[2min-Onkey] Forbidden Love of A Geisha – part 1 of ?


[2min-Onkey] Forbidden Love of a Geisha

Foreword:

Ohayo~ …err..whtever, kalau jepang setiap siang, dan malam sapaannya beda sih!
Yah…ada kah yang mau baca FF duet maut sejagad raya dan sebima sakti ini? Duuh~            rasanya pudung banget, awalnya duh mateng gue sm Viena bisa bikin, tapi pas gue yang bikin dialognya aka FF realnya, gue jadi beban banget…

Sorry banget kalau masih ada yang miss ya Viena yeobo~ tanganku ini loh yah…hadeh, gak bisa diatur!
Dan buat yang udah baca epoiognya, mangap aja kalau tiba’ jalan ceritanya berubah. Hahahaha…

Sempet down, karena ini FF berat, jadi gue minta maaf kalau di tengah-tengah atau bahkan awalnya aja udah bakalan fail…so…please…sumbangakan pendapat dan dukungan yang positif yah?

Warned:

Transgender
Cerita punya gue dan Vienasoma

[A/N: DISARANKAN ! BACA EPILOGUE DULU…!!]

NO BASHING!!! NO SR!!! NO PLAGIARISM!!!

DAN … BIARKAN TANGAN INI YANG BERKEMBANG SENDIRI! ARIGATO~

undefined

By: Pervy^Sanniiew & Vienasoma

Ku tahu diri ini tidak sempurna
Tidak indah dan berkilauan
Aku tahu raga ini tidak mempesona, tidak bisa membuat pandangan teralih…

Aku hanya sesosok wanita yg ingin diterima. Tidak ingin dipuja….
Aku hanya seonggok jiwa yang ingin di sayang tidak perlu dicinta

Dan jika itu semua terlalu mengada – ada. Terlalu muluk untuk orang sepertiku
Aku hanya bisa pasrah menerima diri dan sadar
Aku memang sebaiknya TIDAK ADA………

 Gion, distrik dipemukiman daerah Kyoto, Jepang. 1985

Pemukiman yang dulunya pemukiman padat dimana terkenal dengan tempat yang sudah menjadi industri hiburan malam rumah minum teh bagi orang-orang kaya — rumah-rumah kayu berjendela kertas berlantai dua yang berdempetan, jalanan kecil yang jika malam hari dihiasi lampion-lampion yang temaram.

Tempat dimana para pekerja agung menari dan menghibur, mempersembahkan kerja kerasnya dengan indah, membuat decak kagum, membuat orang terpukau, membuat orang mabuk akan keindahan yang di tunjukan hanya sekedar unjuk gigi dengan tradisi yang kental dan memukau…

Dibalik pemukiman itu berkumpulah banyak sosok yang dapat memukau mata dunia akan keindahannya, bukan hanya karena namanya, tapi karena sosoknya yang agung dimata para pria sehingga menimbulkan decak kagum…

Sosok-sosok yang menganggap diri mereka sebagai seniman sejati, menganggap satu-satunya profesi bagi mereka di Jepang yang menempatkannyapada posisi teratas, dan menjadikan sosok mereka dipandang sebagai yang dihargai dimata orang banyak, terutama kaum pria…

Namun … siapa sangka? Dibalik kesempurnaan dan keindahan mereka, telah banyak menelan kepedihan … mereka biasa …biasa akan kebaikan yang mereka peroleh, sedangkan mereka tahu…dulu…ada kepedihan yang mereka dapat,bahkan itu…akan selalu jadi bekas…

~Floag~

Tangan kecil itu terus diseret, entah tubuh mungil dengan rambut yang indah panjang sebahu, hitam dan kelam, matanya yang bulat dan sekelam malam, bibirnya yang mungil indah memerah seidnah lautan darah, wajah seteduh tetesan hujan dan selembut embun yang menyelami bumi.

Miris, wajah seindah itu tidak lagi menampakan rasa enggan nya untuk menikmati dunia yang sekarang sedang berlalu disekitarnya, tubuhnya yang lemah dan tidak bereaksi itu hanya pasrah di bawa entah kemana, dengan langkah terburu, kaki mungil yang memerah tanpa alas telah memanas, dan seharusnya menampakan keindahan, namun tidak…semua terasa pucat dan kusam…

“Cepat…kau lambat!cepat kataku anak sialan!”, maki seorang wanita yang belum begitu tua, mencengkram tangan mungil itu takut ia lepas.

Sosok kecil itu menatap lurus tanpa ekspresi, tubuhnya mendingin karena guyuran hujan yang membasahi tubuhnya…

“Kau tidak tahu kalau kita harus cepat? Aku tidak bisa membuang uang ku hanya untuk menunggu kelambatanmu anak sialan!”, makinya terus menariknya masuk kelorong-lorong yang penuh dengan lampion, indah?tidak tahu… dia tidak bisa merasakan keindahan itu sama sekali.

