehe..”

“Hey, sebenarnya apa yang kalian lakukan di video itu, eum ?”onew berjalan mendekati taemin.

Spontan taemin jadi salah tingkah dan tidak mau menjawab pertanyaan itu. Onew masih terus mengintrogasinya walau tetap tak mendapat jawaban sampai akhirnya Minho datang ke kamar mereka.

“Minho hyung !”seru taemin senang merasa terselamatkan.

“Cih, dasar ! Aku akan keluar sebentar, Minho pastikan adikku ini makan yang banyak ! Karena dari kemarin dia sama sekali tidak mau makan begitu ia tahu aku tidak mengijinkanmu kemari.”

“Ah, iya hyung. Mianhae…sekali lagi aku mengucapkan maaf dan menyesal walau itu semua tidak akan cukup. Aku rela kalau kau menghajarku atau..”

“Yayaya. Aku bukan orang yang suka melakukan kekerasan ! Sebaiknya sekarang aku pergi. Mataku panas melihatmu ! Dan satu yang aku tekankan, jangan lakukan APAPUN pada taemin kecuali berbicara dan menyuapinya. Bahkan menyentuhnya pun TIDAK BOLEH, arra ?! Sampai kau melanggarnya…”onew mengepalkan tangannya di depan wajah minho dengan wajah yang jauuuhh dari imej onew selama ini.

GLEK

“A-arrasso…”

.

.

.

BRAK

“Yeobo ?”key terkejut begitu onew mendorongnya dan punggungnya menghantam pintu loker di ruang klub memasaknya.

“Aku menginginkanmu. NOW.”

“Ta-tapi..mmpphh…”

Onew mencium bibir key ganas. Memegang tengkuknya agar dapat menekan dan memperdalam ciuman mereka, tangan satunya mengunci kedua tangan key di atas kepalanya agar tidak bisa berontak.

“Ji..mmhh..jinki ??”key berusaha mendorong onew dengan kakinya tapi onew justru semakin menekan kepala key dan tubuh mereka agar terus berdekatan.

Bahkan onew mulai menggesekkan membernya ke member key yang sama-sama msih terbungkus celana.

“Aaahh…”

 .

.

.

.

.

DOR !

APA INIIIIIII ?????

ANEH… ==a

Jadi pengen narik nih FF dari peredaran and fokus ke WHITE LIES aja deh… huhuhuu

*hilang percaya diri*

Gimana readers ?? Dilanjut kaga ?? T_T

NEXT PART NC ALERT!

KOMEN KURANG DARI 50 GUE GA MAU LANJUT. TITIK.

99 thoughts on “SECOND LIFE/2MIN – ONKEY/ 6 of ?

  1. MIR ???!!!
    dia kan sama manisnya kayak si tem-tem , bener-bener keren bisa bikin mir jadi psikopat ..😀
    si dubu kenapa tiba-tiba nyerang si umma ?? napsu banget😀

  2. ahhh sumpah merinding ih serem banget itu mir nya .. yallah smpe meluk2 badan sendiri .. aaa ngilu banget bacanya sumpahhh .. bulu kuduk sampe bediri ih ..
    kasian tettem nya :”(
    huwaaa apa itu mksdnya umur jantung taemin ga lama lagi? terus kenapa onew ny? onew ny juga sakit ya? jangan bilang kalo nantinyaaaaa …….. aaaa andweee :”(((
    happy ending pokonya yah jebal jebal jeball :((
    itu onew knp tba2 minta? hhaha dy abis nnton apaan emng? kkekke

  3. ehh buseh baru jadian langsung maen. nepsong amat si minho.ahahaha
    kenapa penjahatnya mesti mir, dia terlalu imut untuk dibayangin jadi penjahat.huaaaaa
    tapi seru kok min!! lanjut!!!!!!

  4. Yaaaacchhh,
    Jinki tu gmn c…… Tdi nGLarang Minho nyentuh Taemin, kQ maLAh Jinki ndri ma Key yG eeeeerrr………

  5. Yaampun jadi psikopat itu MIR OMG T.T
    Ngeri pas bdn taemin di gituin yaampun tega simir -_-a
    Bagus thorrr, aah lnjut deh
    Next part cussss (~‾⌣‾)~

  6. idih mir kejam bgt ><
    dia menyakiti taeminku *digaplokminho
    onew pelit masa 2min ga ngapa2in tpi dia sndri malah bgtu sm key -_-

  7. akhhhhhhhhh lama2 saya gak kuat bca FF ini …….. bebeb saya tersiksa bgtttttttt huweeeeeeeeeee T________T

    authornya jahat∗plakkkkkk

    jangan bilang klo onew juga sakit????????
    terus taem gmna??????
    masa kakak adek sakit smwA????

  8. ajigile!!! itu adegan tkhir GLEK. appa lgi labil y jd tb2 nyrang umma?! buset dh merinding disko bc part ini. jempolan:)

  9. aigooo 2min nc-17 di hall basket?!
    jebal minho berani sekli kau!
    mir terobsesi sama minho!tapi knpa taemin jadi korban??!aish jinjjaaaaa!!
    taemin gwaenchana:”(

  10. WAIT!LUPA COMMENT ADEGAN TERAKHIR!!
    HEY ITU ONEW KENAPAAAA??!!! GANAS GITU SAMA KEY! AIGOOOOO

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s