“Ah, Makoto-sama…”, pekik wanita itu tersengal dan menarik sosok mungil itu kesampingnya.

“Ini…ini yang sudah kami janjikan…maaf karena terlambat…anak ini sempat ingin kabur…”, katanya, pria bertubuh agak gendut itu menunduk dan melihat sosok anak perempuan yang menunduk menatap lurus ke tubuh bidangnya, dengan tatapan mata yang kosong, hanya bibirnya yang bergetar menahan dinginnya hujan.

“Aku minta naaf, kumohon, berikan kami kesempatan, aku sudah janji akan berikan dia padamu…jadi, aku mohon, kau bebaskan lah kami…”, bujuknya, “Anak ini sangat rajin, dan aku yakin, dia akan berguna nantinya…aku mohon, jagalah dia…dan berikan kami kebebasan makoto-sama…”, mohonnya lagi dan mendorong pelan sosok mungil itu.

Dengan mudah ia maju kedepan dan pria itu menangkapnya dengan tangannya, meraih mantel di tangannya dan menyelimuti tubuh mungil itu.

“Tunggu sebentar …”, kata pria itu dan masuk kedalam bilik rumah kayu, kemudian tidak lama ia keluar bersama pria yang lain, terlihat ia adalah ketua dari nya.

“Yang mana?”, tanya pria yang satunya, makoto menunjuk pada sosok mungil didepannya. Pria itu maju dan menarik dagu anak itu untuk melihatnya dengan jelas.

“Berapa umur mu nak?”, tanyanya, anak itu tidak menjawab. Pria itu melihat ke wanita itu, “Berapa umurnya?”,

“12 tahun …”, katanya, Pria itu mengangguk dan meneliti wajah itu, indah…namun tidak berkespresi.

“Aku ambil…”, katanya singkat dan masuk kedalam rumah. Wanita itu tersenyuml lebar, bahkan menangis.
“Terima kasih…terima kasih Tuan…terima kasih…”, katanya bersujud, sosok mungil itu hanya melihatnya dengan tatapan dingin.

Dan saat itu juga, anak perempuan itu tahu…bahwa hidupnya tidak akan mudah mulai saat itu…ia harus bertahan…ia harus bertahan dengan segala kekejaman dunia yang sudah dibebankan pada nasibnya…

~Floag~

“KEJAR DIA, JANGAN SAMPAI LOLOS!!! BAWA KESINI , ATAU KALIAN YANG AKAN KUJADIKAN SANTAPAN HARIMAU!!”

Langkah kakinya terus berlari, menyusuri lorong-lorong sempit dan gelap didistrik yang penuh sesak orang, ini kesekian kalinya, ia lupa berhitung, ia berusaha lari dari semua kecaman yang akan ia terima, semua hal yang membuatnya lebih nista lagi, dia tidak akan biarkan ini terjadi, cukup…untuk kali ini, dia akan lolos, bagaimanapun caranya…

“KEJAR DIA! TANGKAPP!!! ITU DISANA!!!”, Teriak orang-orang ramai, namun ia tidak berhenti, ia terus berlari, meski ia rasa nafasnya tidak bisa lagi ia bendung, paru-parunya memaksanya untuk berhenti bernafas, namun tekatnya tidak selemah itu, ia terus berlari sampai ia bahkan lupa caranya bernafas.

SSSRRRAAAKKKK~~
“Kyaaaaaaa~~~…”

“DISANA!!!!’, teriak mereka menuju sumber suara diujung hutan kecil, dan mereka berhenti tepat didepan sebuah jurang terjal, 5 orang yang dengan susah payah itu berhenti, berhenti diujung buntunya jalan itu.

“Kemana dia?!”,

“Entahlah…apa dia jatuh? Aku yakin, tadi aku mendengar suaranya datang dari arah sini!”,

“Ya, mana lampu mu, kita periksa !”

3 orang menyorot lampu pada tebing terjal itu, menajamkan penglihatan mereka setajam elang, namun nihil, tidak ada apapun…

“Gelap, dan tidak bisa liat apapun…”,

“Benar, mungkin dia sudah jatuh…lalu apa yang harus kita lakukan dan katakan pada Yuji-sama?”,

“Katakan bahwa ia sudah mati, Yuji-sama tidak akan rugi walau hanya kehilangan satu asetnya saja.”

“Kau yakin Makoto? Dia aku rasa salah satu favoritnya.”

“Tidak jika ada Maisa…”, senyumnya licik.

‘Kau benar…”

“Kita kembali sekarang…”, jelas Makoto dan dengan antek-anteknya itu pergi dari sana.

Sunyi…ketika deru suara langkah itu tidak terdengar lagi, terasa sunyi, hanya suara deru air yang terdengar, dan suara alam yang berdesir, kicauan burung malam yang bernyanyi, mata idnah itu menatap langit-langit luas di atasnya, gelap dan kelam, tidak ada bintang, tidak indah …

Matanya menatap nanar, kepalanya terasa berat dan tidak lagi mampu ia gerakan kakinya, tidak ada senyum, hanya sungingan bibir disudut nya hanya sedikit sekali…

“Aku…bebas…” Kata pertama yang keluar dari mulutnya sejak 2 bulan yang lalu ia dijual entah oleh siapa , wanita yang mengaku ibunya, namun ketika semuanya terungkap, sampai saat ini, ia tidak tahu, dari rahim siapa ia lahir …

“..a-aku…be..bas..”, mata itu terpejam, merasa aliran hangat dikepalanya mengalir deras.

‘Tuhan, jika kau ambil nyawaku sekarang…aku bahagia…sungguh…’

~Floag~

Kicauan burung bernyanyi memasuki celah dinding kertas dan sinar matahari mengintip dari peraduannya, masuk kedalam indahnya bilik bambu , menyinari wajah yang sedang tertidur dengan nyaman dan terpancar kecantikan alami, meski disekujur tubuhnya penuh luka lebam, dan wajahnya yang sudah pucat bertambah pucat, ditambah dengan hiasan keunguan akibat kekerasan fisik…

Hangat ..nyaman…dan harum…apakah surga benar se indah ini? Pikirannya menerawang merasakan sekitarnya, namun mata indah itu masih enggan membuka, hanya ingin sesaat, sungguh…sebelum ia membuka mata dan merasakan bahwa ia sudah didunia lain…

“Kau sudah sadarkan diri…”, sebuah suara yang sangat lembut menggema ditelinganya.

Perlahan ia membuka matanya, menatap langit-langit yang terang karena sinar matahari, sayang…dia hanya berharap, dan manusia hanya berharap.

“Kau bisa mendengar suaraku?”, tanya sebuah suara lagi dengan sangat lembut.

Dengan pelan dan pasti ia menoleh ke sebelah kanannya, wanita yang sangat cantik menatapnya, tidak…mungkin dia benar telah berada disurga, karena sosok didepannya ini, bukan hanya cantik, tapi juga indah…apa yang bisa ia umpamakan sosoknya, bidadarikah?

Wanita dengan wajah tirus yang kuat, bibir tipis yang bersemu pink, kulit putih yang memukau seputih susu, dan bersinar layaknya matahari, mungkin bulan dan bintang iri akan keindahannya ini, bahkan matahari pun kalah akan sinarnya, siapa kah dia?

“..kau siapa?”, suara nya serak, entah karena selama ini ia berusaha untuk bisu, atau karena faktor kondisi tubuhnya, “…nngh..k-kau…’

“Jangan bangun dulu…”, cegahnya dengan senyum lembut.

Anak itu berbaring lagi ketika ia rasakan punggung, kaki, dan kepalanya sakit semua…ia sentuh kepalanya dan ada perban disana, ia tatap sosok cantik didepannya itu, dengan mata bulatnya yang indah ia berusaha bertanya.

“…kau tidak ingat?”, tanyanya, dia hanya menatap wanita itu dalam diam dan menunduk, ingat? Tentu saja, ia berhasil keluar dari cengkraman binatang jalang yang haus akan aset dirinya. “…sayang sekali, aku menemukanmu tergeletak tidak berdaya di pinggir sungai, kau jatuh dari tebing?”, tanyanya lagi.

Diam..dia benar hanya diam,”…kepalamu bocor karena benturan batu tebing, tulang rusuk mu patah, dan kaki kananmu juga…”, katanya menjelaskan perlahan seraya tangannya dengan anggun menuangkan sesuatu kedalam cangkir, baunya sungguh tidak enak, namun anak itu bisa tahu, bahwa itu semacam herbal…

“…kau beruntung masih hidup saat kami menemukanmu…”, katanya menghampirinya dan tersenyum sambil meletakan minuman itu tepat disebelah shikibuton anak perempuan itu. Anak itu menatap lekat sejenak ke arah wanita itu, namun kemudian menatap keluar, melihat jendela , berusaha menangkap sinar matahari dengan mata indahnya.

Beruntung? Menurutmu … tapi ini lebih buruk ketika ia harus merasakan rasa sakit ini…

~Floag~

Asing baginya, tempat yang dimana ia berpijak sekarang sungguh berbeda, tanpa ia harus bertanya, ia tahu tempat apa itu …

Bau bunga dan wewangian yang menyengat, deru musik membahana dengan alunan partitur yang mengagumkan, seakan membuat dunia harus ikut menari karena alunannya. Dan wajah-wajah cantik dengan segala bentuk keindahanm seni dalam diri mereka…

“Kau tertarik, Taemin?”,

Taemin, anak perempuan dengan mata bulat indah itu menoleh, terkejut karena ia tidak sengaja ketahuan sedang mengamati tempat dimana ia berada sekarang.

“Maafkan saya…Kibum-san …aku tidak bermaksud untuk mengganggu…”, jelasnya menunduk dan memundurkan posisi sanggahan tongkat di kakinya.

Kibum, perempuan cantik berumur 22 itu tersenyum lembut padanya dan menatap lurus kedepan, ke arah dimana anak didiknya sedang berlatih alat musik shamizen.

“Tidak apa…indah bukan alunannya? Kau suka? “, tanyanya, Taemin menatap sosok cantik itu , entah kenapa, dia sebagai perempuan saja kagum dan terpukau akan wajahnya, ia tidak bisa bayangkan bagaimana pria menatap nya, Taemin hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Kibum.

“…kalau kau tertarik, kau tidak mau mencoba memainkannya?”, tanya nya. Taemin terkejut? Mainkannya? ,”…kau sudah tahu kan alat itu , dan kami…butuh waktu lama untuk bisa ahli memainkannya…”, balasnya tersenyum. “…kalau kau mau mencobanya, katakan saja…aku akan ajarkan padamu…”, balasnya dan berlalu

“K-kibum-san…’, panggilnya, Kibum menoleh dengan anggun, “..a-aku…terima kasih…”, Kibum memiringkan wajahnya dan berjalan mendekat

“Untuk?”

“..semuanya, karena kau telah menyelamatkan nyawaku…dan kau telah merawatku…”, katanya, Kibum terdiam dan kemudain tersenyum anggun.

“Tidak masalah…”, balasnya simple dan berbalik dengan anggun , semua menghormatinya.

Ia tatap punggung indah sang wanita itu, punggung yang indah, ia tahu siapa Kibum ketika kemarin ia membuka matanya, ia sadar ia berada di mana…di sebuah Okiya, ya benar…tempat dimana Geisha berada. Sosok yang menolongnya itu adalah seorang Geisha senior, hanya itu yang ia tahu, karena ia melihat disekitarnya sangat menyanjung serta menghormatinya, sosok yang indah, pahatan karya Tuhan yang hampir sempurna, sebuah kanvas dan pencipta seni dari pada murni manifestasi dari dirinya yang memancarkan keindahan. Namun melihatnya membuat Taemin iri, baru sekejap menatapnya, ia tahu…bahwa Kibum adalah orang luar biasa.

~Floag~

“Kau yakin mau pergi dari sini?’, tanya Kibum ketika Taemin hendak pergi, namun naas, ia tertangkap oleh Kibum.

Taemin menundukan kepalanya, “Aku tidak bisa tinggal disini, ini bukan tempatku, bahkan aku bukan calon Geisha, itu hanya akan membuatmu repot, aku sebaiknya pergi dari sini…”,

“Bukan tempatmu? “, tanya Kibum penuh selidik, “..lalu katakan padaku, seperti apa tempat mu seharusnya?”, tanyanya, Taemin terdiam…benar, tempat apa yang bisa menampungnya? Kemana ia akan pergi, dan tempat seperti apa yang bisa menerimanya? Bahkan sejak awal ia tahu ia tidak pernah dianggap oleh keluarga yang jelas entah siapa itu, ia merasa tidak ada lagi tempat untuknya.

“…aku…aku harus tetap pergi dari sini Kibum –san…aku tidak bisa membalas kebaikanmu, karena itu, dari pada aku lebih banyak berhutang padamu, aku akan pergi…”, katanya kekeh dengan niatnya, dia akan pergi, ia sudah putuskan, kemana saja…asal tidak disini, tidak menyusahkan orang, karena ia tidak pantas menerima kebaikan yang sangat banyak dari sosok cantik didepannya itu.

Kibum hanya diam, Taemin yang merasa tidak ada yang mencegah, dengan menopang kakinya dengan tongkat berangsut jalan, meninggalkan Kibum yang berdiri diambang pintu kayu, namun…ketika langkahnya ingin menjauh.

“Taemin…”, panggilnya, Taemin menoleh, Kibum menatapnya lurus dan serius,tatapan mata itu, membuat Taemin merasa tersihir untuk tetap ditempatnya.

“Ya?”

“Hati-hati…’, katanya tersenyum, Taemin hanya membalasnya dengan simpul, hanya menarik ujung bibirnya, senyum…mungkin itu lah yang ia lakukan, jika ia tersenyum, begitulah senyumnya.

~Floag~

Ricuh dan suasana sangat berantakan, tidak bisa terdengar lagi dengan jelas, mana yang bisa dikatakan orang waras dan yang tidak.

“Kita buka lelang ke 20…ini dia…”, sang bandar menarik tangan kurus kedepan, sosoknya yang lebam di bagian tangan, dan kakinya yang masih pincang menunjukan bahwa ia masih belum pulih dari luka sebelumnya.

Namun sosok itu walau terlihat pucat dan lemah, ia masih bisa terlihat sangat indah ketika lampu menyorot ke arahnya, dihapadan semua serigala kaya yang lapar ingin membawa pelacur liar didepan mereka, entah untuk apa mereka menghabiskan uang untuk mereka, bersenang-senang kah?

“Dibuka dari harga 20.000yen…”, teriak sang bandar [a/n: gue nggak tahu nilai mata uang , jadi asal aja lah yah? Hehehe]

“300.000 yen!”

“700.000 yen!”, teriak pria lain,

“Wah, ada yang lebih tinggi, ini adalah stock kami yang paling bagus, dia masih virgin…”,tukasnya, dan bisik-bisik terdengar membahana.

“1 Juta Yen!”, teriak yang lain, bandar terlihat senang, tanpa peduli sosok disampingnya telah lemas tak berdaya, matanya nanar menatap ricuh didepannya.

“Penawaran lain? 1…2…”

“2 juta Yen!!”, teriak pria bertubuh gendut, yang lain berbisik,

“Penawaran ke 1…2…”

“10 juta Yen!!!”, semua mata tertuju pada sosok yang berbicara dengan lantang, namun terdengar indah. Semua mata terpana melihat siapa yang baru saja menawar itu, sosok perempuan lemah yang berdiri didepan podium itu menatap nanar, dan mungkin ia hampir mengira ia salah melihat.

“Tuan, kau ketuk palunya, apa ada yang mau lebih tinggi dari penawaranku?”, tanyanya anggun, Bandar itu gugup ketika sosok wnaita itu sudah berdiri didekat podium dengan tatapan memukau.

“P-penawarn 1..2…3…4…”, hening semuanya, sosok itu berbalik menatap seluruh serigala lapar didepannya yang tidak berkutik,

“Lima…”, katanya bangga, “Dia…milikku.”, katanya berbalik dan melihat ke arah bandar itu, kemudian ia mengisyaratkan ia mengetuk palunya, dan jatuhlah penawaran padanya.

Sosok itu tersenyum puas, dan merebut tubuh anak perempuan itu dari tangan bandar yang kotor itu dan membopongnya dengan kuat. Semua pria menyingkir, memberikan jalan pada sosok mengagumkan itu, semua tahu siapa dia… tentu mereka juga tahu, kenapa ia bisa membayarnya dengan uang sebanyak itu. [a/n: anggap itu mahal banget!].

Mereka tahu siapa dia…

“..K-kibum –san…’, desis sosok dipapahannya, Kibum menoleh dan tersenyum.

“Ya Taemin…’, katanya dan meletakannya di kereta kudanya, “…aku..akulah tempatmu Taemin…”, katanya membelai wajah cantik itu.

Taemin menatap lurus mata kucing itu, mencari kesungguhan dan kebenaran akan kata-katanya.
“Jadilah adikku, akan kujadikan kau orang yang luar biasa…’, bisiknya , Taemin terdiam, lelah…dan entah apa yang harus ia jawab, ia hanya butuh tidur…sekali lagi, entah ia harus beryukur atau tidak, entah ia beruntung atau tidak…yang jelas…Kibum adalah peruntungannya yang lain…

~Floag~

“Apa yang kau lakukan!!!”, teriak sebuah suara melengking membahana di Okiya itu, sosok cantik dan indah itu tidak bergeming, dia hanya mengernyitkan alisnya sedikit karena lengkingan suara yang ia terima ditelinganya.

“Kibum! Katakan padaku, apa yang kau lakukan?!!!”, teriak wanita berumur 40an sambil menghisap cerutu. Menatap sosok yang sedang bersimpuh diam didepannya, “Kau…apa rencanamu sebenarnya? Kau mau sombong dengan apa yang kau dapatkan?sehingga kau berbuat seenaknya, dan kau tahu ini sangat membuat rugi!!”, teriaknya dan melempar cerutu itu asal, hampir mengenai wajah Kibum jika ia tidak menghindar.

“Aku…aku bisa merusak wajahmu , namun tidak…TIDAK JIKA APA YANG TELAH KAU LAKUKAN SEKARANG MEMBUAT OKIYA INI RUGI!!!”, teriaknya melempar meja kecil sehingga teh herbal berserakan.

“Maaf…maafkan saya Okka-san…”, kata Kibum menunduk.

“KATAKAN APA RENCANAMU?!! DARI MANA KAU BISA PERTANGGUNG JAWABKAN ATAS GANTI RUGI BIAYA PENEBUSAN PEREMPUAN TIDAK BERASAL ITU?!!!’, teriaknya, Kibum memejamkan matanya sejenak dan membungkuk lagi.

“Maaf Okka san…”, Kibum mendongak, “…rencanaku adalah …”

~Floag~

Taemin menutup mulutnya, ia berlari kekamar dan beringsut duduk dilantai, ia tidak percaya…apakah ini yang ia namakan dianggap? Dihargai? Bahkan di sayang? Apa yang membuat Kibum melakukan ini, melakukan semua ini hanya untuk perempuan senista dirinya, berulang kali ingin coba pergi dari dunia ini, namun ia akhirnya harus terjebak dianara kebimbangan yang membawanya untuk melakukan sesuatu, jika tidak…mungkin ia akan menyesal…

[ “Rencanaku adalah … aku akan menjadikan Taemin adikku, dan akan kujadikan dia seorang Geisha dibawah didikanku, dan untuk mengganti ganti rugi semua uang yang kuhabiskan untuk menebus dirinya dipelelangan, akan kuserahkan hidupku untuk mengabdi di Okiya ini, hingga seluruh hutang ku lunas, namun satu niatku …aku akan tetap menjadikannya adikku, Geisha dibawah bimbinganku, dan membawa nama Okiya ini…]

[Kau sudah gila hah? Bahkan kau tidak tahu dari mana asal anak itu, dan jangan bercanda, umurnya sudah menguinjak 12 tahun, kau tahu untuk menjadi seorang Geisha umur itu sudah sangat tertinggal …kau bercanda padaku…kau bercanda…hahahaha…]

[Tidak … aku menjamin dia akan membawa nama baik Okiya ini, dan juga…aku akan menjadikannya Geisha terhebat…]

Kenapa…kenapa kau begitu perduli padaku Kibum? Bahkan kau tidak tahu siapa aku, dari mana asalku, kenapa aku bisa terdampar di tempatmu, tanpa kau bertanya siapa aku? Inikah kebaikan hatimu Kibum? Lalu apa yang bisa aku lakukan?

“Aaah….aaah…kyaaa~”,

Taemin terkejut, ia berdiri dan membuka pintu kayu itu, melihat siluet Kibum berdiri dari balik remang kamar Okka san sedang menjerit.

“Kasian Kibum – san, Okka san sangat bangga padanya karena ia Geisha termasyur di sini…’

Taemin segera menutup pintu dan menguping,

“Ya..siapa yang tidak tahu dia? Geisha yang berhasil menarik keuntungan ketika umurnya 17 tahun, dia Geisha termuda bahkan mengalahkan tingkat Mizu-san yang senior 3 tahun diatasnya…”

“Sayang sekali jika ia harus terus membayar utang itu sendirian…dimurnya yang sekarang ia sudah bisa bebas dari itu semua karena dia sukses, namun peristiwa ini membuat semuanya buyar…”

“Yah benar, andai bocah itu tahu, kalau dia mau membalas budi, sebaiknya ia berusaha sebaik mungkin untuk jadi Geisha hebat, kalau begitu, sebagian hasilnya bisa membantu Kibum san-..”

“Ya, kalau aku bisa menjadi Geisha dengan sekarang, aku akan membantunya,dia orang yang baik…”

“Benar…kita saja belum cukup untuk membayar hutang kita…”[a/n: Seorang calon geisha sedari awal menginjakkan kakinya di rumah barunya, sudah memiliki hutang awal sebesar biaya yang dikeluarkan pemilik Okiya untuk membelinya.]

Taemin mendengar semua itu, ia tidak percaya, Kibum…Kibum rela menukar semua kebebasannya hanya untuknya?demi dirinya? Apa sebenarnya yang membuat Kibum rela melakukan itu untuknya?

Drap..drap…drap…
“Uggh…”, Taemin terkejut, ia mendengar desisan suara Kibum, dengan cepat ia berbaring di atas shikibutonnya dan memejamkan matanya, perlahan ia dengar pintu terbuka dan desisan suara Kibum terdengar.

BRUK!!

Taemin membuka matanya dan berbalik, ia melihat Kibum meringkuk di ujung kamar dengan tubuh bergetar, tangannya mencengkram kimono nya ke atas dengkul dan meringis kesakitan. Ketika diselidiki lebih jelas.

“KIBUM-SAN!”, jerit Taemin, menghampiri Kibum , ia ikut bergetar, namun enggan berbuat satu gerakan karena ditahan Kibum, darah…keluar dari kakinya …

“..T-taemin…ssh…k-kau…t-tolong ambil..ssh..kan…handuk …b-basah…bisa?”, tanyanya disela ringisannya, Taemin mengangguk dengan panik mengambil baskom yang biasa disediakan Kibum untuk cuci mukanya sebelum tidur.

“I-ini… biar aku…bersihkan…”

“Jangan…b-biar aku saja…”, tersenyum, bagaimana bisa? Apa yang ia lakukan?

“A-apa yang dilakukannya padamu?’, tanya Taemin menatap luka dibetis Kibum . Kibum mendongak dan tersenyum. Kenapa dengannya? Kenapa selalu menampilkan senyum itu padaku?

“..dia memukulku dengan bambu, ini biasa kudapat, dulu, saat aku kecil, ketika aku gagal menarikan satu gerakan aku akan mendapatkan ini, atau ditangan jika aku salah memainkan irama dengan shamizen…”, jelasnya,

Taemin terpaku, lalu…kenapa ia juga dipukul sekarang? Ia tidak menari atau memainkan musik tadi? “..k-kenapa? Kenapa kau dipukul sekarang? Padahal kau tidak menari atau memainkan musik tadi?”, tanya Taemin dengan suara bergetar.

Kibum mendongak, “Itu … itu karena aku telah boros, aku ini kan Geisha senior, jadi aku harus berhemat, agar bisa membantu Okiya ini lebih baik…’

“Bukannya itu karena kau melindungiku? Kau merelakan kebebasanmu hanya untuk menyelamatkan ku kan? Iya kan? Kau jadi berhutang lagi pada rumah ini!’, kali ini Taemin menangis, ia sedih, kenapa? Tuhan bencikah padanya, Kibum harus menerima ini karena ketidak gunaannya sebagia manusia?

Kibum menarik nafas dan menarik tangan Taemin, “..aku hanya ingin melindungimu, karena aku seperti melihat diriku didirimu, dulu aku tidak ada yang melindungiku, maka dari itu, aku ingin jadi orang yang melidungimu sekarang…”, jelas Kibum, “..itu kalau kau bersedia tentunya…’, tersenyum lagi.

Taemin terdiam, ia cerna semua ucapan Kibum, mungkinkah? Ya…jalan ini hanya satu-satunya, ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya jika ia tidak lakukan ini sekarang juga…

“Kibum san…”

“Hmm?”, Kibum mendongak. Ia terkejut melihat Taemin merubah posisi duduknya jadi bersimpuh.

“Jadikan aku Geisha, jadikan aku Geisha yang hebat dibawah bimbinganmu, sekeras apa, seberat apapun, dalam waktu sesingkat atau seberapa lama pun, aku akan berusaha untukmu…mohon bimbing aku…Kibum san~”, Taemin membunguk didepannya.

Kibum terkejut, namun ia menarik bibirnya menjadi seutas senyum harapan.
“Ya … tentu saja Taemin…’, katanya mengelus kepala Taemin.

Aku Lee Taemin, mulai saat itu, aku mengabdikan diriku untuk nya, hanya untuknya…orang pertama dan akan selalu jadi yang pertama bagiku untuk kupercaya…

~Floag~

Geisha adalah satu-satunya profesi di Jepang yang menempatkan wanita pada posisi teratas. Profesi menjadikan wanita sebagai sosok yang dihargai dalam masyarakat Jepang yang konon menempatkan wanita selalu di bawah pria dan juga mengubah hukum menjadikan status pelacur menjadi rendah, yang hanya terampil dalam seni bercinta .

Namun kami geisha , kami yang terampil dalam bidang musik, tari, dan berfilsafat. Untuk itu, kami akan lakukan apapun untuk menjunjung martabat kami dan juga nama kami, kami bukanlah pekerja seks, kami pekerja seni.

Dimana seni bukan sekedar bagian dari diri kami. Melainkan seni itu mengandung di dalam diri kami sendiri, dan karena tubuh kami memiliki seni ini, maka hidup kami ditakdirkan untuk disimpan dan dibanggakan , untuk apa? Untuk keindahan sejati.

Taemin melakukan semuanya, memainkan musik shamizen , bahkan ia rela melukai tangannya, menari sepanjang sisa harinya ketika ia lelah pulang dari belajar hal lain, sastra, politik, kebudayaan.

Kibum tidak pernah sedikit pun melepaskan matanya dari Taemin, tidak berkedip dan takut melewatkan setitik saja celah kelemahan yang akan membuatnya kurang dimata sang agung , para pecinta gila yang akan rela melakukan apapun untuk dirinya nanti.

Menawarkan segala kekayaan , keagungan, dan segalanya hanya untuk sosoknya, dan Kibum takjub, semua itu bisa ia tempuh dalam waktu yang sangat singkat… ia takjub akan kehebatan Taemin, entah lah, ambisi itu telah tertanam di otak Taemin, membuat seluruh orang di Okiya mereka sendiri berdecak kagum, bahkan maiko lain mu tidak sanggup menyusul kemajuannya.

~Floag~

Gion, distrik dipemukiman daerah Kyoto, Jepang. 1992

“Kau harus datang nanti malam, sebagai perayaan ku,kau mengerti?”,

“Siap Jenderal!”, balasnya cepat,

“Ck,kita ditelpon Minho [minho,27 yo] , kau tidak perlu memanggil ku begitu, santai saja…pokokmya jangan lupa, kau tidak akan menyesal, Kibum [kibum, 27 yo] akan membawa beberapa anak didiknya, kau akan terkagum…ingat itu.”,

“Baiklah Jenderal Jonghyun[jjong , 29 yo]…aku akan datang, tapi jangan terlalu menungguku, aku akan telat untuk urusan ini…”, katanya bercanda dengan atasannya.

“Kau! Beraninya kau…awas kalau kau terlambat, jika bertemu nanti, kau akan kusuruh push up, aku tidak peduli kita tidak dalam tugas.”, ancamnya, Minho dibalik sana hanya tertawa, lucu sekali teman sekaligus atasannya di sinkeiren itu.

Minho menutup gagang telpon umum dan melihat kesekeliling, tidak banyak yang berubah, sudah lama ia tidak kembali, berapa lama? Entahlah …

Minho memanggul tas besarnya di pundaknya yang kekar, matanya mengitari sekeliling wilayang yang sudah banyak berubah, ia menghirup udara sedalam-dalamnya, memasukannya kedalam rongga paru-parunya, tidak berubah…tidak ada yang berubah dengan aroma bau tempat itu…

Minho mengitari trotoar yang sangat ramai, hilir mudik orang , riuh pikuk jalanan, dan raungan orang berjualan, ia rindu tempat ini…semoga kepulangan tugasnya kali ini dapat ia habiskan dengan baik dan nyaman serta tentram…

“AWASSSSS….!!!!’,

 Minho melihat ke arah orang berteriak, ia melihat seorang wanita berkimono pink dengan hiasan bunga tulip memeluk anak kecil.

Namun belum sempat ia mencerna apa yang terjadi, dari arah berlawanan tanpa disangka ada truk yang akan menabrak mereka , tidak juga berhenti laju truk itu.

“YAH! AWASSS….!!!!”

CKKITTTTTTTTTT….

“AAAHHH….”, BUGH!!

“ADA YANG TERTABRAK!!”

“TOLONG…ADA YANG TERTABRAK!!”,

Riuh pikuk orang berteriak minta tolong, Minho perlahan membuka matanya, ngilu dibagian sikunya, ia perlahan membuka matanya, dan namun pandangannya kabur, entah kenapa kepalanya pusing, ia tidak bisa lihat dengan jelas sosok yang ia lindungi di pelukannya ,selamat…sosok itu selamat, begitu juga anak kecil yang sosok itu tolong, walau menangis, tapi ia selamat…

“K-kau…kau tidak apa-apa Tuan?”,

Minho bisa mendengar suara itu, entah kenapa? Ia merasa suara itu indah sekali, namun pandangannya tidak jelas, hanya wajah yang memerah dan kulit yang seputih salju, itu yang bisa ia ingat.

“Kau…baik-baik saja?”, tanya Minho,

“Tuan! Tuan…!!”, Minho tidak sadarkan diri, lalu semuanya gelap.

TBC~

Nah nah nah… Kekeke~ just slow down…

Oke, Cuma sampe disini part 1 nya.

Part selanjutnya adalah:

  1. Pertemuan 2min
  2. Cerita tentang Jongkey
  3. Slight Onkey

Tenang aja guys, part FLOAG bakal panjang kayaknya, inget yah…jangan pada suka maksa , kapan Onkey? Kapan 2min? Kok Onkey dikit sih? 2min mana nih?

Yang namanya ber-series yang harus sabar…bakal gue kasih yang terbaik kok…so…

Sorry many wrong typo… sekarang jam 3 pagi woy…

Just leave a comments and likes

Kalau komennya kurang dari 50 dan gak ada likenya, kayaknya musti gue pertimbangin nih, bakal gue yang lanjut atau Viena saja deh yah…kekekekek~*ditabokViena

Oke …arigato gozaimasu~
jaa maa taa~

 

194 thoughts on “[2min-Onkey] Forbidden Love of A Geisha – part 1 of ?

  1. aduhh
    aku tersentuh bangetttt.. kibum kamu tuh baik bangggeeettttt sihhhhhh?????

    part1x aja udah buat aku ktaghan.. hmm next part aja aku yahhhh ^^

  2. kibum baik banget disini ..
    kasian taemin luntang-lantung ..
    tapi untung ada kibum yang nolongin dia ..

    jangan lupa di follback ya author-nim .. biar bisa baca next partnya..^^

  3. OMG…😦
    Tae kasiaann bgt…😦
    ff nya keren , sukaa😀
    itu minhoo nylametin siapa,?
    tae bukan,,??
    dia gpp kn,,??
    aaaah, penasaran😀

  4. Kasian uri taemin :’
    Tapi taemin jadi aset kan ya?
    Itu maksudnya aset apa?
    Kalo aset penghibur kan berarti taemin udah gak virgin sejak umur 12 taun –a
    Lanjut baca part 2 aja biar ngerti kkk
    Nice ff min

  5. Ahh Taeminie~~😥 kasian sekali dia, itu perempuan yg nyeret” dia diawal siapa? bener” -__- untung ajha Kibum yg akhirnya nemuin dia🙂 Kibumie baik sekali, saya malah penasaran sama riwayat Kibum sebelum jadi Geisha, soalnya dia blang hidupnya sama kyk Taem sih😀
    Ayo itu siapa yg diselamatin Minho? Taemkah?

  6. Untungnya taemin diselametin sama kimbum meskipun prngorban kimbum berat banget tapi dia rela nolongin taemin, ciye 2minnya ketemu

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s